Bentuk-bentuk molekul Hibridisasi

D I S U S U N Oleh :
1. Faridah 2. Eriana 3. Nazrah 4. Novianti 5. Ismail

MENTERI PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA

ia umumnya tidak akurat. pendekatan ini didasarkan pada orbital-orbital atom hidrogen. seperti yang terdapat pada kimia koordinasi dan kimia organologam. namun untuk molekul-molekul yang terdiri dari karbon. Orbital-orbital ini kemudian diasumsikan terdistorsi sedikit untuk atom-atom yang lebih berat seperti karbon.Teori hibridisasi dipromosikan oleh kimiawan Linus Pauling dalam menjelaskan struktur molekul seperti metana (CH4). teori hibridisasi barulah dapat diaplikasikan. N. dan oksigen. Sangatlah penting untuk dicatat bahwa orbital adalah sebuah model representasi dari tingkah laku elektron-elektron dalam molekul. konsep ini dikembangkan untuk sistem-sistem kimia yang sederhana. Penjelasannya dimulai dari bagaimana sebuah ikatan terorganisasikan dalam metana . Masalah-masalah pada hibridisasi terlihat jelas pada ikatan yang melibatkan orbital d. Perlu dicatat bahwa kita tidak memerlukan hibridisasi untuk menjelaskan molekul. Teori hibridisasi sering digunakan dalam kimia organik. dan oksigen. Orbital-orbital yang terhibridisasikan diasumsikan sebagai gabungan dari orbital-orbital atom yang bertumpang tindih satu sama lainnya dengan proporsi yang bervariasi.SMA NEGERI 1 GANDAPURA TAHUN AJARAN 2012 / 2013 Hibridisasi adalah penyetaraan tingkat energi melalui penggabungan antarorbital senyawa kovalen atau kovalen koordinasi. Dengan asumsi-asumsi ini. Teori hibridisasi tidaklah sepraktis teori orbital molekul dalam hal perhitungan kuantitatif. Walaupun skema hibridisasi pada logam transisi dapat digunakan. biasanya digunakan untuk menjelaskan molekul yang terdiri dari atom C. dan sekarang ini dianggap sebagai sebuah heuristik yang efektif untuk merasionalkan struktur senyawa organik. nitrogen. namun pendekatan ini selanjutnya diaplikasikan lebih luas. Dalam kasus hibridisasi yang sederhana. teori hibridisasi menjadikan penjelasan strukturnya lebih mudah. Secara historis. Orbital-orbital hidrogen digunakan sebagai dasar skema hibridisasi karena ia adalah salah satu dari sedikit orbital yang persamaan Schrödingernya memiliki penyelesaian analitis yang diketahui. dan O (kadang kala juga P dan S). nitrogen.

Penghibridan orbital 3s.. Hibridisasi sp3d2 Akibat gabungan ENAM orbital: (1 orbital s + 3 orbital p + 2 orbital d). Contoh: SF6 Pengujaan elektron 3s untuk membentuk elektron tunggal .a. Demikian jika terbentuk ENAM ikatan kovalen. .. 3 orbital 3p dan 1 orbital 3d untuk menghasilkan 5 orbital hibrid sp3d. ianya adalah pada kekuatan dan jarak ikatan yang sama panjang serta membentuk geometri asas yang berbentuk OKTAHEDRON. maka penghibridan sp3d2 menghasilkan ENAM orbital yang boleh menempatkan pasangan elektron pada aras tenaga yang sama.

3 orbital 3p dan 1 orbital 3d untuk menghasilkan 5 orbital hibrid sp3d. Contoh: PBr5 Pengujaan elektron 3s untuk membentuk elektron tunggal .. maka penghibridan sp3d menghasilkan LIMA orbital yang boleh menempatkan pasangan elektron pada aras tenaga yang sama.. Hibridisasi sp3d Akibat gabungan LIMA orbital: (1 orbital s + 3 orbital p + 1 orbital d). b. PBr5 adalah molekul berbentuk bipiramid trigon dan kelima-lima ikatan kovalennya adalah sama kuat dan sama panjang. Penghibridan orbital 3s. ianya adalah pada kekuatan dan jarak ikatan yang sama panjang serta membentuk geometri asas yang berbentuk BIPIRAMID TRIGON. . Demikian jika terbentuk LIMA ikatan kovalen.SF6 adalah molekul berbentuk OKTAHEDRON dan keenam-enam ikatan kovalennya adalah sama kuat dan sama panjang.

c. setiap hidrogen pada CH4 dapat dilepaskan dari karbon dengan energi yang sama. orbital-orbital keadaan dasar tidak bisa digunakan untuk berikatan dalam CH4. Walaupun eksitasi elektron 2s ke orbital 2p secara teori mengijinkan empat ikatan dan sesuai dengan teori ikatan valensi (adalah benar untuk O2). bahwa C akan membentuk dua ikatan kovalen. Namun. hal ini berarti akan ada beberapa ikatan CH4 yang memiliki energi ikat yang berbeda oleh karena perbedaan aras tumpang tindih orbital. Konfigurasi keadaan dasar karbon adalah 1s2 2s2 2px1 2py1 atau lebih mudah dilihat: (Perhatikan bahwa orbital 1s memiliki energi lebih rendah dari orbital 2s. Untuk sebuah karbon yang berkoordinasi secara tetrahedral (seperti metana. sehingga teori ikatan valensi saja tidak cukup untuk menjelaskan keberadaan CH4. maka teori hibridisasi digunakan. Langkah awal hibridisasi adalah eksitasi dari satu (atau lebih) elektron: . Lebih lanjut lagi. metilena adalah molekul yang sangat reaktif (lihat pula: karbena). yaitu CH2. CH4). berdasarkan pada keberadaan dua orbital p yang terisi setengah. Hibridisasi sp3 Hibridisasi menjelaskan atom-atom yang berikatan dari sudut pandang sebuah atom. Untuk menjelaskan keberadaan molekul CH4 ini. maka karbon haruslah memiliki orbital-orbital yang memiliki simetri yang tepat dengan 4 atom hidrogen. dan orbital 2s berenergi sedikit lebih rendah dari orbital-orbital 2p) Teori ikatan valensi memprediksikan. Gagasan ini telah dibuktikan salah secara eksperimen.

maka kita bisa melihat bahwa pada setiap orientasi orbital-orbital p. Menurut teori hibridisasi orbital. Hal ini menyebabkan eksitasi. elektron-elektron valensi metana seharusnya memiliki tingkat energi yang sama. Dalam kasus ini.Proton yang membentuk inti atom hidrogen akan menarik salah satu elektron valensi karbon. orbital 2s (orbital inti hampir tidak pernah terlibat dalam ikatan) "bergabung" dengan tiga orbital 2p membentuk hibrid sp3 (dibaca s-p-tiga) menjadi Pada CH4. H+) dan mengijinkan pemisahan maksimum antara 4 hidrogen (yakni tetrahedal). memindahkan elektron 2s ke orbital 2p. namun spektrum fotoelekronnya [3] menunjukkan bahwa . sehingga sesuai dengan pengamatan. Empat ikatan ini memiliki panjang dan kuat ikat yang sama. Kombinasi gaya-gaya ini membentuk fungsi-fungsi matematika yang baru yang dikenal sebagai orbital hibrid. empat orbital hibrid sp3 bertumpang tindih dengan orbital 1s hidrogen. sebuah hidrogen tunggal akan bertumpang tindih sebesar 25% dengan orbital-s C dan 75% dengan tiga orbital-p C. menghasilkan empat ikatan sigma. Hal ini meningkatkan pengaruh inti atom terhadap elektron-elektron valensi dengan meningkatkan potensial inti efektif. Dalam kasus atom karbon yang berikatan dengan empat hidrogen. HaL ini sama dengan persentase relatif antara s dan p dari orbital hibrid sp3 (25% s dan 75% p). Sebuah pandangan alternatifnya adalah dengan memandang karbon sebagai anion C 4−. semua orbital karbon terisi: Jika kita menrekombinasi orbital-orbital ini dengan orbital-s 4 hidrogen (4 proton.

terdapat dua pita. Ikatan pi antara atom karbon tegak lurus dengan bidang molekul dan dibentuk oleh tumpang tindih 2p-2p (namun.sp2 yang bersudut 120°. dua atom karbon membentuk sebuah ikatan sigma dengan bertumpang tindih dengan dua orbital sp2 karbon lainnya dan setiap karbon membentuk dua ikatan kovalen dengan hidrogen dengan tumpang tindih s. Ikatan hidrogen-karbon memiliki panjang dan kuat ikat yang sama. Struktur Kekule metilena akan tampak seperti: Karbon akan melakukan hibridisasi sp2 karena orbtial-orbital hibrid hanya akan membentuk ikatan sigma dan satu ikatan pi seperti yang disyaratkan untuk ikatan rangkap dua di antara karbon-karbon. d. Dalam etilena. Hal ini sesuai dengan data percobaan. satu pada 12. Hibridisasi sp2 Senyawa karbon ataupun molekul lainnya dapat dijelaskan seperti yang dijelaskan pada metana. Misalnya etilena (C2H4) yang memiliki ikatan rangkap dua di antara karbonkarbonnya. ikatan pi boleh terjadi maupun tidak). Dalam hibridisasi sp2. orbital 2s hanya bergabung dengan dua orbital 2p: membentuk 3 orbital sp2 dengan satu orbital p tersisa. Ketidakkonsistenan ini dapat dijelaskan apabila kita menganggap adanya penggabungan orbital tambahan yang terjadi ketika orbital-orbital sp3 bergabung dengan 4 orbital hidrogen.7 eV (satu pasangan elektron) dan saty pada 23 eV (tiga pasangan elektron). .

Sebagai contoh. menghasilkan dua orbital sp dan menyisakan dua orbital p. dan dua ikatan pi tambahan yang dibentuk oleh tumpang tindih p-p.5 juga dapat terjadi. Ikatan kimia dalam asetilena (etuna) terdiri dari tumpang tindih sp-sp antara dua atom karbon membentuk ikatan sigma. Setiap karbon juga berikatan dengan hidrogen dengan tumpang tindih s-sp bersudut 180°. seperti yang dinyatakan dalam kaidah Bent. . geometri orbital terdistorsi dari yang seharusnya.Jumlah huruf p tidaklah seperlunya terbatas pada bilangan bulat. Dalam model ini. orbital 2s hanya bergabung dengan satu orbital-p. yakni hibridisasi seperti sp2. sebuah ikatan cenderung untuk memiliki huruf-p yang lebih banyak ketika ditujukan ke substituen yang lebih elektronegatif. Dalam kasus ini. Hibridisasi sp Ikatan kimia dalam senyawa seperti alkuna dengan ikatan rangkap tiga dijelaskan dengan hibridisasi sp. e.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful