PENGEMBANGAN KARIR 1. Pengembangan Karir.

Pengembangan karir (career development) menurut Mondy : Merupakan pendekatan formal yang digunakan organisasi untuk menjamin bahwa orang dengan kualifikasi tepat dan berpengalaman tersedia pada saat dibutuhkan. Meliputi “Aktivitas-aktivitas untuk mempersiapkan seorang individu pada kemajuan jalur karir yang direncanakan.” Prinsip pengembangan karir : a. Pekerjaan itu sendiri mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pengembangan karir. Bila setiap hari pekerjaan menyajikan suatu tantangan yang berbeda, apa yang dipelajari di pekerjaan jauh lebih penting daripada aktivitas rencana pengembangan formal. b. Bentuk pengembangan skill yang dibutuhkan ditentukan oleh permintaan pekerjaan yang spesifik. Skill yang dibutuhkan untuk menjadi supervisor akan berbeda dengan skill yang dibutuhkan untuk menjadi middle manager. c. Pengembangan akan terjadi hanya jika seorang individu belum memperoleh skill yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Jika tujuan tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh seorang individu maka individu yang telah memiliki skill yang dituntut pekerjaan akan menempati pekerjaan yang baru. d. Waktu yang digunakan untuk pengembangan dapat direduksi/dikurangi dengan mengidentifikasi rangkaian penempatan pekerjaan individu yang rasional.

Tujuan pengembangan karir (Andrew J. Dubrin & Anwar Prabu Mangkunegara (2005 : 77) adalah a) Membantu dalam Pencapaian Tujuan Individu dan Perusahaan b) Menunjukkan Hubungan Kesejahteraan Pegawai c) Membantu Pegawai Menyadari Kemampuan Potensi Mereka d) Memperkuat Hubungan antara Pegawai dan Perusahaan e) Membuktikan Tanggung Jawab Sosial f) Membantu Memperkuat Pelaksanaan Program – program Perusahaan g) Mengurangi Turnover dan Biaya Kepegawaian h) Mengurangi Keusangan Profesi dan Manajerial i) Menggiatkan Analisis dari Keseluruhan Pegawai j) Menggiatkan Suatu Pemikiran (Pandangan) Jangka Waktu yang Panjang Pengembangan karir dalam suatu organisasi dibutuhkan pengujian atas dua proses utama menurut Ambar Teguh Sulistiyani & Rosidah (2003 : 182) yang dikutip dari Mathis and Jackson (2002 : 44), yaitu : a. Career Planning. Bagaimana orang merencanakan dan mewujudkan karirnya sendiri, yaitu suatu usaha seseorang secara sengaja untuk menjadi lebih sadar dan tahu akan ketrampilan sendiri, kepentingan, pilihan nilai, peluang dan hambatan untuk kepentingan tujuan yang terkait dengan karirnya. Career Planning : Melalui perencanaan karir, setiap individu mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri, mempertimbangkan kesempatan karir alternatif, menyusun tujuan karir, dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis. Fokus utama dalam perencanaan karir haruslah sesuai antara tujuan pribadi dan kesempatan-kesempatan yang secara realistis tersedia.

6. terorganisir dan terencana untuk mencapai keseimbangan antara keinginan karir individu dengan persyaratan tenaga kerja organisasi Manajemen karir merupakan proses berkelanjutan dalam penyiapan. kebutuhan. aspirasi. mengurangi turnover karyawan. dan mempertahankan kemampupasaran dalam pasar tenaga kerja yang berubah. kemampuan dan keterampilan yang memenuhi syarat. b) Peran kedua adalah memastikan bahwa minat jangka panjang dari karyawan dilindungi oleh organisasi dan bahwa karyawan didorong untuk bertumbuh dan merealisasikan potensinya secara penuh. c. Kegiatan-kegiatan personalia. Perencanaan Karir individual meliputi : a. Menurut Dessler (2010) kegiatan personalia seperti penyaringan. tujuan. b.Pada dasarnya Career Planning terdiri atas dua elemen utama yaitu  Individual career planning : individu merencanakan karir guna meningkatkan status dan kompensasi. penerapan. peran tradisional adalah menstafkan organisasi mengisi posisi-posisinya dengan karyawan yang mempunyai minat. 2. dan penilaian berfungsi untuk dua peran dasar dalam organisasi. Proses ini merupakan usaha formal. ataupun jangkar karirnya (career anchor). menyatakan minat pada karyawan. preferensi. penyaringan. d. memungkinkan manajer untuk menyatakan minat pribadi terhadap bawahannya. dan pelatihan memainkan peranan penting dalam proses pengembangan karir. pelatihan. 7. penyusunan tujuan karir berdasarkan evaluasi diri. penilaian diri untuk menentukan kekuatan. Career Management. 5.  Organizational career planning : mengintegrasikan kebutuhan SDM dan sejumlah aktivitas karir dengan lebih menitikberatkan pada jenjang atau jalur karir (career path) Seperti: 1. mengembangkan dan mempromosikan karyawan dari dalam perusahaan. penilaian pasar tenaga kerja untuk menentukan tipe kesempatan yang tersedia baik di dalam maupun di luar organisasi. dan pemantauan rencanarencana karir yang dilakukan oleh individu seiring dengan sistem karir organisasi. pencocokan kesempatan terhadap kebutuhan dan tujuan serta pengembangan strategi karir. meningkatkan produktivitas. menciptakan cita rekrutmen yang positif dan Loyalitas. mengurangi kekurangan tenaga berbakat yang dapat dipromosikan. Yaitu bagaimana organisasi mendisain dalam melaksanakan program karir anggotanya. Perencanaan personalia dapat digunakan tidak hanya untuk . memastikan keselamatan pekerjaan. b. kelemahan. yaitu : a) Peran pertama. Anggapan dasar yang melandasi peran ini adalah bahwa majikan memiliki suatu kewajiban untuk memanfaatkan kemampuankemampuan karyawan secara penuh dan memberikan kepada semua karyawan suatu kesempatan untuk bertumbuh dan merealisasikan potensinya secara penuh serta berhasil dalam mengembangkan karirnya. perencanaan transisi karir. 4. 3. e.

.jabatan tersebut.meramal jabatan yang kosong melainkan juga untuk mengidentifikasi calon-calon internal yang potensial dan pelatihan yang diperlukan untuk mengisi jabatan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.