LAPORAN KASUS

“Epidural Hematoma et causa Cidera Kepala Sedang”

Disusun Oleh: 1. Akhmad Afrianto 2. Bela Bagus Setiawan 3. Dadan Fakhrurijal 4. Febrina Dwi Haryani 5. Herizko Silvano K
6. Yudis Liling S

KEPANITAAN UMUM ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

dan sekitar 10% dengan CKB. Latar Belakang Cedera kepala adalah cedera yang meliputi trauma kulit kepala. kegiatan olahraga dan rekreasi. kecelakaan kerja. terdapat 60%-70% dengan CKR. tengkorak dan otak. hilangkesadaran Cedera kepala berat ( CKB ) jika GCS 3-8. Resiko utama pasien yang mengalami cidera kepala adalah kerusakan otak akibat atau pembekakan otak sebagai respons terhadap cidera dan menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab 48%-53% dari insiden cedera kepala. Cedera kepala dapat disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. 10% termasuk cedera kepala sedang (CKS). Angka kematian tertinggi sekitar 35%-50% akibat CKB. 15%-20% CKS. dan 10% sisanya adalah cedera kepala berat (CKB). 20%-28% lainnya karena jatuh dan 3%-9% lainnya disebabkan tindak kekerasan. dpt terjadi kehilangan Cedera kepala kepala sedang ( CKS ) jika GCS antara 9-12. . 80% dikelompokkan sebagai cedera kepala ringan (CKR). Dari jumlah tersebut. Data epidemiologi di Indonesia belum ada. untuk penderita rawat inap. Cedera kepala diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : a) b) c) Cedera kepala ringan ( CKR ) Jika GCS antara 13-15 . tetapi data dari salah satu rumah sakit di Jakarta. hilang kesadaran lebih dari 24 jam. kejadian cedera kepala setiap tahunnya diperkirakan mencapai 500. sedangkan untuk CKR tidak ada yang meninggal. 5%-10% CKS. tetapi ada yang menyebut kurang dari 2 jam atau amnesia antara 30 menit -24 jam Di Amerika Serikat. Insiden cedera kepala terutama terjadi pada kelompok usia produktif antara 15-44 tahun. RS Cipto Mangunkusumo.000 kasus. Cedera kepala merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama pada kelompok usia produktif dan sebagian besar terjadi akibat kecelakaan lalu lintas. 10% meninggal sebelum tiba di rumah sakit. kesadaran kurang dari 30 menit.2012 BAB I PENDAHULUAN 1. Yang sampai di rumah sakit.

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Status No. Sebelum melakukan tahapan A (airway). Proteksi diri : pakai handscone. DATA DASAR Laki-laki usia 51 tahun diantar ke Rumah Sakit setelah mengalami kecelakaan kerja terdapat luka terbuka di kepala sebelah kanan III. Untuk melakukan tindakan Bantuan hidup dasar yang efektif. prosedur awal pada korban / pasien. RM Tgl masuk RS : Tn. . sambil memanggil namanya. Untuk memastikan korban dalam keadaan sadar atau tidak. dapat dengan cara menyentuh atau menggoyangkan bahu korban / pasien dengan lembut dan mantap untuk mencegah pergerakan yang berlebihan. 4.BAB II STATUS KASUS I. PRIMARY SURVEY Persiapan : 1. S : 51 tahun : Laki-laki : Wonodri Sendang : Tukang bangunan : Menikah : 0123579754 : 16 Juli 2012 II. masker. 3. korban / pasien harus dalam posisi terlentang dan berada pada permukaan yang rata dan keras. yaitu : Memastikan keamanan lingkungan bagi penolong dan Memastikan kesadaran dari korban / pasien. penolong harus 2. harus terlebih dahulu dilakukan melakukan upaya agar dapat memastikan kesadaran korban / pasien.

B = Breathing • Pasien tidak sadar. jejas (-) • Listen Auskultasi : Suara dasar (vesikuler) paru kanan = kiri Suara tambahan : ronkhi (-). RR : 24x/menit • Cek saturasi O2 • Look Bentuk dada normal Flail chest (-) Inspeksi thorak simetris statis dinamis. maxillofacialinjury (-) • Bebaskan jalan nafas dengan melakukan Jaw thrush manuver karena curiga terdapat fraktur cervical. whezing (-) • Feel Palpasi ringan Perkusi • : tanda-tanda fraktur costa (-) : sonor seluruh lapang paru Kesan : hematothoraks (-).A = Airway and C-spine Control • Pemasangan cervical collar guna mencegah terjadinya kemungkinan yang lebih buruk (trauma cervical) • Periksa Air way atau jalan pernafasan ” Apakah Jalan Nafas terbuka?” • Gurgling (-). HR : 76 x/menit Memasang infus RL 40 tpm (untuk maintenance dan memasukkan obat bila perlu) Mencari adanya perdarahan eksternal lain • D = Disability • GCS : Eye  pasien merespon dengan suara . tension pneumothoraks (-) C = Circulation • • Cek monitor : Tekanan darah 120/80 mmHg. snoring(-).

Pada saat terjatuh pasien mengalami perdarahan pada bagian kepala dan tidak mengalami penurunan kesadaran. pasien mengalami kecelakaan kerja. Pada saat sampai di ruang IGD. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat trauma (kecelakaan lalu lintas / jatuh) : disangkal . indirek (+) Reflek cahaya Direk. Pasien jatuh dari ketinggian 4 meter. Dan kemudian pasien dibawa ke Rumah Sakit lainnya. Setelah terjatuh pasien dibawa ke Rumah Sakit namun tidak mendapatkan penanganan apapun juga.Verbal  orientasi baik Move  mengikuti perintah dengan baik GCS : E3M6V5 • Pemeriksaan mata : Mata kanan Pupil : 3 mm • Mata kiri 3 mm Direk. indirek (+) Kesan : tidak terdapat masalah E = Exposure • • • • • Mencari cedera-cedera yang mengancam jiwa fraktur femur (-) fraktur pelvis (-) perdarahan pelvikal (-) perdarahan abdominal (-) Secondary survey A.00 WIB dilakukan di ruang IGD Keluhan utama : cedera kepala Riwayat Penyakit Sekarang 3 jam sebelum masuk rumah sakit. Anamnesis Anamnesis dilakukan kepada orang yang mengantar pasien ke rumah sakit dan keluarga (allo anamnesis) dan autoanamnesis pada tanggal 16 Juli 2012 jam 13. perdarahan pasien telah berhenti.

hematom (+). odeme (+) Mata : pupil isokor 3 mm. isi dan tegangan cukup) RR 24x/menit Status Interna Kepala : mesosepal. retraksi (-) Ektremitas : gerak superior (+/+) dan inferior Status lokalis Kepala tampak vulnus lacerasum di temporal kanan (+) 5 cm. reflek pupil +/+ Dada : simetris. vulnus laseratum (+). Pemeriksaan Fisik Keadaan umum: compos mentis Tampak lemah Vital Sign - TD: 120/80 MMhG Nadi 76x/menit (reguler. hematome (+) C.Riwayat fraktur Riwayat diabetes mellitus Riwayat Penyakit Keluarga : disangkal : disangkal Riwayat trauma (kecelakaan lalu lintas / jatuh) : disangkal Riwayat fraktur Riwayat diabetes mellitus Riwayat sosial ekonomi Untuk pengobatan pasien menggunakan Jamsostek : disangkal : disangkal B. Usulan Pemeriksaan penunjang • CT-Scan kepala . statis. dinamis.

Farmakologi Asam mefenamat 3x500 mg untuk mengurangi rasa sakit Injeksi penisilin 500 mg untuk menghindari terjadinya infeksi Ip mx : GCS. 5. vital sign. • Laboratorium : darah rutin D. 4.• Foto rontgen : cervical AP dan crosstable lateral. Prognosis Quo ad vitam Quo ad sanam Quo ad fungsional : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam . Jaw thrush manuver karena curiga terdapat fraktur cervical 3. Pemasangan cervical collar Memasang infus RL 40 tpm Melakukan Hecting Konsultasi / merujuk ke bagian bedah saraf 2. Laboratorium : darah rutin Ip tx : 1. saturasi oksigen. Diagnosis Suspect subepidural hematoma et causa cedera kepala ringan GCS=14 F. Penatalaksanaan Ip Dx : CT-Scan Foto rontgen : cervical AP dan crosstable lateral. Diagnosis Banding : E. G.

dapat terjadi kehilangan kesadaran kurang dari 30 menit.2. kanan sama dengan kiri dan tidak dijumpai suara tambahan. trauma pada olah raga. tetapi ada yang menyebut kurang dari 2 jam. Cedera kepala kepala sedang ( CKS ) dengan GCS antara 9-12. Cedera kepala tumpul biasanya berkaitan dengan kecelakaan mobil-motor. Kelainan pupil membantu menentukan tindakan. disability”.5 Selanjutnya pada Dissability dilakukan pemeriksaan mata.maka diperlukan terapi oksigen yang adekuat.3 Tekanan darah pasien 120/80 mmHg menunjukan tidak adanya kelainan.4. perubahan tekanan vaskuler dan edema paru. suara pernafasan vesikuler. dengan melihat secara keseluruhan mulai dari kepala sampai ke kaki. terutama bila berdilatasi unilateral atau.BAB III PEMBAHASAN Berdasarkan anamnesis. kejatuhan benda dan luka tembak. Cedera kepala dapat disebabkan karena kecelakaan lalu lintas . Pemasangan cervical collar guna mencegah terjadinya kemungkinan yang lebih buruk (trauma cervical). Pernafasan pada pasien ini baik dengan respiratory rate : 24x/menit.3 Evaluasi awal secara cepat dengan manajemen ABCD “ airway. Adapun klasifikasi dari cedera kepala yaitu Cedera kepala ringan ( CKR ) dengan GCS antara 13-15. hilang kesadaran lebih dari 24 jam. kecelakaan kerja. Untuk itu harus diberikan cairan yang adekuat untuk resusitasi perdarahannya dan mempertahankan perfusi ke otak minimum 70 mmHg.1. Pada pasien ini telah dilakukan evaluasi awal dan penanganan secara cepat. Terkadang trauma kepala bisa menyebabkan perubahan fungsi jantung mencakup aktivitas atipikal miokardial. jatuh atau pukulan benda tumpul. hilang kesadaran atau amnesia antara 30 menit -24 jam. breathing dan circulation. pemeriksaan fisik didapatkan bahwa pasien ini mengalami cedera kepala ringan dengan nilai GCS 14. Berdasarkan mekanismenya. Tidak adanya stimulus endogen saraf simpatis mempengaruhi penurunan kontraktilitas ventrikel. Pemeriksaan Glasgow C o m a S c a l e (GCS) dapat menjadi parameter untuk evaluasi penting terhadap kemajuan klinis. dan Cedera kepala berat ( CKB ) jika GCS 3-8. cedera kepala dibagi atas cedera kepala tumpul dan cedera kepala tembus. Pasien dengan cedera kepala sering mengalami hipoksia dan hiperkapni. pada pasien ini didapatkan pupil isokor. sehingga tubuh akan berkompensasi dengan meningkatkan tekanan sistolik. . Hal ini bisa menyebabkan terjadinya penurunan curah jantung dan meningkatkan atrium kiri. hal ini dapat meningkatkan tekanan intrakranial yang dapat memperburuk cedera kepala pasien ini. Pemeriksaan pupil inisial bersama dengan GCS merupakan dasar evaluasi.

maka sumber perdarahan perlu dilakukan balut tekan. Tujuan utama dari pemeriksaan imaging pada kasus trauma kepala adalah unutuk menentukan adanya cedera intracranial yang membahayakan keselamatan jiwa pasien bila tidak segera dilakukan tindakan secepatnya(Cyto). Pernafasan : 24x/menit. Usulan pemeriksaan penunjang pada pasien ini dilakukan CT scan kepala. Kemudian pasien dikonsultasikan / dirujuk ke bagian bedah saraf. kondisi pasien sebelum dilakukan tindakan operasi dalam keadaan hemodinamik stabil dengan akral hangat. Pada pasien ini terdapat luka terbuka di kepala bagian temporal kanan (+) 5 cm. maka perlu dilakukan pemasangan infus RL 40 tpm (untuk maintenance dan memasukkan obat bila perlu). Selain itu juga diusulkan untuk foto cervikal AP crosstable lateral karena pasien dengan multiple trauma yang potensial terjadi cervical spine injury. tekanan darah. nadi 76x/menit. hematome (+). merah dan kering. mengarahkan pada herniasi otak yang memerlukan tindakan darurat untuk menurunkan tekanan intrakranial.5 .4 Pada kasus ini.berdilatasi dan tidak bereaksi terhadap cahaya bilateral. benjolan (+).

saturasi oksigen. Treatment : 1. isi dan tegangan cukup. GCS 2. Sehingga pasien pindah ke RS lain. Vital Sign : Tensi : 120/80 mmHg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bahwa pasien sadar dengan GCS 14 (E3V6M5). reguler. vital sign 3. Sudah dibawa ke RS terdekat namun tidak dilakukan penanganan apapun. Memasang infus RL 40 tpm (untuk maintenance dan memasukkan obat bila perlu) 5. Pada pemeriksaan Kepala didapatkan vulnus lacerasum di temporal kanan (+) 2 cm. Pemasangan cervical collar 2. . Melihat sumber perdarahan dan melakukan hecting 6. 4. 3. benjolan (+) sedangkan status internus dalam batas normal. Jaw thrush manuver karena curiga terdapat fraktur cervical. perdarahan.. Terdapat luka terbuka. Mengecek saturasi oksigen. Pernafasan : 24x/menit. Nadi : 76x/menit. dan tidak terdapat penurunan kesadaran. konsultasi / merujuk ke bagian bedah saraf Farmakologi Asam mefenamat 3x500 mg untuk mengurangi rasa sakit Injeksi penisilin 500 mg untuk menghindari terjadinya infeksi Monitoring : 1.BAB IV RANGKUMAN KASUS : 3 jam SMRS mengalami kecelakaan kerja jatuh dari ketinggian 4 meter. hematome (+).

google. Cedera Kepala. Iskandar J. American College of Surgeon. Herniasi Otak.php?option=com_content&view=article&id=68:cederakepala&catid=38:ppni-ak-category&Itemid=66 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC 3.J.facs.co. 1981 . http://ppni-klaten. 2011.com/index. ATLS (Advanced Trauma Life Support 8th Edition). Aidia M. 2011. 1996. Access on : 01 mei 2012.org/atls_cr/atls_8thEdition_Update. Cedera kepala.html&ei=HeOhT9HWDs_KrAfz__SVBw&usg=AFQjCNHoKb46q3oNkwbDh3iH vQyShIraLQ&cad=rja 5. 2011 http://www.cfm. Kelompok Gramedia. Buku Saku Patofisiologi.blogspot.DAFTAR PUSTAKA 1. JC. PT Dhiana Populer. Anonim. Elizabeth. Availabel from: http://web15. Jakarta.id/url? sa=t&rct=j&q=herniasi+otak&source=web&cd=1&ved=0CCUQFjAA&url=http%3A %2F%2Fkuliahitukeren. 4.com%2F2011%2F03%2Fherniasiotak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful