MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA “DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINAN SERTA PEMUSATAN PEMBANGUNAN”

DISUSUN OLEH ANDAI YANI 302 1021 017

PRODI 3 MN SORE

DOSEN PENGAMPU DEVI VALERIANI, SE MM

FAKULTAS EKONOMI

Perbedaan pendapatan timbul karena adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan factor produksi terutama kepemilikan barang modal (capital stock). tidak akan menciptakan kemakmuran bagi masyarakat secara umum. Apabila proses .UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG 2011 DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINANN SERTA PEMUSATAN PEMBANGUNAN DISTRIBUSI PENDAPATAN Masalah besar yang dihadapi Negara sedang berkembang adalah disparitas (ketimpangan) distribusi pendapatan dan tingkat kemiskinan. Pihak (kelompok masyarakat) yang memiliki factor produksi yang lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula. perbedaan pendapatan dapat dikurangi melalui proses penyesuaian otomatis yaitu melalui proses “penetasan” hasil pembangunan ke bawah (trickle down) dan kemudian menyebar sehingga menimbulkan keseimbangan baru. Negara maju menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan dan angka kemiskinan yang relative kecil dibanding Negara sedang berkembang. Sistem distribusi pendapatan nasional yang tidak pro poor menjadi isu bagi mereka yang mengkritik kebijakan pemerintah dengan keyakinan bahwa sistem distribusi pendapatan sangat menentukan bagaimana pendapatan nasioanl yang tinggi mampu menciptakan perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan dalam kehidupan bernegara seperti mengurangi kemiskinan. Tidak meratanya distribusi pendapatan memicu terjadiya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan. pengangguran dan kesulitan-kesulitan lain dalam mayarakat. Distribusi pendapatan nasional yang tidak merata. Menurut teori neoklasik. Sistem distribusi yang tidak pro poor hanya akan menciptakan kemakmuran bagi golongan tertentu saja. sehingga ini menjadi isu sangat penting dalam menyikapi tingginya angka kemiskinan hingga saat ini. Namun ternyata hal ini bukan saja menjadi permasalahan internal suatu Negara tapi juga sudah menjadi permasalahan dunia internasional.

Karena pengertian pengeluaran konsumsi tidak sama dengan pengertian kekayaan. Beberapa indikator distribusi pendapatan : Sudah merupakan suatu fakta umum dibanyak negara berkembang. Pajak yang telah dipungut apalagi menggunakan sistem tarif progresif (semakin tinggi pendapatan. terutama Negara-negara proses pembangunan ekonomi yang sangat pesat seperti indonesia. Perubahan distribusi pendapatan Perhitungan distribusi pendapatan di Indonesia menggunakan data survei sosial ekonomi nasional (susenas) pada tahun 1984. subsidi dan proyek pembangunan. semakin tinggi persentase tarifnya). asalkan tidak salah sasaran dalam pengalokasiannya. 1990. maka dapat dilakukan melalui sistem perpajakan dan subsidi. Dari sinilah terjadi proses redistribusi pendapatan yang akan mengurangi terjadinya ketimpangan. 1993. penduduk dengan berpendapatan menengah yang merupakan 40% dari jumlah penduduk.otomatis terebut masih belum mampu menurunkan tingkat perbedaan pendapatan yang sangat timpang. yaitu penduduk dengan pendapatan rendah yang merupan 40% dari jumlah penduduk. pengukuran pemerataan pendapatan juga sering dilakukan berdasarkan kriteria bank dunia : penduduk dikelompokan menjadi tiga kelompok. Selanjutnya ketidak merataan pendapatan disuatu ekonomi diukur berdasarkan pendapatan yang dinikmati oleh 40% penduduk dengan pendapatan rendah. dan penduduk yang berpendapatan tinggi yang merupakan 20% dari jumlah penduduk. laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi dibarengi dengan tingkat kesenjangan ekonomi atau kemiskinan yang tinggi pula. Selai koefesien gini. oleh pemerintah digunakan untuk membiayai roda pemerintahan. data pengeluaran konsumsi rumah tangga yang dikumpulakan oleh susenas digunakan sebagai pendekatan (proxy) untuk mengukur distribusi pendapatan penduduk di Indonesia. Sebaliknya subsidi akan membantu penduduk yang pendapatannya rendah. perbedaan konsep ini menjadi kendala . Penetapan pajak pendapatan/penghasilan akan mengurangi pendapatan penduduk yang pendapatannya tinggi. Sebagai dasar dari kerangka pemikiran untuk menganalisis masalah trade-off antara pertumbuhan dan kemiskinan atau kesenjangan ekonomi adalaha salah satu metode statik yang umum digunakan untuk mengetimasi sejauh mana pencapaian tingkat kemerataan dalam distribusi pendapatan atau pengurangan kesenjangan ekonomi dalam suatu proses pembangunan ekonomi adalah mengukur nilai koefesien atau rasio gini. 1987.

serius dalam mengukur secara akurat tingkat dan distribusi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Penggunaan data pengeluaran konsumsi rumah tangga akan menghasilkan data pendapatan yang underestimate karena jumlah pendapatan bia lebih besar. atau lebih kecil dari pada jumlah pengeluaran konsumsi. Jadi. tetapi sangat kaya karena ada warisan keluarga. Keberhasilan pembangunan di Indonesia tidak hanya di ukur dari peningkatan pendapatan penduduk secara agregat atau per capital. Banyak pengusaha muda dari tingkat pendapatanya tidak terlalu berlebihan. berarti ada tabungan. namun. Dalam hal ini. sedangkan sisanya (90%) hanya menikmati 10& dari pendapatan nasional selama ini hanya di nikmati oleh kelompok 10% tersebut. 3) Ketidakmerataan pembangunan antar daerah. Dalam hal ini belum tentu juga bila pendapatan rendah tidak selalu jumlah konsumsi juga rendah. Karena bisa saja seseorang tidak punya pekerjaan (pendapatan). tetapi mereka sangat kaya karena perusahaan tempat mereka bekerja adalah milik mereka (orang tuanya). tetapi juga (justru lebih penting lagi) di lihat dari distribusi peningkatan pendapatan tersebut terhadap semua anggota masyarakat. 2) Inflasi. Sekarang ini. 4) Investasi ditanamkam pada proyek-proyek yang padat modal. dimana pendapatan uang bertambah tetapi tidak diikuti secara proporsional dengan pertambahan produksi barang-barang. Penyebab ketidak merataan distribusi pendapatan Secara umum yang menyebabkan ketidakmerataan distribusi pendapatan di negara-negara sedang berkembang adalah : 1) Pertambahan penduduk yang tinggi yang mengakibatkan menurunnya pendapatan per kapita. Misalnya pendapatan lebih besar tidak selalu berarti pengeluaran konsumsi juga besar. sehingga persentase . sama. Banyak rumah tangga memakai kredit untuk membiayai pengeluran konsumsi tertentu. apa artinya jika 10% saja dari jumlah penduduk di tanah air yang manikmati 90% dari jumlah pendapatan nasional. tingkat pendapatan per kapital di Indonesia sudah lebih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 30 tahun yang lalu. sedangkan pendapatan kelompok 90% tidak mengalami perbaikan yang berarti. yakni sekitar US$880. atau bahkan untuk liburan. misalnya untuk membeli rumah dan mobil untuk biaya sekolah anak. pembangunan ekonomi di Indonesia akan dikatakan berhasil sepenuhnya bila tingkat kesenjangan ekonomi antara kelompok masyarakat miskin dan kelompok masyarakat kaya bisa diperkecil.

(formal) dengan pendapatan yang baik. KEMISKINAN Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah besar di banyak negara-negara berkembang (LDCs). tidak terkecuali di Indonesia. 8) Hancurnya industri-industri kerajinan rakyat seperti industri rumah tangga. Sebagai contoh sering dikatakan bahwa salah satu penyebab kemiskinan adalah tingkat pendidikan yang rendah. Berarti penyebab kemiskinan bukan hanya pendidikan yang rendah. misalnya sangat sulit mendapatkan pekerjaan terutama dalam sektor modern . . 6) Pelaksanaan kebijaksanaan industri subsitusi impor yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang hasil industri untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis. 7) Memburuknya nilai tukar (terms of trade) bagi negara-negara sedang berkembang dalam perdagangan dengan negara-negara maju. faktor yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan kemiskinan. terutama pada waktu membandingkan tingkat kemiskinan antarpropinsi atau daerah. 5) Rendahnya mobilitas sosial. terutama melihat kenyataan bahwa laju pengurangan jumlah orang miskin berdasarkan garis kemiskinan yang berlaku jauh lebih lambat dari pada lajupertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu sejak pelita I dimulai hingga saat ini (Repelita VI). Kemiskinan relatif dapat diukur dengan kurva Lorentz dan atau koefesien gini. Faktor penyebab kemiskinan. sebagai akibat ketidak elatisitasan permintaan negara-negara maju terhadap barang-barang ekspor negara sedang berkembang. Sayangnya.pendapatan dari dari harta tambahan besar dibandingkan dengan persentase pendapatan yang berasal dari kerja. Karena kemiskinan merupakan salah satu masalah ekonomi Indonesia yang serius maka tidak mengherankan kalau banya studi telah dilakukan mengenai kemiskinan tanah air. pendekatan yang dipakai antarstudi yang ada pada umumnya berbeda dan batas miskin yang digunakan juga beragam sehingga hasil atau gambaran mengenai kemiskinan di Indonesia juga berbeda. tetapi tingkat gaji/upah yang berbeda. Sedangkan kemiskinan absolute lebih sulit untuk di ukur. Seseorang dengan tingkat pendidikan hanya SD. Masalah kemiskinan merupakan dilema bagi Indonesia. sehingga pengangguran bertambah.

dan seterusnya. tidak mudah untukmemastikan apakah karena pajak naik atau produktifitasnya yang turun membuat pekerja tersebut menjadi miskin karena upah netonya menjadi rendah. 2. Kalau diamati. Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan. mulai dari tingkat dan laju pertumbuhan output (atau produktifitas). 5. Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah.Kalau diuraikan satu persatu. dan peperangan. bencana alam. jumlah faktor yang dapat dipengaruhi. Misalnya dari pekerja yang bersangkutan sehingga produktivitasnya menurun. Tingkat dan laju pertumbuhan output Tingkat upah neto Distribusi pendapatan Kesempatan kerja tingkat inflasi Pajak dan subsidi . etos kerja dan motivasi pekerja. sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut. sebagian besar faktor tersebut juga saling mempengaruhi satu sama lain. jenis pekerjaan yang tersedia. dimana kebutuhankebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi. alokasi serta kualitas sumber daya alam. Produktifitas menurun selanjutnya dapat mengakibatkan tingkat upah netonya berkurang. penggunaan teknologi. 6. kondisi fisik dan alam disuatu wilayah. Jadi. kesempatan kerja. JENIS-JENIS KEMISKINAN DAN DEFINISINYA Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan. dalam kasus ini. 1. pajak dan subsidi. tingkat upah neto. hingga politik. kultur/budaya atau tradisi. 3. 2. tetapi dari faktor-faktor tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan penyebab sebenarnya serta mana yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan kemiskinan 1. tingkat dan jenis pendidikan. 4. tingkat kemiskinan cukup banyak. inflasi. biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud. investasi. distribusi pendapatan. langsung maupun tidak langsung. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan.

Intervensi jangka pendek. dalam arti cost effectiveness-nya tinggi. 15. 10. 13. yakni : 1. Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan. Investasi Alokasi serta kualitas SDA Ketersediaan fasilitas umum Penggunaan teknologi Tingkat dan jenis pendidikan Kondisi fisik dan alam Politik Bencana alam Peperangan KEBIJAKAN ANTIKEMISKINAN Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi dan bentuk intervensi yang tepat. 9. Intervensi jangka menengah dan panjang a) Pembangunan sektor swasta b) Kerjasama regional c) APBN dan administrasi d) Desentralisasi e) Pendidikan dan Kesehatan f) Penyediaan air bersih dan Pembangunan perkotaan PEMUSATAN PEMBANGUNAN Ketimpangan pembangunan antara daerah dengan pusat atau antara wilayah dengan wilayah dalam daerah yang sama adalah merupakan hal yang seringkali terjadi. 12. 2. Bagi .7. 8. Hal ini disebabkan adanya faktor endowment dan awal dari pelaksanaan pembangunan serta investasi. pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan Pemerintahan yang baik (good governance) Pembangunan sosial Untuk mendukung strategi tersebut diperlukan intervensi-intervensi pemerintah yang sesuai dengan sasaran atau tujuan yang bila di bagi menurut waktu yaitu : a. 14. 3. 11. terutama pembangunan sektor pertanian dan ekonomi pedesaan b.

sumber daya manusia dan institusinya yang tersedia. Hal ini membutuhkan keseimbangan dan peningkatan keterkaitan antarsektor dalam wilayah melalui kebijakan pembangunan yang dilakukan. Pengembangan ekonomi lokal bertujuan tidak hanya untuk memproduksi semata akan tetapi lebih pada aspek meningkatkan kemampuan dan partisipasi masyarakat dalam perekonomian daerahnya. Hal ini juga menyebabkan perkembangan kota mengalami perbedaan. sehingga kota-kota disusun berdasarkan hierarkhi fungsionalnya masing-masing. sumber daya alam dan teknologi lemahnya pemasaran. Akibatnya persebaran penanaman modal menjadi tidak merata. prasarana yang telah dibangun. Dalam hal ini pengembangan ekonomi lokal adalah upaya menciptakan lapangan kerja baru yang secara konseptual merupakan fungsi bagaimana komunitas membangun kesempatan ekonomi yang cocok dengan dengan sumber daya alam. Perbedaan peluang usaha itu mempengaruhi minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah. kebijakan pembangunan yang dilakukan dan kemampuan sumber daya manusia masingmasing daerah. Pengorganisasian ruang melalui sistem kota-kota dapat berfungsi untuk menjembatani antardesa dan kota dengan harapan memperkecil perbedaan peluang usaha dengan dasar aspek fungsional antarwilayah kecamatan. Pemusatan pembangunan prasarana dan sarana menjadikan peluang pembangunan usaha menjadi tidak berimbang. sehingga konsep pemberdayaan lebih cepat diperuntukkan bagi masyarakat perdesaan. dan ini menyebabkan perputaran kegiatan ekonomi dan peningkatan kemakmuran penduduk antardaerah menjadi tidak seimbang. sehingga menarik minat investor untuk berinvestasi. Aspek pemberdayaan dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama sehingga menempatkan masyarakat sebagai prioritas pertama dalam pelaksanaan pemberdayaan yang ditujukan kepada pelaku ekonomi tertinggal yang tidak mempunyai akses terhadap sumber daya ekonomi terutama modal. pemasaran dan sarana . Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dicarikan yang menyebabkan kemampuan daya saing keakses pusat pertumbuhan.daerah yang sudah terlebih dahulu membangun tentunya dapat lebih banyak menyediakan sarana dan prasarana. Keberhasilan pembangunan pada hakekatnya ditentukan oleh potensi sumber daya alam yang tersedia. Proses tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya ketimpangan pembangunan antarwilayah sebenarnya merupakan akibat dari adanya proses pembangunan itu sendiri. Kondisi demikian secara umum banyak dijumpai pada masyarakat perdesaan.

kebijakan pembangunan yang diambil oleh pemerintah daerah dapat lebih terarah sesuai dengan kharakteristik dan potensi yang dimiliki masing-masing kecamatan. karena kapasitas daerah dapat tumbuh tidak saja karena daerah itu mampu mencukupi kebutuhanya sendiri tetapi juga ditentukan seberapa besar kemampuan daerah tersebut dalam memenuhi permintaan dari luar daerah. perencanaan pembangunan ekonomi di Indonesia masih . Memperkecil perbedaan peluang usaha antara desa dan kota dengan menempatkan masyarakat sebagai prioritas pertama dalam pelaksanaan pemberdayaan yang ditujukan kepada pelaku ekonomi tertinggal yang tidak mempunyai akses terhadap sumber daya ekonomi terutama modal. 2) memberikan gambaran sebenarnya tentang spesialisasi keunggulan dari tiap wilayah kecamatan. fasilitas sosial dan fasilitas pemerintahan yang tersedia di tiap kecamatan. AWAL MULA PEMUSATAN PEMBANGUNAN Pada awal pemerintahan orde baru. digunakan metode analisis scalogram dengan mengukur fasilitas ekonomi. sehingga konsep pemberdayaan lebih tepat diperuntukan bagi masyarakat perdesaan. Kecamatan sebagai pusat melalui pertumbuhan ekonomi dimaksudkan : meningkatkan kapasitas daerah dalam melaksanakan pembangunan pemberdayaan masyarakat. Salah satu pendekatan yang diperkirakan dapat menjawab permasalahan tersebut adalah pengembangan 1) kecamatan sebagai pusat pertumbuhan. sumber daya alam dan teknologi yang menyebabkan lemahnya kemampuan daya saing ke akses pusat pertumbuhan. Untuk mengetahui kecamatan-kecamatan yang dapat dikategorikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Sebagai pemegang otoritas kebijakan paling besar di daerah. Untuk mengetahui sektor atau subsektor unggulan dari masing-masing kecamatan dipergunakan analisis Location Quotient (LQ). Aternatif yang diambil harus memuat suatu konsep pemerataan dalam pertumbuhan. Kondisi demikian banyak dijumpai di masyarakat perdesaan.alternatif untuk menekan munculnya ketimpangan antarwilayah. Setelah diperoleh kecamatan pusat pertumbuhan dipergunakan analisis model gravitasi untuk mengetahui daerah sekitar atau hinterland dari masing-masing kecamatan pusat tersebut dengan didasari besar dan kapasitas dari kecamatan pusat pertumbuhan dan berbanding terbalik dengan jarak.

tetapi pada waktu yang bersamaan tingkat kesenjangan semakin membesar dan jumlah orang miskin semakin banyak. Indonesia menikmati laju pertumbuhan yang relatif tinggi. peningkatan upah minimum regional (UMR). Untuk mencapai tujuan tersebut maka pusat pembangunan dimulai di Pulau Jawa. tetapi proses mengalir kebawahnya sangat lamban. tetapi juga diluar jawa. tidak hanya dijawa. mulai kelihatan bahwa efek yang dimaksud itu mungkin tidak dapat dikatakan sama sekali tidak ada. Sebagai akibatnya. dan masih banyak lagi. Oleh karena itu. strategi pembangunan mulai diubah. program maka tambahan bagi anak sekolah dasar. Sejak akhir tahun 1970-an. Sejak itu aspek pemerataan dalam triologi pembangunan semakin ditekankan dan didefinisikan dalam delapan jalur pemerataan. pemerintah maulai memperliatkan kesugguhan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan penduduk ditanah air. Tidak hanya pertumbuhan tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan dan kemiskinan tetap ada ditanah air walaupun pembangunan ekonomi berjalan terus dan Indonesia memiliki laju pertumbuhan yang relatif tinggi. Masalah kesenjangan ekonomi (pendapatan) dan kemiskinan di Indonesia akan dibahas. karena fasilitas seperti infrastruktur lebih tersedia dibandingkan dipropinsi lainnya di Indonesia dan di beberapa propinsi hanya dibeberapa sector saja yang bisa dengan cepat memberi pertumbuhan misalnya sector primer dan industri berat.sangat percaya bahwa apa yang dimaksud dengan trickle down effect akan terjadi. dan masih banyak lagi. program keluarga berencana (KB). program keluarga sejahtera. khususnya dipedesaan. hingga saat ini sudah banyak program pemerintah yang berorientasi mengurangi kemiskinan. misalnya dengan mengembangkan industri yang padat karya dan sector pertanian . inpres desa tertinggal (IDT). Sudah banyak program pemerintahan hingga saat ini yang mecerminkan upaya tersebut. seperti inpres pedesaan. program transmigrasi. menjadi kesejahteraan masyarakat. khususnya Propinsi Jawa Barat. strategi pembangunan diterapkan oleh pemerintah pada awal periode orde baru hingga akhir tahun 1970-an terpusatkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi. seperti program serta kebijakan yang mendukung pembangunan industri kecil dan rumah tangga serta koperasi. transmigrasi. . Setelah pelita III. Setelah sepuluh tahun pelita I dimulai.

baik didaerah pedesaan maupun daerah perkotaan yang ditunjukan oleh besarnyapersentase pendapatan yang dinikmati oleh kelompok penduduk 40% berpenghasilan rendah. semakin tinggi. Penurunan pangsa pendapatan ini karena laju pertumbuhan pendapatan kelompok penduduk 40% berpendapat rendah dan 40% berpendapat menengah lebih besar dari pada laju pertumbuhan pendapatan kelompok penduduk 20% berpendapat tinggi. Jumlah manusia dijakarta semakin keras.Menurut kriteria Bank Dunia. Karena terlalu banyak orang yang mau bekerja disektor formal. Dikota. Mereka tidak bisa ditampung disektor formal akhirnya masuk ke sector informal yang pada umumnya merupakan kegiatan ekonomi dengan tingkat produktivitas dan pendapatan rendah. Pendidikan atau keterampilan khusus menjadi salah satu kriteria utama dalam seleksi tenaga kerja disektor formal. Bagi kelompok penduduk 20% berpendapatan tinggi. besar pendapatanya yang diterima justru mengalami penurunan. Jumlah manusia dijakarta semakin banyaki. Semakin buruknya distribusi pendapatan di daerah perkotaan dibandingkan didaerah pedesaan terutama disebabkan oleh pola perekonmian dan jumlah serta kondisi sarana dan prasarana pendukung kegiatan ekonomi sangat berbeda antara pedesaan dan perkotaan. terutama setengah pengangguran. dan kesenjangan antara kelompok masyarakat yang mempunyai kesempatan bekerja disektor formal dan kelompok masyarakat yang hanya bisa bekerja disektor informal atau yang tidak memiliki pekerjaan semakin besar. yang sebagian disebabkan oleh orang-orang yang terus datang ke Jakarta terutama yang berasal dari Jawa dan Sumatra. Terjadi perpindahan surplus tenaga kerja dari desa ke kota. diperkirakan sekita sepuluh juta orang. secara umum tingkat kesenjangan dalam distibusi pendapatan di Indonesia selama kurun waktu 1984-1993 tergolong rendah. Tingkat pemerataan pendapatan di daerah pedesaan yang relatif lebih baik dari pada didaerah perkotaan juga terjadi hamper disemua propinsi di Indonesia. Jumlah penganggruan. sedangkan daya tamping sector tersebut terbatas maka semakin berat seleksi penerimaan pekerja. Sementara kemanapun ekonomi Jakarta untuk memberi pekerjaan bagi pencari kerja yang bertambah jumlahnya setiap tahun terbatas. . Jakarta misalnya persaingan dalam dunia usaha dan dalam mendapatkan pekerjaan semakin keras.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful