PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan

dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurikulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK. Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberikannya agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih•bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

Dengau berpedoman pada kurikulum. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. Dengan kata lain. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. metode-alat. Telah diuraikan sebelumnya. pendidikan for. Untuk menyampaikan bahan pelajaran. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum. Ketiga. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis. Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. Kedua. apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. Keempat hal tersebut. lebih luas dan mendalam. sistematis. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan tertentu. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. yaitu tujuan. ataupun kemampuan bekerja. kemampuan sosial. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. Pertaina. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. pengembangan pribadi. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. Dapat kita bayangkan. ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. bahan ajar. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula. dan lebih disadari. Interaksi ini . Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah.

alam. dan urutan isi. Di samping kedua fungsi itu. kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu. Menurut pandangan lama. Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. lingkup. 1976. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in.. yaitu kurikulum sebagai ". B. dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang. sosial budaya. .iidak berlangsung dalam ruang hampa. yang mencakup antara lain lingkungan fisik. yang menjadi sumber konsepkonsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan.struction". Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. BAGAN 1. Zais. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. serta proses pendidikan. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. dan religi. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya.. ekonomi. a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S. politik. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan. hlm. kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa.1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan.. memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. hlm. 7). Menurut Mauritz Johnson (1967.

Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya.. Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan. Doll (1974.Banyak orang tua bahkan juga guru-guru. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. Menurut Johnson. berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak. pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya. evaluasi. Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah. di rumah ataupun di masyarakat. Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran. Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa. . bersama guru tanpa guru. hlm. hlm. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. seperti perencanaan isi.. kurikulum . tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup. dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. kegiatan belajarmengajar.. tetapi pengajaran. 130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. Interaksi seperti itu bukan kurikulum. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. termasuk pengajaran. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. Mauritz Johnson (1967. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran.

130). Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). tetapi pada keluasan cakupannya. pembelajaran. 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran. Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu. Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran. him. Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja. melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. Menurut dia. hlm.lum). a structured series of intended learning outcomes (Johnson.(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar. him. Kurikulum . dan kurikulum. yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. yaitu mengajar. 1967. Kurikulum. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran. belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa. Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya... Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson.Menurut Johnson kurikulum adalah . Menurut Beauchamp (1968. belajar. live or operative curriculum). Selanjutnya. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum). Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru. sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning. sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem. beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school".

tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. kurikulum sekolah umum. pendidikan menengah atau pendidikan tinggi. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. apakah itu kurikulum pendidikan dasar. . sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru.2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba. penelitian. Beauchamp (1976. 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori.berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum. Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai . sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran. and its evaluation. dan pengembangan para ahli kurikulum. him. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum.. and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)". Zais (1976. Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. Menurut Robert S. dalam kurikulum (tertulis). kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang. Suatu kurikulum. BAGAN 1. dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. its use. kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). 3). tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya. Menurut George A. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. batas antara keduanya sangat relatif.a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat.. Sebagai contoh. bergantung pada tafsiran guru. isi harus digambarkan serinci. him. yaitu teori kurikulum. kejuruan.

Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini. (4) actual writing of a curriculum. implementasi dan evaluasi kurikulum. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret . dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu.erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem ‘. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum. (2) the selection and involvement of person in curriculum planning. lebih lanjut Beauchamp (1975. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp. and (7) providing for feedback and modification of the curriculum.. sistem penerapan. susunan personalia dan prosedur pengemhangan Fungsi kurikulum. C. yang secara garis berkenaan dengan pengembangan. penerapan. adalah dan dalam penyempurnaannya.. dan evaluasi kurikulum. utama pengembangan. bahan yang akan disajikan. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. 111m. kegiatan pengajaran. (6) evaluation the curriculum. pengembangan kurikulum.ekolah. ovaluasi. Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum. kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. desain kurikulum. Sebagai suatu rencana pengajaran.(1) the choice of arena for curriculum decision making. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum. kurikulum evaluasi. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran. (5) implementing the curriculum. (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. pelaksanaan. dan penyempurnaannya. 60) menggambarkan: . penentuan kurikulum.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. kurikulum m. Sebagai suatu sistem.

tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. konsep. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. dan teknologi pendidikan. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. . berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu. mengawetkan. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. Menurut konsep pendidikan klasik. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis. yaitu pengetahuan. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. sebab sentuanya telah tersedia. dan nilai-nilai baru. yaitu pendidikan klasik.penerapan dari suatu teori pendidikan. dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. ide-ide. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. pendidikan pribadi. Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. Pendidikan berfungsi memelihara. Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan. 1. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. pendidikan interaksional.

pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keterampilan dan pengembangan kemampuan vocational. Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat. dkk. disusun secara sistematis dan logis. Mereka lebih pragmatis. dan sifat-sifat mental. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri. keduanya memiliki pandangan yang berbeda. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. perenialisme dan esensialisme. Dianna Lapp. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. Dalam penyusunan kurikulum. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru. sedangkan model belajarnya adalah asimilasi. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Ada dua model konsep pendidikan klasik. menjelaskan: .tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. bahwa masyarakat bersifat statis. Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial. pembentukan pribadi. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan.

ia menentukan isi. Dianna. dengan berpusatkan pada segi intelektual. menurut para esensialis. maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. Mereka menghargai seni. Para esensialis bersifat praktis. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. sejak dilahirkan. Tugas guru. et. Pendidikan adalah ibarat persemaian. it is primarily practical and pragmatic. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. Tujuan utama pendidikan. Dalam pengajaran. But unlike perennialism. Isi disusun secara logis. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. kehidupan produktif. essentialism is conservative. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak.. Siswa mempunyai peran yang pasif. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru.Like perennial education. metode. sistematis. keindahan. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. essentialism is nonreflective. anak telah memiliki potensi-potensi. al. memecahkan masalah. Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. 32). seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. (Lapp. apalagi siswa. Looking to the present rather than the past. sedikit sekali memperhatikan segi-segi sosial atau psikologis peserta didik. hlm. terutama sukses secara ekonomis. baik potensi untuk berpikir. and to science rather than to the humanities. dan berstruktur. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. dan evaluasi. seperti halnya seorang . mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. nonphilosophical. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik. berbuat. 2. 1975.

John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. dan diikuti. Teori ini juga memiliki dua aliran. Inilah yang hams ditemukan. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. pendorong (motivator). semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah baik dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. Pendidik menempati posisi kedua. Menurut Rousseau. dan gentle. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. . Peserta didik menjadi subjek pendidikan. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide-idenya. yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. udara. Ia merefleksi terhadap masalahmasalah yang muncul dalam kehidupanhya. Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. air.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. merdeka. kebenaran. Guru adalah pembimbing. sebab secara alamiah manusia baik. dan pelayan bagi siswa. Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik. Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam. fasilitator. dan ketulusan. Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran. siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. didengarkan. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. Dalam pendidikan progresif. pupuk. Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar.

al.Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.bangkan bersama siswa. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. 154). that they not only .hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa. et. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Ia berusaha mencegah hal. Hal itu memang sangat masuk akal. so prevalent. hlm. dan tumbuh sesuai dengan polanya. sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. and so prominent in the awareness of people. Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan.guru dengan melibatkan siswa. Our technologies to day are so powerful. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. dan mewujudkan rasa ingin tahunya. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa. Guru menyediakan lingkungan belajar. mewujudkan dorongan-dorongannya. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Tidak ada suatu kurikulum standar. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak. Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. termasuk dalam pendidikan.. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. Keduanya juga mempunyai perbedaan. 1975. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem. 3. tetapi didorong untuk belajar. so deliberately foster. Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri. Anak tidak diajari.

Dalam pengembangan desain program. pengalaman ini bersifat menetap. 1972). Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya. perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. 1970. goals. . and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. Man totally determined by his environment. Dengan pengembangan desain program. how to control his environment in such away as to reshape his behavior. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika. and expectations. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. attitudes. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. Menurut teori ini. pengalaman tersebut selalu berubah. ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya. competency based instruction. seperti computer assisted instruction (CAI). mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. sama dari tahun ke tahun. Bagi mereka. manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang. Therefore. Karena sifat ilmiahnya. mesin pengajaran. seperti yang dinyatakan Skinner. dunia empiris. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik.tutions. 237). hlm. if we wish to relate to him for better to educate him. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan. Menurut mereka. pendidikan menjadi sangat efisien. values.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. dan pengajaran modul. dunia ini adalah dunia material. Menurut pandangan klasik. individually prescribed instruction (IPI). What we need is a technology of behavior (Skinner. Meskipun lebih kompleks. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. we need only learn scientifically. Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual.

Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio. Bila lingkungannya mendukung. film. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual. selalu hidup bersama. lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. paket program audio. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini. Dalam kurikulum. Guru berfungsi sebagai direktur belajar.kemampuan praktis. 4. Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. yang tersusun dalam satuan-satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. berkembang. mungkin ia dapat bertahan hidup. apa yang akan dihadapi seseorang. mereka dapat hidup. paket belajar. video. tetapi apabila tidak. video ataupun komputer. dan bekerja sama.Dalam konsep teknologi pendidikan. Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. modul. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai . Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil. manusia selalu membutuhkan manusia lain. Apabila digunakan media elektronika. berinteraksi. Dalam kehidupannya. Dapat dibayangkan. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual.

di lain pihak kekuatan dan . Dalam pendidikan interaksional.kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. begitu juga guru. Dalam proses belajar. belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya. memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya. persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. mereka mengadakan evaluasi. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta. dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. tetapi juga sebagai guru. tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini. Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana. Lebih luas. Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. Dalam proses seperti itu dialog berlangsung. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dari fakta-fakta tersebut. Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak. kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa. sal ing mengajar dan belajar. memberikan pendapat. interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. Setiap siswa. selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya.

Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. sikap. Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. dan sebagainya. memperbaiki modus dari kehidupan. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. Lebih jauh. kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. baik antarsiswa. . dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. menilai pendapat orang lain. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain. Sekolah berbeda dengan pendidikan. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang. menentukan stratifikasi sosial. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar. atau yang•lainnya. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi. teman. memberikan penilaian yang kritis. siswa dan guru. Siswa belajar memperhatikan. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain.problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. Isi pendidikan terdiri atas problem. disiplin kerja.keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. menerima. pendapat. dan keterampilan-keterampilan baru. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja.

. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. yaitu. Beane.landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. . organisasi. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum. Oleh karena itu. misi. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum. Paradigm and Possibility. Inc. Curriculum Planning and Development. Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum. proses. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan. Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif. yang berisi tujuan. Boston: Allyn and Bacon. Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan. khsusunya kurikulum. William H. Buku Acuan Schubert. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guruguru yang melaksanakan kurikulum. Juga diuraikan masalah mengapa. dan ovaluasi. Curriculum: Perspective. Bagian kedua membahas paradigma.. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. profesionalisasi.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. al. Secara sistematis dan logis. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan. serta pelaksanaan. Selanjutnya. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. James A. 1986.D. pengetahuan. et. baik dari segi konsep atau teori. dan pengembangan kurikulum. keterampilan. penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting. sejarah maupun perkembangannya. New York: Macmillan Publishing Co. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik. 1986. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi.

peneliti. Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. evaluasi. Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi. Co. 1979. Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. New York: McGraw Hill Book. suatu judul yang bertemakan pendidikan. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan. dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri.Johnson. Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. serta pengelolaannya. substantive. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. serta sumbersumber kurikulum. serta penjabaran dalam desain instruksional. Goodlad. tingkat institusi. (Ed). dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. dan juga guru-guru. 1977. tingkat masyarakat. New York: Center for Curriculum Research and Services. Mauritz. serta evaluasinya. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan. Sekolah Menengah Pertama. John I. pakar kurikulum. Albany. para perencana pengajaran. politicalsocial. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. struktur kurikulum. dan Sekolah Menengah Atas. Pada bagian pertama tulisan ini. serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. isi. dan technicalprofesional. The Study of Curriculum Practice. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa. . Curriculum Inquiry. Intensionality in Education. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. Judul buku ini adalah intensionality in Education.

A theory is a way of making sense of a disturbing situation. and unifying established laws.tion demands. telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum. And the reconstructed logic.BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). Ketiga. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. accordingly. criticizing. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori.ing . melainkan suatu teknologi. to modify habits or discard them together. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan. seperti yang dikemukakan Kaplan (1964. Kedua. Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut. him. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori. so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits. 295). and even more impor. A. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. mengapa. dan bagaimana teori. Pada bab ini akan diuraikan apa. modify. bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. reflacing new ones as the situa. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda. khususnya kurikulum.tant. lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah. Pertama. theory will appear as the device for interpreting. pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement).

a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection. It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals. Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan).. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal. 10): ".78). and b) a system of relationships among the units.prise of discovering new and more powerful generalizations. him. hipotesis. A theory may be defined as an integrated body of definitions. or other type of generalizations. It consist of a) a set of units (facts.them to fit data unanticipated in their formation. Teori harus mampu menjangkau ke depan. 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying.. Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu. teori ini juga menyangkut hukum-hukum. Dalam rumusan yang lebih kompleks. asumsi. a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions". concepts. assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973. Menurut Rose. karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960. 52). kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. correlations. In its simplest form. dan kaidah-kaidah umum.. him. hlm. and guiding the enter. Hall dan Lindsay (1970. bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal. dan deduksi-deduksi logismatematis. seperti mereka nyatakan bahwa ". hlm. a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". variables). A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws. ..

9). dan postulat. dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973. universal prepositions. kejadian yang diketahui. proposisi. Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas. yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying. Bagian pertama. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. BAGAN 2. yang dinyatakan sebagai fakta. A theory is a set of interelated constructs (concepts). yang berbeda dengan yang lainnya. Teori menjelaskan suatu kejadian. hlm.Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit. with the purpose of explaining and predicting phenomena". walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses.1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . hukum. Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi. Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. definitions. Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. atau prinsip.

retical terms dapat didefinisikan secara operasional. generalisasi. Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan.Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. Beauchamp (1975. Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms. basic concepts. kebutuhan dalam pengajaran. Contohnya. Definisi . General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum. istilah kurikulum dalam pendidikan. konsep titik (point) dalam geometri. juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu. key terms. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut. Sebagai contoh. asumsi. proposisi. hipotesis. dan theoretical contructs". yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori. dan hukum. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. Seperti halnya istilah. postulat. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah. Yang ketiga adalah theoretical constructs. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung. istilah molekul dalam kimia. yaitu "general language terms. Theo. hlm. oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah. tetapi dalam hubungannya dengan key terms. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. Contoh istilah minat. and theoretical terms. teorem. dalil. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. definisi. di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. pernyataan pun ada pengkategoriannya.

Brodbeck (1963. 1. aksioma. menjelaskan.. Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru. (1) mendeskripsikan. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. teorem. para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. Mouly (1970./ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations. postulat. dan (3) memprediksi. Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. "A theory nol only explains and predict. (2) menjelaskan. 70) menambahkan fungsi lain. it also unifies phenomena". Hipotesis. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: . Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. yaitu: . Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal". Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek. hlm.. hlm. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi.merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal. Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran. and to suggest new thing to try out. Untuk tiga fungsi tersebut. generalisasi. dan membuat prediksi. untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa. dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi. Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu. the theory help teioire. Dalam usaha mendeskripsikan.

Pertama. pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori. dan penelitian.1. dan generalisasi dari hasil-hasil observasi. 2. Theories must be stated in simple terms. Keempat adalah informasi. Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum. mengadakan induksi dan deduksi. Ketiga. melalui beberapa langkah. hipotesis. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus. tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi. terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan.mogen. 4. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung. teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically. Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks. Kelima pembentukan model-model. that theory is best which explains the most in the simplest form. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang . prediksi. 3. Kedua. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories. Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan. tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. maka untuk .

psikologi.2. beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". dan sebagainya. sosiologi. perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut . Pertama. dan sebagainya. Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science). Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. penggambarannya masih tertangguhkan. Sebagai ilmu terapan. Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori. seperti teori pendidikan Langeveld. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. dan humanitas. penelitian empiris dalam praktik pendidikan. evaluasi. Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. Dengan latar belakang seperti itu. dan administrasi pendidikan. Menurut Beauchamp (1975. atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne. 34). Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan. Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2. Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. Keenam. B. yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis. pengajaran. Kohnstam. pembentukan subteori. bimbingan-konseling. hlm.memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. Skinner.

Sebagai contoh. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhankebutuhan prakt is. seperti filsafat. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan. Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp.BAGAN 2. Keduanya dapat ding membantu. Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan. Dalam kenyataan. 1975. melengkapi. psikologi. dan memperkaya. kecuali beberapa prinsip utamanya. him. dan lain-lain.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain. 35). sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. tidak selalu terjadi hal yang demikian. beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik. . Kedua. itu pun dengan keberapa modifikasi. The world of practicality is built around clusters of specific events. tetapi keduanya ingat berkaitan erat.

sedangkan pengembangan teori berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik (techniques of philosophy). rekonstruksionalisme. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi. perenialisme. Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan filosofis pendekatan ilmiah (scientific approach). . Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan.Walaupun terdapat perbedaan. atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif. John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. dan sumber-sumber nilai. pragmatisme dari Mc. idealisme dari Butler. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka preskriptif masalah. ten tang hakikat pengetahuan. Murray. juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan. seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy. Kebanyakan teori pendidikan yang ada. tentang nilai.informasi baru. Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. tentang manusia. kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. etika. keduanya tidak dapat dipisahkan. Dalam semua aliran filsafat ini. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. esensialisme. dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan). filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. Sebagai ilmu dari segala ilmu. juga sebagai teori pendidikan. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme). dan eksistensialisme. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis.

teori hasil belajar. Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p. Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology.Hugh C. A unified theory has to provide for general and special education. a. 1960. Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. c.mikiran filosofis atau teori preskriptif. sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2. for differences in ability and bent (Broudy. teori progresif. and self development. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut. teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan. Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2. 24).3. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan. juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). hlm. yaitu teori tradisional. Harry S. vocation. Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. b. dan teori proses belajar.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) . The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship.

sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya. makalah lainnya menyangkalnya. 3. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut.. 4. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat. dan disusun kembali.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. dikembangkan. Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun. March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya. Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. Pendidikan hanyalah suatu profesi. Menurut Beth. Studi lebih mendalam tentang variasi model. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. . memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin. digunakan. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran. Mereka yang menyangkal. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. saat. Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2.

dan administrasi pendidikan. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. perencanaan. C. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum. hukum. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum. karena allanya petunjuk perkembangan. evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. dan lain-lain. Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. penyuluhan. pengajaran. yaitu bimbingan clan konseling. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain. penggunaan. atau teorem-teorem. makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. evaluasi kurikulum. kurikulum. suatu konstruksi fungsional. serta fasilitas yang ada. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan.5. generalisasi. jumlah pengetahuan empiris yang ada. kemampuan para pelaksana. asumsi-asunro hipotesis. pengembangan. evaluasi. Beauchamp (175. hlm. . penggunaan dan evaluasi kurikulum. dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut. Dalam bidang studi tersebut. yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. teori-teori pendidikan dikembangkan. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah.

Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. dan prosedur kerja bagaimana cara me. suatu sekolah. dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. mengembangkan dan . dan evaluasi. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. propinsi. suatu kabupaten. kurikulum sebagai suatu substansi.nyusun suatu kurikulum. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat.purnakannya. dan sebagai bidang studi. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. Konsep kedua. jadwal. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. adalah kurikulum sebagai suatu sistem. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu.1. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. mengevaluasi. yaitu sistem kurikulum. kurikulum sebagai substansi. kegiatan belajar-mengajar. Konsep ketiga. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. sebagai sistem. ataupun seluruh negara. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan. Ada tiga konsep tentang kurikulum. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. bahan ajar. Konsep pertama. melaksanakan. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. suatu kurikulum. dan menyem. sistem pendidikan. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. bahkan sistem masyarakat. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya.

Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. kebiasaan. Pertama. Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. keterampilan. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. yaitu kehidupan manusia. Werrett W. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. sebagai sistem. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam.melaksanakan model-model kurikulum. 2. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. inti teori kurikulum itu sederhana. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama. sikap. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. apresiasi tertentu. Menurut Bobbit. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan . Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. ia perintis pengembangan praktik kurikulum. keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. teori Bobbit dan Charters. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi.

dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa. Ida. memilih isi. ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. karena pengaruh pendidikan progresif. Dalam pengembangan kurikulumnya. menentukan struktur dari penyusunan kurikulum. (2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. .rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya. dan sebagainya. Teori kurikulum berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl•hidupan psikologis anak pada saat ini. Charles Judd. Kedua. (3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut. pengetatitian. Ism dalam menentukan kurikulum. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee. Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa. dan lain-lain. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan. Untuk mencapai hal tersebut. Virginia).ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. kurikulum. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). Sebagai hasil diskusi tersebut 4. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. Mulai tahun 1920. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. siswa belajar nu lalui pengalaman. menilai hasil. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. menentukan kegiatan belajar. Alabama. perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. Thorndike. Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. nilai.. sikap.

Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn. dan belajar. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. Menurut Smith. (2) memilih dan menyusun bahan. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. generalisasi atau kaidahkaidah.Ralph W. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. James B. yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. analisis dan klasifikasi pengetahuan. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. mengajar (teaching). Menurut Beauchamp. sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. Dalam makalah kedua. Beauchamp dan Othanel Smith. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. Penggunaan model sistem juga dapat . pengajaran (instruction). teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain.

isi kurikulum. desain kurikulum. yaitu: landasan kurikulum. dan pengembangan teori. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. BAGAN 2. (2) sistem kurikulum.4 Skema persekolahan dari Broudy. Thomas L. sosiologi. Skema persekolahan dari Broudy dan kawankawannya dapat dilihat pada Bagan 2. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini.4. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes . dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum. dan Bunett.membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. (6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional. (5) Fungsi sistem kurikulum. rekayasa kurikulum. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. evaluasi dan penelitian. Smith. Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. Smith. (4) struktur sistem kurikulum. Broudy.

kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). Kurikulum merupakan hasil dari sistem . Walaupun mungkin.Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S. Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum. kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum. Menurut Maccia. dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. teori kurikulum merupakan subteori pengajaran.

serta struktur. melainkan definisi konsep. Jack R. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. desain kurikulum. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. Jadi. 4. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. yaitu definisi kurikulum. yaitu: 1. artifak. Menurut Johnson. dan pelaksanaan. Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. yaitu aktor. 6. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. dan implikasi teori kurikulum. pelaksanaan.pengembangan kurikulum. rekayasa kurikulum. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. 2. Curriculum is the criterion for instructional evaluation. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi . Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. dan evaluasi. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. 3. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. Structure is an essential charactistic of curriculum. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. isi dan ruang lingkup. Curriculum guide instruction 5.

dan turut menciptakan budaya. Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak. tingkat-tingkat perkembangan siswa.. melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. dan lain-lain. ia menjadi sumber kurikulum. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. perkembangan serta minat siswa. Jadi. ia harus mempelajari budaya. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum.einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. Dalam pengembangan selanjutnya. dan evaluasi kurikulum? 1. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. hidup dalam Iingkungan budaya. Dalam pendidikan *Wm pengajaran. bendabenda. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilainilai.untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan. Manusia adalah makhluk yang berbudaya. ada pengembangan kurikulum bertolak dari . Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya. serta hal hal yang diminati siswa. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa.hutuhan-kebutuhan siswa.sernua unsur kebudayaan. yaitu kebutuhan siswa. kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa. sumber ini menjadi luas meliputi . Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. perilaku. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. yang belajar adalah anak. pelaksanaan. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan . Budaya ini mencakup . itilai-nilai adat-istiadat. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa.

keputusan yang dinamis. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. 2. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. pemegang kekuasaan sosial. kurikulum mempunyai tiga karakteristik. (3) isi atau materi ajar. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. prinsipprinsip pengorganisasian. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian. Menurut Beauchamp. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. . (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. Pada pendidikan dasar dan menengah. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun.politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. Di Indonesia. ada dua dimensi penting. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. isi. yaitu (1) substansi. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Dalam desain kurikulum. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum.

Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. . baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. yaitu: 1. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsikan kurikulum di sekolah. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum. mengembangkan. yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. para pejabat pusat tersebut merancang. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. 2. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. 3. Beauchamp (hlm. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. Kedua kurikulum itu dievaluasi. Pertama.

teori dalam pendidikan. terutama . D. Peter and Lawton. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries. Perubahan kurikulum oleh perkembangan masyarakat dilatarbelakangi perkembangan ilmu dan teknologi. problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri. Sesuai dengan judulnya. George A. pembentukan teori. Buku Acuan Beauchamp. dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. yang Teori pendidikan oleh mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran. Curriculum Theory. London: Hodder and Stoughton. 1978. perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu-isu teoretis. Illinois: The KAGG Press. Buku ini merupakan edisi ketiga. revolusi industri. Wilmettee.4. teori kurikulum. clan perubahan ideologi dari elitisme pada . yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum. Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan dipengaruhi teori pendidikan yang mendasarinya. Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. ahli pendidikan. 5. 1975. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. Denis. Gordon. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. dan perencana pengajaran. Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian.

Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. David R. Human Interest in Curriculum. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi. ahli kurikulum. Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan. Bullough Jr. Pendidikan harus memiliki keterbukaan. Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. Academic Press Publishing Co. a!. et. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. London: Teachers College Press. Olson. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. New York. bukan membatasinya. maupun moral dengan sempurna. Cognitive Development. New York. Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa.demokrasi. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual.. Robert. Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan . etestis. Columbia University. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. 1970. Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok. hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. 1984.

para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya.intelektual anak. . Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan.

Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut. arsitektur. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. siapa pendidik dan terdidik.BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. yang akan "ambruk" adalah manusianya. A. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. landasan psikologis. serta perkembangan ilmu dan teknologi. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan. tetapi kalau landasan pendidikan. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan. pertanian. . yaitu landasan filosofis. khususnya kurikulum yang lemah. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. landasan sosial budaya. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum. pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut.

Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem). atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal. logis. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna. Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal. dan mendalam. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian. menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak.laman manusia. faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len). Ilmu menggunakan pendekatan analitik. Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom).bagian yang kecil dan lebih kecil. Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). ia harus tahu atau berpengetahuan. filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi.merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar.landasan dasar bagi ilmu. yaitu berpikir secara sistematis. Secara akademik. daerah cakupannya terbatas. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya. . yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. berpikir sampai ke akar. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir. Filsafat memberikan landasan. Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu.

Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan. sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. . dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda. yaitu pandangan dari John Dewey. epistemilogi.didikan. Seperti halnya dalam filsafat umum. Walaupun dilihat sepintas. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. but this contact is not essential. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen. Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. 1957: 12). filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy. Menurut Donald Butler. malah menurut Butler menjadi satu. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan. Bagi Dewey.Ada tiga cabang besar filsafat. sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis. Keduanya sangat berkaitan erat. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai. 2) philosophy is the flower not root of education.

Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai. being immeasurable. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan. antara ide dengan fakta. sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan. Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. juga sumber nilai. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman. mengalir. dengan waktu dan tempat. merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey. Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. Nilai-nilai adalah relatif. Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. 101).. Values being finally intrinsic. no scale of values. Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. subjektif. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan.1. antara hipotesis dengan hasil. bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah... Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif. baik yang berbentuk aktif maupu pasif. To be felt as . 1964. it is held. Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. hlm. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another. atau on going-ness. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . dan hanya dirasakan oleh manusia. and feeling. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah.

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain. 2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkembangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat. Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok. B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orangorang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

penerapan. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. lebih banyak menii liki kecakapan. Tanpa pendidikan di sekolah. baik berlangsung melalui proses peniruan. Kondisi psikologis setiap‘individu berbeda. Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. anak tetap berkembang. pengingatan. Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas. dan keterampilan dibandingkan dengan binatang. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya. latar belakang sosial-budaya. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. afektif. anak selalu berada dalam proses perkembangan. pemahaman. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks. Sejak kelahiran sampai menjelang kematian. dan psikomotor. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. dan menciptakan berbagai . interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan. karena perbedaan tahap perkembangannya. yang tampak maupun yang tidak tampak. maupun pemecahan masalah. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya.individu yang lainnya. Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju.dibandingkan dengan binatang. perilaku kognitif. pengetahuan. dan status individu di antara individu. baik. peranan. pembiasaan.

dari saat lahir sampai dengan dewasa.masa sebelumnya. a. yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar. minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum. psikoanalitik. Menurut mereka. sosiologik. pola-pola perkembangan dan kemampuan. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian. Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa. baik di dalam merumuskan tujuan. Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan. memilih dan menyusun bahan ajar. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. cross sectional.kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya. Ia mempelajari beribu-ribu. Tuntutan akan . Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. 1. atau studi kasus. Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal. Olson. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. Keduanya sangat diperlukan. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. anak clan berbagai tingkatan usia. Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi. terutama pada masa kanak-kanak (balita).. Jadi.

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. setiap Perkembangan tidak selalu anak sama. adalah perkembangan anak seluruh lebih aspek cepat kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada aspek Seorang mungkin perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkem- bangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaanperbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori-teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik –melanholik Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

dan tingkat pertimbangan kata hati. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial. Tahap ini meliputi dua tingkat. dan . Tahap ketiga. yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain.analisis pengikut Sigmund Freud. apakah karena gelar. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. ekonomi. Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson. Pada tingkat pertimbangan kata hati. Tingkat anak/orang baik. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat. Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. prinsipprinsip yang mendasar. dinilai sebagai perbuatan baik. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. sosial. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. dan sebagainya. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. atau jahat dilihat dari penilaian orang lain. unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia. pangkat. pertimbangan moral pascakonvensi. Pada tingkat legalistik kontraktual.dari luar. status ilmu. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual. perilaku baik. bukan satu-satunya yang benar. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat.

1 BAGAN 3. hlm. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. Menurut Gagne (1965. 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu. and which is not simply ascribable to the process of growth. which can be retained. Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson. 1959.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar. hlm. seperti dapat dilihat pada Bagan 3. Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif. "Learning is a change in human disposition or capability. afektif. Secara sederhana. 166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2. Banyak sekali definisi tentang belajar. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi . Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar.

berpikir. 2). latihan bagian. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. or temporary states of the organism (e. drug etc. 1966. dan Cognitive Gestalt Field. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education). hlm. Hunt (1980. sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya. clan sebagainya.karena individu berinteraksi dengan lingkungannya. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. behaviorisme. keutuhan. mengingat. Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. naturalisme.g. Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. menanggap. Menurut Morris L. 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. memecahkan masalah. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. atau aspek tertentu.) (Iiilgard dan Bower. Bigge dan Maurice P. yaitu teori disiplin mental. maturation. disiplin mental humanistik. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter. provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. dan apersepsi. hlm. Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. . Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati. Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus. fatigue.

Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. Kesan indah yang diterima individu dapat . Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental. semakin tinggi pula massa apersepsinya. atau masyarakat. religi yang membentuknya. kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. Melalui situasi demikian. Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. apakah lingkungan keluarga. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. diamati. Conditioning. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi. ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. Menurut konsep mereka. Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons. Lingkunganlah. sekolah. budaya. dan Reinforcement. alam. lingkungan manusia. disebut juga Herbartisme.

siang. merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. hadiah. Tokoh utama teori ini adalah Watson. maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula . Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning. hlm. 1980. reinforcement. dan bintang mahaputra. Teori ini berkembang dari teori psikologi. bonus. pujian. Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. hukum latihan atau pengulangan. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. yaitu Law of readness. 273). insentif. Kalau pada teori conditioning. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing. Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi. Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike. kalpataru. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang-ulang. Hull. Angka tinggi. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C.merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. medali. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. Thorndike. Menurut hukum akibat (law of effect). piala. demikian juga dengan waktu makan pagi. pujian dan hadiah merupakan reinforcement. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian. Menurut hukum kesiapan. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons.L. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. dan makan malam. supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. Selanjutnya. piagam penghargaan. adipura. serta lencana sampai dengan parasamya. kondisi diberikan pada stimulus. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. mungkin juga hadiah. Tokoh utama teori ini adalah Edward L. Demikian halnya dengan belajar.

Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan.. Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held. To state it differently. Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi. mampu memecahkan berbagai masalah. Menurut mereka.ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan. insight is the sensed way through or solution of a problematic situation. riksploratif. hlm. Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight. teguran.. penundaan kenaikan pangkat. Perbuatan individu selalu bertujuan. litikuman. ataupun ide dalam berbagai situasi. proses. Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji. Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. 1980. 293). Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space. imajinatif. dan sebagainya. Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen. dengan tokoh utamanya Kurt Lewin.reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. dan kreatif. yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. ada motif yang ilit•iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi. oleh karena itu sering dikatakan . Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). (Bigge dan Hunt. individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field. fakta. Pemahaman terjadi . ancaman.. berwawasan luas. pemotongan gaji. termasuk struktur tubuhnya sendiri. Pemahaman atau insight merupakan citra 11.1ri atau perasaan tentang pola-pola atau hubungan.1ng ada dalam lingkungan. Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. sanksi. We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes.

dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. . New York: Harper & Row Pub. Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar. Understanding School Learning. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. Micahel J. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. dijelaskan pengajaran berprogram.perbuatan individu adalah purposive. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. (1972). fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan.A. Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing. Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya. cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini. sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan. C. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik. macam-macam belajar dan peranan siswa dalam belajar. Bagi penganut cognitive field. Buku Acuan Have. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol. hasil belajar. belajar merupakan suatu proses interaksi. Dalam membimbing proses belajar.

Bom Curious. enactive. London: John Wiley & Sons. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya. dan simbol. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play. serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep. Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. sosiologi. analisis prilaku. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat. Play berkembang menjadi skill dan toys I. New Perspectives in Educational Psychology. iconic. tetapi teori bersifat statis. toys. dan semiotic. yaitu: interpersonal. melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. Herbert J. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa. skill. Toys merupakan bagian dari kebudayaan ‘ang tetap berada pada taraf play. transfer thin perluasan konsep. proses kegiatan mental dalam belajar konsep. (1980).vrkembang menjadi tools. penyusunan pengajaran dan tes. tools. lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual.Hodgkin. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory. Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar. R. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis.A. Learning and Teaching Concept. New York: Academic Press. .etiadaan daripada keberadaan. Klausmeyer . Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. (1976). a Strategy for Testing Applications of Theory. yang meliputi analisis isi. New York. meliputi iiuktur kognitif. dan psikologi. Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya. analisis pengajaran. Menurut penulis. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu.

Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. Kehidupan masyarakat. Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. Pertama. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai-nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. dan mampu membangun masyarakatnya. dan perkembangan masyarakat tersebut. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. mengerti. tetapi memberikan bekal pengetahuan. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. karakteristik. kekayaan. A. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. baik sebagai warga maupun sebagai . maka isi pendidikan harus memuat nilai. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Dengan pendidikan. Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. Sebagai suatu rancangan. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. isi. tetapi manusia yang lebih bermutu. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. Kedua. tujuan. Oleh karena itu. Anak-anak berasal dari masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup.

disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. serta antara lembaga dan lembaga. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. personalia. lingkungan alam. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. serta sarana dan prasarana yang ada. peraturan. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. Ketiga. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat. Pelaksanaan pendidikan membutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. . Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. penyediaan fasilitas. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. sistem sosial budaya.karyawan. keamanan. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. hukum. antara anggota dan lembaga. kehidupan politik. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. karena masyarakatnya berkembang. karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya. Konsep pendidikan bersifat universal. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. dan lain-lain. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. budaya. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. politik.

interaksi dengan lingkungan. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. dan lain-lain. Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup. jenis kelamin. Status dan peranan manusia dalam kelompok. Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. kepercayaan.maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871). pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. kesenian. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa. hukum. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. sekolah. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. Dalam arti yang lebih mendasar. dan lain-lain. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. cara bermasyarakat. kemasyarakatan. cara berpikir. Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. yang meliputi pengetahuan. . moral. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. apakah kelompok usia. cara bekerja. cara mempertahankan diri. adat-istiadat. Menurut Israel Scheffler (1958). melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain. pekerjaan.

sosial-budaya. Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. dan segi-segi kehidupan yang lainnya. antarbangsa. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. aspirasi. akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. minat. ekonomi. nilainilai etik dan estetik. pemerintahan. Dalam kondisi masyarakat demikian. komunikasi. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. atau ras. tradisi. mempengaruhi pengetahuan. penelitian. semangat. . mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. ideologi. rekreasi. sikap. telekomunikasi dan elektronika. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. kecakapan. dan akurat. lancar. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya. B. Melalui proses alkulturalisasi. lancar. membuka daerah-daerah yang terisolasi. dan akurat memudahkan perolehan informasi. Pertemuan antarsuku bangsa. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. masyarakat informasi dan global. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat. sosial-budaya. tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. politik. maupun hobi. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi. nilai-nilai. kemampuan masyarakat makin sering terjadi. ekonomi. bangsa. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. Di samping pembauran. komunikasi cepat. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. Komunikasi sangat cepat. teknologi. meningkatkan pemerataan pembangunan. yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis. pengetahuan. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. terutama teknologi industri transportasi.

Sifat kompetitif.nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. atau dingin). Dalam pola kehidupan masyarakat industri. dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula. . sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi. Dengan demikian. Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar. Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio. Oleh karena itu. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian. Masyarakat secara berangsur-angsur. baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri.1. bisa bekerja sepanjang masa. malah bisa bekerja siang dan malam. diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja. Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. hidup yang lebih santai. menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan. rasa kerja sama yang tinggi. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. taktik. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang. dan sebagainya. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri. Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi. cara kerja yang teratur. perubahan yang lamban. hidup santai telah ditinggalkan. panas. Oleh karena itu. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan. strategi. sifat gotong royong mulai menipis. yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan.

Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria.2. sebagai istri dan ibu. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria. berkarya. wanita lebih bebas bergerak. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda. baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. kesejahteraan rumah tangga terabaikan. Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis. bahkan kedua. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. maupun dalam situasi kerja.duanya. potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah. Tugas yang banyak menyita waktu. Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga. Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita. bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan. mendidik anak. pendidikan anak terbengkalai. sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. Dengan bekerja di luar rumah. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. Keadaan ini membawa beberapa implikasi. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama. Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja. sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. tenaga. dan mungkin terjadi . dan mengatur rumah tangga. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. kehidupan keluarga. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita.

Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari.00 sampai pukul 14. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya. melebihi waktu biasa. Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang. Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi. melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali. bahkan oleh kedua-duanya. Dalam keluarga. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu. Mereka lebih banyak . Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan. Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. Walaupun ketentuan sampai pukul 16.00. Situasi demikian menuntut sikap. kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22. apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama. bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir .00 bahkan lebih. mulai dari pelecehan sampai dengan skandal. bahkan beberapa minggu tidak pulang. penampilan. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami. Dalam masyarakat modern. Hal ini tentu menimbulkan masalah. mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. pemikiran. Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria.00. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7. Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. dan unjuk kerja yang optimal. keluarga. berprestasi. dan berkompetisi. Perpecahan keluarga ada dua macam.perpecahan keluarga (brooken home). anak juga mempunyai masalah sendiri.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita. berkreasi. Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. 3. maupun unit kerja. tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri. tetapi tempat berkarya. baik bagi wanita yang bersangkutan.

sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern. Hubungan harmonis antara suami dan istri. 1995 : 2). demikian juga ibu dan anak. . Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. penghasilan mereka jauh lebih banyak. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. bahkan mungkin hilang. Archimides. Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern. seperti Thales. semua kebutuhan hidup terpenuhi. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan keluarga. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Aristoteles. C. berbagai masalah keluarga bisa timbul. Leucipos.hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas. Plato. Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi tidak melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. Euclid.A. Demokritos. anggota Bapak keluarga lagi melaksanakan tugasnya dengan baik. Socrates. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit. Qodir. Apalagi bila suami dan istri bekerja. Phythagoras. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh.

Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. Copernicus 1473-1543 M. terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam.. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika). perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme. A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar).. seorang ahli astronomi. Pada abad ke-20. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. dan menyusun teori.. Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo. Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka … apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru. generalisasi. Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia. Observatorium Maragah. Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. sampai dengan abad ke-13. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi . terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab . Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. Ibn Bajjah. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim.Orang Yunani mengadakan sistematisasi. Dalam bidang kedokteran. Jabin Ibn Hayan. Dalam ilmu kimia. AlKindi. Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara. Dalam bidang anatomi. Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi. Selama beberapa abad.

nganggap bahwa matahari. perpustakaan. Galileo juga mendalami fisika. dan fisika. bulan. Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru. Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna.ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung. hukum pergerakan. Galileo menemukan planet.matahari. Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). serta tata bulan planet Jupiter. Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika. Dengan demikian. Tycho Brache dalam me. ahli matematika. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan. Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. astronomi. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet. Homocentrisme merupakan padangan yang me. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. serta teori cahaya atau optika. Johannes Keppler (1571-1630). Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. Semua itu disediakan untuk manusia. Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler. kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi. Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar. Tycho Brache (1546-1601). dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan. perhitungan kalkulus (diferensial integral). Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika. serta pendukung lainnya. Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. yang mendasari ilmu kimia. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat.besar. Selain ahli astronomi. .

Sebenarnya sejak dahulu. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. Henry Becquerel (1852-1908). Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Thomson menemukan elektron. sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) . 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. how we do things is technology. 1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana. dan Thomson 1897 menemukan radium. Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian. D. pancaindera. logam yang dapat berubah menjadi logam lain. Iskandar Alisyahbana (1980. Mengapa manusia menggunakan teknologi. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. hlm. dan energi. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. yaitu ilmu fisika nuklir. Curie (1859-1906). teori relativitas.. apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. memperkuat. kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu. . elektron. melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. dan otak manusia.. Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakanakan memperpanjang.Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. Perkembangan Teknologi Dari para ahli. hlm.

Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya. dan lain-lain. Ilerkat api. lebih sejahtera. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. bisa menghangatkan badan. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. mereka berkumpul. lebih aman. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya.macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. mengurangi polusi. teknologi pemadam kebakaran. lembaga. Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik. Dengan teknologi api. dan lebih sehat. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia. mas. bijih timah. lebih mudah. teknologi pembuangan asap. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. perak. Karena manusia hidup menetap.karena manusia berakal. dan mengolah berbagai bahan makanan. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam. lebih lezat. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. manusia membudidayakan bermacam. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. kemudian berkembang tambah banyak. teknologi komunikasi dan informatika. dan sebagainya. Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. Dengan teknologi ini. umpamanya teknologi penerangan. serta . makanan menjadi lebih lunak. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. mangan. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat. besi.

dan antarbangsa. Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. . Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar. Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. maupun udara. antarkelompok. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager. Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962. bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi.red) menarik banyak masyarakat dunia. Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar. Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. menuju planet lain. Pada tahuntahun terakhir. Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat. Pengembangan teknologi angkasa luar ini. laut. Gemini 19631965. Setelah berhasil dengan Apollo. baik transportasi darat. Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan. termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan. tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar.teknologi media cetak. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar.

Satelit merupakan sarana komunikasi massa. kimia. born nuklir. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. dan lain-lain. dan iklim. juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. dalam waktu beberapa menit. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral. Tetapi dengan internet. Melalui penggunaan berbagai satelit. jam siar ini hilang. dieapainya luar biasa. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer. artinya sangat bergantung pada jam siar. melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia.tetapi basil hasil van). diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. faksimil. Kemajuan di bidang telepon. cuaca. dewasa ini dunia disebut dunia global. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. masalah arus laut. Temuan-temuan di bidang fisika. juga teknologi senjata mutakhir. sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran. Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat. misil. internet. dan internet. Dengan komunikasi massa. born hidrogen. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. manusia berhasil meneliti planet. telekomunikasi. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. Selain kemajuan di bidang komuniksi massa. Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. peluru kendali antarbenua. Oleh karena itu.

sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya. dan surat kabar. akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal. mempunyai keunggulan sendiri. konsep. banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material. Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. bahkan ke Pentagon. kaidah. ke Library of Congres Amerika Serikat. hlm. tetapi mencakup juga penyesuaian. yang bermutu tinggi. setiap saat orang bisa masuk. Untuk dokumentasi. dan hubungan antarorang. Menurut B. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal. sistem kerja. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. 2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. dan pengembangannya lebih lanjut. Habibie. software. modifikasi. walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi.J. 1983). Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. dan pola hubungan. Hamijoyo (1975. Apabila cara itu ditempuh. Penemuan alat-alat cetak modern. tanpa permisi. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat.J. ke Gedung Putih. tetapi juga yang immaterial.daerah menjadi hilang. Melalui internet. tahan sampai ratusan tahun. penerapan. Teknologi media cetak. seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya. majalah. 1.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. kalau bahannya cukup baik. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . pendekatan. seperti buku. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini. Habibie (1983). telah menghasilkan barang cetakan. Santoso S.

Tahap ketiga. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi. diterapkan. kondisi.J. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. disesuaikan dengan kebutuhan. 3) teknologi hanya dapat dialihkan. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. . adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. Tahap keempat. sumber daya manusia. Habibie (1983). 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. dan kemampuan. serta sarana dan prasarana. 5) pada tahaptahap awal transformasi.pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi. elemen penciptaan. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besarbesaran. penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran. Tahap pertama. banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut. Tahap kedua. setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional. begitupun teknologi baru. Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan. Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. Oleh karena itu. 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan. Proses ini disebut proses nilai tambah.

5) industri energi. dan udara. Pada mulanya. namun jumlahnya masih terbatas.alat dan mesin-mesin pertanian. 3) industri alat-alat transportasi darat. Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang. Jawa Barat. laut. Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B. Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. Habibie (1983).J. misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi. antara lain: laboratorium uji . serta aspek-aspek lain. Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. 2) industri maritim dan perkapalan. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. sejak dilaksanakannya Pelita I. dan 8) industri pertahanan dan keamanan. Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri. tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia. yang sekarang sudah mencapai generasi C2. Menurut B.J. social budaya. Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek. Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas.2. melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa). 7) industri alat. yaitu: 1) industri pesavvat terbang. 6) industri rekayasa.

in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan. laboratorium aerodinamika. dan estetika. ekonomi. dan peternakan. politik. laboratorium termodinamika elan propulsi. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. E. meliputi semua aspek kehidupan. Walaupun tahap pengembangannya belum sama. laboratorium kalibrasi dan instrumentasi. kehutanan. . Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. budaya. laboratorium kimia. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi. yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. laboratorium energi. fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. Bandung. dan getaran. Di bidang tenaga atom. laboratorium fisika.konstruksi. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian. Pada bagi. Universitas Gajah Mada. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). laboratorium metalurgi. keagamaan. etika. yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. Indonesia mempunyai badan khusus. Universitas Padjadjaran. Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti. dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. gas dinamika. laboratorium teknologi proses. sosial. yaitu dharma penelitian.

tradisi. Melalui media tersebut. majalah. kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi. gagasangagasan. Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. dan televisi. Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah. radio. mungkin juga konsep-konsep. kegiatan. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil. transportasi. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. serta persenjataan.bangunan. Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif. mekanisasi industri dan pertanian. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. terhadap kehidupan masyarakat. maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah. Setelah diluncurkannya SKSD Palapa.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi. media massa dapat . Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. budaya. program dan kegiatan pem.

norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. memperbesar terjadinya urbanisasi. antara kota. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang.pula menimbulkan efek negatif. mempermudah perhubungan baik lokal. Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. pembunuhan. dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. Hal itu. keadaan alam yang banyak . Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas. Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain. pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi. menghilangkan kesukuan. kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk. Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri. naiknya harga-harga produksi desa di desanya. juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. perampokan. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota. cara-cara hidup. dan sebagainya. antara pulau maupun antara negara. Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan. masuknya kebiasaan.

kualitas barang cukup baik. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. malahan sebaliknya. Meskipun demikian. seolah-olah terdesak. Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar. Filino Harapah (1975. hlm. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern. Dalam proses sudah berlangsung. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. kemampuan permodalan dan pengelolaan.terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. Sebagai konsumen. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri . kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. baik industry maupun hilir. 8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. pemasaran hasil pertanian dan sebagainya. Dalam pengembangan teknologi industri ini. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. industri besar. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju. yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting). menengah bahkan industri kecil. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri.bergunung-gunung atau berawa-rawa. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia. yaitu barang-barang cukup banyak tersedia. tetapi juga teknologi tepat guna.

Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran.teknologi maju tersebut. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu . sebab. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. memperoleh kesempatan kerja penuh. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman. sinetron. Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. melainkan juga pendidikan nonformal. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial. Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan. Pendidikan. Dengan kata lain. namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. M. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. atau sandiwara TV. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan.

seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). dan cara menyelesaikan masalah". Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi. sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan. Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap. Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru. tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. dan perasaan seseorang. apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar. Tiap acara TV atau radio. sebab dalam kelas. tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut. Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. penonton. Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. cara berpikir. Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. atau pembacanya. dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. pandangan. apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik. Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan . Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. belajar berlangsung secara disadari. Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh.

kemampuan. sistem penilaian yang baru. Beberapa masyarakat terpencil. dan sebagainya. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. metode mengajar yang baru. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware. Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. alatalat permainan. dan sebagainya. peta. menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. berbagai bentuk alat peraga. Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas. radio. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer. gambar-gambar. televisi.dalam pendidikan. dan keterampilan sumber daya manusianya. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif . alat-alat berhitung. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan. video tape. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. cassete tape recorder. anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. alat tulis menulis. buku-buku. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. Dengan demikian.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. Di sekolah. baik nilai sosial. kaidah-kaidah. prinsip-prinsip. aspirasi baru. . Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. juga yang bersifat langsung. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat. sikap hidup baru. cara-cara dan pendekatanpendekatan baru. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan. merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. maupun material. spiritual. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. menyebabkan perkembangan masyarakat. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. kemampuan. intelektual. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. dipelajari konsep-konsep. budaya. tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

Secara sistematis dalam buku ini dibahas. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000. Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahanperubahan sosial. organisasi. Innovations in Secondary Education. Glenys G. pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan. and Alexander. (1984). juga dikemukakan macam-macam metode mengajar. Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. staf pengajar. Fred & Ellington. Rinerhart and Winston. maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. mempunyai andil di dalam perubahan sosial. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan.F. William M. Sekolah disadari atau tidak.taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan. kurikulum. media dan sumber-sumber pengajaran. Henry. sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi. London: Kogan Page Ltd. (1970). Inovasi itu bermacam-macam. sarana. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa. Inc. Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan. New York: Holt. Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan. Unruh.1. baik yang bersifat kolas. Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. kelompok ataupun individual. dan New York: Nichols Publishing Co. media serta bangunan. Handbook of Educational Technology. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. Buku Acuan Percipal. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. . Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1.

dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern. belajar. All Our Children Learning. Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. media pengajaran. akan memperlancar jalannya pengajaran. Inc. (1981). maupun guru dan para instruktur. et al. tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. . semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. Bloom. dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru. Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. tetapi saling mempengaruhi. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. Dalam buku tersebut sangat ditekankan. (1980). Anak menjadi fokus pendidikan. bahwa media bukan sekadar alat bantu. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. mau jadi apa siswa. dan diadakan pemilihan media yang tepat. bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar. Englewood Cliffs. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. Benyamin S. Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik.Gerlach. A Systematic Approach. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah. Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. New York: Mc Graw Hill Book Co. siswa. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. baik orang tua. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. Teaching and Media. Vernon S. dan pengajaran. disusun dengan desain pengajaran yang baik. Inc. New Jersey: Prentice Hall. guru.

Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil-hasil budaya ilia. A. dan solid. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis.susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini. Mereka tinggal memilih bahan . peserta didik. sejak sekolah yang pertama berdiri. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu. Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik. %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua. logis. masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis. Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. maupun proses pendidikan. Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli. mudah digabungkan dengan tipe lainnya.. isi. kurikulumnya mirip dengan tipe ini. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. imidah disusun. dan interaksionis.a lalu tersebut. Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. teknologi. Sampai sekarang. pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik.BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik. pribadi. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda.

dan sebagainya. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum. geografi. Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. seperti bahasa dan sastra. ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya. matematika. Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual. Seorang siswa yang belajar fisika. sejarah. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu. Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya. Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). umpamanya. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. ilmu kealaman. Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa. Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa. Selanjutnya. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan.

adalah studi yang bersifat integratif. poster. Melalui perbandingan dengan binatang. Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. dan perlengkapan kelas lainnya. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis. percobaan. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat. rekaman. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas. film. anak mengetahui keadaan biologis manusia. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner. Pada tahun 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. Murid-murid belajar ba. menyangkiii problema. Pendekatan kedua. kegiatan diskaveri dan sebagainya.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. prinsip-prinsip. Pelajaran tersusun atas . Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. konsep-konsep inti. permainan. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar. Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. terdiri atas buku-buku. melanjutkan penih struktur pengetahuan. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial. dan pengujian hipotesis. penyusunan. pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. dan cara-cara bagaimana berinkuiri. Pendekatan pertama.

Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. ilmu sosial. metode. Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum). Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat. Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu. proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman. Menyatukan berbagai cara/metode belajar. yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. menulis. Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan. 2. Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. 3. 1. Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. dan evaluasi. 1. para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. fenomena alam. .satuan-satuan pelajaran. Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan. adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolahsekolah fundamentalis. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. Pendekatan ketiga. dan memecahkan masalah-masalah matematis. organisasi isi.

Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi. kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. Tentang kegiatan evaluasi. dicari berbagai masalah penting. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. 4. yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. koherensi. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. 3. dan integrasi secara menyeluruh. di . dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. logika digunakan dalam matematika. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. Konsep utama disusun secara sistematis. bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Integrated curriculum. 2.

yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Lain halnya dengan matematika. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif.samping standar keindahan dan cita rasa. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut. maka tahap penguasaannya akan mendangkal. Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas. Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa. yaitu: 1. Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga. sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. . Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa. 2. apabila disiplin ilmunya cukup banyak. Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar. Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan. 2. Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit.dikit (tidak mendalam). memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat. Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility).

Menekankan pengetahuan dasar. dan generalisasi. yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya. Ketiga. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis. B. Kurikulum Humanistik 1. dan kekuatan untuk berkembang. punya kemampuan. prinsip-prinsip. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi.J. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat. untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Rousseau (Romantic Education). Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. yaitu apa yang akan diajarkan. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep. Pertama. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. bahwa individu atau anak merupakan satu . Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi.3. mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. 3. lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak.

sikap. nilai. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. 1977. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. Kritikisme Radika I. Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan. maupun tindakan). Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. hlrn. terhindar dari berbagai hama. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau. perasaan. 1). Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang . akrab. dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. air dan udara yang •ukup. Mc Neil. rileks. terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. perasaan. dan lain-lain). dan Mistikisme modern. individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru.kesatuan yang menyeluruh.

pertukaran kemampuan. Integrasi. dan integrasi dari pemikiran. perasaan dan juga tindakan. yoga. 2. dan sebagainya. b. . interpenetrasi. persetujuan. Kegiatan belajar adalah belajar bersama. 3. dan lain-lain. bertanggung jawab bersama. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar.Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri. perasaan. Relevansi. perasaan-perasaan. Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. perasaan. Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. meditasi. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. kehalusan budi pekerti. c. murid-murid dapat mengadakan perundingan. melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. melalui sensitivity training. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen. Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. Partisipasi.

Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran.unit pelajaran yang telah diujicobakan. Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif. Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting . yang matang. dan buku teks. . Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat. dan tanggung jawab pribadi. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif. Kurikulum tersebut mencakup tujuan. keunikan. Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan. Tujuan. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. Pendidikan adalah pengembangan pribadi. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak. 4. Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini. unit. Pribadi anak. Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt. Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang. topic.topik yang akan dipelajari.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. e. Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. kesatuan. yang menekankan keterbukaan. kesadaran. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh. karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat.d. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. keseluruhan. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh. alat-alat pelajaran.

Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari. . Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. Menurut Abraham Maslow (1968. memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya. Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din. para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan. tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. berekspresi. tersembunyi atau tertutup. Dalam menciptakan kreasi ini. berbuat. yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. Kedua. him. materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment. di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang. Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. kegiatan atau ritual baru. atau diba. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan. Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang. fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization). senang dsb.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences). benci. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. 685. cemas. rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan.ngunkan melalui pendidikan. Aku atau diri ini perlu dibuka.George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain. Pertama. duka. bereksperimen.

kelompok. Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. Phenix (1971.rid. dan otonomi kepribadian.kan integrasi. 5. karena dengan sekuens mu. . dan belajar. Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif. berkenaan dengan tujuan. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid. Kurikulurn harus mampu memberikan penga. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. budaya. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. Menurut para humanis. Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person). sikap yang sehat terhadap diri sendiri. him. juga mampu menjadi sumber. Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik. dan lain-lain. Sesuai dengan prinsip yang dianut. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. 271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid. metode. Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. kurikulum humanistik menekan. integritas. organisasi isi.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya. dan evaluasi. Kurikulum ini kurang menekankan sekuens. maupun moral. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan. orang lain.laman yang menyeluruh. estetika.Menurut Philip H. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan.

dan dengan sumber belajar . siswa dengan orang-orang di lingkungan. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. a. Di dalamnya tercakup topik-topik. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka. interaksi. Model lebih mengutamakan proses daripada hasil. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap. C. hlm. dilakukan oleh Shiflett (1975. Penyempurnaan. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut. l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru.nya. 121. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. c. d. b. Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. Pelaksanaan kegiatan. kerja sama. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya. Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri. tetapi juga antara siswa dengan siswa. lebih berdiri sendiri. minat atau perhatian tertentu. melainkan kegiatan bersama. kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria. Dalam evaluasi.problema yang dihadapinya dalam masyarakat. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian.

tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya. 1. a. Dalam masyarakat demokratis. Tantangan-tantangan tersebut merupakan .kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat. Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial. hambatan-hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia.rakat baru yang lebih stabil. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep. Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. Asumsi. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. ancaman. menakut-nakuti dan kompromi semu. Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi.lainnya. Theodore Brameld. Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu. Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an. Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting.

Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan. c. BAGAN 5. latihan-latihan. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. sosiologi psikologi. dan matematika. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin. kunjungan dan lain. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum. Pola-pola organ isasi. Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. estetika. bahkan pengetahuan alam. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. Pada tingkat sekolah menengah. Pertanyaanpertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam. Masalah-masalah sosial yang mendesak. yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk.bidang garapan studi sosial. b.lain.

maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial. Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok. Dalam program pendidikan ekonomi-politik. belajar merupakan kegiatan bersama. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatankegiatan sosial lainnya. Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan. (4) mengkaji praktik politik dalam Ind. Bagi rekonstruksi sosial. (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal.Innyo dengan faktor ekonomi. b) Metode. apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya. Illihungannya dengan ekonomi lokal.1. umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik.mT. a) Tujuan dan isi kurikulum. Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda.tujuan nasional dengan tujuan siswa. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria. ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya. Sesuai dengan minat masingmasing siswa. . Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang. saling pengertian dan konsensus. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama.

. Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. 2. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. dan menilai bahan yang akan diujikan. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan pertanian mengembangkan bidang-bidang industri. Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif. sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut. Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. menyusun. dengan bantuan bidang biaya dari dan pemerintah peternakan.c) Evaluasi. tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka. sekolah di daerah berusaha industri mengembangkan poterisi tersebut. Mereka berusaha membuka diri. Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat. meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize.

Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi. politik. Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat. mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat. Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. kesejahteraan masyarakat. sosial. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang. Shane menyarankan para pengembang kurikulum. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. populasi. Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia. akibat pertambahan penduduk.Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah-masalah sosial. Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat. . Harold G. Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam. masalah air. mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya. dan budaya. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi.

Dalam arti teknologi sistem. dan lain-lain. tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. mesin pengajaran. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. termasuk bidang pendidikan. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). komputer. CD-rom dan internet. pena dan tinta. Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan. mesin pengajaran. Pengajaran dengan bantuan komputer. bisa . Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik. Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media.D. lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. sabak dan grip. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology). overhead projector. yaitu menekankan isi kurikulum. Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk. teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. seperti audio dan video casssette. pengajaran modul. dan motion film. di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur. Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video. film slide. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). dan lain-lain. juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. pengajaran berprogram. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju.

memiliki beberapa ciri khusus. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. atau diprogramkan dalam komputer. pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. Pada bentuk kedua. b. Setiap . perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur. yang disebut objektif atau tujuan instruksional. Objektif ini menggambarkan perilaku. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran. Pada bentuk kedua. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. bersifat "on-off'. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok. Pengajaran bersifat individual. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. Tujuan. video atau film. Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan. Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. 1. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. Metode. yaitu: a. pengajaran disusun secara system. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem. Pada bentuk pertama.

bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. . Organisasi Indian ajar. Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan.siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. Fungsi evaluasi ini bermacammacam. Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. d. Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. c. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri. sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. pada akhir suatu pelajaran. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi. Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. 3) Pengetahuan tentang hasil. 1) Penegasan tujuan. 2) Pelaksanaan pengajaran. Evaluasi. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. yang rnenggambarkan objektif. umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif. suatu unit ataupun semester. Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif).

tingkat penguasaannya pun relatif rendah. Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. 2. Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus. Metode mengajar mereka cenderung seragam. konsep-konsep. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum. menurut para ahli teknologi pendidikan. pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. penyusunan kurikulum. yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . sintetis. Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai. tetapi bila sikapnya negatif. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram. kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan.

serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. 2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. Hal ini menyangkut pasaran. Sistem Instruksional atau Desain Instruksional. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya. Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. dan organisasi. Ketiga prototipe. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar. dan hendaknya memberikan hasil yang sama. sebagai bagman dari. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran. standar perilaku belajar. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. Kedua spesifikasi. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. perlu mempertimbangkan beberapa hal. Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. demikian juga format-format media. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit.pengembang kurikulum yang lain. diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan. Pertama. Keempat . Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan.

E. New York: The Viking Press.percobaan pertama. buku. sehingga perkembangannya lebih optimal. yang disebut Confluent Education. Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. The Live Classroom. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. (1974). Sistem pendidikan. umumnya ditentukan oleh pihak lain. Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. ahli kurikulum dan pengajaran. (1975). Kelima mencoba hasil. dasar-dasar teori Gestalt. alat pelajaran dan lain-lain. suatu komisi dan sebagainya. Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. Gilchrist. & Roberts. sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. pemegang kebijaksanaan pendidikan. hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. Proses pelaksanaan. Apa yang dikupas dalam buku ini. Robert S. Buku Acuan Brown. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. George Isaac (ed). Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. Pengajaran bersifat . merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. serta para guru di sekolah. tanpa melibatkan siswa dan guru. unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi. Bernice B. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. konsep-konsep Confluent Education. kurikulum. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt. Curriculum Development: A Humanized System Approach.

Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya. bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif. hakikat manusia. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran. Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor. Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik. .mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya. suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya. nilai dan tujuan perkembangan manusia. Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan.

Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit. .BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. yaitu isi sesuai dengan tujuan. Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. kebutuhan. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. serta evaluasi. kondisi. Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas. A. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum). yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. Kesesuaian ini meliputi dua hal. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. dan perkembangan masyarakat. meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah. Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. Ada yang mengartikannya secara luas. proses atau sistem penyampaian dan media. kemungkinan dilaksanakan di kelas. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses. seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. isi atau materi. proses sesuai dengan isi dan tujuan. yang memiliki susunan anatomi tertentu. Ada yang memandangnya secara sempit. isi dan tujuan kurikulum. yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum).

Yang terakhir ini. 1974: 5). Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. Pertama perkembangan tuntutan. Tujuan kurikuler. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. yaitu tujuan umum dan khusus. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. Tujuan institusional. Kedua. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. Dalam mempersiapkan pelajaran. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum. . tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. dan menekankan pada perilaku siswa. terutama falsafah negara. Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. yang merupakan tujuan pokok bahasan. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. dalam kurikulum atau pengajaran. tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. kebutuhan dan kondisi masyarakat. merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan. tujuan memegang peranan penting. pencapaiannya memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. menengah. dan jangka pendek. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional.Telah dikemukakan bahwa. karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya. jangka panjang. menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. dan terbatas. sempit.

memberikan beberapa keuntungan: a. dan karakterisasi nilai-nilai. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. yaitu: gerakan refleks. Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang.Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. afektif. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. analisis. yaitu: pengetahuan. sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. hlm. Bloom. Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. sikap. verbal information. yaitu: menerima. diberikan referensi dan sumber yang memadai. pemahaman. gerakan-gerakan dasar. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective). (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. aplikasi. Tujuan khusus. dan psikomotor. Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. dan nilai-nilai. mengorganisasi nilai. merespons. 23-24). membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar. kecakapan mengamati. yaitu domain kognitif. b. . dan evaluasi. minat. motor skills and attitudes (1974. Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. yaitu intellectual skills. dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. c. menilai. cognitive strategies. sintesis. Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. kecakapan jasmaniah.

Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. c. 2) kecepatan. 3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama. lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pencapaiannya. dengan jumlah tujuan yang sangat banyak. yang mudah diukur. panjangnya dan frekeunsi respons.d. Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa. Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). Banathy (1968). Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. dengan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. Kekurangan keahlian. Gagne (1974). b. yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. . latihan dan pengalaman akan membawa guru-guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah. Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. Rowntree (1974). 2) kondisi atau lingkungan psikologis. latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. yaitu: a. dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa. Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik.

Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. alat-alat dan ide-ide. Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut.2. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. perkembangan historis suatu institusi. strategi mengajar. Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar. Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. Karena perumusan tujuan khusus strategi. sekuens bahan ajaran. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar. yang mencakup komponenkomponen: tujuan khusus. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu. 3) Sekuens struktural. a. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar. dapat digunakan sekuens kronologis. Peristiwaperistiwa sejarah. serta evaluasi hasil mengajar. media dan sumber belajar. untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. lingkungan orang-orang. 2) Sekuens kausal. Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi". yaitu: 1) Sekuens kronologis. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan .

4) Sekuens logis dan psikologis. dari fungsi kepada struktur. yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. dari benda-benda kepada teori. dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa. Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. 5) Sekuens spiral. dikembangkan oleh Bruner (1960). dan alat-alat optik tersusun secara struktural. dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). (e) Interpretasi basil tes. dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). Contoh. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. berturut-turut . 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar. dari yang sederhana kepada yang kompleks. Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). 6) Rangkaian ke belakang. (backward chaining). Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. Masalah cahaya. dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya. Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. (d) Pengetesan hipotesis. tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. meliputi 5 langkah.dan pembiasan cahaya. (c) Pengumpulan data. dari yang kompleks kepada yang sederhana. Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. pemantulan-pembiasan. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain dari langkah (a) sampai (c) dan siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya.

siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi. . is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu. Reception/Exposition Learning . Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir. Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning. (Gagne. multiple discrimination. stimulus-respons learning. Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning. principle learning. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition .Discovery Learning dan Rote Learning. menerapkan. mengintegrasikan. membandingkan. 3. baik secara lisan maupun secara tertulis.Discovery Learning dan Groups . Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. menganalisis. 1970: 63-64). a. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya.sampai dengan perilaku terakhir. atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. verbal association. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. concept learning. mengkategorikan. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. dan problem-solving learning.Discovery Learning. Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne. motor-chain learning. hanya berbeda dalam pelakunya.Meaningful Lerning. Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan. Siswa tidak dituntut untuk mengolah.Individual Learning.

Rote learning . karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. acuh tak acuh. c. c) meaningful-discovery learning. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton. yaitu: a) meaningful-reception learning. dan d) rote-discovery learning. proposisi. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. siswa-siswa yang kurang dan lambat. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat. . dalil.Meaningful Learning. konsep. Masalah pertama. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar.Individual Learning. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama. Group Learning .b. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak. b) rotereception learning. Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas. data. Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar. Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil.

bergerak atau tidak. televisi. roman muka. Interaksi insani. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. . Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. Realia.4. kaset. peristiwa. benda. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. yaitu Interaksi insani. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas. a. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. pictorial. dan komputer. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. objek studi siswa. realita. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. ukuran. b. audio cassette. disket. benda-benda. dan rekaman suara. penampilan fisik. Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. kecepatan. simbol tertulis. simulasi. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. c. film. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. video cassette. binatang. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan. dan lain-lain. dan sebagainya yang diamati siswa. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang. dan media lainnya. dibuat di atas kertas. makhluk. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk. film. Untuk pengembangan segi-segi afektif. Pictorial. permainan. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya. sosiodrama. sikap. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. gerakgerik.

Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks. Kerucut pengalaman dari Edgar Dale . atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer. yaitu: BAGAN 6. bagan. yang disebutnya Cone of Experience. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. dan sebagainya. dan majalah-majalah. paket program belajar. Rekaman suara. grafik. tetapi tetap efektif. Dale (1969).dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. d. modul. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. Simbol tertulis. Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. buku paket. e. atau kerucut pengalaman.

Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk . strategi. dan media mengajar. diadakan suatu evaluasi. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek. Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.5. bahan ajar. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. a. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. strategi mengajar. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. penentuan sekuens bahan ajar. Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan.

daerah. Dalam norm referenced. sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. Gronlund. 1976: 18-19. (2) reporting learning progress to parents.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas. . 1976: 654). sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. 1979: 170177. Thorndike. Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif. yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. sekolah. Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa evaluasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades. dan (3) to increase retention and transfer or learning. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik. and school personnel. Dengan demikian evaluasi formatif. Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. yang lebih bersifat relatif. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. selain berfungsi menilai proses. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. (2) to aid in motivating learning. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. tidak ada suatu kriteria sebagai standar. pupils. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. and (3) improving learning and instruction. ataupun nasional. Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas. satu semester. satu tahun atau selama jenjang pendidikan. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah.

fasilitas dan biaya. bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). dan masyarakat. baik evaluasi hasil belajar. 1974: 150-151). Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan. analisis hasil pekerjaan. yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. angket dan checklist. guru. Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. afektif dan psikomotor. dan komponen populasi. maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree. yang mencakup: siszva. tim evaluasi Kanwil atau Pusat. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak-pihak lain yang berwenang atau diberi tugas. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. serta komponen evaluasi mengajar sendiri. merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. strategi dan media pengajaran. organisasi. spesialis pendidikan. studi dokumenter. Komponen apa yang disempurnakan.b. komponen mengajar mencakup subkomponen: isi. metode. seperti observasi. 6. administrator. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . seperti Kepala Sekolah dan Pengawas. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. keluarga. Sesuai dengan prinsip sistem.

desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat. the disciplines design dan the broad fields design. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. Learner centered design. atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. yaitu: 1. Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. 3. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. kemudian menuju pada yang lebih sulit. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. Problems centered design. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum. Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah. yaitu dimensi horisontal dan vertikal.sesuatu informasi umpan balik. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa. B. . Walaupun bertolak dari hal yang sama. Subject centered design. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. 2. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran.

Model desain ini telah ada sejak lama. nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu.1. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. paling tua dan paling banyak digunakan. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. praktis. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. Dalam subject centered design. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan . Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. dan disempurnakan. dilaksanakan. hal itu bertentangan dengan kenyataan. kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. Atas dasar tersebut. 3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. a. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. dievaluasi.

logika. kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. . kesejahteraan keluarga. 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat. terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. dan lain-lain. dan musik. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah. ekonomi. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. apakah mereka menyenangi atau tidak. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan. dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya. membutuhkannya atau tidak. Trivium meliputi gramatika. matematika. Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. tata buku. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). kimia. geometri. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). astronomi. sedangkan Quadrivium. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. keterampilan. yang sedang berlangsung saat sekarang. biologi. bahan dikuasai secara verbalistis. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya. dan retorika. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah.Quadrivium. Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). bahasa yang masih bersifat teoretis. satu terlepas dari yang lainnya. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai.

1. 5. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). Dalam rumpun subject centerd. Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. semuanya disebut subject. Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. 3. psikologi dengan teknik atau cara mengemudi. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. 4. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi. b. 2. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. seperti activity atau experience design. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum. Bentuk ini sudah dikenal lama. Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. Belum ada perbedaan antara matematika. Para pengembang kurikulum dari . mereka berusaha untuk memperbaikinya. areas of living design dan core design. maka penyusunannya cukup mudah. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek.

memahami konsep-konsep. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. Hanya dengan menguasai hal-hal itu. desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. Pertama. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi. Keempat. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). Dalam model . Kedua. psikologi. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. ide-ide dan prinsip-prinsip penting. c. Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. sosiologi. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru. kata mereka. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey. Pertama. Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. Ketiga. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. dan sebagainya. Kedua. Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. biologi. Kelima. Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya.

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi. 2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah-masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design. 3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design. a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. sebagai akibat dari kesulitan pertama. Pertama. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. Kelima. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya. Pertama. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda. menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. sama hainva dengan . peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain. Ketiga. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. Keempat. tidak perlu dirangsang dari luar. Dengan demikian. Ketiga. Kelima.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. desain tersebut akan mempertahankan status quo. Kedua. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalahmasalah masa kini. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. dan dapat menginternalisasi artinya. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. Kedua. desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan.

berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran. guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. (2) the correlated core. Karena pengaruh Pendidikan Progresif. dan (6) the social problems core. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. (4) the activity/experience core. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. Dalam mengintegrasikan bahan ajar.kritik terhadap learner centered design. dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. . matang. yang sifatnya terpisah-pisah. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). (5) the areas of living core. bukan spesialis. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. b. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. (3) the fused core. The separate subjects core. The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. baik. nilainilai dan keterampilan sosial. Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. Di samping memberikan pengetahuan.

Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. The fused core. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: . inflasi. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. Seperti halnya pada learner centered. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. The social problems core. The areas of living core. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. perang senjata nuklir. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. Antropologi. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. Sosiologi. kelaparan. The activity/experience core. Penyusunan kurikulum the social problems core. Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. dan sebagainya. Geografi. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. Sejarah.The correlated core. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. rasialisme. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif.

pengalaman dan penguasaan sebelumnya. Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3. terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2. perasaan (intuisisme). Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. Menu rut Joseph Royce. Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau purapura. baik secara kelompok maupun individual. pencetus konsep ini. minat. tingkat kesukaran. tepat dan seimbang. The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi . usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. The Unencapsulation design. Beckers's Humanistic Design. yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. tetapi kenyataannya karena berbagai hambatan. pengamatan (empirisme). Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. dan kepercayaan (otoritarianisme).1. yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap. Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4. percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini. seperti: kematangan. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat.

buku ini mengupas rencana pelajaran. Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. baik yang bersifat individual maupun kelompok. (1984). dan 3) Dimensi teologis. serta . teori teknologi belajar. serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu.J. permainan. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. Frederick G. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia. & Gustafson. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan. 2) Dimensi sosial dan historis. New York: Holt. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. Knirk. pendekatan sistem. A Systematic Approach to Education. Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. yaitu 1) Dimensi individu. Konsep belajar. Instructional Technology. tersebut meliputi pengajaran dan belajar. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. New York: Nichols Publishing.daripada proses. A. Buku Acuan Romiszowski. serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. serta mengelola pengajaran. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. teknologi proses. mengembangkan. Rinehart and Winston. (1986). modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. merencanakan. Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. struktur tingkah laku atau keterampilan. struktur dan sistem pengajaran individual. Kent L. mengevaluasi. C. struktur pengetahuan dan analisisnya. Sesuai dengan anak judulnya.

Salomon. Gavriel. khususnya media pendidikan.selama 10 tahun. New Jersey: Educational Technology Publications. Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. Interaction of Media. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. pemilihan dan penggunaan strategi belajar. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak . Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. Englewood Cliff. diperdalam dengan pengkajian. Menurut penulis. Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. diskusi. Drumheller. Sidney J. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. yang meliputi: tujuan instruksional. kurikulum dan pengajaran. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum. sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. Cognition and Learning. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. (1972). Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun.pengembangan dari masing-masing proses. teori dan strategi belajar-mengajar. sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . (1979). dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives.

. dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media. Proses berpikir menyangkut sistem simbol. media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan.terpisahkan dari proses berpikir. Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater.

Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. guru. mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci. walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan. Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. kemampuan. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya. maupun dalam macam-macam desain kurikulum. sosial budaya dan psikologis sekitar. tempat maupun biaya. Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses. oleh kondisi lingkungan fisik. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya. Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. Yang harus selalu . serta para pelaksana kurikulum lainnya. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. fasilitas.BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. waktu. Dengan demikian. Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan.

apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul. Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. kurikulum khususnya. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya. Beberapa program pengembangan pendidikan. Anak-anak sekolah menengah. ahli-ahli pendidikan selain guru. dosen. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan. dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa.diupayakan oleh para penyusun. bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. Ahli pendidikan. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah. dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. B. Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. Jerome S. tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran.

penilaian. menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan. dan kedua pemahaman umum (general understanding). Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. sintesis. merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. Pengertian berguna mengandung dua pengertian. serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis. Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas. Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. dengan keindahan (ornamental). baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Dengan demikian. pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. yaitu antara kegunaan (useful).dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar. sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. Penguasaan struktur dalam . Pemahaman umum. Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang. Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan. Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang. dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. Studi tentang transfer belajar. Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat.

apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. Contoh pertanyaan umum. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar. masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. umpamanya. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. . apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. Kedua. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan. mengutamakan pendidikan intelek. peranan struktur bahan. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. Keempat.penyusunan kalimat. umpamanya. Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. Pertatna. walaupun tidak mengetahui aturannya. tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar. Pendidikan yang menekankan struktur. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan. Ada beberapa pertanyaan umum. Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut. Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas. Pada masa lalu. juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat). Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. Dalam penyusunan kurikulum. Ketiga.

Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri. Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide-ide dan sikap. yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. Kedua. Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. . Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan. transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. terhadap murid biasa. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru. Kemudian. Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum. Kedua. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum. atau pekerjaanpekerjaan khusus. Pertama. Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. dan ini merupakan hal yang sangat penting. Pertama. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus.

ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan.Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta. tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya. Kedua. memberikan kesempatan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama. Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika. Anak yang sudah memahami latar belakang. mudah sekali dilupakan. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri. persamaan.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri. Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial. inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia.daan di antara ide-ide. menarik minat dan memberikan manfaat. Menemukan hubungan. Menurut beberapa hasil penelitian. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut. perbc. pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif. Agar . Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. bila is belajar fisika. tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN. tetapi sesungguhnya metodi..

bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang. Ketiga. Keempat. Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative. dan sebagainya. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer. Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. bagan. Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. prinsip tertentu. Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. model. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. Ide.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks. Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. tetapi juga untuk mengingatnya besok. C. 1. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar. kaidah.

Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut.Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah. kedua. Dua contoh pemahaman intuitif. Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain. Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. Pada articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. menggunakan prinsip penelitian. eksperimen dan analisis statistik. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar. dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif. Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit. tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. dengan sedikit pernyataan tentang proses . Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan.

Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban.pencapaiannya. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik. hipotesis dirumuskan dengan cepat. Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif. Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan. Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik. mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya. analitis dan pembuktian-pembuktian. memberikan kemungkinan pemahaman . Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. Dalam berpikir intuitif. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik. Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. apakah induktif atau deduktif. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik. terutama dengan struktur pengetahuan. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal.

dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. adalah predisposisi. mungkin juga tidak. penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis. Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel.dan pengalaman yang luas. Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti. Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif. Prosedur heuristik dengan . juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif. yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut. Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton). mengundang spontanitas. selangkah demi selangkah. Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan. Untuk selanjutnya. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma.

atau pemrosesan Iebih lanjut. visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif. Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira. Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning).menggunakan analogi. maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. simetri. tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan. Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar. 2. Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna. Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan. tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian. pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna. dengan proses pemikiran analitis. pengujian kondisi. Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. bentuk yang belum selesai. Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. Pada dimensi kedua. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). Pemikir intuitif harus jujur. sedang pada belajar bermakna siswa mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari. a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang lebih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah-masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan membuktikan sendiri•percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya. 3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini. 4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

. Makna baru tersebut mungkin mengubah. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan. Kekuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama. maupun yang menghambat lupa. melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada. Sesuatu yang terlupakan sama sekali. Mengingat dan lupa. Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. ada yang kuat sekali. Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall. mempersempit konsep yang telah ada.Suatu konsep baru dipelajari oleh individu. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition. Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan. Penguasaan dan penyimpanan. lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. baik yang memperkuat penguasaan kembali. Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama. Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. mungkin masih terletak di atas tingkat recognition. (2) mengingat dan lupa. Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. memperluas. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. Konsep-konsep baru yang kurang umum. kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition.

menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep . Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru. 6. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu. karena terjadi hubungan secara arbitrer.5. Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. Ketidakjelasan. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif. Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. Kekurangstabilan pokok. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat. Pada belajar yang bersifat menghafal. kekacauan. terputusputus dan terisolasi. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif. Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal. hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna. dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut.

c. Sebab lain. kurang kuat. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif. terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya. Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting. D. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim. kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan. Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. Penguasaan konsep-konsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting. Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening". lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada.b. dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: . terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi. Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut.

disebut juga tingkat "concrete . Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. Pengajaran merupakan suatu translation. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. Tingkat kedua. Tingkat ketiga.1. ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor. Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki konsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan. tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. dan bintang-bintang tidur seperti dia. merupakan masa anak sekolah. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak. Menurut Piaget. Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak. masa antara 7 sampai 11 tahun. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional. Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika. Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya.

kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah.operational". Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya. Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. Operasi bersifat internalisasi dan reversible. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . merupakan tingkat "formal operation". Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. Reversibility diperlukan. Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu. Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel. karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan. Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. sarjana atau para pemikir lainnya. Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya. Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya. Tingkat keempat. Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika. atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. perkalian oleh pembagian. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial. Agar anak menguasai apa yang diajarkan.

lebih kreatif. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran. kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. sebelum langkah pemecahan masalah.konkret. proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. Ketiga. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa. minimal meliputi tiga proses. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat. tetapi terbuka. Pertama. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. 2. . Kedua. transformasi. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". bahwa anak lebih spontan. Hal itu akan sia-sia saja. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya. dapat dioperasikan dengan baik. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual.

Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. penting. yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana. karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. Orang yang lebih ideal. kita manipulasi dengan beberapa cara. berisi banyak konsep. dan sebagainya. Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid. kurikulum.Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. Episode belajar dapat panjang. sebab merupakan sasaran akhir. biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran). . Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education). juga dapat pendek. tetapi merupakan spiral terbuka. episode-episode bahan pelajaran. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. atau hanya beberapa konsep saja. lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius). hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. 3. E. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. pemberian gelar juara.

sistem ujian. audio visual aid. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan. Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. Persoalannya. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. Pembangkitan motif belajar pada anak. apa yang harus diajarkan. pendidikan guru yang efektif. sistem kenaikan kelas. untuk mencapai hal tersebut. Masalahnya. Penggunaan film. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak. audio visual aid. yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif.tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. adalah kurang tepat. Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence). Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai. film. Untuk yang lebih berjangka lama. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). Pembangkitan minat belajar pada anak. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa. dan lain-lain dapat menimbulkan . Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat.

dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton.kepasifan. Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. antara yang bersifat sementara. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. jauh meninggalkan teman-temannya. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. ditentukan oleh sukses sebelumnya. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan. Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. Motif belajar pada anak umumnya campuran. Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif. Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan. . tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal. antara otonomi aktif dengan menonton. Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat. Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang).

Sesuai dengan judul bukunya. Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan. ahli kurikulum. terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat. mereka perlu memahami pemikiran guru. inquiring. Toronto. musik. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis. serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. kepala sekolah. pengawas. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak. . Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. (1985). John. mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. berbuat dan mengadakan studi sendiri. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten. F. Pendidikan seni. Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. kegiatan guru dalam kelas. Buku Acuan Hosyom. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. Inquiring Into the Teaching Process. drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. didorong untuk berpikir. tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar.tang pendidikan yang baik. berinkuiri dalam profesinya. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif. Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. kegiatan siswa serta pemikiran siswa. pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali.

konteks sosial dan teknis pengajaran. (1984). agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri. Lance E.Joice. Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. sebagai komunikator informasi. Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran. Jonas F. (1986). Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi. Publication.. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan. hukuman. New York. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. Secara garis besar ada tiga pendekatan. tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman. sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. dan ganjaran. sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat. penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa. et al. dipersiapkan dan dilatih. Bedwell. Effecitve Teaching: Preparation and Implementation. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif. and Soltis. Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar.al. yaitu pendekatan: executive. Columbia University. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa. Fenstermacher. suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. (1981). Gary D. et. modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas. Guru sebagai perencana pengajaran. Bertolak dari kenyataan itu. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. Illinois: Charles and Thomas. New York.. Flexibility in Teaching. sebagai pelaku yang efektif. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif. Approaches to Teaching. therapist dan . London: Teachers College. Bruce R. Springfield. Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran. London: Longman.

Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. . otonomi. dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan. rasional dan bermoral. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut. Dalam pendekatan eksekutif. pengembang pribadi yang utuh. pembebas pribadi siswa.liberationist. guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil.

alat. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum. pengetahuan. penilai. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. ahli bidang ilmu. pelaksana. isi. dan perbuatan pendidikan. Oleh karena itu. prinsip. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. prinsip. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. pejabat pendidikan. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. kebutuhan. pengetahuan. Di sana semua konsep. nilai-nilai. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . metode.BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. dan. Pewujudan konsep. Dialah sebenarnya perencana. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. Pertama. Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. isi. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. prinsipreigansi. maupun masyarakat. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. dan perkembangan masyarakat. keluarga. 1. nilai. pendidik.

Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. Walatipun kurikulum tersebut hams murah. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. yaitu antara tujuan. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. sederhana. Prinsip keempat adalah praktis. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. mudah dilaksanakan. SMTA. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . menggunakan alatalat sederhana dan biayanya juga murah. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. maupun personalia. Oleh karena itu. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. dan latar belakang anak. dengan kelas lainnya. proses penyampaian. kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel. dan penilaian. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan.tersebut. perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. Prinsip kedua adalah fleksibilitas. Prinsip kelima adalah efektivitas. di sini dan ditempat lain. tidak terputus-putus atau berhenti-henti. biaya. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. alat. isi. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. baik keterbatasan waktu. dan Perguruan Tinggi. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi.

Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8.penjabaran dari perencanaan pendidikan. pengalaman belajar. isi pendidikan. Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan. dan penilaian.

Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. isi. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. 6. yaitu pengetahuan. 3. 2. yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. dan penilaian. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. observasi. 3. jangka menengah. 5. Penelitian. pengalaman belajar. dan jangka pendek (tujuan khusus). 1. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. dan keterampilan. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. sikap. sikap. 4. Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka. dihimpun melalui angket. dan dari berbagai media massa. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. Survai tentang manpower.2. 2. Isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. Ketiga ranah belajar. dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. wawancara. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. Untuk hal tersebut diperlukan .

Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2. pembiayaannya. hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat. 1. siapa yang membuat. Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4. afektif dan psikomotor? 5. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. waktu pembuatan? . Kalau ada alat yang harus dibuat. Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3. Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1.

Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1.3. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. yaitu: administrator pendidikan. paket belajar. Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi. ahli kurikulum. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. dalam ranahranah kognitif. . ahli pendidikan. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3. Hubungkan dengan bahan pelajaran. usia. afektif. Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media. Bagaimana kelas. dan lain-lain? 4. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum. apakah dalam bentuk modul. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran. dan psikomotor. Tuliskan butir-butir test. 2. Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B.

kepala kantor wilayah. pusat pengembangan kurikulum. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. 1. la merupakan figur kunci di sekolah. guru. . kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah. memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru di kelas. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat. Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. guru-guru.ahli bidang ilmu pengetahuan. dan orang tua. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator.

tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah. model pembelajaran. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. sebab apa yany. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah. model pengelolaan. Oleh karena itu. pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat.2. baik ahli pendidikan. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. pemilihan sistem dan model kurikulum. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal. ahli kurikulum. maupun model evaluasinya. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut. lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. . Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. model media. perkembangan tuntutan masyarakat. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. model desain. baik model konsep.

Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya. pengembang alat-alat belajar. Dialah yang mengolah. sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. nilai-nilai utama masyarakat. tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. Dia adalah perencana. penyusunan organisasi. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan. . pencoba. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. pendorong kegiatan belajar.3. Berkat keahlian. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum. ia juga seorang komunikator. pelaksana. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. manajer sistem pengajaran. Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar muridmurid dalam kelas. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas.

minat yang penuh. Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi.4. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. laporan sekolah. Kedua. C. pertemuan orang tua-guru. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah. dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi . terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. usaha yang sungguh-sungguh. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. 1. lokakarya. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. dan sebagainya. pameran sekolah. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi. seminar. Pertama.

Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. 2. . pedagang atau pegawai. baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. STKIP) melalui berbagai program. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. D3 dan Sl. masyarakat kota atau desa. Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran. Penguasaan ilmu. terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP. FKIP. dan sebagainya. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. yaitu program D2. petani. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat.Keguruan (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan).

dan sebagainya A. dan moral. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh. estetika. sosial. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis. kepala sekolah. bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi. (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. politik. baik nilai moral. juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal. ekonomi. etis. fisik. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi.. guruguru dari setiap jenjang pendidikan. kelompok sosial. keagamaan.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda.3. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak.iiis. (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. . Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar". chr. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. TK sampai rektor universitas. (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. menghilangkan duplikasi. kelompok intelek. kelompok vokasional. (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. etika. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. D. budaya maupun nilai politis. Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah. merevisi metode serta isi pengajaran.

Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. Hambatan pertama terletak pada guru. baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator. E. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Hal itu disebabkan beberapa hal. Untuk pengembangan kurikulum. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode. Kedua kekurangsesuaian pendapat. Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan.Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. Keberhasilan pendidikan. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. Pertama kurang waktu. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang . Hambatan lain datang dari masyarakat. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku. Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum.

ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. yaitu: the administrative (line staff) model. . Dengan wewenang administrasinya. teknologis dan rekonstruksi sosial. the demonstration model. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran. Roger's interpersonal relations model. the systematic action research model dan emerging technical model. Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. the grass roots model. pejabat di bawahnya. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. para ahli pendidikan. guru-guru bidang studi yang senior. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. Taba's inverted model. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. landasan-landasan. ahli kurikulum. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. kebijaksanaan. 1.digunakan. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. ahli disiplin ilmu. Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. Beauchamp's system. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. administrator pendidikan (apakah dirjen. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional. Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama.

The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. yaitu guru-guru atau sekolah. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten. Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. satu atau . Model pengembangan kurikulum yang pertama. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. tidak selalu segera berjalan. 2. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. bukan datang dari atas tetapi dari bawah. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. Pengembangan kurikulum dari atas. Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. dan dinilai telah cukup baik. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru.Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum. sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. Karena sifatnya yang datang dari atas. terutama guru-guru. maupun sekolah. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring. prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. daerah.

their involvement will be most nearly assured. and Shores 1957: 429). 3. in selecting. fasilitas. Stanley dan Shores (1957: 429). Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. 2. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. and in judging and evaluating the rusults. goals. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. Apabila kondisinya telah memungkinkan. defining. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. akan lebih baik. Stanley. 3. and solving the problems to be encountered. 1. 4.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. . mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. As people meet in face-to-face groups. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles. If teachers share in shaping the goals to be attained. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. baik dilihat dari kemampuan guru-guru. memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. pengembangan kurikulum model grass roots. Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. biaya maupun bahan-bahan kepustakaan. and plans (Smith. pelaksana. atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith.

(3) para profesional dalam sistem pendidikan. kecamatan. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. para pejabat pemerintah. para penulis dan penerbit buku. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. apakah peranan mereka?. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. dan pengusaha serta industriawan. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena. Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. kabupaten.Pertama. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. (2) Bila ya. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. propinsi ataupun seluruh negara. politikus. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. (1) . serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. apakah suatu sekolah. menetapkan personalia. yaitu. memilih isi dan pengalaman belajar. Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus. serta kegiatan evaluasi. Kedua. tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek.

Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. implementasi kurikulum. Keempat. Stanley. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. datang dari bawah. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah. pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots. (3) evaluasi hasil belajar siswa. baik kesiapan guruguru. Pertama. Model ini umumnya berskala kecil. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. Langkah ini minimal mencakup empat hal. Menurut Smith. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. siswa. serta prinsip-prinsip melaksanakannya. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. (2) evaluasi desain kurikulum. di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. bahan maupun biaya. Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum.Membentuk tim pengembang kurikulum. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. fasilitas. 4. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum.

Keempat. . Kelemahan model ini. pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada.guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan-enggan.pendidikan sebagainya. direktorat pendidikan. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. 5. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus. kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme. Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. Pertama. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku. yang berwewenang seperti. dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. kurang bersifat formal. Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. adalah bagi guru. pusat pengembangan kurikulum. Kedua. Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. Ketiga. dan Bentuk yang kedua. 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh.

mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya. mengadakan revisi dan konsolidasi. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. Pertama. sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. 3) Memilih isi. data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. 7) Mengevaluasi. 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya. yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . 1) Mendiagnosis kebutuhan. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif. Hal itu dilakukan. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. serta menghimpun data bagi penyempurnaan. Langkah ketiga. menguji unit eksperimen. 4) Mengorganisasi isi. 5) Memilih pengalaman belajar.Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi. Langkah kedua. Langkah keempat. Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. 1962: 347-379). Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen. Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi. Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik.

pemilihan target dari sistem pendidikan. Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. Langkah kelima. yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas. tidak formal. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya. developing. . 6. fasilitas. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri. Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut. alat dan bahan juga biaya. Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. Pertama. Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. implementasi dan diseminasi. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi. baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut.yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks. changing). mereka hanyalah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers.

He communicates more clearly and realistically to superiors. 5. tetapi dapat juga kurang dari satu minggu. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar. 3. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. rather than insisting on conformity. He feels freer to express both positive and negative feelings in class. He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content. pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. He is more able to listen to students. He accepts innovative. 5. . Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. 1967:724). torublesome ideas from students. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. Langkah ketiga. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik. 4. He works through these feelings toward a realistic solutin. He is more person oriented and democratic. 2. 6. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. 2. 4. 3. peers. He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. 1967:722). He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. 7. Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. He has less need to protect bureaucratic rules. dengan beberapa tambahan. He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner.1. 1.

kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment. is tidak mementingkan formalitas. 7. Rogers juga menyarankan. tokoh masyarakat.1(liiiiii istr. He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and . mempunyai . struktur sistem sekolah. 1967:725). Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. para orang tua. dan dengan guru. litho fallibly human beings. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial. Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok. Langkah keempat. Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. dengan anak. encounter group dan Training Group (T Group). data. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. 6.um•. partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok. He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua. dan lain-lain. pengusaha.3. Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis. 4. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. rancangan tertulis. siswa guru. He discovers that he is responsible for his own learning 5. serta wibawa dari pengetahuan profesional. dan sebagainya. guru. sekolah dan organisasi masyarakat. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. siswa. Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya.

Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. 8. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat. Langkah pertama. ketiga. serta tindakan pertama yang hams diambil. dan mengidentifikasi faktor-faktor. Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. Langkah. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. Kedua. The Behavioral Analysis Model. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana yang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. bagaimana anak belajar. (3) The computer based model. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. The system analysis model. mengadakan kajian secara saksama tentang masalahmasalah kurikulum. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran.pandangan tentang bagaimana pendidikan. mengidentifikasi tahap- .

Inc. metode kasus). Boston: Allyn and Bacon. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum. Hass. Boston: Allyn and Bacon. guru dan calon guru untuk memahami. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. sosiometri. Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. The Computer-Based Model. Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan. F. Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. ceramah). simulasi. A New Approach. Langkah keempat. (1982). Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan. debat. Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer. kelompok besar (seminar. sosiodrama. metode yang bersifat afektif (role playing. permainan. Buku Acuan Hoover. Glen. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh. tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. diskusi. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. The Professional Teacher's I landboolt. Curriculum Planning. Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil.tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. (1980). 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin. Karena . Kenneth I I. suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer.

buku ini boleh dikatakan komprehensif. Keseluruhan isi buku ini. sehingga membentuk satu handbook yang lengkap. sekolah dasar. dan kriteria kurikulum. perencana dan pengembang kurikulum. dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. tersusun secara sistematis. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. pengetahuan. . belajar. perkembangan individu. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih. pendidikan tinggi dan orang dewasa.ditulis oleh begitu banyak orang. faktor-faktor sosial. sekolah menengah. maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum.

Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. 3. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. Pihak yang memandang ada hubungan. 2. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. secara berangsur. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. memilih bahan pelajaran. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah. tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru. Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran.

kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Konsep R. tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas.A. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu.A.R. Juga terjadi sebaliknya. demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya. Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. yaitu meliputi: . dan lain-lain. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. fasilitas dan sumber-sumber belajar. Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas. Becher. kemampuan dan unjuk kerja guru. yang menekankan pada What ought to be. hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum. Sebagai contoh. kemampuan dan kemajuan siswa. sarana. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya.

Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright. it scope. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. the capacities of the students. bersifat menyeluruh dan terus-menerus. agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. 1962: 310). diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. 1976: 364). orientation to goals. diagnostic worth and validity and integration (Doll. punya tujuan atau sasaran yang jelas. Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. the quality of personnel in charger of it. 1966: 303). berfungsi diagnostik dan terintegrasi. yaitu acknowledge presence of values and valuing. Tes standar tersebut ada . Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. Doll (1976). yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. 1976: 362-363).Objective. Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian. Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. comprehensiveness. Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya. continuity. the equipment and materials and so son (Taba. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. One dimension is that of quantity. the degree to which objectives are implemented. mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. the relative importance of various subject.

tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. scholastic aptitude test. Strategi pengembangan yang menekankan isi. sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. (Writht. Penekanan kepada isi kurikulum. B. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum. diagnostic test. Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan. dan lain-lain. karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. temperament and adjustment inventories. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. Pertama. Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. . Kedua. Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. Ketiga. survey test. yang lain pada inovasi. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam. prognostic aptitude test. interest inventories. nominating techniques. 1966: 306). dan lain-lain.teori tentang kurikulum. karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya. special aptitude test. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. pada dasar-dasar filosofis. interviews. and annecdotal records.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement.

Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. sesuatu yang baru atau diperbaharui. mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). pegunungan dan sebagainya. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. bersifat khusus. Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik. Penekanan pada situasi pendidikan. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Ini merupakan engineering approach. kurikulum kelompok masyarakat nelayan.Apapun titik tolaknya. Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya. dibandingkan dengan . seperti kurikulum pedesaan. memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi. Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. sesuatu yang akan diwariskan. pegunungan dan sebagainya. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). kurikulum daerah pesisir. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. bersifat khusus. seperti kurikulum pedesaan. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. Penekanan pada situasi pendidikan. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. kurikulum daerah pesisir. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak.

Siswa mempunyai kesempatan. pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget. lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. Penekanan pada organisasi. peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar. dan didorong untuk berinovasi. Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram.kurikulum yang menekankan isi. adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. Secara teoretis.organisasi. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya. pengajaran modul. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat. Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang . Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. menyatakan kreativitasnya. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. alam setempat. mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit. Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit.

Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. Lebih jauh. memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada. maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. sintesis. berlaku dalam lingkungan yang cukup luas.peranan utama. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda. Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur. Konsep kurikulum yang menekankan isi. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). tesnya akan lebih banyak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. dan konsep organisasi memberi perhatian . C. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. berbeda dengan yang menekankan situasi. tetapi seperti telah diutarakan di muka. isi kurikulum tidak spesifik. memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. biologi dan social. dan evaluasi). Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa. kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free. Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan. dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. kurikulum yang menekankan pada organisasi. menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah.

Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal. Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. individual. Kurikulum yang menekankan situasi. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient). Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi. Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. para administrator. Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil-hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang . dan khan. dan para siswa. yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru. tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya.besar pada struktur dan sekuens belajar. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek. CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia. membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama. Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). Kurikulum yang menekankan organisasi.

tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi. Pada kurikulum yang menekankan organisasi. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi. Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi. Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. dengan kriteria yang khusus pula. dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. tugas evaluasi lebih sulit lagi. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif. tetapi terdapat banyak tujuan. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga. yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih. Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek. Teori kurikulum dan teori evaluasi. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur. dan sukar menyusun alat evaluasinya.

evaluasi dan penentuan keputusan. Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. evaluasi.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. dan konsensus nilai. Evaluasi sebagai moral judgement. evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum. . Kedua. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial. struktur serta interest sendiri.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. D. yaitu : evaluasi sebagai moral judgement. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum. berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial. Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap. evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul. sejarah. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal. Hal ini mengandung dua pengertian. Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu. (4) 1(. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. juga di negara-negara lain.

obtaining and providing useful information for delinating. Nilai-nilai . memberikan perumusan tentang tugas evaluator. Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. Hal itu tidak benar. pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan. mengalami perkembangan pula. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. Dalam kegiatan yang kedua. Oleh karena itu. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama. pengumpulan data. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi. Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan. Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan.Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai. minimal meliputi dua kegiatan. dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai. or bad. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. Stake (1976). Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai. Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik. Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai.

Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. atau dari subjek yang dinilai. yaitu: guru. Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid. Evaluasi dan penentuan keputusan. sesuai dengan posisinya. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid. dan sebagainya. orang tua. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah. dapat timbul ketegangan atau konflik. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. kepala sekolah. pengembang kurikulum. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya. apakah hasil evaluasi .tersebut baik dilihat dari evaluasi. dan sebagainya. dan sebagainya berbeda-beda. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid. para sponsor. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak. Masalah yang timbul adalah. para inspektur. murid.rid. Jadi. Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. inspektur. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS. pengembang kurikulum. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu.

pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. Evaluasi dan konsensus nilai. murid. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian. Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. ahli ekonomi. Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). guru. . Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. penerbit. Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting. Mereka mempunyai sudut pandangan. yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus. administrator. ahli politik. tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain. dan sebagainya. Model di atas mendapatkan beberapa kritik. pengembang kurikulum. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen. arsitek. dan seterusnya. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai. tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin.tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. Sudah tentu jawabannya belum tentu. penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan. kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri.

Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu. Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama. Dengan adanya ujianujian tersebut. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. Westminster Shorter . Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism). Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik.Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan. selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta. Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar. Karena model ini mempunyai beberapa keberatan. sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda. dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung. Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku-buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation. E. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya.

Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. yaitu menilai tentang keadaan murid. tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. dan demokratik. Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. guru. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi. penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain. Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya. Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial. Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik. keseragaman sekolah. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). yaitu evaluasi birokratik. otokratik. Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan. . is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. Barry Mc Donald (1975). Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan. Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. fasilitas sekolah. Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu. pembiayaan sekolah. Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation. kurikulum.

Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. and accessibility). Evaluasi demokratik. Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan. Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri. musyawarah. Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya. merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. negosiasi. dan efisiensi (efficiency). merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian. dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service). Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh. tentang program-program pendidikan. penggunaan (utility).Evaluasi birokratik. Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. kedudukan . Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya. Evaluasi otokratik. Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan. Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). dan ketercapaian sasaran (confidentiality. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan. Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik.

Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah. serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah. Eksperimen lapangan dalam pendidikan. bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. anak dapat disamakan dengan benih. meliputi sejumlah prosedur. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif.evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal. meliputi banyak kegiatan. Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset. 1. yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. Beberapa macam benih ditanam pada petak-petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama. sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. F. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. . suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. memiliki banyak segi.

kurikulum . adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. Kedua. variabel yang terkontrol. ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. treatment. 2. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. Keempat. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal. hipotesis. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. Kedua. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment. Ketiga. tes hasil belajar dan sebagainya. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. kesulitan administratif. Pertama. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur.Comparative approach dalam evaluasi. masalah teknis dan logis. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Besarnya sampel. pengaruh guru. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. Pertama dalam model objektif.guru tersebut sukar dikontrol.

tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg. 2. application. comprehension. analysis. Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). 4. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral.tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction). Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. Pada tahun 1950-an Benyamin S. 1. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif. Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes. Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain). dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. yaitu knowledge. Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. 3. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. synthesis dan evaluation. kedua kelompok tersebut hams ekuivalen. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori.

1. 6. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah. Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. tingkattingkat dan unit-unit. Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. Prosedur pengelolaan kelas. Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar. 2. dan 7. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. Pedoman perosedur penulisan. Untuk mengikuti program pendidikan. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. Kegiatan guru dalam kelas. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test. 5. Suatu prosedur program testing. Materi dan alat-alat pengajaran. 3. Kegiatan murid dalam kelas. 3. siswa hams mengambil dulu tes penempatan. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi. 4. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960. .

CEMREL. meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. dapat disiapkan tes tambahan. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. 4. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. 2. seperti model EPIC. maka mulailah pekerjaan komputer. Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas. Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum). zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. . kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel.Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum. 3. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. 5. dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. tujuan maupun situasi (Situation based curriculum). Pelaksanaan program. dan model CDPP. Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza.

yang meliputi organization.Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada. (1984). testing nasional. Evaluating the Curriculum in the Eighties. adminsitrator. Buku Acuan Skillback. London: Houder and Stoughton. affective dan psychomotor. Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. 1976: 374). dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. hasil evaluasi kelembagaan. facilities and cost. riset lapangan. Malcolm (ed). Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive.bangan baru di Inggris pada dekade 80-an. tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum. BAGAN 9. teacher. Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan . educational spesialist. Evaluasi model EPIC G. family and community (Doll. Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. method. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. content.

ing. Illinois: F. secara konseptual. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. . ahli pendidikan. Daniel L et al. Itasca. Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum. Educational Evaluation. (1971). ahli evaluasi kurikulum. komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam. Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan. Stufflebeam. Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. dan ahli adrninistrasi pendidikan.pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. and Decision Mak.E. Inc. Peacock Publishers. Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya. Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum.

jika hilang salah satu komponen. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. Memiliki kode etik. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. peserta didik. 4. 6. 10. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya. Sebagai pendidik profesional. Mendidik adalah pekerjaan profesional. yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. . 9. hilang pulalah hakikat pendidikan.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. 7. Pendidik. 8. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. 3. tetapi tidak dapat digantilcan. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. 5. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. yaitu: 1. Ketiganya membentuk suatu triangle. dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional.

beliefs. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. The points are proposed.Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. not as a rating scale. atau setiap orang bisa mendidik. administering. showing how. Initiating. Making curriculum materials. reporting.tions of teaching: 1. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas-tugas pendidikan formal. 6. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru.profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. Pada sisi lain. Evaluating. 12. Louis E. Explaining. Organizing and arranging classroom. Diagnosing learning problems. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func. Sebab sebagai suatu profesi terbuka.tugas pendidikan. 4. Enriching community activities. 10. Participating in professional and civic life. Memang hal itu sukar dihindari. 11. Clarifying attitudes. 7. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. 3. directing. Participating in school activities. Raths (1964). 8. 2. 9. Giving security. problems. recording. 5. Unifying the group. informing. .

Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. Pengelolaan kelas. 3. Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya. yang mencakup: a. 6. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Kemampuan sosial. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. Penguasaan proses kependidikan. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. 2. c. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. 9. yaitu: 1.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan. Pemahaman. 5.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. . yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar. c. 10. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. Penilaian prestasi siswa. b. yaitu: 1. b. 7. 2. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar.muannya. 8. Kemampuan personal yang mencakup: a. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan. 3. keguruan dan pembelajaran siswa. Pengelolaan program belajar-mengajar. Kemampuan profesional. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. penghayatan. Penguasaan materi pelajaran. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. 4.

dan penguasaan bidang studi. Dua kemampuan terakhir dari Rath. tetapi dengan kegiatan yang lebih luas. Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. bangsa. idealisme dalam pendidikan. dan sebagainya. dan kemanusiaan. Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi. hubungan sosial. bahkan setiap orang. atau generasi penerus yang lebih andal. yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. terhadap para siswanya. dan sebagainya. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi. untuk mencerdaskan bangsa. padahal cukup penting. maupun dari kehidupan masyarakat. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. menghidupkan . juga penguasaan kemampuan sosial. tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional). maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya. bekerja secara mekanistis dan formalitas. Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. karyawan. ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik. terhadap pekerjaan pendidikan. belum dirinci lebih jauh. seperti kepemimpinan. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. dan komunikasi dengan orang lain. untuk melahirkan generasi pembangunan.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me.ngajar.situasi tersebut. bagi pendidikan. Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya. sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. baik yang berasal dari disiplin ilmu.

Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official).kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru. Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Dalam konsep pendidikan klasik. tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu. B. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif. Tanpa idealisme dan rasa cinta. pendorong dan pembimbing.1 . Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum. mungkin mencampurkan dua. sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi. Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya. Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas. Model. guru lebih berperan sebagai pengarah. seperti pada Bagan 10. Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum. guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. Dengan demikian. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru. jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh. sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan. tiga bahkan mungkin keempat-empatnya. Dalam praktik pendidikan di sekolah. kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak. guru adalah pelatih kemampuan. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual). yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas.

karena kondisinya mendukung. Jadi. dan melaksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat. karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. pembimbing. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat. dan sebagainya. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah.BAGAN 10. di samping kendala-kendala tertentu pula. Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang-bidang lain. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan. pendorong. pendorong. Tepat tidaknya. konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. tidak ada yang berlaku umum. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. dalam waktu dan kondisi tertentu pula. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. fasilitator. Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya.1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. efektif tidaknya perlakuan . Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru. Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya. pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. pembimbing dipandang model baru. yaitu siswa. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan.

mengerti. Antara siswa dan guru perlu terjalin kerja sama yang baik dalam belajar. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi. dan menghormati gurunya. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. guru harus memberikan kesempatan. Jadi. menyenangi. akan meningkatkan hasil belajar mereka. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. antara guru dan administrator. diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa. antara guru dan orang tua siswa. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. bersikap menerima. Untuk mencapai kedua tujuan di atas. dengan cara itu. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. dan membantu. melakukan penalaran. Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. Guru perlu menyenangi siswanya. tetapi dengan tugas yang berbeda. Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. berpikir. Sebaliknya siswa juga harus menerima. Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa. dan menciptakan suasana kelas yang bebas. guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa. Minat dan pemahaman. Di samping itu.

kemampuannya. disesuaikan dengan kondisi siswa. Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik. keunggulan dan kekurangannya. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. "pendekatan multi metode-multi media". Di sekolah. PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal. karakteristik dan problem-problem sendiri. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif. harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah. disesuaikan dengan kondisi tersebut. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa. yang berbeda dengan individu lainnya. Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal. Kedua. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. tetapi karena alasan-alasan tertentu. Dengan . Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul. tetapi dengan tugas yang berbeda. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. kecepatan belajar. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya. ada tiga langkah yang harus ditempuh. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. Pertama. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua. kemampuan. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual.

Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya. dan penilaian. Sekolah Menengah Umum.ing dan pengayaan. Pemilihan . pengawasan. dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam. Kurikulum untuk Sekolah Dasar. atau jenjang/jenis sekolah. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. antara me.menggunakan metode dan media yang bervariasi. akan mengoptimalkan perkembangan siswa. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. bantuan. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan. daerah. pengarahan dan bimbingan dari guru. menyajikan. perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani. karena sering terjadi pergantian kegiatan. serta memberikan standar . dan sentral. desentralisasi. Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat. kegiatan pembimbingan. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi. mengolah. Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa. Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi. C. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima. Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya. Ketiga. antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media.desentral. atau di luar kegiatan pembelajaran. Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.

dan fasilitas. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak. dimonitor dan dievaluasi. prosedur dan alat penilaian serta standar .bangan intelek. wilayah negara Indonesia luas sekali.penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah. waktu. Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi. Keem pat. ketidakadilan dalam menilai hasil. alam dan sosial budayanya. Sekolah yang lain kondisinya sangat memprihatinkan. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. juga model ini mudah dikelola. Kedua. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Pertama.beda. Kedua. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. karena memililci personalia. sukar sekali. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda. Dalam kurikulum yang seragam. fasilitas yang memadai. karena segalanya masih berada pada tingkat darurat. Pertama. dan manajemen yang mapan. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas. serta lebih hemat dilihat dari segi biaya. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. ada daerah tertutup ada yang terbuka. Ketiga. perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan.

kemampuan dan fasilitas sekolah. ketidakjujuran dalam penilaian. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro. Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam. atau meliputi seluruh wilayah.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din. Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro. meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. dan sebagainya. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. Ketiga. Terlepas dari pro dan kontra. Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan. atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem. yaitu tahap perancangan. sosial budaya.2 Bagan 10. Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum. kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya. pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum.penilaian. atau kurikulum tertulis. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak. atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. tingkat intelek.

guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan. semesteran. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. yang terdiri atas para ahli. kecakapan. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. kesungguhan.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar. menyusun dan melaksanakan evaluasi. disebut satuan pelajaran. dan ketekunan guru. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. Kurikulurn untuk saw tahun. bahan pelajaran. catur wulanan. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. catur wulanan.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. minat dan tahap perkembangan anak. satu catur wulan. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. Guru menyusun kuriku. memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas. semesteran. Penyusunan kuri. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa.1. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. menciptakan situasi . Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus. Guru hendaknya mampu memilih. satu semester. dan evaluasi. metode dan media pembelajaran. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. Program tahunan.

perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik. Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di •samping juga kekurangan. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. bentuk ini kurang tepat. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. finansial maupun manajerial. Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing. sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. memberikan pengarahan dan bimbingan. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. tetapi kurikulum ini cukup realistis.kompetitif dan kooperatif. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. . guru) untuk mengembangkan din. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya. 2. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa. Kelebihan-kelebihannya. baik kemampuan profesional. kebutuhan. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini. untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. (3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya.

Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi. Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum. dasar keguruan. peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum. Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. Dalam kegiatan seperti itu.desentralisasi. institut. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman. atau satuan pelajaran. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum.kan. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. Tiap universitas. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. Guru-guru turut berpartisipasi. Sebagai contoh. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar. mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang. . ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan. yaitu bentuk sentraldesentral. tetapi peren. penyusun. pemikir.cana. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam. satu berbeda dengan yang lainnya.

Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru . Masalah pertama kuantitas pendidikan. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. Kecuali di sekolah dasar. gedung. pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid. Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan. clan perguruan tinggi. Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak. Tanpa kelas. gedung dan peralatan sekolah. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik. juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana. Pendidikan Guru 1.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. SLA. dan tenaga kependidikan lainnya. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan. Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar. Di samping itu.D. Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. peralatan sekolah dan peralatan belajar. berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran. guru. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan.

sedangkan pelatihan dalam jabatan. maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). minimal satu bidang spesialisasi. Ketiga. Kedua. program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. serta penilaian atas hasil kerja mereka. SLP. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. yang lain perlu pembinaan lagi. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD. Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi. dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. kecakapan. pengamatan praktik secara langsung dan melalui video. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. Keempat. seperti: tes tertulis. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. Pertama. lisan. adalah karena faktor guru. Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. 2. tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. yaitu pendidikan umum. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi. SLA maupun perguruan tinggi. salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi.

perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif. yang akan menjadi acuan. pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. Perencanaan program 1. yaitu: perencanaan. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru. personalia. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. 5. berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. Rencana program bersifat menyeluruh. para guru dan pelaksana pendidikan. Implementasi program 1. .gotaan dalam profesi guru. baik dalam pengembangan. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif.ram. Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah. dan isi program serta keang. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. 2. b. Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy). 4. penguasaan pengetahuan. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum. a. Prosedur penerimaan siswa. 4. 2. Kelima. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog. 3. Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru. bidang studi dan profesi kurikulum. irnplementasi. standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan.dengan baik. 3.

lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam . Dosen. 2. c. Dosen program. 3. pemecahan masalah dan kreativitas. 4. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru. 6. ras. agama. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. Bahan pelajaran 1. Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang.5. d. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya. dan sosial ekonomi. Isi program 1. Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya. 2. 5. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. 7. Personalia program 1. 2. bahasa. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis.

6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas. Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan. 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas. pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan. . atau penerapannya secara berangsur-angsur. 12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan. walaupun untuk butir. 10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan. e. bukan cetak dan alat-alat teknologi. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok.2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru. 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak-anak yang berkelainan. fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi.

ten. Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau . Adanya perbedaan pandangan yang jauh. Pertarna. Kedua. Sudah siap dan akan siapkah para dosen dan guruguru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif. Ketiga. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian.tang program dan standar program pendidikan guru. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru. apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu. tetapi juga bisa banyak. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai. harus: Keempat.Idnkan para siswa calon guru. menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru. Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. belajar berlatih dan berbuat banyak. membutuhkan beberapa hal. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program. Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya.

 Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. Kompetensi (pengetahuan. dan minilai situasi atau perilaku.  Dapat dikenal secara umum. b. karena dipandangnya lebih luas. Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama.  Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum. . Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK. Penilaian kompetensi siswa:  Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE). Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence. 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a.  juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis. menginterpretasikan. c. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:  Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru. Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan. Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik.  Harus objektif.

d. dari guru atau dari dirinya sendiri. dan perbaikan) kemampuan ditujukan tertentu. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. menguasai kemampuan- Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. siswa pasca-penilaian. Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. maju sesuai dengan iramanya sendiri. 2. dengan unsur-unsur (tujuan. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh. e. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. prasyarat. Pelaksanaan pengajaran bersifat modular. c. pra-penilaian. Di samping dua komponen PGBK di atas. . Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. personal dan independen. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Pengajaran bersifat individual dan personal. e. d. kegiatan membantu pembelajaran. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu. 3. f. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. b. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman.

Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier. 2. Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. ia pula yang mencobanya. 3. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. 5. Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep. Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. 4. c. b. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. harus mampu mendiagnosis. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran. Program pengajaran berpusat pada lapangan. Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya. Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. d. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob. . Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas. serta menilai hasil dan pelaksanaannya.a. g. keterampilan pengetahuan. e. Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata. Dalam keputusan is ambit secara rasional. f.lem pengajaran.penelitian.

dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. 9. 6. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. 15. Dewasa ini penyiapan . Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. Mendiagnosis kebutuhan emosional. FKIP. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran. jasmaniah. FKIP. intelektual siswa. Bekerja efektif dalam kelompok profesional. 3. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru. 14. yaitu: IKIP. Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. sosial. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. 12. 10. emosi. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial. 13. Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. 11. 4. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. 8. Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. IKIP. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. 7. STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar. jasmani dan intelek siswa.Menurut Robert Houston dan Howard L. Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. 2. Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. 4.

Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. Program non-gelar disebut juga program Diploma. Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP. rentang studi 4-6 semester. Diploma 3 paket kurikulum 6 semester. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor). tetapi dasar. perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja. Selama ini . ada tiga jenjang program gelar. Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik. FKIP. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru. yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester. dan rentang studi 2-4 semester. jurusan. dalam berbagai bidang keahlian/program studi. yaitu IKIP. dan STKIP. Di. berada langsung di bawah Mendikbud. belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3.ter di atas SMTA. tujuan dan misinya sama.ploma II paket kurikulum 4 semester. FKIP. STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan.gelar pada keahlian profesional. FKIP. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi. LPTK (IKIP. dan program studi. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). mempunyai jumlah fakultas. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester. program gelar clan non-gelar. FKIP. terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. sedang non. jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. dan STKIP. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri.

Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. pendidikan luar sekolah. tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan. Akta I setelah memiliki 20 SKS. kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi. yaitu program Akta. harus mengambilnya secara terpisah. Akta II setelah memiliki 60 SKS. Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. teknologi pendidikan. bahasa dan sastra. kelompok pendidikan ilmu sosial. dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. STLP maupun SLTA. Prinsip penting .masing beban studinya 20 SKS. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. teknik dan kejuruan. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. Selain kedua program di atas. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak. masing. serta olah raga dan kesehatan. ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK. yaitu guru dan non-guru. Akta III setelah memiliki 90 SKS. Untuk tenaga guru SLTP. baik bidang studi maupun kependidikan. hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. dan pendidikan luar biasa. Ada lima jenjang program Akta. Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). bidang bimbingan dan konseling. matematika dan ilmu pengetahuan alam. administrasi pendidikan. baik untuk jenjang Sekolah Dasar.program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III. Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar.

tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif. proses belajar-mengajar dan bidang studi. dasar kependidikan 12 SKS. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya. (1980). maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. Pertama. Kedua. E. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum. °rang tua serta warga masyarakat lainnya. et a!. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi. proses belajar-mengajar 18 SKS. Donald R. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan. New Jersey: Prentice Hall Inc. Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. masalah afiliation. Teaching is Tough. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS. dan bidang studi 100-116 sks.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK adalah tekanannya pada pengembangan kemampuan. yaitu membina dan mengawasi . Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. Englewood Cliff. khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. control. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan. Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. Buku Acuan Cruickshank. dasar kependidikan. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan.

Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru. Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson. Carl D. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga . Emmer. Buku ini menguraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah. Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya. Edmund T. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs. Masalah keempat adalah. hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. Reality model dari William Glasser. Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah. (1980). and Glickman. terutama masalah siswa dalam kelas. Ketiga. tetapi banyak cara. Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya. Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat. Englewood cliffs. Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. Kelima adalah time. Solving Discipline Problems. tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas. membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya. Penulis menegaskan bahwa. Classroom Management for Secondary Teachers. yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka. Charles H. Behavior Modification model.tion. New Jersey: Prentice Hall Inc. Boston: Allyn & Bacon Inc. (1984). parent relation and home condi. student success. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. et al. Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. Wolfgang.

kepala sekolah. memberikan ganjaran dan hukuman. dengan guru lain. oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru. Schwebel. The Studnet Teacher's Handbook. pengawas dan orang tua siswa. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. bagaimana menyusun persiapan mengajar. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran. mengelola kegiatan siswa. dilakukan sebelum tahun ajaran. memelihara perilaku siswa. bagaimana memecahkan masalah siswa. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. (1979). mengelola kelompok-kelompok khusus. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. . et al. New York: Barners & Nobles Books. kepala sekolah. Andrew I. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. pelaksanaan pengelolaan. serta pemeliharaan prosedur pengelolaan. serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. Sesuai dengan judulnya. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. Bagaimana kurikulum. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis.langkah: perencanaan. berdiri sendiri. mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar. memilih peraturan dan prosedur pengelolaan. Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan.

Beanne. & Alessi. (1995). Ditjen Dikti Depdikbud. (1992).M. (1984). Conny R. Trends in Instructional Technology. Alexandria. Morris L. (Ed). (Ed). Davies. Psychological Foundation of Education. Beeby. (1986). Bigge. & Toepfer. Teknologi dan Perkembangan. Illinois: The KAGG Press. 1984. Regional Office for Education in Asia and Pacific. C. (1975). D & Ginnis. Wilmette. Jr. Jakarta: Yayasan Idayu. (1983). Jakarta: LP3ES. Jakarta: Balai Pustaka. Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information.A. (1980). Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan. (1987). Newton.F. Great Britain: Simon and Schuster Education. P. (Ed). Curriculum Planning and Development. John H. Curriculum Inquiry. New York: The Viking Press. Iskandar (1980). Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah. Inc. Apeid. Brown. Brown. Semiawan & T.J.A. (1975). James W. Brandes. New York: McGraw Hill Books. George A. Cornnelly. Toward A Coherent Curriculum. The Live Classroom. (1981). Virginia: ASCD. Oxford. Bangkok: Unesco. Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. Ivor K. S. F. Chambers. Maurice P. Co. (1993). The Student Centred School. C. (1992). Massachussetts: Alyn and Bacon. (1981). New York: Harper & Row Pub. . The Achievement of Education. J. George I. Raka Joni. J. Anwar Jasin. UK: Blackwell Publisher. Curriculum Theory.E. Beauchamp.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana. New York: Harper & Row Pub. & Hunt. Instructional Techniques. Beanne.

Columbia University.J. Hass. Dull. Habibie. California: Lear Siegler Inc. Jakarta: Armas Duta Jaya. Curriculum Improvement. (1980). Readings in Curriculum. Holmes Group. Tomorrow's Schools. Bower. New York: Pergamon Press. Lambert. Glen. Ohio: Ohio Departemen of Education. Hodgkinson. Jakarta: Depdikbud Depdikbud. (1990). Radical Curriculum Theory Reconsidered. & Gordon H. New York: John Wiley & Sons.Control Theory in the Classroom. Hlebowitsh. Theories of Personality. (1965). (1977). & Lindzey. Hillgard. (1974). (1993). (1991). Rinehart & Winston. Monterey. Glasser. . Gagne. Gardner. New York: Harper & Row Publisher. Kurikulum SD. SMA. W. Glen. Boston: Allyn and Bacon. East Lansing. Inc. Lloyd W. California: Brooks/Cole Publishing. (1980). 1984. (1970). Hass. Decision Making and Process. USA: The Holmes Group. (1990). William. (1966). (1980). Selecting and Use of Teaching Technology. Kejuruan 1975. Oxford. (1983). Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. New York and London: Teacher College. Ernest R. (Ed).Depdikbud. Calvin S. Belmont. Peter S. A Humanized System Approach. (Ed). New York: Appleton Century Crofts. Michael. Inc. Boston: Allyn & Bacon. Robert M. (Ed). (1987). Bill. (Ed). New York: Holt. Theories of Learning. The Psychology of Teaching. Columbus. Gardiner. 1994. Dunkin. Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Queensland: Distance Education Centre. The Condition of Learning. J. Curriculum in the Classroom. The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. Hall.Curriculum Development. Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang. SMP. B. Doll. (1970). Ronald C.

Mouly. Miller. New York: Macmillan Publishing Co. The Science of Educational Research. (1975). Teaching and Learning: Philosophical. Science Technology and Man agement. McCutcheon. Curricular Application. (1979). Educational Models for Instruction. (1970). Al Paul. et al. Minnesota: Burgess Pub. W. Effective Teaching. (1985). OSU. Fremont E. Kibler. Co.P. (1962). Inquiring Into the Teaching Process. New York: McGraw Hill Book Co. Mac Donald. Co. Psychological. Behavioral Objectives and Instruction.Hosyom. (1977). Kourilsky. & Seller. Kebudayaan. (Ed). Technology. J. Kaplan. (Ed). Lory. Toronto. Boston: Little Brown & Co. London: Scott. McNeil John D. New York: Macmillan Pub. Allyn & Bacon. Marilyn & Quaranta. Curriculum Theory: Theory Into Practice. 1987. Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. (1982). (1980). Minneapolis. Jakarta: Gramedia. Kryspin. Mauritz. Kast. New York: American Book Co. (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction. (1970). Gail. Robert J. Rulihs Merrill Educational Publishing. Journal Vol. George. J. The Conduct of Inquiry. Foresman and Co. & Rosenweig James E. (1974). Mentalitet dan Pembangunan. Dianne. (1985). Collision. (1992). San Fransisco: Chandler Publishing Co. Ontario: Oise Press. Jackson. New York and London: Longman. New York: Center for Curriculum Research and Services. Lapp. at al. XXI No. Klose. . Johnson.1 1982. Philip W. Democracy. (1964). Intentionality in Education. Writing Behavioral Objectives. Abraham. Koentjaraningrat. et al. Inc. Indianapoli. John. (1965). Curriculum : Perspectives and Practices. James B. Inc. Handbook of Research on Curriculum. William J.

New York: Alfred A Knopf. New York: Macmillan Pub.A. Beyond Freedom and Dignity. (1976). Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Petty. P. Taba. Curriculum for the Modern Elementary School. Stroudsberg : downden. (1995). . Teaching Thinking Across the Curriculum. Macmillan Publishing Co. (1980). (1978). Depdikbud. (1973). Inc. (1972). Chicago: Rand Mac Nally & Co. A Theory of Education. Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. Washington DC. New York: Harper & Row. Problem Approach to Foundation of Education. Inc. Instructional Media and Technology. Charles. Directive Teaching. Co. (1962). Laurel. Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. Paradigm and Possibility. New York: John Wiley & Sons. Chicago: Rand MacNally College Pub. Schubert. Stephem. Walter T. Brace and World. Belmont. Seckinger. Raka Joni. (Ed). Curriculum: Perspective. Columbus. (1982). W. Publishers. Curriculum Development. Inc. Inc. (1975). Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. Thomas M. (1979). Theory Construction for Research on Teaching.M.NEA. Ohio: Charles E Merril Pub. Ruggiero. (Ed). V. in Travers. Daniel & Tanner. Understanding Technology. Baltimore and London: The John Hopkins University Press. Skinner. Thomas. Second Handbook of Research on Teaching. Ithaca: Come! University Press. N. Donald S. (1992). (Ed). Susskind. Sleeman.H. Hilda. Curriculum Development: Theory and Practices.R. Comparing Theories of Child Development. California: Wadsworth Pub. Richard E. Murray.J. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. R. (1970). (1976). Snow. Hutchinson & Sons. Joseph D. (1986). B. T. (1988). C. Ditjen Dikti. & Rockwell D.F. New York: Harcourt. Novak. Qodir.M. Tanner. (1986). Co.

& Unruh.G.R. Englewood Cliffs. (1980). G. Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. (1976). (1978). Curriculum Development.D. Jakarta: Panca Simpati. Alwvi. (1984). Humanistic Psychology.A.A.Tilaar. I.n. Unruh. H. Toffler. (1984). Berkeley. Co. (Ed). Anita E. Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila. A. Zais. New York: Promenthus Books. (1991). Curriculum Principles and Foundations. Educational Psychology for Teachers. D. Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. Gelombang Ketiga. Welch. (1980). Robert S. New York: Harper & Row Publisher. et al. New Jersey: Prentice Hall. Tisna Amidjaja. . Woolfolk. Jakarta: Depdikbud. California: McCutchan Publishing.

Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. (1978). The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R.lumbus. Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs. Pen yuluhan Individual (1976).TENTANG PENULIS PROF. dan STKS Bandung. Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967).rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor.A. Thomas (1978). Strategi Bela jar-Mengajar (1984). penulis buku ini. Co. (1982). dan sebelumnya nak. adalah dosen tetap pada IKIP Bandung. sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS. Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988). NANA SYAODIH SUKMADINATA. Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975). Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL. TeknikTeknik Pemahaman Individu. M. . Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. DR. IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978. STIA. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). Universitas Pasundan.M. Rochman Natawidjaja (1979). Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio. Psikologi Belajar (1991). Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful