BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Angka kematian ibu dan kematian perinatal pada saat ini masih tinggi. Adapun tingginya AKI dan AKP di Indonesia disebabkan oleh komplikasi saat kehamilan, persalinan dan nifas (Mochtar Rustam, 1998). Trias klasik penyebab tingginya AKI adalah : perdarahan, preeklamsia, dan infeksi, atas dasar tersebut pemerintah membuat suatu program melalui pelayanan ibu hamil resiko tinggi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan. Kehamilan letak sungsang adalah keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan pantat berada di kavum uteri. Dalam hal ini, kehamilan dengan letak sungsang membutuhkan perawatan kehamilan dan memberi KIE pada ibu hamil untuk mengetahui penyebab sungsang. Oleh karena itu penulis tertarik mengambil kasus ini, dengan harapan dapat memberikan asuhan dan perawatan sebagai salah satu usaha untuk mengatasi masalah keadaan yang dialami oleh ibu. Dalam hal ini menghindari ibu dan resiko yang mungkin terjadi sehingga persalinan berjalan dengan lancar. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan umum Mahasiswa dapat menerapkan asuhan kebidanan pada ibu hamil sehingga dapat memperluas, memperbanyak pengetahuan dan ketrampilan mengenai asuhan kebidanan pada pasien dengan kegawat daruratan obstetrik. 1.2.2 Tujuan khusus Setelah penyusunan asuhan kebidanan ini diharapkan mahasiswa dapat : a. b. Mengkaji data ibu Mengidentifikasi diagnosa dan masalah berdasarkan data

1

c. d. e. f. g.

Mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial Mengidentifikasi kebutuhan segera Melakukan pengembangan rencana Melakukan implementasi Mengevaluasi asuhan yang diberikan

1.3 Ruang lingkup Penyusun melakukan asuhan kebidanan pada Ny “S” dengan diagnosa GIII P2002 Ab000 A / T/ H intrauterin dengan letak sungsang UK 41 – 42 minggu di BPS Sukemi – Tunggul Wulung. 1.4 METODE PENULISAN a. Observasi Melakukan pengamatan secara langsung meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi. b. Wawancara Mengadakan tanya jawab langsung pada klien. c. Studi dokumentasi Mempelajari d. Studi pustaka Membaca sumber buku yang dapat mendukung terlaksananya asuhan kebidanan pada klien. 1.5 SISTEMATIKA PENULISAN BAB I BAB II BAB III : Pendahuluan, terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, ruang lingkup, metode penulisan dan sistematika penulisan. : Tinjauan pustaka, landasan teori dan konsep dasar asuhan kebidanan. : Tinjauan kasus, meliputi pengkajian data, identifikasi diagnosa dan masalah, antisipasi masalah potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi, implementasi dan evaluasi. dan membaca status klien, catatan bidan yang menginformasikan pada klien.

2

BAB IV BAB V

: Pembahasan : Penutup meliputi kesimpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 KONSEP DASAR KEHAMILAN 2.1.1 Definisi kehamilan  Adalah suatu peristiwa penyatuan sel sperma dan sel telur di tuba falopi (Mochtar, Rustam, 1998)  Adalah mulai dari konsepsi sampai jalan lahir lama hamil normal adalah 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung dari pertama haid terakhir. (Sarwono, 1999)  Adalah penyatuan sperma dari laki-laki dan ovum dari perempuan (H. Farer, 1999 : 33) 2.1.2 Patofisiologi Waktu pembuahan cairan semen tumpah dalam vagina lalu musuh dalam sel telur. Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang menggelembung dari tuba falopi sperma ang mengeluarkan rugi untuk mencairkan zat-zat yang melindungi ovum, kemudian pada tempat yang paling mudah dimasuki. Masuklah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur. Peristiwa ini disebut pembuahan (konsepsi/ fertilisasi), sambil bergerak (oleh rambut getar). Dari pembuahan sampai nidasi diperlukan waktu kira-kira 6-7 hari untuk menyuplai darah dan zat makanan bagi mudigah dan janin, dipersiapkan uri (plasenta). Jadi dapat dikatakan bahwa setiap kahemailan harus ada ovum (sel telur) spermatozoa (sel mani) pembuahan (konsepsi, nidasi dan plasenta). 2.1.3 Lama kehamilan Lama kehamilan berlangsung sampai 280 – 300 hari atau 40 minggu atau 9 bulan 7 hari dengan perhitungan : Kehamilan sampai 28 minggu dengan berat janin 1000 gram berakhir disebut keguguran.

4

-

Kehamilan 29 – 36 minggul bila terjadi persalinan disebut Kehamilan 37 – 42 minggu disebut prematuritas Kehamilan melebihi 42 minggu disebut post date. : 1 – 14 minggu : antara minggu 14 – 28 minggu : antara minggu 29 – 42 minggu

prematuritas.

 Kehamilan dibagi menjadi 3 triwulan yaitu : Triwulan I Triwulan II Triwulan III a. Tanda-tanda tidak pasti Amenorea HPHT penting diketahui supaya dapat menentukan usia kehamilan dan kapan perkiraan persalinan. Nausea (enek) dan emesis (muntah) Umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Dalam batas-batas tertentu keadaan ini masih fisiologi bila terlampau sering dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan disebut hiperemesis gravidarum. Sering buang air kecil Trimester I Trimester II Pigmentasi kulit Terjadi karena pengaruh dari hormon kortikosteroid. Plasenta yang merangsang melano star dan kulit. Anereksi (tidak nafsu makan) Terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, tetapi setelah itu nafsu makan akan timbul lain. Payudara menjadi tegang dan membesar : karena kandung kencing tertekan uterus yang mulai membesar. : karena janin mulai masuk ke ruang panggul dan menekan kembali kandung kencing.

2.1.4 Tanda-tanda kehamilan

5

Disebabkan Obstipasi

oleh

pengaruh

estrogen

dan

progesteron

yang

merangsang duktuli dan alveoli di mammae tampak jelas. Terjadi karena tonus otot menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid. b. Epulis Suatu hipertrofi papila gingivae sering terjadi pada triwulan pertama. Varises Biasanya dijumpai pada daerah genetalia eksterna kaki betis. Mengidam (menginginkan makanan tertentu) Terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan Tanda-tanda mungkin Tanda Hegar Uterus segmen bawah lebih lunak dari pada bagian yang lain. Tanda picasek Uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran perut. c. Tanda chadwick Perubahan warna servik dan vagina menjadi kebiru-biruan Tanda Broxton-Hicks Uterus mudah berkontraksi jika dirangsang. Suhu basal Sesudah ovulasi tetap tinggi antara 37,2 0C s/d 37,8 0C Tanda pasti Terdengar DJJ Mulai terdengar pada UK 18-20 minggu Teraba bagian-bagian anak Pada saat ini palpasi terasa pergerakan anak UK 18 – 20 minggu. Pemeriksaan Rontgen Dapat dilakukan setelah UK 16 minggu. 2.1.5 Diferensial diagnosa kehamilan

6

a.

Pseudosiesis Terdapat amenorea, perut membesar tetapi tanda-tanda kehamilan dan reakis kehamilan negatif.

b.

Kistama ovarli Mungkin ada amenorhea perut penderita makin besar, tetapi uterusnya sebesar biasa.

c.

Mioma uteri Terjadi amenohea perut penderita makin besar, uterus makin besar, kadang-kadang tidak merata akan tetapi tanda-tanda kehamilan dan reaksi negatif.

d.

Vesika urinaria dengan retensio uteri. Uterus sendiri biasanya besar, tanda-tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif.

2.2 KONSEP DASAR LETAK SUNGSANG 2.2.1 Definisi  Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus dan bokong berada dibagian bawah kavum uteri. (Wiknjostastro, 1999 : 606)  Disebut letak sungsang apabila janin terlihat membujur dalam rahim dengan bokong pada bagian bawah (RSUD Dr. Soetomo, 1994 : 59 ) 2.2.2 Etiologi  Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan didalam uterus.  Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya : Hamil kembar Hidramnion Plasenta previa Panggul sempit

7

2.2.3 Patofisiologi Faktor-faktor penyebab terjadinya letak sungsang antara lain : a. Gangguan akomodasi, misalnya pada kelainan bentuk rahim, tumor rahim, kehamilan ganda, plasenta pada kornu, ekstensi tungkai janin. b. Gerakan janin yang bebas, misalnya pada hidramnion, janin kecil/ prematur, grande multi gravida. c. Gangguan fiksasi kepala pada pintu atas panggul, misalnya pada plasenta previa, tumor panggul, kesempitan panggul, anensefalus/ hidrosefalis. 2.2.4 Bentuk-bentuk letak sungsang a. Letak bokong murni  Teraba bokong  Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi  Kedua kaki bertindak sebagai spalk b. Letak bokong kaki sempurna  Teraba bokong  Kedua kaki berada disamping bokong c. Letak bokong tidak sempurna  Teraba bokong  Disamping bokong teraba satu kaki d. Letak kaki  Bila bagian terendah teraba salah satu dan kedua kaki atau lutut  Dapat dibedakan : letak kaki, bila kaki terendah, letak lutut bila lutut terendah. Untuk menentukan berbagai letak sungsang dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan dalam, pemeriksaan foto abdomen dan pemeriksaan ultrasonografi. 2.2.5 Penatalaksanaan 1. Antenatal

8

Kewaspadaan terhadap kasus letak sungsang dimulai Apabila pada kehamilan 28-30 minggu masih didapatkan

sejak kehamilan 24 minggu.  letak sungsang, maka dilakukan USG untuk mencari kemungkinan adanya kelainan letak plasenta (plasenta previa), cacat bawaan atau kelainan bentuk rahim.  Apabila pada pemeriksaan USG tidak ditemukan kelainan, maka dicoba/ dilakukan versi luar ke letak kepala (tanpa paksaan). Dengan catatan : bahwa tidak didapatkan suatu kontra indikasi untuk tindakan versi luar (VL) yaitu panggul sempit, perdarahan antepartum, HT.   Penderita diminta kontrol seminggu kemudian. Apabila versi luar gagal, penderita diminta kontrol

seminggu kemudian dan dicoba versi luar (VL) sekali lagi, bila gagal VL tidak dilakukan lagi (Soetomo, 1994 : hal 60) 2.  Persalinan sungsang Yakinkan bahwa semua kondisi untuk persalinan aman pervaginam terpenuhi.  Berikan dukungan emosional Persiapkan sebelum tindakan untuk pasien, penolong operator asislem dan kelahiran bayi pasang infus.  Pencegahan infeksi sebelum tindakan Lakukan semua prosedur dengan halus  Bokong sempurna (fleksi kaki) atau bokong ikstensi kaki (Frank breech)  Melahirkan bokong dan kaki Jika bokong telah mencapai vagina dan pembukaan lengkap, suruh ibu mengedan bersama dengan his.  Vagina perineum kaku, lakukan episitomi Kaji ulang sungsang

9

  

Biarkan bokong turun sampai skapula kelihatan Pegang bokong dengan hati-hati, jangan lakukan penarikan Jika kaki tidak lahir spontan, lahirkan satu kaki dengan jalan :  Melahirkan lengan   Lengan berada di dada bayi Biarkan lengan lahir spontan satu demi satu, jika perlu Jika lengan pertama lahir angkat bokong ke arah perut ibu Jika lengan tidak lahir spontan, tempatkan 1 dan 2 jari Tekan belakang lutut Genggam tumit dan lahirkan kaki Ulangi untuk melahirkan kaki yang lain Pegang pinggul tetapi jangan menarik dan melahirkan

lengan dengan teknik brocht. 

berikan bantuan.  agar lengan kedua lahir spontan.  disiku bayi dan tekan agar tangan turun melewati muka setelah bokong dan kaki lahir pegang pinggul. Perut 1800 sambil tarik ke bawah dengan lengan bayi yang terjungkal ke arah jari tangan. Bantu melahirkan dengan masukkan 1 atau 2 jari pada lengan atas serta menarik tangan ke bawah melalui dada sehingga siku dalam keadaan fleksi dan lengan depan lahir.  Melahirkan kepala dengan cara Mauriceaus mellivet. Masukkan tangan kiri ke dalam vagina, letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah menunggang kuda. Tangan kanan mencekam tengkuk bahu bayi, jari tengah mendorong oksipital sehingga kepala menjadi fleksi.  Dengan koordinasi tangan kiri dan kanan secara hati-hati tarik kepala dengan memutar sesuai dengan jalan lahir. 2.2.6 Sikap dalam Menghadapi letak sungsang Bidan yang menghadapi kehamilan dan persalinan letak sungsang sebaiknya :

10

1. 2. 3. 4.

Melakukan rujukan ke puskesmas, dokter keluarga atau dokter ahli Bila ada kesempatan, melakukan rujukan penderita ke rumah sakit Bila terpaksa, melakukan pertolongan persalinan letak sungsang Kepada penderita perlu diberikan KIE dan motivasi serta Bidan mempunyai peranan penting untuk ikut serta menurunkan

untuk mendapatkan petunjuk kepastian posisi bayi dalam rahim. untuk mendapatkan pertolongan persalinan yang optimal. sebaiknya bersama dokter puskesmas atau dokter keluarga. melakukan perjanjian tertulis dalam bentuk “Informed consent” angka kesakitan dan angka kematian ibu dan perinatal pada letak sungsang. 2.3 KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN I. PENGKAJIAN Tanggal : ............... Tempat : ................ 1. Data subyektif 1.1 Identitas  Nama ibu : Ny .... Umur Agama Pekerjaan Alamat  Nama suami : Tn .... Umur Agama Pekerjaan Alamat : ..... tahun : semua agama :: agar memudahkan pengidentifikasian : terjadi pada : semua agama :: agar memudahkan pengidentifikasian Jam : ........... WIB

Pendidikan : semua tingkat pendidikan

Pendidikan : semua tingkat pendidikan

1.2 Alasan pasien datang ke BPS Ingin memeriksakan kehamilannya

11

1.3 Keluhan utama Pasien merasakan sakit pada ulu hatinya 1.4 Riwayat kesehatan sekarang Pasien tidak sedang menderita penyakit menular (sesak, penyakit kuning), menurun (kencing manis, HT), dan menahun (paru-paru, jantung). 1.5 Riwayat kesehatan yang lalu Pasien tidak pernah menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti DM, HT, paru-paru, sesak dan tidak pernah sampai MRS. 1.6 Riwayat kesehatan keluarga Keluarga ibu tidak ada yang menderita penyakit menular, menurun dan menahun (DM, HT, paru-paru dll) serta tidak mempunyai keturunan kembar. 1.7 Riwayat haid Menarche Siklus haid Lama haid Banyaknya haid Keluhan Fluor albus HPHT TP Menikah Usia menikah : umur pertama kali mendapatkan haid. : teratur atau tidak : mengalami haid sampai berapa lama : sampai menghabiskan berapa softex tiap kali haid : dismenorhea, payudara tegang : ada/ tidak : untuk mengetahui terakhir kali haid dan : untuk mencari tafsiran persalinan : ....... kali : Usia ibu : ....... tahun Usia suami Lama menikah : ....... tahun 1.9 Riwayat KB Untuk mengetahui KB sebelumnya dan rencana KB selanjutnya : ...... tahun

1.8 Riwayat perkawinan

12

1.10 Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu No Hamil Persalinan Ditolong Hidup/mati Sex BBL Nifas KB 1.11 Riwayat kehamilan sekarang Trimester I : ANC berapa kali, dimana, keluhan-keluhan yang dirasakan ibu, diberikan terapi apa, penyuluhan-penyuluhan yang pernah didapat. Trimester II : ANC berapa kali, dimana, kapan mulai merasakan pergerakan anak (28 minggu ke atas), mendapatkan suntikan TT atau tidak, terapi yang diberikan, penyuluhan yang didapat, dan adakah masalah atau tanda bahaya seperti (perdarahan pervaginam, sakit kepala lebih dari biasa, gangguan penglihatan, rabun senja, membengkok pada wajah dan ekstremitas, nyeri abdomen dan janin tidak bergerak) Trimester III : ANC berapa kali, dimana, keluhan-keluhan yang dirasakan ibu, diberikan terapi apa, penyuluhan-penyuluhan yang pernah didapat ibu. 1.12 Pola kebiasaan sehari-hari Pola nutrisi Pada trimester pertama terjadi morning sickness Pada eliminasi Pola istirahat Pola aktivitas : ada miksi, sering terjadi konstipasi : berhubungan istirahat : aktivitas meningkat mempengaruhi kelelahan ibu Pola kebiasaan lain : kebiasaan ibu merokok, minum jamujamuan/ tidak Pola Sexsual : Frekwensi ibu dalam melakukan hubungan sexsual dengan kecukupan Ket

13

1.13 Keadaan psikososial, budaya dan spiritual a. Psikologis Kehamilan diharapkan atau tidak, reaksi ibu Tanggapan suami dan keluarga dengan terhadap kehamilan. kehamilannya. b. Sosial Hubungan ibu dan suami, keluarga serta dengan tenaga sekitar c. Budaya Kebiasaan yang dilakukan ibu dan keluarga dalam melakukan selamatan sesuai dengan adat istiadat keluarga. d. Spiritual Berhubungan dengan kebiasaan ibu dalam melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut ibu. 2. Data Obyektif 2.1 Pemeriksaan umum Keadaan umum : baik sampai lemah Kesadaran Cara berjalan Tanda-tanda vital mmHg dan diastole tidak lebih dari 30 mmHg) Nadi Pernafasan Suhu LILA 2.2 Pemeriksaan fisik a. Inspeksi : ...x/menit (n : 70 - 90 x/menit) : ...x/menit(n : 16 – 24 x/menit) : ...0C (n : 36 – 37 0C) : ...cm (n : 23,5 cm) : Composmentis/somnolen : Normal/ pincang

Tekanan darah : ...mmHg (n : systole tidak lebih dari 30

14

Kepala Muka

: simetris, rambut hitam/ merah, lurus/ ikal, rontok/ tidak, tidak ada kelainan. : simetris/ asimetris, bulat/ oval, pucat/ tidak, oedema/ tidak, adakah cloasma gravidarum, adakah kelainan.

Mata

: simetris/ asimetris, cekung/tidak, konjungtiva pucat/ tidak, sclera kuning/ tidak, adakah kelainan.

Hidung Mulut Telinga Leher Payudara

: simetris/ asimetris, adakah pengeluaran sekret dan pernafasan cuping hidung. : simetris, baik kering, pucat/ tidak, stomatitis/ tidak lidah bersih/ kotor, adakah caries gigi. : simetris, adakah serumen : adakah pembesaran kelenjar thyroid dan bendungan vena jugularis. : simetris, putting susu menonjol/ mendatar, hiperpigmentasi areola mammae, adakah hipervaskularisasi, ASI (+/-), adakah kelainan.

Abdomen

: tampak membesar sesuai UK, striae albican, tampak linea alba/ nigra, kadang-kadang fundus tampak menonjol ke depan hingga perut menggantung, pigmentasi kulit, adakah luka bekas operasi.

Genetalia Ekstremitas b. Palpasi Leher

: adakah oedema dan varises, bersih/ tidak : adakah kelainan pada ekstremitas, adakah oedema dan varises. : adakah pembesaran kelenjar thyroid dan bendungan vena jugularis

15

Dada

: payudara terasa tegang, colostrum keluar/ tidak, adakah benjolan abnormal dan nyeri tekan.

Abdomen : Leopold I : TFU sesuai dengan UK, menentukan apa yang terdapat dibagian fundus uteri (TFU 3 jari dibawah procsesus xymphoideus, 30 cm) Leopold II : Untuk menentukan letak punggung anak pada letak memanjang dan menentukan letak kepala pada letak lintang (teraba punggung sebelah kiri, sebelah kanan bagian terkecil dari janin) Leopold III : Untuk menentukan apa yang terdapat dibagian Kepala (keras, bundar, melenting), bokong (lunak, kurang bundar dan tidak melenting), (bagian terendah janin teraba bokong). Leopold IV : Untuk menentukan berapa jauh masuknya bagian terbawah ke PAP (Bokong belum masuk PAP,W). Ekstremitas c. Auskultasi Dada : adakah bunyi ronchi dan wheezing. kanan/ kiri. d. Perkusi : Reflek patella +/-. 2.3 Pemeriksaan panggul Indikasi Pemeriksaan Panggul DJJ (+) : normalnya 120 – 160 x/menit diatas pusar sebelah : adakah oedema dan varises

16

a) Primigravida kepala belum masuk pada bulan terakhir (usia 36 minggu) b) Multigravida jika persalinan yang lalu riwayat obstetri jelek c) Ada kelainan letak hamil tua d) Jika ada kelainan misalnya kifose, skoliose, jalannya pincang dan cebol Cara Pengukurannya:  Panggul luar : • • Distansia spinarum jarak antara spina alliakaanterior Distansia cristarum jarak terjauh antara kristaliaca superior kanan dan kiri (n:23-26 cm) kanan dan kiri,yang kira-kira 5 cm dibelakang spina alliakamanterior superior, dengan ukuran (n = 26-29 cm) • Konjugata eksterna (boudeloque) jarak antara tepi atas simfisis dan prosesus spinosus lumbal V dengan ukuran (n = 18-20 cm) • tepi Lingkaran panggul yaitu memakai pita ukur mulai atas simfisis dikelilingkan kebelakang melalui

pertengahan antara spina illiaka anterior superior dan trochanter mayor kanan, keruas lumbal V (prosesus spinosus lumbal ke V) (n = 80-90 cm) • Distansia tuberum yaitu ukuran melintang dari pintu bawah panggul atau jarak antara tuber askhiadikum kanan dan kiri, dengan ukuran (n = 10,5-11 cm)  Panggul dalam : • • • Konjugata vera diperkirakan dari ukuran konjugata Konjugata transvera (n = 12-13 cm) Konjugata obiqua (n = 13 cm) diagonalis (n = 1,5 – 11 cm)

17

Konjugata diagonalis dari tepi bawah simfisis ke

promontorium (n = 12,5 cm) 2.4 Pemeriksaan penunjang/ laboratorium Plano test : untuk mengetahui positif hamil/ tidak USG : untuk mengetahui UK dan letak janin (letak kepala/

letak sungsang/ lintang) dan jenis kelamin janin. 2.5 Skor Puji Rochjati Skrining/ Deteksi Dini Ibu Risiko Tinggi Nama Umur Ibu Hamil ke Periksa I Umur kehamilan : .......... bl Di : ............
I kel F.R. I II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 III Masalah/ Faktor Risiko Skor Awal Ibu Hamil Terlalu muda, hamil 1 ≤ 16 th terlalu tua, hamil ≥ 35 th Terlalu lambat hamil I, kawin ≥ 4 th Terlalu lama hamil I, kawin ≥ 4 th Terlalu lama Hamil lagi ( > 10 th) Terlalu cepat hamil lagi ( < 2 th) Terlalu banyak anak, 4 / lebih Terlalu tua, umur ≥ 35 th Terlalu pendek ≤ 145 cm Pernah gagal kehamilan Pernah melahirkan dengan : a. Tarikan tang/ Vakum b. Uri dirogoh c. Diberi infus/ tranfusi skor 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 IV Tribulan I II III,1 2

: ..................... Alamat : ..................... Kec/Kab

: .................... : .................... : ....................

Pendidikan : ..................... Pekerjaan Perkiraan Persalinan tgl : .............. bl......

: ..................... Haid terakhir tgl : .....................

III,2

10 II 11 Pernah operasi Sesar Penyakit pada ibu hamil : a. Kurang darah b. Malaria c. TBC paru d. Payah jantung 8 4 4 4

18

e. Kencing manis (Diabetes) f. Penyakit Menular Seksual Bengkak pada muka/ tungkai dan Tekanan darah tinggi Hamil kembar 2 atau lebih Hamil kembar air (Hydramnion) Bayi mati dalam kandungan Kehamilan lebih bulan Letak sungsang Letak lintang Perdarahan dalam kehamilan ini Preeklampsia berat/ kejang 2 JUMLAH SKOR

4 4 4 4 4 4 4 8 8 8 8

12 13 14 15 16 17 18 19 20

8

III

10

Keadaan ibu hamil = skor awal = 2 Letak Sungsang Total skor ibu =8 = 10 hidup, Letak kepala, Intrauterin dengan resiko tinggi (Letak Sungsang), termasuk kehamilan dengan resiko Tinggi sehingga ibu dapat melahirkan di bidan/dokter. I. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH Dx Ds Do : Ny ..... G ..... P ... Ab .... UK 41 – 42 minggu, janin Tunggal/ Hidup/ Letak bokong, Intrauterin dengan Resiko tinggi (letak sungsang). : hamil berapa bulan. : Keadaan umum : baik sampai lemah Tanda-tanda vital : Keadaan umum : baik sampai lemah Kesadaran Cara berjalan Tanda-tanda vital mmHg dan diastole tidak lebih dari 30 mmHg) Nadi : ...x/menit (n : 70 - 90 x/menit) : Composmentis/somnolen : Normal/ pincang

Keterangan = Ny “...” G....P.....Ab..... UK 41 – 42 minggu’ janin tunggal,

Tekanan darah : ...mmHg (n : systole tidak lebih dari 30

19

Pernafasan Suhu LILA HPHT : ........... TP  Palpasi Dada Perut Leopold I : .........

: ...x/menit(n : 16 – 24 x/menit) : ...0C (n : 36 – 37 0C) : ...cm (n : 23,5 cm)

: Payudara :

teraba

tegang,

colostrum

+/-,

kebersihan putting, : TFU sesuai dengan UK, menentukan apa yang terdapat dibagian fundus uteri (TFU 3 jari dibawah procsesus xymphoideus, 30 cm) Leopold II : Untuk menentukan letak punggung anak pada letak memanjang dan menentukan letak kepala pada letak lintang (teraba punggung sebelah kiri, kanan bagian terkecil dari janin) Leopold III : Untuk menentukan apa yang terdapat dibagian Kepala (keras, bundar, melenting), bokong (lunak, kurang bundar dan tidak melenting), (bagian terendah janin teraba bokong). Leopold IV : Untuk menentukan berapa jauh masuknya bagian terbawah ke PAP (Bokong belum masuk PAP,W).  Auskultasi : DJJ (+) Normal 120 – 160 x/menit diatas pusar. I.  IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Potensial secsio cesarea CPD – Plasenta previa – Ruptur Uteri Hidramnion Gemeli

Pada ibu :

20

Pada bayi : Prematur

Asfiksia Anensefalus/ hidrosepalus

II. III.

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA KIE tentang keadaan kehamilannya. INTERVENSI Dx : Ny .... G.... P ... Ab .... UK 41 - 42 minggu janin Tunggal/ Hidup/ Letak bokong, Intra uterin dengan Resiko Tinggi ( letak sungsang ). Tujuan : Kehamilan dan persalinan dapat berlangsung dengan normal dan tidak terjadi komplikasi. Kriteria hasil : 1. DJJ dan TTV dalam batas normal 2. Tidak terjadi komplikasi Intervensi

1. 2. 3.

Timbang Berat Badan Pasien R/ Mengetahui perkembangan gizi pasien. Lakukan observasi tanda-tanda vital R/ Parameter dini deteksi adanya komplikasi Lakukan pemeriksaan kehamilan R/ Mengetahui keadaan janin dan kehamilannya. 4. Anjurkan ibu untuk menungging yang lama R/ Posisi menungging dapat mengubah letak sungsang menjadi kepala.

5.

Jelaskan pada pasien tentang keadaan diri dan kehamilannya. R/ dengan memberi penjelasan pada pasien diharapkan pasien lebih kooperatif dan bertambah pengetahuannya. 6. Jelaskan tanda – tanda persalinan R/ Ibu mengerti tentang tanda – tanda persalinan 7. Anjurkan ibu untuk melahirkan di rumah sakit R/ Persalinan dapat berjalan lancar tanpa ada komplikasi.

8.

Beri ibu terapi obat vitamin R/ vitamin dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang kurang.

21

IV.

IMPLEMENTASI Implementasi dilaksanakan sesuai intervensi. I. EVALUASI Tanggal / Jam : Dx S O : Ny .... G.... P ..... UK 41 - 42 Minggu janin tunggal/ Hidup/ letak bokong intra uterin dengan Resiko Tinggi ( letak sungsang ). : Ibu mengerti tentang keadaan janinnya. : Keadaan umum : baik sampai lemah Kesadaran Cara berjalan Tanda-tanda vital mmHg dan diastole tidak lebih dari 30 mmHg) Nadi Pernafasan Suhu LILA A : ...x/menit (n : 70 - 90 x/menit) : ...x/menit(n : 16 – 24 x/menit) : ...0C (n : 36 – 37 0C) : ...cm (n : 23,5 cm) : Composmentis/somnolen : Normal/ pincang

Tekanan darah : ...mmHg (n : systole tidak lebih dari 30

Ibu dapat menjalankan anjuran tenaga kesehatan Ibu mengerti tentang kehamilannya penjelasan dari tenaga kesehatan

: Ny .... G .... P ..... Ab .... UK 41 - 42 Minggu janin Tunggal/ Hidup/letak bokong intra uterin dengan Resiko Tinggi ( letak sungsang ).

P -

: Lanjutkan intervensi Anjurkan minum obat secara teratur Anjurkan ibu untuk ke tenaga kesehatan bila ada tanda – tanda persalinan Kontrol ulang seminggu kemudian Pasien boleh pulang

22

BAB III TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN DATA Tanggal : 25 Januari 2006 Jam : 10.00 WIB Tempat : 1. 1.1 Identitas  Nama Umur Agama Pekerjaan Alamat Umur Agama Pekerjaan Alamat 1.2 1.3 1.4 : Ny “S” : 28 tahun : Islam : IRT : Tunggul Wulung – Lowok Waru Malang : 30 tahun : Islam : Swasta : Tunggul Wulung – Lowok Waru Malang Data Subyektif

Pendidikan : SD

 Nama suami : Tn “S”

Pendidikan : SD

Alasan datang ke BPS Ibu mengatakan hamil 9 bulan dan ingin memeriksakan kehamilannya. Keluhan utama Ibu mengatakan ulu hatinya sedikit nyeri karena letak anaknya sungsang Riwayat kesehatan sekarang

23

Ibu selama hamil tidak mempunyai penyakit menular (sesak, penyakit kuning), menurun (DM, HT), menahun (paru-paru, jantung)

1.5

Riwayat kesehatan yang lalu Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti TBC, jantung, DM, sesak dan tidak pernah dirawat di rumah sakit.

1.6

Riwayat kesehatan keluarga Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit menular, menurun dan menahun seperti TBC, jantung, HT, DM, sesak selain itu juga tidak mempunyai keturunan kembar.

1.7

Riwayat Haid Menarche Siklus haid Lama haid Banyaknya haid Keluhan Fluor albus HPHT TP : 15 tahun : 28 hari : 5 – 7 hari : 2 – 3 softek/ hari : tidak ada : tidak ada : 15 – 4 – 2005 : 22 – 1 - 2006 : 1 kali : Usia ibu : 13 tahun :15 tahun Usia suami : 17 tahun Lama menikah

1.8

Riwayat perkawinan Menikah Usia menikah

1.9

Riwayat KB Ibu mengatakan setelah melahirkan anak yang kedua ikut KB suntik 3 bulanan selama 2 tahun, kemudian berhenti karena ingin hamil dan rencana KB yang akan datang ibu ikut KB suntik lagi.

24

1.10
No. 1. 2. 3.

Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Hamil 9 bln 9 bln hamil ini Persalinan SPT B SPT B Ditolong Bidan Bidan Hidup/mati Hidup Hidup Sex Pr Pr BBL 3750 3750 Nifas Normal Normal KB Suntik Suntik Ket. 10 th 3 th

1.11

Riwayat kehamilan sekarang : ANC 2 x di bidan, ibu mempunyai keluhan mual muntah sampai usia kehamilan 3 bulan, ibu mendapat tablet Fe yang diminum 1 x 1 tablet, serta mendapatkan vitamin, ibu dianjurkan untuk makan sedikit-sedikit tapi sering.

Trimester 1

Trimester II

: ANC 3 x di bidan, ibu merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 5 bulan, TT lengkap, diberi tablet Fe dan vitamin, ibu banyak minum air putih dan dianjurkan untuk sering membersihkan lantai

Trimester III : ANC 5 x di bidan, ibu merasakan ulu hatinya nyeri, ibu mendapatkan vitamin B, Fe. dan dianjurkan untuk menungging dan makan sayur, ibu ingin melahirkan di bidan. 1.12 Pola kebiasaan sehari-hari Sebelum hamil Selama hamil - Ibu makan 3 x sehari - Ibu makan 3x sehari dengan dengan menu 1 piring, sayur, lauk pauk, serta makan buah. - Minum : ± 8 gelas air b. Istirahat putih/ hari Ibu tidur siang ± 2 jam/ hari Ibu tidur siang ± 2 jam/ hari menu satu piring nasi, sayur, lauk pauk ditambah buah. putih + teh Pola a. Nutrisi

porsi habis kadang-kadang - Minum : ± 8 gelas/ hari air

Tidur malam ± 7 – 8 jam/ Tidur malam ± 8 – 9 jam/ hari, c. Eliminasi hari tidak ada gangguan - BAB : 1x/hari, konsistensi - BAB : 1 x/ hari : konsistensi

25

lunak - BAK : ± 4 – 5x/ hari, warna d. Aktivitas kuning ibu jernih, lancar Ibu sebagai tanggga pekerjaan memasak, e. Kebersihan yang

lunak - BAK : ± 7- 8 x/ hari, warna kuning jernih, lancar

rumah Ibu melakukan pekerjaan rumah biasa (memasak, seperti mencuci, membersihkan rumah) dan kadang-kadang dibantu anaknya.

melakukan seperti

rumah mencuci,

membersihkan rumah. Ibu mandi 2x sehari, keramas Ibu mandi 2x sehari, keramas 2x 2x seminggu, ganti celana seminggu, ganti celana dalam dalam tiap kali habis mandi, tiap kali basah, gosok gigi 2x gosok gigi 2x sehari, ganti sehari, ganti baju tiap kali habis baju tiap kali habis mandi. lain g. Sexsual minum tradisional. 2 x dalam seminggu Ibu jarang melakukan hubungan intim 1.13 Keadaan Psikososial dan budaya a. Psikologis Ibu senang dengan kehamilannya sekarang Suami dan keluarga menyambut kehamilan sang ibu dengan gembira b. Sosial Hubungan ibu dengan suami harmonis, terlihat bila ibu periksa kehamilannya selalu diantar suaminya. c. Budaya Ibu melakukan selamatan dengan adat jawa seperti 3 bulanan dan 7 bulanan kehamilannya. 1.14 Keadaan Spiritual mandi. f. Kebiasaan Ibu tidak merokok dan tidak Ibu tidak merokok dan tidak jamu-jamuan minum jamu-jamuan tradisional.

26

Ibu dan anggota keluarganya beragama islam, ibu menjalankan sholat 5 waktu dan banyak berdo’a. 2. Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Cara berjalan Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu : baik : Composmentis : Normal : 100/ 60 mmHg : 80 x/menit : 22 x/menit : 36,5 0C

2.1 Pemeriksaan Umum

BB sebelum hamil: 44 cm BB selama hamil : 56 kg TB LILA 2.2 Pemeriksaan Fisik a.Inspeksi Kepala Muka Mata Hidung Mulut Telinga Leher : bentuk oval, warna rambut hitam, lurus, tidak rontok, tidak ada kelainan : simetris, bentuk oval, muka tidak pucat, tidak oedema, tampak cloasma gravidarum. : simetris, konjungtiva tidak pucat, sclera tidak kuning, tidak ada kelainan. : simetris, tidak ada sekret, tidak ada pernapasan cuping hidung : bibir tidak pucat, tidak ada stomatitis, lidah bersih, tidak ada caries gigi : simetris, tidak ada serumen : tidak terdapat pembesaran kelenjar thyroid dan bendungan vena jugularis : 153 cm : 26 cm

27

Dada Abdomen Genetalia

: simetris, putting susu menonjol, hiperpigmentasi areola mammae, tidak ada kelainan : tidak ada bekas SC, tampak strie albican, linea alba, fundus tampak menonjol ke depan : vulva vagina tampak bersih, tidak oedema, tidak varises.

Ekstremitas : oedema - / b. Palpasi Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan bendungan vena jugularis Dada/ payudara Abdomen : ASI keluar, tidak ada nyeri tekan, tidak ada benkolan abnormal. : Leopold I Leopold II : TFU 3 jari dibawah Procsesus xymphoideus (30 cm) : teraba punggung sebelah kiri, kanan bagian terkecil janin Leopold III : bagian terendah janin teraba bokong (kurang bundar, lunak dan tidak melenting) Leopold IV : belum masuk PAP W Ekstremitas c. d. Auskultasi : Oedema - / -

DJJ (+) = 11 – 12 – 11 (136 x/menit) diatas pusar Perkusi Reflek patella (+) 2.3 Pemeriksaan Penunjang 2.4 Skor Poedji Rochyati Skrining/ Deteksi Dini Ibu Risiko Tinggi Nama : Ny “S” Alamat : Tunggul Wulung Lowokwaru

28

Umur Ibu Hamil ke Periksa I

: 28 tahun : 3 (tiga)

Kec/Kab Pekerjaan Haid terakhir tgl

: Malang : IRT :15 – 4 - 2005

Pendidikan : SD

Perkiraan Persalinan tgl : 22 – 1 – 2006 Umur kehamilan : 41 – 42 minggu Di : BPS Sukemi
I kel F.R. I II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 III Masalah/ Faktor Risiko Skor Awal Ibu Hamil Terlalu muda, hamil 1 ≤ 16 th terlalu tua, hamil ≥ 35 th Terlalu lambat hamil I, kawin ≥ 4 th Terlalu lama hamil I, kawin ≥ 4 th Terlalu lama Hamil lagi ( > 10 th) Terlalu cepat hamil lagi ( < 2 th) Terlalu banyak anak, 4 / lebih Terlalu tua, umur ≥ 35 th Terlalu pendek ≤ 145 cm Pernah gagal kehamilan Pernah melahirkan dengan : a. Tarikan tang/ Vakum b. Uri dirogoh c. Diberi infus/ tranfusi skor 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 IV Tribulan I II III,1 2

III,2

10 II 11 Pernah operasi Sesar Penyakit pada ibu hamil : a. Kurang darah b. Malaria c. TBC paru d. Payah jantung e. Kencing manis (Diabetes) f. Penyakit Menular Seksual Bengkak pada muka/ tungkai dan Tekanan darah tinggi Hamil kembar 2 atau lebih Hamil kembar air (Hydramnion) Bayi mati dalam kandungan Kehamilan lebih bulan Letak sungsang Letak lintang Perdarahan dalam kehamilan ini Preeklampsia berat/ kejang 2 8 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 8 8 8 8

12 13 14 15 16 17 18 19 20

8

III

29

JUMLAH SKOR

10

Keadaan ibu hamil = skor awal = 2 Letak Sungsang Total skor ibu =8 = 10

Keterangan = Ny “...” G....P.....Ab..... UK 41 – 42 minggu’ janin tunggal, hidup, Letak Bokong, Intrauterin dengan resiko tinggi (Letak Sungsang), termasuk kehamilan dengan resiko Tinggi sehingga ibu dapat melahirkan di bidan/dokter. II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH Dx Ds Do : Ny “S” GIII P2002 Ab000 UK 41 – 42 mgg, janin Tunggal/ Hidup/ Letak Bokong, Intrauteri dengan Resiko Tinggi ( letak sungsang ) : Ibu mengatakan hamil 9 bulan dan ulu hatinya terasa nyeri karena letak anaknya sungsang. : Keadaan umum Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Berat badan TB LILA HPHT/ TP Palpasi Abdomen : Leopold I Leopold II Leopold III : TFU 3 jari dibawah Procsesus Xymphoideus (30 cm) : teraba : bagian punggung terendah sebelah janin kiri, teraba kanan bagian terkecil dari janin. bokong (kurang bundar, lunak dan tidak melenting) : baik : 100/60 mmHg : 80 x/menit : 22 x/menit : 36, 5 0C : 56 kg : 153 cm : 26 cm : 15 – 4 – 2006 / 22 – 1 – 2006

30

Leopold IV sebelah kiri.

: belum masuk PAP W

Auskultasi : DJJ (+) 11 – 12 – 11 (136 x/menit) diatas pusar

 ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL   Pada bayi : Asfiksia Anencefalus/Hidrosefalus. Gemeli Hidramnion Ruptur Uteri CPD Plasenta Previa Pada ibu : Potensial persalinan dengan tindakan

 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA  KIE tentang keadaan kehamilannya  INTERVENSI Dx : Ny “S” GIII P2002 Ab000 UK 41 – 42 mgg, janin tunggal/ Hidup/ Letak bokong, Intrauteri dengan Resiko Tinggi ( letak sungsang ). Tujuan : Kehamilan dan persalinan dapat berlangsung dengan normal dan tidak terjadi komplikasi Kriteria hasil : - DJJ dan TTV dalam batas normal - Tidak terjadi komplikasi. Intervensi 1. : Lakukan pendekatan pada pasien R/ pasien lebih kooperatif dalam tindakan 2. Timbang Berat badan ibu R/ mengetahui perkembangan gizi ibu

31

3. 4. 5. 6. 7.

Lakukan observasi tanda-tanda vital R/ parameter dini deteksi adanya komplikasi. Lakukan pemeriksaan Kehamilan R/ mengetahui keadaan janin dan kehamilannya. Jelaskan kepada pasien tentang keadaan kehamilannya R/ pasien lebih kooperatif dan bertambah pengetahuannya. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi gizi seimbang R/ Gizi ibu selama hamil tercukupi. Ajarkan ibu melakukan posisi menungging R/ diharapkan dengan posisi menungging letak sungsang dapat berubah menjadi letak kepala. 8. Jelaskan tanda – tanda persalinan R/ Ibu mengerti tentang penjelasan dari tenaga kesehatan 9. Anjurkan ibu untuk melahirkan di Rumah Sakit R/ Persalinan berjalan dengan lancar tanpa ada komplikasi

10. 11. 12.

Beri ibu terapi obat/ vitamin R/ vitamin mencukupi kebutuhan nutrisi ibu yang kurang. Beri KIE tentang periksa 1 minggu lagi R/ Mengetahui perkembangan kehamilannya Anjurkan untuk banyak berdo’a R/ ibu merasa tenang  IIMPLEMENTASI Tanggal : 25 Januari 2006 Jam : 11.00 WIB Dx 1. 2. 3. : Ny “S” GIII P2002 Ab000 UK 41 – 42 mgg, janin tunggal/ Hidup/ Letak bokong, Intrauteri dengan Resiko Tinggi ( letak sungsang ) Melakukan pendekatan pada ibu dengan meberi salam dan Menimbang berat badan : 56 kg Melakukan Observasi TTV. melakukan pengkajian.

 Keadaan umum : baik

32

 Kesadaran  Cara berjalan

: Composmentis : Normal

 Tekanan darah : 100 x/menit  Nadi  Pernafasan  Suhu  LILA  TB 4. Abdomen : 80 x/menit : 22 x/menit : 36,5 0C : 26 cm : 153 cm : Leopold I Leopold II Leopold III : TFU 3 jari di bawah Procsesus

Melakukan pemeriksaan palpasi pada abdomen Xymphoideus (30 cm) : teraba punggung sebelah kiri, kanan bagian terkecil dari janin. : bagian terendah janin teraba bokong (kurang melenting) Leopold IV 5. : belum masuk PAP W DJJ (+) 11 –12-11 (136 x/menit) diatas pusar sebelah kiri Menjelaskan kepada ibu bahwa keadaan ibu dan bayinya sehat hanya saja letak bayi masih belum sempurna (letak sungsang) dan nyeri pada ulu hati yang dirasakan ibu adalah hal yang wajar karena pada fundus teraba kepala dan kepala ibu menekan diafragma sehingga timbul nyeri. 6.  Memberikan KIE tentang : Menu seimabng pada ibu hamil yaitu jangan pantang Menjaga kebersihan terutama alat kelamin Porsi badan tengkurap seperti sujud dalam sholat Kaki dan tangan agak direnggangkan makanan dan banyak mengkonsumsi sayur.  bundar, lunak dan tidak

7.

Mengajarkan ibu cara untuk melakukan posisi menungging :  

33

   8.

Dada menyentuh alas Lakukan 3 kali sehari selama 10-15 menit Cara ini dilakukan dengan harapan letak sungsang berubah

menjadi letak sungsang. Menjelaskan tanda – tanda persalinan  Mulas – mulas yang teratur timbul semakin sering dan semakin lama  Keluar lendir dan darah dari kemaluan.  Keluar cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecahnya selaput ketuban.  Merasa seperti mau buang air besar (BAB) 9. 10. 11. keluhan 12.  EVALUASI Tanggal : 25 Februari 2006 Jam : 11.25 WIB Dx S O : Ny “S” GIII P2002 Ab000 UK 41 – 42 mgg, janin tunggal/ Hidup/ Letak bokong, Intrauteri dengan Resiko Tinggi (letak sungsang) : Ibu mengatakan telah mengerti tentang keadaan janinnya : Keadaan umum Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu  Palpasi : Abdomen : Leopold I : TFU 3 jari dibawah Procsesus Xymphoideus (30 cm) : baik : 100 x/menit : 80 x/menit : 22 x/menit : 36,5 0C Menganjurkan ibu untuk banyak berdoa agar ibu tenang Menganjurkan ibu untuk melahirkan di Rumah Sakit agar Memberi ibu vitamin : Fe 1 x 1 (10 tablet) B1 3 x 1 (15 tablet) Menganjurkan ibu untuk kontrol 1 minggu lagi atau bilaada proses persalinan bejalan lancar tanpa ada komplikasi.

34

Leopold II

: teraba punggung sebelah kiri, kanan teraba bagian terkecil dari janin.

Leopold III : bagian bawah perut teraba bokong (kurang bundar, lunak dan tidak melenting) Leopold IV : belum masuk PAP W  Auskultasi : DJJ (+) 11-12-11 (136 x/menit) diatas pusar sebelah kiri A P : Ny “S” GIII P2002 Ab000 UK 41 – 42 mgg, janin tunggal/ Hidup/ Letak bokong, Intrauteri dengan Resiko Tinggi (letak sungsang) : Lanjutkan intervensi Anjurkan minum obat secara teratur Anjurkan ibu untuk ke tenaga kesehatan bila ada tanda – tanda persalinan Kontrol ulang seminggu kemudian atau nbila ada keluhan Pasien boleh pulang

35

BAB IV PEMBAHASAN

Pembahasan merupakan analisa dari penulis mengenai kesenjangankesenjangan yang terjadi antara teori dan kasus. Dimana setelah melakukan asuhan kebidanan pada Ny “S” GIII P2002 Ab000 UK 41 – 42 mgg, janin tunggal/ Hidup/ Letak Bokong, Intrauteri dengan resiko Tinggi ( letak sungsang ), penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dengan kasus. Tenaga kesehatan telah memberikan KIE tentang posisi menungging yang dapat merubah letak sungsang menjadi letak kepala seperti pada teori. Dan apabila dengan menungging tidak berhasil dapat dirujuk untuk mengetahui penyebab letak sungsang (harus dilakukan USG).

36

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan  Letak sungsang adalah keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala difundus dan pantat berada dibawah kavum uteri.  Perawatan kehamilan dengan letak sungsang yaitu memberikan KIE tentang periksa secara teratur, menu seimbang pada ibu hamil, dan menjaga kebersihan terutama alat kelamin. Pada asuhan kebidanan Ny “S” GIII P2002 Ab000 UK 41 – 42 mgg, janin Tunggal/ Hidup/ Letak Bokong, Intrauteri dengan Resiko Tinggi (letak sungsang). Tenaga kesehatan telah melaksanakan penanganan sama dengan teori yang ada dan sesuai keadaan klien sehingga klien tidak cemas dan mengerti tentang keadaan diri dan kehamilannya. 5.2 Saran  Mengingat dampak yang terjadi akibat dari letak sungsang, disini peran kesehatan terutama bidan sangat berarti, yaitu : Memotivasi para ibu hamil untuk pemeriksaan antenatal yang Bagi ibu bidan dalam menghadapi kasus letak sungsang hendaknya teratur mendeteksi sedini mungkin adanya indikasi letak sungsang. memberikan penanganan yang cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan komplikasi yang kemungkinan terjadi. Bagi ibu-ibu hamil hendaknya memeriksakan kehamilannya secara rutin dan mentaati nasihat-nasihat petugas kesehatan.

37

DAFTAR PUSTAKA

Cunningham, Mc Donald, 1995 “William Obstetri” Jakarta : EGC Manuaba, Ida Bagus Gde “Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana “Jakarta : EGC Mochtar, Rustam, 1998 “Sinopsis Obstetri Jilid 1” Jakarta : EGC Syaifudin, Abdul Bakri, 2002 “Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal” Jakarta : YBP-SP Winknjosastro, Hanifa, 1999” Ilmu Kebidanan” Jakarta : YBP-SP

38

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “S” GIII P2002 Ab000 USIA KEHAMILAN 41– 42 MINGGU JANIN TUNGGAL / HIDUP / LETAK BOKONG, INTRA UTERIN DENGAN RESIKO TINGGI ( LETAK SUNGSANG ) Disusun dalam rangka memenuhi tugas praktek Klinik kebidanan di BPS

Disusun Oleh : Dewi Rani Candrasari Nim : 0302.07

AKADEMI KEBIDANAN WIDYAGAMA HUSADA

39

MALANG 2006

40

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful