Laporan diskusi kelompok melati TPI Inisiator diskusi: Anggi Dwi Ajeng Pangastuti (09/282751/SP/23563) Semua peserta

diskusi telah menjawab ketiga pertanyaan dengan jawaban yang cukup beragam. Untuk pertanyaan pertama, rata-rata peserta diskusi mengaku bahwa konsep just war Grotius sangatlah cocok dengan konsep Hukum Perang dewasa ini. Diskusi yang kemudian muncul dari pertanyaan ini ialah menyangkut keefektivan dari just war dan hukum perang itu sendiri. Beberapa peserta diskusi merasa bahwa just war, hukum perang, ataupun hukum yang lain justru sering dipakai oleh banyak pihak untuk menjustifikasi tindakan mereka yang tidak berlandaskan moral, melainkan kepentingan. Untuk pertanyaan kedua, banyak peserta diskusi juga melihat poin ini sebagai bentuk rasionalitas Grotius. Satu peserta diskusi bahkan menyatakan bahwa poin tersebut menunjukkan betapa Grotius sebenarnya tidak terlalu percaya dengan moral yang ada. Kepatuhannya yang tinggi terhadap Tuhan lah yang mendorongnya untuk mengeluarkan Natural Law yang harus mendorong moral. Demikian pula dengan jawaban-jawaban untuk pertanyaan ketiga. Rata-rata peserta diskusi merasa bahwa Grotius terlalu naïf dengan mengatakan bahwa moral dalam individu bisa diaplikasikan ke negara. Rata-rata merasa bahwa moral individu dapat berlaku karena mereka berada pada tatanan social yang sama, sementara pergaulan antar negara tidak terbentuk seperti ini. Negara memiliki kepentingan-kepentingan yang harus diperjuangkan. Moral individu hanya akan menghalangi kepentingan ini. Secara umum, diskusi sebenarnya berjalan dengan lancer. Peserta diskusi menjawab semua pertanyaan yang ada. Pada awalnya, diskusi berjalan dengan hangat. Ketika inisiator mengajukan beberapa pertanyaan untuk memancing diskusi, peserta menjawab dan saling berdebat. Tetapi, menginjak pertanyaan kedua, peserta diskusi seolah-olah malas untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang diajukan untuk memancing diskusi. Padahal, ada juga pertanyaan yang berasal dari peserta diskusi sendiri yang menurut pendapat saya cukup bagus dan bisa diperdebatkan. Dari situ, diskusi pun berubah menjadi dingin dengan interaksi peserta diskusi hanya menjawab pertanyaan tanpa mengadakan diskusi yang sebenarnya. Diskusi pun diakhiri lebih awal, yakni sekitar 9.15

Kesimpulan yang dapat diambil inisiator dari jalannya diskusi di kelompok melati ialah bahwasanya mayoritas anggota kelompok kurang sepaham dengan Grotius. Mereka melihat bahwa konsep perang dan moral yang disampaikan oleh Grotius masih terlalu abstrak. Grotius seolah-olah masih bimbang antara mempercayai moral sebagai basis pergaulan antar negara, dengan rasionalitas yang mengharuskan negara untuk mendasarkan kebijakannya pada kepentingan.