REFORMASI ADMINISTRASI NEGARA

Holilah Program Studi Filsafat Politik Islam, Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Ampel Surabaya

Abstrak: Administrasi negara yang juga disebut dengan administrasi publik saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini terlihat dengan mulai diimplementasikannya konsep-konsep manajemen modern dalam administrasi publik yang tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas kinerja pelayanan publik pada birokrasi modern. Meski demikian, administrasi negara yang salah satu tugas utamanya memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, dalam dalam tataran realitasnya masih jauh dari harapan. Masih sering kita mendengar keluhan masyarakat terkait dengan penyelenggaraan administrasi negara ditambah lagi dengan perilaku para birokrat yang tidak mencerminkan sebagai “abdi dari masyarakat” seperti lambat, berbelit-belit, tidak adil (pilih kasih) dan lain sebagainya. Oleh karena itu, harus segera dilakukan reformasi administrasi negara /reformasi birokrasi agar penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) segera terwujud di bumi Nusantara tercinta ini. Reformasi tersebut dapat dilakukan melalui Penataan kelembagaan, Penataan ketatalaksanaan/manajemen, Penataan sumber daya manusia/aparatur, Akuntabilitas dan memperbaiki penyelenggaraan Pelayanan umum dengan memberikan pelayanan prima dan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Kata Kunci: Reformasi dan administrasi negara

Abstract: Administration of the country which is also referred to the public administration is currently experiencing rapid growth. This looks to begin implementation of modern management concepts in public administration which the aim is to improve the efficiency, effectiveness of public service performance on a modern bureaucracy. Nevertheless, one of the state administration that its main task to give a quality service to the community, the level of reality is still far from expectations. Is still often heard complaints relating to public administration plus countries with the behavior of bureaucrats who do not reflect as a "servant of society" as slow, cumbersome, unfair (favoritism), and others. Therefore, it must be done immediately reform the state administrative / bureaucratic reforms for good governance (good governance), soon realized on earth this beloved archipelago. These reforms can be done through institutional arrangement, arrangement management / management, arrangement of human resources / personnel, accountability and improve management of public services by providing excellent service and quality service to the community. Keywords: reform and public administration

Dalam pelaksanaannya menurut Caiden dalam Zauhar 2 harus melibatkan peran stake holders sejak awal hingga akhirnya.A. 4-12 . Reformasi Administrasi Negara menurut Lee 1971 dalam Zauhar 1 meliputi reformasi prosedur yang bertujuan menyempurnakan system atau tatanan. kemudian dimodifikasi untuk kepentingan administrasi public. Disebutkan makin implementatif karena mulai dimanfaatkannya secara sungguh-sungguh berbagai konsep manajemen modern. berbelit-belit dan lainnya. justru yang menonjol dewasa ini adalah tuntutan reformasi administrasi public sehingga diharapkan tercipta pelayanan publik yang sesuai dengan harapan masyarakat (pelayanan prima). Strategi. sudah demikian pesatnya. 1996). kolusi. Dimensi. nepotisme/pilih kasih. Pendahuluan Perkembangan Ilmu Administrasi Negara. yang semula berhasil diterapkan dalam dunia swasta/bisnis. 44 Ibid. (Jakarta: Bumi Aksara. dan menyelaraskan system Administrasi Negara tidak dapat dilepaskan dari nilai budaya suatu negara atau wilayah dimana berlakunya reformasi tersebut. Reformasi Administrasi (konsep. Tujuan eksternalnya adalah demokratisasi. lamban. menyesuaikan system kerja antara system Administrasi Negara dan politik (misalnya dalam kerangka otonomi daerah). Dengan demikian. yang dewasa ini mulai lazim disebut Administrasi Publik. Adapun tujuan reformasi Administrasi Negara secara internal adalah efisiensi Administrasi Negara itu sendiri. Di samping konsep-konsepnya yang makin implementatif dan tidak lagi dikaburkan dengan konsep manajemen. reformasi teknik untuk menyempurnakan metode dan reformasi program untuk menyempurnakan kinerja Administrasi Negara. meminimalisasi kelemahan atau penyakit administrasi seperti korupsi. jelaslah bahwa reformasi admnistrasi Negara merupakan gerakan untuk menjadikan Administrasi Negara sebagai 1 2 Susilo Zauhar.

telah banyak didefinisikan oleh para ahli.4 Soempono Djojowadono dalam Miftah Thoha 5 mendefinisikan Administrasi Negara adalah bagian dari keseluruhan lembaga-lembaga dan badan-badan dalam pemerintahan negara sebagai bagian dari pemerintah eksekutif baik di pusat maupun di 3 4 Mosher 1976. tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi apabila organisasai ingin terus eksis dan survive. Siagian mendefinisikan Administrasi Negara sebagai keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh aparatur pemerintah dalam suatu Negara dalam usaha mencapai tujuan Negara. khususnya tuntutan realisasi aspirasi masyarakat. karena harus sesuai dengan arah perkembangan lingkungan global yang semakin kompetitif dalam seluruh aspek. 127 5 Miftah Thoha. (Yogyakarta: Nur Cahaya. Dror. Definisi Administrasi Negara Konsep Administrasi Negara yang dalam perkembangannya juga disebut administrasi publik. Peran administrasi public harus sesuai dengan tuntunan zaman.3 Reformasi Administrasi Negara terjadi karena perubahan dan modernisasi Administrasi Negara (administrative change) tidak berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan tuntutan keadaan.. 15 The Liang Gie. sehingga dapat diciptakan Administrasi Negara yang sehat dan terciptanya tujuan pembangunan nasional. Reformasi Administrasi …. (Jakarta: Kencana. termasuk dalam tata kelola kepemerintahan. abueva 1970. Ilmu Administrasi Publik Kontemporer. karenanya diperlukan usaha yang sadar dan terencana untuk mengubah struktur dan prosedur birokrasi (aspek reorganisasi kelembagaan. P. Perkembangan Administrasi Negara merupakan hal mendasar. 44 . B. Administrasi Perkantoran Modern. 1971 dalam Zauhar. 2008). meningkatkan efektivitas organisasi (aspek program).instrument yang lebih baik dari waktu ke waktu dalam rangka mencapai tujuan pembangunan pada umumnya. 1983). tuntutan masyarakat. sikap dan perilaku birokrat/aspek prilaku atau kinerja). diantaranya sebagai berikut: S.

tetapi untuk melayani masyarakat serta menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mengembangkan kemampuan dan kreatifitasnya demi mencapai tujuan bersama. administrasi perpajakan dan lain-lain. 2008). Dari uraian diatas dapat digarisbawahi bahwa peran administrasi negara adalah memberikan pelayanan pada masyarakat. Hal ini selaras dengan hakekat dibentuknya pemerintahan dalam suatu negara. (Jakarta: PT. 8 Rasyid Ryaas. Peran Administrasi Negara Frederik A. administrasi perkantoran pemerintah. Dari beberapa definisi Administrasi Negara diatas dapat dipahami bahwa Administrasi Negara adalah kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok orang atau lembaga dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dalam memenuhi kebutuhan publik secara efisien dan efektif. 6 C. Administrasi Negara modern meliputi banyak kegiatan-kegiatan pemerintah atau negara. Menurut beliau. Pemerintahan pada hakekatnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Ia tidaklah diadakan untuk melayani dirinya sendiri. Pustaka LP3ES. Teori Administrasi Publik. administrasi keuangan negara. Desentralisasi dalam menunjang pembangunan daerah dalam pembangunan administrasi di Indonesia.daerah yang yang tugas kegiatannya terutama melaksanakan kebijaksanaan pemerintah (public policy) untuk kepentingan masyarakat. 139 . misalnya: administrasi kepegawaian negara. (Bandung: Alfabeta. 7 6 7 Harbani Pasolong. 1998). administrasi perbekalan. administrasi publik diadakan untuk memberikan pelayanan publik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat setelah pemerintah meningkatkan profesionalismenya. menerapkan teknik efisiensi dan efektivitas. Cleveland dalam Keban menjelaskan bahwa peran administrasi publik sangat vital dalam membantu memberdayakan masyarakat dan menciptakan demokrasi.

Model hubungan kemanusiaan. 2. tokohnya Herbert Simon. dan amitai Etzioni. G. Model birokrasi klasik. 5. Sasaran utamanya adalah keadilan sosial (social equity) yang berusaha mengatasi ketimpangan. 28-30 Ibid. March. Model birokrasi neo-klasik. 9 E. Problematika Administrasi Negara Pemerintahan dengan segala perangkatnya sebagai pilar utama penyelenggara negara semakin dihadapkan kepada kompleksitas global. James Thomson. dan gordon Tullock. dan terkoordinasi dalam bentuk instansi-instansi pelayanan publik. dan Robert kahn. Kondisi tersebut sangat memungkinkan 8 9 H. tokohnya Charles E. dan Llyndall Urwick. G. Lindblom. Richard M. Cyert. mosher. 2. 7-20 . Peranannya harus mampu dan cermat serta proaktif mengakomodasi segala bentuk perubahan. ekonomis. Model kelembagaan. Administrasi Negara Baru. frederick C. (Jakarta: LP3ES.D. tokohnya: Max weber. Frederickson. Model pilihan publik. 3. Frederick Taylor. dan James G. perubahan menuju desentralisasi dan adanya partisipasi masyarakat.A. Woodrow Wilson. 4. Manajemennya efisien. Frederickson8 membagi perkembangan administrasi negara hingga berkembangnya administrasi negara baru (sejak tahun 1980-an) dalam beberapa model sebagai berikut: 1. Model ke-5 (model pilihan publik) adalah ciri berkembangnya administrasi negara baru (New Public Management/NPM dan New Public Service/NPS) yang esensinya adalah: 1. Jame bahanan. Daniel Katz. Luther Gullick. tokohnya vincent Ostrom. Perkembangan Administrasi Negara H. 2003). tokohnya Rinsis Likert.

kondisi objektif dari iklim kerja aparatur selama ini masih dipengaruhi oleh teori atau model birokrasi klasik yang diperkenalkan oleh Taylor. Sementara itu. tetapi pada kenyataannya teori tersebut tidak dapat memberikan jawaban secara faktual sesuai dengan banyak temuan penelitian di berbagai tempat. dan e) Senantiasa memperlambat dengan menggunakan kata-kata “sedang diproses”. serta sebagai pelaksana dari segala peraturan. Diantara penyelenggaraan administrasi negara yang sering menjadi keluhan publik di antaranya: a) Memperlambat proses penyelesaian pemberian izin. d) Belum berorientasi pada prestasi. Dalam kenyataannya pendapat ini mendapat dukungan dari banyak pihak. g) Belum ditopang 10 11 H.karena aparatur berada pada posisi sebagai perumus dan penentu daya kebijakan. seperti kekuranglengkapan dokumen pendukung. yaitu (i) struktur. diantaranya sebagai berikut: a) Budaya feodalistik masih terasa. dan Urwick. 2003). 10 Meskipun model tersebut memaksimumkan nilai efisiensi dan efektifitas ekonomi. Siagian. (Jakarta: LP3ES. 39. melalui hierarki yang lebih tinggi sampai kepada hierarki yang terendah. (iii) otoritas. 1996). . Wilson. P. c) Alasan kesibukan melaksanakan tugas lain. dan (v) sentralisasi. Gullick. (iv) dikotomi kebijakan administrasi pemerintah. Weber. Administrasi Negara Baru. f) Keinginan untuk melayani masih rendah. d) Sulit dihubungi. Patologi Birokrasi. b) Mencari berbagai dalih. dan dalih lain yang sejenis. c) Loyalitas kepada individu bukan kepada tugas organisasi. (Jakarta: Bumi Aksara. b) Kebiasaan menunggu petunjuk pengarahan. (ii) hierarki. G. keterlambatan pengajuan permohonan.11 Hal lain yang semakin memperburuk penyelenggaraan administrasi negara adalah prilaku beberapa birokrat yang menjadi patologis (penyakit) dalam pemerintahan. 48 S. oleh sebab banyak pelayanan birokrasi yang diterima oleh publik kurang atau tidak sesuai dengan kebijakan yang sah. Frederickson.

Reformasi Administrasi Negara Reformasi Administrasi Negara menurut Lee 1971 dalam Zauhar 14 meliputi reformasi prosedur yang bertujuan menyempurnakan system atau tatanan. 4-12 16 Ahmad Sjihabudin dan Arselan Harahap. 12 Identifikasi ini adalah sedikit dari banyak masalah dalam penyelenggaraan administrasi negara (birokrasi pemerintahan) dewasa ini. 111-112 13 Arif Budiman. 2006). kelembagaan dan reformasi administrasi public itu sendiri. (Jakarta: LP3ES-Persadi. 1998). Dimensi.teknologi secara menyeluruh. penyesuaian system prosedur sesuai tuntunan pelayan public (yang makin demokratis dan meningkat). 39 14 Susilo Zauhar. dan ph. Pembangunan Administrasi di Indonesia. karena mereka harus melalui perizinan dan peraturan-peraturan pemerintahan. Oleh karena itu. (Jakrta: Gramedia. Menurut Miftah Thoha dalam Sjihabudin16 reformasi Administrasi Negara meliputi reformasi kepemimpinan. 44 15 Ibid. penyesuaian lembaga. 12 Inu Kencana Syafiie. reformasi teknik untuk menyempurnakan metode dan reformasi program untuk menyempurnakan kinerja Administrasi Negara. h) Budaya ekonomi biaya tinggi. 116. F. pembenahan sistem pelayanan aparatur sekarang ini harus menjadi prioritas. (Jakarta: Bumi Aksara. (Jakarta: Bumi Aksara. dan i) Jumlah pegawai negeri relatif banyak tetapi kurang bermutu dan asal jadi. Reformasi Administrasi (konsep. Krisis Tersembunyi Dalam Pembagunan Birokrasi Di Negara Berkembang.13 Pembenahan sistem yang dimaksud disini adalah adanya reformasi administrasi negara (reformasi Birokrasi). 1996). Quarks Van ufford. Strategi. 1998). Reformasi dapat ditempuh melalui rekruitmen yang demokratis. Dalam pelaksanaannya menurut Caiden dalam Zauhar 15 harus melibatkan peran stake holders sejak awal hingga akhirnya. Sistem Administrasi Negraa Republik Indonesia (SANRI). bagaimanapun pelayanan aparatur akan menentukan mati-hidupnya aktivitas publik. .

Sedarmayanti18 mendefiniskan reformasi birokrasi sebagai upaya pemerintah meningkatkan kinerja melalui berbagai cara dengan tujuan efektivitas. struktur organisasi ramping dan flat (tidak banyak jenjang hierarkis dan struktur organisasi lebih dominan pemegang jabatan profesional/fungsional dan pada jabatan stnuktural). Mendahulukan peranan dan wewenang. 4. Dengan demikian jika ingin melakukan reformasi administrasi negara yang tugas utamanya adalah memberikan pelayanan yang berkulaitas kepada masyarakat maka terlebih dahulu harus melakukan reformasi birokrasi. bersih. 2009). pola sikap dan pola tindak). efisien dan akuntabilitas. Perubahan penguasa menjadi pelayan. Dengan kata lain reformasi administrasi disebut juga reformasi birokrasi. karena birokrasi itu sendiri adalah lembaga pemerintah yang menjalankan tugas pelayanan pemerintahan. Tidak berpikir hasil produksi tetapi hasil akhir. 17 Pandji Santosa. (Bandung: Refika Aditama. 71 . 3. Perubahan cara berpikir (pola pikir. Perubahan manajemen kinerja. Dengan demikian reformasi birokrasi adalah perubahan radikal dalam bidang sistem pemerintahan. Reformsi Administrasi Publik. 2008). kolusi dan nepotisme (KKN) rnelalui: a. Reformasi birokrasi berarti: 1.Melakukan Reformasi administrasi negara berarti melakukan reformasi birokrasi. bebas korupsi. Pantau percontohan reformasi birokrasi. Reformasi Birokrasi Dan Kepemimpinan Masa Depan: Mewujudkan Pelayann Prima Dan Keperintahan Yang Baik. Administrasi Publik: Teori Dan Aplikasi Good governance. 2. mewujudkan pemerintahan yang baik. Pandji Santosa17 mendefinisikan reformasi sebagai perubahan radikal untuk perbaikan di berbagai bidang dalam suatu masyarakat atau negara. transparan dan profesional. 5. 6. Penataan kelembagaan. ((Bandung: Refika Aditama. 122 18 Sedarmyanti.

iii) Simplikasi dan otomalisasi tatalaksana. ii) Perubahan dan manajemen ketatausahaan ke manajemen sumber daya manusia aparatur. efektif. v) Pembaharuan sistem manajemen keuangan unit pelayanan publik. pelayanan prima (cepat. dan prosedur sederhana/ ringkas. kompeten. adil. kinerja berkualitas. Akuntabilitas. c. beretika. agar bersih sesuai kebutuhan organisasi dari segi kuantitas dan kualitas (profesional. efisien. e. dan lain-lain). berkinerja tinggi. dan sejahtera). mekanisme. simpel. ii) Pengembangan budaya kerja (penerapan nilai budaya pada tiap unit pelaksana pelayanan publik). serta memiliki kantor. konsisten. sarana dan prasarana kerja memadai. memuaskan pelanggan dan mewujudkan Good governance (kepemerintahan yang baik). sistem prosedur dan mekanisme pelayanan publik. Penataan sumber daya manusia aparatur. d. iv) Perbaikan sistem pengelolaan aset/barang milik negara. dan vi) Perbaikan sistem pengawasan dan akuntabilitas aparatur. mudah dan akurat melalui optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. tepat. Penataan ketatalaksanaan. b) Sistem manajemen pemerintahan: i) Penciptaan pola dasar organisasi pemerintah (unit pelaksana pelayanan publik). Strategi Reformasi birokrasi dapat dilakukan melalui antara lain: a) Pembaharuan mind-set (pola pikir) dan culture-set (budaya kerja): i) Peningkatan penghasilan dengan prinsip pekerjaan seimbang dengan imbalan. Reformasi perlu menghasilkan/menunjukkan cepatnya keberhasilan: yang dalam wujud konkritnya berupa perbaikan sistem kerja yang berdampak pada efektifitas dan efisiensi penggunaan sumber daya dan sistem kerja yang baku untuk mempermudah dan . sistem.b. transparan. dan iii) Internalisasi dan konkretisasi prinsip tata kepemerintahan yang baik. dan kondusif. Pelayanan dan kualitas pelayanan.

h) rekrutmen sesuai prosedur. g) pemantauan teknologi informasi (E-gov). Dengan demikian reformasi birokrasi dapat dilakukan dengan : 1. f) otomatisasi administrasi perkantoran. c) pengukuran dan evaluasi kinerja. fungsi dan beban tugas proporsional. efisien. dan h) pengelolaan kearsipan yang handal 3. dan c) kepuasan pelanggan. Pelayanan umum meliputi: a) pelayanan prima. proporsional. dan d) mengatur jabatan struktural dan fungsional 2. b) prosedur kerja. . b) sistem diklat yang efektif. Penataan ketatalaksanaan/manajemen. 5. c) pembagian tugas proporsional. evaluasi dan pengendalian. c) hubungan kerja eksternal. Dengan melakukan beberapa langkah diatas birokrasi diharapkan dapat melakukan perannya dengan optimal di masyarakat yaitu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat sehingga stigma birokrasi yang kurang baik yang selama ini diidentikkan dengan birokrasi dapat dihapus atau setidaknya dapat diminimalisir. misi. e) standar kompetensi jabatan. dan d) pelaporan kinerja. b) kulaitas pelayanan. rasional. meliputi: a) mekanisme/sistem kerja internal. d) perencanaan. b) perencanaan kinerja. d) pola karier jelas dan terencana. strategi organisasi. dan k) perbaikan sistem informasi manajemen kepegawaian. 4. i) penempatan pegawai sesuai keahlian. pemantauan. f) klasifikasi jabatan. b) struktur organisasi efektif. Akuntabilitas (petanggungjawaban) meliputi: a) perencanaan stratejik. Penataan sumber daya manusia/aparatur melalui: a) penerapan sistem merit dalam manajemen kepegawaian.memperlancar pelayanan kepada masyarakat. c) standar dan peningkatan kerja. j) remunerasi memadai. Penataan kelembagaan: a) visi. pelaksanaan. g) tugas. e) pengelolaan sarana dan prasarana kerja.

. Pemimpin sebagai pelaksana dan penyelenggara roda pemerintahan disebut pejabat. Semua tindakan yang dilakukan harus sesuai dengan ketentuan yang telah diturunkan Allah. Oleh karena untuk menentukan/memilih seorang pemimpin tidaklah mudah.. 306-307 21 Abu Sinin. amanah dan pengorbanan. Allah juga berfirman: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (Al-Qalam [68]: 4). Sejak awal Islam telah memperkenalkan sifat kepemimpinan Rasulullah Saw yang seharusnya menjadi panutan bagi pemimpin sesudahnya.. serta teguh dalam menjalankan tanggung jawab dengan penuh kesabaran. 134-135..20 Dalam Islam. Manajemen Syariah.. Kepemimpinan dalam Islam Faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam penyelenggaraan reformasi administasi negara Menurut Miftah Thoha dalam Sjihabudin19 adalah pemimpin. yang dalam istilah Islam disebut ”wali” atau ”amir” atau ”ulu al-amr”. Salim.G.. Ia mewajibkan dirinya untuk berperilaku lurus dan sesuai dengan prosedur yang ada.Cit.. Beliau telah memberikan lima 19 20 Op. berpegang teguh terhadap firman Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu sunri tauladan baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al-Ahzab [33]: 21). sebagaimana dijelaskan Ahmad Ibrahim Abu Sinin 21 tugas utama yang harus dijalankan seorang pemimpin adalah memberikan contoh dan suri teladan yang baik untuk para bawahannya dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Hal ini tidak lain disebabkan karena pemimpin merupakan penentu dari jalannya pemerintahan.... Fiqih Siyasah.

Shiddiq ini maknanya sangat mendalam. Sebab amanah itu mementingkan tanggungjawab yang sangat hakiki dalam hubungannya dengan umat manusia. Tabligh selalu mengharapkan agar orang yang . karena berkaitan dengan sikap mental dan kejiwaan dan hati yang paling dalam. Fathanah menekankan pada kecerdasan emosional dan spiritual. baik kecerdasan rasio. dan hati nurani yang paling dalam. bujukan. pemalsuan. Oleh karena itu istiqamah tidak bisa dimodifikasi. rekayasa. Fathanah. Istiqamah. penambahan. Amanah. Tabligh mencakup semua aspek komunikasi dan interaksi sesama manusia. tidak akan terjadi.prinsip utama seorang pemimpin: yang pada dasarnya bisa dieja dengan S-I-F-A-T [Shiddiq. Artinya. sebab shiddiq mencakup wilayah qalbiyah. Sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw ini bertumpu pada ketegaran dalam jiwa. karena melibatkan sikap mental. rasa. dan Tabligh]. yang selalu yakin bahwa ada yang selalu mengawasi pelaksanaan tugasnya. Demikian pula pada sifat ketiga yaitu “F” [Fathanah] yang berkaitan dengan kecerdasan. dan paksaan. yang immateri. maupun kecerdasan ilahiyah. agar tidak akan bergeser walaupun penuh dengan rayuan. Nabi Saw seperti tersebut di atas sangat mengutamakan kejujuran dalam hal pemerintahan. Lalu bagaimana dengan “A” [Amanah]? amanah jauh menjamah rona psikologi yang paling dalam. Dalam konteks inilah amanah berkiprah. Pertama adalah “S” [Shiddiq] yang berarti jujur. Dalam Islam diyakini bahwa setiap tindak-tanduk kita selalu dalam pengawasan malaikat yang senantiasa mencatat kebaikan dan keburukan manusia. Terakhir adalah “T” [Tabligh]. Dalam shiddiq yang paling diutamakan adalah yang tak tampak. Tabligh ini berkaitan erat dengan risalah keislaman. Kedua adalah “I” [Istiqamah] yang bermakna teguh dalam pendirian. yakni soal dakwah dan penyampaian pesan-pesan keilahian.

Peran administrasi public harus sesuai dengan tuntunan zaman. para ulama telah berijtihad untuk menetapkan syarat-syarat bagi pengangkatan seseorang untuk menjabat sesuatu jabatan (pemimpin). lamban. 22 H. tidak terkecuali dalam penyelenggaraan administrasi negara. 160-161 . seorang pioneer (figuritas). innovator. Disamping itu. menyesuaikan system kerja antara system Administrasi Negara dan politik (misalnya dalam kerangka otonomi daerah). meminimalisasi kelemahan atau penyakit administrasi seperti korupsi. Dengan demikian. Perkembangan Administrasi Negara merupakan hal mendasar. Kesimpulan Pemerintah dari waktu-kewaktu selalu dituntut untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dalam semua lini. visioner. kuat untuk memahami orang lain. Salah satunya dapat dilakukan melalui reformasi administrasi negara. tuntutan masyarakat. dan menyelaraskan system Administrasi Negara tidak dapat dilepaskan dari nilai budaya sustu negara atau wilayan dimana berlakunya reformasi tersebut. memiliki obsesi yang kuat terhadap tujuan. nepotisme/pilih kasih. terutama jabatan yang tinggi. diantaranya memiliki kemampuan intelektual yang tinggi. karena harus sesuai dengan arah perkembangan lingkungan global yang semakin kompetitif dalam seluruh aspek. Tujuan eksternalnya adalah demokratisasi. berbelit-belit dan lainnya. Tujuan reformasi Administrasi Negara secara internal adalah efisiensi Administrasi Negara itu sendiri. berjiwa besar. jelaslah bahwa reformasi admnistrasi Negara 22 Ibid.diajak berbicara bisa mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan ayat-ayat kebesaran Allah swt. tentunya atas izin Allah swt jua. termasuk dalam tata kelola kepemerintahan. Oleh sebab itu administrasi negara selalu berkembang. percaya diri. tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi apabila pemerintahan yang ada ingin terus eksis dan survive. kolusi. analisa yang tajam.

sehingga dapat diciptakan Administrasi Negara yang sehat dan terciptanya tujuan pembangunan nasional. .merupakan gerakan untuk menjadikan Administrasi Negara sebagai instrument yang lebih baik dari waktu ke waktu dalam rangka mencapai tujuan pembangunan. meningkatkan efektivitas organisasi (aspek program). karenanya diperlukan usaha yang sadar dan terencana untuk mengubah struktur dan prosedur birokrasi (aspek reorganisasi kelembagaan. sikap dan perilaku birokrat/aspek prilaku atau kinerja). Reformasi Administrasi Negara terjadi karena perubahan dan modernisasi Administrasi Negara (administrative change) tidak berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan tuntutan keadaan.

S. Administrasi Negara Baru. Pandji Santosa. (Jakarta: Kencana. Strategi. (Jakarta: LP3ES-Persadi. (Jakarta: PT. Reformasi Administrasi: Konsep. Arif Budiman. Ahmad Ibrahim Abu Sinn. 2003). Patologi Birokrasi. Fiqih Siyasah. H. dan ph. Pustaka LP3ES. Quarks Van ufford. 2008). Harbani Pasolong. 1998). The Liang Gie. Desentralisasi dalam menunjang pembangunan daerah dalam pembangunan administrasi di Indonesia. G. Raja Grafindo Persada. 2008). Manajemen Syariah Sebuah Kajian Historis Dan Kontemporer. (Yogyakarta: Nur Cahaya.. Sistem Administrasi Negraa Republik Indonesia (SANRI). 2008). 1996). 1996). (Jakarta: Bumi Aksara. (Bandung: Refika Aditama. Rasyid Ryaas. 1998). 2009). Sedarmyanti. (Jakarta: LP3ES. (Jakrta: Gramedia. . (Jakarta: Bumi Aksara. Reformasi Administrasi Publik. 2006). (Jakarta: Bumi Aksara.DAFTAR PUSTAKA Susilo Zauhar. Abdul Muin Salim. Miftah Thoha. 1983). (Jakarta: PT. Administrasi Publik: Teori Dan Aplikasi Good governance. Reformasi Birokrasi Dan Kepemimpinan Masa Depan: Mewujudkan Pelayann Prima Dan Keperintahan Yang Baik. Ilmu Administrasi Publik Kontemporer. Krisis Tersembunyi Dalam Pembagunan Birokrasi Di Negara Berkembang. Teori Administrasi Publik. Pembangunan Administrasi di Indonesi. Siagian. Ahmad Sjihabudin dan Arselan Harahap. (Bandung: Alfabeta. Dimensi. Raja Grafindo Persada:1994). ((Bandung: Refika Aditama. Konsepsi Kekuasaan Politik Dalam Al-Qur’an (Jakarta. Administrasi Perkantoran Modern. P. 2006). Frederickson. Inu Kencana Syafiie. 1998.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful