Sistem Hukum Nasional Indonesia Pada dasarnya sistem hukum nasional Indonesia terbentuk atau dipengaruhi oleh 3 sub

-sistem hukum, yaitu : 1. Sistem Hukum Barat, yang merupakan warisan para penjajah kolonial Belanda, yang mempunyai sifat individualistik. Peninggalan produk Belanda sampai saat ini masih banyak yang berlaku, seperti KUHP, KUHPerdata, dsb. 2. Sistem Hukum Adat, yang bersifat komunal. Adat merupakan cermin kepribadiansuatu bangsa dan penjelmaan jiwa bangsa yang bersangkutan dari abad ke abad (Soerojo Wigdjodipuro, 1995 : 13). 3. Sistem Hukum Islam, sifatnya religius. Menurut seharahnya sebelum penjajah Belanda datang ke Indonesia, Islam telah diterima oleh Bangsa Indonesia. Adanya pengakuan hukum Islam seperti Regeling Reglement, mulai tahun 1855, membuktikan bahwa keberadaan hukum Islam sebagai salah satu sumber hukum Indonesia nerdasarkan teori “Receptie” (H. Muchsin, 2004) Sistem Peradilan Indonesia dapat diartikan sebagai “suatu susunan yang teratur dan saling berhubungan, yang berkaitan dengan kegiatan pemeriksaan dan pemutusan perkara yang dilakukan oleh pengadilan, baik itu pengadilan yang berada di lingkungan peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer, maupun peradilan tata usaha negara, yang didasari oleh pandanganm, teori, dan asas-asas di bidang peradilan yang berlaku di Indonesia”. Oleh karena itu dapat diketahui bahwa Peradilan yang diselenggarakan di Indonesia merupakan suatu sistem yang ada hubungannya satu sama lain, peradilan/pengadilan yang lain tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling berhubungan dan berpuncak pada Mahkamah Agung. Bukti adanya hubungan antara satu lembaga pengadilan dengan lembaga pengadilan yang lainnya salah satu diantaranya adalah adanya “Perkara Koneksitas”. Hal tersebut terdapat dalam Pasal 24 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Sistem Peradilan Indonesia dapat diketahui dari ketentuan Pasal 24 Ayat (2) UUD 1945 dan Pasal 10 Ayat (1) Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Dalam Pasal 15 UU Kekuasaan Kehakiman diatur mengenai Pengadilan Khusus sebagai berikut : 1. Pengadilan khusus hanya dapat dibentuk dalam salah satu lingkungan peradilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 yang diatur dengan Undang-Undang.

MAHKAMAH KONSTITUSI (UU No. 3 Tahun 1997) b. 2 Tahun 2004) f. Pengadilan Lalu Lintas (UU No. Mahkamah Pelayaran b. Mahkamah Syariah NAD (UU No. PERADILAN MILITER . untuk mengadili anggota TNI yang berpangkat Jenderal. PERADILAN UMUM a. 26 Tahun 2000) d.Pengadilan Militer untuk mengadili anggota TNI yang berpangkat prajurit. 14 Tahun 2002) V. PERADILAN TATA USAHA NEGARA .d kolonel . MAHKAMAH AGUNG UU No. Pengadilan HAM (UU No. 14 Tahun 1985 jo UU No.Pengadilan Militer Utama. 20 tahun 2002) e. Pengadilan Syariah Islam di Provinsi Nangro Aceh Darussalam merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan agama sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan agama. 14 Tahun 1992) II. Pengadilan Niaga (Perpu No.Pengadilan Pajak (UU No.Pengadilan Militer Tinggi. Berdasarkan uraian tersebut. 24 Tahun 2003) Tugas Mahkamah Konstitusi adalah : 1.2. 5 Tahun 2005 I. III. PERADILAN LAIN-LAIN a. dan merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan paradilan umum sepanjang kewenangannya menyangkut peradilan umum. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) B. untuk mengadili anggota TNI yang berpangkat perwira s. . IV. 1 Tahun 1989) c. 18 Tahun 2001) g. untuk mengadili anggota TNI ketika terjadi perang. Pengadilan TPK (UU No. . Pengadilan Anak (UU No. Pengadilan Hubungan Industrial (UU No. PERADILAN AGAMA Mahkamah Syariah di Nangro Aceh Darussalam apabila menyangkut peradilan Agama. 31 Tahun 1999 jo UU No. maka sistem peradilan yang ada di Indonesia sebagai berikut: A. Menguji Undang-Undang terhadap UUD 1945 .Pengadilan Militer Pertempuran.

Hukum akan dirasakan adil. Kekuasaan hukum mengikuti garis politik dan terbagi ke dalam jurisdiksi.2. Tetapi yang paling pokok dan menentukan adalah dimana hukum-hukum tersebut dibentuk sesuai dengan asas dan sistem nilai yang dianut bangsa Indonesia dan mendasari kehidupan bernegara dan berbangsa. suap. Bila sistem hukum suatu negara tidak jelas dan tidak berada dalam suatu tatanan yang sesuai dengan sistem nilai dan jiwa Undang-undang Dasar negara. berupa : mengkhianati negara. Mereka mempunyai institusi terpisa. Masyarakat selalu bercirikan banyaknya pembagian kerja sosia. apabila di dalam hukum yang dibentuk itu sesuai dengan sistem nilai yang dipakai oleh bangsa-negara dimana hukum itu hidup dan diterapkan. 4. maka cita-cita negara hukum boleh jadi hanya berupa keinginan belaka atau jauh dari kenyataan. 5. tindak pidana berat lainnya. bahwa tidak mudah untuk menentukan pranata multak yang minimun harus dimiliki oleh suatu sistem untuk disebut sistem hukum. 3. Disisi lain disadari memang. Suatu kepastian hukum dapat terwujud apabila sistem hukumnya juga pasti dan berdasarkan norma fundamental negara. maka hukum-hukum Indonesia harus dibangun di atas nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Nusantara. Banyak negara mempunyai lebih dari satu sistem . maka sistem hukum negaranya pun merupakan faktor yang cukup menentukan. khas dan sangat khusus dalam membuat dan mengadministrasikan hukum. maka baru semangat penyelenggara negara dan aparat penegak hukum dirasakan efektif dalam rangka pembangunan hukum Indonesia. Memberikan putusan atas pendapat DPR tentang dugaan Presiden/Wakil Presiden melanggar hukum. Memutus sengketa kewenangan Lembaga Negara yang kewenangannya diberi oleh UUD 1945. korupsi. Untuk terciptanya suatu negara hukum yang demokratis dan berkeadilan. Dengan lain kata yang penting dan utama terlebih dahulu adalah pembentukan hukum supaya berkepastian dan berkeadilan. Memutus perselisihan tentang PEMILU. Dalam dunia modern batas antara sistem hukum pada umum nya adalah wilayah (teritorial). Memutus Pembubaran Partai Politik. Sehingga adalah tidak cukup dengan hanya mengisi jiwa para penyelenggara negara dan aparat hukum seperti hakim dan jaksa dengan penghayatan Pancasila dan dengan semangat pancasilais. Bila hukum telah dibangun dengan dasar yang demikian. atau perbuatan tercela lainnya.

sehingga tidak jarang terjadi perdebatan sengit mengenai sistem hukum yang bagaimanakah yang akan dilaksanakan dalam sebuah negara.hukum. maka khusus bagi negara Indonesia yang membangun hukum itu hukum yang direncanakan pembuatannya. sistem hukum tertulis lebih mudah dikenal. Dengan demikian sistem hukum yang bagaimanakah yang akan dilaksanakan di Indonesia? Tidak dapat tidak. Karena sistem hukum sebagai keseluruhan terdiri dari berbagai universe tuntutan atas istitusi hukum. Ada beberapa sebab. Sistem hukum tertulis tidak harus diartikan hukum sebagai penghalang perubahan masyarakat. ditelusuri dibandingkan dengan sistem hukum lain. sistem hukum tertulis jauh lebih pasti. . Dengan pemikiran diatas dan dihubungakan dengan negara Indonesia sebagai negara yang berdasarkan hukum. diidentifikasi. Tetapi justru sebagai sarana pembaharuan masyarakat. mengapa penulis lebih cendrung kepada sistem hukum tertulis. ia ditentukan oleh strategi pembangunan hukum yang bagaimana yang diterapkan. sistem hukum tertulis berstruktur dan memiliki sistimatika tertentu. maka sistem hukum yang tepat dilaksanakan adalah sistem hukum tertulis. Dapat atau tidaknya hukum sebagai sarana pembaharuan masyarakat dengan sistem hukum tertulis. membentuk suatu sistem hukum dalam masyarakat pruralistik sebagaimana halnya dengan masyarakat Indonesia adalah tidak mudah. karena. misalnya negara Federasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful