You are on page 1of 8

PERCOBAAN V

TARA KALOR MEKANIK DENGAN SECARA LISTRIK A. TUJUAN
1. Percobaan ini bertujuan untuk memperlihatkan perubahan energi listrik menjadi energi kalor. 2. Untuk memperoleh besarnya tara kalor mekanik.

B.

PEMBAHASAN

Tara kalor listrik adalah perbandingan antara energi listrik yang diberikan terhadap panas yang di hasilkan

Suatu bentuk energi dapat berubah menjadi bentuk energi yang lain. Misalnya pada peristiwa gesekan energi mekanik berubah menjadi panas. Pada mesin uap panas diubah menjadi energi mekanik. Demikian pula energi listrik dapat diubah menjadi panas atau sebaliknya. Sehingga dikenal adanya kesetaraan antara panas dengan energi mekanik/listrik, secara kuantitatif hal ini dinyatakan dengan angka kesetaraan panas-energi listrik/mekanik. Kesetaraan panas-energi mekanik pertama kali diukur oleh Joule dengan mengambil energi mekanik benda jatuh untuk mengaduk air dalam kalorimeter sehingga air menjadi panas. Energi listrik dapat diubah menjadi panas dengan cara mengalirkan arus listrik pada suatu kawat tahanan yang tercelup dalam air yang berada dalam kalorimeter. Energi listrik yang hilang dalam kawat tahanan besarnya adalah: Dimana : V = beda potensial antara kedua ujung kawat tahanan [volt] i = kuat arus listrik [ampere] t = lamanya mengalirkan arus listrik [detik] Energi listrik sebesar V.i.t joule ini merupakan energi mekanik yang hilang dari elektron-elektron yang bergerak dari ujung kawat berpotensial rendah ke ujung yang berpotensial tinggi. Energi ini berubah menjadi panas. Jika tak ada panas yang keluar dari kalorimeter maka panas yang timbul besarnya: dimana: M = m air.c air Na = Nilai air kalorimeter (kal/g oC) ta = suhu akhir air tm = suhu mula-mula air Banyak panas yang dihasilkan dari kalorimeter dapat dikompensasi dengan memulai percobaan pada suhu di bawah suhu kamar, dan mengakhirinya pada suhu di atas suhu kamar

Energi kalor : (energi panas) dirumuskan : dimana :

Energi Listrik : dirumuskan : dimana :

Tara kalor listrik : energi kalor (Q) biasanya dinyatakan dalam satuan kalori energi listrik (W) biasanya dinyatakan dalam satuan Joule maka agar W dan Q dapat menjadi “setara” (sama nilainya), maka nilai W yang masih dalam Joule, harus diubah kedalam kalori, dimana nilai energi :  nilai “4,186″ dikenal dengan nama “tara kalor-mekanik”  Pada rumusan yang saudara tuliskan :  konstanta “a” adalah faktor pengali untuk mengubah satuan W (Joule) menjadi dalam satuan kalori, agar kedua ruas mempunyai satuan yang sama.  Jadi : a = 1/(4,186) = 0,239 → inilah “tara kalor-listrik”  artinya : 1 Joule = 0,239 kal

  

Kalor yang di timbulkan oleh arus listrik adalah Q =

kalori.

Kalor yang ditimbulkan oleh arus listrik diterima oleh kalori meter dan air. Bila dianggap tidak ada kalor hilang akibat pancaran, maka semua kalor yang ditimbulkan oleh arus listrik diterima oleh kalori meter beserta isinya, berdasarkan hukum kekelan energi diperoleh.

Dimana m1 ck c2 t1 t2 t = massa kalori meter + isinya = kalor jenis kalori meter = kalori jenis air = suhu mula-mula kalori meter dengan isinya = suhu akhir kalori meter dengan isinya = waktu selang arus mengalir

C. ALAT-ALAT  Kalori meter joule lengkap  Termometer Amperemeter -0 −5 A  Voltmeter -0 – 10 V  Sumber tegangan rheostat  Saklae  Stopwatch  Neraca D. TEORI A. LANGKAH KERJA 1. Timbanglah kalori meter + pegaduk 2. Timbanglah kalori meter + pegaduk +air secukupnya 3. Susunlah rangkaian seperti gambar beikut :

4. Tutup saklar setelah rangkaian diperiksa oleh pembimbing 5. Atur/geser rheostat hingga arus mengalir ± -0.1 A. Lalu putuskan arus dengan segera. 6. Aduk air dalam kalorimeter hingga suhu merata kemudian catat suhunya (t1) 7. Tutup saklar s dan jalankan stopwatch secara bersamaan. 8. Catat kuat arus dan tegangan antara ujung-ujung kumparan. 9. Biarkan suhu kalorimeter naik ± 100 diatas suhu mula-mula, sambil mengaduk air dan kalosi meter. 10. Putuskan saklar dan hentikan saklar secara bersamaan. Catat waktu selama arus mengalir. 11. Ulangi percobaan sebanyak 3x untuk mendapat hasil yang teliti 12. Catatlah seluruh hasil pengamtan pada tabel pengamatan.

LAPORAN PERCOBAAN V TARA KALOR MEKANIK SECARA LISTRIK
KEGIATAN 1 1. HASIL PENGAMATAN

PENGAMATAN PADA Massa Kalorimeter + pengaduk (m1) Massa Kalorimeter + Pengaduk + air (m2) Suhu mula-mula (t1) Kuat arus yang mengalir (I) Beda potensial ujung-ujung komparan (V) Suhu Akhir (t2) Lama arus mengalir

I 54,4 gram 155,57 gram 1,4 oC 0,5 A 1,4 V 1,5 oC 120 s

II 54,4 gram 155,57 gram 1,5 oC 0,3 A 0,6 V 2,5 oC 180 s

III 54,4 gram 155,57 gram 2,5 oC 0,1 A 0,4 V 2,6 oC 240 s

2. ANALISIS Percobaan 1 Massa air (m2 – m1) = 155,57 gram – 54,4 gram = 101,17 gram Ck = 0,22 kalori/gram.oC = 900 J/kg oC C2 = 1 kalori/gram.oC = 420 J/kg oC Vit = V . i . t = 1,4 . 0,5 . 120 = 84 J Q = m1c k (t 2  t1 )  (m2  m1 )c2 (t 2  t1 ) = 54,4 . 0,22 (1,5 – 1,4) + (155,57 – 54,4) 1 (1,5 – 1,4) kalori = 11,314 kalori J1 = =
Vit Q

84 Joule = 7,424 Joule/Kalo ri 11,314 kalori

Percobaan II Massa air (m2 – m1) = 155,57 gram – 54,4 gram = 101,17 gram Ck = 0,22 kalori/gram.oC = 900 J/kg oC C2 = 1 kalori/gram.oC = 420 J/kg oC Vit = V . i . t = 0,6 . 0,3 . 180 = 32,4 J Q = m1 c k (t 2  t1 )  (m2  m1 )c 2 (t 2  t1 ) = 54,4 . 0,22 (2,5 – 1,5) + (155,57 – 54,4) 1 (2,5 – 1,5) kalori = 113,138 kalori J2 =
Vit Q

=

32 ,4 Joule 113 ,138 kalori

= 0,286 Joule/Kalori

Percobaan III Massa air (m2 – m1) = 155,57 gram – 54,4 gram = 101,17 gram Ck = 0,22 kalori/gram.oC = 900 J/kg oC C2 = 1 kalori/gram.oC = 420 J/kg oC Vit = V . i . t = 0,4 . 0,1 . 240 = 9,6 J Q = m1c k (t 2  t1 )  (m2  m1 )c2 (t 2  t1 ) = 54,4 . 0,22 (2,6 – 2,5) + (155,57 – 54,4) 1 (2,6 – 2,5) kalori = 11,314 kalori J3 = =
Vit Q

9,6 Joule 11,314 kalori
J1  J 2  J 3 3

= 0,849 Joule/Kalori
J =

= =

7,424  0,286  0,849 3
8,559 = 2,853 Joule/Kalori 3

3. Rambat Ralat Rambat ralat dari persamaan J 

Vit adalah m1c k (t 2  t1 )  (m2  m1 )c 2 (t 2  t1 )
=
84 Joule 11,314 kalori

J1 

Vit m1c k (t 2  t1 )  (m2  m1 )c 2 (t 2  t1 )

= 7,42 Joule/Kalori

J2 

32 ,4 Joule Vit = = 0,29 Joule/Kalori 113 ,138 kalori m1c k (t 2  t1 )  (m2  m1 )c 2 (t 2  t1 )

J3 

Vit m1c k (t 2  t1 )  (m2  m1 )c 2 (t 2  t1 )

=

9,6 Joule 11,314 kalori

= 0,8 Joule/Kalori

4. Tujuan a. Percobaan ini bertujuan untuk memperlihatkan perubahan energi listrik menjadi energi kalor b. Untuk memperoleh besarnya tara kalor mekanik c. Mengamati perubahan energi listrik menjadi energi kalor, kuat arus, tegangan, serta suhu yang terjadi setiap detiknya. 5. Kesimpulan Dari hasil percobaan diatas dapat kita simpulkan bahwa: a. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. b. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor, yaitu; massa zat, jenis zat (kalor jenis), perubahan suhu. c. Kesetaraan panas-energi mekanik pertama kali di ukur oleh joule dengan mengambil energi mekanik benda jatuh untuk mengaduk air dalam calorimeter sehingga air menjadi panas. Energy listrik dapat diubah menjadi panas dengan cara mengalirkan arus listrik pada suatu kawat tahanan yang tercelup dalam air yang berada dalam calorimeter. Energy listrik sebesar V.i.t (joule) ini merupakan energy mekanik yang hilang dari electron – electron yang bergerak dari ujung kawat berpotensial rendah ke ujung yang berpotensial tinggi. Energy ini berubah menjadi panas