You are on page 1of 15

A. TUJUAN Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

B. Dasar Teori Teori TumbukanSuatu zat dapat bereaksi denganz at lain apabila partikelpartikelnyasaling bertumbukan. Tumbukan yang terjadi tersebut akan menghasilkan energiuntuk memulai terjadinya reaksi. Terjadinya tumbukan antar partikel disebabkanoleh karena partikelpartikel (molekul-molekul) zat selalu bergerak dengan arah yang tidak teratur. Tumbukan antar partikel yang bereaksi tidak selalumenghasilkan energi yang cukup dapat menghasilkan reaksi.Energi yang diperlukan untuk menghasilkan suatu reaksi disebut energi pengaktifan. Energi pengaktifan merupakan energi minimum agar suatu reaksidapat berlangsung. KonsentrasiSecara umum konsentrasi pereaksi akan mempengaruhi laju reaksi.Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi adalah khas untuk setiap reaksi.Semakin tinggi konsentrasi berarti makin banyak molekul-molekul dalam setiap satuan luas ruangan, dengan demikian tumbukan antar molekul makin seringterjadi. Semakin banyak tumbukan yang terjadi berarti kemungkinan untuk menghasilkan tumbukan efektif semakin besar dan reaksi berlangsung lebihcepat. Luas PermukaanReaksi yang berlangsung dalam system homogen sangat berbeda denganreaksi yang berlangsung dalam system heterogen. Pada reaksi yang homogen,campuran zatnya bercampur seluruhnya. Hal ini dapat mempercepat berlangsungnya reaksi kimia karena molekul-molekul ini dapat bersentuhan satusama lainnya. Makin halus suatu zat maka makin luas permukaannya sehingga makin besar kemungkinan bereaksi dan makin cepat reaksi itu berlangsung. Dengan menggunakan teori tumbukan dapat dijelaskan bahwasemakin luas permukaan zat padat semakin banyak tempat terjadinya tumbukanantar partikel zat yang bereaksi. Temperatur Harga tetapan laju reaksi (K) akan berubah bila suhunya berubah. Lajureaksi meningkat dengan naiknya suhu. Biasanya kenaikkan suhu sebesar 100C akan menyebabkan kenaikan laju reaksi dua atau tiga kali. Kenaikkan laju reaksi ini disebabkan dengan kenaikkan suhu akan menyebabkan makin cepatnyamolekul-molekul pereaksi bergerak, sehingga memperbesar kemungkinanterjadinya tabrakan antar molekul. Energi yang diperlukan untuk menghasilkantabrakan yang efektif atau untuk menghasilkan suatu reaksi disebut energi pengaktifan kinetik.

1

Katalisator. Beberapa reaksi kimia yang berlangsung lambat dapat dipercepat denganmenambahkan suatu zat kedalamnya, tetapi zat tersebut setelah reaksi selesai ternyata tidak berubah. .Reaksi berlangsung pada suhu tinggi berjalan lambat.

C. FAKTOR R
 ALAT :

1. Beker gelas 2. Tabung reaksi 3. Gelas ukur 4. Pipet 5. Labu reaksi 6. Stopwatch
 BAHAN :

1. Pualam 2. HCL 3. Balon

 LANGKAH KERJA :

1. Buatlah larutan HCL dengan 3 konsentrasi yang berbeda (encerkan dari larutan ang telah kalian buat pada eksperimen sebelumnya),yaitu 3M;1,5M;dan 0,75m. 2. Ambil masing-masing 3 ml larutan HCL tersebut dan masukkan ke dalam tabung reaksi. 3. Timbang 0,5 gram pualam,masukkan ke dalamn tabung reaksi. 4. Segera tutup tabung reaksi dengan balon 5. Catat waktu yang dibutuhkan agar balon bisa bediri,dan amati kondisi balon untuk setiap konsentrasi yang berbeda.
 DATA PENGAMATAN :

NO HCL (M) 1 3 2 3 3 3 Waktu rata-rata 3 detik 1 1,5 2 1,5 3 1,5 Waktu rata-rata 5 detik 1 0,75 2 0,75

Massa pualam 0,5 0,5 0,5

Waktu (detik) 3 3 3

0,5 0,5 0,5

5 5 5

0,5 0,5

>5 menit >5 menit

2

3 0,75 Waktu rata-rata >5 menit

0,5

>5 menit

 PERTANYAAN :

1. Tuliskan reaksi yang terjadi? 2. Factor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 3. Reaksi mana yang berlangsung paling cepat? Jelaskan jawaban anda!
 JAWABAN : 1. ½ H2 +1/2 Cl2

HCl

2. Factor yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen diatas adalah, Luas permukaan,semakin halus partikel dari suatu zat padat,maka total luas permukaanya akan semakin besar. Konsentrasi pereaksi,perubahab laju reaksi semata-mata karena perubahan konsentrasi HCl. Tekanan, penambahan tekanan dengan memperkeil volum akan memperbesar laju reaksi,dengan demikian dapat memperbesar laju reaksi. Katalis,adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi ,tetapi zat itu sendiri tidak mengalami perubahan yang kekal (tidak dikonsumsi atau tidak dihabiskan). 3. Reaksi yang berlansung paling cepat adalah pada reaksi HCl yang berkonsentrasi 3M. Reaksi tersebut cepat karena tingkat kemolarannya tinggi. D. FAKTOR S  ALAT : 1. Tabung reaksi 2. Timbangan digital 3. Stopwach 4. Balon  Bahan : 1. Larutan HCl 1,5 M (18 ml) 2. Pualam Bongkahan (1,5 gram) 3. Pualam gerus halus (1,5 gram)

 LANGKAH KERJA : 1) Ambil masing-masing 3 ml larutan HCl 1,5 M masukkan ke dalam tabung reaksi. 2) Timbang 0,5 gram pualam dalam bentuk bongkahan sebanyak 3 kali.

3

3) Masukkan 0,5 gram pualam tersebut ke dalam tabung reaksi, amati banyaknya gelembung yang dihasilkan dan catat waktu yang di perlukan agar balon dapat berdiri tegak. 4) Ulangi percobaan tersebut sampai 3 kali. 5) Lakukan langkah yang sama dengan menggunakan pualam yang telah digerus halus. 6) Bandingkan apa yang terjadi.  DATA PENGAMATAN No. 1. 2. 3. [HCl] Massa pualam Waktu (detik) 40 detik 40 detik 40 detik 40 detik Massa pualam (gerus halus) 0,5 gram 0,5 gram 0,5 gram Waktu rata-rata Waktu (detik) 4 detik 6 detik 5 detik 5 detik

(M) (bongkahan) 1,5 0,5 gram 1,5 0,5 gram 1,5 0,5 gram Waktu rata-rata

 PERTANYAAN 1. Tuliskan reaksi yang terjadi! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen di atas? 3. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan pendapat anda! JAWABAN :
1. CaCO3(s)+2HCl(aq) ––––––> CaCl2(aq)+H2O(l)+CO2(g) 2. Faktor yang mempengaruhi reaksi pada eksperimen tersebut adalah luas permukaanya,,

luas permukaan ini mempengaruhi cepat lambatnya laju reaksi. Semakin banyak luas permukaannya, maka akan semakin besar pula laju reaksinya. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit luas permukaannya, maka akan semakin lambat lajureaksinya dan semakin kecil ukurannya maka seakin besar luas permukaannya, begitu juga sebaliknya.

3. Larutan yang menggunakan pualam gerus lebih cepat daripada larutan yang

menggunakan bongkahan. Hal ini dikarenakan luas permukaan pualam yang digerus lebih luas dan banyak bidang sentuhnya dan akan semakin cepat bereaksi. Sedangkan pualam bongkahan, luas permukaannya lebih kecil dan bidang sentuhnya lebih sedikit sehingga memerlukan waktu lama untuk bereaksi.

4

E. Faktor T

 Alat

1. Gelas bekker 2. Pembakar spirtus 3. Termometer 4. Kaki tiga dan kasa 5. Stopwatch

 Bahan

1. Larutan HCl 1,5 M 2. Larutan Na2S2O3 0,2 M

 Langkah kerja:

1. Buatlah tanda silang pada selembar kertas sesuai ukuran gelas beker. 2. Masukkan 25 mL Na2S2O3 0,2 M kedalam bekker glas. Letakkan gelas tersebut diatas

tanda silang. Ukur suhunya dan catat.
3. Tambahkan 5 ml HCl 1,5 M. Ukur suhunya dan catat waktu yamh diperlukan sejak

penambahan HCl sampai tanda silang tidak kelihatan. (amatilah dari atas gelas beker)
4. Ulangi langkah 1,2 dan 3 sebanyak 3 kali. 5. Masukkan 25 mL Na2S2O3 0,2 M kedalam bekker glass lain. Letakkan gelas tersebut

diatas kaki tiga dan panaskan hingga suhunya naik 100 C dari data pertama pengukuran suhu.
6. Letakkan beker glass tersebut diatas kertas bertanda silang . tambahakan 5 mL HCl 1,5 M

. catat waktu untuk menghitung berapa lama tanda silang tidak kelihatan lagi.
7. Ulangi langkah 5 dan 6 sebanyak 3 kali.

5

 Data pengamatan : No. 1 2 3 suhu Na2S2O3 Waktu (s) 14 14 14 14 Suhu Na2S2O3 40 40 40 Waktu rata-rata Waktu(s) 9 9 9 9

30 30 30 Waktu rata-rata

 Pertanyaan : 1. Tuliskan reaksi yang terjadi! 2. Faktor apa yang mempengaruhi terhadap reaksi pada eksperimen diatas? 3. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan !

 Jawaban :
1. Na2S2O3 +HCl -> SO2 + S + NaCl

Na2S2O3 + 2HCl -> 2SO2 + S + H2O + 2NaCl

2. Faktor suhu
3. Na2S2O3 dengan suhu 40 derajat . karena setiap partikel selalu bergerak dengan

naiknya suhu energi gerak (kinetik) partikel juga ikut meningkat sehingga makin banyak pertikel yang memiliki energi kinetik diatas harga energi aktivasi. Harga tetapan laju reaksi akan berubah jika suhunya berubah.

F. FAKTOR U  Alat : 1. Bekker gelas 2. Pipet 3. Gelas ukur 6  Bahan :
1. Larutan

2o ml 5%

2. Larutan NaCl 0,1 M

3. Larutan

0,1 M

 LANGKAH KERJA :
1. Memasukkan 20 ml larutan

5

kedalam dua gelas kimia. Lalu mengamati

kecepatan gelembung gas pada kedua gelas itu dan dicatat.
2. Menambahkan 20 tetes NaCl 0,1 M kedalam bekker gelas 1 dan 20 tetes

ke

dalam bekker glass 2. Lalu mengamati kecepatan timbulnya gelembung gas dapa kedua gelas kimia tersebut.  DATA PENGAMATAN : No Larutan 1 2 Pengamatan Ada gelembung Terdapat sedikit gelembung, reaksi berlangsung lambat, mengalami perubahan warna menjadi putih 3 susu. Terdapat banyak gelembung, reaksi berlangsung cepat,mengalami perubahan warna tetapi tidak kekal. Awalnya, larutan berwarna kuning jingga, lalu berubahmenjadi cokelat.

 PERTANYAAN : 1. Tuliskan reaksi yang terjadi ! 2. Faktor apakah yang berpengaruh terhadap reaksi pada eksperimen di atas ? 3. Reaksi mana yang berlangsung lebih cepat? Jelaskan jawaban anda !

 JAWABAN PERTANYAAN :
1. a.

7

b. c.

2. Faktor katalis. Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi, tetepi zat itu sendiri tidak mengalami perubahan yang kekal.
3. Reaksi yang lebih cepat adalah

karena

tidak dikonsumsi atau dihabiskan

pada reaksi tersebut. Dan

ini dapat disebut katalis yang baik.

G. PEMBAHASAN Pada percobaan pertama, diambil 3 tabung reaksi yang masing-masing berisi 3M; 1,5M dan 0,75M larutan HCl. Kemudian ketiga tabung reaksi tersebut masing-masing diisi pualam 0,5 gram setelah itu segera di tutup dengan balon dan di ulangi sampai tiga kali. Ternyata didapat larutan yang berisi 3M paling cepat balonnya berdiri, membutuhkan waktu sekitar 3 detik. Dan larutan yang berisi 0,75M membutuhkan waktu lebih dari 5 menit untuk balon berdiri. Larutan yang berisi 3M lebih cepat karena tumbukan antara partikel-partikelnya lebih banyak sehingga mudah untuk bereaksi. Sedangkan larutan yang berisi 0,75 sangat lama karena partikel partikelnya sedikit dan tumbukan antar partikelnya lebih susah, banyak partikel yang bertumbukan dengan aquades sehingga sulit untuk bereaksi. Pada percobaan kedua, diambil 3 tabung reaksi yang masing masing berisi HCl 3M 3ml. Lalu dimasukkan pualam 0,5 gram kedalam msing-masing ketiga larutan tersebut. Dan mencatat waktu sampai balon berdiri. Percobaan tersebut diulangi lagi tetapi menggunakan pualam yang digerus halus dan mencatat waktu sampai balon berdiri. Ternyata diperoleh larutan yang menggunakan pualam gerus lebih cepat daripada larutan yang menggunakan bongkahan. Hal ini dikarenakan luas permukaan pualam yang digerus lebih luas dan banyak bidang sentuhnya dan akan semakin cepat bereaksi. Sedangkan pualam bongkahan, luas permukaannya lebih kecil dan bidang sentuhnya lebih sedikit sehingga memerlukan waktu lama untuk bereaksi. Pada percobaan ketiga, dibuat tanda silang pada sehelai kertas. Lalu dimasukkan 25 ml 0,2 M ke dalam bekker glass, kemudian kertas yang bertanda silang tersebut diletakkan dibawah gelas ukur dan ditambahkan 5ml HCl 1,5 M lalu mencatat waktu sampai tanda silang tersebut tidak terlihat. Berikutnya 25 ml dipanaskan sampai suhunya 10 0,2 M dimasukkan kedalam tabung gas dan

setelah itu tanda silang pada sehelai kertas ditaruh dibawah 5 ml HCl 1,5 M dan mencatat waktu

larutan yang telah dilarutkan tadi, setelah itu masukkan

8

sampai tanda silang tidak terlihat. Ternyata

yang dipanaskan sampai 10˚C lebih cepat

daripada yang tidak dipanaskan, hal itu dikarenakan Semakin besar suhunya, maka semakin besar pula kecepatan reaksi antara larutan dapat mempercepat laju reaksi. Pada percobaan keempat, 20 ml larutan 5% dimasukkan kedalam dua gelas kimia. dengan larutan HCl. Karena kenaikan suhu

Lalu diamati kecepatan gelembung pada kedua gelas tersebut. Kemudian 20 tetes NaCl 0,1 M ditambahkan kedalam bekker glass 1 dan 20 tetes glass yang ke 2. Terntaya campuran larutan melalui proses yang cepat. Hal ini dikarenakan mengalami perubahan kekal) pada reaksi tersebut. Dan 0,1 M ditambahkan kedalam bekker gelembungnya lebih banyak dan tidak dikonsumsi atau dihabiskan (tidak ini dapat disebut katalis yang baik.

H. KESIMPULAN Faktor R : konsentrasi pereaksi, merupakan faktor yang dapat mempengharuhi laju

reaksi“semakin besar konsentrasi pereaksi maka laju reaksi lebih cepat”. Faktor S : Luas permukaan, luas permukaan ini mempengaruhi cepat lambatnya laju reaksi. Semakin banyak luas permukaannya, maka akan semakin besar pula laju reaksinya. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit luas permukaannya, maka akan semakin lambat lajureaksinya. Faktor T : Suhu, suhu mempengaruhi cepat lambatnya laju reaksi. Semakin besar suhu, maka lajureaksi semakin cepat. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil suhu, maka semakin pula laju reaksinya. Faktor U : Katalis, Katalis ini merupakan zat yang mempercepat laju reaksi. Apabila suatu reaksidiberi katalis, maka laju reaksinya akan semakin besar. Begitu pula sebaliknya. Katalis tidak mengalami perubahan yang kekal dalam reaksi. dicampur dengan larutan merupakan katalisator karena ketika

larutannya cepat bereaksi, mendidih, berasap, dan berubah warna.

PENUTUP

9

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Kami mengharapkan kritik dan sarannya kepada pembaca supaya kami bisa memperbaiki kesalahan tersebut. Dan kami juga mengharapkan tugas ini bermanfaat bagi pembaca dan semoga tugas ini dapat memenuhi harapan guru pembimbing.

Bantul, 26 Oktober 2012

Praktikum

10

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com www.wikipedia.com LKS KIMIA kelas XI Purba, Michael. 2006. Kimia untuk kelas XI. Jakarta : Erlangga

11

Laporan Praktikum Kimia Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Kelompok Nama

:6 : Muhammad Azis N R (12)

12

Bindari Fortunasari Febri Nugroho Nahya Turoffiah Kelas : XI IPA 3

(19) (24) (30)

SMA N 1 SEWON Jalan Parangtritis km 5 Yogyakarta

KATA PENGANTAR

Puji syukur Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah Nya sehingga kami yang masih dalam tahapan belajar dapat menyelesaikan laporan kimia ini. Mengenai hasil praktikum kimia tentang faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada yang telah meluruskan praktikum saya. Kritik dan sarannya dari semua pihak sangat saya harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan umumnya bagi kita semua.

13

Bantul, 26 Oktober 2012

Praktikum

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………. (i) Daftar isi …………………………………………………………………………(ii)
A. Tujuan ……………………………………………………………………1 B. Dasar teori …………………………….................................................... 1 C. Faktor R ………………………………………………………………… 2 D. Faktor S …………………………………………………………………. 4 E. Faktor T………………………………………………………………….. 6 F. Faktor U …………………………………………………………………. 7 G. Pembahasan ……………………………………………………………… 9 H. Kesimpulan……………………………………………………………… 10

Penutup …………………………………………………………………………..(iii) Daftar pustaka ……………………………………………………………………(iv)

14

15