Sifat dan Pembuatan Unsur Halogen

Sifat dan Pembuatan Unsur Halogen – Berdasarkan konfigurasi elektronnya, halogen menempati golongan VIIA dalam tabel periodik. Atom-atom unsur halogen memiliki afinitas elektron tinggi sehingga mudah menerima elektron membentuk konfigurasi elektron gas mulia. Oleh sebab itu, unsur-unsur halogen tidak pernah ditemukan dalam keadaan unsur bebas di alam. 1. Kelimpahan Unsur Halogen. Halogen umumnya terdapat dalam bentuk garamnya. Oleh sebab itu, unsur-unsur golongan VIIA dinamakan halogen, artinya pembentuk garam (halos dan genes, halos = garam; genes = pembentuk atau pencipta). Fluorin dan klorin merupakan unsur halogen yang melimpah di alam. Fluorin terdapat dalam mineral fluorapatit, 3Ca3(PO4)2.CaF2 dan mineral fluorit, CaF2. Bentuk kedua mineral tersebut ditunjukkan pada Gambar 3.6.

Gambar 3.6 Mineral fluoroapatit dan fluorit (fluorosfar) Klorin melimpah dalam bentuk NaCl terlarut di lautan maupun sebagai deposit garam. Bromin kurang melimpah, terdapat sebagai ion Br dalam air laut. Iodin terdapat dalam jumlah sedikit sebagai NaI dalam air laut dan sebagai NaIO3 bersama-sama garam nitrat. Unsur astatin tidak dijumpai di alam sebab bersifat radioaktif sehingga mudah berubah menjadi unsur lain yang lebih stabil. 2. Sifat-Sifat Unsur Halogen. Semua unsur halogen terdapat sebagai molekul diatom, yaitu F2, Cl2, Br2, dan I2. Fluorin dan klorin berwujud gas, fluorin berwarna kuning pucat dan klorin berwarna kuning kehijauan. Bromin mudah menguap, cairan dan uapnya berwarna cokelatkemerahan. Iodin berupa zat padat berwarna hitam mengkilap yang dapat menyublim menghasilkan uap berwarna ungu (lihat Gambar 3.7). Unsur-unsur halogen mudah dikenali dari bau dan warnanya. Halogen umumnya berbau menyengat, terutama klorin dan bromin (bromos, artinya pesing). Kedua gas ini bersifat racun

Kenaikan titik leleh dan titik didih dari atas ke bawah dalam tabel periodik disebabkan gaya London di antara molekul halogen yang makin meningkat dengan bertambahnya panjang ikatan. Hal ini dapat dilihat dari potensial reduksi standar: F2 + 2e– →2F– E° = +2. Dari atas ke bawah. Jika wadah bromin bocor maka dalam beberapa saat. afinitas elektron unsur-unsur halogen makin kecil sehingga kereaktifannya: F Cl Br I.87 V Cl2 + 2e– →2Cl– E° = +1.36 V Br2 + 2e– →2Br– E° = +1.07 V I2 + 2e– →2I– E° = +0.sehingga harus ditangani secara hati-hati. Kereaktifan halogen dapat juga dipelajari dari afinitas elektron. Makin besar afinitas elektron. ruangan akan tampak cokelat-kemerahan. Kekuatan oksidator halogen menurun dari atas ke bawah dalam tabel periodik.7 Kristal Iodium apabila dipanaskan tidak mencair. tetapi menyublim. Oleh karena unsur halogen mudah menerima elektron maka semua unsur halogen merupakanoksidator kuat. jari-jari atom meningkat sehingga gaya tarik inti terhadap penerimaan (afinitas) elektron makin lemah.54 V . Akibatnya. kereaktifan unsurunsur halogen dari atas ke bawah berkurang. Dari atas ke bawah dalam tabel periodik. Gambar 3. Gaya berbanding lurus dengan jarak atau panjang ikatan. Kereaktifan halogen dapat dipelajari dari jari-jari atomnya. makin reaktif unsur tersebut.

Agar I2 dapat larut dalam air.Berdasarkan data potensial reduksi standar dapat disimpulkan bahwa F2 merupakan oksidator paling kuat.24 volt. Pada reaksi halogen dan air. 0. Berdasarkan nilai GGL.54 volt. sedangkan I2tidak bereaksi. akan terbentuk bromin dan iodin. Nilai GGL dapat dipakai untuk meramalkan kespontanan reaksi. Cl2(aq) + 2Br–(aq) ⎯⎯→2Cl–(aq) + Br2(aq) Cl2(aq) + 2I–(aq) ⎯⎯→2Cl–(aq) + I2(aq) Reaksi Cl2 dengan Br– atau I– dapat digunakan untuk identifikasi bromin dan klorin dalam suatu senyawa ion. Oleh karena itu. gas Cl2 dan Br2 dapat bereaksi. nilai GGL dapat dihitung dari potensial reduksi standar. harus ditambah KI karena terbentuk senyawa kompleks I3–. dan –0. Br2. Br2.28 volt. tetapi reaksi kembalinya tidak terjadi. misalnya: 2F2(g) + 2H2O(l) ⎯⎯→4HF(aq) + O2(g) E° = 2. Reaksi gas Cl2. dan I2 dapat dilihat dari reaksi antarhalogen. dan I2 dengan air menghasilkan nilai GGL berturut-turut 0. Cl2. Gas Cl2 dan Br2 larut baik dalam air. Cl2(g) + H2O(l)⇆ HClO(aq) + HCl(aq) Br2(aq) + H2O(l) ⇆ HBrO(aq) + HBr(aq) Kelarutan halogen dalam air beragam. Kekuatan oksidator F2. Gas F2 bereaksi dengan air membentuk HF. Gas fluorin dapat mengoksidasi unsurunsur halogen yang berada di bawahnya: F2(g) + 2Cl(aq) ⎯⎯→2F–(aq) + Cl2(g) F2(g) + 2Br–(aq) ⎯⎯→2F–(aq) + Br2(g) F2(g) + 2l–(aq) ⎯⎯→2F–(aq) + l2(s) Demikian pula jika gas klorin ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung ion Br– atau ion I–. unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain yang terletak di bawahnya dalam tabel periodik. KI(aq) + I2(s) ⎯⎯→KI3(aq) .05 V Oleh karena potensial sel sangat tinggi maka reaksi fluorin dan air berlangsung sangat dahsyat. sedangkan I2 sukar larut dalam air.

Dengan unsur bukan logam. (a) I–(aq) + Br2(l) (b) Cl–(aq) + I2(s) Jawab (a) Br2 dapat mengoksidasi ion halogen yang berada di bawahnya pada tabel periodik. Jadi. Oleh karena itu. tidak akan terjadi reaksi: Cl–(aq) + I2(s) ⎯/→ 3. BrF. I2tidak dapat mengoksidasi Cl– . Bilangan oksidasinya mulai dari +1.5. Dengan demikian. +3. +5. baik unsur logam maupun nonlogam.5 Senyawa Halogen yang Dapat Membentuk Asam Okso Halogen Hipohalida Halit Klorin Bromin Iodin HClO HBrO HIO HClO2 Halat Perhalat HClO3 HClO4 HBrO2(*) HBrO3 HBrO4(*) HIO2(*) HIO3 HIO4 Contoh Reaksi Antar halogen Tuliskan persamaan setara untuk reaksi berikut jika dapat bereaksi. ClF3. Baik dalam senyawa ionik maupun kovalen. dalam molekul ClF3. Pada senyawa antarhalogen. dan IF7. Semua unsur halogen dapat membentuk asam okso. seperti ClF. Halogen bereaksi dengan logam membentuk senyawa ionik. ClF5.Halogen dapat bereaksi dengan hampir semua unsur. Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen . Misalnya. pada umumnya halogen memiliki bilangan oksidasi 1. Contohnya dapat dilihat pada Tabel 3. biloks positif dimiliki oleh halogen dengan keelektronegatifan lebih kecil. IBr. Demikian pula dengan sesama halogen dapat membentuk senyawa antarhalogen. biloks Cl = +3 dan biloks F = –1. kecuali fluorin. Br2 akan mengoksidasi I– : 2I–(aq) + Br2(l) ⎯⎯→ 2Br– (aq) + I2(s) (b) Ion Cl– adalah ion halogen berada di atas iodium dalam tabel periodik. dan +7. halogen membentuk senyawa kovalen. Tabel 3.

Logam uranium direaksikan dengan gas fluorin berlebih menghasilkan uranium heksafluorida. CH 2=CHCl (untuk PVC). dan CH3Cl (untuk silikon dan TEL). yaitu larutan KF dalam HF cair.8 Pembuatan gas F2 secara Elektrolisis Gas F2 diproduksi secara komersial untuk bahan bakar nuklir uranium. Dalam jumlah besar. Perhatikan Gambar 3. a. dan tekstil. klorin digunakan untuk desinfektan. Secara komersial. Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah menuju tanki. gas Br2 yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah.Gas F2 merupakan oksidator kuat sehingga hanya dapat dibuat melalui elektrolisis garamnya. pembuatan gas Br2 sebagai berikut. . CCl4 (untuk fluorokarbon). Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara. Bromin cair berada di dasar tangki. Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi. Setelah terjadi reaksi redoks. reaksinya: Anode: Cl–( l) → Cl2(g) Katode: Na+( l) →Na(s) Gas Cl2 digunakan sebagai bahan dasar industri plastik. Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katode dan gas F2 di anode. pemutih. pulp kertas. Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. b.8 Gambar 3. Gas Cl2 dibuat melalui elektrolisis lelehan NaCl. c. seperti vinil klorida. UF6 (padatan berwarna putih dan mudah menguap). sedangkan air di atasnya.

9 (a) Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. Senyawa halogen yang penting adalah asam hidrogen halida (HX). yang sensitif terhadap cahaya. Beberapa kegunaan senyawa halogen dijabarkan pada Tabel 3. dan garamnya (MX). Setiap unsur halogen . AgI Film fotografi CCl4 CH3Br C2H4Br2 C2H4Cl C2H5Cl HCl NaClO NaClO3 KI Industri fluorokarbon Pestisida Penangkapan timbal dalam gasolin Industri polivinil klorida dan plastik Industri TEL Pengolahan logam dan makanan Pemutih pakaian dan industri hidrazin Pemutih kertas dan pulp Nutrisi manusia dan suplemen makanan hewan Kegunaan 4. Iodin digunakan untuk membuat senyawa AgI sebagai film fotografi dan KI sebagai nutrisi dan makanan ternak. Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen. CH3Br (sebagai pestisida).Bromin digunakan dalam industri untuk membuat senyawa metil bromida.6 Beberapa Kegunaan Senyawa Halogen Senyawa AgBr. Gas I2 diproduksi dari air laut melalui oksidasi ion iodida dengan oksidator gas Cl2. NaNO3) melalui reduksi ion iodat oleh NaHSO3.6. asam okso-halida (HXOn). perak bromida (untuk film fotografi). Gambar 3. (b) Pelat film ini dilapisi oleh AgBr. dan alkali bromida (untuk sedatif). Tabel 3. Iodin juga dapat diproduksi dari natrium iodat (suatu pengotor dalam garam (Chili.

a. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom halogen yang makin besar sehingga kemampuan menarik atom H makin lemah. HF. kecuali HF memiliki titik didih paling tinggi. H2(g) + Br2(g)⎯ΔPt→2HBr(g) H2(g) + I2(g)⎯ΔPt→2HI(g) Umumnya. HBr = –67°C. HCl. H2(g) + Cl2(g) →2HCl(g) c. H2(g) + F2(g) →2HF(g) b. Kekuatan asam halida di dalam pelarut air meningkat dari atas ke bawah dalam tabel periodik. asam-asam halida disintesis melalui pemanasan garam halida dengan asam yang tidak mudah menguap. HCl. dibuat dari natrium klorida dan asam sulfat pekat. sebab gas F2 sendiri dibuat dari penguraian HF. dibuat dari garam CaF2 dan asam sulfat pekat.9%. Persamaan ionisasinya: HF(aq) ⇆ H+(aq) + F–(aq) Asam-asam halida dapat disintesis langsung dari unsur-unsurnya. Penyimpangan ini sebagai akibat adanya ikatan hidrogen antarmolekul HF yang sangat kuat dibandingkan asam-asam halida yang lain. dan HI. a. Reaksinya: CaF2(s) + H2SO4(l)⎯Δ⎯→CaSO4(s) + 2HF(g) b. tetapi reaksinya tidak memiliki nilai komersial.dapat membentuk senyawa biner dengan hidrogen: HF. Senyawa HCl dibuat melalui reaksi gas Cl2 dan H2 berlebih. HBr dan HI dibuat dengan cara serupa. akibatnya atom H mudah lepas. HBr. seperti berikut ini. tetapi menggunakan katalis platina sebab reaksi tanpa katalis sangat lambat. Semuanya merupakan gas tak berwarna dengan bau sangat tajam. HI = –35°C). Reaksinya: NaCl(s) + H2SO4(l)⎯Δ⎯→NaHSO4(s) + HCl(g) . Gas F2 dan H2 bereaksi sangat dahsyat membentuk senyawa HF. seperti berikut ini. Asam-asam halida di dalam air terionisasi sempurna. kecuali asam fluorida tergolong asam lemah dengan derajat ionisasi 2. Titik didih asam halida meningkat dari atas ke bawah dalam sistem periodik (HCl = –85°C. yaitu 20°C.

10). Senyawa CCl3F digunakan sebagai pendingin dan bahan bakaraerosol. yang disintesis dari CCl4 dan HF dengan antimon pentafluorida sebagai katalis.11). . dan teflon (Gambar 3. Dalam hal ini digunakan asam fosfat. hasil yang terbentuk adalah natrium sulfat: NaCl(s) + NaHSO4(l)⎯Δ→Na2SO4(s) + HCl(g) c. freon. tidak dapat dibuat dengan H2SO4.Pada suhu tinggi.10 Polimer jenis politetrafluoroetilen (teflon) juga merupakan senyawakarbon yang mengandung gugus fluorin. sebab dapat mengoksidasi Br– dan I–menjadi unsur-unsurnya. Reaksinya: NaBr(s) + H3PO4(l)⎯Δ→HBr(g) + NaH2PO4(s) Kegunaan utama HF adalah sebagai bahan baku pembuatan CCl3F. HBr dan HI. Reaksinya: CCl4(l) + HF(g)⎯SbF5⎯→CCl3F(aq) + HCl(g) Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas (Gambar 3. Gambar 3.

Gambar 3. Sifat dan Pembuatan Senyawa Halogen. Pembuatan gas F2 secara Elektrolisis. Asam ini digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari oksida (disebut pickling) dan untuk mengekstrak bijih logam tertentu. dan terdisproporsionasi membentuk ion klorat. Reaksinya: Cl2(g) + 2NaOH(aq) → NaClO(aq) + NaCl(aq) + H2O(l) Larutan NaClO digunakan sebagai pemutih pada industri tekstil. manfaat Unsur Halogen.Sifat-Sifat Unsur Halogen . Reaksinya: 3ClO–(aq) ⎯⎯→ ClO3–(aq) + 2Cl–(aq Posted in: Kimia Kelas XII Tags: Contoh Reaksi Antar halogen.11 Larutan HF dapat digunakan untuk mengetsa (melukis) gelas. fosfat. Ion hipoklorit tidak stabil. Reaksinya: 6HF(aq) Silika CaSiO3(s) + 8HF(aq) ⎯⎯→ H2SiF6(aq) + CaF2(aq) + 3H2O(l) + SiO2(s) ⎯⎯→ H2SiF6(aq) + 2H2O(l) Gelas Asam heksafluorosilikat Senyawa HCl adalah asam keempat yang penting bagi industri asam setelah asam sulfat. seperti tungsten. dan nitrat. Kegunaan utama HF yang lain adalah sebagai cairan elektrolit dalam pengolahan mineralaluminium dan untuk mengetsa gelas. HF bereaksi dengan silika (SiO2). Pembuatan dan Kegunaan Unsur Halogen. ClO3– dan ion klorida. Dalam etsa gelas. kemudian bereaksi dengan gelas. Dalam elektrolisis larutan NaCl. Kelimpahan Unsur Halogen.Kimia Kelas XII Bab Unsur Golongan Utama. gas Cl2 yang dihasilkan pada anode dapat bereaksi dengan larutan NaOH yang dihasilkan di katode membentuk natrium hipoklorit. Cl–.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful