Struktur organisasi koperasi

STRUKTUR ORGANISASI KOPERASI

Struktur Organisasi Koperasi dapat dilihat dari dua segi, yaitu : 1. Segi intern Organisasi Koperasi 2. Segi ekstern Organisasi Koperasi Intern Organisasi Koperasi ialah organisasi yang ada di dalam setiap tubuh Koperasi, baik di dalam Koperasi Primer, Koperasi Primer, Koperasi Pusat, Koperasi Gabungan maupun Koperasi Induk. Ekstern Organisasi Koperasi ialah organisasi yang berhubungan dengan tingkattingkat Koperasi itu, yaitu hubungan antara Koperasi Primer, Koperasi Pusat, Koperasi Gabungan dan Koperasi Induk. Dalam ekstern organisasi ini juga termasuk hubungan tingkat-tingkat Koperasi itu dengan Dewan Koperasi Indonesia, yaitu dewan yang mempersatukan berbagai jenis Koperasi dari berbagai tingkat itu kedalam satu organisasi tunggal yang meliputi seluruh Indonesia. Meningat pentingnya kedudukan, peranan dan fungsinya, maka tentang Dewan Koperasi iniakan diuraikan dalam bab tersendiri. 1. Struktur Intern Organisasi Koperasi. Intern organisasi Koperasi terdiri dari 3 unsur, yaitu : (1) Unsur alat-alat perlengkapan organisasi : a. Rapat Anggota b. Pengurus c. Badan Pemeriksa. (2) Unsur dewan penasehat atau penasehat (3) Unsur pelaksana-pelaksanaan, yaitu manajer dan aryawan-karyawan Koperasi lainnya. Tentang alat-alat perlengkapan organisasi telah cukup banyak dibahas dalam bab terdahulu, sehingga di dalam bab ini tidak akan dibahas lagi. Demikian juga tentang hubungan

tentu saja menurut tingkat-tingkat kegiatan dari Koperasi yang bersangkutan. Koperasi Gabungan dan Koperasi Induk juga disebut Koperasi Sekunder (artinya yang kedua) sebagi Koperasi yang tingkatnya lebih atas dari Koperasi Primer (yang artinya pertama). Koperasi Pusat. Struktur Ekstern Organisasi Koperasi Di dalam Undang-Undang No. Koperasi Gabungan dan Koperasi Induk seperti yang dikemukakan dalam struktur intern organisasi Koperasi diatas. dapat ditunjuk seorang penasehat saja. mengingat pentingnya kedudukan dan peranan mereka. sebelum Pengurus mengambil keputusan tentang suatu masalah. Struktur intern organisasi Koperasi ini dapat dilihat pada bagan (bagan1) terlampir. seperti juga Koperasi Primer menjalankan usahausaha yang tidak dapat dilakukan dengan baik oleh anggota-anggota perorangan secara sendirisendiri. Rekomendasi atau usul dewan penasehat dengan sendirinya terbatas sebagai nasehat atau bahan pertimbangan yang dapat diterima atau ditolak oleh Pengurus sebagaian atau seluruhnya. Maka dipandang dari segi fungsinya itu. perlu tidaknya salah satu tingkat organisasi tergantung pada keperluan dan effisiensi. Tentang dewan penasehat dapat dikemukakan. bahwa dewan tersebut pada umumnya diadakan apabila sebuah Koperasi telah demikian luas dan banyak kegiatannya sehingga telah banyak timbul masalah-masalah yang perlu dipertimbangkan secara khusus. 12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian dikenal adanya Koperasi Primer. kalau tidak diperlukan atau tidak efisien karena dibandingkan dengan manfaatnya tidak memadai.kerja antara tiga unsur alat perlengkapan organisasi tersebut. maka dewan penasehat tersebut dibentuk dari orang-orang yang ahli atau berpengalaman dalam bidangbidang tertentu yang diperlukan itu. maka masalah tersebut dibahas lebih dahulu oleh sebuah dewan penasehat yang memikirkan untuk pengurus bagaimana sebaiknya masalah tersebut dipecahkan. Tentang para pelaksana. Oleh sebab itu maka Koperasi Sekunder pada dasarnya menjalankan usaha-usaha yang tidak dapat dilakukan oleh Koperasi Primer secara sendiri-sendiri. 2. Mengingat betapa pentingnya nasehat para penasehat bagi pengurus. dan dilihat dari segi fungsinya maka Koperasi-Koperasi Sekunder tersebut juga disebut “organisasi pembantu” (auxiliary organizations) yang fungsinya membantu Koperasi Primer mencapai tujuannya. Dilihat dari segi pemusatan. maka Koperasi Pusat. Dalam hal demikian. akan dibahas secara khusus pada bab tersendiri. yang artinya. tingkat . terutama pelaksana-utama atau manajer dan para pelaksanapelaksana lainnya yang umumnya disebut karyawan. Pada Koperasi yang belum banyak menghadapi masalah.

Dalam seluruh struktur gerakan Koperasi. Koperasi serupa itu baru dapat dibentuk. Koperasi Gabungan Dengan maksud yang sama seperti tersebut diatas. Dan melalui Koperasi Primer inilah pula setiap anggota guna kepentingan usahanya atau keperluan hidupnya. (lihat bab tentang cara-cara untuk mendirikan Koperasi). merupakan dasar dari gerakan iti sendiri. Koperasi Pusat Kalau pada Koperasi Primer sejumlah paling sedikit 20 orang menggabungkan diri agar dapat mempersatukan kekuatan-kekuatan yang kecil menjadi suatu kekuatan yang besar dlam mengejar cita-citanya. yang disebut KOPERSI GABUNGAN. maka Koperasi Primer. apabila dapat dihimpun paling sedikit 20 orang sebagai pendirinya. maka 3 (tiga) Koperasi Pusat yang telah diakui sebagai badan hukum juga dapat membentuk tingkat organisasi lebih atas lagi.organisasi tersebut dapat ditiadakan. Tentang tingkat-tingkat organisasi tersebut dapat lebih dijelaskansebagi berikut : a. Oleh karena pemusatan-pemusatan sebagai diutarakan diatas tiada lain maksudnya untuk menyusun kekuatan yang lebih besar. pada hakekatnya merupakan satu kesatuan organisasi ekonomi yang tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Menurut perangkaan statistic jumlah Koperasi dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal Koperasi. pada tanggal 31 Desember 1977 terdapat di Indonesia : Koperasi primer . Koperasi Primer Koperasi yang anggotanya terdiri dari orang-perorangan disebut “Koperasi Primer”. c. b. Dengan demikian jumlah tingkat organisasi dapat kurang dari 4. yaitu Koperasi Pusat. d. Karena dalam Koperasi Primer inilah anggota menanam modalnya serta dalam Rapat Anggota Koperasi Primer inilah mereka sendiri menjalankan haknya untuk menentukan usaha-usaha apa yang akan diselenggarakan oleh Koperasi guna kepentingannya. maka untuk tujuan dan maksud yang sama. Koperasi Induk Seterusnya 3 (tiga) Koperasi Gabungan yang telah berbadan hukum dapat pula membentuk Koperasi INDUK. yang dimiliki dan diawasi secar demokratis oleh para anggotanya. [lihat bagan 2a]. (lihat bagan 2b dan 2c). sekurangkurangnya 5 (lima) Koperasi Primer dapat pula menggabungkan diri dalam suatu tingkatan organisasi yang lebih tinggi. maka suatu jenis Koperasi yang organisasinya tersusun dari Koperasi Primer hingga Koperasi Induk itu.

sekaligus harus dibentuk tingkat primer sampai tingkat induk. 12/1967 (pasal 15 ayat (2). kelambatan komunikasi atau kekaburan penyelenggaraan dasardasar demokrasi. 3. Dimasa lampau hampir hampir semua jenis Koperasi mengikuti ke empat tingkat organisasi itu tanpa memperhitungkan apakah hal ini tidak mengakibatkan tingginya beaya operasional. PEMBAGIAN TUGAS ANTARA TINGKAT ORGANISASI Di dalam Undang-undang Koperasi No. seperti : Koperasi Pusat di tingkat Kabupaten atau Kotamadya. Juga di Indonesia. Makin jelaslah bahwa organisasi-organisasi tingkat atas itu berfungsi sebagai organisasi pembantu. Koperasi tingkat terbawah sampai dengan tingkat teratas dalam hubungan pemusatan sebagai tersebut di atas tadi itu. hal ini bukan berarti bahwa untuk semua jenis Koperasi tanpa mengingat taraf perkembangannya dan jumlah anggota-anggotanya. tidak banyak disebut mengenai pembagian tugas diantara tingkat-tingkat organisasi dimaksud. Seperti ditentukanoleh Undang-Undang No. baik di Indonesia maupun di negeri-negeri lain. telah dialami adanya ketentuan bahwa tingkat-tingkat organisasi diatas Koperasi Primer disejajarkan dengan tingkat administrasi Pemerintah. 12/1967 dibenarkan adanya 4 tingkat organisasi. Koperasi Gabungan di tingkat Propinsi atau daerah istimewa dan Koperasi Induk yangmeliputi daerah Nasional seluruh Indonesia.Koperasi Pusat Koperasi Gabungan Koperasi Induk Perlu diperhatikan bahwa walaupun oleh Undang-Undang No. sehingga dimana-mana telah dimulai mengurangi tingkat-tingkat organisasi yang ternyata tidak diperlukan. dimana Koperasi Pusat. Koperasi Gabungan dan Koperasi Induk pada dasarnya tidak lain dari pada usaha-usaha yang menunjang tercapainya maksud-maksud tujuan dari Koperasi Primer. yaitu memajukan kepentingan dari orang-orang (anggota Koperasi) yang bersatu dalam Koperasi erbawah ini. Pengalaman. Hal ini akan lebih tampak pada pembagian tugas antara tingkat organisasi. selain menyatakan bahwa “hubungan antar tingkat Koperasi sekaligus diatur dalam . telah membuktikan bahwa tingkat-tingkat organisasi yang berkelebihan akhirnya merupakan beban yang terlalu berat yang tiap tahunnya digambarkan dengan beaya kepengurusan (management cost) yang terlalu tinggi. 12/1967 pasal 15 . merupakan satu kesatuan ketatalaksanaan. Kebutuhan management Koperasi sebagai badan ekonomi tidak mungkin selalu sama dengan ketentuan batas-batas administrasi pemerintahan.

maka Koperasi-Koperasi tingkat bawah tidak perlu lagi mengusahakan hal yang sama. karena di dalam Undang-Undang serupa itu tidak mungkin dapat untuk semua jenis Koperasi ditetapkan tugas masing-masing tingkat organisasi (primer. maka Koperasi-Koperasi Primer dan gebungan tidak perlu mengusahakan berdirinya pabrik serupa itu. padahal kebun-kebun karet tidak cukup luas di daerah kecamatan itu. maka akan terjadi pemborosan modal dan beaya yang berlebih-lebihan.Anggaran Dasar masing-masing Koperasi sejenis” (ayat 4). karena jika tidak. Pada dasarnya organisasi tingkat atas itu hanya melakukan kegiatan usaha yang tidak dapat dilakukan oleh organisasi bawahan secara sendiri-sendiri. DAERAH KERJA KOPERASI. maka Koperasi itu tidak akan berkembang baik . Cara bekerja serupa itu merupakan suatu prinsip yang harus dipegang dikalangan tingkattingkat organisasi Koperasi. Biasanya Rapat Anggota tingkat bawah membawakan usul tersebut dan diputuskan pada Rapat Anggota tingkat atas. Lagi pula pembagian tugas tersebut akan tergantung pula dari tingkat kemampuan dan kebutuhan tingkat-tingkat yang bersangkutan dari badan-badan lain dan peraturan-peraturan Pemerintah dan sebaginya. seperti umpanya jika Koperasi Induk sudah mengimport pupuk untuk keperluan petani-petani (anggota-anggota Koperasi). Menetapkan daerah kerja untuk sesuatu Koperasi (Koperasi Primer dan tingkat organisasi atasannya) merupakan suatu kebijaksanaan yang erat hubungannya untuk memungkinkan Koperasi yang bersangkutan menjelma menjadi suatu kesatuan ekonomi yang efisien dean efektif. Hal ini dapat dimengerti. 4. Pertimbangan-pertimbangan berdasarkan hal-hal yang bersangkut-paut dengan batasbatas Pemerintahan saja. gabungan dan induk). pusat. Dasar ini pula yang mencerminkan cirri organisasi tingkat atas sebagai “organisasi pembantu”. Pembagian tugas-tugas diantara tingkat-tingkat organisasi dibicarakan dalam Rapat Anggota Koperasi masing-masing. tidak selalu membawa hasil yang terbaik malahan dapat mengakibatkan Koperasi tersebut tidak berkembang. Contoh : jika kita menertapkan daerah kerja dari satu Koperasi pertanian karet berdasarkan batas-batas daerah suatu kecamatan. Juga jika Koperasi Induk sudah mengimport pupuk untuk keperluan petani-petani (anggota-anggota Koperasi). agar jangan berusaha dalam bidang yang sudah dijalankan dengan baik oleh salah satu tingkat tertentu. Yang penting dijaga dalam pembagian tugas diantara tingkat-tingkat organisasi ini ialah jangan sampai pekerjaan yang sama dikerjakan oleh dua atau lebih tingkat organisasi. sehingga penyerahan atau penugasan kepada tingkat organisasi atasan itu berjalan secara demokratis.

Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ukuran daerah kerja Koperasi harus memberikan kemanfaatan ekonomis yang maksimal kepada anggota-anggotanya. Jumlah (volume) produksi atau jasa yang akan ditangani oleh Koperasi yang cukup besar sehingga dimujngkinkan terlaksananya transaksi-transaksi ekonomi dan pula dapat membeayai para pelaksana usaha dalam Koperasi yang cakap dan memenuhi syarat serta dapat melayani anggota dengan baik. atau penyatuan diantyara Koperasi Primer dalam Koperasi tingkat atasan. Perkembangan di dunia perdagangan menyebabkan timbulnya kecendrungan dikalangan Koperasi-Koperasi Primer untuk menyatukan diri ke dalam Koperasi yang lebih besar. hubungan telekomunikasi. dan . dan pula pengurus dapat menhubungi para anggota dengan cepat dan efektif. c. ternyata lambat laun tidak menjadi ukuran yang satu-satunya harus ditaati. sehingga menjadi lebih kuat. Koperasi meningkat menjadi suatu unit ekonomi yang harus dapat memenuhi kebutuhan anggotanya berbagai bidang. yaitu : a. b. ynag memungkinkan para anggota mengadakan kontakkontak perorangan. Kebiasaan untuk menetapkan daerah kerja Koperasi dimasa lampau berdasarkan pertimbangan agar sesame anggota Koperasi dapat kenal-mengenal secara pribadi yang berlaku untuk Koperasi kredit. Jumlah anggota dan calon anggota potensil lainnya yang akan dilayani oleh Koperasi berdasarkan kebutuhan yang dirasakan oleh mereka ini. PENGINTEGRASIAN DALAM STRUKTUR ORGANISASI KOPERASI. Keserasian areal pertanian yang menghasilkan dan atua lokasi pemasaran yang tepat. Dapat disebut terjadinya merger (amalgamasi) atau fungsi diantara Koperasi sejenis dan penyederhanaan tingkat organisasi.karena jumlah karet tidak cukup banyak untuk dikumpulkan untuk satu Koperasi Maka oleh karenanya ada pertimbanganpertimbangan yang perlu dijadikan ukuran atau criteria untuk menetapkan luasnya daerah kerja suatu Koperasi. 5. sehingga yang 4 tingkat menjadi dua atau tiga tingkat saja. Dengan telah ada kemajuan dalam bidang lau-lintas. maka Koperasi Primer semakin memilih daerah kerja yang lebih luas serta sanggup memiliki peralatan untuk menangani transaksi yang besar-besar (lihat gambar II dan III) Yang menguntungkan lagi ialah dengan perputaran yang lebih besar itu dapat relatip menekan beaya yang akhirnya menguntungkan para anggota. Dalam hal amalgamasi atau fungsi diantara Koperasi-Koperasi Primer yang kecil maka Koperasi Primer menjadi lebih besar dan kuat. dan dengan penyederhanaan tingkat menjadi kurang dari empat akan makin dekat pulalah antara anggota perorangan dan pimpinan tingkat nasional.

maka tingkat-tingkat organisasi secara federatip tidak menghasilkan kesatuan bertindak yang kuat. walaupun jumlah anggota Koperasi bertambah. Gambar dibawah ini dapat menggambarkan hal-hal dimaksud itu. ternyata tidak mempunyai hak hidup yang mantap dan selai itu juga tidak efisien. − Karena berbagai alas an. Negeri Anggota Koperasi Jumlah Koperasi . − Koperasi kecil sulit dapat menarik para pelaksana usaha yang cakap (ahli).hal demikian menambah efisien manajemen. mngenai Koperasi Konsumsi di Eropa. Dengan adanya pengintegrasian seperti diterangkan tadi. dan bukan lagi berdasarkan unit-unit kecil yang berdiri sendiri. maka jumlah Koperasi akan berkurang. − Keadaan dunia dagang modern menuntut tersedianya suatu organisasi yang lengkap dan menyeluruh (serba ada). Alasan-alasan yang menyebabkan adanya pengintregrasian tersebut antara lain ialah sebagai berikut : − Usaha kecil-kecilan dalam dunia perdagangan sebagai banyak dilakukan oleh Koperasi-Koperasi Primer selama ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful