PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA SBI DAN NILAI KURS TERHADAP IHSG

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pasar Modal dan Manajemen Keuangan Disusun oleh : Jimmy Paulino Ginting Putra

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TRISAKTI 2012

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena

atas rahmat dan bimbingan-Nya, makalah yang berjudul PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA SBI DAN NILAI KURS TERHADAP IHSG dapat diselesaikan. Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pasar Modal dan Manajemen Keuangan pada Program Profesi Akuntansi Universitas Trisakti. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi penulisan, tata bahasa, maupun pembahasannya dikarenakan oleh segala keterbatasan dan kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, segala kritik ataupun saran yang membangun sangatlah penulis harapkan untuk menyempurnakan makalah ini serta dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta, Oktober 2012 Penulis,

i

.........1...........................................1 Latar Belakang Penulisan...1 1...................................................5 2...............................5 2...................... ii .................6 2...........................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................8 Indek Harga Saham Gabungan....................1 1.........................................................................................2 Maksud dan Tujuan Penulisan.......................1................................................................................................4 Nilai Tukar (Kurs) Rupiah...................i DAFTAR ISI...............................5 2.................................................................ii BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................3 2.........................................3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.........................................2 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia..14 DAFTAR PUSTAKA .....................................1 Suku Bunga...............2 2....................................................................................11 BAB III KESIMPULAN.....1 Pengertian Suku Bunga..............................................................10 Pembahasan..................................

Dampak rambatan krisis global terhadap ekonomi Indonesia melalui jalur perdagangan relatif terbatas. tingginya pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh terjaganya stabilitas makroekonomi dengan nilai tukar rupiah yang stabil dan inflasi yang rendah. peningkatan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 meningkat menjadi 6. Berlawanan dengan itu. dan merupakan angka pertumbuhan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. melalui jalur pasar keuangan (financial market channel).5%.1 Latar Belakang Penulisan Di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian global. yang didukung oleh kebijakan makroekonomi dan berbagai langkah kebijakan struktural yang telah ditempuh. Secara umum. Dalam teori ekonomi pembangunan banyak ditegaskan secara implisit tentang peranan modal dalam proses pembangunan. kinerja perbankan dan pasar keuangan Indonesia pada tahun 2011 secara umum menunjukkan perbaikan. di mana krisis utang Eropa dan AS menimbulkan gejolak di pasar keuangan global yang diiringi maraknya berita negatif seputar eskalasi krisis utang pemerintah terutama di dua negara maju tersebut menimbulkan sentimen negatif di pasar keuangan yang mengakibatkan meningkatnya perilaku menghindari risiko (risk aversion) dan flight to quality. Potensi pengembangan yang dimiliki perekonomian nasional memberikan optimisme akan prospek ekonomi yang tetap kuat ke depan dengan stabilitas ekonomi yang tetap terjaga. Akumulasi modal sangat diperlukan untuk menaikkan 1 . modal memiliki peranan sentral dalam proses pertumbuhan output. perkembangan makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia selama tahun 2011 malah menunjukkan ketahanan yang kuat. Berlanjutnya perbaikan kinerja perekonomian dan rendahnya risiko utang luar negeri. telah membuahkan hasil di antaranya peningkatan peringkat Indonesia mencapai posisi layak investasi. Menurut Adam Smith. serta stabilnya kondisi politik dan keamanan dalam negeri.BAB I PENDAHULUAN 1. Potensi ini akan terealisasi jika ditopang dengan sumber dana atau modal pembangunan yang memadai.

pasar valas. Dengan hadirnya pasar keuangan dalam perekonomian maka pemisahan tindakan menabung dan investasi akan semakin jelas. Sumber pendanaan yang diperoleh dari pasar keuangan dapat berasal dari dalam maupun luar negeri. Pasar uang menurut Kasmir (1999: 205) adalah “Tempat terjadinya transaksi tagihan keuangan berjangka waktu pendek (umumnya kurang dari satu tahun) salah satu contoh dari instrumen yang diperjual-belikan di dalam pasar uang yaitu Sertifikat Bank Indonesia”. tetapi jenis sekuritas serta jangka waktu yang dikelola berbeda. Pasar keuangan menurut pernyataan Frederick (2008 : 11) bahwa “Pasar keuangan merupakan suatu pasar dimana dana yang ditransfer dari pihak yang memiliki kelebihan dana kepada pihak yang kekurangan dana”. Pasar uang dan pasar modal. serta bagi negara. Semakin tinggi modal yang tersedia dalam perekonomian. Sedangkan. peranan pasar keuangan memiliki kedudukan yang penting. Pada dasarnya terdapat beberapa peranan strategis dari pasar modal bagi perekonomian suatu negara. sebagai alternatif investasi para pemodal. Di pasar keuangan yang diperjualbelikan berbagai macam instrument keuangan. Dalam sektor finansial (keuangan).daya serap perkonomian terhadap angkatan kerja. pasar modal akan mendorong perkembangan investasi. Proses produksi yang lebih banyak modal dibandingkan dengan tenaga kerja dapat meningkatkan produktivitas pada proses produksi tersebut Pasar keuangan merupakan alternatif menggali pembiayaan pembangunan. Modal juga dapat meningkatkan produktivitas perekonomian. yaitu sebagai sumber penghimpunan dana. Berdasarkan pendapat tersebut fungsi dari pasar keuangan adalah sebagai penyalur dana dari pihak-pihak yang tidak produktif dalam menggunakan dananya kepada pihak yang produktif sehingga menghasilkan efisiensi. Pasar keuangan terdiri dari pasar uang. Peran pasar modal 2 . semakin tinggi pula kemampuan perekonomian tersebut menyerap tenaga kerja. keduanya merupakan bursa keuangan. pasar modal. pengertian umum pasar modal menurut Kasmir (1999: 179) adalah “Suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal”. karena unit ekonomi yang kelebihan dana dapat menabung tanpa harus mempertimbangkan investasi yang sebaiknya dilakukan.

Hal ini tentunya akan menarik minat para investor untuk menanamkan dananya di Indonesia. Bursa efek merupakan tempat di mana terjadinya jual beli surat berharga pasar modal (efek). Kinerja seluruh saham yang tercatat di bursa akan ditampilkan dalam bentuk suatu indeks. Perusahaan yang memerlukan dana memandang pasar modal sebagai suatu alat untuk memperoleh dana yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan modal yang diperoleh dari sektor perbankan. Kemampuan dalam memahami dan meramalkan kondisi ekonomi makro di masa datang akan sangat berguna dalam pembuatan keputusan investasi yang menguntungkan. Untuk mengamati bagaimana perkembangan pasar modal. Lebih jauh lagi. Transaksi perdagangan saham di bursa efek merupakan salah satu aktivitas utama penggerak pasar modal. Beberapa indikator ekonomi makro yang seringkali dihubungkan dengan pasar modal diantaranya adalah kurs rupiah dan fluktuasi tingkat suku bunga. Di akhir periode 2008 IHSG mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dewasa ini Indeks harga saham dijadikan sebagai landasan analisis statistik atas kondisi pasar modal terakhir. IHSG dapat dijadikan barometer kesehatan ekonomi suatu negara. 3 . maka dapat diikuti lewat beberapa aktivitas yang terjadi di dalam bursa efek.dalam kegiatan ekonomi secara makro adalah sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi secara optimal. Untuk itu. setelah itu tingkat IHSG terus mengalami kenaikan pada tahun berikutnya walaupun sempat mengalami beberapa penurunan di akhir kuartal kedua dan awal kuartal ketiga di tahun 2011 serta awal kuartal kedua tahun 2012 hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan perekonomian yang signifikan di Indonesia. bisa berupa perubahan harga saham dari waktu ke waktu. Di bursa efek terdapat beberapa jenis indeks harga saham. Angka indeks adalah angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk membandingkan kegiatan atau peristiwa. salah satu indeks utama adalah indeks harga saham gabungan (IHSG). seorang investor harus mempertimbangkan beberapa indikator ekonomi makro yang bisa membantu investor dalam membuat keputusan investasinya.

dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh dari jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan jumlah pinjaman. permintaan masyarakat untuk memegang uang tunai menjadi lebih rendah karena mereka akan mengalokasikannya ke dalam bentuk portfolio perbankan (deposito dan tabungan). Bila permintaan pasar internasional cukup elastis hal ini akan meningkatkan cash flow perusahaan domestik. Sebaliknya jika suku bunga rendah. yang tercermin pada IHSG. Selanjutnya harga barang dan jasa umum akan cenderung stagnan. gairah belanja pun menurun. 4 . atau tidak terjadi dorongan inflasi. Maksud dan Tujuan Penulisan Maksud dari penulisan ini adalah untuk memperoleh data tentang gambaran umum dari nilai tukar (kurs) rupiah. Suku bunga menurut Karl dan Fair (2001:635) suku bunga adalah pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman. yang kemudian meningkatkan harga saham. Dan pada posisi ini. Seiring dengan berkurangnya jumlah uang beredar. Depresiasi mata uang domestik akan meningkatkan volume ekspor.2.Kurs merupakan variabel makroekonomi yang turut mempengaruhi volatilitas harga saham. 1. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui nilai tukar (kurs) rupiah selama periode tahun 2011-2012. nilai suku bunga Sertifikat Bank Indonesia selama periode tahun 2011-2012 dan mengetahui nilai IHSG selama periode 2011-2012 serta untuk mengetahui pengaruh nilai kurs dan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Jika suku bunga tinggi. suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan Indeks Harga Saham Gabungan selama periode tahun 2011-2012. masyarakat cenderung tidak tertarik lagi untuk menyimpan uangnya di bank. otomatis orang akan lebih suka menyimpan dananya di bank karena ia dapat mengharapkan pengembalian yang menguntungkan.

Menurut Lipsey. Sedangkan menurut Sunariyah (2004:80) suku bunga adalah harga dari pinjaman.1 Pengertian Suku Bunga Pengertian suku bunga menurut Karl dan Fair (2001:635) suku bunga adalah pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman. dan Courant (1997 : 99-100) suku bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu : 5 . Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. akan semakin tinggi pula minat masyarakat untuk menabung. Ragan. dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh dari jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan jumlah pinjaman. Sebagai daya tarik bagi para penabung yang mempunyai dana lebih untuk diinvestasikan. dan sebaliknya. Suku bunga dapat digunakan sebagai alat moneter dalam rangka mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar dalam suatu perekonomian.1 Suku Bunga 2. Menurut Lipsey. Adapun fungsi suku bunga menurut Sunariyah (2004:81) adalah : a. b. dan Courant (1997 : 471) suku bunga adalah harga yang dibayarkan untuk satuan mata uang yang dipinjam pada periode waktu tertentu. yaitu : penawaran tabungan dan permintaan investasi modal (terutama dari sektor bisnis). Tabungan adalah selisih antara pendapatan dan konsumsi. Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada kreditur. Ragan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Jumlah tabungan akan ditentukan oleh tinggi rendahnya tingkat bunga. c. Semakin tinggi suku bunga.1. Bunga pada dasarnya berperan sebagai pendorong utama agar masyarakat bersedia menabung. Pemerintah dapat memanfaatkan suku bunga untuk mengontrol jumlah uang beredar. Suku bunga itu sendiri ditentukan oleh dua kekuatan. Tinggi rendahnya penawaran dana investasi ditentukan oleh tinggi rendahnya suku bunga tabungan masyarakat.

Sesuai dengan konsep tersebut maka SBI mempunyai jangka waktu maksimum dan saat ini yang diperdagangkan adalah SBI berjangka waktu satu bulan dan tiga bulan.2 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia Sertifikat merupakan suatu surat keterangan atau pernyataan tertulis atau tercetak dari orang yang berwenang yang dapat digunakan sebagai bukti suatu kejadian.a.1. Tujuan penerbitan SBI berkaitan dengan tugas BI sebagai otoritas moneter yang berkewajiban memelihara kestabilan nilai rupiah. suku bunga riil Suku bunga riil adalah rasio daya beli uang yang dibayarkan kembali terhadap daya beli uang yang dipinjam. suku bunga nominal Suku bunga nominal adalah rasio antara jumlah uang yang dibayarkan kembali dengan jumlah uang yang dipinjam.K Direksi BI No. Menurut Adler Haymans Manurung. Berdasarkan jangka waktu dari SBI ini maka sering para investor ataupun pemain dalam pasar uang mengklarifikasikan SBI sebagai salah satu instrumen pasar uang dan dianggap beresiko rendah.Dalam paradigma yang dianut. b. Pendapat tersebut diperkuat oleh S. Dari pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto. (2003:19) “Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga atas unjuk dalam rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto”. Bank Indonesia menjual SBI dengan tujuan antara lain untuk memperkecil jumlah uang beredar dan sekaligus menjaga deflasi serta membuat inflasi tidak terjadi secara terus-menerus. jumlah uang primer (uang kartal + uang giral di BI) yang berlebihan dapat mengurangi kestabilan nilai Rupiah. SBI diterbitkan dan dijual oleh BI untuk 6 . 2. 31/67/Kep/DIR tertanggal 23 Juli 1998 tentang penerbitan dan perdagangan SBI serta intervensi rupiah yakni “Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah surat berharga atas unjuk atas rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto”. Sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dikenal dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

000. Bank Indonesia (BI) dapat secara tidak langsung dapat mempengaruhi tingkat bunga di pasar uang dengan cara mengumumkan stop out rate (SOR). Menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor 4/10/PBI/2002 tentang Sertifikat Bank Indonesia (SBI). 2. Sertifikat Bank Indonesia merupakan surat berharga atas unjuk dalam Rupiah yang diterbitkan oleh BI sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto.000. Pembeli SBI memperoleh hasil berupa diskonto yang dibayar di muka. dan bukti kepemilikan bagi pemegang SBI hanya berupa pencatatan elektronik. Besarnya diskonto adalah nilai nominal dikurang dengan nilai tunai. pasal 3 ayat 1 (satu). tidak tertutup kemungkinan masyarakat baik perorangan maupun perusahaan untuk dapat memiliki SBI. 1. SBI ada yang mempunyai jangka waktu: 1. meskipun demikian. e.Penjualan SBI diprioritaskan kepada lembaga perbankan. Sertifikat Bank Indonesia memiliki karakteristik sebagai berikut: a. 6 dan 12 bulan. SOR merupakan tingkat suku bunga yang diterima oleh BI atas penawaran tingkat bunga dari peserta pada lelang harian maupun mingguan. 3. Berjangka waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan yang dinyatakan dalam jumlah hari dan dihitungdari tanggal penyelesaian transaksi sampai dengan tanggal jatuh tempo. Melalui penggunaan SBI. 4/10/PBI/2002 tanggal 18 November 2002 tentang Sertifikat Bank Indonesia. Penerbitan dan perdagangan dilakukan dengan sistem diskonto. bila menambah uang beredar maka Bank Indonesia membeli surat-surat berharga di pasar uang.00 (satu juta) b. c. Selanjutnya stop out rate tersebut digunakan sebagai indikator bagi tingkat suku bunga transaksi di pasar uang pada umumnya. Dapat dipindah tangankan (negotiable).Pembelian SBI oleh masyarakat tidak dapat dilakukan secara langsung dengan BI melainkan harus melalui bank umum serta pialang pasar uang dan pialang pasar modal yang ditunjuk oleh BI. Dasar hukum penerbitan SBI adalah Peraturan Bank Indonesia No. Diterbitkan tanpa warkat (scripless). Sedangkan perhitungan 7 . d. Satuan unit sebesar Rp. Artinya Sertifikat Bank Indonesia yang diterbitkan tanpa adanya fisik SBI itu sendiri.mengurangi kelebihan uang primer tersebut dan sebaliknya.

2. diturunkan dari transaksi debit dalam neraca pembayaran internasional. Sedangkan nilai riil(real exchange rate) adalah nilai yang digunakan seseorang saat menukar barang danjasa dari suatu negara dengan barang dan jasa dari negara lain.Nilai tukar valuta asing akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan permintaan dan penawaran valuta asing. Nilai tukarnominal (nominal exchange rate) adalah nilai yang digunakan seseorang saatmenukar mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain.diskonto dalam perdagangan SBI dengan Bank Indonesia dilakukan atas dasar rumus diskonto murni (true discount) sebagai berikut: Nilai nominal x 360 Nilai tunai = 360 + (tingkat diskonto x Jangka waktu) Keterangan: Nilai Tunai Nilai Nominal Tingkat Diskonto Nilai Diskonto : Nilai yang akan diterima (nilai yang dibayarkan investor) : Nilai jatuh tempo : Selisih yang dibayarkan dengan nilai yang tertera dalam Sertifikat Bank Indonesia : Nilai nominal-nilai tunai. Perdagangan antar negara di mana masing-masing negara mempunyai alat tukarnya sendiri mengharuskanadanya angka perbandingan nilai suatu mata uang dengan mata uang lainnya. Nilai tukar terbagi atas nilai tukar nominal dan nlai tukar riil. Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Nilai tukar Rupiah atau disebut juga Nilai Tukar Rupiah adalah perbandingannilai atau harga mata uang Rupiah dengan mata uang lain.2. yangdisebut nilai tukar valuta asing atau nilai tukar. Permintaan valuta asing diperlukan guna melakukan pembayaran ke luar negeri (impor). 8 .

Jadi nilai tukar merupakan harga yang harus dibayar oleh mata uang suatu negara untuk memperoleh mata uang negara lain. di mana masing-masing negara menggunakan mata uang yangberbeda. jika antara dollar Amerika Serikat dan yen Jepang adalah 120 yen per dollar.Nilai tukar yang melonjak-lonjak secara drastis tak terkendali akan menyebabkan kesulitan pada dunia usaha dalam merencanakan usahanya terutama bagi mereka yang mendatangkan bahan baku dari luar negeri atau menjual barangnya ke pasar ekspor oleh karena itu pengelolaan nilai mata uang yang relatif stabil menjadi salah satu faktor moneter yang mendukung perekonomian secara makro. Menurut Sukirno (2004) besarnya jumlah mata uang tertentu yang diperlukanuntuk memperoleh satu unit valuta asing disebut dengan Nilai tukar mata uang asing. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar. sebaliknya dikatakan lemah apabila neraca pembayarannya mengalami defisit. Nilai tukar mempunyai peran penting dalam rangka stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi. 9 . Sebagai contoh. Nilai tukar adalah nilai mata uang suatu negara diukur dari nilai satu unit mata matauang terhadap mata uang negara lain.Suatu mata uang dikatakan kuat apabila transaksi autonomous kredit lebih besar dari transaksi autonomous debit (surplus neracapembayaran). bank central pada waktu-waktu tertentu melakukan intervensi di pasar-pasar valuta asing. mereka biasanya mengartikan nilai tukar nominal. Nilai tukar nominal (nominal exchange rate) adalah harga relatif dari mata uang dua negara. Para ekonom membedakan nilai tukar menjadi dua yaitu : a. Apabila kondisi ekonomi suatu Negara mengalami perubahan. Nilai tukar yang stabil diperlukan untuk tercapainya iklim usaha yang kondusif bagi peningkatan dunia usaha. Ketika orang-orang mengacu pada nilai tukar di antara kedua negara. Sebaliknya orang Jepang yang ingin memiliki dollar akan membayar 120 yen untuk setiap dollar yang dibeli. khususnya pada saat terjadi gejolak yang berlebihan. maka orang Amerika Serikat bisa menukar 1 dollar untuk 120 yen di pasar uang. maka biasanya diikuti oleh perubahan nilai tukar secarasubstansional. Masalah mata uang muncul saat suatu negara mengadakan transaksi dengan negara lain. atau bisa dikatakan jika permintaan valuta asing melebihi penawaran dari valuta asing.

Nilai tukar riil adalah nilai tukar nominal yang sudah dikoreksi dengan harga relatif yaitu harga-harga di dalam negeri dibandingkan dengan harga-harga di luar negeri. 2.3 Indek Harga Saham Gabungan Menurut Jogiyanto (2000). Kelompok saham. adalah suatu nilai yang digunakan untuk mengukur kinerja gabungan seluruh saham yang tercatat di suatu bursa efek. Adapun jenis-jenis Indek Harga Saham Gabungan adalah: 1. dengan tolak ukur likuiditas dan nilai kapitalisasi pasar. Indek LQ 45 adalah indek atas 45 emiten yang tercatat di Bursa Efek Jakarta. Nilai tukar riil (real exchange rate) adalah harga relatif dari barang-barang di antara dua negara. Menurunnya NilaiTukar Rupiah terhadap mata uang asing khususnya Dollar AS memiliki pengaruh negative terhadap ekonomi dan pasar modal. 1 0 . 2. Dalam perhitungan angka indek ini digunakan waktu dasar (baseperiod) dan waktu yang sedang berjalan (given/parent period). adalah suatu nilai yang digunakan untuk mengukur kinerja kelompok saham yang tercatat di suatu bursa efek yang terdiri dari : a. di mana angka indek adalah angka yang diolah sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk membandingkan kejadian yang dapat berupa perubahan harga saham dariwaktu ke waktu.b. Seluruh saham. Nilai tukar dapat dihitung dengan menggunakan rumus di bawah ini: Q=SP P* Q = nilai tukar riil S = nilai tukar nominal P = tingkat harga domestic P*= tingkat harga luar negri Nilai tukar inilah sebagai salah satu indicator yang mempengaruhi aktivitas dipasar saham maupun pasar uang karena investor cenderung akan berhati-hati untuk melakukan investasi. Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) sebenarnya merupakan angka indek harga saham yang sudah disusun dan dihitung sehingga menghasilkan trend. Nilai tukar riil menyatakan tingkat di mana kita bisa memperdagangkan barang-barang dari suatu negara untuk barang-barang dari negara lain.

transportasi dan infrastruktur.4 Pembahasan Bunga pada prinsipnya adalah balas jasa yang diberikan oleh pihak yang membutuhkan uang kepada pihak yang meminjamkan uang. 2. keuangan. Bunga dari sisi penawaran merupakan pendapatan atas pemberian kredit sehingga pemilik dana akan menggunakan dananya pada jenis investasi yang menjanjikan pembayaran yang tinggi. pertambangan. Dengan demikian indek akan benar-benar mencerminkan pergerakan saham saja. Tingkat bunga yang tinggi adalah sinyal negatif terhadap harga saham. c. saham bonus.Bunga dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi penawaran dan sisi permintaan. dividen saham. Jenis usaha (sektoral) adalah suatu nilai untuk mengukur kinerja kelompok saham yang sudah diklasifikasikan ke dalam 9 sektor yaitu sektor pertanian. Harga saham(market price) merupakan nilai pasar (market value) dari setiap lembar saham perusahaan. nilai dasar selalu disesuaikan bila terjadi corporate action seperti split saham. industri barang konsumsi. Indek JII (Jakarta Islamic Index) indek yang digunakan sebagai tolak ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah. Untuk menghitung indek harga saham gabungan. properti dan real estate. jasa dan investasi.bunga merupakan harga yang dibayar atas modal. Tingkat suku bunga meningkat akan meningkatkan suku bunga yang diisyaratkan 11 . Sedangkan bunga dari sisi permintaan adalah biaya atas pinjaman atau jumlah yang dibayarkan sebagai imbalan atas penggunaan uang yang dipinjam. Penilaian kinerja saham perusahaan dari luar perusahaan dilakukan oleh pasar melalui pola perilaku pergerakan harga saham dari waktu ke waktu.b. digunakan formula sebagai berikut: IHSG = Nilai Pasar = Jumlah saham tercatat X Harga Terakhir Nilai Dasar = Jumlah saham perdana X Harga Terakhir X 100 Untuk mengeliminir pengaruh faktor-faktor yang bukan harga saham. penawaran terbatas dan sebagainya. perdagangan. industri dasar dan kimia. Perhitungan harga saham gabungan dilakukan untuk mengetahui perkembangan rata-rata seluruh saham yang tercatat di bursa.

58%.5% menjadi 6%. Weston dan Brigham (1994) mengemukakan bahwa tingkat bunga mempunyai pengaruh yang besar terhadap harga saham. di mana perubahan nilai tukar mempengaruhi pendapatan dan biaya operasional perusahaan. Kenaikan yang terbesar terjadi pada tahun Mei 2012 sebesar 4%. Kurs rupiah terhadap US$ mengalami trend yang sedikit mengalami kenaikan(rupiah sedikit mengalami depresiasi) terutama sejak bulan April 2012.atas investasi pada suatu saham. dan menyebabkan para investor menjual saham dan mentransfer dana ke pasar obligasi. 1998). Suku bunga SBI mengalami fluktuasi sepanjang tahun 2011. Perkembangan kurs yang terjadi berfluktuasi tetapi fluktuasi yang terjadi masih cukup stabil. Pendekatan “portofolio balance”mengasumsikan saham sebagai bagian dari kekayaan sehingga dapat mempengaruhi perilaku nilai tukar melalui hukum demand for money yang sesuai dengan model monetaris dari determinasi nilai tukar. Tercatat IHSG dibuka pada posisi 3.99 pada akhir tahun 2011.75%.821. sedangkan penurunan terbesar terjadi pada Januari 2011 yaitu sebesar 2. Suku bunga yang makin tinggi memperlesu perekonomian. menaikan biaya bunga dengan demikian menurunkan laba perusahaan.5 persen pada bulan Januari 2011 menjadi 6. Suku bunga SBI kembali mengalami penurunan pada Februari 2012 menjadi 5. Di samping itu.409.17 pada awal tahun 2011 dan ditutup pada posisi 3.80 pada 1 juli 2011. 1 . al.130.Posisi tertinggi bulanan IHSG tercatat pada posisi 4. yang pada akhirnya menyebabkan perubahan pada harga saham.75 persen pada bulan Februari. Secara teoretis perbedaan arah hubungan antara kurs dan harga saham dapat dijelaskan dengan pendekatan tradisional dan model portofolio balance (Granger et. Adanya trend penurunan suku bunga SBI disertai dengan peningkatan IHSG. tingkat suku bunga yang meningkat bisa juga menyebabkan investor menarik investasinya pada saham dan memindahkannya pada investasi berupa tabungan ataupun deposito. Terjadi kenaikan suku bunga SBI dari sebesar 6. Suku bunga SBI kembali mengalami penurunan pada bulan Oktober 2011 dan terjadi penurunan yang cukup signifikan pada bulan November yaitu dari 6. Pendekatan tradisional mengatakan bahwa hubungan antara kurs dan harga saham adalah positif. Hubungan antara saham dan kurs mempunyai hasil dan mekanisasi yang saling berlawanan.

dengan arah kausalitas dari pasar saham ke pasar uang. sesuai dengan interaksi pasar keuangan yang sangat cepat.2 Pendekatan ini mengasumsikan terdapat hubungan yang negatif antara harga saham dan nilai tukar. .

1 3 .

Tingkat bunga yang rendah juga akan menurunkan biaya modal yang akan ditanggung perusahaan dan juga akan menyebabkan return yang diisyaratkan investor dari suatu investasi akan menurun. Sedangkan kurs rupiah memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap IHSG. yang artinya semakin kuat kurs rupiah terhadap US $ (rupiah terapresiasi) maka tidak akan secara langsung atau signifikan meningkatkan harga saham. Tingkat bunga yang cenderung menurun akan mempengaruhi nilai sekarang (present value) aliran kas perusahaan. sehingga banyak investor pasar modal yang menahan bahkan menambah portofolio sahamnya. 2010). sehingga kesempatan-kesempatan investasi yang ada akan semakin menarik.BAB III KESIMPULAN Dari semua pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat suku bunga SBI memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap IHSG. penurunan suku bunga membuat nilai imbal hasil dari deposito dan obligasi menjadi kurang menarik. Selain itu. dan sebaliknya.al. Hubungan dari pergerakan tingkat suku bunga dan pergerakan nilai IHSG tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Secara teori. 1 . (1997) menemukan bahwa nilai tukar memiliki hubungan sebab akibat yang rendah dengan harga saham. tingkat bunga dan harga saham memiliki hubungan yang negatif (Tandelilin. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Gupta et.

4 .

1999. UPP-AMP YKPN. Prenhalindo. Adwison-Wesley Publishing Company Inc. Sukirno. 2002. Jakarta Bursa Efek Jakarta. Dana Solusi Perencanaan. Buku Panduan Indeks BEJ. 2010. 2003. 1999. Prinsip-prinsip Ekonomi Makro. Investasi di Era Modern. Eduardus.DAFTAR PUSTAKA Adler Haymens Manurung. PT.. BEFE. The Causality Between Interest Rate. 2000. Frederic S. Christoper T S Ragan. 4/10/PBI/2002. Jakarta. Jakarta Kasmir. Economics. Portofolio dan Investasi : Teori dan Aplikasi Edisi . PT. Adler Manurung. Yogyakarta Tandelilin. Perbankan dan Pasar . Raja Grafindo Persada. Teori Portofolio dan Analisis Investasi Edisi 2. 2001. C Rai. Memahami Seluk Beluk Investasi. Ekonomi Uang. E Case dan Fair. Lipsey. Pengantar Teori Makroekonomi edisi kedua. Bank Indonesia. Paul N Courant. Yogyakarta Karl. Bursa Efek Jakarta Gupta. Richard G. Pasal 1 ayat 3. 2001. Peraturan Bank Indonesia No. 2008. 1997. 2003. 12th edition . Rajawali Pers. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. London Mishkin. PT Gramedia Pustaka Utama. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Jakarta Sunariyah. Jakarta Bank Indonesia.. Chevalier dan Sayekt. Jogiyanto. Exchange Rate And Stock Price in Emerging Markets : The Case Of The Jakarta Stock Exchange. 2004. Jakarta Sadono.

Yogyakarta Weston J. New York . 1994. Kanisius. The Dryden Press. Tenth Edition. Essential Of Managerial Finance. Eugene. Fred and Brigham F.1.