I.

A.

PENDAHULUAN
Latar Belakang

Sebagai mahasiswa Teknik Perkapalan yang nantinya akan terjun langsung ke dunia perkapalan, tentulah kita harus mengetahui seluk beluk dunia kapal. Salah satunya adalah mengenai dok. Salah satu dari berbagai jenis dok adalah dok apung (floating dok). Salah satu perusahaan galangan di Indonesia yang memiliki dok apung adalah PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari. Dok apung terbesar di perusahaan galangan ini berkapasitas 12.000 TLC (Ton Lifting Capacity). Dok apung ini berada di Galangan I perusahaan tersebut. Dengan fasiilitas tersebut PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari menjadi tujuan dari kunjungan studi kali ini.

B.

Tujuan

1. Memperluas wawasan mahasiswa di bidang perkapalan

2. Memahami proses pengedokan, khususnya dok apung (floating dock)

II. ISI
Kunjungan studi kali ini dilakukan di galangan I PT. Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB) pada tanggal 18 Maret 2011. Di galangan ini terdapat floating dock dengan kapasitas 12.000 TLC. Kemudian dijelaskan proses-proses apa saja yang dilakukan pada kapal selama pengedokan. Pada saat itu terdapat 3 kapal yang sedang dalam proses pengedokan, yaitu 2 kapal tugboat 1 kapal ferry. Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah proses pengecatan lambung kapal.

Proses pengecatan lambung kapal terbagi dalam 3 daerah, yaitu: · · · Bottom side Bottop side Top side : selalu berada di dalam air : berada di dalam air pada saat kapal dimuati : selalu berada diatas air

Cat pada lambung kapal terdiri dari beberapa lapisan, yaitu :
a. Lapisan cat pertama daerah adalah wash coat primer ( sebagai dempul ) b. Kemudian diberi 3 lapis anti corrosive paint

c. Setelah itu : top side diberi 2 lapis top side paint, bottop side diberi 2 lapisan bottop side paint, bottom side diberi 2 lapisan anti fouling paint. Cat anti korosif berfungsi melindungi lambung kapal dari korosi akibat air laut. Sedangkan cat anti fouling berfungsi sebagai racun agar lambung kapal tidak ditumbuhi tanaman ataupun karang laut. Setelah dilapisi cat anti fouling, kapal harus segera diturunkan ke laut paling tidak 1x24 jam setelah pengecatan agar racun tidak mati. Namun pada cat anti fouling kualitas tinggi, kapal dapat diturunkan ke laut maksimal 5-6 bulan setelah pengecatan.

Cara Kerja Dok Apung (Floating Dock)
Dok apung atau floating dock adalah sebuah bangunan konstruksi berupa pontompontom yang dilengkapi dengan kran- kran pengangkat, pompa- pompa air dan perlengkapan tambat serta perlengkapan reparasi kapal lainnya. Yang mana konstruksi ini dapat ditenggelamkan atau diapungkan dalam arah vertikal. Cara kerja dok apung adalah sebagai berikut: Sebelum melakukan pengedokan, pihak galangan harus mengetahui ukuran kapal serta data-data kapal yang akan naik dok. Setelah ukuran kapal dan bagian-bagian kapal diketahui, dok apung ditenggelamkan dengan cara seluruh katup - katup pembagi dibuka dan air masuk kedalam rongga- rongga atau tangki pontom, sehingga dok secara perlahan turun. Besar penenggelaman dok apung adalah sebesar sarat kapal minimum saat naik dok. Jika sarat air

diatas pontom telah mencapai sarat apung kapal maka dengan bantuan kapal tunda kapal akan didorong masuk ke dok apung dalam kondisi mesin induk dan mesin bantu harus dimatikan. Selanjutnya diadakan penambatan kapal dengan tali-tali yang berfungsi untuk membatasi ruang gerak bagi kapal tersebut, sehingga lebih mudah untuk duduk pada ganjal- ganjal yang sudah disiapkan. Setelah kapal mulai masuk kedalam dok apung dan posisinya mencapai ketentuan yang diinginkan dan siap untuk duduk pada posisinya.. Sesudah posisi kapal stabil dan posisinya tepat sesuai dengan yang diinginkan, maka dok kembali diapungkan secara perlahan- lahan dan diadakan pengawasan, penjagaan, dan kontrol terhadap kedudukan dan posisi kapal. Untuk pengecekan posisi kapal apakah sudah tepat seusai ketentuan maka dilakukan penyelaman untuk memastikan kapal benar- benar duduk tepat pada ganjal- ganjal (keel block dan slide block) .

PENUTUP
Demikian laporan dari kunjungan ekskursi kami ini ke PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari. Terima kasih untuk semua pihak yang telah ikut mendukung dan berpartisipasi dalam kunjungan studi kali ini. Untuk sedikit rangkuman, kunjungan studi kali ini memberikan gambaran pada kami mengenai proses-proses apa saja yang dilakukan selama proses pengedokan. Salah satunya adalah proses pengecatan yang terdiri dari beberapa lapisan yaitu : cat anti korosif, cat anti fouling dan wash coat primer. Selain itu juga dijelaskan mengenai proses-proses pengedokan pada dok apung, serta sebelum pengedokan kita harus mengetahui data-data kapal. Pihak DKB juga menjelaskan sekilas sejarah floating dock mereka yang pernah mengalami kerusakan pada tahun 2006, yaitu patahnya ponton 2 sampai 5 yang mengakibatkan dok apung tenggelam. Hingga pada akhirnya berhasil diperbaiki yang memakan waktu hingga 2 tahun. Kecelakaan ini mengakibatkan kapasitas floating dock turun hingga 8.500 TLC. Kunjungan studi kali ini tidak hanya memberikan wawasan serta pengetahuan baru bagi kami mengenai dunia perkapalan, khususnya pengedokan, tetapi juga menginspirasi kami untuk ikut memajukan dunia perkapalan Indonesia.

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN STUDI KE PT. DOK DAN PERKAPALAN KODJA BAHARI

Afuza Asyraf 1006774253

Teknik Perkapalan Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia