Preeklampsia 1. Pengertian a.

Pre eklampsi (toksemia gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan), yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. (Manuaba, 1998). b. Pre eklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat

kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai kejang dan/atau koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi. Superimposed preeklampsia-eklampsia adalah timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik. Menurut (Mansjoer et.al 2000)
c. Pre ekalmpsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat

kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Eklampsia adalah preeklampsia yang disertai kejang dan/koma yang timbul bukan akibat kelainan neurologi.Sumperimposed preeklampsia-ekklampsia adalah

timbulnya preeklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi kronik.
d. Menurut kamus saku kedokteran Dorland, preeclampsia adalah toksemia pada

kehamilan lanjut yang ditandai oleh hipertensi,edema, dan proteinuria. Eklampsia adalah konvulsi dan koma, jarang koma saja, yang terjadi pada wanita hamil atau dalam masa nifas dengan disertai hipertensi, edema dan atau proteinuria. 2. Etiologi Penyebab eklampsi dan pre eklampsi sampai sekarang belum diketahui. Tetapi ada teori yang dapat menjelaskan tentang penyebab eklampsi dan pre eklampsi yaitu :

Penambahan berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan 1 kg seminggu beberapa kali. Sebab dapat terjadinya perbaikan keadaan penderita dengan kematian janin dalam uterus d.pembengkakan kaki. dan proteinuria. b.atau kadar protein > 1g /l dalam urin yang dikeluarkan dengan kateter atau porsi tengah. Manifestasi klinik Diagnosis preeklampsia ditegakan berdasarkan adanya dua dari tiga gejala. Proteinuria apabila terdapat protein sebanyak 0. jari tangan. kejang dan koma 3. Sebab bertambahnya frekuensi yang makin tuanya kehamilan c. sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan 4. Edema terlihat sebagai peningkatan berat badan. Sebab jarangnya terjadi eklampsi pada kehamilan – kehamilan berikutnya e.Tekanan darah > 140/90 mmHg atau tekenen sistolik meningkat > 30 mmHg atau tekanan diastolik > 15 mmHg yang di ukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit. Disebut preeklampsia berat bila ditemukan gejaka berikut 1. dan muka. Tekanan diastolik pada trimester kedua yang lebih dari 85 mmHg patut dicurigai sebagai bakat preeklampsia. proteinuria. Nyeri epigastrium dan ikterus . Tekanan darah sistolik > 160 mmHg atau diastolik > 110 mmHg 2. yaitu pemambahan berat badan yang berlebihan. Proteinuria +> 5 g/24 jam atau > 3 pada tes celup 3.edema.3 g/l dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukan +1 atau 2 .a. dan mola hidatidosa. edema. kehamilan ganda. diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam. Sebab bertambahnya frekuensi pada primigraviditas. hipertensi. Sebab timbulnya hipertensi. hidramnion.

Trombositopenia 7. Vasopasme merupakan sebagian mekanisme dasar tanda dan gejala yang menyertai preeklampsia. Peneliti telah menguji kemampuan aspirin (suatu inhibitor prostagladin) untuk mengubah patofisiologi preeklampsia dengan mengganggu produksi tromboksan. Investigasi pemakaian aspirin sebagai suatu pengobatan profilaksis dalam mencegah preeklampsia dan rasio untung-rugi pada ibu dan janin. volume plasma yang beredar menurun. penurunan resistensi vaskular sistemik systemic vascular resistance (SVR). dikatakan pasien tersebut menderita impending preeklampsia. Sedangkan. Adaptasi fisiologi normal pada kehamilan meliputi peningkatan volume plasma darah. Peneliti lain sedang mempelajari pemakaian suplemen kalsium untuk mencegah hipertensi pada kehamilan. nyeri epigastrium dan keneikan tekanan darah yang progresif. Patofisiologi Patofisiologi preeklampsia-eklampsia setidaknya berkaitan dengan perubahan fisiologi kehamilan. Pada preeklampsia. seperti angiotensin II dan kemungkinan suatu ketidakseimbangan antara prostasiklin prostagladin dan tromboksan A2. Edema paru atau sianosis 6. muntah-muntah.5. dan penurunan tekanan osmotik koloid (kotak 21-1). termasuk perfusi ke unit janin-uteroplasenta. sehingga terjadi hemokonsentrasi dan peningkatan hematokrit maternal. 4. Vasospasme siklik lebih lanjut menurunkan perfusi organ dengan menghancurkan sel-sel darah merah. peningkatan curah jantung. gangguan visus. bila terdapat gejala preeklampsia berat dusertai salah satu atau beberapa gejala dari nyeri kepala hebat . . vasodilatasi. Pertumbuhan janin terhambat Diagnosis eklampsia ditegakkan berdasarkan gejala-gajala preeklampsia disertai kejang atau koma. Vasopasme merupakan akibat peningkatan sensitivitas terhadap tekanan darah. sehingga kapasitas oksigen maternal menurun. Impending preeklampsia ditangani dengan kasus eklampsia. Perubahan ini membuat perfusi organ maternal menurun.

2) Tekanan darah diastolic 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam. Pre eklampsia Ringan 1) Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interval pemeriksaan 6 jam. Klasifikasi Pre eklampsia Pre eklampsia digolongkan ke dalam Pre eklampsia ringan dan Pre eklampsia berat dengan gejala dan tanda sebagai berikut: a. kaki. 4) Proteinuria 0. mempredisposisi pasien yang mengalami preeklampsia mudah menderita edema paru. vasospsme arterial turut menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler. timbul reaksi vasospasme ginjal sebagai suatu mekanisme protektif.Selain kerusakan endotelil. 5. Untuk mengendalikan sejumlah besar darah yang berfungsi di ginjal. Pre eklampsia Berat Diagnosa PEB ditegakkan apabila pada kehamilan >20 minggu didapatkan satu/lebih gejala/tanda di bawah ini: . Preeklampsia ialah suatu keadaan hiperdinamik dimana temuan khas hipertensi dan proteinurea merupakan akibat hiperfungsi ginjal.. tetapi hal ini akhirnya akan mengakibatkan proteinuria dan hipertensi yang khas untuk preeklampsia. Hubungan sistem imun dengan preeklampsia menunjukkan bahwa faktor-faktor imunologi memainkan peran penting dalam perkembangan preeklampsia. keberadaan protein asing.3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif 1 sampai 2 pada urin kateter atau urin aliran pertengahan. Keadaan ini meningkatkan edema dan lebih lanjut menurunkan volume intravaskular. 3) Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu. plasenta atau janin bisa membangkitkan respons imunologis lanjut. Edema umum. 5) b. jari tangan dan muka.

1) Tekanan darah 160/110 mmHg a) Ibu hamil dalam keadaan relaksasi (pengukuran tekanan darah minimal setelah istirahat 10 menit) b) Ibu hamil tidak dalam keadaan his.  Keluhan subjektif c) Nyeri epigastrium d) Gangguan penglihatan e) Nyeri kepala f) Gangguan pertumbuhan janin intrauteri.  Terdapat edema paru dan sianosis. Diet-makanan .  Oigouria. Untuk mencegah kejadian Pre eklampsia ringan dapat dilakukan nasehat tentang dan berkaitan dengan: a. Pencegahan kejadian Pre eklampsia dan eklampsia Pre eklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi kehamilan ynag berkelanjutan dengan penyebab yang sama. g) Pemeriksaan trombosit (Manuaba.  Gangguan visus dan serebral. pencegahan atau diagnosis dini dapat mengurangi kejadian dan menurunkan angka kesakitan dan kematian. Oleh karena itu. urin kurang dari 500 cc/24 jam.  Poteinuria 5 gr/liter atau lebih atau 4+ pada pemeriksaan secara kuantitatif. 1998) 6.

Lebih banyak duduk atau berbaring kearah kiri sehingga aliran darah menuju plasenta tidak mengalami gangguan. gambaran darah umum dan pemeriksaan retina mata. b. tinggi karbohidrat. Cukup istirahat Istirahat yang cukup pada saat hamil semakin tua dalam arti bekerja seperlunya disesuaikan dengan kemampuan. pemantauan air ketuban 7. c. a) Pemantauan tinggi fundus uteri b) Pemeriksaan janin: gerakan janin dalam rahim. Pengawasan antenatal (hamil) Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim segera datang ke tempat pemeriksaan. denyut jantung janin. Makanan berorientasi pada empat sehat lima sempurna. fungsi hati. Untuk meningkatkan jumlah protein dengan tambahan satu butir telur setiap hari. cukup vitamin dan rendah lemak. Keadaan yang memerlukan perhatian: 1) Uji kemungkinan Pre eklampsia: a) Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikannya b) Pemeriksaan tinggi fundus uteri c) Pemeriksaan kenaikan berat badan atau edema d) Pemeriksaan protein dalam urin e) Kalau mungkin dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal. 2) Penilaian kondisi janin dalam rahim. Penanganan Pre eklampsia . Kurangi garam apabila berat badan bertambah atau edema.Makanan tinggi protein.

edema mendadak atau berat badan naik. mata kabur. nyeri pada epigastrium. Penanganan Pre eklampsia Ringan Penanganan Pre eklampsia bertujuan untuk menghindari kelanjutan menjadi eklampsia dan pertolongan kebidanan dengan melahirkan janin dalam keadaan optimal dan bentuk pertolongan dengan trauma minimal. Jika perbaikan tidak segera terjadi. Pernafasan emakin sesak. bisa diberikan magnesium sulfat intravena (melalui pembuluh darah). Penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar. Jika pre-eklamsinya bersifat ringan. Untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang. biasanya penderita harus dirawat dan jika kelainan ini terus berlanjut. sangat penting untuk menjalani tirah baring. bila tedapat gejala sakit kepala. pengeluaran urin berkurang. Penderita pre-eklamsi berat dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring. kesadaran makin berkurang. 4) Jadwal pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat. penderita cukup menjalani tirah baring di rumah. gerak janin melemah-berkurang. . Pre-eklampsi dan eklampsi tidak memberikan respon terhadap diuretik (obat untuk membuang kelebihan cairan) dan diet rendah garam. Pada Pre eklampsia ringan penanganan simptomatis dan berobat jalan dengan memberikan: 1) Sedativa ringan 2) Obat penunjang 3) Nasehat a) Lebih banyak istirahat baring penderita juga dianjurkan untuk berbaring miring ke kiri sehingga tekanan terhadap vena besar di dalam perut yang membawa darah ke jantung berkurang dan aliran darah menjadi lebih lancar. tetapi harus memeriksakan diri ke dokter setiap 2 hari.a. maka persalinan dilakukan sesegera mungkin. Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah normal dan minum air lebih banyak. b) Segera datang memeriksakan diri.

Petunjuk untuk segera memasukkan penderita ke rumah sakit atau merujuk penderita perlu memperhatikan hal berikut: a) Bila tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih b) Protein dalam urin 1 plus atau lebih c) Kenaikan berat badan ½ kg atau lebih dalam seminggu d) Edema bertambah dengan mendadak e) Terdapat gejala dan keluhan subjektif. kecuali terdapat pertumbuhan terhambat. Bila keadaan ibu membaik dan tekanan darah dapat dipertahankan 140-150/90-100 mmHg. tunggu persalinan sampai aterm sehingga ibu dapat berobat jalan dan anjurkan memeriksakan diri tiap minggu. 2) Dipasang infus glukosa 5% 3) Dilakukan pemeriksaan: . dan peningkatan proteinuria (3). sampai menunggu kesempatan melakukan rujukan sehingga penderita mendapat pertolongan yang sebaik-baiknya. Penderita diusahakan agar: 1) Terisolasi sehingga tidak mendapat rangsangan suara ataupun sinar. lakukan induksi persalinan. b. Pada kehamilan >37 minggu dengan serviks matang. berikan kombinasi obat. Kurangi dosis obat hingga tercapai dosis optimal. Penanganan Pre eklampsia Berat Bidan yang mempunyai polindes dapat merawat penderita Pre eklampsia berat untuk sementara. kelainan fungsi hepar/ginjal. Tunggu pengakhiran kehamilan sampai 40 minggu. Persalinan dapat dilakukan spontan atau dipercepat dengan ekstraksi. Bila tekanan darah sukar dikendalikan. Tekanan darah tidak boleh lebih dari 120/80 mmHg.

Mengakhiri kehamilan merupakan pengobatan utama untuk memutuskan kelanjutan Pre eklampsia menjadi eklampsia. Diet Komplikasi Kehamilan Pre Eklampsia dan Eklamsia a. pertimbangan mengakhiri kehamilan berdasarkan: a) Kehamilan cukup bulan b) Mempertahankan kehamilan sampai mendekati cukup bulan c) Kegagalan pengobatan Pre eklampsia berat kehamilan diakhiri tanpa memandang umur. nadi. b) Pemeriksaan kebidanan: pemeriksaan denyut jantung janin tiap 30 menit. 8. Tujuan Diet 1) Mencapai dan mempertahankan status gizi normal 2) Mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal 3) Mencegah atau mengurangi tekanan darah normal 4) Mencapai keseimbangan nitrogen 5) Menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal . maka melakukan rujukan penderita merupakan sikap yang paling tepat. d) Merujuk penderita ke rumah sakit untuk pengobatan yang adekuat. suhu dan pernafasan.a) Pemeriksaan umum: pemeriksaan tiap jam. tekanan darah. Dengan perawatan sementara di Polindes. pemeriksaan dalam (evaluasi pembukaan dan keadaan janin dalam rahim). c) Pemasangan dower kateter d) Evaluasi keseimbangan cairan e) Pemberian MgsO4 dosis awal 4 gr IV selama 4 menit 4) Setelah keadaan Pre eklampsia berat dapat diatasi.

makanan diberikan secara berangsur-angsur. muntah. Diet preeklampsia I Diet preeclampsia I diberikan pada pasien preeclampsia berat. Pada keadaan oliguria. sebagian lemak berupa lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda 5) Vitamin cukup. makanan ini cukup energi dan zat gizi lainnya.6) Mengurangi atau mencegah timbulnya faktor risiko lain atau penyulit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan b. Makanan berbentuk saring atau lunak dan diberikan sebagai diet rendah garam I. 3) Protein tinggi (1 ½ g/kg berat badan) 4) Lemak sedang. Penambahan energi tidak lebih dari 300 kkal dari makanan atau diet sebelum hamil. Diet preeklampsia I diberikan sebagai makanan perpindahan dari preeklampsia I atau kepada pasien preeklampsia yang penyakitnya tidak begitu berat. 2) Garam diberikan rendah sesuai dengan berat-ringannya retensi garam atau air. Syarat Diet Syarat-syarat diet preeklampsia adalah: 1) Energi dan semua zat gizi cukup. Dalam keadaan berat. Macam diet dan indikasi pemberian 1). c. dan pernafasan. sesuai dengan kemampuan pasien menerima makanan. vitamin C dan B6 diberikan sedikit lebih tinggi 6) Mineral cukup terutama kalsium dan kalium 7) Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien 8) Cairan diberikan 2500 ml sehari. cairan dibatasi dan disesuaikan dengan cara yang keluar melalui urin. Penambahan berat badan diusahakan di bawah 3 kg/bulan atau di bawah 1 kg/minggu. keringat. .

Makanan ini cukup energi dan zat gizi lainnya. Nilai gizi . Bila diberikan susu biasa. 2).2) Diet preeklampsia II Diet preeklampsia II diberikan sebagai makanan perpindahan dari preeklampsia I atau kepada pasien preeklampsia yang penyakitnya tidak begitu berat. Jumlah energi harus disesuaikan dengan kenaikan berat badan yang boleh lebih dari 1 kg tiap bulan. diberikan dalam bentuk lunak atau biasa. Makanan berbentuk saring atau lunak dan diberikan sebagai diet rendah garam I. energi hanya sebagian yang terpenuhi e. Diet preeklampsia III Diet preeklampsia III diberikan sebagai makanan perpindahan dari preeklampsia II atau kepada pasien preeklampsia ringan. Makanan ini cukup semua zat gizi. Bahan Makanan Sehari Bahan Makanan Beras Telur Daging Tempe Sayuran Sari buah/buah Gula pasir Minyak nabati Susu bubuk * Diet Pre-eklamsia I Berat (g 1000 80 Jumlah 5 8 Diet Pre-eklamsia II Berat (g) 150 50 100 50 200 400 30 15 Jumlah 3 gls tim 1 btr 2 ptg 2 ptg 2 gls 4 ptg sdg 3 sdm 1 ½ sdm Diet Pre-eklamsia III Berat (g) 200 50 100 100 200 400 30 25 Jumlah 4 gls tim 1 btr 2 ptg sdg 4 ptg sdg 2 gls 4 ptg sdg pepaya 3 sdm 2 ½ sdm 75 15 25 5 sdm 50 10 sdm *) Susu khusus ibu hamil. d. Makanan ini mengandung protein tinggi dan garam rendah.

9 750 0.00 Sari pepaya Sari jeruk Pukul 20.Diet Pre eklamsia I Energi (kkal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (mg) Besi (mg) Vitamin A (RE) Tiamin (mg) Vitamin C (mg) Natrium (mg) 1032 20 19 211 600 6.00 Pukul 13.00 Bahan Makanan Teh Sari tomat Susu Pukul 10.00 Teh Susu Jumlah 1 gls 1 gls 1 gls 1 gls 1 gls 1 gls 1 gls 1 gls 1 gls 1 gls 1 gls 1 gls g.2 3035 1.00 Sari jeruk Sari alpokat Susu lPukul 16.8 212 248 Diet Pre eklamsia III 2128 80 63 305 800 24.3 2796 0.00 Pukul 08. Pembagian bahan makanan sehari diet pre eklamsia II & III .5 246 228 Diet Pre eklamsia II 1604 56 44 261 500 17.0 213 . Pembagian bahan makanan sehari Waktu Pukul 06. f.00 Sari tomat susu Pukul 18.

Waktu Bahan makanan Beras Telur ayam Diet pre eklamsia II Berat (g) 50 50 5 5 25 10 100 10 50 50 50 75 100 5 100 10 50 50 25 75 100 5 urt 1 gls tim 1 btr ½ sdm 5 sdm 1 sdm 1 sdm 1 ptg sdg Diet pre eklamsia III Berat(g) 50 50 50 5 25 10 100 10 75 50 100 100 sdg 100 10 100 10 25 75 50 50 75 sdg 100 10 urt 1 gls tim 1 btr ½ sdm ½ sdm 5 sdm 1 sdm 1 ptg sdg Pagi Sayuran Minyak Susu bubuk Gula pasir Buah Gula pasir Beras Daging Tahu Pukul 10.00 pepaya 1 sdm 1 gls nasi 1 ptg sdg ½ bh besar ¾ gls 1 ptg pepaya 1 sdm 1 ½ gls nasi 1 ptg sdg 1 bh besar 1 bh besar 1 ptg sdg Siang Sayuran Buah Minyak Buah papaya ½ sdm 1 ptg sdg 1 sdm 1 gls nasi 1 ptg sdg 1 ptg dg ¼ gls 1 ptg papaya 1 sdm 1 ptg sdg 1 sdm 5 sdm 1½ gls nasi 1 ptg sdg 2 ptg sdg ¾ gls 1 ptg sdg Pukul 16.00 Gula pasir Susu bubuk Beras Ikan Tempe Malam Sayuran Buah Minyak h. Contoh menu sehari papaya ½ sdm papaya 1 sdm Pagi Nasi tim Siang Nasi tim Malam Nasi tim .

00 Jeruk Ikan bumbu kuning Gandong tahu Jeruk Pukul 20. menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal. mencapai keseimbangan nitrogen. Tujuan diet preeklampsia adalah mencapai dan mempertahankan status gizi normal. mencapai dan mempertahankan tekanan darah normal. mengurangi atau mencegah timbulnya faktor risiko lain atau penyulit baru pada saat kehamilan atau setelah melahirkan Saran 1.Telur ceplok air Tumis kacang panjang toge Susu Pukul 10. Pre eklampsi (toksemia gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan proteinuria (protein dalam air kemih) atau edema (penimbunan cairan). Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan bagi ibu hamil mengenai dampak yang dapat terjadi dari komplikasi pada masa kehamilan. Bagi ibu hamil agar rajin dan memeriksakan kehamilannya secara rutin (setidaknya 1 kali setiap bulannya) dengan harapan dapat mengurangi risiko komplikasi pada kehamilan 3. yang terjadi pada kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan. 4.00 Selada buah Daging bumbu terik Tahu bacam pisang Pukul 16. . 2. Sebaiknya ibu hamil segera menghubungi tenaga kesehatan terdekat jika terjadi tanda-tanda komplikasi kehamilan agar dapat segera memperoleh penanganan. mencegah atau mengurangi tekanan darah normal. Ibu hamil sebaiknya selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi selama kehamilanya agar terhindar dari bahaya komplikasi kehamilan.00 The KESIMPULAN .

d. Proteinuria (≥ 0. DM. edema paru. Nyeri pd epigastrium. visus. obesitas.Preeklamsia/ Eklamsia • Preeklamsia adlh timbulnya hipertensi disertai proteinuria & edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 mgg atau segera setelah kelahiran. i. oliguria. nyeri pd epigastrium. proteinuria. 4. 2. Trombositopenia Ikterus Penanganan Preeklamsia ringan Batasi konsumsi garam. kehamilan ganda. jari tangan & muka atau kenaikan BB ≥ 1/ mgg c. gg serebral. 3. trombositopenia dan ikterus. f. Mencapai & mempertahankan status gizi optimal Mencapai & mempertahankan TD normal Mencegah & mengurangi retensi garam/ air Mencapai keseimbangan nitrogen . b. hidrops fetalis. • – – – • – – – – TD 160/110 atau lebih Proteinuria ≥ 5 grm Oliguria Gg serebral Gg visus. Edema paru. • Penyebab : secara pasti blm diketahui • Faktor predisposisi . Edema umum: kaki. jika kondisi ibu semakin kritis maka akhiri kehamilan tanpa memandang umur Diet pada Preeklamsia/ Eklamsia Tujuan Diet : 1. h. g. Preeklamsia Ringan a. Preeklamsia Berat a. usia > 35 thn • Tanda & Gejala : TD sistole ≥ 160 mmHg/ diastole ≥ 110 mmHg. Klasifikasi 1. dan perbanyak minum Tirah baring dan berbaring miring kekiri Pemeriksaan kehamilan dipercepat & diperketat Preeklamsia berat Opname (terisolasi) Pemberian cairan infus glukosa 5% Pemeriksaan umum. kebidanan & pemasangan Dc Pertahankan kehamilan smpai mndekati cukup bulan. TD 140/90 mmHg atau kenaikan D: ≥15 mmHg.3 gr/liter) 2. c. S: ≥ 30 mmHg b. molahidatidosa. e. • Eklamsia : lanjutan dr preeklamsia/ pre eklamsia yg disertai dg kejang/ koma yg timbul bukan karena kelaianan neurologi.

pd Oliguria : cairan dibatasi sesuai dg hasil balance cairan Macam Diet Preeklamsia Diet preeklamsia I (Preeklamsia sgt Berat/ eklamsia ) Bentuk makanan cair : susu & sari buah.5 kg BB) Lemak sedang (lemak tak jenuh) Vit cukup : Vit C & B6 diberikan sedikit lebih tinggi Mineral cukup terutama kalsium & kalium Bentuk makanan disesuaikan dg kemmpuan pasien Cairan diberikan 2500 ml/hari. . jumlah energi hrs disesuaikan dg kenaikan BB yg boleh lebih dari 1 kg/bln. • • • • • • • • • – • – • – Syarat Diet Energi & semua zat gizi cukup Rendah garam Protein tinggi (1. diberikan diet rendah garam → makanan ini cukup energi &zat gizi Diet preeklamsia III (preeklamsia Ringan) Bentuk makanan : lunak/ biasa. Menjaga agar penambahan BB tidak melebihi normal Mengurangi / mencegah timbulnya faktor resiko lain atau penyakit baru pd saat kehamilan / setelah kehamilan. makanan mengandung protein tinggi dan rendah garam. jumlah cairan yg diberikan paling sedikit 1500 ml/hr kekurangannya diberikan secara parenteral → Makanan ini kurang energi & zat gizi Diet preeklamsia II (Preeklamsia Berat) Bentuk makanan : bubur saring atau lunak.5.

Related Interests