KARAKTERISTIK POMPA by Rina P Siregar on March 20, 2012

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Di dalam teknik kimia pompa sangat diperlukan sebagai pesawat angkut yang bertujuan memindahkan zat cair melalui sistem tertutup. Sehingga pompa itu sendiri harus mampu memberi atau meningkatkan tekanan pada fluida sehingga dapat mengalir atau berpindah. Pompa banyak kita jumpai pada rumah tangga, industri, pertanian (pompa irigasi, pertambangan, penyulingan, otomotif, maupun kapal laut.).

Pompa memiliki dua kegunaan utama yaitu memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (misalnya air dari aquifer bawah tanah ke tangki penyimpan air) dan mensirkulasikan cairan sekitar sistem (misalnya air pendingin atau pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan). Komponen utama sistim pemompaan adalah pompa, mesin penggerak (motor listrik, mesin diesel atau sistim udara), pemipaan (digunakan untuk membawa fluida), kran (digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistem), sambungan/fitting, peralatan pengguna akhir, yang memiliki berbagai persyaratan (misalnya tekanan, aliran) yang menentukan komponen dan susunan sistim pemompaan (contohnya adalah alat penukar panas, tangki dan mesin hidrolik). Pompa dan mesin penggerak biasanya merupakan komponen yang paling efisien energinya.

(Pump and Pumping Systems, 2006)

I.2 Rumusan Masalah

Bagaimana cara membuat kurva karakteristik pompa sentrifugal ? Bagaimana hubungan antara TDH, h, BHP, WHP dengan Q ?

I.3 Tujuan Percobaan

Tujuan percobaan karakteristik pompa adalah untuk untuk mempelajari dan membuat kurva karakteristik pompa sentrifugal meliputi hubungan antara parameter-parameter kurva sistem (Total Dynamic Head, Water Horse Power, Brake Horse Power, dan Effisiensi) dengan debit pada aliran sirkuit.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Dasar Teori

Fluida adalah suatu zat yang mengalir, kata fluida mencakup zat cair, air dan gas karena kedua zat ini dapat mengalir, sebaliknya batu dan benda – benda keras atau seluruh zat padat tidak digolongkan kedalam fluida karena tidak bisa mengalir. Terdapat 2 jenis fluida :

Fluida statis :

Fluida yang berada dalam suatu tempat, dan tidak ada gerakan diantara elemen-elemen sekitarnya. Fluida dalam keadaan tidak bergerak/diam.

Fluida dinamis :

Fluida ada gerakan antara elemen-elemen sekitarnya.

Persamaan Bernoulli

Dalam pengamatan prinsip dasar yang dapat digunakan dalam aplikasi aliran fluida adalah kesetimbangan energi mekanis, kesetimbangan momentum linear dan angular, serta kesetimbangan massa dalam aliran steady atate, yang dimaksud kesetimbangan massa adalah kecepatan massa masuk ke dalam sistem sama dengan yang keluar sistem.

Dimana untuk sistem ini digunakan persamaan sebagai berikut:

m = ra . va . Aa = rb . vb . Ab

………….……….. (1)

Persamaan diatas disebut juga dengan persamaan kontinuitas, yang dapat digunakan baik untuk fluida yang kompresibel maupun inkompresibel. Sedang kerja yang dilakukan oleh suatu unit massa dari fluida bila melewati sistem dari inlet menuju outlet dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:

W = - åF (åF>0)

…………….(2)

Dimana berdasarkan hukum Thermodinamika diperoleh:

DU = Q – W

……..…….. (3)

DH = DU + D pV = DU + +

…………… (4)

Dengan substitusi dan penggabungan persamaan (2), (3), dan (4) akan diperoleh suatu persamaan yang baru, yaitu:

1997) Pompa secara sederhana didefinisikan sebagai alat transportasi fluida cair yang berfungsi untuk memindahkan zat cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Pompa memiliki dua kegunaan utama untuk Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (misalnya air dari aquifer bawah tanah ke tangki penyimpan air) dan untuk mensirkulasikan cairan sekitar sistim (misalnya air pendingin atau pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan). pada pembangkit listrik tenaga uap. yang dapat memompakan fluida cair dan gas. (www.energyefficiencyasia. mesin diesel atau sistim udara. Jadi. maka pompa tidak dapat melakukan operasi pemindahan tersebut. teknologi sekarang sudah jauh berkembang di mana mulai diperkenalkan pompa yang multi-fasa. digunakan untuk membawa fluida. digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistim. Pemipaan. Sambungan. pompa digunakan untuk menyuplai air umpan ke boiler atau membantu sirkulasi air yang akan diuapkan di boiler. Komponen utama sistim pemompaan adalah : Pompa yang terdiri dari beberapa jenis pompa dijelaskan di bawah ini : Mesin penggerak: motor listrik. Kran. maka belum tentu pompa bisa melakukannya. pengendalian dan instrumentasi lainnya Peralatan pengguna akhir.( v22-v12) + g(z2-z1) + + åF + Ws = 0 …………… (5) (Geankoplis. Sebagai contoh. yang memiliki berbagai persyaratan. jika fluidanya tidak cair. Namun.org/pdf) . Misalnya fluida gas.

Pompa perpindahan positif digunakan secara luas untuk pemompaan fluida selain air. tekanan akan naik ke nilai yang sangat tinggi dimana hal ini dapat merusak pompa. dll. Pompa-pompa tersebut digunakan untuk layanan khusus dengan kondisi khusus yang ada di lokasi industri. gir luar.energyefficiencyasia. Pada seluruh pompa jenis perpindahan positif. Pompa Dinamik . (www. Pompa rotary selanjutnya digolongkan sebagai gir dalam. Sehingga jika pipa pengantarnya tersumbat. Pompa perpindahan positif selanjutnya digolongkan berdasarkan cara perpindahannya : Pompa Reciprocating jika perpindahan dilakukan oleh maju mundurnya jarum piston. cam atau baling-baling dalam sebuah ruangan bersekat pada casing yang tetap. biasanya fluida kental. sejumlah cairan yang sudah ditetapkan dipompa setelah setiap putarannya. dan baling-baling dorong. lobe. Pompa Rotary jika perpindahan dilakukan oleh gaya putaran sebuah gir.Jenis-jenis Pompa 1. Pompa perpindahan positif Pompa perpindahan positif dikenal dengan caranya beroperasi : cairan diambil dari salah satu ujung dan pada ujung lainnya dialirkan secara positif untuk setiap putarannya.org/pdf) 2. Pompa reciprocating hanya digunakan untuk pemompaan cairan kental dan sumur minyak.

Motor itu berputar dengan kecepatan konstan. pompa ini dijelaskan selanjutnya di bawah. Terdapat dua jenis pompa dinamik : Pompa sentrifugal merupakan pompa yang sangat umum digunakan untuk pemompaan air dalam berbagai penggunaan industri. (www.Pompa dinamik juga dikarakteristikkan oleh cara pompa tersebut beroperasi: impeler yang berputar mengubah energi kinetik menjadi tekanan atau kecepatan yang diperlukan untuk memompa fluida. Cabe. Zat cair yang meninggalkan keliling luar impeler dikumpulkan di dalam rumahan berbentuk spiral yang dinamakan volute dan meninggalkan pompa melalui sambungan buang yang arahnya tangensial. Bila pompa bekerja dengan baik. Cara pompa jenis ini beroperasi : . Daya diberikan kepada fluida oleh impeller dan ditransmisikan ke impeler oleh momen puntir poros penggerak. Untuk alasan ini. Pompa dengan efek khusus terutama digunakan untuk kondisi khusus di lokasi industri. Impeler ini mempunyai sudu-sudu radial yang dicorkan pada impeler tersebut. ruang di antara sudu-sudu terisi penuh oleh zat cair yang mengalir tanpa kavitasi. yang biasanya digerakkan dengan motor yang dihubungkan langsung.org/pdf) Cara kerja pompa sentrifugal Zat cair masuk melalui sambungan isap yang konsentrik dengan sumbu suatu elemen putar berkecepatan tinggi yang disebut impeler.energyefficiencyasia. 1987) Pompa sentrifugal merupakan salah satu peralatan yang paling sederhana dalam berbagai proses pabrik. (Mc. Dalam volute itu tinggi-tekan kecepatan zat cair dari impeler diubah menjadi tinggi-tekan tekanan. dan meninggalkan impeler dengan kecepatan yang jauh lebih besar daripada waktu masuk. Zat cair mengalir ke luar di dalam ruang-ruang antara sudu. Biasanya lebih dari 75% pompa yang dipasang di sebuah industri adalah pompa sentrifugal.

Head statik pada tekanan tertentu tergantung pada berat cairan dan dapat dihitung dengan persamaan berikut: Head statik terdiri dari: Head hisapan statis (hS): dihasilkan dari pengangkatan cairan relatif terhadap garis pusat pompa.energyefficiencyasia. atau dalam hal jet pump oleh tekanan buatan. Head statik merupakan aliran yang independen (lihat Gambar II.2b). Volute atau cincin diffuser stasioner mengubah energi kinetik menjadi energi tekanan.Cairan dipaksa menuju sebuah impeler oleh tekanan atmosfir. Cairan meninggalkan impeler pada kecepatan tinggi.org/pdf) Karakteristik sistim pemompaan a) Tahanan sistim (head) - Head statik Head statik merupakan perbedaan tinggi antara sumber dan tujuan dari cairan yang dipompakan (lihat Gambar II.1. (www. dan negatif jika ketinggian cairan berada dibawah garis pusat pompa (juga disebut “pengangkat hisapan”) Head pembuangan statis (hd): jarak vertikal antara garis pusat pompa dan permukaan cairan dalam tangki tujuan. hS nilainya positif jika ketinggian cairan diatas garis pusat pompa. Baling-baling impeler meneruskan energi kinetik ke cairan. - Head gesekan/ friksi (hf) .2a).1. Impeler dikelilingi oleh volute casing atau dalam hal pompa turbin digunakan cincin diffuser stasioner. sehingga menyebabkan cairan berputar.

6. Untuk pipa dengan aliran aliran penuh. sehingga persamaan head loss menjadi: . Loop tertutup sistim sirkulasi hanya menampilkan head gesekan/ friksi (bukan head statik). Menghitung Head Head adalah jarak vertikal antara garis pusat pompa dan permukaan cairan dalam tangki tujuan. Head = (Geankoplis. kondisi dan jenis pipa. dan sifat dari cairan. radius hidrolik yaitu sama dengan ¼ diameter pipa. debit aliran.Ini merupakan kehilangan yang diperlukan untuk mengatasi tahanan untuk mengalir dalam pipa dan sambungan-sambungan. jumlah dan jenis sambungan.1997) b) Faktor friksi Metode alternative ini digunakan untuk menghitung faktor friksi yang tidak memerlukan penyelesaian iterasi.1979 ) Head loss : Fanning melakukan banyak percobaan untuk memberikan data faktor friksi. tetapi perhitungan head loss telah diterapkan dengan menggunakan persamaan radius hidrolik (bukan diameter pipa). Head ini tergantung pada ukuran. Head gesekan/ friksi sebanding dengan kwadrat debit aliran seperti diperlihatkan dalam gambar II. (Chen. Perhitungan radius hidrolik melibatkan pembagian luas penampang area dari aliran oleh wetted perimeter.1.

Meskipun banyak pompa yang bisa memenuhi kondisi operasi. Sekarang daya yang dikirim dari motor untuk pompa juga merupakan produk dari torsi pada poros penggerak pompa dan kecepatan sudut poros : dimana : BHP : Break Horse Power τ : Torsi dimana: τ : . Kondisi operasi yang diperlukan yaitu tentang efisiensi pompa dan ukuran motor yang dibutuhkan.dimana : D L V g = Diameter pipa dalam (ft) = Panjang pipa lurus (ft) = Kecepatan linear fluida (ft/s) = Percepatan gravitasi (ft/s2) f f = Fanning friction factor c) Brake Horse Power Ketika memilih pompa pertama-tama perlu menentukan kapasitas aliran dan head yang diperlukan pompa.

d) Kecepatan alir fliuda Ada 2 macam kecepatan alir fluida: Kecepatan linier Merupakan jarak yang ditempuh oleh fluida yang mengalir tiap satuan waktu tertentu dan tidak dipengaruhi oleh faktor luas penampang. luas penampang dari tempat fluida mengalir.1997) Kecepatan volumetrik (debit) Merupakan ukuran banyaknya volume air yang mengalir yang dapat ditampung selama waktu tertentu dan dipengaruhi oleh faktor geometris. Debit direpresentasikan oleh persamaan berikut: Satuan Q adalah m3/sec (MKS) dan cm3/sec(cgs) dimana: . Satuan v adalah (m/sec) dan (cm/sec) (Geankoplis.

1997) h) Perbedaan pipa dari pipa besar ke kecil ”sudden contraction losses” .1997) g) Friksi pada valve dan elbow (Geankoplis.1997) f) Friksi pada pipa Lurus (Geankoplis.V : volume satuannya m3 (MKS) atau cm3 (cgs) ∆t : selang waktu tertentu satuannya (s) e) Menghitung Nre (Geankoplis.

4. Sudden Enlargement hex = (Geankoplis. Water Horse Power (WHP) adalah liquid horse power yang disampaikan oleh pompa. (Wahren.Gambar II.1.1997) j) Menghitung WHP (Water Horse Power) dan BHP (Brake Horse Power) Daya yang diperlukan oleh sebuah pompa merupakan fungsi dari total head dan berat cair dipompa dalam jangka waktu tertentu.1.3. 1997 ) k) Menghitung efisiensi . Sudden Contraction (Geankoplis. 1997) i) Perbedaan pipa dari pipa kecil ke besar ”sudden enlargement losses” Gambar II.

dimana : V = kecepatan alir cairan didalam pipa (ft/s ) g = percepatan gravitasi (Wahren. bonnet. Aliran fluida saat . packing dan gland. η= l) Velocity head Istilah ini mengacu pada energi kinetik cairan yang bergerak pada titik yang ditentukan dalam sistem pompa. disc.Efisiensi dinyatakan sebagai persentase yang mewakili sebuah unit ukuran yang menggambarkan perubahan gaya sentrifugal dan dinyatakan sebagai perubahan kecepatan menjadi energi tekanan. stem. seat. 1997 ) Jenis – jenis valve Globe valve Merupakan salah satu jenis valve yang dirancang untuk mengatur besar kecilnya aliran fluida. Bagian utama dari globe valve yaitu terdiri body. yaitu memindahkan cairan pada titik yang ditetapkan didalam sistem pompa.

Gate valve mempunyai body dan stem yang panjang.1. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini : Gambar II. Gambar II. namun pada saat disc tertutup rapat maka akan berhenti tertahan oleh disc tersebut.6 Gate valve (Berlian. Pada saat disc membuka keatas maka seluruh aliran akan bebas masuk tanpa hambatan.1.melewati globe valve akan mengalami sedikit hambatan sehngga akan terjadi pressure drop yang lebih besar. 2006) Jenis-Jenis Fitting Elbow Reducer Coupling Union Tee .5 Globe valve Gate valve Kegunaan utama dari gate valve adalah hanya untuk menutup dan membuka aliran.

000 Psi. kPa. . (inventors. Kekurangan : Pengukuran terbatas pada tekanan statis. air dan udara sampai dengan tekanan sebesar 100000 pound per inchi persegi. Baik dipakai untuk mengukur tekanan antara 30– 100. Biasanya skala tekanan ini dikalibrasikan dalam beberapa ukuran antara lain : psi. Kelebihan : Bersifat portabel ( bisa dibawa kemana-mana ). Ketelitian cukup tinggi Tidak mudah terpengaruh perubahan temperatur. Kemudian gerakan tabung tersebut ditransmisikan untuk menggerakkan jarum meter. Perubahan tekanan yang dideteksi oleh tabung Boudon akan menyebabkan tabungnya bergerak. bar dan kg/cm2.Barometer Bourdon Tube Pressure Gauge Bourdon tube pressure gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan cairan dan gas termasuk uap. 2008) Prinsip kerjanya : Perubahan yang dihasilkan sebanding dengan besarnya tekanan yang diberikan.

89 = psi x 14. Umumnya tekanan atmosfir hampir sama dengan tekanan hidrostatik yang disebabkan oleh berat udara diatas titik pengukuran. 1997 ) Tekanan Atmosfir (psia) Tekanan atmosfir adalah tekanan pada titik manapun d atmosfer bumi.7 psia = psi x 0. Practical Introduction to Pumping Technology. Pada tekanan rendah 0 – 30 psi kurang sensitif. seperti : Tekanan atmosfer (psi ) Metric atmosphere Kilopascals Bars = 14. Uno.07 = psi x 6. Pengukuran untuk tekanan dinyatakan sebagai fungsi psi.50 (Wahren. Tekanan Tekanan adalah gaya yang diberikan ke permukaan.Terpengaruh shock dan vibrasi. Berikut adalah rumus pendekatan untuk tekanan atmosfer: dimana: P = tekanan (pascal ) .

140 cm3/s .h = ketinggian ( meter ) Tekanan gauge Tekanan Gauge adalah selisih antara tekanan yang tidak diketahui dengan tekanan atmosfer (tekanan udara luar). Pg = Pabs – Pat dimana : Pg = Tekanan gauge Pabs = Tekanan absolut Pat = Tekanan atmosfir BAB III METODOLOGI PERCOBAAN III. Nilai tekanan yang diukur oleh alat pengukur tekanan adalah tekanan gauge.1 Variabel Percobaan Volumetrik flow rate : 90 cm3/s.

5 kg/cm2 Kwh meter Rangkaian alat percobaan pompa sentrifugal : Pompa sentrifugal – peripheral/regenerative .190 cm3/s 230 cm3/s III.2 Bahan yang Digunakan Air III.3 Alat Percobaan Beaker Glass Gelas Ukur Stopwatch Thermometer Barometer ( Bourdon Tube Pressure Gauge ) Ø Skala - 0 – 35 Psig - 0 – 2.

Output = 100 watt .Size = 1” x 1” .v/HZ/pH = 220/50/1 .80 mm .Maximum Capacity = 34 L/m .43 mm .Rpm = 2850 Pipa Pipa Standard Commercial Steel Schedule 40 Pipa ½ “ : .Suction Head =9m .Total Head = 31 m .Inside diameter = 15..Discharge Head = 22 m .Outside diameter = 21.

Outside diameter : 33.Luas penampang pipa : 5.571 x 10-4m2 Fitting : Globe valve screwed : ½” dan 1” Regular Elbow 90° (screwed) Tee : ½” dan 1” Coupling : ½” dan 1” .40 mm .961 x 10-4 m2 Pipa 1 “ : .64 mm ..Luas penampang pipa = 1.Inside diameter : 26.

(Mengulangi percobaan ini sebanyak 2 kali dan menghitung rata-ratanya ).1 Tahap persiapan Properti fluida Mengukur temperatur pada air percobaan dengan menggunakan termometer. Mengulangi percobaan 3 dan 4 pada sirkuit 2. Melakukan percobaan pada setiap sirkuit untuk mendapatkan Q maximum. melihat data viskositas dan densitas pada buku “Transport Processes and Unit Operations” – Geankoplis appendix A.2 Tahap percobaan . Mengukur volume air yang keluar dari sirkuit 1 selama 2 detik. III.4. Setelah mengetahui suhu fluida.4. Melakukan percobaan dengan memulai menghidupkan pompa lalu menunggunya sampai keadaan steady state.2.4 Prosedur Percobaan III. Mencari Q maximum Memeriksa seluruh rangkaian alat percobaan yang digunakan dalam percobaan karakteristik pompa.Union ½” dan 1” Increaser Reducer III.

Mencatat waktu putaran KWH meter untuk setiap 2 putaran pada kondisi variabel yang diberikan yaitu 90 cm3/s. Mengamati dan mencatat tekanan pada barometer untuk variabel 90 cm3/s. Qmax pada Sirkuit 1 = 242. BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN IV. 140 cm3/s.81835 x 10-3 kg/ms 3. Mengulangi percobaan nomer 1 sampai 3 pada sirkuit 2.96 kg/m3 4. Suhu = 29°C 2. 190 cm3/s dan 230 cm3/s.Melakukan pengaturan valve 2 hingga memperoleh Q sesuai variabel yang ditentukan. dan 230 cm3/s. Viskositas = 0.5 ml/s . 140 cm3/s.1 Hasil Percobaan Properti Fluida : 1. Densitas = 995. 190 cm3/s.

5 ml/s 6. Qmax pada Sirkuit 2 = 262.1 Hasil Percobaan Sirkuit 1 Flow rate (ml/s) Discharge Pressure Kwh (s/putaran) Static Head (cm) Kg/cm2 Psig . Specific gravity = 0.99596 Tabel IV.1.5.

Suction

Discharge

90

0,38

5

15,14

38,5

64

140

0,5

7

15,9

38,5

64

190

0,5

7

16,18

38,5

64

230

0,7

10

17,91

38,5

64

Tabel IV.1.2 Hasil Percobaan Sirkuit 2

Flow Rate (ml/s) Discharge Pressure Kwh (s/putaran) Static Head (cm) Kg/cm2 Psig Suction Discharge .

27 4 .15 2 14.5 52 140 0.82 38.90 0.

15.67 38.89 38.5 52 190 0.62 9 17.5 52 .

1.1 Hasil Perhitungan Kecepatan (v). Faktor Friksi (f).2 Hasil Perhitungan IV.1 Hasil Perhitungan Kecepatan (v).5 52 IV.36 38.2. Bilangan Reynolds (Nre). Velocity Head (vh) untuk Ukuran Pipa ½” .2. Faktor Friksi (f). Bilangan Reynolds (Nre).230 0.7 10 18. Velocity Head (vh) untuk Ukuran Pipa ½” dan Ukuran Pipa 1” Tabel IV.

505 8823.148 0.036 .Q (ml/s) v (ft/s) Nre f vh (ft) 90 1.

898 0.342 13724.647 .0.178 18626.035 140 2.085 190 3.033 0.

0.031 0.157 230 3.046 0.1.847 22548. Velocity Head (vh) untuk Ukuran Pipa 1” Q (ml/s) .032 0.230 Tabel IV. Faktor Friksi (f).2. Bilangan Reynolds (Nre).2 Hasil Perhitungan Kecepatan (v).

v (ft/s) Nre f vh (ft) 90 0.530 5232.039 0.004 .948 0.

035 0.033 .118 11047.335 0.824 8140.140 0.011 190 1.142 0.

032 0.1 Head Loss(ft) per Komponen Q (ml/s) Pipa Entrance .2.0.2.2.2 Hasil Perhitungan untuk Bagian Suction pada Sirkuit 1 dan 2 Tabel IV.090 0.019 230 1.353 13373.028 IV.

Elbow Globe Valve Coupling Union Increaser Pipa Lurus ½” 1” 90 .

005 0.493 0.0.000 0.222 .211 0.005 0.035 0.021 0.

140 0.495 .085 0.511 1.050 0.012 0.001 0.193 0.012 0.

190 0.002 0.022 0.022 0.942 2.157 0.197 0.092 .

871 230 0.003 0.032 0.230 1.032 0.0.220 0.135 .380 3.

245 Tabel IV.2.1.2.255 140 2.2 Jumlah Head Loss (åhL) dan Total Suction Head Q (ml/s) ƩhL (ft) Total Suction Head (ft) 90 0.360 3.623 190 .992 2.

1 Head Loss(ft) per Komponen untuk Ukuran ½” Q (ml/s) Pipa Lurus .2.3 Hasil Perhitungan untuk Bagian Discharge pada Sirkuit 1 Tabel IV.277 7.305 5.2.4.568 230 6.540 IV.3.

031 .Elbow Globe Valve Coupling Union Tee (Flange) Reducer Sudden Enlargement 90 0.

493 0.005 0.015 0.009 0.070 .015 140 0.211 0.0.011 0.

026 0.021 0.193 0.511 1.036 190 .0.036 0.012 0.

047 0.022 0.066 230 .942 2.039 0.066 0.0.197 0.123 0.

057 0.176 1.2 Head Loss(ft) per Komponen untuk Ukuran 1” .069 0.097 0.097 Tabel IV.2.0.3.380 3.220 0.032 0.

Q (ml/s) Pipa Lurus Pipa Exit Globe Valve Elbow Coupling Union Tee (Screw) 90 .

185 0.279 0.005 0.043 0.004 0.2.155 0.002 0.004 140 0.084 0.012 0.009 190 0.032 0.921 3.017 140 .220 0.005 0.011 0.022 0.153 0.024 Tabel IV.3 Total Head Loss (åhL) dan Total Discharge Head Q (ml/s) ƩhL(ft) Total Discharge Head (ft) 90 0.017 230 0.035 0.228 0.190 0.028 0.003 0.0.3.258 0.103 0.001 0.019 0.

4.4 Hasil Perhitungan untuk Bagian Discharge pada Sirkuit 2 Tabel IV.033 IV.213 4.1 Head Loss(ft) per Komponen untuk Ukuran ½” .2.933 8.158 230 5.313 190 4.2.059 6.2.

Q (ml/s) Pipa Lurus Pipa Exit Globe Valve Elbow Coupling Union Tee (Flange) Reducer .

243 0.986 0.035 0.Sudden Enlargement 90 0.282 0.015 .005 0.

682 0.015 140 0.085 2.386 0.0.012 .543 0.009 0.002 0.

157 4.0.036 190 0.395 1.036 0.956 0.005 0.021 0.256 .

022 0.039 0.066 0.365 0.230 .066 230 1.0.009 0.

840 0.097 Tabel IV.4.440 1.097 0.057 0.6.2 Head Loss(ft) per Komponen untuk Ukuran 1” Q (ml/s) .032 0.014 0.2.

009 0.0008 0.Pipa Lurus Elbow Union Tee (Screw) Tee (Branch) 90 0.004 .006 0.

035 0.007 140 0.027 0.0035 .018 190 0.020 0.015 0.009 0.0.0019 0.

0051 0.040 0.2.048 Tabel IV.049 0.033 230 0.017 0.024 0.0.4.3 Jumlah Head Loss (åhL) dan Total Discharge Head Q (ml/s) ƩhL(ft) Total Discharge Head (ft) 90 .

080 8.870 5.619 3.576 190 7.786 230 .325 140 3.1.

dan Efisiensi (h) pada Sirkuit 1 dan 2 Tabel IV.338 12. BHP. dan Efisiensi (h) pada Sirkuit 1 dan 2 Q (ml/s) TDH (ft) WHP (hp) BHP (hp) Efisiensi (%) 1 .2. BHP. WHP.044 IV.10.2. WHP.5.1 Hasil Perhitungan untuk TDH.5 Hasil Perhitungan untuk TDH.

2 1 2 1 2 1 2 90 2.0096 0.053 0.0008 0.0009 0.483 .750 3.0096 8.541 9.

409 6.724 190 9.521 52.3.0025 0. melakukan pengamatan tekanan yang ditunjukkan pada barometer dan mencatat waktu yang dibutuhkan oleh kWh meter untuk mencapai satu putaran.673 0. sehingga hubungan Q dengan TDH adalah berbanding lurus.140 5. . 140 ml/s.0058 0.0246 0.0203 0. sedangkan untuk aliran sirkuit 2 dilakukan dengan membuka penuh valve 2 dan 4 serta menutup penuh valve 3. Setelah mendapatkan rate yang sesuai.800 20. dan BHP dengan Q .058 0.0203 28.1. Dapat dilihat bahwa pada kurva hubungan antara TDH dan Q menunjukkan kenaikan nilai TDH seiring dengan bertambahnya nilai Q . Dari Grafik IV.0075 0. Prosedur percobaan karakteristik pompa ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap percobaan.0130 0. mengidentifikasi sifat fisis fluida dan mencari volumetric rate maksimum pada setiap sirkuit. Volumetric rate maksimum didapatkan dari hasil pengukuran volume air yang keluar pada outlet pipa setiap sirkuit selama dua detik sebanyak dua kali.829 0. Hasil percobaan yang didapat untuk sirkuit 1 sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin besar Q maka semakin besar nilai TDH.0100 0. WHP.3 Grafik dan Pembahasan Tujuan percobaan karakteristik pompa adalah untuk mempelajari dan membuat kurva karakteristik pompa sentrifugal meliputi hubungan antara parameter-parameter kurva sistem (Total Dynamic Head.0150 16. Tahap percobaan dimulai dengan melakukan pengaturan valve 2 untuk mendapatkan volumetric rate sesuai variabel yang diberikan yaitu 90 ml/s. Aliran sirkuit 1 didapatkan dengan membuka penuh valve 2 dan 3 serta menutup valve 4.0246 40.0031 0. Tahap persiapan dimulai dengan mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan.0150 0.978 IV.737 230 13. 190 ml/s dan 230 ml/s.575 36. menggambarkan hubungan antara TDH.047 17.200 11. dan Effisiensi) dengan Q pada aliran sirkuit. Brake Horse Power. Melakukan prosedur yang sama untuk sirkuit 2. Water Horse Power.

3. dapat dilihat bahwa kurva hubungan antara efisiensi dengan Q menunjukkan kenaikan nilai effisiensi seiring dengan bertambahnya nilai Q . sehingga hubungan Q dengan BHP adalah berbanding lurus.3. Hasil percobaan yang didapat untuk sirkuit 1 sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin besar Q maka semakin besar nilai WHP. .2. sehingga hubungan Q dengan WHP adalah berbanding lurus. WHP. Hasil percobaan yang didapat untuk sirkuit 1 dan 2 sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin besar Q maka semakin besar nilai effisiensi. Pada kurva hubungan antara WHP dengan Q menunjukkan kenaikan nilai WHP seiring dengan bertambahnya nilai Q .3. sehingga hubungan Q dengan effisiensi adalah berbanding lurus. sehingga hubungan Q dengan BHP adalah berbanding lurus. Hasil percobaan yang didapat untuk sirkuit 2 sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin besar Q maka semakin besar nilai BHP. Hasil percobaan yang didapat untuk sirkuit 2 sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin besar Q maka semakin besar nilai WHP. Hasil percobaan yang didapat untuk sirkuit 1 sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin besar Q maka semakin besar nilai BHP. Dapat dilihat bahwa pada kurva hubungan antara TDH dengan Q menunjukkan kenaikan nilai TDH seiring dengan bertambahnya nilai Q . Pada kurva hubungan antara BHP dengan Q menunjukkan kenaikan nilai BHP seiring dengan bertambahnya nilai Q . Dari Grafik IV. Dari Grafik IV. menggambarkan hubungan antara TDH. dan BHP dengan Q . Hasil percobaan yang didapat untuk sirkuit 2 sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa semakin besar Q maka semakin besar nilai TDH. sehingga hubungan Q dengan TDH adalah berbanding lurus.Kurva hubungan antara WHP dengan Q menunjukkan kenaikan nilai WHP seiring dengan bertambahnya nilai Q . Untuk kurva hubungan antara BHP dengan Q menunjukkan kenaikan nilai BHP seiring dengan bertambahnya nilai Q . sehingga hubungan Q dengan WHP adalah berbanding lurus.

Semakin besar debit (Q) maka semakin besar nilai Water Horse Power.BAB V KESIMPULAN Dari hasil percobaan dan perhitungan didapatkanl kesimpulan sebagai berikut : Semakin besar debit (Q) maka semakin besar nilai Total Dynamic Head. Semakin besar debit (Q) maka semakin besar nilai Brake Horse Power. Semakun besar debit (Q) maka semakin besar niliai Effisiensi pada sirkuit 1 dan 2 .