2012 SMAN KELOMPOK 6 Dina Faizatur Rahma (07) 1 Ilham Khoirul (14) JEMBER Muhammad Maulana (18

)
Nadia Avelina Tiara Rahmania (19) (31)

XII IA 6

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA I
1.1 MENGUKUR TITIK BEKU LARUTAN

4. Isi gelas kimia dengan es batu yang telah dipecah menjadi kecil kecil hingga ⁄ bagian gelas kimia 500 ml dan tambahkan 3 sendok NaCl pada es batu tersebut. Pada konsentrasi yang sama.menjelaskan penurunan titik beku larutan termasuk sifat koligatif larutan. Ganti pengaduk dengan thermometer . dengan G = massa zat terlarut p = massa pelarut b. Hal ini desebabkan adanya faktor Van’t Hoff (i) dari ionisasi elektrolit. Larutan CO(NH2)2 (urea) 2 molal 3. 2. 3. Salah satu sifat koligatif adalah penurunan titik beku (Tf). Rumus penurunan titik beku larutan (Tf) : Tf = Tf pelarut .membandingkan antara sifat koligatif larutan nonelektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan. Pengaduk Kaca Gelas ukur 10 mL Larutan NaCl 2 molal Es batu Garam (NaCl) padat IV. TEORI Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh banyaknya partikel yang terlarut dalam larutan. 6. Larutan NaCl 1 molal 3. CARA KERJA 1. 4. : . II. TUJUAN Mengukur titik beku larutan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. 5. Bahan 1. ALAT DAN BAHAN A. larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif yang lebih besar daripada larutan nonelektrolit.Standar kompetensi Kompetensi dasar : menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit. Keluarkan tabung reaksi dan biarkan larutan beku didalamnya meleleh sebagian. I. 5. Masukkan 10 ml larutan CO(NH2)2 1 molal kedalam tabung reaksi. kemudian masukkan tabung tersebut kedalam gelas kimia pada langkah 1. Gelas kimia 500 mL 2. . 4. Alat 1. Larutan CO(NH2)2 (urea) 1 molal 2. Tabung reaksi B. Nonelektrolit Tf = m x Kf = x x Kf .Tf larutan a. Aduklah larutan CO(NH2)2 yang ada dalam tabung reaksi hingga membeku. Elektrolit Tf = m x Kf x i = x x Kf { 1 + (n-1)α } III. Sifat koligatif larutan bergantung pada jenis larutan. yaitu elektrolit atau nonelektrolit.

Hal ini disebabkan karena semakin besar kemolalan larutan NaCl. 1. Jelaskan pengaruh kemolalan larutan terhadap titik beku: a. Karena terurai. 2. Karena itu. larutan urea (CO(NH2)2 Pada larutan urea terdapat ikatan antar molekul urea dan molekul air.5 oC -4 oC -4 oC Selisih titik beku air dengan titik beku larutan 2 oC 2. Apabila kemolalan larutan urea lebih tinggi. sehingga untuk membeku atau memadat menjadi lebih mudah. sehingga untuk membeku atau memadat menjadi lebih mudah. karena ikatan antar partikelnya semakin kuat (jarak antar partikel jadi semakin rapat). NaCl 1 molal.). larutan urea yang memiliki kemolalan makin tinggi akan lebih mudah membeku. sehingga tidak dapat mengion apabila dilarutkan di air. larutan NaCl Pada larutan NaCl terdapat ikatan antar molekul NaCl dan molekul air. 3. maka titik beku larutan justru semakin rendah. sehingga apabila dilarutkan dalam air maka NaCl akan mengion menjadi Na+ dan Cl-. karena ikatan antar partikelnya semakin kuat (jarak antar partikel jadi semakin rapat). 2. Apabila kemolalan larutan NaCl lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena semakin besar kemolalan larutan urea. Karena urea tidak .5 oC 4 oC 4 oC VI. Maka dari itu terjadilah penurunan titik beku larutan. 7. Semakin banyak partikel yang larut. Sedangkan pada larutan urea memiliki ikatan kovalen. maka jumlah mol NaCl yang awalnya hanya 1 mol berubah menjadi 2 mol ( 1 mol Na+ dan 1 mol Cl. Zat Terlarut CO(NH2)2 CO(NH2)2 NaCl NaCl Kemolalan 1 2 1 2 Titik Beku -2 oC -2. Ukur suhu yang tetap dari campuran zat padat dan zat cair dalam tabung tersebut dan catat sebagai titik beku larutan. larutan NaCl yang memiliki kemolalan makin tinggi akan lebih mudah membeku. Maka dari itu terjadilah penurunan titik beku larutan. jelaskan pengaruh NaCl (zat elektrolit) dibandingkan dengan urea ( zat non elektrolit) terhadap penurunan titik beku larutan! Adanya perbedaan perubahan titik beku pada larutan NaCl (elektrolit) dan larutan urea (nonelektrolit) walaupun memiliki molalitas yang sama disebabkan karena NaCl memiliki ikatan ionik. V. maka ikatan antar molekul akan semakin kuat. Karena itu. maka titik beku larutan justru semakin rendah. Semakin banyak partikel yang larut. maka jumlah partikel pada larutan tersebut semakin banyak pula. 4. HASIL PENGAMATAN No. b. PERTANYAAN 1.6. Ulangi cara kerja diatas untuk mencari titik beku larutan CO(NH2)2 2 molal. maka jumlah partikel pada larutan tersebut semakin banyak pula. dan NaCl 2 molal. Untuk molalitas yang sama. maka ikatan antar molekul akan semakin kuat.

larutan NaCl memiliki penurunan titik beku yang lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan titik beku yang terjadi pada larutan urea. KESIMPULAN Penurunan titik beku pada suatu larutan dipengaruhi oleh kemolalan larutan dan jumlah partikel larutan itu sendiri. maka titik bekunya semakin rendah.sehingga jumlah partikelnya semakin banyak. maka ikatan antar partikel akan semakin kuat dan semakin rapat. Dan apabila semakin banyak jumlah partikel pada suatu larutan maka semakin rendah titik bekunya. Hal ini sesuai dengan sifat koligatif larutan bahwa semakin tinggi kemolalan suatu larutan. maka jumlah mol pada larutan tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu garam ditambahkan pada es batu untuk menurunkan titik bekunya sehingga membuatnya lebih sukar untuk mencair. Apa fungsi penambahan garam pada es batu? Penambahan garam pada es batu bertujuan untuk menurunkan titik beku es batu sehingga es batu menjadi lebih sukar untuk mencair. Semakin banyak jumlah partikel dalam suatu larutan. dapat terurai setelah dilarutkan di dalam air. VII. Karena ikatan antar partikelnya semakin rapat. . maka larutan akan cenderung lebih mudah memadat atau membeku (titik beku semakin rendah). Semakin tinggi kemolalan suatu larutan maka semakin rendah titik bekunya.3. maka terjadi pengionan pada molekul NaCl menjadi Na+ dan Cl. Oleh karena itu. Dengan penambahan garam pada es batu.