SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

PENGAMAN SURJA KAWAT TANAH
( TE6509 )

Oleh:
I Wayan Cahyadi Saputra A. A Ngurah Surya Cahya I Made Heri Septiawan Fauzi Aditya Wahyudi Wayan Wahyu Setiawan 0604405020 0704405034 0704405037 0704405065 0704405079

I Gusti Agung Ngurah Ary Suwadnyana 0704405059

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN 2010

1

Secara teoritis petir terjadi karena terpisahnya muatan positif dan muatan negative pada awan sehingga terjadi loncatan muatan listrik. Kata kunci : kawat tanah (overhead groundwire) 2 . Jika sambaran dari petir tadi mengenai system distribusi tenaga listrik atau kita kenal dengan istilah surja petir.salah satunya adalah kawat tanah (overhead groundwire). Loncatan muatan listrik ke bumi inilah kita sebut dengan petir.KAWAT TANAH (OVERHEAD GROUNDWIRE) SEBAGAI PENANGKAL SURJA PETIR Abstrak Didunia kelistrikan sering kita jumpai istilah surja petir. Petir merupakan fenomena alam yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. maka komponen-komponen dan peralatan dari system distribudsii akan rusak sehingga menimbulkan kegagalan dalam system distribusi tenaga listrik.dari fenomena diatas maka dibuatlah system-sistem sebagai penangkal surja petir dalam sitem distribusi tenaga listrik.

salah satunya adalah kawat tanah (overhead groundwire). Jika surja petir mengenai system tenaga listrik dalam hal ini pendistribusin maka akan menimbulkan kerusakan peralatan listrik pada media distribusi terutama pada yang memang merupakan “sasaran sambaran petir”. rumusan masalah yang di dapat: Bagaimana prinsip kerja kawat tanah (overhead grounding) sebagai penangkal sambaran petir pada system distribusi tenaga listrik Bagaiman cara untuk meningkatkan performa perlindungan dari kawat tanah (overhead grounding)? Bagaimana aplikasi pemakain kawat tanah sebagai penangkal surja petir di Indonesia? 3 . Untuk menghidari kerusakan peralatan listrik akibat surja petir. Surja sendiri adalah suatu fenomena dimana terjadi kenaikan tegangan secara ekstrem (bisa mencapai 170 KV) dalam waktu yang sangat singkat (dalam milisekon). dalam hal ini lebih mengkhususkan pada pendistribusian tenaga listrik. dibuatlah system-sistem untuk menangkal surja petir. Sambaran petir yang mengenai kawat tanah akan ditanahkan (ground) secara langsung atau tidak langsung melalui sela pendek. 1.1 Latar Belakang Kawat tanah (overhead groundwire) adalah salah satu pengaman system tenaga listrik dari ancaman surja petir. Kawat tanah adalah kawat yang dipasang didekat ataupun sejajar dengan kawat fasa pada system distribusi listrik sehingga jika terjadi sambaran petir yang terkena adalah kawat tanah bukan kawat fasanya sehingga peralatan lisrik pada system distribusi tidak mengalami kerusakan.BAB I PENDAHULUAN 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang yan disampaikan.

Memberi penjelasan tentang manfaat kawat tanah (overhead grounding) sebagai penamgkal surja petir dalam system distribusi tenaga listrik.1.3 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut: Memberi penjelasan tentang bahaya surja petir dalam system distribusi tenaga listrik. 4 .

dan antara awan dengan bumi tergantung dari kemampuan udara dalam menahan beda potensial yang terjadi. Kejadian ini diikuti pelopor menurun dari awan dan diikuti pula dengan adanya pelopor menaik dari bumi yang mendekati pelopor menurun. di dalam awan tersebut akan terjadi kristal-kristal es. dengan rata-rata 5 km. Panjang kanal petir bisa mencapai beberapa kilometer. Karena di dalam awan terdapat angin ke segala arah. Ketinggian antara permukaan atas dan permukaan bawah pada awan dapat mencapai jarak sekitar 8 km dengan temperatur bagian bawah sekitar 60 oF dan temperatur bagian atas sekitar . Sedangkan kecepatan pelepasan muatan balik mencapai 10 % dari kecepatan cahaya.BAB II DASAR TEORI 2. Bila muatan di dalam awan bertambah besar. Pelepasan muatan listrik dapat terjadi di dalam awan. antara awan dengan awan. Akibatnya. Petir yang kita kenal sekarang ini terjadi akibat awan dengan muatan tertentu menginduksi muatan yang ada di bumi. maka kristal-kristal es tersebut akan saling bertumbukan dan bergesekan sehingga terpisahkan antara muatan positif dan muatan negatif.1 TERJADINYA PETIR Petir merupakan kejadian alam di mana terjadi loncatan muatan listrik antara awan dengan bumi. Pemisahan muatan inilah yang menjadi sebab utama terjadinya sambaran petir.60 oF. maka muatan induksi pun makin besar pula sehingga beda potensial antara awan dengan bumi juga makin besar. Pada saat itulah terjadi apa yang dinamakan petir. 5 . Loncatan muatan listrik tersebut diawali dengan mengumpulnya uap air di dalam awan. Kecepatan pelopor menurun dari awan bisa mencapai 3 % dari kecepatan cahaya.

2.2 SISTEM PERLINDUNGAN PETIR Mengingat kerusakan akibat sambaran petir yang cukup berbahaya. maka muncullah usaha-usaha untuk mengatasi sambaran petir. Sistem ini memiliki kelemahan di mana apabila sistem penyaluran arus petir ke tanah tidak berfungsi baik. Sekilas mengenai teknik penangkal petir. Teknik penangkal petir pertama kali ditemukan oleh Benyamin Franklin dengan menggunakan interseptor (terminal udara) yang dihubungkan dengan konduktor metal ke tanah.2 DISSIPATION ARRAY SISTEM (DAS) Sistem ini menggunakan banyak ujung runcing (point discharge) di mana tiap bagian benda yang runcing akan memindahkan muatan listrik dari benda itu sendiri ke molekul udara di sekitarnya. 6 . 2. Sistem ini mengakibatkan turunnya beda potensial antara awan dengan bumi sehingga mengurangi kemampuan awan untuk melepaskan muatan listrik. dikenal 2 macam sistem.2.2. maka ada kemungkinan timbul kerusakan pada peralatan elektronik yang sangat peka terhadap medan transien. yaitu: 2. Teknik ini selanjutnya terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang efektif.1 SISTEM PENANGKAL PETIR Sistem ini menggunakan ujung metal yang runcing sebagai pengumpul muatan dan diletakkan pada tempat yang tinggi sehingga petir diharapkan menyambar ujung metal tersebut terlebih dahulu.

diperoleh data yang dikumpulkan dari literature yang berkaitan dengan pokok bahasan. Metode pengumpulan data. menggunakan metode kepustakaan yaitu mencari literature dari internet yang berkaitan dengan pokok bahasan.BAB III METODELOGI PENULISAN 3.1 Metodologi Penulisan Metode yang digunakan dalam pembuatan paper ini yaitu 1. Sumber data. 2. 7 .

Kawat ini dipasang diatas kawat fasa dengan sudut perlindungan sekecil mungkin. 8 . Gambar 4 pemasangan groundwire Pada umumnya ground wire terbuat dari kawat baja (steel wire) dengan kekuatan St 35 atauSt 50. tergantung dari spesifikasiyang ditentukan oleh PLN.BAB IV PEMBAHASAN 4. daerah proteksi groundwire dapat digambarkan seperti pada Gambar 1. karena dianggap petir menyambar diatas kawat. Dalam melindungi kawat phasa tersebut.1 PRINSIP KERJA KAWAT TANAH Kawat tanah atau overhead grounding adalah media pelindung kawat fasa dari sambaran petir.

misalkan groundwire diletakkan setinggi h meter dari tanah.Gambar 1. bx = 1. Di dalam zona tersebut. Untuk meningkatkan performa dalam perlindungan terhadap sambaran petir langsung. diharapkan tidak terjadi sambaran petir langsung sehingga di daerah tersebut pula kawat phasa dibentangkan. Dengan menggunakan nilai-nilai yang terdapat pada gambar tersebut. lebih dari satu groundwire digunakan. 9 . sebuah groundwire dirasa belum cukup untuk memproteksi kawat phasa sepenuhnya.2 CARA MENINGKATKAN PERFORMA PERLINDUNGAN KAWAT TANAH Dalam beberapa kasus. titik b dapat ditentukan sebesar 2/3 h. Daerah proteksi dengan menggunakan 1 buah groundwire Dari gambar di atas. maka lebar bx dapat ditentukan dalam 2 kondisi. bx = 0.8h) 4. Sedangkan zona proteksi groundwire terletak di dalam daerah yang diarsir. Apabila hx merupakan tinggi kawat phasa yang harus dilindungi.2 h (1 – hx/0. yaitu : o o Untuk hx > 2/3 h .6 h (1 – hx/h) Untuk hx < 2/3 h .

s/4 Sedangkan daerah antara 2 groundwire dibatasi oleh busur lingkaran dengan jari-jari 5/4 s dengan titik pusat terletak pada sumbu di tengah-tengah 2 groundwire. maka probabilitas sambaran petir pada groundwire (p) dapat ditentukan sebagai berikut : log p = -4 10 . Gambar 2 menunjukkan zona perlindungan dari penggunaan 2 buah groundwire. maka ho dapat ditentukan : ho = h .Bila digunakan 2 buah groundwire dengan tinggi h dari tanah dan terpisah sejauh s. Gambar 2. Zona perlindungan dari penggunaan 2 buah groundwire Dari gambar tersebut. Zona perlindungan groundwire dapat dinyatakan dengan parameter sudut perlindungan. perhitungan untuk menetapkan zona proteksi petir dilakukan seperti halnya menggunakan 1 buah groundwire. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa hadirnya groundwire dimaksudkan sebagai tempat sambaran petir langsung dan dapat melindungi kawat phasa. yaitu sudut antara garis vertikal groundwire dengan garis hubung antara groundwire dan kawat phasa. Jika sudut perlindungan tersebut dinyatakan dalam a dan tinggi groundwire adalah h. apabila ho menyatakan tinggi titik dari tanah di tengahtengah 2 groundwire yang terlindungi dari sambaran petir.

terlihat bahwa makin tinggi groundwire dan sudut perlindungan yang besar.Dari persamaan tersebut. akan mengakibatkan probabilitas tersebut meningkat. Untuk meningkatkan keandalan sistem ini. maka arus petir akan terbagi menjadi dua bagian. Gambar 3. Untuk itu diperlukan pemilihan tinggi groundwire dan sudut perlindungan yang tepat untuk mendapatkan performa perlindungan yang baik dari sambaran petir. kurva pada gambar 3 menunjukkan probabilitas kegagalan dalam perlindungan kurang dari 1 %. Probabilitas ini berarti lebih kecil dari satu kali kegagalan dalam setiap 100 sambaran petir pada groundwire.3 PENTANAHAN SAMBARAN PETIR OLEH KAWAT TANAH. Sebagian besar arus tersebut mengalir ke tanah melalui pentanahan pada menara tersebut. 4. Dengan demikian. Jika petir menyambar pada groundwire di dekat menara listrik.. Sedangkan sebagian kecil mengalir melalui groundwire dan akhirnya menuju ke 11 . Dari gambar tersebut terlihat daerah berwarna hitam merupakan daerah kemungkinan gagal dalam perlindungan.Kurva ketinggian groundwire vs sudut perlindungan Gambar 3 menunjukkan kurva antara ketinggian rata-rata groundwire vs sudut perlindungan rata-rata. diperlukan pentanahan yang baik pada setiap menara listrik.

Hal ini disebabkan pada system distribusi menggunakan trafo yang berfungsi sebagai penurun tegangan (step down transformer). Sambaran petir akan menimbulkan tegangan lebih yang tinggi melebihi kemampuan isolasi trafo hingga menyebabkan kerusakan isolasi yang fatal. Untuk menghindari kerusakan benda-benda akibat muatan listrik petir yang menuju tanah maka coaxial cabel dibungkus pipa isolasi. Lain halnya jika petir menyambar pada tengah-tengah groundwire antara 2 menara listrik. Gelombang petir ini akan mengalir ke menara-menara listrik yang dekat dengan tempat sambaran tersebut. Tahanan bumi max. Sehingga benda-benda yang berada disekitar system akan aman. Karena trafo terhubung dengan saluran udara 20 kV dengan kawat telanjang (over head open wire) dan penempatannya yang di tempat terbuka sehingga pada trafo dapat terjadi gangguan tegangan lebih akibat sambaran petir secara langsung atau sambaran petir tidak langsung (induksi). Yang terbaik untuk system ini = 5 ohm. Metode tahanan langsung dari muatan listrik petir ke dalam tanah menyebabkan seluruh unit mempunyai potensial yang sama dengan bumi. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut maka setiap pemasangan trafo distribusi 20 kV pada GTT selalu dilengkapi dengan arrester. yang menurunkan tegangan 20 kV (tegangan menengah) menjadi 400/230 V (tegangan rendah). Perlu test lokasi geografis dari pentanahan  5 ohm. Sistem penempatan arrester adalah sistem yang berhubungan dengan cara pengawatan 12 .4 APLIKASI PEMASANGAN KAWAT TANAH SEBAGAI PENANGKAL SURJA PADA DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK Kawat tanah ( overhead grounwire ) jarang digunakan dalam system distribusi listrik di Indonesia.tanah melalui pentanahan pada menara listrik berikutnya. Sebagai contoh Saat ini telah diterapkan 4 sistem penempatan arrester pada GTT khususnya di Area Malang yang memiliki tujuan dan fungsi yang sama tetapi memiliki cara pengawatan dan peletakan arrester yang berbeda. hal ini dikeranakan system penangkal petir pada jaringan distribusi listrik lebih banyak menggunakan arrester. 4.

Pada tension clamp dipasang kawat jumper yang menghubungkannya pada tower agar arus petir dapat dibuang ke tanah lewat tower. Sedangkan penggunaan kawat tanah (overhead groundware) sebagai penangkal petir lebih sering digunakan pada system transmisi tenaga listrik. kecuraman gelombang datang. karena dianggap petir menyambar dari atas kawat. Dengan cara mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tegangan surja dan arus surja yang terjadi pada masingmasing sistem. Untuk keperluan perbaikan mutu pentanahan maka dari kawat jumper ini ditambahkan kawat lagi menuju ketanah yang kemudian dihubungkan dengan kawat pentanahan. hal ini dikarenakan Kawat Tanah (overhead groundwire) adalah media untuk melindungi kawat fasa dari sambaran petir. 13 . panjang kawat yang dipergunakan dalam sistem penempatan arrester. Sehingga pada akhirnya didapatkan satu sistem penempatan arrester yang efektif sebagai proteksi trafo distribusi 20 kV pada GTT. Kawat ini dipasang di atas kawat fasa dengan sudut perlindungan yang sekecil mungkin. Namun jika petir menyambar dari samping maka dapat mengakibatkan kawat fasa tersambar dan dapat mengakibatkan terjadinya gangguan. seperti pengawatan arrester. Kawat pada tower tension dipegang oleh tension clamp.arrester dengan trafo dan pelebur/CO yang memiliki tujuan untuk memberikan proteksi pada trafo dari tegangan lebih. Efektivitas proteksi pada trafo yang dimaksud adalah keberhasilan perlindungan yang diberikan pada trafo dengan memperkecil tegangan lebih yang terjadi pada trafo tersebut. sedangkan pada tower suspension dipegang oleh suspension clamp. Pada akhirnya keempat sistem penempatan arrester ini perlu dikaji kembali tentang efektivitas proteksinya pada trafo tersebut. dan kecepatan merambat gelombang surja.

14 .BAB V PENUTUP 5. Pemakaian overhead groundwire dalam saluran distribusi tenaga listrik mempunyai harapan agar sambaran petir tidak mengenai kawat phasa. Kawat tanah lebih sering dijumpai sebagai penangkal petir pada system transmisi listrik sedangkan pada system distribusi lestrik sebagai penangkal petir banyak dijumpai penggunaan arrester. Untuk itu diperlukan pemilihan ketinggian serta sudut perlindungan yang sesuai untuk mendapatkan perlindungan yang baik. 3. Peningkatan performa perlindungan transmisi tenaga listrik dari sambaran petir yang paling mudah dilakukan dengan menambah jumlah groundwire.1 Kesimpulan 1. Probabilitas kegagalan dalam perlindungan akan naik dengan makin tingginya groundwire dan besarnya sudut perlindungan. Luas zona/daerah perlindungan groundwire tergantung dari ketinggian groundwire itu sendiri. 2. Kombinasi pemakaian groundwire dengan peralatan-peralatan lainnya sangat diharapkan untuk memperoleh performa perlindungan yang lebih tinggi di antaranya dengan pemakaian arester yang merupakan alat pelindung modern.

Overhead Groundwire. Perlindungan Transmisi Tenaga Listrik dari Sambaran Petir” [2] Yudi Suhairi.wordpress.html [4] Dunia listrik.penangkal_petir. Maret 1998 “Arief Irawanto mahasiswa Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Edisi ke Dua Belas.html [5] http://id.com 15 . Elektron TH XVIII [3] Wikipedia. “ Fenomena Petir “. konduktor-dan-kawat-tanah-pada-saluran.DAFTAR PUSTAKA [1] ELEKTRO INDONESIA.