BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1.

Identifikasi Masalah Dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan perbaikan dari Kurikulum 2004, khususnya untuk Standar Kompetensi Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, guru SD Negeri I Cijulang menghadapi beberapa kendala dalam mengelola pembelajaran yang berorientasi kepada kurikulum tersebut. Dari materi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang terkait dengan Mata Pelajaran Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang bagi guru SD negeri I Cijulang dirasakan bermasalah dalam pelaksanaannya adalah tentang bagaimana meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPA. Kesulitan siswa dalam memahami pelajaran IPA sering diakibatkan karena pembelajaran IPA hanya disajikan dalam bentuk verbalistik. Hal lain dihadapi guru kelas V SD Negeri I Cijulang yang masih sejalan dengan permasalahan tingkat pemahaman siswa adalah peningkatan pemahaman siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahun Sosial. Mata pelajaran IPS merupakan salah satu media bagi siswa dalam memberikan wawasan pengetahuan yang luas mengenai nilai-nilai masyarakat lokal maupun global sehingga pada akhirnya siswa menjadi warga masyarakat yang mampu hidup bersama-sama dengan masyarakat lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah dasar sebagai lembaga formal melalui pelajaran IPS mengembangkan dan melatih potensi siswa yang mampu melahirkan manusia yang handal dalam bidang akademik, keterampilan, maupun sikap yang salah satunya dapat diwujudkna dalam kemampuan bekerja sama dalam memecahkan masalah. Guru sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan siswa seharusnya mamp menjadi fasilitator bagi proses pencapaian tujuan dan fungsi mata pelajaran IPS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful