BAB. I. KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN. A. BEBERAPA KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN.

Pengertian kewirausahaan menurut para ahli sbb : Raymond W. Y Kao (1995) : kewirausahaan adalah sebagai suatu proses menciptakan yang baru (kreasi baru) dan membuat suatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi), tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Sedang wirausaha adalah orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan atau kekayaan dan niali tambah melalui peneloran gagasan, memadukan sumberdaya dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta, tapi dalam kenyataannya berbeda : Wira : berani Wira : berani Swa : sendiri Swa : sendiri Hasta : tangan Sta : berdiri Jadi wiraswasta berarti sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan, dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Wiraswasta berusaha mandiri tetapi tidak memiliki visi pengembangan usaha, kreativitas dan daya inovasi. Seorang pengusaha yang telah lama membuka usahanya namun kondisinya sama seperti pertama , bukanlah wirausaha tetapi wiraswasta. Sifat dasar dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausaha adalah : 1. Seorang pencipta perubahan (the change creator). 2. Selalu melihat perbedaan baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan, sebagai peluang disbanding sebagai kesulitan. 3. Menderung mudah jenuh terhadap segala kemempuan hidup untuk kemudian bereksperimen dengan pembaruan-pembaruan. 4. Melihat pengetahuan dan pengalaman sebagai alat untuk memacu kreativitas, bukan sesuatu yang harus diulangi. 5. seorang pakar tentang dirinya sendiri. 6. Berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain. B. FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN. 1. The foreign refugee : peluang-peluang ekonomi ditempat tertentu. 2. The corporate refugee : pekerja yang tidak puas dengan lingkungan perusahaanya. 3. The parental (paternal) refugee : pendidikan dan pengalaman dari bisnis yang dibangun oleh keluarganya sejak ia masih anak-anak. 4. The housewife refugee : ibu rumah tangga yang membantu suami. 5. The society refugee : anggota masyarakat yang tidak setuju dengan kondisi lingkungannya. 6. The educational refugee : orang yang gagal dalam studinya. C. WIRAUSAHA DAN MANAJER : SEBUAH PERBANDINGAN. Perbedaaan gaya manajerial wirausaha dan manajer : Wirausaha Manajer • Aktif mencari perubahan dengan mengeksploitasi peluang-peluang • Meminimalkan resiko • Menerima/ mengendalikan resiko • Cenderung menghindari resiko • Dimotivasi oleh peluang untuk menciptakan keuntungan-keuntaungan finansial •

Dimotivasi oleh promosi karier dan imbalan lainnya. • Cenderung menerima kesalahan sebagai suatu bagian yang normal • Menghindari kesalahan • Lebih intensif/ langsung terlibat dalam aktifitas operasional organisasi • Cenderung untuk mendelefgasikan tugas-tugas dan mengawasi pekerja. D. ALIANSI WIRAUSAHA, INVESTOR DAN MANAJER. Apabila bisnis yang ditangani semakin besar , maka wirausaha membutuhkan orang lain (manajer professional dan investor) untuk melakukan ekspansi usaha Diterbitkan di: 01 September, 2010 Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2045379-konsep-dasarkewirausahaan/#ixzz29tkT32jy

Oleh karena itu sangat baik kiranya generasi muda mempelajari kewirausahaan. Yakni proses penciptaan suatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi). Kemampuan memiliki ide yang cemerlang akan dapat menentukan masa depan bangsa. tapi hanya sedikit yang punya ide. kiat.Konsep Dasar Kewirausahaan (Entrepreneurship) Wirausahawan secara umum adalah orang-orang yang mampu menjawab tantangantantangan dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Sedangkan inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan. . sikap nilai dan keberhasilan. berinovasi. kerja keras dan berani menghadapi resiko untuk memanfaatkan peluang serta untuk menghadapi tantangan yang mengancam. Jelas sudah bahwa entrepreneurship atau kewirausahaan tidak hanya dimaksudkan merintis usaha baru sebagai pengusaha tetapi juga seorang pegawai biasa yang bekerja pada instansipun bisa disebut wirausaha bila melakukan inovasi dan kreativitas dan ini yang sering disebut dengan intrapreneur. siasat. sumber daya. Perdebatan ini disatu sisi penting untuk memperkaya khasanah tentang konsep kewirausahaan. Wirausaha dapat diartikan sebagai kemampuan berfikir kreatif. Ide adalah buah pikiran yang punya arah atau tujuan yang bernilai tinggi untuk diri sendiri dan juga lingkungan. melalui peneloran dan penetasan gagasan. Kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang. Sedang wirausaha mengacu pada orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan dan nilai tambah. Jadi seorang wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif. memadukan sumber daya dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan. Usaha adalah aktivitas yang dilakukan untuk mencapai kemenangan dalam memperjuangkan sesuatu. Raymond W. Wirausaha berarti kemampuan memiliki ide kreatif dan berperilaku dapat memperjuangkan usaha dengan keputusan pengambilan resiko secara bijak untuk meningkatkan kualitas hidup. sehingga dapat memiliki perilaku wirausaha. Dengan kata lain seorang wirausaha adalah orang yang mempu menetaskan gagasan menjadi realitas. berani mengambil resiko dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar. Ide adalah hal yang utama. tenaga penggerak. Dapatlah dinyatakan bahwa wirausaha mendasari pendobrakan kemiskinan karena wirausaha didorong oleh motif berprestasi. Wira adalah suatu bentuk kepahlawanan dalam memperjuangkan sesuatu penuh dengan keberanian. tujuan. Tidak kurang dari 15 ahli kewirausahaan dari berbagai sekolah bisnis telah berupaya mendefinisikannya. Wirausaha (entrepreneurship) yang didefinisikan Thomas W. optimisme. Kemampuan berwirausaha menunjukkan perilaku kreatif. Kewirausahaan dimaksudkan dari kata wira dan usaha. dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. proses sistematis. penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. Zimmere adalah hasil dari suatu disiplin. Setiap orang pasti punya pikiran. tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Kegiatan wirausaha seringkali disebut bisnis. Dalam pengertian tersebut dapat pula diartikan bahwa kewirausahaan tidak terbatas pada kemampuan mengelola bisnis semata sebagai pengusaha tetapi juga siapapun yang mengelola upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan sumber daya untuk menemukan peluang demi perbaikan hidup. Bisnis dalam hal ini diartikan segala aktivitas untuk mendapatkan keuntungan untuk dapat memperbaiki kualitas hidup. Kreatif bila ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau mengadakan sesuatu yang belum ada. Y Kao menyebutkan kewirausahaan sebagai suatu proses. Pengertian kewirausahaan (entrepreneurship) sejauh ini masih banyak perdebatan.

Salam Indonesia ..Inovatif bila ia memiliki kemampuan membuat perbedaan dari yang sudah ada. Diposkan oleh Yudanto Prayitno di 18:12 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook ...

Selain itu. dengan berwirausaha seseorang akan berusaha mandiri. Apakah hakikat kewirausahaan? 4. Mengetahui apa yang di maksud dengan disiplin ilmu kewirausahaan. 28 Mei 2012 Konsep Dasar Kewirausahaan BAB I PENDAHULUAN A. Apa saja motif berprestasi kewirausahaan? C.Senin. Bagaimana sikap dan kepribadian wirausaha? 6. inovatif untuk menciptakan sebuah usaha yang dapat membangun perekonomian negara lebih baik dari sebelumnya. Rumusan Masalah 1. sempitnya lapangan pekerjaan. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi hal tersebut. Tujuan 1. dan inovatif agar usahanya dapat diterima di masyarakat. Apakah yang di maksud dengan disiplin ilmu kewirausahaan? 2. Bagaimana karakteristik dan nilai-nilai hakiki kewirausahaan? 5. diantaranya adalah minimnya pendidikan yang miliki. B. Sebagai generasi penerus bangsa harus mampu menciptakan peluang usaha agar tidak menambah jumlah pengangguran di Indonesia. serta kurang adanya perhatian dari pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka. kreatif. Apa saja objek-objek studi kewirausahaan? 3.tidak memiliki ketrampilan yang cukup. . Para pemuda harus memiliki pola pikir yang dinamis dan kreatif dalam upaya meminimalisir adanya krisis ekonomi dan berusaha untuk mengembangkan kewirausahaan dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Latar Belakang Dewasa ini banyak orang yang belum mendapatkan pekerjaan untuk mencukupi kehidupan hidup. Konsep dasar kewirausahaan merupakan titik awal dalam memulai suatu usaha dan juga menentukan berhasil tidaknya usaha yang dirintis. haruslah memiliki konsep dasar tentang kewirausahaan agar usaha yang akan dirintis berjalan lancar dan dapat mengatasi problematika yang terjadi sekarang ini. Dengan demikian kami berharap generasi muda lebih termotivasi untuk kreatif. Sebelum seseorang memulai atau menciptakan suatu usaha.

Kewirausahaan memiliki dua konsep. Sekarang kewirausahaan bukan hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan lapangan. Kewirausahaan. Zimmerer (1996). Memahami apa yng di maksud dengan hakikat kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu displin ilmu tersendiri yang independen. yaitu posisi “venture start-up” dan “venture-growth”. 3. Hal 8 . kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin. Dahulu. Sebab itu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir. 2. pemerataan. dan persaingan. Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradigma pertumbuhan yang wajar dan perubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan. dan metode ilmiah yang lengkap. 2003. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri 4. 4. Kewirausahaan berisi “body of knowledge” yang utuh dan nyata (distinctive). 6.[1] Hal itu menurut Soeharto Prawirokusuma (1997) dikarenakan. proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. BAB II PEMBAHASAN A. yaitu ada teori. kemampuan (ability). tapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. 3. menurut ThomasW. Dalam konteks bisnis. Memahami karakteristik dan nilai-nilai hakiki kewirausahaan. Faham dengan apa saja objek-objek studi kewirausahaan.[2] [1] Suryana.2. Memahami sikap dan kepribadian wirausaha. kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. maka dewasa sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan. dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Jakarta:Salemba Empat. Hal 2 [2] Ibid. 1. 5. sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Memahami apa saja motif berprestasi kewirausahaan. Disiplin Ilmu Kewirausahaan Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai. ini tidak jelas masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha. konsep.

Disiplin ilmukewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama 8. kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan perubahan. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal 6. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.[3] 1. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang memiliki [3] Ibid. Pada mulanya. dan institusi. Dalam bidang-bidang tertentu. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha 2. 7. B. perguruan tinggi. yang melahirkan kreativitas(daya cipta)setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. perdagangan. Kemampuan berinovasi. C. Objek Studi Kewirausahaan Objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. 5. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yangselalu tidak menundak pekerjaan. Drucker mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. dan swadaya lainnya. Ada dua pendapat tentang pengertian kewirausahaan. Hakikat Kewirausahaan Secara sederhana arti wirausahawan(entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. misalnya birokrasi pemerintah. Menurut Soemahamidjaja (1997:14-15). Hal 9 . yaitu berkembang bukan hanya pada dunia usaha semata melainkan juga pada berbagai bidang seperti bidang industri. kesehatan. dan kemajuan. Kemampuan untuk berinisiatif 4. tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. pendidikan. pembaharuan.institusi lainnya. kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi. yaitu Peter F. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha. kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan. 3. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum yang berjangka panjang untuk menciptakan peluang.

Jakarta:PT RajaGrafindo Persada.sama dua orang atau lebih dengan cara masing. ada enam hakikat penting kewirausahaan. untuk berwirausaha dapat dilakukan dengan cara 1. 2. Dari beberapa konsep kewirausahaan. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas. 2007. proses. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative). tenaga penggerak. dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker.masing menyetor modal dalam bentuk uang atau keahliannya. yaitu: 1. [4] Kasmir. dan sesuatu yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih. 1994).[4] Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kewirausahaan. ciri. 6. Sementara itu Zimmerer mengartian kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). 1959).dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer. Secara pribadi artinya membuka perusahaan dengan inisiatif dan modal serang diri. kiat. Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat. Seorang wirausahawan harus memilki kemampuan yang kreatif dan inovatif dalam menemukan dan menciptakan berbagai ide. Sementara itu berkelompok adalah secara bersama. Dewasa ini belum ada terminologi yang persis sama tentang kewirausahaan. Hal 16-19 .1996). Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya. Menyetor modal dan pengelolaan ditangani pihak mitra 3. 4.kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Kegiatan wirausaha dapat dijalankan sesorangatau sekelompok orang. 3. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumbersumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Jadi. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (verture growth) (Soeharto Prawiro. Hanya menyerahkan tenaga namun dikonversikan ke dalam bentuk saham sebagai bukti kepemilikan usaha. tujuan. dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi. siasat. 1997) 5. keinovasian. Memiliki modal sekaligus menjadi pengelola 2. Dengan kata lain seseorang baik secara pribadi maupun bergabung dengan orang lain dapat menjalankan kegiatan usaha atau membuka usaha.

dengan berpatokan pada kebiasaan yang sudah ada. paham etnosentris. wirausaha model ini biasanya tergantung pada pengalaman. sumber daya. Kewirausahaan. proses. tawakkal. dengan bekerja berdasarkan kebiasaan. secara ringkas kewirausahaan dapat definisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan kiat. Alma. D. dan mengutamakan materi. Dalam Islam karakteristik wirausaha antara lain[5]: a) Sifat takwa. zikir dan syukur. Bandung: Alfabeta. 2. b) Wirausaha yang berorientasi padab kemajuan tetapi bukan untuk mengejar materi. sering menhadap ke arah tertentu(aliran fengshui)supaya berhasil. D. dasar. b) Jujur. e) Berzakat dan berinfaq. berhitung dengan mengunakan mistik. pelayanan. c) Wirausaha yang berorientasi pada materi. Ada empat nilai dengan orientasi dan ciri masing-masing sebagai berikut: a) Wirausaha yang berorientasi kemajuan untuk memperoleh materi. Nilai-nilai hakiki kewirausahaan Masing-masing karakteristik kewirausahaan memiliki makna dan perangai tersendiri yang disebut nilai.Berdasarkan keenam konsep di atas. Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan 1. d) Toleransi. Karakteristik kewirausahaan Banyak para ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan berbagai konsep yang berbeda-beda. Berfikir Kreatif dalam Kewiraussahaan [5]Buchari. . c) Bangun Subuh dan bekerja. Hal 247-249. misalnya dalam perhitungan usaha dengan kira-kira. ciri-cirinya pengambilan risiko. dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko. terbuka terhadap teknologi. dan taat pada tata cara leluhur. Nilai-nilai kewirausahaan identik dengan sistem nilai yang melekat pada sistem nilai manajer. 2006. sikap positiv dan kreativitas. d) Wirausaha yang berorientasi pada non meteri. Wirausaha ini hanya ingin mewujudkan rasa tanggung jawab.

yaitu menyangkut kesamaan dan perbedaan pandangan diantara informasi yang terkumpul. 6. 7. Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Gunar Myrdal. Sikap dan Kepribadian Wirausaha Alex Inkeles dan David H.yaitu: 1. hati-hati. nilai. respek. Penetasan (incubation). yaitu menyiapkan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang terkumpul. 2. selalu membaca perubahan sosial. Jakarta: Salemba Empat. berorientasi pada masa kini daan masa yang akan datang bukan pada masa lalu. Persiapan (preparation). 4. Pengujian (verivication). Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang 5.Smith (1974:19-24) adalah salah satu diantara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern. Penerangan (illimination).Menurut Zimmerer tujuh langkah proses kreatif yaitu dengan menggunakan otak sebelah kiri yaitu[6]: 1. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional 3. yaitu mentransformasikan ide-ide ke dalanm praktek bisnis.Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap. dan memahami produksi. yaitu ketika ada pemecahan spontan yang menyebabkan adanya titik terang yang terus-menerus. Transformasi (transformation).Kiat dan Proses Menuju Sukses. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi 2. percaya diri. Penyelidikan (investigation) dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang masalah atau keputusan. Edisi Revisi. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru. yaitu menyangkut kesiapan kita untuk berpikir kreatif. 3. berencana. Selalu berencana dalam segala kegiatan 4. Kewirausahaan: Pedoman Praktis. E. berpendidikan dan mempunyai keahlian. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian. 5. 2003. Implementasi (implemetation). yaitu menyangkut ketepatan ide-ide seakurat mungkin dan semanfaat mungkin.1972) [6] Suryana. memiliki aspirasi.Hal 25-27 . dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. lebih realistis terhadap fakta dan pendapat.

Dalam perusahaan. Kemampuan manajerial. Meyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi 5. mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani.dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo. tantangan dan perubahan sosial.juga dijumpai perpaduan yang nyata antara kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. Menurut Dusselman (1989:16). serta organisasi industri baru. metode produksi baru.1982:1). Dalam konteks ini. sumber-sumber penyediaan bahanbahan mentah baru. Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikianrupa yang kemudian terbukti benar. Berorientasi pada masa kini dan masa depan 4. Inovasi. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan 2. wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. meliputi: a) Usaha perencanaan [7] Ibid. Meyakini kemampuan sendiri 3.Menurut Harsojo (1978:5). karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan. misalnya dalam mengubah standar hidupnya. Wirausaha berperan dalam mencari kombinasikombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi yaitu menemukan pasar-pasar baru. pengenalan barang-barang baru. yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. menemukan dan menerima ide-ide baru 2. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Keberanian untuk menghadapi risiko. Hal 29-31 . Hal 29-30 [8]Ibid. yaitu usaha untuk menimbang dan menerima risiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian 3. yaitu usaha untuk menciptakan.seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut:[8] 1.modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan[7]: 1. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru.

Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi(Gede Anggan Suhandana. Bersemangat terhadap masukkan dari berbagai pihak 3. inovatif. Syarat lain untuk maju (prestatif) antara lain: 1.[9] 5. Menurut Sujuti Jahja (1977). Memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi superior. kebebasan. pandangan yang luas. keberanian menghadapi risiko. Hal 12 .melaksanakan. dan dorongan dari kemauan diri yang kuat. yaitu usaha memotivasi. [9] Ratna. 1980:55). keahlian mengatur dan sikap terhadap uang. F. kemampuan hubungan. berorietasi pada masa depan. Sikap kewirausahaan meliputi keterbukaan. kepercayaan diri. Menurut Kathlen L. menghormati orang lain dan menghargai pendapat orang lain. Motif Berprestasi Kewirausahaan Menurut Lerry Farel. kewirausahaan untuk SMK. Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal.kemampuan. berkeyakinan.dan mengarahkan tujuan usaha. Orang yang terbuka terhadap ide-ide inilah merupakan wirausaha yang inovatif dan kratif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. disiplin. Turla(1986) pola tingkah laku kewirausahaan akan terggambar dalam kepribadian. Kepribadian wirausaha tercermin dalam kretivitas. untuk maju atau prestatif seorang pengusaha harus memiliki motifasi yang tinggi. 2007. sadar. Memiliki orientasi kedepan 4. Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk merespons segala peluang.dan kelemahan. Hawkins dan Peter A. dan memiliki ambisi untuk maju/berkembang. Yuliastuti. dan tanggap terhadap tantangan dan perubahan sosial.faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan. kemampuan pemasaran.b) Usaha untuk mengkoordinir c) Usaha untuk menjaga kelancaran usaha d) Usaha untuk mengawasi dan mengevaluasi usaha 4. Yogyakarta: LP2IP. dkk. Kepemimpinan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perilaku adalah kesempatan atau peluang. Memiliki komitmen dan tanggungjawab yang tinggi terhadap karir 2. berencana.

Menyukai tantangan. 4. kebutuhan perkembangan (growth). Memiliki tanggung jawab personal yan tinggi.yang dikenal dengan teori existence. Selalu memerlukan umpan balik yang segera. 5.dan menguasai orang lain.Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingg sebelumnya. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff). Factor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan. Berani menghadapi risiko dan penuh perhitungan. 2. 2. Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu. yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hubungan interpersonal (termasuk social and esteem need dari Maslow) Ketiga. 3. yaitu kebutuhan intrinsik untuk perkembangan personal (termasuk self-actualization and esteem need dari Maslow). Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow).relatedness. Pertama. Mengatasi sendiri kesulitan yang terjadi pada dirinya. yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. mengendalikan.1980:55). yaitu hasrat untuk mempengaruhi. 4. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi memiliki ciri-ciri: 1.and growth (ERG). Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan. 3. berorientasi pada status. ketergantungan (relatedness). dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain. Teori Maslow kemudian oleh Clayton Alderfer dikelompokkan menjadi tiga kelompok.bekerja sama . Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Ciri umumnya adalah senang bersaing.yaitu motif berprestasi (achievement motive). kebutuhan akan eksistensi (existence) yaitu menyangkut keperluan material yang harus ada (termasuk physiological need and security need dari Maslow). Kedua.

2.yang dikutip oleh Yuyun (1994:8). 3. [10] Suryana.Robbins (1993:214).daripada persaingan.ada tiga fungsi motif. Louis Allen (1986:70). keorisinilan dan berorientasi kemasa depan.. Menurut Nasution (1982:26). 2. 4. Wirasasmita BAB III PENUTUP A. Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai.dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwirausaha. siasat. Hal 29 . Alasan pelayanan.yakni: 1.. Kewirausahaan. 5. kemampuan (ability). Sikap dan kepribadian kewirausahaan adalah suatu sikap/ watak yang memiliki ciri-ciri percaya diri. Kesimpulan 1. Objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Stephen P. dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. berani mengambil resiko..kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energy 2. Alasan pemenuhan diri. sumber daya. Menentukan arah perbuatan ke tujuan tertentu 3. Alasan sosial. Hakikat kewirausahaan adalah suatu kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar. yaitu[10]: 1. Alasan keuangan. 3. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Menyeleksi perbuatan. berorientasi pada tugas dan hasil. 2003. kiat dalam menghadapi tantangan hidup.yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu Dalam “Entrepreneur’s Handbook”. kepemimpinan. 4.dan saling pengertian. tujuan. tenaga penggerak.

yaitu kemauan. Selain itu keberhasilan berwirausaha sangat bergantung pada beberapa faktor.6. Dafatr Rujukan . peluang dan kesempatan. Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. kemampuan.

dll. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian Jean Baptista Say (1816) Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya. 1979) Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau . Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk : 1. 1934). Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha. menghadapi ketidakpastian (Knight. tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. (Kasmir. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. 1988). 2.Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap. atau menjalankan organisasi baru pada suatu industri. mesin pemintal. 1973). Harvey Leibenstein (1968. 4. Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru. Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: Richard Cantillon (1775) Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). memperkenalkan metoda produksi baru. 1803). membuka pasar yang baru (new market). Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda. memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru. 2007 : 18). Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan Joseph Schumpeter (1934) Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter. 3. Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Frank Knight (1921) Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say. 1921). Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. ekplorasi berbagai peluang (Kirzner. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. 5.

seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya. Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur. peluang. psikologi dan sosial yang menyertainya. mengembangkaan. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. mengenali dan terhadap peluang Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi.melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas. cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya. maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya . Israel Wirausahawan Kirzner bertindak (1979) pasar. serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. inovasi dan cara-cara baru. Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. Kesimpulan lain dari kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan. Zimmerer Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha). berbeda dari yang lain. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul di pasar. atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian. Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta. dan membawa visi ke dalam kehidupan. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul. Selain itu. bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan. memikul resiko finansial. Peter F. Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. Drucker Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif. tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaannya. tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. tenaga kerja. serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau kondisional.

2002 : 48) Demikianlah artikel mengenai Hakikat dan Konsep Dasar Kewirausahaan Semoga Bermanfaat. maka pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha.. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek finansial maupun personal. dan profesional (Soesarsono. Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. sosial. Karena kedua aspek itu sama pentingnya. terutama oleh para pengajar agar arah dan tujuan pendidikan yang diberikan tidak salah. .lebih ditonjolkan. atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha.

BAB I PENDAHULUAN 1. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja. dll. Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami. atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha. sosial. mesin pemintal. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur. [1] 1. Karena kedua aspek itu sama pentingnya.1 Latar Belakang Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuanpenemuan baru seperti mesin uap.3 Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah memberikan pengetahuan tentang dasardasar dari kewirausahaan. Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. maka pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah konsep-konsep dasar dalam kewirausahaan? Serta pengertian dari kewirausahaan dan memaparkan perbedaan antara wirausaha dan wiraswasta? 1. 1. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang. dan professional.4 Manfaat . Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek finansial maupun personal. Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.

Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian. Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu.1 Pengertian Kewirausahaan Menurut Parah Ahli A.Memberikan konsep dasar kepada pembaca yang ingin memulai untuk berwirausaha atau berwiraswasta serta memaparkan resiko dan keuntungan berwirausaha. Richard Cantillon (1775) Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Intinya suatu bentuk usaha untuk mencapai kesuksesan dengan kemampuan sendiri. usaha artinya berkemauan keras. sedangkan swasta artinya berdiri di kaki sendiri. BAB II PEMBAHASAN 2. modal. Wirausaha sama dengan wiraswasta. Jadi kewirausahaan menurut John Kao adalah “suatu usaha untuk menciptakan nilai melalui suatu peluang bisnis dengan mengambil risiko yang tepat dan melalui komunikasi dan manajemen untuk memobilisasi sumber daya manusia. dan barang guna suatu keberhasilan”.1.1 Pengertian Kewirausahaan Pasti kita pernah mendengar kata wirausaha. wira artinya layak dicontoh. Secara etimologi. 2. .

Memiliki keinginan dan keberanian.B. Memiliki intuisi. Karena ini adalah langkah awal menuju sebuah kesuksesan. atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya. Memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru. E. Menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. Untuk memulai berwirausaha diperlukan keinginan dan keberanian yang kuat. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk : 1. 4. 2. Hal ini diperlukan agar wirausahawan mampu bersaing dengan dunia luar dan mencapai kesuksesan. . Membuka pasar yang baru (new market). a.[2] 2. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. fisik dan psikis. 3. Jean Baptista Say (1816) Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya. 1979) Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas. Frank Knight (1921) Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. D.2 Karakteristik Wirausahawan Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang harus dimiliki dalam diri seorang wirausahawan. Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru. atau 5. siap mental. Memperkenalkan metoda produksi baru. C. b. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Joseph Schumpeter (1934) Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan. Harvey Leibenstein (1968.

SDM. 4. Tahap memulai. produktif. Sosial. bisa melakukannya. Berprestasi. untuk membahagiakan orangtua atau orang terdekat. mencakup aspek-aspek : pembiayaan. Segala sesuatu yang diperbuat pasti memiliki risiko. d. orang yang modalnya sedikit atau banyak. organisasi dan keluarga (Suryana.3 Motif Berwirausaha Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa seseorang tertarik untuk berwirausaha dari berbagai segi . industri atau manufaktur atau produksi atau jasa. memakmurkan dan mensejahterakan Indonesia secara tidak langsung. pemasaran. inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan. memberi lapangan pekerjaan bagi orang lain. 2. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan”. organisasi. untuk memperoleh status yang lebih tinggi atau gengsi. untuk melatih diri manjadi pribadi yang tanggung jawab. diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru. jaminan atau tabungan di masa depan. 3. . Seorang wirausawan harus siap untuk sukses dan harus siap gagal. Keuangan. menambah pendapatan. proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. c. 2. 2. mandiri. peran. Pelayanan. kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan. Sebuah inovasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal tersebut misalnya pendidikan dan pengalaman. kreatif. untuk mencapai kepuasan terbaik dengan cara terbaiknya. Kepribadian. Sikap optimis sangat diperlukan untuk meraih kesuksesan. Contoh faktor eksternal nya adalah aktivitas. 2001 : 34).4 Proses Wirausaha Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3). Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian. 1. untuk mencari nafkah. 1. 2. Bersikap optimis. tidak bergantung kepada orang lain. Oleh karena itu. dihormati banyak orang. karena optimisme merupakan dorongan dalam diri untuk terus maju.Siapa saja bisa jadi wirausahawan. dan mengenal dan dikenal banyak orang. melakukan akuisisi. inovatif. Berani mengambil risiko. Intuisi dapat diperoleh dengan cara saling berbagi pengalaman dengan orang lain dan mempelajari pengalaman orang lain. tidak ada tes atau wawancaranya. tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Orang yang berpendidikan rendah maupun tinggi. tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya. kepemilikan. dan melakukan evaluasi. 5. terlebih lagi jika ia belum memiliki pengalaman apapun mengenai berwirausaha. atau melakukan franchising.dan peluang. ingin menjadi kaya.

Kebebasan.3. 2. 2. Karena jika it tidak punya rasa percaya diri ia tidak akan pernah maju. tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi 4.[3] f. 2. b. Berjiwa independen Dalam mengambil keputusan untuk melakukan suatu kebijakan. .5 Pola Pikir Wirausahawan a. Bisa dibilang hal ini salah satu faktor besar yang menentukan sukses tidaknya usaha seseorang. Kreatif dan inovatif Untuk mencapai kesuksesan. Ulet dan tekun Berwirausaha bukanlah hal yang mudah. banyak sekali keuntungan yang akan didapat jika seseorang berani untuk berwirausaha yang paling terlihat keuntungannya dalam berwirausaha dapat dikelompokkan dalam tiga kategori dasar : 1. Laba. d. Mempertahankan usaha. tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil. ia akan mudah terpengaruh oleh orang lain yang mungkin saja bisa merupakan hal-hal negatif yang membahayakan. Mengembangkan usaha. seorang wirausaha harus memutuskannya sendiri.6 Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha Tiap orang tertarik untuk berwirausaha dikerenakan berbagai keuntungan. seharusnya tidak menjadi halangan bagi seseorang untuk mengambil keputusan atau berwirausaha. dan 3. Percaya diri Seorang wirausaha harus percaya diri terhadap apa yang dikerjakannya. kreatif dan inovatif sangatlah dibutuhkan karena persaingan dalam bidang kewirausahaan sangatlah ketat. Seberat apapun risikonya. Ia juga harus tegas dalam berpendirian. Berorientasi pada prestasi c. jadi perlu keuletan dan ketekunan untuk berwirausaha yang benar agar tercapai sebuah kesuksesan. Jika tidak. e. Berani mengambil risiko Segala sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki risiko. Kepuasan dalam menjalani hidup.

Keuntungan Berupa Kepuasan Dalam Menjalani Hidup Wirausaha sering menyatakan kepuasan yang mereka dapatkan dalam menjalankan bisnisnya sendiri. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Keuntungan Berupa Kebebasan Kebebasan untuk menjalankan perusahaannya merupakan keuntungan lain bagi seorang wirausaha. Beberapa wirausaha mungkin mengambil laba bagi dirinya sendiri atau membagikan laba tersebut. Lokasi yang kurang memadai. Akan tetapi wirausaha menghargai kebebasan dalam karir kewirausahaan. . Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil. 4. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik. 3. Keuntungan Berupa Laba Wirausaha mengharapkan hasil yang tidak hanya mengganti kerugian waktu dan uang yang diinvestasikan tetapi juga memberikan keuntungan yang pantas bagi resiko dan inisiatif yang mereka ambil dalam mengoperasikan bisnis mereka sendiri. memungut laba sendiri dan mengatur jadwal sendiri. Gagal dalam perencanaan. Pekerjaan yang mereka lakukan memberikan kenikmatan yang berasal dari kebebasan dan kenikmatan ini merefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan jasa perusahaan. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien. Dengan demikian keuntungan berupa laba merupakan motifasi yang kuat bagi wirausaha tertentu. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan. Kenyataannya banyak wirausaha tidak mengutamakan fleksibiltas disatu sisi saja.[4] Kerugian seorang wirausahawan adalah : 1. faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Tidak kompeten dalam manajerial. C. B. Laba adalah salah satu cara dalam mempertahankan nilai perusahaan. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Beberapa wirasuaha menggunakan kebebasannya untuk menyusun kehidupan dan perilaku kerja pribadnya secara fleksibel. maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.1. 2. Banyak perusahaan yang dikelolah oleh wirausaha tumbuh menjadai besar akan tetapi ada juga yang relative tetap berskala kecil. seperti mengerjakan urusan mereka dengan cara sendiri. keterampilan mengelola sumber daya manusia. 5. Hasil survey dalam bisnis berskala kecil tahun 1991 menunjukkan bahwa 38% dari orang-orang yang meninggalkan pekerjaan nya di perusahaan lain karena mereka ingin menjadi bos atas perusahaan sendiri. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. tetapi kebanyakan wirausaha puas dengan laba yang pantas.

3. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis. Kerugiaan berwirausaha : 1. tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal yang menggembirakan. maka margin laba/keuntungan yang diperoleh akan relative kecil. Keuntungan berwirausaha : 1. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. 8. Pada awalnya. Kecilnya keuntungan dan besarnya kemungkinan gagal. Wirausaha memiliki kebebasan untuk mengelola keuangan dan merasa kekeyaan milik sendiri. Peggy Lambing dan Charles L Khuel (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian berwirausah sebagai berikut: A. Beban tanggung jawab. 3. Otonomi. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif. Dengan sikap setengah hati. Karena wirausaha menggunakan sumber dana miliknya sendiri. personal. 2. keungan. baik pemasaran. Pengorbanan personal. Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. kemungkinan gagal menjadi besar. Control financial. 7. Sedikit sekali waktu yang tersedia untuk kepentingan keluarga.6. 2. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu. maupun pengadaan dan pelatihan. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Peluang untuk menggembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha.[5] . Pemgelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausah menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. kurangnya pengawasan peralatan. Ketidak mampuan dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan.

1 KESIMPULAN Kewirausahaan bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan sehingga banyak yang perlu dipelajari dan diperhatikan untuk menjadi seorang wirausahawan. Tantangan berupa kerja keras. Meskipun keuntungan dalam berwirasuaha menggiurkan. 3. dan faktor pendorong lainnya. Memulai dan mengoperasikan bisnis sendiri membutuhkan kerja keras. dan risiko meminta tingkat komitmen dan pengorbanan jika kita mengharapkan mendapatkan keuntungan. tidak ada jaminan kesuksesan. Semoga dengan berjalannya waktu wirausahawan di Indonesia ini bisa bertambah dan membuat Indonesia sejahtera dan makmur.BAB III KESIMPULAN 3. tekanan emosional. Kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang selalu ada bagi wirausaha.2 Saran Minimnya pengetahuan tentang kewirausahaan di Indonesia membuat Indonesia menjadi Negara yang kaya akan pengangguran. menyita banyak waktu dan membutuhkan kekuatan emosi. Dewasa ini kewirausahaan sudah mulai berkembang diiringi oleh majunya teknologi. Wirausaha harus menerima berbagai resiko berhubungan dengan kegagalan bisnis. untuk itu pemerintah harus memberikan pemahaman . pengetahuan. tapi ada juga biaya yang berhubungan dengan kepemilikan bisnis tersebut.

blogspot. [1] Soersasono Wijandi. 2002) hal 48 [2] Ade.blogspot. terakhir diakses 9 maret 2012 pukul 5:48 WIB [4] Idem [5] Regen Of Raubraut.com/2009/06/hakikat-dan-konsep-dasar-kewirausahaan.Kewirausahaan. http://dothack17. http://dothack17.html. pemerintah juga harus menyediakan modal usaha bagi mereka yang ingin memulai berwirausaha agar mereka tidak kesulitan untuk memulai atau mengembangkan usahanya.html. http://adesyams. 2004 Ade. Soersasono.html Seisheya. http://adesyams.Kewirausahaan.blogspot.com/2010/12/keuntungan-dan-kerugian-berwirausaha. Hakikat dan Konsep Kewirausahaan.Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha.Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha.tentang kewirausahaan kepada setiap masyarakat agar mereka mampu membuat lapangan pekerjaan. Bandung.com/2011/12/24/ konsep-dasarkewirausahaan/.html terakhir diakses 9 Maret 2012 pukul 5:22 WIB [3] Seisheya. Pengantar Kewiraswastaan. http://seisheya. Hakikat dan Konsep Kewirausahaan.com/2011/12/24/ konsep-dasarkewirausahaan/. Daftar Pustaka Wijandi. Pengantar Kewiraswastaan.com/2010/12/keuntungan-dan-kerugian-berwirausaha.blogspot. Sinar baru. terakhir diakses 9 Maret 2012 Pukul 5:52 WIB .(Bandung:Sinar Baru. terakhir diakses 9 maret 2012 pukul 5:48 WIB Regen Of Raubraut.wordpress.com/2009/06/hakikatdan-konsep-dasar-kewirausahaan. Selain itu. http://seisheya.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful