DAFTAR ISI

Daftar Isi ........................................................................................................... 1 BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 2 1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 2 1.2. Tujuan Penulisan Makalah ....................................................................... 2 1.3. Manfaat Penulisan Makalah ..................................................................... 3 1.4. Landasan Teori ......................................................................................... 3 BAB II Pembahasan ......................................................................................... 5 2.1. Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran ................................... 5 2.2. Implikasi Teori Behavior dalam Pembelajaran ........................................ 7

2.3. Tujuan Pembelajaran Behaviorisme ........................................................ 7 2.4. Tokoh-Tokoh Behaviorisme Beserta Pemikirannya ................................ 8 BAB III PENUTUP ......................................................................................... 11 3.1. Kesimpulan ............................................................................................. 11

3.2. Saran ......................................................................................................... 11 Daftar Pustaka ................................................................................................. 12

1

Teori dengan sifat demikian ini hampir dipastikan tidak pernah mempunyai sifat ekstrim. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk : 1. Latar Belakang Teori belajar adalah teori yang prakmatik dan eklektik. baik interaksi dengan alam lingkungan. Sedangkan mengajar adalah kegiatan menyediakan kondisi yang merangsang serta mangarahkan kegiatan belajar siswa/subjek belajar untuk memperoleh pengetahuan. Untuk mengetahui penerapan teori behaviorisme dalam pembelajaran 2 . dan lain-lain. untuk itu perlu difahami secara benar mengenai pengertian proses dan interaksi belajar. Secara kodrati manusia akan selalu hidup bersama. dengan ketidak terbatasannya akal dan keinginan manusia. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi. Belajar dan mengajar adalah dua kegiatan yang tunggal tapi memang memiliki makna yang berbeda. Tidak ada teori belajar yang secara ekstrim memperhatikan aspek siswa saja. aspek guru saja. Hidup bersama antar manusia akan berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi. maupun interaksi dengan tuhannya. Dalam hubungannya manusia sebagai makhluk sosial. ada yang lebih mementingkan sistem informasi yang diolah dalam proses belajar. Belajar diartikan sebagai suatu perubahan tingkah-laku karena hasil dari pengalaman yang diperoleh. Namun faktor-faktor lain du luar titik fokus itu juga selalu diperlukan untuk menjelaskan seluruh persoalan belajar yang dibahas. terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak lepas dari individu yang lainnya. interaksi dengan sesama. Titik fokus yang menjadi pusat perhatian suatu teori selalu ada. aspek kurikulum saja dan sebagainya. Dengan demikian kegiatan hidup manusia akan selalu disertai dengan proses interaksi atau komunikasi. 1. Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial.2. nilai dan sikap yang dapat membawa perubahan serta kesadaran diri sebagai pribadi. keterampilan. Ada yang lebih mementingkan proses belajar. baik itu sengaja maupun tidak disengaja.BAB I PENDAHULUAN 1. Sehubungan dengan hal tersebut.1.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon. Teori Behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya. Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gagne. 2000). Dengan kata lain. 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin.2. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan. Untuk mengetahui tujuan pembelajaran teori behaviorisme 4. sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Manfaat Penulisan Makalah Adapaun manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu kita dapat mengetahui implikasi pembelajaran dari teori behaviorisme. untuk mengetahui penerapan dalam teori behaviorisme. Dalam konsep Behavioral. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.tokoh behaviorisme beserta pemikirannya. Berliner. sehingga dapat di ubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi belajar. dan mengabaikan aspek – aspek mental. 1. oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) 3 .3. Untuk mengetahui tokoh-tokoh behaviorisme beserta pemikirannya. perilaku manusia merupakan hasil belajar. Landasan Teori Behaviorisme merupakan salah satu aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. bakat.4. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. 1. Untuk mengetahui implikasi teori behaviorisme 3. dan untuk mempermudah kita dalam mengetahui pembelajaran serta tokoh . Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata.

Teori ini mengutamakan pengukuran.dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus dapat diamati dan diukur. diukur dan dinilai secara konkret. 4 . sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. Dengan demikian teori behaviorisme adalah teori yang memiliki konsep kunci bahwa setiap perilaku manusia bisa dimanipulasi dan dikreasikan serta perubahan perilaku yang dapat diamati.

tetap. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran. Artinya. Oleh karena itu. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi. Demikian halnya dalam pembelajaran. Pebelajar diharapkan akan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. pasti. maka pebelajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat. pebelajar dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik. Begitu juga dalam proses evaluasi belajar pebelajar diukur hanya pada halhal yang nyata dan dapat diamati sehingga hal-hal yang bersifat tidak teramati kurang dijangkau dalam proses evaluasi.1. sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan. Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur. Aplikasi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan tersebut. para pendidik mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman.BAB II PEMBAHASAN 2. apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh murid. karakteristik pebelajar. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode drill atau pembiasaan semata. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pembiasaan dan disiplin menjadi sangat 5 . tidak berubah. mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. sifat materi pelajaran. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya. Fungsi mind atau pikiran adalah untuk menjiplak struktur pengetahuan yag sudah ada melalui proses berpikir yang dapat dianalisis dan dipilah.

hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya. Evaluasi menekankan pada respon pasif. sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran. sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”. 3. 6 . 6. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru. sehingga pembelajaran lebih banyak dikaitkan dengan penegakan disiplin. Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan.esensial dalam belajar. Mementingkan pengaruh lingkungan (environmentalistis) Mementingkan bagian-bagian (elentaristis) Mementingkan peranan reaksi (respon) Mementingkan mekanisme terbentuknya hasil belajar Mementingkan hubungan sebab akibat pada waktu yang lalu Mementingkan pembentukan kebiasaan. yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat. dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. atau tes. ketrampilan secara terpisah. Demikian juga. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. sehingga kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar. kuis. Untuk mempermudah mengenal teori belajar behavioristik dapat dipergunakan ciricirinya yakni 1. 2. 4. ketaatan pada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Pebelajar atau peserta didik adalah objek yang berperilaku sesuai dengan aturan. Kegagalan atau ketidakmampuan dalam penambahan pengetahuan dikategorikan sebagai kesalahan yang perlu dihukum dan keberhasilan belajar atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas diberi hadiah. dan biasanya menggunakan paper and pencil test. 5.

antara lain : 1. pasti.3. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat. Tujuan Pembelajaran Behaviorisme Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. tidak berubah. Teori behavioristik dalam proses pembelajaran dirasakan kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi peserta didik untuk berkreasi. atau tes. sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan. 2. sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”. sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. Peserta didik dianggap sebagai objek pasif yang selalu membutuhkan motivasi dan penguatan dari pendidik 3. Implikasi Teori Behavior dalam Pembelajaran Ada beberapa implikasi teori behavior dalam pembelajaran. dan biasanya menggunakan paper and pencil test.7. yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. atau tes 2. sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban 7 . kuis. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. ketrampilan secara terpisah. maka Peserta didik atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat 5. Pembelajaran yang dirancang dan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif. bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri 4. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar 2. ciri khusus dalam pemecahan masalah dengan “mencoba dan gagal’ atau trial and error. Karena teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan telah terstruktur rapi dan teratur.2. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi. Evaluasi menekankan pada respon pasif. tetap. kuis.

Ia mengemukakan bahwa dengan menerapkan strategi ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. hal ini menunjukkan bahwa pebelajar telah menyelesaikan tugas belajarnya. Dalam penyelidikannya tentang proses belajar. 2. ada berbagai 8 . Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) Ivan Petrovich Pavlov lahir 14 September 1849 di Ryazan Rusia. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan. Thorndike (1874-1949) Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus dan respon.4. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran. Dari contoh tersebut diterapkan strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. 2. Pavlov mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. bel masuk. dalam hal ini Thorndike melakukan eksperimen dengan sebuah puzzlebox. Tokoh-Tokoh Behaviorisme Beserta Pemikirannya 1. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan pebelajar secara individual.yang benar. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan. Ciri-ciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas. Maksudnya bila pebelajar menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru. sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. pelajar harus diberi persoalan. Thorndike menggambarkan proses belajar sebagai proses pemecahan masalah. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi. dan antri di bank.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan.

ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. ada eliminasai terhadap berbagai respon yang salah. Hukum Latihan Hukum latihan akan menyebabkan makin kuat atau makin lemah hubungan SR. Prinsip belajar Skinners adalah : 1). Hukum ini sebenarnya tercermin dalam perkataan repetioest mater studiorum atau practice makes perfect. 2). Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat. 3. Atas dasar percobaan di atas. Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat. Hukum akibat ( Efek ) Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. 3). Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli. Bila tidak menunjukkan stimuli maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal. Hukum Kesiapan (Law of Readiness) Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat. Pada teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. Skinner (1904-1990) Skinner menganggap reward dan reinforcement merupakan faktor penting dalam belajar. bahwa suatu tindakan yang disertai hasil menyenangkan cenderung untuk dipertahankan dan pada waktu lain akan diulangi. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. Operant conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operant yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan. 9 . Jadi hukum akibat menunjukkan bagaimana pengaruh hasil suatu tindakan bagi perbuatan serupa.respon terhadap berbagai situasi. mengontrol tingkah laku. Thorndike menemukan hukum-hukum belajar : 1). Rumusan tingkat hukum akibat adalah. Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan.

Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul. diskriminasi. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman. Keterampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarki keterampilan intelektual. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. 3). 10 . Teori Gagne banyak dipakai untuk mendisain software instruksional. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer. Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon. rangkaian SR. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. 4). Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. asosiasi verbal. Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar berbasis multi media.2). dan belajar konsep) sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan dan pemecahan masalah). Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. 5). Robert Gagne Gagne adalah seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. tidak digunakan hukuman. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutkan pada yang lebih kompleks ( belajar SR. Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan instruksioanal pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. dalam pembelajaran digunakan shapping. 4.

dan sebagainya. mementingkan pembentukan reaksi atau respon. menekankan peranan lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. Seperti teori behavioristik dalam pembelajaran guru memperhatikan tujuan belajar. Saran Pengertian.1. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkah laku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkah laku adalah hasil belajar. Kesimpulan Dalam konsep Behaviorme. Guru dapat menerapkan menurut aliran-aliran teori tertentu. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran. prinsip-prinsip pembelajaran dan pengajaran. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Dengan memahami berbagai teori belajar. pendidikan yang berkembang di bangsa kita niscaya akan menghasilkan output-output yang berkualitas yang mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya. prinsip. Teoriteori dalam rumpun ini sangat bersifat molekular. sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat dicapai. 11 . bersifat mekanistis. Implikasi perkembangan teori pembelajaran sekarang sangatlah beragam. mementingkan mekanisme hasil belajar. mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. karakteristik siswa. Teori behaviorisme sangat menekankan perilaku atau tingkah laku yang dapat di amati. karena memandang kehidupan individu terdiri atas unsur-unsur seperti halnya molekul-molekul Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil.2. dan perkembangan teori pembelajaran hendaknya dipahami oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia pendidikan dengan benar.BAB III PENUTUP 3. sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi belajar. menekankan pentingnya latihan. perilaku manusia merupakan hasil belajar. sifat materi pelajaran. karakteristik pebelajar. 3.

2008. Jakarta: PT Raja grafindo persada. Jakarta: Kencana prenada media group Sudjana.org/wiki/Teori_Belajar_Behavioristik (Diakses tanggal 18 Oktober 2012 ) 12 . Nana. http://www. Oemar. Sanjaya.wikipedia. Psikologi belajar. Teori-teori Belajar Untuk Pengajaran.net/shintiaminandar/teori-mimetik-1 (Diakses tanggal 18 Oktober 2012 ) http://id. 2009. Wina. 1989.slideshare. Jakarta: UI Press. Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Bandung:Sinar Baru Algesindo Offset Muhibbin syah. Psikologi Belajar dan Mengajar.DAFTAR PUSTAKA Hamalik. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful