BAB 1 ADMINISTRASI PUBLIK DAN MANAJEMEN PUBLIK BARU Pemerintah perusahaan; sebuah seharusnya pemerintah Di tidak semua prinsip

dijalankan negara ini ini dan seperti dan di sebuah seperti seluruh

seharusnya

dijalankan

demokrasi. menurut baru proses mempelajari

penjuru dunia, pegawai pemerintah terpilih atau tertunjuk bertindak komitmen publik, mereka mengekspresikan kepentingan dan dan dan publik terhadap keidealan seperti

penyelenggaraan skill baru yang

pemerintahan, pengembangan dan hadapi, Pegawai

memperluas kewarganegaraan demokratis. Sebagai akibatnya, dalam implementasi kompleksitas dengan merasa kebijakan, tantangan dan mengakui mereka baru. menerima

memperlakukan pegawai pemerintah lain dan warga negaranya martabat lebih penghormatan dan bernilai berenergi selama pemahaman

mengenai layanan dan komunitas meluas. Dalam proses ini, pegawai pemerintah juga berhubungan kembali dengan warga negara. banyak Administrator hal untuk menyadari memperoleh mereka. bahwa mereka memiliki dengan keuntungan Dengan

“mendengarkan” publik bukan “memberitahukan”, dan dengan “melayani” pegawai umum dapat bukan “menyetir” bahkan lagi negara mengundang negara bekerja pemerintah, terlibat Warga mendorongnya, dalam dan proses pejabat warga publik

penyelenggaraan

pemerintahan.

sama untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah-masalah umum secara kooperatif dan sama-sama menguntungkan. Kami menunjukkan bahwa sikap baru dan keterlibatan

1

ini adalah bukti dari gerakan baru dalam administrasi publik, yang akan kami sebut sebagai “Layanan Publik Baru” (New Public Service). Layanan Publik Baru berusaha untuk mengajukan dan menginformasikan sejumlah pertanyaan normatif sentral tentang bidang itu. Bagaimana kita dapat mendefinisikan karakter esensial dari apa yang kita lakukan dalam layanan publik? Apa kekuatan pendorong yang menggerakkan tindakan-tindakan kita? Apa yang memberikan kita dapat kekuatan bertahan yang apa dan bahkan kompleks yang kapasitas selama dan ketika kita percobaan dan kekacauan usaha kita muncul ke permukaan? Bagaimana kita menghadapi dengan Kita masalahmasalah terhadap publik. Kita tidak menemukan penjelasan lain yang masuk akal terhadap dedikasi dan komitmen luar biasa dari orangorang yang berusaha untuk membuat dunia lebih aman dan bersih guna memperbaiki kesehatan kita, untuk mendidik anak-anak kita, dan untuk membuka seluk beluk kumpulan penyakit masyarakat yang menghadapi kita. Di mana tempat lain untuk menemukan utama pemadam fondasi pekerjaan usaha-usaha dan kita? Siapa kita lagi untuk publik yang memfasilitasi sebagai dapat bagian menjaga kewarganegaraan keterlibatan pejabat rumit sumber-sumber bahwa

terbatas dan publik yang kerap kali mengkritik dan benci kita lakukan? berpikir jawabannya terletak pada komitmen kita terhadap layanan

kebakaran,

kepolisian,

pekerja sosial, perencana dan inspektur, resepsionis dan klerek, manajer dan analis yang melayani komunitas dan negaranya dengan energi, ketetapan hati, dan determinasi?

Penelitian keidealan memahami layanan

memberitahukan publik adalah pegawai

kepada sangat

kita penting dapat

bahwa dalam berhasil

bagaimana

pemerintah

dalam pekerjaan yang mereka laksanakan. Namun apa yang nampaknya terlalaikan pada saat ini adalah penggabungan serangkaian Beberapa publik tema dan prinsip yang mengekspresikan tersebut lain, dan menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai layanan publik. pertanyaan di negara tentang ini dan nilai-nilai di negara tentu namun saja masih diperdebatkan sepanjang sejarah administrasi kelihatannya terdapat perhatian berlebih mengenai isu-isu tersebut pada saat ini daripada sebelumnya. Yang jelas, terdapat beberapa secara publik (New “kekuatan panjang baru-baru penggerak” lebar ini, yang dalam yakni: Review for (TQM)Selama untuk Review), telah bidang Manajemen Kinerja gerakan Results untuk semua didiskusikan administrasi Publik Nasional Pelaksanaan Movement),dan sekedar memuaskan Baru

Public

Management), (Managing Management namanya. berlebih

(National Total

Performance Quality sebagian dasar

Hasil-Hasil

menyebutkan kebutuhan

pengaruh tersebut adalah penting, tak satupun yang bisa menjawab beberapa pertanyaan inti: Apa kita sebenarnya? Mengapa kita di sini? Apa maksud dari hal ini semua? Orang-orang dalam administrasi publik sepanjang sejarah bidang kami telah terdorong untuk membuat sesuatu bekerja, namun hal itu hanya merupakan jawaban parsial belaka. Kita juga ingin melakukan sesuatu yang berharga bagi masyarakat.

3

Di sanalah terletak jiwa administrasi publik. Apa yang untuk paling signifikan,dan publik yakni kebaikan keamanan bagi mereka, paling kita berharga, warga tentang negara publik administrasi melayani

memajukan

bersama. publik, dan

Administrator untuk

bertanggung jawab untuk memperbaiki kesehatan publik guna mempertahankan disayangkan, melaksanakan semua. Dalam mempertinggi apa yang kita kita jiwa kualitas lingkungan kita, dan banyak tugas lainnya. Yang bagi namun lebih Baru, kita, sebenarnya dipersoalkan bukanlah seberapa efisienkah kita pekerjaan buku ini, kita, yang Publik kami bagaimana baik bagi afirmasi sebuah dan akan sejauh mengontribusikan progresif melalui kehidupan Layanan

memerlukan

gerakan pada kami kita sejauh

yang didasarkan pada kepentingan publik, pada keidealan penyelenggaraan keterlibatan argumenkan berinteraksi pemerintahan baru, ini demokratis, gerakan adalah yang jelas sipil sekarang dengan

pemimpin-pemimpin

politik,

kita turut serta dengan warga negara, dan sejauh kita melakukan perubahan-perubahan positif dalam organisasiorganisasi kita dan komunitas kita. Kami dengan akan berusaha untuk mendeskripsikan dan lebih berbagai macam elemen Layanan Publik Baru dengan membandingkannya pendekatan tradisional kontemporer terhadap kebijakan publik dan administrasi publik. Dalam Bab ini, kami akan secara ringkas mereview sejarah dan pengembangan sekarang administrasi kita sebut publik tradisional, apa yang harus sebagai Administrasi Publik

Lama (Old Public Administration). Selanjutnya, kami akan

menguraikan dominan atau

apa

yang

kami

lihat

sebagai

pendekatan publik

mainstream

terhadap

administrasi

kontemporer saat ini, yakni Manajemen Publik Baru (New Public Management). Dalam Bab 2, kami akan memperhatikan beberapa pandangan alternatif terpenting atas administrasi publik, pandangan-pandangan yang lebih kecil daripada “mainstream” sepanjang sejarah bidang ini, namun sekarang disuarakan dengan urgensi yang meningkat. Dengan menguji konteks dan dasar pemikiran historis untuk memahami Layanan Publik Baru, dalam Bab 3 sampai 9, kami akan mengeksplorasi tujuh aspek Layanan Publik Baru yang muncul dalam dua dekade terakhir. Kami tidak berusaha untuk mengembangkannya sebagai argumen teoritis sempit demi kepentingan Layanan Publik Baru. Lebih daripada hal itu, tujuan kami di sini adalah untuk menata beberapa isu normatif tentang dan cara-cara alternatif yang dalam memikirkan besar administrasi publik kemungkinan

dihadapi oleh para akademisi dan praktisi selama mereka berusaha untuk membangun Layanan Publik Baru. Administrasi Publik Lama (Old Public Administration) Selama manusia, praktek dalam pemerintah menggunakan sebagai struktur-struktur bidang studi dan manajemen dan organisasi yang kompleks sepanjang sejarah administrasi kesadaran-diri peralihan abad. publik umumnya Versi dianggap mulai muncul

Amerikanya,

misalnya,

ditandai dengan essay terkenal dari Woodrow Wilson, yang kemudian menjadi profesor college, dan terakhir menjabat presiden Amerika Serikat. Wilson mengakui tugas-tugas

5

pemerintah

administratif

yang

semakin

meningkat

dan

kompleks dengan berkomentar bahwa “muncul kesulitan untuk menjalankan sebuah konstitusi daripada mengerangkakannya” (Wilson kita 1987/1887, secara 2000). efektif, Supaya Wilson bisa menjalankan kepada “bidang pemerintahan untuk menyarankan sebab

mengamati

bidang

bisnis,

administratif adalah sebuah biang bisnis” (209). Supaya bisa mengikuti model bisnis, Wilson menyarankan kepada pemerintah tujuan mungkin. Orang-orang yang memegang pusat-pusat kekuasaan tidak harus dilibatkan secara aktif dan ekstensif dalam pengembangan kebijakan. Tugas-tugasnya adalah melakukan implementasi tugas-tugas menurut kebijakan tersebut, dan provisi layanan, bisa dan dalam mereka diharapkan bertindak dan untuk menetapkan otoritas eksekutif, dan dengan mengontrol organisasi-organisasi hierarkis dan menetapkan untuk mencapai operasi semampu seefisien

secara netral dan profesional untuk melaksanakan petunjuk caranya. jawab Mereka dipantau pimpinan secara cermat bertanggung mengakui lebih terhadap politik terpilih, lain

dengan tidak menyimpang dari kebijakan yang tetap. Wilson adanya bahasa potensial korup dalam petunjuk karena terdapat kemungkinan bahwa politik, atau secara khusus, politisi mungkin akan ini berpengaruh menimbulkan negatif terhadap administrator dalam pengejarannya atas efisiensi organisasional. Persoalan diktum terkenal Wilson, “Administrasi terletak di luar ruang lingkup politik yang tepat. Pertanyaan-pertanyaan administratif bukanlah pertanyaan-pertanyaan politik.

Meskipun politik menetapkan beberapa tugas administrasi, namun jabatannya tidak seyogyanya dimanipulasi” (Wilson 1987/1887, 210). Jadi, Wilson menetapkan apa yang dikenal selama beberapa tahun sebagai dikotomi politikadministrasi (atau kebijakan-administrasi). Dua Tema Kunci Dalam essay Wilson, kami menemukan dua tema kunci yang berfungsi sebagai fokus terhadap studi administrasi publik untuk separuh abad berikutnya atau lebih. Pertama, terdapat perbedaan antara politik (atau kebijakan) dan administrasi, dalam bagian dengan ide-ide akuntabilitas Kedua, terdapat dan akan terkaitnya persoalan strategimemudahkan kepada pimpinan-pimpinan terpilih dan kompetensi netral administrator. terhadap strategi penciptaan manajemen struktur-struktur administratif yang

beberapa organisasi publik dan manajer-manajernya untuk bertindak seefisien mungkin. Masing-masing ide tersebut patut mendapatkan komentar lebih lanjut. Pertama, dalam ide pemisahan hal. politik dan administrasi itu jelas atas menerima komentar awal dan berusaha memedomani praktek sejumlah basis Misalnya, bentuk dikotomi merupakan terhadap dewan-manajer dan jawab

pemerintahan daerah, yang meliputi dewa yang diberikan responsibilitas untuk menetapkan kebijakan kota yang diberikan tanggung manajer untuk

mengimplementasikannya. Tentu saja, dalam contoh dewanmanajer, sebagaimana dalam area-area lainnya, pemisahan politik dan administrasi terbukti sulit. Anggota-anggota

7

badan

pemerintahan, negara

baik

anggota atau

dewan

kota

ataupun selalu

legislator agensi-agensi mereka Sebaliknya,

bagian

federal, fungsi

mempertahankan sebuah kepentingan aktif dalam pelaksanaan administratif. pengaruh beberapa Melalui dalam terpantau, agensi. untuk menanamkan operasi berusaha

administrator

memainkan peran yang lebih aktif dalam proses kebijakan, khususnya selama mereka bawa saran ahli untuk dimunculkan dalam proses kebijakan. Luther Sepanjang Gulick, bahwa waktu, kebanyakan kota dan komentator seperti administrator kebijakan

pertama New York dan pendiri American Society for Pulib Administration, berargumen administrasi tidak dapat dipisahkan, dan setiap tindakan manajer publik memerlukan “jaringan diskresi dan tindakan gabungan” Appleby, bahkan (1933, dekan 561). bahwa Pakar School lainnya di seperti publik Paul adalah Maxwell Syracuse University

menunjukkan

“administrasi

pengambilan kebijakan” (Appleby, 1949, 170). Perbedaan yang Wilson gambarkan antara politik dan administrasi tidaklah begitu jelas sepanjang waktu. Dalam banyak kaitan, hubungan antara politik dan administrasi tetap penting untuk bidang administrasi publik. Selama “dikotomi” antara politik dan administrasi digambarkan secara berlebihan, interaksi terhadap persoalan politik dan administratif adalah kunci untuk memahami bagaimana pemerintah beroperasi pada saat ini. yang lebih penting, pemisahan versi politik dan administrasi terletak pada di inti mana akuntabilitas Administrasi Publik Lama,

administrator tertunjuk bertanggung jawab kepada “master”

politiknya – dan hanya melaluinya kepada rakyat.

Menurut

pandangan ini, persyaratan penyelenggaraan pemerintahan terpenuhi di mana layanan sipil yang netral dan kompeten dikontrol dan bertanggung jawab kepada pimpinan politik terpilih. di mana Frederick terdapat untuk Cleveland, seorang penulis (seperti awal, badan dengan (warga berkomentar bahwa akuntabilitas demokratis dipertahankan “badan representatif di luar kehendak pembuat kekuasaan undang-undang) administrasi keanggotaan

menentukan

negara) dan menyelenggarakan kehendak dalam administrasi” (Cleveland 1920, 15, tanda kurung ditambahkan). Menurut pandangan ini, badan pembuat undang-undang beroperasi seperti dewan direktur yang mengawasi operasi bisnis. Kedua, Wilson berpendapat, dan lainnya setuju, bahwa organisasi-organisasi publik seharusnya mencari efisiensi terbesar dalam operasinya dan efisiensi semacam itu dapat dicapai dengan baik melalui struktur hierarkis manajemen administratif yang terpadu dan besar. Yang pasti pandanga itu adalah konsisten dengan pemikiran di antara manajermanajer bisnis pada masa itu. Kebanyakan pakar, seperti pakar efisiensi yang bernama Frederick W. Taylor (1923) menggunakan pendekatan “manajemen ilmiah” untuk mencoba mempelajari, detil, “satu melalui studi-studi “waktu dan gerakan” dapat dengan tentang cara bagaimana untuk proses memecahkan yang produktif masalah

diperbaiki, Taylor, misalnya,, berusaha untuk menentukan terbaik” sebuah mendesain eksperimen dapat mengalkulasi

pertimbangan ideal pemecahan masalah tunggal, keidealan dalam pengertian menghadirkan pemecahan masalah terbanyak

9

setiap hari!. Teoritikus awal lainnya seperti Leonard White (1926) dan W.F. Willoughby (1927), memfokuskan pada pembangunan struktur-struktur organisasional yang dapat beroperasi dengan efisiensi tinggi. Sebagian besar ide atraktif yang ditemukan dari para kepala eksekutif yang kuat memiliki kekuasaan dan otoritas untuk menjalankan pekerjaan yang ditetapkan oleh agensi. Selain itu, kepala eksekutif itu dapat mengalami keberhasilan jika ia beroperasi melalui sebuah struktur organisasi yang dicirikan oleh persatuan komando, otoritas hierarkis, dan divisi tenaga kerja yang ketat. tenaga Pekerjaan kerja eksekutif adalah menentukan mengembangkan divisi cara terbaik, kemudian

koordinasi dan kontrol yang tepat. Model Rasional Administrative Behavior (1957) klasik, yang ditulis oleh Herbert Simon, seorang saintis politik yang memenangkan Nobel Prize dalam bidang ekonomi, menyuguhkan argumen yang sangat bagus. Menurut sudut pandang sains positif yang Simon representasikan,beberapa pernyataan bisa diklasifikasikan menurut apakah mereka adalah benar atau salah. Tentu saja saintis memperhatikan penetapan kebenaran yang proposisi khusus. Supaya urusan dalam studi bisa melakukan hal itu, mereka harus menghilangkan “nilai-nilai” yang buruk cenderung mengganggu diakui adalah manusia. Terma-terma di mana yang tidak membicarakan preferensi individu atau kelompok tersebut dalam tidaklah ini studi ilmiah, kasus perilaku administratif.

Lebih

daripada

itu,

Simon

berargumen

bahwa

standar

tunggal, yakni standar efisiensi, bisa digunakan untuk membantu menghilangkan nilai-nilai dari diskusi tindakan terorganisir. Kunci rasionalitas. tingkat namun terhadap Menurut argumen Simon, yang dapat ini manusia mereka adalah dibatasi peroleh dalam konsep pada dalam

rasionalitas mereka dan dapat

referensi terhadap beberapa masalah yang mereka hadapi; bergabung untuk bersama beberapa dunia di kelompok organisasi menghadapi

sekitarnya secara efektif, dan mereka dapat melakukannya secara rasional. Secara abstrak, muncul kesulitan untuk mengembangkan sebuah rangkaian tindakan rasional untuk mencapai sebagian besar tujuan. Masalah itu muncul ketika kita memasukkan kehidupan riil seseorang, dengan semua persoalan dan idiosinkrasi manusianya, ke dalam sebuah gambaran. Isu itu menjadi isu tentang bagaimana menyesuaikan orang-orang tersebut dengan rencana rasional dan bagaimana memastikan bahwa perilaku manusia mengikuti pijakan yang paling efisien. Bertentangan keadilan, dengan dan tradisi filosofis lama yang menganggap akal manusia terkait dengan isu-isu seperti ekualitas, kebebasan pandangan terbatas Simon yakni rasionalitas terkait dengan penyelarasan cara yang tepat untuk menyempurnakan tujuan yang diinginkan. Menurut manusia pandangan ini, rasionalitas perilaku yang disamakan paling dengan rasional efisiensi. Berkaitan dengan apa yang Simon sebut sebagai administratif”, yakni perilaku yang dapat menggerakkan organisasi secara

11

efisien ke arah tujuan-tujuannya. “Manusia administratif menerima tujuan-tujuan organisasi sebagai premis nilai atas beberapa keputusannya, khususnya yang sensitif dan reaktif terhadap pengaruhnya pada anggota-anggota lain DM organisasi perannya 1950, itu, sendiri Jadi, persuasi dan membentuk dan (Simon, melalui – yang ekspektasi moral yang Smithburg, apa model stabil tinggi dan disebut kepada desain mengenai mengenai Thompson, sebagai dengan beberapa rasional memiliki

tujuan-tujuan 82). persuasi mengontrol

pria”

(inducement)

kontribusi,

ditawarkan dengan

anggota organisasi, pemimpin-pemimpinnya dapat menjamin kontribusinya dan produktif. Pilihan Publik Beberapa tahun setelah penelitian Simon, sebuah interpretasi menarik mengenai perilaku administratif, dan yang tergabung dengan posisi “manusia ekonomi” klasik, muncul ke permukaan. Pendekatan baru yang disebut sebagai “teori pilihan publik” ini sebenarnya memberikan sebuah jembatan yang menarik antara Administrasi Publik Lama dan Manajemen Publik Baru, di mana, selama teori pilihan publik dikembangkan selama masa signifikan sebagai basis kami berhubungan dengan kunci terhadap pemenuhannya organisasi, yang membuat organisasi menjadi lebih efisien

Administrasi Publik Lama, pilihan publik menjadi lebih teoritis Manajemen Publik Baru. Untuk alasan inilah, kami hanya akan menguraikan teori pilihan publik dalam pembahasan ini, namun akan tetap kembali pada material yang disajikan.

Teori pilihan publik didasarkan pada beberapa asumsi kunci. Pertama, dan paling penting, teori pilihan publik memfokuskan pada individu, yang mengasumsikan bahwa pembuat keputusan individuil, seperti “manusia ekonomi” tradisional, adalah rasional, berkepentingan-sendiri, dan berusaha Menurut untuk memaksimalkan ini, “utilitas”nya individu “selalu terkecil dasarnya sendiri. mencari mencari dalam dalam bersifat pandangan yang sebesar beberapa untuk dan dan biaya pada

keuntungan terbesar (pada biaya terkecil) dalam situasi keputusan, keuntungan beberapa egoistik, tidak bertindak mungkin

keputusan.

Orang-orang

mengunggulkan-diri demikian, para

instrumental dan

perilakunya (Dunleavy, 1991, 3). Bahkan jika orang-orang bersifat ekonom teoretikus pilihan publik berargumen bahwa ini akan memudahkan kita untuk menjelaskan dengan lebih baik perilaku manusia jika kami mengasumsikan bahwa mereka memang memiliki sifat demikian. Kedua, teori pilihan publik memfokuskan pada ide “kebaikan publik” sebagai output agensi publik. Hal tersebut dapat dibedakan dari kebaikan privat di mana kebaikan orang. Ide ketiga yang terkait dengan pilihan publik yakni jenis-jenis terhadap pilihan berbeda aturan pilihan. perilaku keputusan Untuk atau alasan adalah situasi inilah, kunci keputusan akan menghasilkan pendekatan-pendekatan berbeda pembuatan manusia, dan strukturisasi aturan-aturan keputusan untuk mempengaruhi manusia, publik, seperti pertahanan nasional, ketika diberikan kepada satu orang akan diberikan kepada semua

13

terhadap pandangan

operasi ini,

agensi-agensi yang

publik lebih

dan umum.

sistem Menurut sebagai

penyelenggaraan

pemerintahan “agensi-agensi

publik

dipandang

alat untuk mengalokasikan kapabilitas pembuatan-keputusan supaya bisa memberikan kebaikan dan layanan publik yang responsif terhadap preferensi individu dalam konteks sosial berbeda” (Ostrom dan OStrom, 1971, 207). Dengan kata lain, pendekatan pilihan publik meliputi aplikasi model-model lingkungan ekonomi dan pendekatan-pendekatan pemerintah terhadap sains non-pasar, khususnya dan

politik, guna memberikan beberapa struktur dan insentif untuk memedomani perilaku manusia. Terdapat sejumlah pertanyaan yang muncul berkaitan dengan teori pilihan publik. Pertanyaan pertama dan paling nyata adalah pertanyaan empiris. Apakah individu benar-benar bertindak menurut cara yang menarik dirinya sendiri terdapat bertindak bertindak memajukan basis logis yang guna memaksimalkan situasi Ini di namun utilitasnya? mana mereka bahwa yang kebanyakan Yang darinya model jelas, tidak pilihan pada banyak benar-benar

demikian, demikian. sebuah

berarti kunci adalah

publik harus mengorbankan akurasi behavioral supaya bisa konstruk Hasilnya pada bergantung yang teorinya. serangkaian proposisi mungkin

didasarkan

asumsi-asumsi

hanya sesuai dengan perilaku manusia aktual. Tingkat yang lebih besar daripada model “manusia administratif” Simon, yakni “manusia ekonomi” pilihan publik, didasarkan pada asumsi rasionalitas “Mengapa komplit. tidak Seseorang mungkin akan bertanya, memfokuskan pada aspek-aspek

lain pengalaman manusia, seperti perasaan atau intuisi?” bagi teoretikus pilihan publik, jawabannya yakni, supaya bisa memberikan penjelasan yang lebih baik mengenai perilaku manusia, kita seharusnya memusatkan diri pada cara individu dan kelompok dalam berusaha memaksimalkan kepentingannya Sebagaimana sendiri yang dan cara oleh mekanisme saintis pasar politik mempengaruhi dan merespons pilihan-pilihan individu. ditunjukkan Yale yang bernama Roberts Dahl (1947) dalam kritiknya atas pandangan Simon, sebuah kritik yang juga dipakai pada model pilihan publik baru-baru ini, mengatakan bahwa sebuah tindakan yang rasional bukan berarti bahwa tindakan itu bisa menyajikan tujuan moral atau secara politik dapat dipertanggung jawabkan, namun semata-mata mengatakan menunjukkan seharusnya berargumen kita Perang bahwa bahwa bersiang bahwa ini menggerakkan itu organisasi adalah menjadi dan organisasi yang lebih efisien. Yang bertentangan, Dahl efisiensi dengan nilai nilai-nilai kasus, lain, seperti bukan dalam

responsibilitas individu atau moralitas demokratis. Dahl dalam banyak camp efisiensi Jerman itu sebuah itu merupakan nilai primer yang dipilih. Misalnya, bagaimana mengevaluasi Dunia II, operasi di mana penjara camp beberapa berjalan agensi untuk

sangat efisien? Atau, bagaimana menyumbangkan persoalan terhadap publik efisiensi dengan administratif terhadap dalam kebutuhan agensi

melibatkan warga negara dalam proses keputusannya? Kami berpikir bahwa hal itu adalah sebuah pertanyaan penting. Namun poin Dahl, seperti halnya argumen serupa yang

15

dibuat oleh Waldo dan para pakar lainnya, dialihkan ke posisi yang ada di luar mainstream dalam dialog baru tentang struktur dan perilaku organisasi publik. Ide-Ide Inti Yang jelas, kebanyakan pakar lain dan praktisi telah mengontribusikan publik. orang Dan yang pengembangan yang awal telah bidang kita administrasi lihat, Publik tidak Lama sebagaimana

terdapat rangkaian ide tunggal yang disepakati oleh semua mengontribusikan Administrasi sepanjang dekade itu. Namun demikian, kami berpikir bahwa ada baiknya mengatakan bahwa elemen-elemen yang umumnya merepresentasikan • Fokus mainstream adalah pandangan pada Administrasi layanan Publik Lama adalah sebagai berikut: pemerintah pemberian langsung melalui agensi-agensi pemerintah yang eksis atau melalui otoritas baru. • Kebijakan dan administrasi dan pada tujuan publik terkait dengan pendesainan memfokuskan • pengimplementasian tunggal yang kebijakan terdefinisi

secara politis. Administrator publik memainkan sebuah peran terbatas dalam pengambilan kebijakan dan penyelenggaraan jawab terhadap oleh pemerintahan; • Pemberian para mereka bertanggung seharusnya dan

implementasi kebijakan publik. layanan dijalankan beberapa administrator yang bertanggung jawab kepada pejabat terpilih memberikan diskresi terbatas dalam pekerjaannya.

• •

Beberapa

administrator

bertanggung

jawab

kepada

pimpinan yang dipilih secara demokratis. Program-program publik dapat dijalankan dengan baik melalui beberapa • • organisasi-organisasi manajer yang hierarkis, kontrol dengan dari adalah melaksanakan organisasi

puncak organisasi itu. Nilai-nilai primer publik efisiensi dan rasionalitas. Beberapa organisasi publik beroperasi dengan sangat efisien sebagai sistem tertutup; keterlibatan warga negara adalah terbatas. • Peran administrator publik didefinisikan penempatan pelaporan, sebagai staf, dan perencanaan, pengarahan, penganggaran. Tidak ada pertanyaan bahwa Administrasi Publik Lama seharusnya pandangan diberikan yang ini membuat sejumlah beroperasi (dan penghargaan. di dalam membuat) Beberapa kontribusi administrator batas-batas pengaturan, pengoordinasian,

terus

dramatis dan penting terhadap masyarakat, dalam area-area yang berkisar dari pertahanan nasional, jaminan sosial, transportasi, lingkungan. untuk sangat kesehatan secara dan publik, Publik efektif dan dan Lama sampai proteksi kita yang dan tidak Administrasi mengizinkan

menghadapi kompleks

masalah-masalah untuk politik jika

sulit

mempertahankan

keseimbangan Publik Lama

antara berfungsi

persoalan-persoalan dengan baik,

administratif. Mengingat pada masa itulah, Administrasi bahkan

17

sempurna. Ini akan terus berlangsung demikian. Sebagian besar agensi pemerintah masih mengikuti model organisasi dan manajemen dasar ini – atau setidaknya model ini nampaknya menjadi posisi “kegagalan” bagi beberapa agensi di semua level pemerintah. Namun model lama muncul di bawah Baru. Manajemen Publik Baru Sebagaimana yang digunakan di sini, Manajemen Publik Baru mengacu pada sebuah kluster ide-ide dan praktekpraktek kontemporer yang, pada intinya, berusaha untuk menggunakan pendekatan sektor dan bisnis swasta dan dalam sektor seperti publik. sebuah Sebagaimana bisnis”, yang telah kita saksikan, ini selama terdapat panggilan untuk “menjalankan pemerintah versi terbaru perdebatan meliputi lebih daripada sekedar penggunaan teknik bisnis. Lebih daripada hal itu, Manajemen Publik Baru menjadi sebuah model normatif, model yang menandai perubahan yang amat besar tentang bagaimana kita berpikir tentang peran administrator publik, sifat p[profesi, dan bagaimana dan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan. Selama dua dekade silam, Manajemen Publik Baru telah menjalar Sebagai ke negara ini dalam dan ke seluruh publik penjuru positif (Osborne dunia. telah dan akibatnya, sejumlah perubahan serangan yang meningkat, khususnya oleh para pendukung apa yang kami sebut sebagai Manajemen Publik

diimplementasikan

sektor

Gaebler 1992; Osborne dan Plastik, 1997; Kettl 2000a; Kettl dan Milward, 1996; Lynn 1996; Pollit dan Bouckaert,

2000). Tema umum dalam banyak aplikasi ide-ide tersebut adalah mana dengan penggunaan hubungan mekanisme dan pasar dan terminologi, publik dan yang di antara yang agensi-agensi mencakup terjadi para sama luas, dengan pasar.

konsumennya “Digambarkan reformasi

dipahami dengan dan

transaksi dalam yang

transaksi tersebut

pangsa sangat otoritas

penjelasan digerakkan

berusaha

menggantikan oleh

proses-proses

berbasis-aturan 2000a, 3).

taktik berbasis-pasar dan

digerakkan oleh pasar (Kettl,

Dalam Manajemen Publik Baru, manajer-manajer publik ditantang untuk untuk menemukan hasil-hasil cara-cara atau baru dan inovatif mencapai untuk memprivatisasi

fungsi-fungsi yang sebelumnya diberikan oleh pemerintah. Mereka didorong untuk “menyetir, bukan mendayung”, yang berarti pemberian seharusnya dijalankan atau Baru bahwa mereka seharusnya namun melalui yakni mengasumsikan jika yang beban akan Publik untuk mungkin layanannya oleh sendiri, lain, memungkinkan, kontrak

mendefinisikan orang lainnya.

program-program

pemberian Manajemen pasar Linda tersebut

rencana banyak

Kuncinya pada

bergantung

mekanisme

memedomani Harvard

program-program bahwa

publik. rencana

Kaboolian

menjelaskan

mencakup “kompetisi di dalam unit-unit pemerintah dan di semua batas-batas pemerintahan ke sektor non-profit dan profit, yang bonus kinerja, Publik dan Baru hukuman” lihat (Kaboolian sebagai dan 1998, 190). Tujuannya adalah untuk melonggarkan apa sokongan Manajemen franchise pegawai monopoli inefisien agensi-agensi publik

19

publik. Dengan mengelaborasi poin ini, Christopher Hood dari London School of Economics menulis bahwa Manajemen Publik Baru bergerak jauh dari model-model tradisional dalam melegitimasi birokrasi publik, seperti usaha perlindungan prosedural dalam diskresi administratif, dan lebih menyukai “kepercayaan pada pasar dan metode bisnis swasta serta ide-ide yang ide dituliskan dalam bahasa manajer rasionalisme ekonomi” (1995, 94). Dengan publik mengikuti dan tersebut, kebanyakan untuk memprakarsai usaha-usaha menemukan meningkatkan asumsi-asumsi

produktivitas pemberian-layanan

mekanisme-mekanisme

alternatif

berdasarkan

dan perspektif-perspektif ekonomi. Mereka berkonsentrai pada akuntabilitas kepada konsumen dan kinerja tinggi, dengan merestrukturisasi kembali banyak misi agensi organisasi, birokratis, mempersingkat dan agensi mendefinisikan keputusan. pemerintah

proses-proses agensi, dan meresentralisasikan pengambilan Dalam kasus, pemerintah berhasil dalam memprivatisasi fungsi-fungsi

publik sebelumnya, dengan mempertahankan eksekutif puncak agar tetap bertanggung jawab terhadap tujuan kinerja yang dapat diukur, penetapan proses-proses baru untuk mengukur produktivitas dan efektivitas, dan merancang kembali sistem-sistem departemental untuk merefleksikan komitmen yang kuat terhadap akuntabilitas (Barzelay 2001; Boston dan rekan-rekannya, 1996; Pollitt dan Bouckaert 2000). Donald Kettl dari Brookings Institution melihat apa yang beliau sebut sebagai “reformasi manajemen publik global” dengan memfokuskan pada enam isu inti, antara

lain: 1. Bagaimana pemerintah dapat menemukan beberapa cara untuk 2. memberikan layanan dapat berlebih dari basis pendapatan yang sama atau lebih kecil? Bagaimana gaya-pasar tradisional program itu? 3. Bagaimana pasar pemerintah dapat menggunakan negara mekanisme (sekarang untuk memberikan warga pemerintah untuk menggunakan patologi insentif birokrasi; menemukan

bagaimana mekanisme komando-dan-kontrol birokratis digantikan dengan strategi-strategi pasar yang akan mengubah perilaku manajer-manajer

sering disebut sebagai konsumen) pilihan yang lebih besar di antara beberapa layanan – atau setidaknya mendorong perhatian yang lebih besar untuk melayani beberapa konsumen secara lebih baik? 4. Bagaimana pemerintah dapat membuat beberapa program lebih responsif? beberapa Bagaimana manajer pemerintah lini-depan dapat untuk dengan meresentralisasikan memberikan 5. responsibilitas

insentif yang lebih besar untuk memberikan layanan? Bagaimana pemerintah dapat memperbaiki kapasitasnya untuk merencanakan dan melacak kebijakan? Bagaimana pemerintah dapat memisahkan perannya sebagai pembeli layanan (kontraktor) dari perannya dalam pemberian layanan aktual? 6. Bagaimana pemerintah dapat memfokuskan pada output dan outcome bukan proses atau struktur? Bagaimana mereka menggantikan sistem top-down berbasis-

21

peraturan dengan sistem bottom-up berbasis-hasil? (Disadur dari Kent 2000a, 1-2). Selain itu, Jonathon Boston New Zealand telah mencirikan ciri-ciri atau doktrin pokok Manajemen Publik Baru sebagai berikut: Penekanan pada manajemen bukan kebijakan;l perubahan dari penggunaan kontrol input ke kebergantungan diukur dan pada ukuran-ukuran pengembangan akuntabilitas birokrasi besar output mekanisme baru; ke yang dapat target dan

kinerja; devolusi kontrol manajemen yang dipadukan dengan pelaporan, diagregasi dalam pemantauan, struktur-struktur kuasi-otonom,

agensi-agensi

khususnya pemisahan fungsi komersial dari non-komersial; preferensi terhadap kepemilikan privat, perjanjian, dan persaingan seperti dalam provisi layanan publik; imitasi atau (dan) peniruan praktek-praktek manajemen sektor swasta khusus, pengembangan kinerja, rencana-rencana pengenalan korporasi kesepakatan sistem renumerasi

terkait-kinerja dan perhatian yang lebih besar pada imej korporasi; preferensi umum untuk insentif moneter bukan insentif non-moneter, seperti etika, etos, dan status; dan penekanan pada pemotongan-biaya, efisiensi, dan manajemen pengurangan. (Boston, 1991, 9-10). Seluruh Dunia Efektivitas dan Amerika agenda reformasi praktis pemerintah bahwa di di beberapa seluruh negara seperti Selandia Baru, Australia, Inggris Raya, Serikat agar menempatkan memperhatikan penjuru dunia standar-standar

baru dicari dan peran-peran baru ditetapkan. Ini bukan

untuk

mengatakan pola dalam

bahwa yang sektor

masing-masing sama dalam publik.

negara

tersebut reformasi yang

mengikuti manajemen

mencari

Sebagaimana

ditunjukkan dengan cermat oleh para pakar terkenal yang bernama Christopher Pollitt dan Geert Bouckaert, beberapa usaha kultur terhadap reformasi dibatasi oleh di filosofi dalam dan penyelenggaraan pemerintahan negara

tertentu, oleh sifat dan struktur pemerintah negara itu, dan oleh keberuntungan dan kejadian yang kebetulan. Namun demikian, “rejim khusus melihat seolah-olah mereka lebih terbuka terhadap ide-ide ‘berbasis-kinerja yang lebih menyukai pasar dalam Manajemen Publik Baru daripada yang lainnya, khususnya negara-negara Anglo-Saxon, Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat” patut tahun (2000, 60-61). Beberapa di mana Partai usaha Buruh reformasi berkuasa dan Selandia setelah negara Baru diperhatikan, yang dimulai pada pertengahan tahun 1980an sembilan itu keluar dari jabatan itu. Pada masa itu, ekonomi Selandia Baru cukup Baru untuk mengalami dalam dan banyak dimulai stagnasi menopang bantuan menemukan dulunya Selandia berusaha kesulitan program-program ekonomi. top-down guna yang yang

“reformasi

dengan

pendekatan

memprivatisasi

program-program

menggantikan

insentif pasar untuk birokrasi komando-dan-kontrol; dan memfokuskan pada output dan hasil tunggal bukan input” (Kettl 2000a, 8). Prinsip utama yang mendasari model itu kelihatannya yakni pemerintah seharusnya hanya terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang tidak dapat ditangani

23

secara efisien dan efektif di tempat lain dan pemerintah seharusnya diorganisir sepanjang lini-lini usaha privat. Selain itu, terdapat dependensi yang kuart pada sistemsistem insentif dan penggunaan kontrak eksplisit antara menteri dan manajer atau antara pembeli (agen-agen) dan provider (kontraktor) (Boston dan rekan-rekannya, 1996, 4-6). Dalam terma sistem manajemen, Selandia Baru pada dasarnya sipilnya, tidak banyak terlibat dalam para sistem layanan untuk dengan mengizinkan manajernya

menegosiasikan kontraknya sendiri dengan para pegawai dan mengenalkan sistem anggaran secara lebih terfokus pada kinerja dan hasil. Hasilnya yang adalah sama transformasi dalam masif manajemen publik di Selandia Baru. Perubahan-perubahan pendekatan Australia terhadap administrasi dan manajemen publik pada tahun 1980an dan setelahnya juga dipicu oleh masa ekonomi yang sulit namun berjalan jauh dengan mengizinkan pemerintah untuk mengurangi program-program publik. Pada awal tahun 1983, pemerintahan di bawah Perdana Menteri Roberts Hawke mengesahkan gagasan “pengelolaan hasilhasil” dan memprakarsai serangkaian manajemen finansial dan reformasi lain untuk mencapai tujuan ini. beragam usaha pada privatisasi, restrukturisasi pemerintah, dan usaha-usaha sudut untuk mengevaluasi Beberapa beberapa program dari untuk pandang hasil-hasil khusus manajer yang diinginkan

diimplementasikan.

didorong

menggunakan proses-proses perencanaan gaya-korporasi guna mengidentifikasi beberapa prioritas, tujuan, dan sasaran, untuk merekonstitusi proses-proses manajemen finansial

guna

melacak

pengeluaran

secara

lebih dan

baik dan

untuk untuk

menjelaskan menekankan

hasil-hasil efisiensi, Inggris itu.

yang

diinginkan,

produktivitas, dipicu Thatcher awal oleh guna

akuntabilitas neoukuran untuk

hasil-hasilnya. Reformasi konservatif negara bagian usaha-usaha mereduksi adalah Margaret

Usaha

kuncinya

mereduksi biaya dan menjalankan beberapa aktivitas yang mungkin bisa disempurnakan dengan lebih baik dalam sektor swasta, tetap Manajemen memusatkan outcome, kontrak outcome berusaha layanan dan agar untuk khusus. sambil pada mensubyeksikan pasar. (Finansial aktivitas-aktivitas Selain itu, Management itu kompetisi pada Inisiatif Initiative) pusat-pusat manajer dengan charter” agar publik

Finansial

pengidentifikasian beberapa

responsibilitas khusus, dengan mempertalikan biaya dengan mempertahankan bertanggung jawab terhadap “citizens beberapa atas) pencapaian agensi

tersebut. jawab

Pelaksanaan terhadap

mempertahankan (Versi Inggris

bertanggung

pemenuhan

standar-standar manajemen

baru berasal dari argumen ekonomi dasar bahwa pemerintah menghadapi gangguan monopoli, biaya transaksi tinggi, dan masalah informasi yang memunculkan inefisiensi yang besar. Dengan menggantikan kompetisi pasar – dan insentif seperti-pasar – beberapa reformer percaya bahwa mereka dapat mengurangi ukuran pemerintah , mereduksi biayabiayanya, dan memperbaiki kinerjanya” (Kent 200a, 14). Pengalaman Amerika

25

Ide-ide Osborne dan

tersebut Ted

pertama

kali

direalisasikan

dan

dipopulerkan di Amerika Serikat oleh buku terlaris David Gaebler yang berjudul reinventing Goverment (1992; lihat juga Osborne dan Plastik, 1997). Dengan menggambarkan pengalaman-pengalaman negara lain, khususnya Selandia Baru, dan juga pengalaman di level negara bagian dan daerah di Amerika, Osborne dan Gaebler, seorang sejumlah jurnalis dan mantan saat bisa manajer ini kota, terkenal tetap menyajikan di mana inti bukan sebagai memilih beberapa antara tujuan reformasi “prinsip” masif, yang

“enterprener pemerintahan 1.

publik”

menjalankan yang

ide-ide

menjadi

Manajemen Publik Baru, antara lain: Pemerintah mendayung: opsi-opsi rangkaian untuk kemungkinan dengan katalisator, enterprener kebijakan, tindakan dan yang menyetir bergerak berfungsi Mereka publik yang melebihi

katalisator di dalam komunitas untuk menghasilkan alternatif. dengan menekankan menyetir, mengenalkan keseimbangan pada sebuah

sumber dan kebutuhan-kebutuhan, bukan mendayung, mengonsentrasikan tunggal. Orang-orang yang menyetir mendefinisikan masa depannya, bukan bergantung pada asumsi-asumsi tradisional (Osborne dan Gaebler 1992, 35). 2. Pemerintah bukan bahwa usaha milik-komunitas, Enterpener untuk lama yang publik memberdayakan mempelajari klien Tanpa beberapa sosial. melayani:

melayani dan

menghasilkan dependensi, yang bertentangan dengan independensi ekonomi

mempertahankan ke dalam

pendekatan Mereka

ini,

enterprener warga dan

tersebut mengalihkan kepemilikan inisiatif publik komunitas. memberdayakan berdekatan, negara, organisasi 3. kelompok-kelompok komunitas

menjadi

sumber-sumber

solusinya sendiri (Osborne dan Gaebler, 1992, 52). Pemerintah kompetitif, yang memasukkan kompetisi ke dalam pemberian bahwa tidak hanya publik layanan: untuk namun Enterprener memberikan saluran juga publik setiap dalam mengakui layanan usaha

menempatkan publik

sumber-sumber

menyebabkan memperluas

organisasi-organisasi

kapasitasnya, kemudian mereduksi kualitas layanan dan efektivitasnya. Enterprener tersebut menentang trend ini dengan mengembangkan kompetisi di antara provider layanan publik, swasta, adalah dan dan nonpemerintah. yang 4. Hasil-hasilnya inovasi” besarnya Gaebler

efisiensi, tingginya responsifitas, dan lingkungan menghargai (Osborne 1992, 80-83). Pemerintah berbasis-misi, transformasi organisasi berbasis-aturan: Enterprener publik telah melihat bagaimana pembuatan aturan yang berlebihan dalam organisasi-organisasi birokratis dapat memperlemah inovasi dan membatasi kinerja pemerintah. Pembuatan aturan semacam itu selanjutnya didukung oleh sistem penganggaran dan sumber daya manusia yang kaku. Yang bertentangan, enterprener publik lebih dahulu memfokuskan pada misi kelompok itu –

27

apa yang organisasi usahakan di lingkup internal dan eksternal. Anggaran, administrasi dan sistemsistem 5. lain didesain untuk mencerminkan pembiayaan publik misi menyeluruh (Osborne dan Gaebler, 1992, 110). Pemerintah bukan pada pemerintah berbasis-hasil, Enterprener tujuan seharusnya outcome, bahwa atau input: percaya

mencurahkan publik

perhatiannya

pencapaian

substantif,

outcome, yang bertentangan dengan pemusatan pada pengontrolan sumber-sumber publik yang diperluas dalam menjalankan pekerjaannya. Evaluasi terkini dan sistem penghargaan memfokuskan pada efisiensi fiskal publik. dan kontrol, yang jarang menanyakan apa dampak yang diperoleh dari masing-masing inisiatif Enterprener yang publik mentransformasikan pada kinerja sistem-sistem tersebut ke orientasi hasil – yakni akuntabilitas 6. didasarkan pemerintah (Osborne dan Gaebler, 1992, 140-141). Pemerintah berbasis-konsumen, pemenuhan kebutuhankebutuhan konsumen, bukan birokrasi: Enterprener publik pada belajar dari warga yang enterprener negara sangat tidak besar lain akan untuk sektor pernah agensi swasta-nya di mana jikalau seseorang memfokuskan konsumen, publik merasa senang. Selama badan legislatif menyediakan sumber pemerintah, agensi tersebut akan benar-benar akan mengaburkan menurut tersebut basis konsumennya. sendiri, Mereka dan berfungsi pembiayaan prioritasnya akan agensi-agensi

menuntut

sumber-sumber

kepada

mereka, oleh

bukan

apa

yang

sebenarnya publik

dibutuhkan

konsumen.

Enterprener

menjalankan sistem ini dengan prioritas tertinggi, yakni melayani konsumen lebih dahulu (Osborne dan Gaebler, 1992), 166-167). 7. Pemerintah pengeluaran: batasan-batasan adalah pada enterpraise, Enterprener fiskal yang pendapatan publik sama bukan menghadapi sebagaimana respons.

enterprener publik tradisional, namun perbedaannya cara mereka memberikan Bukannya meningkatkan pajak atau mengecam programprogram publik, enterprener publik menemukan cara inovatif sedikit untuk melakukan lebih banyak dengan biaya. Dengan melembagakan konsep motif

profit ke dalam bidang publik – misalnya, dengan bergantung pada harga dan fee untuk layanan publik dan investasi untuk membiayai inisiatif masa depan – enterprener publik mampu menambah nilai dan memastikan hasil-hasilnya, bahkan dalam masa-masa finansial yang sulit (Osborne dan Gaebler, 1992, 203-206). 8. Pemerintah antisipatif, pencegahan bukan perawatan: Enterprener publik menghabiskan sumbersumber penyaluran ke dalam beberapa program untuk memecahkan mempercayai masalah-masalah bahwa persoalan publik. pokok Mereka seharusnya

dicegah, dengan menghentikan masalah itu sebelum masalah itu sendiri terjadi. Pemerintah dalam masa sebelumnya merasa bangga dengan pemberian layanan

29

– mampu menempatkan inisiatif lebih dahulu yang bertujuan untuk menyembuhkan sakit publik. Namun demikian, selama beberapa masalah dalam masyarakat postindustrial menjadi lebih kompleks, pemerintah kehilangan Dengan kapasitasnya pada untuk mbeir respons. kembali pencegahan, organisasi-

organisasi publik akan lebih efisien dan efektif di masa mendatang (Osborne dan Gaebler, 1992, 219221). 9. Pemerintah partisipasi yang desentralisasi, dan temawork. masa dari hierarki ke Enterprener industrial. publik Lembaga-

mengapresiasi peran organisasi-organisasi terpusat dilayani dalam lembaga tersebut merepresentasikan tahap pertama ke arah profesionalisme dalam bidang administrasi publik. Namun masa lembaga-lembaga hierarkis telah berlalu. kualitas fleksibel. sepanjang kinerja 252). 10. Pemerintah melalui orientasi-pasar, Enterprener yang berubah melakukan publik dengan perubahan merespons pendekatanuntuk pasar: Kemajuan tenaga dalam kerja teknologi memunculkan keputusan informasi, masa yang baru lebih perbaikan sistem komunikasi, dan peningkatan dalam organisasi-organisasi berbasis-tim

Pengambilan

diperluas

organisasi – diserahkan kepada orang(Osborne dan Gaebler 1992, 219-

orang yang pdt menemukan dan menentukan rangkaian tinggi

kondisi-kondisi pendekatan

tradisional,

seperti

berusaha

mengontrol membentuk

situasi lingkungan

menyeluruh, yang yang

namun bertujuan

dengan untuk

strategi-strategi

inovatif

bisa

memudahkan

kekuatan-kekuatan pasar untuk bertindak. Masingmasing yurisdiksi – apakah negara, negara bagian, atau komunitas lokal – merepresentasikan sebuah kumpulan bahwa kontrol orang-orang, pasar-pasar badan politik kepentingan, tersebut tunggal. dan tetap Jadi, sosial dan ekonomi. Enterprener publik pasar, kekuatan menyadari melebihi

strategi-strateginya memusatkan pada strukturisasi lingkungan sehingga pasar dapat beroperasi secara sangat efektif, dan yang dapat memastikan kualitas dan kehidupan peluang ekonomi (Osborne

Gaebler, 1992, 280-282). Osborne dan Gaebler mengajukan sepuluh prinsip yang berfungsi sebagai publik kerangka – sebuah konseptual checklist apa-apa baru analitis selain untuk untuk “Apa sebuah di administrasi yang yang kita buta kami

mentransformasikan

tindakan-tindakan bukanlah

pemerintah.

deskripsikan di

perubahan dalam model penyelenggaraan pemerintahan dasar digunakan berasumsi dengan Amerika. semua Perubahan ini berjalan harus sekitar kita, namun karena kita tidak mencarinya – karena bahwa pemerintah baru, besar, terpusat,dan birokratis – kita jarang melihatnya. Kita realitas-realitas sebab realitasrealitas tersebut tidak sesuai dengan pra-konsepsi kita” (Osborne dan Gaebler, 1992, 321). Di Amerika Serikat, usaha untuk “menemukan kembali

31

pemerintah”

muncul

terakhir

daripada

kemunculannya

di

negara Anglo-Saxon, yang lebih dipolitisi dan, menurut sebagian alasan, memiliki efek yang kecil pada struktur menyeluruh penyelenggaraan pemerintahan di negara itu dan lebih pada praktek-praktek manajerial. Dua usaha yang cukup penting yakni dikeluarkannya National Performance Review (NPR) dan Government Performance and Results Act. National Performance Review adalah usaha Presiden Bill Clinton, yang dipelopori oleh Wakil Presiden Al Gore, untuk menciptakan sebuah pemerintah yang bisa “bekerja lebih baik dan dengan biaya kecil”. Untuk melakukan hal itu, beberapa skor pegawai yang pemerintah berusaha dan yang dibuat usaha dikirimkan untuk tidak ke agensi-agensi operasinya Beberapa ratusan pemerintah membuat mahal. dalam dan

dapat

diperbaiki khusus dalam

rekomendasi dan

dipertimbangkan personal,

mencakup

reformasi

pemerolehan,

perubahan-perubahan

kebijakan

pengembangan dalam teknologi informasi. Lebih jauh lagi, terdapat penekanan yang kuat pada pelayanan “konsumen” pemerintah. Namun demikian, National Performance Review muncul sebab berlawanan ini adalah dengan salah and latar satu yang belakang aktivitas cepat. Act politik yang yang dapat itu, membutuhkan pengurangan serius dalam pekerjaan federal, menghasilkan Government mengharuskan Dengan Review, penghematan para manajer masa-masa menulis Sementara

Performance

Result untuk awal bahwa,

berbasis-kongres standar-

menetapkan National meskipun

standar kinerja khusus dan “mengelola hasil-hasil”-nya. meringkas Kettl Performance terdapat

kekurangan, NPR “bisa menghemat jumlah uang signifikan, menghasilkan reformasi manajerial substansial (khususnya dalam layanan dan konsumen dan proses-proses diskusi pemerolehan kembali), mempromosikan berbasis-kinerja

tentang fungsi-fungsi pemerintah” (Kettl 200a, 29). Pada poin ini, kami telah mendiskusikan Manajemen Publik Baru dari sudut pandang usaha-usaha praktis yang dijalankan mereformasi juga dalam pemerintah di seluruh Namun macam dunia untuk operasi pemerintah. berbagai kami seharusnya justifikasi

memperlihatkan

intelektual untuk Manajemen Publik Baru. Sebagaimana yang diperlihatkan oleh Lynn (1996), Justifikasi ini muncul dari sekolah-sekolah “kebijakan publik” yang berkembang pada tahun 1970an dan dari gerakan “manajerialis” di seluruh penjuru dunia (Pollitt 1993). Perspektif kebijakan yang muncul di beberapa sekolah urusan jelas publik dalam dan ilmu publik. yang khususnya ekonomi orientasi terlibat sekolah-sekolah yang kebijakan dengan dalam dan kebijakan publik pada dua dekade terakhir memiliki akarnya lebih bertentangan politik kebijakan evaluasi analis program-program administrasi orang-orang sains dalam

Kebanyakan

dilatih dalam atau setidaknya mengenal ilmu ekonomi, dan di rumah dengan terma seperti “ekonomi pasar”, “biaya dan manfaat”, dan “model pilihan rasional”. Sebaliknya, sekolah-sekolah tersebut mulai mengalihkan perhatiannya pada implementasi kebijakan, yang mereka sebut sebagai “manajemen publik” untuk membedakannya dari “administrasi publik”, meskipun terdapat fakta bahwa manajemen publik

33

dan administrasi publik menekankan implementasi kebijakan publik melalui perilaku dan operasi berbagai agensi pemerintah. (Dua terma itu dapat digunakan secara sama dan kerap kali serupa, namun jika terdapat perbedaan, maka diskusi manajemen bias yang yang publik ke arah ini akan dengan besar atau cenderung ekonomi diskusi analisis ekonomi, perspektif variasi yang menunjukkan perilaku pada administrasi sains Sebagai Manajemen sejak sebuah publik, interpretasi

manajerial

bertentangan kemungkinan sosiologi, terakhir

didasarkan

politik, ekstensi Baru

organisasional). pandangan dengan Publik jelas terkait

rasionalis dan, sebagaimana yang telah kita perhatikan awal, teori pilihan publik. Baru Salah satu penting dalam teori pilihan publik yang juga mempengaruhi pengembangan Manajemen Publik adalah apa disebut sebagai “teori agensi” atau “teori agen utama”. Teori agensi terkait dengan relasi antara principal dan agen. “Agensi” mengacu pada sebuah kondisi di mana satu individu (agen) saya bertindak adalah demi kepentingan saya dan yang lain (principal). pengacara, Misalnya, jika menggaji pengacara seorang adalah

principal

agen saya, namun pengacara memiliki banyak insentif – memenangkan kasus (tujuan saya) dan memaksimalkan jam-jam yang menguntungkan konsisten, Dalam (tujuannya). semua jenis Publik Karena masalah Baru, tujuan muncul teori apa saya ke agensi tidaklah permukaan. dalam

Manajemen

dapat digunakan untuk menganalisis isu-isu yang muncul di sebuah birokrasi khusus (misalnya, insentif

yang untuk

mungkin menilai

disediakan pemenuhan efek-efek

oleh

principal seorang agen?)

untuk atau berbeda

mengasumsikan

permohonan struktur

institusional

(misalnya, bagaimana banyak kepentingan yang mempengaruhi perilaku polisi bisa mempengaruhi sebuah keputusan untuk memprivatisasi kepolisian?). Pilihan publik (dan teori agensi yang menyertainya) tidak hanya menghasilkan model pemerintah yang elegan dan kuat, jalan yang namun mereka juga untuk dan besar. berfungsi membuatnya sebagai jenis peta dalam biaya para intelektual pemerintah begitu tidak usaha-usaha Misalnya, praktis Boston dan

mereduksi

mengeluarkan

koleganya berargumen bahwa “satu dari sebagian besar ciri berbeda dan menyolok reformasi manajemen publik Selandia Baru adalah dan sesuatu ekonomi yang yang dibentuk oleh teori pilihan teori publik dan publik publik dalam organisasional, paling dari sederhana, sudut teri khususnya pilihan pilihan

agensi” (1996, 16). Sebagaimana yang telah kita lihat, bentuknya memandang konsumen. pemerintah Sebaliknya, pandang pasar

komitmen

terhadap pilihan rasional mengimplikasikan sebuah seleksi nilai, yang kerap kali adalah sebuah komitmen terhadap efisiensi dan produktivitas. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh Hood, tidaklah mengejutkan bahwa Manajemen Publik Baru jelas menempatkan penekannya pada nilai-nilai seperti efisiensi, dengan mengeliminir pemborosan, atau menyesuaikan sumber-sumber untuk tujuan-tujuan yang jelas (apa yang beliau sebut sebagai “nilai sigma”). Namun demikian, beliau menunjukkan bahwa pencapaian nilai-nilai

35

tersebut mungkin muncul dengan mengorbankan kejujuran dan perjanjian yang wajar, penghindaran theta”) bias, atau pengejaran keamanan, akuntabilitas (“nilai-nilai

keuletan, dan kapasitas untuk menyesuaikan diri (“nilainilai lambda”) (Hood, 1991; lihat juga Hood dan Jackson, 1994, 14). Justifikasi Manajemen Publik diistilahkan kesuksesan intelektual Baru kedua menunjukkan pada apa atau bahwa yang “nonpada berakar dalam

sebagai sektor

“manajerialisme” pandangan dan publik

manajerialisme”.

Menurut bisnis

manajerialis, bergantung

kualitas dan profesionalisme manajer. Christopher Pollitt mendeskripsikan bahwa akan jalan “manajerialisme” ke kemajuan oleh sebagai kepercayaan melalui oleh sosial yang dan adalah

produktivitas yang lebih besar, di mana produktivitas itu dipertinggi yang disiplin besar, ditentukan untuk beberapa manajer yang berorientasi ke arah efisiensi dan produktivitas lebih menjalankan peran penting ini (bahkan apocalyptic), beberapa manajer harus memberikan apa yang diistilahkan sebagai “kebebasan untuk mengelola” atau bahkan “hak untuk mengelola” (Pollitt, 1993, 1-3). Beberapa pakar berargumen bahwa kemunculan Manajemen Publik Baru dapat dipertalikan tidak hanya oleh manajerialisme, namun dengan pengaruh “manajerialis” yang meningkat. Yang menarik, di Selandia Baru dan Australia, bagian dan transformasi yang terjadi jelas dalam terkait ekonomi. dengan Pakar kemunculan kelas manajerial yang didominasi oleh ekonomi orang-orang yang dilatih

Australia yang bernama Anna Yeatman, misalnya, berargumen bahwa perubahan ke arah manajerialisme perhatiannya dalam pada layanan konsep publik Australia terjadi ketika sejumlah besar kandidat orientasi-kerja mencurahkan administrasi publik rasional dan orientasi-kerja, digaji dengan posisi level-tinggi. Michael Pusey dari University of New South Wales mendukung pandangan itu, dengan berargumen bahwa, dalam agensi-agensi pusat Australia,

staf ditarik dari profesi ekonomi atau terkait-bisnis – sebuah kelompok yang ia istilahkan sebagai “rasionalis ekonomi”, mampu mempengaruhi birokrasi lini dan, ketika mengancam dengan menyembunyikan sumber-sumber, menariknya ke dalam perspektif rasionalitas (Pusey, 1991). Kami tentang telah melihat bahwa Manajemen baru, baru, Publik namun Baru, ini sebagai Administrasi Publik Lama sebelumnya, bukan hanya implementasi dengan teknik-teknik nilai membawanya serangkaian serangkaian

nilai dalam kasus yang ditarik dari ekonomi pasar dan manajemen bisnis. Sebagaimana yang telah diperlihatkan, terdapat mendukung seperti tradisi ide sebuah ini lama dalam administrasi sebagian yang publik besar yang bahwa “pemerintah Bagi bahwa seharusnya dijalankan pihak, dari Baru hanya juga pemerintah

bisnis”. berarti

rekomendasi seharusnya bermanfaat menggunakan berargumen memakai

agensi-agensi

memakai dalam ide bahwa

praktek-praktek swasta.

berkisar Publik tidak namun

“manajemen ilmiah” ke “total quality management”, yang sektor ini Manajemen ke satu langkah depan, dengan

pemerintah

seharusnya bisnis

teknik-teknik

administrasi

37

nilai-nilai Baru

bisnis

khusus.

Saat

ini, model

Manajemen normatif

Publik untuk

dipresentasikan

sebagai

administrasi publik dan manajemen publik. Melakukan Perdebatan Yang kritik. jelas, Manajemen pakar Publik dan Baru bukannya tanpa Kebanyakan praktisi mengungkapkan

beberapa persoalan tentang implikasi-implikasi Manajemen Publik Baru dan peran bagi manajer-manajer publik yang ditunjukkan Public demokrasi, oleh dan model ini. Review Misalnya, tentang dan publik, peluang dalam simposium penulis yang Administrasi kepemimpinan, tantangan

manajemen beberapa

sejumlah

mempertimbangkan

dipresentasikan oleh Manajemen Publik Baru. Orang-orang yang menentang Manajemen Publik Baru dalam simposium itu dan pakar lain yang mengajukan dalam pertanyaan-pertanyaan gerakan 1997), yang 1996), itu (Fon, tentang deLeon antara sektor (Carroll demokratis 1999) untuk dan kontradiksi dan Denhardt inheren 2000;

1996), nilai-nilai yang dipromosikan (Frederickson 1996; Schacther ketegangan penekanan publik dan dan pada desentralisasi dan 1996). Savoie, dipromosikan dan peran

dalam model pasar dan kebutuhan untuk koordinasi dalam (Peters Lynn berimplikasi dan hubungan cabang eksekutif dan legislatif Lainnya mempertanyakan dan Vinzant Terry dan implikasi-implikasi gerakan privatisasi untuk nilai-nilai kepentingan publik (McCabe dan apa bagaimana kewirausahaan nilai-nilai yang

(1993, 1998) sebut sebagai “neo-manajerialisme” mengancam melemahkan demokratis

konstitusional seperti kejujuran, keadilan, representasi, dan partisipasi. Osborne dan Gaebler (1992) memberitahukan kepada kita untuk menyetir, bukan mendayung, sebuah kapal boat. Pertanyaan kami yakni: Selama bidang administrasi publik mengemukakan gagasan mendayung dan menerima tanggung jawab untuk menyetir, pernahkah bidang ini menukar salah satu pandangan “adminicentric” dengan yang lain? Dengan kata lain, pernahkah kita menukar salah satu model di mana para manajer dan publik berusaha yang untuk besar dan mencapai dengan Gaebler efisiensi yang produktivitas sesuatunya atas (1992, lebih Osborne daripada ini

mengontrol agensi-agensinya dan kliennya untuk model lain kesamaan terjadi? tujuannya 32). menulis, orang-orang yang menyetir kapal boat memiliki kekuasaan yang akan berlebih orang-orang kasus, jawab untuk yang mendayungnya meninggalkan dan – Jika adalah tanggung jalan kekuasaan

perubahan dari mendayung ke menyetor mungkin tidak hanya administrator menggambarkan juga dengan sebuah terhadap kapal boat itu – memilih tujuan-tujuannya dan arah-arahnya mencapainya lebih besar. Karena kesulitan kami dalam menyetir, kami melupakan siapa yang memiliki kapal boat itu. Dalam buku terbarunya yang berjudul Government Is Us (1998), King dan Stivers memperingatkan dan O’Neil kita bahwa pemerintah 1994a, 1994b; memiliki Thomas warga 1995). negara (lihat juga Box, 1998; Cooper 1991; King, Feltoy, 1998; Stivers Administrator publik seharusnya memfokuskan pada tanggung namun memberikannya

39

jawabnya untuk melayani dan memberdayakan warga negara selama mereka mengelola organisasi publik dan mengimplementasikan kebijakan publik. Dengan kata lain, dengan prioritas pada warga negara, penekanan seharusnya bukan pada menyetir namun atau mendayung kapal boat pemerintahan, Yang pada dalam Lama pembangunan membuat sebagai kasus usaha lembaga-lembaga ini, untuk beberapa melawan

publik yang ditandai oleh integritas dan responsifitas. penting, Publik pendukung Manajemen Publik Baru kerap kali menggunakan Administrasi sebagai prinsip-prinsip enterprenerial yang dapat dipandang bagaimana

superior.

Perhatikanlah,

misalnya,

Osborne dan Gaebler membangun prinsip-prinsipnya dengan alternatif birokrasi kaku yang diganggu dengan aturanaturan berlebihan, yang di restriksi oleh sistem anggaran dan personel berbasis-peraturan, tradisional warga memenuhi negara, dan yang terikat dengan diri kontrol. sebagai dari Birokrasi pengabaian inovasi, tersebut dideskripsikan menjauhkan

dan

kebutuhan-kebutuhannya

sendiri. Menurut Osborne dan Gaebler, “Jenis pemerintah yang berkembang selama era industrial, dengan birokrasi lemah tidak dan akan terpusat, lagi preokupasinya dengan mereka baik” melayani dengan (1992, beberapa 11-12). akan Baru maka peraturan dan regulasi, dan rantai komando hierarkisnya, bekerja selama Menurut awalnya, Jika dibandingkan fakta, tujuan-tujuan

“lembaga-lembaga prinsip-prinsip dengan

birokratis Manajemen

benar-benar Publik Lama,

menggagalkan kita” (15). Administrasi Publik

Manajemen Publik Baru jelas akan terlihat seperti sebuah alternatif yang lebih disukai. Namun pengujian sepintas terhadap literatur terbaru dalam administrasi publik secara jelas menunjukkan bahwa dua pendekatan tersebut tidak mencakup teori atau praktek pemerintah kontemporer (Box 1998; Bryson da Crosby 1992; Carnavale 1995; Cook 1996; Cooper 1991; deLeon 1997; Denhardt 1993; Farmer 1995; Fox dan Miller 1995; Frederickson 1997; Gawthrop 1998; Goodsell 1994; Harmon 1995; Hummel 1994; Ingraham dan rekan-rekannya, 1994; Light 1997; Luke 1998; McSwite 1997; Miller dan Fox 1997; Perry 1996; Rabin, Hildrreath, dan Miller, 1998; Rohr 1998; Stivers 1993; Terry 1995, Thomas 1995; Vinzantdan Crothers 1998; Wamsle dan rekanrekannya, 1990; Wamsley dan Wolf 1996). Bidang administrasi publik tentu saja tidak berbenturan dengan retorika reformasi progresif selama beberapa ratus tahun terakhir. Terdapat evolusi intelektual dan praktis dalam pemikiran dan praktek, dengan pengembangan penting dan substansial yang tidak dapat digolongkan di bawah titel “Manajemen Publik Baru”. Jadi, terdapat lebih dari dua pilihan. Kami menolak gagasan dengan bahwa Manajemen Publik Publik Lama harus di Baru mana, orientasi-pasar yang ditemukan kembali seharusnya hanya dibandingkan meskipun Administrasi banyak kontribusi pentingnya, dipandang

sebagai sesuatu yang sama dengan birokrasi, hierarki, dan kontrol. Sebagaimana yang telah kami katakan, jika ini adalah perbandingan, Manajemen Publik Baru akan selalu menang. Yang bertentangan, kami akan menunjukkan bahwa

41

apa yang terlupakan dalam perdebatan adalah serangkaian prinsip-prinsip terorganisir untuk alternatif yang lebih kontemporer menyarankan dibandingkan Layanan administrasi pemerintahan pusat atau inti. terhadap bahwa dengan publik yang Manajemen yang kami Publik Baru Baru. Kami Manajemen apa Publik ide seharusnya sebagai peran publik,

istilahkan tentang

Publik

Baru,serangkaian dalam menempatkan

sistem

penyelenggaraan layanan

pemerintahan demokratis, dan keterlibatan sipil di bagian

BAB 2 AKAR LAYANAN PUBLIK BARU Dalam Administrasi Sebelum yang bab pertama, Lama kami dan melacak Manajemen akan perkembangan Publik Baru. bermanfaat selama model yang

Publik

melanjutkan dalam

pembahasan, analisis pertama penulis Luther

sangat

jika kita terlebih dulu mengkaji kembali beberapa tema muncul tiga oleh tersebut. abad publik seperti dan Pertama puluh, model sekitar digagas Frederick Meskipun publik kuarter para kedua

mainstream

dari

administrasi

adalah

Woodrow Herbert

Wilson, Simon. dari

Taylor, beberapa

Gulick,

pendukungnya tidak

memotret yang ini.

administrasi netral Administrasi

ortodoks

sebagai

administrasi seperti

nilai-nilai,

faktanya

tersebut merupakan sebuah model normatif bagi pelaksanaan agen-agen publik. Di antara pilihan-pilihan nilai yang dibuat dalam pembentukan dari model ini adalah sebuah publik, deskripsi khusus peran administrator

khususnya dalam hubungannya dengan proses politik (atau kebijakan), pilihan efisiensi (yang bertentangan dengan responsivitas, dsb) sebagai kriteria dasar dalam menilai pekerjaan pada tertutup, bergerak dari yang dalam agen-agen administratif, publik dengan dan penekanan sistem eksekutif paling perancangan agen-agen bercirikan model sebagai adanya

“pengontrol” tunggal yang memiliki kewenangan tinggi dan top-down. Barangkali ciri menonjol dari model ini, yang bisa dilihat dalam versiversi awalnya tetapi sangat jelas dalam versi-versinya

43

kemudian

adalah

penggunaan

“pilihan

rasional”

sebagai

fondasi teoritis utama dari administrasi publik. Kedua, meskipun model ini sangat dominan, asumsiasumsi yang digunakan dari versi mainstream Administrasi Publik penulis lama dan ini sering kali ditentang oleh beberapa praktisi yang menggagas adanya pemisahan,

tingkat respons dan keterbukaan yang lebih besar dalam proses administratif. Pandangan-pandangan alternatif ini – yang kami kaitkan dengan tokoh-tokoh seperti Marshall Dimock, Robert Dahl, dan Dwight Waldo – memberikan suatu tambahan bagi model tersebut secara keseluruhan yang perlu diingat dan sering kali diterima dalam situasisituasi tertentu, tetapi jarang ada. Yang jelas, akan tepat untuk Ketiga, sebagai dikatakan Manajemen bahwa Publik ide-ide Baru bagi ini dewasa cara melekat ini pada model yang berlaku, yang mereka patuhi selama ini. muncul sebuah alternatif ‘birokratis’

tradisional dalam menjalankan “bisnis” publik. Manajemen Publik Baru menyatakan bahwa pemerintah hendaknya hanya terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang tidak dapat diswastanisasikan atau dikontrakkan kepada pihak luar dan secara lebih umum, mekanisme pasar harus diterapkan di manapun sehingga penduduk akan memiliki pilihan-pilihan jasa layanan. Selain itu, yang Manajemen Publik Baru lebih memberikan sebuah peran khusus bagi manajer, khususnya manajer besar melalui kewirausahaan, dalam “pengelolaan diberikan kesempatan dan meningkatkan efisiensi produktivitas Manajemen

hasil-hasil”.

Terakhir,

Publik Baru menegaskan bahwa manajer publik “cenderung

menyetir dibandingkan mendayung”, yaitu mereka bergerak untuk menjadi monitor implementasi kebijakan atau pembeli jasa, tidak terlibat secara langsung teoritis dalam terhadap pemberian ide-ide layanan itu sendiri. Di bagian dasar rekomendasi ini, terdapat komitmen-komitmen seperti teori pilihan publik; teori agensi; dan secara umum, penggunaan model-model ekonomi dalam rancangan dan implementasi kebijakan publik. Yang menarik adalah bahwa meskipun Manajemen Publik Baru Publik baru model dinyatakan Lama, ini dengan sebagai model alternatif antara mainstream Misalnya, utama bisa publik bagi dari Administrasi publik administrasi dibahas pada yang banyak persamaan manajemen

publik, khususnya ketergantungan dan komitmen pada modelpilihan antara rasional. agen eksekutif seperti sebelumnya, hubungan teori diterapkan mereka

dengan

memberi laporan kepada mereka. Ketika digunakan melalui cara seperti ini, sebuah pertanyaan sentral yang muncul adalah “Apa struktur kerja sama insentif atau ini yang tepat kepatuhan untuk dari menciptakan bawahan?” bahkan

Pendekatan

seperti

menunjukkan

persamaan

dengan kesimpulan dari Herbert Simon – model kontribusi dari setengah abad yang lalu. Dalam pandangan ini, sebuah pertanyaan pokok yang dihadapi oleh kelompok pengontrol organisasi memberikan Dalam adalah adalah bagaimana cara menyediakan aktivitas model dorongan yang memadai dan tepat sehingga partisipan rendah akan kontribusi kasus terhadap membuat pilihan organisasi. berjalan Sehingga setiap yang bisa

komitmen

terhadap

rasional.

45

meskipun fondasi

terdapat teoritis publik dengan

perbedaan dasar dengan dari

yang versi

jelas

antara

Administrasi Publik Lama dengan Manajemen Publik Baru, “mainstream” memiliki dari administrasi Berbeda kebijakan publik

banyak persamaan. model-model mainstream administrasi publik atau manajemen publik yang berakar pada ide mengenai pilihan rasional, kami menggagas sebuah alternatif, Layanan Publik Baru (lihat Tabel 1). Seperti Manajemen Layanan berbeda, saling Publik Publik dan memiliki Baru Baru dan ini ahli Administrasi terdiri dan dari praktisi Publik sering lama, kali elemen-elemen ide-ide

beberapa

pertentangan.

Tetapi

terdapat

umum tertentu yang menandai pendekatan ini sebagai sebuah model normatif dan membedakan satu dengan yang lainnya. Meskipun manajer Layanan publik, Publik kami Baru muncul baik dalam teori maupun dalam praktek inovatif dan lanjut dari beberapa akan mengkaji fondasi konseptual dari Layanan Publik Baru. Yang pasti Layanan Publik Baru bisa memberikan klaim terhadap sebuah warisan intelektual yang kami mengesankan, sebutkan termasuk awal aktivitas yang dari mereka dari yang model di memberikan rasionalis penolakan

konstruktif

terhadap

gagasan

maintream tersebut (misalnya, Dimock, Dahl dan Waldo). Tetapi di sini kami akan memfokuskan pada pendahulu yang lebih kontemporer dari Layanan Publik Baru, termasuk (1) teori-teori kewarganegaraan demokratis, (2) model-model komunitas dan dan masyarakat sipil, publik (3) baru, humanisme dan (4) organisasional administrasi

administrasi

publik

post-modern.

Kemudian

kami

akan

menjelaskan secara singkat apa yang kami lihat sebagai prinsip utama dari Layanan Publik Baru. Kewarganegaraan Demokratis Permasalahan sosial saat mengenai ini, di kewarganegaraan mana keduanya dan demokrasi adanya sangat penting dan jelas terlihat dalam teori politik dan membutuhkan kewarganegaraan yang menyegarkan kembali dan lebih aktif serta partisipatif (Barber 1984, 1998; Mansbridge 1990, 199; Pateman 1970; Sandel 1996). Tetapi kewarganegaraan bisa dilihat dengan cara yang berbeda. Definisi pertama dan sangat jelas memfokuskan pada hak dan kewajiban dari penduduk Sebuah seperti pandangan ditetapkan dilihat alternatif oleh yang sistem sebuah lebih hukum; status luas yaitu, hukum. melihat kewarganegaraan sebagai

kewarganegaraan sebagai hal yang terkait dengan isu-isu lebih umum yang terkait dengan sifat dari keanggotaan seseorang dalam sebuah komunitas politik, termasuk isuisu sepreti hak dan tanggung jawab penduduk, apapun ini sistem hukumnya (Turne 1993,3). Dalam pandangan

kewarganegaraan terkait dengan kemampuan individu untuk mempengaruhi sistem politik; kewarganegaraan menunjukkan keterlibatan Kewarganegaraan aktif dalam kehidupan yang politik. akan kita merupakan pandangan

fokuskan di sini dan di buku ini. Di luar masalah-masalah definisional ini, terdapat cara-cara berbeda dalam memahami apa yang terlibat dalam kewarganegaraan demokratis. Misalnya, orang mungkin

47

berpendapat bahwa pemerintahan itu ada untuk meningkatkan kepentingan ekonomi dari komunitas dan individu-individu yang ada di dalam komunitas. Dalam hal ini negara dan hubungan penduduk dengan negara harus didasarkan pada ide mengenai kepentingan-diri. Menurut Sandel (1996), model menonjol dari hubungan antara negara dengan penduduk bisa membuat pilihan-pilihan yang sesuai dengan kepentingandirinya dengan menjamin prosedur-prosedur tertentu (seperti voting) dan hak-hak individu. Peran pemerintah adalah untuk memastikan bahwa pengaruh dari kepentingandiri individual berjalan secara bebas dan adil. Yang jelas perspektif ini sesuai dengan ekonomi pilihan publik dan Manajemen Publik Baru (lihat Kamensky 1996) dan para ahli pilihan publik sangat bahwa mendukung ahli meskipun pandangan pilihan ini. publik (selalu Misalnya, terdepan, James Buchanan, seorang

menyatakan

altruisme

mementingkan kepentingan orang lain) sering kali masuk ke dalam pertimbangan publik, lembaga-lembaga politik harus dirancang sedemikian rupa untuk terhadap bahwa meminimalisir perilaku tingkat kebergantungan Yang publik” peran institusi altruistik politik, sebuah

(dicuplik dalam Mansbridge 1994, 153). lainnya berpendapat sebuah altruisme atau apa yang oleh Mansbridge disebut sebagai “spirit memainkan esensial peran penting, bahkan dalam proses pemerintahan di mana demokratis. orang jauh

Sandel, misalnya, menawarkan sebuah pandangan alternatif mengenai kewarganegaraan demokrasi lebih terlibat secara aktif dalam pemerintahan. Penduduk melihat melebihi kepentingan-dirinya menuju kepentingan

publik panjang publik

yang yang dan

lebih

besar,

dengan

menggunakan tentang

sebuah urusan terhadap

perspektif yang lebih luas dan dengan jangka yang lebih membutuhkan juga rasa pengetahuan memiliki, perhatian

semuanya, dan sebuah ikatan moral dengan komunitas yang takdir masyarakatnya telah ditentukan (Sandel, 1996, 56). Mansbridge menyatakan bahwa pandangan kewarganegaraan ini memberikan ‘perekat’ tertentu yang menyatukan sistem politik. altruisme Dalam politik) pandangannya, melibatkan spirit cinta dan publik (atau di kewajiban,

mana keduanya memainkan peran yang sangat penting: “Jika saya membuat kebaikan anda menjadi miliki saya melalui empati (cinta), saya tidak akan berperilaku yang membuat anda sakit. Jika saya membuat kebaikan kolektif saya akan tersebut. menjadi Jika miliki saya saya (cinta saya negara), untuk terhadap maka memberikan kebaikan kebaikan sebuah

berkomitmen

prinsip yang karena alasan tertentu menuntut adanya kerja sama, saya akan menjalankan kepentingan diri untuk alasan kewajiban. (Mansbridge, 199, 147)”. Tetapi altruisme Mansbridge yang tak secara cepat tidak menegaskan selalu baik. bahwa Ada

terbatas

kemungkinan bahwa para elit politik mungkin memanipulasi spirit publik melalui indoktrinasi atau karisma, melalui pembatasan kemungkinan ekspresinya atau melalui penciptaan perdebatan publik sehingga tantangan terhadap kekuasaannya dapat dihindari. Spirit publik harus ditingkatkan dan dipertahankan,

49

dan hal tersebut dapat dibantu oleh perhatian konstan terhadap prinsip-prinsip keadilan, partisipasi publik dan pertimbangan benar kali atau bisa mendalam. Rasa keadilan memunculkan mereka lain, emosi sering sistem kuat bagi mereka yang merasa diperlakukan secara tidak dieksploitasi, menjadi sangat bertujuan dan untuk penolakan Di sisi kuat.

politik

yang

mengembangkan

keadilan

cenderung melahirkan afeksi dan keterlibatan. Partisipasi merupakan alat kedua dalam mengembangkan spirit publik. Mereka yang terlibat dalam Keputusan merasa lebih baik mengenai ditentukan keputusan-keputusan sedemikian rupa tersebut sehingga dan cenderung orang membantu dalam implementasinya; tetapi partisipasi dapat memberi perasaan keterlibatan yang salah, oleh karena itu harus ditimbangkan dengan kondisi-kondisi pertimbangan mendalam dan wacana terbuka. dan ada; Pertimbangan pertimbangan yang sama”; dan mendalam mendalam hal ini bisa dapat dalam mengklarifikasi perbedaan memulai yang terkadang memperbaiki perbedaan-

memberikan dasar informasi umum sehingga orang setidaknya “pada halaman membangun rasa solidaritas dan komitmen terhadap solusi yang mungkin diajukan. “Dan pertimbangan yang baik sering kali akan mendorong semua orang, terutama mereka yang memiliki perubahan pikiran yang paling berbeda konflik untuk melakukan cara-cara beberapa pilihannya, terkadang menghasilkan

kesepakatan,

mengklarifikasi

melalui

yang menunjukkan langkah-langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya” (Mansbridge, 1994, 156). Lihatlah bahwa pandangan alternatif terhadap

kewarganegaraan pergantian Melakukan

ini

tidak melalui berarti

menunjukkan gagasan spirit

eliminasi publik. yang

kepentingan-diri sebagai individu atau motif sosial atau naifnya hal ini mengabaikan masalah

penting dan tepat – serta perdebatan panjang di Amerika dan di tempat-tempat lain. Tetapi pandangan ini tidak menunjukkan sebuah keseimbangan dari “motif-motif” ini dan keseimbangan pemahaman peran utama kebaikan sipil dan kepentingan publik, seperti yang mungkin kita perkirakan dalam masyarakat demokratis. Ide mengenai pertimbangan awal mendalam, misalnya, bahwa menunjukkan pertukaran yang kasus, ingin saat sebuah pertukaran mungkin meskipun

antar ide yang muncul dari kepentingan-diri, tetapi juga menunjukkan termasuk tersebut dicapai ini membuka mereka orang pada ide-ide baru dan bahkan praktek-praktek baru, beberapa setiap mungkin harus berjalan melawan kepentingan-diri sempit. Dalam terjadi peningkatan tuntutan pembaharuan kewarganegaraan yang didasarkan pada kepentingan sipil, bukan kepentingan diri sendiri. Dalam pandangan ini, penduduk akan terfokus pada kepentingan publik luas, mereka akan aktif dan partisipatif, dan mereka akan memberikan tanggung jawab kepada orang lain. Seperti yang dikatakan oleh Evans dan Boyte bahwa sebuah gagasan kewarganegaraan yang menyegarkan akan mencakup: “perhatian bagi sebuah kebaikan umum, kesejahteraan komunitas memberikan sosial secara hak keseluruhan, orang kemauan lain yang untuk berhak kepada berbeda,

memilikinya, toleransi keyakinan agama, politik dan yang keberterimaan keunggulan

51

keputusan pribadi, 1986,5)”

komunitas dan

dibandingkan akan

kecenderungan untuk

kesadaran

kewajiban

mempertahankan dan melayani publik. (Evans dan Boyte,

Dengan kata lain, penduduk akan melakukan apa yang harus mereka lakukan dalam sebuah demokrasi – mereka akan menjalankan kebaikan pemerintahan. Ketika mereka melakukan hal ini, mereka akan memberikan kontribusi tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada pertumbuhan mereka sebagai manusia yang aktif dan bertanggung jawab. Meskipun kita akan membahas poin ini nanti (dalam buku ini tentunya), pelajaran-pelajaran yang memfokuskan pada kewarganegaraan jelas administrasi dalam yang lebih aktif menuju dan vital ini dan awal secara praktek menemukan jalannya publik. the Public isu-isu profesi literatur simposium

Sebuah

mengenai “kewarganegaraan dan administrasi publik”, yang dipublikasikan Administration praktis dan Review, teoritis publik Citizen terhadap pada mempertimbangkan kewarganegaraan Government Is Governance administrasi penciptaan berbagai dengan

yang menghubungkan ide-ide yang muncul mengenai sipil dan administrasi (Frederickson dan Chandler, 1984). Dewasa ini, dua buku, Us (King dan Stivers 1998) dan 1998), memfokuskan yang lebih pada publik memberikan kontribusi (Box, bagaimana

pemerintahan

berpusat

penduduk. Sesuai dengan perspektif ini, King dan Stivers (1998) menegaskan bahwa administrator hendaknya melihat penduduk sebagai penduduk (bukan hanya sebagai pemilih,

klien dari

atau

“konsumen”), kontrol, dan Selain bahwa lebih

harus harus itu,

berbagi berbeda

kewenangan dengan harus argumen daerah

dan

mengurangi

mempercayai

efektivitas tuntutan mencari pada secara dalam

kolaborasi. menyatakan

manajerialist akan efisiensi yang lebih besar, King dan Stivers manajer besar publik dan responsifitas kepercayaan cara-cara melakukan penduduk saat ini yang peningkatan

penduduk.

Box

menggerakkan oleh untuk

khusus menuju level pemerintah daerah, dengan menunjukkan yang yang dalam digunakan lebih teori pemerintah mendorong proses dan restrukturisasi besar keterlibatan pemerintahan. pendudukan

dalam

Seperti yang akan kita lihat, adaptasi terhadap tugas demokratis teori serta keterlibatan sipil memberikan kontribusi terhadap apa yang kita sebut sebagai Layanan Publik Baru. Model-model Komunitas dan Masyarakat Sipil Kita juga dapat menempatkan akar-akar penting dari Layanan Publik Baru dalam diskusi terkini mengenai komunitas dan masyarakat sipil. Kepentingan terkini dalam masyarakat merupakan sebuah fenomena menarik yang muncul dalam 1989) berbagai dan area (Bellah oleh para dkk, 1985, baik 1991; dari Etzioni,1988, 1995; Gardner, 1991; Selznick, 1991; Wolfe, diungkapkan komentator sayap kiri maupun kanan. Di satu sisi mereka yang berada di sayap kiri melihat komunitas sebagai sebuah antidot bagi ketamakan sebuah dan obat kepentingan bagi diri sendiri yang yang berlebihan dan tidak terbatas yang menandai masyarakat modern, individualisme semakin

53

menjadi-jadi.

Pada

waktu

yang

bersamaan,

mereka

yang

berada di sayap kanan melihat masyarakat sebagai jalan untuk membangkitkan nilai-nilai Amerika dasar yang pernah diyakini tetapi sekarang ditentang oleh kekuatan-kekuatan yang berada di luar kontrol kita. Mengapa menjadi menyatakan hal-hal orang garis yang menarik yang dalam masyarakat Mereka oleh dan sebuah bahwa oleh permasalahan Amerika menarik.

menjadi atau

terasing komputer, dan

kekuatan-kekuatan dari sebuah masyarakat teknologis, yang dilambangkan Yang lainnya dan rakitan dislokasi waktu berusaha kembali pada asosiasi yang “lebih manusiawi”. menyalahkan harapan sosial atau politik dari yang terkait dengan Perang Vietnam dan gerakan Hak-Hak Sipil; akan kondisi Kebangsawanan dan barangkali penyesalan yang lebih besar. Yang lainnya lagi menyatakan efek dari kapitalisme dan kebodohan moral dari mereka yang terlibat dalam praktekpraktek pasar yang masih bermasalah dan skema “perdangan dari lain dalam/insider menjadi dan dari sangat harapan trading” hati-hati akan yang membutuhkan prospek rasa dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Selain itu yang terhadap ekonomi global yang tidak selalu didominasi oleh Amerika Serikat tujuan kepastian manusia perusak hidup ekonomi. Terakhir, oleh mereka dari untuk beberapa poin menuju degradasi lingkungan dan kemungkinan eksistensi dari senjata bahwa ditunjukkan masal; “keluar cara keberadaan sepertinya kontrol”

menginginkan keseimbangan dan keamanan ekologis. Semuanya menyadari dan manusia telah sebuah membutuhkan

mengembalikan hidupnya. Dalam berbagai kasus komunitas menjadi sebuah tema dominan dalam kehidupan Amerika. Jika para penulis memfokuskan pada aspek-aspek yang berbeda dari komunitas, karya Jauh Gardner merupakan contoh dari kejelasan dan daya persuasifnya. yang dapat berbeda yang Gardner dari (1991) keluarga struktur umum’ mengejar menyatakan level sampai mediasi bahwa masyarakat, manusia kerja, sistem di dalam mungkin mulai berasal dari asosiasi kelompok penting sebuah dari

memberikan

antara individu dengan masyarakat. Gardner menulis “dalam kita, hukum ‘kebaikan – dapat merupakan berbagai perlindungan dari sistem di mana seluruh jenis manusia – visi kebaikan umum dan pada waktu yang bersamaan menyelesaikan jenis-jenis akomodasi saling menguntungkan yang membuat sistem sosial menjadi lebih hidup dan dapat dijalankan. Permainan sebuah sebuah tetapi kepentingan tujuan bebas” yang saling bertentangan drama Menurut dalam dari kerangka masyarakat ia bersama (1991, kita merupakan 15). juga

Gardner, bahwa

nilai-nilai bersama dari sebuah komunitas sangat penting, menegaskan juga harus bahwa menyadari keutuhan menulis. “Untuk sebuah sebuah mencegah harus peluang iklim keutuhan ada bagi bagi agar tidak menghambat pluralisme, dan untuk mencegah keragaman, sebuah filosofi melibatkan keragaman. Gardner

terbuka

perbedaan

pendapat,

sub-komunitas besar. Untuk

mempertahankan identitas dan bagiannya dalam setting tujuan-tujuan kelompok

55

keragaman tatanan karena untuk koalisi, mediasi. dengan

agar

tidak

merusak

keutuhan,

harus

ada

kelembagaan mengajarkan

dalam menghilangkan kelompok-kelompok resolusi, sebuah

polarisasi, berbeda dan sehat dalam

yang

saling

tahu satu sama lain, untuk membangun merusak negosiasi yang instrumen keberadaan merupakan masyarakat

akan

Tentunya

sendirinya

menyelesaikan konflik” (Gardner, 1991, 16). Menurut Gardner dan yang lainnya, di luar ciri-ciri ini, komunitas didasarkan pada kepedulian, saling percaya dan teamwork, yang disatukan oleh sebuah sistem kuat dan efektif bagi komunikasi dan penyelesaian konflik. Sifat interaktif rekonsiliasi Moss mengomentari dari antara ide komunitas individu ini dalam seorang memberikan dengan mediasi dan kolektif. karya Rosabeth terkenal, awalnya

Kantor,

ahli

manajemen beberapa

mengenai komunitas. Dia menulis “pencarian komunitas juga merupakan sebuah pertanyaan akan arah dan tujuan dalam pelabuhan kemauan kolektif dari kehidupan individu. dapat Investasi menawarkan diri dalam sebuah komunitas, keberterimaan kewenangan dan untuk mendukung kehidupannya identitas, makna personal dan peluang untuk tumbuh dalam term-term prinsip standar dan petunjuk yang oleh para anggotanya Usaha secara dirasakan ini menjadi ungkapan dari kondisinya sendiri” (Kantor, 1972, 1973). sebagian berusaha tergantung memfokuskan pada pada pengembangan hasrat dan serangkaian “lembaga mediasi” yang sehat dan aktif yang simultan

kepentingan penduduk dan memberikan pengalaman yang akan secara lebih baik mempersiapkan penduduk untuk bertindak dalam sistem politik yang lebih pada besar. Seperti bahwa yang dikatakan demokratis oleh Robert Putnam (2000) tradisi penduduk

Amerika

tergantung

keberadaan

yang terlibat secara sipil, aktif dalam seluruh jenis kelompok, asosiasi, dan unit-unit pemerintahan. Keluarga, kelompok kerja, gereja, asosiasi sipil, kelompok-kelompok rumah tangga, sosial klub – organisasi dan bahkan antara Secara relawan, tim dan – kelompokmembantu masyarakat kelompok yang orang konteks dengan dari atletik dengan

menetapkan lebih

hubungan besar.

individu kolektif,

kelompok-kelompok personalnya sipil dalam

kecil ini membentuk sebuah “masyarakat sipil” di mana perlu mengejar kepentingan masalah yang komunitas. dalam Masyarakat jenis tetapi merupakan dan itu

sebuah tempat di mana penduduk bisa saling terlibat satu lainnya dialog bagi personal demokrasi pertimbangan mendalam yang tidak hanya merupakan esensi bangunan Sebagian masyarakat, besar dan sendiri. komentar terkini sipil mengenai gagasan pada kewarganegaraan masyarakat memfokuskan

penurunan keterlibatan penduduk Amerika dalam politik dan pemerintahan. Orang sepertinya kecewa dengan pemerintah, mereka menarik diri dari proses politik, dan mereka menjadi semakin terisolir dari ruang pribadinya. Poling opini publik, misalnya, menunjukkan penurunan tajam dalam kepercayaan orang dalam pemerintahan, khususnya pada level federal. Selama beberapa dekade, the University of

57

Michigan’s respon

Survey

Research

Center

mengumpulan

responskali

warga

Amerika

terhadap

pertanyaan

“Berapa

anda percaya pemerintah di Washington akan melakukan hal yang benar”. Empat puluh tahun yang lalu, lebih dari tiga dari setiap empat warga Amerika menyatakan bahwa mereka percaya kepada pemerintah seperti biasanya atau mereka lebih banyak percaya kepada pemerintah. Saat ini kurang dari satu Tetapi yang lebih Foundation, mengalami sebuah dari empat orang memberikan respons ini. Kepercayaan kepada pemerintah sepertinya sangat rendah. beberapa orang menggagas Mathews sebuah dari bahwa tahun pandangan Kettering meskipun terakhir, yang dalam merasa seimbang. misalnya, sublimasi yang David

menyatakan beberapa oleh dan sipil.

kepentingan penduduk dalam proses politik mungkin telah selama kepentingan ini tidak mati. Matthews (1994) menunjukkan studi disponsori tak berdaya tetapi kewajiban Kettering masuk menemukan lingkaran mendalam perasaan penduduk, terhadap tidak

juga

memiliki

perhatian

Penduduk

frustrasi dan marah bahwa “mereka dipaksa keluar dari sistem politik oleh para kelas politik profesional dari para sebuah pelobi aspek kuat, di politisi mana karena suara uang yang tidak yang 1994, berkuasa, lagi manajer kampanye dan elit media. Mereka melihat sistem sebagai memberikan Mereka Sehingga kontribusi rata-rata tinggi penduduk” berkuasa. 12-15).

melihat sistem dengan pintu-pintunya yang tertutup oleh (Mathews, penduduk merasa terasing. Di sisi lain penduduk masih ingin bertindak. Mereka

bangga dengan masyarakat dan negaranya dan ingin membantu membawa terlibat jangka dalam sebagai perubahan dalam pendek politik sebuah tetapi dan positif. tidak Faktanya beberapa politik yang dan penduduk dalam lihat dapat akar waktunya aktivitas-aktivitas banyak pemilu sistem dalam atau yang partai, dari

menghabiskan

mereka tidak penduduk

tertutup

ditembus,

gerakan ini

berbasis

rumput di dalam keluarga, kelompok kerja dan asosiasi. Aktivitas-aktivitas kewarganegaraan, membentuk ketika laboratorium orang berusaha arena-arena

mencapai hubungan-hubungan baru dan tatanan politik yang lebih besar, hubungan dari dilema-dilema partisipasi yang dimunculkan informasi keterlibatan oleh oleh baru dunia yang modern, ditawarkan tetapi oleh juga diberi dan kemungkinan-kemungkinan aktivisme

kondisi-kondisi

modern (Boyte dan Kari, 1996; Lappe dan DuBois, 1994). Juga terdapat sebuah peran penting bagi pemerintah untuk mendorong bangunan komunitas dan masyarakat sipil. Yang menarik, dan dari diri beberapa modern mereka pemimpin politik peran – Para dan dan dan sipil semakin politik baik progresif bertahan melibatkan mendatangi menyadari sendiri. kemampuan

usaha-usaha dengan

tersebut cara-cara

pemimpin

penduduk

substansial,

melalui teknologi informasi modern maupun alat-alat yang lebih konvensional. Dan para manajer publik menentukan kembali peran mereka terkait dengan keterlibatan penduduk dalam proses pemerintahan (Thomas 1995). Sekali lagi seperti yang dinyatakan oleh King dan Stivers (1998), pemerintah bisa memainkan sebuah peran penting dan kritis

59

dalam menciptakan, membantu dan mendukung hubungan antara penduduk dengan masyarakat atau komunitasnya. Bagaimana administrator dipengaruhi dan mempengaruhi komunitas dan masyarakat sipilnya? Meskipun pertanyaan ini akan terus muncul dalam buku ini, terdapat beberapa komentar umum yang bisa kami munculkan. Pertama, ketika terdapat jaringan interaksi kuat dan level kepercayaan dan kohesi tinggi antar penduduk, administrator publik bisa menggunakan cadangan modal sosial yang ada ini untuk membangun jaringan yang lebih kuat, membuka jalan baru bagi dialog dan perdebatan, dan mendidik penduduk secara lebih jauh dalam yang publik kaitannya demokratis bisa dan modal dengan (Woolum sosial. permasalahan 2000). kontribusi Beberapa Kedua, dalam orang pemerintahan administrator membangun

memberikan

masyarakat

berpendapat saat ini bahwa peran utama dari administrator publik adalah membangun komunitas (Nalbandian 1999). Yang lainnya memainkan dengan berpendapat peran aktif mendorong bahwa dalam administrator meningkatkan penduduk publik modal bisa sosial

keterlibatan

dalam

pembuatan

keputusan publik. Di dasarkan pada pengalamannya dalam melakukan usaha-usaha skala-luas dalam keterlibatan sipil, Joseph Gram dan Linda Chapin menyatakan “penduduk tidak selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan, tetapi melibatkan yang kita mereka lakukan dalam – mempersonalisasikan aktivitas publik menghubungkan administrasi

dengan publik. Dan hubungan ini mendorong pada pemahaman baik bagi penduduk maupun administrator. Dan hubungan ini membawa kita untuk memahami penduduk dan administrator”

(1998, 192). Pemahaman seperti ini memperkaya pemerintah dan komunitas. Humanisme Organisasional dan Administrasi Publik Baru Akar lima dalam teoritis penting para ketiga ahli dari Layanan Publik publik Baru adalah humanisme organisasional. Selama dua puluh tahun terakhir, bahwa administrasi bergabung dengan kolega dalam disiplin-disiplin ilmu lain menyatakan bagi mereka dalam pendekatan-pendekatan sosial perilaku manusia dan hierarkis dalam mereka dan tradisional pandangan bergabung organisasi mengenai sebuah kritik terbatas

birokrasi

pencarian ini

pendekatan-pendekatan alternatif terhadap manajemen dan organisasi. berusaha Secara membentuk kolektif, pendekatan-pendekatan publik yang organisasi tidak

didominasi oleh isu-isu kekuasaan dan kontrol dan lebih perhatian terhadap kebutuhan dan permasalahan konstituen internal dan eksternal. Seperti Dahl dan terhadap halnya para yang penulis, antara lain Dimock, teori Waldo, ketika memberikan menonjol sebuah perbedaan

pandangan

mengenai

administrasi publik, para penulis seperti Chris Argyris dan Robert Golembiewski memberikan pandangan yang berbeda terhadap puluh. praktek pandangan Dalam sebuah menonjol buku dari pemerintahan and organisasional melalui bagian terakhir dari abad kedua awal, Personality Organization, Argyris mengeksplorasi dampak dari praktekmanajemen tradisional terhadap pekembangan psikologis individu di dalam organisasi yang kompleks.

61

Argyris

menyatakan

bahwa

studi

mengenai

kepribadian

manusia menunjukkan bahwa orang yang tumbuh dari bayi sampai dewasa bergerak dari kondisi pasif menuju aktif, dari ketergantungan menuju kebebasan, dari rentang perilaku terbatas menuju rentang yang lebih besar, dari ketertarikan dangkal menuju ketertarikan mendalam, dari perspektif dan dari jangka pendek menuju jangka panjang, dari posisi bawah menuju posisi yang setara atau posisi atas, kurangnya kesadaran apa menuju oleh kesadaran Argyris tinggi dilihat (1975, 50). Sebaliknya yang

sebagai praktek manajemen standar pada waktu itu (dan orang mungkin berpendapat bahwa mereka tidak ada yang berubah saat ini) sepertinya tidak meningkatkan tetapi justru menghambat perkembangan pekerja. Misalnya, di sebagian besar organisasi orang relatif memiliki kontrol kecil terhadap pekerjaannya. Dalam beberapa kasus mereka diyakini tunduk, terikat dan terbatas pada apa yang dapat mereka lakukan. Untuk mendorong pertumbuhan individu serta meningkatkan kinerja organisasi, Argyris menggagas sebuah pendekatan dalam manajemen di mana manajer akan mengembangkan dan menerapkan “keterampilan kesadaran diri, dalam diagnosis efektif, untuk membantu pertumbuhan individu dan menjadi lebih kreatif, dan dalam menghadapi para pekerja yang memiliki ketergantungan besar” (Argyris 1962, 213). Ketika pada untuk karya Argyris yang menuju semakin arah matang, ini ia memfokuskan organisasi cara-cara bergerak dapat digunakan oleh

melalui

program-program perubahan terencana yang dikenal sebagai “Perkembangan organisasi”.

Kita yang ada,

harus yang

memperhatikan diungkapkan Yang pasti

bahwa

ide-ide

Argyris oleh

bertentangan langsung dengan model rasional administrasi dengan pada sangat jelas Herbert Simon. tahun 1973, Argyris

menggunakan halaman-halaman Public Administration Review untuk mengeksplorasi beberapa keterbatasan atau kelemahan dari model rasional (Argyris, 1973). Argyris memulainya dengan menyatakan bahwa model rasional Simon hampir sama dengan teori administratif tradisional, di mana manajemen menentukan tujuan organisasi dan tugas-tugas yang harus dijalankan, hukuman serta memberi – training, semuanya di penghargaan dalam dan kepada pekerja kerangka

struktur piramidal formal di mana kekuasaan mengalir dari atas ke bawah (top down). Yang ditambahkan Simon dalam model ini adalah fokus terhadap perilaku rasional, yaitu, perilaku yang dapat didefinisikan dalam term-term alat dan tujuan. (Sekali lagi dalam pandangan ini, “rasional” tidak terkait dengan konsep filosofi luas seperti kebebasan atau keadilan, tetapi dengan bagaimana orang bisa secara efisien menyelesaikan pekerjaannya di dalam organisasi). memfokuskan terprogram, Dengan pada penekanan dari ini, model yang yang rasional konsisten, memberikan “aktivitas berpikir manusia”

terorganisir

“keunggulan terhadap perilaku yang terkait dengan tujuan” dan menentukan “tujuan tanpa bertanya bagaimana tujuan tersebut dikembangkan” (Argyris 1973, 261). Pandangan ini gagal mengakui rentang utuh dari pengalaman manusia, fakta bahwa orang bertindak secara spontan, bahwa mereka mengalami chaos dan kondisi yang

63

tidak dari

dapat

diprediksi Selain

dalam itu

kehidupannya,

dan

bahwa

mereka bertindak menurut perasaan dan emosi yang jauh rasional. yang karena dalam pertumbuhan ini akan manusia akan merupakan sebuah proses yang tidak sepenuhnya rasional, organisasi mendukung diri” pilihan dari dibangun model tidak pertumbuhan, individu. terhadap perkembangan Model rasional dan “aktualisasimemberikan yang akan organisasi. pada 1973,

perubahan-perubahan (efisiensi) lebih

meningkatkan memperkuat “apakah

rasionalitas status bukan besar quo apa dengan

Perubaan-perubahan tersebut cenderung konservatif, yang memfokuskan (Argyris itu, kemungkinannya”

261). Berbeda dengan pandangan ini, Argyris memunculkan perhatian terhadap “moralitas individu, otentisitas, (dan) aktualisasi-diri manusia” yang terkait dengan “sisi wirausaha manusia” (253). Dalam perkembangan oleh Robert Management dengan bahwa bidang administrasi (OD) telah Dalam publik, banyak karya perspektif dieksplorasi awal, Men, Golembiewski kontrol organisasi and

Golembewski. Morality pada

(1967),

mengembangkan sebuah kritik teori organisasi tradisional, penekanannya kekuasaan top-down, hierarkis, dan prosedur operasi standar, yang menyatakan pendekatan-pendekatan terhadap postur mengenai mencari pertanyaan Golembiewski tersebut moral kebebasan sebuah mencerminkan dari individu, individu. cara untuk ketidakpekaan khususnya Sebaliknya

“memperluas area diskresi yang terbuka bagi kita dalam mengorganisir dan meningkatkan kebebasan individu” (1967,

305).

Menindaklanjuti manajer

perspektif sebuah

OD,

Golembiewski penanganan

mendorong

menciptakan

iklim

masalah terbuka melalui organisasi sehingga para anggota bisa menyelesaikan masalah, dan bukan menentangnya. Dia mendorong mereka membangun rasa percaya antar individu dan kelompok yang ada di dalam organisasi untuk menambah atau mengganti kewenangan dari peran atau status dengan kewenangan pengetahuan dan kompetensi. Dia menyatakan bahwa tanggung jawab pembuatan keputusan dan penangananmasalah harus ditempatkan sedekat mungkin dengan sumber informasi untuk membuat kompetisi bisa memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan kerja yang bertentangan dengan kompetisi menang-kalah. Dia menyatakan bahwa ide tersebut individu organisasi organisasi. adalah dengan dan untuk unit memaksimalkan yang tugasnya serta bekerja kolaborasi independen antar dan

mengembangkan siswa reward yang menyadari pencapaian misi pertumbuhan harus perkembangan untuk anggota Manajer meningkatkan

kondisi ketika konflik muncul ke permukaan dan dikelola secara tepat dan positif, dan meningkatkan kesadaran dari proses kelompok dan konsekuensinya bagi kinerja (Denhardt 1999, 405). Yang menarik, Golemblewski, seperti halnya Argyris, membedakan kritik pandangannya model yang lebih humanistis dari organisasi dengan model pilihan rasional, melalui sebuah terhadap sebuah pilihan publik. Golembiewski yang bahkan tidak juga terlebih dulu menyatakan bahwa asumsi rasionalitas klasik merupakan konstruk (sebuah metodologis poin yang mencerminkan realitas

65

diakui oleh para ahli pilihan publik). Orang tidak selalu bertindak Untuk oleh rasional atau teori mendekati pilihan mengenai perilaku rasional. mendasarkan proposisi terhadap bagaimana secara asumsi-asumsi orang akan

yang mereka miliki memiliki arti bahwa orang dibatasi logis berperilaku pertimbangan dipertimbangkan manusia secara jika mereka bertindak rasional. harus perilaku orang

Menurut Golembiewski, pandangan seperti itu mengabaikan politik dalam atau emosional Atau yang mungkin mengembangkan teori

komprehensif.

menyimpulkan dengan Norton Long bahwa para ahli pilihan publik berargumen dengan logika yang elegan dan tanpa cela mengenai kuda terbang” (dicuplik dalam Golembiewski, 1977, 1942). Kontribusi organisasi diberikan dikenal dasarnya yang oleh sebagai penting lebih sekelompok lain humanis ahli terhadap dalam yang publik secara Baru, yang konstruksi publik kolektif yang pada menentang sektor

Administrasi

Publik

merupakan

administrasi

gerakan radikal pada akhir tahun 60-an atau 70-an dalam masyarakat secara umum dan dalam disiplin ilmu sosial lainnya. Meskipun Administrasi Publik Baru tidak pernah merupakan gerakan yang dengan yang sering sangat kali koheren, memiliki Publik dengan perbedaan menjadi selama kontributornya yang isu terkait humanisme itu

substansial antara yang satu dengan yang lainnya, ide-ide Administrasi Baru ahli sangat penting untuk diingat. Yang jelas terkait dengan organisasional, keutuhan beberapa untuk periode menekankan mengeksplorasi

alternatif-alternatif bagi model top-down hierarkis dari organisasi birokratis. Kita harus perhatikan bahwa Administrasi Publik Baru memberikan kontribusi sudut pandang lain terhadap diskusi mainstream peran yang mengenai lebih administrasi aktif dalam publik. Secara khusus muncul sebuah argumen agar administrator memainkan sebuah pengembangan kebijakan dari publik dibandingkan sebelumnya, karena kompleksitas dari masalah-masalah kontemporer membutuhkan keahlian administrator yang terlatih secara profesional dan ahli teknis terkaitnya, dan karena “harus ada orang yang mau menghadapi tantangan”. Bahkan terdapat pengakuan dan diskusi yang lebih eksplisit mengenai peran dari nilai dalam administrasi publik. Misalnya, George Frederickson dalam New Public sosial dapat Administration sebagai menyatakan atas nama dalam kesetaraan negeri konsep pembimbing dan

pembuatan keputusan administratif dan politik. “Pegawai harus mengembangkan mempertahankan kriteria dan ukuran kesetaraan dan memahami dampak dari layanan publik terhadap martabat dan kebaikan penduduk” (1980,46). Esensinya memberikan solusi yang setara terhadap masalah publik tidak hanya melibatkan penawaran layanan yang sama kepada seluruh level layanan yang lebih besar publik kepada itu mereka tidak yang berada dan dalam kebutuhan tidak juga yang lebih besar. Frederickson menyatakan bahwa administrasi netral dan hendaknya dinilai harus melalui kriteria efisiensinya saja. Tetapi konsep seperti kesetaraan, kesamaan responsivitas memiliki peran.

67

Administrasi Publik Post-Modern Sebuah akar teoritis penting keempat dari Manajemen Publik Baru adalah postmodernisme. Pada akhir tahun 60 dan awal tahun 70-an, para ahli dalam administrasi publik mulai mengeksplorasi pemerolehan mainstream ini adalah secara dari ide lebih kritis pendekatan model bagi publik Dasar terhadap rasional eksplorasi pengetahuan bahwa yang mendasari

administrasi.

administrasi

mainstream seperti ilmu sosial lainnya, menjadi terikat pada pendekatan tertentu dalam pemerolehan pengetahuan – positivisme – dan penekatan ini secara kabur dan dramatis membatasi rentang berpikir di lapangan. Sederhananya, pendekatan positivist menyatakan bahwa ilmu sosial dapat dipahami dengan menggunakan pendekatan yang sama, yang diterapkan dalam ilmu alam. Dalam pandangan ini, faktafakta kehidupan dari sosial nilai; atau organisasional adalah bisa dipisahkan peran sains memfokuskan

pada fakta, bukan nilai. Fakta-fakta dapat diamati dan diukur seperti halnya perilaku elemen fisik atau kimia dapat diukur. Sebaliknya konsep dan teori dapat dibangun dengan didasarkan pada observasi “perilaku manifestasi” ini. Pendekatan positivist diakui sebagai dasar dari model administrasi rasional Simon dan mendominasi aspekaspek lain dari studi administrasi publik, khususnya ilmu kebijakan. Para bahwa kritikus terhadap pandangan ini menyatakan tidak yang mengamati perilaku anda manusia mungkin “dari luar” manusia

memberikan pemahaman yang banyak mengenai makna tindakan manusia. Misalnya, melihat

berjalan banyak

melewati

hutan, yang

tetapi

anda

akan

tahu

lebih dia

mengenai

apa

terjadi

jika

anda

tahu

adalah seorang kriminal yang melarikan diri dari sherif. Dan dalam kehidupan sosial, fakta dan nilai sangat sulit dipisahkan dan dalam beberapa kasus nilai lebih penting dibandingkan fakta dalam memahami tindakan manusia. Karena perilaku manusia berbeda dari waktu ke waktu dan dari kultur ke kultur, akan mustahil merumuskan jenis pernyataan seperti-hukum serupa yang ingin dicari oleh sains. Selain itu, mendeskripsikan tindakan manusia dalam term observasi “obyektif” dan “hubungan seperti hukum” gagal Di memahami satu komponen-komponen para kritikus nonrasional menyatakan dari bahwa pengalaman manusia – intuisi, emosi dan perasaan. sisi, pada menuju sisi ketergantungan kecenderungan publik. Di model positivist dan memperkuat

obyektifikasi mereka

depersonalisasi bahwa

yang menjadi bagian dari model mainstream administrasi lain, juga menyatakan bergantung pada positivisme saja tidak akan memberikan pemahaman utuh mengenai makna dan nilai yang merupakan bagian dari kehidupan para ahli manusia. berpindah Dalam dari pencarian pendekatanm alternatif,

interpretatif menuju pemerolehan pengetahuan, pendekatan yang memfokuskan pada pemahaman makna yang dibawa orang dalam pengalamannya, kritis-nilai khususnya dari pengalaman yang yang juga dimiliki oleh orang lain. Yang lainnya berpindah dari pengujian kekuatan mendasari pengalaman manusia, khususnya kekuatan dari kekuasaan dan dominasi yang menyimpang dari komunikasi antar manusia.

69

Melalui

pendekatan

ini

para

ahli

ingin

membangun studi dan

pendekatan-pendekatan

alternatif

terhadap

praktek administrasi publik, alternatif-alternatif yang lebih peka terhadap nilai (bukan hanya fakta), terhadap makna manusia obyektif (bukan hanya perilaku obyektif) dan rentang emosi dan perasaan utuh dalam hubungan antar manusia. Meskipun masalah yang yang postmodernisme kita hadapi memegang itu saat sangat ini kompleks dan beragam, sebagian besar modernis berpendapat bahwa sebuah adalah hilangnya serta kemampuan kita untuk mengatakan apa yang nyata. Mereka sebelumnya “pandangan dunia” “penjelasan ilmiah” yang bekerja di masa lalu, mengalami kerusakan fatal yang sebagian besar terkait dengan fakta bahwa penjelasan ini merupakan produk dari tempat dan waktu tertentu dan hanya bisa melihat dunia dari sudut pandang unik. Jika kita menciptakan dunia melalui bahasa dan interaksi kita, maka pasti akan muncul batasanbatasan mengenai apa yang bisa dinyatakan sebagai “riil”. Bahkan situasinya menjadi semakin rumit karena dunia simbolisme yang luas dan membingungkan semakin mendominasi pemikiran dan perasaan kita. Misalnya , dalam komersial televisi, seks digunakan untuk menjual mobil dan kodok digunakan untuk menjual bir. Komunikasi terjadi satu arah. Para Kita ahli sebagai pemirsa pasif tidak yang memiliki kesempatan untuk berbicara ulang. administrasi publik menerapkan perspektif postmodern sangat kritis terhadap posisi yang sangat jelas dengan rasionalisme (khususnya teori pilihan

rasional berbasis-pasar) dan keahlian teknokratis. “Dalam birokrasi, dunia tindakan sosial yang kuat ditampilkan oleh dunia tindakan yang terorganisir secara rasional. Kepatuhan terhadap rutinitas komando hierarkis mendahului hubungan empatik dengan yang lainnya... Dalam komunikasi monologis peluang menetapkan dilakukan. postmodern muncul Ide tidak ada tempat dalam para dan pulang-pergi, perjuangan apa ahli tidak yang terhadap ada dalam harus publik ide untuk terlibat verbal

masalah memiliki

memutuskan

Sebaliknya

administrasi

komitmen

sentral

“wacana”, gagasan bahwa masalah-masalah publik cenderung melalui wacana dibandingkan melihat melalui pengukuran dan “obyektif” atau analisis rasional (McSwite 1997, 377). tentang wacana otentik administrator penduduk saling terlibat sepenuhnya, bukan hanya sebagai individu yang memiliki kepentingan-diri secara rasional yang dipertemukan dalam untuk berbicara, tetapi mereka sebagai saling partisipan sebuah hubungan ketika

terlibat sebagai manusia. Proses negosiasi dan bangunan konsensus yang dihasilkan merupakan sebuah proses di mana seluruh orang saling terlibat ketika mereka melibatkan diri mereka, yang sepenuhnya merangkul seluruh aspek dari kepribadian manusia, bukan hanya rasional, tetapi eksperiensial, intuitif dan emosional. Tetapi perubahan tersebut sangat sulit dilakukan dan menuntut kepada kita untuk memahami pada (1) bagaimana dan (2) bisa bertindak sampai tanpa pada bergantung alasan bagaimana

tuntutan-tuntutan dengan ide mengenai hal lain.

71

Layanan Publik Baru Para ahli kewarganegaraan, komunitas dan masyarakat sipil, humanisme organisasional dan administrasi publik baru serta postmodernisme Publik membantu menetapkan kami sebuah mengakui dalam iklim di mana akan masuk akal saat ini untuk berbicara mengenai perbedaan Layanan ini, Baru. Meskipun bahkan terdapat perbedaan besar

berbagai sudut pandang ini, kami meyakini juga terdapat persamaan-persamaan yang membedakan kelompok-kelompok ide yang kita sebut sebagai Administrasi Publik Baru dari mereka yang terkait dengan Manajemen Publik Baru dan Administrasi Publik Lama. Selain itu, terdapat sejumlah pelajaran praktis yang digagas oleh Layanan pada diri mereka yang ini lalu ada dalam Pelajaran-pelajaran tersebut di sini, tidak eksklusif, satu Publik Baru publik. sangat secara administrasi tetapi satu

menguatkan. Kami akan menjelaskan secara singkat ide-ide membahas per lebih detil dalam tujuh bab berikutnya. Di antara ide-ide tersebut, yang paling menarik adalah sebagai berikut: 1. Melayani Penduduk, bersama, Sehingga terhadap pada bukan bukan pegawai tuntutan Konsumen. kumpulan negeri Kepentingan kepentingan tidak hanya tetapi saling publik merupakan hasil dari sebuah dialog mengenai nilai-nilai individu. merespons memfokuskan (Bab 3). 2. Mencari Kepentingan Publik. Administrator harus memberikan kontribusi terhadap pembangunan gagasan

“konsumen”, hubungan

pengembangan

percaya dan kolaborasi dengan dan antar penduduk

kolektif bersama dari kepentingan publik. Tujuannya bukan untuk menemukan solusi tepat yang didorong oleh pilihan-pilihan dari individu. dan dari baik Tetapi merupakan jawab penciptaan 3. Menilai kepentingan lebih lebih tanggung

bersama (Bab 4). penduduk publik kewirausahaan: oleh Kepentingan memberikan dikembangkan kepada

pegawai negeri dan penduduk yang berkomitmen untuk kontribusi oleh bermakna masyarakat yang dibandingkan (Bab 5). 4. Berpikir Strategis, Bertindak Demokratis: Kebijakan dan program yang memenuhi kebutuhan publik bisa dicapai dengan paling efektif melalui usaha-usaha kolektif dan proses kolaboratif (Bab 6). 5. Menyadari Bahwa Akuntabilitas itu Tidak Sederhana: Pegawai memenuhi negeri hukum nilai harus perhatian mereka lebih juga dari harus dan politik, perhatiannya terhadap pasar; manajer kewirausahaan

bertindak seolah-olah uang publik adalah miliknya

perundang-undangan komunitas, norma

konstitusional, 7). 6. Melayani, menggunakan kepentingan mengontrol baru (Bab 8). bukan

standar profesional dan kepentingan penduduk (Bab Menyetir: Pegawai negeri harus bersama berusaha arah

kepemimpinan bersamanya, atau menyetir

berbasis-nilai dan tidak

dalam membantu penduduk mengungkapkan dan memenuhi masyarakat menuju

73

7. Menilai mereka jangka

Orang,

bukan

Hanya cenderung dijalankan

Produktivitasnya: berhasil melalui dalam proses

Organisasi publik dan jaringan yang menjadi tempat berpartisipasi panjang jika

kolaborasi dan kepemimpinan bersama yang didasarkan pada penghargaan terhadap semua orang (Bab 9).

BAB 3 MELAYANI WARGA NEGARA, BUKAN KONSUMEN Layanilah publik karena pada warga negara, dari bukan konsumen. tentang tidak dan Kepentingan nilai-nilai semata-mata kolaborasi

adalah itu,

hasil pegawai

dialog

bersama bukan agregasi kepentingan-diri individual. Oleh pemerintah merespons permintaan “konsumen”, namun lebih memfokuskan pembangunan hubungan kepercayaan dengan dan di antara warga negara. Layanan Publik Baru tentu saja dimulai dengan konsep layanan publik. Namun ide layanan publik sangat terkait dengan responsibilitas kewarganegaraan demokratis. Menurut apa yang dikatakan oleh Benjamin Barber, “Layanan untuk negara adalah sebuah tugas pria dan wanita merdeka yang kebebasannya seluruhnya bergantung pada dan hanya dapat hidup melalui asumsi-asumsi tanggung jawab politik. Dalam tradisi ini, layanan adalah sesuatu yang kami perlihatkan kepada diri sendiri atau bagian dari diri kita sendiri yang melekat pada komunitas sipil” (Barber 1998, 195). Layanan publik berasal dari kebaikan sipil atas tugas dan tanggung jawab. Ide waktu. dalam layanan publik adalah bervariasi komitmen itu, sepanjang negara antara Dalam layanan beberapa lainnya. periode, Selain warga

terhadap layanan publik adalah jauh lebih kuat daripada hubungan pegawai pemerintah dan publik dicirikan dalam beberapa hal berbeda sepanjang waktu. Dalam Bab ini, kami lebih dahulu akan mereview beberapa aspek penting

75

kewarganegaraan demokratis, kemudian membahas pandanganpandangan layanan publik berbeda yang berkaitan dengan kewarganegaraan. Kami akan menguji interpretasi khusus layanan publik dalam Administrasi Publik Lama, Manajemen Publik Baru, dan Layanan Publik Baru. Kami sejak awal telah memperlihatkan sebuah perbedaan antara definisi legal kewarganegaraan dan apa yang kami sebut sebagai definisi etis kewarganegaraan – kewarganegaraan terkait dengan sifat keanggotaan seseorang dalam sebuah komunitas politik, termasuk isu-isu seperti hak dan tanggung jawab warga etis negara. Kami akan memfokuskan dalam tentang pada interpretasi ini, (2) bagaimana kewarganegaraan, beberapa bahkan bisa pembahasan (1)

terdapat “teori”

pertanyaan

kewarganegaraan

diformulasikan,

bagaimana masyarakat modern membentuk dan – kami dapat mengatakan – membatasi peran warga negara, dan (3) apakah terdapat dasar pemikiran dan harapan untuk membangun keterlibatan warga negara secara lebih aktif dalam proses penyelenggaraan pemerintahan. Dalam bagian ini, kami akan secara ringkas menguji masing-masing topik tersebut. Teori-Teori Kewarganegaraan Beberapa pada filosofi konsep usaha untuk memahami peran dan tanggung yang jawab yang tepat warga negara dapat ditemukan kembali Yunani kuno. Teoretikus dalam politik bernama J.G.A. Pocock pada kenyataannya menunjukkan bahwa sejarah kewarganegaraan pemikiran politik Barat dapat dipandang sebagai “dialog yang belum selesai” antara yang ideal dan yang riil dan antara orang dan

benda klasik

(Pocock, mengenai

1995,

42).

Menurut

Pocock,

penjelasan

kewarganegaraan. pandangan ini,

Yang

mengekspresikan negara turut

“yang ideal”, pertama kali dikembangkan dalam Politics Aristotle. Menurut warga serta dalam penelitian polis sebab individu bisa mencapai humanitas terpenuhnya (bagi Aristotle, ini hanya adalah “his/nya”). sosial dan Karena manusia yang adalah orang yang dengan aktif, tujuan bermoral, berhubungan

hidup, mereka berusaha untuk mencapai tujuan tinggi dan harus terlibat dalam determinasi-diri. “Oleh karena itu, warga negara mengatur dan diatur; warga negara bergabung satu sama lain dalam membuat keputusan di mana masingmasing pengambil keputusan menghormati otoritas lainnya dan semuanya bergabung dalam mematuhi beberapa keputusan yang mereka buat” (Pocock, 1995, 31). Warga negara lebih berhubungan dengan “tujuan” yang dicapai dalam kehidupan sosial; mereka kurang memperhatikan “alat” industri atau produksi. warga dinilai Kewarganegaraan harus dipandang tujuan yang sebagai itu aktivitas Ini instrumental (cara untuk mencapai tujuan). Agar aktif, negara menjadi sendiri. karena kebebasan diperoleh dengan

berpartisipasi dalam pekerjaan pemerintahan. Terdapat pandangan alternatif, pandangan yang Pocock lacak pada ahli hukum sebuah Roma yang bernama Gaius, yang bergerak legal, dari yang konsep dunia warga orang, adalah negara sebagai dan yang

keberadaan political ke warga negara sebagai keberadaan eksis dalam tindakan, konsep sesuatu/benda. Konsep “sesuatu”

membuat sebuah perbedaan. Warga negara Aristotle tentu

77

saja,

berkaitan Yang adalah

dengan sangat

sesuatu

(seperti

tanah

atau negara sama

perdagangan), namun mereka tidak bertindak melalui medium sesuatu. Aristotle bertentangan, yang “warga orang-orang bertindak satu

lain, sehingga kehidupan aktifnya adalah bersifat moral” (Pocock, 1995, 34). Bagi karena terfokus apa yang Gaius, pada orang-orang dan dan pada dasarnya besar bertindak tindakannya kepemilikan regulasi. ada sesuatu, sebagian

pengambilan

pertahanan terhadap

sesuatu. Perselisihan yang dihasilkan atas sesuatu adalah menimbulkan sesuatu dan kebutuhan kedua Individu sebagai warga negara lebih dahulu terkait dengan kepemilikan dengan tindakan-tindakan legal yang diambil dengan menghubungkan sesuatu itu – otorisasi, alat pembawa, litigasi, dan lain sebagainya. Menurut dan terkait pandangan tentu dengan ini, dunia sesuatu menjadi suatu realitas, medium di mana manusia menghidupi kehidupannya, saja mendefinisikan khusus, kehidupannya. hak-hak Kewarganegaraan menjadi sebuah status legal, status yang “hak-hak” khususnya properti, namun bukan menjadi status moral atau politik. “warga negara Yunani melangkah di luar dunia sesuatu ke dalam yang dunia dunia interaksi pada dan juga personal, hukum dunia dunia dan orang perbuatan rajanya, dan dan tetap perkataan, pembicaraan dan peperangan. Warga negara Roma, bergantung sesuatu, Jean-Jacques diperingatkan oleh formula Gaian bahwa ia tinggal dalam tindakan.” tradisi (Pocock, 1995, 40). Rousseau, yang mengikuti

Aristotelian, pada dasarnya

mendefinisikan warga negara

sebagai seseorang yang bertindak demi kebaikan komunitas. Kewarganegaraan adalah pola hidup yang meliputi sebuah komitmen terhadap sebuah diri komunitas level dan terhadap anggotadalam anggotanya, kepentingan sebagai keterlibatan di signifikan

urusan publik, dan keinginan berkala untuk menempatkan seseorang diri yang bawah kepentingan dengan benar” masyarakat luas, apa yang Alexis de Tocqueville sebut “kepentingan dipahami (Tocqueville, 1969, 526-27). Lainnya, seperti John Start Mill, juga memimpikan partisipasi warga negara sebagai sebuah komponen yang pada di yang Mill diperlukan nyatakan, pemerintah “pemerintah yang demokratis. yang baik dari (Mill Sebagaimana bergantung masyarakat

kualitas

manusia

terdiri

mana legal,

pemerintahan yang kerap

diselenggarakan” kali Sesuai bersifat dengan

1862, II, 2). Tradisi Konstitusi legalisme pemerintah skeptis tradisi terhadap dilusi pembuat yang hak hanya ini, terhadap partisipasi publik, dipertahankan dalam tulisan Amerika dan dengan Serikat. yurisprudensi, seseorang waktu sangat atau yang ayah bisa pendiri teliti mengatakan para menciptakan

perhatian

keseimbangan,atau pemerintah. Konstitusi dibuat pilih oleh sangat Pada merasa massa

kekuasaan , supaya bisa memproteksi publik dari tirani bersamaan, dengan Untuk “warga untuk curiga rakyat. Konsep cukup peraturan alasan negara”

dibatasi.

dimiliki oleh pemilik tanah pria, yang dipercaya bisa memiliki pengetahuan yang berpartisipasi

79

melalui pemilihan dan layanan publik. James Madison sangat memperhatikan gagasan tindakan warga negara. Beliau percaya bahwa di baru antara adalah “ketidakberuntungan terbesar” Republik

“ketidakstabilan dan ketidakadilan yang spirit ternodai oleh administrasi publik kami” (Madison, 1787/1987, #10, 1). Bagi Madison, baik beberapa yang golongan mayoritas adalah maupun “beberapa minoritas warga negara,

keseluruhan, yang bersatu dan digerakkan oleh beberapa impuls keinginan bersama, atau kepentingan komunitas yang berlawanan” sangat memimpin manusia, (#10, 1). Thomas yang kekuasaan di sisi lain, Jefferson dalam of yang antara mempertahankan pemerintah, bahwa memperoleh keterlibatan warga negara di

menulis dari

Declaration persetujuan

Independence

“Pemerintah

dilembagakan

diperintah” (Declaration of Indeendence 1776/1970). Dan perdebatan itu tetap saja berlangsung. Selama sistem konstitusional Amerika Serikat tidak benar-benar mendukung keidealan demokratis, yang memiliki fokus legalistik yang didesain untuk memproteksi pemerintah dari gangguan berlebihan dari warga negara, terdapat komitmen informal yang kuat terhadap cita-cita demokratis. warga Arahan negara Sebagai di nilai abstrak, konsep partisipasi sempurna. mempengaruhi diterima sebagai kebaikan yang

Lincoln

Gettysburg

Address

sentimen dalam frase terkenal “pemerintah rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Jadi, terdapat nilai yang kuat dan eksplisit yang ditempatkan pada peran warga negara dalam ideologi Amerika.

Lebih kuat

lanjut,

orang

Amerika sesuai

memiliki dengan

tradsi

yang

untuk

bertindak demokratis.

cita-cita sejarah dengan yang anti-

kewarganegaraan “Dari

Dengan

meringkas awal

keterlibatan sipil dalam abad ini, Terry Cooper menulis, tradisi-kovenantal pengalaman perhatian penetapan yang dan komunal Puritan bentuk-bentuk pemerintahan partisipatif; pertemuan kota Inggris; federalis; prinsip,dan atas pembentukan Tocqueville; kooperatif memberikan etis legal ini yang asosiasi, pemikiran daerah mempengaruhi

perbatasan, terhadap dengan dan dan

terdapat serangkaian nilai, adat istiadat, kepercayaan, teori substansi bertentangan lebih yang kewarganegaraan etis” (1991, 10). Tradisi yang kuat ini kewarganegaraan basis awal untuk kami pendekatan-pendekatan memberikan Sejak perbedaan melebihi lebih dapat formal, aktif

kewarganegaraan telah sebuah ke

terlibat dalam negara ini. memperlihatkan perspektif kepentingan sebuah tentang yang yang dengan antara

penyelenggaraan pemerintahan di mana warga negara melihat kepentingan-diri dan publik besar, membuat penyelenggaraan pilihan yang Apa pemerintahan konsisten yang

pemerintahnya eksis untuk memastikan bahwa warga negara beberapa kepetingan-dirinya dengan menjamin prosedur-prosedur sekarang

khusus dan hak-hak individuil.

menjadi jelas yakni beberapa teori kewarganegaraan adalah berbeda dalam hal yang sama. Cita-cita demokratis dari orang-orang yang terlibat aktif dalam pekerjaan komunitas atau negara, yang memberikan keuntungan kepada masyarakat

81

dan dirinya sendiri selama mereka menjadi manusia yang lebih hak sempurna legal, melalui yang terhadap dan keterlibatannya terbentuk sesuatu untuk maupun dalam sistem politik, bertentangan dengan dunia yurisprudensi dan hakbaik kami memproteksi kepemilikan dengan dan kepentingan berlaku mungkin

kami. Dalam Bab ini, kami berargumen bahwa pandangan yang dalam politik administrasi besar bagi terkait kepentingan-diri, memiliki namun kemunculan spirit demokratis

keuntungan

masyarakat

bagi anggota-anggotanya. Peran Warga Negara Yang baru ini disayangkan, dipenuhi dan berargumen kekuasaan”, cita-cita dengan bahwa yang kewarganegaraan Robert dari barumeningkatnya kebanyakan terkait kekuasaan, Pranger, apa yang

profesionalisme, misalnya, “politik dalam atau warga

kompleksitas.

diistilahkan sebagai “politik” saat ini sebenarnya adalah dengan aktivitasini aktivitas pemimpin, pejabat, dan pemegang kekuasaan lain masyarakat. “politik negara Pranger membandingkan Dalam dalam orientasi dengan sebuah alternatif, yakni politik kewarganegaraan partisipasi”. biasa terlibat arah politik dialog dan seperti partisipasi, dan wacana bertindak prinsip-

(diskursi) berdasarkan

mengenai pada

masyarakat oral

prinsip-prinsip

prinsip yang berhubungan dengan istilah “kebaikan sipil”. Perbedaan yang sama dibuat antara pandangan tinggi dan rendah mengenai kewarganegaraan. yang terkait Definisi tinggi kewarganegaraan, dengan penulis-penulis

seperti warga

Aristotle, luas negara

Rousseau, dan

dan

Mill, dalam yang

mengasumsikan dan memandang dengan pelaksanaan

distribusi otoritas.

kekuasaan sebagai

otoritas

pembagian rendah,

Kewarganegaraan

terkait

nama-nama seperti Thomas Hobbes atau elitis demokratis kontemporer, mengasumsikan distribusi hierarkis otoritas, dengan kekuasaan terbesar yang dipegang oleh orang-orang yang berada “di posisi tertinggi” dan kekuasan kecil yang dilaksanakan oleh orang lain (Cooper, 1991, 5). Dalam masing-masing Amerika untuk kasus, nampaklah “politik “politik berargumen bahwa dalam – masyarakat atau tidak atau modern, meniadakan Carole Pateman partisipasi” mungkin partisipasi” bahwa

“kewarganegaraan

tinggi”

mendominasi

kewarganegaraan tinggi”, namun untuk kerugiannya. teori-teori kewarganegaraan “rendah” tersebut menjadi pemenuhan-diri. Beliau diganggu oleh adanya fakta bahwa kebanyakan teori kontemporer atau bahwa tidak “terpusat kualitas pada partisipasi politikkan ‘rakyat’, kualitas adalah nonkurang sebagai pengembangan “dalam relevan

yang diperlukan dalam individu biasa”. Beliau menyatakan teori elit manusia demokrasi minoritas biasa kontemporer, yang yang krusial apatis yang ini dan yang partisipasi partisipasi memiliki

rasa

efiksasi

politik

dianggap

pertahanan utama terhadap instabilitas” (Pateman, 1970, 104). Beliau menunjukkan bahwa setting institusional saat ini adalah bermusuhan dengan partisipasi warga negara, pengembangan negara, yang “karakter beliau demokratis” adalah di antara warga untuk tunjukkan diperlukan

83

partisipasi, digagalkan dalam sistem terbaru. Untuk umumnya alasan apapun, penurunan, sebagaimana setidaknya yang ketika telah diukur disebutkan sejak awal, partisipasi politik saat ini pada mengalami dalam terma keterlibatan formal, seperti pemilihan atau menghadiri pertemuan. Pada saat yang sama, kepercayaan pada pemerintah sangat mengalami merasa penurunan tentang dan cara orang-orang dan motif nampaknya sinis

politisi. Kesenjangan antara pemimpin dan warga negara nampaknya lebih besar daripada sebelumnya. Menurut fakta, Barber menunjukkan sebuah ironi bahwa selama demokrasi memerlukan yang penuh kepemimpinan semangat, pada yang kuat dan kewarganegaraan kuat itu, kepemimpinan yang akan

khususnya ketika ini terkait dengan pelaksanaan kekuasaan manifes, kenyataannya aktif pemerintah “para sebagai opini ahli”. sesuatu warga juga meruntuhkan oleh ahli untuk akan tidak saja, menjadi kewarganegaraan partisipatif yang lebih aktif (1998). Kewarganegaraan profesionalisasi dependensinya pada digembor-gemborkan modern, dan beberapa diperlemah dan Selama yang negara saran meningkatkan esensial biasa

memecahkan beberapa masalah yang dihadapi oleh pemerintah didevaluasi. Di bawah keadaan seperti itu, para pejabat administrator kejelasan mungkin dan akan cenderung Tentu itu memperdulikan pandangan yang mereka tolak selama kurang memiliki kecanggihan. semacam mendengarkan pandangan-pandangan

“gangguan” yang akan menghambat pemecahan masalah-masalah teknis yang pemecahannya dilatih oleh para ahli. Lebih

lanjut, warga negara biasa sendiri akan dipenuhi oleh kerumitan masalah-masalah dan merasakan bahwa mereka tidak memiliki apapun untuk dikontribusikan – meskipun “pemahaman”-nya mungkin akan sangat berguna. Terakhir, kompleksitas masyarakat saat ini membuat keterlibatan sipil menjadi sulit. Tekanan-tekanan dalam membuat anak-anak hidup dan menjadi dewasa dan memenuhi semua tuntutan lain kehidupan modern berarti bahwa kebanyakan orang merasakan bahwa mereka tidak memiliki cukup energi untuk berpolitik. Keterlibatan dalam ruang lingkup publik orang waktu tentu tidak yang saja membutuhkan bahwa waktu, mereka dan DP kebanyakan mencurahkan merasakan

diperlukannya

untuk

membuat

demokrasi itu berjalan dengan lancar. Pembangunan Keterlibatan Warga Negara Untuk alasan-alasan yang jelas, kami mengharapkan level tinggi partisipasi publik dalam sebuah masyarakat demokratis. Semua alasan tersebut didasarkan pada gagasan demokrasi dijalankan yang meliputi dengan aturan orang-orang yang sesuai nilai-nilai demokratis

fundamental. Alasan pertama adalah kepercayaan kami bahwa melalui partisipasi aktif, kami dapat mencapai outcome politik terbaik, outcome yang mencerminkan keputusan luas orang-orang secara menyeluruh atau mempertimbangkan keputusan kelompok khusus dan sesuai dengan norma-norma demokrasi. Kedua, melalui partisipasi, kami bisa memenuhi apa yang Thompson sebut sebagai tujuan demokratis, “untuk mencapai beberapa aturan dan keputusan yang memenuhi

85

kepentingan jumlah warga negara terbesar” (Thompson, 190, 184). Melalui partisipasi publik luas dalam urusan sipil, warga negara dapat membantu memastikan bahwa kepentingan individu dan kolektif dapat didengar dan direspons oleh para pejabat pemerintah. Selain itu, mereka dapat mencegah para penguasa untuk melanggar kepentingan warga negara. Ketiga, partisipasi demokratis dapat mempertinggi legitimasi keputusan pemerintah. tersebut dan Orang-orang yang terlibat yang dalam membuat keputusan kemungkinan besar mendukung keputusanlembaga-lembaga terlibat dalam membuat dan menjalankan keputusan tersebut. Ide tersebut, bersama-sama dengan apa yang disebut Emmett S. Redford (1969) sebagai “moralitas demokratis”, sebuah ekspresi cita-cita demokratis yang bersandar pada tiga premis. Pertama, moralitas demokratis mengasumsikan bahwa individu adalah ukuran dasar nilai manusia. Sistem sosial dan politik kami hanya dapat dianggap berhasil sejauh sistem itu bisa mempromosikan realisasi potensi terpenuh individu. bahwa melalui Kedua, moralitas semua demokratis dapat dalam orang mengasumsikan dipromosikan klaim-klaim keterlibatan individu

proses pengambilan keputusan dan partisipasi itu bukan hanya merupakan nilai instrumental, namun sangat penting untuk pengembangan kewarganegaraan demokratis. Cita-cita partisipasi universal mungkin mengambil berbagai bentuk; namun Redford menunjukkan beberapa sesuatu mendasar: “Di antara hal-hal tersebut adalah (1) akses ke informasi, berdasarkan bebas, dan pendidikan, diskusi pemerintah (2) terbuka, akses, komunikasi langsung terbuka; baik

maupun tidak langsung, ke forum diskusi; (3) kemampuan untuk membuka isu ke diskusi publik; (4) kemampuan untuk menegaskan klaim-klaim seseorang tanpa takut terhadap pembalasan koersif; dan (5) pertimbangan semua klaim yang ditegaskan” (1969, 8). Melalui dan proses-proses Namun semacam apa yang itu, para penyokong dimaksud lanjutan demokrasi percaya bahwa pemerintah terbaik akan diperoleh dipertahankan. apa yang sebenarnya dengan sisi lain persamaan itu? Dari sudut pandang warga negara, dalam diperoleh dari keterlibatan umum dapat lembaga politik? Secara Kami dikatakan,

teoretikus politik memiliki tiga jawaban, yakni etika, integratif, politis adalah homogen sikap 91984, pribadi negara dan edukatif. bagian dari telah mengeksplorasi terpenuh yang mampu argumen etis – bahwa keterlibatan aktif dalam kehidupan adalah Bagi untuk namun sipilnya 117). dan yang realisasi potensi seseorang. Barber, misalnya, komunitas tujuan warga dan partisipasi negara yang

menciptakan oleh dan Beliau dari

aktif dan tertarik “yang disatukan bukan oleh kepentingan pendidikan sipil membuat tujuan bersama dan tindakan bersama demi kebaikan lembaga-lembaga melihat yang rasa hanya bahwa diri partisipatifnya” warga ke negara warga kepentingan kebaikan

ditransformasikan suka

memiliki

mementingkan

sendiri terhadap

memiliki

hormat

publik. Selain itu, Pranger menulis bahwa “perilaku warga negara dalam kultur kekuasaan pada dasarnya adalah buruk di mana ini tidak begitu banyak berkaitan dengan tugas utama warga negara sebagai agen yang bertanggung jawab

87

terhadap

partisipasi

bersama

berdasarkan

sudut

pandang

independen, yang sebenarnya mengembangkan tanggung jawab bersama yang bisa memperkaya kehidupan makmurnya” (1968, 53). Partisipasi aktif dan pengorbanan kepentingan diri seseorang yang kerap kali terlibat dalam sebuah demokrasi akan membangun sebuah “karakter”. Melalui disiplin dan pengorbanan-diri, Keterlibatan yang aktif warga negara pekerjaan tidak menurut akan menjadi lebih bijak. akan dalam mungkin namun, pemerintahan menimbulkan

mengajarkan tanggung jawab dan toleransi. Kewarganegaraan perbuatan hari, spektakuler, Tocqueville, “setiap

ini akan mendorong beberapa perbuatan kecil; ini tidak dapat membuat seseorang menjadi bijak, namun disiplinnya akan membentuk banyak warga negara yang tertib, sabar, layak, sendiri. berhati-hati, Jika ini dan dapat menimbulkan mengontrol-dirinya keinginan untuk tidak

berbuat bijak, ini akan mendorong kebiasaan yang tanpa disadari akan bersifat bijak” (1969, 526-27). Seseorang yang tetap aktif terlibat dalam kehidupan sipil, orang itu akan menjadi orang yang lebih baik. Argumen integratif yang mendukung kewarganegaraan yang lebih aktif menunjukkan bahwa orang-orang memainkan banyak peran dalam masyarakat – employer, pegawai, guru, siswa, orang tua, konsumen, – perwakilan peran serikat kerja, pengikut aspek mungkin setia gereja berbeda hal namun secara kewarganegaraan (Religi yang

adalah salah satu dari sebagian peran yang membawa aspekkehidupan adalah bersama-sama. lainnya). Teoretikus politik

bernama memberikan dimainkan, banyak

Sheldon apa yakni

Wolin peran-peran pengalaman peran

menulis, lain

“Kewarganegaraan yang tidak yang dan dapat membawa menuntut

integratif kontemporer

aktivitas

orang

bahwa peran terpisah disurvey dari sudut pandang yang lebih umum” (1960, 434). Peran saya sebagai orang tua kadang-kadang pegawai. secara bertentangan ini dengan kasus peran yang saya sebagai saya Peran kami Ketika adalah dalam membuat umum.

memerlukan sebuah cara luas untuk membawa berbagai peran bersama-sama ini sebuah tinjauan kewarganegaraan Argumen adalah dapat memberikan integrasi semacam itu. adalah menarik dan selama pola

mempertimbangkan pertanyaan masyarakat sipil, sebab ini kelompok kecil, asosiasi, secara interaksi Michael sehari-hari yang bisa memberikan “perekat sosial” yang mempertahankan masyarakat bersama-sama. Walzer menunjukkan bahwa kewarganegaraan adalah satu dari banyak peran yang dimainkan oleh anggota, namun negara itu sendiri tidak menyukai semua asosiasi lainnya. “Ini mengerangkakan masyarakat sipil dan menempati ruang di dalamnya, ini sesuai dengan kondisi-kondisi terbatas dan aturan-aturan dasar semua aktivitas asosiasional (termasuk aktivitas politik). Ini akan mendorong beberapa anggota untuk berpikir tentang kebaikan bersama, melebihi konsepsinya 169). sendiri atas kehidupan dan yang baik” kami yang (1995, bisa kami Melalui peran kewarganegaraan, pengalaman sebagai

mengintegrasikan Selain itu,

kepentingan

miliki dalam bidang lain yang kurang begitu komprehensif. dengan bertindak warga negara,

89

pelaksanaan tingkat

kebaikan

sipilkan

membawa

kita

ke

dalam sebuah

hubungan yang lebih dekat dengan orang lain. Ini akan perasaan bahwa orang-orang memiliki komunitas. Jadi, “aktivitas kewarganegaraan menjalankan sebuah fungsi integratif dalam dua hal. Pertama, ini akan memudahkan individu untuk mengintegrasikan berbagai macam peran yang ia mainkan. Kedua, ini akan mengintegrasikan individu ke dalam komunitas” (Dagger, 1997, 101). Argumen edukatif yang mendukung partisipasi aktif dan dengan semangat-publik dapat dikembangkan dengan baik dalam diskusi klasik Carole Pateman mengenai pandanganpandangan Rousseau terhadap persoalan ini. menurut Rousseau, selama individu terlibat dalam proses politik, ia akan mempelajari tentang pentingnya mempertimbangkan pandangan-pandangan kerjasamanya. pembuatan belajar dalam orang lain supaya dari akan bisa memperoleh dalam untuk negara dan “Sebagai hasil individu dan juga akan partisipasi terdidik warga

keputusan, publik

membedakan impuls-impuls dan keinginan-keinginannya, ia menjadi sebagai mulai privat” (Pateman, 1970, 25). Selama individu turut serta partisipasi, mereka mempelajari dengan besar dirinya atau agenda ideal mengembangkan partisipasi, sendiri. skill sehingga yang proses sesuai itu mampu klasik memiliki moralnya dapat semakin proses individu untuk atas –

dilanjutkannya

Dengan

demikian, semakin Teori demokratis dan

berpartisipasi, melanjutkannya. kewarganegaraan intelektual,

ambisius

“pendidikan seluruh orang yang dapat membuat kapasitas emosional mencapai potensi

penuhnya dan mereka digabungkan, baik secara bebas dan aktif dalam Argumen terdapat komunitas edukatif sejati” tentu (Davis, saja, dikutip dalam pada warga Pateman, 1970, 21). didasarkan keterlibatan kepercayaan dalam “perbaikan” warga negara biasa. Jika beberapa masalah dengan negara, jika partisipasinya tidak menimbulkan perbaikan politis dan juga meningkatnya legitimasi, maka responsnya tidak akan mengakhiri partisipasi, namun akan mendidik warga negara. Thomas Jefferson secara jelas menunjukkan bahwa: “Saya tidak mengetahui tempat kekuasaan terakhir yang aman dalam masyarakat kecuali pada orang-orang di dalamnya, dan jika kita berpikir bahwa mereka tidak merasa jelas untuk menjalankan kontrolnya dengan diskresi atau kebijakan yang bermanfaat, perbaikan bukanlah untuk mengambil kekuasaan itu dari mereka, namun untuk menginformasikan diskresi atau kebijakannya” (Jefferson 1903, 278). Jika terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam sebuah masyarakat partisipatif, jawabannya bukanlah untuk membatasi partisipasi (respons Madisonian) namun untuk mendidik dan memberikan informasi lanjutan. Layanan Publik sebagai Perluasan Kewarganegaraan Yang jelas, ide kebaikan umum, setidaknya cita-cita, dapat menggabungkan peran dan gagasan layanan jawab ke publik. tugas Untuk dan alasan inilah, diskusi mengenai teori demokratis harus menyertai tanggung atau kewajiban kewarganegaraan. Bagian dari diskusi relevansi tertentu terhadap argumen kami di sini terkait dengan ide

91

layanan terhadap komunitas atau bangsa. Warga negara yang baik adalah warga negara yang terlibat dalam usaha komunitas, namun warga negara yang baik juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melayani orang lain. Ide kewarganegaraan demokratif pada masa-masa awal mengimplikasikan tugas atau kewajiban khusus warga negara yang memberikan kontribusi terhadap perbaikan komunitas. Kebanyakan darinya akan mengakui Sumpah Athena (Athena Oath) dari jaman Yunani kuno: Kami tidak pernah mencemarkan kota kami ini dengan melakukan pengecut. Kami akan memperjuangkan cita-cita dan Sesuatu Yang Suci di Kota ini sendirian dan dengan banyak orang lain. Kami akan memuji-menguji dan hukum Kota ini, dan akan melakukan sesuatu yang terbaik untuk menghormati dan mematuhi orang-orang yang berada di atas kita yang rentan untuk meruntuhkannya atau menjatuhkannya. Kami akan berusaha mempercepat pemahaman publik mengenai tugas sipil. Jadi dalam semua hal, kami akan mentransmisikan Kota ini, bukan hanya banyak, namun lebih besar dan indah daripada yang ditransmisikan kepada kita (Dikutip dalam Bennett 1993, 217). Selain itu, Thomas Jefferson pernah menulis kepada seorang teman dengan mencaci-makinya karena ia tidak aktif dalam urusan nasional, dengan mengatakan, “Terdapat kewajiban terhadap layanan yang dibebankan kepada setiap orang demi negaranya, yang dibandingkan dengan karunia tindakan yang tidak jujur atau bersikap

yang

sifat

dan

keberuntungannya

akan

mengukurnya”

(Jefferson, dikutip dalam Staats 1988, 605). Cita-cita demokratif jelas menimbulkan warga negara yang aktif dan mau berpartisipasi, setidaknya dengan memiliki komitmen untuk melayani sipil sebuah orang dan lain dan melayani kultural dua melangkah jabatan komunitas. yang aspek: maju publik; Apa tepat yang dan dan yang di Sebagaimana yang dinyatakan oleh teoretikus kontemporer, “Kebaikan terhadap pertama, mengemban kedua, lebih adalah disposisi untuk kewarganegaraan keinginan jawab untuk tanggung mengandung terhadap kepentingan menempatkan

keinginan rendah

menempatkan

kepentingan publik. kebaikan

pribadi

daripada untuk

Aristotle sebut sebagai ‘watak yang benar’ seorang wah disposisi publik atas kepentingan pribadi” (Ignatieff, 1995, 56). Bagi beberapa orang, impuls untuk turut serta dalam proses-proses publik akan meluas melebihi pemilihan umum, menghadiri fokus dan pertemuan memvisikan komunitas proyek. atau hearing publik, komitmen menulis surat atau e-mail, atau terlibat dalam kelompok Ini menimbulkan untuk full-time untuk turut serta dalam apa yang kami sebut sebagai “layanan publik”. Panggilan memberikan layanan publik yang dialami oleh banyak orang didasarkan pada tanggung jawab semua warga negara untuk memberikan layanan, namun ini berjalan melebihi tanggung jawab ini, mungkin untuk karir rentang waktu singkat, dan mungkin jangka waktu panjang; namun ia juga adalah seseorang yang bekerja dalam agensi pemerintah – dalam layanan sosial, kesehatan publik, proteksi lingkungan, penyelenggaraan

93

hukum,

atau

satu Saat

dari ini,

banyak pegawai dalam

agensi

publik

dan

pemerintahan. organisasi advokasi

pemerintah berperan

adalah sebagai

seseorang yang bekerja di luar pemerintah, mungkin dalam non-profit Ketika atau publik. pegawai pemerintah ditemukan,

mereka kemungkinan terdorong oleh keinginan untuk membuat perbedaan, memperbaiki kehidupan orang, melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupannya, dan melakukan sesuatu “yang signifikan”. Apa yang kami anggap sebagai layanan publik adalah sebuah perluasan kebaikan yang semua warga negara inginkan dalam sebuah demokrasi, suatu poin yang paling banyak dikemukakan oleh Terry Cooper dalam bukunya yang berjudul An Ethic (1991). sebagai dan of Citizenship Cooper basis secara untuk lebih for memahami eksplisit, Public peran peran peran bahwa, tertua Administrartion kewarganegaraan pegawai administrator adalah sangat mengargumenkan

pemerintah

publik. dekat.

Beliau

mulai

menunjukkan sekolah

dahulu, hubungan antara kewarganegaraan dan administrasi Misalnya, dua administrasi publik, Syracuse dan University of Southern California, dimulai sebagai sekolah kewarganegaraan. Selama bidang administrasi publik jauh dari akarnya dalam kaitan ini, Cooper berargumen bahwa pegawai pemerintah dan administrator publik masih memperoleh pendirian dan legitimasinya bukan atau dari perannya teknisi, sebagai sebuah warga negara masalah, pegawai profesional. Menurut pandangan ini, administrator publik semata-matamrp pegawai pemecah itu, pemerintah. Lebih daripada

pemerintah dengan tanggung

atau jawab

administrator sebagai

publik

dapat yang terhadap

dipahami memperluas mata

sangat

baik

seseorang

kewarganegaraan Michael

pencahariannya. kebaikan

Menurut adalah

Walzer,

administrator dalam

publik “warga negara sebagai pengganti sisa dari kita; bersama keahliannya” (dikutip Cooper 1991, 139). Jika administrator memperoleh identitas etisnya dari basis dalam kewarganegaraan, maka mereka mengemban peran dan yang tanggung inheren Identitas adalah warga jawab dalam etis khusus, ide termasuk pemahaman khusus Cooper mengenai isu-isu seperti responsifitas dan akuntabilitas, moralitas demokratis. publik yang menulis: administrator warga negara yang seharusnya dipekerjakan untuk kita. identitas negara

sebagaiseseorangdari kita yang bekerja demi kita; jenis profesional dinobatkan kompleks melaksanakan pekerjaan yang tidak mampu dilaksanakan oleh komunitas politik skala- besar Administrator adalah warga negara “dengan tanggung jawab khusus” yang kepercayaannya diberikan oleh warga negara secara menyeluruh. (Cooper 1991, 139). Dengan demikian, administrator secara alamiah akan dirahasiakan sebagai serangkaian standar etis yang sesuai dengan perilaku Tanpa urusan harus dalam publik. memberikan layanan Tentu saja, sebuah literatur substansial tentang etika layanan publik telah berkembang. kami persoalan kedetilan material, penting tahun seharusnya etika menyebutkan beberapa komponen

publik.

Beberapa

95

silam, Paul Appleby mendesak administrator untuk mencapai “sikap khusus tanggung jawab publik” dan selain “spirit mempelajari Stephen Appleby sebuah untuk pemahaman publik,dan hati skill K. manajemen, Bailey mereka diberikan

demokratis” (1945, 4). menginterpretasikan bahwa administrator moral dan “(1) pernyataan memerlukan publik, layanan (2) memaknai

mengenai kualitas 24).

ambiguitas moral Dalam

kebijakan paradoks

pengakuan

prioritas

moral atas

optimisme,

keberanian, (3) kejujuran yang diperkuat oleh kemurahan (1944, tradisi jawab dalam elaborasi, pemahaman ini. bahwa kebanyakan administrator misalnya, integritas tulisan mengenai Patrick terbaru tanggung Dobel mengikuti

demokratis

(1990)

menunjukkan beberapa

administrator

meliputi

justifikasi

berbeda untuk pelaksanaan diskresi. Hal tersebut mencakup akuntabilitas rejim, tanggung jawab personal, Pertama, dan kebijakan, jawablah justifikasi kepada otoritas yang dan prakteknya harus direncanakan dan diintegrasikan: bertanggung publik. Kedua, milikilah nilai-nilai publik dari suatu rejim. Ketiga, hormatilah dan bangunlah beberapa lembaga dan prosedur untuk yang mencapai yang relevan. melaksanakan demi beberapa jujur dan Kelima, tujuan. carilah dan dalam Keempat, dari kinerja program. pastikan kompeten Keenam, partisipasi dalam mencukupi

stakeholder

kebijakan

bekerjalah

efisiensi

pelaksanaan

pemerintahan. Ini akan membangun legitimasi rejim guna mencapai tujuan-tujuan dasar dan genealogi dana publik,

dan menunjang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesadaran dan kompetensi. Ketujuh, kaitkanlah kebijakan dan program dengan kepentingan diri publik dan partisipasi agar tujuan-tujuan dasar tidak di subversi. (Dobel 1990, 363). Sebagaimana bagian dari yang diargumenkan jawab oleh Cooper, adalah jika untuk peran administratif berasal dari peran warga negara, maka tanggung negara administrator memenuhi membantu warga untuk tugas sipilnya

dengan turut serta dan terlibat aktif dalam pekerjaan pemerintahan. Selama administrator yang terorientasi ke arah waktu, efisiensi maka dan produktivitas terhadap menemukan itu bahwa adalah keterlibatan warga negara adalah lemah dan membuang-buang dorongan keterlibatan sebuah elemen esensial peran pegawai pemerintah. Dennis Thompson menunjukkan bahwa tuntutan bahwa warga negara mengambil peran signifikan dalam proses politik berarti bahwa “tidak tetap para pemimpin seperti dan kita dan akan, termasuk pegawai pemerintah administrator publik, seharusnya

membagi peka

nilai-nilai

kepercayaan-kepercayaan namun para warga

warga negara biasa, bukan hanya mengharuskan mereka untuk terhadap harus kebutuhan-kebutuhannya, berusaha untuk pimpinan juga mengaktifkan

negara yang belum aktif”(1970, 26). Di sini kami berargumen bahwa pegawai pemerintah, khususnya administrator publik, memiliki kewajiban etis untuk memperluas batas-batas partisipasi publik dalam proses politik semampu mereka. Usaha semacam itu tidaklah menyenangkan bagi para administrator. Dalam banyak kasus,

97

keterlambatan dan kebingungan “yang tak berdasar” akan muncul namun ke ini permukaan. akan Waktu yang diperlukan hanya Jika dalam jika mereka melibatkan warga negara akan menjengkelkan administrator; menjadi suatu masalah masalah efisien. administrator melihat perannya sebagai peran teknis yang terfokus pada pemecahan melihat perannya sebagai warga negara yang terlibat dalam usaha demokrasi maka usaha semacam itu pasti tidak akan berantakan. usaha Selama kesulitan saja muncul akan dalam usaha sumber itu, yang tersebut tetap menjadi

menyenangkan dan menggembirakan. Administrasi Publik Lama dan Layanan Klien Administrasi Publik atau orang Lama yang regulasi Kata publik tradisional pemberian perilaku umumnya saja dan pada tentu yang atau Administrasi langsung Orangsebagai yang Heritage “klien” berarti terkait dengan layanan disebut

individu “klien” Apa bahasa

korporasi.

“menerima” layanan 2000). dari

“klien”. diberikan

berarti

“pihak kata

profesional” Latin atau

(American cliens, yang

Dictionary diperoleh “dependent”

menarikyakni “follower”

(tanggungan)

(pengikut).

Dalam banyak kasus, agensi-agensi publik yang beroperasi di bawah Administrasi Publik Lama berhadapan dengan para kliennya dipandang yang untuk sebagai untuk menangani persoalannya. yang Para klien bantuan orang-orang memberikan membutuhkan yang publik.

dan orang-orang yang ada dalam pemerintah membuat usaha jujur bantuan diperlukan Yang tak melalui administrasi program-program

terelakkan,

orang-orang

dalam

agensi

harus

dipandang

sebagai orang-orang yang dapat “dikontrol” oleh orangorang yang bergantung pada agensi tersebut. Bagi banyak klien, acuh pandangan tak acuh agensi tidak nampaknya sangat bersifat akan kecil patronase dan bahkan dismisif. Stereotype birokrat yang dan memedulikan mengandung tentunya sejumlah dilebihi-lebihkan kebenaran. Manajemen Publik Baru dan Kepuasan Konsumen Manajemen pemerintah praktis, Dalam awal dan Bab namun Publik warga juga ini, Baru dari kami menjawab bukan posisi telah hubungan hanya antara negara, persoalan berbedanya. secara detil namun

teoritis menguji

konsep ideal kewarganegaraan yang aktif, terlibat, dan memiliki spirit publik. Kami juga menunjukkan definisi legal alternatif kewarganegaraan – sebuah pandangan yang kami temukan tidak hanya didasarkan pada legalisme namun juga pada kepentingan-diri. dalam sudut teoritis dan ini jelas mendasari cara Manajemen Publik Baru memandang hubungan antara orang-orang pemerintahan orang-orang yang dilayani atau diatur oleh pemerintah yang bermanfaat untuk mengelaborasi gagasan teoritis warga negara sebagai konsumen. Pandangan ini diperoleh dari teori ekonomi atas demokrasi, sebuah teori yang menjelaskan perilaku politik ditinjau dari sudut pandang kompetisi ekonomi. Beberapa partai politik, misalnya, dipandang sebagai yang persaingan dipandang pemilihan sebagaimana halnya korporasi

sebagai persaingan untuk mendapatkan profit. Sebaliknya,

99

warga tersebut usahanya lain,

negara membuat untuk

dipandang para beberapa

sebagai Warga keputusan satu

pemilihan berdasarkan partai atau

yang usahayang partai dan

diperebutkan

oleh

partai.

negara/konsumen sendiri, dan

memaksimalkan kepada jauh dengan

utilitasnya politik

memberikan atau utilitas

pilihannya beralih besar yang

dari

pencarian waktu

mengeluarkan

energinya untuk yang lainnya (Dagger 1997, 105). Pandangan warga negara sebagai konsumen ini adalah konsisten dengan interpretasi kepentingan-diri kehidupan politik yang telah kami uji sebelumnya: pandangan bahwa pemerintah berhubungan legal sistem pada dan akhirnya dari individu mencerminkan yang kepentingan yang diri tidak terakumulasi individu-individu dapat warga yang Terakhir, ekonomi pandangan ke dalam

memaksimalkannegara/konsumen diproteksi pandangan atas ini oleh ini

utilitas. Interpretasi ini juga konsisten dengan definisi kewarganegaraan, haknya dengan Para dan yurisprudensi sebab kebebasan negara. memperoleh konsisten demokratis. negara bisa

interpretasi pendukung dalam

kehidupan “memahami warga yang

kewarganegaraan

terma-ekonomi,

sehingga konsumen

ditransformasikan

otonom, dengan mencari partai atau posisi pasarnya.mereka memerlukan negara, namun tidak memiliki hubungan moral terhadapnya, dan mereka mengontrol para pejabatnya hanya selama konsumen mengontrol produsen komoditi, dengan membeli atau tidak membeli apa yang mereka buat” (Walzer 1995, 160). Manajemen Publik Baru membawa ide konsumerisme ini

secara

langsung

untuk

diperdebatkan

berkaitan

dengan

hubungan yang tepat antara administrator publik dan warga negara dengan memahami penerima layanan pemerintah (atau diberikan atau oleh agensi-agensi Seperti kontrak) halnya bisnis, sebagai konsumen lain “pelanggan”. dengan elemen-elemen dalam kasus

Manajemen Publik Baru, orientasi layanan konsumen jelas terkait pengalaman gerakan layanan konsumen pada dua puluh tahun terakhir. Dalam duku yang berjudul In Search of Excellence (Peters dan Waterman 1981) dan Service America (ALbretch dan Zemke, 1985), beberapa konsultan manajemen membuat argumen bahwa jika maka beberapa segala perusahaan yang Konsumen benar lain, memperhatikan termasuk sebagai dapat konsumen, akan utilitas memikirkan basis untuk sesuatu profit,

diperhatikan. kepuasan konsumen laporan’ yang di

dikonsepkan “Kami

dikalkulasi: kepalanya yang

sebagai orang-orang yang membawa jenis ‘kartu merupakan sistem yang menyebabkan konsumen

menggolong-golongkan

memutuskan tentang apakah mengambil bagian layanan atau pergi ke tempat lain” (Albretch dan Zemke, 1985, 32). Konsumen jelas merupakan Gaebler sebuah konstruk yang berasal dari model klasik manusia ekonomi. Osborne dan berargumen bahwa pemerintah berbasis-konsumen adalah lebih tinggi daripada pemerintah birokratis, yang memiliki keuntungan berupa akuntabilitas yang lebih besar, inovasi yang lebih besar, kemungkinan dalam menghasilkan yang berpendapat pilihan (1992, bahwa layanan pemikiran berlebih, Selain dalam dan itu, pemborosan Barzelay kecil 180-85).

layanan

101

konsumen

bisa

membantu

para

manajer

publik

untuk

mengartikulasikan persoalan-persoalannya tentang kinerja dan menghadirkan solusi-solusi inovatif terhadap beberapa masalah yang muncul (Barzelay, 1992, 6-7). Bagi agensiagensi yang berinteraksi langsung dengan publik, penerima layanan adalah “konsumen”. bagi beberapa agensi staf (seperti penganggaran atau pembelian), terdapat konsumen internal yang mendukung pekerjaan mereka. Bahasa layanan konsumen menekankan Manajemen Publik Baru. tujuan National Performance layanan Review, konsumen misalnya, yang memiliki dengan kali yang untuk yang “memberikan sama kerap

layanan terbauk dalam bisnis” (Gore, 1993, 44). Dengan memperlihatkan menghadapi mendorong menilai untuk lini bahwa losmen pemerintah sibuk, panjang, sinyal federal dan informasi

tidak cukup, dan pegawai yang acuh tak acuh, laporan itu agensi-agensi “enterprenerial” mengambil langkah kebutuhan pemberian untuk selama kembali” konsumen, layanan, memenuhi menetapkan standar-standar tersebut. berusaha operasi

diperlukan dan lokal,

standar-standar dan agensi sebagai

Bahasa dan pendekatan yang sama diambil pada level negara pemerintah dirinya “menemukan sendiri

berbasis-konsumen. di beberapa negara lain, usaha-usaha sebanding dijalankan, dan dalam banyak kasus, sebenarnya mendahului minimum, dalam usaha-usaha disokong kasus, tersebut Amerika oleh Serikat otoritas dalam hal ini. dan Gerakan “Citizen’s Carter” inggrismteta standar layanan yang kementrian, beberapa memberikan belum ganti-rugi ketika

standar-standar

terpenuhi.

Usaha-usaha

yang

sama Selama

dijalankan

di

negara-negara kualitas pendekatan dan

lain,

termasuk

Australia, selandia Baru, Perancis, dan Belgia. memperbaiki retorika dan layanan “layanan pemerintah konsumen” bagian konsep umumnya hanya (dan adalah ide yang tidak dapat ditentang oleh seorangpun, penggunaan memiliki awal, ekonomi terdapat terdapat kesulitan konsumen. sebagian satu praktis Dalam kecil teoritis. esensial Dalam untuk pada

gagasan

pilihan

adalah

pemerintahan, alternatif. pemadam

Misalnya, kebakaran

departemen

departemen pemadam kebakaran tidak dapat memilih masuk ke lini pekerjaan lainnya). Selain itu, kebanyakan payanan yang tiket diberikan balapan Siapa oleh mobil, yang pemerintah dipenjara, dapat Siapa adalah dan layanan yang mungkin tidak diinginkan oleh penerima khusus – menerima lain sebagainya. konsumen klinik? Bahkan pengidentifikasian konsumen pemerintah memunculkan masalah. departemen disebut yang sebagai kesehatan? mengunjungi

Siapa warga negara yang memperhatikan bahaya kesehatan tertentu? Dokter dan perawatkah? Rumah sakit daerahkah? publik lainnya: umumkah? Semua Semua yang disebutkan diataskah? memiliki konflik Pendaftaran semua konsumen potensial menunjukkan dilema konsumen pemerintah nampaknya sebuah kepentingan berbeda. Misalnya, terdapat

antara kepentingan penerima khusus layanan pemerintah dan pembayar pajak yang harus membayar pajak. Tentu beberapa layanan pemerintah – kebijakan luar negeri atau proteksi lingkungan, misalnya – tidak berhubungan dengan konsumen individuil; sekali mereka diberikan, mereka akan

103

diberikan tidak.

semuanya,

baik

Anda

menginginkannya orientasi

ataupun konsumen Dalam yang

Penolakan adalah adalah

terpenting

terhadap

berhubungan “pemilik” oleh

dengan

akuntabilitas. 1997). Sebagaimana “Para

pemerintahan, warga negara bukan hanya konsumen; mereka (Schachter George ditunjukkan Fredickson, konsumen

memilih antara produk-produk yang dipresentasikan dalam pasar; warga negara memutuskan apa yang penting untuk dilakukan pemerintah dengan mengorbankan publik” (1992, 13). Kepentingan konsumen dan pemilik tidak selalu sama – dalam bisnis atau pemerintah. Selama beberapa perusahaan memperoleh kebutuhan Divisi keuntungan konsumen, jangka negara panjang tidak membuat dari usaha pemenuhan penting pemerintah memperolehnya.

sarana-prasarana

untuk memperbaiki kepuasan konsumen – menerangi area-area menunggunya, memotong waktu menunggu, dan bahkan membuat gambaran secara lebih tentang baik. apakah Namun komisi negara mempertanyakan perubahan-perubahan

tersebut dibuat dengan mengorbankan keselamatan di jalan raya. Selain itu, Tom Peters menceritakan sebuah kisah dalam memperoleh izin membangun. “Saya tidak menginginkan beberapa birokrat di City Hall memberikan saya waktu yang sulit. Saya menginginkan perlakuan yang benar, cepat, dan sama dengan perlakuan yang diberikan oleh perusahaan. Namun apa yang terjadi jika tetangga saya menginginkan izin untuk memperluas rumahnya? Siapa konsumen City Hallnya kemudian?” (dikutip dalam Mintzberg 1996, 77). Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap kepentingan

publik yang lebih besar – bukan semata-mata kepentingandiri bawah konsumen atau pelanggan individuil. Dalam kasus adalah apapun, isu akuntabilitas adalah sangat penting. “Lini terhadap pemerintahan demokratis akuntabilitas – bukan profit atau kepuasan warga negara – dan layanan konsumen tidak memberikan ukuran proksi yang bagus untuk akuntabilitas” (Kettls 200a, 43). Layanan Publik Baru dan Layanan Bermutu bagi Warga Negara Layanan Publik Baru mengakui bahwa orang-orang yang berinteraksi warga Kanada, “Saya dengan pemerintah bahwa bukanlah konsumen namun negara. Henry Mintsberg, teoretikus terdapat Saya manajemen beberapa

menunjukkan adalah

sebenarnya

tipe hubungan yang kami miliki bersama dengan pemerintah. konsumen pemerintah. mengharapkan sesuatu yang lebih daripada perdagangan yang panjang dan sesuatu yang kurang daripada dorongan untuk mengonsumsi” (1996, 77). Seseorang yang turut serta dalam transaksi langsung dengan pemerintah – pembelian tiket lotere – tentu saja, dianggap sebagai konsumen. Namun demikian, seseorang yang menerima layanan profesional dari pemerintah – pendidikan, misalnya – mungkin lebih tepat disebut sebagai klien. Tentu saja, kami juga merupakan subyek pemerintah – diharuskan untuk membayar pajak, menghormati regulasi, dan menaati hukum. Yang terpenting, kami adalah warga negara dan sebagian besar layanan yang diberikan oleh pemerintah nampaknya masuk dalam kategori ini, “infrastruktur sosial (seperti museum), fisik (seperti jalan dan pelabuhan), ekonomi (seperti kebijakan

105

moneter), mediatif (seperti pengadilan sipil), offshore (seperti kedutaan terdapat berusaha besar), dan infrastruktur namun agensi penunjang pemerintah layanan pemerintah sendiri (seperti mesin pemilihan)” (77). Tidak seharusnya pertanyaan untuk memberikan kualitas

terbaik, di dalam batas-batas hukum dan akuntabilitas – dan tentu kebanyakan agensi melakukannya. Satu dari usaha tercanggih untuk dengan mengenalkan memperbaiki kualitas layanan dimulai perbedaan-perbedaan antara konsumen

dan warga negara (Schmiodt dengan Strickland 1998). Warga negara dideskripsikan sebagai pengemban hak dan kewajiban di dalam konteks komunitas luas. Beberapa konsumen adalah berbeda di mana mereka tidak membagi tujuan bersama namun lebih klien, “Contoh berusaha baik yang untuk bersifat mengoptimalkan eksternal untuk maupun keuntungan internal: tentang individunya. Perbedaan itu dibuat antara warga negara dan berikut ini disajikan perhatian

bagaimana sistem itu berfungsi; penerima aktual terhadap suatu pembayaran jaminan sosial tenaga kerja adalah klien eksternal. Kantor jaminan sosial tenaga kerja regional yang bergantung pada agensi pusat untuk mendistribusikan pembayaran jaminan sosial tenaga kerja kepada kantornya adalah klien internal” (3). Ada baiknya mengakui bahwa pegawai pemerintah jarang berhadapan dengan klien atau warga negara tunggal. Pegawai lini-depan membantu seseorang untuk duduk di meja, namun ia secara simultan melayani warga negara dengan memastikan bahwa proses itu memenuhi interaksi kebutuhan-kebutuhan pemerintah dengan legal. warga negara Kompleksitas dan klien

menandai semua usaha untuk memperbaiki kualitas layanan dalam pemerintah. Meskipun kompleksitas seperti ini muncul, terdapat beragam sektor usaha publik. untuk Salah mendefinisikan satu daftar lokal kualitas mencakup di mana layanan yang hal-hal layanan komprehensif

dikembangkan berikut ini: 1.

untuk

pemerintah mengukur

Kenyamanan

tingkatan

pemerintah lebih mudah diakses dan tersedia bagi warga negara. 2. Keamanan mengukur tingkatan di mana layanan diberikan agar membuat warga negara merasa aman dan percaya diri ketika menggunakannya. 3. Reliabilitas menilai tingkatan di mana layananlayanan 4. Perhatian dan 5. pemerintah personal sama diberikan mengukur dengan dengan tingkatan untuk benar di dan mana tepat waktu. pegawai memberikan informasi kepada warga negara bekerja mereka membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Pendekatan pemecahan-masalah mengukur tingkatan di mana para pegawai memberikan informasi kepada warga negara dan bekerja sama dengan mereka untuk membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. 6. Kejujuran mengukur tingkatan di mana warga negara percaya bahwa layanan pemerintah diberikan secara merata kepada semuanya. 7. Tanggung jawab fiskal mengukur tingkatan di mana warga negara percaya bahwa pemerintah daerah

107

memberikan layanan dengan memanfaatkan uang secara bertanggung jawab. 8. Pengaruh warga negara mengukur tingkatan di mana warga negara merasa bahwa mereka dapat mempengaruhi kualitas layanan yang diterima dari pemerintah daerah (Carlson dan Schwarz, 1995, 29). Apa yang menarik perhatian tentang daftar ini tidak hanya warga negara yang menginginkan layanan publik untuk memenuhi standar-standar namun bahwa seperti ketepatan dan secara waktu jujur dan dan reliabilitas, mengharapkan negara mereka layanan untuk seharusnya diberikan memiliki benar-benar

dengan memperhatikan tanggung jawab fiskal juga; warga berkeinginan peluang untuk mempengaruhi layanan yang mereka terima dan juga kualitas dari layanan tersebut. Poin yang sama ini dapat dibuat secara lebih teoritis. Menurut Jenny Potter (1988), teori konsumerisme memperlihatkan bahwa terdapat ketidakseimbangan kekuasaan atrorangg yang memberikan layanan dan orang-orang yang menerima layanan. Untuk Orang-orang mengalihkan yang menerima yang layanan lebih hanya dianggap sebagai hasil dari pilihan-pilihannya yang terakumulasi. kekuasaan besar ke arah para konsumen, beberapa teoretikus telah mengidentifikasi lima faktor kunci: akses, pilihan, info, ganti-rugi, tersebut pasar, yang barang-barang mereka dan dan representasi. sejak awal layanan-layanan disesuaikan tentang pedoman Selama dengan pribadi dengan bagaimana faktor-faktor menghubungkan dalam pangsa publik, sektor dikembangkan dapat

memberikan

kepentingan

warga

negara,

baik

individu

maupun hak

kolektif individu; politis.

bisa ini

dipertinggi. Akses – memutuskan siapa yang akan memiliki sesuatuadalah demikian, bukanlah warga sebuah negara persoalan tanggung seharusnya sebuah persoalan jawab Namun untuk

berkeinginan

terlibat dalam membuat keputusan itu. Pilihan juga bukan merupakan persoalan hak, namun warga negara seharusnya berkeinginan memperluas Mereka informasi yang untuk terlibat yang tujuan juga dalam membentuk bagi untuk sasaran, dibuat, Warga dan pilihan-pilihan penuh tentang tersedia dan mereka. memiliki standar dan apa

seharusnya

berkeinginan

layanan, hak-haknya untuk diberikan layanan, alternatif diperdebatkan, mengapa itu keputusan sebenarnya. keluhan dianggap warga dan keputusan-keputusan untuk negara dan

seharusnya juga berkeinginan untuk memiliki beberapa cara mengomunikasikan ganti-rugi partisipasi jika oleh pengaduan, menerima akhirnya tepat. negara Representasi dalam membuat

membuka pertanyaan-pertanyaan luas mengenai konsultasikan keputusan. Potter berkesimpulan bahwa teori konsumerisme dapat menunjukkan warga negara arah yang benar berkaitan dengan perbaikan akhirnya, kekuasaan dipimpin” kualitas sebagai dapat layanan; konsep namun demikian, pada ekonomi, teori konsumerisme antara telah dengan

tidak dapat menjawab pertanyaan politik tentang bagaimana dibagi secara lebih ekstensif yang pemberi perintah dan yang diperintah, pemimpin dan yang (1998, 156). Sebagaimana diperlihatkan, teori konsumerisme dimulai

109

ketidakseimbangan pemerintah berkeinginan

kekuasaan.

Pertanyaan jauhkah

kunci

kepada

adalah untuk

seberapa memperbaiki

pemerintah

ketidakseimbangan pada yang pendekatan lebih baik”

kekuasaan antara provider dan user atau warga negara. Bertentangan “sekolah yang dengan dan penekanan wallpaper menarik

(Pollitt, 1988, 125)

yang diambil oleh banyak agensi

publik dalam usahanya untuk memperbaiki layanan konsumen, isu-isu riil yang harus dijawab sebagai Layanan Publik Baru yang muncul akan berhadapan dengan informasi dan kekuasaan. Orientasi konsumen menganggap provisi informasi sebagai pemberian papan petunjuk atau jadwal yang lebih baik. Pendekatan yang lebih komplit terhadap provisi sehingga mereka. tentang dalam berunding berjalan informasi warga Ini juga kemungkinan negara berarti besar mencakup membuat pemberian keputusan detil agensi dan dan dalam dorongan kepada agensi untuk memublikasikan data kinerja dapat berinformasi tentang pilihan-pilihan yang tersedia bagi penyediaan dan informasi kesuksesan standar-standar memenuhi agensi usernya benar. dengan tidak layanan

standar-standar seharusnya dalam Terakhir, tugas

tersebut. tersebut

Terakhir,beberapa

melibatkan

seharusnya memberikan perbaikan efektif jika sesuatunya orang-orang pemerintahan harus mengakui bahwa layanan publik bukanlah sebuah konstruk ekonomi, namun sebagai konstruk politis. Ini berarti bahwa isu-isu dalam perbaikan layanan Terakhir, perlu dalam memperhatikan bukan hanya tuntutan “konsumen” namun juga distribusi kekuasaan masyarakat.

Layanan

Publik

Baru,

pemberian

layanan

bermutu

adalah

langkah pertama dalam memperluas keterlibatan publik dan memperluas kewarganegaraan demokratis. Kesimpulan Meskipun terdapat hal penting untuk memperbaiki kualitas pemberian layanan sektor publik, Layanan Publik Baru menunjukkan bahwa orang-orang yang bertindak sebagai warga negara yang harus lebih yang menunjukkan besar, berjalan perhatiannya melebihi bagi komunitas komitmennya terhadap

persoalan-persoalan

kepentingan

jangka pendek, dan keinginannya untuk mengemban tanggung jawab personal terhadap apa yang terjadi dalam lingkungan dan komunitasnya. Hal di atas adalah definisi elemenelemen kewarganegaraan dan efektif dan bertanggung Dalam jawab. kasus Sebaliknya, pemerintah harus bertanggung jawab terhadap kebutuhan apapun, kepentingan Publik warga negara. Layanan Baru berusaha untuk mendorong

lebih banyak orang untuk memenuhi tanggung jawab mereka sebagai warga negara, dan sebaliknya, mendorong mereka untuk peka terhadap pernyataan opininya.

111

BAB 4 MENCARI KEPENTINGAN PUBLIK Mencari kepentingan publik. Administrator publik harus

memberikan

kontribusi

terhadap

pengembangan

gagasan

kolektif bersama dari kepentingan publik. Tujuannya bukan untuk menemukan solusi cepat yang didorong oleh pilihanpilihan individu. Tetapi merupakan penciptaan kepentingan dan tanggung jawab bersama. Salah satu prinsip inti dari Layanan Publik Baru adalah penguatan kembali senetralitas kepentingan publik dalam layanan pemerintah. Layanan Publik Baru menuntut agar proses penetapan sebuah “visi” bagi masyarakat tidak hanya diserahkan kepada pemimpin politik terpilih atau administrator publik yang ditunjuk. Tetapi aktivitas dalam menentukan visi atau arah, dalam menentukan nilai bersama, merupakan sesuatu yang membutuhkan dialog dan pertimbangan mendalam sebagai sentralnya (Bryson dan Crosby 1992; Luke 1998; Stone 1988). Bahkan yang lebih penting, kepentingan publik bukan merupakan sesuatu yang terjadi begitu saja sebagai hasil dari interaksi antar pilihan-pilihan organisasional penduduk dan politik individual, pemilihan. prosedur Tetapi

mengungkapkan dan menyadari kepentingan publik merupakan salah satu alasan utama adanya pemerintahan. Layanan Publik Baru melihat sebuah peran vital bagi pemerintah dalam proses menyatukan orang ke dalam setting yang memberikan kesempatan bagi munculnya wacana tak

terbatas diambil

dan oleh

otentik

terkait

dengan

arah pada

yang

harus

masyarakat.

Didasarkan

pertimbangan

mendalam ini, sebuah visi berbasis-luas bagi komunitas, negara atau bangsa bisa ditetapkan dan dapat memberikan serangkaian ide petunjuk (atau ideal) bagi masa depan. Tujuan yang dihasilkan oleh proses ini kurang penting jika dibandingkan dengan melibatkan administrator, politis dan penduduk dalam proses berpikir mengenai masa depan yang diharapkan bagi komunitas dan bangsanya. Selain perannya sebagai pemberi bantuan (memfasilitasi), pemerintah juga memiliki kewajiban moral untuk memastikan bahwa solusi yang dikembangkan melalui proses tersebut sepenuhnya sesuai dengan norma-norma keadilan dan kejujuran, dan dicapai melalui sebuah proses yang sepenuhnya sesuai dengan norma dan etika demokrasi. Pemerintah akan berperan dalam memfasilitasi solusi bagi masalah-masalah dalam publik, bahwa tetapi juga bertanggung tersebut jawab sesuai dan dari bahwa memastikan solusi-solusi Ban kata adalah solusi dan Baru 1988; lain,

dengan kepentingan publik – baik dalam substansi maupun prosesnya Rosenbloom, pemerintah maupun publik (Ingraham 1989). salah dan Dengan satunya Ingraham peran

memastikan bagi

kepentingan publik benar-benar dominan; bahwa baik solusi proses sesuai pengembangan dengan norma Publik masalah-masalah demokratis yang nilai

berupa keadilan, kejujuran dan kesetaraan. Dalam Layanan pemerintah memainkan sebuah peran penting dan aktif dalam menciptakan arena di mana penduduk melalui wacana dapat mengungkapkan nilai-

113

nilai

bersama

dan

mengembangkan

sebuah

rasa

kolektif

terhadap kepentingan publik. Administrator publik tidak hanya merespons suara-suara berbeda melalui pembentukan kompromisasi, tetapi akan saling melibatkan penduduk agar mereka saling memahami kepentingannya dan pada akhirnya menggunakan itu melakukan pemahaman hal ini kepentingan sangat penting komunitas bagi dan masyarakat secara lebih luas dalam jangka panjang. Selain realisasi nilai-nilai demokratis dalam proses pemerintahan. Isu ini sangat kompleks yang tidak hanya melibatkan sifat dari kepercayaan penduduk dan responsivitas pemerintah, tetapi juga tujuan dan tanggung penduduk dalam jawab percaya dari atau pemerintah tidak itu sendiri. mengenai Yang apakah menjadi sentralnya menjalankan – dan adalah pertanyaan terhadap publik. mengenai

pemerintahannya membentuk

kepentingan kita

Seperti yang dinyatakan oleh Kenneth Ruscio, “Resep dalam kepercayaan pemahaman bagaimana kepercayaan ini dibutuhkan – membutuhkan posisi bagi sifat manusia, makna dari kepentingan publik dan alasan 471). Bab ini akan mengeksplorasi konsep dari kepentingan publik. Kami akan memulainya dengan melihat berbagai cara dalam mendefinisikan dan menetapkan kepentingan publik, dengan memperhatikan apa Kami ide-ide dari kemudian yang akan saling bertentangan dalam bagaimana mengenai tujuan konsep tersebut untuk terlibat dalam kehidupan politik” (1996,

pemerintahan.

mengkaji

gagasan mengenai kepentingan publik dipahami pada waktu bidang administrasi publik di temukan di Amerika Serikat,

dan

melacak

beberapa publik.

alasan Kami

atas dari

penurunannya teori dan bertanya

sebagai praktek

sebuah

komponen

sentral

administrasi

kemudian

bagaimana

konsepsi dari kepentingan publik terus berubah dari waktu ke waktu dan apa kontroversi dan isu-isu yang terkait dengan keberadaan dan maknanya. Kami juga akan menanyakan mengenai peran dari kepentingan publik dari perspektif administratif. Lalu kami mendiskusikan mengenai bagaimana kepentingan publik di mata Administrasi Publik Lama dan Manajemen pemikiran Dalam publik dimaksud merupakan Publik Baru, dan ditutup dengan beberapa terhadap kepentingan lenyap bahkan “apa dan dan ini yang bijak” bahwa mengenai seratus bagaimana tahun terakhir, pencarian konsep

kepentingan publik membentuk Layanan Publik Baru. mendapatkan dengan cemoohan, penghargaan, publik publik atau sebagai obyektif

bertahan – menyisakan sedikit konsensus mengenai apa yang kepentingan yang kepentingan dan konsep berguna. Walter Lippman

mendefinisikan berpikir (1955,42).

dipilih oleh manusia jika mereka melihat secara jelas, rasional Tetapi bertindak Glendon Schubert menyatakan

konsep kepentingan publik “secara operasional tidak masuk akal....ilmuwan politik mungkin menghabiskan waktunya untuk mendefinisikan konsep yang menawarkan janji yang lebih besar untuk menjadi alat yang berguna dalam studi ilmiah Sorauf dari tanggung jawab politik” istilah ganda bagi (1962,176). tersebut penggunaan Frank yang menyatakan dengan bahwa makna “terlalu

terhambat

bernilai” (Sorauf, 1957, 624). Di sisi lain Howard Smith

115

mengatakan

bahwa

meskipun

kepentingan

publik

merupakan

sebuah mitos, ini merupakan mitos yang berguna (1960). Dan yang lainnya menyatakan bahwa apapun ambiguitasnya “tidak pernah ada masyarakat yang tidak diarahkan oleh ide ini” (Bell dan Kristol 1965,5). Meskipun muncul perselisihan ini, konsep kepentingan publik masih tetap penting dalam wacana publik dan literatur akademis. Di publik” satu sisi berusaha menentukan dalam “kepentingan mendefinisikan seperti sebuah usaha

“cinta”. Juga sangat jelas bahwa cinta berarti hal-hal yang berbeda pada orang-orang berbeda dalam kondisi yang berbeda pula. Definisi ini bisa berubah dari waktu ke waktu baik dalam bentuk maupun substansinya. Definisi ini juga mengubah akan kita – bagaimana kita berpikir dan berperilaku. Meskipun melihat dampaknya sering kali bisa dilakukan, dan yang proses ingin sulit mengamatinya Kualitas secara langsung. Definisi ini secara simultan bisa dilihat sebagai kondisi berkelanjutan. dicapai. dan signifikansinya ini menentang terikat pada proses untuk mencarinya dan dalam realisasi Sehingga definisi kuantifikasi dan pengukuran yang bermakna, sehingga sulit digunakan dalam jenis-jenis analisis tertentu. Beberapa orang menyimpulkan dari kompleksitas ini, fluiditas dalam makna dan kesulitan konsep yang pengukuran sangat bahwa cinta Yang bukan lainnya merupakan berguna.

mungkin mempertanyakan apakah cinta itu ada. Dan yang lainnya lagi mengakui bahwa cinta mungkin ada, tetapi menambahkan bahwa cinta tidak dapat dan tidak harus menjadi subyek dari studi empiris dan ilmu sosial karena

cinta Tetapi

tidak

dapat

dioperasionalisasikan dari – kita sangat setuju kurang

secara

tepat.

sebagian filosofis

bahwa tanpa

penjelasan menggunakan

mengenai pengalaman manusia – apakah itu personal, ilmiah sosial, konsep cinta. Kepentingan publik, seperti cinta, berarti hal-hal berbeda bagi orang-orang yang berbeda, berubah dari waktu ke waktu, memotivasi perilaku, membentuk pemikiran kita, menentang pengukuran dan melibatkan substansi serta proses. Karena memahami pengalaman manusia secara virtual membutuhkan pengakuan akan peran cinta, akan sulit atau bahkan layanan publik. dalam dibawa mustahil publik Kesulitan memahami tanpa dan kedalaman peran dan rentang dihadapi kekayaan mengakui dari dalam yang bahwa mengakui dari kepentingan

ambiguitas melebih publik. kita

yang beban Kami

usaha menentukan dan menempatkan batas-batas konseptual kepentingan bagi dan publik layanan ketika pemahaman kita mengenai kewarganegaraan,

pemerintahan yang sama Kami

kepentingan publik itu ambigu dan mengalir pada waktu dengan harus mendukung sentralitasnya ide bagi pemerintahan demokratis. menekankan bahwa mengeksplorasi tentang kepentingan publik tidak hanya merupakan sebuah tuntutan akademis yang menarik. Pola pikir kita mengenai pemerintahan tindakan mengenai sini kita dan dan kepentingan kita. publik tugas publik Tergantung mana yang akan pada kita menentukan pandangan gunakan, konsep perilaku

kepentingan mendekati

tindakan kita akan diarahkan dalam cara-cara berbeda. Di dalam mendefinisikan

117

kepentingan terhadap

publik

dengan

menguji

empat

pendekatan ini tidak

ide.

Meskipun

kategori-kategori

sepenuhnya eksklusif, mereka menggunakan titik awal yang masuk akal bagi diskusi kita. Dengan sebagian menggunakan skema Clarke Cochran (1974) untuk pola pikir kami publik berbeda akan sebagai terkait dengan kepentingan model-model publik,

mengklasifikasi

kepentingan

model (1) normatif, (2) abolitionist, (3) berorientasi pada proses politik atau (4) didasarkan pada nilai-nilai bersama. Model-Model Normatif Model-model normatif digunakan oleh para ilmuwan sosial bukan untuk mendeskripsikan apa itu (what is), tetapi apa seharusnya. dalam dan Dalam model normatif mengenai kepentingan tertentu politik” dalam (1962) publik, “kepentingan publik menjadi sebuah standar etis mengevaluasi yang 1974, kebijakan-kebijakan dikejar standar oleh moral Dalam pandangan publik tatanan ini dan tujuan harus sebuah

(Cochran publik pembuatan

330).

kepentingan etis

merupakan

keputusan.

Misalnya,

C.W.Cassinelli

menulis bahwa kepentingan publik merupakan sebuah standar kebaikan dalam menilai tindakan-tindakan politis. Dengan kata lain, tindakan-tindakan yang dapat dilakukan dalam kepentingan Karena publik membutuhkan mendefinisikan persetujuan kepentingan karena publik tindakan-tindakan tersebut memenuhi standar kebaikan ini. Cassinelli sebagai sebuah standar etis, dia mengabaikan klaim yang menyatakan bahwa kepentingan publik tidak berguna sebagai

sebuah “alat analisis” atau sebuah “alat bantu bagi studi ilmiah”. Tetapi dia menyatakan bahwa kepentingan publik sebagai sebuah konsep etis memiliki fungsi berbeda dari model analitik. “Para ilmuwan sosial tidak dapat mengabaikan isu fundamental dari kebaikan politis akhir: ini merupakan pelajaran utama yang harus dipelajari dari pengujian konsep kepentingan publik” (1962, 47). Bagi lainnya, tertinggi Cassinelli kepentingan yang dapat dan publik pendukung merupakan dalam model urusan normatif etis politik” “standar

diterapkan

(1962, 46). Dalam pandangan ini, ketika sesuatu dianggap baik oleh publik, atau memiliki level kebaikan yang lebih tinggi dibandingkan ketika sesuatu itu baik pada hanya sebagian mencari komunitas. dari Hal publik. ini Sistem keuntungan tidak berarti politik secara bahwa harus adil seluruh berusaha dalam orang distribusi

diberi keuntungan identik atau sama, tetapi menunjukkan bahwa setiap orang harus diperlakukan secara adil. Seorang ahli administrasi publik awal, E. Pendleton Herring, misalnya, and menulis the itu tentang Public kabur kepentingan Interest, dan tugas publik Herring dari para untuk etis. ide dari perspektif normatif. Pada bukunya tahun 1936, Public Administration menyatakan birokrat kelompok bahwa adalah yang hukum

merekonsiliasikan saling undang-undang konflik-konflik Dia menulis “Di

tekanan-tekanan secara ini menurut

bertentangan

menginterpretasikan dalam menyelesaikan publik.

Administrator dapat memenuhi kewajiban etis dan legalnya kepentingan bawah demokrasi,

119

kepentingan satu kepentingan (1936,

publik

didasarkan pada Kami lebih adalah juga

tidak

pada

kesejahteraan beberapa kemungkinan bahwa

kelas,

tetapi

gabungan meyakini jelas ia

dari

kelompok. Secara publik Redford sebagai diterima etika

adanya

untuk mencapai keseimbangan kekuatan, sosial dan ekonomi” vii). menyatakan yang “kepentingan Emmette didefinisikan yang 1108). publik umumnya Kode standar membimbing kepentingan sebuah (1954, sebagai

administrator dalam menjalankan hukum” (23). mendefinisikan terbaik publik dalam model normatif. “Kepentingan publik dapat respons dalam terhadap kita” situasi dalam term seluruh kepentingan dan konsep nilai masyarakat bagi yang Philip sebuah Monypenny sektor administrasi

melibatkan

disebut

“Kepentingan Publik” yang menyatakan bahwa administrator “harus mengikuti kepentingan publik ketika ia memahamiya, bukan kepentingan personal atau tujuan pribadi” (1953, 441). Dalam pandangan mengenai kepentingan publik sebagai model normatif ini, standar etis tetap menjadi penting untuk ada dalam bidang administrasi publik. Faktanya the American Society for Public Administration (ASPA), dalam kode etikanya untuk para angotanya, membuat pernyataan sebagai prinsip pertama, yaitu “Pelaksanaan kewenangan untuk mendorong kepentingan publik” (2001). Pandangan Abolitionist mengenai Kepentingan Publik Berbeda atas, mengenai dengan mereka para yang ahli normatif seperti dibahas di mendukung publik pandangan menyatakan abolitionist bahwa konsep

kepentingan

kepentingan publik itu tidak bermakna dan tidak penting. Para ahli ini cenderung mengambil salah satu dari dua garis penalaran, apakah itu (1) kepentingan publik tidak dapat diukur atau diamati secara langsung, sehingga tidak valid, atau (2) konsep kepentingan publik atau keinginan kolektif tidak diperlukan karena pilihan-pilihan individu merupakan cara terbaik untuk memahami proses kebijakan dan menetapkan kebijakan. bahwa sehingga politik, Misalnya, orang meskipun menjadi publik Glendon mengenai bagian tetap Schubert dari studi mengakui publik, perilaku berbicara

kepentingan

membuatnya

kepentingan

saja merupakan ide yang secara ilmiah tidak relevan. Dalam tulisan Schubert disebutkan bahwa agar bisa berguna, maka sebuah teori kepentingan publik harus mampu mendeskripsikan hubungan antara kepentingan publik dengan perilaku dalam sebuah cara tertentu Dia yang dapat bahwa divalidasikan dapat secara hal empiris. tersebut, menyimpulkan sulit

teori-teori yang terkait dengan kepentingan publik tidak melakukan bahwa “sangat publik memahami sebuah justifikasi pengajaran siswa mengenai ilmu politik yang menyatakan 220). Teori Proses Politik Ahli teori proses dideskripsikan sebagai orang yang “menetapkan ini, konsep dengan publik merujuk pada proses melalui politik sebuah dalam pembuatan kebijakannya” (1974,331). Dalam pandangna kepentingan direalisasikan kepentingan merupakan norma relevan dari tanggung jawab resmi (Schubert, 1960,

121

proses tertentu yang membuat kepentingan bisa disatukan, ditimbangkan atau direkonsiliasikan. Misalnya, Smith menyatakan dengan jelas bahwa “Kepentingan Publik dapat diidentifikasi dengan paling tepat bukan sebagai politik nyata, tetapi sebagai jenis tertentu dari sebuah proses di dari yang mana akan diputuskan ini mengenai bahwa apa apa yang yang harus disebut pada proses sebagai dilakukan” (1960,159). Dengan kata lain, para pendukung pandangan penting menyatakan dengan kepentingan publik bukan merupakan hal penting, adalah bagaimana kita para sampai ahli kepentingan dapat publik tersebut. Karena

cenderung memfokuskan pada proses, beberapa dari mereka dianggap menganalisis kepentingan publik perluasan logis dari sebuah perdebatan lama dan terusmenerus antar para ilmuwan politik mengenai cara terbaik dalam memahami proses politik. Sebuah poin kunci dalam perdebatan ini adalah apakah partai-partai politik atau kelompok-kelompok kepentingan dianggap sebagai mekanisme yang dipilih bagi representasi kepentingan dalam sebuah demokrasi. Seperti yang dibuktikan oleh rujukan awal James Madison dalam the Federalist Papers Number 10, fraksi telah lama dianggap sebagai hal yang alamiah bagi sistem pemerintahan 1982/1787). memperdebatkan dengan di Amerika (Hamilton, Madison dan aktivitas dan kerugian kelompok Madison yang dari dan Jay Meskipun pada lainnya politik

“kemalangan”

didasarkan

kepentingan,

pandangan-pandangan tersebut dewasa ini dicerminkan dalam A Preface to Democratic Theory oleh Robert Dahl (1959)

dan dalam Who Govern? (1961). Pandangan pluralis mengenai demokrasi didasarkan pada ide bahwa kelompok kepentingan, dan bukan penduduk secara individu atau orang secara keseluruhan, merupakan kendaraan terbaik dalam mewakili dan mempertahankan kepentingan dari penduduk dalam proses kebijakan. melalui Para pluralis menyatakan bahwa partisipasi yang yang langsung itu tidak dapat dilakukan dan tidak praktis, dan pembentukan pada kelompok, individi-individu memiliki suara berorientasi kesenangan bisa

lebih besar dalam pembuatan keputusan dibandingkan yang dapat mereka lakukan sebagai individu. Dahl menyatakan bahwa pluralisme cara cara kelompok kepentingan bukan hanya politik prinsipdemokrasi merupakan merupakan terbaik terbaik dalam dalam sebagai mendeskripsikan memaksimalkan model yang bagi

Amerika seperti yang dijalankan dewasa ini, tetapi juga prinsip demokratis. Dominasi Amerika sangat pluralisme mempengaruhi mereka mendefinisikan

kepentingan publik dari sudut pandang proses. Tetapi para pluralis bukannya kosong dari kritikus yang menyatakan bahwa secara pendukung cara demokrasi lebih vokal dan baik dari kepentingan melalui misalnya, politik melayani publik bisa dilayani lain. seorang sebagai Dia proses-proses merupakan mayoritas

E.E.Schattschneider, terbaik untuk dari

partai

kepentingan umum,

publik. tetapi

menyatakan bahwa kepentingan pribadi, khusus dan lokal merupakan politik musuh dapat kepentingan dan partai menyintesis mengangka kepentingan-

kepentingan khusus. Dengan menolak ide bahwa kompilasi

123

kepentingan-kepentingan kepentingan publik khusus, bukan dan publik, hanya bukan berbagai peran atau ia

khusus

akan jumlah

setara dari dari

dengan

menyatakan jumlah apakah

bahwa

“kepentingan kepentingan kepentinganpolitik penduduk

merupakan merupakan kasus,

kepentingan khusus yang terorganisir” (1952,23). Dalam mengabaikan bisa kepentingan orang dalam mendukung adalah kita suara itu kelompok kepentingan atau politik partai, para ahli ini penduduk. partai, ini Asumsinya oleh jika maka dan diwakili secara mediasi tepat kelompok-kelompok menetapkan utama dari menjadi

lembaga-lembaga

sebagai

proses

politik,

akan

kepentingan publik. Nilai-nilai bersama Cochran menyebut model dari kepentingan publik yang didasarkan pada nilai-nilai bersama sebagai “konsensualis”. Konsesualist melihat kepentingan publik sebagai sebuah istilah yang kabur tetapi bermakna yang merujuk pada perdebatan kebijakan untuk mencapai sebuah konsensus nilai publik. Kami telah memperluas kategori ini untuk melibatkan gagasan mengenai kepentingan publik yang didasarkan pada nilai-nilai bersama yang membimbing proses dalam mengungkapkan kepentingan ini dan substansi dari kepentingan publik itu sendiri. Model nilai bersama ini dibuktikan “Kepentingan dalam tulisan tidak awal Paul Appleby yang menyatakan: publik pernah hanya merupakan jumlah dari seluruh kepentingan pribadi maupun jumlah

yang tersisa setelah menghentikan beberapa plus dan minus-nya...kepentinan terpisah publik beberapa dari dari dari ini diperoleh publik dari tidak dan sepenuhnya kepentingan memiliki kepentingan terpisah dan oleh kepentingan pribadi, penduduk

yang

kepentingan kepentingan

pribadi; pribadi paling yang

tetapi ini,

publik merupakan sesuatu yang berbeda, yang muncul dalam yang kepentingan aspirasi paling pribadi yang dalam tersebut, bisa dan memfokuskan muncul

beberapa ketaatan

banyak

diberikan

manusia” (Appleby 1950, 34-35). Ide kepentingan publik yang merupakan kepentingan bersama dan luas dari masyarakat sesuai dengan cara yang digunakan oleh Deborah Stone (1988) dalam mendefinisikan kepentingan publik pada apa yang ia sebut sebagai “polis” atau komunitas Stone politik. didasarkan dengan Kepentingan pada pasar publik dalam pandangan dengan pencarian atau nilai-nilai model Stone,

kolektif secara aktif dan sadar. Dia mendefinisikan polis membedakannya pandangan kumpulan Menurut kepentingan individu (dideskripsikan di atas pada bahasan mengenai abolitionist). pandangan pasar didasarkan pada ide yang menyatakan bahwa kebijakan publik atau kepentingan publik merupakan hasil bersih dari seluruh individu yang mengejar kepentingan dirinya. Sehingga kepentingan publik dalam model pasar merupakan produk dari pilihan-pilihan individu. Di sisi lain dalam polis atau model kolektif, membangun masyarakat dalam kepentingan kolektif merupakan

125

tujuan, bukan produk. Stone menyatakan bahwa: “Kebijakan publik itu berbicara tentang komunitas yang mencoba mencapai sesuatu sebagai komunitas. Yang terjadi memang seperti ini meskipun hampir selalu ada konflik di dalam sebuah komunitas mengenai apa tujuan yang harus dicapai dan siapa anggotanya, dan meskipun setiap tujuan komunal pada akhirnya harus dicapai melalui perilaku individu. Tidak seperti pasar yang dimulai dengan individu dan tidak memiliki tujuan, pilihan atau maksud selain yang dimiliki oleh individu, sebuah model polis harus memiliki keinginan kolektif dan usaha kolektif (Stone 1997,18, diberi tekanan)”. Stone tidak memulai dengan asumsi pasar bahwa orang hanya tertarik pada hubungan dirinya cukup sendiri, kuat dalam tetapi dia menyatakan bahwa nilai-nilai seperti berbagi, peduli dan mempertahankan perilaku memotivasi promosi maupun kompetisi, pemisahan dan

kepentingan diri sendiri. Meskipun sejarah, loyalitas dan kepemimpinan merupakan faktor penting dalam polis, pasar tidak pasar, memberi kita cara untuk Selain “umum” berbicara itu, dianggap adalah mengenai model sebagai situasi pengaruh-pengaruh perkecualian. tersebut. dalam

masalah-masalah

Masalah-masalah

“umum”

ketika kepentingan diri sendiri dan kepentingan publik saling bertentangan. Contoh yang sering digunakan adalah padang rumput yang dimiliki oleh seluruh pemilik ternak. Kepentingan diri sendiri menunjukkan bahwa tiap orang akan berusaha memaksimalkan keuntungan individunya dengan

menjaga ternaknya sebanyak mungkin di lahan umum ini. Tetapi karena tiap orang yang berbagi lahan yang sama akan membuat keputusan yang sama ini, hal-hal umum akan dihilangkan Sehingga dan dengan tidak digunakan oleh semua orang. mengejar di kepentingan atas, individunya, umum

kepentingan bersama dari pemilik peternakan akan hilang. Seperti dinyatakan masalah-masalah dianggap sebagai kejadian tidak umum di pasar. Sebaliknya di polis, masalah-masalah umum dianggap sebagai hal yang biasa. Masalah-masalah ini tidak hanya sering terjadi; masalah kebijakan yang paling signifikan adalah masalahmasalah umum. Dalam polis tersebut dinyatakan bahwa kebijakan akan jarang mempengaruhi satu atau dua orang saja. Sehingga tujuan dari dialog politik adalah untuk mendorong dan orang mengekspresikan keunggulan bagi kepentingan bersamanya pilihan memberikan konsekuensi

kebijakan yang lebih luas. Orang didorong untuk melakukan hal tersebut dengan didasarkan pada pengaruh, kerja sama, loyalitas dan hubungan yang menyatukan orang dari waktu ke waktu. Selain itu, pencarian kepentingan publik dalam polis masih berjalan. dalam Hal bagi Seperti yang dinyatakan pencarian melalui ini cara lebih merupakan sebuah perjalanan, bukan tujuan. Masalahmasalah pasar”. pesanan polis “tidak sama dan diselesaikan” dengan ketika tertentu ketika kebutuhan ekonomi dipenuhi dalam model ini tidak menempatkan pesanannya sebuah telah keadilan,

dipenuhi, maka pekerjaan telah selesai dilakukan” (Stone, 1997, 34). Selain itu tidak pernah ada kesepakatan utuh

127

mengenai apa yang disebut dengan kepentingan publik itu. Pencarian terhadap makna merupakan raison d’etre dari kehidupan publik, sebagian besar pilihan yang didasarkan pada kepentingan sendiri merupakan landasan bagi pasar. Seperti yang dinyatakan oleh Stone, “Konsep kepentingan publik adalah kepada polis sedangkan konsep kepentingan pribadi adalah kepada pasar. Konsep tersebut merupakan abstrak yang kandungan khususnya tidak perlu kita ketahui dalam orang rangka menggunakannya perilaku untuk Kami atau menjelaskan meyakini mereka dan bahwa mencoba memprediksikan merealisasikan Dalam perasaan manusia. seolah-olah publik

berperilaku

kepentingan

memaksimalkan bersama dan

kepentingan dirinya” (1997,21). polis, kolektif perkembangan dari nilai-nilai kepentingan publik merupakan

tujuan utama. Stone menyatakan bahwa kepentingan publik dapat dipahami sebagai hal-hal yang diinginkan oleh “sisi penduduk berjiwa-publik” seperti sekolah yang baik dan udara bersih meskipun menghambat hak mereka untuk membakar sampah atau memiliki pajak rendah. Kepentingan publik juga dapat diekspresikan sebagai “tujuan di mana terdapat untuk dan sebuah konsensus sebagai dan/atau sebuah hal-hal proses Tidak yang baik komunitas komunitas” seperti ada

perlindungan kesepakatan Stone kosong,

tatanan, utuh

pemeliharaan orang itu

pemerintahan pernah Faktanya kotak orang

pertahanan

terhadap

luar.

mengenai “biarkan tidak

kepentingan masalah;

publik.

mengatakan tetapi

menjadi dalam

sebuah polis,

itu

mengembangkan banyak energi untuk mencoba mengisi kotak

tersebut” (1997,21). Sehingga nilai-nilai bergerak khusus untuk kepentingan bersama dari publik yang didasarkan proses pada yang dan ahli menunjukkan pertemuan Yang sebuah

keluar

kepentingan-kepentingan demokratis para penting,

melibatkan bersama.

nilai-nilai lebih

konstitusional

kepentingan bersama menyatakan bahwa orang tidak hanya memiliki kemampuan lebih dari kepentingan dirinya, tetapi juga pemerintah harus bekerja untuk mengembangkan Kepercayaan keyakinan dan dan meningkatkan sebagian konfidensi kemampuan pada penduduk tersebut. Kapasitas tersebut bahwa

tergantung

kepercayaan. menurut

dibangun

pemerintah bertindak dalam merespons kepentingan publik dan nilai-nilai bersama dari komunitas. Kepercayaan dan bertindak menurut kepentingan publik menjadi penguat yang menguntungkan kepentingan Sebaliknya – ketika ketika pemerintah bertindak dalam publik, kepercayaan kepercayaan penduduk penduduk meningkat. meningkat,

penduduk mungkin mengalami peningkatan kepasiasnya untuk melihat dan bertindak berdasarkan kepentingan bersama. Dengan asumsi-asumsi adanya bagi evolusi tentang peran dalam pemikiran publik yang publik ini, dan apa apa pandangan-pandangan kepentingan pelayan

terkait

dengan Administrasi Publik Lama, Manajemen Publik Baru dan Layanan Publik Baru? Seperti yang telah dijelaskan dari diskusi sebelumnya, ide dan argumen-argumen mengenai kepentingan publik tidak terbuka dalam sebuah model yang rapi dan linear. Tetapi kita dapat mengidentifikasi tematema dominan tertentu yang terkait dengan Administrasi

129

Publik Lama, Manajemen Publik Baru dan Layanan Publik Baru. Administrasi Publik Lama dan Kepentingan Publik Dalam kewenangan keahliannya. keputusan pelaksanaan Administrasi dari Publik Lama, layanan publik dianggap sebagai sebuah proses teknis tanpa nilai dan administrator yang adalah oleh kewenangan Schubert Seperti dinyatakan otomatis (Public

“kepentingan publik ditemukan dalam rasionalisasi proses sehingga secara akan menghasilkan Diskresi Keinginan Publik Will).

manusia diminimalkan atau dieliminir dengan menentukannya di luar situasi keputusan; tanggung jawab berada pada perilaku secara otonomi ketat (1957,347). Perspektif pada ini terhubung dan dengan penekanan netralitas

efisiensi yang kita lihat di awal terkait dengan gerakan reformasi progresif dan gerakan manajemen ilmiah. Di satu sisi, Administrasi jawab oleh Publik Lama tidak memiliki teori dan tanggung administratif untuk mempertahankan Tetapi

melindungi kepentingan publik. Kepentingan publik harus ditentukan bahwa pejabat-pejabat pada antara terpilih. dalam dan Administrasi Publik Lama kita bisa lihat dengan jelas memfokuskan ketat netralitas, politik efisiensi pemisahan publik menuju dengan administrasi Sehingga dan

merupakan cara terbaik bagi pegawai negeri atau pelayan untuk melayani kepentingan publik. terdapat subordinasi aktivitas administratif dan diskresi kontrol hierarkis, perundang-undangan pertemuan antara kepentingan-kepentingan khusus.

Ketika Goodnow

penulis

seperti

Woodrow

Wilson

dan

Frank

berusaha

untuk

pertama

kalinya

mendefinisikan tetapi

bidang administrasi publik pada perubahan abad, konsep kepentingan publik menjadi sangat penting, dianggap hanya masuk di dalam wilayah politik. Wilson menulis “Kebijakan tidak akan memiliki noda ofissialisme mengenai hal tersebut. Kebijakan bukan merupakan penciptaan dari pegawai permanen. Tetapi pejabat negara yang tanggung jawabnya kepada opini publik akan bersifat langsung Shafritz dan dan tidak Hyde yang dapat 1997, dihindari” 22). Goodnow peran (dicuplik dalam mendefinisikan bawahan dalam

politik sebagai “ekspresi dari keinginan negara” dengan administrasi melayani menjalankan keinginan tersebut (dicuplik dalam Shafritz dan Hyde 1997, 28). Peran tahun administrasi sebuah publik dalam yang hubungan dengan kepentingan publik masih tetap pasif sampai pertengahan 1930-an: pandangan diartikulasikan dalam karya E. Pendleton Herring. Dalam era New Deal ini, Herring menemukan bahwa administrator sering kali harus menginterpretasikan dan mendefinisikan perundang-undangan yang kabur. Dia menulis “Di pundak birokrat diletakkan beban berat dalam merekonsiliasikan perbedaan-perbedaan kelompok menjadi tentang beberapa tuntutan dan membuat dan (1936,7). kompromisasi dapat Herring dia ekonomi dan sosial proses gagasan bahwa Dalam memenuhi efektif keahlian level dari dijalankan tidak hanya melalui menolak menyatakan untuk khusus.

legislatif”

netral; diskresi

dibutuhkan

kepentingan-kepentingan

131

menjalankan “kepentingan

diskresi publik

ini,

Herring standar

berargumen yang

bahwa

merupakan

membimbing

administrator dalam menjalankan hukum” (23). Sekali lagi, asumsinya adalah bahwa kepentingan publik dapat ditemukan dalam pertemuan kepentingan-kepentingan khusus. Sehingga dalam model ini, administrator publik untuk sebagai memfasilitasi kelompok” sebuah dengan “simbol “rekonsiliasi menggunakan verbal terhadap yang kepentingan-kepentingan dirancang

kepentingan

mengenalkan

kesatuan, Herring

tatanan, dan objektivitas” (23). Meskipun akuntabilitas kepentingan publik ditekankan, model menunjukkan bahwa tidak diperlukan keterlibatan penduduk secara langsung. Selain peran pemerintah merupakan itu, dalam standar peran sebuah yang administrator Herring demokrasi menentukan jelas merupakan “Tugas pasif. Misalnya, menyatakan adalah

menyesuaikan pemberian

kekuatan-kekuatan

ekonomi dan sosial. Kepentingan publik tingkat

kekuasaan pemerintah kepada satu sisi atau yang lainnya. Tanpa standar untuk penilaian antar pesaing ini, skala akan dinilai menurut kemenangan bagi yang paling kuat” (1936,23). Dampaknya Herring mendeskripsikan administrator publik sebagai “pelepas iklatan” terakhir ketika konflik antar kepentingan mendorong pada hasilhasil yang tidak jelas atau tidak memasukkan kepentingankepentingan penting tertentu. Pendeknya yang terpilih dalam secara Administrasi populer. Publik Dinyatakan Lama, bahwa kepentingan publik didefinisikan oleh pembuat kebijakan

administrator ilmiah, adalah publik dan agar dalam

dapat netral

melayani dari

kepentingan

publik

dengan

mengimplementasikan hukum dalam cara yang paling efisien, politik. konflik Meskipun antar tuntutannya kepentingan kepentingankebijakan pasif khusus dalam dan administrator menyelesaikan khusus publik dalam akan memperhatikan implementasi peran

kepentingan Administrator hanya ketika

legislatif, idenya adalah agar diskresi dapat dibatasi. memainkan untuk merekonsiliasikan administratif. Manajemen Publik Baru dan Kepentingan Publik Dengan munculnya Manajemen Publik Baru tahun 1980 dan 1990-an, ide kepentingan publik yang didasarkan pada nilai-nilai bersama kehilangan kekinian dan relevansinya. Seperti diberi dinyatakan predikat sebelumnya, gagasan Manajemen yang Publik Baru bahwa sebagai menyatakan kepentingan-kepentingan

dibutuhkan

melakukan

tindakan

pemerintah harus menciptakan arena pilihan seperti pasar di mana individu sebagai konsumen dapat membuat keputusan didasarkan pada kepentingan mereka sendiri. Dalam peran konsumen, orang tidak perlu memfokuskan pada keinginan dari para konsumennya. sebagai dan pemerintah Ketika sama kita mulai sama pasar, berpikir dengan kebutuhan mengenai konsumen, penduduk individu dengan yang

untuk berbicara atau bertindak pada “kepentingan publik” akan lenyap. Dalam hal ini, pertanyaan-pertanyaan mengenai

133

tanggung Manajemen misalnya, bermakna,

jawab Publik akan dan

administratif dianggap Baru. menolak akan Para bahwa

yang tidak ahli

terkait relevan pilihan

dengan dengan publik, publik”

kepentingan

publik

“kepentingan apakah

tersebut sebagai sebuah konsep atau ideal akan sangat mempertanyakan kepentingan publik itu benar-benar ada. Penalaran mereka adalah bahwa pilihan-pilihan individu dalam sebuah arena seperti pasar akan lebih superior dibandingkan tindakan kolektif yang didasarkan pada nilai-nilai bersama. Karena kebergantungannya pada metafora pasar, dan asumsi bahwa kepentingan sendiri merupakan dasar utama dan yang paling tepat bersama dalam akan pembuatan menjadi Perspektif keputusan, tidak mereka kepentingan dan mengenai publik relevan kemustahilan kepentingan

definisional.

publik akan secara jelas didefinisikan oleh abolitionist. Seperti yang dijelaskan oleh Stone (1997), ketika masyarakat dilihat sebagai pasar, maka diyakini bahwa orang memiliki pilihan yang relatif pasti dan independen bagi barang, layanan dan kebijakan (9). Sehingga model pasar tidak memberi jalan kepada kita untuk berbicara mengenai bagaimana orang meraih visinya dari kepentingan publik atau sifat dari komunitas – pertanyaan-pertanyaan politik sangat signifikan yang mendasari pilihan-pilihan kebijakan. kepentingan memang ada konsumen) Orang dianggap sebagai dari hakim terbaik publik dari jika dalam mereka sendiri. produk Kepentingan

merupakan membuat

penduduk

(sebagai

yang

pilihan-pilihan

individu

sebuah area seperti pasar.

Baru-baru

ini,

sebuah

pandangan

bersama

mengenai

kepentingan publik dilingkupi oleh kemunculan Manajemen Publik Baru. Menurut Trudi Miller (1989), negasi konsep kepentingan publik bersama dengan kebergantungan terhadap model pilihan pasar dan model politik pluralis memiliki dampak yang jauh dan merusak bagi pemerintahan demokratis dan bidang administrasi publik. Faktanya dia menyatakan bahwa pada tingkatan keterikatan pegawai negeri dengan pandangan politik pluralis, mereka memberikan kontribusi dalam melemahkan dan merusak demokrasi liberal. Dalam demokrasi liberal, lembaga pemerintah merespons terhadap “pandangan populer bersama dari kepentingan publik [dan pada waktu di yang luar oleh bersamaan jangkauan fraksi menghormati pemerintah] sempit untuk kebebasan dan memaksakan yang dan berada “menghambat

usaha-usaha

mengenakan pajak publik dengan alasan-alasan yang tidak sesuai dengan kepentingan publik”. Miller politik kepalanya” kepentingan penting” fondasi demokrasi bersama merespons kemudian dengan publik dan menyatakan memutar membuat menjadi bahwa kemunculan liberal bersama dan yang model dari model “pada dari tidak pluralis demokrasi “pandangan tidak nilai-nilai Dalam pengaruh

bermakna

menegasikan

membentuk pluralis, kepentingan kata lain, “tidak penduduk

demorasi” merespons dari

(1989,511). terhadap

khusus, tetapi tidak merespons atau menyadari nilai-nilai kepentingan apa publik. Dengan menurutnya pemerintah terhadap dalam yang model pluralis oleh

diharapkan

secara kolektif”. Pemerintah menggantikan keinginan dari

135

koalisi pemenang kepentingan-kepentingan khusus. Layanan Publik Baru dan Kepentingan Publik Sebaliknya kepentingan Baru. Layanan penduduk Layanan yang ini Baru. Publik Baru menolak pandangan baik publik terdapat merupakan Kami secara implisit

dalam Administrasi Publik Lama maupun Manajemen Publik Faktanya Publik penolakan bahwa terhadap pegawai dan perspektif yang merupakan sebuah pemberi definisi dari berpendapat kepentingan negeri memiliki peran sentral dan penting dalam membantu mengartikulasikan publik, sebaliknya nilai-nilai bersama dan kepentingan penduduk kolektif akan membimbing perilaku dan pembuatan keputusan dari administrator publik. Hal ini tidak berarti bahwa hasil-hasil dari proses politik harus publik hanya itu salah atau bahwa administrator Tetapi publik mengganti bekerja keputusannya keras untuk

terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak mereka setujui. administrator – bukan harus memastikan bahwa penduduk diberi suara dalam setiap tahap pemerintahan melibatkan publik. Yang menarik, pandangan sekilas mengenai sudut pandang ini dapat ditemukan dalam beberapa suara awal dalam bidang administrasi publik. Meskipun ide-ide ini dilingkupi kelompok oleh pandangan-pandangan penting untuk dari pluralis bahwa kepentingan, diperhatikan politik elektoral. forum atau Pegawai dialog negeri memiliki tanggung jawab unik dan penting untuk penduduk dan menciptakan

beberapa rujukan awal bagi kepentingan publik didasarkan

pada nilai bersama dan kepentingan umum dari orang-orang. Misalnya, meskipun Paul Appleby nanti melihat kepentingan publik tahun – sebagai 1950 dia yang pengaruh dari kepentingan bahwa tugas khusus, pada menyatakan dirasakan administrator bentuk

adalah “memfokuskan – menyelesaikan dan mengintegrasikan kebutuhan populer; memberikan khusus terhadap respons pemerintah yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut; menyuntikkan pandangan dan perhatian bagi faktor-faktor yang tidak terlihat oleh penduduk; mencoba mengorganisir respons-respon pemerintah untuk mengamankan konsensus mayoritas (155). Pada tahun 195, Emmette Redford menulis bahwa pada keputusan-keputusan yang berusaha sebuah administratif kepentingan bagi perhatian didasarkan umum

“kepentingan dan ide-ide umum” dan bahwa administrator “mencari kasus merupakan pelindung esensial bagi kepentingan publik (1107). Dia membuat administrator terhadap mereka yang tidak diwakili secara tepat, tetapi berbicara mengenai pentingnya masa depan dan kepentingan bersama: “bahaya nyatanya adalah bahwa kepentingan dari mereka yang tidak terorganisir dan lemah, kepentingan bersama dari manusia secara umum dan kepentingan manusia di masa yang akan datang tidak akan memiliki nilai yang tepat dalam dewan pemerintahan” (1109). Meskipun perhatian Schubert, sebagai muncul suara-suara terhadap ide awal yang menuntut publik, publik administratif misalnya, sebuah kepentingan kepentingan dalam

kritik terhadap pandangan tersebut juga sangat banyak. menolak kekuatan pembimbing pembuatan

137

keputusan bijak

administratif, merupakan Dia

dengan

menolak dan

ide

“birokrat

yang

penjaga

dari

negara bahkan

demokratis” mengabaikan bahwa jika

(1957,349). premis

mempertanyakan

ketepatan dan kemasukaklan dari apa yang ia sebut sebagai dari pandangan-pandangan publik akan tersebut, “kepentingan direalisasikan

birokrat...mematuhi desakan...para moralis..untuk menjadi cerdas, bijak dan baik!” (354). Layanan Publik Baru melihat kritik ini sebagai sesuatu yang sederhana dan salah alamat. Administrator tidak hanya bisa dituntut untuk pintar atau bijaksana dan bertindak sebagai penjaga dalam menilai apa yang bisa dianggap mendukung melakukan Layanan dari sebagai peran moral. aktif Layanan positif dengan menolak Dalam dan Publik dari Baru justru dan administrator publik.

dalam membantu keterlibatan penduduk dalam menentukan dan sesuatu Baru sesuai juga kepentingan ide yang Publik menyatakan Baru, nama

bahwa kepentingan publik dapat dipahami sebagai kumpulan kepentingan adalah untuk pribadi. untuk Layanan melebihi bertindak bahwa Publik atas tujuannya pribadi bergerak kepentingan

mengungkapkan Publik Baru

kepentingan bersama – kepentingan publik. Layanan terhadap menyatakan pemerintah terhadap harus mendorong penduduk untuk menunjukkan perhatiannya komunitas besar, komitmennya permasalahan yang melebihi kepentingan jangka pendek, dan keinginan mereka untuk memberikan tanggung jawab personal atas apa yang terjadi di rumah dan komunitasnya. Dalam pandangan ini, seperti dinyatakan dalam Bab 2, penduduk

menggunakan perspektif yang lebih luas dan dalam jangka panjang yang didasarkan pada pengetahuan mereka terhadap urusan keutuhan 1996). Hal ini tidak yang berarti paling bahwa sesuai menentukan dengan tindakan pelayanan pemerintah publik dan dan ikatan rasa memiliki, dengan perhatian komunitas terhadap (Sandel, moral

kepentingan publik merupakan sebuah proposisi sederhana atau langsung. Seperti yang ditegaskan oleh Edward Weeks “solusi terhadap masalah publik signifikan akan cenderung tidak menyenangkan Mencari bahwa Tetapi beberapa kepentingan segmen publik masyarakat” bukan berarti akan (2000,362). menyatakan penduduk.

pembuatan kepentingan

keputusan publik

pemerintah dianggap

mengembangkan kebijakan yang akan disetujui oleh seluruh sebagai sebuah proses dialog komunitas dan keterlibatan. Proses ini memberi informasi mengenai pembuatan keputusan dan membangun kewarganegaraan. “Dengan menuntut agar kita berinteraksi – yaitu terlibat dalam wacana demokratis – dengan orang lain, partisipasi akan memperluas perspektif kita dan membantu kita melihat diluar kepentingan sempit kita” (deLeon dan Denhardt, sempit inilah dalam 2000,94). dan yang Kemampuan menjadi untuk inti proses melebihi komunitas memainkan kepentingan bersama peran menyadari kepentingan

kewarganegaraan dalam sebuah demokrasi. Pemerintah dapat sentral memfasilitasi tersebut dan memunculkan wacana untuk memfokuskan pada kepentingan komunitas jangka panjang. Yang kita lihat di sini adalah penekanan baru pada

139

kepentingan publik dan nilai bersama sebagai dasar bagi bidang administrasi publik. Faktanya beberapa ahli administrasi kontemporer menggunakan konsep kepentingan publik sebagai alat untuk menjelaskan dan melegitimasi peran dari administrasi dalam demokrasi. John Rohr (1986) misalnya, menyatakan bahwa legitimasi konstitusional dari administrasi publik berada pada beban untuk meningkatkan nilai-nilai konstitusional dalam kepentingan publik. Dalam model yang sama, Charles Goodsell menyatakan bahwa “birokrasi publik adalah lembaga terdepan dan pendukung kepentingan (1994,107)”. Gary Publik” merupakan Wamsley dan dan rekan bahwa penulisnya Administrasi bukan mengatakan demokrasi publiknya tidak (1990) Publik bentuk bahwa dengan dengan dapat mengonseptualisasi ulang birokrasi sebagai “Administrasi menyatakan lembaga adalah Idenya publik superior sebuah pemerintah, untuk penjaga atau publik dalam kehidupan warga Amerika

organisasional. administrator mengganti keinginan Dengan visi cabang

bukan

kepentingan

legislatif

yudisial, publik

misalnya.

kata

lain,

administrator

bertindak sebagai “Platonist administratif” seperti yang ditakutkan oleh Schubert. Kesimpulan Dalam Layanan Publik Baru, administrator publik bukan merupakan wasit tunggal dari kepentingan publik. Tetapi administrator publik dilihat sebagai aktor kunci di dalam sebuah sistem pemerintahan besar, termasuk

penduduk,

kelompok,

perwakilan

terpilih

serta

lembaga-

lembaga lain. Seperti yang dikatakan oleh Frederickson: “Pencapaian kepentingan mengikis kepentingan pribadi pribadi melalui atau umum. akan pemerintah, negeri meskipun merupakan hal yang umum, akan ditolak ketika penduduk secara tetapi pegawai kepentingan pribadi, Administrator terus-menerus umum dan

publik tidak akan memfasilitasi usaha untuk mencapai kepentingan menemukan mendorong dan mendorong para perwakilan terpilih dan penduduk untuk mengekspresikan memenuhi kepentingan kepentingan pemerintah tersebut

(Frederickson 1991, 415-416)”. Argumen ini memiliki implikasi penting bagi peran dan tanggung jawab administrator publik yang menekankan bahwa peran pemerintah bahwa adalah menjadi publik orang yang memastikan kepentingan betul-betul

mendominasi, bahwa solusi sendiri dan proses pengembangan solusi terhadap masalah publik sesuai dengan norma-norma keadilan demokratis, kejujuran, dan kesetaraan (Ingraham dan Ban 1988; Ingrahan dan Rosenbloom, 1989). Salah satu implikasi paling penting dari melihat pemerintah sebagai kendaraan berbeda pasar dalam mencapai tujuan nilai-nilai seperti kejujuran ini dan kesetaraan adalah bahwa tujuan pemerintah benar-benar dengan mengenai bisnis. Perbedaan-perbedaan sebuah dari secara eksklusif memanfaatkan mekanisme dan asumsi-asumsi kepercayaan membedakan sebagai bisnis kalkulasi beberapa pemerintah, kepentingan karakteristik pribadi. yang Meskipun terdapat

141

tanggung salah satu

jawab

pemerintah paling

adalah penting –

meningkatkan dan merupakan

kewarganegaraan dan melayani kepentingan publik sebagai perbedaan landasan bagi Layanan Publik Baru.

BAB

5

Menilai Kewarganegaraan Diatas Kewirausahaan Menilai negeri yang kewarganegaraan berkomitmen diatas kewirausahaan. berarti

Kepentingan publik dimajukan lebih baik oleh para pegawai memberikan kontribusi pada masyarakat dari pada oleh manajer enterprener yang bertindak seolah-olah uang publik adalah miliknya. Meskipun, di masa lalu, pemerintah memainkan peranan sentral dalam hal yang disebut dan hanya sebagai “penggerak 1999), tetapi masyarakat” peranan tidak (Nelissen itu tidak kawan-kawan, tidak dan sesuai,

kompleksitas dari kehidupan modern kadang kala membuat semacam mungkin. saat dan Kebijakan-kebijakan adalah hasil berbeda, program-program banyak banyak

yang memberikan struktur dan arah kehidupan sosial dan politik kelompok ini dari interaksi dari organisasi campuran

opini dan kepentingan berbeda. Dalam banyak area, tidak lagi masuk akal memikirkan kebijakan publik sebagai hasil dari proses pembuatan seorang yang ini, adalah pada keputusan – sangat hasil akhirnya pemerintah. dalam Tetapi yang dan Pemerintah kasus memandu interaksi banyak cara-cara kebijakan sebenarnya seorang publik kompleks pemain dan banyak

pemain saat yang

penting. dari

kebijakan-kebijakan banyak

masyarakat, kepentingan,

serangkaian kelompok dengan

melibatkan

bergabung

yang menarik dan tidak dapat diprediksikan. Pemerintah tidak lagi “menanggung tanggungjawab”. Dalam dunia baru ini, peranan utama pemerintah tidak

143

untuk mengarahkan tindakan publik melalui regulasi dan surat keputusan (meskipun hal itu kadang kala sesuai), bukan peranan pemerintah untuk benar-benar membangun serangkaian peraturan dan insentif melalui mana orangorang akan dipandu dalam arah “yang tepat”. Pemerintah sedikit menjadi pemain lain, walaupun seorang pemain penting, dalam proses menggerakkan masyarakat dalam satu arah atau lainnya. Tindakan-tindakan pemerintah, sejalan dengan hadapi. kelompok Dalam dan organisasi ini, swasta dan nonprofit, pemerintah untuk mencari solusi untuk masalah-masalah yang komunitas proses peranan ditransformasikan dari peranan mengontrol salah satu dari penetapan, membawa pemain yang tepat “ke dalam daftar” dan memfasilitasi, menegosiasikan, atau “memecahkan” solusi untuk masalah-masalah publik (seringkali melalui koalisi publik, swasta, dan agen nonprofit). Mengingat secara tradisional pemerintah merespon kebutuhankebutuhan dengan mengatakan, “ya, kita dapat memberikan jasa itu”, atau “tidak, kita tidak dapat memberikan”, Layanan terpilih atau tidak, Publik dan Baru menyatakan publik bahwa para pejabat merespon seperti manajer dengan seharusnya hal-hal

permintaan warga negara tidak hanya dengan mengatakan ya tetapi mengatakan “Marilah bekerja bersama untuk merealisasikan apa yang akan kita lakukan, kemudian kita mewujudkannya.” Dalam sebuah dunia warga negara aktif, peranan dari pegawai negeri berubah. Para administrator publik akan semakin mereka berperan akan lebih dari peranan peranan pemberian jasa – memainkan mengkonsiliasi,

memerantarai memutuskan. keterampilan

atau Dan

bahkan mereka

bertindak tidak lagi

sebagai tetapi

hakim lebih

yang pada pada

mengandalkan

kontrol

manajemen

keterampilan memfasilitasi, brokering, bernegosiasi, dan resolusi konflik. Perspektif Penyelenggaraan Pemerintahan Salah satu dari pengembangan paling penting dalam kehidupan politik saat ini, dan satu yang diakui oleh pendukung dari Manajemen Publik Baru dan Layanan Publik Baru, adalah perubahan dramatis dalam cara dimana peraturan dan regulasi, program dan proses yang memandu masyarakat dikembangkan – atau melihat hal ini secara sedikit berbeda – sebuah perubahan dalam cara kebijakan publik dikembangkan. Sebagaimana dicatat sebelumnya, di masa lalu, pemerintah memainkan peranan utama dalam “penggerak masyarakat” (Nelissen dkk, 1999). Yakni tidak untuk mengatakan bahwa kepentingan-kepentingan lain tidak direpresentasikan, tetapi bahwa pemerintah memainkan peranan yang menentukan. Dengan menggunakan analogi olah raga, bidang bermain pada permainan dari formasi kebijakan publik yang terjadi adalah satu yang ditentukan oleh pemerintah, dan para pemain utama adalah pejabat publik terpilih dan penasehat kebijakan di seluruh agen pemerintah. Pada gilirannya, administrator publik, bermain dalam bidang sama, meskipun seringkali ada di suatu tempat dekat garis sisi lapangan, sebagian besar berhubungan dengan implementasi kebijakankebijakan publik. Mereka berhubungan dengan mengatur

145

organisasi sedemikian rupa sehingga hal-hal yang tepat dikerjakan. Tetapi waktu dan keadaan telah berubah. Permainan formulasi kebijakan publik tidak lagi dimainkan terutama oleh mereka dalam pemerintahan. Anda bahkan bisa mengatakan bahwa saat ini audien tidak lagi di tribun, tetapi tepat berada di lapangan, berpartisipasi dalam setiap permainan. Untuk menempatkan hal ini secara lebih formal, ada reformulasi mekanisme penggerak masyarakat. Saat ini banyak langsung dorongan kelompok dan banyak dalam “Hal kepentingan pengembangan ini berarti yang dan bahwa secara pemberian terlibat

implementasi

kebijakan

publik.

berlangsung

melalui

saluran-saluran

selain dari struktur hirarkis terkontrol dari pemerintah pusat” (Nelissen 2002, 6). Ada global beberapa alasan hal ini terjadi. Pertama, baru karakter pasar lebih cair, terutama sekali ekspansi pasar atau internasional, telah membuka isu-isu urusan publik. Pemerintah terlibat secara lebih intensif dengan pemerintah lain dan dengan organisasi-organisasi seperti WTO (World Trade Organization), tidak memberitahu apapun tentang korporasi multinasional dan secara sama organisasi non-pemerintah yang besar dan kompleks. Kedua, Negara kesejahteraan disusun kembali sehingga pemerintah sendiri tidak lagi pelaku utama dalam pemberian jasa. Terutama dalam Negara ini, responsibilitas kesejahteraan dan pemerintah lain didorong ke level bawah dari pemerintahan dan keluar ke organisasi-organisasi untukprofit dan nonprofit. Donald Kettle mengomentari tentang tren ini dalam

globalisasi dan devolusi sebagai berikut: Singkatnya, dengan dengan tumbuh buruk. pemerintah memasukkan sektor diri strategi kebijakan paling unggul di Amerika cenderung untuk berkembang di luar negara bagian, berhubungan kemitraan jadi baru dengan tetapi dengan organisasi organisasi-organisasi subnasional, dipahami untukdengan telah dan internasional, dan untuk memusatkan diri dibawah hal itu, profit, dan nonprofit. Organisasi-organisasi supranatural fungsi-fungsi dari Organisasi-organisasi peranan lokal. dalam Ketika subnasional Negara kita bagian bagian

mentransformasikan

memperdebatkan substansial dari

memprivatisasi pemerintah, mereka perintahan dan untuk-profit mereka ini lebih nonprofit. dari

secara periodic juga Institusi-institusi pada menyelaraskan nasional.

pemerintah federal, politik dan administratif, menemukan menantang kemitraan dengan membentuk kepentingan

Peranan dari semua pemain ini secara dramatis berubah. Mengatur peranan-peranan ini membutuhkan kapasitas yang ada jauh diluar respon-respon standar, struktur, dan proses-proses yang diakumulasikan secara bertahap dalam pemerintahan Amerika (Kettle 2006, 489-90). Ketiga, teknologi memiliki kemungkinan lebih besar dan akses publik lebih besar pada proses kebijakan, tidak hanya dalam pengertian bahwa orang-orang dapat mengakses informasi secara lebih mudah dan dapat menggunakan informasi itu untuk dampak yang lebih besar. Mengingat dalam pemerintah masa lalu pemerintah memiliki sedikit monopoli pada pengumpulan dan penyebaran sejumlah besar

147

data – dan menikmati posisi uni karena hal ini – saat ini kapasitas akibatnya, dalam itu didistribusikan pemerintah bahwa Brinton yang secara dalam luas. Sebagai kebijakan global peranan proses

berkurang. Dalam pengertian ini, Harlan Cleveland benar memprediksikan Secara beberapa kekuasaan otoritas tertentu publik ini sama, dan H. ledakan Milward yang di bahwa informasi telah mungkin menyebabkan “senja kala hirarki” (1985). menyatakan penyebaran proses faktor terkait menyebabkan

responsibilitas tindih Fakta

mencirikan

politik jaman sekarang, (1) overlap institusional, (2) tumpang (3) hanya antara level-level yang terbatas hadiah dengan pemerintahan, organisasi-organisasi

memiliki

responsibilitas fragmentasi apa

untuk implementasi program, dan (4) instrumen kebijakan yang menyebabkan (misalnya, disebut bantuan, kontrak, dan subsidi) (1991, 52). Faktor-faktor menyebabkan pengembangan yang “jaringan politik”, jaringan yang tersusun dari bisnisbisnis, dan warga negara biasa. Jaringan politik ini saat ini merupakan arena apa utama yang dimana kita permainan saksikan politik substantif kebijakan adalah – mereka sosial, dalam publik dimainkan. Sebenarnya, pengembangan masing-masing sendiri, diri pada cara dari banyak jaringan berbeda

melayani

kepentingan

apakah area

transportasi, kebijakan

kesejahteraan sendiri, dimana

pendidikan, atau area lain. Tiap-tiap jaringan memusatkan mereka cara dan banyak mendefinisikan kebijakan-

kebijakan akan dikembangkan dalam area itu. Yakni, satu

serangkaian permainan peraturan

peraturan “bertahan” yang lain

mungkin dimainkan, mungkin

mendefinisikan sementara

cara

serangkaian bagaimana

mendefinisikan

permainan “kesejahteraan sosial” dimainkan. Dalam tiaptiap arena, pengembangan utama dalam kebijakan publik, dan pengembangan utama dalam penggerak masyarakat, mungkin terjadi melalui proses sulit dan kusut tawarmenawar dan negosiasi dalam jaringan kebijakan tertentu itu. Dibawah Ketika kondisi ini, peranan pemerintah berubah. kita menyaksikan sebuah fragmentasi

responsibilitas politik dalam masyarakat, kita harus juga mengakui bahwa mekanisme tradisional kontrol pemerintah tidak lagi bisa bekerja – atau bahkan layak. Pemerintah hirarkis tradisional memberikan cara untuk desentralisasi kepentingan politik yang berkembang. Kontrol memberikan cara untuk interaksi dan keterlibatan. Saat ini, pemerintahan negara, negara bagian, dan lokal terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan bersama dengan ribuan warga negara, institusi dan publik organisasi tetapi lain, perusahaankarena proses perusahaan hanya swasta, nonprofit. tentang

alasan ini, semakin masuk akal untuk membicarakan tidak tentang Kami sebagai dan pemerintahan, penyelenggaraan pemerintahan. mendefinisikan penyelenggaraan publik. Kata pemerintahan “pemerintah’ organisasi penggunaan otoritas

biasanya digunakan untuk mengacu pada struktur-struktur institusi-institusi pemerintah dan dari publik tersebut secara formal dirubah dengan menentukan

149

kebijakan lebih

dan

memberikan

pelayanan.

Penyelenggaraan dapat prosesdibuat

pemerintahan, pada satu sisi, adalah konsep yang jauh luas. Penyelenggaraan sebagai termasuk dalam tradisi, pemerintahan institusi, dan didefinisikan masyarakat, diberi suara

proses yang menentukan dan menggunakan kekuasaan dalam bagaimana keputusan berdasarkan isu urusan publik dan bagaimana warga negara keputusan publik. Penyelenggaraan benarmembahas pemerintahan menciptakan membicarakan nilai-nilai bagaimana bersama; masyarakat hal ini

benar membuat pilihan, mengalokasikan sumber daya, dan pembuatan keputusan masyarakat dan penciptaan arti dalam bidang publik. Sebagaimana pendapat John Kirlin, konsepsi pemerintahan yang ada yang menekankan pemberian pelayanan “menilai rendah peranan besar yang pemerintah harus lakukan secara berhasil dalam memberikan kerangka kerja institusional untuk semua aktivitas manusia” (1996, 161). Pemerintahan ada, kata dia, untuk menciptakan nilai, termasuk nilai tempat dan karakter komunitas. Dalam skema penyelenggaraan pemerintahan, kemudian, apa peranan yang pemerintah formal akan mainkan? Pertama pemerintah melalui akan terus memainkan jaringan akan akan peranan secara Kami dalam keseluruhan dalam membangun peraturan legal dan politik mana berbagai beroperasi. membantu mungkin mengatakan bahwa pemerintah akan beroperasi pada “meta-level”,yakni, ratifikasi, politik. Lagi pemerintah dan kodifikasi, pula, legitimasi akan terus keputusanmembangun

keputusan yang muncul dari dalam berbagai macam jaringan pemerintah

prinsip-prinsip

luas

penyelenggaraan

pemerintahan

yang

diterapkan pada semua, misalnya, , menentukan peraturan permainan skala luas. Kedua, pemerintah mungkin membantu dalam memecahkan sekali distribusi dalam antara dan sumber macam diantara membantu jaringan daya dan isu-isu tetapi ketergantungan terutama tersebut. berbagai akan atau jaringan, dalam

jaringan-jaringan melindungi hal ini dan pada

Pemerintah berbeda hubungan melalui

kepentingan ekonomi yang dimainkan dalam hubungan antara sektor-sektor akan memudahkan (seringkali politik.; memainkan peranan menyeimbangkan, antara penggunaan negosiasi, dari

batas-batas insentif

jaringan

direktif), dan menjamin bahwa satu sektor tidak mulai mendominasi yang lain. Ketiga, pemerintah akan diperlukan untuk sosial hubungan pemerintah demokratis Pada memonitor dipelihara antara harus jaringan dalam dan di dan saling jaringan antara pada mempengaruhi khusus jaringan akhirnya dan untuk dalam mengasumsikan bahwa prinsip-prinsip demokrasi dan ekuitas berbeda.

memastikan

bahwa

proses-proses kepentingan berubah,

dipelihara hakekatnya

publik dilayani. penggerak masyarakat sehingga peranan dan responsibilitas dari para pejabat publik terpilih dan ditunjuk berubah – dan merubah caracara parallel secara persis. Secara tidak mengejutkan, masing-masing dari tiga peranan yang baru saja kami deskripsikan – mereka dihubungkan dengan standar-standar legal atau politik, mereka terkait dengan pertimbangan ekonomi atau pasar, dan mereka dihubungkan dengan

151

kriteria pemerintah

demokratis dan

atau

sosial

tercermin memahami publik saat

dalam peranan ini.

pendekatan-pendekatan

popular

untuk

terutama

administrasi

Ketika penggerak masyarakat dirubah, peranan dari para pejabat publik dan standar dimana performa administratif yang akan dinilai juga berubah. Bagaimana tiga peranan pemerintah ini diterjemahkan ke dalam sekolah-sekolah teori dan praktis, dan bagaimana mereka mempengaruhi standar atau harapan untuk menilai per pemerintah? Yang pertama dari sekolah-sekolah teori dan praktek akan ini terus dan paling familiar dalam dan dicirikan urusan paling publik. mudah. Perhatian pada pengembangan standar politik dan legal penting bidang Menurut sekolah ini, para pejabat publik terlibat dalam merancang mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang difokuskan pada tujuan-tujuan yang secara politik didefinisikan terbatas. Mereka diikat oleh hukum dan oleh realitas politik. Mereka terkait dengan mengembangkan tradisional. pemerintah. sesuai dengan yang program-program para melalui agen pemerintahan agen

Pada gilirannya, kebijakan-kebijakan ini dilakukan oleh administrator dalam berbagai Pertanyaan akuntabilitas – pertanyaan tentang bagaimana administrator dengan akuntabilitas mengetahui bahwa pekerjaan – pemimpin mereka keinginan orang-orang pada dijawab

administrator

politik

dipilih secara demokratis. Sekolah teori dan praktek yang dihubungkan dengan pendekatan ini adalah kebijakan publik tradisional biasa dan administrasi publik, Administrasi Publik Lama.

Dua pendekatan selanjutnya muncul lebih banyak akhir-akhir ini. Kedua, yang harus berhubungan dengan pertimbangan ekonomi dan pasar, didasarkan pada pandangan kehidupan politik yang melihat peranan pemerintah untuk terus menyetir, setidaknya dan dalam pengertian bertindak insentif tercermin sebagai katalis melepaskan tali kekuatan pasar dan dalam menciptakan dan mekanisme struktur-struktur pada akuntabilitas untuk mencapai tujuan-tujuan politik melalui agen swasta nonprofit. Pendekatan dalam sudut pandang ini menyatakan bahwa pada akhirnya akumulasi kepentingan individu sendiri akan menghasilkan hasil-hasil yang diinginkan oleh kelompok luas warga negara, sebagaimana kita lihat sebelunya, pendekatan ini memanggil “konsumen”. Sekolah teori administrasi publik dan praktek yang terkait dengan pendekatan ini tentu saja adalah, Manajemen Publik Baru. Peranan pemerintah yang baru muncul (atau mungkin muncul kembali) memusatkan diri pada kriteria demokratis dan sosial. Pandangan ini menyatakan bahwa kepentingan publik adalah yang tertinggi dan bahwa kepentingan publik adalah bersama negara bersama. menyatakan dan hasil atau dan dari sebuah dialog Hal tentang ini kepentingan peranan nilai overlapping. lain melihat menciptakan

pemerintah sebagai brokering kepentingan diantara warga kelompok ini sehingga Hal bisa berarti, misalnya, membangun publik

berdasarkan kebutuhan yang disetujui bersama. John Hall tantangan menghadapi administrasi dengan baik: “Manajemen publik yang mencakup kekuasaan memperhalus keahlian kolaborasi, memudahkan

153

kepemimpinan, “penyelenggaraan

kemitraan pemerintahan

swasta-publik, katalis”, adalah

dan formula

baru … Dalam semangat itu, … manajemen publik proaktif akan perlu mempertajam kapasitasnya untuk mendengarkan” (Hall dalam harus negara. 2002, 24). Memahami ini akuntabilitas bahwa dan (yang akan negeri norma warga publik dibahas secara lebih penuh dalam Bab 7) yang tercermin pendekatan mematuhi standar Sekolah menyatakan pegawai hukum, teori nilai-nilai dan praktek komunitas, kepentingan administrasi

politik,

professional

yang paling jelas dihubungkan dengan pendekatan ini tentu saja adalah Layanan Publik Baru.

Administrasi Publik Lama Dan Peranan Administrator Sebagaimana selalu kita lihat sebelumnya, administrasi tentang dan publik peranan dengan berjuang dengan pertanyaan

administrator

dalam

mengembangkan

kebijakan

hubungan antara para administrator dan pembuat kebijakan lain. Pernyataan paling awal tentang isu ini menyatakan pemisahan politik kebijakan dibebani meskipun dan administrasi. Para pemimpin terpilih dibebani dengan membuat kebijakan dan dengan menjalankan dari yang kebijakan. negara, yang warga terisolasi untuk mereka orang diluar warga

administrator Administrasi, gilirannya memberikan

akuntable untuk para pemimpin politik terpilih yang pada akuntable suara memilih, dari kantor, sehingga

mempertahankan

“rantai”

kontrol

demokratis

negara melalui administrator.

Dikotomi merupakan semakin

kebijakan hadir

dan

administrasi, cepat kali

jika

selalu sebagai

fakta

secara

dianggap enggan

fiksi. Para administrator mulai memainkan peranan yang penting meskipun sering berperan dalam proses politik. Keengganan mereka dapat dipahami. Jika administrator mulai secara substansial mempengaruhi proses politik, seseorang mungkin bertanya diimpikan apakah dibawah dengan yang Tetapi politik pengertian akuntabilitas hanya pimpinan demokratis harus

dikotomi administrasi politik tetap cukup. Dimana peranan administrator dibuat ketika tumbuh, oleh pengaruh rantai berhubungan terpilih proses implementasi, pilihan utama tentang arah masyarakat tetap politik dalam mulai diselenggarakan tiap dua, empat atau enam tahun. administrator akuntabilitas itu

dipertanyakan.

Bagaimana warga negara dapat yakin bahwa administrator membuat pilihan kebijakan yang responsif pada kepentingan publik? Para administrator juga enggan untuk terlibat dalam proses politik karena mereka tidak jelas tentang hubungan mereka dengan pimpinan terpilih. Administrasi memahami publik pemimpin tradisional, karena berbagai alasan,

politik terpilih sebagai memiliki gengsi yang lebih besar dan terkenal dari pada para pejabat yang ditunjuk. Para administrator terlibat dalam pembuatan keputusan mungkin dianggap sebagai penghinaan pada otoritas pemimpin yang terpilih. orang. Hal ini mungkin jika dilihat kekuasaan sebagai menggunakan sebagai beberapa kekuasaan yang benar jauh dari perwakilan orangSecara pasti dipandang

155

zero-sum game, tidak ada penjelasan lain. Dengan adanya kondisi ditunjuk, itu, ha dikombinasikan ini tidak dengan fakta ide bahwa baik para untuk pemimpin terpilih dapat tetap memberhentikan pejabat yang nampak sebagai “menantang” kepemimpinan terpilih dengan keterlibatan

jelas dalam proses kebijakan. Untuk alasan itu, ketika administrator publik dengan segan dimasukkan dalam pembuatan kebijakan publik, mereka demikian hanya dibawah beberapa “jubah”. Misalnya jubah peranan legislasi kebijaksanaan. kebijakan sering untuk kali Administrasi dengan luas perlu dapat dan secara mereka menjelaskan lebih ada bahwa cermat membenarkan membutuhkan

administrator menggunakan tetapi adalah

mendefinisikan tentu saja

apa arti kebijakan yang diundangkan. Para administrator kebijakan membuat kebijakan, demikian khusus mereka bahwa diharuskan untuk melakukan hal

menurut luas legislasi. Ada juga jubah keahlian. Argumen administrator memiliki pengetahuan dan keahlian dalam area-area kepentingan khusus mereka dan bahwa keahlian mereka dibutuhkan untuk masuk dalam proses tidak kebijakan. diharapkan Para untuk legislator, mengetahui seperti bekerja sebagai banyak pada generalis, area yang tentang

kebijakan menghabiskan

tertentu karir

administrator

mereka

masalah-masalah

khusus tersebut. Sehingga, di bawah Administrasi Publik Lama, administrator adalah partisipan yang enggan dalam proses politik, memelihara netralitas mereka sejak lama setelah terbukti bahwa mereka secara substansial mempengaruhi kebijakan publik.

Di

bawah

jubah dalam

justifikasi pembuatan

untuk

keterlibatan ada berkala

administrator

kebijakan,

tentang sesuatu yang lebih luas – sebuah filosofi yang menempatkan administrator jauh lebih banyak pada pusat proses pemerintah. Ahli teori disarankan menciptakan satu pusat responsibilitas administratif dan kontrol melalui mana administrator dapat mempengaruhi memenuhi pengembangan tujuan-tujuan rasional rencana-rencana untuk

kemasyarakatan. Sarana analitis khusus dapat dikembangkan untuk menghitung pilihan kebijakan optimum. Hasil adalah pergeseran dari berkenaan dengan masalah-masalah melalui politik manajemen. secara sampai hati-hati mengenai dan masalah-masalah peranan ini, administrator melalui walaupun dapat Sementara memainkan

diam-diam,

menggunakan keahlian dan pengalaman mereka untuk membuat rencana terkontrol lebih rasional dan keputusan-keputusan untuk Schneider (bukan dan oleh) Ingram, warga “Bawa negara. ke Seperti ucapan ekstrim-nya, kebijakan

publik menjadi sebuah usaha ilmiah yang didominasi oleh para ahli yang menemukan kepentingan publik, menemukan kebijakan-kebijakan optimal untuk mencapainya, dan mengembangkan instrumen keputusan untuk menjamin kontrol atas proses implementasi. Orang-orang hanya target dari politik, stimulus integral tersedia atau untuk untuk dimanipulasi untuk melalui stimulushukuman proses mencapai dan tujuan-tujuan untuk produksi

politik, dari pada warga negara yang merupakan bagian demokratis hasil-hasil yang secara sosial diinginkan.” (1997,38).

157

Manajemen Publik Baru Dan Peranan Administrator Pendekatan Manajemen Publik Baru untuk pertanyaan peranan dari administrator dalam pengembangan politik memiliki dua wajah yang berbeda. Pada satu sisi, Manajemen Publik Baru memahami peranan aktif yang jauh lebih banyak untuk administrator enterprener dan, dimana dalam proses Pada sisi politik, lain, peranan Manajemen dari Publik politik. saja

Baru memaksa manajer untuk merespon permintaan “konsumen” mungkin, untuk menyusun kebijakankebijakan sehingga “konsumen” dapat memilih, yakni, untuk memindahkan sebanyak mungkin pilihan bahkan keluar dari arena politik dengan merubah alternatif politik tersebut menjadi pilihan pasar. Dalam salah satu kasus, Manajemen Publik Baru lebih jauh bahkan meluaskan kalkulus biaya dan manfaat Membangun adalah elemen rasional manajer penting dalam publik dari pengujian sebagai Manajemen alternatif“enterprener” Publik Baru. alternatif politik-nya.

Subjudul dari “bible” dari Manajemen Publik Baru, buku Reinventing Government, adalah How the Entrepreneurial Spirit Is Transforming Osborne sebagai tetapi para the dan Public Gaebler, Sector (1992). dan dari para Pengarangnya; kewirausahaan efektivitas, “membiarkan mereka mendeskripsikan lebih

memaksimalkan

produktivitas

kewirausahaan

mencakup

kepanjangan akal. Pertama, ada keprihatinan dasar untuk manajer mengatur”, memberikan manajer ruang gerak luas untuk menjalankan urusan-urusan tanpa halangan-halangan model akuntabilitas khusus, seperti halangan anggaran atau kebijakan personel

(Pollitt 1993). Contoh dari pengalaman Gaebler sebagai seorang manajer kota digunakan oleh Osborne dan Gaebler untuk menguraikan poin ini, “ ide adalah untuk membuat mereka [tim manajemen kota] berfikir seperti pemilik, “Jika ini adalah uang saya, dapatkan saya menggunakannya seperti ini?” (1992,3) Yang lebih penting, manajer didorong untuk mengambil peranan aktif dalam atau mempromosikan kebijakan-kebijakan, yang dia untuk untuk “pengaturan”, Lagi pula, “perjanjian-perjanjian” publik enterprener saja

anggap mungkin menguntungkan agen atau komunitas mereka. manajer didorong menerima resiko-resiko dimana diperlukan

sampai pada solusi yang lebih kreatif dan inovatif untuk masalah-masalah publik. Eugene Lewis mendeskripsikan tiga “raksasa” kewirausahaan manajemen publik (Hyman Rickover, Herbert Hoover, dan Robert Moses) dalam cara ini: mereka bukan “kriminal mereka dalam pengertian konvensional mengikat’. apapun; Mereka tetapi, adalah ‘peraturan

pintar/licik, dan mereka mendorong batas-batas dari apa yang legal dan waktu yang diijinkan setelah waktu tanpa penangkapan menjelaskan sebuah seharusnya informasi Peranan atau, hal ketika penangkapan, Publik publik diri tanpa Baru sendiri hukuman mendukung (dan inovator serius” (1980, 243). Singkatnya, sebagaimana Larry Terry ini, dimana Manajemen “manajer posisi sifatnya

menjadi) dan

mementingkan

yang oportunis dan pengambil resiko yang mengeksploitasi situasi-situasi dari untuk menghasilkan publik mulai perubahan radikal” (1998, 197). politik enterprener

159

dipertanyakan oleh beberapa penulis. Pertama, enterprener kebijakan mungkin orang yang kreatif dan inovatif, tetapi mereka sebuah juga oportunis dan tidak dalam berkompromi. organisasi dan “Sebagai para tetapi sulit dan masalah mereka praktis, bisa riil,

manajer entreprener memunculkan masalah yang sulit dan beresiko, inovatif membuat Yang produktif, sangat ada secara kedok tetap lebih penekanan-tunggal, kegigihan, dan keinginan mereka untuk mengalihkan dikontrol. Denhardt membuat peraturan Mereka 2000, pilihan Ide bisa 92). mereka arah” kedua, publik dalam yang “kehilangan (DeLeon

pertanyaan independen “mendapatkan penting,

akuntabilitas. perjanjian

manajer politik dan,

terbaik”

bertindak seolah-olah dalam menghadapi dan uang Di Baru publik

uang publik milik mereka terbang

tradisi lama akuntabilitas demokratis banyak yang mengatakan, peranan seharusnya

dan integritas fiskal dalam pemerintahan. Bisnis publik diperlakukan sebagai milik publik. samping merekomendasikan kewirausahaan lebih banyak untuk para manajer publik, Manajemen Publik juga merekomendasikan dapat pada dari menstruktur oleh para pilihan-pilihan “konsumen” dalam saat dalam bidang ada sehingga sebuah untuk politik. mereka dilakukan oleh

pasar

pelaku dimana

Kunci, menurut Osborne dan Gaebler, mungkin insentif pasar ini

menciptakan

pilihan-pilihan politik: Dalam pendidikan, hal ini bisa berarti pindah ke pasar persaingan dimana para konsumen memiliki pilihan dan stakeholder kunci (orang tua dan guru) memiliki

kontrol provider mereka

sungguh-sungguh. training dengan ke

Dalam

pekerjaan

training,

ini

bisa berarti memasukkan informasi tentang mutu dari semua dalam sistem, menempatkan diakses, antara sumber dan daya secara langsung ke dalam tangan konsumen, memberi broker mereka yang dapat memberdayakan untuk memilih beberapa

provider yang bersaing. Dalam asuransi pengangguran, ini bisa berarti menciptakan sebuah insentif keuangan untuk korporasi untuk melatih kembali para pekerja dari pada menolak mereka, atau menciptakan sebuah insentif untuk mereka mengumpulkan pengangguran untuk mencari retraining. (Osborne dan Gaebler 1992, 308) Sekali lagi, rekomendasi seperti ini sesuai dengan ketergantungan Manajemen Publik Baru pada teori pilihan publik dan asumsinya bahwa pasar adalah institusi sentral dalam masyarakat pilihan pasar terbaik dan dapat bersandar, dan lebih dari institusi lain (tentunya lebih dari pemerintah), untuk memberikan mekanisme kepentingan Pasar, yang mereka bebas bebas wajar. dapat halangan paksaan, untuk Melalui mengejar minimal. dimana individu-individu dengan tanpa peranan dan

dikatakan, ini,

pemerintah dan kebijakan politik adalah memaksa. Dalam pandangan satu-satunya pemerintah adalah untuk mengoreksi kegagalan pasar dan memberikan barang dan jasa yang tidak mampu diberikan pasar. Argumen ini terkait dengan kritikan terhadap proses politik yang lebih umum dari teori pilihan publik. Secara kasarnya, bahwa kritikan pertama kali menyatakan

161

pemerintah memberikan barang atau jasa tertentu yang bisa ditanggani lebih baik melalui pasar dan pemerintah itu diatur tidak secara efisien untuk memberikan banyak jasa. Misalnya, pendukung dari sikap ini berpendapat bahwa jika pendidikan bisa disediakan mutu berdasarkan yang pilihan diberikan. menarik para konsumen, Sekolahsiswa, katakanlah, melalui voucher, persaingan untuk para siswa menambah harus layanan sekolah diperbaiki untuk

“konsumen” mereka. Persaingan

bisa mengharuskan sekolah-

sekolah untuk bertindak secara lebih efisien dari pada jika mereka tetap di bawah perlindungan pemerintah. Lagi dimotivasi yang publik pula, oleh pendukung dari teori pilihan publik mencari mereka berpendapat bahwa para pemimpin politik dan “birokrat” kepentingan diri sendiri, Akhirnya, kenaikan berlebih dalam program dan anggaran, diluar apa benar-benar sejak tersebut inginkan. penerima dari berpendapat bahwa program-program pemerintah membiakkan “ketergantungan”, program-program pelayanan pada menemukan diri kepentingan mereka sendiri untuk mengambil bagian dari pemenuhan sendiri. Argumen ini sering kali dibuat berkenaan dengan kesejahteraan, dimana nampak mungkin oleh menambah itu besarnya menjadi karena bahwa memiliki anak kedua kesejahteraan melakukan dan hal untuk pembayaran dorongan

demikian. Argumen yang sama mungkin juga dibuat terkait dengan para petani yang menerima subsidi-subsidi untuk berkembang khusus. Keterlibatan warga negara dalam pemerintah tentunya dan bahkan tidak mengembangkan hasil panen

bukan

konsep yang

baru.

Sebenarnya, – menurut

beberapa definisi.

level Namun,

keterlibatan warga negara penting pemerintah demokratis

untuk penyelenggaraan

secara historis, demokrasi perwakilan kami sebagian besar dibatasi peranan dari warga negara untuk memberikan suara setiap beberapa tahun dan kadangkala berkomunikasi dengan para pejabat terpilih. Yang khusus sama, lebih telah baru, bertambahnya kelompok Pada langsung. Kemiskinan) merancang maksimum rancangan akibatnya, warga yang kepentingan saat yang merestrukturisasi telah membuka

hubungan antara warga negara dan pemerintah mereka. pemerintah jalan-jalan baru untuk keterlibatan warga negara lebih Mulai dengan War on Poverty (Perang melawan dalam tahun 1960-an, pemerintah telah kesempatan-kesempatan mungkin dilakukan” kebijakan lusinan menjadi dan untuk menjadi “partisipasi proses-proses Sebagai input

implementasi untuk politik

mereka. telah

pendekatan proses

mengumpulkan

negara

diusahakan,

berkisar dari dengar pendapat

umum untuk survey warga

negara, dan dari dewan perencanaan untuk panel komunitas. Meskipun banyak dari usaha ini gagal menghasilkan apa yang King, Feltey, dan O’Neill (1998) sebut dengan “partisipasi otentik’ dan meskipun ada sebuah kebutuhan untuk terus memperbaiki proses keterlibatan warga negara, tidak ada pertanyaan kecuali bahwa para manajer publik perlu bersifat atentif pada pertanyaan-pertanyaan Thomas tunjukkan, publik partisipan. dari para Sebagaimana manajer John Clayton

“keterlibatan publik baru telah mentransformasikan kerja publik sehingga partisipasi

163

dalam

proses Di

manajerial masa depan,

telah hal

menjadi ini bisa

sebuah menjadi

fakta kasus

kehidupan.

bahkan untuk lebih banyak manajer, karena tuntutan publik akan keterlibatan tidak nampak mereda” (1995, xi). Ada variasi dari alasan praktis dan teoritis mengapa administrator publik seharusnya mendorong keterlibatan warga negara yang besar dalam proses politik. Pada level teoritis, sebagaimana kita lihat sebelumnya, sikap etis dari administrator publik membutuhkan sikap peduli dan keterlibatan. kewajiban tugas-tugas David K. Hart dan (1984) warga menjelaskan mulai yang bahwa dengan berbudi professional mereka administrator negara

sebagai

luhur, dan sehingga menciptakan hubungan penting dengan warga negara lain. Dalam menggunakan kepercayaan publik mereka, tidak pada hanya keharusan administrator mereka memelihara seharusnya kepatuhan ‘nilai-nilai rezim”,

diharapkan peduli dengan sesama warga negara mereka dan berinteraksi dengan mereka berdasarkan kepercayaan. Dia menyatakan bahwa administrator harus belajar mempercayai warga negara itu, dengan adanya kesempatan, akan membuat pilihan yang benar. Secara cukup menarik, dengan adanya diskusi awal kami tentang “pemerintahan enterprener” Hart menggunakan mendeskripsikan istilah “enterprener yang moral” diwajibkan untuk untuk administrator

melakukan urusan publik berdasarkan kepercayaan dari pada tekanan/paksaan, kadangkala bisa membutuhkan “pengambilan resiko” moral tertentu yang bahkan lebih signifikan dari pengambilan resiko ekonomi. Sebagaimana dikemukakan Louis Gawthrop, “untuk berkomitmen pada diri sendiri dengan

pelayanan kesengajaan impulsi 24). Yang

demokrasi dan demokrasi

membutuhkan, yang (2)

setidaknya, matang

sebuah (1)

kesadaran etis,

terhadap

nilai-nilai

transcenden

demokrasi, dan (3) dan visi moral dari demokrasi” (1998, lainnya menjelaskan bahwa administrator

memegang responsibilitas membantu mendidik warga negara. Kami mencatat sebelumnya argumen bahwa partisipasi dalam aktivitas-aktivitas kewarganegaraan dapat melayani fungsi edukatif, memahami membantu kompleksitas demokratis terhadap terlibat dalam untuk berada orang-orang dari proses dalam kebutuhan dalam posisi Karena baik itu, untuk menghibur kepentingan lebih luas dari pada diri mereka dan untuk penyelenggaraan penyelenggaraan karakter orang tindakan yang mereka moral, dan kolektif. posisi dari untuk Mereka lain, pemerintahan. pemerintahan pemahaman Dalam menjadi keterampilan proses administrator Partisipasi

membangun

empatis

pendidikan sipil””.

beberapa

berpendapat, unik, terdiri

“pendidik

segmen dunia ahli yang paling dilindungi dari proses yang bermusuhan, mereka paling ditempatkan mengambil pimpinan dalam membingkai pertanyaan-pertanyaan sehingga perdebatan publik bisa dapat dimengerti. memiliki responsibilitas utama untuk mengusik isu etika dan sosial yang penting beresiko dari campuran dari data ilmiah dan formalisme (Landy legal dimana isu-isu tersebut dalam pada terselubung” hanya 1993, 25). Secara penting, lebih

konteks ini, peranan edukatif dari administrator tidak peranan “memberikan saran”, tetapi

165

peranan

menciptakan

kondisi

dialog

dan

keterlibatan

dimana pembelajaran bersama bisa terjadi. Akhirnya, dan yang paling dasar, sebagaimana yang ditulis dalam Bellah dkk., “demokrasi adalah memberikan demokratis, untuk menjadi proses jelas, hal itu kita mana dan dan Dalam secara melihat perhatian” (1991, 254). Sebagai seorang partisipan aktif penyelenggaraan menanggung suara-suara apa secara yang pemerintahan warga negara dan administrator mendengarkan responsif mendengarkan, sebuah seperti untuk kita pada responsibilitas dikatakan.

hati-hati

administrator menggabungkan dirinya dan masyarakat dalam hubungan ini, reflektif. kita kita kita Stivers “ketika diri memperbaiki pada diri kemampuan sejauh lain orang

mendengarkan, mendengarkan

semakin

memahami

mereka dalam diri kita; timbal balik ini terkuak dalam teori-teori kami dan praktek-praktek keadilan. Dari pada menguliti luas sifat-sifat memasukkan dari individu yang dan unik untuk mendukung cita-cita universalitas, mendengarkan keadilan dengan rincian situasi perbedaanperbedaan signifikan di antara manusia” (1994b, 366). Di samping pertimbangan teoritis ini, ada beberapa alasan lebih praktis untuk melibatkan warga negara dalam proses pengembangan politik. Pertama, partisipasi lebih besar dapat membantu memenuhi harapan warga negara yang mereka mereka dengar dan sehingga kebutuhan dan kepentingan besar dapat diikuti. Kedua, partisipasi lebih

memajukan mutu dari kebijakan publik, ketika pemerintah membuka sumber informasi, kreativitas dan solusi lebih

lebar.

Ketiga,

partisipasi

lebih

besar

dalam

proses

politik membantu implementasi, ketika partisipan memiliki lebih banyak taruhan dalam hasil. Keempat, partisipasi lebih besar merespon lebih panggilan besar akan transparansi dan akuntabilitas dari sebuah dalam pemerintah. yang dapat baru Kelima, muncul.

partisipasi lebih besar dapat membantu memenuhi tantangan masyarakat informasi besar Ketujuh, partisipasi lebih menciptakan

kemungkinan akan kemitraan baru dikembangkan. Kedelapan, partisipasi lebih besar dapat menghasilkan publik diberi informasi lebih baik. Kesembilan, dalam sebuah demokrasi, apa yang dikerjakan adalah sesuatu yang benar. Robert Tetapi level lebih perdebatan Pertimbangan dapat Reich kadang tinggi publik publik mereview kala, sikap dari manajer manajer untuk mereka publik publik secara baik ketika menulis: saya apa percaya, yang memiliki tentang dapat kewajiban mendorong lakukan.

membantu

manajer

menjelaskan laten dan

mandat-mandat yang ambigu. membantu publik apa komonalitas atau sebuah begitu sistem dalam saja

Yang lebih penting, hal ini kontradiksi ingin yang dicapai. politik Dengan dan

menemukan

demikian, pekerjaan manajer publik bukanlah satu-satunya, membuat pilihan mengimplementasikannya. Hal ini juga berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan demokratis dimana nilai-nilai publik secara kontinu diartikulasikan dan diciptakan kembali. (Reich 1988, 123-24). Celakanya, dalam banyak kasus, pembuat kebijakan gagal untuk melibatkan warga negara dalam proses politik.

167

Peter

deLeon

telah

menguji

isu

ini

secara

rinci saat

dan ini

menemukan

banyak

kekurangan

dalam

pendekatan

pada pengembangan politik. Berbeda dengan cita-cita ilmu pengetahuan politik dari Harold “memperbaiki praktek demokrasi” Lasswell yang mungkin (dikutip dalam deLeon

1997, 7), penelitian kebijakan saat ini sebagian besar dilakukan oleh analis politik yang dilatih secara teknis terlibat dalam studi-studi politik rinci dan analisis biaya-manfaat. orang-orang orang-orang Lasswell Dalam ucapan Deleon, analis ini “secara (secara dalam paling kritis) yang politik, mereka ilmu

efektif diasingkan dari permintaan, kebutuhan dan nilai reputasikan bisa membantu” (1997, 8). Tanpa keterlibatan proses “ilmu pengembangan pengetahuan pengetahuan politik mungkin berbahaya menjadi apa yang takutkan politik tirani”. Berbeda dengan ilmu pengetahuan politik yang didominasi oleh keahlian teknis, melibatkan warga negara biasa dalam proses pengembangan politik nampak paling sesuai dengan impian demokratis. Meskipun warga negara kadang kala hanya diabaikan dalam proses, dalam contoh lain, mereka terlibat untuk alasan yang salah dan dengan hasil-hasil diskusi yang tanpa buruk. akhir Misalnya, partisipasi digunakan untuk menunda keputusankeputusan dengan melibatkan dalam atau dilakukan dengan tanpa komitmen nyata pada sebagian administrator dengan menggunakan informasi dan saran yang dikembangkan. Yang tetap lebih buruk, seperti yang sering kita lihat, keputusan telah dibuat, membuat keterlibatan warga negara sebuah kepura-puraan semata. Usaha-usaha

“kosmetik” ini

pada partisipasi merupakan kegagalan yang

bisa kita pelajari ketika kita memikirkan tentang caracara untuk secara lebih penuh melibatkan warga negara dalam proses penyelenggaraan pemerintahan. Ada pengalaman positif yang jauh lebih banyak dengan keterlibatan warga negara juga – dalam Negara ini dan diseluruh dunia. Contoh-contoh ini didokumentasikan dalam banyak publikasi (misalnya, lihat OECD 2001; Sirianni dan Friedland ini, The 2001; Public Thomas 1995). Didasarkan pada survey on for lingkup dunia komprehensif terhadap aktivitas-aktivitas Management Service of the Working Group Government-Citizen Economic mendefinisikan Informasi warga “aktif” negara. yang dari Connections and level Organization

Cooperation tiga adalah Hal ini

Development keterlibatan, satu akses

(OECD) informasi, dimana pada ukuran

konsultasi, dan partisipasi aktif: hubungan mencakup oleh warga untuk arah “pasif” dan pemerintah menghasilkan dan menyampaikan informasi untuk informasi diminta pemerintah negara

menyebarkan

informasi.

Contoh-contoh meliputi, akses pada catatan publik, surat kabar resmi, website pemerintah. Konsultasi mendefinisikan diundang opini untuk adalah isu-isu memberi Misalnya hubungan untuk dua arah dimana warga Negara memberikan umpan balik pada pemerintah. Pemerintah konsultasi, pada survey menentukan dan pertanyaan dan mengatur proses, sementara warga negara kontribusi meliputi, pandangan opini mereka. publik,

komentar tentang legislasi draft.

169

Partisipasi aktif adalah sebuah hubungan didasarkan pada kemitraan dengan pemerintah, dimana warga negara secara aktif terlibat dalam mendefinisikan proses dan isi dari pembuatan kebijakan. Hal ini mengakui kedudukan yang sama untuk warga negara dalam penetapan, akhir atau mengusulkan formulasi meliputi, opsi-opsi kebijakan dan membentuk dialog politik meskipun responsibilitas kebijakan 23). Dari pada mereview pengalaman praktis partisipasi publik di masa lalu, yang mana dilakukan di tempat lain, malahan kita mungkin akan mereview perdebatan saat ini mengenai aktif. bagaimana ada menghasilkan dengan partisipasi otentik untuk dalam Secara Sama pentingnya rancangan praktis sipil. untuk keputusan terletak pada pemerintah. Misalnya

konferensi konsensus, juri-juri warga negara (OECD 2001,

partisipan, menstruktur

kesulitan

konseptual

signifikan

proses-proses

keterlibatan

menarik, kebanyakan dari keprihatinan ini berpusat pada pertanyaan dialog, perdebatan, pertimbangan, atau wacana – yakni, bagaimana warga negara, politisi dan administrator bisa terlibat dalam diskusi yang penuh dan lengkap tentang isu-isu relevan yang dihadapi pemerintah dengan sebuah cara yang representatif dan atau bahkan politik, melalui inklusif dari warga negara sebagai satu kesatuan, yang menggabungkan dan yang informasi teknis semua preferensi pandang memperhitungkan sudut

perdebatan kontruktif dan diberitahukan. Secara jelas, jalan tradisional untuk partisipasi,

seperti

dengar

pendapat

publik

atau

dewan

penasehat,

melibatkan jumlah orang yang terbatas dan secara khusus hanya mereka dengan kepentingan khusus dalam topik yang dibahas. Lagi pula, pendekatan-pendekatan ini terutama dibatasi dalam hal jumlah dialog yang diberitahukan yang dapat terjadi. Untuk alasan ini, mereka menghadirkan para pembuat kebijakan dengan versi opini publik yang agak simetris. Satu cara untuk berusaha bergerak di luar batasan ini adalah dengan menciptakan lembaga yang lebih representatif dan mengijinkan mereka untuk berinteraksi panjang lebar seputar isu-isu politik sebelum sampai pada rekomendasi politik. James Fishkin, misalnya, mendukung apa yang dia sebut dengan “polling opini deliberatif” sebagai (Fishkin menyatukan secara beberapa materi sebuah 1991, bersama hari, briefing statistic cara menilai kelompok dalam yang satu lebih baik opini opini publik 1995). Polling deliberatif representatif periode melalui cermat, untuk isu

orang-orang tempat mereka dalam

selama secara dan

membenamkan

diseimbangkan

memungkinkan mereka untuk terlibat dalam sebuah proses interaksi menanyakan langsung secara pada terus-menerus para ahli pertanyaan dan pimpinan

politik, kemudian sampai pada sebuah kesimpulan. Melalui proses pertimbangan ini, diharapkan bahwa para partisipan akan belajar dari satu sama lain dan bisa memodifikasi posisi awal mereka, mungkin sampai pada sebuah konsensus. Dalam kasus tertentu, polling akhir partisipan kemudian dianggap sebagai sebuah “proksi” untuk masyarakat sebagai satu kesatuan.

171

Karya dari Fishkin diparalelkan dalam beberapa cara dengan bahwa karya dari Yankelovich, akan ini, mulai dia yang mulai dengan proses untuk dia opini perhatian lain yang dimunculkan di atas – kemungkinan pengetahuan ahli mendominasi berpendapat atau publik”, apa yang bentuk politik, memungkinkan sedikit ruang untuk publik. Untuk mengimbangi mempertinggi istilahkan tendensi mutu opini dengan publik

“pertimbangan

publik tertentu yang memperlihatkan “(1) lebih perhatian, lebih menimbang alternatif-alternatif, keterlibatan lebih sungguh-sungguh dengan isu, opini, sisi dan (2) penekanan lebih memperhitungkan banyak lebih pada sisi normatif, mempertajam proses yang partisipan faktor dari pada opini publik ketika diukur dalam polling penilaian, sisi etis dari pertanyaan-pertanyaan dari pada faktual, informasional” terstruktur opsi, (1991). mana Untuk para penilaian dapat publik, Yankelovich merekomendasikan informasi

pertimbangan

melalui

menilai

mengembangkan

dibutuhkan untuk membuat pilihan, terlibat dalam diskusi penuh pertimbangan dengan teman mereka, dan sampai pada penilaian/pertimbangan dibantu dengan reflektif. Dalam proses ini, partisipan, sebenarnya, warga negara pada umumnya, akan menciptakan dimana ada kondisi kesamaan untuk dan “dialog”, ketiadaan situasi-situasi

pengaruh yang memaksa, mendengarkan dengan empati, dan membawa asumsi ke dalam keterbukaan (1999, 41-44). Sekali lagi, kunci adalah dengan menjawab keahlian teknis (dan potensinya untuk kontrol yang tidak diinginkan) adalah proses dialog luas oleh warga negara. “Informasi yang

dikosongkan dari perasaan-perasaan bukan jalan kerajaan untuk pertimbangan publik; dialog, kaya dalam perasaan dan nilai” (25). Benjamin argumenya Barber nama menggunakan “demokrasi arah yang sama dalam bentuk atas kuat”, sebuah

demokrasi partisipatori yang melibatkan komunitas warga negara “mampu dengan tujuan umum dan tindakan bersama dengan kebaikan sikap sipil mereka dan institusi partisipasi” (1984, 117). warga Negara yang Dalam pandangan Barber, massa sifat pertimbangan tidak

menjadi warga negara ketika mereka berunding. Partisipasi kekurangan ada. Untuk alasan ini penting untuk mereka terlibat dalam merancang institusi-institusi yang mungkin memungkinkan warga negara lebih besar untuk memahami serta keterlibatan melibatkan

secara jelas sifat dari “pembicaraan demokratis”, yang mendengarkan serta berbicara, merasa berfikir, dan bertindak serta merefleksikan (178). Sekali lagi, sifat empati, emosi, dan aktivitas mulai mengemuka. Dilihat paling dengan sering cara kita ini, pembicaraan melayani demokratis fungsi. dalam Yang pandangan Barber dapat banyak

memikirkan

pembicaraan

politik

melibatkan artikulasi kepentingan, persuasi, dan tawarmenawar dan pertukaran. Pembicaraan demokratis dapat juga membantu dalam penetapan, mengkaji kebersamaan, afiliasi dan afeksi, memelihara merumuskan kembali. dapat Yang otonomi, menyaksikan, dan penting, bangunan barang paling dalam publik, mengekspresikan, mengkonseptualisasikan pembicaraan komunitas, demokratis menciptakan kembali,

membantu

kepentingan

173

konsumsi, dan warga negara yang aktif (178-98). Sejumlah ahli teori telah menguji pertanyaan tentang demokrasi meskipun sebuah deliberatif masyarakat yang dari perspektif yang lebih filosofis. Jurgen Habermas, misalnya, berpendapat bahwa, kita beroperasi satu dibawah definisi dengan dan Lagi kita rasionalitas sempit, yang definisi oleh sesuai

masyarakat dalam

didominasi yang

teknologi luas.

birokrasi, kami memelihara kapasitas bawaan lahir untuk berfikir pula, pengertian untuk jauh ini lebih kapasitas berfikir memungkinkan

untuk berkomunikasi lintas berbagai macam batasan sosial dan ideologis. Tetapi untuk alasan yang berlaku dalam situasi tertentu, kita harus (1) terlibat dalam sebuah dialog, bukan sebuah monolog, dan (2) dialog harus bebas dari dominasi dan distorsi. Dimana satu pihak untuk komunikasi memiliki kekuasaan lebih dari pada pihak lain, komunikasi mengalami distorsi. Komunikasi yang sungguhsungguh dalam sebuah demokrasi hanya dapat terjadi dimana semua bentuk dominasi, baik nampak atau tidak kentara, dihilangkan. Bagian dari kemanusiaan kita adalah “lembut, tetapi keras kepala, tidak pernah diam meskipun jarang mendapatkan kembali klaim untuk berfikir, sebuah klaim yang harus diakui kapan saja dan dimana saja ada tindakan konsensus” (dikutip dalam Yankelovich 1991, 217). Dalam Habermas (secara skeptis buku terbaru, menggunakan diuraikan seluruh Between teori diatas) Facts tindakan sebagai yang and basis Norms, untuk (1996) singkat terhadap komunikatif

sebuah bentuk “demokrasi deliberatif”. Meskipun Habermas masyarakat memerintah

melalui

proses

deliberatif, diskursif

dia yang

merasa

bahwa

dalam orang-

“struktur-struktur

dilembagakan”

orang sebenarnya dapat sama-sama berfikir. Tetapi ingat masalah distorsi. Distorsi dapat hadir dalam banyak cara – melalui penggunaan kekuasaan dan pengaruh yang jelas., melalui melalui ekonomi. tekanan Dibawah ekonomi media kondisi dan ini, manipulasi tujuan pasar, politik atau atau penangkapan untuk

menciptakan

demokrasi

deliberatif sangat sulit, tetapi setidaknya kita memiliki petunjuk yang sama mengenai apa yang untuk mencapai tujuan itu. Usaha-usaha lain untuk menguraikan teori-teori demokrasi deliberatif berusaha menjelaskan pertimbanganpertimbangan teoritis mengenai legitimasi berbagai macam bentuk demokrasi deliberatif – dan perdebatan yang dihasilkan kuat. (Lihat, misalnya, Dryzek 1999; Gutman dan Thompson 1996; Macedo 1999). Beberapa dari hal ini difokuskan pada kondisi dimana orang-orang setuju bahwa hasil-hasil dari sebuah proses deliberatif adalah valid. Seyla Benhabib, misalnya, menyatakan tiga kondisi yang dibutuhkan syah, diatur “(1) oleh untuk sebuah proses ekualitas sama semacam dan itu dianggap itu semua partisipasi norma-norma yang dalam pertimbangan untuk hak semacam mungkin dibutuhkan

simetri;

memiliki

kesempatan (2)

memulai untuk

tindakan

berbicara, bertanya, menginterograsi, dan untuk membuka perdebatan; topik-topik memiliki hak semua memiliki yang menanyakan (3) Semua tentang percakapan untuk ditentukan; argumen

memulai

reflektif

peraturan dari prosedur wacana saat ini dan cara dimana

175

mereka diaplikasikan atau dijalankan” (1996, 70). Ahli Fox dan teori Hugh Tetapi, postmodern, termasuk ahli teori administrasi publik, juga masuk dalam perdebatan. Charles Miller, misalnya, mengkritik tidak demokrasi demokratis yang perwakilan (1995). sebagai perwakilan yang

kekuatan

pertimbangan

demokratis

diduga melegitimasi digantikan oleh sistem birokrasi topdown dan politik yang dipicu oleh media. Sebagai sebuah alternatif, Fox dan Miller menawarkan serangkaian kondisi dimana wacana syah dan “wacana otentik” mungkin terjadi. Pertimbangan semacam itu mungkin terjadi dalam sebuah cara yang mungkin mengeluarkan klaim-klaim tidak jujur, mereka hanya melayani diri sendiri, mereka dari orangorang yang tidak ingin mengikuti wacana, dan klaim dari “pengedara dengan bisa bebas” (free riders). menegaskan isu Forum-forum dan kembali sebuah dibangun pemahaman cita-cita tahapan norma-norma membantu (1997), tambahan, perhatian,

dalam

demokratis. Ahli teori lain, seperti Farmer (1995) dan McSwite menggunakan selanjutnya dengan berpendapat bahwa kita yang dibatasi dengan wacana “rasional” bisa menghambat kapasitas kita untuk melihat di luar pengalaman kita dan untuk terlibat ide-ide baru dan hubungan baru dengan cara yang secara fundamental berbeda. “Yang sangat penting dari perspektif wacana adalah dalam ide menciptakan rupa sumber macam yang hubungan ketika secara diantara mereka orang-orang terlibat sedemikian dialog, sehingga

fundamental

baru akan dimainkan” (McSwite 2000, 60).

Kesimpulan Dalam bab ini, kami mengkaji kondisi-kondisi baru dimana “penggerak masyarakat” terjadi dan bagaimana Administrasi Publik Lama, Manajemen Publik Baru, dan Layanan Publik Baru merespon tantangan-tantangan kondisi ini hadir untuk para manajer publik yang terlibat dalam proses kebijakan. Berbeda dengan kepercayaan pada kewirausahaan dengan warga negara manajerial, yang dalam semua kapasitas keahlian birokratis atau Publik untuk proses. Baru Kami setuju menguji keterlibatan Layanan aspek

dipertinggi

berbagai macam pendekatan dengan melibatkan warga negara dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, serta beberapa pertimbangan teoritis penting yang harus masuk dalam pilihan rancangan. Meskipun kita akan menjelaskan sekali lagi bahwa ada perbedaan-perbedaan, bahkan perbedaan yang dramatis, berbagi merupakan diantara kepentingan pusat sudut yang pandang sama dan Publik ini, mereka sipil semua yang hilang untuk Baru, penyelenggaraan meskipun

pemerintahan

demokratis Layanan

keterlibatan

dalam Administrasi Publik Lama dan Manajemen Publik Baru. Dalam semua kasus, para ahli teori ini berhubungan dengan memperbaiki memenuhi dialog, pertimbangan, penyelenggaraan atau wacana untuk yang prinsip pemerintahan

demokratis secara lebih baik.

177

BAB 6 BERPIKIR STRATEGIS, BERTINDAK DEMOKRATIS “Berpikir strategis, bertindak demokratis. Kebijakan dan program-program yang memenuhi kebutuhan publik bisa dicapai paling efektif dan masuk akal melalui usaha-usaha kolektif dan proses kolaboratif”. Dalam publik Bab 4, kami pada berpendapat dialog nilai bahwa publik dan kepentingan luas dan kepentingan dalam dalam didasarkan mendalam dan

pertimbangan menetapkan proses

mengenai

bersama. Dalam layanan Publik Baru, idenya bukanlah untuk visi meninggalkan menyatukan dan implementasinya seluruh pihak program pemerintahan; tetapi

perancangan

pelaksanaan

pendidikan

sipil dan dengan membantu mengembangkan rentang pemimpin sipil luas, pemerintah dapat merangsang rasa kebanggaan dan tanggung jawab sipil. Kami meyakini bahwa rasa bangga dan tanggung jawab ini akan muncul dalam kemauan yang lebih besar untuk terlibat dalam beberapa level, ketika seluruh pihak bekerja kolaborasi juga sama dan menciptakan komunitas. pada peluang Sekali bagi lagi partisipasi, isu, tetapi

partisipasi ini hendaknya tidak dibatasi pada pembentukan harus meluas implementasi kebijakan. Bagaimana hal ini dapat dilakukan? Memulai dari sana merupakan kepemimpinan dan individu sebuah politik yang peran – penting dan jelas dan dari mengekspresikan dalam mendorong badan

penguatan tanggung jawab penduduk dan mendukung kelompok terlibat pengembangan komunitas. Pemerintah tidak dapat menciptakan komunitas;

tetapi pemerintah, dan khususnya pemimpin politik bisa menetapkan dasar bagi tindakan penduduk yang efektif dan bertanggung jawab. Orang harus menyadari bahwa pemerintah itu terbuka dan dapat diakses – dan hal tersebut tidak akan tercapai jika pemerintah tidak terbuka dan tidak dapat diakses, baik dalam proses perumusan kebijakan maupun implementasi program. Orang harus menyadari bahwa pemerintah itu responsif – dan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi jika pemerintah pemerintah ada dengan tidak itu responsif untuk untuk terhadap memenuhi memenuhi hal pembentukan program dan pemberian layanan. Orang harus menyadari pemerintah kebutuhan bahwa tidak ada kebutuhan mereka – dan hal ini tidak akan tercapai jika tujuan untuk penduduk. Cara terbaik melakukan

tersebut adalah menciptakan peluang bagi partisipasi dan kolaborasi dalam mencapai tujuan publik. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pemerintah itu terbuka dan dapat diakses, menciptakan responsif peluang dan bagi yang dan dan merupakan melayani penduduk dalam dengan dalam memahami serta seluruh peran sifat publik dari sedikit tidak kewarganegaraan terkait penduduk kunci hubungan untuk

fase proses kebijakan. Asumsi-asumsi administrator kebijakan dari Para tujuan publik publik implementasi

kewarganegaraan penulis yang awal

administrasi bahwa peran dengan secara

dengan sistem pemerintahan demokratis yang lebih besar. menyatakan secara atau administrasi publik mencakup implementasi efisien tujuanditetapkan penduduk politis keterlibatan keterlibatan

179

langsung.

Karya-karya

selanjutnya

memotret

proses

implementasi yang lebih kompleks dan multi-aspek, tetapi masih mengabaikan peran penduduk. Untuk memahami prinsip dasar dari implementasi dalam konteks nilai-nilai Layanan Publik Baru, bab ini akan terlebih dulu secara singkat memperhatikan evolusi teori implementasi asumsi Kemudian dan kontemporer nilai-nilai lanjutkan dan dari menghubungkannya Manajemen Publik penjelasan dengan Baru. mengenai

kami

dengan

fondasi-fondasi teoritis yang mendukung pendekatan yang lebih demokratis dan partisipatif terhadap implementasi selanjutnya. Implementasi dalam Perspektif Historis Yang menarik, studi “implementasi” tidak ada dalam tahaptahap bukan awal perkembangan agen-agen tetapi administrasi publik tidak beberapa publik. hal Hal ini karena terlibat dalam

implementasi, karena agen tujuan

dalam

implementasi bidang dan untuk keahlian tidak ada

tidak dapat dilihat sebagai konsep atau fungsi terpisah implementasi publik yang dari adalah telah membentuk keseluruhan administrasi publik. Secara virtual tujuan tunggal dari mengimplementasikan ditetapkan dan sebuah publik secara publik kebijakan politis. adalah program Karena

administrasi netralitas untuk memiliki agen-agen mencapai

mempertahankan administratif kebutuhan berubah untuk

menggunakan efisiensi, konsep

implementasi Secara

karena asumsinya adalah bahwa kebijakan akan tetap tidak ketika menjalankannya.

keseluruhan seperti yang dikatakan oleh Wilson, Goodnow dan ahli penemu lainnya dalam bidang tersebut, bentang politik membuat keputusan dan peralatan administratif hanya secara sederhana dan mekanis mewujudkannya ke dalam tindakan. Pendeknya, proses implementasi kebijakan tidak membutuhkan studi atau teori karena tidak dianggap penting dalam hubungannya dengan keputusan-keputusan yang telah dibuat oleh para politisi. Teori ini dan praktek pada memfokuskan pada pencapaian dan fungsi tujuan-tujuan yang telah ditetapkan secara politik. Hal mendorong konsentrasi struktur organisasi yang lama ada dalam bidang tersebut. Bahkan pada tahun 1940 dan 1950-an, dengan pemahaman yang lebih besar bahwa politik dan administrasi tidak sepenuhnya terpisah, fokusnya tetap pada manajemen organisasi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas biaya. Tidak sampai pada kemunculan studi kebijakan pada tahun 1970-an, ide mengenai aktivitas organisasi publik sebagai manajer isu implementer organisasi) adalah tahun ini kebijakan dipegang buku (yang erat. ditentang Karya oleh signifikan dan How Aaron Great dan

pertama yang terkait dengan implementasi sebagai sebuah berbeda Jeffrey Pressman Wildavsky penulis 1973, Implementation: serangkaian dari proyek

Expectation in Washington Are Dashed in Oakland. Para menunjukkan implementasi kegagalan masalah-masalah Administrasi

Perkembangan Ekonomi Federal di Oakland, California, yang menemukan bahwa meskipun program tersebut dimulai dengan tujuan yang baik dan komitmen kuat, implementasi aktual

181

dari tidak tidak utama

proyek secara dari

federal

skala

besar

ini

sangat bahwa sebagai

sulit

dan

berhasil.

Kesimpulannya

adalah

kebijakan determinan dan

otomatis hasil-hasil dan buku

diterjemahkan kebijakan. menjelaskan mereka

Karya proses

Pressman

Wildavsky merupakan titik luncur bagi sejumlah karya yang berusaha Faktanya edisi memahami enam dari telah implementasi. pada bahwa tahun setelah Wildavsky, memberi pembukaan komentar

kedua

implementasi (1979). Meskipun implementasi

menjadi

sebuah

industri

pertumbuhan

perhatian kebijakan

tinggi tiga

diberikan dekade

kepada terakhir,

selama

pemetaan batas-batas dari teori implementasi masih tetap sulit. Kebingungan ini sebagian disebabkan oleh adanya fakta bahwa riset implementasi terus tumpang tindih dan ditarik dari karya dalam teori organisasi, dan pembuatan antarrekan keputusan, Toward a perubahan Third organisasi hubungan Goggin dan

pemerintahan. Dalam Implementation Theory and Practice: Generation (1990), membagi perkembangan implementasi ke dalam riset generasi pertama, kedua dan ketiga. Tipologi tiga generasi riset ini memberikan sebuah dasar penting dalam meninjau ulang evolusi historis dari teori implementasi. Generasi Pertama Riset linear generasi top-down pertama yang terhadap didorong implementasi, oleh bahasa termasuk dan karya Wildavsky dan Pressman menggagas proses kebijakan hukum

tujuan

dari

pejabat

terpilih.

Model

top-down

dimulai

dengan keputusan-keputusan dari pembuat kebijakan, yang umumnya diekspresikan dalam bahasa hukum dan menjalankan proses kebijakan “ke bawah”. Model ini beranggapan bahwa implementasi harus menjadi sebuah proses linear di mana arah kebijakan diterjemahkan ke dalam aktivitas-aktivitas program dengan penyimpangan yang sedikit mungkin. Riset generasi pertama didasarkan pada studi kasus satu situs dan dikonsentrasikan dalam pada pada dua sumber kegagalan tepat. secara tidak studi Public implementasi: isi kebijakan dan ketidakmampuan orang dan organisasi Meskipun ditempatkan metodologis Dalam Misalnya mengimplementasikannya pertama dasar-dasar lemah ini, studi, karena secara ini umum dalam dalam pada riset generasi terhadap riset secara implementasi

dianggap kerangka

teoritis dan merupakan kasus khusus. ketertarikan implementasinya dimulai dibangun pada awal tahun 1980-an. dua artikel khusus. dipublikasikan Weimer Administration Review melaporkan hasil-hasil dari kasus implementasi kasus Pertama, analisisnya masalah tahun 1980 mengenai implementasi sebuah sistem manajemen otomatis menemukan bahwa tiga jenis ditemukan dalam proyek tersebut: masalah rancangan dan kognisi, masalah kerja sama organisasi dan kualitas data yang buruk. Dia menyimpulkan bahwa bantuan teknis barangkali bisa membantu mengatasi masalah rancangan dan kognisi. Kedua, Surface Menzel meneliti implementasi dari Federal yang Mining Control and Reclamation Act

183

dikonsentrasikan pada peran pembuat aturan administratif dan menemukan bahwa batas waktu hukum, hubungan antarpemerintahan memperburuk contoh ini, kompleks masalah riset dan kurangnya program dibahas klien khusus; dalam pendukung kedua sehingga literatur implementasi merupakan juga (1981). Dalam

beberapa proposisi umum bisa dihasilkan. Isu implementasi mengenai evaluasi program selama periode waktu ini. Tiga artikel muncul dalam Evaluation and program Planning pada tahun 1982 yang menunjukkan pentingnya mempertimbangkan apa yang disebut Kesalahan karena pada sebagai tipe kegagalan variabel program kesalahan III untuk bebas, yang “tipe membawa dengan III” dalam yang lain, dalam pernah evaluasi. terjadi ketika merupakan kesalahan kata

kelompok

eksperimental

hasil-hasil

ditempatkan

secara

keliru tidak

aktivitas-aktivitas

diimplementasikan secara ktual. Pada seluruh kasus ini, fokus eksplisitnya adalah pada ide bahwa implementasi sering kali berjalan dengan keliru dan bertentangan Tetapi yang proses dengan tujuan secara top-down dari pembuat dalam arah kebijakan. harus terdapat linear ke implisit di mana

temuan-temuan ini adalah sebuah asumsi bahwa implementasi merupakan kebijakan diterjemahkan dalam aktivitas-aktivitas

program dengan penyimpangan sekecil mungkin. Generasi Kedua Dalam riset implementasi generasi kedua, asumsi topdown diubah. Dengan kata lain, ketidakpuasan terhadap

perspektif mengembangkan menyatakan rancangan keberadaan tindakannya implementasi. dalam

top-down sejumlah bahwa program jaringan harus Dalam

mendorong model yang

para melihat

ahli

untuk

implementasi implementasi,

dari bawah ke atas. Linder dan Peters (1986), misalnya, untuk harus pelaku model dan yang keberhasilan memperhatikan yang ini, tujuan, agen-agen kebutuhan strategi dan dan

nilai-nilai dari implementer. Model bottom-up menunjukkan diperhatikan dalam memahami implementasi kembali para adalah tidak

memainkan sebuah peran positif , tepat dan dibutuhkan mendefinisikan Pertanyaan memfokuskan dengan muncul ketika perundang-undangan organisasi. down, sesuai realitas kemudian implementer tingkat

bagaimana anda menentukan keberhasilan? Dalam model topkeberhasilan dicapai menyimpang dari kebijakan yang ditetapkan secara politik. Dalam model bottom-up, asumsinya adalah bahwa implementer dianggap menjalankan diskresi dan mendefinisikan kembali program dan kebijakan secara tepat. Kemudian peneliti implementasi berusaha meleburkan atau mengintegrasikan model top-down dengan bottom-up ini. Dalam model terpadu ini, implementasi terjadi dalam sebuah proses kebijakan interaktif dan sirkular. Sehingga adaptasi dan direksi dalam proses implementasi dilihat sebagai hal yang dibutuhkan dan diharapkan. Tetapi kepemimpinan legislatif juga dianggap penting. Model ini secara eksplisit mengakui bahwa baik pembuat kebijakan maupun administrator secara aktif terlibat dalam proses implementasi.

185

Pendeknya berbagai perspektif mengenai implementasi kebijakan telah muncul. Model top-down beranggapan bahwa implementasi harus merupakan sebuah proses linear yang dikontrol oleh pembuat kebijakan. Perspektif bottom-up melihat kontrol dan menjalankan diskresi di bagian bawah birokrasi menjadi satu bagian tepat dari implementasi. Pandangan bottom-up terpadu dengan menggunakan mengakui perspektif top-down dan baik pentingnya kepemimpinan

dari atas dan diskresi dari bawah. Generasi Ketiga Dalam generasi ketiga riset, pertanyaan lebih banyak memfokuskan kebijakan kata dan pada rancangan kebijakan bagaimana kesadaran kebijakan sering bukan lain, Palumbo kali Para dan jaringan implikasinya bagi “kesuksesan” bahwa cara

implementasi bisa dievaluasi dengan paling tepat. Dengan lain, terdapat sukses peningkatan dan merancang program dan kebijakan menentukan bagaimana dan seberapa program implementasi dalam rancangan implementasi dengan 1987). kata tersebut tidak ahli sebuah harus diimplementasikan di dalam jaringan kebijakan tertentu. Sayangnya dipertimbangkan berdebat tidak dan bahwa kebijakan.

merupakan kesuksesan (1987)

kegagalan jika kebijakannya dirancang dengan buruk atau tepat; Peters, diperhatikan sesuai dengan pertimbangan rancangan (Linder Dennis menyatakan masalahnya adalah bahwa riset yang ada tidak membedakan antara kegagalan implementasi dengan masalah-masalah yang muncul dari rancangan kebijakan yang buruk. Dia juga

mengkritik bias top-down yang meyakini bahwa tujuan dan maksud dari pembuat kebijakan lebih tinggi dibandingkan maksud dan tujuan untuk dari implementer adaptasi level secara jalan tepat serta dalam kegagalan melihat

implementasi yang dibutuhkan dan diharapkan. Selain itu menurut Palumbo, bidang riset implementasi memiliki bias ideologis yang mendorong investigator untuk beranggapan bahwa pemerintah tidak dapat melakukan hal yang benar. Tetapi pada sisi positif Palumbo berpendapat bahwa inkuiri memberi kita sejumlah pandangan penting yang akan mengubah cara pemahaman terhadap implementasi. Diantara yang paling penting dari pandangan ini adalah bahwa peralatan implementasi lebih penting dibandingkan teknik manajemennya. Ini menjadi lebih penting dalam jaringan kebijakan kompleks. Cline (2000) menyatakan bahwa proses implementasi masalah didefinisikan melalui dua cara: sebagai pada dalam manajemen organisasional kerjasama yang dari didasarkan partisipan

proses administratif atau sebagai sebuah masalah mengenai bagaimana memunculkan proses implementasi. Satu cara dalam melihat jaringan implementasi adalah dari Goggin sebuah yang luas” sebuah dan perspektif rekan, komunikasi melihat pembawa Sistem dalam kebijakan antar-pemerintahan. implementasi pesan, dari antar-pemerintahan saluran, ini misalnya, “pesan,

kerangka

pembuatan pada

didasarkan (Goggin

target yang berjalan di dalam sebuah sistem komunikasi dkk, 1990, 33). komunikasi kerangka memberikan batasan, pesan harapan politis dan terkait dengan kesimpulan, antar

desakan

187

pemerintahan. Lynn, Fienrich dan Hilal melihat implementasi dalam setting jaringan: “publik, non-profit dan sektor-sektor pemilik melalui jaringan negara, area, distrik khusus, area pemberian layanan, kantor lokal, organisasi independen, asosiasi kolaboratif, kemitraan atau entitas administratif lainnya” (2000,551). Tidak seperti Goggin, para peneliti ini meneliti implementasi dari sebuah perspektif ekonomi politik yang menekankan pada “Logika pemerintahan”. Logika pemerintahan yang didasarkan pada konsep ekonomi politik berhubungan dengan pilihan dan konsekuensi rasional dari mekanisme yang digunakan oleh bentuk-bentuk kelembagaan alternatif untuk membatasi dan mengontrol perilaku. Meskipun menganalisis rancangan mengingatkan sebagian implementasi kebijakan, bahwa sebuah besar dari Linder literatur sebuah dan Peters rancangan terbaru perspektif (1986) yang

perspektif

diambil dalam sisi logisnya akan mendorong pada munculnya pandangan bahwa kebijakan yang baik adalah kebijakan yang paling Menurut layak atau yang bisa diimplementasikan lebih bermakna alternatif dengan adalah bagi paling mudah, yaitu arah yang salah dari ilmu kebijakan. pandangan mereka, yang memfokuskan pada perintah kebijakan terlebih dulu, lalu mempertimbangkan pencapaiannya. Pendeknya dengan bergerak melalui berbagai generasi riset mengenai implementasi akan muncul dua trend. Pertama, terjadi perubahan yang menjauh dari pandangan instrumen-instrumen

implementasi unidireksional tidak sebagai sejumlah perilaku

kebijakan di mana

sebagai maksud

sebuah dari

proses

linear terpilih dilihat Kedua, proses faktorlagi

pejabat

benar-benar diikuti (keberhasilan implementasi) atau atau (kegagalan sebuah implementasi). proses terbukti pelaku Implementasi sirkular. mempengaruhi individu, organisasi dan interaktif

variabel termasuk manusia,

implementasi,

pertimbangan

faktor-faktor studi

faktor institusional dan interinstitusional dan rancangan kebijakan. Sehingga implementasi tidak memfokuskan secara eksklusif pada agen tunggal sebagai unit analisis. Tetapi mereka melihat implementasi dalam konteks jaringan kebijakan. Administrasi dan Implementasi Publik Lama Seperti dinyatakan pada awal bab ini, dalam ortodoksi administrasi proses publik, terdapat dengan Sehingga sedikit perbedaan antara administratif publik. proses meskipun implementasi. apa itu yang tidak sifat nanti ada, dari

Implementasi adalah apa yang menjadi tanggung jawab dari administrasi disebut terdapat sebagai sejumlah model “implementasi” implisit

asumsi

mengenai

implementasi (yang ekuivalen dengan administrasi efisien dan netral) dan cara terbaik untuk mencapainya. Asumsi kebijakan Dinyatakan ambang kemudian pertama bahwa adalah bahwa proses dan implementasi pada ini itu top-down, agen-agen hierarkis unidireksional. sepenuhnya Agen-agen atau

kebijakan agar

terbentuk kebijakan

pintu

administratif.

menegaskan

program

189

ditempatkan

dengan

sedikit

kebutuhan

untuk

melakukan

penilaian atau diskresi. Faktanya diskresi tidak diakui sebagai bagian yang dibutuhkan dalam tugas administrator publik. kebijakan Tetapi akan agen dan manajernya secara harus menerapkan yang keahlian administratif untuk mengontrol proses sehingga ditempatkan tepat seperti dimaksudkan oleh pembuat kebijakan. Tugas dari agen-agen administratif adalah secara netral menjalankan hukum yang dikeluarkan oleh pihak legislatif. Kedua, perilaku karena pengaruh untuk manajemen ilmiah dan penekanan pada organisasi formal, fokusnya adalah pada pengontrol menyesuaikan prinsip-prinsip yang diperoleh secara ilmiah ini. Lalu tugasnya adalah menemukan prosedur yang paling bisa diprediksi, reguler dan tepat dan aturan-aturan bahwa untuk di mengimplementasikan dalam dan organisasi orang yang Nilai pada bukan Proses program, lalu menggunakan teknik dan kontrol manajemen untuk adalah dalam memastikan pada orang melakukan apa yang harus mereka lakukan. Fokus tunggalnya manajemen organisasi yang bertanggung jawab dalam menyediakan layanan dan fungsi mendukung adalah ketiga bagian dikotomi itu baik kebijakan efisiensi: adalah dari ditetapkan. layanan menonjolnya Asumsi merupakan melalui kebijakan memberikan

biaya paling rendah sesuai dengan hukum. bahwa proses implementasi kebijakan.

administratif dan pembuatan kebijakan (seperti dinyatakan politik/administrasi) atau buruk, dapat sepenuhnya atau terpisah. Sehingga tidak ada pertanyaan mengenai apakah diterapkan

tidak, yang ada hanyalah kekuatan pembimbing di belakang apa yang harus dilakukan oleh administrator dalam cara yang paling efisien. Karena asumsi-asumsi ini, berpikir strategis – dan tidak mengimplementasikan program secara demokratis – akan tidak tepat dan tidak dibutuhkan. Manajemen dan Implementasi Publik Baru Sulit untuk menghilangkan asumsi yang terkait dengan proses implementasi yang terdapat dalam Manajemen Publik Baru. Hal ini sebagian Baru disebabkan tidak oleh fakta bahwa dengan Manajemen Publik berhubungan

implementasi secara langsung. Tetapi teori pilihan publik dan manajemen publik baru menyatakan bahwa pada dasarnya pemerintah keluar dari jalur untuk mengikuti kekuatan dan dorongan pasar dalam mencapai tujuan publik. Seperti yang akan kita eksplorasi secara lebih jelas pada bagian ini, para pendukung dan dari Manajemen dan Publik penduduk Baru yang berbicara dalam tetapi alasanhal, dan ditemukan mengenai dalam mekanisme pendekatan layanan di yang sama Baru, karena

implementasi

keterlibatan mengenai dan

literatur

Publik

pendekatan-pendekatan ini didasarkan pada asumsi-asumsi fundamental alasan bahkan yang berbeda justifikasi dalam yang berbeda. sepertinya Sehingga sama meskipun sama, pendekatanimplementasi

pendekatannya

beberapa

menggunakan

terminologi

Manajemen Publik Baru berbeda dengan Administrasi Publik Lama dan Layanan Publik Baru. Dua diterima pendekatan oleh para utama ahli dalam implementasi Publik Baru yang adalah Manajemen

191

privatisasi arena

dan

co-produksi Seperti sebuah

dengan

kata

lain,

melepaskan implementasi dari tangan birokrat dan menuju seperti pasar. dinyatakan prosedur dari sebelumnya, gerakanan yang adalah dan privatisasi Manajemen didukung melepaskan mengenalkan merupakan Publik oleh para fungsi dorongan

Baru. ahli

Pandangan Manajemen

implementasi Publik untuk Baru birokrasi

implementasi seperti

dari

bisnis

memastikan

bahwa program diimplementasikan secara benar dan efisien. Jika Administrasi Publik Lama mencari implementasi efisien dari top-down, Manajemen Publik Baru berusaha mencari implementasi efisien secara literal dari samping – dari sektor swasta menuju ranah publik, dan dari bottom – dari konsumennya. pilihan dalam Co-produksi Vincent adalah dan keterlibatan Osbtrom penduduk dalam memproduksi dan memberikan layanan publik. Para ahli publik, Elinor adalah di antara orang pertama yang menggunakan istilah “co-produksi” diskusinya mengenai barang-barang publik dalam hubungannya dengan tatanan kelembagaan untuk pemberian layanan (Ostrom dan Ostrom, 1971). Ironisnya beberapa pendukung awal lainnya terhadap co-produksi (di bahas tetapi pada ide bagian penduduk ini berikutnya) untuk cepat mendukung dilingkupi penggunaan komunitas, oleh ide dan ini bahwa terlalu keterlibatan memberdayakan

secara terhadap

penggunaan co-produksi untuk mengurangi biaya. Penekanan penghilangan diungkapkan masalah oleh pengurangan terhadap Alford yang muncul biaya tekanan John pemberdayaan menyatakan ketika

dengan

co-produksi

tergantung menyatakan kepada

pada bahwa

volunteerisme organisasi

dan bisa

altruisme. memberikan

Pandangan dorongan yang

Alford ini didasarkan pada ide dan norma-norma pasar. Dia klien untuk berperilaku melalui cara-cara

bisa menurunkan biaya organisasi. Di sisi lain Brudney dan England (1983) menyatakan bahwa co-produksi bekerja dengan baik untuk mengurangi biaya kerja aktif, dan sama meningkatkan suka rela pasif. performa jika didasarkan perilaku pada – tetap pada yang coatau dari untuk Baru, dari Tetapi penduduk dan

tidak

fokusnya

produksi sebagai ukuran penghematan biaya dalam merespons batasan-batasan dibayar pemukim 959). dengan urban, kata fiskal: aktivitas coproduksi lain, “Dengan melengkapi barangkali menggantikan – tenaga dari pejabat publik yang berorientasi memiliki layanan potensi Publik

meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan kota” (1983, Dengan dalam Manajemen keterlibatan penduduk terkait dengan “perilaku produktif yang dapat meningkatkan level dan kualitas dari layanan yang disediakan” (Percy 1984,432, tambahan penekanan). Layanan Publik Baru dan Implementasi Dalam implementasi Layanan adalah Publik Baru, fokus utama dan dari keterlibatan penduduk bangunan

komunitas. Penduduk tidak diperlakukan sebagai penghambat implementasi yang benar, dan mereka juga tidak digunakan sebagai kendaraan bagi pengurangan biaya. Tetapi keterlibatan penduduk dilihat sebagai sebuah bagian yang tepat dan dibutuhkan dari implementasi kebijakan dalam

193

sebuah demokrasi. Karena direksi harus dilakukan dalam implementasi melalui kebijakan, diskresi harus Peter diinformasikan deLeon (1999) partisipasi penduduk.

menyatakan, misalnya, bahwa dengan memberikan penekanan yang lebih besar terhadap bentuk implementasi demokrasi dan lebih yang partisipatif, lebih Dalam akan baik digabungkan kita mengenai Publik dengan metodologi implementasi yang bisa postpositivist, akan mendapatkan pemahaman

bagaimana Baru,

berhasil. Layanan keterlibatan sehingga penduduk penduduk dapat dalam tidak terbatas pada penetapan prioritas. Faktanya kita mengelola dan organisasi mendorong publik meningkatkan keterlibatan

seluruh aspek dan fase proses pembuatan kebijakan dan implementasi. Melalui proses ini, penduduk “melihat diri mereka sebagai penduduk...bukan sebagai konsumen, klien dan penerima negara administratif” (Stivers 1990, 96). Para penduduk menjadi terlibat dalam pemerintahan, bukan hanya memberikan kebutuhan (penduduk tuntutan jangka dan kepada pendeknya. “ruang pemerintah Pada dengan bagi bagi waktu di publik untuk yang mana memenuhi manusia yang inilah publik. Dari seperti bukan perspektif co-produksi dari konsep Layanan diperoleh pasar. Publik dari Komunitas Baru, konsep mekanisme komunitas, oleh

bersamaan,

organisasi

menjadi

administrator)

perspektif kebaikan layanan

berbeda...bertindak yang memberikan

bersama-sama dan

publik” (96). Interaksi dan keterlibatan dengan penduduk tujuan makna

ditandai

interaksi sosial, sebuah ikatan umum bersama. Dalam jenis komunitas tanggung Tidak ini, jawab penduduk yang dan pegawai negeri memiliki dalam saling menguntungkan ini

mengidentifikasi masalah dan mengimplementasikan solusi. adanya sifat-sifat manusia. komunitas Dalam memberikan ini, satukontribusi terhadap hubungan kepentingan pribadi dengan impersonal antar lingkungan satunya cara untuk mengimplementasikan kebijakan adalah menawarkan insentif atau disinsentif dalam memodifikasi pilihan pribadi. Para pendukung Layanan Publik Baru menyatakan bahwa terlalu sedikit perhatian yang diberikan kepada penduduk yang berpartisipasi dalam pembuatan keputusan pemerintah dan pemberian layanan secara aktual. Dalam Layanan Publik Baru, penduduk dan administrator berbagi tanggung jawab dan bekerja sama untuk mengimplementasikan program. Dalam proses tersebut, penduduk belajar lebih banyak mengenai pemerintah dan pemerintah belajar lebih banyak mengenai penduduk. langsung perdebatan penyampaian Charles mengenai layanan Levinne isu (1984), misalnya, berbicara bahwa dalam ini, dengan mengatakan penduduk sering dari orang-orang yang memiliki kepentingan

mengenai

keterlibatan publik terlalu

memfokuskan

pada kriteria ekonomi dan politik sempit. Terkait dengan privatisasi Levine menyatakan bahwa efisiensi sering kali muncul karena adanya keuntungan dalam memilih antar penawar yang saling bersaing. Tetapi dalam model privatisasi, kondisi idealnya adalah bahwa salah satu ari keberadaan pemerintah adalah memberikan

195

lingkungan layanan pemerintah.

kompetitif Tatanan

di

mana dengan

perusahaan atau ini tidak

memberikan kontrak memberikan

kepada

konsumen

tanpa

seperti

kontribusi bagi pengembangan kepercayaan kewarganegaraan atau penduduk. Penduduk dilihat dan diperlakukan hanya sebagai konsumen layanan swasta yang berperilaku seperti ketika mereka membeli layanan dari sebuah perusahaan. Pendeknya privatisasi tidak dapat mendorong pada penduduk yang baik, hanya kemungkinan terbentuknya konsumen yang lebih pintar. Sebaliknya fondasi dengan bagi co-produksi hubungan dengan menurut positif membuat Levine antara penduduk “menempatkan pemerintah (288). Kesimpulan Kami menyimpulkan dengan melihat bahwa perbedaan antara pendekatan Manajemen Publik Baru terhadap co-produksi dengan Layanan Publik Baru bukan hanya merupakan masalah semantik. Misalnya, salah satu dari aplikasi teknik coproduksi yang paling banyak digunakan adalah dalam area tugas polisi. Pikirkan sesaat mengenai apa program kebijakan nantinya jika hanya difokuskan pada penghematan biaya dan efisiensi – prosedur Manajemen Publik Baru. Jika departemen polisi berusaha meningkatkan efisiensi untuk dan mengurangi biaya, penduduk dapat, misalnya, direkrut melalui serangkaian kejahatan insentif yang atau disinsentif melaporkan terjadi dan/atau menciptakan

penduduk

sebagai bagian integral dari proses pemberian layanan”

pengawasan di lingkungan rumah tangganya untuk mencegah

aktivitas kejahatan. Alternatif ini dan yang lainnya akan dievaluasi bantuan fungsi dengan didasarkan pada tingkat dari dalam pengurangan departemen beberapa adanya privatisasi biaya layanan kebijakan dengan melibatkan konsumen dan mereka untuk memenuhi tujuan dan kepolisian. merupakan Dalam beberapa dapat yang kasus lebih

barangkali

disimpulkan

bahwa

alternatif

dipilih

karena

penghematan biaya yang bisa diperoleh dari perusahaanperusahaan swasta yang merekrut pengutas keamanan kurang terlatih kepolisian yang bahwa dengan salah gaji Peran dan rendah. adalah dari Peran dari departemen lingkungan dalam tangga mungkin dan Akan usaha satunya menciptakan

kompetitif. penduduk fungsi untuk petugas polisi sisi Publik

petugas

kepolisian rumah

hubungannya dengan aktivitas produksi adalah memastikan kelompok-kelompok jelas dan dan dengan biaya memahami menyerap praktis muncul antara tujuannya secara sebanyak

kebijakan kecil polisi dari

efisien

mengurangi

mencegah penduduk.

kejahatan. Faktanya

tuntutan

terhadap dengan

hubungan

berkelanjutan

seperti itu akan sangat mahal karena mereka akan mengubah personel Di layanan kewajiban co-produksi terlihat yang sama tradisionalnya yang menjadi dari Polisi umumnya untuk rumah petugas yang siap mengatasi kejahatan. lain, Baru diperoleh berbeda. komunitas permasalahan kondisi ideal komunitas dan kewarganegaraan seperti dalam sangat masyarakat melibatkan mengembangkan seperti kerja solusi banyak anggota bagi diketahui

kreatif

tangga. Polisi masyarakat didasarkan pada “konsep yang

197

menyatakan bahwa petugas kepolisian dan penduduk pribadi yang bekerja sama melalui cara-cara kreatif dapat membantu perubahan penduduk, menyelesaikan dalam yang masalah antara komunitas petugas kontemporer” polisi dengan

(Trajnowicz dkk, 1998, 3). Hal ini membutuhkan adanya hubungan memberdayakan mereka untuk menetapkan

prioritas polisi dan melibatkan mereka dalam usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas hidup dari lingkungan rumah tangganya. Meskipun mekanisme yang digunakan dalam usahausaha ini mungkin sama dengan dan yang digunakan yang dalam strategi pengurangan biaya strategi didorong

oleh pasar, dalam prakteknya mereka berbeda. Pengawasan dalam lingkungan rumah tangga, misalnya akan digunakan sebagai kendaraan dalam membangun ikatan komunitas dan hubungan Tujuannya antara bukan pekerja untuk publik dengan biaya penduduk marginal untuk dari mengatasi masalah-masalah dalam lingkungan rumah tangga. mengurangi petugas polisi yang merespons panggilan, tetapi membangun masyarakat yang lebih kuat, dengan penduduk yang terlibat dan diberdayakan untuk mencegah dan mengurangi kejahatan, dan yang berbagi tanggung jawab dengan petugas pemerintah dalam membuat komunitasnya menjadi lebih baik. Peran dari pelayan publik salah satunya adalah dan memfasilitasi membantu dan mendorong keterlibatan tersebut membangun

kapasitas penduduk.

BAB 7 MENGAKUI BAHWA AKUNTABILITAS BUKANLAH HAL YANG SEDERHANA Akuilah Pegawai pasar; politik, Negara. Masalah akuntabilitas dan responsibilitas dalam bahwa negeri mereka akuntabilitas seharusnya seharusnya bukanlah hal sederhana. pangsa dan warga lebih memperhatikan

mengikuti dan

undang-undang kepentingan

hukum konstitusional, nilai-nilai komunitas, norma-norma standar professional,

pelayanan umum benar-benar kompleks. Para administrator publik telah dan seharusnya memiliki tanggung jawab pada sebuah konstelasi lain; institusi level dan standar, lain; termasuk media, kepentingan umum, undang-undang dan hukum konstitusional; agensi-agensi standar komunitas; pemerintahan dan profesional; nilai-nilai standar-standar norma demokrasi;

faktor-faktor

situasional;

dan tentu saja warga negara. Memang, mereka diharuskan bersikap responsif terhadap semua bermacam-macam norma, nilai dan preferensi dari sistem pemerintahan kita yang kompleks. Variabel-variabel ini merepresentasikan sesuatu yang tumpang tindih, kontradiktif, dihadapi dan dalam poin-poin “membangun akuntabilitasnya terus berkembang. Sebagai akibatnya, ada tantangan signifikan yang harapan, memverifikasi performa, memelihara daya respon terhadap agen, menilai kesalahan, memilah-milah tanggung jawab, menentukan siapa penguasa (penanggungjawab)-nya, dan mengatur dibawah kondisi-kondisi sistem akuntabilitas” (Romzek dan Ingraham 2000, 241-42).

199

Layanan akuntabilitas bahwa ukuran

Publik dalam

Baru

mengakui

baik

sentralitas maupun standar atau publik dalam yang

pemerintahan dari secara

demokratis atau

realitas tanggung jawab administratif. Kami menolak ide sederhana dapat efisiensi memadai dalam warga dan berbasis pasar mengukur sektor negara

mendorong perilaku yang bertanggung jawab. Malahan, kami berpendapat dapat dan bahwa akuntabilitas melayani rumit seharusnya didasarkan pada ide bahwa administrator publik seharusnya nilai yang kepentingan umum, bahkan dalam situasi yang melibatkan pertimbangan administrator pertimbangan dipecahkan dan norma-norma tumpang tindih. Untuk melakukan hal yang demikian, para tidak ini harus tidak membuat hanya pada pertimbanganini harus dalam dialog sendiri. Tetapi, isu-isu

berdasarkan umum

organisasi, tetapi juga pada pemberdayaan warga negara keterlibatan berbasis luas. Meskipun pegawai negeri bertanggung jawab untuk memastikan bahwa solusisolusi untuk masalah-masalah umum sesuai dengan undangundang, norma demokratis, dan halangan-halangan lain, ini bukanlah menurut masalah fakta. penilaian Tetapi ini semata mereka terhadap dari dan kelayakan ide-ide yang dihasilkan komunitas dan proposal merupakan warga hanya peranan ini administrator publik untuk diketahui tidak konflik-konflik negara membuat

parameter-parameter Melakukan realistik, hal hal

sehingga solusi dan

realitas-realitas ini menjadi bagian dari proses wacana. demikian ini juga membangun kewarganegaraan

akuntabilitas.

Meskipun

akuntabilitas

dalam

pelayanan

umum

tidak

bisa tidak bersifat kompleks, baik Administrasi Publik Lama dan Manajemen Publik Baru cenderung untuk terlalu menyederhanakan isu. Sebagaimana yang akan dikaji secara lebih penuh dalam Publik bab ini, dalam para versi klasik dari Administrasi Lama, administrator publik

begitu saja dan secara langsung bertanggung jawab pada pejabat politik. Pada sisi lain dari spectrum, seperti dikatakan oleh Manajemen Publik Baru, fokus adalah pada memberikan para administrator publik banyak ruang gerak untuk bertindak sebagai para enterprener. manajer Dalam publik peranan terutama enterprener mereka, terkait

diperhitungkan Bab tentang Pertama, ini

dengan

efisiensi, bagaimana tanggung beberapa

efektivitas ide-ide jawab kami dalam kunci

biaya, dan daya respon pada kekuatan-kekuatan pasar. mempertimbangkan dan akuntabilitas untuk

administrasi publik berkembang dan berubah seiring waktu. mendefinisikan parameter dari isu, kami merangkum perdebatan klasik antara Carl Friedrich (1940), kami berpendapat bahwa profesionalisme adalah cara terbaik untuk menjamin akuntabilitas, dan Herman Finer (1941), mengatakan bahwa akuntabilitas harus didasarkan pada kontrol eksternal. Kemudian kami melihat pada pengertian tanggung jawab untuk dan tiga publik? (3) evolusi besar (2) pemikiran pertanyaan Pada sarana siapa apa mengenai tanggung mereka seharusnya jawaban-jawaban jawab

tentang responsibilitas dan akuntabilitas: (1) Apa saja administrator jawab? dan bertanggung Dengan

akuntabilitas

responsibilitas

dicapai?

201

Akhirnya, implisit

kami dan

membandingkan eksplisit yang Lama,

dan mereka

menyoroti

pandangan dan dalam dan

tentang Manajemen

akuntabilitas kemukakan Publik Baru,

pendekatan-pendekatan Administrasi Publik Layanan Publik Baru. Perdebatan Klasik Dalam sebuah

pengertian,

bidang

administrasi yang dibuat

publik oleh

didirikan

berdasarkan dapat bisnis –

sebuah dijawab dan

klaim

Wilson dan yang lainnya bahwa pertanyaan akuntabilitas administratif dan semacam dengan mendefinisikan terpisah sekali pemerintah dapat sebagian dari ketika mulai yang besar penelitian administrator publik sebagai hal yang obyektif sepenuhnya dari mula politik. secara runtuh semakin Kesulitan inteletual dibawah politik dengan dikatakan dan Jika akuntabilitas, setidaknya

kredibilitas

dikotomi kita

administratif

tekanan

fungsi-fungsi tidak ketika

kompleks.

menjelaskan

fungsi-fungsi

administratif

bersifat mekanik dan sepenuhnya terpisah dari politik, dan administrator tidak dipilih, bagaimana kemudian kami membuat yakin mereka bertanggung jawab? dilakukan dengan Jika fungsi-fungsi cara yang administratif melibatkan bahwa kebijaksanaan jawab sesuai bertanggung kebijaksanaan, bagaimana kita dengan cita-cita demokrasi?

Untuk alasan-alasan itu, bagaimana perilaku administratif yang “bertanggung jawab”? menemukan jawaban-jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini sulit dan penting. Sebagaimana yang dikatakan Frederick Mosher, “Tanggung jawab mungkin

merupakan

kata

paling

penting

dalam

semua

kosa baik

kata untuk dan

administrasi, publik dan privat” (1986, 7). Pertanyaan-pertanyaan menjamin tentang seberapa yang administrasi/pemerintahan akuntabel

bertanggung jawab mencakup beberapa isu paling penting dalam pemerintahan demokrasi. Sebenarnya, salah satu dari prinsip yang mendefinisikan demokrasi adalah pengertian tentang pemerintah yang akuntable dan terkontrol. adalah Sebagaimana dikemukakan Dwivedi, “Akuntabilitas

fondasi dari proses pemerintahan apapun. Efektivitas dari proses tergantung pada bagaimana mereka dalam otoritas menerangkan pada akar cara mereka untuk memenuhi ada tanggung ketentuan jawab akan mereka, baik legal dan konstitusional. Sebagai akibatnya, demokrasi saat ini dari responsibilitas dan akuntabilitas publik” (1985, 63-64).” Parameter tanggung jawab fundamental dan perdebatan dalam tentang bidang akuntabilitas

administrasi publik diuraikan dalam pertukaran terkenal antara Card Friederich dan Herbert Finer. Dalam tahun 1940, untuk ketika tanggung orang jawab Amerika birokrasi bersiap adalah untuk perang, Friederich menulis dalam jurnal Public Policy bahwa kunci profesionalisme. Friederich mengatakan bahwa tanggung jawab administratif melibatkan lebih banyak lagi dari pada hanya menjalankan kebijakan kebijakan yang dan telah dibuat sebelumnya. Formulasi semakin pelaksanaan, sebenarnya menjadi

tidak dapat dipisahkan. Lebih lanjut, para administrator adalah para profesional dan memiliki pengetahuan khusus dan keahlian teknis yang tidak dimiliki oleh warga negara

203

pada pada para

umumnya.

Karena

tanggung

jawab

mereka

didasarkan perilaku, pada yang pada jawab

pengetahuan

profesional untuk

dan

norma-norma

administrator profesional

seharusnya

bertanggung

sesama

memenuhi bahwa

standar-standar responsif yang

disetujui bersama. Friederich dari atau tanggung ahli berkatan jawab menjadi sentiment publik bukanlah tidak penting. Tetapi, sifat administratif menjadi komponen berubah dari mengharuskan diantara para ahli teknis, profesionalisme, “ketrampilan” sentral akuntabilitas (1940, 191). Dalam membuat argument ini, dia menyatakan bahwa ada dua aspek dari responsibilitas ini: personal dan fungsional. Responsibilitas personal mengacu pada administrator menjadi mampu untuk memberikan alasan tindakan-tindakan-nya menurut aturan, rekomendasi, dan seterusnya. Responsibilitas pada untuk panduan. fungsional Ada melibatkan standar dia administrator profesional memperingatkan melihat fungsi-nya personal dan dan

mereka

kemungkinan

responsibilitas

fungsional

memicu konflik. Dalam kasus-kasus ini, baik pengetahuan teknis dan hirarki harus dipertimbangkan. Friederich menyatakan bahwa ada sejumlah cara untuk mengukur kombinasi menjamin dan dari menegakkan mereka yang akuntabilitas, yang diinginkan” dan (1940, “hanya prospek 201). semua menawarkan

hasil-hasil

Tetapi, dia mengatakan, “para pejabat bekerja dalam semua bidang layanan pemerintah yang lebih esoterik, aktivitasaktivitas ilmiah yang terus meningkat jumlahnya, baik nasional dan internasional, lebih peka pada dan lebih

mencermati kritikan yang dibuat dari aktivitas-aktivitas mereka oleh rekan profesional mereka yang dari pada oleh superior tumbuh manapun semakin dari organisasi dan mereka layani” akan

(201). Pada akhirnya, ketika masalah-masalah pemerintah kompleks kebutuhan kebijaksanaan/keleluasaan yang diperluas, profesionalisme menjadi landasan responsibilitas administratif. Herman Finer (1941), dari Universitas London, tidak setuju. baik bahwa Dalam tulisan yang merespon Freiderich, dia mengatakan bahwa kontrol-kontrol eksternal adalah paling dan para satu-satunya dalam sarana menjamin akuntabilitas berpendapat dibawah administratif sebuah demokrasi. seharusnya Dia

administrator

berada

pejabat yang dipilih karena para pejabat yang dipilih secara langsung bertanggung jawab pada orang-orang. Para pejabat ini, didasarkan pada interpretasi mereka terhadap keinginan publik, seharusnya memberitahukan Kemudian, apa yang administrator lakukan. administrator

bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut menurut petunjuk-petunjuk tersebut. Dalam membuat argumen ini, Finer mendefinisikan responsibilitas dalam dua cara. Definisi pertama adalah bahwa “X bertanggung jawab pada Y ke Z”. yang Definisi yang kedua (dan menurut Finer, keputusan buruk) meliputi Dia pada “pengertian menyatakan nurani personal agen, dan terhadap kedua ini hal moral.” penekanan “Definisi

kewajiban memberikan

mengikuti dari definisi bahwa jika dia melakukan sebuah kesalahan , ini adalah kesalahan hanya ketika diakui oleh nurani mereka sendiri, dan bahwa hukuman agen akan hanya

205

menjadi tusukan dari hal itu. Satu yang mengimplikasikan eksekusi publik; selain hara-kiri” (1941, 336). Finer berpendapat dari pada itu bahwa kelayakan teknis dan pengetahuan harus selalu menjadi faktor kedua kontrol demokrasi, kontrol-kontrol didasarkan pada tiga doktrin tentang ide-ide. Pertama, dia mengacu pada “penguasaan publik” menyatakan bahwa pegawai negeri tidak bekerja untuk kebaikan publik didasarkan pada pengertian mereka terhadap apa kebutuhan-kebutuhan publik, tetapi lebih pada apa yang diinginkan publik (1941, 337). Ide kedua adalah bahwa institusi harus berada pada tempatnya, terutama sekali kebanyakan lembaga yang dipilih, untuk mengekspresikan dipilih ini dan menggunakan hanya untuk dan jika otoritas publik. Yang dan lebih penting adalah ide ketiga; bahwa institusi yang tidak mengekspresikan juga menyalurkan otoritasun Dalam keinginan memutuskan proses ini, publik, tetapi memiliki bagaimana kurang, Finer dari

menjalankan kontrol

keinginan-keinginan ini dipenuhi. eksternal penyalahgunaan kekuasaan tidak terhindarkan.

menolak argument Friederich bahwa responsibilitas

administrator lebih pada moral dari pada isu politik, dan sehingga tunduk pada standar-standar dari profesi mereka adalah jawaban-nya. Dia lebih untuk macam lanjut menyatakan melewati pijar bahwa mayat yang moral’ Friederich menjanjikan “memberikan politik berbagai dari kesan

responsibilitas

memahami

responsibilitas

(1941, 339). Finer menyimpulkan bahwa: Responsibilitas moral mungkin beroperasi dalam proporsi

langsung dengan kekerasan dan efisiensi responsibilitas politik, lemah. faktor dan berkurang standar dalam semua macam perbuatan pada mereka jahat/tidak ajar ketika yang terakhir dijalankan secara Meskipun dalam profesional, kewajiban baik, publik, dan pengejaran efisiensi teknologi adalah faktoroperasi administratif yang bukan unsur, dan tidak secara kontinu memotivasi faktorfaktor, dari kebijakan yang baik dan mereka membutuhkan kontrol 350). Selama bertahun-tahun, Friederich menegaskan kembali posisinya, dengan menyebut Finner “pembuat yang mitos yang alim” dan pandangan-pandangannya tidak realistis dan petunjuk politik dan publik (Finer 1941,

ketinggalan jaman (1960). Dia berpendapat bahwa pandangan Finer tentang akuntabilitas mungkin tidak bekerja kecuali jika ada perjanjian jelas mengenai apa yang perlu untuk dikerjakan dan sedikit “ketika atau tidak perlu kebijaksanaan administratif. seseorang mempertimbangkan

kompleksitas dari aktivitas pemerintah modern, seketika nyata bahwa perjanjian semacam itu hanya dapat menjadi parsial terlibat’ dan tidak lebih lengkap, dari tidak peduli siapa yang (3-4). Dia menjelaskan bahwa responsibilitas untuk “menjaga yang dan

administratif utama

berusaha tindakan hal ini,

pemerintah dari berbuat salah” (4). seharusnya Untuk menjamin melakukan efektif.

Tetapi, perhatian administratif kata dia, saling

ketergantungan antara alam/dunia pembuat kebijakan

pelaksanaan kebijakan harus dipertimbangkan. “Sejauh mana individu-individu tertentu atau kelompok mendapatkan atau

207

kehilangan kekuasaan atau kontrol dalam area tertentu, ada politik; sejauh mana atas para nama pejabat bertindak publik, atau ada mengajukan tindakan kepentingan

administrasi/pemerintahan. Friederich sekali lagi mengkritik maksud dari Finer bahwa kontrol-kontrol eksternal harus menjadi dasar untuk menjamin akuntabilitas. Meskipun kontrol-kontrol politik penting, untuk dapat “ada jenis dan efektif responsibilitas menemukan dijalankan yang muncul pada untuk sesama (1960, dan dan sebagian dari administrator permanen, orang yang diminta mencari secara solusi kreatif oleh kebutuhan-kebutuhan teknis kami yang menjerit, yang tidak kecuali teknisi yang mampu menilai kebijakan-nya terkait dengan pengetahuan 140. Di ukuran ilmiah yang terkandung didalamnya” samping itu, mekanisme kontrol eksternal perkiraan,

akuntabilitas

“merepresentasikan

bukan perkiraan sangat dekat pada hal itu” (14). Dalam kata lain, kecuali jika ada set standar yang didasarkan pada pengetahuan teknis dan professional, dan saling sehingga administrator menginternalkan bertanggung

jawab, responsibilitas tidak dapat dicapai. Friederich menyimpulkan bahwa: Tingkah laku fungsi-fungsi administratif yang bertanggung jawab tidak begitu banyak dijalankan ketika didapatkan. Tetapi maksud dari awalnya bahwa tingkah laku yang bertanggung jawab tidak pernah secara keras dapat dilaksanakan, para pegawai bahkan dibawah raja akan lalim paling kejam, kontrol administratif menghindari

jangka pendek yang efektif, dari pada masalah tentang

bagaimana dari para

menghasilkan staf

tingkah

laku dari

bertanggung sebuah

jawab

administratif

organisasi

besar, terutama sekali dalam sebuah masyarakat demokratis sebagian besar pertanyaan tentang peraturan yang bekerja dengan baik dan moral yang efektif. (Friederich 1960, 19). Dalam bentuk paling sederhana, Friederich menyatakan bahwa jawab. hukum para Oleh dan administrator karena melakukan oleh para di itu apa harus untuk yang menggunakan seorang anda pengetahuan professional dan teknis mereka untuk menjadi bertanggung administrator untuk juga Finer pada publik, menjadi bertanggung jawab tidak hanya mengikuti beritahu tetapi dan tetap dikerjakan pejabat antara pertanyaan saat yang ini Dunn terpilih, Friederich kunci dan yang Legee mengenai

menggunakan keahlian dari profesi. Perdebatan memunculkan pusat dari demoratis. beberapa isu-isu

akuntabilitas kemukakan,

Sebagaimana

“Konsep dan metode yang mendefinisikan akuntabilitas dan responsibilitas merupakan isu-isu fundamental dalam teori demokrasi karena mereka menentukan bagaimana kebijakan publik dan administrasi tetap responsif pada preferensipreferensi publik” (2000,74). Nampak bahwa Friederich dan Finer memiliki cara pandang yang sangat berbeda dalam hal proses menerima Finer, mungkin. politik yang seharusnya bekerja. hal itu Friederich sebanyak kebutuhan sebaliknya, Mungkin akan ingin kebijaksanaan membatasi paling mendasar, administratif. posisi-posisi

secara

209

mereka terpancang pada fondasi yang sedikit tidak tetap dari dikotomi politik dan administrasi: Dengan cara apa kekuatan birokrasi demokrasi dan harus apa dari diseimbangkan professional? yang paling dengan baik struktur atau keahlian Institusi

institusi-institusi Dapatkah dikontrol ditentukan kerja dengan

disesuaikan dapat yang menjadi

untuk mengartikulasikan kebutuhan dan keinginan publik? administrator dibuat diprediksikan dan obyektif, dan oleh karena itu dapat menggunakan Atau apakah ukuran-ukuran ini sudah sebelumnya?

sifatnya bersifat subyektif dan terlalu kompleks untuk mengurangi set standar yang dipertimbangkan sebelumnya? Apakah terus tidak keduanya? mengganggu mungkin Ini adalah pertanyaan-pertanyaan untuk mendorong publik, dalam pelayanan pasti yang dan dan waktu usaha-usaha dalam

melaksanakan singkat.

akuntabilitas terpecahkan

secara

Responsibilitas Administratif: Pada Siapa Untuk Apa? Pertukaran beberapa antara isu Friederich proses dan Finer dengan merealisasikan akuntabilitas Tidak terlalu kunci dalam berkenaan

administratif

demokrasi.

mengejutkan, sejak saat itu, kebanyakan administrator dan penulis dalam bidang tersebut menempatkan diri mereka di tempat dan dalam pertengahan kontroversi, mengatakan Dimock bahwa dan akuntabilitas administratif membutuhkan kontrol eksternal profesionalisme. Sebagaimana Marshall Gladys Dimock ekspresikan, akuntabilitas adalah legal dan sebuah isu moral yang dilaksanakan secara internal dan

eksternal: Menjadi bertanggung jawab berarti bertindak secara bertanggung jawab, yakni, sesuai dengan standar-standar kesopanan/kelayakan administrator masalah hk. yang ditentukan sebelumnya. juga, Untuk publik, Untuk bagaimanapun menjadi akuntabilitas jawab juga

lebih dari sebuah masalah kesopanan dan adapt; ini adalah bertanggung mendeskripsikan seseorang yang bisa dinilai orang lain. Untuk administrator, hal ini berarti mengetahui tugasnya dan melakukan tugasnya – jujur arti dan bertindak dengan dari ketulusan. Dengan demikian modern gabungan

akuntabilitas adalah tugas, baik legal dan moral. (Dimock dan Dimock 1969, 123). Akuntabilitas dalam administrasi publik dicapai baik dengan sarana internal dan eksternal. agen ketika “administrator tugasnya” (Dimock sendiri dan Kontrol internal atau seseorang 123). adalah kontrol yang dibangun dan dijalankan dalam sebuah disamping atau diatasnya dalam hirarki melihat bahwa dia melaksanakan Dimock 1969, Kontrol eksternal bisa melibatkan pengawasan legislatif, aktivitas anggaran dan audit; penggunaan sebuah kantor seperti oleh lain. Celakanya, meskipun daya tarik dari pandangan yang lebih seimbang ini, hal hal ini ini juga tidak tidak “memecahkan” memberitahu isu kita akuntabilitas, ombudsman, dan kritikan dari pers, yang dan pengawasan kelompok-kelompok konsumen, kelompok-kelompok berkepentingan

kepentingan,

individu-individu

211

sebenarnya apa yang harus dilakukan. Sebagai akibatnya, pertanyaan-pertanyaan bangkitkan publik menjadi paling tentang akuntabilitas terus seputar set tensi dalam bidang administrasi

yang dapat diekspresikan dalam tiga pertanyaantanggung baik jawab kita? (2) Pada pada dan siapa kami

pertanyaan yang seolah-olah sederhana: (1)Apa saja yang bertanggung jawab? Dan (3) Bagaimana tanggung jawab itu dijamin? ini Tergantung dijawab, bagaimana urutan yang adalah pertanyaan-pertanyaan akuntabilitas dikemukakan. pertanyaan dalam sesuai biasanya

kepentingan apa, perspektif berbeda tentang sistem-sistem administratif Yang paling terakhir: Kita paling dapat problematic

mendeskripsikan

proposisi/dalil tentang apa tanggung jawab kita dan pada siapa, tetapi memahami bagaimana menjamin akuntabilitas bukanlah proposisi yang mudah. Misalnya, Maass dan Radaway (1959) secara jelas menyatakan posisi mereka (yang mereka sebut “bias kerja”) pada dua pertanyaan pertama. Sebenarnya, mereka menolak pertanyaan pertama (tanggung jawab untuk apa?) dalam satu kalimat, menyatakan jawab para bahwa agen administratif serta akan bertanggung (pada mulai publik Tetapi siapa dengan pada agen untuk merumuskan menjalankan jawab?), Mereka

kebijakan. Berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan kedua administrator lebih bahwa pada bertanggung para jawaban-awmereka sedikit memenuhi syarat.

mengatakan atau

administrator politik. jawab

seharusnya tidak secara langsung bertanggung jawab pada umumnya partai-partai administratif seharusnya bertanggung

untuk menekan kelompok-kelompok untuk memungkinkan mereka mendapat akses dan informasi yang cukup untuk menjaga kepentingan administrator mereka. adalah Responsibilitas “pada legislatif, utama tetapi dari hanya

melalui eksekutif kepala, dan terutama untuk isu luas kebijakan publik dan performa administrasi” (1959, 169), membawa kembali pada pertanyaan-pertanyaan tentang untuk apa mereka bertanggung dengan jawab. umum Maass dan Radaway untuk dan cabang Lebih menyatakan bahwa administrator program koordinasi menjalankan “bertanggung relevan ini bertanggung eksekutif dengan program jawab dengan jawab agen itu.

menyesuaikan eksekutif lanjut, semacam

kepala

aktivitas-aktivitas lain mereka itu yang ah

untuk

memelihara, aktivitasMaass dan

mengembangkan, dan menerapkan standar-standar profesional mungkin aktivitas-nya” (170). Dengan Radaway jawaban-jawaban ke ditangan, tentang kembali pertanyaan bagaimana

akuntabilitas harus dicapai dibawah kondisi-kondisi ini. Karena prinsip dasar dari responsibilitas administratif seringkali tidak tegas dan sama-sama tidak cocok, pertanyaan tentang bagaimana menjamin akuntabilitas tidak dapat dijawab secara umum. Mereka menyatakan, oleh karena itu, bahwa perlu untuk menggunakan ini bisa bahasa “kriteria” dengan responsibilitas yang paling praktis dan paling modern. Beberapa dari kriteria bertentangan kriteria lain, “tetapi semua dari hal ini harus ditimbang dan diaplikasikan bersama-sama dalam usaha apapun untuk mengukur responsibilitas dari agen administratif khusus”

213

(1959, ini,

163).

Tidak

ada

satu

solusi

yang Dalam

sesuai ucapan

untuk dari

semua hal. Sebagaimana kami katakan pada permulaan bab akuntabilitas Responsibilitas praktek yudisial, publik dan adalah kompleks. Maass dan Radaway: administratif profesional dikontrol menentukan dimana para seluruh pejabat konstitusional, praktek dan dihalangi untuk itu undang-undang, dalam administratif,

tindakan-tindakan administratif konsep dari

resmi mereka. Tetapi tidak mungkin untuk mengidentifikasi kriteria karena mengukur perlu umum responsibilitas untuk dengan untuk dengan mengandalkan pada bahasa umum semacam itu. Oleh menghubungkan fungsi-fungsi apa?).(Maass responsibilitas (yakni, tanggung khusus dan

kekuasaan (yakni tanggung jawab pada siapa?) dan tujuan jawab Radaway 1939, 164). Satu jawaban kemudian mungkin untuk memastikan bahwa akuntabilitas dan responsibilitas (atau otoritas) selalu seimbang hal-hal dalam yang keadaan tertentu. dan Dalam tanggung kata lain, administrator mungkin hanya memegang tanggung jawab pada menjadi wewenang jawab-nya. Tetapi ada masalah-masalah potensial juga dengan hal ini. Herbert Spiro, dalam Responsibility in Government (1969), menjelaskan terelakkan bahwa lagi proposisi semacam itu tidak sangat Kata praktis dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak menyebabkan kebingungan. “responsibilitas” sendiri pun memiliki banyak definisi

dan penggunaan, dan hal ini digunakan lebih sering dari

pada

yang

didefinisikan.

Kekurangan

kejelasan

definisi

ini, kata dia, memberi kontribusi pada kontroversi dan kebingungan. Argumennya adalah bahwa ada tiga konotasi berbeda yang digunakan lain, Spiro ketika tetapi berpendapat jawaban menjalankan membahas menggunakan bahwa responsibilitas, istilah-istilah bisa akuntabilitas, penyebab, dan kewajiban. Seperti beberapa pengarang berbeda, pada akuntabilitas

eksplisit atau implisit. Akuntabilitas eksplisit mengacu membuat dan menerangkan bagaimana Tetapi, dia administrator tugas-tugasnya.

mengatakan, “Semua dari kami secara implisit bertanggung jawab sejauh mana kita mungkin tanpa sengaja dipengaruhi konsekuensi-konsekuensi keputusan yang dibuat oleh manusia lain” (1969, 15). Dengan kata lain, orang-orang dapat secara implisit bertanggung jawab pada hasil-hasil hasil-hasil yang mereka pengaruhi secara tidak langsung. Responsibilitas kausal eksplisit, sebaliknya, “terdiri dari empat elemen, hadir dalam berbagai tingkat dibawah kondisi berbeda; sumber daya, pengetahuan, pilihan, dan tujuan” (16). Responsibilitas kausal implisit terjadi ketika satu atau lebih elemen ini kurang. Diskusi tentang responsibilitas yang membingungkan akuntabilitas dalam dengan responsibilitas dihalangi menjadi kausal, tidak atau yang mengasumsikan bahwa responsibilitas dan akuntabilitas ada keseimbangan nilai, realistik. wajar sangat “sebenarnya, hal ini tidaklah demikian. Sebagai sebuah masalah antara pembelaan terhadap dan keseimbangan akuntabilitas responsibilitas kausal

215

mungkin (Spiro 1969, 17). Tetapi ketidakseimbangan yang masuk Spiro. jawab akal Jika untuk Dari harus tidak perlu merupakan tidak hal dia buruk, sebabkan menurut secara kami wajah dan fungsi responsibilitas yang adalah bertanggung

kejadian

langsung atau secara sendiri. Sebaliknya. Spiro menulis: sudut pandang ini, demokrasi antara konstitusional, antara dua akuntabilitas menyarankan keseimbangan wajar

responsibilitas

responsibilitas kausal. Kami mungkin tidak ingin membuat organisasi bertanggung jawab untuk sebuah kejadian dimana dia tidak membuat kontribusi kausal. .. kami ingin dia menjadi dalam situasi responsibilitas yang baik, dimana responsibilitas kausal ada dalam keseimbangan wajar dengan akuntabilitas (Spiro 1969, 18) Di bawah kondisi ini, pecahkan bagaimana untuk

memastikan responsibilitas adalah sulit. Isu bukan apakah kita ingin para administrator publik bertanggung jawab. Isu yang lebih penting adalah bagaimana menjamin akuntabilitas, sebuah isu yang secara langsung kembali ke perdebatan friederic-Finer. Jika mekanisme akuntabilitas memusatkan diri pada dan yang kerangka tidak kerja legal dan sumber konstitusional satu dapat dari saja, memperhitungkan secara

pengetahuan dan sumber daya lain, tujuan menjadi salah birokrat menghalangi lebih negative. Jika kita mengambil pendekatan lebih luas, akuntabilitas memiliki tujuan positif mempertinggi responsibilitas lintas bidang publik. Spiro menyatakan: Kami harus memberikan keasyikan berlebihan dengan

situasi birokrat untuk mendukung warga negara perorangan. Hal ini khususnya benar karena birokrat dan warga negara tidak lagi bertentangan menghadapi satu sama lain dalam sikap permusuhan terus-menerus. Lagi pula, birokrat juga seorang warga negara. tambahan, qua qua warga seorang negara, Dari dia sifat tidak umum, negara, mengasumsikan dan menyerahkan original-nya. dan situasi responsibilitas akuntabilitas responsibilitas Situasi-nya dari sesama khusus, negara warga didelegasikan

birokrat,

sebagai warga

harus menjadi pusat utama

perhatian kami.” (Spiro 1969, 101) Dari perspektif ini, kemudian, fokus seharusnya pada karakter dan etika administrator mengemukakan perorangan. bahwa pada dipahami Beberapa intinya, kembali sebenarnya peranan sebagai dari telah

akuntabilitas bukan sebuah pertanyaan etika, dan bahwa administrator pelaku seharusnya seorang etis. Sebagaimana dinyatakan

Dwivedi, “Administrasi tidak etis adalah antitesis dari administrasi yang akuntable” (1985, 65). Penelitian Terry Cooper menyederhanakan pemikiran dari mereka yang memusatkan diri pada etika sebagai dasar untuk akuntable dan tindakan administratif yang bertanggung jawab. Dalam The Responsible pembuatan lain, Dia Administrator(1998), keputusan Cooper obyektif ada konflik etis dan Cooper menguji model dari itu proses penulis mengusulkan sifat dan bentuk

untuk membahas masalah-masalah etis. responsibilitas (internal). muncul ketika (eksternal) bahwa antara dua

Seperti beberapa subyektif tanggung

mendiskusikan

berpendapat

masalah-masalah

217

jawab ini secara fundamental sifatnya etis. Tingkah laku etis, yang dikemukakan Cooper, dipertinggi oleh kontrol internal dan eksternal. Hal ini demikian adanya, kata dia, karena ada empat komponen tingkah laku yang budaya bertanggung jawab; sifat-sifat individual,

organisasi, struktur organisasi, dan harapan masyarakat. Perilaku etis individual, kata dia, menghendaki otonomi etis perorangan dan kesadaran diri sendiri serta batas untuk jangkauan dan kekuasaan organisasi. Apa yang dapat kita simpulkan dari semua ini? Kami dapat menyatakan bahwa beberapa generasi sarjana telah menentukan sebagian bahwa merupakan akuntabilitas fungsi dari administratif kompleksitas dari sulit proses sistem didefinisikan dan bahkan lebih sulit dilakukan. Hal ini administratif sebagai sebuah komponen

pemerintah lebih luas. Hasil adalah jaringan mekanisme dan sistem akuntabilitas kompleks yang mencirikan sistem pemerintahan Amerika saat ini. Romzek dan Ingraham (2006) memberikan banyak menyatakan dan apakah kerangka bahwa ada kerja ini empat bermanfaat pada jenis level pada untuk memahami Mereka perspektif akuntabilitas. utama

akuntabilitas individual tertutup kerja “ untuk seperti

berdasarkan pada apakah mereka internal atau eksternal, mereka yakni Kedua, pada menerima otonomi pengawasan legal tinggi terhadap rendah”. pengawasan ketaatan atau rendah. Jenis pertama adalah akuntabilitas “didasarkan individu-individu eksternal yang memiliki otonomi

hirarkis,

akuntabilitas rinci yang

melibatkan performa …

terhadap

mandat-mandat

ditentukan

struktur misalnya. pada

legislatif Ketiga,

dan

konstitusional”.

Hal

ini

bisa

memasukkan audit fiskal dan dengar pendapat pengawasan, akuntabilitas yang norma pada profesional mendasarkan praktek akuntabilitas “stakeholder didasarkan pengambilan sesuai yang politik esternal pada “pengaturan yang mengusahakan tingkat otonomi tinggi individu-individu mereka daya pada respon keputusan

dilembagakan.” mengharuskan

Akhirnya,

kunci, seperti para pejabat terpilih, kelompok-kelompok para pelanggan, masyarakat umum, dan seterusnya” (2000, 242). Romzek dan Ingraham menjelaskan bahwa meskipun semua dari jenis hubungan akuntabilitas ini ada, beberapa bentuk bisa menjadi lebih dominan sementara yang lainnya sebagian besar menjadi dominan dalam kondisi tertentu. Pada saat reformasi, mereka mengatakan, “seringkali ada pergeseran dalam penekanan dan prioritas diantara jenisjenis yang bentuk akuntabilitas selanjutnya, akuntabilitas Publik berbeda” kita akan yang Lama, (2000, 242). Dalam seksi dan dan dalam mendiskusikan dilihat Publik asumsi Baru,

dapat

dominan

Administrasi

Manajemen

Layanan Publik Baru. Administrasi Publik Lama Dan Akuntabilitas Sebuah pandangan akuntabilitas formal, hirarkis dan legal mencirikan Administrasi Publik Lama dan dalam beberapa cara tetap menjadi model paling familiar untuk melihat responsibilitas administratif dan akuntabilitas saat ini. Pandangan akuntabilitas ini mengandalkan pada

219

asumsi tidak dan

bahwa

para

administrator

tidak

dan

seharusnya signifikan. mereka oleh

melakukan

banyak yang

kebijaksanaan ditentukan

yang untuk

Tetapi, mereka hanya mengimplementasikan hukum, peraturan standar-standar para pemimpin hirarkis, pejabat terpilih dan pengadilan. Akuntabilitas, menurut para pengikut Administrasi Publik Lama, memusatkan dan diri pada menjamin an yang bahwa para dengan untuk administrator peraturan mematuhi standard menyesuaikan ditentukan

prosedur-prosedur

mereka dalam menjalankan fungsi-fungsi mereka. Hal ini bukan masalah menggunakan kebijaksanaan secara tepat dan bertanggung penggunaan hukum, jawab, ini adalah dengan masalah secara menghindari mematuhi dan kebijaksanaan dekat

regulasi,

prosedur-prosedur

organisasi,

petunjuk pengawas. Dalam pandangan ini, daya respon atau akuntabilitas langsung pada publik secara implisit setidaknya dilihat sebagai hal yang tidak perlu dan tidak tepat. Para pejabat terpilih dipandang sebagai orang yang bertanggung jawab dan untuk menerjemahkan keinginan publik menjadi kebijakan. Sebagaimana yang dihadirkan Goodnow, “Politik harus berhubungan dengan memandu atau mempengaruhi harus peranan atau kebijakan Publik langsung pemerintah, sedikit proses sementara atau administrasi memiliki

berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan itu” (1987, 28). memiliki dalam tidak pelaksanaan kebijakan

pemerintahan. mencegah

Wilson, sebenarnya, nampak ingin menyangga dari menjadi “orang yang suka

proses yang mengatur dari kepentingan popular, sehingga orang-orang

mencampuri

urusan

orang

lain’

dengan

keterlibatan

langsung. Dalam Administrasi Publik Lama, administrator yang bertanggung jawab adalah mereka yang memiliki dan mengandalkan pada keahlian mereka dan “kompetensi netral”. Sesuai dengan itu, tindakan administratif yang bertanggung jawab didasarkan pada prinsip-prinsip nilainetral dan ilmiah. Sulit untuk melihat pengaruh dari perspektif ini dalam sistem-sistem akuntabilitas yang dilembagakan saat ini. Tinjauan cepat terhadap topik dimasukkan dalam edisi Rosen (1988) dan Holding mekanisme cabang Government untuk menjamin Bureaucracies akuntabilitas hirarkis, seperti untuk Accountable, misalnya, menghasilkan susunan proses luas, institusi, formal. performa, departemen dan untuk Dalam dan eksekutif, oleh pengawasan agen staf digunakan

anggaran , anggaran dan proses audit, sistem evaluasi pengawasan dan pembelian menjamin dan barisan personalia dengan

menyelenggarakan tindakan administrator dalam pemeriksaan ketaatan undang-undang, juga termasuk prosedur, menggunakan regulasi. Cabang administratif

mekanisme

akuntabilitas,

proses yang tepat, pengawasan komite, dengar pendapat dan penyelidikan, ketentuan pelaporan, dan audit legislatif. Pengadilan serta juga dan menggunakan interpretasi sejumlah mereka kontrol The administratif, melalui tinjauan judisial dan case law, pengawasan terhadap Administrative Procedure Act tahun 1946 (yang mengatur prosedur-prosedur dan proses yang agen eksekutif harus gunaan dalam membangun dan mengaplikasikan regulasi

221

pemerintahan). Kebanyakan dari pendekatan-pendekatan ini lebih besar atau kurang, mengandalkan formal jawab – untuk pada pengertian bahwa para mereka kontrol akuntabilitas administrator eksternal eksternal, bertanggung menjawab yakni,

mematuhi

dan

tindakan-tindakan

berhubungan dengan standar yang dibangun dan preferensi stakeholder kunci. Manajemen Publik Baru dan Akuntabilitas Dalam satu pengertian, pandangan akuntabilitas yang disarankan mengemukakan pada ukuran oleh para pengikut Manajemen dari Publik Baru pandangan obyektif Baru, mengukur akuntabilitas dan Administrasi eksternal. birokrasi

Publik Lama dimana ada sebuah kepercayaan terus-menerus kontrol-kontrol adalah bahwa Namun, ada perbedaan-perbedaan penting. Manajemen input Publik asumsi dan Pertama, dalam

tradisional tidak efektif karena mengukur dan mengontrol bukannya mengontrol dan hasil-hasil. “Karena inputSebagaimana jarang dikemukakan hasil” Osborne (1992, Gaebler, Mengontrol

mereka tidak mengukur hasil-hasil, pemerintah birokratis mencapai 139). input seperti uang dan personel, dari pada hasil-hasil, seperti kebersihan jalan-jalan atau pengetahuan diperoleh dari anak-anak, menyebabkan kegagalan pemerintah. Osborne dan Gaebler berpendapat diri pada bahwa jawaban karena adalah mereka dengan akan melihat pada model bisnis: “Organisasi-organisasi swasta memusatkan meninggalkan hasil-hasil jika bisnis angka-angka kunci menjadi

negatif” (139).

Sekali lagi, seperti dengan Manajemen Publik Baru pada umumnya, asumsi adalah bahwa model bisnis dan pasar adalah keluar sebuah superior dari ukuran dan seharusnya ketika performa untuk disamai tidak yang atau dilebihi dalam sektor publik. Sejak agen pemerintah tidak dapat bisnis ukuran mereka harus apa menghasilkan sebagai bisnis untuk dalam hasil-hasil, digunakan

pengganti pada

merupakan lini bawah – keuntungan. Fokus akuntabilitas kemudian adalah memenuhi standar performa menghasilkan hasil-hasil. Kedua, publik dikonseptualkan kembali sebagai sebuah pasar yang tersusun dari individu-individu konsumen yang masing-masing bertindak dengan suatu cara untuk melayani kepentingan mereka sendiri. Dalam hal ini, agen publik tidak bertanggung jawab, baik secara langsung atau tidak langsung, “konsumen” adalah mereka mereka dan kepada warga negara atau pada publik atau kebaikan bersama. Tetapi, mereka bertanggung jawab kepada mereka. dengan Responsibilitas merespon dalam hal pemerintah pada kemudian konsumen yang yang dengan menawarkan pilihan-pilihan preferensi pelayanan

individual dan fungsi

tunjukkan

diberikan. Akuntabilitas adalah cara memuaskan preferensi dari konsumen-konsumen langsung pelayanan pemerintah. Perbedaan akuntabilitas ketiga dalam pandangan yang dominan tentang dalam administratif dikemukakan

perspektif Manajemen Publik Baru adalah kepercayaan pada privatisasi. Ada penekanan kuat dalam Manajemen Publik Baru jika pada privatisasi Sekali fungsi-fungsi lagi, hal publik ini sebelumnya menggeser mungkin.

223

akuntabilitas memusatkan hakekatnya,

dari

perspektif lagi akuntabilitas

publik lini layanan dalam

ke

swasta, Pada yang fungsi

diri

sekali

pada

dasar. dan

sistem

pemerintah

diprivatisasi

menekankan

ketentuan

yang menghasilkan hasil-hasil yang diinginkan dalam biaya paling efektif yang mungkin dicapai sementara memuaskan konsumen mereka. Layanan Publik Baru dan Akuntabilitas Perspektif tentang akuntabilitas dalam Layanan Publik Baru berbeda baik dengan Administrasi Publik Lama dan Manajemen Publik Baru. Ukuran efisiensi dan hasil-hasil adalah penting, tetapi mereka tidak dapat membahas atau mencakup harapan-harapan lain yang kami miliki untuk administrator publik bertindak secara bertanggung jawab, secara etis, dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokratis dan kepentingan publik. Dalam Layanan Publik Baru, citacita kewarganegaraan dan kepentingan publik berada pada tahap pusat. Akuntabilitas dimainkan oleh dalam Layanan Publik Baru memiliki banyak segi dan meminta pengakuan peranan kompleks yang administrator isu publik dalam pemerintahan cara. yang saat ini. Manajemen Publik Baru secara buatan terlalu menyederhanakan pengejaran tradisi akuntabilitas semacam bisnis dalam dan beberapa reformasi Keul mengekspresikan hal ini secara lebih kuat; sehingga praktek digerakkan pasar merupakan sebuah “serangan agresif pada akuntabilitas demokratis” (1998,v). pertama, privatisasi dan usaha-usaha untuk menirukan sektor swasta

mempersempit ruang lingkup akuntabilitas dan menempatkan fokus saluran sedikit yang dengan pada memenuhi standar semacam yang dan itu memuaskan tidak dan konsumen. dalam swasta sama warga Pendekatan-pendekatan akuntabilitas keras agen (Mulgan jawab merefleksikan

banyak

bertumpuk

sektor publik karena standar-standar dalam sektor swasta 2000). pada Sebuah perusahaan dengan bertanggung stakeholdernya responsif tidak

pemerintah

menjadi

negara-nya. Sementara perusahaan-perusahaan swasta tanpa terkecuali dan terutama sekali bertanggung jawab untuk menghasilkan memberikan Dalam kekuasaan sebuah keuntungan, lebih tentang pada sektor proses pada publik dan harus perhatian publik, kebijakan. membuat

pemerintah,

“Penekanan

adalah

akuntabilitas untuk

bagaimana

pemerintah, agensi dan pejabat mereka, lebih bertanggung jawab kepada pemilik mutlak mereka, warga negara” (Mulgan 2000, 87). Glen Cope (1997) juga membuat observasi penting dalam hal ini. Dia menyatakan bahwa ada sejumlah alasan bahwa daya respon pada warga negara berbeda dari daya respon pada konsumen. Untuk menjadi berusaha responsive untuk pada konsumen, perusahaan swasta memberikan

sebuah produk atau pelayanan yang diinginkan dan dari mutu yang dapat diterima, semurah mungkin. Para konsumen tidak harus menyukai produk atau membeli produk kecuali jika mereka memilih melakukannya. Pelayanan pada konsumen digerakkan oleh motif keuntungan: Konsumen harus cukup dipuaskan sehingga mereka akan membeli produk atau jasa menurut harga yang ditentukan. Respon pada warga negara,

225

pada

satu

sisi,

secara

unik

berbeda. atau

Pemerintah produk yang

seharusnya

memberikan

pelayanan/jasa

diinginkan mayoritas warga negara. Karena membeli produk atau jasa tidak secara sukarela yang seringkali dibayar dengan pendapatan pajak. “Hal ini menciptakan responsibilitas khusus untuk pemerintah tidak hanya untuk memuaskan konsumen dekatnya dan beroperasi dengan cara yang efisien Kedua, biaya, tetapi Publik juga Baru untuk tidak memberikan menempatkan pelayanan yang warga negaranya minta” (1997, 464). Manajemen tingkat penekanan yang layak pada hukum publik dan normanorma demokratis. Akuntabilitas publik berkurang ketika pelayanan pemerintah dilakukan oleh organisasi nonprofit atau organisasi swasta yang tidak dibatasi oleh prinsipprinsip dijelaskan hukum publik dan (Leazes Jensen, 1997). “Karena Sebagaimana pelaku-pelaku Gilmore

swasta tidak tunduk pada konstitusi, undang-undang dan batasan pengawasan yang sama seperti pelaku pemerintah, delegasi sangat 243). Dalam Layanan Publik Baru, jika administrator swasta berfungsi sebagai administrator publik, mereka seharusnya menjadi tunduk pada standar-standar akuntabilitas publik. Berdasarkan kesejahteraan administrasi pada anak publik pemeriksaannya Negara bagian. terhadap Leazes yang program menyimpulkan untuk fungsi-fungsi menantang membuat publik semuanya diluar … batas pemerintah terhadap (1998, pengertian tradisional lebih

akuntabilitas,

sulit”

bahwa “Efisiensi dan efektivitas sendiri bukan standar satu-satunya tersedia

mengukur keberhasilan privatisasi. Akuntabilitas melekat dalam hukum publik yang menghubungkan usaha perlindungan terhadap seharusnya demokrasi, memiliki pemerintahan tempat yang privatisasi” konstritusional sama (1997, pada 10). table Secara

implementasi-kebijakan

khusus, mereka tidak bisa dan tidak memiliki. Fokus pada hasil-hasil atau akibat yang dipopulerkan oleh para pendukung Manajemen Publik Baru tidak memuaskan kebutuhan demokratis. “performa meskipun akan akuntabilitas negeri jika pada norma Myers dinilai dari, atau dan … nilai Lacey, menurut Sebagaimana dikemukaan seharusnya lebih

pegawai banyak,

sejauh mana mereka menegakkan nilai-nilai semacam itu, tidak membenarkan keberhasilan mereka memenuhi target-target output” (1996, 343). Tidak untuk mengatakan bahwa perhatian pada hasilhasil publik dan ukuran pada yang output tidaklah penting. Dengan memfokuskan orang-orang seharusnya terbuka; hasil-hasil, mereka layani. organisasi-organisasi Tetapi pada hal ini

dapat membuat perbaikan penting pada manfaat dari

menyatakan bahwa ukuran performa yang berorientasi hasil dikembangkan mereka berdasarkan tidak proses publik dan seharusnya dikembangkan

dibebankan oleh mereka yang ada dalam pemerintah hanya untuk menirukan ukuran-ukuran keuntungan. Ketiga, dalam Manajemen Publik Baru, administrator publik melayani dipahami untuk konsumen. sebagai seorang enterprener, pada peranan mencari dan dari kesempatan menciptakan Perspektif kemitraan swasta

administrator ini sempit, dan secara buruk disesuaikan

227

untuk

mencapai

prinsip-prinsip

demokratis dan

seperti artikulasi

kejujuran,

keadilan,

partisipasi,

kepentingan bersama. Mutu saat ini yang membuat seorang administrator seorang enterprener yang baik, sebenarnya bisa membuatnya Cooper dan seperti seorang menyatakan manajemen daya saing pegawai yang dan negeri efektif orientasi yang dalam tidak dengan dunia efektif. bisnis, “Sifat-sifat terkait

administrasi

keuntungan,

mungkin tidak sesuai dengan, atau kurang tepat dengan, kepentingan masyarakat politik demokratis” (1998, 149). Sebenarnya, dia menjelaskan, jika masalah untuk efisiensi diberi perhatian pada Publik lebih dari kepentingan popular semua tiga sekunder, mungkin asumsi keterbukaan dikompromikan. Layanan tentang dihadapi tantangan, membutuhkan Baru yang menolak akuntabilitas oleh pegawai dimajukan diakui komitmen oleh Manajemen sebuah Hal ini kedaulatan

Publik Baru. Kompleksitas dari akuntabilitas publik yang negeri dan sebuah sebagai pada kesempatan, keahlian, sebuah panggilan.

cita-cita

demokratis, sebuah pengetahuan tentang hukum publik, dan pertimbangan yang diberitahukan melalui pengalaman, norma komunitas, peranan pelayan, meskipun konsepsi dan tingkah laku etis. negeri Akuntabilitas sebagai Kevin adalah dalam Layanan Publik Baru menyatakan sebuah rekonseptualisasi terhadap dan wakil pegawai pemimpin, sebagai Kearns, sebuah tentang kepentingan publik, bukan

enterprener. “fakta yang

Sebagaimana bahwa berantakan

dinyatakan

akuntabilitas

memperdebatkan

akuntabilitas struktur-nya struktur. yang

yang yang

seharusnya buruk dan ini,

diberitahukan tidak dialog yang

melalui oleh

dihalangi

Untuk

tujuan banyak

benar-benar dan

berarti seharusnya dipandu oleh kerangka kerja analitis mencakup dimensi akuntabilitas memungkinkan faktor-faktor kontekstual dan pertimbangan subyektif pada permukaan untuk dialog yang diinformasikan tentang asumsi-asumsi” (1994, 187). Prinsip-prinsip demokratis, legal dan konstitusional adalah bagian tengah dari tindakan administratif bertanggung jawab yang tidak terbantahkan. Layanan Publik Baru berbeda dari Administrasi Publik Lama dan Manajemen Publik sebagai publik Baru dan dasar adalah dalam penekanannya publik pada yang mempertinggi dan publik dan akuntabel kepentingan sentralitas tindakan warga kewarganegaraan

responsibel. Misalkan, sumber otoritas dari administrator negara. “Administrator publik dipekerjakan untuk melakukan otoritas atas nama mereka. Mereka melakukan hal demikian sebagai salah satu dari warga negara; mereka tidak pernah dapat membebaskan diri mereka dari status politik (Cooper pegawai mereka bahwa mereka sendiri 1991, sebagai anggota untuk dan komunitas mengharuskan menguatkan Sebagaimana pemerintahan dengan negeri kewajiban 145). berinteraksi

kesejahteraannya”

Akuntabilitas

mendengarkan warga negara dengan cara memberdayakan dan peranan N. dalam pemerintah demokratis. dari untuk Joseph Cayer kemukakan, pada “Tujuan dan

partisipasi warga negara biasanya adalah untuk membuat lebih responsif publik

229

mempertinggi

legitimasi

program-program

dan

agen

pemerintah” (1986, 171). Perilaku yang bertanggung jawab mengharuskan bahwa para administrator berinteraksi dengan sesama warga negara, tidak sebagai konsumen tetapi sebagai anggota dari sebuah komunitas demokratis. Dalam bureaucratic Responsibility (1986), John Burke menyatakan bahwa dalam hal masalah-masalah dengan akuntabilitas dan tensi yang menyertai antara nilai-nilai birokrasi dan demokrasi, perhatian kami akan memusatkan diri pada “bagaimana pejabat demokratis memahami peranan mereka, tugas, dan kewajiban dan terutama sekali prinsipprinsip apa yang memandu sebuah mereka dalam petunjuk 5). hanya yang Dia yang dari akuntable menyatakan dilandaskan dan bahwa lebih responsible” “konsepsi “dihasilkan (1986, tidak

responsibilitas

demokrasi”

peraturan formal, regulasi, dan undang-undang tetapi dari pemahaman lebih luas terhadap tempat birokrat dalam set institusi-institusi dan proses-proses politik” (39). Ada dua komponen dari model responsibilitas demokratis ini. Yang pertama adalah responsibilitas dari pegawai negeri untuk menggunakan otoritas politik secara serius. Yang kedua melibatkan set responsibilitas yang bersandar pada kewajiban berhubungan dengan tugas-tugas orang lain serta jawab peranan dalam dari pegawai dan yang negeri yang bertanggung untuk rumusan implementasi kemungkinan profesi dengan lisensi dan

kebijakan. Model demokratis ini, kata Burke, “berusaha merekonsiliasi domain dimana kesetiaan ahli bertentangan diperlihatkan politik dan membatasi

diberikan

otonomi” (1986, 149). Terutama relevansi berdasarkan itu yang Tidak ditentukan mempertinggi pengertian terutama sekali Burke mereka berpendapat tidak bahwa banyak pandangan terhadap kewajiban moral, responsibilitas, dan politik dapat publik dari khusus dibiaskan sendiri proses yang tetapi – – pengertian harus hanya oleh proses dibuat administrator sebagai

tentang apa yang benar. Bukannya, pertimbangan semacam bagian partisipatori. Burke menyatakan: melakukan konsepsi dan kewajiban responsibilitas hasil umum dan yang demokratis

partisipatori,

responsibilitas sekali sumber

dikembangkan demokratisnya

karakter

memudahkan tujuan-tujuan partisipasi. Hal ini mengandung gema emplisit melakukan demokrasi secara serius, apakah struktur-nya adalah formal atau informal, terpusat atau didesentralisasikan. (Burke 1986, 214) Sudut pandang ini juga ditunjukkan oleh diskusi dari Edward rakyat Weber jelata (1999) “dalam tentang yang sebuah model melihat dunia yang (1999, manajemen pada ekosistem yang proses GREM (GREM), akuntabilitas

administratif

pemerintah dibagi, 451).

terdesentralisasi, partisipasi dan dimensi sipil

kekuasaan yang luas’ ketika

keputusan kolaboratif, manajemen berorientasi hasil, dan Model melihat pada daya respon politik, performa administratif, normatif menilai akuntabilitas. Sementara Weber secara langsung mengatakan tentang isu akuntabilitas dan daya respon, argumennya juga diterapkan pada pertanyaan tentang bagaimana kita memandang dan

231

mengevaluasi dalam

kebijaksanaan administratif yang dilakukan kebijakan. Dia menantang pandangan

implementasi

bahwa daya respon adalah “jalan satu arah” berasal dari superior politik dan administratif dan input bottom-up dari stakeholder berbasis komunitas serta yang lainnya” 9454-55). Meskipun model memberikan bobot pada partisipasi bottom-up, akuntabilitas hierarkis dan legal juga penting. Dia menyatakan, pada dasarnya, sebuah fokus kebijakan holistik itu memberikan manajemen adaptif dan keterlibatan warga negara. Dalam didefinisikan responsibilitas demokratis. akuntabilitas demokrasi (Dunn dan Layanan secara Tetapi dan adalah Legge ini Publik luas “Maksud untuk 2000, Baru, untuk akhir legal, akuntabilitas barisan dan mekanisme kebijakan dari dan politik dari dalam daya mencakup

professional,

responsibilitas menjamin 75). baik

respon

pemerintah untuk preferensi dan kebutuhan warga negara” Akuntabilitas dicapai oleh dan responsibilitas dan faktor paling sebuah akan Kunci pada

layanan publik yang mengetahui dan merespon banyak norma yang bertentangan yang dapat mempengaruhi tindakan-tindakan dari administrator. responsible keterlibatan bisnis. kompleks, dan secara demokratis akuntable dan ada

untuk menyeimbangkan faktor-faktor ini dalam cara yang warga negara, pemberdayaan, menjadi dialog. yang

Administrator publik bukan ahli netral atau enterprener Mereka diminta mereka untuk bisa pelaku bertanggung jawab dalam sebuah sistem pemerintahan yang dimana memainkan peranan

fasilitator; dan yang Jika “diciptakan sektor dan fungsi

reformer,

broker

kepentingan; moral dan

hubungan pelayan atau kurang

publik, ahli, manajer krisis; broker; analis; penasehat; paling penting, pemimpin publik kepentingan umum (Vinzant dan Crothers 1998; terry 1995). fungsi-fungsi kembali” diprivatisasi, mencerminkan menjadi sehingga korporasi

swasta,

nilai-nilai

demokratis ‘lini

penting. Malahan, fokus ditempatkan pada efisiensi pasar prestasi/pencapaian sekali ketika yang penting medis, dari yang pada untuk dasar” pemerintah. fungsi(seperti Terutama perawatan kompleks efisiensi privatisasi melibatkan publik atau sebuah

kepentingan

kesejahteraan, hanya ketentuan pasar

pendidikan), jasa untuk untuk

hubungan antara pemerintah dan warga negara menjadi lebih seorang konsumen. Sesuai dengan itu, lebih dari ukuran dikendalikan dibutuhkan menyelenggarakan pemerintahan yang akuntable (Gilmore dan Jensen 1998). Dalam setor swasta, insentif keuangan dan preferensi shareholder memandu perilaku dari administrator. Ketika fungsi-fungsi publik diberikan pada sektor swasta atau digambarkan lagi untuk menirukan dalam model swasta, akuntabilitas publik untuk akuitas, akses warga undang Shamsul dan negara, dari dan hak konstitusional hampir dan hak undangyang warga negara “Tanda dengan definisi publik realisasi

dikompromikan, jika tidak hilang. Sebagaimana dikemukakan Haque, birokrasi Tanpa adalah dari akuntabilitas-nya pada publik untuk kebijakan-kebijakan tindakan-tindakan-nya. akuntabilitas semacam itu, birokrasi publik menghilangkan

233

identitas

publiknya,

menyerahkannya

pada

legitimasi

publik, dan bisa memindahkan dirinya ke pemujaan atas mencari kepentingan pribadi” (1994, 265). Sebagaimana responsibilitas dikatakan tetap sebuah Michael paradoks. Harmon Paradox (1995), adalah

bahwa sifat responsibilitas menegakkan dua ide-ide yang bertantangan; akuntabilitas moral versus answerabilitas untuk sebuah organisasi. Dia berpendapat bahwa konsepsi responsibilitas itu mengandalkan pada konsep agen (bertindak atas nama dari), akuntabilitas dan kewajiban tidak memperhitungkan elemen moralitas. Karena kekurangan penekanan pada moralitas, tiga paradoks muncul: paradoks kewajiban, bebas untuk untuk paradoks memilih kesalahan, tetapi paradoks saat yang akuntabilitas. sama diwajibkan secara Paradoks kewajiban menyatakan bahwa jika “pegawai negeri pada bertindak hanya seperti lainnya

otoritatif memilih mereka, kemudian mereka tidak untuk semua tujuan praktis yang bebas. Jika pada sisi lain, pegawai negeri memilih secara bebas, tindakan-tindakan mereka bisa menghalangi kewajiban otoritatif, dalam kasus mana penggunaan pilihan bebas mereka tidak bertanggung jawab” sebagai (1995, agen 102). moral Paradoks yang agen terjadi untuk dengan ketika jawaban menggunakan responsibilitas personal bertindak

bertentangan

mutlak pada orang lain yang hanya dapat dicapai dengan penolakan agen perorangan’ (128). Paradoks akuntabilitas kata Harmon, adalah bahwa ketika Pegawai negeri hanya akuntable untuk pencapaian tujuan efektif yang dimandatkan oleh otoritas politik, maka ketika instrumen

dari

otoritas

mereka

saja

yang

tidak

menanggung

responsibilitas personal seperti agen moral untuk produk tindakan mereka. Apakah, di sisi lain, pegawai negeri secara tujuan aktif publik, berpartisipasi akuntabilitas dalam mereka menentukan tujuandan dikompromikan

otoritas politik dirong-rong. (Harmon 1995, 164). Harmon menyimpulkan, “Reformasi rasional institusi pemerintah dengan 207). membentuk bukan pengganti untuk, dan sebenarnya komunal secara sendiri” bisa yang benar baik Dengan mencegah, kata memperkuat pegawai ikatan negeri

substansi

institusi lain,

mereka

(1995,

diharuskan untuk bertanggung jawab, memperoleh jawaban, responsibel, dan bermoral; dengan memilih salah satu dari sifat ini untuk mengeluarkan yang lain menempatkan tensi yang pemerintahan demokratis beresiko. Meskipun

melekat, dan kesulitan, jika bukan sesuatu yang tidak mungkin, atau secara sempurna dan secara penuh memuaskan tiap-tiap sisi akuntabilitas dalam setiap kondisi, yakni apakah pegawai dalam kita, negeri sebagai kita. di kita mereka sebuah masyarakat, dengan hal Amerika. sebuah mereka, itu membutuhkan dan hari setiap Ini Untungnya, melakukan seluruh ketika mereka, keberanian

profesionalisme, komunitas dari responsibilitas kesulitan menyambut lakukan. meriah

adalah mengakui mereka,

bidang dan

pekerjaan

mempersiapkan

keberhasilan

memajukan

nilai-nilai demokratis yang mengelilingi apa yang mereka

235

Kesimpulan Pertanyaan akuntabilitas dalam pelayanan publik adalah pertanyaan yang kompleks, melibatkan menyeimbangkan norma dan responsibilitas yang bersaing dalam sebuah jaringan kontrol pada eksternal yang rumit; standar Atau pada professional; seperti setiap yang preferensi warga negara; isu moral; hukum publik; dan akhirnya, kepentingan Jawaban kata publik. adalah lain, dikemukakan Robert Behn, “Pada siapa para manajer publik bertanggung (2001, jawab? orang” publik 120). Dengan dan administrator sistem

diminta untuk menjadi responsif pada semua norma yang bersaing, nilai, preferensi pemerintahan kompleks kita. Tensi dan paradoks yang Harmon dan lainnya identifikasi adalah adalah terlalu performa sebuah tidak bisa dikurangi dan tidak bisa dalam sifat perkiraan dari kita, dengan dihindari dalam sistem pemerintahan demokratis kita. Ini kesalahan, menyederhanakan sempit atau akuntabilitas untuk menirukan Dengan sifat dalam

demokratis dengan memusatkan diri hanya pada set ukuran dengan berusaha keahlian kekuatan pasar – atau, yang lebih buruk, dengan hanya bersembunyi melakukan yang dibalik hal pengertian netral. demikian untuk memunculkan melayani pertanyaan negara

demokrasi, dan peranan warga negara dan pelayanan umum didedikasikan warga kepentingan publik. Layanan Publik Baru mengakui bahwa menjadi pegawai negeri adalah sebuah usaha yang menuntut, menantang, akuntabilitas kadangkala untuk orang heroik lain, yang patuh melibatkan pada hukum,

moralitas, pertimbangan, dan responsibilitas.

237

BAB 8 MELAYANI, BUKAN MENYETIR Melayani, menggunakan membantu kepentingan bukan penduduk bersama menyetir. Pelayan publik dan harus dalam atau memenuhi

kepemimpinan

bersama

berbasis-nilai mengontrol

mengekspresikan mereka, bukan

menyetir masyarakat menuju arah baru. Kita yang lihat dalam Bab 5 bahwa kebijakan tindih dan publik dibuat kali dan dan

melalui interaksi dari beberapa kelompok dan organisasi berbeda, saling dalam melalui dan tumpang sering saling maupun proses bersaing kolektif mengalir kepentingan sebuah sering dan yurisdiksi buka-tutup, proses

terlibat dalam usaha-usaha untuk memenuhi tujuan individu proses kali tersebut

menimbulkan kericuhan. Kita juga melihat beberapa cara ketika pandangan penduduk dibawa untuk mendukung proses pengembangan kebijakan publik dalam sebuah model demokratis. Di sini kita akan lebih memfokuskan pada cara ketika berbagai kelompok dan kepentingan dapat disatukan dalam sebuah model kolaboratif untuk mencapai tujuan memuaskan yang saling menguntungkan. Secara lebih khusus kita akan bertanya bagaimana kepemimpinan dapat dibawa untuk mendukung orang-orang yang memiliki beban tanggung jawab. Di bawah kondisi seperti ini, di mana terdapat sedikit bukti – mengenai barangkali setidaknya kepemimpinan akan kami muncul melihat formal atau tradisional, kepemimpinan kekosongan kepemimpinan

sebagai

pelaksanaan masih

kekuasaan dibutuhkan;

terhadap faktanya

orang

lain.

Kepemimpinan

kepemimpinan

lebih banyak dibutuhkan dibandingkan sebelumnya. Tetapi yang dibutuhkan adalah kepemimpinan jenis baru. Mengubah Perspektif mengenai Kepemimpinan Terdapat kesepakatan bahwa model top-down tradisional dari kepemimpinan yang kita kaitkan dengan kelompok-kelompok seperti militer sudah usang dan tidak dapat digunakan lagi dalam masyarakat modern. Faktanya ini merupakan ide yang justru juga diterima oleh militer. Seperti yang kita lihat, (1) masyarakat saat ini bisa selalu dideskripsikan sebagai pergolakan, yang

mengalami perubahan secara tiba-tiba dan dramatis; (2) saling terikat, yang membutuhkan kerja sama dari berbagai sektor; dan (3) sangat membutuhkan solusi kreatif dan imajinatif terhadap masalah-masalah yang kita hadapi. Di dalam kondisi seperti ini, organisasi publik (dan swasta) perlu lebih bisa beradaptasi dan fleksibel dibandingkan sebelumnya. inovasi. Tetapi cukup bentuk berbeda, kepemimpinan kepemimpinan komando seperti dan ini kontrol tradisional tidak mendorong munculnya resiko dan Yang mendorong keseragaman dan konvensi. Karena alasan inilah beberapa orang berpendapat bahwa pendekatan baru terhadap kepemimpinan sangat diharapkan. Kepemimpinan mengalami perubahan dalam beberapa hal, dan kita harus memberikan perhatian terhadap perubahan ini. Pertama dalam dunia saat ini dan esok hari, akan lebih banyak orang yang berpartisipasi dalam keputusan

239

yang

mempengaruhi

mereka.

Dalam

model

kepemimpinan merupakan

tradisional

top-down

tradisional,

pemimpin

orang yang menetapkan visi kelompok, merancang cara-cara untuk mencapai visi tersebut, dan memberi inspirasi atau memaksa orang yang lain untuk membantu untuk merealisasikan di libatkan; visi tersebut. Tapi mereka yang ada di organisasi memiliki keinginan atau lebih juga besar ingin mereka yang ingin menjadi bagian dari aktivitas. Selain itu klien penduduk benar yang berpartisipasi “kepemimpinan penting banyak seperti akan mereka inginkan. Beberapa tahun yang lalu Warrent Benis secara proses memprediksi semakin semakin menjadi pialang yang dalam keputusan

multilateral...akan

bersifat publik, yaitu orang yang dipengaruhi juga ingin didengarkan”. (1992, 311). Kedua, kepemimpinan tidak lagi dianggap sebagai sebuah posisi dalam hierarki, tapi sebagai sebuah proses yang terjadi di dalam organisasi secara keseluruhan (dan di luar organisasi). Di masa lalu pemimpin di anggap sebagai orang yang memegang posisi kekuasaan formal dalam organisasi atau masyarakat. Tetapi sekarang kita melihat kepemimpinan sebagai proses yang terjadi dalam organisasi atau masyarakat secara keseluruhan. hanya merupakan sesuatu atau orang yang gubernur, melibatkan beberapa walikota seluruh yang kepala sesuatu di Kepemimpinan bukan oleh di presiden, tetapi dalamnya dan dalam departemen; yang dalam bahwa dimiliki

kepemimpinan

merupakan

organisasi perubahan

masyarakat kita dari waktu ke waktu. Yang pasti terdapat orang berpendapat

distribusi kabinet dan

kepemimpinan penemu

seperti

ini

dibutuhkan publik

untuk Common

mempertahankan hidup kita. JohnGardner, mantan sekretaris kelompok kepentingan Cause, menyatakan “Di negara ini, kepemimpinan tersebar antar seluruh elemen dari masyarakat dan menuruni seluruh level, dan sistem tidak akan bekerja kecuali sejumlah besar orang di dalam masyarakat dalam dipersiapkan membuat untuk bertindak seperti-pemimpin segalanya

berjalan dalam level mereka” (1987,1). Ketiga, kita harus memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya mengenai melakukan sesuatu dengan benar, kepemimpinan adalah mengenai bagaimana melakukan hal-hal yang benar. Dengan kata lain, kepemimpinan pasti akan terkait dengan nilai-nilai dan penting manusia, Melalui untuk termasuk proses membuat masa bisa nilai publik yang paling fundamental, nilai-nilai seperti kebebasan, kepemimpinan membuat depannya. dan kesetaraan orang keadilan. sama akan bekerja

pilihan mengenai arah yang ingin mereka ambil; mereka keputusan-keputusan Pilihan-pilihan secara fundamental seperti ini Mereka mengenai tidak

ditetapkan hanya dengan didasarkan pada kalkulasi biaya keuntungan rasional. membutuhkan keseimbangan cermat dari nilai-nilai manusia, khususnya ketika penduduk dan pejabat pemerintah bekerja sama dalam mengembangkan kebijakan-kebijakan dalam proses publik. ini, Kepemimpinan membantu tumbuh seperti yang akan kita lihat, bisa memainkan sebuah peran “transformasional” orang untuk dengan menghadapi nilai-nilai penting dan

serta berkembang secara individual dankolektif. Sejumlah

241

penulis kami

terkini

mengenai peran

kepemimpinan

menyatakan dan

bahwa kami

meneliti

“pelayan”

kepemimpinan

sangat perhatian dengan istilah “memimpin dengan jiwa”. Dalam bab ini kami menyatakan bahwa administrator publik saat ini dan masa yang atau yang yang akan datang harus dengan Baru. secara mengembangkan kepemimpinan Administrasi Kepemimpinan pemahaman Publik harus lama cukup berbeda terkait Publik kembali mengenai

dibandingkan

Manajemen

dikonseptualisasikan

dramatis. Setidaknya peran dari pemimpin publik adalah (1) membantu masyarakat dan penduduknya untuk memahami kebutuhan dan potensi mereka, (2) mengintegrasikan dan mengartikulasikan visi komunitas dan visi dari berbagai organisasi yang aktif ulang dalam terhadap area tertentu, dan (3) ini bertindak sebagai pemicu atau perangsang bagi tindakan. Konseptualisasi kepemimpinan publik dideskripsikan sebagai kepemimpinan bersama, kepemimpinan berbasis-nilai dan kepemimpinan level-jalan. Sebelum kami mengkaji alternatif-alternatif ini, yang kami hubungkan secara sangat jelas dengan layanan Publik Baru, kami akan secara terhadap singkat meninjau kembali pendekatan-pendekatan oleh Administrasi kepemimpinan yang digunakan

Publik Lama dan Manajemen Publik Baru. Administrasi Publik Lama dan Manajemen Eksekutif Seperti mengenai didasarkan Ingatlah yang pada bahwa kita sebuah Woodrow lihat model Wilson sebelumnya, manajemen untuk pandangan lama eksekutif. kalinya kepemimpinan dalam Administrasi Publik

pertama

menggagas penciptaan pusat kekuasaan dan tanggung jawab tunggal, sebuah teguran yang dikaji secara mendalam oleh beberapa penulis sebelumnya. W.F.Willoughby, misalnya, menyatakan bahwa kewenangan administratif harus terlebih dulu dimiliki oleh eksekutif utama, yang harus memiliki kekuasaan menciptakan dan dan kewenangan “bagian (1927,37). divisi yang mesin Langkah buruh. dibutuhkan kedua Kemudian untuk tunggal adalah hierarki sebuah administratif

terpadu”

mengelompokkan aktivitas yang sama dalam unit-unit yang mencerminkan sebuah manajemen bisa diciptakan, di mana eksekutif bisa secara esensial mengontrol perilaku dari mereka yang berada di bagian rendah organisasi. yang itu – Prinsip-prinsip dalam kunci yang bisnis mendasari interpretasi kepemimpinan eksekutif ini adalah prinsip-prinsip pada waktu Sifat sebuah dengan ditemukan organisasi kesatuan manajemen antara komando, kewenangan internal

hierarkis/top-down, dan divisi buruh. top-down dari serupa organisasi agen-agen kami peran dalam Administrasi Publik Lama sebagian paralel dengan pendekatan penduduk pemerintah tunjukkan semakin atau kliennya. Seperti

sebelumnya, selalu penduduk periodik,

administrator

memainkan

yang

berpengaruh dalam proses pengembangan kebijakan, meskipun dengan terbatas lalu kehati-hatian – peran untuk mempertahankan pejabat mereka secara lakukan. keunggulan dari pejabat terpilih. Dalam proses ini peran pemilihan apa yang mengawasi

Setidaknya sampai pertengahan tahun 1960-an, keterlibatan penduduk dalam operasi agen sangat terbatas. Memang benar

243

bahwa beberapa penulis mempertanyakan kepatuhan tersebut. Leonard berlebihan mendapatkan sipilnya. birokrasi White, dari “Agar yang misalnya, kekuasaan dalam administrasi sangat menentang karena menerima bisa sentralisasi perlu jawab dalam tanggung berjalan akan penduduk

pengalaman

terpusat,

mustahil

mengharapkan adanya rasa tanggung jawab personal (pada diri penduduk) bagi pemerintahan yang baik” (1926,96). Luther Gulick, di satu sisi menginginkan peran yang lebih aktif dan independen penduduk demokrasi oleh dari administrator alat Gullick, tergantung kecerdasan di mana untuk dari keterlibatan menjamin perjalanan juga bukan merupakan tidak terbaik “Kesuksesan pada untuk

pemenuhan.

Menurut

aktivitas menjawab

politik yang luas atau terus-menerus dari penduduk, dan pengetahuan permasalahan-permasalahan kompleks” (1933,558). Penentuan kebijakan di sisi lain hendaknya diberikan kepada ahli. Manajemen Publik Baru dan Kewirausahaan Dalam Manajemen Publik Baru, kebutuhan bagi kepemimpinan setidaknya insentif secara tidak parsial Dalam terletak dipudarkan pada oleh aturan dan itu, tetapi keputusan. kasus-kasus satu seperti orang;

kepemimpinan

kumpulan dari pilihan individu mengganti kebutuhan akan fungsi kepemimpinan. Misalnya, Don Kettl mengatakan bahwa isu pasar kunci untuk dalam pemerintah mencabut reformasi dapat penyakit berbasis-pasar insentif birokrasi?” adalah gaya“Bagaimana menggunakan

(2000a,1).

Dalam beberapa kasus pemerintah memberikan layanan mulai

dari

pengumpulan

sampah

sampai

penjara.

Yang

lainnya

masih mencoba menciptakan mekanisme bagi pilihan konsumen melalui sistem pemberian layanan alternatif atau melalui usaha-usaha Baru seperti menyediakan “voucher” bagi layanan layanan yang dibutuhkan. Dalam berbagai kasus, manajemen Publik bertujuan untuk mengganti pemberian tradisional berbasis aturan dengan taktik berbasis pasar yang didorong oleh kompetisi. Penduduk “dipimpin” oleh pilihannya terhadap satu pilihan atau yang lainnya. Osborne dan Gaebler (1992) secara eksplisit mendeskripsikan penurunan peran pemberian layanan sebagai cara yang lebih baik untuk memimpin masyarakat. Mereka merekomendasikan peran (yang pemberian dan mereka “pendayung” penyetir agen-agen bahwa pemerintah yang harus meninggalkan sebagai kebijakan Organisasi dana maupun bagi nonlayanan mereka sebut

mengedepankan sebagai kebijakan, (apakah

perkembangan “menyetir”). menyediakan pemerintah

sebut

menetapkan operasional

pemerintah) dan mengevaluasi kinerja. Mereka menetapkan struktur “insentif” di mana agen-agen dapat bersaing atau penduduk dapat memilih. Tetapi mereka tidak secara aktual terlibat dalam pemberian layanan. Elemen lain dari pendekatan Manajemen Publik Baru terhadap memasukkan menjadi beberapa kompetitif kepemimpinan kompetisi bagi kota monopoli publik dalam adalah Dengan desakan yang untuk proses sampah, dalam area-area sebelumnya

pemerintah. layanan mampu

menetapkan biayanya

seperti

pengumpulan

telah

mengurangi

jumlah besar; tetapi perubahan yang lebih dramatis dari

245

tradisi yurisdiksi sistem dayanya sekolah untuk

bahkan

telah

muncul.

Misalnya, pilihan

beberapa sekolah harus

melakukan

eksperimentasi adalah

sebagai sebuah alat untuk menciptakan kompetisi di dalam pendidikan. sendiri mana Idenya bahwa sekolah diberi otonomi yang cukup besar untuk mengelola sumber dan kemudian pasar akan menentukan insentif memiliki yang paling efektif. Mekanisme Siswa

berjalan dalam beberapa arah. Sekolah memiliki insentif menunjukkan kualitas tinggi. insentif untuk mencoba sistem sekolah terbaik. Yang sangat penting bagi diskusi kita di sini adalah bahwa insentif dan pasar diterapkan oleh Manajemen secara Publik Baru sebagai sebuah pengganti bagi kepemimpinan publik. Osborne Gaebler, misalnya, antusias memunculkan pernyataan dari Jauh Chubb, co-penulis dari sebuah buku penting mengenai pilihan sekolah. “Anda bisa mendapatkan sekolah yang efektif melalui cara-cara lain – seperti kekuatan kepemimpinan yang kuat. Tetapi jika pemimpin kita yang harus bergantung luar pada biasa perkembangan benar-benar

untuk mengamankan sekolah kita, prospek kita tidak akan berjalan baik. Sistem yang ada saat ini tidak ditetapkan untuk mendorong jenis kepemimpinan seperti itu. Sebuah sistem kompetisi dan pilihan di sisi lain secara untuk otomatis melakukan memberikan hal yang insentif tepat bagi sekolah dalam (dicuplik

Osborne dan Gaebler, 1992,95)”

Layanan Publik Baru dan Kepemimpinan Layanan Publik Baru melihat kepemimpinan bukan dalam term manipulasi individu maupun manipulasi insentif. Tetapi kepemimpinan dilihat sebagai sebuah bagian alamiah dari pengalaman manusia, yang selalu terkena kekuatan rasional dan intuitif, dan memfokuskan energi manusia pada proyekproyek berada yang di menguntungkan bagi humanitas. tinggi, yang Kepemimpinan sebagai adalah tidak lagi dilihat sebagai prerogatif dari mereka yang kantor-kantor Dalam hal publik ini tetapi sebuah fungsi yang meluas dalam kelompok, organisasi dan masyarakat. dibutuhkan kepemimpinan dasar dalam organisasi publik dan masyarakat secara keseluruhan. Di sini kita akan mengkaji beberapa interpretasi yang tepat dari pendekatan baru ini terhadap kepemimpinan. Kepemimpinan Berbasis Nilai Barangkali rumusan kepemimpinan yang paling kuat, apakah itu diterapkan pada politik, bisnis atau manajemen adalah ide “kepemimpinan transformasional”. konsep kunci Kepemimpinan dalam sebuah transformasional adalah

Pulitzer Prize klasik – memenangkan studi, yang ditulis oleh ilmuwan politik Harvard, James MacGregor Burns dan hanya berjudul Leadership (1978). Dalam karya monumental ini, Burns atau tidak hanya mencoba memahami dinamika dia kepemimpinan dalam term efisiensi rasional, menyelesaikan sesuatu memenuhi tujuan organisasi. Tetapi mencoba mengembangkan sebuah teori kepemimpinan yang akan membentang melintasi kultur dan waktu serta diterapkan

247

pada kelompok, organisasi dan masyarakat. Secara khusus Burns mencoba memahami kepemimpinan bukan sebagai sesuatu yang dilakukan pemimpin kepada bawahan, tetapi sebagai sebuah hubungan antara pemimpin dengan bawahan, sebuah interaksi saling menguntungkan yang pada akhirnya mengubah keduanya. Proses kepemimpinan harus dilihat sebagai bagian dari dinamika akan konflik dan kekuasaan...kepemimpinan jika tidak dihubungkan tidak dengan berarti apapun

tujuan kolektif;...efektifitas pemimpin harus dinilai bukan melalui kliping pers, tetapi melalui perubahan sosial nyata;...kepemimpinan politik tergantung pada rantai proses biologis dan sosial panjang, interaksi dengan struktur peluang politik, hubungan moral dalam umum saling dengan konsep sebuah dalam mempengaruhi kebutuhan kepemimpinan teori...kami tujuan Burns antara ini akan panggilan prinsip ke

kekuasaan...dalam secara dari memperkuat standar

menempatkan kembali keadilan

terpusat

kemungkinan

manusia memulai

melaksanakan urusan manusia (Burns 1978,4)”. dengan menyatakan bahwa meskipun secara historis kita dilingkupi dengan hubungan antara kekuasaan dengan kepemimpinan, terdapat sebuah perbedaan penting pelaksana bahwa antara dari keduanya. keinginan Kekuasaan seseorang, hubungan dianggap bukan antara sebagai penolakan. pemimpin

Konsepsi kekuasaan seperti itu mengabaikan fakta penting kekuasaan melibatkan dengan bawahan, dan bahwa nilai sentral dalam hubungan tersebut adalah tujuan – apa yang dicari dan apa yang

dimaksudkan, baik oleh orang yang menjalankan kekuasaan maupun orang yang menerima tujuan. Pada sebagian besar situasi, responsnya penerima terhadap ini memiliki fleksibilitas kekuasaan, dalam pelaksanaan sehingga

kekuasaan yang dapat dijalankan oleh seseorang tergantung pada cara yang digunakan oleh kedua belah pihak dalam melihat situasi. Pemegang kekuasaan menarik sumber daya dan motifnya sendiri, tetapi harus relevan dengan sumber daya dan motivasi dari penerima kekuasaan. Menurut proses pemegang sendiri, Burns, kepemimpinan Kekuasaan yang sumber dari merupakan satu aspek calon mereka apakah atau dari kekuasaan, tetapi kepemimpinan juga merupakan sebuah terpisah. dijalankan daya yang ketika membuat kekuasaan, mendapatkan tujuan juga berusaha mencapai tujuannya

dapat mempengaruhi orang lain. Kekuasaan dijalankan untuk merealisasikan tujuan “ketika pemegang kekuasaan, tersebut orang merupakan motif tujuan dan responden

bukan (1978,18). Di sisi lain, kepemimpinan dijalankan dengan tujuan tertentu memobilisasi (dalam kompetisi dan konflik dengan orang lain) sumber daya kelembagaan, politik, psikologis dan sumber dan daya lainnya untuk adalah memunculkan, bahwa kebutuhan dari melibatkan dan memenuhi motif dari bawahan. Perbedaan antara kekuasaan kepemimpinan dari Nilai, dan kekuasaan pemimpin maupun melayani sedangkan serta bawahan kebutuhan, kepentingan kepemimpinan bawahannya. kepentingan, pemegang motivasi, kekuasaan, keinginan, pemimpin

memenuhi harapan

harus terwakili agar kepemimpinan bisa dijalankan.

249

Menurut kepemimpinan.

Burns, Yang

pada

dasarnya

terdapat

dua

jenis

pertama melibatkan

adalah maupun

kepemimpinan hal-hal seorang pemilihan sebuah aspek dalam dari antar psikologis)

“transaksional” berharga antara tertentu mendatang. makalah sebuah mereka. kepemimpinan keduanya, Di (apakah inisiator untuk Atau untuk hubungan tetapi sisi

yang

pertukaran Misalnya, pada “A”. pihak

ekonomis, dengan

politis

responden. suara

pemimpin politik mungkin setuju untuk mendukung kebijakan mendapatkan seorang siswa dua mendapatkan yang tidak lain, dapat menulis Dalam menyatu mendalam

nilai

transaksional, ada

meningkatkan kepemimpinan

kepentingan

hubungan

“transformasional”

terjadi ketika pemimpin dan bawahan saling terlibat dalam sebuah cara tertentu sehingga mereka saling mengangkat menuju level moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. Meskipun pemimpin dan yang dipimpin mungkin pada awalnya bersatu untuk mengejar kepentingannya sendiri atau karena pemimpin menyadari beberapa potensi khusus dari bawahan, ketika umum. hubungan Hubungan muncul, kepentingan dengan belah mereka bawahan pihak Dalam bahkan menjadi menjadi menjadi beberapa muncul menyatu dalam dukungan saling menguntungkan untuk tujuan antara pemimpin sebuah hubungan di mana tujuan dari keduanya diangkat melalui kasus, menjadi dari hubungan tersebut; kedua termobilisasi, berinspirasi, terangkat. ketika

kepemimpinan kepemimpinan pemimpin dan

transformasional moral bawahan.

kepemimpinan moral

memunculkan level aspirasi moral dan pelaksanaan moral Kepemimpinan

menghasilkan

tindakan-tindakan

yang

sesuai

dengan

kebutuhan, kepentingan dan aspirasi bawahan, tetapi ini juga merupakan tindakan yang secara fundamental mengubah pemahaman moral dan kondisi sosial. Pada akhirnya atau kepemimpinan, khususnya transformasional

kepemimpinan moral, memiliki kapasitas untuk menggerakkan kelompok, organisasi, bahkan masyarakat menuju pengejaran tujuan yang lebih tinggi. Interpretasi yang sama tetapi lebih kontemporer mengenai kepemimpinan diberikan oleh Ronald Heifetz dalam buku ini, Leadership without Easy Answers (1994). Heifetz berpendapat seperti yang kita lakukan pada awal bab ini bahwa kepemimpinan tidak lagi hanya mengenai penetapan visi orang dan mendorong orang untuk lagi bergerak mengenai Tetapi menuju arah tersebut. Kepemimpinan melakukan tidak “memerintah

untuk

sesuatu”.

kepemimpinan,

apakah itu dari seseorang dalam posisi kewenangan formal maupun dengan kewenangan kecil atau non-formal, dianggap sebagai alat bantu sebuah kelompok, visinya, dua dua organisasi belajar atau cara masyarakat mengenai dalam memahami lalu

untuk bergerak menuju arah baru. Sebagai sebuah ilustrasi perbedaan ini, berikut berarti antara lihatlah ini, pandangan definisi mengenai mengenai berarti untuk Heifetz kepemimpinan kepemimpinan “kepemimpinan Dari

“kepemimpinan komunitas ini,

mempengaruhi masyarakat untuk mengikuti visi pemimpin” vs mempengaruhi teoritis menghadapi masalahnya” (Heifetz, 199,14). sudut pandang mengidentifikasi beberapa pelajaran praktis bagi pemimpin

251

– bahkan dengan pemimpin yang tidak memiliki kekuasaan formal: 1. Mengidentifikasi Tantangan Adaptif: Mendiagnosis situasi yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada, dan membebaskan isu-isu yang menyertainya. 2. Menjaga agar Level Stres masih berada di dalam Rentang Aktivitas tekanan, panci. 3. Memfokuskan bukan menarik perhatian mekanisme pada Perhatian pada Pematangan Pengurangan yang ini, saat ini ketika seperti Isu dan bisa terima Distraksi isu-isu dan kerja isu-isu Stres: yang bisa Ditolerir Menggunakan panas untuk tidak Melakukan pemasak dari Adaptif: menjaga analogi

agar

keluar

Mengidentifikasi pada

perhatian; penghindaran

mengarahkan penolakan,

jangan

pengambinghitaman, eksternalisasi musuh, berpurapura masalah yang terjadi bersifat teknis, atau menyerang orang, bukan isu. 4. Memberikan Kembali Tugas kepada Orang, tetapi Pada Tingkatan yang Bisa Mereka Atasi: Menempatkan dan mengembangkan 5. Melindungi tanggung suara-suara jawab dengan meletakkan tanpa tekanan pada orang yang menghadapi masalah. kepemimpinan kekuasaan: Memberikan perlindungan kepada mereka yang memunculkan pertanyaan-pertanyaan keras dan mendorong munculnya stres – orang yang mengarah pada kontradiksi internal masyarakat. Orang-orang ini sering kali akan memiliki dimensi untuk

mendorong pemikiran ulang yang tidak dimiliki oleh mereka yang berkuasa (Heifetz 199, 128). Kepemimpinan Bersama Jauh Bryson dan Berbara Crosby (1992) menetapkan tahap bagi diskusi mengenai kepemimpinan bersama dengan membandingkan model kepemimpinan birokratis tradisional dengan kepemimpinan kontemporer – di mana tak ada satu orangpun kapasitas yang memegang tanggung jawab. Di satu dan sisi, untuk terdapat birokrasi hierarkis tradisional, yang memiliki untuk “mencakup seluruh masalah” terlibat dalam proses penanganan masalah dan perencanaan ahli dan rasional agar bisa mencapai sebuah solusi yang bisa mereka implementasikan. Di sisi lain, seperti kita lihat baru, dengan dalam diskusi yang jaringan agenda kita dari dan mengenai saat beberapa perhatian memiliki proses ini pemerintahan membutuhkan berbeda – Kelompokserius masalah gaya, muncul

keterlibatan kelompok

organisasi berbeda. perbedaan

tersebut

mungkin

dalam arah, motivasi, waktu, aset dan sebagainya – dan perbedaan-perbedaan tersebut mungkin sangat parah. Dalam lingkungan seseorang, kekuasaan masalah yang terus berubah yang melihat dan kisruh lagi ini, model Tetapi posisi sebagai kepemimpinan formal rasional orang tidak tepat.

khususnya formal

tidak

memiliki

mungkin

kepemimpinan atau

satu hal yang menyatukan seluruh orang yang peduli pada dan membantu tetapi menyelesaikan dan dengan melemahkan pernah contoh, perbedaan-perbedaan mengontrol, tersebut, memimpin tidak memberi

253

bujukan, dorongan dan pemberdayaan. Model kepemimpinan alternatif ini, yang oleh Bryson dan sering bagus. bersama perhatian Einsweiler kali dideskripsikan (1991,3) tetapi yang dunia sebagai terkadang memiliki menuntut “kapasitas lambat alasan waktu bersama dan yang dan itu transformatif bersama” dalam

membosankan,

Pemimpin memiliki

kekuasaan kepemimpinan

dan

kemampuan

kebutuhan Meskipun

khusus.

membutuhkan banyak waktu, karena lebih banyak orang dan kelompok yang terlibat, ironisnya kepemimpinan ini jauh lebih berhasil Tetapi terhadap untuk alasan yang sama – karena lebih banyak orang dan kelompok yang terlibat. kesuksesan membutuhkan dalam adanya pemahaman keputusan berbagai tempat pembuatan

kebijakan dan berbagai langkah yang harus dilalui agar meraih kesuksesan. Bryson dan Crosby (1992) menunjukkan tiga setting yang menjadi lebih sering diterapkan dalam menyatukan orang dan menegosiasikan sudut pandang mereka yang berbeda. Forum adalah ruang di mana orang terlibat dalam diskusi, perdebatan dan pertimbangan mendalam. Forum ini mencakup kelompok diskusi, debat formal, dengar pendapat publik, satuan tugas, konferensi, surat kabar, radio, televisi dan internet. Arena di sisi lain lebih formal dan memiliki dewan ranah yang dan lebih tak terbatas. senat pada Terakhir, Contohnya fakultas, pengadilan yang ada. adalah komite eksekutif, yang dewan kota,

direktur, setting

legislatif.

adalah

memfokuskan

penyelesaian perselisihan menurut norma-norma masyarakat

Bryson dan Crosby lalu menetapkan beberapa langkah kunci dalam menyelesaikan masalah publik secara efektif: 1. Mendorong Kesepakatan Awal untuk Bertindak: sebuah kelompok penduduk 2. pemimpin, awam pembuat dan keputusan menyetujui kunci, dan menyatu definisi tindakan: kebutuhan untuk masalah

untuk merespons masalah tertentu. mengembangkan mengarahkan masalah cara efektif ketika

ditetapkan akan secara dramatis mempengaruhi cara berbeda yang digunakan oleh beberapa pihak dalam merespons 3. dan terlibat dalam proses, serta cara ketika solusi ditetapkan. mencari solusi dalam forum. Dalam fase ini, akan terjadi telah pemimpim pencarian solusi terhadap masalah fase yang ini diidentifikasi sebelumnya. Dalam

memfasilitasi

konstruksi

skenario

alternatif untuk bergerak dari masa lalu yang penuh masalah menuju masa depan yang bebas masalah. 4. mengembangkan dalam arena. sebuah Di proposal yang bisa menang menuju sini fokusnya berubah

pengembangan kebijakan yang bisa diletakkan pada agenda-agenda dari badan pembuat keputusan formal. 5. menggunakan ini, mereka solusi yang kebijakan mendukung publik: dalam fase perubahan mencari

penggunaan proposalnya oleh mereka yang memiliki kewenangan pembuatan keputusan formal dan sumber daya 6. serta dukungan yang dibutuhkan dan rencana untuk baru: keberhasilan. mengimplementasikan kebijakan

255

kebijakan tidak berimplementasi dengan sendirinya, sehingga memperluas sebuah kebijakan dimensi baru dalam sistem dan melibatkan penjelasan detil

tatanan yang terkait dengan proses implementasi. Jika hal ini tidak muncul, perubahan tidak bisa dianggap utuh. 7. menilai kembali kebijakan dan program: Setelah implementasi, muncul kebutuhan untuk mengevaluasi kembali situasi. Semuanya berubah, orang berubah, dan komitmen sumber daya berubah – dan hal ini bisa mendorong pada putaran perubahan kebijakan baru. Argumen yang sama dikembangkan oleh Jeffrey Luke dalam Catalytic Leadership (1998). Sesuai dengan diskusi awal kita apa mengenai yang dapat pemerintahan mereka isu-isu lintas kerja berbasis-jaringan, pada dirinya kehamilan lingkungan. dan Luke menyatakan bahwa organisasi publik sangat dibatasi pada lakukan sendiri. remaja, Selain Beberapa kelompok dan organisasi lain harus dilibatkan dalam mengatasi lalu dengan seperti polusi kemacetan terkait dan

kepemimpinan tradisional, tipe kepemimpinan dari Luke ini sama bisnis agen-agen pemerintahan birokratis yang didasarkan pada kewenangan hierarkis dan tidak mudah ditransfer ke dalam situasi yang tersebar dan kompleks. Sebaliknya dalam lingkungan ini yang menandai proses kebijakan publik, kepemimpinan harus “memfokuskan perhatian dan memobilisasi tindakan berkelanjutan oleh para stakeholder” (1998,5).

Menurut

Luke,

kepemimpinan

publik

yang

efektif

dalam

sebuah dunia yang saling terikat, yang ia sebut sebagai kepemimpinan katalitis, melibatkan empat tugas khusus: 1. memfokuskan perhatian dengan memunculkan isu-isu kepada publik dan agenda kebijakan. Menggerakkan masalah tertentu ke dalam agenda publik melibatkan identifikasi masalah, menciptakan kesadaran akan urgensi solusi dan memicu kepentingan publik luas. 2. melibatkan pertemuan kepentingan 3. merangsang Langkah kerja 4. orang dengan dalam usaha yang dan untuk melakukan agen dan untuk berbagai orang,

berbeda strategi dengan

dibutuhkan bagi

mengatasi masalah. pilihan tindakan. kelompok proses dengan dan ini membutuhkan pengembangan bersama

efektif

tujuan dan

diskusi dan belajar kelompok yang dapat dipercaya. mempertahankan tindakan momentum mengelola hubungan melalui kelembagaan yang tepat dan berbagi serta memberikan umpan balik informasi secara cepat. Pelayan, bukan Pemilik Dalam Layanan Publik Baru, terdapat kesadaran eksplisit bahwa administrator publik bukan merupakan pemilik bisnis dari agen dan program-programnya. Mindset dari administrator publik adalah bahwa program dan sumber daya publik tidak menjadi miliki mereka. Tetapi administrator publik menerima tanggung jawab untuk melayani penduduk dengan menjadi penjaga dari sumber daya publik (Kass,

257

1990),

pelindung

organisasi

publik

(Terry,

1995),

fasilitator kewarganegaraan dan dialog demokratis (Box, 1998; Chapin dan Denhardt 1995; King dan Stivers 1998), dan Gram katalis 1999; bagi Lappe pada keterlibatan dan duBois dan komunitas 1994). (Denhardt Ini dan merupakan Publik

perspektif yang sangat berbeda dari pemilik bisnis yang memfokuskan profit efisiensi. Layanan Baru menyatakan bahwa administrator publik tidak hanya harus berbagi kekuasaan, bekerja bersama orang-orang, dan pialang solusi, tetapi juga harus mengonseptualisasikan kembali perannya yang layanan dalam proses pemerintahan jawab, bukan sebagai sebagai bersama partisipan pengusaha. Dalam Publik Baru, kepemimpinan berbasis-nilai dilihat sebagai sebuah fungsi dan tanggung jawab pada seluruh level organisasi, dari level eksekutif sampai level jalan. Vinzant dan Crothers (1998), misalnya, menjelaskan bagaimana pelayan publik di garis depan dituntut untuk melakukan diskresi, melibatkan orang dan membuat keputusan yang menghargai dan mencerminkan berbagai terhadap yang faktor dan nilai. agen, rekan Mereka kerja harus serta responsif komunitas variabel aturan-aturan layani, supervisornya, bertanggung

mereka

situasional dan etis. Kesimpulan Dalam Layanan Publik Baru, kepemimpinan didasarkan pada nilai dan dibagi dalam seluruh organisasi dan masyarakat. Perubahan dalam konseptualisasi peran administrator

publik ini memunculkan implikasi bagi tipe-tipe tantangan dan tanggung jawab kepemimpinan yang dihadapi publik oleh harus pelayan publik. Pertama, administrator

mengetahui dan mengelola lebih dari syarat dan sumber daya dari program-program mereka. Pandangan sempit tidak akan bermanfaat bagi penduduk yang dunianya dibagi oleh departemen dihadapi dan kantor-kantor sering kali program. multiaspek, Masalah berubah yang dan penduduk

dinamis – dan mereka tidak mudah jatuh di dalam kantor tertentu atau deskripsi pekerjaan sempit dari individu. Untuk melayani penduduk, administrator publik hendaknya tidak dengan penduduk hanya sumber dan mengetahui juga dukungan komunitas dan dan mengelola menyadari bantuan sumber dan lain, dayanya sendiri; mereka harus berhubungan melibatkan tidak

dalam

proses.

Mereka

mengontrol dan tidak berpikiran bahwa pilihan kepentingan pribadi berfungsi sebagai wakil dari dialog dan nilai bersama. Pendeknya, mereka harus berbagi kekuasaan dan memimpin dalam penduduk. dengan motivasi yang tinggi, komitmen, dan integritas hal tertentu menghargai memberdayakan

259

BAB 9 MENILAI MANUSIA, BUKAN HANYA PRODUKTIFITAS
Menilai Organisasi manusia, dan bukan hanya produktifitas. dimana mereka

publik

jaringan-jaringan

berpartisipasi lebih mungkin memperoleh kesuksesan jangka panjang jika mereka melakukan kolaborasi dan kepemimpinan bersama dengan asas saling menghormati. Dalam pendekatannya untuk managemen dan organisasi, Layanan Publik Baru (New Public Service) menekankan pada pentingnya peningkatan bagaimana memenej melalui manusia. dan Sistem ukuran produktifitas, rekayasa proses

kinerja dianggap sebagai sarana penting untuk mendesain sistem manegemen. Tetapi Layanan Publik Baru menunjukkan bahwa usaha-usaha jika anggota rasional saat untuk yang mengontrol tidak itu, perilaku diberikan walaupun manusia kemungkinan akan menemui kegagalan dalam jangka panjang, minat pada sama Selain perhatian yang memadai terhadap masalah nilai-nilai dan organisasi. pendekatan-pendekatan tersebut emmberikan hasil, tetapi pendekatan itu tidak akan membentuk pekerja atau warga yang bertanggung jawab, merasa memiliki dan berorientasi pada kepentingan bersama. Evolusi pikiran yang terkait dengan bagaimana cara terbaik untuk memenej manusia meliputi serangkaian topik dan gagasan termasuk motivasi, “supervisi” dan kepemimpinan, budaya organisasi, struktur organisasi dan

kekuasaan kekuasaan,

organisasi. definisi

Evolusi dan

itu

juga

meliputi serta

pertanyaan-pertanyaan tentang karakteristik dasar sebuah kinerja tanggung jawab pembentukan kepercayaan. Namun, yang paling fundamental adalah bahwa evolusi tersebut didasarkan pada asumsi kita yang yang yang paling sangat mendasar berbeda tentang serta Old sifat dasar manusia dan perilakunya. Di bab ini, kita akan menggali asumsi-asumsi landasan managemen Public konseptual manusia untuk seperti New pandangan-pandangan dicontohkan tentang

dalam

Administration,

Publik Managemen dan New Public Service. Kita akan mulai dengan membahas sejarah konsep-konsep dan gagasan dasar yang kami terkait akan dengan motivasi manusia dan jika managemen. dan dilihar Kemudian, yang sudut membandingkan managemen asumsi model-model dari

mendasari

pandang Old Publik Administration, New Public Managemen dan New Public Service.

Perilaku Manusia Dalam Organisasi: Konsep Kunci
Keyakinan manusia perilaku kami akan orang tentang apa yang dan mendorong baagimana mencoba para dalam teoritikus organisasi, perilaku kami mulai maka menentukan merespon ketika manusia lain.

menginterpretasikan, mempelajari perilaku

mempengaruhi

asumsi yang mereka gunakan tentang sifat dasar manusia adalah asumsi yang simplistic dan secara umum negatif. Salah satu gagasan paling awal dan paling utama dalam

261

studi managemen organisasi adalah bahwa agar organisasi isa berfungsi, maka pekerja harus didorong atau dipaksa untuk menghasilkan perilaku tertentu dan melakukan tugas tertentu. Tugas-tugas tersebut dilakukan oleh orang-orang dalam organisasi yang dipahami secara prinsipil sebagai sebuah “struktur” untuk mempermudah interaksi dan proses yang ada. Sasaran kinerja dari yang struktur efisien ini dan adalah untuk untuk menghasilkan konsisten

tugas yang ada. Walaupun sekarang kita membicarakan tentang struktur organisasi sebagai salah satu factor yang mempengaruhi perilaku pekerja, tetapi pada awalnya struktur organsasi adalah sebuah focus bentuk managemen. organisasi, – Ott menyatakan, tatanan “struktur – dan dan prosesur ukuran, teknologi emosi

produksi, koordinasi

deskripsi hubungan

posisi, akan

pelaporan

mempengaruhi

perasaan dan oleh karenanya juga mempengaruhi perilaku manusia dan kelompok di dalam mereka (1996: 304). Selama beberapa diabaikan decade, dalam Perasaan studi dan emosi tersebut dan biasanya organisasi managemen.

Diasumsikan bahwa jika pekerjaan didesain dengan bagus dan hubungan kewenangan ditata secara tepat dan teratur, maka efisiensi optimum akan bisa direalisasikan. Hierarki dan Managemen Ilmiah Sosiolog Jerman, Marx Webber adalah orang yang mungkin paling Weber dikaitkan dengan pendekatan structural untuk memenej dan mengontrol perilaku manusia dalam organisasi. menggambarkan struktur organisasi birokratis

sebagai struktur yang dicirikan dengan adanya hierarki otoritas, aturan dan prosedur yang teratur dan posisiposisi bahwa kinerja kecepatan kesatuan, optimal formal struktur yang dan dengan efisien tugas dan yang bisa tetap itu dan mengatakan “presisi, ongkos yang positif semacam akan menghasilkan kontinuitas, dan (Weber,

diprediksi. friksi

unambiguitas,

pengetahuan,

subornisasi, dalam

pengurangi

personal dan material – itu semua diangkat sampai titik administrasi birokratis dikutip dalam Gerth dan Mills, 1946, 214). Disatu sisi, birokrasi adalah cara terbaik untuk memperoleh efisiensi. Weber mengatakan bahwa birokrasi adalah sarana paling rasional yang diketahui manusia untuk melakukan kontrol imperatif terhadap manusia” (337). Ini dilakukan dnegan membua proses administrative menjadi obyektif, rasional dan impersonal. “pelaksanaan aturan Weber bisnis dan juga adalah pelaksanaan pada bahwa bisnis berdasarkan (215). tanpa memandang

manusianya

mengatakan

dehumanisasi pekerjaan ini “adalah sifat dasar birokrasi dan itu dianggap sebagai karakter utamanya” (216). Tetapi konsekwensi semangat itu dikutip begitu, Weber birokrasi sendiri untuk Dia dengan dan mengkhawatirkan nilai-nilai aturan Mills, bahwa dari “demokrasi” “birokrasi” 1946, pada ranah 231). akhirnya politis” tentang dan seperti (Weber, Walaupun kekuatan “dibawah demokratis

kemanusia. dalam Weber akan Gerh

mengatakan

bertentangan

menganggap keluar

birokratis

kondisi normal, posisi kekuasaan dari sebuah birokrasi yang sudah maju akan selalu sangat berlebihan” (232).

263

Weber tidak hanya mengkhawatirkan tentang implikasi birokrasi untuk pemerintahan yang demokratis, tetapi dia juga mengkhawatirkan konsekwensinya bagi manusia. “birokrat tidak bisa menyingkirkan alart yang selama ini mengekangnya (Weber, dikutip dalam Gerth dan Mills, 1946, 228). Dia menyebut birokrasi sebagai menciptakan sebuah “sangkar besi” dimana “semua bentuk tatanan sosial yang berorientasi pada nilai akan dilemahkan oleh struktur birokrasi dan oleh jaringan yang ketat dalam hukum serta regulasi yang formal rasional sehingga manusia tidak bisa bertahan sama sekali menghadapi itu” 9Mommsen, 1974, 57). Selain birokrasi menemukan tersebut sarana diperlukan kekhawatiran-kekhawatiran dan egisiensi terbaik menemukan untuk Para mereka tersebut, wadah yang nilai tepat dan dari bahwa atau akan bahas pekerja

ditangan para teoritikus managemen yang berusaha untuk sarana mengontrol teoritikus miliki. pekerja menghasilkan dan efisiensi. mesin adanya oleh contoh, Frederick yang managemen

menganggap

pekerja

sebagai akan

kepanjangan Diyakini fisik yang kta

ketakutan uang

hubungan ketakutan

ekonomi untuk membuat manusia bekerja. Hanya mereka yang “termotivasi” Sebagai sebelumnya, atau melaksanakan tugas yang sudah diberikan. seperti Taylor yang sudah menyatakan bahwa

akan melakukan apa yang diperintahkan jika mereka diberi instruksi khusus. Dia mendorong manager untuk mempelajari tugas yang akan dilakukan, menentukan cara terbaik untuk melakukannya untuk dan kemudian pekerjaan memilih itu. dan melatih pekerja bisa melakukan Pekerja kemudian

didorong sejumlah menganggap

untuk uang ini

melakukan untuk

pekerjaan tiap

dengan

memberikan yang sudah saling jelas

pekerjaan pendekatan

diselesaikan atau produk yangdihasilkan. Walaupun Taylor sebagai pekerja yang tetapi menguntungkan bagi dan manager,

bahwa dia menganggap pekerja sebagai orang yang malas dan bodoh. Sebagai contoh dalam komentarnya tentang bagaimana mendorong pekerja untuk mengangkut besi berukuran besar, dia mengatakan “kita bisa melatih gorilla yang pandai” untuk melakukan pekerjaan untuk itu (1911, 40). Dia tanpa juga ada mengharapkan pertanyaan. pekerja mematuhi atasan

Faktor Manusia
Gagasan-gagasan berwenang dan tentang hierarki kepatuhan adalah kepada pihak yang yang doktrin managemen

dominan di awal tahun 1900-an dan masih tetap berpengaruh sekarang. Walaupun hanya ada beberapa tulisan humanistis awal tentang managemen dan pekerja (contoh, Follet, 1926; Munsterberg 1930-an, teknis “relasi kelelahan 1913); maka atau ada tetapi baru setelah signifikan kerja. dan para munculnya terhadap Bahkan publikasi studi yang dilakukan oleh Hawthorne pada tahun pengakuan dalam pentingnya factor-faktor sosial (sebagai lawa dari factor ekonomis) motivasi kerja eksperimen Hawthorne sendiri dimulai sebagai sebuah studi antara dan kondisi-kondisi monotoni insidensi pekerja” diantara

(Roethlisberger dan Dickson 1939, 3). Tetapi studi itu

265

tidak berjalan sesuai dengan rencana dan para peneliti pada akhirnya menemukan bahwa hubungan manusia (termasuk hubungan pekerja dengan peneliti) mempengaruhi perilaku pekerja. Sebagai akibatnya, diperlukan model-model baru untuk bahwa menjelaskan perilaku perilaku dan pekerja. Peneliti bersifat menemuakn kompleks, motivasi

dipengaruhi oleh sikap, perasaan dan makna yang diberikan oleh pekerja kepada pekerjaan mereka dan hubungan mereka dengan orang lain di tempat kerja. Seperti yang dikatakan oleh Roethlisberger dan Dickson, “bahwa sebuah masalah manusia membutuhkan solusi manusia adalah sebuah tesis sederhana” (1939, 35). Riset yang dilakukan setelah studi oleh Hawthorne menghasilkan munculnya sebuah pemahaman yang lebih rumit tentang manusia hubungan (Barnard dan antara 1948) McGregor manusia, dan 1942) pekerjaan dan organisasi. Gagasan-gagasan seperti pentingnya kerja sama pengaruh dipelajari kelompok oleh para (Knickerbocke

peneliti untuk menenukan bagaimana factor-faktor tersebut bisa mempengaruhi kinerja kerja. Menjelang tahun 1950-an, semakin banyak kesepakatan diantara para teoritikus managemen yang menyatakan bahwa motivasi adalah sebuah konsep psikologis dan bukan konsep yang murni ekonomis. Pengakuan (1957) dengan dimana asumsi ini dia teori dicontohkan membedakan X dan pendekatan Y dalam tentang komando karya apa yang dan McGregor disebut Dia kontrol antara

pekerja.

mengatakan

bahwa

tradisional (Teori X), yang didasarkan pada asumsi bahwa manusia adalah malas, tidak suka melibatkan diri pada

sesuatu dan hanya bisa dimotivasi oleh uang, menyebabkan manusia berperilaku dalam pola yang sesuai dengan apa yang sudah diduga. Sebaliknya, teori Y manusia dan menekankan pada martabat didasarkan pada dan penghargaan pandangan yang lebih optimistis dan humanistis tentang individual dalam organisasi. Dengan menggunakan asumsiasumsi tersebut dan bertidndak berdasarkan asumsi itu, memungkinkan kualitas yang lebih positif dalam diri pekerja untuk muncul dalam organisasi. Teoritikus lainnya melihat aspek-aspek yang berbeda dalam motivasi pekerja dan melakukan riset yang meneliti perilaku individu dibawah kondisi-kondisi yang berbeda. dalam istilah yang lebih sederhana, teori motivasi kontemporer berusaha untuk menjelaskan perilaku sukarela yang berorientasi pada sasaran. Ada berbagai macam model yang menekankan aspek-aspek yang berbeda dalam motivasi: kebutuhan manusia (contoh, Herzberg 1868; McCelland 1985; Maslow 1943); ekspektasi individual, skill dan harapan (Vroom, 1963); dan peluang untuk berpartisipasi publik (Lawler dan 1990); dan yang terbaru, motivasi yang didasarkan pada nilai-nilai Wise 1990). Ketika asumsi tentang pekerja dan motivasi mengalami perubahan, maka kerangka dominan untuk memahami peranan managemen Peranan prosedur yang dan kepemimpinan awalnya dan juga mengalami sebagai perubahan. tugas dan dan managemen, dianggap kemudian norma-norma layanan (Perry

dokumentasi dengan

mensupervisi maka

mengontrol pekerja. Dengan munculnya komponen psikologis terkait motivasi manusia, munculah

267

dorongan

untuk

memperluas

definisi

managemen

sehingga

mencakup “hubungan manusia” dengan tujuan untuk membuat pekerja tetap puas dan produktif. Namun, yang penting adalah yang jika ada parameter biasanya dan managemen tetap sama berubah, – maka sasaran Dalam dan yaitu bagaimana

meningkatkan bagaimana Segera

mempertahankan manusia

produktifitas. secara lebih

banyak kasus, gagasan yang muncul terkait dengan usaha memperlakukan setelah itu, baik lebih manusiawi untuk memperoleh kinerja yang lebih baik. argumen tentang bagaimana memperlakukan manusia dengan rasa hormat dan bermartabat menjadi semakin penting, tidak hanya sebagai sarana untuk meningkatkan produktifitas.

Kelompok, Budaya dan Administrasi Demokratis
Muncul banyak sudut dan pandang itu tentang bagaimaan memenej luas. perilaku dan pekerja semakin diakui secara

Sebagai contoh, ada konsep yang menyatakan bahwa norma perilaku Asch kelompok 1951; mempengaruhi 1954; perilaku Lewin individual Sheriff (contoh, Homans 1951;

1936; Whyte 1943). Para teoritikus tersebut menyatakan bahwa manusia adalah mahluk sosial dan membentuk kelompok baik didalam atau di luar organisasi. Kelompok-kelompok tersebut menciptakan norma dan ekspektasi bagi anggota yang memenuhi kebutuhan individu untuk menjalin afiliasi dan rasa memiliki, dengan tetapi tujuan itu juga membutuhkan korformitas untuk mempertahankan

keanggotaan. Oleh karena itu, kelompok kerja, baik yang formal Follet, kelompok bassis atau informal, contoh, menciptakan menyatakan hanya sebuah bahwa sekedar konteks dinamika membentuk merepsons normative untuk perilaku dalam organisasi. Mary Parker sebagai dan motivasi individual haruslah

administrasi.

Daripada

orang lain, manager dan pekerja harus menentukan masalah administrative secara bersama-sama dan memberikan respons yang sesuai. Mary menulis pada tahun 1926 “satu orang jangan memerintah orang lain tetapi keduanya harus setuju untuk menerima perintah dari situasi yang ada” (dikutip dalam Shafritz dan Hyde 1997, 56). Teoritikus lainnya melihat bagaimana karakteristik individual mempengaruhi perilaku organisasi seperti mereka yang menekankan pada tahap kehidupan pekerja (Schott 1986) atau karakteristik personalitas kekuasaan sebagai 1981). Kritik bermunculan inkonsistensi (1948), sebagai birokrasi dan itu antara contoh, dan hierarki pada dan bahwa juga sudut banyak pandang didasarkan birokrasi menyatakan tidak dan lensa (Myers dan Brigg yang atau dulunya perilaku riset lainnya). bidang dalam politis, untuk menjadi manusia

garapan para ilmuwan dan filsuf politis, juga digunakan memahami organisasi (French dan Raven 1959; Kotter 1977; Pfefer

pemerintahan pertanyaanyang “The

demokratis. Waldo dalam bukunya The Administrative State pertanyaan lebih administrative dengan hanya pertanyaan

penuh nilai tetapi administrasi itu sendir harus dibuat sesuai prinsip demokratis.

269

administrative penerimaan

state

memiliki tidak

pesan

yang

kuat:

bahwa kajian

yang

kritis

terhadap

administrative akan menghasilkan penolakan terhadap teori demokratis dan bahwa iniadalah sebuah masalah sosial dan bukan hanya masalah manajemen” (Dengardt 2000, 66-67). Dengan kata lain, argumen dan Waldo bahwa pada pengembangan akan birokrasi Hanya hierarkis dengan “netral” akahirnya

melemahkan demokrasi. membuat perangkat administrative mematuhi norma-norma dan prinsip-prinsip demokratis, maka ancaman ini bisa diatasi. Ini membutuhkan bukan hanya pengembangan proses hanya peranan masyarakat itu prinsip masuk dalam administrasi Seperti tetapi kata yang juga lain, kebijakan, tetapi juga perlu dilakukan perubahan dalam administrative berdasarkan pada secara sendiri. dinyatakan oleh Levitan “sebuah negara demokratis tidak demokratis dengan dalam ke diadministrasikan filosofi demokratis,

demokratis

perangkat

administrative” (1943, 359). Bahkan Waldo bersikap lebih terus terang dalam kritiknya tentang hierarki dan kontrol birokrasi dan juga harapannya akan perubahan, dengan mengatakan bahwa yang diperlukan adalah: Pengesampingan otoritas – kepatuhan, bawahan – pola pemikiran bawahan kita yang …. cenderung Dalam kondisi mendominasi dimana teori administrative optimisme

menjadi barang langka, kita memimpikan tentang masyarakat masa depan dimana pendidikan dan budaya sesuai dengan dunia kerja dimana semua berpartisipasi sebagai “pimpinan” dan “pengkut” sesuai dengan “aturan main” yang

diketahui oleh semuanya. Masyarakat seperti itu adalah masyarakat post birokratis (Waldo, 1848, 103). Kritik administrasi birokrasi menjadi ini lebih dan harapan untuk sejalan membuat dengan

demokratis

pengembangan yang terjadi dalam teori motivasi. Sebagai contoh, membuat administrasi menjadi lebih demokratis dan tidak terlalu hierarkis memungkinkan individu untuk mengekspresikan tendensi natural mereka untuk bekerja dan bertanggung jawab seperti yang ditunjukkan oleh McGregor, kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan sosial/harga diir/aktualisasid iri seperti yang dinyatakan oleh Maslow dan menerima perintah dari situasi yang ada seperti yang dinyatakan oleh Follet. Gagasan penting lain yang terkait dengan bagaimana memenej perilaku manusia dalam organisasi adalah konsep budaya organisasional. berpijak oleh Alih-alih pada angota bidang keyakinan orhanisasi memandang antropologi dan dan sebuah untuk organisasi sebagai sebuah “struktur”, perspektif budaya organsiasial memahami dianut bagaimana norma, nilai-nilai menentukan

bersama

batasan-batasannya. Norma-norma dan nilai-nilai bersama tersebut muncul dalam bahasa, perilaku, ritual dan symbol anggota yang organisasi dan dalam artefak yang dan pada mereka memiliki anggotahasilkan. Budaya mengekspresikan gagasan dan nilai-nilai mendefinisikan jangka sebuah yang organisasi signifikan pengaruh panjang

anggotanya. Schein (1987) menyatakan bahwa ada tiga level budaya organisasi: (1) lingkungan fisik dan sosial yang bisa diamati, atau seperti lay out fisik, preferensi

271

teknologi,

pola

bahasa

dan

rutinitas

sehari-hari

yang

mengarahkan perilaku manusia (2) nilai-nilai dan gagasan tentang bagaimana “seharusnya” sebuah organisasi dan (3) asumsi tak terbantahkan dan keyakinan yang dipegang oleh anggota organisasi perilaku asumsi dan itu menjadi Schein Yang petunjuk menyatakan cukup untuk bahwa baik mengarahkan “sebuah pola mereka. dasar….

kategori terakhir membentuk definisi inti dari budaya: bekerja sehingga dianggap valid dan oleh karenanya diajarkan pada anggota baru sebagai cara berfikir dan bertindak yang benar (1987, dalam 9). kaitannya Atau sebagai sehingga dengan yang sebuah mampu masalah-masalah dikatakan menerima oleh atau mekanisme tersebut” Ott, “ia kontrol melarang seperti

berfungsi

organisasional,

perilaku secara informal” (1989, 50). Selain evolusi gagasan tersebut, tetap tidak ada consensus tentang apa yang mendorong manusia dan bagaimana cara terbaik untuk mempengaruhi perilaku dalam organisasi. Seperti yang akan kita bahas dalam bagian berikut, para teoritikus pilihan publik menentang model perilaku dan motivasi manusia yang hanya digasarkan pada minat, pembuatan keputusan, atau tidak adanya penjelasan lain tentang perilaku manusia. Bagi lainnya, tetap ada pengakuan bahwa selain minat, motivasi melibatkan factorfaktor sosial dan psikologis. Ini mengarah pada pandangan yang lebih kompleks tentang hubunagn antara organisasi dan perilaku manusia dimana kedua stryktur organisasi dan interaksi serta hubungan antara individu dan kelompok mampu mempengaruhi perilaku. Dalam pandangan yang lebih

kompleks

ini,

diasumsikan

bahwa

indibidu

dengan

pengalaman dan personalitas yang berbeda akan memberikan respons pada organisasi dengan cara yang berbeda. politik organisasi terutama juga diyakini manusia kekuasaan. perilaku para mampu berusaha mempengaruhi untuk menurut dalam perilaku dan pandangan organisasi. manusia ketika memperoleh

mempertahankan normative Singkatnya,

Terakhir, kita

ini, budaya organisasi dipahami sebagai pencipta konteks untuk bagi teoritikus tersebut,

dianggap membawa kepentingan sosial dan emosional mereka ke tempat kerja. Dalam bagian berikut, kami akan menggali bagaimana sudut isu-isu Old tersebut Public dibahas dengan menggunakan New Public pandang Administration,

Management dan New Public Service. Administrasi publik Lama (Old Public Administration): Menggunakan Kontrol Untuk memperoleh efisiensi Old Public Administration didasarkan pada gagasan bahwa efisiensi tidak membuat adalah nilai-nilai dan bekerja unggul dan kerja bahwa manusia kita ini, akan produktif bekerja kecuali

mereka

keras.

Menurut

pandangan

pekerja akan produktif hanya jika mereka dberi insentif dalam bentuk uang dan jika mereka yakin bahwa managemen bisa dan akan memberikan sangsi atas kinerja jelek mereka. Motivasi pekerja tidak dilihat dalam sebuah pola langsung. Di awal abad ke dua puluh, ketika Old Public Administration menjadi model dominan, manusia diharapkan hanya mereka mengikuti perintah dan kebanyakan kerja yang terjadi, dianggap melakukannya. Lapangan publik

273

sebagai

area

yang

sama

dengan

lapangan

kerja

swasta: pekerja dengan

sebagai balasan atas gaji tetap, pekerja melakukan tugas yang diberikan dengan hati-hati. sebagai manusia dengan emosi Memperlakukan dan kebutuhan,

kontribusi dan pemahaman, dengan nilai mereka sendiri, tidak termasuk dalam pertimbangan. Efisiensi yang didefinisikan sebagai rasio biaya atas adalah output, mengharuskan kontrol dan biaya sebagai dan produktifitas pekerjaan Sehingga biaya gaji menjadi tujuan utama dari managemen. Tantangan yang ada bagaimana mampu yang dari Pekerja ada mengorganisir meminimalkan dianggap adalah mengatur dan biaya. sehingga produksi. sasaran maksimal memaksimalkan

bagaimaan

meminimalkan memberikan

tenaga kerja dan itu dilakukan dengan memperoleh output tiap pekerja sambil serendah mungkin dan insentif lain. penekanannya disini adalah pada potensi keuntunagn dalam hal egisiensi dan bukan bekerja ranah Public banyak kesejahteraan dalam politis jangka panjang si manusia bahwa yang organisasi. dan diluar maka Sebagai agar Diasumsikan ranah isu-isu Sejauh itu

tentang masyarakat, warga dan demokrasi masuk ke dalam administrasi. pendekatan “humanisis” bisa diakomodasikan ke dalam Old Administration, produktifitas. disarankan pendekatan-pendekatan contoh, dalam hanya dipandang sebagai sarana untuk menghasilkan lebih eksperimen “kotak lebih Hawthorne manager meluncurkan

saran” bagi pekerja, untuk membuat mereka merasa

terlibat dan akibatnya mereka menjadi lebih produktif. Tetapi tidak ada pertimbangan tentang gagasan bahwa saran

pada hakekatnya bisa berguna atau penting. Gagasannya adalah bahwa organisasi sendiri haruslah menjadi focus utama managemen. Jika ofganisasi bisa ditata menurut keidealan birokrasi, jika organisasi memunculkan nilai kompetensi dan keahlian dan jika sistem managemen bisa digunakan untuk mengontrol dan menjelaskan pengeluaran dana, maka organisasi publik bisa memenuhi fungsi mereka.

Managemen Publik Baru: Menggunakan Insentif Untuk Memperoleh Produktifitas
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, teori pilihan publik didasarkan pada sejumlah asumsi penting tentang perilaku manusia dan bagaimana cara terbaik untuk memenej perilaku itu sehingga mampu mencapai tujaun kebijakan publik. Teori pincipal agent menerapkan asumsi-asumsi itu untuk menjelaskan hubungan antara eksekutif dan pekerja dalams kontrak. sasran ebuah organisasi ini yang menggunakan walaupun metafora pekerja Kontrak tujuan harus penting karena

(agen) bertindak atas nama eksekutif (principal), tetapi dan mereka berbeda. cukup sebagai akibatnya, untuk principal yang adalah memperoleh informasi Karena itu

mengawasi agen, menentukan hasil dan memberikan insentif memadai untuk memperoelhnya. pertanyaan sasarannya pada efisiensi, maka terfokus

pendekatan apa yang paling minim biaya dan bisa digunakan orhanisasi untuk membuat pekerja tidak berusaha mencapai tujuannya sendiri tetapi tujuan organisasi.

275

Managemen Publik Baru dengan ketergantungannya pada pilihan publik dan teori principal agent, memberikan beberapa kontribusi penting untuk pemahaman kita tentang perilaku manusia. Namun, penting untuk diingat bahwa ia bergantung pada rasionalitas ekonomi sebagai penjelasan perilaku manusia sehingga mengesampingkan cara lain untuk memahami begitu, perilaku insentif motivasi maka mereka dan pengalaman cara dengan manusia. untuk merubah Jika aturan merubah memang atau minat satu-satunya adalah keputusan mempengaruhi

pembuatan

sehingga

mereka menjadi lebih sesuai dengan prioritas organisasi.

Layanan Publik Baru: Menghormati Keidealan Layanan Publik
Asumsi Publik dalam tentang Lama teori dan X motivasi dan perlakuan Publik manusia dalam Layanan Publik Baru sangatlah berbeda antara Administrasi Managemen dari Baru. Administrasi bodoh, tidak untuk tentang Publik Lama menganggap manusia seperti yang dijelaskan McGregor: malas, bersemangat dan tidak mau menerima tanggung jawab. Jadi, mereka harus mempertahankan pandangan yang dikontrol dan diancam dengan hukuman kinerja. berbeda Managemen namun Publik Baru lebih terpercaya memiliki

manusia. Ia berasumsi bahwa manusia memiliki minat priadi dan akan berusaha untuk mencapai tujaun pribadi kecuali mereka diawasi dan diberi cukup insentif untuk melakukan yang sebaliknya. Dengan itu, Managemen Publik Baru

seperti

managemen

Ilmiah

dari

Taylor,

mengesampingkan

pertimbangan norma-norma dan nilai-nilai kelompok, budaya organisasi, pertimbangan emosional/sosial dan kebutuhan psikologis dan “irasional” lainnya. ia menegasikan gagasan bahwa manusia bertindak dalam responsnya terhadap nilai-nilai, loyalitas bersama serta kepentingan publik. Kami tidak menyatankan bahwa manusia tidak pernah malas atau tidak memiliki minat. Tetapi, bergantung pada minat negatif pandang pribadi tentang dan sebagai anusia juga satu-satunya yang bisa kata tidak lain, penjelasan didasarkan dari manusia untuk pada sudut tidak perilaku manusia adalah sebuah pandangan yang sempit dan pengalaman tidak Dengan dibenarkan

normative.

bertindak seperti itu. Yang lebih penting lagi, jangan sampai mereka bertindak seperti itu. Elemen-elemen Managemen Publik perilaku Baru manusia yan menjadi inti seperti kehormatan manusia,

kepercayaan, rasa memiliki, perhatian pada orang lain, layanan dan kepatuhan yang didasarkan pada keidealan dan kepentingan publik tidak terlalu dijadikan prioritas dalam Managemen Publik Lma dan Managemen Publik Baru. Dalam Layanan Publik Baru, keidealan seperti keadilan, kesamaan, rasa hormat, pemberdayaan dan komitmen tidak menegasikan tetapi seringkali mengalahkan nilai efisiensi sebagai “orang familiar satu-satunya yang mempraktekkan isu-isu dengan criteria untuk jalannya harus dan dan pemerintahan. Seperti yang dinyatakan oleh Frederickson, administrasi demokrasi partisipasi publik langsung masyarakat dengan

representasional,

277

dengan pedoman keadilan dan kebebasan individu” (1982, 50). bisa Frederickson diterapkan berbicara pada tentang hubungan antara pegawai negeri dan warga negara, tetapi prinsip yang sama bagaimana manager seharusnya memperlakukan pihak lain selain pegawai negeri. Jika anda berasumsi bahwa manusia mampu berfikir lain dan bertindk pada nilai-nilai bersama sebagai warga, maka itu secara logis sama dengan jika anda menganggap pelayanan masyarakat mampu menunjukkan motivasi dan perilaku yang sama. Kita tidak bisa mengharpkan pegawai negeri memperlakukan warga lain dengan rasa hormat jika mereka tidak sendiri bisa tidak diperlakukan mereka dengan hormat. Kita dan mengharapkan mempercayai

memberdayakan orang lain, mendengarkan gagasan mereka dan bekerja sama jika kita tidak melakukan hal yang sama. Dalam negeri keamanan Publik Layanan Publik Baru, publik hanya sebagai tantangan menjadi pekerja dan kompelsitas Pegawai menjamin (Managemen (Managemen pekerjaan administrasi bukan juga dan Lama) struktur dan penting. yang

dianggap

pekerjaan

birokratis partisipan

Publik Baru); tetapi pegawai negeri adalah orang yang motivasi dan rewardnya adalah lebih dari sekedar gaji. Mereka ingin merubah hidup orang lain (Denhard 1993; Perry dan Wise 1990; Vinzant, 1998). Elmer Staat, mantar comptroller Amerika dan seorang pegawai negeri terkenal lebih pernah baik menulis bahwa layanan sebagai publik adalah lebih dari sekedar ketagori pekerjaan. Dia mengatakan bahwa mendefinisikannya “sebuah sikap, sebuah kewajiban – dan bahkan moralitas

publik” untuk layanan untuk

(1988,

602).

Ini

sesuai

dengan

gagasan

bahwa

motif pegawai negeri adalah sangat penting dan berguna memotivasi publik merespons perilaku motif yang pegawai pada utamanya negeri. Motivasi seseorang pada didasarkan predisposisi

didasarkan

institusi dan organisasi publik (Perry dan Wise, 1990). Dengan kata lain, ada motif tertentu yang terkait dengan sifat dasar layanan publik yang berkutat seputar layanan kepada orang lain dan kepentingan nilai-nilai peluang dan publik. seperti Motif-motif lpyalitas, Riset untuk tersebut terkait dengan

kewajiban, adalah unik

kesamaan, untuk

keadilan. dan penting

menunjukan bahwa motff afektif dan berbasis norma tersebu layanan publik memahami perilaku dalam organisasi publik (Balfour dan Weschler, 1990; Denhart, Denhart dan Aristigueta,, 2002; Frederickson dan Hart 1985; Perry dan Wise 1990; Winzant, 1998). Seperti sering gagal yang untuk sudah menarik kita lihat sebelumnya, apa yang Frederikson dan Hart (1985) membantah bahwa kita terlalu perbedaan antara mereka sebut dengan “dampak moral” dari layanan dalam sector publik dan lapangan kerja di sector swasta. Jika kita melakukannya, publik. maka kita mencemarkan apa yang keidealan dikenal layanan Mereka membutuhkan

dengan naam “patriotisme kebijaksanaan” yang didasarkan pada cinta dan patriotisme didasarkan pada nilai-nilai demokratis dan kedua kebijaksanaan diartikan sebagai “cinta tanpa syarat kepada orang lain” (1985, 547). Ini berarti bahwa kita harus melayani dan peduli pada orang

279

lain

dan

berusaha yang

untuk

melindungi

hak

mereka

bukan

karena kita mementingkan kepentingan kita tetapi karena itulah benar itu, untuk dilakukan. menjadi Patriorisme utama kebijaksanaan seharusnya “motivasi

pegawai negeri di Aemrika” (547). Selain itu, Hart meyatakan bahwa kewajiban utama pegawai negeri adalah “mendukung otonomi warga, mengatur dengan persuasi, mengurangi korupsi kekuasaan dan menjadi contoh bagi masyarakat” (1997, 967). Dia menyatakan bahwa “pegawai tersebut negeri dalam diwajibkan segala untuk menganut mereka, nilai-nilai apakah itu tindakan

terhadap atasan, kolega, bawahan atau masyarakat” (1997, 968). Dalam organisais publik, kita perlu memperlakukan orang lain dengan dan pola yang dengan sama dengan keidealan dan rasa demokratis, penuh kepercayaan

menghormati. Kita melakukan itu karena kita yakin bahwa layanan publik berperan penting untuk meningkatkan dan mendorong manusia. Secara praktis, nilai-nilai Managemen Publik Baru menunjukkan bahwa kita mendorong, memodelkan, dan menegakkan komitmen kita kepada keidealan demokratis dan kepercayaan kita kepada orang lain. sebagai manager, kita menumbuhkan motif dan nilai layanan publik dengan cara membuatnya menjadi bagian utama dari identitas dan budaya organisasi. Karena kita tahu dan yakin bahwa orang yang bekerja sama dengan kita juga bertujuan melayani orang lain, maka kita harus memeprlakukan adanya mereka sebagai partner. Ini menunjukkan sebuah pendekatan munculnya aspek-aspek positif dari karakter

partisipatif untuk managemen – bukan hanya sebuah sarana untuk sarana (1972: meningkatkan untuk 18). produktifitas nilai tetapi pada juga inti sebagai layanan agar meningkatkan Diperlukan

masyarakat. Roy Adams menyatakan: “Efisiensi tidak cukup” pendekatan partisipatif manusia dalam organisasi memiliki “eksistensi yang pantas dan terhormat” (18). Namun, walaupun partisipasi sering mampu meningkatkan kinerja tetapi nilainya jangan sampai tergantung pada kontribusi aspek lain. partisipasi adalah nilai yang pentingd alam dan dari dirinya sendiri. Robert Golembiewski (1977) seperti yang sudah kita lihat, dalam menyatakan pembuatan bahwa demokrasi umpan balik organisasional hasil kinerja didasarkan pasa partisipasi dari semua anggota organisasi keputusan, organisasi, sharing informasi, menjamin hak-hak individu dan nilai-nilai dan sikap pendukung. Dia menyatakan bahwa semakin dekat organisasi itu dengan criteria ini, maka semakin (1990) demokratis menyarankan organisais apa yang yang tersebut. disebu didasarkan utama Edward pada dan Lawler dengan managemen embagian reward program

“keterlibatan informasi, sebagai partisipasi empat

tinggi”

training, pekerja.

pembuatan Dia

keputusan bawa

komponen

kesuksesan

menyatakan

partisipasi

mampu meningkatkan motivasi karena itu membantu seseorang memahami apa yang diharapkan dan melihat hubungan antara kinerja dan hasilnya. Menurut Kearny dan Hays (1994) manager publik mulai menyadari betapa pentingnya menggunakan pendekatan managemen partisipasi. mereka menyatakan bahwa pendekatan

281

partisipatory harus dimulai dengan premis bahwa pekerja adalah asset organisasi secara yang paling Semua penting pekerja dan harus diperlakukan layak.

diberdayakan oleh managemen untuk kemudian berpartisipasi dalam pembuatan keputusan. Berdasarkan pada kajian riset pendekatan adalah partisipatif cara yang untuk efektif pembuatan untuk keputusan meningkatkan organisasional, mereka menyimpulkan bahwa pendekatan ini sebuah kepuasan dan produktifitas pekerja. Dalam Layanan Publik Baru, adalah sangat penting untuk mengetahui fakta bahwa pendekatan ini “berfungsi lebih dan baik” juga untuk meningkatkan kepuasan, produktifitas untuk walaupun pembuatan pekerja, memiliki Baru meningkatkan Pada kualitas memiliki dan efek dalam sudut kapasitas partisipasi positif pada pembuatan pandang yang organisasi bahwa dalam kinerja keputusan

berubah. managemen keputusan tetapi yang efek yang

kenyataannya,

diketahui

partisipasi dari

lebih besar (Stashesky dan Elizar, 2000). Apa Layanan Publik

penting

adalah bahwa pendekatan partisipatif dan inklusif adalah satu-satunya kepentingan pegawai pendekatan publik. Itu mampu membentuk tanggung jawab dan kepercayaan dan memunculkan nilai layanan dalam adalah oleh satu-satunya keidealan pendekatan demokratis. yang bisa dipahami jika anda mulai dengan asumsi bahwa negeri dimotivasi Untuk memperlakukan mereka dengan cara sebaliknya hanya gagasan untuk

akan menghilangkan sumber kebanggaan dan motivasi ini. Seperti yang sudah di bahas di bab 8, tentang kepemimpinan bersama adalah penting

memberikan memperkuat nilai menjadi

peluang dan

bagi

pekerja berdasatkan Dalam

dan

warga dan publik

untuk nilaibaru,

bertindak publik. bersama, baik di

motif dan

layanan norma

layanan di

kepemimpinan Kepemimpinan

kolaborasi, dalam atau memfokuskan

pemberdayaan organisasi. sasaran, pada

luar

bersama

diri

nilai-nilai dan keidealan

yang ingin dimunculkan oleh

organisasi dan masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Burns (1978), kepemimpinan yang diterapkan dengan bekerja bersama-sama dengan orang lain akan merubah partisipan dan menggeser focus mereka dan ke nilai-nilai yang lebih tinggi. Melalui kepemimpinan bersama, tujuan dan sasaran organisasi, ini kelompok dengan saling masyarakat rasa diubah menjadi seperangkat sasaran dan nilai yang lebih tinggi. Proses diciriakn dan adanya saling Motif menghormati, publik akomodasi, mendukung. layanan

dari masarakat dan pekerja juga bisa dikenal, didukung dan dihargai dalam proses ini.

Kesimpulan
Menulis dan tentang managemen “tempat dalam sector di swasta, tempat Plass kerja. dalam (1996) menyatakan bahwa budaya organisasi harus berubah menemukan harus untuk hati” Pekerja diijinkan untuk berpartisipasi

pekerjaan, dengan menggunakan pikiran dan hati mereka. Manager harus dan harus mendorong pekerja untuk menjadi “otentik”. Manager dan pekerja harus berbagi rasa, nilai dan etika dalam lingkungan korporat. Plas mengatakan itu

283

membutuhkan sebuah kontrak sosial baru antara pekerja dan atasan. bekerja semacam individu Kontrak keras itu dan lama dan tidak berasumsi bahwa akan pekerja bahwa dulu asumsi jawab harus kontrak pernah bahwa untuk jawab layanan organisais mampu baru berfungsi, memiliki menjaga pekerja.

Masyaarakat berfungsi.

modern Kontrak

menunjukkan walaupun pada

didasarkan

organisasi sector

tanggung

menciptakan dan mempertahankan hubungan yang sukses. Manager khusus publik. dan publik untuk memiliki tanggung “hati” peluang menonjolkan

Seseorang tertarik dngan layanan publik karena

mereka terdorong oleh nilai-nilai layanan publik. Nilainilai itu – seperti melayani orang lain, membuat dunia lebih baik, dan lebih aman dan memfungsikan demokrasi – merepresentasikan menjadi perlu warga contoh terbaik motivasi tentang dan bagaimana Kita nilai-nilai memperlakukan dalam layanan sebuah masyarakat.

menumbuhkembangkan tidak

tersebut,

menghapuskannya

dengan

orang lain seakan-akan mereka adalah roda penggerak dalam sebuah mesin atau seakan-akan mereka mampu melayani diri mereka sendiri. Berapa banyak dari kita yang pernah melihat apa yang terjadi jika layanan publik idealistis dilakukan oleh organisasi publik dan diperlakukan seakanakan idealisme menjadi seseorang barang seperti naïf ? jika kita memperlakukan birokrat, sebagai

individu dengan kepentingan sendiri dan mampu melayani diri sendiri, maka kita mendorong mereka untuk menjadi sepeerti itu. Meyakini layanan publik dan peranan kita untuk melayani kepentingan publik adalah apa yang membuat

kita

bisa

berkorban,

memberikan

yang

terbaik,

seperti

yang dilakukan oleh polisi dan pemadam kebakaran dalam tragedy WTC. Jika kita membantu orang lain untuk melihat bahwa pekerjaan yang mereka lakukan adalah lebih penting daripada individu yang melakukannya, jika kita membantu orang lain memahami bahwa layanan publik adalah terhormat dan berharga, maka mereka akan bertindak sesuai dengan itu. Memperlakukan pegawai negeri dengan rasa hormat dan bermartaba menemukan dan cara memberdayakan bagaimana mereka untuk membantu melayani masyarakat,

memungkinkan kita untuk menarik dan memberdayakan orangorang yang mau dan mampu melayani kepentingan publik. Ini adalah kewajiban, tugas dan privilese tiap manager untuk untuk melakukan itu. Seperti yang dikatakan oleh MacKenzie satu abad yang lalu. Kita harus mencoba untuk melihat sekali lagi, seperti yang dipahami oleh si bijak dari Yunani, bahwa tidak ada yang lebih mulia dalam kehidupan manusia selain politik, dalam pengertiannya yang paling komprehensif. Hanya sedikit dari kita yang bisa melakukan banyak hal untuk melayani masyarakat; yang terbaik yang bisa kita lakukan 22). adalah melayani negara kita (MacKenzie, 1901,

285

BAB 10 KESIMPULAN
Di bab sebelumnya, kami telah menyajikan kerangka teoritis yang menjadi dan prioritas dalam untuk demokrasi, publik. Baru kewaranegaraan, Baru. Kami layanan kepentingan

Kami menyebut kerangka kerja itu sebagai Layanan Publik menyatakan bahwa Layanan model Publik menawarkan sebuah teoritis alternatif penting bagi managerialist eksplorasi publik.

tradisional dan dominan untuk managemen publik. Ia adalah alternatif dan yang didasarkan dalam pada inovasi praktis lembaga

Hasilnya adalah model normative, yang sama dengan model sejenis lainnya. Kami mulai dengan gambaran tentang apa yang kami sebut Publik layanan diatasi dengan Lama, secara dnegan Administrasi menyatakan tujuan efisien, merubah ada Publik bahwa, dan Lama atau ortodoksi memberikan yang ada lebih suara sedikit kontrol lapangan. Kami dibawah hanyalah maslaah sistem perlu tetapi yang dan Administrasi

pemerintah struktur beberapa

bahwa

organisasi. diperhatikan yang

Walaupun unuk adanya

nilai-nilai

demokratis, dan

meminta

hierarki

kontrol,

keterlibatan warga dan keahlian netral tetap ada. Managemen Publik Baru mulai mendominasi gagasan dan tindakan di bidang administrasi publik. Managemen Publik Baru didasarkan pada gagasan bahwa cara terbaik untuk memahami perilaku manusia adalah dengan berasumsi bahwa

aktor

pemerintah tindakan

dan

lainnya berdasarkan pasar

membuat

pilihan

dan

melakukan untuk

kepentingan sehingga

mereka

sendiri. Menurut pandangan ini, peranan pemerintah adalah melepaskan kekuatan memudahkan pilihan individu dan mencapai efisiensi. Warga dianggap sebagai konsumen dan masalah diatasi dengan memanipulasi insentif. resiko Pegawai negeri diharapkan menjadi pengambil enterpreneural yang memperoleh “kesepakatan

terbaik” dan mengurangi biaya. Sebaliknya, kami juga mengajukan argumen untuk apa yang kami sebut dengan Layanan Publik Baru. Kami menyatakan bahwa administrator publik harus mulai dengan pengakuan bahwa warga yang terlibat aktif adalah penting untuk tentang pribadi perhatian pemerintahan yang demokratis. ini Kami sebagai menegaskan hal yang dan kewarganegaraan tetapi kepada juga orang “tinggi” meliputi lain.

penting karena perilaku manusia bukan hanya masalah minat nilai, warga keyakinan dianggap sebagai

pemilik pemerintahan dan mampu bertindak bersama untuk kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, kami menyatakan bahwa kepentingan publik leboh penting daripada kumpulan kepentingan pribadi. Layanan Publik Baru mencari nilainilai dan kepentingan bersama melalui dialog. publik itu sendiri dianggap sebagai Layanan dari pengembangan

kewarganegaraan, yang didorong oleh hasrat untuk melayani orang lain dan mencapai tujuan publik. Dari sudut pandang ini, maka peranan administrator adalah membawa dalam masyarakat pola yang “ke meja” dan adanya melayani lapisak masyarakat mengakui

287

tanggung berusaha

jawab, untuk

etika

dan

akuntabilitas bertanggung tidak warga

dalam jawab hanya

sistem harus dalam

demokratis.

Administrator

yang

melibatkan

perencanaan tetapi juga dalam pelaksanaan program untuk mencapai tujuan publik. Itu dilakukan tidak hanya karena itu membuat pemerintahan bekerja lebih baik tetapi karena itu sesuai dengan nilai-nilai kita. Tugas administrator publik bukan hanya mengontrl atau memanipulasi insentif, tetapi melayani. Dalam model ini, keidealan demokratis dan rasa hormat kepada orang lain sudah terkandung dalam interaksi kita dengan orang lain. Singkatnya, kami setuju dengan model Layanan publik Baru yang didasarkan pada kewarganegaraan, demokrasi, dan layanan dalam kepentingan publik sebagai alternatif untuk model minat dominan yang didasarkan terjadi dan dan pada teori ekonomi dan para baru, pribadi. terus Walaupun menguji perdebatan ketika menggali diantara para

teoritikus

praktisi

administrative

kemungkinan

maka penting bagi kita untuk mengetahui bahwa itu bukan hanya sebuah perdebatan abstrak. Tindakan yang dilakukan administrator publik akan berbeda tergantung pada jenis asumsi dan pedoman yang menjadi dasar tindakan tersebut. Jika kita berasumsi bahwa tanggung publik, jawab maka pemerintaj kamia kan adalah meningkatkan kewarganegaraan, memperbaiki wacana publik, dan kepentingan menggunakan seperangka tindakan. Seperti yang dinyatakan dalam Street Level Leadership: Salah satu cara paling efektif untuk mempengaruhi praktek adalah dengan merubah teori

dan

bahasa

yang jika

dipakai kita

untuk

memahami bahwa

praktek

tersebut ….. dari sudut pandang ini, maka tidaklah berlebihan sistem produk menyatakan dan kapasitas pemerintahan penerimaan efisiensi admiistrasi teori yang

publik sebagai sebuah komponen dari sistem adalah seperangkat mendasarinya (Vinzant dan Crithers, 1998, 143-44). Sederhananya, teori tersebut kami lekatkan dengan sesuatu. tindakan implikasi Dalam Teori, atau nilai dan keyakinan mendorong contoh, pernyataan merespon adalah atau apa yang memudahkan menghalangi, Sebagai dari kedua kita melemahkan (1) tiap

tertentu. tindakan

pertimbangkan berikut:

konsumen menunggu kita” , dan 2) “pemilik menunggu kita”. contoh pertana, preferensi individu agar muncul dalam pola yan paling efisien. Kira merespon permintaan tersebut seramah dan secepat mungkin. Jika kita sudah menyelesaikan transaksi, maka hubungan tersebut akan berakhir sampai ada permintaan lainnya. Konsumen merasa puas dan pergi. Dalam kasus kedua, orang yang kita layani adalah pemilik. Ketika merespon pemilik, kita mengakui bahwa tiap pemilik memiliki peran dalam apa yang kita lakukan dan bahwa bimbingan dan keterlibatan semua ada. pemilik Mereka adalah boleh dan diperlukan dan memang seharusnya dan selain mempertahankan kita mengetahui kehormatan bahwa

dipelakukan dengan terhormat dalam koteks hubungan jangka panjang. Mereka merespons pada kepentingan diri, kita juga harus terlibat dalam pembicaraan tentang kepentingan publik yang lebih luas. Singkatnya, ada implikasi praktis dan behavioral

289

dalam cara kita memandang, memahami, dan berbicara dengan orang yang kita layani. Adalah penting untuk dicatat bahwa walaupun merubah satu kata bisa menimbulkan publik factor implikasi Baru dan penting pada bagaimana kita berfikir dan bertindak, tetapi menuadari nilai-nilai simulyan Layanan semua memerlukan pedoman perhatian dibahas pada yang

dibuku ini. Layanan publik Baru adalah sebuah permintaan akan redefinisi tentang bagaimana kita memandang orang yang kita layani tetapi juga perubahan pada bagaimana kita memandang diri dan tanggung jawab kita – bagaimana kita memperlakukan orang lain, bagaimana kita menentukan tujaun dan sasaran dan bagaimana kita mengevaluasi diri kita dan orang lain, bagaimana membuat keputusan, dan bagaimana bagaimana keidealan kita kita memandang memikirkan dan kesuksesan tentang dan kegagalan dan legitimasi publik tindakan sebagai

kita. Itu akan memfokuskan kembali perhatian kita pada demokrasi kepentingan landangan dari segala yang kita lakukan. Jadi pelajaran dan prinsi Layanan publik Baru bukan hanya yang langkah sama. sekuensial Mereka Tanpa satu atau proses linear; yang hanya semuanya saling akan Mereka saling berkaitan dan itu semua merupakan ekspresi pedoman membentuk sama yang untaian mereka tidak mendukung. menjadi lain,

potongan-potongan

berguna.

menjadi “gaya” atau jenis managemen tanpa substansi. Di bab penutup dari buku The Pursuit of

Significance (1993),

Denhardt menyatakan bahwa konsep

inti diri.

dan Dia

paling managemen dimulai dan

mendasar adalah dari

dalam gagasan asumsi

pandangan tentang

tradisional kepentingan untuk pribadi, konflik. dan ….

tentang managemen motivasi

menyatakan kontrol jika apa

bahwa serta kita yang

pendekatan komunikasi merubah penting

standar dan

kepentingan

Kemudian dia bertanya: Bagaimana menunjukkan segalanya jalannya untuk

Organisasi publik tidak terkait dengan kepentinagn diri tetapi bagaimana itu menjadi begitu penting? Ini akan merubah cara berfikir kita tentang organisasi publik. Dengan menggunakan asumsi ini, sebagai contoh, apakah kita tidak ingin menyatakan dengan lebih jelas apa yang penting manusia tentang bisa pekerjaan organisasi sehingga

memfokuskan energi dan hasrat mereka? Apakah kita tidak ingin menempatkan kebutuhan klien dan warga di garda terdepan? Dan Apakah apakah kita kita tidak tidak oleh ingin ingin memberikan kekuatan dan kekuasaan pada orang-orang dalam segala organisasi? yang kita lakukan didorong komitmen

untuk layanan publik? Dengan kata lain, apakah kita melakukan segala yang sudah dilakukan oleh manager publik terbaik? (Denhardt 1993, 276). Layanan publik Baru bukan hanya jenis atau teknik managemen baru. Ia adalah definisi tentang siapa kita dan mengapa kita melayani orang lain. itu adalah penataan kembali nilai-nilai fundamental kita. Kita tidak menganut nilai-nilai tersebut karena mereka meningkatkan kepuasan,

291

motivasi,

retensi,

efektifitas

dan

layanan

dan

memperbaiki kualitas pembuatan keputusan. Kita bertindak berdasarkan hal-hal diatas karena kita yakin bahwa itu adalah komponen integral dalam demokrasi amerika. Beberapa menyatakan berbeda gagasan Dengan decade lalu, jika Herbert institusi sebuah tidak Kaufman (1956) bahwa administrative gagasan akan menjadi kita

diorganisir dan dijalankan untuk memperoleh nilai-nilai selama gagasan periode maka ini, dimana lainnya maka dominan, sebuah dan terabaikan. jika dipakai tetapi

bisa

dipahami yang tidak

memikirkan demokratis diabaikan.

model

normative publik

bisa hilang

kapanun. Dalam proses ini, perhatian akan kewarganegaraan kepentingan

Namun, demokratis, haruslah memikirkan tetapi kita

kami

menyatakan akan paling yang

bahwa penting

dalam dalam

masyarakat demokratis cara kita Nilai-nilai yang lebih dengan

perhatian tentang

nilai-nilai pemerintahan. demokrasi layanan

menjadi

sistem dalam

seperti efisiensi dan produktifitas tidak boleh hilang diletakkan gunakan konteks luas. Layanan publik Baru memberikan titik awal yang bisa untuk kita merumuskan publik berdasarkan pada wacana publik dan kepentingan publik. Bagaimana mewujudkan keidealan tersebut? Sebagai Pegawai negeri kita memiliki peluang dan tanggung jawab melayani orang lain dalam kepentingan publik. Kita bisa mengatakan bahwa kita punya tanggung jawab untuk memproses klaim, meneliti kasus, memproses pekerjaan, mengajar, mengawasi pekerja atau menjawab telepon. Tetapi

jika

kita

berfikir dalam yang

bagaimana

kita

bisa publik, juga

memberikan maka itu

kontribusi pekerjaan

layanan kita

kepentingan tetapi

tidak hanya akan merubah bagaimana perasaan kita tentang lakukan bagaimana pendekatan kita terhadap tugas kita sehari-hari. Seperti yang dikatakan oleh Louis Gawthrop “ memberikan layanan dalam dan demokrasi satu berarti sama mengetahui dalam bahwa kita semua terpanggil untuk menjadi penjaga, peramal bagi orang lain juga lain, usaha untuk mencapai kebaikan bersama” (1998, 100). Mungkin kita bisa mulai dengan diri kita sendiri. Pikirkan tentang apa yang membawa anda ke layanan publik? Apa yang memberi makna pada pekerjaan anda? Apakah anda ingat perasaan ketika anda memulai karir dan anda menjadi bagian dari sebuah hal yang penting? yang Bagaimana mampu anda melakukan pekerjaan dengan cara memperkuat

tujuan yang lebih luas? Melalui proses refleksi diri ini, kita bisa mulai menemukan kembali harapan untuk melayani masyarakat dan menganggap layanan publik sebagai cara untuk menyesuaikan “jiwa” dan makna. Kita sering kali heran dengan bagaimana siswa kita bereaksi terhadap diskusi kelas tentang nilai dan makna layanan publik dan perananya dalam penegakan nilai-nilai tersebut. Mereka mendengarkan secara seksama dan pembicaraan itu tidak dipenuhi dengan emosi. Banyak siswa yang terlibat di dalamnya. Beberapa siswa mengakui bahwa mereka tidak pernah berfikir tentang makna yang lebih besar dan nilai adalah pekerjaan komentar mereka. Yang “ paling saya banyak harap diucapkan seperti

293

supervisor/pekerja Layanan publik”.

merasakan

hal

yang

sama

tentang

Kebanyakan dari kta menghargai signifikansi, makna, “jiwa” bisa dalam dari Layanan pada untuk publik. orang kita Tetapi selain kita diri tidak kita pernah membicarakannya. Yang terburuk, kita berfikir bahwa itu diterapkan usaha sendiri, dan untuk mungkin oleh deadline, kinerja, Lihatlah publik bidang seperti peluang Hanya meningkatkan kepada diri seperti tujuan, dan konsumen berbicara produktifitas kemampuan lain. dikalahkan orang kita

efisiensi, berbicara tuturan kata-kata kesesuaian, jika maka kita kita

tampaknya dengan dan dan

kehilangan

hasrat kosnep

kita

kemampuan

efisiensi, analisis, prosedur.

produktifitas,

ukuran,

struktur, tidakbisa

bagaimana anda membicarakan pekerjaan dengan orang lain. tentang jiwa dan Layanan dari frase dengan cara yang merefleksikan nilai dan makna sosialnya, menyebabkan Jika kita kita, dengan hilangnya bisa kata-kata maka kita tersebut. tidak memunculkan identitas

professional masyarakat

Layanan publik, kepentingan publik, makna, nilai, etika, dan demokrasi diri kehilangan dan sulit. untuk meningkatkan dan memunculkan hati layanan publik. Refleksi adalah penting melalui refleksi diri kita bisa mengembangkan kapasitas kita untuk melayani orang lain dan memperoleh kembali kebanggaan yang telah hilang. Melalui proses itu, kita bisa merasa bangga tanpa harus merasa arogan; menjadi kuat tanpa menjadi insensitive, menjadi berhati-hati tanpa harus ketakutan dan peduli tanpa harus terbebani.

Menemukan

keseimbangan

dalam

refleksi

diri

adalah

hal

yang penting, tetapi itu membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Kita yakin bahwa pelayan publik ingin melakukan sesuatu yang berguna dan bernilai. Jika itu benar, maka penting bagi kita untuk menemukan suara dalam diri kita sendiir Lain yang mengakui dan memunculkan kepada diri jiwa gagasan-gagasan siswa atau itu. Kita perlu menemukan dan menggunakan kata-kata itu. kali anda berbicara pada pekerja, kolega, tuturan Apakah bertanyalah anda itu anda sendiri, aministrasi Sebagai bagaimana publik? pelayanan

merefleksikan

Pikirkan tentang kata-kata dan frase yang anda gunakan? menimbulakan inspirasi? publik, kita akan terlayani jika kita mengingatkan diri kita dan orang lain tentang apa yang benar-benar berguna. Seperti yang telah kami katakana sebelumnya, jika kita merubah cara kita berfikir dan berbicara, maka kita juga merubah cara kita bertindak. Apa yang kita pikirkan tentang orang yang kita layani? Apakah mereka berbeda dengan kita? Apakah kita memperlakukan orang yang kita layani dengan cara yang merefleksikan rasa hormat kita? Apakah mereka kita merasa memandang dihargai mata mereka dan jujur? Apakah Apakah mereka sebagai manusia?

menjadi lebih baik atau lebih buruk setelah berbicara dengan kita? Apakah interaksi kita menciptakan fondasi yang bagus untuk partisipasi, atau apakah orang yang kita layani takut berinteraksi dengan pemerintah? Kita bisa mulai dengan memperlakukan warga sebagai warga, mengingat bahwa dalam demokrasi orang-orang itu bukan hanya klien

295

atau konsumen, mereka adalah “bos” kita dan mereka patut memperoleh rasa hormat dan keterlibatan menyeluruh dalam pekerjaan pemerintahan. Apa anggota masyarakat yang yang bisa dan kita lakukan sebagai pada keidealan kita bisa warga dan masyarakat madani untuk berkontribusi penciptaan demokrasi? bertindak

mewujudkan alami –

Jawaban singkatnya adalah bahwa kita bisa melakukan apa terjadi secara berdasarkan keinginan kita untuk bergabung dengan orang lain. ini dimulai dengan bagaimana kita berfikir tentang peranan kadang, untuk kita dalam kita pemerintahan dalam dan demokratis. Kadangdari dan peranan pemerintahan yang dirampas dimulai

kita bukan karena niat jahat tetapi sebagai pendekatan pemerintahan managemen diakhiri dengan asumsi bahwa kita tidak mampu melakukan apa-apa selain menonjolkan kepentingan diri. Tetapi bagi kita sebagai warga, adalah penting untuk mengetahui bahwa membuat negara dan masyarakat kerja menjadi sama lancar, agar dan lebih baik membutuhkan agar yang paling tidak keterlibatan adanya kita dalam

aktif. Kita bisa berharap banyak pada pemerintah, tetapi peemrintahan bekerja untuk berjalan pemerintah meminta perlu keterlibatan aktif. Kita bisa berharap pada warga lain memperlakukan kita secara terhormat dan partisipasi

pekerjaan mereka. Adalah tugas dan kewajiban kita untuk melakukannya. Terakhir, kita bisa bertanya pada diri kita sendiri apakah kita akan menemukan lebih banyak makna, dan signifikansi yang lebih besar dalam hidup kita jika kita

membuat Layanan publik menjadi pekerjaan hidup kita. Ada banyak peluang dan kepuasan yang bisa diperoleh jika kita bisa membuat dunia dan masyarakat menjadi lebih baik. Sebagai individu, sebagai pelayan publik, dan sebagai sebuah negara, kita harus punya integritas, kekuatan dan komitmen untuk jujur dengan diir sendiri. Apakah kita mengekspresikan kewarganegaraan kita dengan lebih terlibat dalam dialog masyarakat, berpartisipasi langsung dalam proses dan institusi demokratis atau memperbarui komitmen kita atau menjadi pelayan publik – yang jelas pengembangan kewarganegaraan demokratis tidak hanya akan menguntungkan waraga dalam pekerjaan mereka tetapi juga membantu membentuk semangat layanan publik dalam dalam drama masyarakat. Ingatlah karakterisasi

Shakespeare The Merchant of Venice: Kualitas ampunan tidak terbatas. Ia jatuh seperti hujan dari surga ke bumi. Ia memberkati mereka yang memberi dan mereka yang menerima. Hal yang sama juga berlaku untuk layanan publik. Kami mengundang anda untuk Layanan Publik Baru.

297

299

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful