TUTORIAL

Membuat sabun padat aroma terapi proses dingin

OLEH PAKDE JONGKO 081 7654 0345

Duraposita chemical

PENGANTAR
Membuat sabun dapat dilakukan dengan beberapa metode, proses dingin, semi panas dan full boiled. Proses dingin sering dilakukan oleh pembuat sabun tradisionil, tidak menggunakan pemanasan, hanya menggunakan pengadukan cepat dengan kecepatan 500 sampai 3500 rpm. Walaupun dinamakan proses dingin tidak menutup kemungkinan untuk memanaskan minyak yang digunakan agar temperaturnya sama dengan panas kaustik saat kedua bahan tersebut akan dicampur. Pemanasan langsung maksudnya pemanasan yang digunakan agar suhu minyak atau lemak tidak terlalu berbeda dengan suhu kaustik ketika akan dicampur untuk memulai reaksi saponifikasi. Kaustik dan air jika dicampur akan menyebabkan suhu lye ( campuran kaustik dan air ) naik bahkan bisa mencapai puluhan derajat. Agar sabun yang didapat baik hasilnya maka sebelum operasi pencampuran suhu minyak dan lye ( campuran kaustik dan air ) sebaiknya harus sama lebih kurang 600 C sampai 700 C. Perbedaan suhu antara kedua bahan yang akan dicampur itu yang paling baik adalah tidak boleh lebih dari 50 derajat. Sebaiknya kaustik dicampur air terlebih dahulu dalam suatu tempat sendiri, sambil menunggu suhu campuran kaustik dan air turun, panasi minyak dan lemak agar diperoleh suhu lebih kurang 600 C sampai 700 C. Amati kedua suhu dari lye dan minyak itu apabila suhu sudah hampir sama maka dimulai reaksi pencampuran.

FORMULASI SABUN PADAT PROSES DINGIN Kandungan Bahan : Minyak kelapa Minyak sawit Sodium Hydroxide Aquades 20 grm 80 grm 16 grm 36 grm

Pewarna Raspberry purple secukupnya Minyak zaitun secukupnya Vitamin E secukupnya Fragran 1- 2 grm

Petunjuk Pelaksanaan : 1. Campur soda ke dalam air dan biarkan agak dingin, 60 der celsius. 2. Tambah pewarna kedalam 25 cc air dan tahan dulu. 3. Satukan semua minyak dan didihkan, sampai 60 derajat celsius 4. Tambahkan larutan kaustik soda kedalam minyak. 5. Tambahkan air berwarna sampai diperoleh warna yang diinginkan.. 6. Aduklah sampai terjadi proses saponifikasi. 7. Tambahkan zaitun, vit E, minyak wangi, . 8. Tuangkan sabun ke dalam cetakan dan angin anginkan. 9. Potong kotak persegi dan biarkan mengering.

Gambar & Komentar :
Dimulai dengan pengukuran, penimbangan minyak atau lemak dan pastikan bahwa semua bahan sudah siap.

Yang ini adalah gambar lain dari minyak atau lemak dalam wadah.

Di sebelah adalah gambar cetakan yang bersih dan siap dipakai. Cetakan dibuat dari kayu yang bagian dalam dilapis dengan bahan yang tahan kaustik.

Di sebelah adalah cetakan yang permukaannya dilapis plastik penutup yang sudah siap untuk digunakan.

Di sebelah adalah cetakan yang sudah disatukan.

Di sebelah adalah cetakan yang sudah benar dan sudah siap digunakan

Larutan kaustik yang sudah dicampur air dan minyak yang sudah meleleh.

Semua bahan tambahan seperti pewarna, fragran, minyak zaitun dan vitamin E sudah siap juga.

Larutan kaustik yang sudah siap dimasukkan ke minyak. Temperature larutan kaustik 600 C dan minyak 65° C

Dilanjutkan mengaduk dengan stick blender. Atau bisa juga dengan mixer roti. Lanjutkan sampai terjadi proses saponifikasi. Ditandai dengan larutan makin mengental.

Ke dalam larutan ditambahkan pewarna terus diaduk, ditambahkan fragran aduk lagi sampai sabun lebih kental dan mencapai kondisi trace. Pada saat ini adalah saat untuk memasukkan bahan tambahan minyak zaitun dan vitamin E Tuangkan sabun ke dalam cetakan. Perlu waktu 10 menit sejak dari penambahan kaustik kedalam minyak sampai menuangkan kedalam cetakan.

Sekarang sabun di dalam cetakan dan selanjutnya pembersihan.

Setelah kira – kira 20 – 25 menit dalam cetakan, dapat dilihat sabun mulai memanas dan mulai masuk fase gel.

Selama fase gel sabun mulai panas. Dapat diamati suhu sabun mendekati 80° C

Setelah beberapa jam proses saponifikasi sabun akan mulai mendingin.

Enam jam kemudian sabun dikeluarkan dari cetakan dan dipotong kotak persegi.

Diperoleh sabun 18 1"x2"x3" kotak, 6 tipis 2"x3" kotak dan empat sabun bola.

Menggunakan stick blender yang kecepatannya sangat tinggi akan mempercepat proses saponofikasi, dibandingkan dengan menggunakan mixer roti yang lebih rendah kecepatannya saponifikasi terjadi agak lebih lama. Keuntungan menggunakan alat yang kecepatan lebih rendah, masih adanya kelebihan waktu untuk memasukkan bahan yang bermanfaat untuk sabun. APABILA ADA KESULITAN JANGAN SUNGKAN HUB ATAU EMAIL PAKDE JONGKO. WASSALAM

MATUR NUWUN KAWULO TIYANG SOLO

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful