LAPORAN HASIL DISKUSI KELOMPOK MODUL GASTRO ENTERO HEPATIK ANAK LELAKI 10 BULAN DENGAN KELUHAN DIARE KELOMPOK

8

030.06.286 030.07.184 030.07.218 030.07.222 030.09.141 030.09.147 030.09.149 030.09.151 030.09.155 030.09.157 030.09.161 030.09.169

Yudhistira Trisna Nidia Putri Cintami Rifqa Wildaini Riri Mega Lestari Malvin Giovanni Maya Liana Melia Indasari Melly Utami Mochammad Rifki Maulana Monica Raharjo Muthi Melatiara Neneng Maya

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
Jakarta, 17 Desember 2010

1

BAB I PENDAHULUAN

Diare diartikan sebagai buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair(setengah padat),dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari biasanya. Dalam keadaan biasa mengandung air sebanyak 100-200ml per tinja.definisi tersebut tidak menunjuk pada beberapa frekuensi diarenya. Di Indonesia, untuk semua golongan umur sekitar 120-360/1000 penduduk mengalami diare 1-2 kali setiap tahunnya. Angka kejadian diare tertinggi terjadi pada usia 6-11 bulan dan menurun dengan meningkatnya usia. Diperkirakan setiap tahunnya kira-kira 5 juta balita di dunia meninggal karena diare dan kira-kira 300.000 diantaranya terjadi di Indonesia. Menurut lamanya diare dibagi menjadi dua : • Diare akut, Diare akut adalah diare yang jelas mulainya dan kemudian dapat sembuh kembali dengan normal dalam waktu yang relatif singkat. • Diare kronik Diare kronik adalah diare yang melebihi jangka waktu 15 hari sejak awal diare. Batasan waktu 15 hari tersebut adalah suatu kesepakatan agar dokter tidak lengah sehingga lebih cepat mengidentifikasi penyebab lebih cepat.

2

5 meq/l  Analisa gas darah pH 7. Pada pemeriksaan bayi BB 11 kg. Dua hari kemudian dibawa lagi ke rumah sakit karna masih diare. Pada pemeriksaan kepala fontanela mayor dan mata keliatan cekung.  Tes reduksi tinja (clinitest) positif kuat. Sejak satu hari terakhir kencing sangat kurang dan terlihat sangat gelisah. Diare terjadi setiap hari kira kira 6-8x/hari dengan tinja cair berlendir tanpa darah dan setiap diare sebanyak ¼ gelas. HCO3-: 9 meq/l 3 . suhu tubuh 39 derajat celcius. Abdomen kelihatan kembung dan bising usus sulit di dengar  Padapemeriksaan lab : pemeriksaan mikroskopik tinja tidak ditemukan eritrosit dan leukosit. Disamping diare. Penderita hanya dirawat beberapa jam setelah di ruangan observasi (one day care center) dan tidak dirawat inap dan pulang dengan diberi terapi dari puskesmas. dan konjungtiva kelihatan kering. nadi masih teraba.  Elektrolit darah : Na 152 meq/l . denyut janung 152 x/menit. anak batuk pilek disertai demam.BAB II LAPORAN KASUS Seorang anak lelaki berusia 10 bulan dibawa ke puskesmas karena diare yang sudah berlangsung selama 2 hari. kelihatan lemah. kejang dan tidak mau minum. penderita disertai muntah 3x banyak. pernafasan cepat dengan RR=56 x/menit.22. Sehari sebelum dibawa ke rumah sakit. BE: -15 meq. K 2. Pada anamnesis selanjutnya bayi kelihatan haus yang bila disusukan bayi kelihatan lebih tenang.

III. Identitas Pasien Nama Umur : (-) : 10 bulan Jenis kelamin :laki. : 11 kg keluhan utama : diare Pemeriksaan fisik Status Generalis : o Sangat gelisah o Suhu : 39 derjat celcius o Nadi : masih teraba o Denyutjantung : 152 x/menit o RR : 52 x / menit status Lokalis : o Fontanel mayor dan mata keliatan cekung o Konjungtiva keliatan kering o Abdomen keliatan kembung dan bising usus sulit didengar IV Riwayat Penyakit o Diare yang sudah berlangsung selama 2 hari V Riwayat Perjalanan Penyakit o Diare terjadi setiap hari kira-kira 6.laki Berat badan II.REKAM MEDIS I.8x sehari 4 .

maka kita perlu melakukan anamnesis tambahan. berlendir tanpa darah o Setiap diare sebanyak kira-kira ¼ gelas o Sehari sebelum dibawa ke RS. adapun hal hal yang perlu ditanyakan :  Nama Anak  Pekerjaan Orang Tua  Lingkungan Tempat Tinggal o Di daerah mana o Apakah disekitar rumah ada yang menderita diare juga Karena pasien pada permulan tidak dirawat inap maka obat dan nasehat yang harus diberikan kepada orang tua pasien adalah : 5 . Riwayat Nutrisi o Bayi diberikan ASI hanya sampai 3 bulan dan selanjutnya diganti susu botol ANAMNESIS Karena data yang berkaitan tentang pasien masih kurang.o Tinja cair. disertai muntah 3x banyak o Tidak mau minum o Kejang o Kencing kurang o Batuk Pilek disertai demam VI.

 Sarankan orang tua untuk terusakn ASI atau berikan susu rendah laktosa  Sarankan orang tua agar tidak memberi obat-obatan golongan antipasmodik atau opium  Sarankaorang tua agar memberi oralit atau membuat minuman home made oral seperti larutan garam . air kelapa muda yang sudah di encerkan (karna air kelapa muda mengandung kadar kalium tinggi ) dan larutan air tajin  Sarankan orang tua agar semua makanan dan minuman yang akan dikonsumsi sebaiknya dimasak sebaik. apatis Kurang Cekung 30-40 x/menit 120-140 x/menit Kering 3 Sakit berat. koma Jelek Sangat cekung 40-60 x/menit >140 x/menit Kering dan sianosis Keterangan skor : 6 . syok. gelisah Turgor normal Normal 20-30 x/menit <120 x/menit Normal Angka 2 Sakit.baiknya  Beri obat antipiretik untuk menurunkan demam PEMERIKSAAN Derajat Dehidrasi Maurice King : Klinik 1 Keadaan Umum Kulit Mata Respirasi Nadi Mulut Sehat.

<7 : dehidrasi ringan 7-13 : dehidrasi sedang >13 : dehidrasi berat Pada pasien ini termasuk kategori dehidrasi derajat berat dengan tanda :  Keadaan umum : sangat gelisah  Respiration rate : 56 x/menit  Denyut jantung : 152 x/menit  Mata : cekung  Turgor kulit :kurang  Mulut kering Dari hasil pemeriksaan laboratorim pada pada pasien ini di peroleh hasil  Pada pemeriksaan mikroskopik tinja tidak ditemukan adanya eritrosit dan leukosit hal ini menunjukan tidak adanya infiltrasi kuman pada mukosa usus  Tes reduksi tinja (clinitest) :positif kuat menandakan adanya malabsorbsi karbohidrat yang dimana seharusnya tidak ada lagi ngula yang diserap di colon. Tes reduksi (+) menandakan adanya diare osmotik Hasil Pemeriksaan elektrolit darah: 7 .

b.5 meq/l menandakan adanya hipokalemi (Normalnya sekitar 5 meq/l) Analisa gas darah  pH : 7.22 (normal 7. (Normalnya sekitar 142 meq/l)  K : 2. malnutrisi. 8 . diet rendah protein.35-7.: 9 meq/l (normalnya 22. karena nilai normal anak usia 10 bulan 7.5. bisa juga pengaruh obat Fenotiazin.5 kg. hidrasi yang berlebihan.45)  menandakan adanya asidosis  BE : -15 meq/l (normal +3 sampai -3)  kekurangan basa  HCO3.11. cairan intravena. Penurunan kadar kalium tersebut. mengakibatkan gelombang T pada EKG menurun dan lambat. BUN (Blood Urea Nitrogen) Jika Penurunan Kadar: menandakan adanya kerusakan hati yang parah. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Na :152 meq/l menadakan adanya hipernatremi.4 -27) asidosis metabolik Dan pada hasil penimbangan Berat badan pada anak ini 11 kg menunjukan masih dalam batas normal. EKG Untuk mengetahu apakah ada tanda-tanda kurangnya elektrolit khususnya Kalium.

010-1030 (berat jenis) HIPOTESA PERJALANAN PENYAKIT Infeksi Virus Merusak epitel usus Demam Enzim usus tidak dapat dibuat 9 . Normalnya 1. d. Skrining tambahan untuk menentukan adanya intoleransi terhadap karbohidrat. Dalam kausus ini terjadi asidosis metabolic karena pengeluaran Na dan K yg berlebih. lemak dan protein dengan melakukan pemeriksaan tinja. perdarahan Gastrointestinal. c.Jika Peningkatan kadar: Dehidrasi. • • jika Jika pH tinja < 5. e.7. asupan tinggi protein. Diabetes militus.5 menunjukkan adanya intoleransi terhadap asam amino dan lemak. infark miocard akut. Hal ini juga dapat dilihat pada frekuensi pasien yang cepat. Pemeriksaan urin: untuk melihat derajat dehidrasi. Pengukuran pH darah Untuk mengetahui keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.3 menunjukkan adanya intoleransi terhadap glukosa Jika pH tinja < 6 . penyakit ginjal.

Lactose intolerance sekunder Diare Hipernatremi Hipokalemi Kejang (kelemahan otot) Kelemahan otot gerak Kelemahan oto polos Peristaltik berkurang Penyerapan air di usus menjadi lama Bising usus sulit di dengar Perut Kembung DIAGNOSIS Diare sekretorik dengan dehidrasi berat et causa infeksi non invasive PENATALAKSANAAN PASIEN • Cairan rehidrasi oral - Formula lengkap yang mengandung Nacl. Kadar natrium 90 meq/l untuk diare akut pada anak diatas 6 bulan dengan dengan dehidrasi. KCL dan glukosa. NaHCO3 . • Ringer laktat : diberikan 20 ml BB  jika status mental membaik maka dosis dinaikan 10 .

keluarga dan masyarakat yaitu :  Cara menrunkan morbiditas : dengan jalan edukasi tentang sanitasi dan asupan gizi yang baik  Cara menurunkan mortalita : apabila BAB lebih dari 3x segera dilakukan rehidrasi oralberupa oralit pada anak dan kemudian bawa ke puskesmas 11 . PROGNOSIS Prognosis pada pasien  Ad vitam  dubia ad bonam  Ad sanationam  dubia ad bonam  Ad fungsionam  bonam pada pasien ini umumnya jika penatalaksanaanya dijalankan dengan baik maka ad bonam PRINSIP PENCEGAHAN Cara mencegah untuk menurunkan morbilitas dan mortaliats yang harus dilakukan baik individu.• • • Nutrisis :pemberian ASI Diberi obat antipiretik untuk penurun demamnya Diberi obat anti kejang untuk mencegah iskemi.

dan keseimbangan asam basa.juga mengkaji derajat dehidrasi pada anak. pantau berat badan.Dan hal yang harus tetap harus dilakukan sebelum pengobatan dan selama perawatan yaitu hentikan susu formula. BAB III PEMBAHASAN ANATOMI SALURAN CERNA 12 .

HISTOLOGI SALURAN CERNA ANATOMI Mulut Oesophagus HISTOLOGI Epitel Selapis Gepeng Tanpa Lapisan Tanduk . Neck cell memproduksi mukus asam c. colon ascendens. ileum.Sel tunas (stem cell) untuk regenerasi sel-sel mukosa e. pharynx. oesophagus.Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan dan organ organ pencernaan tambahan. duodenum. caecum. colon descendens.Di lamina propria bisa terdapat nodulus limfatikus .Pada peralihan dari oesophagus ke gaster ( epitel selapis torax) . Sel-sel enteroendokrin .Terdiri dari : Cervical oesophagus Thoracal oesophagus Hyatal oesophagus Abdominal oesophagus . lambung. jejunum.Mukosanya terdiri dari epitel selapis torax dengan sel goblet yang mempunyai micro villi . colon transversum.Terdapat juga tunika muscularis mukosa .Terdiri dari epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk . Saluran pencernaan pada dasarnya adalah suatu saluran dengan panjang ±30 kaki (9 meter) yang berjalan dari mulut sampai anus.villi intestinalis.Terdapat sel-sel gaster yang memproduksi enzim-enzim pencernaan a. yang berfungsi menyerap sari-sari 13 Gaster Duodenum . Saluran pencernaan mencakup mulut. Chief cell ( sel zimogenik) memproduksi pepsinogen b.Terdapat villi. Parietal cell memproduksi faktor intrinsik gaster dan HCl d.

Epitel selapis torax dengan sel goblet.Colon sigmoid Anus -Bagian dalam epitel berlapis gepeng tanpa lapisan taduk.Colon transversum . .Terdapat kriptus liberkunh yang di dasarnya terdapat sel paneth yang berfungsi menghancurkan dinding bakteri tertentu. terdapat juga central lacteal (pembuluh limfa).Dalam vilus intestinalis. yang merupakan kelompokan nodulus Usus Besar : . Transport aktif membutuhkan energi untuk menggerakkan zat untuk melintasi suatu membran agar zat tersebut mampu melawan gradient konsentrasi. semakin menebal. 14 .Colon ascendens . Sedangkan istilah difusi merupakan transport sederhana zat melalui membran akibat dari bergeraknya molekul yang mengikuti gradient konsentrasi. limfatikus .Terdapat plaque payeri. serat otot polos (T. dan pembuluh darah . agar flora Jejunum normal tetap terjaga .Terdapat plica semi sirkularis kerkringi pada T.Caecum .T. dengan sel goblet PENGATURAN KESEIMBANGAN CAIRAN Pengaturan keseimbangan cairan pada saluran cerna didasari proses absorpsi melalui mukosa saluran cerna yang terjadi secara difusi aktif. lapisan mukosanya kurang lebih sama dengan duodenum tetapi villus intestinalnya lebih langsing dan sel gobletnya lebih banyak . Mukosa dan T. Lapisan tanduk ini semakin ke luar.Colon descendens . Sub Ileum mukosa .Epitel selapis torax. mukosanya mirip dengan jejunum tetapi lebih banyak sel goblet. muscularis mukosa).makanan .

Bikarbonat membantu menetralisir hasil akhir kerja bakteri dalam kolon yang bersifat asam. .I. Transport ion natrium melalui sel epitel menimbulkan elektronegativitas pada kimus dan elektropositifitas pada basal sel epitel.Ion kalsium di absorpsi secara aktif di duodenum . Ion klorida bergerak mengikuti selisih listrik ion natrium. Mukosa usus besar secara aktif mensekresi ion bikarbonat dan bersamaan dengan itu pula secara aktif mengabsorpsi ion klorida tambahan dalam jumlah kecil.Ion besi secara aktif di absorpsi di usus halus II. Mukosa usus besar memiliki kemampuan untuk absorpsi aktif natrium dan potensial listrik yang ditimbulkan absorpsi natrium menyebabkan absorpsi klorida. Karena zat yang larut ditransport aktif dari lumen usus ke dalam darah. Absorpsi Usus Besar Diperkirakan sebanyak 500-1000 ml kimus melalui usus besar setiap hari. 15 . Sebagian air dan elektrolit dalam kimus diabsorpsi dalam kolon. akan tetapi sel epitel ileum distal dan usus besar mempunyai kemampuan khusus secara Ion Lainnya aktif mengabsorpsi klorida. b) Absorpsi Ion Ion Natrium Proses Absorpsi Absorpsi natrium melalui transport aktif natrium dari dalam sel epitel melalui dinding sel masuk ke ruang intersel. Transport klorida berlangsung secara difusi pasif. transport ini menurunkan tekanan osmotic kimus tetapi air berdifusi dengan mudah melalui membrane usus yang mengikuti zat yang di absorpsi masuk ke sirkulasi. Transport aktif membutuhkan suatu energi untuk menembus membran. Air berdifusi bersama natrium Kalium melalui brush border sel epitel. Absorpsi Usus Halus a) Absorpsi Air Air di transport melalui membrane usus halus dengan proses difusi.

Monosakarida glukosa dan galaktosa diserap ke dalam interior sel dan akhirnya masuk ke darah melalui mekanisme transportasi aktif sekunder yang bergantung pada Na+ dan energi. Lemak Karena tidak larut dalam air. B. Asam amino deserap ke dalam sel epitel usus halus dan akhirnya masuk ke dalam darah melalui mekanisme transportasi aktif sekunder yang bergantung pada Na+ dan energi. Lemak dalam makanan yang berada dalam bentuk trigliserida diemulsifikasi 16 . Karbohidrat Karbohidrat berupa kanji dan glikogen dari makanan diubah menjadi disakarida maltosa melalui kerja amilase liur dan pankreas. Protein Protein dari makanan dan protein endogen dihidrolisis menjadi konstituen-konstituen asam amino mereka dan beberapa fragmen peptida kecil oleh pepsin lambung dan enzim proteolitik pankreas. diubah menjadi monosakarida masing-masing oleh disakaridase (maltase. Monosakarida fruktosa diserap ke dalam darah melalui mekanisme difusi terfasilitasi pasif. Berbagai asam amino diangkut oleh pembawa yang spesifik bagi mereka. diuraikan menjadi asam-asam amino oleh aminopeptidase yang terdapat di brush border sel epitel atau oleh peptidase intrasel. C. yang diangkut oleh jenis pembawa yang berbeda. yaitu laktosa dan sukrosa.PROSES PENCERNAAN MAKANAN A. lactase dan sukrase) yang terdapat di brush border sel epitel usus halus. Maltosa dan disakarida diet. lemak harus menjalani serangkaian transformasi agar dapat dicerna dan diserap. Peptida-peptida kecil.

Proses ini bisa juga terjadi sebaliknya. yang dibentuk oleh garam empedu dan konstituen-konstituen empedu lainnya. Trigliserida-trigliserida ini menyatu dan dibungkus oleh satu lapisan lipoprotein untuk membentuk kilomikron yang larut air. Kilomikron tidak mampu menembus membran basal kapiler. bila makanan yang dikonsumsi hiperosmotik. sehingga luas permukaan yang dapat diserang oleh lipase pankreas meningkat. Air juga dapat ikut terserap jika ada partikel terlarut yang diabsorbsi masuk ke darah. Kilomikron kemudian dikeluarkan melalui membran basal sel secara eksositosis. maka usus akan menarik air dari pembuluh darah dan mensekresinya. Produk-produk yang tidak larut ini diangkut di dalam misel yang larut air. sehingga mereka masuk ke dalam pembuluh limfe. Emulsi lemak ini mencegah penyatuan butir-butir lemak. monogliserida dan asam lemak bebas disintesis ulang menjadi trigliserida di sel epitel. ke permukaan luminal sel epitel usus halus. yaitu lacteal pusat KESEIMBANGAN ASAM BASA Pada keadaan normal. ketika kita mengkonsumsi cairan. air dengan isoosmotik yang sama juga diabsorbsi. selanjutnya air dari mukosa usus akan berosmosis ke pembuluh darah. sehingga makanan atau kimus bisa isoosmotik dengan dengan darah. penyerapan cairan akan terjadi di membran usus melalui proses difusi. Setelah meninggalkan misel dan berdifusi secara pasif menembus membran luminal.oleh efek deterjen garam-garam empedu. Lipase menghidrolisis trigliserida menjadi monogliserida dan asam lemak bebas. Oleh karena itu ketika ion-ion dan nutrien diabsorbsi. Jumlah cairan tubuh dalam persentase berat badan : Bayi premature Neonatus Anak Intrasel 30 35 35 17 Ekstrasel 50 35-40 30 .

Plasma darah pindah ke seluruh tubuh .Intertitiel bertukaran dengan intraseluler dengan membran permeabel yang aktif.Dewasa 40-45 Komposisi elektrolit cairan intrasel dan ekstrasel : Intraseluler (40%) Cairan Tubuh Ekstraseluler (60%) 15-20 Intertisiel (80%) Plasma (20%) Cairan Limfe LCS Sinovial Aqueous Humour Vitreous Humour Mekanisme tubuh mempertahankan keseimbangan antara cairan intra dan ekstrasel : .Intravaskuler bertukaran dengan intertitiel yang semipermeabel . Mekanisme tubuh dalam mempertahankan komposisi cairan dan elektrolit intrasel : Vol ECF Na Aldosteron Sekresi K+ Ekskresi urin Ekstraseluler AMP Menghambat absorpsi Na di ginjal Di urin banyak Na 18 .

4. Arteri  7.35. Sebaliknya bila bikarbonat plasma naik. Pernapasan jadi 19 . vena  7. Homeostasis Respiratorik pH normal tidak dipengaruhi oleh konsentrasi mutlak dari bikarbonat turun.55. Untuk hal tersebut sebagian asam karbonat diubah menjadi H2O dan CO2 dan kemudian kelebihan CO2 dikeluarkan dengan bernapas cepat dan dalam.4.25 atau lebih besar dari 7. Mekanisme mempertahankan pH ada 3 cara : A. maka kadar asam karbonat harus turun pula untuk mempertahankan rasio 20 : 1 dan pH tetap 7.4.pH cairan tubuh selalu dipertahankan dalam batas normal. maka kadar asam karbonat harus naik pula agar pH dapat dipertahankan tetap 7. sedangkan cairan intestinal dan jaringan ikat  7. Kontraktilitas menurun dan dapat terjadi disritmia. pH tergantung pada H+. pH darah normal 7.45. Karena fungsi jantung akan terganggu oleh pH kurang dari 7.34 – 7.4. Mengaktifkan system buffer dengan mengubah asam dan basa kuat menjadi asam dan basa lemah  H2C O3 NaHCO 3  NaH PO 2 4 Na2HPO 4  Protein yang bersifat amfoteris : H protein Na protein  Pembentukan karbamino oleh hemoglobin : Hb NH2COO- Hb NH2COOK B.

Probiotik merupakan bakteri non patogen ( contoh : Lactobacillus casei. sehingga pertumbuhan bakteri patogen menjadi lebih dominan dibandingkan bakteri probiotik/non patogen. Prebiotik terdiri dari FOS (fructo oligosakarida) dan GOS (galacto oligosakarida). dengan adanya oligosakarida inilah kuman probiotik dapat berkembangbiak secara cepat dan dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen.Homeostasis Ginjal Untuk menetralisasi kelebihan asam. ginjal menggunakan 2 cara : − NH4 digabungkan dengan PO4 dan SO4 sehingga ion natrium tidak dikeluarkan dari tubuh. B.lambat dan dangkal sehingga CO2 tertimbun dalam udara alveolus yang selanjutnya akan diubah menjadi H2CO3 oleh enzim anhidrase karbonat dalam darah. tetapi pada susu formula tidak memiliki prebiotik yang terdiri dari FOS dan GOS. prebiotik serta bakteri patogen. tetapi ion hidrogen yang dibuang bersama urin. Air Susu Ibu (ASI) ASI terdiri dari probiotik. Shirota strain ). Sedangkan prebiotik merupakan senyawa oligosakarida sejenis karbohidrat atau peptida yang tidak dapat dicerna dengan segera sehingga dalam usus halus berperan dalam pertumbuhan probiotik. 20 . Susu Formula Susu formula terdiri dari probiotik dan kuman yang patogen. − Dalam epitel tubulus NaHPO4 diubah menjadi NaH2PO4 sehingga ion natrium tidak dikeluarkan. Senyawa oligosakarida ini merupakan makanan utama dari kuman probiotik. C. FLORA USUS PADA PENGGUNA ASI DAN SUSU FORMULA A.

Jakarta: EGC. Matondang. Sylvia. Sherwood. Behrman. Arvin. Edisi ke-15. Kliegman. Jakarta: PT Sagung Seto. Edisi ke-6. Diagnosis Fisis Pada Anak. Jakarta: EGC. Alan. Price. p. Dkk.2003. Latief. Tumbelaka. Lauralee. Lorraine. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC. 1998. Abdul. 21 . Corry.DAFTAR PUSTAKA 1. 4-14. Wison.2001. 4. 3. Nelson: Ilmu Kesehatan Anak volume 2. 2. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.2006. Edisi 2.

Jakarta: Infomedika Jakarta. Jakarta: PT Sagung Seto.Pedoman Pemeriksaan Laboratorium dan diagnostic.5. p. 2007. Gasteroenterologi Anak. Edisi ke-3. Jakarta: EGC. 7. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 22 . Suraatmaja. Jajce Lefever. Sudaryat. 1985 . Kee. 287-298. Staf Pengajar ILmu Kesehatan Anak FKUI. Suryono. Slamet. Buku Ajar Ilmu Penyakit DalamJilid II. 2001. 6.2007. 8. Ilmu Kesehatan Anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful