KERAJAAN SAMUDRA PASAI

Kerajaan Samudra Pasai muncul pada abad ke 13 Masehi ketika Kerajaan Sriwijaya hancur. Kerajaan ini didirikan oleh Malikussaleh, merupakan kerajaan yang kaya dengan penduduknya yang banyak. Kota Kerajaan di sebut Pasai, sekarang ini letaknya di Desa Beuringen Kec. Samudera Geudong Kab. Aceh Utara Provinsi Aceh. Wilayah Kekuasaan Kesultanan Pase (Pasai) pada masa kejayaannya sekitar abad ke 14 terletak di daerah yang diapit oleh dua sungai besar di pantai Utara Aceh, yaitu sungai Peusangan dan sungai Jambo Aye, jelasnya Kerajaan Samudra Pasai adalah daerah aliran sungai yang hulunya berasal jauh ke pedalaman daratan tinggi Gayo Kab. Aceh Tengah. Karena letak Kerajaan Pasai pada aliran lembah sungai membuat tanah pertanian subur, padi yang ditanami penduduk Kerajaan Islam Pasai pada abad ke 14 dapat dipanen dua kali setahun, dalam berikutnya Kerajaan ini bertambah makmur dengan dimasukkannya bibit tanaman lada dari Malabar. Selain hasil pertanian yang melimpah ruah di dataran rendah, di dataran tinggi (daerah Pedalaman juga menghasilkan berbagai hasil hutan yang di angkut ke daerah pantai melalui sungai. Hubungan perdagangan penduduk pesisir dengan penduduk pedalaman adalah dengan sistem barter Dengan munculnya pusat politik dan perdagangan baru di Malaka pada abad ke 15 adalah faktor yang menyebabkan Kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran. Hancur dan hilangnya peranan Pase dalam jaringan antar bangsa, yaitu ketika suatu pusat Kekuasan baru muncul di ujung barat pulau Sumatera yakni Kerajaan Aceh Darussalam pada abad ke 16.Pasai ditaklukan dan di masukkan ke dalam wilayah Kekuasaan Kerajaan Aceh Darussalam oleh Sultan Ali Mughayat Syah dan Lonceng Cakra Donya hadiah dari Raja Cina untuk Kerajaan Islam Samudra Pasai dipindahkan ke Aceh Darussalam (sekarang Banda Aceh). Namun demikian dari perjalanan sejarah Pasai antara akhir abad ke 13 sampai awal abad ke 16 memang menunjukkan Kerajaan Samudra Pasai muncul dan berkembang. Runtuhnya kekuatan Kerajaan Pasai sangat berkaitan dengan perkembangan yang terjadi di luar Pasai itu sendiri, tetapi lebih di titik beratkan dalam kesatuan zona Selat Malaka walaupun Kerajan Islam Samudra Pasai berhasil ditaklukan oleh Sultan Asli Mughayat Syah, namun peninggalan dari Kerajaan ini masih banyak dijumpai sampai saat ini di abad ke 21. Pada tahun 1913, 1915, J.J. De Vink bangsa Belanda telah mengadakan inventarisasi di bekas peninggalan Kerajaan Islam Samudra Pasai dan pada tahun 1937 di pugar beberapa makam di Samudra Pasai oleh Pemerintah Belanda kemudian pada tahun 1972,1973 dan tahun 1976 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai di Kec. Samudera Geudong Kabupaten Aceh Utara telah di inventarisasi oleh Direktur Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan milik pemerintah Republik Indonesia. Pada umumnya tulisan pada makam tersebut belum diteliti seluruhnmya dan hal ini perlu penelitian lebih lanjut oleh generasi sekarang. Berbagai peninggalan sejarah berupa situs makam para raja yang hingga saat ini penduduk disekitar makam Sultan Malikussaleh sering mendapat mata uang emas (dirham) keramik, gelang mata delima yang umumnya ditemukan oleh petani tebat, saat meraka menggali tebat di sekitar kawasan tersebut.

 Demak sebelumnya merupakan daerah yang dikenal dengan nama Bintoro atau Gelagahwangi yang merupakan daerah kadipaten di bawah kekuasaan Majapahit. Perak. yaitu Syech Syamsu’ddin bin Abdu’llah a-Samatrani dan Syech Ibrahim as-Syamsi. bahkan menjadi bandar transisto yang dapat menghubungkan dengan pedagang Islam di dunia barat. Kedah. Di bawah pemerintahannya. kemunduran itu mulai terasa dan terlebih lagi setelah meninggalnya Sultan Iskandar Thani.KERAJAAN ACEH Kerajaan Aceh berkembang sebagai kerajaan Islam dan mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Di samping itu. Kerajaan Aceh memiliki kekuasaan yang sangat luas. Kehidupan Politik Berdasarkan kitab Bustanul’ssalatin yang berisi tentang silsilah sultan-sultan Aceh. Di bawah Sultan Iskandar Thani (16371641 M). Pahang.  Timbulnya pertikaian yang terus-menerus di Aceh antara golongan bangsawan (teuku) dengan golongan ulama (teungku) yang mengakibatkan melemahnya Kerajaan Aceh. Sultan Iskandar Muda memerintah Aceh dari tahun 1607-1636 M. Minangkabau dan Siak. . Kadipaten Demak tersebut dikuasai oleh Raden Patah salah seorang keturunan Raja Brawijaya V (Bhre Kertabumi) raja Majapahit. Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tahta Kerajaan Aceh digantikan oleh menantunya yang bergelar Sultan Iskandar Thani. Sultan Iskandar Muda juga menolak permintaan Inggris dan Belanda untuk membeli lada di pesisir Sumatera bagian Barat. sehingga di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda. 1.  Daerah-daerah kekuasaannya banyak yang melepaskan diri seperti Johor. yang dikarang oleh Nuruddin ar Raniri tahun 1637 M dan juga berdasarkan berita-berita orang Eropa diketahui bahwa Kerajaan Aceh telah berhasil membebaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Pedir. Secara geografis letak kerajaan Aceh sangat strategis yaitu di Pulau Sumatera bagian utara dan dekat dengan jalur pelayaran perdagangan internasional pada masa itu. Sultan Iskandar Muda meneruskan perjuangan Aceh dengan menyerang Potugis dan Kerajaan Johor di Semenanjung Malaya. Pada masa kekuasaannya terdapat dua orang ahli tasawwuf yang terkenal di Aceh. Perak dan Indragiri. Penyebab kemunduran Kerajaan Aceh  Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tahun 1636 tidak ada raja-raja besar yang mampu mengendalikan daerah Aceh yang demikian luas. Kerajaan Aceh mengalami masa kejayaannya. Pahang. yaitu di sekitar Selat Malaka. Kerajaan Aceh tumbuh menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas perdagangan Islam. Kerajaan Aceh melakukan pendudukan terhadap daerah-daerah seperti Aru. Untuk mencapai kebesaran kerajaan Aceh. Tujuannya adalah menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka dan menguasai daerah-daerah penghasil lada.

Pada masa pemerintahan Adipati Unus (1518 .1546).1518) Pada masa pemerintahannya Demak memiliki peranan yang penting dalam rangka penyebaran agama Islam khususnya di pulau Jawa.1546) Puncak kebesaran Demak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Trenggono (1521 . di mana Bergola adalah pelabuhan yang penting pada masa berlangsungnya kerajaan Mataram (Wangsa Syailendra). karena menghubungkan perdagangan antara Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur. . tahun 1526 Demak mengirimkan pasukannya menyerang Sunda Kelapa.  Sultan Trenggono (1521 . sedangkan Jepara akhirnya berkembang sebagai pelabuhan yang penting bagi kerajaan Demak. Setelah Majapahit hancur maka Demak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa dengan rajanya yaitu Raden Patah. yang dikelilingi oleh daerah rawa yang luas di perairan Laut Muria. Penyerangan terhadap Sunda Kelapa yang dikuasai oleh Pajajaran disebabkan karena adanya perjanjian antara raja Pakuan penguasa Pajajaran dengan Portugis yang diperkuat dengan pembuatan tugu peringatan yang disebut Padrao. karena pada masa pemerintahannya Demak memiliki daerah kekuasaan yang luas dari Jawa Barat sampai Jawa Timur. Kerajaan Demak secara geografis terletak di Jawa Tengah dengan pusat pemerintahannya di daerah Bintoro di muara sungai. yang dipimpin oleh Adipati Unus atau terkenal dengan sebutan  Pangeran Sabrang Lor Serangan Demak terhadap Portugis walaupun mengalami kegagalan namun Demak tetap berusaha membendung masuknya Portugis ke pulau Jawa. dengan rajanya yang pertama yaitu Raden Patah. Demak melakukan blokade pengiriman beras ke Malaka sehingga Portugis kekurangan makanan. Kehadiran Portugis di Malaka merupakan ancaman bagi Demak di pulau Jawa. maka Demak berkembang sebagai kerajaan besar di pulau Jawa. Dengan penyerangan tersebut maka tentara Portugis dapat dipukul mundur ke Teluk Jakarta. Isi dari Padrao tersebut adalah Portugis diperbolehkan mendirikan Benteng di Sunda Kelapa dan Portugis juga akan mendapatkan rempah-rempah dari Pajajaran. Bintoro sebagai pusat kerajaan Demak terletak antara Bergola dan Jepara. Untuk mengatasi keadaan tersebut maka pada tahun 1513 Demak melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka. Ia bergelar  Sultan Alam Akbar al-Fatah (1500 . serta keadaan Majapahit yang sudah hancur. setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis 1511. Hal ini dijadikan kesempatan bagi Demak untuk melepaskan diri dengan melakukan penyerangan terhadap Majapahit.Dengan berkembangnya Islam di Demak. Sebelum Benteng tersebut dibangun oleh Portugis. di bawah pimpinan Fatahillah.1521).  Kehidupan Politik Lokasi kerajaan Demak yang strategis untuk perdagangan nasional. maka Demak dapat berkembang sebagai kota dagang dan pusat penyebaran Islam di pulau Jawa. karena Demak berhasil menggantikan peranan Malaka. (sekarang Laut Muria sudah merupakan dataran rendah yang dialiri sungai Lusi).

Sunan Kudus dan Sunan Bonar. Perang saudara tersebut diakhiri oleh Pangeran Hadiwijaya (Jaka Tingkir) yang dibantu oleh Ki Ageng Pemanahan. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Demak dan hal ini juga berarti bergesernya pusat pemerintahan dari pesisir ke pedalaman. sehingga beras merupakan salah satu hasil pertanian yang menjadi komoditi dagang. Sebagai kerajaan Islam yang memiliki wilayah di pedalaman. Sosial Budaya Kehidupan sosial dan budaya masyarakat Demak lebih berdasarkan pada agama dan budaya Islam karena pada dasarnya Demak adalah pusat penyebaran Islam di pulau Jawa. Masjid Demak dibangun atas pimpinan Sunan Kalijaga. . Hubungan yang erat tersebut. Sehingga tercipta kebersamaan atau Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan di antara orang-orang Islam). Dengan meninggalnya Sultan Trenggono. Dengan demikian kegiatan perdagangannya ditunjang oleh hasil pertanian. Dalam kegiatan perdagangan. Sebagai pusat penyebaran Islam Demak menjadi tempat berkumpulnya para wali seperti Sunan Kalijaga. Di serambi depan Masjid (pendopo) itulah Sunan Kalijaga menciptakan dasardasar perayaan Sekaten (Maulud Nabi Muhammad saw) yang sampai sekarang masih berlangsung di Yogyakarta dan Cirebon. mengakibatkan Demak memperoleh keuntungan di bidang ekonomi. Dengan demikian terjalin hubungan yang erat antara raja/bangsawan ? para wali/ulama dengan rakyat. sehingga pada tahun 1568 Pangeran Hadiwijaya memindahkan pusat pemerintahan Demak ke Pajang. di mana salah satu tiang utamanya terbuat dari pecahan-pecahan kayu yang disebut Soko Tatal.Kemenangan gemilang Fatahillah merebut Sunda Kelapa tepat tanggal 22 Juni 1527 diperingati dengan pergantian nama menjadi Jayakarta yang berarti Kemenangan Abadi. maka terjadilah perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar Sedolepen (saudara Trenggono) dengan Sunan Prawoto (putra Trenggono) dan Arya Penangsang (putra Sekar Sedolepen). Para wali tersebut memiliki peranan yang penting pada masa perkembangan kerajaan Demak bahkan para wali tersebut menjadi penasehat bagi raja Demak. tercipta melalui pembinaan masyarakat yang diselenggarakan di Masjid maupun Pondok Pesantren. Sedangkan penyerangan terhadap Blambangan (Hindu) dilakukan pada tahun 1546. bahwa letak Demak sangat strategis di jalur perdagangan nusantara memungkinkan Demak berkembang sebagai kerajaan maritim. di mana pasukan Demak di bawah pimpinan Sultan Trenggono yang dibantu oleh Fatahillah. Kehidupan Ekonomi Seperti yang telah dijelaskan pada uraian materi sebelumnya. Demikian pula dalam bidang budaya banyak hal yang menarik yang merupakan peninggalan dari kerajaan Demak. Salah satunya adalah Masjid Demak. tetapi sebelum Blambangan berhasil direbut Sultan Trenggono meninggal di Pasuruan. Demak berperan sebagai penghubung antara daerah penghasil rempah di Indonesia bagian Timur dan penghasil rempah-rempah Indonesia bagian barat. maka Demak juga memperhatikan masalah pertanian. Dan hal ini juga didukung oleh penguasaan Demak terhadap pelabuhan-pelabuhan di daerah pesisir pantai pulau Jawa. Sunan Muria. Dengan demikian perdagangan Demak semakin berkembang.

Sultan Ageng Tirtayasa menjadikan Banten sebagai sebuah kerajaan yang maju dengan pesat. Pangeran Saba Kingkin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Hasanuddin diangkat menjadi Raja Banten. dia memimpin ekspedisi menyerang Palembang. komoditi yang laku di pasaran dunia. Sultan Ageng Tirtayasa yang tidak menyukai hal itu berusaha mengambil alih kontrol pemerintahan. lambat laun Banten mengalami kemunduran karena tersisih oleh Batavia yang berada di bawah kekuasaan Belanda. Banten direbut oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah. Pada masa pemerintahannya. Artinya. Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap dan dipenjarakan. Kerajaan Banten berkembang menjadi pusat perdagangan selain karena letaknya sangat strategis. sebagi raja pembantu. Dalam pertempuran itu. Pangeran Yusuf kemudian digantikan oleh Maulana Muhammad. Banten juga didukung oleh beberapa faktor di antaranya jatuhnya Malaka ke tangan Portugis (1511) sehingga para pedagang muslim berpindah jalur pelayarannya melalui Selat Sunda. Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah kemudian digantikan oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1692). Turki banyak yang mendatangi bandar-bandar di Banten. Oleh sebab itu. Syarif Hidayatullah memiliki 2 putra laki-laki. Raja yang bergelar Kanjeng Ratu Banten ini baru berusia sembilan tahun ketika diangkat menjadi raja. Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1671 mengangkat purtanya. Gujarat. Berdirilah Kerajaan Banten dengan rajanya Sultan Hasanudin (1522. Dalam menjalankan roda pemerintahan. Syarif Hidayatullah adalah salah seorang wali yang diberi kekuasaan oleh Kerajaan Demak untuk memerintah di Cirebon. Para pedagang dari Cina. Pangeran Pasareaan berkuasa di Cirebon. sultan yang bergelar Sultan Haji berhubungan dengan Belanda. Faktor lainnya. Untuk membantunya. pecahlah perang saudara. Setelah Kerajaan Demak mengalami kemunduran.Kerajaan Banten Kerajaan yang terletak di barat Pulau Jawa ini pada awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Demak. Persia. Banten merupakan penghasil lada dan beras. Abu’lmufakhir kemudian digantikan oleh Abu’ma’ali Ahmad Rahmatullah. Maulana Muhammad gugur. dalam menjalankan roda pemerintahan. Namun. Pada tahun 1522. tetapi tidak berhasil karena Sultan Haji didukung Belanda. Abu’lmufakhir dibantu oleh Jayanegara. Bantenlah yang menguasai jalur perdagangan di Selat Sunda. Sultan Hasanudin kemudian digantikan putranya. Dengan demikian. Maulana Muhammad kemudian digantikan oleh putranya Abu’lmufakhir yang baru berusia lima bulan. Akhirnya. Banten berhasil merebut Pajajaran dan Pakuan. Banten kemudian melepaskan diri dari Demak.Pada masa pemerintahannya. Pangeran Yusuf (1570-1580). pangeran Pasarean dan Pangeran Sabakingkin. . Fatahillah adalah menantu dari Syarif Hidayatullah. Dalam tahun 1595.1570). Maulana Muhammad dibantu oleh Mangkubumi. pengaruh Banten sampai ke Lampung. Sultan Abdulkahar.

akan diberi hadiah tanah di Pati dan Mataram. Senopati bertahta sampai wafatnya pada tahun 1601. Ki Ageng Pemanahan memperoleh tanah di Hutan Mentaok dan Ki Penjawi memperoleh tanah di Pati. Sutawijaya kemudian berhasil memberontak kepada Pajang. SISTEM PEMERINTAHAN MATARAM ISLAM Setelah Panembahan Senopati meninggal kekuasaannya digantikan oleh anaknya yang bernama Mas Jolang atau Panembahan Seda Krapyak. Ia diganti oleh putranya yang bergelar Amangkurat I. Namun demikian raja Pajang masih mempunyai musuh yang kuat yang berusaha menghancurkan kerajaannya. Ibukota Kerta jatuh dan Amangkurat I (bersama putra mahkota yang akhirnya berbalik memihak ayahnya) melarikan diri untuk mencari . yang bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma. Karya Sultan Agung dalam bidang kebudayaan adalah Grebeg Pasa dan Grebeg Maulud. Pasuruan. Jolang hanya memerintah selama 12 tahun (16011613). Sutawijaya adalah anak dari Ki Pemanahan. kerajaan Pajang merupakan satu-satunya kerajaan di Jawa Tengah. Pajang kemudian dijadikan salah satu wilayah bagian daari Mataram yang beribukota di Kotagede. ialah seorang yang masih keturunan keluarga kerajaan Demak yang bernama Arya Penangsang. dan anak angkat dari raja Pajang sendiri. Panaraga. Pemerintahannya yang berlangsung tahun 1645-1676 diwarnai dengan banyak pembunuhan dan kekejaman. Cirebon pun berada di bawah pengaruhnya.KERAJAAN MATARAM ISLAM Setelah kerajaan Demak runtuh. tercatat bahwa pada pemerintahannya beliau membangun sebuah taman Danalaya di sebelah barat kraton. Beliau juga merupakan penguasa yang secara besar-besaran memerangi VOC yang pada saat itu sudah menguasai Batavia. Di bawah pemerintahannya (tahun 1613-1645) Mataram mengalami masa kejayaan. bahkan lamakelamaan menjadi kerajaan kecil yang siap bersaing dengan Pajang sebagai atasannya. Selama pemerintahannya boleh dikatakan terus-menerus berperang menundukkan bupati-bupati daerah. Raja kemudian membuat sebuah sayembara bahwa barang siapa mengalahkan Arya Penangsang atau dapat membunuhnya. yang juga sering disebut Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Pada tahun 1674 pecahlah Perang Trunajaya yang didukung para ulama dan bangsawan. Sultan Agung meninggal pada tahun 1645. Amangkurat I tidak mewarisi sifat-sifat ayahnya. Di dalam peperangan akhirnya Danang Sutwijaya berhasil mengalahkan dan membunuh Arya Penangsang. B. Pada masa pemerintahannya ibukota kerajaan Mataram dipindahkan ke Kerta. berturut-turut direbut. Namun karena Sutawijaya adalah anak angkat Sultan sendiri maka tidak mungkin apabila Ki Pemanahan memberitahukannya kepada Sultan Adiwijaya. Setelah Pemanahan meninggal pada tahun 1575 ia digantikan putranya. Danang Sutawijaya. Pemanahan berhasil membangun hutan Mentaok itu menjadi desa yang makmur. Kediri. Sultan Agung juga menaklukkan daerah pesisir supaya kelak tidak membahayakan kedudukan Mataram. Setelah Sultan Hadiwijaya wafat (1582) Sutawijaya mengangkat diri sebagai raja Mataram dengan gelar Panembahan Senapati. Ibukota kerajaan Kotagede dipindahkan ke Kraton Plered. Ki Pemanahan dan Ki Penjawi yang merupakan abdi prajurit Pajang berniat untuk mengikuti sayembara tersebut. Panembahan Senopati dalam babad dipuji sebagai pembangun Mataram. bahkan termasuk putra mahkota sendiri. Kasultanan Demak menyerah. Selanjutnya bertahtalah Mas Rangsang. Pemerintahannya berakhir ketika beliau meninggal di hutan Krapyak ketika beliau sedang berburu. Sehingga Kyai Juru Martani mengusulkan agar Ki Pemanahan dan Ki Penjawi memberitahukan kepada Sultan bahwa merekalah yang membunuh Arya Penangsang. Surabaya.

hingga Paku Buwana II melarikan diri ke Panaraga. Sunan Prabu atau Sunan Amangkurat IV meninggal tahun 1727 dan diganti oleh Paku Buwana II (1727-1749). Paku Buwana menugaskan Mangkubumi untuk menumpas kaum pemerontak dengan janji akan memberikan tanah di Sukowati (Sragen sekarang). Namun justru saat itu terjadi perpecahan anatara Mangkubumi dan Raden Mas Said. bahkan wilayah yang dikuasai Mangkubumi telah mencapai Yogya. Dia juga sangat menentang VOC. Paku Buwana II tidak dapat menghadapi kekuatan merea berdua dan akhirnya jatuh sakit dan meninggal pada tahun 1749. dalam hal ini Voc kembali turut andil di dalamnya. Hal ini menyebabkan VOC berada di atas angin. Pada akhirnya Trunajaya berhasil dibunuh oleh Amangkurat II dengan bantuan VOC.bantuan VOC. Bagian barat dibagikan kepada Pangeran Mangkubumi yang diijinkan memakai gelar Hamengku Buwana I dan mendirikan . Dengan bantuan VOC kraton dapat direbut kembali (1743) tetapi kraton telah porak poranda yang memaksanya untuk memindahkan kraton ke Surakarta (1744). Jawa Tengah) Amangkurat I jatuh sakit dan akhirnya wafat. dan sebagai konpensasinya VOC menghendaki perjanjian yang berisi: Mataram harus menggadaikan pelabuhan Semarang dan Mataram harus mengganti kerugian akibat perang. Pecahlah perang saudara (perang perebutan mahkota I) antara Amangkurat III dan Paku Buwana I. Isi perjanjian tersebut adalah: Mataram dibagi menjadi dua. Ia sangat tunduk kepada VOC demi mempertahankan tahtanya. Sunan Amangkurat II bertahta pada tahun 1677-1703. VOC yang mendapat bantuan Panembahan Cakraningrat dari Madura berhasil menaklukan pemberontak China. Ia digantikan oleh putra mahkota yang bergelar Amangkurat II atau dikenal juga dengan sebutan Sunan Amral. Paku Buwana I meninggal tahun 1719 dan diganti oleh Amangkurat IV (1719-1727). Ajakan itu diterima Mangkubumi dan terjadilah apa yang sering disebut sebagai Palihan Nagari atau Perjanjian Giyanti (1755). VOC lalu mengutus seorang Arab dari Batavia (utusan itu diakukan VOC dari Tanah Suci) untuk mengajak Mangkubumi berdamai. Setelah Sunan Amangkuat II meninggal meninggal pada tahun 1703. Ia digantikan oleh anaknya yang bernama Sunan Mas (Sunan Amangkurat III). Mereka berdua pun melakukan pemberontakan bersama-sama hingga pecah Perang Perebutn Mahkota III (17471755). Pengangkatan Paku Buwana III tidak menyurutkan pemberontakan. Sehingga kembali pecah perang Perebutan Mahkota II (1719-1723. Bagelen. namun Amangkurt III menyerah dan dibuang ke Sailan oleh VOC. Hal ini menyebabkan timbulnya pemberontakan Raden Mas Garendi yang bersama pemberontak China menggempur kraton. Dalam pemerintahannya dipenuhi dengan pemberontakan para bangsawan yang menentangnya. (dekat Tegal. Setelah itu terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Raden Mas Said. Akan tetapi sampai di Tegalarum. Pada masa pemerintahannya terjadi pemberontakan China terhadap VOC. dan Pekalongan. Paku Buwana II memihak China dan turut membantu memnghancurkan benteng VOC di Kartasura. Setelah kematian Paku Buwana II VOC mengangkat Paku Buwana III. Walaupun Mangkubumi berhasil tetapi Paku Buwono II mengingkari janjinya sehingga akhirnya dia berdamai dengan Mas Said. Karena pertentangan tersebut VOC tidak setuju atas pengangkatan Sunan Amangkurat III sehingga VOC mengangkat Paku Buwono I (Pangeran Puger). Hal ini membuat Paku Buwana II merasa ketakutan dan berganti berpihak kepada VOC.

VOC yang mendapat bantuan Panembahan Cakraningrat dari Madura berhasil menaklukan pemberontak China. Setelah Sunan Amangkuat II meninggal meninggal pada tahun 1703. Pada akhirnya Trunajaya berhasil dibunuh oleh Amangkurat II dengan bantuan VOC. Hal ini membuat Paku Buwana II merasa ketakutan dan berganti berpihak kepada VOC. Paku Buwana menugaskan Mangkubumi untuk menumpas kaum pemerontak dengan janji akan memberikan tanah di Sukowati (Sragen sekarang).A. Mereka berdua pun melakukan pemberontakan bersama-sama hingga pecah Perang Perebutn Mahkota III (17471755). Dengan bantuan VOC kraton dapat direbut kembali (1743) tetapi kraton telah porak poranda yang memaksanya untuk memindahkan kraton ke Surakarta (1744). Paku Buwana I meninggal tahun 1719 dan diganti oleh Amangkurat IV (1719-1727). Walaupun Mangkubumi berhasil tetapi Paku Buwono II mengingkari janjinya sehingga akhirnya dia berdamai dengan Mas Said. Mulai saat itulah Mataram dibagi dua. Pada masa pemerintahannya terjadi pemberontakan China terhadap VOC. Hal ini menyebabkan timbulnya pemberontakan Raden Mas Garendi yang bersama pemberontak China menggempur kraton. Setelah kematian Paku Buwana II VOC mengangkat Paku Buwana III. bahkan wilayah yang . Akan tetapi sampai di Tegalarum. Ibukota Kerta jatuh dan Amangkurat I (bersama putra mahkota yang akhirnya berbalik memihak ayahnya) melarikan diri untuk mencari bantuan VOC. Ia sangat tunduk kepada VOC demi mempertahankan tahtanya.Kraton di Yogyakarta. Sunan Prabu atau Sunan Amangkurat IV meninggal tahun 1727 dan diganti oleh Paku Buwana II (1727-1749). Pecahlah perang saudara (perang perebutan mahkota I) antara Amangkurat III dan Paku Buwana I. hingga Paku Buwana II melarikan diri ke Panaraga. dalam hal ini Voc kembali turut andil di dalamnya. namun Amangkurt III menyerah dan dibuang ke Sailan oleh VOC. Dalam pemerintahannya dipenuhi dengan pemberontakan para bangsawan yang menentangnya. bahkan termasuk putra mahkota sendiri. Sedangkan bagian timur diberikan kepada Paku Buwana III. Pada tahun 1674 pecahlah Perang Trunajaya yang didukung para ulama dan bangsawan. yaitu Kasultanan Yogyakarta dengan raja Sri Sultan Hamengku Buwana I dan Kasunanan Surakarta dengan raja Sri Susuhunan Paku Buwana III. Sunan Amangkurat II bertahta pada tahun 1677-1703. Ia digantikan oleh putra mahkota yang bergelar Amangkurat II atau dikenal juga dengan sebutan Sunan Amral. Ia digantikan oleh anaknya yang bernama Sunan Mas (Sunan Amangkurat III). Setelah itu terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Raden Mas Said. Karena pertentangan tersebut VOC tidak setuju atas pengangkatan Sunan Amangkurat III sehingga VOC mengangkat Paku Buwono I (Pangeran Puger). Paku Buwana II tidak dapat menghadapi kekuatan merea berdua dan akhirnya jatuh sakit dan meninggal pada tahun 1749. Jawa Tengah) Amangkurat I jatuh sakit dan akhirnya wafat. Sehingga kembali pecah perang Perebutan Mahkota II (1719-1723. AWAL BERDIRINYA kekejaman. Dia juga sangat menentang VOC. Pada masa pemerintahannya ibukota kerajaan Mataram dipindahkan ke Kerta. dan sebagai konpensasinya VOC menghendaki perjanjian yang berisi: Mataram harus menggadaikan pelabuhan Semarang dan Mataram harus mengganti kerugian akibat perang. Pengangkatan Paku Buwana III tidak menyurutkan pemberontakan. Paku Buwana II memihak China dan turut membantu memnghancurkan benteng VOC di Kartasura. (dekat Tegal.

Diberi nama demikian karena di sana bercampur para pendatang dari beraneka bangsa. Sedangkan bagian timur diberikan kepada Paku Buwana III. serta pembuatan terasi. Lama-kelamaan Cirebon berkembang menjadi sebuah desa yang ramai yang diberi nama Caruban. bertepatan dengan tahun 1445 M. Sehingga. Kuwu atau kepala desa pertama yang diangkat oleh masyarakat baru itu adalah Ki Gedeng Alang-alang. kegiatan pelayaran dan perniagaan berlangsung antar-kepulauan nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya. dan adat istiadat. tidak kalah dengan kota-kota pesisir lainnya Cirebon juga tumbuh menjadi pusat penyebaran islam di jawa barat. yang kemudian menjadi cirebon. VOC lalu mengutus seorang Arab dari Batavia (utusan itu diakukan VOC dari Tanah Suci) untuk mengajak Mangkubumi berdamai. Kerajaan ini berkuasa pada abad ke 15 hingga abad ke 16 M. Namun justru saat itu terjadi perpecahan anatara Mangkubumi dan Raden Mas Said. Lokasinya yang berada pada perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat membuat Kesultanan Cirebon menjadi “jembatan” antara kebudayaan Jawa dan Sunda. Kerajaan Cirebon Pada awalnya. Sebagai pangraksabumi atau wakilnya. Ajakan itu diterima Mangkubumi dan terjadilah apa yang sering disebut sebagai Palihan Nagari atau Perjanjian Giyanti (1755). Bagian barat dibagikan kepada Pangeran Mangkubumi yang diijinkan memakai gelar Hamengku Buwana I dan mendirikan Kraton di Yogyakarta. Letak kesultanan cirebon adalah di pantai utara pulau Jjawa. Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya Alam dari pedalaman. putri Ki Gedeng Tapa. Hal ini menyebabkan VOC berada di atas angin. di Cirebon tercipta suatu bauran kebudayaan yang khas. diangkatlah raden Walangsungsang. dan Pekalongan. Bagelen. Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. hiduplah Ki Gedeng Tapa. Al kisah. Demikian dikatakan oleh serat Sulendraningrat. .dikuasai Mangkubumi telah mencapai Yogya. Isi perjanjian tersebut adalah: Mataram dibagi menjadi dua. petis dan garam. Setelah ki Gedeng Alang-alang meninggal Walangsungsang bergelar Ki Cakrabumi diangkat sebagai Kuwu pengganti ki Gedeng Alang-alang dengan gelar Pangeran Cakrabuana. membangun sebuah gubuk pada tanggal 1 Sura 1358 (tahun jawa). yaitu Kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi oleh kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda. Karena sejak awal mata pecaharian sebagian besar masyarakat adalah nelayan. bahasa. Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang) dari udang rebon ini berkembang sebutan cai-rebon (bahasa sunda : air rebon). agama. Selain itu. yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda. yaitu Kasultanan Yogyakarta dengan raja Sri Sultan Hamengku Buwana I dan Kasunanan Surakarta denganKesultanan Cirebon adalah sebuah kerajaan islam yang ternama di Jawa Barat. maka berkembanglah pekerjaan nenangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai. seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati. Mulai saat itulah Mataram dibagi dua. Walangsungsang adalah putra prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang. Ia mulai membuka hutan. Dari pelaburan cirebon. cirebon menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara jawa. mulailah para pendatang menetap dan membentuk masyarakat baru di desa caruban. Sejak saat itu.

Sunda Kelapa. Banten curiga. – 1479). pangeran Jayakelana. karena ayahnya yaitu panembahan Adiningkusumah meninggal dunia terlebih dahulu. Cirebon terjepit di antara dua kekuatan. Setelah wafat. Putra Pengeran Pasarean. Pangeran dipati carbon meninggal lebuh dahulu pada tahun 1565. Di lain pihak. dengan Syarif Abdullah dari Mesir. tahta jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati. dan membentuk pemerintahan cirebon. para sultan Gunung Jati. mataram pun menuduh cirebon tidak lagi sungguh-suingguh mendekatkan diri. memerintah di Banten berdiri sendiri sejak tahun 1552 M. Setelah panembahan ratu I meninggal pada tahun 1649. Pangeran emas kemudian bergelar panembahan ratu I. dan Banten. Pejabat tersebut adalah Fatahillah atauFadillah Khan. putri sunan Gunung Jati). sebab cirebot dianggap mendekat ke mataram. kawali Galuh. Selanjutnya. melainkan mendirikan istana Pakungwati. Kosongnya kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat istana yang memegang kenali pemerintahan selama syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati melaksanakan Dakwah. . Kuningan. Fatahillah kemudian naik tahta. Sayang. Pada tahun 1479 M. pangeran cakrabuana tidak meneruskannya. kedudukan Cakrabuana digantikan oleh keponakannya. Kedua. Syarif Hidayatullah dikenal dengan nama sunan Gunung Jati. Keponakan Cakrabuana tersebut merupakan buah perkawinan antara adik cakrabuana. Namun. Pada masa pemerintahan Panembahan Girilaya. cucu syarif hidayatullah. yakni Nyai Rarasantang. pemerintahan kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama pangeran Karim. dan telah menunjukkan kemampuannya dalam memerintah Cirebon (1546 – 1568) mewakili Sunan Gunug Jati. Pertumbuhan dan perkembangan kesultanan Cirebon yang pesat dimulai oleh syarif Hidayatullah. yaitu sultan Hasanuddin (pangeran Sabakingkin). pangeran karim dikenal dengan sebutan Panembahan Ratu II atau panembahan Girilaya. Dengan demikian yang dianggap sebagai pendiri pertama kesultanan Cirebon adalah pangeran Cakrabuana (…. sedangkan putra yang masih hidup. meninggal lebih dahulu. secara resmi menjadi sultan cirebon sejak tahun 1568. yaitu kekuatan Banten dan kekuatan mataram. Setelah Syarif Hidayatullah wafat pada tahun 1568. Naiknya Fatihillah dapat terjadi karena dua kemungkinan pertama. Seusai menunaikan ibadah haji. yaitu pangeran Emas.Ketika kakek ki Gedeng Tapa meninggal. karena ia meninggal pada 1570. atau juga bergelar ingkang Sinuhun Kanjeng Jati Purba Penetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatura Rasulullah. dan memerintah cirebon selama kurang lebih 79 tahun. Pada mulanya. calon kuat penggantinya adlah pangeran Dipati Carbon. hanya dua tahun Fatahillah menduduki tahta Cirebon. serta menyebar islam di majalengka. dan pangeran Bratakelana. Sepeninggal Fatahillah. yaitu Pangeran Pasarean. Keponakan Cakrabuana itulah yang bernama Syarif Hidayatullah (1448 – 1568 M). Ia kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti kesultanan cirebon dan banten. Fatahillah adalah menantu Sunan Gunung Jati (Fatahillah menikah dengan Ratu Ayu. serta aktif menyebarkan Islam. karena panembahan Girilaya dan Sultan Ageng dari banten adalah sama-sama keturunan pajajaran. Cakrabuana disebut Haji Abdullah Iman. terjadilah kekosongan jabatan pimpinan tertinggi kerajaan Islam cirebon. dan tampil sebagai raja Cirebon pertama yang memerintah istana pakungwati.

yakni para putra panembahan Girilaya di tahan di mataram. dan dibawa kembali ke Cirebon. maka kedua putra penembahan Girilaya yang ditahan akhirnya dapat dibebaskan. Sultan ageng tirtayasa pun kemudian mengirimkan pasukan dan kapal perang untuk membantu trunajaya. Panembahan Girilaya memiliki tiga putra. atas tanggung jawab pihak Banten. Pergantian kepemimpinan para sultan di cirebon selanjutnya berjalan lancar. yakni : 1. Sebab. Cukup dengan gelar pangeran saja. Bersama satu lagi putra panembahan Girilaya. dengan gelar Sepuh Abi Makarimi Muhammad Samsudin (1677 – 1703) 2. Dengan bantuan Trunajaya. Perlu diketahui. dengan gelar pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677 – 1713) Perubahan gelar dari “panembahan” menjadi “sultan” bagi dua putra tertua pangeran girilaya dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa. yaitu pangeran raja kanoman. pangeran Kartawijaya. yaitu agar putra dan para pengganti raja Kanoman tidak berhak atas gelar sultan. Sultan ageng tirtayasa segera dinobatkan pangeran Wangsakerta sebagai pengganti panembahan Girilaya. Pangeran Wangsakerta atau Panembahan Cirebon. keduanya dilantik menjadi sultan Cirebon di Ibukota banten. mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh. mereka kemudian dinobatkan sebagai penguasa kesultanan Cirebon. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri. Dengan kematian panembahan Girilaya. Sebagai sultan. melainkan hanya panembahan. dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677 – 1723) 3. dan keraton masing-masing. Pada penobatan ketiganya di tahun 1677. dan pangeran wangsakerta. ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama kesultanan Kacirebonan. Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya. dengan posisi sejajar dengan makam sultan Agung di Imogiri. Ketiga bagian itu dipimpin oleh tiga anak panembahan Girilaya. yang pada saat itu sedang memerangi Amangkurat I dari mataram. Saat itu terjadilah pepecahan karena salah seorang putranya.Kondisi panas ini memuncak dengan meninggalnya panembahan Girilaya saat berkunjung ke Kartasura. terjadi kekosongan penguasa. panembahan Girilaya adalah juga menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma. yaitu pangeran murtawijaya. Bersamaan dengan meninggalnya panembahan Girilaya. akan tetapi berdiri sebagai kaprabonan (paguron). yaitu tempat belajar para ilmuwan keraton. sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798 – 1803). di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi. Gogyakarta. kesultanan cirebon terpecah menjadi tiga. namun belanda mengajukan satu syarat. Kehendak raja kanoman didukung oleh pemerintah belanda yang mengangkatnya menjadi Sultan Cirebon pada tahun 1807. . rakyat. Pangeran Kartawijaya atau Sultan Kanoman. Adapun pangeran wangsakerta tidak diangkat sebagai Sultan. Pangeran Martawijaya atau sultan Kraton Kasepuhan. Sementara tahta sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803 – 1811). yaitu kesultanan Kacirebonan. Sejak saat itu. Ia lalu dimakamkan di bukit Girilaya.

Jaka Tingkir adalah anak dari Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging. Puncaknya terjadi pada tahun-tahun 1906 dan 1926. Ki Ageng Pemanahan. Kerajaan Pajang Pajang merupakan daerah pengging bekas kerajaan Majapahit. Dengan sibuk mendirikan benteng. Tetapi dengan syarat tiap tahun harus sobo ke Pajang dengan membawa upeti. Setelah Demak terjadi perang saudara dan Jaka Tingkir lah yang menjadi peredam konflik sebagai pihak ke-3. Adiwijaya merasa marah dan beliau mengirimkan Ki Wilamarta dan Wuragil untuk memanggil Sutawijaya dengan pesan agar Sutawijaya berhenti makan minum dan mencukur rambutnya. Mataram akan digempur oleh Pajang tahun 1582. Selepas Adiwijaya sakit. tapi hal ini tidak membuat Adiwijaya berniat langsung menggempur Mataram. Ki Ageng Pengging adalah bupati di Pengging. Lalu dipihak lain Raden Pabelan. Tentang sobo. katakana bahwa rambut itu tumbuh sendiri. Ki Juru Martani membujuk agar Sutawijaya mau sobo ke Pajang. Sutawijaya memang segan untuk tunduk pada Pajang. ia lupa sobo ke Pajang. Pembangunan benteng dilakukan di Mataram oleh perintah dari Sutawijaya. Dengan kemenangan tersebut lalu berpindahlah kekuasaan Demak ke Pajang yang dipimpin oleh Jaka Tingkir atau Adiwijaya. Akhirnya mereka semua dihancurkan. lalu sultan Adiwijaya meninggal. Adiwijaya murka terhadap tindakan Sutawijaya. ketika kekuasaan pemerintahan kesultanan Cirebon secara resmi dihapuskan dengan pengesahan berdirinya Kota Cirebon. Lalu mendapat hukuman mati dan dibuang ke Semarang. pangeran Benowo yang . tapi dia masih takut pada Adiwijaya. sehingga peranan istana-istana kesultanan Cirebon di wilayah-wilayah kekuasaannya semakin surut. Jaka Tingkir menyuruh Ki Ageng Panjawi. tetapi di buntuti oleh Sutawijaya dan pasukannya. tentang perintah cukur. Tapi Sutawijaya tidak memperdulikannya. putra bupati Mayang ketahuan mesum dengan putri sekar kedaton. Kerajaan Pajang yang dipimpin oleh Adiwijaya berjalan lancar awalnya. dan Juru Martani untuk menyerang Arya Penangsang. Setelah kematian Prawoto dan Kalinyamat. pemerintah kolonial belanda pun semakin ikut campur dalam mengatur Cirebon.Sesudah kejadian tersebut. Sedangkan Ki Ageng Pemanahan mendapat tanah Mataram yang kelak menjadi penguasa setelah runtuhnya Pajang. Dan kembali terjadi keributan tahta. Pasukan diperintahkan pulang ke Pajang. Ngabei Loring Pasar. perang harus dilakukan. Tetapi pasukan Pajang yang dipimpin Adiwijaya terhenti di Prambanan karena Adiwijaya sakit. Mendengar hal tersebut Sutawijaya tidak terima bahwa iparnya akan dihukum mati. Tapi dengan bengalnya Sutawijaya menjawab “katakana pada sultan Pajang bahwa aku masih doyan makan dan minum. Malah Sutawijaya yang menerima upeti dan mengajak mereka berpesta. Sultan Pajang telah memberi hak otonomi kepada Mataram. katakana bahwa saya akan datang menghadap!”. Tapi keadaan berubah setelah Ki Ageng Pemanahan yang diberi kekuasaan di tanah Mataram meninggal pada tahun 1575 dan kekuasaan ditanah Mataram digantikan oleh anaknya yaitu Sutawijaya atau Ngabei Loring Pasar. Mendengar hal tersebut. bahkan Sutawijaya memerintahkan rakyat Mataram untuk mencegat orang-orang Kedu dan Bagelan yang membawa upeti untuk Pajang. Adiwijaya merasa sangat marah pada sikap Sutawijaya. Kemudian Ki Ageng Panjawi mendapat kekuasaan di Jepara. Lalu Sutawijaya mwngirimkan pasukan untuk mencegat dan membawa pulang Raden Pabelan.

Raja Gowa. dan Aru Palaka harus diakui sebagai Raja Bone. Mataram merdeka dan menjadi kasultanan yang berdaulat pada tahun 1586 dengan sultannya yaitu Sutawijaya dengan gelar Senopti Ing alaga Saidin Panatagama atau kadang disebut Panembahan Senopati. Hasanuddin berhasil memperluas wilayah kekuasaan Makassar baik ke atas sampai ke Sumbawa dan sebagian Flores di selatan. Kerajaan Gowa dan Tallo sering disebut sebagai Kerajaan Makassar. Berakhirlah Pajang dan dimulainya pemerintahan Mataram Islam. Atas usulan dari Sunan Kudus. Hal ini merupakan ancaman bagi Belanda sehingga sering terjadi pertempuran dan perampokan terhadap armada Belanda. Karena posisinya yang strategis di antara wilayah barat dan timur Nusantara.merupakan putra Adiwijaya mungkin bisa menjadi sultan. raja Bone. Sutawijaya mengiyakan dengan perjanjian antara mereka berdua yaitu semua hak dari Benowo akan diberikan kepada Sutawijaya. Dan Sutawijaya menjadi sultan di Mataram. Kerajaan Makassar memiliki pelaut-pelaut yang tangguh terutama dari daerah Bugis. Kedua kerajaan ini kemudian bersatu. Kerajaan Gowa-Tallo Kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan sebenarnya terdiri atas dua kerjaan: Gowa dan Tallo. menjadi perdana menteri bergelar Sultan Abdullah. . Karaeng Mantoaya. Isi perjanjian itu ialah: Belanda mendapat monopoli dagang di Makassar. Akhirnya Pajang ditinggalkan dan tidak diurusi lagi. Mulai saat itu Pajang mengalami kekosongan kekuasaan. adipati Demak mendapat tahta atas Demak. Raja yang terkenal dari kerajaan ini ialah Sultan Hasanuddin (1653-1669). Si Ayam Jantan dari Timur itu menyepakati Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Karena merupakan bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur. Benowo merasa diperlakukan tidak adil. Sedangkan Benowo menjadi adipati Jipang. tapi dia hanyalah putra dari selir atas perkawinannya dengan putri Trenggana. Mereka inilah yang memperkuat barisan pertahanan laut Makassar. Sutawijaya yang berhak atas Pajang tidak mau menetap di Pajang karena dia juga sudah memiliki keraton sendiri di Mataram. Hasanuddin bercita-cita menjadikan Makassar sebagai pusat kegiatan perdagangan di Indonesia bagian Timur. Belanda boleh mendirikan benteng di Makassar. Adiwijaya memiliki seorang putri yang dinikahi oleh adipati Demak. Belanda kemudian menyerang Makassar dengan bantuan Aru Palaka. menjadi raja bergelar Sultan Alauddin dan Raja Tallo. Daeng Manrabia. dia meminta bantuan kepada Sutawijaya untuk menyerang adipati Demak sehingga kekuasaan Pajang ada pada tangannya. Akhirnya adipati Demak dapat diringkus dan dipulangkan ke Demak. Karena pusat pemerintahannya terdapat di Makassar. Benowo menjadi bawahan dari Sutawijaya. Kerajaan Gowa dan Tallo menjadi bandar utama untuk memasuki Indonesia Timur yang kaya rempah-rempah. Belanda berhasil memaksa Hasanuddin. Makassar harus melepaskan jajahannya.

Ternate dan Tidore hidup berdampingan secara damai. sebuah tata hukum niaga dan perniagaan dan sebuah naskah lontar yang ditulis oleh Amanna Gappa. Kerajaan Ternate dan Tidore Ternate merupakan kerajaan Islam di timur yang berdiri pada abad ke-13 dengan raja Zainal Abidin (1486-1500). Setelah sadar bahwa mereka diadu domba. Dengan berkuasanya kedua bangsa Eropa itu di Tidore dan Ternate. Seram. Mapasomba tidak berkuasa lama karena Makassar kemudian dikuasai Belanda. Portugis yang masuk Maluku pada tahun 1512 menjadikan Ternate sebagai sekutunya dengan membangun benteng Sao Paulo. Hal itu terjadi karena kedua bangsa itu sama-sama ingin memonopoli hasil bumi dari kedua kerajaan tersebut. Sultan Khairun (1550-1570). Ketika diajak berunding oleh Belanda di benteng Sao Paulo. Sumbawa. Sultan Nuku berhasil memperluas pengaruh Tidore sampai ke Halmahera. Namun. Setelah Portugis dan Spanyol datang ke Maluku. Daerah-daerah taklukkannya di tenggara seperti Selayar dan Buton serta di selatan seperti Lombok. kedamaian itu tidak berlangsung selamanya. Penyebaran agama ini mendapat tantangan dari Raja Ternate.Sultan Hasanuddin kemudian digantikan oleh Mapasomba. terjadi pertikaian terusmenerus. dan Flores juga merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya alam. Sultan Khairun kemudian digantikan oleh Sultan Baabullah (1570-1583). hubungan kedua kerajaan membaik kembali. antara kedua kerajaan tersebut terjadi persaingan. Sementara itu. Kerajaan yang terletak di Indonesia Timur menjadi incaran para pedagang karena Maluku kaya akan rempah-rempah. Sulawesi Selatan sendiri merupakan daerah pertanian yang subur. Sultan Khairun juga berhasil memperluas daerah kekuasaan Ternate sampai ke Filipina. Tata kehidupan yang tumbuh di Makassar dipengaruhi oleh hukum Islam. Kehidupan perekonomiannya berdasarkan pada ekonomi maritim: perdagangan dan pelayaran. bahkan Kai di selatan dan Misol di Irian. Zainal Abidin adalah murid dari Sunan Giri di Kerajaan Demak. Kerajaan Tidore berdiri di pulau lainnya dengan Sultan Mansur sebagai raja. Di lain pihak. Semua itu membuat Makassar mampu memenuhi semua kebutuhannya bahkan mampu mengekspor. Namun. Kerajaan Tidore mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Nuku. disusunlah Ade’Allapialing Bicarana Pabbalri’e. Portugis berhasil diusir dari Ternate. Akibatnya. Spanyol yang masuk Maluku pada tahun 1521 menjadikan Tidore sebagai sekutunya. Sultan Khairun dibunuh oleh Portugis. ternyata bangsa Eropa itu bukan hanya berdagang tetapi juga berusaha menyebarkan ajaran agama mereka. bahkan seluruh Sulawesi Selatan. Kerajaan Ternate cepat berkembang berkat hasil rempah-rempah terutama cengkih. . kedua kerajaan berhasil diadu domba. Pada masa pemerintahannya. Karena memiliki pelaut-pelaut yang tangguh dan terletak di pintu masuk jalur perdagangan Indonesia Timur. Keberhasilan itu tidak terlepas dari bantuan Sultan Tidore.

termasuk kesejahteraan masyarakat. Pengaruh Protestan sangat terasa di Maluku bagian tengah dan pengaruh Katolik sangat terasa di sekitar Maluku bagian selatan. Itulah komoditi yang menarik orang-orang Eropa dan Asia datang ke Nusantara. Protestan. dan Islam. terjadi kemunduran di berbagai bidang. dengan berlakunya politik monopoli perdagangan. Namun. Pengaruh Islam sangat terasa di Ternate dan Tidore. Para pedagang itu membawa barang-barangnya dan menukarkannya dengan rempah-rempah. Maluku adalah daerah penghasil rempah-rempah yang sangat terkenal bahkan sampai ke Eropa. Proses perdagangan ini pada awalnya menguntungkan masyarakat setempat. .Dengan masuknya Spanyol dan Portugis ke Maluku. kehidupan beragama dan bermasyarakat di Maluku jadi beragam: ada Katolik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful