BAB I PENDAHAULUAN

1.1 Latar Belakang Epidemiologi gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) kini sudah berada dalam fase transisi karena terjadinya kemajuan yang cukup besar selama tahun 1990-an di dalam peperangan melawan GAKI,terutama dalam bentuk program iodinisasi garam secara nasional. Pada tahun 1999, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) mengestimasikan bahwa dari 191 negara anggotanya, 130 negara menghadapi permasalahan GAKI yang signifikan dengan jumlah total penduduk yang terkena penyakit gondok sebanyak 740 juta jiwa atau 13% dari total populasi penduduk dunia. Pada tahun 1999, dari 130 negara dengan permasalahan GAKI terdapat 98 negara (75%)yang sudah memilki peraturan tentang iodinisasi garam setempat dan 12 negara berikutnya yang kini tengah menyusun draft peraturan tersebut. Sesudah dikeluarkannya peraturan tentang garam dan dengan adanya tanggapan industri garam terhadap paeraturan tersebut, terjadilah peningkatan yang luar biasa dalam pemakaian garam beriodium.keadaan ini menyebabkan penurunan angka prevalensi penyakit gondok. Data terakhir yang ada tentang besaran permasalahan GAKI ditunjukkan oleh angka penyakit gondok pada berbagai kawasan: 20% di Afrika,5% di Amerika,12% di asia tenggara,32%pada daerah Mediteranian bagian timur,15% di Eropa,dan 8% di daerah Pasifik bagian barat.pada tahun 1999, jumlah orang yang berisiko untuk mengalami defisiensi iodium telah berkurang hingga angka lebih-kurang 500 juta.

1.2 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui definisi defisiensi iodium. 2. Untuk mengetahui gambaran klinis defisiensi iodium. 3. Mengetahui metabolisme iodium. 4. Mengetahui referensi asupan untuk iodium. 5. Mengetahui aspek defisiensi iodium pada kesehatan masyarakat. 6. Mengetahui manajemen defisiensi iodium. 7. Mengetahui pengkajian dan pemberantasan gangguan akibat kekurangan iodium.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi Defisiensi Iodium Diagnosis defisiensi iodium harus lebih dilihat sebagai diagnosis kelompok, komunitas, atau populasi ketimbang sebagai hasil penelitian di tingkat perorangan. Meskipun pengukuran yang relevan dilakukan pada sejumlah orang, namun data yang digunakan untuk menginterpretasikan status GAKI adalah data yang dirangkum dari kelompok. Pada forum konsultasi yang diselenggarakan oleh WHO, UNICEF (the United Nations Children’s fund) dan ICCIDD (the International for Council for Control of Iodine Deficiency Dissorder) pada bulan Mei 1999 di Jenewa, indikator outcome berikut ini direkomendasikan bagi penilaian GAKI dan cara pemberantasannya. Definisi status iodium pada suatu populasi yang berdasarkan kadar tengah iodium dalam urine Status Iodium Kadar median (median concentration) iodium dalam urine Defisiensi Iodium yang berat < 20 Defisiensi Iodium yang sedang 20 - 49 Defisiensi Iodium yang ringan 50 - 99 Asupan iodium yang ideal 100 - 200 Lebih dari asupan iodium yang 201 – 299 Adekuat: dapat meningkatkan Risiko hipertiroidisme karena Iodium (IIH; iodine-induced Hyperthyroidism) Asupan iodium yang berlebihan >300 2.1.1 Ekskresi Iodium Dalam Urine Ekskresi iodium dalam urine merupakan indikator yang baik untuk menunjukkan asupan iodium yang paling akhir dari makanan. Sampel urine sehari-hari atau spot urine sample (sampel urine yang diambil saat penelitian) harus diambil dengan menggunakan wadah bebas iodium yang kemudian disegel rapat dan disimpan sebelum dilakukan pemeriksaan analisis. Kita harus berhati-hati agar tidak terjadi kontaminasi selama pengumpulan seluruh sampel dan pelaksanaan pemeriksaan analisis. Kebanyakan laboratorium menggunakan reaksi Sandell-Kolthoff dalam pemeriksaan analisis iodium urine, dan bagi laboratorium yang melaksanakan pemeriksaan dianjurkan untuk turut mengikuti program penjaminana mutu agar akurasi hasil pemeriksaannya dapat

dan pemeriksaan tersebut juga memerlukan waktu yang lebih lama. kadar median iodium dalam darah harus 100 g/l atau lebih dan tidak lebih dari 20% sampel yang kadar iodium urinenya di bawah 50 g/l.1 Menentukan ukuran tiroid melalui palpasi (cobaan) Menentukan ukuran tiroid melalui palpasi memerlukan pelatihan yang seksama dan kolaborasi inisial dengan pemeriksa yang berpengalaman pada pemeriksaan pertama. dengan interval antarperiode yang bervariasi dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun. Nilai cut off untuk mendefinisikan status iodium pada suatu populasi menurut kadar median (median consentration) iodium urine ditunjuk dalam tabel berikut. dan nilai yang digunakan bukan nilai mean melainkan nilai tengah (median value) Untuk memeberantas defisiensi iodium. 2. dan mungkin pula faktor-faktor goitrogenik.kelenjar tiroid dipalpasi dengan memakai jari tangan untuk menelusuri secara hati-hati daerah di sepanjang tepi trakea (pipa suara) di antara kartilago krikoideus (kartilago terbawah laring) dan puncak sternum (tulang dada). Pemeriksaan ultrasonografi merupakan metode yang lebih akurat dan objektif untuk menentukan ukuran kelenjar tiroid.1. ukuran kelenjar tiroid hanya ditentukan melalui inspeksi dan palpasi (rabaan). 2. Kadar iodium dalam urine tidak selalu berkaitan dengan ekskresi kreatinin. pemeriksaan penyakit gondok pada kelompok ini tidak mungkin atau tidak praktis untuk dilaksanakan sekalipun dengan alat ultrasonografi.1. bergantung pada faktor-faktor seperti keparahan serta durasi defisiensi iodium. efektifitas intervensi iodium . Kedua sisi trakea juga harus dipalpasi. diperlukan distribusi frekuensi untuk mendapatkan hasil intrepretasi data yang benar. kendati diperlukan peralatan mahal. Selama berpuluh tahun.2 Ukuran Kelenjar Tiroid Ukuran kelenjar tiroid akan mengalami perubahan secara terbalik sebagai respons terhadap perubahan pada asupan iodium. Sesudah dilakukan inspeksi secara visual. Metode ini tampak menarik karena pemeriksa dapat melakukan pemeriksaan pada sejumlah besar orang dalam waktu yang singkat tanpa menggunakan peralatan yang mahal. . pelatihan ang baik.terjamin. Kelompok sasaran yang dipilih harus tepat untuk penentuan ukuran kelenjar tiroid pada neonatus dan anak prasekolah berukuran kecil. Namun demikian. dengan metode ini terdapat kekhawatiran akan keakuratan diagnosis yang ditegakkan.2.ukuran dan konsistensi kelenjar tersebut dicatat dengan cermat. Karena nilai ioduim urine dari berbagai populasi biasanya tidak terdistribusi secara normal.

pemeriksaan palpasi dapat sedikit di permudah dengan menyuruh orang yang diperiksa itu untuk menelan sehingga menjadi gerakan tiroid ke atas. a) Derajat 0 : kelenjar tiroid tidak teraba atau tidak terlihat b) Derajat 1 : ada massa pada bagian leher yang konsistan dengan kelenjar tiroid yang membesar. dan bersifat khusus. Jika angka ini melampaui 5% pada anak sekolah berusia 6-12 tahun. Biasanya keadaan defisiensi iodium dapat dikoreksi dengan tepat melalui program ionisasi yang efektif. Pemeriksaan ini adalah cara yang lebih akurat untuk mengukur volume kelenjar tiroid jika dibandingkan metode palpasi.1. Kelenjar tiroid dengan kedua lobus lateral yang masing-masing berukuran lebih besar dari falang proksimal ibu jari tangan orang yang diperiksa dapat dianggap sebagai suatu tanda yang menunjukkan penyakit gondok.perubahan noduler dapat terjadi sekalipu kelenjar tiroid tidakl terlihat membesar c) Derajat 2 : pembesaran pada bagian leher yang terlihat ketika leher berada dalam posisi normal dan konsisten dengan kelenjar tiroid yang membesar ketika leher dipalpasi. Ukuran kelenjar tiroid dapat dipilihkan menjadi salah satu dari beberapa kelenjar berikut ini. kecuali jika hal ini terjadi dalam singkat sesudah pelaksanaan program iodinisasi.massa tersebut dapat dipalpasi kendati tidak dapat dilihat ketika leher berada dalam posisi normal serta bergerak ketika orang yang diperiksa melakukan gerakan menelan.pada system tersebut.derajat 1 dibagi lagi menjadi stadium 1a (yang hanya dapat terdektesi dengan palpasi)dan stadium 1b (yang terlihat ketika leher didongakkan secara penuh . derajat 2 dibagi menjadi stadium 11 (yang terlihat ketika leher berada dalam posisis normal) dan stadium III (gondok yang sangat besar dan sudah dapat dilihat pada gerak yang cukup jauh).2. Peningkatan akurasi pada pemeriksaan ultrasonografi terutama berguna untuk membedakan penyakit gondok derajat 0 dengan derajat 1 pada situasi ketika prevalensi gondok yang terlihat cukup kecil dan pada .Jika perlu. Sistem klasifikasi yang berdasarkan pada derajat (grade) ini menggantikan system klasifikasi yang berdasarkan stadium. 2. dikatakan bahwa populasi penduduk tersebut memiliki permasalahan kesehatan masyarakat. sementara itu.2 Menentukan ukuran tiroid melalui ultrasonografi Ultrasonografi merupakan teknik pemeriksaan yang aman tidak invansif. massa yang terlihat dapat meliputi kelenjar-kelenjar noduler sekalipun bukan penyakit gondok). Angka total penyakit gondok dihitung berdasarkan penjumlahan derajat I dan 2. kendati angka gondok sendiri memerlukan waktu yang lama sebelum kembali kepada tingkat yang diterima.

Biasanya pemeriksaan skrining TSH pada neonatus memilki tujuan primer untuk mendeteksi hipotiroidisme kongenital. Karena alasan inilah pemeriksaaan skrining tersebut harus bersifat universal dan tidak boleh melupakan anak-anak yang lahir didaerah terpencil atau didaerah dengan keadaan sosioekonomi yang rendah. Teknik laboratorium untuk memeriksanya sama seperti pada pemeriksaan TSH dan pemeriksaan immunoassay yang lain. gender. Bercak bercak darah pada kertas saring atau sampel serum dapat dipakai untuk mengukur TSH dengan menggunakan pemeriksaan analisis yang sangat peka. Ketika terjadi pembesaran kelenjar tiroid pada keadaan defisiensi iodium. kendati pemeriksaan ini dapat juga digunakan sebagai indikator nutrisi iodium dalam masyarakat. Namun demikian. Nilai normatif bagi populasi yang sedang diteliti harus ditetapkan dahulu. Peralatan ultrasonografi portabel sudah tersedia dipasaran dan harus digunakan dengan tranducer 7. Oleh karena itu. kadar TSH pada anak usia sekolah dan orang dewasa buka indicator yang baik untuk defisiensi iodium.5 Mhz oleh operator yang terlatih dengan ketrampilan yang sudah terstandarisasi. Sampel darah dapat diambil dari tali pusat pada saat bayi dilahirkan atau dengan menusuk tumit sesudah bayi itu lahir (biasanya setelah 72 jam).3 Tyroid.tidak ada nilai normatif universal untuk menentukan volume tiroid pada anak yang mengalami replete iodium kecuali volume kelenjar tiroid pada anak sekolah diEropa yang berusia 6-15 tahun dapat menggambarkan usia.1. dan pemakaian dalam survei berbasis sekolah tidak direkomendasikan. . Pemeriksaan TSH darah bercak darah pada neonatus merupakan indicator yang berharga untuk menentukan keadaaan defisiensi iodium karena kelenjar tiroid neonatus memiliki simpanan iodium yang terbatas sehingga defisiensi yang ringan sekalipun sudah dapat meningkatkan sekresi TSH. atau sebagai indicator surveilens.stimulating hormone dan thyroglobulin TSH (Tyroid.pemantauan program pengendalian iodium sata volume kelenjar tiroid diharapkan akan mengecil setelah beberapa waktu. dalam kondisi tertentu. Kadar PSH akan meningkat pada keadaan defisiensi iodium sebagai bagian dari system umpan balik (feedback system) yang melibatkan hormon-hormon yang terkait dengan kelenjar tiroid.stimulating hormone) dan thyroglobulin dapat digunakan sebagai indicator untuk menilai GAKY. kendati belum dikembangkan secara komersial. 2. Teknik tersebut memberikan hasil yang baik ketika diaplikasikan pada bercak darah. peningkatan tersebut tidak begitu besar kecuali jika terjadi defisiensi yang sedang atau berat. dan luas permukaan tubuh. thyroglobulin akan dilepas dengan jumlah besar sehingga terjadi peningkatan kadar thyroglobulin didalam sirkulasi darah.

Kadar T4 serum pada defisiensi iodium secara khas lebih rendah. Kelenjar tiroid. penyakit gondok bukanlah gangguan yang serius. Seseorang dianggap menderita penyakit gondok jika kelenjar tiroidnya membesar hingga ukuran lobus lateral kelenjar tersebut melebihi ukuran falang terminalis ibu jari tangan orang yang diperiksa itu.4 Indikator lain defisiensi iodium Ketrinisme mengindikasikan besarnya permasalahan GAKY hanya jika kretinisme tersebut cukup besar. . Ketika ukurannya menjadi lebih besar lagi. atau gondok yang membesar (penyakit gondok. memerlukan biaya yang lebih besar serta tidak begitu sensitive jika dibandingkan dengan indicator lainnya.1. tumpang tindih keduanya mengurangi kegunaan hormon-hormon ini dalam menilai GAKY.2 Gambaran Klinis Pasokan iodium yang suboptimal dari makanan mengakibatkan infusiensi sintesis hormon tiroid dan pada hipotiroidisme. kelenjar tiroid dengan ukuran tersebut masih belum terlihat tetapi dapat dipalpasi. kelenjar tiroid tersebut akan terlihat. namun. Jika terjadi pembesaran kelenjar tiroid.2. keadaan ini mungkin membuat penampilan orang yang mengalaminya itu tidak menarik. Pada umumnya. kasus sering tersembunyi dank arena usia harapan hidup enderita kretinisme sangat bervariasi maka data insidens mungkin lebih cepat dari data prevalensi. Menentukan kadar hormone tiroksin tiroid (T4) dan triiodotironim (T3) dalam serum berbagai indikator defisiensi iodium biasanya jarang direkomendasikan karena tes ini sulit dilaksankan. 2. dengan konsekuensi sulit mencari suami atau istri. goiter) merupakan manifestasi defisiensi iodium yang paling nyata dan berfungsi sebagai penanda biologis yang berpotensi untuk menunjukan keberadaan GAKI yang lain. Pada tahun 1990 diestimasikan terdapat lebih dari 200 juta orang terutama tinggal di negara berkembang. Prevalensi serta keparahan penyakit gondok bertambah bersamaan dengan keparahan defisiensi iodium. dan kadar T3 serum lebih tinggi jika dibandingkan dengan populasi penduduk yang normal. memiliki penyakit gondok yang dapat dilihat. dan menjadi permasalahan yang hampir universal pada populasi dengan asupan iodium dengan kurang dari 10 µg/hari. keadaan ini menyebabkan berbagai macam kelainan yang secara kolektif dikenal dengan sebutan GAKI. Keadaan tersebut relatif jarang dijumpai dan sulit didiagnosis (khusus pada kasus yang gejalanya tidak jelas).

70-80% ditemukan dalam kelenjar tiroid.3 Metabolisme Iodium Satu–satunya fungsi iodium yang diketahui dalam tubuh adalah untuk sintesis hormon tiroid yang berlangsung didalam kelenjar tiroid. jika sebuah molekul DIT terangkai dengan molekul DIT yang lain. Kenaikan TSH dapat disebabkan oleh defisiensi iodium atau terjadi karena kecacatan congenital paa sintesis tiroksin dan insidensnya adalah 1:4000 kelahiran. Jika pasokan iodium ke dalam kelenjar tiroid sangat terbatas. terbentuklah triiodotironin (T3). hormo T3 dan T4 dilepas dari kelenjar tiroid tersaebut melalui proses proteolisis. terbentuklah tetraiodotironin atau tiroksin (T4). hormon T4 tetap rendah dan TSH meninggi. sekresi TSH akan meningkat dan begitu pula sebaliknya. Dari 15-20 mg iodium didalam tubuh. Dalam sel – sel kelenjar tiroid. Mekanisme ini merupakan mekanisme transportasi aktif yang mempertahankan gradient 100:1 atara sel – sel kelenjar tiroid dan cairan ekstrasel. iodium dioksidasi oleh hydrogen peroksida yang berasal dari system peroksidase tiroid. Pembesaran kelenjar tiroid ini dinamakan goiter atau penyakit gondok. Pada defisiensi iodium yang berat. Setelah diambil oleh sel – sel kelenjar tiroid. Dari sirkulasi ini sel – sel kelenjar tiroid mengambil senyawa iodide tersebut melalui pompa iodium (sodium/iodine symporter) di bawah pengendalian TSH yang dilepas oleh kelenjar hipofisis. Ada suatu mekanisme umpan balik (feedback mechanism) ketika kadar T4 yang meningkat akan menghambat secara langsung sekresi TSH dan melawan kerja TRH (Gambar 12. Kemudian senyawa iodida disatukan kedalam molekul tirosin dari tiroglobulin untuk membentuk monoidotirosin (MIT) dan diiodotirosin (DIT) (Gambar 12. ketika kadar T4 dalam darah menurun. iodium dilepaskan kedalam koloid kelenjar tiroid dan ditempat ini. gambaran T4 yang rendah dan TSH yang tinggi mengindikasikan hipotiroidisme. Jadi. Tiroglobulin kemudian diambil oleh sel – sel kelenjar tiroid melalui sebuah proses yang dikenal sebagai pinositosis. kelenjar tersebut akan memproduksi lebih banyak T3 (yang bekerja lebih aktif dari pada T4) sementara produksi T4 . Iodium diabsorbsi dengan cepat dari dalam usus dan kemudian diedarkan melalui sirkulasi darah dalam bentuk senyawa iodide anorganik plasma (PII. dan jika yang dirangkaikan itu adalah MIT denga DIT. plasma inorganic iodide). yang sekresinya distimulasi oleh thyrotropin-releasing hormone (TRH) dari hipotalamus.2.3).2). Gradien ini dapat menigkat menjadi 400:1 pada keadaan dafisiensi iodium. Peningkatan kadar TSH pada keadaan defisiensi iodium menstimulasi aktivitas sel – sel kelenjar tiroid sehingga terjadi hipertrofi dan hiperplasia sel-sel tiroid dan menghasilkan pembesaran kelenjar tiroid. Hormone ini memainkan peranan yag penting dalam pengaturan metabolism. Sekresi T3 dan T4 dari kelenjar tiroid berlangsung dibawah pengaruh TSH.

Jika pasokan iodium pada kelenjar tiroid sangat terbatas. Jika kadar T4 rendah. sesudah masa ini. perlu dicatat bahwa otak hanya dapat mengambil T4 dan bukan T3 sehingga fungsi otak akan berpengaruh jika kadar T4 rendah sekalipun kadar T3 mungkin cukup untuk melaksanakan fungsi hormon tiroid pada organ serta jaringan tubuh yang lain. Asupan iodium dari makanan yang direkomendasikan oleh WHO/UNICEF/ICCIDD (2001) .2. Kendati demikian. Jadi. Hipotamalus yang bertanggung jawab atas produksi TRH terbentuk pada usia kehamilan antara minggu ke-10 dan ke-30. Referensi Asupan Untuk Iodium 1.menjadi lebih sedikit.Kebutuhan iodium dan sumbernya Asupan iodium yang dianjurkan dari makanan (atau AKG iodium) untuk berbagai umur dan bagi ibu hamil serta menyusui terdapat dalam tabel 12. Sesudah usia kehamilan 12 minggu. hingga usia kehamilan sekitar 20 minggu. (reserve T3 kurang mengandung atom iodium pada cincin bagian dalam molekul tersebut sehingga berbeda dengan bentuk T3 normal yang kekurangan atom iodium pada cincin bagian luarnya. Denga demikina kenaikan kadar tiroglobulin akan menjadi calon indicator untuk menunjukan defisiensi iodium yang sudah berlangsung selama berbulan – bulan atau bertahun – tahun. Kadar bentuk T3 yang normal masih rendah karena keberadaan enzim 5-deiodinase (tipe III atau ID-III) mengakibatkan pembentukan reserve T3. Selenium merupakan komponen enzim 5’-deiodinase (ID-I serta ID-II) dan 5deiodinase (ID-III). maka kelenjar tersebut akan melepaskan tiroglobulin kedalam sirkulasi darah yang sebagian diantaranya tidak mengandung hormon tiroid (T3 atau T4).. Dari penelitian yang dilakukan di Republik Demokratik Kongo (dahulu bernama Zaire) terdapat bukti bahwa defisiensi selenium dapat memicu GAKI di daerah yang kekurangan iodium dan selenium. janin akan bergantung pada ibu untuk mendapat pasokan T4 . janin akan memproduksi TSH-nya sendiri yang dapat menstimulasi produksi T4 dalam tubuh janin. Sesaat sebelum bayi lahir terjadi perubahan system enzim yaitu dari ID-III menjadi 5’-deiodinase (deiodinase tipe I atau ID-I) yang memproduksi bentuk T3 yang normal. lihat Gambar 12. jaringan sasaran (target tissue) juga mengubah T4 menjadi T3.2 Reserve T3 merupakan hormon inaktif sementara T3 yang normal bekerja lebih aktif daripada T4). terbentuk kelenjar tiroid dan hipofisis yang masing-masing bertanggung jawab atas produksi T4 dan TSH.

kategori Bayi. hujan. serta telur. sayuran. ubi jalar. Sebagian iodium yang diperoleh dari tanah akan masuk kedalam air minum serta sejumlah kecil iodium masuk ke dalam tanaman.4. Siklus ekologis iodium di alam dimulai dalam bentuk uap air laut (yang mengandung iodium) yang dibawa oleh angin dan awan ke wilayah daratan. Substansi yang berasal dari bakteri kaliformis juga bersaing dengan kelenjar tiroid di dalam pengambilan iodium dan penyatuaan iodium kedalam hormon-hormon tiroid. 2.0-59 bulan Anak sekolah. asupan iodium didaerah tersebut terutama bergantung pada kandungan iodium dalam lahan yang menjadi tempat tinggal penduduk. dan sungai melarutkan kembali iodium dan membawanya ke laut. buah. . singkong). daging. susu. Goitrogen yang menghasilkan substansi yang bersaing dengan kelenjar tiroid dalam mengambil iodium meliputi senyawa-senyawa glikosida sianogenik yang terdapat dalam ketela(kasava. Glikosida siagonik melepas sianida yang membentuk tiosianat dan senyawa tiosianat ini bersaing dengan kelenjar tiroid didalam mengambil iodium. lima beans. hewan. didaerah tempat makanan laut tidak biasa dikonsumsi dan tidak terdapat garam beriodium. dengan demikian makanan laut seperti ikan. 6-12 tahun Asupan (µg/hari) 90 120 Anak-anak > 12 tahun dan orang 150 dewasa Ibu hamil dan menyusui Direproduksi dengan izin dari WHO 200 Laut merupakan sumber utama iodium. kacang-kacangan. Uap air laut ini akan jatuh sebagai air hujan yang sebagian akan menggantikan iodium yang hilang pada lapisan permukaan tanah kendati salju. banjir. dan produk yang dihasilkan seperti sereal. rebung. dan millet.2 Sumber iodium dari makanan Pengambilan iodium oleh kelenjar tiroid dan pelepasan hormon tiroid dari kelenjar tersebut dapat dihambat oleh tiga macam goitrogen. Defisiensi iodium merupakan keadaan yang prevalen di daerah pegunungan dan wilayah lain tempat terjadinya penapisan tanah (leaching of the soil) dan tempat dengan kandungan iodium yang rendah di dalam tanah serta air yang biasa dipakai untuk minum dan irigasi tanaman pangan. Oleh karena itu. kerang-kerangan serta rumput laut yang dapat dimakan merupakan sumber pangan yang kaya akan iodium. jagung.

asupan iodium sehari-hari harus ditingkatkan sebanyak 50-100 µg. defisiensi mental)defek psikomotor Penyakit gondok neonates Hipotiroidisme neonates Peningkat kerentanan terhadap radiasi nuklir Penyakit gondok Hipotiroidisme juvenilis Gangguan fungsi mental Retardasi perkembangan fisik Peningkatan kerentanan terhadap radiasi nuklir Penyakit gondok dengan komplikasi seperti gangguan bernapas dan menelan Neonates Anak dan remaja . Periode defisiensi iodium yang paling kritis terjadi selam usia janin dan awal usia kanakkanak ketika otak yang sedang berkembang sangat rentan. Aspek Defisiensi Iodium Pada Kesehatan Masyarakat 1. lahir mati. bit. manifestasi defisiensi iodium pada segala usia dianggap sebagai permasalahan yang sanga penting karena keadaan ini dapat dicegah.Goitrogen penghasil substansi yang mencegah (secara non kompetitif) pengambilan iodium oleh kelenjar tiroid adalah goitrin (5-vinil-2-tiooksazolidindion). tanaman ini juga memproduksi tiosianat yang memiliki efek serupa dengan efek sianida seperti yang disebutkan diatas.Implikasi defisiensi iodium pada kesehatan masyarakat Dari sudut pandang kesehatan masyarakat. kelainan congenital peningkatan mortalitas perinatal danbayi kretinisme neurologi (defisiensi mental. Goitrogen penghasil substansi yang mencegah proteolisis hormon tiroid dari trioglobulin meliputi iodida yang berlebihan dan substansi dari beberapa jenis rumput laut. mustard) dari famili Crucifarae. diplegia spastic. mustime tuli. Goitrogen tersebut bukan hanya menghalangi penyatuan iodium kedalam hormon tiroid tetapi juga menghambat proses perangkaian untuk menghasilkan hormon T₄. Spekrtum Gangguan Akibat Kekurang Iodium (GAKI) Pada Berbagai Tahap Kehidupan Tahap kehidupan Janin Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) Abortus. Jika ketersediaan hayati iodium sangat rendah karena adanya zat-zat goitrogenik dalam makanan. Karena bersifat nonkompetitif. Goitrin dihasilkan oleh tanaman genus Brasicca (kubis. proses penghambat tersebut tidak dapat diatasi dengan meningkatkan asupan iodium dari makanan. terutam terhadap kekurangn iodium dan konsekuensinya sebagai produksi hormon tiroid menjadi tidak cukup. juling) Kreatinisme miksedema (dwarfisme.

maupun dari semua bentuk bahan kimia yang mengandung iodium. Meskipun perhatian terhadap defisiensi iodium dalam tahun-tahun sebelumnya berfokus pada penyakit gondok endemik. Lebih lanjut. meliputi AS. larutan Lugol . Dengan demikian. membawa resiko terjadinya IIH pada orang rentan. bahkan dengan konsentrasi fisiologi yang normal. IIH endemik tampaknya merupakan fenomena temporeryang berhubungan dengan program garam beriodium yang dimulai terlalu cepat pada GAKI berat. beberapa penelitian melaporkan perbaikan nilai tes IQ yang dilakukan diantara anak-anak yang mendapat suplemen iodium.Orang dewasa Hipotiroidisme Gangguan fungsi mental Hipertiroidisme karena iodium (IIH. Karena manfaat program iodinisasi garam bagi populasi secara keseluruhan jauh melebihi resiko timbulnya IIH pada beberapa orang maka tindakan pendekatan yang yang terakhir adalah dengan melanjutkan . obat-obatan. Iodium dari segala sumber. Brazil. Penambahan iodium pada asupan dasar atau asupan normal. air minum. namun perhatian tersebut kini sudah beralih kepada efek yang ditimbulkan oleh hipotiroksinemia terhadap perkembangan otak dan sistem saraf pusat dalam periode waktu dari usia kehamilan 15 minggu hingga usia bayi 3 tahun. Akibat efek neurologis pada anak-anak di daerah kekurangan iodium dapat juga dilihat melalui intelegence quotient (IQ) yang rendah. dan paling akhir Zimbabwe serta Republik Demokratik Kongo. pada nilai sekolah yang buruk. IIH (iodine-inducedhypertthyroidism. yaitu IQ antara 10-15 poin. atau pemakaian minyak beriodium dalam tahun 1920-an. serta penurunan kemampuan belajar. Austria. IIH telah terjadi pada banyak negara. iodine-induced hyperthyroidism) Peningkatan kerentanan terhadap radiasi nuklir Dampak semua kelainan ini pada kelompok masyarakat dapat disaksikan melalui produktivitas kerja yang lebih rendah dan kebutuhan yang lebih tinggi akan pelayanan sosial. minyak beriodium. akan membawa resiko terjadinya hipertiroidisme. Setelah palaksanaan iodinisasi pada garam atau roti. IIH dianggap sebagai salah satu bentuk GAKI. hipertiroidisme yang timbul karena iodium) merupakan efek samping yang penting dan terjadi pada beberapa individu yang rentan sebagi akibat dari peningkatan asupan iodium yang cepat. Australia (Tasmania). Perubahan ini bersifat permanen dan dapat menimbulkan cacat neurologis yang permanen. makanan yang mengandung iodium. Ekuador. Belanda. baik yang berasal dari garam beriodium.

Akibat IIH yang lain. pada orang-orang yang menderita penyakit Grave dan tinggal di daerah dengan defisiensi iodium berat ditangani melalui program fortifikasi atau suplementasi iodium. hipertensi sistolik. gagal jantung. dan kardiomiopati. Berbeda dengan keadaan kebalikannya pada hipotiroidisme terjadi ketika dalam sirkulasi darah terdapat hormon T3 dan T4. peristiwa yang kritis dalam proses terjadinya IIH adalah otonomi fungsi kelenjar tiroid. Manifestasi IIHyang paling berat terlihat pada jantung ketika palpitasi menjadi gejala simptom kardiak yang paling sering ditemukan. sekalipun demikian. Area fokal atau yang lebih sering nodul tunggal atau banyak. dan alergi terhadap panas.pembuatan gambar kelenjar tiroid (thyroid imaging) yang terdiri atas pemeriksaan USG dengan tranduscer 5 MHz (atau frekuensi yang lebih tinggi) dan pengamatan dengan radioaktif (scintigraphy) sangat berguna untuk membedakan tipe penyakit tiroid yang mendasari dan melihat struktur serta fungsi kelenjar tiroid tersebut. dengan penyakit gondok multinoduler (toxic nodular goiter) yang sudah ada sebelumnya. kita harus melanjutkan penemuan ini dengan tes biokimia. Efek ini dapat meliputi kegelisahan. pada manula. kelemahan otot. Jika efek klinis tirotoksikosis terlihat pada penyakit gondok atau pada orang yang asupan iodiumnya baru saja ditingkatkan. penurunan berat badan. seperti pengukuran kadar TSH yang sangat sensitif dan pemeriksaan keseluruhan T3dan T4 free T3 danT4 bebas.program iodinisasi dan diberitahu tentang diagnosis dan penanganan IIH. . Tirotoksitosis mengacu kepada efek klinis yang terjadi karena kelebihan hormon tiroid tanpa memeperhitungkan penyebabnya. fibrilasi atrium. Oleh karena itu. Pemeriksaan biokimia lainnya adalah tes pengambilan resin T3.pemeriksaan kadar trioglobulin dan antibodi tiroid. Otonomi dapat diartikan sebagai keadaan bekerjanya sel-sel folikuler dalam kelenjar tiroid tanpa adanya efek stimulasi fisiologis yang normal. meliputi takikardiak. Orang-orang yang menderita eutiroid dengan fokus fungsional tiroid yang otonom dapat juga mengalami hipertiroidisme jika tersedia iodium dalam jumlah yang cukup.Jika dapat dilakukan. khususnya wanita usia lanjut. Kendati efek inhibisi yang ditimbulkan oleh kenaikan hormon tiroid pada kelenjar hipofisis menyebabkan penekana sekresi TSH. pada kelenjar tiroid menjadi otonom dan menghasilkan hormon dalam jumlah yang berlebihan. ansietas. IIH paling banyak terjadi. namu sekresi hormon tiroid yang tidak terkontrol terus terjadi selama iodida tersedia dalam jumlah yang cukup. mudah lelah. Diagnosis klinis IIH sering tidak jelas karena kesamaan keluhan karena dan gejala yang tedapat antara IIH dengan beberpa penyakit infeksi lainnya atau dengan proses penuaan serta penyakit kronis. berkeringat.

Garam yang dipilih bagi tujuan tertetntu dapat ditargetkan untuk program iodinisasi. dan asupan garam rata-rata adalah 10 gram per orang per hari. . Penggunaan garam beriodium Selama bertahun-tahun. dan para pejabat kesehatan harus memastikan dahulu pemantauan penggunaan garam beriodium yang benar sudah dilaksanakan secara rutin. Kehilangan dan kebutuhan iodium sesuai dengan kondisi suatu daerah harus ditentukan. dan ICCIDD merekomendasikan bahwa untuk memberikan lebih kurang 120-140 g iodium/hari. kadar iodium dalam garam pada saat diproduksi harus berkisar 20-40 mg iodium per kilogram garam. Kebjakan bersama yang dibuat WHO.biasanya pasien IHH ditangani dengan obatobatan antitiroid. sementara 20% lainnya hilang pada saat memasak. UNICEF.yaitu:  Pendekatan berbasis pangan  Penggunaan bahan pangan alami Mengingat defisiensi iodium biasanya terjadi karena kekurangan iodium dalam air minum.dalam tanah dan air yang menjadi tempat tumbuhnya tanaman pangan bagi konsumsi manusia serta hewan ternak maka pemilihan bahan pangan yang alami untuk meningkatkan asupan iodium atau untuk mengurangi konsumsi goitrogen umumnya tidak dianggap sebagai cara mengatasi defisiensi iodium biasanya jauh lebih efektif.terapi iodium radioktif pembedahan dengan tindakan berkelanjutan jangka panjang.Setelah diagnosis positif ditegakkan. Kalim iodat atau iodida dapat dipakai untuk fortifikasi. penggunaan garam beriodium sudah dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk memeberantas GAKI di sejumlah besar negara. Rekomendasi ini mengasumsikan bahwa 20% iodium akan hilang dalam perjalanan dari tempat produksi hingga rumah tangga.strategi yang diputuskan bergantung pada :  Keparahan GAKI  Aksesibilitasi target populasi  Sumber-sumber yang tersedia  Program dapat meliputi satu atau kedua strategiberikut ini. Manajemen Defisiensi Iodium Salah satu atau kombinasi dari sejumlah strategi dapat diputuskan untuk memberantas defisiensi iodium pada sebuah negara tertentu. tetapi garam iodat lebih cocok pada iklim panas seta lembap karena stabilitas garam ini lebih besar.

program iodinisasi air irigasi telah meningkatkan status iodium pada wanita dan menurunkan angka mortalitas nonatus serta bayi Fortifikasi susu formula bayi Dari sudut informasi tentang fungsi kelenjar tiroid dan fisiologi bayi prematur. kandungan iodium pada banyak susu formula bayi tampaknya kurang memadai. Fortifikasi pakan ternak GAKI pada hewan sedang mendapat banyak perhatian karena peningkatan status iodium pada hewan ternak ternyata memperbaiki kesehatan hewan tersebut dan produktivitas ekonominya. Jadi. Ketika penggunaan iodophores dibatasi keadaan defisiensi iodium dilaporkan telah muncul kembali di Inggris. biasanya dengan ditambahkan pada garam. Fortifikasi produk pangan lainnya Pada sejumlah negara seperti misalnya Inggris (UK). dalam kaitannya dengan konsentrasi akhir di dalm formula yang telah disiapkan. Karena bayibayi prematur di banyak negara mengalami kekurangan iodium maka ICCIDD mengeluarkan rekomendasi pada tahun 1992 bahwa tingkat fortifikasi pada susu formula untuk bayi pematur dan formula pemula. pemberantasan defisiensi iodium dilaksanakan bukan melalui perencanaan (jadi. berbagai produk susu dan telur. Pendekatan nutraseutikal (produk pangan dengan zat gizi tambahan) 1 . Bahan pangan lainnya juga sudah diselidiki untuk dijadikan sebagai pembawa iodium seperti misalnya terasi (fish paste) di Thailand dan gula pasir di Sudan. atau garam itu tersedia. masing-masing harus sebesar 200 g/l dan 100 g/l. Kita harus berhati-hati untuk memastikan apakah jumlah iodium yang digunakan. program pengendalian defisiensi iodium bagi manusia juga harus mengatasi persoalan kekurangan iodium pada hewan ternak.Iodinisasi air minum Pendekatan dengan menggunakan bebagai jenis alat iodinator ini terbukti memberikan hasil memuaskan di sebagian daerah dengan syarat bahwa kadar iodiumnya tidak boleh terlalu tinggi. keberadaannya tidak menjangkau daerah- .Penggunaan minyak beriodium Pada sebagian negara berkembang dengan kondisi GAKI yang sedang atau berat tidak selalu tersedia garam beriodium. Pada suatu daerah yang mengalami kekurangan iodium di Cina. Memperbaiki status iodium pada hewan juga akan meningkatkan status iodium pada manusia yang mengkonsumsi produk hewan seperti daging. sudah cukup untuk mengatasi keadaan defisiensi tanta menimbulkan pemberian yang berlebihan. dilaksanakan secara kebetulan) melalui pemakaian bahan iodohores (bahan deterjen yang mengandung iodium) untuk membersihkan mesin pengolahan susu dan melalui suplementasi pada iodium pada pakan ternak sapi perah.

Penggunaan larutan kalium iodida Larutan kalium iodida 10 % mudah dibuat. Iodida dengan takaran lebih kurang 30 mg yang diberikan sebulan sekali atau dengan takaran 8 mg setiap 2 minggu sekali dapat diberikan dengan mudah sebagai larutan biasa di dalam botol berpipet. Ketersediaan iodium yang sebenarnya dari garam beriodium tersebut ditingkat konsumen . pemberian obat cacing harus dilakukan sebelum program tersebut. Idealnya. bagian ini akan berfokus pada indikator proses yang menilai program iodinisasi garam nasional. akan meningkatkan durasi efektifitas minyak beriodium ini. Indikator Proses Beberapa strategi kesehatan masyarakat telah diimplementasikan secara global untuk memberantas GAKI pada suatu komunitas atau basis populasi. dapat segera tersedia. Efektifitas pengguanaan minyak beriodium yang diberikan per oral tampaknya lebih bertambah ketika digunakan minyak tak jenuh tunggal. Pengakajian dan Pemberantasan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium Indikator yang dipakai untuk menilai GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium) dan pemberantasannya dapat dibagi lagi menjadi indikator proses dan indicator outcome. indikator proses mengukur faktor – faktor yang memainkan peranan kausal dalam timbulnya respons indicator outcome. Parasit intestinal ditemukan menghambat penyerapan minyak beriodium. Garam iodinisasi melalui penambahan kalium iodide atau kalium iodat dengan jumlah yang tetap dalam bentuk preparat padat kering atau larutan cair pada saat produksi. Dalam rangkaian temporal kejadian. Idealnya. seperti minyak rapeseed dan minyak kacang jika dibandingkan dengan minyak poppyseed seperti yang lazim dipakai. maka penanganan defisiensi iodium dengan minyak beriodium menjadi sangat efektif. baik indicator proses maupun outcome harus diikutsertakan sebagai variable dalam mengkaji situasi GAKI pada sebuah komunitas atau negara. Iodium dengan takaran tinggi dapat disuntikkan secara intramuskuler atau diberikan per oral dalam bentuk minyak beriodium dengan penyerapan yang lambat. jika kita akan menggunakan minyak beriodium untuk mengendalikan keadaan defisiensi iodium. dan merupakan car pendekatan alternatif yang sederhana serta murah ketika metode utama (pemberian garam dan minyak beriodium) yang dipakai untuk mencegah dan mengendalikan defisiensi iodium tidak dapat tersedia dengan segera.daerah terpencil. gagal atau bukan merupakan tindakan yang praktis. baik indikator proses maupun outcome. Jadi. Strategi yang paling universal adalah iodinisasi garam dan karena itu. Pada keadaan ketika strategi suplementasi iodium yang lain.

garam yang dipakai dalam rumah tangga itu mengandung denga kadar lebih dari 15mg/kg garam. Faktor – faktor ini meliputi jumlah iodium yang ditambahkan selama proses iodinisasi. jumlah iodium yang hilang akibat garam yang terkontaminasi. proporsi ini harus melampaui 90%. Pengukuran kandungan iodium tersebut dapat dilaksanakan pada satu atau lebih dari 3 tingkat ini. diasumsikan bahwa konsumsi garam per hari berkisar antara 5 dan 10 ggram per orang pada sebagian besar populasi. diperlukan pula cakupan garam beriodium di tingkat rumah tangga sebagai sampel representatif suatu komunitas atau populasi. yaitu pada tempat produksi (atau pada tempat masuk jika garam diimpor dari luar). Secara umum. Hasil observasi terhadap kadar iodium dalam garam dan proporsi rumah tangga yang mengonsumsi garam beriodium secara adekuat akan diinterpretasikan lebih akurat jika jumlah garam yang dikonsumsi setiap orang diketahui. logistic dan aksesibilitas akan menentukan ditingkat manakah pengkajian harus dilakukan. pada tingkat pengencer dan pada tingkat rumah tangga. Idealnya. Cakupan (coverage) mengacu kepada proporsi rumah tangga yang menggunakan garam beriodium secara adekuat atau dengan kata lain. didalam pengkajian situasi GAKI. serta kehilangan iodium selama pemrosesan pangan dan pemasakan di rumah tangga. Faktor–faktor seperti tujuan pengkajian. kendati untuk tujuan pemantauan di tingkat rumah tangga dapat digunakan pula perangkat tes cepat (rapid test kid) untuk menunjukan secara kualitatif apakah garam yang digunakan dalam rumah tangga sudah beriodium atau belum. distribusi iodium yang tidak merata dalam garam iodium pada masing – masing batch atau kantong (akibat pencampuran yang tidak efisien). Indicator proses memberikan ukuran seberapa jauh program iodinisasi garam telah dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan dan menunjukan apakah akan terdapat hasl pengamatan pada indicator outcome yang sesuai harapan atau tidak. Dengan demikian. Selain mengukur kadar iodium dalam garam. kita harus mengukur kandungan iodium dalam garam beriodium. Namun asumsi ini mungkin tidak valid pada sebagian populasi yang mengonsumsi . kondisi pengemasan dan lingkungan selama penyimpanan dan distribusi. Perangkat tes yang digunakan baru – baru ini tidak memberikan ukuran kuantitatif yang akurat untuk kadar iodium dalam garam. Biasanya informasi yang paling berguna akan diperoleh di tempat produksi dan di tingkat rumah tangga.dapat bervariasi dalam kisaran yang luas sebagai akibat dari beberapa factor. Hasil–hasil yang paling akurat didapat melalui iritasi. Kehilangan iodium karena garam beriodium yang disimpan dalam kemasan berpori dapat berkisar dari 30% hingga 80% untuk periode waktu 6 bulan dibawah kondisi iklim yang panas dan lembab.

2.garam dengan jumlah cukup banyak karena kebiasaan nutrisi kultural mereka. seperti pengetahuan tentang bayi dengan kretinisme. Meskipun sulit untuk menetapkan konsumsi garam per hari dalam sebuah populasi. meliputi:  Sekresi iodium dalam urine  Ukuran kelenjar tiroid. angka prevalensi dan distribusi GAKI harus sudah diketahui terlebih dahulu. atau pada sebagian populasi lainnya. Jika tidak terdapat data survei nasional tentang GAKI. yang karena tingkat sosioekonomi yang rendah. dapat digunakan informasi berupa data yang menggambarkan keadaan keseluruhan seperti data nasional tentang GAKI atau data dari beberapa daerah geografik yang menunjukkan keberadaan GAKI. mengonsumsi lebih sedikit garam. dapat juga menunjukkan keberadaan GAKI. dan informasi tentang GAKI pada negara tetangga. Survei nasional merupakan cara yang lazim dikerjakan untuk mendefinisikan besarnya permasalahan GAKI pada sebuah negara. Indikator ini. kadar TSH dan tiroglobulin  Kretinisme  Kadar T₃ dan T₄ Sumber data lainnya. informasi ini bukan hanya membantu menginterpretasikan indicator proses. informasi yang didapat melalui sistem skrining nasional untuk TSH. tetapi juga berguna untuk menentukan tingkat iodinisasi secara tepat. data historis adanya GAKI pada daerah tertentu. Indikator hasil akhir yang direkomendasikan melalui konsultasi WHO/UNICEF/ICCIDD bagi pengkajian dan pemberantasan GAKI diuraikan secara rinci dalam subbab 12. . Indikator outcome Sebelum memulai suatu program kesehatan masyarakat untuk mengatasi GAKI pada sebuah negara.

.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Berbeda dengan situasi pada penyakit infeksi yang dapat diobati dan dapat diberantas secara permanen. serta pembaruan data ilmiah untuk mempertahankan peperangan melawan GAKI. dukungan administrasi. SARAN Sustainabilitas program pemberantasn GAKI jelas sangat menentukan dan memerlukan dukungan politik yang terus-menerus. program intervensi iodium jelas akan dibutuhkan. Beberapa contoh kasus memperlihatkan timbulnya kembali persoalan GAKI dalam periode antar tindakan profilaktik iodium. Begitu diagnosis difisiensi iodium ditegakkan disuatu daerah. peperangan melawan GAKI harus terus berlangsung tanpa batas waktu yang pasti.

co. Arisman.com/ makanan/2011/11/09/GAKI.id Gizi. 2001. dkk.com www.id www. www.sinarharapan.co. Santoso.emedicine.kabblitar.id www.kompas. Ilmu Gizi. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.id . Anne Lies. 1999. Jakarta : Rineka Cipta.republika. 2009.id http://www.com/read/2010/06/12/083608/193865/faktor-fakter GAKI.dinkes-dki. Soegeng. 2004.go.com www. Gizi Dalam Daur Kehidupan Buku Ajar Ilmu Gizi.suarapembaruan.id www. Sjahmien. Buku Kedokteran EGC : Jakarta http://GAKI.com http://www. Fajar.co. Ibnu.kompasiana.mercksource.go. Moehji. 2004.antara. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.co. Kesehatan dan Gizi.depkes. Michael dkk.DAFTAR PUSTAKA Gibney. Jakarta : Bhratara.net – Sulung Prasetyo – sinarharapan. Gizi Kesehatan Masyarakat.detik. Penilaian Status Gizi.com/2010/05/ gangguan akibat kekurangan iodium=feed%3A http:// kesehatan.liputan6.com www. http://health.yahoo.go.com www.com www. Ranti.groups.id www.

MAKALAH DASAR.DASAR ILMU GIZI GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY) Oleh: HARINI INDAH PRAWATI ROSMENA 1110331022 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ANDALAS 2012-2013 .

Selain itu. Dengan Kerendahan hati segala saran dan kritikan kami harapkan demi kesempurnaan penulisan pada makalah selanjutnya.Kata Pengantar Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan petunjuk-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik. Padang. kami berharap makalah ini juga dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) . Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok dasar-dasar ilmu gizi. Terima kasih kami ucapkan pada dosen pembimbing. Adapun masalah yang kami bahas dalam makalah ini mengenai Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) pada anak. teman-teman dan pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan makalah ini. November 2012 Penulis .

Daftar isi Bab 1 pendahuluan 1...stimulating hormone dan thyroglobulin…………………. 2. 2.4.1 Ekskresi Iodium Dalam Urine……………………………………… 1.2 tujuan penulisan …………………………………………………………………………………………..3 daftar pustaka…………………………………………………………………………………… . 2.1.2 Ukuran Kelenjar Tiroid ……………………………………………………….1. Bab 2 pembahasan 2.2 Gambaran Klinis………………………………………………………………… 2.2..1.1..4 Indikator lain defisiensi iodium …………………………………….2 Menentukan ukuran tiroid melalui ultrasonografi………………… 2. 2. 3..1 Definisi Defisiensi Iodium …………………………………………………… 1. Bab 3 penutup 3. 1.1 Menentukan ukuran tiroid melalui palpasi (cobaan)………………. 2.3 Metabolisme Iodium……………………………………………………………..2.3 Tyroid.1 Latar belakang…………………………………………………………………………………………….2 saran…………………………………………………………………………………………………. Sumber iodium dari makanan………………………………………………….1 kesimpulan………………………………………………………………………………………… 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful