LAPORAN ANALISIS USAHATANI PERTANIAN ORGANIK PERKOTAAN “PACKCOY”

Nama Kelompok 5: 1. 2. 3. 4. 5. Tiffany Rahma A Susi Susanti Tiara Shahnaz I Vika Sari Tamsil Aris W 115040100111155 115040100111024 115040100111019 115040101111165 115040100111098

Kelas L Nama Asisten: Mbak Ila dan Mas Fahmi

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris yang mana sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Tidak heran jika bentangan dan hamparan sawah terlihat dimana-mana. Namun seiring bertambahnya tahun, ketersediaan lahan berkurang dan semakin sempit karena adanya alih fungsi lahan untuk pembangunan. Maka daripada itulah sebagai jalan alternatif, petani harus pandaipandai memanfaatkan lahan sempit seefektif mungkin. Salah satu caranya dengan pengolahan lebih lanjut pada tingkat pasca panen. Mungkin tidak semua petani yang mampu dan bersedia melakukan cara alternatif ini, tetapi jika hal ini dapat dikuasai maka keuntungan lebih bisa didapat. Pemanfaatan dari keseluruhan alur tersebut dapat dipelajari pada ilmu usahatani. Ilmu usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seorang petani mengalokasikan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Dengan adanya pengetahuan dapat dimanfaatkan petani agar lebih mengerti tentang pengolahan komoditas yang dihasilkan mulai dari hulu sampai hilir. Usahatani ini dapat diterapkan dimana saja, baik pedesaan maupun perkotaa. Pada daerah pedesaan, kegiatan pertanian merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan. Kondisi ini berbeda dengan daerah perkotaan yang jarang ditemukannya kegiatan pertanian. Hal ini dipengaruhi karena lahan yang terbatas dan keengganan dari warga setempat untuk bercocok tanam. Padahal dengan bercocok tanam warga dapat memanfaatkan barang-barang bekas sebagai media tanam dan mengurangi jumlah polusi udara. Dengan adanya pemeliharaan dan pengolahan yang baik hasil dari bercocok tanam tersebut dapat dimanfaatkan sendiri atau bisa dijual untuk menambah penghasilan. Oleh karenanya pembelajaran tentang ilmu usaha tani perlu perlu

dipahami, bukan saja oleh petani tetapi juga bagi orang-orang yang ingin berkecimpung pada kegiatan pertanian. Sebagai negara agraris hendaknya hal ini dapat diperhatikan karena pada dasarnya negara Indonesia memiliki kekayaan komoditas yang dapat dimanfaatkan keberadaanya.

1.2 Tujuan Dengan adanya makalah ini maka dapat disimpulkan bahwasanya makalah ini memeliki tujuan penulisan, antara lain: a) Untuk mengetahui tentang pengertian ustan b) Untuk memahami tentang rumus-rumus dan analisis data sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan c) Untuk lebih memahami tentang komoditas-komoditas yang telah dikembangkan

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Usahatani
Usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mngusahakan dan mengkoordinir faktor-faktor produksi berupa lahan dan alam sekitarnya sebagai modal sehingga memberikan manfaat yang sebaik-baiknya. Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu usahatani mrupakan ilmu yang mempelajari cara-cara petani menentukan, mengorganisasikan, dan mengkoordinasikan penggunaan faktor faktor produksi seefektif dan seefisien mungkin sehingga usaha tersebut memberikan pendapatan semaksimal mungkin. Beberapa definisi usahatani menurut para ahli : 1. Menurut Daniel Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara petani mengkombinasikan dan mengoperasikan berbagai faktor produksi seperti lahan, tenaga, dan modal sebagai dasar bagaimana petani memilih jenis dan besarnya cabang usahatani berupa tanaman atau ternak sehingga memberikan hasil maksimal dan kontinyu. 2. Menurut Efferson Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara mengorganisasikan dan mengoperasikan unit usahatani dipandang sudut efisien dan pendapatan yang kontinyu.

3. Menurut Vink Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari norma-norma yang digunakan untuk mengatur usaha tani agar memperoleh pendapatan yang setinggi-tingginya.

4.

Menurut Prawirokusumo Usahatani merupakan ilmu terapan yang membahas atau mempelajari bagaimana membuat atau menggunakan sumberdaya secara efisien pada suatu usaha pertanian, peternakan, atau perikanan. Selain itu, juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana membuat dan melaksanakan keputusan pada usaha pertanian, peternakan, atau perikanan untuk mencapai tujuan yangtelah disepakati oleh petani atau peternak tersebut. Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan melalui

produksi pertanian yang berlebih maka diharapakan memperoleh pendapatan tinggi. Dengan demikian, harus dimulai dengan merencanakan untuk menentukan dan mengkoordinasikan penggunaan faktor-faktor produksi pada waktu yang akan datang secara efisien sehingga dapat diperoleh pendapatan yang maksimal. Dari definisi tersebut juga terlihat ada pertimbangan ekonomis di samping pertimbangan teknis (Anonymousa,2012)

2.2 Analisis Usahatani dan Rumus

Dalam tiap jenis usaha produksi ( uasahatani), selalu terdapat hubungan antara input (masukan ) dan output (hasil).hubungan itu sering disebut dengan “hubungan fungsional” antara input dan output. Beberapa definisi tentang banyak makna atau artinya biaya usahatani, diantaranya: a) Merupakan pegangan untuk menemukan landasan utama dalam menyusun rencana pengelolaan dan anggaran usahatani. b) Merupakan petunjuk penentuan saat yang tepat guna mengadakan perubahan – perubahan dalam usahatani c) Merupakan arah guna menemukan cara untuk mengadakan perbandingan kemajuan – kemajuan yang tercapai dalam usahatani itu sendiri

(perbandingan vertikal atau keatas) atau perbandingan antara usahatani yang satu dengan yang lain (perbandingan horizontal atau mendatar.

Jika demikian maka dapat dikatakan bahwa hubungan funfsional antara input dan output itu merupakan landasan utama dari rencana pengelolaan dari anggaran usahatani. Karenanya maka unsur – unsur dari input (masukan) dan output (hasil) itu harus jelas cara menghitungnya.

No

Input Usahatani

Output Usahatani Bunga tanah/sewa tanah Bahan – bahan Bunga modal Modal Penyusutan Upah Pembayaran Pajak atau beban sosial Keuntungan

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Unsur alam Unsur tenaga kerja Unsur modal Menejemen Sosisal budaya

Dalam hal tertentu, biaya adalah seperti apa yang kita pikirkan. Seperti semua gambaran usahatani lainnya, biaya jelas dan mudah diukur (seperti uang tunai yang keluar dari kantong) sedangkan lainnya merupakan hal yang tersembunyi ( biaya non tunai seperti mesin yang akan habis dalam beberapa tahun , tetapi susut secara perlahan-lahan) dan hanya diduga secara kasar. Biaya usahatani itu sendiri mempunyai arti semua pengeluaran yang dipergunakan dalam suatu usahatani. Biaya usahatani biasanya diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :

a.

Biaya tetap (fixed cost)

Yaitu seluruh biaya yang tidak langsung berkaitan dengan jumlah tanaman yang dihasilkan diatas lahan ( biaya ini harus dibayar apakah menghasilkan sesuatu atau tidak, termasuk didalamnya sewa lahan, pajak lahan, pembayaran kembali pinjaman, biaya hidup). Biaya tetap kadang-kadang disebut overhead adalah biaya-biaya yang dalam batas tertentu tidak berubah ketika tingkat kegiatan berubah. Jadi, kenaikan penggunaan lahan sebanyak 20% untuk suatu jenis tanaman, atau jumlah ternak, tidak meningkatkan biaya tetap. Apabila kenaikan sebesar 100% sekalipun, akan meningkatkan biaya tetap. Pada kebanyakan usahatani, biaya-biaya tetap tidak terlalu banyak berubah mengikuti tingkat atau campuran perubahan kegiatan kecuali, tentu saja kenaikan karena pertambahan biaya.

b.

Biaya tidak tetap (variable cost)

Yaitu seluruh biaya yang secara langsung berkaitan dengan jumlah tanaman yang diusahakan dan dengan input variabel yang dipakai (misalnya penyiangan, tenaga kerja, pupuk, bibit). Biaya variabel juga dikenal sebagai biaya-biaya langsung. Biaya-biaya ini berubah-ubah mengikuti ukuran dan/atau tingkat output suatu kegiatan. Misalnya, jika lahan yang ditanami suatu komoditas diperluas 50%, maka bibit, pupuk, dan tenaga kerja juga akan bertambah (walaupun tidak harus 50%). Upaya untuk mengidentifikasi biaya-biaya variabel suatu kegiatan dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada petani mengenai besarnya perubahan biaya jika memperluas atau mengontrak kegiatan apapun.

Biaya total = biaya tetap total + biaya variabel total Karena biaya tetap harus “dibayar” apakah terjadi produksi atau tidak, komponen biaya tetap dalam biaya total untuk menghasilkan 1 satuan output akan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya tetap dari biaya total untuk

menghasilkan10 satuan output. Semakin banyak output yang dihasilkan, semakin rendah biaya tetap untuk menghasilkan setiap satuan output ( biaya tetap tersebar

pada output yang lebih banyak). Jadi biaya tetap rata-rata cenderung menurun begitu kuantitas output bertambah .

Teknik Perhitungan Penerimaan

Penerimaan usahatani adalah perkalian antara produksi dengan harga jual. Pernyataan ini dapat dituliskan sebagai berikut: TRi = Yi . Pyi Yaitu: TR = total penerimaan Y = produksi yang diperolehdalam suatu usahatani i Py = Harga Y Apabila macam tanaman yang ditanam lebih dari satu, maka rumus tersebut berubah menjadi: TR = ∑ni=1 Y.Py n = jumlah macam tanaman yang diusahakan Dalam menghitung penerimaan usahatani, beberapa hal perlu diperhatikan : 1. Hati-hati dalam menghitung produksi pertanian, karena tidak semua produksi pertanian di panen secara serentak. 2. Hati-hati dalam menghitung penerimaan karena produksi mungkin dijual beberapa kali sehingga diperlukan data frekuensi penjualan, dan produksi mungkin dijual beberapa kali dengan harga yang berbeda-beda, jadi disamping frekuensi penjualan yang perlu deketahui juga harga jual pada masing-masing penjualan tersebut. 3. Bila penelitian usahatani ini menggunakan responden petani, maka diperlukan teknik wawancara yang baik untuk membantu petani mengingat kembali produksi dan hasil penjualan yang diperolehnya. 

Pendapatan Usahatani

Pendapatan usahatani adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya, atau suatu Keuntungan Usahatani dari selisih antara penerimaan dan semua biaya. Keuntungan = TR (Total Revenue) - TC (Total Cost). Bila menggunakan analisis ekonomi, maka TC biasanya lebih besar daripada menggunakan analisis finansial

Pd = TR – TC Dimana: Pd = pendapatan usahatani TR = total penerimaan TC = total biaya 

Break Even Point Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan

mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit. Analisis BEP bertujuan menemukan satu titik baik dalam unit maupun rupiah yang menunjukan biaya sama dengan pendapatan. Dengan mengetahui titik tersebut, berarti belum diperoleh keuntungan atau dengan kata lain tidak untung tidak rugi. Sehingga dikala penjualan permisi lewat melebihi BEP maka mulailah keuntungan diperoleh. Sasaran analisis BEP tidak lain mengetahui pada tingkat volume berapa titik impas berada.

Dalam kondisi lain, analisis BEP pun digunakan untuk membantu pemilihan jenis produk atau proses dengan mengidentifikasi produk atau proses yang mempunyai total biaya terendah untuk suatu volume harapan. Sedangkan dalam pemilihan lokasi, analisis BEP dipakai untuk menentukan lokasi berbiaya total terendah, yang berarti total pendapatan tertunggi untuk kapasitas produksi yang ditentukan. Analisis BEP dibedakan antara penggunaan untuk produk tunggal dan atau untuk beberapa produk sekaligus. Mayoritas perusahaan memproduksi atau menjual lebih dari satu produk menggunakan fasilitas yang sama. Rumus analisis BEP : BEP (produksi) = total biaya tetap : (harga jual per unit – biaya variabel/unit) BEP (Rp) = TC / Q

Analisis R/C adalah singkatan dari Return Cost Ratio, atau di kenal sebagai perbandingan antara penerimaan dan biaya. Secara matematik dapat dituliskan sebagai berikut :

a = R/C R = Py. Y C = FC +VC a = {(Py.Y)/(Fc+VC)}

Dimana:

R = penerimaan C = biaya Py = harga output Y = output FC = biaya tetap VC=biayavariabel

Dimana: Yi : jumlah produk Pxn : harga input Pi Xn : harga produk : jumlah input

1...m : jumlah jenis input R/C ≥1: menguntungkan R/C <1 : menguntungkan

Secara teoritis rasio R/C = 1 artinya tidak untung dan tidak pula rugi. Namun karena adanya biaya usahatani yang kadang-kadang tidak dihitung, maka kriterianya dapat diubah: misalnya R/C yang lebih dari atu, bila suatu usahatani itu dikatakan menguntungkan. (Anonymousb,2012)

2.3 Pertanian Perkotaan

Permasalahan lingkungan hidup di perkotaan bukan hanya pada kondisi sosialnya. Namun juga pada komponen lingkungan lainnya. Lahan yang sempit menyebabkan dan terbatasnya ruang vegetasi juga berakibat berkurangnya penyerapan CO2. Hal ini mengakibatkan suhu permukaan meningkat 10 - 20 ºC dari suhu udara ambient.oleh karena itu kita dapat menerapkan pertanian kota organik guna menanggulangi masalah tersebut, membuat sayur organik perkotaan. Pertanian organik kota ini dapat di aplikasikan dengan cara berkebun di perkotaan,hal ini bisa dilihat sebagai salah satu upaya untuk mengatasi peningkatan suhu udara di perkotaan. Upaya yang belum banyak yang dilakukan menggunakan taman atau vegetasi diatap maupun dinding bangunan disebabkan kurangnya informasi sehingga sulit dijadikan sebagai indikator penurunan suhu udara di perkotaan. Sekarang, khususnya di permukiman perkotaan orang mulai menyukai mengelola lahannya dengan taman, Untuk permukiman menengah kebawah kecenderungan menanam tanaman produktif ( tanaman sayur dan atau obatobatan) sehingga mempunya banyak manfaat, disamping untuk estetika juga bermanfaat untuk menunjang fungsi lingkungan, ekonomi, kesehatan, sosial dan lain-lain. Hasil dari taman produktif (sayur), dalam skala kecil dapat dikonsumsi anggota keluarga sehingga menghemat pengeluaran, namun dalam skala yang lebih besar akan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Sementara itu proses pengelolaan dilahan kolektif akan menjadi wadah komunikasi bagi sebagian warga sehingga akan terjadi kontak sosial yang lebih akrab dan dinamis. Tanaman sayur melalui kegiatan fotosintesis mampu menyerap CO2 cukup signifikan, dari 10 jenis tanaman sayur yang diteliti mampu menyerap CO2 antara 55,80 - 84,10 µmol CO2/m2/det, sementara dengan menggunakan sistim organik media tanamnya mampu mengikat CO2 sampai 7000 pound/ac/tahun, sebaliknya

pada sistim konvensional media tanam melepas CO2 ke atmosfer hampir 300 pound/ac/tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa sekecil apapun ukuran vegetasi organik mempunyai peran dalam menetralisasi keseimbangan lingkungan. Penelitian pada beberapa jenis tanaman sayur yang ditata sebagai taman dengan beberapa model penataan (taman vertikal, taman horisontal dan taman atap) menunjukkan adanya penurunan CO2 ambien antara 3,60 - 20,80 l/m3 sedangkan penurunan suhu udara dalam ruang yaitu antara 0,6 ºC - 1,3 ºC, dengan kelembaban relatif 67 - 72 %. (Apriyanto,2007)

2.4 Profil Pack coy
Salah satu jenis sawi yang mulai banyak di kenal adalah pakcoy (Brasicca Rapa L) yaitu sayuran yang termasuk keluaraga Brassicaceae atau sejenis kubiskubisan. Sawi yang berbentuk sendok atau Pakcoy sendiri di kenal berasal dari daratan Cina. Daun pakcoy bertangkai berbentuk oval, berwarna hijau tua dan mengkilat, tumbuh agak tegak dan tersusun berimpitan secara spiral. Sayuran sawi sendok atau pakcoy ini banyak di temui di daerah Lembang jawa barat, suhu yang dingin menghasil-kan kualitas sayuran pakcoy yang lebih baik. Tanaman pakcoy sendiri dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dan dapat di tanam sepanjang musim, jika terjadi musim kemarau pemberian air secara teratur perlu di perhatikan meskipun suhu udara cukup tinggi namun dengan kecukupan air sayuran pakcoy akan bisa tumbuh meskipun tetap tidak bisa sebaik hasil dari dataran tinggi dengan suhu dingin.Dapat di panen dari usia 45 hari (baby pakcoy) hingga usia 2.5bulan setelah usia tanam Tanah yang cocok untuk di tanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur serta pembuangan air yang baik, derajat keasaman tanah (pH) antara pH6 sampai pH7. Tanaman sawi adalah salah satu tanaman yang bisa di budidayakan dengan menggunakan media aquaponic yaitu media yang bersimbiosis mutualisme dengan kolam ikan. Jenis sayuran ini banyak berguna bagi manusia karena kandungan gizi-nya dan di percaya bisa mengurangi

gejala osteoporosis karena kandungan Kalsium-nya yang tinggi. Banyak di gunakan untuk campuran mie ayam atau nasi goreng, di tumis, untuk lalapan dan lain-lain. Sayuran berdaun hijau ini termasuk tanaman yang tahan terhadap air hujan, dan dapat dipanen sepanjang tahun tidak tergantung dengan musim. Disamping kemudahan dalam proses budidaya, sayur sawi juga banyak dijadikan sebagai peluang bisnis karena peminatnya yang cukup banyak. Permintaan pasarnya juga cukup stabil, sehingga resiko kerugian petani sangat kecil. Untuk membudidayakan sawi pakcoy, sebaiknya pilih daerah yang memiliki suhu 15-30° celcius, dan memiliki curah hujan lebih dari 200 mm/bulan. Sehingga tanaman ini cukup tahan untuk dibudidayakan di dataran rendah. Tahapan budidaya sawi pakcoy di dataran tinggi dan di dataran rendah juga tidak terlalu berbeda, yaitu meliputi penyiapan benih, pengolahan lahan, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta proses pemeliharaan tanaman. a) pembibitan     Benih ditabur pada permukaan bedengan lalu ditutup dengan tanah setebal 1-2 cm Lakukan perawatan dengan penyiraman menggunakan sprayer atau embrat Benih yang baik biasanya akan tumbuh setelah 3-4 hari Setelah berdaun 3-5 helai (3-4 MST) tanaman dipindah ke bedengan penanaman b) pengolahan lahan      Tanah digembur serta dibuat bedengan, sebelum lahan harus benar-benar bersih dan tidak boleh ternaungi Saat penggemburan diberi pupuk kandang sebagai pupuk dasar Penggemburan dilakukan 2-4 minggu sebelum lahan ditanam Lebar bedengan 120 cm, panjang sesuai ukuran petak tanah, tinggi 20-30 cm dan jarak antara bedengan 30 cm Dosis dan waktu aplikasi pemupukan umur Urea ZA Sp36 Kcl Target Ph

Kg/ha/musim tanam Perplant 4MST 187 187 311 311 112 112

6.5 -

MST= Minggu Setelah Tanam

c) Penanaman   Pilih bibit yang baik, yitu batangnya tumbuh tega, daun hijau segar dan tidak terserang hama atau penyakit Buat lubang tanam dengan ukuran 4-8 x 6-10 cm, pindahkan bibit ke lubang tanam dengan hati-hati dan rapikan d) Pemeliharaan      Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama pada musim kemarau Penjartangan boasanya dilakukan pada saat 2 MST Penyulaman jika perlu Penyiangan dapat dilakukan 2-4 kali selama pertanaman Pemupukan tambahan pada saat 3 MST dengan pemberian urea 50kg/ha, yang bisa dilakukan dengan ditaburdalam larikan lalu ditutup dengan tanah atau dilarutkan dalam air lalu disiram pada bedengan penanaman e) Hama dan peenyakit    Hama yang biasanya menyerang tanaman, antara lain: ulat, tritip, siput, cacing bulu, ulat crocidolomia binotalis dan ulat thepa javanica Penyakit yang biasanya menyerang ialah bakteri, virus, jamur dan gangguan fisiologi yang bisa saja terjadi Hama dan penyakit tanaman dapat dikuasai dengan mudah antara lain dengan pemberian obat tertentu pada saat yang tepat f) Manfaat pak coy  Cegah osteoporosis  Memiliki asam folat yang berguna untuk ibu hamil  Memiliki serat unggul dan kaya mineral untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah  Untuk mencegah kanker g) Komposisi gizi

Zat Gizi

Kadar

AKG (%)

Densitas Gizi

Worlds Healthiest Foods Rating

Vitamin K (mkg) Vitamin A (iu) Vitamin C (mg) Folat (mkg)

419,3

524,1

449,2

Excellent

4243,4

84,9

72,7

Excellent

35,42

59,0

50,6

Excellent

102,76

25,7 19,0 14,1

22,0 16,3 12,0

Excellent Excellent Excellent

Mangan (mg) 0,38 Vitamin (mg) Triptofon (g) 0,04 E 2,81

12,5 11,2

10,7 9,6

Excellent Excellent

Serat pangan 2,8 (g) Kalsium (mg) Kalium (mg) Vitamin (mg) Protein (g) Tembaga (mg) Fosfor (mg) Besi (mg) Vitamin (mg) Magnesium (mg) 21 57,4 0,98 B2 0,09 3,16 0,12 282,8 103,6

10,4

8,9

Very good

8,1 7,0

6,9 6,0

Very good Very good

B6 0,14

6,3 6,0

5,4 5,1

Very good Very good

5,7 5,4 5,3

4,9 4,7 4,5

Very good Very good Very good

5,3

4,5

Very good

Vitamin (mg) Vitamin (mg)

B1 0,06

4,0

3,4

Good

B3 0,61

3,0

2,6

Good

Keterangan: AKG=Angka Kecukupan Gizi

(Viena,2012)

BAB III METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
Alat : 1. Cetok 2. Polybag 3. Pot untuk pemyemaian 4. Plastik 5. Botol

Bahan : 1. Tanah 2. Benih 3. Air 4.Pupuk

3.2 Diagram Alir
Persemaian : Campur tanah dan sekam pada pot dengan perbandingan 1 : 2

Lubangi pot yang sudah di isi bahan di atas dengan menggunakan jari

Masukan benih ke dalam lubang yang telah di buat dalam pot

Lakukan penyiraman pada persemaian dengan cara memercikan air sedikit demi sedikit

Penanaman : Masukan tanah ke dalam 10 polybag yang telah di siapkan

Campurkan pupuk dalam polybag yang telah berisi tanah

Pindahkan bibit yang ada dalam persemaian ke dalam polybag tersebut

Lakukan perawatan setiap hari

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Analisis Biaya Usahatani
4.1.1 Biaya Produksi  Biaya tetap (air + listrik, tanah, polybag, alat, biaya penyusutan) a. Air dan Listrik Biaya penggunaan air diasumsikan Rp 3.000, selama proses produksi. b. Tanah Tanah 4 Pick Up digunakan untuk mengisi 1000 polybag. Jika harga tanah 1 Pick Up adalah Rp 150.000,00 Maka: Harga tanah 1 polybag adalah: (Rp 150.000,00 x 4) / 1000 = Rp 600,. Harga tanah 10 polybag adalah : Rp 600,. x 10 = Rp 6.000,. c. Polybag Harga 24 kg polybag @Rp 17.000 1 kg = 4 kelompok Maka Rp 17.000 : 4 = Rp 4.250 d. Alat Harga cetok Rp 15.000 e. Penyusutan alat = (harga beli – harga jual) / umur ekonomis = (15.000 – 5000) / 36 bulan =Rp 277,.

Jadi nilai penyusutan cetok dengan umur ekonomis selama 3 tahun atau 36 bulan adalah sebesar Rp 277,./bulan.  Biaya variabel (sekam, pupuk, benih, upah TK, pestisida) a. Sekam Sekam yang digunakan sebagai media penyemaian, harganya Rp 5000,. per bungkus b. Pupuk Pupuk 40 kg harganya Rp. 22.000,. Sedangkan 1 polybag membutuhkan 1 kg pupuk. Maka : Harga pupuk dalam 1 polybag : (Rp.22.000,./40) = Rp 550,. Harga pupuk dalam 10 polybag : (Rp 550,. x 10 = Rp 5.500,. c. Benih Komoditas Pakcoy Hijau, 1 sachet benih 20 gram harganya Rp 12.000., Sedangkan jumlah kelompok satu angkatan yang menanam Pack Coy sebanyak 26

kelompok.Sehingga dapat di hitung : 12000/26 = 461,53. Dengan demikian untuk 200 benih yang di tanam per kelompok harnganya kurang lebih Rp.450,. d. Upah Tenaga Kerja Mahasiswa : Biaya Tenaga kerja adalah setiap kunjungan membutuhkan waktu rata-rata 2 jam dengan frekuensi 2 kunjungan per minggu jadi,= (Rp 2.500,. x 2 jam) = Rp.5.000/anak/kunjungan Jadi biaya tenaga kerja untuk 5orang anak yaitu Rp 5000,. x 5 = Rp 25.000,./anak/kunjungan

Dengan demikian bila telah melakukan kunjungan sebanyak 9 kali maka : Rp.25.000 Rp.225.000 x 9 =

Pemilik rumah : 45 hari x 5 menit = 225 menit 225 menit : 60 menit = 3,75 jam Rp.2.500 x 3,75 = Rp 9.375,

Biaya total Biaya tetap + biaya variabel Rp 28.527 + Rp 245.325 = Rp 273.852,-

4.1.2

Pendapatan Harga packcoy : Rp 1000/ gram Berat packcoy 300 gram Penerimaan TR = Y x Py TR = Rp1000 x 300 gram = Rp 300.000 Pendapatan = TR – TC = Rp 300.000 - Rp 273.852 = Rp 26.148,-

4.1.3

R/C Ratio TR/TC = 300.000/273.852 = 1,0954

4.1.4

Analisis BEP (BEP produksi dan BEP harga)

BEP (produksi) = total biaya tetap : (harga jual per unit – biaya variabel/unit) BEP (produksi) = 28.527 : (1.000 - 817,75) = 156,52 g BEP (Rp) BEP (Rp) = TC / Q = Rp 273.852/ 300 = Rp 912,84

4.2 Tabel Analisis Usahatani
Analisis Biaya Usahatani No. I Keterangan Biaya tetap Tanah Polybag Air + listrik Alat penyusutan II Biya variabel a)benih b)pupuk c)sekam d)TK mahasiswa pemilik rumah 5 1 jam) 4.500 (3,75 2.500 225.000 9.375 200 10 1 550 5000 450 5.500 5000 1 10 1 1 1 600 425 3000 15.000 277 6.000 4.250 3.000 15.000 277 Satuan Nilai Jumlah

III IV V VI

Biaya total (I+II) Penerimaan Pendapatan (IV-III) BEP

273.802 300.000 26.148

156,52 g a) BEP produksi b) BEP harga VII R/C Ratio 912,84 1,0954

DAFTAR PUSTAKA
Anonymousa.2012.Definisi Usahatani. http://cerdaswakatobi.blogspot.com/2011/06/definisi-ilmuusahatani.htm di akses pada 5 November 2012 Anonymousb.2012.Usahatani Kangkung. http://fhancu.blogspot.com/ di akses pada 5 November 2012 Aprianto, Muchammad Chusnan. 2007. Penghijauan Sebagai salah satu cara mengatasi permasalahan kota. di: http://www.kompas.com/ di akses pada 5 November 2012 Viena.2012.Sayuran Packcoy (sawi). http://vienahomegardening.blogspot.com/2012/06/sayuran-pakcoy-sawi.html di akses pada 5 November 2012

LAMPIRAN FOTO

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful