PENDAHULUAN

A.

BELAKANG MASALAH Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk diajarkan di setiap jenjang pendidikan. Hal ini dikarenakan matematika ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti yang diuraikan oleh Suherman (2003), matematika dapat ditinjau dari segala sudut, dan matematika itu sendiri bisa memasuki seluruh segi kehidupan manusia, dari yang paling sederhana sampai kepada yang paling kompleks. Oleh karena itu, mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada peserta didik untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif (Depdiknas, 2006). Untuk itu guru harus menciptakan pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut. Hal ini menjadikan pentingnya kemampuan berpikir kreatif bagi siswa. Hal ini sejalan dengan pernyataan Ervync (1991) bahwa kreativitas memainkan peran yang penting dalam siklus berpikir matematis tingkat lanjut. Pada kenyataannya, guru hanya mengajar dan mentransfer ilmu saja. Guru jarang mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan pada siswa mengembangkan kemampuan berpikir kreatif atau mengembangkan pembelajaran yang dapat

meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Guru hanya terpikir untuk mengejar KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Pembelajaran yang dilakukan guru dimulai dari mengajarkan konsep, memberikan contoh, kemudian memberikan latihan yang tidak jauh berbeda dengan contoh yang diberikan. Hal ini yang menjadikan salah satu penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam bidang matematika di dunia internasional. Padahal kemampuan berpikir kreatif sangat penting untuk siswa. Pemberian materi tidak cukup untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa karena guru belum menyadari betapa pentingnya kemampuan tersebut untuk siswa di masa yang akan datang. Pengembangan kemampuan berpikir kreatif memang perlu dilakukan karena kemampuan ini merupakan salah satu kemampuan yang dikehendaki dunia kerja (Career Center Maine Department of Labor USA, 2004). B. IDENTIFIKASI MASALAH Dari latar belakang di atas, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut. 1. Guru hanya mentransfer ilmu kepada siswa dan sering mengabaikan kemampuan berpikir kreatif siswa.

TUJUAN Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. dirumuskan masalah sebagai berikut. 3. Untuk mendefinisikan kemampuan berpikir kreatif. Untuk menjelaskan aspek-aspek berpikir kreatif. Guru belum menyadari pentingnya kemampuan berpikir kreatif bagi siswa. Guru tidak terpikir untuk mendesain pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. 1. Apa definisi kemampuan berpikir kreatif? Apa saja karakteristik dari kemampuan berpikir kreatif? Apa saja tahap-tahap berpikir kreatif? Apa saja aspek-aspek berpikir kreatif? Bagaimana cara mengukur kemampuan berpikir kreatif? D. Kemampuan berpikir kreatif siswa Indonesia masih tergolong rendah. 4. 3. 2. 4. 1. 5. RUMUSAN MASALAH Dari identifikasi masalah di atas. Untuk menjelaskan cara mengkuru kemampuan berpikir kreatif. Untuk menjelaskan tahap-tahap berpikir kreatif. 5. 2. 4. Untuk menjelaskan karakteristik dari kemampuan berpikir kreatif. 3. PEMBAHASAN . C.2.

kebaruan. Pribadi (Person) Ada beberapa tokoh yang mendefinisikan kreativitas ditinjau dari definisi pribadi. Product”. b. 2) mengidentifikasi permasalahan tersebut. Beberapa definisi ditinjau dari masing-masing jenis adalah sebagai berikut. Press. atau menyusun hipotesis. Rhodes menyebut keempat jenis definisi tentang kreativitas tersebut dengan sebutan “Four P’s of Creativity: Person. 5) mengkomunikasikan hasilnya. sedangkan menurut McGregor.A. Menurut Hullbeck (1945) tindakan kreatif adalah munculnya satu kepribadian yang utuh dalam interaksi dengan lingkungannya dengan cara yang unik dan khas. merevisi. DEFINISI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF 1) Kreativitas dan kreativitas matematis Kreativitas belum didefinisikan secara tunggal. gaya kognitif. Aspek-aspek yang didefinisikan Torrance tersebut adalah aspek dari proses berpikir kreatif. dan kepribadian/motivasi. Rhodes dalam Munandar (2009) menyatakan bahwa definisi kreativitas dapat ditinjau dari empat aspek. Definisi di atas menyerupai metode ilmiah yang kita kenal. 4) menguji hipotesis. Proses (Process) Torrance (1974) mendefinisikan berpikir kreatif dari segi proses yaitu proses: 1) menjadi peka terhadap permasalahan. membuat dugaan. a. kekurangan. menguji. dan kesenjangan. Isaksen et al mendefinisikan berpikir kreatif sebagai proses konstruksi ide yang menekankan pada aspek kefasihan. Banyak ahli berpendapat tentang definisi kreativitas. Stenberg (1988) berpendapat bahwa kreativitas merupakan titik temu yang khas antara tiga atribut psikologis: inteligensi. Definisi-definisi di atas merujuk kepada perorangan yang memiliki suatu kreativitas atau kreativitas yang terdapat dalam diri seseorang. berpikir kreatif adalah berpikir yang mengarah . Proses berpikir kreatif dimulai dari proses seseorang untuk menemukan dan merasakan adanya permasalahan yang di sekitar kemudian membuat suatu hipotesis. menguji ulang hingga mempresentasikan dan mengkomunikasikan hasilnya. keluwesan. 3) mencari penyelesaian. Process. dan keterincian.

Produk (Product) Definisi keempat adalah definisi yang menekankan faktro produk atau hasil. Dari definisi tersebut kreativitas diwujudkan dari suatu keinginan untuk berpikir berbeda dengan yang lain. KARAKTERISTIK KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Ervync (1991) menjabarkan karakteristik kreativitas matematis sebagai berikut. Relasional (Relational) Kreativitas matematis mendorong adanya interaksi. Begitu pula menurut Haefele (1962) yang berpendapat bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. perspektif baru. d. sehingga ide baru muncul dan . dan keluar dari rutinitas yang biasa dilakukan.pada pemerolehan wawasan baru. Barron (1996) menyatakan bahwa kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Dorongan (Press) Simpson dalam Vernon (1982) mendefinisikan kemampuan kreatif mreujuk sebagai dorongan internal yaitu suatu inisiatif yang mewujudkan suatu keinginan untuk keluar dari urutan berpikir yang biasa. Jadi sesuatu yang dihasilkan dari proses berpikir kreatif itu tidak harus sesuatu yang benar-benar baru akan tetapi sesuatu yang dikombinasikan dengan hal lain sehingga memberikan makna baru. a. B. Rogers (dalam Vernon. 1982) mengemukakan kriteria untuk produk kreatif adalah: 1) Produk itu harus nyata (observable) 2) Produk itu harus baru 3) Produk itu adalah hasil dari kualitas unik individu dalam integrasi dengan lingkungannya Ervync (1991) secara khusus mendefinisikan kreativitas matematika sebagai kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah dan atau mengembangkan struktur berpikirnya. pendekatan baru. memperhitungkan sifat yang khusus deduktif-logis dari disiplin ilmu. atau cara baru dalam memahami sesuatu. c. membangun sebuah hubungan konseptual antara dua atau lebih konsep. berusaha untuk keluar dari zona kenyaman. berbeda dengan biasanya. dan kesesuaian konsep yang dihasilkan untuk memadukan ke dalam inti yang penting dalam matematika.

c. Siapa yang kuat maka yang akan bertahan. Pemilihan simbol yang benar dan baik akan menciptkan ringkasan dari beberapa aspek suatu konsep menjadi keutuhan yang ditimbulkan setiap kali simbol itu muncul dalam teks. sampai kemudian konsep tidak diketahui atau tidak jelas. Tahap ini menjadi bagian dari teori modern pembelajaran matematika. untuk menjadi bagian dari struktur pengalaman kognitif individu sebelum direfleksikan sebagai objek dalam dirinya sendiri. contohnya yang dinyatakan oleh Douady bahwa ide harus diperkenalkan terlebih dulu sebagai alat sebagai bagian dari aktivitas pemecahan masalah. b.000 teorema diproduksi setiap tahun membuat jelas bahwa saringan tampaknya sangat diperlukan. namun bertindak secara spontan dan tidak sadar melalui aksi perjuangan untuk kehidupan matematika dan kelangsungan hidup ide terkuat. C. Contohnya adalah beberapa teori tentang integral yang diperdebatkan pada akhir abad 19 hingga awal abad ke-20 antara Riemann dan Lebesgue dan akhirnya yang dapat bertahan dan mendominasi analisis matematis adalah teori integral Lebesgue. Ringkas (Condencing) Kreativitas matematis meliputi kemampuan untuk memilihi simbol dan kata yang tepat untuk merepresentasikan konsep matematika. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Ervync (1991) menyusun tahap-tahap perkembangan berpikir kreatif dari tahap awal hingga tahap pemikiran kreatif. . Dengan begitu kapasitas memori dalam pikiran manusia dapat lebih dimaksimalkan untuk yang lain. saringannya ada. a. Estimasi Sanislas Ulam dari 200. Pada kenyataannya. tanpa penggunanya memiliki kesadaran akan fondasi teoritisnya. dan di tempat pertama tidak terdiri pemisah jurnal. Tahap 0: tahap teknis awal Aktivitas matematis murni mungkin didahului tahap awal yang terdiri dari beberapa penerapan teknis atau praktis dari aturan dan prosedur matematis. d. Kesesuaian (Fitness) Ini yang kriteria yang memenuhi syarat untuk nilai definisi. teorema dan himpunan aksioma dalam matematika.memadukan aspek-aspek yang berbeda dari aspek awal menjadi sebuah aspek baru. Selektif (Selective) Karaketeristik ini dapat dianalogikan dengan hukum alam biologi.

Level 2: hasil kerja siswa memenuhi satu atau dua kriteria kreativitas. Siswa tidak dapat mensintesis ide dari konsep matematika atau pengalaman seharihari dan hanya membangun ide baru dari konsep matematika atau pengalaman sehari-hari. Level3: hasil kerja siswa memenuhi semua kriteria kreativitas. untuk menghitung. Siswa dapat mensintesis ide dari konsep matematika atau pengalaman sehari-hari dan membangun ide baru dari konsep matematika dan beberapa dari pengalaman sehari-hari. Level 4: hasil kerja siswa memenuhi semua kriteria kreativitas. Level 0: hasil kerja siswa tidak memenuhi satupun kriteria kreativitas. prosedur dugunakan untuk melakukan operasi matematis. 5. 3. 4. Tingkat-tingkat berpikir tersebut antara lain: 1. ASPEK BERPIKIR KREATIF . menyelesaikan. Mereka belum dapat mengkonstruk permasalahan. Siswa dapat mensintesis ide dari konsep matematika atau pengalaman sehari-hari dan membangun ide baru hanya dari konsep matematika. Siswa dapat mensintesis ide dari konsep matematika atau pengalaman sehari-hari dan membangun ide baru hanya dari konsep matematika atau pengalaman sehari-hari. D. Mereka hanya sampai pada tahap mengingat 2. memanipulasi. Siswa tidak dapat mensintesis ide dari konsep matematika atau pengalaman seharihari dan membangung ide baru.b. Mereka sudah dapat mengaplikasikan ide mereka untuk mengkonstruk permasalahan dan merevisi ketika bertemu dengan hambatan. c. Siswono (2004) menguraikan tingkat-tingkat berpikir kreatif dalam lima level. memfaktorkan suku banyak. Tahap 1: aktivitas algoritmik Pada tahap ini. Tahap 2: aktivitas kreatif Pada tahap 2 ini kemungkinan besar kreativitas matematis muncul dan bertindak sebagai motivasi perkembangan dari teori matematis. Mereka sudah dapat mengkonstruk permasalahan. Aktivitas algoritmik pada dasarnya berkaitan dengan melakukan teknik matematis seperti menggunakan rumus. dan lain-lain. Level 1: hasil kerja siswa memenuhi satu atau dua kriteria kreativitas. menghitung integral. Keputusan non algoritmik diambil dengan cara yang seolah-oleh menandakan sebuah percabangan dari struktur konsep yang mendasarinya.

Aspek keterincian Aspek keterincian terkait dengan kemampuan siswa untuk menjelaskan secara runtut. Kefasihan dalam berpikir kreatif mengacu pada beragamnya jawaban benar yang diberikan oleh siswa. dan fleksibilitas atau keluwesan. dan elaboration (keterincian). semakin tinggi tingkat keaslian jawaban tersebut. Aspek keluwesan Aspek keluwesan dalam berpikir kreatif mengarah pada kemampuan siswa untuk memecahkan masalah dengan beragam cara penyelesaian yang berbeda. a. E. Aspek keaslian Keaslian jawaban atau cara penyelesaian terkait dengan berapa siswa yang memberikan jawaban atau cara penyelesaian tersebut. Penggunaan cara yang berbeda ini diawali dengan memandang permasalahan yang diberikan dari sudut pandang yang berbeda. jawaban yang berbeda belum tentu dianggap beragam. Aspek kefasihan Aspek kefasihan terkait dengan cara siswa membangun ide.Martin (2009) mengemukakan tiga aspek kemampuan berpikir kreatif. Dalam aspek ini. Originalitas berkaitan dengan suatu hasil karya yang berbeda dengan hasil karya serupa di sekitarnya. berpikir kreatif adalah cara baru dalam melihat dan mengerjakan sesuatu yang memuat empat aspek antara lain fluency (kefasihan). c. Produktivitas berkaitan dengan banyaknya hasil karya yang dihasilkan. dan notasi yang sesuai juga dipertimbangkan dalam aspek ini. Sementara menurut McGregor. b. rinci dan saling terkait antara satu langkah dengan langkah yang lain. mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa dapat pula dilakukan dengan mendasarkan pada apa yang dikomunikasikan . d. Penggunaan konsep. Fleksibilitas merujuk pada kemauan untuk memodifikasi keyakinan berdasarkan informasi baru. Anwar et al (2012). istilah. originality (keaslian). yaitu produktivitas. MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Menurut Worthington. mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa dapat dilakukan dengan cara mengeksplorasi hasil kerja siswa yang merepresentasikan proses berpikir kreatifnya. Semakin jarang siswa memberikan suatu jawaban yang sama atau cara penyelesaian yang sama. 2010). Seseorang yang tidak berpikir fleksibel tidak mudah mengubah ide atau pandangan mereka meskipun ia mengetahui terdapat kontradiksi antara ide yang dimiliki dengan ide baru (Mahmudi. flexibility (keluwesan). originalitas atau keaslian.

2004. A. 30 Juni – 3 Juli 2010 Siswono. Scholastic Testing Service . 4-6 Oktober 2004. Y.indiana. Universitas Islam Bandung. Getzel dan Jackson menggunakan soal terbuka (open ended) untuk melihat kreativitas siswa (Silver. Soal terbuka adalah soal yang memiliki beragam penyelesaian baik dari segi strategi penyelesaiannya maupun solusinya. Creativity Test: Guilford’s Alternative Uses Task (1967). Fostering Creativity through Instruction Rich in Mathematical Problem Solving and Problem Posing. The International Journal on Mathematics Education. Kedua instrumen tersebut berupa tugas membuat soal matematika berdasarkan informasi yang terdapat pada soal terkait situasi sehari-hari yang diberikan. U. penyelesaian masalah. Balka mengembangkan Creative Ability Mathematics Test (CAMT) dan Torrance mengembangkan Torrance Test of Creative Thinking (TTCT).htm Ervync.uses. Di akses dari http://www. 1997. E. 2009. secara verbal maupun tertulis. Identifying Creative Thinking Process of Students Through Mathematics Problem Posing. Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif.siswa. Makalah disampaikan pada Konferensi Nasional Matematika XV UNIMA Manado. atau jawaban lisan siswa terhadap pertanyaan guru. pp 75-80. IL. Advanced Mathematical Thinking. G. G. 1974. A. 1997). Silver. Beberapa ahli mengembangkan sejumlah instrumen untuk mengukur kemampuan siswa berpikir kreatif dalam bidang matematika. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat: Jakarta: Rineka Cipta Mahmudi. ISSN: 1615-679X Torrance. 1991. E.edu/~bobweb/Handout/d1. P. Vol 29. Makalah disajikan pada International Conference on Statistics and Mathematics and Its Application in the Development of Science and Technology. London: Kluwer Academic Publisher. 2010. T. Apa yang dikomunikasikan siswa tersebut dapat berupa hasil kerja siswa terkait tugas. Munandar. Issue 3. Torrance Tests of Creative Thinking. E. DAFTAR PUSTAKA Dow. Bensenville.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful