Struktur, Bentuk & Macam-macam Virus-Dalam Ilmu Biologi pada artikel sebelumnya telah kita bahas Pengklasifikasian

Makhluk Hidup. di Materi ini akan kita bahas tentang apa itu Virus? Bagaimana struktur,Bentuk dan Ukuran Virus? dan kita akan membahas klasifikasi,perkembangbiakan dan peranan Virus. ayo kita mulai,,,, A. Virus Organisme Aseluler Virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma. Virus dapat berada di luar sel atau di dalam sel. Di luar sel virus merupakan partikel submikroskopis yang mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh protein dan kadangmengandung makromolekul lain. Di dalam sel, khususnya sel hidup, virus dapat memperbanyak diri. Virus dapat sebagai agen penyakit (agents of disease) dan agen hereditas (agents of heredity). Sebagai agen penyakit, virus dapat menginfeksi sel dan akan menyebabkan perubahan dalam sel, menyebabkan gangguan fungsi sel, atau menyebabkan kematian. Sebagai agen hereditas, virus dapat menyebabkan perubahan genetik dalam sel dan biasanya tidak membahayakan bahkan bermanfaat. B. Struktur, Bentuk, dan Ukuran Virus 1. Ciri-ciri Virus Virus memiliki ciri-ciri, antara lain: a. Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleus. b. Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma. c. Dapat digolongkan benda hidup, karena memiliki kemampuan metabolisme, reproduksi, dan memiliki asam nukleat. d. Hanya dapat berkembang biak di dalam sel atau jaringan yang hidup. e. Organisme subrenik hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. f. Virus berasal dari bahasa latin venom yang berarti cairan yang beracun. g. Bersifat parasit. 2. Struktur Virus Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T), strukturnya terdiri dari: a. Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer. b. Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus. c. Isi tubuh Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1). Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim. d. Ekor Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor.

C. Klasifikasi Virus Virus diklasifikasikan berdasarkan: 1. Berdasarkan Tempat Hidupnya a. Virus bakteri (bakteriofage) Bakteriofage adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Dibandingkan dengan kebanyakan virus, ia sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat. Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinansalinan virus di dalam sel hidup.Pada virus T4 asam nukleatnya adalah DNA, tetapi pada banyak virus lain, termasuk virus penyebab AIDS, polio, dan flu, asam nukleatnya adalah RNA. Pada virus RNA, RNA "baru"

Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinteraksi. Sel dendritik yang terinfeksi virus kemudian menuju organ limfoid sekunder. serta granzyme membentuk suatu kompleks. sel T sitotoksik kemudian melepaskan granula-granulanya yang berisi enzim perforin. Berdasarkan Molekul yang Menyusun Asam Nukleat Dibedakan menjadi: DNA pita tunggal (DNA ss). IFN tipe I ini berfungsi untuk menstimulasi ekspresi MHC klas I pada semua sel sehingga sel yang terinfeksi virus akan dengan mudah dikenali oleh sel T sitotoksik. umumnya setelah virus masuk ke dalam sel kemudian virus akan bereplikasi dan mengadakan sintesis protein. CAD diikat oleh ICAD (inhibitory-CAD). serglycin. Contoh virus yang parasit pada tumbuhan: Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV). virus akan bereplikasi dan mengadakan sintesis protein. Virus hewan Virus yang parasit pada sel hewan. D'Herelle. b. b. Membran terdiri dari dua lipid dan protein. leher. Perforin. Contoh virus hewan: virus Poliomylitis. dan ekor. virus Vaccina. dan Adenovirus. dan RNA pita ganda (RNA ds). Perforin dan serglycin berfungsi untuk memfasilitasi masuknya granzyme ke dalam sitosol sel yang terinfeksi virus. dan virus Influenza. Kemudian sel T CD8 akan berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi sel T sitotoksik (CTL) dan sel memori. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor. serglycin dan granzym. Pada sel-sel yang terinfeksi virus. kompleks MHC klas I-fragmen peptide pada permukaan sel dendritik akan dikenali oleh TCR sel T CD8. Bagian ekor berfungsi untuk memasukkan DNA virus ke dalam sel inangnya. Virus yang masuk ke dalam tubuh memiliki dua fase kehidupan yaitu fase ekstraselular dan fase intraselular. yaitu pada tahap awal infeksi atau ketika dikeluarkan dari sel yang lisis. Virus yang tidak memiliki selubung Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Salah satu protein yang diaktifkan oleh caspase 3 adalah CAD (caspase-activated deoxyribonuclease). sementara yang melibatkan antibody merupakan system imun humoral. Respon imun terhadap virus yang melibatkan sel T dan sel NK termasuk dalam system imun selular. Respon imun humoral efektif melawan virus hanya saat berada ekstraselular. Keluarnya sitokrom-c akan . virus dapat dikenali oleh BCR sel B. lalu akan diikat oleh MHC klas I dan diekspresikan di permukaan sel. Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus) Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran. Contoh: Herpesvirus. yaitu: a. Protein virus yang terbentuk ini kemudian didegradasi di proteosom menjadi fragmen peptide. Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. caspase 3 kemudian akan menginduksi apoptosis dengan cara mengaktifkan protein-protein yang berperan dalam apoptosis. Sel yang terinfeksi virus akan mensekresikan IFN tipe I. RNA pita tunggal (RNA ss). 3. (biasanya glikoprotein). Sebelum diaktifkan oleh caspase 3.dibuat dengan cara menggandakan langsung RNA "lama" atau dengan lebih dulu membentuk potongan DNA pelengkap. Sel T sitotoksik lalu keluar dari organ limfoid sekunder menuju jaringan yang terinfeksi virus. Contoh: Reovirus. Bentuk luar terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal. Papovirus. Di organ lymphoid sekunder. Saat virus masih berada pada fase ekstraselular. Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus Dapat dibedakan menjadi dua tipe. Virus tumbuhan Virus yang parasit pada sel tumbuhan. 2. Selain mengaktifkan caspase 3. c. Caspase 3 kemudian memecah ICAD sehingga CAD dapat aktif dan kemudian menginduksi fragmentasi DNA. dan Orthomuxovirus. Corronavirus. DNA pita ganda (DNA ds). granzyme juga berfungsi untuk memecah BID (BH3-interacting domain death agonist protein) menjadi tBID (truncated BID) yang dapat merusak membran luar mitokondria sehingga sitokrom-c akan keluar. Begitu pula pada virus yang menginfeksi sel dendritik. Virus bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan Prancis. Granzyme yang sudah masuk ke dalam sel yang terinfeksi virus kemudian akan mengaktifkan pro-caspase 3 menjadi caspase 3. Setelah TCR sel T sitotoksik berikatan dengan kompleks MHC klas I-fragmen peptide yang diekspresikan pada permukaan sel yang terinfeksi.

tetapi akan lebih aman bila juga menggunakan desinfektan. Ikatan sel T sitotoksik dengan sel yang terinfeksi virus akan lepas setelah terjadi apoptosis sel. Bila sistem imun Anda lemah. Pastikan tidak ada air yang menggenang di rumah Anda. ======================================================================== Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah Anda terkena penyakit infeksi:           Sering mencuci tangan. Dapatkan imunisasi. Sel T berfungsi dalam. Berikan imunisasi yang memadai kepada mereka. atau benda-benda terkontaminasi. Gunakan antibiotik dengan bijak. Pastikan bayi Anda mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkan sesuai jadwal. misalnya flu. Tutuplah makanan dengan rapat agar tidak dihampiri lalat. tempat kotor.menginduksi apoptosis. Hindari kontak dengan binatang liar yang mungkin membawa penyakit berbahaya. Masak dan sajikan makanan dengan aman. Bersihkan kotoran dan kandang mereka dengan teratur menggunakan sabun dan desinfektan. Rutin membersihkan dan mensterilkan lantai dan permukaan. tempayan dan benda-benda penampung air lainnya. berhati-hatilah agar tidak menyentuh wajah Anda dengan tangan sebelum Anda mencucinya. IFN. Bakteri dapat menjadi resisten bila Anda mendapatkan antibiotik pada saat Anda tidak memerlukannya. kuras kamar mandi secara teratur. Ketahuilah makanan mana yang harus selalu disimpan di kulkas. bakso. Tubuh Anda akan memiliki sistem imun yang lebih baik dengan mengkonsumsinya. pot. tutup tempat-tempat yang berpotensi mengumpulkan air dan kubur botol. Masaklah daging. Pastikan Anda membelinya dari sumber yang terpercaya. konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang dapat meningkatkannya. selama dan sesudah menyiapkan makanan. Makanlah makanan yang kaya antioksidan dan multivitamin A. terutama di dapur dan kamar mandi. TNFsitotoksik juga mensekresikan IFN mencegah replikasi virus serta menginduksi peningkatan ekspresi MHC klas I. Selain memproses virus yang menginfeksi dirinya sendiri. Kucing dan anjing liar dapat menularkan rabies. Siklus Hidup Virus Terdiri dari 5 tahap yaitu : 1. dapatkan imunisasi yang tepat sebelum Anda berangkat ke sana. C dan E. Sabun dan air biasanya cukup untuk membersihkan kedua tempat itu. Flu. Menutup. Attachment . dan infeksi virus lainnya tidak dapat diobati dengan antibiotik. Tikus dapat membawa penyakit pes dan leptospirosis. yaitu dengan memfagosit virus secara langsung maupun memfagosit sel lain yang terinfeksi virus. Cucilah buah-buahan dan sayuran mentah dengan bersih. dan lainnya di tempat terbuka lebih dari dua jam. Jauhi penderita penyakit yang mudah menular melalui kontak. Mengubur dan Menggunakan anti nyamuk). Jamaah haji wajib mendapatkan imunisasi meningitis sebelum berangkat. nuget ayam. Burung dan ayam liar dapat membawa virus flu burung. Mencuci tangan membantu menghilangkan kuman yang Anda dapatkan dari binatang. dan LT. sel T sitotoksik kemudian menuju sel lain yang terinfeksi virus untuk selanjutnya bekerja dengan cara yang sama. Anda terutama sangat disarankan untuk mencuci tangan sebelum. demam berdarah. dan setelah memegang binatang. Bila Anda tidak dapat menghindarinya. Daging yang bersumber tidak jelas dapat membawa penyakit antrax dan flu burung yang sangat berbahaya. sel dendritik juga dapat memproses virus yang menginfeksi sel lain melalui mekanisme lain. cacar air atau belekan. Jangan biarkan makanan yang mudah basi seperti susu segar. Jagalah kebersihan dan kesehatan hewan piaraan Anda. ayam dan telur sampai betul-betul matang. Bila Anda bepergian ke daerah yang rawan. Cegah perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dan nyamuk lainnya dengan gerakan 3M Plus (Menguras. sebelum makan. Pisahkan dengan tegas barang-barang yang dipakai hewan dengan yang dipakai anggota keluarga Anda. setelah menggunakan kamar mandi.

b. 2. Fase Litik Setelah perakitan selesai terjadilah lisis sel bakteri. 4. 2. Replication Replikasi virus : Dapat dilakukan dengan litik atau lisogenik. Dengan kata lain. Jumlah virus yang terbentuk sekitar 100-200 buah dalam satu daur litik. karena membran protein virus(gp120) dapat berinteraksi dengan CD4 and reseptor pada permukaan sel T. Daur litik (litic cycle) 1. 3. Fase Penggabungan Dalam menyisip ke DNA bakteri DNA virus harus memutus DNA bakteri. Fase Litik (pemecahan sel inang) Ketika perakitan selesai. Fase Sintesis DNA virus melakukan sintesis untuk membentuk bagian-bagian viirus 4. 5. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri dan berfungsi lagi. Kemudian DNA bakteri mereplikasi untuk melakukan pembelahan. Fase Asemblin (perakitan) Bagian-bagian virus yang telah terbentuk. sehingga terbentuklah bagian-bagian virus. Setelah menempel virus mengeluarkan enzim lisoenzim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri untuk memasukkan asam inti virus.Attachment adalah ikatan khas diantara viral capsid proteins and specific receptors pada permukaan sel inang. di dalam DNA bakteri terkandung materi genetik virus. kemudian DNA virus menyisip di antara benang DNA bakteri yang terputus tersebut. Fase Injeksi (memasukkan asam inti) Setelah terbentuk lubang pada sel bakteri maka virus akan memasukkan asam inti (DNA) ke dalam tubuh sel bakteri. oleh bakteri akan dirakit menjadi virus sempurna. Uncoating Uncoating adalah proses terdegradasinya viral kapsid oleh enzim viral atau host enzymes yang dihasilkan oleh viral genomic nucleic acid. a. Virus akan menyerang sel inang yang spesifik. dan kemudian DNA masuk ke dalam akan membentuk virus baru 5. maka virus akan menghancurkan dinding sel bakteri dengan enzim lisoenzim. 4. Virus yang terlepas dari inang akan mencari inang baru. Di dalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus. Penetration Viruse masuk ke sel inang menembus reseptor secara endocytosis atau melalui mekanisme lain. 3. Daur lisogenik (lisogenic cycle) 1. Fase Perakitan Setelah virus membentuk bagian-bagian virus. Fase Sintesis (pembentukan) DNA virus akan mempengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus. dalam kendali DNA virus. akhirnya virus akan mencari inang baru. . 2. contohnya human immunodeficiency virus (HIV) hanya menginfeksi manusia pada sel T. 3. Fase Adsorbsi (fase penempelan) Ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel bakteri. Fase Pembelahan Setelah menyisip DNA virus tidak aktif disebut profag.

Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe DEN 1 & 3. penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Penyakit DBD sering terjadi di daerah tropis. mual. HIV) dilepaskan dari sel inangnya melalui “budding”. Sedangkan penyakit DBD pertama kali di Indonesia ditemukan di Surabaya pada tahun 1968. namun hanya 30-40 menyebarkan malaria (contoh. Virus Nil Barat disebarkan secara tidak sengaja ke Amerika Serikat pada tahun 1999 dan pada tahun 2003 telah merebak ke seluruh negara bagian di Amerika Serikat. Empat jenis plasmodium yaitu: penyakit malaria tertina• Plasmodium vivax malaria kuartana• Plasmodium malariaemalaria tropika• Plasmodium Facifarum malariaovale• Plasmodium ovale Upaya pencegahan antara lain . Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium sp dengan gejala demam. muntah. Nyamuk Penyakit yang dibawa oleh vektor nyamuk antara lain: 1. akan tetapi konfirmasi virologis baru didapat pada tahun 1972. Plasmodium falciparum) dalam kawasan endemik di Afrika. 2. encephalitis. Malaria Anopheles (nyamuk malaria) merupakan salah satu genus nyamuk. Perlu kewaspadaan yang tinggi terhadap penyakit DBD terutama pada musim penghujan. Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti / Aedes albopictus betina yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain. VEKTOR-VEKTOR BIOLOIS DAN PENYAKIT YANG DITIMBULKAN A. Nyamuk Aedes aegypti berasal dari Brazil & Ethiopia & sering menggigit manusia pada waktu pagi & siang. Demam Berdarah Nyamuk Aedes aegypti adalah vector penyakit demam berdarah (DBD) yang merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang cukup meresahkan karena tingkat kematian akibat penyakit ini cukup tinggi.Release Virus dilepaskan dari sel inang melalui lisis. Enveloped viruses (e. serta daerah kumuh.g. anemia dan spleomagali. menghindari gigitan nyamuk. Keempat type virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Anopheles gambiae adalah paling terkenal akibat peranannya sebagai penyebar parasit malaria (contoh. dan penyakit bawaan virus seperti demam kuning. & sebagian besar tinggal di lingkungan lembab. rasa dingin yang tinggi terkadang disertai pendarahan dalam tubuh. merupakan “vektor”) secara alami. Sampai saat ini. pengobatan penderita untuk menghilangkan sumber penular dan pembrantasan nyamuk dan larva. jatuhnya tekanan darah. Orang yang berisiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun. demam berdarah dengue. penyakit filaria seperti kaki gajah. Demam tinggi (38-40 C) yang berlangsung 2 sampai 7 hari sakit kepala rasa sakit yang sangat besar pada otot & persendian bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah pendarahan pada hidung & gusi mudah timbul memar pada kulit shock yang ditandai oleh rasa sakit pada perut. Gejala-gejala DBD sendiri adalah antara lain. sedangkan Anopheles sundaicus adalah penyebar malaria di Asia. Kasus penyakit ini pertama kali ditemukan di Filipina pada tahun 1953. Terdapat 400 spesies nyamuk Anopheles. Penyakit DBD disebabkan oleh virus Dengue dengan tipe DEN 1 s/d 4.5. Sebagian nyamuk mampu menyebarkan penyakit protozoa seperti malaria.. dan virus Nil Barat. Virus tersebut termasuk dalam grup B Arthropod borne viruses (arboviruses). & .virus mendapatkan phospholipid envelope yang berisi kumpulan viral glycoproteins. Disamping itu. pucat.

Virus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim/alam serta perilaku manusia. berhenti hampir secepat mulainya. Dilaporkan pertama kali pada bulan Mei 1889 di Bukhara. Sehingga tidaklah aneh apabila kita sering kali melihat pemberitaaan di media massa tentang adanya berita berjangkitnya penyakit DBD di berbagai wilayah Indonesia hampir di sepanjang waktu dalam satu tahun. pada akhir Oktober 2005 hanya 67 orang meninggal akibat H5N1. India pada Februari–Maret 1890. Wabah ini dengan cepat menyebar ke barat dan menyerang Amerika Utara pada bulan Desember 1889. 3. 4. diperkirakan bahwa jumlah total korban jiwa di seluruh dunia sebanyak dua kali angka tersebut. wabah tersebut merebak sampai Tomsk dan daerah Kaukasus. 1889–1890. Mengingat. hal ini disebabkan burung memiliki kemampuan untuk berimigrasi dari suatu tempat ke tempat lain. Virus tipe H3N2 yang menyebabkan wabah ini dideteksi pertama kali di Hongkong pada awal 1968. B. Virus tersebut diidentifikasikan sebagai tipe H1N1. Flu Hongkong Flu Hong Kong. Yang ditakutkan adalah bahwa jika virus flu burung bergabung dengan virus flu manusia (yang terdapat pada babi maupun manusia). burung-burung tersebut biasanya tersebar di pantai laut Pulau Jawa dan daerah lain yang banyak persediaan makanan burung. Pada bulan Oktober. Wabah ini sangat mematikan dan sangat cepat menyebar (pada bulan Mei 1918 di Spanyol. 1957–1958. hal ini . pada bulan Oktober 1918 wabah ini sudah menyebar menjadi pandemi di semua benua. AS. 2. Sehingga kemungkinan burung membawa bibit penyakit yang dapat berupa virus (virus flu burung) ataupun bakteri. Rusia. Seluruh wilayah di Indonesia mempunyai risiko untuk terjangkit penyakit DBD.000 di Inggris. Flu burung (Flu Asia) Flu Asia. 25 juta orang tewas. Pertama kali diidentifikasi awal Maret 1918 di basis pelatihan militer AS di Fort Riley. Perkiraan jumlah korban adalah antara 750. Dalam enam bulan. 1. 500. Lalat C. Pada bulan Oktober 2005.muncul pada musim penghujan.000 di Amerika Serikat dan 200. virus flu burung dideteksi pada babi di Vietnam. Amerika Selatan pada Februari–April 1890. Wabah ini diduga disebabkan oleh virus flu tipe H2N8 dan mempunyai laju serangan dan laju mortalitas yang sangat tinggi. kemudian menyebar ke seluruh dunia pada tahun yang sama. Kansas. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan di Indonesia. dan baru benar-benar berakhir dalam waktu 18 bulan. kasus flu burung (dari galur mematikan H5N1) ditemukan di Turki setelah memakan sejumlah korban jiwa di berbagai negara (termasuk Indonesia) sejak pertama kali diidentifikasi pada tahun 2003. dengan meneliti jenazah yang terawetkan di lapisan es (permafrost) Alaska. Flu Asiatik Flu Asiatik. Pada Februari 2004. 1968–1969. sehingga meningkatkan kekhawatiran akan munculnya galur virus baru. delapan juta orang terinfeksi wabah ini). Subtipe virus semacam itu dapat menyebabkan wabah global influensa yang serupa dengan flu Spanyol ataupun pandemi lebih kecil seperti flu Hong Kong. subtipe virus baru yang terbentuk akan sangat menular dan mematikan pada manusia. Namun demikian. Virus penyebab wabah tersebut baru-baru ini diselidiki di Centers for Disease Control and Prevention. 1918–1919. Wabah tersebut merupakan flu burung yang disebabkan oleh virus flu tipe H2N2 dan memakan korban sebanyak satu sampai empat juta orang. Burung/Angsa Burung merupakan hawan kelas aves yang memiliki potensi sebagai vekor penyakit.000 dan dua juta jiwa di seluruh dunia. sebab baik virus penyebab maupun nyamuk vektor penularnya sudah tersebar luas di seluruh Indonesia. Flu Spanyol Flu Spanyol. dan Australia pada Maret–April 1890. Wabah ini pertama kali diidentifikasi di Tiongkok pada awal Februari 1957. Diperkirakan 17 juta jiwa tewas di India.

owa. Juga terhadap penderita yang telah berusia lanjut dengan penyakit ginjal kronik atau gangguan metabolik endokrin. Gejala yang ditimbulkan bila terinfeksi rabies pertama-tama adalah tingkah laku yang abnormal dan sangat sensitif (mudah marah). D. Jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh satwa antara lain: 1. Penyebaran melalui media tetes air atau droplet pada waktu batuk dan partikel dari sekret hidung atau tenggorokan di ruangan tertutup atau melayang di udara. dan lain-lain.tidak serupa dengan pandemi-pandemi influensa yang pernah terjadi. Perutnya tampak membesar. Rabies Penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus ini dikenal juga sebagai penyakit anjing gila. vagina. muntah. Waspada 7 Virus Penyebab Penyakit pada Manusia 1. Hati-hati jika memelihara primata seperti monyet. sakit tenggorokan. kelumpuhan dan kekejangan pada anggota gerak. akibatnya kematian mengancam penderita hepatitis. Orang yang terkena hepatitis. Salah satu komplikasi yang serius adalah pneumonia bakterial. menggigil. Jumlah kematian mencapai puluhan ribu orang. orangutan. hatinya akan rusak. Mamalia piaraan Hewan yang banyak digemari dan dipelihara oleh banyak orang ternyata dapat menularkan penyakit melalui gigitan. kera (3%) dan satwa lain (1%). plasenta bayi bagi ibu yang mengandung serta cairan tubuh seperti sperma. Penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat ini dapat ditularkan ke manusia lewat gigitan satwa. karena barangkali satwa itu terinveksi penyakit (vector penyakit) dan berisiko melakukan penularan pada manusia. Penderita penyakit ini akan mengalami dehidrasi akibat pelepuhan kulit dan akhirnya kematian akan menjemputnya. dan air liur. Virus ini bisa berakibat kematian bagi bangsa primata. Kasus gigitan hewan penyebar rabies adalah anjing (90%). Hepatitis Satwa primata (bangsa kera dan monyet) dapat menularkan penyakit hepatitis melalui gigitan atau cakaran. Vaksinasi perlu . 4. Di seluruh dunia diperkirakan 2 milyar manusia telah terinfeksi penyakit hepatitis. Dua juta orang meninggal tiap tahunnya atau tiap menitnya ada 4 orang meninggal akibat kasus penyakit tersebut. Penderita akan mati karena kesulitan untuk bernafas dan menelan dalam kurun waktu 2-10 hari. Kecepatan penularan penyakit hepatitis 4 kali lebih cepat dari penyakit HIV. Serangan penyakit ini tercatat paling tinggi pada musim dingin dan hujan. sakit otot. Influenza merupakan penyakit yang dapat menjalar dengan cepat di lingkungan masyarakat. Fungsi hati yang menyaring racun telah hancur oleh virus ini. siamang. Penularan penularan penyakit hepatitis ini melalui aliran darah. lutung. diare dan kulit berwarna kekuningan. Karena sering terjadi perubahan akibat mutasi gen maka antigen pada virus influenza akan berubah juga sehingga seseorang yang pernah terserang influenza masih mungkin diserang berulang kali. Virus ini melanda pandemi berjangkit serentak di seluruh dunia 2-3 tahun sekali. karena barangkali primata itu terinveksi hepatitis dan sekali dia menggigit anda maka anda berisiko tertular hepatitis. Virus Influenza Influenza merupakan penyakit infeksi akut saluran pernafasan yang ditandai dengan demam. kucing (3%). Lama sakitnya adalah 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri. sakit kepala. 3. dan sering disertai pilek. cakaran. Walaupun dianggap ringan tapi dapat berbahaya untuk usia sangat muda atau bayi dan orang dewasa dengan fungsi kardiopulmoner yang terbatas. dan biasanya sembuh sendiri. Hati-hati memelihara primata. sehingga perlu diwaspadai bagi pamelihara memelihara satwa. Manusia dapat tertular dari gigitan atau cakaran satwa yang mengandung virus tersebut. Herpes Adanya pelepuhan kulit di seluruh tubuh merupakan gejala awal yang ditimbulkan bila terinfeksi virus herpes.

kontak langsung. 3. dan badan. Pengobatan dengan antibiotik juga permangas kalicus untuk bopeng yang ada. sebagian kasus berlanjut dengan kelumpuhan. Virus Gondong (Mumps) Merupakan akut dan menular dengan gejala pembesaran kelenjar ludah terutama glandula parotis. urin. anggota badan.diberikan 3-4 minggu sebelum terserang influenza. Dimulai dengan stadium Prodonal lamanya 1-2 hari dengan gejala demam. 2. Angka kematian: variola minor 1% variola mayor 10% Variola disereta 5-6% Variola concluence 60% Variola hemorrhagica 80% Kematian tertinggi pada anak berusia di bawah 5 tahun dan dewasa di atas 45 tahun. Virus Polio Virus polio termasuk virus entero yang dapat menyebabkan kerusakan neuron motor dalam sumsum tulang belakang sehingga menimbulkan kelumpuhan. anorexia. lesu.Poliomyelitis abortif adalah yang paling sering ditemukan. Masanya adalah 14-24 hari. Jalan satu-satunya untuk pencegahan adalah vaksinasi. muntah. virus ini dapat masuk melalui mulut. Lalu timbul pembengkakan kelenjar Parotis. Infeksi penyakit varisela adalah lewat selaput lendir saluran pernafasan bagian atas. Kompres panas atau dingin dan makan yang lunak atau cair. dan nyeri otot dengan suhu tubuh 38. dan sakit tenggorokan. Masa inkubasinya 14-21 hari dengan gejala deman dan tidak enak badan diikuti dengan ruam pada badan lalu wajah. pipi.5-39. Zoster biasanya dimulai dengan perasaan tidak enak badan dan demam diikuti rasa sakit hebat pada daerah kulit atau selaput lendir yang berkaitan dengan syaraf dan ganglion sensoris. sakit kepala. Vaksinasi dapat membuat kekebalan seseorang hingga kurang lebih 70%. sembelit. sakit punggung. serta farings.Poliomyelitis non paralitik (meningitis aseptik) gejalanya seperti poliomyelitis abortif tetapi ditambah dengan kekakuan. leher. Ada 3 gejala dan penyebab penyakit polio: . tidak menyebabkan kelumpuhan. -Poliomyelitis paralitik dapat menyebabkan kerusakan neuron motor yang menyebabkan kelumpuhan. hanya sakit ringan seperti demam. . Sedagkan zoster atau shingles adalah penyakit yang melemahkan pada orang dewasa. dan muntahan. sakit kepala. 4. udara. Yang paling sering terserang adalah kepala. ngantuk. Virus tinggal pada tenggorokan dan tinja sebelum timbulnya penyakit. Namun sekarang telah tersedia vaksin polio. Seseorang yang terinfeksi virus ini harus beristirahat di tempat tidur selama panas dan pembengkakan granula parotis. Pembengkakan terjadi selama 3 hari lalu mengempis. rasa nyeri akan lebih terasa apabila makan atau minum yang rasanya asam. Virus ini ditemukan pada keropeng dan vesikel (crusta/gelembung kecil-kecil) mengena muka dan membuat cacat muka. Penyebarannya melalui tetesan air. Jadi jangan lupa melakukan vaksinasi lengkap bagi bayi dan secepatnya menyingkir dari daerah yang termasuk epidemi.5 derajat Celcius. dan leher. dan muntahan. selaput lendir. Cacar Air (Varisela) dan Zoster Varisela atau cacar air adalah salah satu penyakit yang sangat menular terutama pada anak-anak. 5. muntah. Penyakit ini dapat timbul di seluruh dunia. jarang terjadi pada anak-anak. . Pengobatan penyakit ini terbatas untuk pengurangan nyeri dan spasme oto serta mempertahankan pernafasan dan cairan. Cacar (Variola) Virus variola menular secara kontak langsung. Untuk mencegah influenza kita harus berusaha hidup higienis. Kedua penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang sama.

saluran gastrointestinal. Frekuensi Tes Tes CD4 sebaiknya diulang setiap 3-6 bulan untuk pasien yang belum diobati dengan ART dan jangka waktu dua sampai empat bulan pada pasien yang memakai ART. dan 16 sampai 24 minggu. Faktor Yang mempengaruhi : Faktor termasuk perbedaan analisis. Frekuensi akan berbeda-beda tergantung keadaan individu. Juga ada perbedaan musim dan . Untuk seorang wanita yang terkena virus ini saat hamil. mewakili dua standard deviation kurang lebih 500 hingga 1400. Hasil yang tidak konsisten dengan kecenderungan sebelumnya sebaiknya diulang. walau kebanyakan dokter yang tidak mampu menjangkau tes CD4 kemungkina akan memakai hitung limfosit total (total lymphocyte count/TLC). yang bertanggung jawab untuk kisaran yang besar pada nilai normal (umumnya 500-1400).Untuk pencegahan dengan menggunakan globulin imun varisela zoster untuk orang-orang yang beresiko tinggi atau kontak dengan penderita namun apabila sudah terinfeksi maka vaksin tersebut tidak berguna lagi. dengan kisaran. tapi mengeluarkan virus dari serviks selama trimester terakhir dari kehamilan. Jika tidak maka jika dapat disembuhkan akan terjadi kerusakan otak yang permanen. misal kisaran confidence 95 persen untuk jumlah CD4 yang benar 200 adalah 118-337. membutuhkan darah segar (<18 jam). Kepastian tes ini harus mengacu pada kisaran tepat. kornea. dan penggunaan kortikosteroid. Dengan terapi awal atau perubahan terapi. dan daerah lain. 6. 8 sampai 12. Ada beberapa macam jenis herpes. merah-merah pada kulit hingga seperti gelembung-gelembung pada kulit. perbedaan musim dan diurnal. ketika melahirkan bayi maka bayi dapat diselamatkan melalui operasi (sectio caesarea) sebelum pecahnya selaput ketuban. Ada juga herpes genitalis yang dapat menginfeksi pada alat kelamin wanita maupun pria. mencerminkan kenyataan bahwa jumlah CD4 dihitung berdasarkan tiga variabel: jumlah leukosit. atau kelopak mata dan bahkan radang pada otak. perlu dilakukan tes CD4 (serta viral load) pada 4. Pencegahannya dengan menjaga kebersihan vagina/serviks. Herpes Herpes juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. dan umumnya berharga 50-150 dolar AS. Banyak wanita terinfeksi secara alamiah sebelum hamil. Kasus-kasus fatal terjadi pada saat virus sitomegali ada di jaringan epitel hati. paru-paru. Virus herpes bisa membuat seseorang demam. jumlah CD4 akan menurun rata-rata 4% per tahun untuk setiap log viral load. Jangan lupa pula pakaian kita juga harus higienis. Tes tersebut sebaiknya diulangi bila hasil tidak konsisten dengan kecenderungan sebelumnya. % limfosit dan % sel CD4. Alat ini mungkin cocok untuk daerah terbatas sumber daya. Kalau tidak diobati. Virus ini terjadi pada awal kelahiran bayi dan menyebabkan kematian anak di bawah 2 tahun atau infeksi yang tidak nyata pada masa anak-anak atau remaja dan muncul pada saat dewasa. infeksi pada mata. Virus Sitomegali Virus Sitomegali disebut juga dengan cyclomegalic inclusion diseas atau virus kelenjar ludah. Perbedaan analisis yang bermakna. Sebuah sistem alternatif yang memakai teknologi EIA adalah TRAX CD4 Test kit. Teknik Cara baku untuk menentukan jumlah CD4 memakai flow cytometer dan alat analisis hematologi yang mahal. ginjal. Untuk mencegah infeksi penyakit ini sangat dianjurkan untuk selalu menggunting kuku atau jangan memiliki kuku panjang dan sering-sering mencuci tangan dengan antiseptik. Padahal virus ini ditemukan pada serviks wanita yang sehat sehingga 10% dimungkinkan wanita tersebut terkena virus ini saat ibu hamil. 7. beberapa penyakit bersamaan. Nilai Normal : Nilai normal untuk kebanyakan laboratorium adalah rata-rata 800 hingga 1050 (sel/mm3).

Sangat Menurun (Gejala makin parah dan persisten. CD4 mutlak dan persentase CD4 sesuai dicatat sebagai berikut : CD4 (nilai mutlak) : >500 setara dengan >29% (Persen). Keputusan terapi : Terapi simptomatik. Interval : Setiap 3-6 bulan. limpadenopati. Splenektomi segera menghasilkan peningkatan pada jumlah CD4. berkurangnya daya ingat. keringat malam. Pertimnangkan perubahan ART jika im unoklinik menurun. peningkatan resiko penyebaran penyakit. Interval : Setiap 6 bulan. peningkatan insidens kanker kelainan paru. penggunaan kronis mengakibatkan perubahan yang tidak sebesar ini. . 3. Angka infeksi HIV dan HTLV-1 bersamaan yang tinggi telah dilaporkan di Brasil dan Haiti. HTLV-1 terkait erat dengan HTLV-2. kegiatan penanggulangan dan pemantauan selama perjalanan penyakit sangat penting. Interval : Setiap 2-3 bulan. ancaman infeksi. rash (dermatitis seboroik. usia pada orang dewasa. Menurun. cryptococcosis. histoplasmosis.Yang berikut hanya mempunyai dampak kecil pada jumlah CD4: Gender. Tujuan Monitoring : Monitoring respons ART dan dan putuskan untuk memulai profilaksis terhadap pneumocystic pneumonia dan infeksi lain. dan kehamilan. sudah AIDS) Kadar CD4 : 200-50 sel. xoster. pertimbangkan profilaksis lain dan memperkirakan resiko terhadap infeksi opotunistik. toksoplasma. nocardia. Gejala Klinik : Acute retroviral sindrom/asimptomatik. Penggunaan kortikosteroid dapat menyebabkan dampak yang besar. dan kelenjar limfe. dan kebanyakan tes serologi tidak membedakan antara kedua infeksi. yang terus ditahan. 200500 setara dengan 14-28% dan <200 setara dengan <14%. limpadenopati. vomiting.perbedaan diurnal. Perubahan akut kemungkinan diakibatkan redistribusi leukosit antara sirkulasi perifer dan sumsum tulang. tetapi hanya HTLV-1 menyebabkan jumlah CD4 yang seakan-akan tinggi. Pneumocystis carinii pneumonia (PCP). faktor risiko. koefisien perbedaan pada satu pasien untuk persentase CD4 adalah 18 persen dibandingkan 25 persen untuk CD4 mutlak. Gejala Klinik : Peningkatan gejala berat dan persisten. Berdasarkan hal tersebut. perbedaan ini tidak secara jelas sesuai dengan ritma circadian kortikosteroid. 2. dengan penurunan dari 900 menjadi di bawah 300 dengan penggunaan akut. 80-90% infeksi tersebut adalah HTLV-2 pada kedua kelompok. Analisis terhadap pasien dengan koinfeksi memberi kesan bahwa jumlah CD4 adalah 80-180 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan tingkat penekanan kekebalan yang serupa. kandidiasis/ulkus mulut. stres psikologis. Tujuan Monitoring : Evaluasi untuk memulai perubahan ART. Jumlah CD4 yang seakan-akan tinggi dapat terjadi dengan koinfeksi HTLV-1 atau splenektomi. Pada laboratorium AIDS Clinical Trials Group (ACTG). stres fisik. dan 2-10 persen pada pekerja seks. dengan tingkat paling rendah pada pukul 12:30 dan tingkat puncak pada pukul 20:30. Data dari pangkalan data pengamatan besar memberi kesan bahwa CD4 mutlak adalah prediktor paling berguna terhadap risiko untuk perkembangan infeksi oportunistik. maka seseorang akan tetap mengandung HIV dalam tubuhnya. Persentase CD4 Persentase CD4 kadang kala dipakai sebagai pilihan mengganti CD4 mutlak karena hitungan ini mengurangi perbedaan pada satu ukuran. (Asimtomatik) Kadar CD4 : 500-200 sel. gejala kronik atau intermitten. Keputusan terapi : ART dan profilaksis. Gejala Klinik : Asimptomatik/simptomatik. Kriteria Sekali HIV menginfeksi. gambaran klinik dan interval follow-up : 1. Normal (Normal atau asimtomatik) Kadar CD4 : 1000-500 sel. Kriteria keputusan terapi berdasarkan jumlah CD4. kandidiasis/lesi mulut. Sedikit penurunan pada jumlah CD4 dicatat dengan beberapa infeksi akut dan dengan bedah besar. nause. demam. tuberkulosis. follikulitis). limpa. gejala intermitten. Tujuan Monitoring : Memutuskan kapan penanganan terapi anti retroviral. diare. Keputusan terapi : Mulai terapi antiretroviral (ART). xerosis. Persentase CD4 mencerminkan kesehatan kekebalan secara lebih tepat. sarkoma kaposis mungkin nampak. Penelitian serologi di AS menunjukkan angka infeksi HTLV1/2 7-12 persen pada pengguna narkoba suntikan.

Faktor yang sesuai dengan tanggapan yang baik termasuk viral load yang tinggi dan jumlah CD4 yang rendah pada awal. Pertimbangkan perubahan ART dan kombinasi. TLC <120 bergabung dengan gejala klinis disarankan sebagi pengganti jumlah CD4 <200 sebagai indikasi untuk ART di pedoman WHO. Sel ini adalah sel CD4 dengan spesifisitas untuk kebanyakan infeksi oportunistik. Adalah kekurangan sel ini yang bertanggung jawab atas ketidakmampuan menanggapi antigen recall (yang seharusnya diingat). Jumlah CD4 umumnya merosot. penelitian berdasarkan populasi menunjukkan bahwa faktor paling penting dalam tanggapan CD4 pada ART adalah lamanya pengendalian virologis. mungkin terjadi penundaan awal pada tanggapan CD4 yang tidak dapat dijelaskan. Peningkatan awal terutama diakibatkan redistribusi sel CD4 dari tempat sistem getah bening. Walau ada tanggapan virologi yang baik. misalnya P. kemampuan untuk menghentikan terapi rumatan untuk MAC diseminasi dan CMV. Respon terhadap ART Jumlah CD4 umumnya meningkat ≥50 pada 4-8 minggu setelah penekanan virus dengan ART dan kemudian tambahan 50-100/tahun. Interval : ?? (tidak ada). semua sel adalah naif dan menunjukkan isoform CD45RA+. penderita tetap dengan ART dan terapi profilaksis. TLC TLC kadang dipakai sebagai pengganti jumlah CD4 pada daerah terbatas sumber daya. Walau begitu beberapa pasien dengan pemulihan kekebalan mempunyai kekurangan tanggapan CTL pada antigen tertentu yang dapat menghasilkan PCP atau CMV kambuh walau jumlah CD4 >300. Dua kategori sel CD4 utama adalah sel naif dan sel memori. Sangat rendah (Stadium akhir. sitomegalovirus.4. repertoire CD4 adalah beraneka ragam. bila terapi dihentikan. Tahap kedua dicirikan oleh pemasukan sel CD4 memori dengan aktivasi sel-T dikurangi dan tanggapan yang lebih baik pada antigen recall. jiroveci. Gejala Klinik : Peningkatan infeksi oportunistik dan kematian. Pada enam bulan. sebuah kerusakan tercatat agak dini pada kelanjutan infeksi HIV. Tujuan Monitoring : Monitoring kemungkinan peningkatan kecemasan penderita. PML. Keputusan terapi : Tergantung proses penderita dan penyakit. Penurunan ini dapat dilihat dengan atau tanpa penekanan virus sebelumnya dan dijelaskan oleh kemampuan replikasi yang menurun akibat mutasi resistan atau pada kehilangan sebagian kegiatan antiviral walau resistan. Penelitian terhadap pasien terinfeksi HIV menunjukkan penurunan sel naif diutamakan. Walaupun begitu. Pertimbangkan menggunakan viral load untuk evaluasi progressifitas. ada unsur tiga tahap pada pemulihan CD4. dan kemampuan untuk menghentikan profilaksis primer untuk PCP dan MAC pada mereka yang menanggapi. Pada tahap ketiga ada peningkatan pada sel naif setelah sedikitnya 12 minggu ART. CMV. Dengan ART. Kemampuan sel ini dibuktikan oleh pengendalian infeksi kronis tertentu misalnya kriptosporidiosis. . meningkatnya infeksi oportunistik dan mortalitas) Kadar CD4 : < 50 sel. sampai 100-150 dalam 3-4 bulan. mikrosporidiosis dan moluskum contagiosum. dan Toxoplasma gondii. Sel memori (CD45RA–) mewakili unsur repertoire sel-T yang pernah diaktivasi oleh pajanan pada antigen. Pada awal hidup. Repertoire CD4 Kekurangan kekebalan yang berlanjut pada infeksi HIV terkait dengan perubahan kuantitatif dan kualitatif pada sel CD4. MAC dan proses tahap lanjut yang lain. Penambahan Hb ≤12g/dL meningkatkan sensitivitas mendeteksi jumlah CD4 <200 waktu TLC adalah 1200-2000. demensia AIDS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful