PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang Ketika kita mendengar kata "hukum," apa yang pertama kali terlintas dalam benak kita? Jarang sekali kita langsung membayangkan suatu perangkat yang terdiri dari benda, manusia dan lembaga. Tetapi karena kita terbiasa mengalami hal-hal yang berkaitan dengan hukum, maka kita kadang mengidentifikasikan atau mengartikan hukum sebagai polisi, penjara, pengadilan, atau hal-hal lain semacamnya. Bahkan seringkali perasaan yang timbul diiringi rasa takut dan khawatir yang berlebihan. Itu sebabnya banyak diantara kita yang sama sekali enggan berurusan dengan hal-hal yang menyangkut hukum. Perasaanperasaan seperti itu sangat wajar, kalau saja kita belum memahami sepenuhnya apa yang dimaksud dengan hukum itu sendiri. Pada hakekatnya hukum merupakan produk dari perkembangan masyarakat, di mana ketidak-teraturan dan kesewenang-wenangan juga kepentingan-kepentingan dari sekelompok masyarakat tertentu membutuhkan dan menghasilkan proses terciptanya serangkaian ketentuan-ketentuan dan kesepakatan-kesepakatan. Ketentuanketentuan yang disepakati itu kemudian dalam perkembangannya dikenal sebagai "hukum." Sehingga pada sebuah tubuh yang namanya hukum, dia mempunyai dua muka atau sisi: sisi keadilan dan sisi kepentingan. Melalui penulisan makalah ini, tim penulis akan mengangkat salah satu contoh kasus hukum terkait pidana yang terjadi di dalam masyarakat, yaitu kasus Ryan, pria penjagal dari Jombang. Kasus Ryan ini mengejutkan semua orang, bukan hanya pihak kepolisian, tetapi juga masyarakat umum. Masyarakat Indonesia di gemparkan oleh kasus mutilasi yang dilakukan Ferry Idham Heniansyah alias Ryan. Dari pengakuan Ryan dan penelusuran polisi, hingga saat ini tercatat ada 11 korban mutilasi. Di duga masih akan ada korban korban berikutnya yang belum di ketemukan. Kasus yang diangkat tim penulis dalam makalah ini adalah kasus pembunuhan Heri Santoso (40) yang dibunuh Ferry Idham Heniansyah alias Ryan (30), karena cemburu. Keduanya sama-sama tertarik pada Novel Andrias alias Noval (28). Mutilasi dilakukan di kamar 309A, Blok C, apartemen Margonda Garden Residence, Depok, Jum‟at (11/7) pukul 20.00. Awalnya Heri datang ke apartemen Ryan dengan mobil Zuzuki APV hitam, B-8986-CR, pukul 20.00, Jum‟at (11/7). Di apartemen, Heri melihat foto Noval, kekasih Feriansyah yang akrab dipanggil Ryan. Heri jatuh hati pada Noval, dan menyampaikan hal itu pada Ryan. Heri lalu

menawarkan sejumlah uang kepada Ryan agar Noval bisa berhubungan intim dengan Heri. Ryan tersinggung dan marah. Terjadi cekcok mulut kemudian Ryan menikam Heri dan memukuli korban dengan sebatang besi. Setelah menjadi mayat, Ryan memotong-motong jenazah Heri menjadi tujuh bagian dalam dua koper besar dan kecil, serta dalam sebuah plastik. Dengan membawa potonganpotongan jenazah itu, Ryan naik taksi. Ia lalu membuang potongan-potongan jenazah itu di dua lokasi di tepi Jalan Kebagusan Raya, Sabtu pagi. Pembuangan mayat yang berbau anyir darah tersebut dan meninggalkan koper besar dijalan bahkan tidak mengundang kecurigaan supir taksi. Pukul 08.00, potongan mayat itu ditemukan. Setelah membuang potongan mayat Heri, Ryan memanfaatkan uang korban senilai Rp 3.040.000, dua kartu kredit BNI, dan satu kartu kredit ANZ, serta kartu anjungan tunai mandiri (ATM) BCA untuk berfoya-foya dengan kekasihnya, Noval. Polisi menangkap Noval, seorang pegawai negeri sipil, di kantornya, di Margonda, Selasa (15/7) pukul 14.00. Sejam kemudian polisi menggerebek kos Ryan di Pesona Kayangan, Depok dan menyita sejumlah barang bukti dari apartemen, berupa dua kartu kredit BNI, dan kartu kredit ANZ, kartu anjungan mandiri BCA, laptop, telepon selular Nokia E71, cincin, pisau, potongan besi, dan mobil Suzuki APV milik Heri. Ryan dicurigai tidak sekali ini melakukan mutilasi, karenanya polisi masih memeriksa intensif Ryan. Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu, didampingi Kepala Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Ajun Komisaris Besar Fadhil Imran, dalam kasus ini, tim gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Metro Pasar Minggu, melakukan pemeriksaan terhadap tersangka kasus mutilasi – Ryan, dengan memanggil 14 saksi, yang sebagian berasal dari kaum homoseks. Berdasarkan kasus mengenai Ryan yang mengambil harta lalu menghabisi korbannya dengan memutilasinya, maka tim penulis merasa tertarik untuk membahas dan menganalisis mengenai kasus tersebut. Tim penulis ingin mengetahui mengenai letak keadilan yang sesungguhnya mengenai tindak pidana yang dilakukan Ryan. Tindak pidana merupakan suatu perbuatan melanggar atau bertentangan dengan undang-undang yang dilakukan dengan kesalahan oleh orang yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu bentuk tindak pidana tersebut adalah tindak pidana pembunuhan. Dewasa ini tindak pidana pembunuhan cenderung meningkat, hal ini menyebabkan keresahan pada masyarakat.

khususnya hak untuk hidup dapat terlindungi dan mendapatkan keadilan sebagaimana mestinya o Memberikan suatu tambahan informasi dan gambaran tentang penegakan hukum pidana di Indonesia .1 Manfaat Akademis o Menambah wawasan mengenai hukum dan kajian teori dalam ilmu pengetahuan hukum. yaitu: 1. khususnya hukum pidana.4.4 Manfaat penulisan Manfaat penulisan dari makalah ini terbagi atas dua.3 Tujuan penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apakah dasar-dasar hukum yang berlaku dalam kasus tindak pidana yang dilakukan oleh Ferry Idham Heniansyah alias Ryan yang mengambil harta korbannya lalu menghabisi korbannya dengan memutilasinya 1. maka rumusan masalah yang akan kami angkat dalam makalah ini adalah : Apakah dasar-dasar hukum yang berlaku dalam kasus tindak pidana yang dilakukan oleh Ferry Idham Heniansyah alias Ryan yang mengambil harta korbannya lalu menghabisi korbannya dengan memutilasinya? 1.1. sekaligus menambah perbendaharaan data bagi kampus o Untuk mengetahui dasar hukum mengenai kasus tindak pidana di Indonesia 1.2 Rumusan masalah Berdasarkan perincian latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya.4. o Untuk memberi pengetahuan baru bagi para mahasiswa.2 Manfaat Praktis o Untuk mengetahui dasar penerapan hukum pidana yang sesungguhnya sehingga praktek keadilan mengenai penegakan hukum terhadap hak asasi manusia.

Penjabat Negara . perbuatan mana diancam dengan hukuman yang merupakan suatu penderitaan atau siksaan.Hak milik / harta benda Pelanggaran dan Kejahatan: 1. Kejahatan ialah mengenai soal-soal yang besar. Pelanggaran ialah mengenai hal-hal kecil atau ringan.Pencurian 2. misalnya: supir mobil yang tak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). Kepentingan hukum tiap manusia: .Penghinaan .Jiwa .1.Kemerdekaan .Penganiayaan .Kehormatan . seperti: .1 Sejarah Singkat Hukum Pidana Indonesia .Undang – undang peraturan pemerintah 2.1 Hukum Pidana Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur tentang pelanggaran-pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum. yang diancam dengan hukuman denda. 2.Lembaga Negara .Pegawai negeri .BAB II KERANGKA TEORITIS 2. Badan dan peraturan perundangan negara: . Pengertian kepentingan umum: 1.Negara .Pembunuhan .Raga / tubuh . bersepeda tanpa lampu di malam hari.

Satu untuk golongan Eropa (mulai berlaku 1 Januari 1867) KUHP untuk golongan Indonesia (1873) merupakan turunan dari KUHP untuk orang Eropa (1867). dan sebagainya) berhak membuat peraturan pidana. Peraturan mengenai Pidana telah tersebar.1. Berdasarkan pasal II aturan peralihan dari UUD 1945 yo.2 Fungsi Hukum Pidana . sebab tiap-tiap Badan Legislatif dan tiap-tiap orang yang diserahi tugas guna menjalankan undangundang (Presiden. Peraturan – peraturan pidana yang dibuat badan legislatif dan badan eksekutif yang lebih rendah kedudukannya. Pasal 192 Konstitusi RIS 1949 yo. 2. karena dibuat oleh Badan Legislatif yang tertinggi dan sesuai dengan asas unifikasi hukum. sebab pengaadaan KUHP baru belum ada. Hukum pidana di Indonesia pada umumnya tidak tertulis dan bila tertulis belum merupakan suatu kodifikasi. Peraturan – peraturan pidana yang terkumpul dalam suatu kitab ialah Kitab Undang-undang Hukum Pidana disingkat KUHP (Wetboek van Strafrecht= W. KUHP orang Eropa merupakan turunan kode penal – Hukum Pidana Perancis di era Napoleon di tahun 1811. Hukum adat bersifat kedaerah – daerahan.Satu untuk golongan Indonesia (mulai berlaku 1 Januari 1873) . maka hingga kini masih diperlakukan KUHP tersebut. Sebelum 1 Januari 1918 .Hukum Pidana yang berlaku sekarang ialah hukum pidana yang tertulis dan sudah dimodifikasi. KUHP lahir dan mulai berlaku sejak 1 Januari 1918. Mentri. Pasal 142 UUDS 1950. KUHP memuat peraturan – peraturan pidana yang berlaku terhadap seluruh penduduk Indonesia. Kepala Daerah. Perubahan penting dari KUHP ciptaan Hindia Belanda. maka mulai 1 Januari 1918 berlakulah satu macam Hukum Pidana untuk semua golongna penduduk Indonesia (unifikasi Hukum Pidana). tidak boleh bertentangan dan menyimpang dari badan – badan eksekutif serta legislatif yang lebih tinggi. Sebelum tahun 1867 orang – orang Eropa di Indonesia pada umumnya dikenakan hukum pidana dari Belanda atau hukum Romawi. diadakan dengan undang – undang No. 1 tahun 1946. yang diciptakan tanggal 1 Januari 1918. berlaku 2 KUHP: .S). Sedangkan bagi orang Indonesia sebelum tahun 1873 diperlakukkan hukum adat pidanannya masing – masing.v. Dengan KUHP tersebut. sebab masih tercantum dengan hukum lain.

Penyelidikan tentang sebab dari kejahatan ini dapat dicari pada diri orang (keadaan badan dan jiwanya) atau pada keadaan masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan sosial. demikian pula ilmu hukum pidana ini mempunyai ilmu-ilmu pengetahuan pembantunya. Anthropologi 2. Peninjauan dari luar ialah mengenai riwayatnya yang telah kita bicarakan dahulu. Kriminologi 2. maka diselidiki sebab-sebab dari kejahatan dan dicari cara-cara untuk memberantasnya. sekitar Undang-Undang Pidana dan beberapa ilmu pengetahuan pembantu dari hukum pidana. Psychiatrie-Kehakiman 7.4 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Peninjauan terhadap KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dapat dari luar dan dapat pula dari dalam.1. Dari dalam ialah mengenai bentuk dan isi kitab Undang-Undang Hukum Pidana. hukum pidana dilihat sebagai ilmu pengetahuan kemasyarakatan.Hukum pidana berfungsi sebagai pengendali kejahatan yang dibuat oleh manusia. Penyelidikan secara demikian adalah dogmatis juridis. Selain itu. Ethica 4. seperti hukum perdata dan administrasi. Kalau seseorang melanggar aturan pidana. diantaranya : 1.3 Tujuan Hukum Pidana Hukum Pidana merupakan ilmu pengetahuan hukum. Medicine Forensic (Ilmu Kedokteran bagian Kehakiman) 6. Tujuan hukum pidana itu memberi sistem dalam bahan-bahan yang banyak dari hukum itu : asas-asas dihubungkan satu sama lain sehingga dapat dimasukkan dalam satu sistem. Seperti juga setiap ilmu-ilmu pengetahuan membutuhkan bantuan dan keterangan dari ilmu pengetahuan lain. Hukum pidana juga berfungsi sebagai penegas atau sebagai penerapan sanksi bagi hukum lain. Statistik 5. dibawah umur dan sebagainya). oleh karena itu peninjauan bahan-bahan mengenai hukum pidana terutama dilakukan dari sudut pertanggungan jawab manusia tentang “perbuatan yang dapat dihukum”. Baiklah kita meninjau dari . maka akibatnya ialah bahwa bahwa orang itu dapat di pertanggungjawabkan tentang perbuatannya itu sehingga ia dapat dikenakan hukuman (kecuali orang gila.1. Filsafat 3. 2.

Siapakah yang berhak membuat Undang-Undang Hukum Pidana itu? Kalau perkataan Undang-Undang Hukum Pidana itu diartikan sempit sebagai Undang-Undang. Lazim juga dikatakan bahwa Undang-Undang Hukum Pidana adalah “Norma plus Sanksi”. dengan hukuman setinggi-tingginya 15 tahun.” Ada juga Undang-Undang Hukum Pidana yang bentuknya mengancam dengan hukuman (sanksi) terlebih dahulu. barangsiapa dalam masa perang dengan sengaja melanggar suatu peraturan yang diadakan oleh pemerintah untuk menjaga keselamatan negara”. dan kita mulai dengan uraian sekitar Undang-Undang Pidana : .” Dapat juga norma dan sanksi terpisah dalam beberapa pasal. maka yang berhak membuatnya adalah badan legislative yang tertinggi (DPR) bersama pemerintah. melainkan tetap normanya. Didalam pasal ini belum terdapat normanya melainkan baru nanti diadakan kalau masa perang tiba. Jadi dalam pasal I.dalam karena riwayat KUHP telah dipaparkan di muka. maka norma itu bukanlah norma asli dari Hukum Pidana melainkan dari norma-norma hukum lain. Sanksi itu tidak berdiri sendiri melainkan adalah untuk melindungi normanya itu. Yang asli dan istimewa adalah sanksinya. Jika kita meninjau dengan teliti norma dari Undang-Undang Hukum Pidana itu. Misalnya pasal 338 KUHP bunyinya : “Barangsiapa dengan sengaja mengambil nyawa orang lain dihukum. II dan seterusnya disebutkan dahulu norma-normanya dan baru kemudian dalam pasal terakhir diterangkan bahwa “Pelanggaran-pelanggaran terhadap pasal I. norma mana ditambah dengan ancaman hukuman yang merupakan penderitaan (sanksi) terhadap barang siapa yang melanggarnya. Norma dan sanksi itu pada umumnya terdapat pada satu pasal. Tetapi ini tidaklah berarti bahwa kalau kita melanggar Undang-Undang Hukum Pidana yang kita langgar sanksinya. .Undang Undang Hukum Pidana Apakah Undang-Undang Hukum Pidana itu? Undang-Undang Hukum Pidana adalah peraturan hidup (norma) yang ditetapkan oleh instansi kenegaraan yang berhak membuatnya. Sedangkan norma-normanya belum ada seperti misalnya bunyi pasal 122 KUHP : “Dihukum dengan hukuman penjara setinggitingginya 15tahun. Kalau diartikan luas sebagai peraturan maka . II dan seterusnya dihukum dengan hukuman penjara paling lama sekian tahun. karena pembunuhan.

Jika terjadi demikian maka dengan sendirinya peraturan pidana dari instansi bawahan itu tidak sah (menjadi batal).Bila suatu Undang-Undang Pidana mulai sah berlaku? Syarat mutlak untuk berlakunya suatu Undang-Undang ialah sesudah diundangkan oleh pemerintah (dalam hal ini menteri Sekretaris Negara) dalam Lembaran Negara. Komandan Tentara dan lain lain).Setelah diundangkan dalam Lembaran Negara Undang-Undang tersebut lalu diumumkan dalam Berita Negara (zaman Hindia Belanda : De Javasche Courant dan berita resmi di zama Jepang : Kan Po). dapat juga suatu undang-undang tidak berlaku lagi dengan tidak disebut-sebutkan yaitu karena hal itu telah diatur dengan UndangUndang yang baru oleh instansi yang membuatnya atau oleh instansi yang lebih tinggi. Sesudah syarat tersebut diatas dipenuhi maka tiap-tiap orang telah dianggap mengetahui Undang-Undang itu. Tidak boleh orang yang melanggar Undang-Undang itu. . maka Undang-Undang itu mulai berlaku untuk Jawa dan Madura 30 hari sesudah diundangkan dalam Lembaran Negara dan untuk daerah yang lain 100 hari sesudah pengundangan itu. Undang-Undang itu diundangkan dalam STAATSBLAD (Stb = S). Kepala Daerah. Menteri. Kepala Polisi. Juga kalau waktu berlakunya undang-undang itu telah habis.Bila suatu Undang-Undang Pidana tidak berlaku lagi? Mulai tidak berlakunya itu dapat dinyatakan dengan tegas oleh instansi yang membuatnya atau oleh instansi yang lebih tinggi dengan menyatakan : UndangUndang nomor sekian dicabut. apalagi yang bertentangan atau melampaui bata-batas kekuasaannya. . Tentunya badan-badan dan orang-orang yang lebih rendah kedudukannya tidak boleh lagi membuat peraturan-peraturan pidana yang sudah dibuat oleh instansiinstansi yang lebih tinggi. Dalam zaman Hindia Belanda.yang berhak membuat peraturan pidana adalah semua badan legislative dan semua orang yang mempunyai kekuasaan eksekutif (Presiden. sambil membela atau membebaskan diri dengan alasan “Saya tidak tahu peraturan itu”. Tanggal mulai berlakunya Undang-Undang itu ialah menurut tanggal yang ditetapkan dalam Undang-Undang itu dan sendiri dan kalau tanggal itu tidak disebutkan. Singkatnya : .

sehingga menjadikan masyarakat begitu mudah melakukan pembunuhan mutilasi. kurangnya kontrol sosial. Akibatnya akan terjadi penetrasi. Bila telah ada peraturan yang baru yang isinya bertentangan dengan peraturan yang duluan (kebijaksanaan dalam ketatanegaraan) 5. Yang paling umum adalah dengan menggunakan senjata api atau senjata tajam. Pembunuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara. misalnya politik. dan moral. membela diri. Penghargaan yang kurang ini juga akan mengakibatkan dendam sosial. maupun yang tidak melawan hukum. Bila keadaan itu untuk mana bunyi peraturan itu diadakan sudah tidak ada lagi. Suatu peraturan tak berlaku lagi bila waktu yang telah ditentukan oleh peraturan itu sudah lampau. 2. sehingga mengakibatkan perilaku sadisme. Pembunuhan dapat juga dapat dilakukan dengan menggunakan bahan peledak. .Tingkat pendidikan yang rendah Latar belakangnya karena penghargaan sosial yang kian menurun telah membentuk watak-watak keras.2 Pembunuhan Pembunuhan adalah suatu tindakan untuk menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang melanggar hukum. Faktor penyebabnya : .1 Mutilasi Mutilasi menurut ilmu kriminologi adalah terpisahnya anggota tubuh yang satu dari anggota tubuh lainnya oleh sebab yang tidak wajar. dan sebagainya. seperti bom.Faktor pribadi . Bila peraturan itu dicabut (dengan tegas atau tidak langsung) 4.2.Lingkungan dan tekanan ekonomi . Tujuannya sebagai langkah aman utnuk menghilangkan jejak pembunuhan. Pembunuhan biasanya dilatarbelakangi oleh bermacam-macam motif.1. 2. kecemburuan.Tayangan TV . 3. Sampai dimanakah kekuasaan berlakunya Undang-Undang Hukum Pidana di Indonesia? 2. Pelaku mutilasi adalah orang normal yang melakukan pembunuhan disertai tindakan memisahkan tubuh korban dengan kesadaran dan latar belakang emosinya. dendam.Kecerdasan emosional .

pengidapnya juga sukar disembuhkan [1]. dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta. fasih dan dangkal. puisi. kedokteran. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. psikiatri. menebar fitnah. Dalam kasus kriminal. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit.2. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Namun. secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi. dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. psikopat dikenali sebagai pembunuh. memutar balik fakta. pandai bertutur kata. Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati. Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia. dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi buruk. pengidapnya seringkali disebut "orang gila tanpa gangguan mental".3 Psikopat Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. . mempesona. mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan. Gejala-gejala psikopat 1. Vancouver. Kanada bernama Robert D. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit. pemerkosa. Sering berbohong. filsafat. dan koruptor. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara. ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. sastra. dan lain-lain. psikologi. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.

Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang. 6. 2. gemetar -bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".4 Homoseksual Homoseksualitas mengacu pada interaksi seksual dan/atau romantis antara pribadi yang berjenis kelamin sama secara situasional atau berkelanjutan. Sikap antisosial di usia dewasa. kegagalan. 3. 11. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. 8. mulut kering. Manipulatif dan curang. menantang nyali dan perkelahian. Istilah gay adalah suatu istilah tertentu yang digunakan untuk merujuk kepada pria homoseks. 9. Pada penggunaan mutakhir. dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil. 7. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya. Kurang empati. jam tidur larut dan sering keluar rumah. kata sifat homoseks digunakan untuk hubungan intim dan/atau hubungan sexual di antara orang-orang berjenis kelamin yang sama. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil. tegang. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli. Homoseksualitas. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif. yang bisa jadi tidak mengidentifikasi diri merek sebagai gay atau lesbian. pada umumnya dibandingkan dengan heteroseksualitas dan biseksualitas. mudah bereaksi terhadap kekecewaan. 5. tidak ada bedanya. Berikut teori -teori masa lalu . kritik.2. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. 4. sebagai suatu pengenal. Egosentris dan menganggap dirinya hebat. jantung berdebar. 10.

" sejarah kehidupan mereka sering menunjukan kebingungan gender masa kecil dan atau masa remaja." Jika seorang wanita homoseksual. gender." atau "berubah" dari homoseksual menjadi heteroseksual.tahun dalam menjelaskan penyebab homoseksualitas. Sering bila anda melihat pada orang yang mengklaim perubahan. Di dalam rumah yang demikian. mereka dalam kenyataannya selalu heteroseksual. Dalam kenyataannya. sering disebut sebagai teori "ibu yang dominan dan ketiadaan figur ayah. Lalu ada sekelompok kecil orang yang "gay" bukan karena orientasi seksual mereka. beberapa dari mereka yang mendapat kekerasan secara seksual di masa kecil dan memproses trauma ini ke dalam diri. yang dibesarkan oleh orang tua yang berbeda. " yang telah "berganti. yang akhirnya disembuhkan dari identitas seksual dan atau gender. tidak tahu bagaimana mengenali atau berinteraksi dengan anak. keluarga." dan tumbuh menjadi heteroseksual. berbeda kultur dan sosial.Kemudian. dan dirinya yang menjauh." ini sesungguhnya mungkin sebagai "hasil" seorang anak menjadi gay atau lesbian. apa yang membuat seseorang menjadi gay atau lesbian : . Teori ini juga tidak mempertimbangkan kembar identik yang dipisahkan saat lahir.Hubungan antara orang tua dan anak Sebuah teori umum yang dipakai bertahun . lalu peran orang tua biasanya dibalik. adalah disfungsi hubungan antara orang tua. seorang ayah mungkin secara tidak sadar merasakan perbedaan di anak gay .Kebingungan seksual Bila anda melihat banyak kasus sejarah orang yang mengklaim dirinya "diobati. . dan keduanya menjadi homoseksual waktu dewasa. atau orang yang entah bagaimana tumbuh dalam disfungsi identitas. atau kebingungan orientasi. dan anak. menggantikan ayah yang menarik diri. tetapi karena . Kemudian. dan atau disfungsi identitas seksual. atau seksual yang menyebabkan mereka terikat pada perilaku seksual negatif. sebagai produk "reparative therapy. sebagai pondasi pada praktek psikologi atau pemuka agama untuk perubahan homoseksual pria menjadi heteroseksual. Tapi riset para profesional membuktikan praktek teori ini tidak memperhatikan saudara laki dan saudara perempuan lainnya yang tumbuh di rumah yang sama dengan "ibu yang dominan dan ketiadaan figur ayah. penelitian menunjukan jika model keluarga dengan "ibu yang dominan dan ketiadaan figur ayah. seorang ibu mungkin merasa perlu untuk memelihara dan melindungi anak yang malang ini. dan bukan sebagai penyebab.dan keyakinan tentang penyebab homoseksualitas.

Tetapi.beberapa disfungsi dalam prosess dan perkembangan di kehidupan mereka. yang menjelma menjadi kebingungan. . Contoh. baik karena tidak adanya model peran yang baik. mereka beralih. atau fisik dari seorang pria. hal ini ditunjukan terutama oleh kebingungan peranan gender pria tradisional yang "diterima"nya. beberapa wanita yang terlibat dalam aktifitas homoseksual tidak benar benar lesbian. verbal. penerimaan diri. dan atau disfungsi harga diri. dalam luka batin mereka. atau proses kultiral? Inti dari pertanyaan bukanlah penyebab asal dari homoseksual. Disfungsi pada orientasi seksual mungkin menjadi bukti luka batin yang dalam. Mereka yang percaya homoseksualitas adalah salah akan menggunakan bukti ini untuk membuktikan bahwa hal ini adalah penyakit genetik. tetapi seharusnya tidak. atau identitas seksual sebenarnya yang dibelokan. mereka mulai terlibat dalam disfungsi seksual dan hubungan emosional. sebuah pencarian untuk pengasuhan pria. atau penyembuhan terhadap putusnya hubungan pria. daripada mencari bantuan terapi untuk menyembuhkan trauma mereka.Faktor Genetik Apakah orientasi seksual yang ditentukan oleh faktor genetik. atau ditentukan oleh faktor sosial. dan menggunakan isu ini sebagai justifikasi untuk mencari "pengobatan. dan identitas palsu yang disebabkan beberapa bentuk identitas diri atau seksual. sama halnya adanya disfungsi seksual heteroseksual. Mereka yang percaya bahwa homoseksualitas adalah sehat dan normal akan menggunakan isu ini untuk membuktikan bahwa hal ini merupakan perkembangan normal pada . menjelma baik positif atau negatif. atau pengalaman kekerasan secara seksual. beberapa pria adalah heteroseksual yang terlibat aktifitas homoseksual. Pada umumnya. Jika homoseksualitas disebabkan karena faktor generik ada dua hal yang pada umumnya akan terjadi. tetapi merupakan pertanyaan moralitas orientasi seksual homoseksual. begitu juga ada disfungsi seksual homoseksual. pada beberapa orang dengan disfungsi peranan gender atau identitas seksual mungkin menyebabkan timbulnya aktifitas seksual yang membingungkan. perilaku. Seseorang dapat berubah atau membungkus orientasi seksual mereka ke arah yang tidak sesuai dengan kodrat mereka. Hal ini sangat mengejutkan banyak orang. Lebih lanjut. pada kebanyakan orang yang orientasi seksualnya diketahui. tetapi sebenarnya heteroseksual yang tidak mampu mengembangkan hubungan yang baik dan positif dengan pria." untuk mengisolasi dan atau menentang hak sipil orang gay. pada sebuah pencarian untuk pengasuhan dan penyembuhan di luar norma mereka.

lalu homoseksualitas selalu salah dalam hal apapun.Kekerasan seksual (sexual abuse) Anak yang mengalami kekerasan secara seksual. Terapkanlah hal yang sama pada orientasi seksual.Moralitas Namun sisa isu apakah menjadi gay atau tidak adalah baik atau buruk. Pada mereka yang percaya pada absolutisme. apakah dilakukan oleh orang yang sama jenis kelaminnya atau lain jenis. atau apakah mereka menggunakan dan melakukan kekerasan pada sesama. lalu homoseksualitas diterima. Kekerasan seksual adalah sebuah . sosial dan budaya. sosial. abu . bagaimana anda menghargai dan mewujudkannya akan menentukan kebenaranya. tetapi netral. dan hubungan seksual yang sehat. apakah menghadiri kotbah menjadikan perbaikan diri? ya. bukan homoseksual. salah atau benar. atau apakah kita memandangnya sebagai hitam. putih. Di komunitas agama ditemukan debat panas atau persepsi apakah homoseksualitas itu benar atau salah. dan menggunakannya sebagai justifikasi bahwa homoseksualitas adalah normal. .benda yang pada hakekatnya adalah sebuah hitam atau putih. Tetapi ada banyak orang yang mencapai kehidupan dan benda . Dapatkah menghadiri kotbah mengarah pada penggunaan dan perlakuan kekerasan diri? Bahkan hal hal yang baik dapat digunakan untuk tujuan yang buruk. dan atau menjamin hak .abu. dan budaya. Jadi apakah hal ini karena faktor genetik atau bukan.hak sipil bagi orang gay. Hal ini ditentukan apakah kita memandang kehidupan sebagai hitam dan putih. Secara logika. orang lain.manusia. dengan pilihan. baik atau jelek. Tidak ada yang secara alamiah salah pada segala sesuatu dalam kehidupan. orang lain. banyak kehidupan bukanlah tentang baik atau buruk. apakah hitam atau putih. cara lain orang menggunakan hasil ini sebagai justifikasi keyakinan mereka pada teori ini . baik atau buruk. tetapi trauma yang demikian dapat membelokan dan mencegah perkembangan orientasi seksual yang alamiah dan sehat. tentunya. atau netral sampai ada tindakan? Beberapa orang percaya bahwa seseorang mungkin berjalan pada orientasi seksual atau heteroseksual mereka apakah untuk perbaikan diri. atau sebagai hasil dari kehidupan tidak ada bedanya. perspektif baik atau buruk. Penelitian menunjukan bahwa mayoritas orang yang mendapat kekerasan seksual pada waktu kecil adalah heteroseksual. tidak akan tumbuh menjadi gay atau lesbian. identitas seksual. Sebagai contoh. atau untuk pengunaan dan perlakuan kekerasan pada sesama. pada orientasi seksual mereka. bagi mereka yang percaya orientasi seksual menjadi netral. bagaimana anda memilih atau tidak mereka memperbaiki diri sendiri. absolut.

dan sisanya campuran. Anak selalu tidak berdosa. tetapi kebanyakan artis.Kebingungan Peran Gender Tidak seorangpun anak yang tidak sesuai dengan peran gender “tradisional” akan tumbuh menjadi gay atau lesbian. . anak menjadi korban kejahatan. demikian juga dengan pekerjaan yang diyakini sebagai “maskulin” tetapi ditempati oleh seorang wanita. menari balet.Aturan Umum Bab I . bukan sebuah kejahatan seks. merangkai bunga. bekerja di pengeboran minyak.” tidak menjadikan seseorang gay atau lesbian. Ini adalah sebuah kejahatan kekuatan satu orang terhadap orang lain. Tetapi. tidak berarti orang tersebut adalah atau akan menjadi gay. selalu. menjahit. lalu anda seharusnya stereotip gay. yang diarahkan di sekitar seksualitas. daripada tentang homoseksualitas. termasuk hubungan seksual yang tidak sehat. dan atau kebingungan orientasi seksual. dan senang memasak. Isu utama di budaya yang demikian adalah apa yang diterima dan diyakini menjadi maskulin atau feminim. Jika anda perempuan. hobi. Jika anda laki – laki.” mereka memberikan semacam sinyal yang menyebabkan hal tersebut.Batas-batas berlakunya Aturan Pidana dalam Perundang-undangan Bab II – Pidana . bersih – bersih.” Pekerjaan yang diyakini sebagai “feminim” tetapi ditempati oleh seorang laki – laki. bakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi diri mereka. atau melawan “peran gender tradisional. penari balet. anda seharusnya stereotip seorang lesbian. hobi. Kekerasan pada anak mungkin menyebabkan seorang anak tumbuh dengan disfungsi seksual. dan suka menjerat sapi. Bukan ini masalahnya. homoseksual dan heteroseksual ditemukan sebanding di pekerjaan – pekerjaan dan peran – peran yang secara tradisional diyakini sebagai “maskulin” atau “feminism. Di budaya atau masyarakat yang menindas atau menolak homoseksualitas. Salah lagi. mengecat. koki. rasa malu dan rasa bersalah yang palsu dapat menyebabkan seorang anak berkeyakinan ada sesuatu yang salah pada diri mereka.5 Pasal – pasal Buku Kesatu . Di negara yang terbuka pada kaum gay dan lesbian.kejahatan yang kejam. bukan pelaku kejahatan. Pekerjaan seseorang. Tapi mungkin saja merupakan sebuah refleksi tingkat penolakan homoseksualitas oleh masyarakat tersebut. bukan gay. 2. homoseksual cenderung mengendap pada stereotip seperti pekerjaan. Anak yang mendapat kekerasan secara seksual sering berpikir mereka telah “ melakukan sesuatu yang pantas mendapatkannya.

VII Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang 8.XVI Penghinaan 17.XIII Kejahatan Terhadap Asal-Usul dan Perkawinan 14. Bab . Bab . Bab .Bab III . Bab .I Kejahatan Terhadap Keamanan Negara 2. Bab .VI Perkelahian Tanding 7.XXIII Pemerasan dan Pengancaman . Bab . Bab . Bab . Bab .XI Pemalsuan Meterai dan Merek 12. Bab . Bab . Bab .XIV Kejahatan Terhadap Kesusilaan 15.III Kejahatan-kejahatan Terhadap Negara Sahabat dan Terhadap Kepala Negara Sahabat Serta Wakilnya 4.Penyertaan Dalam Tindak Pidana Bab VI .II Kejahatan-kejahatan Terhadap Martabat Presiden dan Wakil Presiden 3. Bab .XVIII Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang 19.XX Penganiayaan 21. Bab .VIII Kejahatan Terhadap Penguasa Umum 9. Bab .Arti Beberapa Istilah yang Dipakai dalam Kitab Undang-undang Aturan Penutup Buku Kedua – Kejahatan 1. Bab . Bab . Mengurangi atau Memberatkan Pidana Bab IV – Percobaan Bab V .IV Kejahatan Terhadap Melakukan Kewajiban dan Hak Kenegaraan 5. Bab .XII Pemalsuan Surat 13.Perbarengan Tindak Pidana Bab VII .XIX Kejahatan Terhadap Nyawa 20.XXI Menyebabkan Mati atau Luka-luka Karena Kealpaan 22.X Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas 11. Bab . Bab .Hal-hal yang Menghapuskan. Bab . Bab .XV Meninggalkan Orang yang Perlu Ditolong 16.V Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum 6.XXII Pencurian 23. Bab .IX Sumpah Palsu dan Keterangan Palsu 10.XVII Membuka Rahasia 18.Mengajukan dan Menarik Kembali Pengaduan dalam Hal Kejahatankejahatan yang Hanya Dituntut atas Pengaduan Bab VIII -Hapusnya Kewenangan Menuntut Pidana dan Menjalankan Pidana Bab IX .

Jum‟at (11/7) pukul 20.Pelanggaran Jabatan 9.XXVI Perbuatan Merugikan Pemiutang atau Orang yang Mempunyai Hak 27. Heri jatuh hati pada Noval.24.Pelanggaran Terhadap Penguasa Umum 4. Bab I .XXIX A Kejahatan Penerbangan dan Kejahatan Terhadap Sarana/Prasarana Penerbangan 31.Pelanggaran Terhadap Orang yang Memerlukan Pertolongan 6.Pelanggaran Ketertiban Umum 3. Di apartemen. Bab VI .XXVII Menghancurkan atau Merusakkan Barang 28.Pelanggaran Mengenai Asal-Usul dan Perkawinan 5. Mutilasi dilakukan di kamar 309A.Pelanggaran Pelayaran BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN Segi Seksualitas Kasus pembunuhan Heri Santoso (40) yang dibunuh Ferry Idham Heniansyah alias Ryan (30). Tanaman dan Pekarangan 8.XXIX Kejahatan Pelayaran 30. Bab . B-8986-CR. Blok C. Bab III . Bab IX . Awalnya Heri datang ke apartemen Ryan dengan mobil Zuzuki APV hitam. Bab VII . dan menyampaikan hal itu . Bab .XXV Perbuatan Curang 26.XXVIII Kejahatan Jabatan 29. Bab IV . Bab .XXX Penadahan Penerbitan dan Percetakan Buku Ketiga . Bab . Keduanya sama-sama tertarik pada Novel Andrias alias Noval (28). Bab .00. Bab II .Tentang Pelanggaran Keamanan Umum bagi Orang atau Barang dan Kesehatan 2. Bab . Jum‟at (11/7). kekasih Feriansyah yang akrab dipanggil Ryan. Heri melihat foto Noval.Pelanggaran 1. Bab .XXIV Penggelapan 25. Bab VIII . Bab V . apartemen Margonda Garden Residence. Depok. karena cemburu. Bab .Pelanggaran Kesusilaan 7.00. pukul 20.Pelanggaran Mengenai Tanah.

Disini bisa dilihat semua orang. Namun jika seseorang menjadi homoseksual karena faktor sosiokultural dan lingkungan. diketahui bahwa 4% dari seluruh pemilih pria menyatakan bahwa . baik laki-laki maupun wanita pernah suatu waktu mengagumi atau menyukai seseorang yang satu gender dengannya. yaitu adanya ganguan perkembangan psikseksual pada masa anak-anak.pada Ryan. Dan karena kecenderungannya sangat kecil sehingga kita tidak merasakannya. maka dapat disembuhkan menjadi heteroseksual. dimana memungkinkan dan mendorong hubungan para pelaku homoseksual menjadi erat. Definisi homoseksual sendiri adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau identitas gender yang sama. Heri lalu menawarkan sejumlah uang kepada Ryan agar Noval bisa berhubungan intim dengan Heri. Di suatu survei di Amerika Serikat pada saat dilangsungkan pemilu 2004. sebagaimana diungkapkan oleh Prof. adalah faktor psikodinamik. maka dapat dikatakan sebagai naluri homoseksual. semisal seorang wanita mengagumi wanita lain yang cantik dan seksi atau seorang lakilaki yang suka melihat laki-laki lain yang berotot dan “body perfect”. dan terakhir adalah faktor lingkungan. Tetapi jika kecenderungan itu bisa mengakibatkan setelah mengagumi lalu tertarik dan terangsang terhadap sesama jenis. Berdasarkan informasi ilmiah harus diakui bahwa sesunguhnya setiap individu mempunyai potensi untuk menjadi seorang homoseksual. faktor sosiokultural. penderita homoseksual yang disebabkan oleh faktor biologis dan psikodinamik memungkinkan untuk tidak dapat disembuhkan menjadi heteroseksual. Dari keempat faktor tersebut. Wimpie Pangkahila (Pakar Andrologi dan Seksologi) selain faktor biologis (kelainan otak dan genetik). asalkan orang tersebut mempunyai tekad dan keinginan kuat untuk menjauhi lingkungan tersebut. Namun kecenderungan ini mempunyai tingkatan yang berbeda. Secara signifikan keberadaan kaum homoseksual di dunia ini patut diperhitungkan. Istilah yang sudah umum dikenal masyarakat untuk orang yang termasuk homoseksual adalah gay (untuk lelaki) dan lesbian (untuk wanita). Faktor lain yang dapat menyebabkan orang menjadi homoseksual. yaitu adanya adat-istiadat yang memberlakukan hubungan homoseksual dengan alasan yang tidak benar. DR. Ryan tersinggung dan marah. Hal semacam ini berpotensi untuk menjadi seorang homoseksual.

Dan kaum homoseksual dari dulu sampai masa yang akan datang akan selalu ada. ada yang sampai tega membunuh pasangannya dan kejadian ini biasa dialami oleh seorang gay. Ia lalu membuang potongan-potongan jenazah itu di dua lokasi di tepi Jalan Kebagusan Raya. Pembunuhan Dengan Mutilasi Terjadi cekcok mulut kemudian Ryan menikam Heri dan memukuli korban dengan sebatang besi. Setelah menjadi mayat. Jika kami mengamati bahwa kejadian pembunuhan dengan cara memutilasi korban dalam kurun waktu ini sungguh sangat nge-trend. Dan karena rasa cemburu yang dimilikinya terlalu besar. Fenomena kriminalitas ini sungguh di luar nalar sehat manusia. tinggal bagaimana kita menyikapinya dan memilih tetap menjadi “normal” atau menyerah pada potensi tersebut. terlihat jelas atau kasat mata. bahkan rasa cemburu yang berlebihan bisa timbul jika mengetahui kekasihnya berselingkuh dengan orang lain. dan kita pun berpotensi menjadi bagian dari mereka. serta dalam sebuah plastik. Rasa cemburu pun dimiliki oleh kaum ini. Dan satu yang perlu diingat menjadi homoseksual adalah suatu pilihan bukanlah suatu takdir. Kecenderungan besar manusia untuk kembali ke kehidupan normal adalah kekuatan terpenting untuk sembuh dan keluar dari jurang tersebut. berdasarkan statistik Kanada menyatakan bahwa diantara warga Kanada yang berumur 18 sampai 59 tahun. Ryan naik taksi. Pukul 08. data statistik menyatakan bahwa 8 sampai 10 juta populasi pria Indonesia pada suatu waktu pernah terlibat pengalaman homoseksual. Apa yang sedang terjadi dengan masyarakat kita? Begitu burukkah nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat sehingga sebagian anggota masyarakat dengan seenaknya melakukan tindakan di .dirinya adalah seorang gay. potongan mayat itu ditemukan. Sebagaimana manusia lainnya. berkeliaran disekitar kita. Di Kanada. Ryan memotong-motong jenazah Heri menjadi tujuh bagian dalam dua koper besar dan kecil. terdapat 1% homoseksual dan 0. Kebencian Ryan pada Heri ditunjukkan Ryan dengan merusak alat vital Heri. Sabtu pagi. Yang entah bagaimana pembuangan mayat yang berbau anyir darah tersebut dan meninggalkan koper besar dijalan tidak mengundang kecurigaan supir taksi. Sedangkan di Indonesia. Baru belum beberapa lama ini kita di hebohkan dengan pembunuhan dengan cara mutilasi.7% biseksual. para homoseksual ini memiliki rasa yang sama dengan manusia normal lainnya.00. Dengan membawa potongan-potongan jenazah itu. memisahkan sebagian anggota badan dengan cara di potong dengan benda tajam.

dan ketidakmampuan dalam menghadapi konflik yang biasanya diciptakan oleh dirinya sendiri. dan dendam pelaku terhadap korbannya. Namun. Setelah kasus Ryan. keputusasaan.luar batas kewajaran dan nalar sehat manusia. Profil pelaku kekejaman mutilasi ini semakin membenarkan pepatah yang menyebutkan “orang yang bermuka galak dan dingin memiliki hati yang lembut” karena semua pelaku mutilasi dikenal ramah. tetapi . Tentu kita sebagai masyarakat yang notabene memiliki tanggung jawab moral dan sosial merasa tersakiti dan tentu juga khawatir pembunuhan saat ini tidak hanya menghilangkan nyawa orang lain tetapi juga dengan leluasa mengoyak dan menghilangkan bagian anggota dari si korban. Peristiwa pembunuhan sadis disertai mutilasi memang tidak terjadi baru-baru ini. juga tetangga. dan di rumah-rumah makin ditingkatkan. malah para pelakunya dipuja. Sistem keamanan di perkantoran. menurut psikolog sosial Sartono Mukadis. kejahatan yang makin beragam jenisnya dan makin kejam menyebabkan masyarakat dipaksa meningkatkan kewaspadaan di mana pun ia berada. Namun. terkadang bukan rasa aman yang dicapai. Pelaku dan korban kerap kali saling mengenal cukup baik. Kekejian dan kekerasan yang menggejala juga merupakan indikasi fenomena anomi di masyarakat yaitu suatu fenomena dimana banyaknya kejahatan yang jelas-jelas salah seperti korupsi yang tidak dihukum. sakit hati. khususnya yang disertai mutilasi. negeri ini juga kerap digemparkan peristiwa pembunuhan mutilasi yang keji. Peristiwa tersebut bahkan terjadi berturut-turut. Kondisi ini. berturut-turut peristiwa mutilasi terungkap bermunculan di sejumlah daerah. sejak lebih tiga dekade yang lalu. murah senyum. mulai dari keluarga sendiri. agama dan norma. pembantu. Peristiwa pembunuhan. tahun 2008 mewarnai pemberitaan di media massa. dihormati dan menjadi pemimpin membuat kegamangan masyarakat dalam menyikapi nilai. hampir semua mereka menyembunyikan kekejaman dan kesadisan mereka dibalik senyum dan perilaku yang lemat lembut. Berbagai kasus pembunuhan mutilasi itu kerap dilatarbelakangi rasa marah. pusat perbelanjaan. Persoalan dalam tata nilai masyarakat tidak semata bisa dijawab dengan penerapan pelajaran budi pekerti di sekolah. Sementara itu. Sartono menyebutnya sebagai cetusan sosial yang lahir akibat dari kemarahan. Setidaknya. pandai bergaul dan banyak teman. merupakan gejala yang mengkhawatirkan. negara harus memiliki strategi yang lebih besar dan serius untuk membenahi karakter bangsa tanpa terjebak dalam program-program yang sloganistik.

Media juga membesar-besarkan masalah Ryan adalah seorang homoseksual dan mulai menjulukinya psikopat dan semacamnya. seperti di gedung pengadilan atau di lingkungan paling dekat. dengan kata lain. Ini jelas di luar pola. Noval. Jika dulu setiap pengunjung pengadilan bebas keluar masuk gedung. kami ragu dia benar-benar seorang psikopat. yaitu di sekitar rumah sendiri. Ryan membunuh karena ia ingin merebut harta korbannya. korban Ryan yang adalah seorang ibu dan anaknya itu. Menurut penuturan Ryan. Ini sudah merupakan tanda bahwa: 1) Dia bukan membunuh hanya karena cemburu 2) Dia tidak memiliki pola dalam membunuh. Padahal. Setelah membuang potongan mayat Heri. Menurut penelusuran kami mengenai kasus ini. Ryan tidak hanya membunuh pasangan homoseksualnya. Salah satu buktinya. kini semua harus dicek.000. dua kartu kredit BNI. serta kartu anjungan tunai mandiri (ATM) BCA untuk berfoya-foya dengan kekasihnya. Ryan memanfaatkan uang korban senilai Rp 3. ini bisa membuat dugaan Ryan memang membunuh untuk memenuhi kebutuhan dirinya atas harta. dan satu kartu kredit ANZ. berubah kaku dan tegang.000. Terali besi warna hijau tua mengapit rapat sebuah alat pendeteksi logam berdiri di pintu masuk gedung pengadilan yang berlantai tiga. Fakta lain. dua kartu kredit BNI. Apalagi. terkadang kejahatan muncul tanpa bisa diduga. kalau benar-benar Ryan membunuh karena rasa cemburu atau masalah hubungan dgn pasangan gay-nya. Membunuh Lalu Mengambil Harta Korban Setelah membuang potongan mayat Heri. Pelakunya pun bisa jadi adalah orang-orang yang selama ini kita kenal baik. semua korban yang dibunuh dirampas hartanya. Noval. akhir-akhir ini misalnya. kalau boleh kita perhatikan dari faktanya. Ryan adalah seorang yang ambisius tapi akibat lingkungannya yang tidak memadai. dia membunuh karena rasa cemburu.040. ambisinya untuk jadi orang kaya dan sukses terpendam dan terus . Suasana yang melingkupi Kompleks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. dan satu kartu kredit ANZ. bahkan di lokasi yang selama ini dianggap aman.justru ketidaknyamanan serta rasa takut yang amat mengganggu.040. Ryan memanfaatkan uang korban senilai Rp 3. serta kartu anjungan tunai mandiri (ATM) BCA untuk berfoya-foya dengan kekasihnya.

dijerat dengan pasal 480 tentang penadahan. 342 (pembunuhan bayi berencana) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 9 tahun penjara. Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terdapat beberapa ketentuan yang mengatur tentang pembunuhan. 351 KUHP ayat 3 dan 365 KUHP ayat 3. Bila seseorang melanggar aturan pidana. 339 (pembunuhan dengan pemberatan/yang dikualifisir) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 5 tahun penjara. dalam Pasal 338 tentang Pembunuhan dan Pasal 339 tentang dan pasal 365 tentang perampokan yang disertai kekerasan. Sementara itu. Kejari Depok akan menempatkan Ryan di Rumah Tahanan Pondok Rajeg Cibinong. Hukum Pidana merupakan ilmu pengetahuan hukum dan peninjauan bahan-bahan mengenai hukum pidana terutama dilakukan dari sudut pertanggungan jawab manusia tentang “perbuatan yang dapat dihukum”.berevolusi menjadi keputusasaan. dibawah umur dan sebagainya). yaitu yang tercantum dalam pasalpasal: 338 (pembunuhan biasa) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 15 tahun penjara. Pelanggaran Hukum Pidana Ryan melanggar hukum pidana karena membunuh. Ryan membuang potongan tubuh korban di tanah kosong di Jalan Kebagusan. diancam dengan pasal berlapis. pada 11 Juli 2008 di kamar 309A apartemen Margonda Residence Depok. maka akibatnya ialah bahwa bahwa orang itu dapat di pertanggungjawabkan tentang perbuatannya itu sehingga ia dapat dikenakan hukuman (kecuali orang gila. dia merasa superior dan karena itu dia tega melakukannya lagi. 344 (euthanasia) dengan ancaman pidana . seumur hidup. Berdasarkan kronologi kejadian. Sekali membunuh. 340. 343 (untuk mengancam orang lain/selain ibu yang terlibat pembunuhan bayi) dengan ancaman pidana setinggitingginya sama dengan 338 atau 340. Ryan memutilasi teman dekatnya. Selanjutnya. 340 (pembunuhan berencana) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya pidana mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara. 341 (pembunuhan bayi/anak biasa) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 7 tahun penjara. tersangka pembunuhan terhadap Heri Santoso dan serangkaian pembunuhan di Jombang. yaitu Pasal 338. Dalam Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana. 339. Yang menyimpang dari Ryan adalah kemampuannya untuk menekan rasa bersalahnya atas pembunuhan yg dia lakukan. atau mati. Ryan terancam hukuman 20 tahun penjara. Heri Santoso. Ryan. Keputusasaan inilah mungkin yang memicu pembunuhan yang dilakukannya itu. Sedangkan Noval.

Kemungkinan lain yang bisa terjadi. 345 (mendorong orang lain bunuh diri) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 4 tahun penjara. . Kesengajaan sebagai maksud. 353 ayat 3 (penganiayaan berencana yang mengakibatkan matinya orang) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 9 tahun penjara. menggunakan senjata tajam dan sebagainya. tapi semestinya ia menyadari bahwa jika itu dilakukan. dan sebagainya atau sakit jiwa. „ya. dalam KUHP diistilahkan „jiwanya cacat dalam pertumbuhan‟ dan „sakit berubah akal‟ (pasal 44). misalnya faktor yang meringankan adalah si pelaku masih muda. 1. Kesengajaan dengan sadar kemungkinan. misalnya si terdakwa mengatakan tidak berkehendak untuk membunuh. 3. yaitu kesengajaan sebagai maksud.” 2. kemungkinan besar akibat yang tidak dikehendakinya itu akan terjadi. Perihal gangguan jiwa. Jiwanya cacat dalam pertumbuhan. adalah memang jiwa tidak menghendaki akibat itu terjadi. sebagai sadar kepastian dan sebagai sadar kemungkinan. tapi. menyesali akan perbuatannya. Di dalam memutus perkara hakim akan mempertimbangkan tentang alasan-alasan yang meringnkan dan memberatkan. siapapun kalau dipancing pasti hal yang tidak dikehendakinya itu akan terjadi. yang dalam hal itu ada tiga teori tentang kesengajaan.setinggi-tingginya 12 tahun penjara.12 tahun) penjara. 346-349 (aborsi) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya (antara 4 . bahwa ia tidak bermaksud membunuh. tetapi dengan berlaku begitu pasti suatu yang tidak dikehendaki itu akan terjadi. tapi hanya ingin menganiaya saja.. dan sebagainya. misalnya terdakwa menyatakan. sedang alasan yang memberatkan misalnya karena dilakukan di bulan suci Ramadhan. 351 ayat 3 (penganiayaan biasa yang mengakibatkan matinya orang) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 7 tahun penjara. memang sedari kecil sudah menderita kelainan misalnya idiot. adalah memang jiwa tidak menghendaki akibat itu terjadi. si terdakwa akan berdalih. Untuk alasan itu maka hakim perlu mempelajari teori tentang kesengajaan. adalah memang terdapat hubungan langsung antara kehendak jiwa dan fakta kejadian. 355 ayat 2 (penganiayaan berat berencana yang mengakibatkan matinya orang) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 15 tahun penjara. 359 (karena kelalaiannya mengakibatkan matinya orang) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 5 tahun penjara atau satu tahun kurungan . Kesengajaan sebagai sadar kepastian. 354 ayat 2 (penganiayaan berat yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 10 tahun penjara. saya memang bermaksud membunuh oleh sebab.

Dampak dari tindak pidana pembunuhan secara mutilasi ini sangat besar. tapi mestinya ia menyadari bila pedang setajam itu ditebaskan pada bagian badan manusia akan menyebabkan pendarahan yang hebat. Apalagi bila pedang itu mengandung racun. hakim akan bermusyawarah kemudian memutus. Dalam hukum barulah seseorang itu bisa dinyatakan bersalah kalau putusan itu telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap (in kracht). masalah sanksi terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan secara mutilasi ini dalam konstruksi hukum pidana Indonesia belum ada aturan yang pasti. di tingkat penyidikan masih proses. Pasal yang sering dijadikan sebagai dasar hukum pelaku tindak pidana pembunuhan secara mutilasi adalah Pasal 340 KUHP dengan sanksi maksimal hukuman mati. dibakar dan bahkan mutilasi. dan dengan demikian kemungkinan besar si korban akan kehabisan daran.misalnya terdakwa mengatakan. yang terkadang hanya merupakan alternatif dari hukuman penjara. Menurut hukum. Dilihat perkembangannya. disamping sadisnya pelaku dalam . bahwa ia tidak bermaksud membunuh. masih ada lagi kemungkinan untuk Banding ataupun Kasasi (upaya hukum biasa) dan juga ada yang disebut kasasi demi kepentingan hukum dan peninjauan kembali (upaya hukum luar biasa). dari cara yang paling sederhana sampai yang tercanggih. BAB IV PENUTUP Kesimpulan Peristiwa pembunuhan maupun penganiayaan terus mengalami perkembangan yang diiringi dengan gaya dan model yang sangat beragam. yang tentu akan mengakibatkan kematiannya. di tingkat penuntutan masih pula proses. maka hakim bisa mengkategorikan sebagai sengaja. Tidak hanya itu. Dari situlah hakim akan mengambil kesimpulan dengan apa yang disebut „mengobyektifkan‟. Menjadi suatu fenomena karena mutilasi adalah pembunuhan yang diikuti dengan memotong-motong tubuh korban hingga menjadi beberapa bagian yang dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan bukti. maka bila proses persidangan telah tuntas. Terkadang pembunuhan itu dilakukan dengan cara-cara yang keji seperti disiksa lebih dahulu. Jadi walaupun terdakwa mengatakan tidak bermaksud.

profesi psikolog jauh lebih sedikit daripada profesi dokter dan hanya sedikit rumah sakit di Indonesia yang menyediakan jasa psikolog.memperlakukan mayat korban. yaitu mereka kehilangan orang yang mencari nafkah dan hatinya sedih karena kehilangan orang yang dicintainya. misalnya mutilasi. Begitu dia melakukan kriminalitas barulah masyarakat heboh. mengenali perubahan lingkungan. tapi tidak mengambil tindakan apaapa dan justru menjauhinya. Mungkin di sekitar kita sebenarnya banyak orang psikopat. Padahal orang sakit biasanya mengalami kecemasan berlebihan. anak usia SD melakukan bunuh diri karena malu orangtuanya tidak bisa bayar uang SPP. Lalu masyarakat mulai menyadari bahwa ternyata dia mengalami gangguan jiwa. bahwa pembunuhan secara mutilasi itu merupakan pembunuhan yang disengaja dan direncanakan ditambah dengan unsur kesadisan dari pelaku dalam menganiaya mayat korban (dalam hal ini memotong-motong mayat korban). Sebagai hasilnya dalam penelusuran kasus ini. Contoh lainnya. Sanksi pidana hukuman mati layak dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana pembunuhan secara mutilasi. Dalam hal ini masyarakat awam yang kurang mengenyam pendidikan. Masyarakat indonesia kurang diajarkan bagaimana cara mengolah emosi. Masyarakat tersentak begitu orang tersebut melakukan sesuatu yang di luar dugaan. Fakta bahwa orang Indonesia belum mengenal psikologi secara luas itu tampak pada kenyataan bahwa di Indonesia. ini artinya masyarakat kurang dapat mengenalinya. Menurut saya. tapi juga mengakibatkan kerugian bagi keluarga si terbunuh dari dua sisi. dengan adanya sanksi pidana yang berat maka diharapkan kasus tindak pidana pembunuhan secara mutilasi ini tidak lagi dipandang sebagai suatu pembunuhan yang ringan. masyarakat Indonesia itu kurang mendapatkan pendidikan mengenai kesehatan mental karena masyarakat indonesia kurang mengenal ilmu psikologi secara luas. mengenali diri sendiri dengan baik. Jadi banyak di Indonesia yang menderita gangguan mental tapi masyarakat tidak menyadari bahwa itu adalah gangguan yang harus ditanggulangi. Akhirnya menjadi gangguan yang sifatnya menetap dan orang lain melihatnya hanya sebagai bagian dari kepribadian orang tersebut. . terutama bagi yang hampir meninggal dan menghadapi operasi. tapi itu sudah terlambat. tapi kita tidak pernah mau ambil peduli dan hanya menganggapnya sebagai orang aneh. lalu apakah orangtua tidak menyadari perubahan perilaku pada si anak? Padahal seharusnya orang yang tidak sehat secara mental pastinya mengalami perubahan perilaku yang cukup nampak.

hingga melibatkan emosi yang mendalam. untuk melakukan tindakan mutilasi. memang terjadi pada saat amarahnya meledak dan tidak dalam keadaan gangguan jiwa. tidak menemukan gangguan psikologis. Selain itu. Mutilasi yang didasari rasa sakit hati. Dari beberapa kasus yang sudah terungkap. Pihak kepolisian pun dibuat sibuk. biasanya masih ada ketidakpuasan dari sang pelaku saat melihat pasangannya tewas. Mengapa ada masyarakat yang berperilaku sekeji itu? Apa sebenarnya yang mendasari mereka melakukan perbuatan tersebut. nampaknya sekarang semakin terkesan “bebas” atau boleh lebih dikatakan “vulgar” lantas kenapa hal tersebut bisa terjadi tentu ada persoalan yang melatar belakangi hal tersebut sehingga menjadi ketengah sorotan pubik atau khalayak. Biasanya mutilasi dilakukan pelaku untuk menghilangkan jejak kejahatannya. Kecemburuan juga dapat menjadi pendorong yang kuat. seperti kecemburuan. dilakukan dalam kondisi normal. dimana tindakan menyakiti orang lain ini bertujuan untuk mencapai kepuasan pribadi. pada saat melakukan pembunuhan dan mutilasi itu. pasca reformasi. Pada kasus pembunuhan karena cemburu yang disertai mutilasi. dari sekadar menghilangkan jejak. kekecewaan. Motif tindakan mutilasi memang beragam. marah. mengungkap kasus-kasus pembunuhan ini. umumnya akan lebih sulit untuk diungkap. Saran Dinamisme arus informasi atau pemberitaan media massa di Indonesia dalam beberapa tahun belakang ini. kalau ada masalah dipendam. Media massa dalam pemberitaan cenderung bisa menggiring publik atau individu untuk melakukan aktivitas yang . Bisa juga karena ada pengaruh kehidupan keluarganya saat masih kecil. Cirinya pendiam. mutilasi juga dapat menjadi bentuk penyaluran amarah atau sakit hati yang lama terpendam. Kasus mutilasi dengan tujuan penghilangan jejak. biasanya pelaku memiliki hubungan yang dekat dengan korban. Pelaku yang sudah merasa tersakiti merasa bahwa kematian tidak cukup menyakitkan bagi sang korban maka diambillah keputusan untuk memotong-motong bagian tubuh. juga tidak adanya identitas tertulis yang dapat ditemukan di tubuh korban. Hanya pada suatu saat amarahnya meledak dan melampiaskannya dengan cara sendiri. Potongan tubuh korban akan ditemukan di tempat-tempat berbeda dengan jarak relatif berjauhan.Mutilasi seolah menjadi tren kejahatan di 2008 ini. Jadi. dan kecemburuan. dan kemarahan. Aksi membunuh ternyata belum cukup meredakan amarah atau mengobati kekecewaan si pelaku.

Sementara itu pada tahun 2007 hanya terjadi tujuh peristiwa mutilasi sedangkan untuk 2009 sejauh ini terdapat hanya satu kasus sejauh yang kami ketahui. pada tahun 2008. termasuk mutilasi. Angka inilah yang cukup fantastis untuk periode tahunan sejak kasus mutilasi muncul tahun 1967. Namun secara umum dapatlah dikatakan bahwa media (elektronik dan cetak) berbeda namun pengaruhnya bisa sama terhadap masyarakat/ konsumennya. Kemudian pada skala lebih besar antara Januari hingga November tak kurang ada 13 kasus mutilasi terjadi di Indonesia. sadis dan ngeri menyikapi fenomena kasus mutilasi yang marak terjadi di sepanjang tahun. Di Jakarta. Menurut data riset kompas bahwa 2008 sejak Januari–November terjadi 13 pembunuhan dengan mutilasi di Indonesia. Mengutip pernyataan pakar kriminolog Universitas Indonesia Erlangga Masdiana dalam sebuah media cetak bahwa media menjadi alat pembelajaran bagi pelaku dalam mengemas perbuatan kriminal dan memang hal ini dengan fakta-fakta atau indikasi yang beralasan (reasonable). Untuk televisi hampir semua lapisan bisa menyaksikan baik itu masyarakat di level atas dan menengah. pria penjagal dari Jombang yang menghilangkan 11 nyawa. empat bulan pertama telah terjadi empat kasus mutilasi.melanggar hukum dalam arti sebagai inspirasi dalam melakukan kejahatan. Pelaku kriminalitas hampir bisa dipastikan meniru praktik kejahatan melalui media massa. banyak dari tersangka pelaku mutilasi menuturkan motivasi inspirasi pemutilasian itu. Kepala Unit Kejahatan dengan Kekerasan Polda. sementara begitu juga surat kabar atau tabloid bisa dibaca banyak orang. beberapa dari mereka mengakui adegan mutilasi itu meniru pemutilasian yang dilakukan Ryan. Selain itu. Sementara media cetak pun bisa saja juga mengarah pada kejahatan namun efeknya kadang hanya dalam skala sedang tidak besar seperti televisi. Metro Jaya Komisaris Jarius Saragih mengaku sering menemukan para pelaku . Jumlah ini dua kali lebih banyak dibanding tahun 2007 yang hanya ada sekitar tujuh kasus mutilasi. Media disebut salah satu pendorong dominan dalam perilaku kejahatan. ketika kita melihat begitu banyak kasus-kasus pembunuhan disertai mutilasi yang belakangan muncul berkali-kali yang bisa dibahasakan secara kriminologi adalah perbuatan sadis (sadism). Secara jujur. Pemberitaan media yang sifatnya informasi dalam bentuk sajian kriminal atau tayangan-tayangan kriminal di televisi sebab asumsinya jelas televisi sangat dimungkinkan berpengaruhnya langsung pada publik dalam konteks gaya hidup budaya dan lingkungan. Dan bisa dipastikan dapat berpengaruh terhadap perilaku menyimpang yang secara kriminologis. Miris.

media televisi disebut sebagai salah satu pendorong peniruan lebih dominan dalam perilaku kejahatan. . orang tua seharusnya selalu mendampingi di saat mereka menyaksikan televisi yang menayangkan sebuah tindak kejahatan. dimana 94% responden dari penelitian itu menyatakan media massa menjadi sumber informasi utama mengenai berita kejahatan dan peradilan. Pada tahun 1977 sebuah riset yang dilakukan Albert Bandura menemukan. Terlepas dari latar belakang pelaku tindak kejahatan (pemutilasi) karena sakit hati. Berusaha menghindari pemberitaan kriminal yang sifatnya terlalu sensasional atau bombastis. Sementara penelitian program tayangan kekerasan di televisi Amerika Serikat pada akhir tahun 1990-an yang dilakukan Leonard Eron dan Rowell Huesman menyebutkan tontonan kekerasan yang dinikmati anak usia 8 tahun akan berpotensi mendorong aksi kriminalitas pada saat usia 30 tahun. Selain itu. khusus anak-anak. terutama tayangan televisi. untuk terus berupaya belajar dan mengoreksi gambar-gambar yang bersifat vulgar disensor atau korban yang melibatkan anak kecil tidak ditayangkan dan wajah pelaku kejahatan sengaja ditutupi atau malah dikaburkan. dendam atau mengalami gangguan jiwa.tindak kejahatan yang berhasil disidik polisi mengakui perbuatannya karena meniru sajian media massa. Oleh karena itu kami ingin menyarankan kepada pihak media khususnya televisi. Begitupun hasil penelitian yang dilakukan Doris Graber tahun 1980 di Amerika Serikat. termasuk mutilasi. pengaruh media massa baik cetak maupun elektronik terhadap perilaku sosial di masyarakat memang sudah menjadi kajian cukup lama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful