You are on page 1of 75

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG MASUK DAN BARANG KELUAR PT.

DEWHIRST

LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Program Sarjana Strata 1 Teknik Informatika

Oleh: Indi Mahdi NRP. 0406025

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT 2011

Indi Mahdi (0406025) Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Masuk dan Barang Keluar PT.Dewhirst Di Bawah Bimbingan Erwin Gunadhi, MT Selaku Pembimbing I dan Yanti Yulianti, Ir Selaku Pembimbing II
122hal+x/ 51 gambar/ 23 tabel/ 15 daftar pustaka / 1 lampiran

ABSTRAK

PT Dewhirst adalah sebuah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yang bergerak dibidang garmen/memproduksi pakaian jadi. Kegiatan yang pada umumnya menggunakan peranan teknologi informasi yaitu sistem informasi. Sistem informasi seperti pengolahan data keuangan, pengolahan data jual beli, pengolahan data kepegawaian, pengolahan data pengelolaan barang dan lainlain. Khususnya dalam pengolahan sistem data barang sangatlah bermanfaat dalam hal ketepatan dan kecepatan dalam pengolahan data barang pada prosesnya. PT Dewhirst Meanswear proses pengolahan data barang tersebut masih menggunakan proses manual yaitu belum terkomputerisasi sehingga menimbulkan beberapa masalah, diantaranya ketidak tepatan pemeriksaan barang yang masih tersedia, sering terjadinya persediaan barang yang tidak terkontrol, pencarian data barang yang masih menggunakan proses manual. Dalam rangka penyusunan tugas akhir, maka dibuat system aplikasi yang dibuat program untuk mengolah persediaan data barang masuk dan barang keluar. Program aplikasi yang akan dibuat yaitu sistem pengolahan data barang, yang berisi informasi data barang, jumlah barang, pengeluaran dan pemasukan. Progam aplikasi ini juga berisi informasi jenis dan stok barang. Proses pembuatan program aplikasi ini dimulai dari menganalisis sistem yang lama, pembuatan DFD, ERD dan tabel-tabel yang diperlukan. Program aplikasi ini rancang dengan menggunakan software Bundell Xampp, MySQL untuk pembuatan database, Apache sebagai server localhost dan pemrogramanan Visual Basic 2005 profesional, editor grafis pendukung perancangan program yaitu case studio dan adobe photoshop. Program aplikasi Persediaan barang masuk dan barang keluar ini merupakan sistem pengolahan data barang yang dapat membantu PT Dewhirst dalam mengolah data barang sehingga dapat mempercepat mendapatkan data yang tepat dan akurat.

Kata Kunci : Sistem Pengolahan Data Barang, Barang Masuk, Barang Keluar

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi seperti sekarang ini telah banyak dilakukan penerapan teknologi informasi di berbagai bidang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja sistem sebelumnya. Semua itu sangat diperlukan dalam mempersiapkan diri menuju perdagangan bebas yang telah dimulai sejak tahun 2003. Dukungan dan peran teknologi informasi sangat diperlukan dalam menghadapi perubahan situasi yang mengarah pada semakin ketatnya persaingan dan peluang bisnis yang ada. Sekarang ini dengan semakin canggihnya teknologi perangkat keras (hardware) seperti memori yang semakin besar, processor yang semakin cepat, dan kapasitas hard disk yang semakin besar serta diikuti dengan perkembangan teknologi perangkat lunak (software) yang semakin beranekaragam seperti aplikasi multimedia dan lain-lain menjadikan informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat terpenuhi. Perkembangan teknologi dan sistem informasi menempati peranan utama dan sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan terutama untuk perusahaan besar seperti PT. DEWHIRST. Karena informasi yang tepat waktu dan relevan sangat dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan oleh manajemen di tingkat operasional perusahaan. Khususnya dalam pengolahan data barang sistem informasi sangatlah bermanfaat dalam hal ketepatan dan kecepatan prosesnya. Di PT. Dewhirst Rancaekek – Bandung proses pengolahan data pengelolaan barang tersebut masih menggunakan proses manual yaitu tanpa terkomputerisasi sehingga menimbulkan beberapa masalah, diantaranya ketidak tepatan pemeriksaan barang yang masih tersedia, sering terjadinya persediaan barang yang tidak terkontrol, pencarian data barang yang masih menggunakan proses manual, pembuatan laporan masih relatif lama karena masih menggunakan proses manual. Dari permasalahan tersebut, maka sangatlah tertarik untuk membahas mengenai Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Masuk Dan Barang Keluar PT. DEWHIRST.

yang dapat membantu menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Sistem pesediaan barang masuk dan barang keluar sangat penting untuk mengendalikan pengeluaran dan pemasukan barang masuk perusahaan agar tidak melebihi batas anggaran yang tersedia.

1.2. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian di atas maka ada beberapa aspek masalah yang melatarbelakangi Pengembangan Sistem Informasi Persediaan Barang Masuk Dan Barang Keluar PT DEWHIRST, adalah :
1. 2. 3. Pencatatan data barang masuk dan barang keluar masih menggunakan Proses manual Sering terjadinya ketidaksesuaian barang yang dipesan dengan barang datang Sering terjadinya ketidaksesuaian barang yang diambil dari setok barang

4. Pembuatan laporan anggaran persediaan barang membutuhkan waktu lama karena istem pengelolaan data pemasukan dan pengeluaran barang menggunakan belum menggunakan system informasi yang berbasis database.

1.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan perancangan sistem yang baru adalah untuk menunjang, memperbaiki, dan meningkatkan kinerja dari sistem yang sedang berjalan saat ini, agar dapat memenuhi harapan manajemen perusahaan dalam memperkecil masalah-masalah yang ada didalam kegiatan operasional perusahaan.

1.4. Batasan Masalah Agar perancangan aplikasi tersebut terkesan sederhana dan mudah dimengerti tetapi tidak mengurangi tujuan penelitian, maka penulis membatasi perancangan aplikasi tersebut sebagai berikut : 1. Proses Pengembangan Sistem Informasi Pengolahan Data Pemasukan PT. Dewhirst menggunakan metodologi

dan Pengeluaran Barang di Analisis Deskriptif

2.

Tahapan pengembangan sistem yang dilakukan sampai pada tahapan pembuatan program.

3.

Program hanya membahas tentang

Data Pemasukan dan Pengeluaran

Barang di PT. Dewhirst Rancaekek - Bandung. 4. Bahasa pemrograman yang digunakan sebagai pembangun sistem adalah Visual Basic 6.0 dan untuk pengolahan basis datanya digunakan software Microsoft MySQL.

1.5. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan peneliti yaitu metode penelitian secara deskriptif analisis yang merupakan suatu metode yang menggambarkan dan memaparkan suatu kejadian atau peristiwa pada waktu peneliti mengadakan penelitian, kemudian peneliti akan membahas masalah-masalah yang terjadi pada saat penelitian berlangsung. Dalam hal ini peneliti akan mencoba mencari bahanbahan yang diperlukan yang berhubungan dengan pokok penelitian, kemudian dianalisis melalui pembahasan sistematis dan dapat dipercaya kebenarannya.

1.5.1. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan keterangan mengenai semua hal yang berhubungan dengan dengan sistem yang akan dibuat. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu : 1. Metode wawancara (interview) Wawancara dilakukan dengan karyawan bagian gudang, yaitu dengan orang yang mengetahui dan mengontrol persediaan barang gudang 2. Observasi Atau Pengamatan Observasi atau pengamatan dalam penelitian ini, penulis

mengumpulkan data dengan cara datang langsung ke tempat penelitian.

1.5.2.

Metode Perancangan Sistem

Metode Model sekuensial linier untuk software engineering, sering disebut juga dengan siklus kehidupan klasik atau model air terjun. Model ini mengusulkan sebuah pendekatan kepada perkembangan software yang sistematik dan sekuensial yang mulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan. Dimodelkan setelah siklus rekaysa konvensional, model sekuensial linier melingkupi aktivitas-aktivitas yang digambarkan pada model sebagai berikut :

Rekayasa Dan Pemodelan Sistem/Informasi

Planning

Designing

Scripting

Testing

Maintenance

Gambar 1.1 Tahapan Pembangunan Program Dengan Model Sekuensial Linier (Asep Herman Suryanto, 2007)

Karena sistem merupakan bagian dari sebuah sistem yang lebih besar, kerja dimulai dengan membangun syarat dari semua elemen sistem dan mengalokasikan beberapa subset dari kebutuhan software tersebut. Pandangan sistem ini penting ketika software harus berhubungan dengan elemen-elemen yang lain seperti software, manusia, dan database. Rekayasa dan anasisis sistem menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem dengan sejumlah kecil analisis serta disain tingkat puncak.

1.6. Kerangka Pemikiran Dari Penjelasan diatas maka Konsep Proses tahapan Perancangan sistem dapat disusun sebagai berikut :

Perancangan aplikasi sistem

Planning

Designing

Scripting

Testing

Maintenance

Perencanaan : 1. Pengumpulan data dan bahan (interview, komparasi, observasi) 2. Batasan sistem Tujuan dan maksud pembuatan program 3. Analisis kebutuhan software dan hardware 4. Penentuan Unjuk kerja Tingkah laku software 5. Rancangan awal aplikasi

Desain : 1. Konsep sistem, Flow data ERDStruktur data dan database 2. Arsitektur sistem dan arsitektur 3. Desain tampilan

Scripting : 1. Visual basic 6.0 2. Koneksi database micrsoft My SQL 3. Review dan revisi

testing : testing : 1. Test aplikasi Test koneksi 1. database software (Dreamweaver) 2. Review dan revisi 2. Pengujian localhost 3. Pengujian online(optional sekunder) 4. Review dan revisi

Maintenance : Review, revisi dan finishing

Gambar 1.2 Tahapan Perancangan Sistem Barang Masuk dan Barang Keluar a. Perencanaan (Planning) Tahapan ini kita menentukan Tujuan dari aplikasi tersebut. Proses pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan difokuskan, khusunya pada software. Untuk memahami sifat program yang dibangun, analis harus memahami domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja, dan interface yang diperlukan. Kebutuhan baik untuk sistem maupun software didokumentasikan dan dilihat lagi dengan sistem yang berjalan. b. Desain (Designing) Desain software sebenarnya adalah proses multi langkah yang berfokus pada empat atribut sebuah program yang berbeda; struktur data, arsitektur software, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Proses desain menterjemahkan syarat/kebutuhan ke dalam sebuah representasi software yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai pemunculan kode.

Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan dan menjadi bagian dari konfigurasi software. c. Generasi kode (Koding) Desain harus diterjemahkan kedalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Langkah pembuatan kode melakukan tugas ini. Jika desain dilakukan dengan cara yang lengkap, pembuatan kode dapat diselesaikan secara mekanis melalui editor / generator kode. d. Pengujian (Testing) Sekali program dibuat, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokus pada logika internal software, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji, dan pada eksternal fungsional, yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan. e. Pemeliharaan (Maintenance) Software akan mengalami perubahan setelah diterapkan pada system yang berjalan (perkecualian yang mungkin adalah software yang dilekatkan). Perubahan akan terjadi karena kesalahan-kesalahan ditentukan, karena software harus disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan di dalam lingkungan eksternalnya (contohnya perubahan yang dibutuhkan sebagai akibat dari perangkat peripheral atau sistem operasi yang baru). Pemeliharaan software mengaplikasikan lagi setiap fase program sebelumnya dan tidak membuat yang baru lagi.

1.7. Sistematika Penulisan Untuk membahas suatu permasalahan yang menyangkut ilmu

pengetahuan, dituntut adanya suatu sistematika yang dapat membantu dalam memahami permasalahan yang sedang dalam pembahasan. Berdasarkan hal tersebut diatas, penulis membuat sistematika penulisan. Adapun secara garis besarnya setiap bab akan dibahas sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini diuraikan tentang latar belakang pemilihan topik tugas akhir, permasalahan yang terjadi, batasan masalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian, kerangka pemikiran, dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini menjelaskan tentang teori-teori dan landasan pustaka yang relevan dengan perangkat lunak yang akan dirancang dalam perancangan aplikasi Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Masuk Dan Barang Keluar. BAB III ANALISIS SISTEM Pada bagian ini menjelaskan tentang analisis sistem perancangan Program aplikasi yang akan dirancang berdasarkan metode yang digunakan. Menganalisis kebutuhan sistem dan menjelaskan

perencanaan bagaimana sistem tersebut akan bekerja. BAB IV DESAIN SISTEM Pada bab ini menguraikan tahapan perancangan aplikasi sistem yang diusulkan berdasarkan metode perancangan yang digunakan. Dan menguraikan bagaimana sistem bekerja. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bagian ini menjelaskan kesimpulan hasil dari pembahasan yang dijabarkan dalam laporan tugas akhir, berikut saran yang diharapkan dapat membantu penelitian sehingga lebih baik.

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pergudangan Pergudangan yaitu sebuah sistem pergudangan yang berfungsi menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan warehouse adalah akurasi pergerakan barang dan menghitung rentang waktu barang disimpan. Dibutuhkan kontrol aktivitas pergerakan barang dan dokumen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan warehouse agar jumlah dan rentang waktu barang disimpan dalam nilai minimum atau sesuai perencanaan. Warehouse Management System yang didukung teknologi informasi untuk membantu pengawasan pergerakan barang masuk, pergerakan dalam warehouse dan barang keluar. Pengawasan dengan menggunakan sistem, memberikan kemudahan pengelolaan dan nilai tambah warehouse, yaitu: 1. Memudahkan pengelola warehouse memberikan informasi ketersediaan suatu barang kepada bagian perencanaan produksi atau pengiriman agar ketersediaan barang tetap pada tingkat yang aman 2. Penempatan barang yang ditentukan oleh sistem sehingga memudahkan penyimpanan, pengambilan dan perhitungan stok 3. Mengurangi lead time dari aktivitas penyimpanan barang dan pengiriman barang 4. Ketersediaan beragam informasi mengenai level barang dan utilitas warehouse memudahkan analisa untuk menyusun strategi penggunaan warehouse yang lebih efisien

2.2 Sistem 2.2.1 Definisi Sistem Dalam mendefinisikan sistem, terdapat dua kelompok pendekatan. yang pertama lebih menekankan pada prosedur dan yang kedua lebih menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.” [Jogiyanto HM, 1999:1]. Prosedur adalah suatu urutan-urutan operasi krerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi” [Jogianto HM, 1999]. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut : “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi

untuk mencapai suatu tujuan tertentu.” [Jogiyanto HM, 1999:2]. Kedua kelompok definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Karena pada hakekatnya setiap komponen sistem, untuk dapat saling berinteraksi dan untuk dapat mencapai tujuan tertentu harus melakukan sejumlah prosedur, metode, dan cara kerja yang juga saling berinteraksi. Suatu sistem dapat terdiri atas satu atau lebih input, yang kemudian di proses menghasilkan satu atau lebih output. Input yang dimasukkan berupa data dan data output yang dihasilkan berupa informasi. Secara umum model suatu sistem dapat digambarkan sebagai berikut :

INPUT

PROSES

OUTPUT

STORAGE

[Amsyah, Zulkifli, 2000]

Gambar 2.1 Model Umum Suatu Sistem Secara Sederhana

Sebagai contoh sederhana dari sistem, kita analogikan pada sebuah benda atau barang misalnya sepeda. Kalau Anda membeli sebuah sepeda tetapi tidak dengan rodanya, maka sepeda itu tidak akan berfungsi, dengan kata lain sepeda tersebut tidak dapat dikatakan suatu sistem, karena masih ada komponennya yang kurang. Jadi apakah sistem itu? “Suatu sistem dapat didefenisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.” [Danu Wira Pangestu_IlmuKomputer.com] “Sebuah sistem terdiri dari bagian- bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.“ [Gordon B. Davis, 1984] “Sistem adalah himpunan dari unsur- unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.“ [Raymod Mcleod, 2001]

Dari beberapa definisi di atas bisa disimpulkan, meskipun pengertian atau definisi sistem pada berbagai bidang berbeda- beda, akan tetapi semua sistem

pada bidang- bidang tersebut mempunyai beberapa persyaratan umum, yaitu sistem harus mempunyai elemen, lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi antara elemen dengan lingkungannya, dan yang terpenting adalah sistem harus mempunyai tujuan yang akan dicapai.

2.2.2 Karakteristik Sistem. Suatu sistem mempunyai beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen/ elemen (components), batas sistem

(boundary), Lingkungan Luar System (Environments), penghubung (interface), masukan (input), pengolah (process), keluaran (output) dan sasaran (objective)

atau tujuan (goal). Berikut adalah penjelasannya : a. Komponen Sistem (Component) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponenkomponen sistem atau elemen-elemen system dapat berupa suatu sub sistem atau bagian dari sistem. b.Batas Sistem (Boundary) Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. c. Lingkungan Luar Sistem (Environments), Lingkungan luar (environments) dari suatu sistem adalah apapun di luar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. d. Penghubung (interface). Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber- sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran

(output) dari suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. e. Masukan Sistem (Input). Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) yaitu energi yang dimasukkan suapaya sistem dapat beroperasi, dan dapat berupa masukan sinyal (signal input) yaitu energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. f. Keluaran Sistem (Output). Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dari sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. g. Pengolahan Sistem (Process) Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. h. Sasaran Sistem (Objective). Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

Interface Lingkungan Luar Sub Siste

Boundary

Sub Siste

Sub Siste

Sub Siste

Boundary

Input

Pengolah

Output

Boundary

Gambar 2.2 Karakteristik Suatu Sistem (Jogiyanto, 1999)

2.2.3 Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan melaui beberapa sudut pandang, diantaranya: a. Sistem diklasifikasikan sebagai siste, abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. b. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melaui proses alam, tidak dibuat oelh manusia.

c. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah diprediksi, sehingga output dari sistem dapat diramalkan. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. d. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, tetapi yang ada hanyalah relatif closed system (secara relatif tertutup, tetapi tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan

menghasilkan output untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.

2.3

Informasi

2.3.1 Definisi Informasi Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut : “Informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu”.[Amsyah, Zulkifli, 2000:2]. ”Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”.[Jogiyanto HM, 1999] ” Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusankeputusan yang akan datang”[Gordon B. Davis, 1984].

Data

Proses

Informasi

Gambar 2.3 Transformasi data menjadi informasi

Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa sumber dari informasi adalah data. Dengan kata lain data bisa juga disebut sebagai bahan mentah informasi. Melalui proses transformasi, data dibuat menjadi lebih bermakna. Data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian- kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sedangkan kesatuan nyata (fact dan entity) adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul- betul ada dan terjadi. Perlu diketahui, untuk membedakan informasi dengan data , informasi itu mempunyai kandungan ”makna” sedangkan data tidak. Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah. Berdasarkan pada bentuknya, informasi dapat dibedakan menjadi : a. Informasi Uraian Informasi Uraian adalah informasi yang disajikan dalam bentuk uraian cerita yang panjang atau singkat yang berisikan kalimat-kalimat yang singkat dan jelas. Informasi ini bias dalam bentuk laporan, notulen, surat atau memo. b. Informasi Rekapitulasi Informasi rekapitulasi adalah informasi ringkas dengan hasil akhir dari suatu perhitungan (kalkulasi) atau gabungan perhitungan yang berisikan angka-angka yang disajikan dalam bentuk kolom-kolom. Contohnya neraca, kuitansi, rekening, daftar pembelian. c. Informasi Gambar (Bagan) Informasi Gambar (Bagan) adalah informasi yang di buat dalam bentuk gambar atau bagan, misalnya gambar konstruksi dan bagan organisasi. d. Informasi Model Informasi Model adalah informasi dalam bentuk fprmulir dengan modelmodel yang dapat memberikan nilai ramalan atau prediksi dan nilai-nilai

lain seperti nilai hasil pemecahan persoalan yang optimal sebagai alternatif bagi pembuatan keputusan. e. Informasi Statistik Informasi statistik adalah informasi yang disajikan dalam bentuk angka yang ditunjukkan dalam bentuk grafik atau table. f. Informasi Formulir Informasi formulir adalah informasi yang di buat dalam bentuk formulir dengan format (kolom) isian yang sudah ditentukan dan yang disesuaikan dengan keperluan kegiatan masing-masing. g. Informasi Animasi Informasi animasi adalah informasi dalam bentuk gambar animasi dengan suara dan video. Informasi ini dapat juga disebut informasi multimedia. h. Informasi Simulasi Informasi simulasi adalah informasi mengenai suatu kegiatan nyata pada suatu situasi atau peralatan yang di buat dalam bentuk serupa tetapi dengan ukuran kecil atau dengan layar komputer menjadi mirip seperti ukuran sebenarnya. Misalnya simulasi untuk pendidikan pilot pesawat terbang dengan perangkat lunak khusus.

2.3.2 Siklus Informasi Data yang masih merupakan bahan mentah apabila tidak diolah maka data tersebut tidak akan berguna. Data tersebut akan berguna dan menghasilkan suatu informasi apabila diolah melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut dengan model pengolahan data atau lebih dikenal dengan nama siklus pengolahan data.

Proses( Model )

Input ( Data ) Dasar Data Data (Ditangkap)

Output (Information)

Penerima

Hasil Tindakan

Keputusan Tindakan

Gambar 2.4 Siklus Informasi [Jogiyanto HM, 1999].

Dari gambar diatas dapat diperoleh penjelasan yakni data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

2.3.3

Nilai Informasi. Sedangkan parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi tersebut,

ditentukan

dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) Biaya (Cost).

Suatu

informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya.

2.3.4 Kualitas Informasi Kulitas dari informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal, a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan, harus jelas mencerminkan maksudnya.

b. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima harus tepat pada waktu atau tidak boleh terlambat, karena informasi yang telah usang tidak akan bernilai lagi, dan informasi merupakan landasan didalam pengambil keputusan. c. Relevan, berarti informasi mempunyai manfaat untuk pemakainya John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi dengan bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga buah pilar, seperti terlihat pada gambar berikut.

Gambar 2.5 Pilar Kualitas Informasi,[Jogiyanto,1999].

2.4

Sistem Informasi

2.4.1 Definisi Sistem Informasi Dari beberapa definisi mengenai sistem dan informasi yang telah dijelaskan diatas, maka Sistem Informasi dapat diartikan/ didefinisikan sebagai berikut : “Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan

menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan” [Jogiyanto HM, 1999:11]. Sistem informasi merupakan suatu sistem yang saling barkaitan dan berintegrasi satu sama lain dan bertujuan untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Adapun kegiatan di Sistem Informasi mencakup: 1. Input, menggambarkan suatu kegiatan yang menyediakan data untuk diproses. 2. Proses, menggambarkan bagaimana suatu data diproses/ diolah untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah. 3. Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses di atas tersebut. 4. Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data. 5. Kontrol, ialah suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2.4.2 Komponen Sistem Informasi Komponen-komponen yang terdapat dalam sistem informasi diantaranya adalah : 1. Perangkat Keras (hardware); mencakup peranti- peranti fisik seperti komputer , printer dan lain-lain. 2. Perangkar Lunak (software) atau program; merupakan kumpulan perintah/ fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk

memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu. 3. Prosedur (procedure); sekumpulan aturan yang dipakai untuk

mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki. 4. Orang (user); semua pihak yang bertanggung jawab dalam

pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.

5. Basis data (database); sekumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. 6. Jaringan Komputer dan Komunikasi Data; sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai. Pada prakteknya, tidak semua sistem informasi mencakup keseluruhan komponen- komponen tersebut. Sebagai contoh sistem informasi pribadi yang hanya melibatkan seorang pemakai dan sebuah komputer, tidak melibatkan fasilitas jaringan dan komunikasi. Namun, sistem informasi grup kerja (workgroup information system) yang melibatkan sejumlah orang dan sejumlah komputer, memerlukan sarana jaringan dan komunikasi.

2.5 Perancangan Sistem 2.5.1 Pemodelan Sistem .

Pemodelan sistem yang digunakan dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini adalah Data Flow Diagram dan Entity Relationship Diagram. 2.5.1.1 Konsep Data Flow Diagram Data Flow Diagram (DFD) merupakan diagram yang menggambarkan suatu proses alur data dalam suatu sistem dan subsistem-subsistem yang ada di dalamnya. Terdapat beberapa metodologi model DFD yaitu antara lain Gane dan Sarson methodology dan Yourdon methodology. Dalam sistem ini metodologi yang digunakan adalah Sarson methodology.

Gambar 2.6 Simbol-simbol yang digunakan dalam DFD: Simbol entitas. Sumber:

(Sistem Basis Data, Analisis dan Pemodelan Data Waljiyanto, tahun:2003)

Gambar tersebut merupakan simbol suatu entitas, melambangkan sumber data dan tujuan akhir data.

Gambar 2.7 Simbol Proses. (Sistem Basis Data, Analisis dan Pemodelan Data Waljiyanto, tahun:2003)

Gambar di atas merupakan simbol suatu proses (Process), melambangkan pengubahan bentuk atau pengolahan data.

Gambar 2.8 Simbol Data Store. (Sistem Basis Data, Analisis dan Pemodelan Data Waljiyanto, tahun:2003) : Gambar di atas merupakan simbol suatu tempat penyimpanan (Data Store).

Gambar 2.9 Simbol Aliran Data. Sumber: (Sistem Basis Data, Analisis dan Pemodelan Data Waljiyanto, tahun:2003) Gambar di atas merupakan simbol suatu penghubung (connector), melambangkan hubungan antar proses atau dengan simbol-simbol lainnya. Simbol ini memuat data dengan arus berawal dari ekor dan menuju ke simbol yang ditunjuk oleh kepala anak panah.

2.5.1.2 Konsep Entity Relationship Diagram

Menganalisa dan mengidentifikasi semua data, properti data dan hubungan antar data tersebut kemudian menggambarkannya dalam suatu diagram. Komponen ERD (Sistem Basis Data, Analisis dan Pemodelan Data Waljiyanto, tahun:2003) a. Entity, entity adalah segala hal yang nyata maupun abstrak yang berhubungan dengan masukan dan keluaran data. Contoh: Penjual, pelanggan, dan sebagainya. b. Attribute, attribute adalah identifikasi dari suatu entitas. Contoh: Entity pelanggan mempunyai sebagainya. c. Relation, relation adalah hubungan natural antar entitas. Macam-macam relational antara lain:  One to one (1:1), relation antara satu entity pertama dengan entity kedua adalah satu berbanding satu. Contoh: pada pelajaran privat, satu guru mengajar satu siswa dan satu siswa hanya diajar oleh satu guru. attribute IdPelanggan, nama, alamat, dan

Guru Privat

Siswa

Gambar 2.10 Contoh Relational One to One. Sumber: (Sistem Basis Data, Analisis dan Pemodelan Data Waljiyanto, tahun:2003) 

One to many (1 : m), relation antara satu entity pertama dengan entity kedua adalah satu berbanding banyak atau sebaliknya. Contoh: satu penjual (toko) memiliki banyak pelanggan.

Toko

Pelanggan

Gambar 2.11 Contoh Relational One to many. Sumber: (Sistem Basis Data, Analisis dan Pemodelan Data Waljiyanto, tahun:2003)  Many to many ( m : m ), relation antara satu entity pertama dengan

entity kedua adalah banyak berbanding banyak. Contoh: banyak produk yang dibeli oleh pelanggan, begitu pula banyak pelanggan yang membeli produk.
Produk Pelanggan

Gambar 2.12 Contoh Relational Many to many. Sumber: (Sistem Basis Data, Analisis dan Pemodelan Data Waljiyanto, tahun:2003) 2.5.1.3 Konsep Bagan Alir Sistem Bagan alir sistem (systems flowchart ) merupakan bagan yang menunjukan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutanurutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukan apa yang dikerjakan sistem bagan alir sistem di gambar dengan menggunakan simbol yang tampak sebagai berikut : Tabel 2.1 Simbol Bagan Alir (Sumber : Jogiyanto, 2005)
Simbol Keterangan

Menunjukan dokumen input dan output baik untuk proses manual, mekanik atau konputer Menunjukan pekerjaan manual

Menunjukan kegiatan proses dari operasi program komputer Menunjukan input / output menggunakan hard disk

Menunjukan input output menggunakan

pita kertas berlubang

2.5.2

Metode Perancangan Perangkat Lunak Sistem Sekuensial linier mengusulkan sebuah pendekatan kepada perkembangan

perangkat lunak yang sistematik dan sekuensial yang mulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan Dimodelkan setelah siklus rekayasa konvensional, model sekuensial linier. Gambarnya seperti berikut:

Rekayasa Dan Pemodelan Sistem/Informasi

Analisis

Desain

kode

Tes

Gambar 2.13 Model Sekuensial Linier (Pressman, 2002) Software berkembang dengan pesat, menyebabkan pemodelan rekayasa perangkat lunak menjadi kaku sehingga semakin sulit untuk menspesifikasikan rekayasa sebuah perangkat lunak yang tepat. Berikut tahapan pengembangan perangkat lunak program aplikasi yang dengan model sekuensial linear :

Rekayasa Dan Pemodelan Sistem/Informasi

Planning

Designing

Scripting

Testing

Maintenance

Gambar 2. 14 Tahapan Pembangunan Program dengan Model Sekuensial Linier (Asep Herman Suryanto, 2007) Penjelasan gambar diatas : f. Rekayasa Dan Pemodelan Sistem/Informasi

Karena sistem merupakan bagian dari sebuah sistem yang lebih besar, kerja dimulai dengan membangun syarat dari semua elemen sistem dan mengalokasikan beberapa subset dari kebutuhan software tersebut. Pandangan sistem ini penting ketika software harus berhubungan dengan elemen-elemen yang lain seperti software, manusia, dan database. Rekayasa dan anasisis sistem menyangkut pengumpulan kebutuhan pada tingkat sistem dengan sejumlah kecil analisis serta disain tingkat puncak. Rekayasa informasi mancakup juga pengumpulan kebutuhan pada tingkat bisnis strategis dan tingkat area bisnis. g. Perencanaan (Planning) Tahapan ini kita menentukan Tujuan dari aplikasi tersebut. Proses pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan difokuskan, khusunya pada software. Untuk memahami sifat program yang dibangun, analis harus memahami domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja, dan interface yang diperlukan. Kebutuhan baik untuk sistem maupun software didokumentasikan dan dilihat lagi sistem yang berjalan. h. Desain (Designing) Desain software sebenarnya adalah proses multi langkah yang berfokus pada empat atribut sebuah program yang berbeda; struktur data, arsitektur software, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Proses desain menterjemahkan syarat/kebutuhan ke dalam sebuah representasi software yang dapat diperkirakan demi kualitas sebelum dimulai pemunculan kode. Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan dan menjadi bagian dari konfigurasi software. i. Generasi kode (Koding) Desain harus diterjemahkan kedalam bentuk mesin yang bisa dibaca. Langkah pembuatan kode melakukan tugas ini. Jika desain dilakukan dengan cara yang lengkap, pembuatan kode dapat diselesaikan secara mekanis melalui editor. j. Pengujian (Testing)

Sekali program dibuat, pengujian program dimulai. Proses pengujian berfokus pada logika internal software, memastikan bahwa semua pernyataan sudah diuji, dan pada eksternal fungsional, yaitu mengarahkan pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa input yang dibatasi akan memberikan hasil aktual yang sesuai dengan hasil yang dibutuhkan. k. Pemeliharaan (Maintenance) Software akan mengalami perubahan setelah diterapkan kepada sistem (perkecualian yang mungkin adalah software yang dilekatkan). Perubahan akan terjadi karena kesalahan-kesalahan ditentukan, karena software harus disesuaikan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan di dalam lingkungan eksternalnya (contohnya perubahan yang dibutuhkan sebagai akibat dari perangkat peripheral atau sistem operasi yang baru), atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional atau unjuk kerja. Pemeliharaan software mengaplikasikan lagi setiap fase program sebelumnya dan tidak membuat yang baru lagi.

2.6

Software Pendukung dalam Perancangan Program Software yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah Bundle

Xampp, Microsoft Visual Basic 2005, MySQL, Case Studio. XAMPP kepanjangan dari X yang berarti cross platform, A yang berarti Apache, M yang berarti MySQL, P yang berarti PHP, dan P yang satu lagi yaitu Perl. XAMPP adalah sebuah installer web server yang berisi Apache dan MySQL dan mendukung pembuatan program. Dengan XAMPP kita bisa membuat CMS kaya WordPress, Drupal, Joomla, dll, di localhost secara offline. Desain pemrograman menggunakan Microsoft visual basic 2005 Berikut masing-masing pembahasan dari software yang digunakan. Case studio 2.4 merupakan program perancangan data base (data base modeling system ) yang digunakan dalam perancangan ERD, DFD program.

2.6.1

Visual Basic 2005 Visual Basic 2005 sebuah alat untuk mengembangkan dan membangun

aplikasi yang bergerak di atas sistem .NET Framework, dengan menggunakan bahasa BASIC. Dengan menggunakan alat ini, para programmer dapat membangun aplikasi Windows Forms, Aplikasi web berbasis ASP.NET, dan juga aplikasi command-line. Alat ini dapat diperoleh secara terpisah dari beberapa produk lainnya (seperti Microsoft Visual C++, Visual C#, atau Visual J#), atau juga dapat diperoleh secara terpadu dalam Microsoft Visual Studio .NET. Bahasa Visual Basic .NET sendiri menganut paradigma bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat dilihat sebagai evolusi dari Microsoft Visual Basic versi sebelumnya yang diimplementasikan di atas .NET Framework. Peluncurannya mengundang kontroversi, mengingat banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh Microsoft, dan versi baru ini tidak kompatibel dengan versi terdahulu

2.6.2

MySQL Relational Database Management System (RDBMS) menyediakan jalan

terbaik

sebagai

media

penyimpanan

dan

pengaksesan

informasi

yang

kompleks.ada berbagai macam RDBMS yang bisa kita pilih. Beberapa RDBMS komersial yang terkenal antara lain Oracle, Sybase, Informix, Microsoft SQL Server, dan IBM db2. Pada Agustus 1999, Borland me-release Interbase di bawah lisensi open source dan mengijinkan untuk mendownload dan menggunakan secara gratis. Secara umum keseluruhan RDBMS menggunakan bahasa SQL untuk mengakses dan memanipulasi data yang berada didalamnya. SQL memungkinkan pengaksesan data secara mudah, cepat dan tidak tergantung platform sistemnya. Dalam bahasa SQL pada umumnya informasi tersimpan dalam tabel-tabel yang secara logik merupakan struktur dua dimensi terdiri dari baris (row atau record) dan kolom (column atau field). Sedangkan dalam sebuah database dapat terdiri dari beberapa tabel (table). MySQL merupakan salah satu RDBMS. MySQL adalah sebuah sistem manajemen database relasi (Relational Database Managemant System) yang

bersifat "terbuka" (open source). Terbuka maksudnya adalah MySQL dapat didownload oleh siapa saja, baik versi kode program aslinya (source code program) maupun versi binernya (executable program) dan bisa digunakan secara gratis baik untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan seseorang maupun sebagai program aplikasi database siap pakai. Kelebihan MySQL yang dikemukakan oleh Jay Greenspan dan brad Bulder dalam bukunya yang berjudul MySQL/PHP Database Aplications, diantaranya adalah (Perancangan Aplikasi Penjualan Online dengan PHP dan MySQL,No Name, akses tahun:2006): a. Biaya minimum yang efektif, MySQL adalah gratis, kita dapat menginstall dan menggunakannya tanpa perlu membayar apapun. b. Cepat dan ampuh, MySQL dapat mencukupi kebutuhan untuk membuat sebuah web atau moderate commerce site. Untuk ukuran database kecil ataupun besar, MySQL sangat cepat bila dibandingkan RDBMS lainnya. c. perbaikan sepanjang waktu, pengembang MySQL me-release update secara berkala dan menambahkan fitur impresif sepanjang waktu. Akhirakhir ini MySQL menambahkan dukungan bagi transaksi dan store procedur.

BAB III ANALISIS SISTEM

Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan dari suatu penelitian dengan kata lain metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. metode penelitian yang penulis lakukan meliputi metode pengumpulan data yang digunakan dan metode perancangan sistem. 3.1.Plannning 3.1.1. Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data yang dilakukan untuk mendapatkan keterangan mengenai semua hal yang berhubungan dengan sistem yang akan dibuat. Data yang dikumpulkan menjelaskan tentang sistem yang yang ada pada objek penelitian, baik sistem yang sedang berjalan maupun yang akan dibangun untuk meningkatkan kinerja sistem.data umum sistem ini menjelaskan persyaratan teknis perancangan perangkat lunak dan spesifikasi sistem yang akan dirancang. Pengumpulan data dilakukan dimulai dengan interview, komparasi dan observasi di tempat objek penelitian. Hasil pengumpulan data tersebut diuraikan pada bahasan selanjutnya. a. Kondisi Objek Penelitian PT Dewhirst adalah sebuah perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yang bergerak dibidang garmen/memproduksi pakaian jadi. PT Dewhirst memiliki tiga pabrik yaitu di Maroko, Inggris dan Indonesia. Yang terdapat di Indonesia tapatnya di Jl. Rancaekek KM 27 Bandung berdiri tahun 1997 dan meng – ekspor pertama kali sekitar tahun 1998, seluruh hasil produksi diberi label Marks&Spencer Asia di Hongkong. PT Dewhirst setiap tahunnya memproduksi lebih dari 9 juta pakaian jadi dan saat ini memperkerjakan lebih dari 5000 orang karyawan. Di lokasi seluas +/- 6 hektar, terdapat beberapa bangunan, yakni : Factory 1 memproduksi baju kemeja atasan laki – laki baik casual ataupun formal, Factory 2 memproduksi celana

panjang laki – laki, Factory 3 memproduksi atasan dan bawahan baju perempuan, Warehouse, Cutting, Finish Good, Vack Pack, Central Office, dan Laundry. b. Misi Perusahaan Misi dari PT Dewhirst adalah menerapakan harapan standar kelas dunia di seluruh proses produksi. PT Dewhirst juga menerapkan budaya “Nol Persen Reject”. Karena konsumen yang memakai baju Mark and Spencer adalah orang – orang tertentu dan di ekspor maka kualitas harus benar – benar diperhatikan. Oleh karena itu, semua karyawan diharapkan untuk : a. Bekerja sebaik mungkin dan dengan penuh tanggung jawab yang dibuktikan dengan hasil kerja yang berkualitas. b. c. Mencapai target yang telah ditentukan oleh Work Study. Mengikuti instruksi atasan selama tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. d. Mentaati semua pelaturan yang berlaku di PT Dewhirst. Pimpinan tertinggi PT Dewhirst ada di Inggris. Pimpinan PT Dewhirst Indonesia adalah Ms. Debby G Sanderson. Pimpinan Produksi Ms. Maxine. Pimpinan Technical Ms. Remi. Dept Head Factory 1 bernama Bapak Dodi Kusmayadi. Dept Head Factory 2 bernama Bapak Harry Kurniawan. Dept Head Factory 3 bernama Bapak Phing Che. Dept Head Factory 4 bernama Bapak Sulistio Husodo. Yang masing – masing Departemen Head membawahi manager. Level berikutnya adalah asisten manager yang membawahi supervisor. Atasan langsung karyawan adalah supervisor tersebut. Ada juga supervisor training yang mengajarkan dan melatih karyawan – karyawan baru (dalam proses penyesuaian).

c. Struktur Organisasi Perusahaan

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT Dewhirst.

3.1.2. Analisis Proses Bisnis Ruang lingkup system ini berada pada divisi warehouse/ pergudangan yang bertugas mengatur keluar masuknya persediaan barang pada perusahaan. Program aplikasi ini merupakan bagian penting dari perusahaan untuk dapat memberikan informasi data barang secara cepat dan akurat. Adapun uraian pekerjaan dan tanggung jawab dari beberapa bagian yang terkait adalah : Tugas pokok fungsi organisasi 1. Bidang Poduksi Bidang Produksi bertanggung jawab atas produktivitas sumber daya kajian pengembangan sistem kerja pemeliharaan, pengelolaan kinerja dan pengelolaan administrasi rencana dan evaluasi.

2. Bidang Warehouse / Pergudangan Bidang warehouse bertanggung jawab atas persediaan barang, baik barang yang masuk maupun barang yang keluar.

3. Bidang Administrasi dan Keuangan Bidang administrasi dan keuangan bertanggung jawab atas pengelolaan kegiatan administrasi, dan mengolah laporan keuangan dari pergudangan yaitu pengeluaran dan pemasukan barang bagian pergudangan. Bussiness proccess atau proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan melibatkan beberapa entitas utama yang berhubungan langsung, yaitu : a. Supplier b. Karyawan Pergudangan ( bagian gudang ) c. Karyawan Produksi ( bagian Produksi ) d. Administrasi ( laporan keuangan )

Mekanisme kegiatan yang melibatakan entitas-entitas di atas dapat di jelaskan sebagai berikut pada pemasukan barang : 1. Barang yang dikirmkan dari Supplier masuk ke bagian pergudangan 2. Apabila bagian pergudangan melakukan chek barang, apabila barang telah cocok atau sesuai, maka adanya penambahan stok barang. Mekanisme kegiatan yang melibatakan entitas-entitas di atas dapat di jelaskan sebagai berikut pada pengeluaran barang : 1. Pengambilan pergudangan 2. Apabila bagian pergudangan melakukan chek barang, apabila barang telah cocok atau sesuai, maka adanya penambahan stok barang. Mekanisme kegiatan pembuatan laporan sistem : Hasil report pemasukan dan pengeluaran barang dari pergudangan dikirimkan ke bagian administrator barang dari karyawan produksi masuk ke bagian

3.2.Batasan Sistem 3.2.1. Tujuan Pembuatan Program Perancangan Program aplikasi dibuat agar pempermudah dalam laproan pesediaan barang masuk dan barang keluar di PT DEWHIRST. Karyawan bagian

pergudangan dapat lebih cepat dan akurat dalam perhitungan stok barang-barang yang tersedia. Program aplikasi yang akan dibuat yaitu program yang menghitung data stok barng, yang berisi informasi data barang, jumlah barang, pengeluaran dan pemasukan barang juga pembuatan laporan pemasukan dan pengeluaran barang. Target Pencapaian dari pembuatan program ini ialah mampu

mengakomodir data barang yang masuk dan keluar, agar di dapatkan data yang cepat dan akurat.

3.2.2. Analisis Sistem Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Analisis sistem (systems analysis), dapat diidentifikasikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian atau komponen-komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatankesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Analisis sistem yang dilakukan terhadap sistem yang sudah ada sehingga nantinya akan dapat diidentifikasi disimpulkan permasalahan yang terjadi dan di evaluasi. Dalam hal ini penulis menganalisis pada pesediaan barang masuk dan barang keluar di PT. Dewhirst Dalam analisis sistem, proses identifikasi masalah merupakan tahap awal yang harus dilakukan. Masalah dapat diidentifikasikan sebagai suatu hal yang menghambat proses pencapaian tujuan. Permasalahan yang ada harus diatasi dan dicari pemecahannya agar sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan tujuan sistem dapat tercapai. Masalah yang terjadi ialah bagaimana agar di dapatkan data yang cepat dan akurat. Salah satu cara terbaik untuk saat ini ialah dengan menerapkan sistem informasi komputerisasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan sistem.

3.2.3. Kebutuhan Sistem Analisis kelayakan sistem merupakan suatu analisa untuk menilai proyek yang akan dikerjakan di masa mendatang. Penilaian ini untuk memberikan rekomendasi apakah proyek layak dikerjakan atau tidak. Maka untuk mengetahui apakah sistem baru dapat mendukung sistem yang sudah ada maka perlu adanya analisis dan studi kelayakan pada sistem baru mencakup beberapa hal antara lain: a. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Pembangunan aplikasi ini didukung oleh beberapa perangkat lunak yang mempunyai fungsi-fungsi berbeda. Perangkat lunak yang digunakan dalam pembangunan aplikasi ini antara lain:     Sistem Operasi Windows XP Profesional MySQL sebagai database server Microsoft visual basic 2005 sebagai perancangan program Xampp 1.6.3 yang merupakan kumpulan dari beberapa software:

b. Analisis Pengguna Sistem Aplikasi Program online ini dirancang untuk digunakan dengan back end user, admin dipilih oleh perusahaan untuk mengelola data paket dan pemesanan sehingga administrator hanya perlu mengetahui langkah-langkah input dan akses data. Karakteristik pengguna aplikasi program digambarkan dalam Tabel 3.3: Tabel 3.1 Tabel Karakteristik Pengguna Aplikasi Persediaan barang Kategori Pengguna Administrator Sistem Aktivitas  Melakukan penambahan, up-date dan penghapusan data barang  Mengakses data barang  Melakukan proses pelaporan barang masuk dan barang keluar Hak akses ke aplikasi  Read/write terhadap semua data barang  Read data pemasukan dan pengeluaran barang  pembuatan laporan barang

Kategori Pengguna Operator sistem

Aktivitas

Hak akses ke aplikasi

 Melakukan proses pelaporan  Approve/reject barang masuk dan barang keluar pembuatan laporan barang

c. Kebutuhan Fungsional Secara fungsional, aplikasi program ini di bangun untuk mempermudah dalam perhitungan data barang masuk dan keluar Secara lebih rinci program aplikasi ini dibangun dengan beberapa fungsi sebagai berikut:     Mengolah data barang. Mengolah data barang dan jenis barang meliputi tambah, hapus dan edit data barang. Mengolah data barang yang masuk dan yang keluar. Menampilkan data transaksi pemasukan dan pengeluaran barang.

d. Kebutuhan Antarmuka Sistem Tampilan antar muka sama halnya dengan prinsip desain dalam mendesain sebuah karya seni di atas kanvas. Prinsip desain adalah cara menyusun (meletakkan) obyek, warna yang semua itu sama dengan tampilan pada layar komputer. Meskipun banyak alat (tool) pemrograman membuat mudah dalam mendesain dengan hanya drag drop komponen kedalam form, dengan hanya sedikit rencana dalam mendesain sebuah aplikasi nantinya akan banyak perubahan desain. Pengembang software biasanya mendesain elemen dulu dalam kertas, medesain keutuhan komponen atau kontrol yang dibutuhkan dalam software tersebut dan relasi antar form. Prinsip dasar desain harus diterapkan dalam antar muka program aplikasi atau desain yang berbasiskan visual agar diperoleh desain yang bagus. Antarmuka dalam sebuah system ditujukan terhadap pengguna sistem. Karena kepuasan visual dan layanan terhadap pengguna system merupakan hal yang terpenting. Kebutuhan antarmuka diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan pemakai system sebagaimana ditunjukan pada Tabel 3.2 :

− Analisis Kebutuhan Antarmuka Administrator Tabel 3.2 Analisis Aktivitas Untuk Administrator Aktivitas Komponen Login Tindakan Spesifik - Mengsisi username dan password - Masuk ke dalam Program aplikasi Mengelola Data barang Pengelolaan Data Barang barang masuk dan keluar - Melihat data barang - Melihat informasi jenis data barang - Melihat ketersediaan barang - Menambah / mengurangi data barang Antarmuka - Form Login - Tampilan halaman administrator - Tampilan halaman data barang - Tampilan Transaksi

Mengelola Report barang

- Membuat laporan data barang

- From Laporan

Tabel 3.3 Analisis Aktivitas Untuk Operator Aktivitas Komponen Login Tindakan Spesifik - Mengsisi username dan password Pengelolaan Data Barang Mengelola Report barang - Masuk ke dalam Program aplikasi - Membuat laporan data barang (data barang masuk dan keluar) Antarmuka - Form Login - Tampilan halaman Operator - From Laporan

3.3.Sistem Yang Dirancang (Unjuk Kerja Sistem) Program Aplikasi persediaan data barang masuk dan barang keluar adalah sebuah Program aplikasi berbasis visual yang mempermudah dalam pengelolaan data barang. Program aplikasi ini menampilkan informasi tentang data barang,

pengolahan data barang masuk dan keluar serta pengolahan laporan.. Pencatatan data barang dimasukan ke dalam database sistem yang kemudian akan di olah oleh administrator Aplikasi persediaan data barang ini berinteraksi dengan database yang dibangun menggunakan MySQL sebagai penyimpanan data

Pengiriman
Supplier

Bag. Gudang

Sistem Data Barang

Gambar 3.2. Konsep Penyajian Informasi pemasukan data barang

Pengambilan Kar produksi

Bag. Produksi

Sistem Data Barang

Gambar 3.3. Konsep Penyajian Informasi pengeluaran data barang

Aplikasi pemprograman berbasis visual ini ini meliputi proses penambahan jenis barang jumlah barang. Melalui program aplikasi ini memungkinkan administrator system dapat menambahkan dan mengubah jenis maupun stock barang di pergudangan Terdapat beberapa entitas utama yang terlibat langsung dengan aplikasi sistem ini, yaitu : 1. Supplier, yaitu prusahaan yang menjual barang guna memenuhi stock barang di gudang 2. User pengguna sistem terbagi atas Administrator sistem yang bertugas mengelola informasi data dan informasi barang. Administrator sistem mempunyai hak mengakses penuh terhadap laporan pemasukan dan

pengeluaran barang, Operator sistem yang bertugas mengelola laporan pemasukan dan pengluaran barang. Operator hanya mempunyai hak terhadap pengolahan data laporan. 3. Bagian pergudangan, bertugas mengecek barang masuk dan barang keluar di warehouse. 4. Bagian produksi, bertugas bemberikan hak pengambilan barang di gudang Aktivitas kegiatan system lebih jelasnya dapat di gambarkan melalui Gambar 3.4 berikut:
SISTEM INFORMASI PERGUDANGAN
SUPPLIER BAG.GUDANG BAG.PRODUKSI ADMINISTRASI

start

Stuck Latter

Permintaan Barang

Report

Pengiriman Barang chek ya

Stuck latter end

Input Data

Saveing Data

Master Data Base

List Data Barang

Printing

Report Printing

send

arsip

Gambar 3.4. Flowmap Sistem yang akan dirancang

Penjelasan kegiatan atau aktivitas dari masing-masing entitas diatas dapat di jelaskan sebagai berikut : 1. Supplier:  Supplier barang melakukan pengiriman barang, (bagian pertama ini supplier melakukukan pengiriman barang kepada bagian gudang PT. Dewhirst )

2. Bag.Gudang/Warehouse :  Administrator / Operator bagian gudang memeriksa stuck permintaan penambahan barang yang dicatat kemudian memasukannya ke dalam sistem Komputer  Bagian karyawan gudang kemudian mencetak data hasil komputer yang di kirimkan ke bagian administrasi

3. Bag.Produksi   Karyawan Bag.Produksi melakukan permintaan barang (bagian

pengambilan barang dari gudang PT.Dewhirst) Administrator / Operator bagian gudang memeriksa stuck permintaan pengambilan barang yang dicatat dan kemudian memasukannya ke dalam sistem Komputer  Bagian karyawan gudang kemudian mencetak data hasil komputer yang di kirimkan ke bagian administrasi

4. Administrasi  Bagian Administrasi menerima Report Print dari Bag.Gudang, data Report Pemasukan dan Pengeluaran Barang

BAB IV DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

Desain sistem adalah kegiatan merancang sebuah sistem baru yang memuat pemecahan masalah dari sistem berjalan. Pembahasan pada tahap desain meliputi desain sistem secara umum, kebutuhan fungsionalitas sistem, lingkungan fisik sistem, desain basis data sistem, dan rancangan antar muka sistem aplikasi. Desain sistem ini meliputi tahap-tahap desain sesuai kerangka berpikir penulis dalam penyelesain masalah pada proses desain sistem yang baru. Desain sistem yang baru ini ini meliputi konsep desain sistem, struktur data sistem dan database aplikasi, arsitektur aplikasi, desain Antarmuka dan proses scripting. Pada tahap implementasi ini akan menerapkan aplikasi atau memfungsikan sebuah aplikasi untuk digunakan dalam suatu proses. Program Aplikasi Persediaan barang masuk dan barang keluar ini dibangun dengan menggabungkan beberapa perangkat keras dan perangkat lunak yang saling berhubungan satu sama lain yang kemudian membangun sebuah sistem yang dapat digunakan dalam sistem informasi pergudangan.

4.1.

Desain Sistem Desain sistem diawali dengan merancang desain konsep, struktur data dan

database sistem yang merupakan desain secara umum.

4.1.1. Context Diagram Persediaan Barang Masuk dan Keluar
Pengiriman / pemasukan data

Supplier

Informasi data

Sistem pengolahan data barang

Pengamibilan / pengambilan data

Informasi data

Karyawan

Gambar 4.1 Diagram Konteks Aplikasi Persediaan Barang Masuk dan Keluar Tabel 4.1 Hubungan Entitas Terhadap Aktivitas No 1 Entitas Supplier - Pemasukan - Pemasukan data barang Aktivitas

3.

Karyawan

- Mengambil - Pemasukan data barang

4.1.2. Diagram Alir Data Level 0 (Data Flow Diagram) Persediaan Barang Masuk dan Keluar

Gambar 4.2 Data Flow Diagram Sistem Persediaan Barang Masuk dan Keluar

4.1.3. Diagram Alir Data Level 1 (Data Flow Diagram) Persediaan Barang Masuk

Gambar 4.3 Data Flow Diagram Sistem Persediaan Barang Masuk

Tabel 4.2 Spesifikasi Proses Pada Proses Persediaan Barang Masuk

No

Proses

Data Masuk  Pengirim  -an

Data Keluar

Keterangan

Basis Data

1

Proses 4 Pemasukan Barang

Supplier mempunyai hak Pengiriman barang

T Gudang

2

Proses 5 Pengolahan Data Barang

− Data Gudang − Data Barang

− Pemasu- Proses kan data − Update data penambahan data informasi update data barang

T Barang

3

Proses 6 informasi data barang

-

Tabel 4.3 Arus Data Sub Proses Pemasukan Data Barang No 1 Aliran Data Pengiriman Atribut Data IDSupplier+NamaSupplier+AlamatSupplier+KodePos +Kota+Propinsi+NoTLPSupplier 2 Pemasukan data NotaPemasukanBarang+TanggalStok+JumlahStokBar ang+HargaBarang+TotalHarga+IDSupplier+IDBarang 3. Pemasukan data IDBarang+NamaBarang+HargaBarang+JumlahBarang +Keterangan+IDJenis

4.1.4. Diagram Alir Data Level 2 (Data Flow Diagram) Proses Persediaan Barang Keluar

Gambar 4.4 Data Flow Diagram Sistem Persediaan Barang Keluar

Tabel 4.4 Spesifikasi Proses Pada Proses Persediaan Barang Keluar

No

Proses

Data Masuk  Pengambi  lan

Data Keluar

Keterangan

Basis Data

1

Proses 7 Pengambilan Barang

Karyawan mempunyai hak Pengambilan barang

T Produksi

2

Proses 8 Pengolahan Data Barang

− Data Produksi − Data Barang

− Pemasu- Proses kan data − Update data Pengurangan data Informasi update data barang

T Barang

3

Proses 9 informasi data barang

-

Tabel 4.5 Arus Data Sub Proses Pemasukan Data Barang No 1 Aliran Data Pengambilan Atribut Data IDKaryawan+NamaKaryawan+AlamatKaryawan+Ko dePos+Kota+Propinsi+NoTLPKaryawan 2 Pemasukan data NotaPengambilanBarang+IDKaryawan+IDBarang+Ta nggalPengambilan+JumlahBarang+TotalHarga 3. Pemasukan data IDBarang+NamaBarang+HargaBarang+JumlahBarang +Keterangan+IDJenis

4.1.5. Diagram Alir Data Level 3 Proses Pembuatan Laporan

Gambar 4.5 Data Flow Diagram Sistem Pembuatan Laporan

Tabel 4.6 Spesifikasi Proses Pada Proses Pembuatan Laporan No Proses Data Masuk 1 Proses 10 Memanggil Data 2 Proses 11 Pengelolaan Data Barang  Login /paswo rd − Data barang − Update data barang − Update − Report data barang  Data Keluar Penggunaan sisem oleh user / administator Proses pengolahan system oleh user / administator 3 Proses 12 Informasi data barang Informasi hasil akhir pengolahan data barang T Barrang Keterangan Basis Data

Tabel 4.7 Arus Data Sub Proses Pembuatan Laproan No 1 Aliran Data Pemasukan data Atribut Data IDBarang+NamaBarang+HargaBarang+JumlahBaran g+Keterangan+IDJenis

4.2.

Perancangan Data

4.2.1. Perancangan Entity Relationship Diagram Perancangan data merupakan penjelasan hasil perancangan basis data yang meliputi Entity Relationship Diagram (ERD) yang menggambarkan relasi-relasi antar entitas yang terdapat dalam sistem.

1:N

Supplier

Mengirim

Gudang

Menyimpan

N:1

Barang

Menyimpan

1:N

N:1

Produksi

Mengambil

Karyawan

Gambar 4.6. ERD Pemasukan Pengeluaran Data Barang

4.2.2. Trasformasi ERD Ke Database Fisik Berikut ini akan disajikan transformasi ERD ke dalam basis data fisik. Setiap himpunan entitas akan diimplementasikan sebagai sebuah tabel (file data).

1. Supplier
Id_supper Nama_supplier Alamat_supplier Kode_pos Kota Propinsi No_tlp_supplier

2. Gudang
Nota_masuk_barang Tanggal_stok Jumlah_stok_barang Harga_barang Total_harga Id_supplier Id_Barang

3. Tabel Barang
Id_Barang Nama_barang Harga_barang Jumlah_barang Keterangan Id_jenis

4. Produksi Nota_pengambilan _barang Id_karyawan Id_barang Tanggal_ pengembalian Jumlah_barang Total_harga

5. Karyawan
Id_karyawan Nama_karyawan Alamat_karyawan Kode_pos Kota Propinsi No_Tlp_karyawan

6. User Id_User Nama_user Pasword_user Status_user

7. Jenis Barang Id_jenis Nama_jenis

Implementasi Terhadap MySQL : -- phpMyAdmin SQL Dump -- version 2.6.0-pl3 -- http://www.phpmyadmin.net --- Host: localhost -- Generation Time: April 25, 2011 at 05:03 PM -- Server version: 4.1.8 -- PHP Version: 5.0.3 --- Database: `pemasukan_barang`

Create table SUPPLIER ( ID_SUPPLIER Varchar(10) NOT NULL, NAMA_SUPPLIER Varchar(25), ALAMAT_SUPPLIER Varchar(100), KODE_POS Varchar(8), KOTA Varchar(25), PROPINSI Varchar(25), NO_TLP_SUPPLIER Varchar(20), Primary Key (ID_SUPPLIER)) ENGINE = MyISAM; Create table KARYAWAN ( ID_KARYAWAN Varchar(10) NOT NULL, NAMA_KARYAWAN Varchar(25), ALAMAT_KARYAWAN Varchar(100), KODE_POS Varchar(8), KOTA Varchar(25), PROPINSI Varchar(25), NO_TLP_KARYAWAN Varchar(20), Primary Key (ID_KARYAWAN)) ENGINE = MyISAM; Create table BARANG ( ID_BARANG Varchar(10) NOT NULL, NAMA_BARANG Varchar(25), HARGA_BARANG Int, JUMLAH_BARANG Int, KETERANGAN Varchar(100), ID_JENIS Varchar(10) NOT NULL, Primary Key (ID_BARANG)) ENGINE = MyISAM; Create table JENIS_BARANG ( ID_JENIS Varchar(10) NOT NULL, NAMA_JENIS Varchar(50), Primary Key (ID_JENIS)) ENGINE = MyISAM; Create table USER ( ID_USER Varchar(10) NOT NULL, NAMA_USER Varchar(25) NOT NULL, PASSWORD_USER Varchar(25), STATUS_USER Varchar(25), UNIQUE (NAMA_USER), Primary Key (ID_USER)) ENGINE = MyISAM; Create table GUDANG ( NOTA_MASUK_BARANG Varchar(10) NOT NULL, TANGGAL_STOK Date, JUMLAH_STOK_BARANG Int,

HARGA_BARANG Int, TOTAL_HARGA Int, ID_SUPPLIER Varchar(10) NOT NULL, ID_BARANG Varchar(10) NOT NULL, Primary Key (NOTA_MASUK_BARANG)) ENGINE = MyISAM; Create table PRODUKSI ( NOTA_PENGAMBILAN_BARANG Varchar(10) NOT NULL, ID_KARYAWAN Varchar(10) NOT NULL, ID_BARANG Varchar(10) NOT NULL, TANGGAL_PENGAMBILAN Date, JUMLAH_BARANG Int, TOTAL_HARGA Int, Primary Key (NOTA_PENGAMBILAN_BARANG)) ENGINE = MyISAM; Alter table GUDANG add Foreign Key (ID_SUPPLIER) references SUPPLIER (ID_SUPPLIER) on delete restrict on update restrict; Alter table PRODUKSI add Foreign Key (ID_KARYAWAN) references KARYAWAN (ID_KARYAWAN) on delete restrict on update restrict; Alter table GUDANG add Foreign Key (ID_BARANG) references BARANG (ID_BARANG) on delete restrict on update restrict; Alter table PRODUKSI add Foreign Key (ID_BARANG) references BARANG (ID_BARANG) on delete restrict on update restrict; Alter table BARANG add Foreign Key (ID_JENIS) references JENIS_BARANG (ID_JENIS) on delete restrict on update restrict; -4.2.3. Normalisasi Dengan Ketergantungan Fungsional Sebuah basis data dapat dikatakan baik jika setiap tabel yang menjadi unsur pembentuk basis data tersebut juga telah berada dalam keadaan baik dan normal. Selanjutnya sebuah tabel dapat dikategorikan baik atau efisien jika telah memenuhi tiga kriteria yaitu: 1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). 2. Terpeliharanya kebergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation). 3. Tidak melanggar Boyce-Coded Normal Form (BCNF). Bentu normal pertama adalah suatu bentuk relasi dimana atribut bernilai banyak telah dihilangkan sehingga kita akan menjumpai nilai tunggal pada

perpotongan setiap baris dan kolom pada tabel. 1. Tabel Gudang

Kolom ID_SUPPLIER ( menggambil dari ID_SUPPLIER Dari Tabel Supplier) Tabel Gudang Kolom ID_Barang ( menggambil dari ID_BARANG Dari Tabel BARANG

Tabel Gudang memenuhi Bentuk Normal Pertama karena terdapat atribut ID_SUPPLIER yang merupakan relasi dari tabel SUPPLIER dan ID_BARANG yang merupakan Relasi dari tabel BARANG.

2. Tabel Produksi

Kolom ID_KARYAWAN ( menggambil dari ID_KARYAWAN Dari Tabel Supplier) Tabel Produksi

Kolom ID_Barang ( menggambil dari ID_BARANG Dari Tabel BARANG

Tabel Produksi memenuhi Bentuk Normal Pertama karena terdapat atribut ID_KARYAWAN yang merupakan relasi dari tabel SUPPLIER ID_BARANG yang merupakan Relasi dari tabel BARANG. dan

4.2.4. Relasi Antar Tabel

Gambar 4.7. Relasi Antar Tabel Persediaan Barang Masuk Barang Keluar

4.3. Kamus Data (Data Dictionary) Kamus data atau data dictionary adalah suatu tempat penyimpanan yang berisi penjelasan atas semua objek data yang digunakan atau dihasilkan oleh sistem. Dibawah ini akan dijelaskan kamus data yang menyusun aplikasi persediaan barang, secara rinci selain penjelasan tabel pembangun aplikasi dijelaskan juga dalam beberapa tabel berikut

Gambar 4.8 Kamus Data Dari Tabel Supplier

Gambar 4.9 Kamus Data Dari Tabel Gudang

Gambar 4.10 Kamus Data Dari Tabel Produksi

Gambar 4.11 Kamus Data Dari Tabel Karyawan

Gambar 4.12 Kamus Data Dari Tabel Barang

Gambar 4.13 Kamus Data Dari Tabel User

Gambar 4.14 Kamus Data Dari Jenis Barang

4.4. Arsitektur Struktur Menu Program Pada aplikasi Program persediaan barang masuk dan barang keluar hak akses (priviledge) yaitu user dapat mengolah data barang yang di tentukan / sebagian sedangkan administrator system dapat mengolah atau merubah struktur data barang secara keseluruhan, hal ini dapat dilihat pada alur/algoritma pada pembahasan selanjutnya.

4.4.1. Sruktur Menu Administrator
START

LOGIN

LOGOUT

DATA

TRANSAKSI

LAPORAN

SUPPLIER

KARYAWAN

BARANG

PEMASUKAN BARANG

PENGAMBILAN BARANG

LAPORAN PMSK BARANG

LAPORAN PNGBLN BARANG

YA

NO

YA

NO

YA

NO

YA

NO

JENIS BARANG

DETAIL BARANG

YA

NO

YA

NO

YA

NO

YA

NO

Gambar 4.15 Pengolahan Data Barang Untuk Administrator

Tugas seorang administrator ialah mengelola data barang. Administrator dapat Dapat melakukan edit, delete dan menambah data. Administrator mempunyai hak akses dan mengelola data barang dan mengkonfirmasi pemasukan pengeluaran data barang administrator pula berhak mengUpdate atau menghapus data barang tergantung pada keadaan barang juga dapat mengolah laporan data barang.

4.4.2. Struktur Menu Untuk Operator

START

.
LOGIN LOGOUT

LAPORAN PEMASUKAN BARANG

LAPORAN PENGAMBILAN BARANG

YA

NO

YA

NO

Gambar 4.16 Pengolahan Data Barang Untuk User Tugas seorang user ialah mengelola laporan pemasukan dan pengeluaran barang. Operator tidak mempunyai hak akses dan mengelola data barang dan mengkonfirmasi pemasukan data barang.

4.5. Desain Antarmuka Form Aplikasi 4.5.1. Desain Antarmuka Form Menu Utama
7 8 9

1 6 2 3 4 5

Gambar 4.17 Rancangan Tampilan Informasi Persediaan Barang

Tabel 4.8 Keterangan Informasi Persediaan Barang No 1 2 File Data Nama Keterangan From konfirmasi login,logout, exit From ke Supplier,Karyawan, Barang (jenis barang / detail barang), user 3 Transaksi From ke Pemasukan Barang , Pengambilan Barang 4 Laporan From ke Laporan Pemasukan Barang, Laporan Pengambilan Barang 5 6 7 Utility Cari View From ke Server dan Ganti Pasword Konfirmasi pencarian data Mengaktifkan dan menoaktifkan menu toolbar dan status bar 8 9 Windows Help Untuk mengatur tampilan form Menu bantuan Program

4.5.2. Desain Tampilan Form Informasi Login

1 2

3 4 Gambar 4.18 Keterangan Informasi Login

Tabel 4.9 Keterangan Informasi Persediaan Barang

No 1 2 3 4

Nama TextBox User Name TextBox Pasword Button Ok Button Keluar

Keterangan Nama User Pengguna Sistem Isian Password User Persetujuan Konfirmasi Konfirmasi Keluar Form

4.5.3. Desain Tampilan Form Infromasi Data Supplier

1 2 3 4

10

11 12

13

5 6

7

8 9

14

Gambar 4.19 Rancangan Tampilan Informasi Data supplier

Tabel 4.10 Keterangan Pada Form Data Supplier

No 1. 2. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Nama TextBox id supplier TextBox nama supplier TextBox alamat TextBox kode pos Button tambah data Button Simpan data Button Rubah data Button Hapus data Button keluar ComboBox kota ComboBox pilih propinsi TextBox pengisian no tlp DataGridView TextBox Jumlah Data

Keterangan Nama id supplier Nama supplier Alamat supplier Kode pos supplier Konfirmasi penambahan data supplier Konfirmasi simpan data supplier Konfirmasi rubah data supplier Konfirmasi hapus data supplier Konfirmasi keluar form Kota supplier Pemilihan propinsi supplier Pengisian no tlp supplier Menampilkan data supplier yang ada Menampilkan banyaknya supplier

4.5.4. Desain Tampilan Form Informasi Karyawan

1 2 3 4

10 11 12

13

5

6

7

8

9

14

Gambar 4.20 Rancangan Tampilan Untuk Data Karyawan Tabel 4.11 Keterangan Pada Rancangan Tampilan Form Data Karyawan

No 1. 2. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Nama TextBox id karyawan TextBox nama karyawan TextBox alamat TextBox kode pos Button tambah data Button Simpan data Button Rubah data Button Hapus data Button keluar ComboBox kota ComboBox pilih propinsi TextBox pengisian no tlp DataGridView TextBox Jumlah Data

Keterangan Nama id karyawan Nama karyawan Alamat karyawan Kode pos karyawan Konfirmasi penambahan data karyawan Konfirmasi simpan data karyawan Konfirmasi rubah data karyawan Konfirmasi hapus data karyawan Konfirmasi keluar form Kota karyawan Pemilihan propinsi karyawan Pengisian no tlp karyawan Menampilkan data karyawan yang ada Menampilkan banyaknya karyawan

4.5.5. Desain Tampilan Form Informasi Jenis Barang

1 2

8

9

3

4

5

6

7

Gambar 4.21 Rancangan Tampilan Untuk Data Karyawan Tabel 4.12 Keterangan Pada Rancangan Tampilan Form Data Jenis Barang

No 1. 2. 3 4 5 6 7 8 9

Nama TextBox Id Jenis Barang TextBox Jenis Barang Button Tambah Button Simpan Button Rubah Button Hapus Button keluar DataGridView TextBox Jumlah Data

Keterangan Nama Id Jenis Barang Nama Jenis Barang Konfirmasi Penmabahan data jenis barang Konfirmasi Simpan data jenis barang Konfirmasi rubah data jenis barang Konfirmasi hapus data jenis barang Konfirmasi keluar form data jenis barang Menampilkan data jenis barang yang ada Menampilkan banyaknya Jenis Barang

4.5.6. Desain Tampilan Form Informasi Detail Barang

1 2 3 4

10 1 1 12

13

14

5

6

7

8

9

Gambar 4.22 Rancangan Tampilan Untuk Data Detail Barang

Tabel 4.13 Keterangan Pada Rancangan Tampilan Form Data Detail Barang

No 1. 2. 3

Nama TextBox Id Barang TextBox Nama Barang ComboBox Id Jenis Barang

Keterangan Nama id barang Nama barang Menampilkan id jenis barang yang ada di tabel jenis barang

4

TextBox Jenis Barang

Menampilkan id jenis barang yang ada di tabel barang

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Button Tambah data Button Simpan data Button Rubah data Button Hapus data Button keluar TextBox Harga Barang TextBox Jumlah Barang TextBox Keterangan DataGridView TextBox Jumlah Data

Konfirmasi penambahan data barang Konfirmasi simpan data barang Konfirmasi rubah data barang Konfirmasi hapus data barang Konfirmasi keluar form Harga barang Jumlah barang Keterangan barang Menampilkan data barang yang ada Menampilkan banyaknya barang

4.5.7. Desain Tampilan Form Informasi Pemasukan Barang

1 2 3 4 5

11 12 13

14

15

16 17 18

6

7

8

9

10

Gambar 4.23 Rancangan Tampilan Untuk Data Pemasukan Barang

Tabel 4.14 Keterangan Pada Rancangan Tampilan Form Data Pemasukan Barang No 1. 2. Nama TextBox Nota Masuk Barang ComboBox Id Barang Keterangan Nota Barang Masuk Menampilkan id barang dari data barang 3 TextBox Nama Barang Menampilkan nama barang dari data barang 4 ComboBox Id Supplier Menampilkan id supplier dari data supplier 5 TextBox Nama Supplier Menampilkan nama supplier dari data supplier 6 7 No Button Tambah data Button Simpan data Nama Konfirmasi penambahan data barang Konfirmasi simpan data barang Keterangan

8 9 10 11 12 13 14 15

Button Rubah data Button Hapus data Button keluar TextBox Harga Barang TextBox Jumlah Barang TextBox Total Harga Button Ok DataGridView

Konfirmasi rubah data barang Konfirmasi hapus data barang Konfirmasi keluar form Harga barang Jumlah barang Total harga barang dikali jumlah barang Konfirmasi pemasukan barang Menampilkan data barang yang masuk tiap transaksi

16

TextBox Jumlah Total Barang Menampilkan jumlah total item barang yang masuk

17 18

TextBox Jumlah Total Harga TextBox Jumlah Data

Menampilkan jumlah total harga barang Menampilkan jumlah item barang yang masuk

4.5.8. Desain Tampilan Form Informasi Pengambilan Barang

1 2 3 4 5

11 12 13 14 15

16

17 18 19

6

7

8

9

10

Gambar 4.24 Rancangan Tampilan Untuk Data Pengambilan Barang Tabel 4.15 Keterangan Pada Rancangan Tampilan Form Data

Pengambilan Barang No 1. 2. 3 Nama Keterangan

TextBox Nota Keluar Barang Nota Barang Keluar ComboBox Id Barang TextBox Nama Barang Menampilkan id barang dari data barang Menampilkan nama barang dari data barang

4

ComboBox Id Pegawai

Menampilkan id pegawai dari data pegawai

5

TextBox Nama Pegawai

Menampilkan nama pegawai dari data pegawai

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Button Tambah data Button Simpan data Button Rubah data Button Hapus data Button keluar TextBox Harga Barang TextBox Total Barang TextBox Jumlah Barang TextBox Total Harga Button Ok DataGridView

Konfirmasi penambahan data barang Konfirmasi simpan data barang Konfirmasi rubah data barang Konfirmasi hapus data barang Konfirmasi keluar form Harga barang Total Barang yang ada Jumlah barang Total harga barang dikali jumlah barang Konfirmasi pengeluaran barang Menampilkan data barang yang keluar tiap transaksi

17

TextBox Jumlah Total Barang

Menampilkan jumlah total item barang yang keluar

18 19

TextBox Jumlah Total Harga Menampilkan jumlah total harga barang TextBox Jumlah Data Menampilkan jumlah item barang keluar

4.5.9. Desain Tampilan Form Ganti Password

1 2 3

4

5

Gambar 4.25 Rancangan Tampilan From Ganti Password

Tabel 4.16 Keterangan Pada Rancangan Tampilan Form Data Jenis Barang No 1. 2. 3 Nama TextBox Password Lama TextBox Password Baru TextBox Konfirmasi Password 4 5 Button OK Button Keluar Konfirmasi penggantian password Konfirmasi keluar form Keterangan Password Lama Password Baru Konfirmasi Password

4.5.10. Desain Tampilan Laporan Masuk Barang

7

8

1 2 3 4 5

Gambar 4.26 Rancangan Untuk Laporan Masuk Barang

Tabel 4.17 Keterangan Rancangan Laporan Masuk Barang No 1 Nama Button Export Keterangan Untuk mengexport laporan pdf,xls,doc,rtf dan rpt 2 3 Button Print Button Refresh Mencetak dokumen Merefresh dokumen jika ada penambahan dan pengurangan data 4 5 6 7 8 Button Tonggle Group Tree Button Navigator Page Report Button Search Button Zoom Melihat group laporan Navigasi page report Halaman laporan Untuk pencarian data Memperbesar dan memperkecil tampilan halaman

4.5.11. Desain Tampilan Form Laporan Keluar Barang

7

8

1 2 3 4 5 6

Gambar 4.27 Rancangan Untuk Laporan Keluar Barang

Tabel 4.18 Keterangan Rancangan Laporan Keluar Barang No 1 Nama Button Export Keterangan Untuk mengexport laporan pdf,xls,doc,rtf dan rpt 2 3 Button Print Button Refresh Mencetak dokumen Merefresh dokumen jika ada penambahan dan pengurangan data 4 5 6 7 8 Button Tonggle Group Tree Button Navigator Page Report Button Search Button Zoom Melihat group laporan Navigasi page report Halaman laporan Untuk pencarian data Memperbesar dan memperkecil tampilan halaman

4.6. Pengujian Program

4.6.1. Koneksi Server Database Koneksi dilakukan dengan menggunakan modul koneksi dibawah ini:
Imports MySql.Data.MySqlClient.MySqlConnection Module koneksi Public conn As New MySql.Data.MySqlClient.MySqlConnection Public Sub konek(ByVal server As String, ByVal user As String, ByVal pass As String, ByVal db As String) If conn.State = ConnectionState.Closed Then Dim myString As String = "server=" & server _ & ";user=" & user _ & ";password=" & pass _ & ";database=" & db Try conn.ConnectionString = myString conn.Open() Catch ex As MySql.Data.MySqlClient.MySqlException MsgBox(ex.Message) End End Try End If End Sub Public Sub tidakkonek() Try conn.Close() Catch ex As MySql.Data.MySqlClient.MySqlException End Try End Sub End Module

Untuk penyetingan database menggunakan form berikut:

1
2 3

4

5

6

Gambar 4.28 Rancangan Untuk Server database

Tabel 4.19 Keterangan Rancangan Server Database

No 1 2 3 4 5 6

Nama TextBox Server TextBox User Name TextBox Password Button Simpan Button Batal Button Keluar

Keterangan Nama Server database User server database Password server database Konfirmasi Penyimpanan Server Batal Penyetingan Server Konfirmasi keluar form

Dengan data base yang sudah ada, yaitu database „localhost‟,. Kemudian dengan memasukan alamat data base dan memasukan user default (root) dan password default kosong Klik button ok maka. Maka hasilnya seperti terlihat pada Gambar 4.29.

Gambar 4.29 Pengujian Koneksi Data Base

4.6.2. Tampilan Program Oleh Administrator

Gambar 4.30 Desain Tampilan Form Administrator

Tampilan Form untuk Administrator, semua aktif dimana administrator mempunyai hak dalam mengolah data barang masuk dan keluar dan report data barang. 4.6.3. Tampilan Program Oleh Operator

Gambar 4.31 Desain Tampilan Form Operator

Tampilan Form untuk Operator, Sistem informasi data barang, dibatasi hanya pada pengolahan report data barang masuk dan barang keluar.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.

Kesimpulan

Setelah melakukan proses analisis, perancangan dan pengujian, maka penulis memperoleh kesimpulan yaitu: 1. Program Aplikasi Persediaan Barang Masuk dan Barang Keluar ini merupakan sistem Persediaan barang yang dapat membantu Perusahaan PT. Dewhirst dalam mengolah dan membuat laporan persediaan barang. 2. Penggunaan Program aplikasi persediaan barang masuk dan barang keluar ini dapat mempermudah mengolah data barang sehingga dapat mempercepat mendapatkan data yang tepat dan akurat.

5.2

Saran Program Aplikasi yang dirancang sungguh jauh dari kesempurnaan,

sehingga Program aplikasi ini memerlukan banyak perbaikan. Maka penulis memerlukan saran, kritik dari semuanya demi kemajuan kita bersama.

DAFTAR PUSTAKA

Http://id.wikipedia.org/wiki/Visual_Basic_.NET. diunduh pada tanggal 26April 2011. Http://en.wikipedia.org/wiki/MySQL. diunduh pada tanggal 26 April 2011. Http://Ilmukomputer.com/danu_wira_pangestu. diunduh pada tanggal 26 April 2011 Http://id.wikipedia.org/wiki/Pergudangan. diunduh pada tanggal 30 Mei 2011 Gordon B. Davis, 1984, Analisis Sistem Informasi Absensi (Studi Kasus : Di PT. DEWHIRST), Laporan KP Indi Mahdi: Bandung 2010 Amsyah, Zulkifli. 2000. “Manajemen Sistem Informasi”. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Data- data Perusahaan. Dewhirst Fatansyah, Ir. 2002. “Basis Data“. Bandung : Informatika. Ir.Yuniar Supardi. “Microsoft Visual Basic 6.0” Jakarta : PT. Elex Media Komputindo Jogiyanto HM, Analysis dan Disain Sistem Informasi, ANDI OFFSET, Yogyakarta, 1998 Kadir, Abdul. 2003. “Pengenalan Sistem Informasi”. Yogyakarta : ANDI Kendal & Kendal. 2006. “Analisis Dan Perancangan Sistem”. Jakarta : PT. Prenhallindo. Kristanto, Andri. 2003. “Perancangan SI dan Aplikasinya”. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Kroenke, David M. ”Dasar-dasar, Desain, dan Implementasi Database Processing (Edisi Kesembilan-Jilid 1)”, Erlangga, Jakarta, 2005. Waljiyanto. “Sistem Basis Data” Yogyakarta :Graha Ilmu