You are on page 1of 3

EOG ELEKTROOKULOGRAM

Suatu pcngukuran/pencatatan berbagai potensial pada korncaretina sebagal akibat perubahan polsi dan gerakan mata.

Tehnik pembuatan EOG:

Pada tepi bola mata kedua belah pihak dipasang elektroda.

Pada gerakan bola mata secam horisontal akan terlihat perubahan potensial.

Tampak pada gambai di atas perubahan potenslal sebagai fungsi dan sudut pcngilhatan.

3. Untuk menunjukkan tumor otak, di mana aktivitas listrik pada daerah tumor akan menurun Tetapi secara kuantitatif untuk menentukan tumor otak lebih balk menggunakan sinar-X atau teknik kedokteran nuklir.

Catatan 1. Pada waktu melakukan EOG, penderita dapat menjadi ngantuk dan kedua mata tertutup. Frekuensi EOG berkisar 8—13 Hz. 2. Apabila amplitude ditingkatkan dan frekuensi diturunkan, penderita bisa tidur ringan sampai tidur lelap. Pada waktu pengambilan EOG di saat tidur menunjukkan frekuensi tinggi disebut paradoxical sleep/rapid eye movement (REM). Paradixical sleep diasosiasikan dengan mimpi. 3. Penderjta dalam keadaan santal mempunyai isyarat EOG dengan frekuensi dan 8 sampai 13 Hz (gclombang); pada pcnderita melek/berjaga mempunyai frekuensi diatas 13 Hz.

Ada 4 group frekuenal normal dan isyarat listrik EOG: 1. Delta (δ) Iambat : 0,5 — 3,5 Hz 2. Teta (θ) menengah : 4 7 Hz 3. Alfa (α) normal : 8 — 13 lIz 4. Beta (β) Cepat : diatas 13 Hz 4,1 Beta I = 2 kali alfa 4.2. Beta II

Keempat group frekuensi ini ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

Gb 226 Dikutip dri John G. Webster, “Medical Instrumentation” Houghto MitrEn Company Boston, 197S, him. 199.

Gb. 227 Menunjjukan grafik psikomotor