MASTITIS

I. Pendahuluan Mastitis adalah peradangan payudara, yang dapat disertai atau tidak disertai infeksi. Penyakit ini biasanya menyertai laktasi, sehingga disebut juga mastitis laktasional atau mastitis puerperalis. Mastitis infeksi dapat terjadi ketika bakteri memasuki payudara sementara menyusui. Puting susu dapat menjadi retak atau sakit akibat menyusui. Hal ini dapat terjadi bila posisi bayi pada saat menyusui tidak sesuai. Mastitis dapat mempengaruhi satu atau kedua payudara. Kadang-kadang keadaan ini dapat menjadi fatal bila tidak diberi tindakan yang adekuat. Abses payudara, pengumpulan nanah lokal di dalam payudara, merupakan komplikasi berat dari mastitis. Keadaan ini menyebabkan beban penyakit yang berat dan memerlukan biaya yang sangat besar. Penelitian terbaru menyatakan bahwa mastitis dapat meningkatkan resiko penularan HIV melalui menyusui. Semakin disadari bahwa pengeluaran ASI yang tidak efisien akibat teknik menyusui yang buruk merupakan penyebab yang penting. Perawat dan konsultan menyusui yang praktek di klinik mungkin menjadi orang pertama yang berbicara dengan ibu mengenai gejala-gejala yang menunjukkan indikasi awal mastitis. Nasihat yang diberikan pada awal pertemuan dapat mencegah suatu kondisi yang berkembang menjadi abses, terutama jika si ibu berpikir salah bahwa ia harus berhenti menyusui atau ia sudah melakukannya. Mastitis biasanya merupakan infeksi, jinak, sembuh sendiri, dengan beberapa konsekuensi untuk menyusui bayi. II. Epidemiologi a. Insiden Penelitian di seluruh dunia dalam 10 tahun terakhir menunjukkan kejadian mastitis laktasi berkisar 427% wanita menyusui tergantung pada metode, terutama subjek seleksi, yang digunakan dalam studi ini. Mastitis terjadi pada semua populasi, dengan atau tanpa kebiasaan menyusui. Insiden yang dilaporkan bervariasi dari sedikit sampai 33% wanita menyusui, tetapi biasanya di bawah 10%. b. Mula Timbul Mastitis laktasi dapat berkembang pada minggu-minggu awal pasca melahirkan setelah ibu meninggalkan rumah sakit. Mastitis paling sering terjadi pada minggu kedua dan ketiga pasca kelahiran, dengan sebagian besar laporan menunjukkan bahwa 74% sampai 95% kasus terjadi dalam 12 minggu pertama. Namun, sekitar sepertiga dari kasus-kasus ibu menyusui jangka panjang terjadi setelah bayi berusia 6 bulan.

III. Etiologi Dua penyebab utama mastitis adalah stasis ASI dan infeksi. Stasis ASI biasanya merupakan penyebab primer, yang dapat disertai atau berkembang menuju infeksi. Gunther pada tahun 1958 menyimpulkan dari 1

stasis ASI . Bila payudara sering dikosongkan oleh laktasi lanjutan. mastitis noninfeksiosa sering berkembang menjadi mastitis infeksiosa.mastitis infeksiosa. Berikut faktor-faktor penyebab stasis asi : 1. Mastitis noninfeksiosa (leukosit >106 dan bakteri <103) membutuhkan tindakan pemerasan ASI setelah menyusui. atau kongesti. 50% berkembang menjadi mastitis lanjutan. untuk mencegah perkembangan penyakit dan pernbentukan abses. pembatasan frekuensi atau durasi menyusui dan sumbatan pada saluran ASI. dan bahwa pengeluaran ASI yang efisien dapat mencegah keadaan tersebut. Isapan bayi adalah sarana pengeluaran ASI yang efektif. dan mastitis infeksiosa menjadi pembentukan abses.inflamasi noninfeksiosa (atau mastitis noninfeksiosa) . tetapi diakibatkan oleh stagnasi ASI sebagai media pertumbuhan bakteri. Ia menyatakan bahwa infeksi. Mastitis infeksiosa (leukosit >106 dan bakteri >103) hanya dapat diobati dengan efektif dengan pemerasan ASI dan antibiotik sistemik. Pada studi acak. Pentingnya pengeluaran ASI yang segera pada tahap awal mastitis. namun hanya 51% kembali ke laktasi normal. Stasis ASI Stasis ASI terjadi jika ASI tidak dikeluarkan dengan efisien dari payudara. bila terjadi. Hal ini dapat terjadi bila payudara terbendung segera setelah melahirkan atau saat bayi tidak mengisap ASI. Mereka menghitung leukosit dan bakteri dalam ASI dari payudara dengan tanda klinis mastitis dan mengajukan klasifikasi berikut ini : . dan hanya 21% kembali ke laktasi normal. Berikut ini keterangan mengenai 2 penyebab utama mastitis : a. 2. bukan primer. Keterlambatan terapi menyebabkan pembentukan abses pada 11% kasus.pengamatan klinis bahwa mastitis diakibatkan oleh stagnasi ASI di dalam payudara. Sering mengosongkan payudara yang terinfeksi dengan perawatan lanjut mengurangi resiko pembentukan abses. atau menyusui untuk kembar dua atau lebih. gejala inflamasi berlangsung 7 hari. termasuk suplai ASI yang sangat berlebihan. Tanpa pengeluaran ASI yang efektif. yang dihasilkan oleh sebagian atau seluruh payudara. Situasi lain yang mempengaruhi predisposisi terhadap stasis ASI. Thomsen dan kawan-kawan pada tahun 1984 menghasilkan bukti tambahan tentang pentingnya stasis ASI. Frekuensi menyusui 2 . Penyebabnya termasuk pengisapan bayi yang buruk pada payudara. tanpa diobati. mereka menemukan bahwa stasis ASI (1eukosit <106 dan bakteri <103) membaik hanya dengan terus menyusui. Terapi antibiotik tambahan meningkatkan kembali laktasi normal pada 97% dengan resolusi gejala dalam 21 hari. sehingga stasis ASI terhindarkan. dan 96% kembali ke laktasi normal. dan hanya 15% kembali ke laktasi normal. gejala berlangsung 3 hari. pengisapan yang tidak efektif. Bendungan payudara Kondisi ini tidak terjadi bila bayi disusui segera setelah lahir.

kedua kondisi ini dapat terjadi bersama-sama. 4. tidak seperti biasanya. saat ini dianggap sebagai faktor predisposisi utama mastitis.Tahun 1952. 5. Selain itu telah dinyatakan bahwa pengisapan yang tidak tepat. tertidur semalaman dan waktu antar menyusui semakin lama. Hubungan antara pembatasan frekuensi dan durasi menyusui dan mastitis telah diuraikan oleh beberapa penulis. Illingworth dan Stone secara formal menunjukkan dalam uji coba dengan kontro1. Banyak wanita menderita mastitis bila mereka tidak menyusui atau bila bayi mereka. Selain itu. Sisi yang disukai dan pengisapan yang efisien Banyak ibu merasa lebih mudah untuk menyusui bayinya pada satu sisi payudara dibandingkan dengan payudara yang lain. Pengisapan pada payudara Pengisapan yang buruk sebagai penyebab pengeluaran ASI yang tidak efisien. Nyeri puting dan puting pecah-pecah sering ditemukan bersama dengan mastitis. yang menyebabkan stasis ASI dan mastitis. 3. nyeri puting akan menyebabkan ibu menghindar untuk menyusui pada payudara yang sakit dan karena itu mencetuskan stasis ASI dan bendungan. Faktor mekanis lain 3 . lebih mungkin terjadi pada sisi payudara yang lebih sulit untuk menyusui. bahwa insiden stasis asi dapat dikurangi hingga setengahnya bila bayi disusui tanpa batas. Penyebab nyeri dan trauma puting yang tersering adalah pengisapan yang buruk pada payudara.

Frenulum yang pendek (tounge tie) pada bayi mengganggu pengisapan pada payudara dan menyebabkan puting luka dan pecah-pecah. albus.500 koloni per ml. b. seperti Staph. aureus. Lagipula. bendungan.Penggunaan dot atau botol dan puting karet berkaitan dengan puting luka saat pulang dari rumah sakit. dan saluran napas bayi.tuberbulosis dapat ditemukan pada kira-kira 1% dari kasus mastitis dan berkaitan dengan beberapa kasus tonsillitis tuberkulosis pada bayi. Organisme ini tumbuh dan membentuk populasi pada usus. bahkan bila bakteri bukan kontaminan dari kulit. Berdasarkan penelitian. beberapa di antaranya potensial bersifat patogenik.Pakaian yang ketat dan posisi tidur telungkup dapat merupakan penyebab. Bila organisme flora komensal terbentuk. dikenal sebagai interferensi bakterial. dukungan untuk menyusui dan memeluk. Namun. kadang-kadang ditemukan Escherichia coli dan Streptococcus. Saluran susu ibu dan nasofaring bayi terkolonisasi oleh berbagai organisme. M. dan organisme infeksi streptokokal neonatus ditemukan pada sedikit kasus. Penggunaan dot juga berkaitan dengan pengisapan yang tidak tepat pada payudara. Karena itu. kehadiran bakteri-bakteri tersebut tidak dengan sendirinya menyebabkan mastitis. Oleh karena itu. Spektrum bakteri sering serupa dengan yang ditemukan di kulit.aureus yang lebih virulen. telah di gunakan secara luas pada keadaan klinis untuk mencegah dan mengendalikan wabah infeksi bentuk Staph. kulit. ibu memindahkan organisme saluran napas dan kulit dari strainnya kepada bayinya. dan rawat gabung. . sedangkan yang lain menunjukkan hitungan koloni "normal" dari 0-2. Organisme penyebab infeksi Organisme yang paling sering ditemukan pada mastitis dan abses payudara adalah organisme koagulase-positif Staphylococcus aureus dan Staph. Bakteri sering ditemukan dalam ASI dari payudara yang asimtomatik di negara-negara industri dan berkembang. Bila ibu melakukan kontak yang erat dengan bayinya segera setelah lahir. pertumbuhan bakteri patogen terhambat. dot rnengganggu pengeluaran ASI dan merupakan predisposisi untuk stasis ASI. Proses ini. M.. adanya bakteri dalam ASl tidak selalu menunjukkan terjadinya infeksi. dan pengurangan frekuensi dan durasi rnenyusui. merupakan cara 4 . Dalam populasi yang endemik tuberkulosis. 2. Kolonisasi bakteri pada bayi dan payudara Kolonisasi bakteri pada bayi dan payudara adalah proses normal yang terjadi segera setelah lahir. hanya 50% biakan AS1 bersifat steril.tuberculosis adalah penyebab mastitis lain yang jarang ditemukan. kontak kulit dini antara ibu dan bayinya. Hal ini juga mengurangi efisiensi pengeluaran ASI dan predisposisi untuk mastitis. . Infeksi 1.

Pada beberapa studi.yang paling alami dan efisien untuk mencegah penyebaran infeksi. 3. dengan penyebaran hematogen dan melalui fisura puting susu ke dalam sistem limfatik periduktal. 6. yaitu pengisapan yang baik dan pengeluaran ASI yang efektif. Umur Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita berumur 21-35 tahun lebih sering menderita mastitis daripada wanita di bawah usia 21 dan di atas 35 tahun. Gizi yang buruk juga telah diduga. yaitu melalui duktus laktiferus ke dalam lobus. 1. Beberapa jalur telah diduga. 2. termasuk asupan garam dan lemak yang tinggi. IV. 4054% wanita pernah menderita satu atau lebih serangan sebelumnya. dan anemia. 4. Studi lain mengidentifikasi wanita berumur 30-34 tahun memiliki insiden mastitis tertinggi. termasuk penyebaran organisme yang bertanggung jawab untuk mastitis. Faktor-faktor tersebut kurang penting bila dibandingkan dengan teknik menyusui. Mastitis dan puting pecah-pecah terjadi bersamaan karena keduanya dapat mengakibatkan pengisapan yang buruk pada payudara. Frekuensi fisura puting susu telah dilaporkan meningkat dengan adanya mastitis. Pekerjaan di luar rumah 5 . Paritas Primipara ditemukan sebagai faktor risiko pada beberapa studi. Faktor predisposisi Ada sejumlah faktor yang telah diduga dapat meningkatkan risiko mastitis. seringkali fisura menjadi titik masuk infeksi. Ibu dengan mastitis tingkat stres dan kelelahan menjadi faktor utama yang mengarah ke infeksi. Rute infeksi Bagaimana infeksi memasuki payudara belum diketahui. tetapi bukti yang ada bersifat inkonklusif. bahkan bila paritas dan kerja purnawaktu telah dikontrol. khususnya status mikronutrien yang buruk. Serangan sebelumnya Terdapat bukti yang kuat bahwa serangan mastitis pertama cenderung untuk berulang. selain itu. Hal ini merupakan akibat dari teknik menyusui yang buruk yang tidak diperbaiki. Stres dan kelelahan Stres dan kelelahan maternal sering dikaitkan dengan mastitis. Gizi Faktor gizi sering diduga sebagai predisposisi untuk mastitis. 5. 3.

alergi. 6 . Mastitis dari puting susu yang luka biasanya terjadi di beberapa minggu pertama setelah melahirkan. reaksi kulit terhadap matahari. 13. Sumbatan ini terlihat sebagai “kepala" putih dan terasa tekanan dan tegang disekitar sumbatan. rasa penuh tersebut pulih dengan cepat. Faktor lokal dalam payudara Faktor seperti jenis kulit. dan kedua kondisi ini sering membingungkan. payudara terisi sangat penuh dengan ASI dan cairan jaringan. dan dengan pengisapan yang efektif dan pengeluaran ASI oleh bayi. Pada bendungan. Namun. Trauma Trauma pada payudara karena penyebab apa pun dapat merusak jaringan kelenjar dan saluran susu dan hal ini dapat menyebabkan mastitis. Jarang menyusui dan stasis susu sering dikaitkan dengan mastitis. Beberapa prosedur seperti penggunaan krim puting susu untuk mencegah mastitis masih tetap bersifat spekulatif. meskipun kerusakan bukan prasyarat untuk infeksi payudara. Saluran tersumbat Beberapa wanita berulang kali berkembang menjadi saluran tersumbat. 9. dapat berkembang menjadi bendungan. Penjelasan yang diajukan adalah akibat stasis ASI karena interval antar menyusui yang panjang dan kekurangan waktu untuk pengeluaran ASI yang adekuat. 12. dan pemajanan terhadap suhu dingin tidak tampak mempengaruhi insiden mastitis. Pasokan susu yang banyak dan / atau penurunan jumlah menyusui Perempuan dengan pasokan susu yang berlimpah lebih menyebabkan saluran tersumbat dibandingkan dengan pasokan normal. Pijat yang lembut di atas daerah yang tegang ketika bayi menyusui dari payudara dapat membantu. terutama jika sumbatan baru saja terbentuk. Pembesaran dan stasis Penurunan frekuensi menyusui menyebabkan pembengkakan atau stasis susu. dapat menghambat sirkulasi ASI V. payudara menjadi sangat penuh. Puting pecah-pecah. Bendungan Sejak hari ketiga sampai hari keenam setelah persalinan. 11. 10. Tidak ada bukti yang mendukung bahwa ukuran payudara meningkatkan risiko mastitis. Pemakaian bra yang ketat dan posisi tidur. 7.Bekerja purnawaktu di luar rumah berkaitan dengan peningkatan risiko mastitis. Hal ini bersifat fisiologis. nyeri puting Kerusakan pada epidermis memberikan jalan masuk ke jaringan payudara. beberapa di antaranya menyebabkan infeksi penuh. Patologi dan gambaran klinis a. 8. ruam. ketika ASI secara normal dihasilkan.

Galaktokel adalah kista yang terisi susu. dan ASI keluar dari bagian payudara yang terkena. misalnya. Payudara dapat terlihat mengkilat dan edema dengan daerah eritema difus. Sumbatan saluran payudara Stasis ASI lokal. Walaupun demikian. Kondisi yang berhubungan adalah tampaknya bintik putih pada ujung puting susu. edema. mempengaruhi sebagian payudara. aliran susu menjadi terhambat. Kondisi ini dianggap akibat dari obstruksi benda padat. Puting susu teregang menjadi rata. tetapi dapat pula hanya akibat pengeluaran ASI yang tidak efisien dari bagian payudara tersebut. biasanya mengenai kedua payudara. . biasanya berdiameter sekitar 1 mm pada bagian payudara dengan saluran yang tersumbat. cairan seperti susu dapat keluar dari puting susu. Bintik putih diduga akibat pertumbuhan epitel yang berlebihan (membentuk sebuah bula). kadangkadang berwarna coklat atau kehijauan. Materi yang tampak berlemak atau seperti benang.payudara yang terbendung membesar. terdapat beberapa perbedaan penting. Galaktokel timbul sebagai pembengkakan yang bulat licin pada payudara. atau "saluran payudara tersumbat” merupakan istilah lain yang kadang-kadang digunakan.Aliran vena dan limfatik tersumbat. Sumbatan cepat hilang bila bintik putih dibuang. sering menunjukkan sumbatan saluran payudara. demam biasanya hilang dalam 24 jam. diikuti dengan hilangnya gejala. Pada kasus ini mungkin terdapat sumbatan sejati pada saluran ASI. "Bendungan payudara fokal". Granula putih yang dapat ditemukan pada ASI yang terkumpul diduga terbentuk dari campuran kasein dan materi lain yang mengeras oleh garam yang mengandung kalsium. Namun. dengan menggunakan jarum steril atau diusap dengan handuk. dan sangat nyeri. Bintik putih dapat sangat nyeri selama pengisapan. Beberapa wanita dengan sumbatan saluran ASI melaporkan adanya bahan partikel pada air susu yang diperas. Bila pembengkakan diperas. atau akumulasi materi partikel atau berlemak. sering dengan bercak kemerahan pada kulit di atasnya. ASI biasanya mengalir dengan lancar. Tidak terlihat mengkilat. dan tekanan pada saluran ASI dan alveoli meningkat. seperti sebuah lobus. b. ASI dapat diaspirasi. dan keras. dan 7 . Wanita biasanya tidak demam dan merasa sehat. atau merah. yaitu: . dan bayi sulit untuk mengisap ASI sampai pembengkakan berkurang. Payudara penuh yang bersifat fisiologis maupun penuh karena bendungan. Payudara menjadi bengkak dan edematous. juga kadang-kadang keluar dari saluran yang tampak tersumbat. Tanda klinis berupa benjolan yang sangat nyeri pada satu payudara. Bayi mudah mengisap dan mengeluarkan ASI. dan kadang-kadang menetes keluar secara spontan. Hanya sebagian dari satu payudara yang terkena. Keadaan lain yang tidak lazim berhubungan adalah galaktokel. ASI tidak mengalir dengan mudah. awalnya hanya terisi dengan susu. Wanita kadang-kadang menjadi demam. Gejala hilang dengan cepat ketika materi partikel yang keras dikeluarkan. Diagnosis dapat dibuat dengan aspirasi atau ultrasound. membengkak. berat. tetapi kista biasanya terisi lagi setelah beberapa hari. diduga merupakan perkembangan dari saluran ASI yang tersumbat.payudara yang perih terasa panas. kemudian dengan materi yang kental seperti krim bila cairan diabsorbsi.

membengkak. Untuk sementara waktu. Wanita sering demam dan merasa tidak sehat. baik inflamasi dan antiinflamasi normal ditemukan dalam ASI. Pada saat yang sama. dan merupakan tanda respon inflamasi telah terjadi. Sebagai bagian dari respons inflamasi. Tanzania. produksi ASI melambat dan akhirnya berhenti. kadar natrium dan klorida meningkat.diperlukan aspirasi ulangan. sehingga produksi ASI sangat berkurang sampai di bawah 400 ml per hari. Biasanya rasa asin ini bersifat sementara. dalam penelitian diamati bahwa sepertiga sampai setengah wanita dengan mastitis hanya memiliki tanda lokal. payudara yang terkena kembali berfungsi normal. dan sitokin juga membantu komponen lain menginduksi reaksi antigen. proses ini membutuhkan waktu beberapa hari dan tidak akan selesai dalam 2-3 minggu. dan bila makanan tambahan yang diberikan pada bayi. Sitokin dari ASI dapat menginduksi respons inflamasi di dalam jaringan sekitar. jalur paraseluler. Menyusui tidak perlu dihentikan. bila tidak ditemukan mastitis secara klinis. dengan sel pensekresi ASI di alveoli payudara terbuka. dan bahwa mastitis subklinis agak sering terjadi pada situasi terscbut. Peningkatan rasio natriumkalium dalam ASI juga telah diamati berhubungan dengan pertambahan berat badan yang buruk pada bayi. kondisi ini bersifat reversibel. Namun. ASI berubah rasa menjadi lebih asin dan kurang manis. dan setelah kehamilan berikutnya. akumulasi ASI dapat menyebabkan respons peradangan. Biasanya hanya satu payudara yang terkena. berlangsung kira-kira satu minggu. Jalur paraseluler yang terbuka mengakibatkan perubahan komposisi ASI. Peningkatan kadar natrium dan IL-8 diduga menunjukkan bahwa sedang terjadi respons inflamasi. dan Afrika Selatan. d. Sebagian payudara sangat nyeri. Namun. Inflamasi juga bertanggung jawab terhadap tanda dan gejala mastitis. Galaktokel dapat dibuang secara bedah dengan anestesi lokal. dan stasis ASI serta perubahan rasa menetap. sehingga menyebabkan bahan-bahan dari plasma masuk ke dalam ASI. atau bila frekuensi menyusui berkurang. Sitokin. Sitokin antiinflamasi dan faktor-faktor lain diduga merupakan pelindung bayi. Morton pada tahun 1994 menemukan bahwa pemberian bimbingan yang benar pada ibu bayi 8 . terutama imunoprotein dan natrium. seperti interleukin-8 (IL-8). dan peningkatan konsentrasi interleukin-8 (IL-8). Namun. Malawi. Mastitis subklinis Mastitis subklinis didiagnosis dari adanya peningkatan rasio natrium-kalium dalam ASI. Peningkatan kadar IL-8 ditemukan dalam payudara selama mastitis. Kadang-kadang payudara kurang digunakan. Mastitis subklinis sering ditemukan pada wanita di Banglades. yang berhubungan erat. Mastitis noninfeksiosa Bila ASI tidak dikeluarkan dari sebagian atau seluruh payudara. mungkin lebih penting sebagai pelindung payudara terhadap infeksi.walaupun tidak ada tanda klinis. peningkatan tekanan dalam saluran ASI dan alveoli dapat menyebabkan substansi tersebut kembali masuk ke jaringan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa mastitis subklinis dapat disertai dengan pengeluaran ASI yang tidak adekuat. merah. c. tetapi sitokin inflamasi. dan keras. dan kadar laktosa dan kalium menurun.

dan sensitivitasnya terhadap antibiotik. Gejala a. tidak mungkin dibedakan dari mastitis noninfeksiosa. yaitu: mastitis superfisialis dan mastitis intramamaria yang terletak pada jaringan kelenjar itu sendiri (parenkimatosa) atau pada jaringan ikat payudara (interstisial). Secara normal. Tanda yang menyertai mungkin adalah puting pecah-pecah. sangat nyeri. dan keras. Kadang-kadang terdapat keadaan payudara yang menyebabkan drainase yang buruk pada sebagian payudara. Bengkak. harus terdapat kondisi yang mencegah payudara untuk menghancurkan dan mengeliminasi bakteri. berhubungan dengan perbaikan laktasi dan penurunan kadar natrium ASI yang meningkat. termasuk membantu mereka agar bayi dapat mengisap payudara dengan baik. seperti demam dan malaise. Pengeluaran ASI yang tidak efisien. Bila biakan tidak mungkin dilakukan secara rutin. Penghitungan sel dan koloni bakteri berguna untuk membedakan antara mastitis infeksiosa dan noninfeksiosa. Pertama. Biasanya sebagian dari satu payudara menjadi merah. e.ketiadaan respons terhadap antibiotik dalam dua hari. Mastitis infeksiosa telah diklasifikasikan oleh beberapa penulis dalam beberapa cara. Mastitis berulang dapat diakibatkan oleh pengobatan yang terlambat atau tidak adekuat terhadap kondisi awal atau teknik menyusui yang buruk yang tidak diperbaiki. seperti kelainan saluran payudara. membuat suatu keadaan yang kondusif untuk pertumbuhan bakteri. dan mungkin terdapat beberapa gejala umum. berdasarkan tempat.berusia di atas satu bulan. seperti yang telah didiskusikan diatas. bila ada. diharapkan akan menghanyutkan bakteri keluar dari payudara. dan proteksi oleh faktor imun dalam ASI dan oleh respons inflamasi kalah.mastitis yang didapat di rumah sakit. Mastitis infeksiosa Mastitis infeksi terjadi bila stasis ASI tidak sembuh.nyeri seluruh payudara atau nyeri lokal Kemerahan pada seluruh payuara / hanya lokal Payudara keras dan berbenjol-benjol Permukaan kulit dari payudara yang terkena infeksi juga tampak seperti pecah-pecah. dan proses antiinfeksi dapat kalah. Aliran ASI alami sepanjang saluran payudara.mastitis berulang. membengkak. yang harus diidentifikasi dan diobati dengan baik. atau kasus berat atau kasus yang tidak biasa . Badan demam seperti terserang flu 9 . . dapat dilakukan secara selektif pada: . ASI segar bukan merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Tanda dan gejala mastitis infeksiosa. b. kista atau tumor. yang menyebabkan akumulasi ASI. bila dikeluarkan secara efisien. Biakan ASI dapat membantu menentukan organisme penyebab infeksi. d. c. d. Kedua berdasarkan pola epidemiologis yaitu epidemik atau sporadik.

Pada tingkatan ini mastitis sering diakibatkan oleh bendungan ASI. Knight dan Nolan dari Royal Infirmary di Edinburgh mengemukakan bahwa stafilokokus aureus yang dibiakkan. g.sakit. Pada peradangan dalam taraf permulaan penderita hanya merasa nyeri setempat. akan tetapi hampir tidak resisten terhadap linkosin dan oksasilin. dimana bayi tidak secara maksimal mendapatkan ASI. Dalam hal antibiotika dapat dikemukakan bahwa kuman dari abses yang dibiakkan dan diperiksa resistensinya terhadap antibiotika ternyata banyak yang resistensi terhadap penisilin dan streptomisin. Mastitis ditengah-tengah mammae yang menyebabkan abses ditempat itu.f.seolah bayi tahu bahwa susu disebelah itu bercampur dengan nanah. gejalanya: 1) Nyeri bertambah hebat dipayudara 2) Kuli diatas abses mengkilap 3) Suhu tubuh (39 – 40 C ) 4) Bayi sendiri tidak mau minum pada payudara. Mastitis pada jaringan dibawah dorsal dari kelenjar-kelenjar yang menyebabkan abses antara mammae dan otot-otot dibawahnya. Jenis Mastitis ada 2 berdasarkann waktunya yaitu: a. Tingkat Mastitis Tingkat mastitis ini ada 2 yaitu: a. yang diberikan 500 mg setiap 6 jam selama 7-10 hari dan kalau ternyata alergis terhadap obat-obat ini. h. Hal ini terjadi karena proses menyusui yang tidak berjalan dengan baik. taraf ini cukup memberi penyangga pada mammae itu dengan kain tiga segi. Mastitis yang menyebabkan abses dibawah areola mammae. b. b. Sedangkan mastitis berdasarkan tempatnya dapat dibedakan menjadi: a. dan disamping itu perlu diberikan antibiotika. Tingkat awal peradangan (non infeksi). c. agar tidak menggantung yang memberika rasa nyeri. eritromisin 250 mg per oral 3 kali sehari selama 10 hari. Bantu agar ibu tetap 10 . Menggigil (deman malaise) Nyeri tekan pada payudara Bila sudah masuk tahap abses . Mastitis gravidarum. 93% resisten terhadap penisilin dan 55% terhadap streptomisin. Mastitis puerperalis Penyakit ini boleh dikatakan hampir selalu timbul pada waktu hamil dan laktasi.

sehingga ibu mengalami demam. Dan bayi dengan sendirinya tidak mau minum pada payudara yang sakit. Kompres hangat sebelum menyusui untuk mengurangi bengkak dan nyeri. dan air susu yang terbendung itu segera bercampur dengan nanah. dokter juga akan memeriksa apakah ada abses (komplikasi yang timbul bila mastitis tidak ditangani dengan tepat).meneteki. Diagnosis Dokter mendiagnosis mastitis berdasarkan anamnesis tentang gejala-gejala yang dialami. dan pemeriksaan fisik. dan dibawah kulit teraba cairan. belum pasti atau terjadi mastitis rekuren dapat dilakukan pemeriksaan: . b. air susu terbendung. Anestesia umum dianjurkan.Kultur ASI atau cairan puting . Tingkat abses (infeksi) Infeksi payudara dapat berlanjut menjadi abses. nyeri bertambah hebat di payudara. Pada saat yang sama tes dapat dilakukan untuk menentukan antibiotik apa yang paling efektif untuk melawan bakteri penyebab. Meskipun demikian laktasi tidak harus disupresi karena mastitis. Lakukan insisi radial dari batas putting ke lateral untuk menghindari cedera. Gejala abses ini pada ibu yang menderita mastitis infeksi adalah warna kulit menjadi merah. Tampon dan drain dilepaskan setelah 24 jam. Identifikasi bakteri penyebab dapat dilihat melalui mikroskop. dianjurkan untuk menyangga payudaranya dan melakukan kompres hangat sebelum meneteki untuk mengurangi bengkak dan nyeri. Pencegahan 11 . ganti dengan tampon kecil. kulit diatas abses mengkilap dan suhu tinggi (39-400C). dan pada pemeriksaan ada pembengkakan. atau eritromisin 250 mg per oral 3 kali sehari selama 10 hari.Mammogram atau x-ray Kultur ASI. Berikan parasetamol 500 mg dan ibu perlu dievaluasi selama 3 hari.Ultrasound payudara . VII. Berikan parasetamol bila perlu dan lakukan evaluasi selama 3 hari. yang sakit bila disentuh. karena tindakan mempertahankan aliran ASI akan mengurangi jumlah mikroorganisme. menyediakan koloni bakteri untuk bertumbuh. Dari tingkat radang ke abses berlangsung sangat cepat karena oleh radang duktulus-duktulus menjadi edematous. Selain itu.Biopsi pada daerah yang terkena . Tanda lainnya yang cukup jelas adalah adanya bentuk prisma segitiga tidak beraturan (wedge ) pada payudara. Berikan antibiotika kloksasilin 500mg per oral 4 kali sehari selama 10 hari. seolah-olah dia tahu bahwa susu yang sebelah itu campur nanah. Didaerah payudara ini akan terlihat daerah kemerahan yang jelas. VI. riwayat sebelumnya. Jika masih banyak pus tetap berikan tampon dalam lubang. Jika diagnosis sulit. Lakukan insisi. Ibu harus didorong untuk selalu mengeluarkan ASInya dengan menggunakan pompa atau secara manual.

ibu dapat mencegah mastitis bila ia melakukan perawatan ekstra pada payudaranya. dan meningkatkan risiko stasis ASI. Mereka harus dilakukan secara rutin pada semua tempat di mana ibu melahirkan atau dirawat sebelum dan setelah persalinan. . terutama dari botol susu. Praktik tersebut adalah sebagai berikut : 12 . .Kealpaan menyusui.mulai menyusui dalam satu jam atau lebih setelah melahirkan . sebelum memberikan yang lain. atau mengurangi jumlah isapan dalam proses menyusui. atau bila ibu kembali setelah melahirkan. a.memastikan bahwa bayi mengisap payudara dengan baik. . tetapi bila tak terhindarkan. .Tindakan melepaskan bayi dari payudara pertama sebelum ia siap untuk mengisap payudara yang lain.menyusui secara eksklusif selama minimal 4 bulan dan bila mungkin 6 bulan. Butir-butir penting adalah : .menyusui tanpa batas. dalam hal frekuensi atau durasi.Trauma pada payudara. Hal-hal tersebut harus dihindari atau sedapat mungkin ibu dilindungi dari hal-hal tersebut. pemberian makan bayi dengan adekuat dan tentang pemeliharaan kesehatan payudara. yaitu : . sumbatan saluran payudara. Wanita dan orang yang merawatnya juga perlu memahami bahwa hal – hal berikut ini dapat mengganggu. b. Tindakan rutin sebagai bagian perawatan kehamilan Praktik berikut ini penting untuk mencegah stasis ASI dan mastitis. dan nyeri puting susu diobati dengan cepat. yaitu rumah sakit bersalin. . Hal ini dibutuhkan sebagai bagian dari perawatan kehamilan dan sebagai bagian yang berkelanjutan pada fasi1itas perawatan berbasis komunitas untuk ibu dan anak. dan membiarkan bayi selesai menyusui satu payudara dulu. membatasi. dan bila tanda dini seperti bendungan.Mastitis dan abses payudara sangat mudah dicegah. karena kekerasan atau penyebab lain. Penatalaksanaan yang sesuai di bangsal ibu dibutuhkan pada Inisiatif Rumah Sakit Sayang Bayi.Penggunaan dot.Pemberian makanan dan minuman lain pada bayi pada bulan-bulan pertama. termasuk bila bayi mulai tidur sepanjang malam. . atau di rumah bila ibu melahirkan di sana. bila menyusui dilakukan dengan baik sejak awal untuk mencegah keadaan yang meningkatkan stasis ASI. Perbaikan pemahaman penatalaksanaan menyusui Wanita dan siapa saja yang merawat mereka perlu mengetahui tentang penatalaksanaan menyusui yang efektif. fasilitas kesehatan yang lebih kecil seperti pusat kesehatan.Beban kerja yang berat atau penuh tekanan. .

Bila ibu mengalami demam atau merasa sakit. beristirahat. .Ibu harus menerima bantuan yang terlatih untuk mempertahankan laktasi bila bayinya terlalu kecil atau lemah untuk mengisap dengan efektif. Ia harus memeriksa payudaranya untuk melihat adanya benjolan.Semua ibu harus mendapat bantuan dan dukungan yang terlatih dalam teknik menyusui. atau bila puting susunya tertarik sampai rata sehingga bayi sulit mengisap. kapan saja bayi menunjukkan tanda-tanda siap menyusui. atau kemerahan: . . ibu perlu untuk: 1. ibu harus memeras ASI-nya.Bila isapan bayi tidak cukup mengurangi rasa penuh dan kencang pada payudara.Pemerasan dapat dilakukan dengan tangan atau dengan pompa. .Bayi harus mendapat kontak dini dengan ibunya. Perhatian dini terhadap semua tanda stasis ASI Seorang ibu perlu mengetahui bagaimana merawat payudaranya. biasanya dalam jam pertama atau lebih. Bila ibu mempunyai satu dan tandatanda tersebut. . nyeri.. atau di dekatnya pada kamar yang sama. . . Bila payudara sangat nyeri. untuk menjamin pengisapan yang baik pada payudara.Setiap ibu harus memahami pentingnya menyusui tanpa batas dan eksklusif. . dan menghindari penggunaan makanan tambahan.Bila ibu mempunyai salah satu faktor risiko. jalan lain untuk memeras ASI adalah dengan menggunakan metode botol d. seperti kealpaan menyusui.Ibu harus dibantu untuk memperbaiki isapan pada payudara oleh bayinya. . dan untuk mencegah luka pada puting susu. contohnya sakit kepala. Penatalaksanaan yang efektif pada payudara yang penuh dan kencang Bila payudara ibu menjadi sangat penuh atau terbendung selama minggu pertama. . botol.Ibu harus didorong untuk menyusui sesering mungkin dan selama bayi menghendaki. dan mulai menyusui segera setelah tampak tanda-tanda kesiapan. . atau panas. c. dan tentang tanda dini stasis ASI atau mastitis sehingga ia dapat mengobati dirinya sendiri di rumah dan mencari pertolongan secepatnya bila keadaan tersebut tidak menghilang. dan pengeluaran ASI yang efisien. pengisapan yang efektif.Bila ibu dirawat di rumah sakit. baik sudah maupun belum pernah menyusui sebelumnya.Setiap ibu harus didorong untuk menyusui on demand. bila ASI ada. penting untuk memastikan bahwa ASI dikeluarkan dan kondisi tersebut diatasi. ia memerlukan bantuan yang terlatih saat menyusui pertama kali dan sebanyak yang diperlukan pada saat mcnyusui berikutnya. untuk memperbaiki pengeluaran ASI.Bayi harus tidur di tempat tidur yang sama dengan ibunya. di tempat tidur bila mungkin 13 . . dan dot. tanpa batas. seperti membuka mulut dan mencari payudara.

Petugas kesehatan harus mencuci tangannya setiap kali setelah kontak dengan ibu atau bayi.pengenalan makanan lain secara dini .nyeri atau puting pecah-pecah. mencari pertolongan dan petugas kesehatan bila ibu tidak merasa lebih baik pada keesokan harinya.8% sampai 0. produk pencuci tangan antimikroba lebih efektif. 5. untuk melanjutkan menyusui setelahnya. Paters menunjukkan bahwa desinfeksi tangan tambahan pada sisi tempat tidur ibu menyusui di rumah sakit mengurangi insiden mastitis dari 2. Sabun biasa adekuat untuk menyingkirkan organisme permukaan. seperti: . terutama dirumah sakit.ketidaknyamanan payudara setelah menyusui.kehilangan percaya diri pada suplai ASI sendiri. atau pancuran hangat. diikuti dengan rawat gabung bayi dengan ibu juga merupakan jalan yang penting untuk mengurangi infeksi rumah sakit. asalkan sabun kontak dengan kulit minimal 10 detik tiap pencucian. pengurangan risiko infeksi juga penting. 4. memijat dengan lembut setiap daerah benjolan saat bayi menyusu untuk membantu ASI mengalir dari daerah tersebut. Kontak kulit dini.66%. Perhatian dini pada kesulitan menyusui lain Ibu membutuhkan bantuan terlatih dalam menyusui setiap saat ibu menemui kesulitan yang dapat menyebabkan stasis ASI. Penanganan 14 . .kompresi puting susu . menganggap ASI yang dihasilkan tidak cukup . dan untuk mengatasi kesulitan dini sebelum menjadi lebih serius dan membahayakan laktasi. Pengendalian infeksi Karena penatalaksanaan menyusui yang sesuai merupakan dasar pencegahan mastitis. berendam dengan air hangat. Petugas kesehatan dan ibu perlu mencuci tangan secara menyeluruh dan sering. VIII.menggunakan dot Bidan dan petugas kesehatan lain yang berbasis fasilitas memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai sehingga dapat membantu ibu untuk menyusui pada periode pascalahir dini.bayi yang tidak puas seperti menyusu sangat sering. mengompres panas pada payudara yang terkena. jarang. atau dengan semua kemungkinan sumber organisme patogen. atau lama . sering menyusui pada payudara yang terkena 3.2. f. e. . tetapi untuk petugas kesehatan yang sering kontak dengan cairan tubuh.

Mengamati cara menyusui. Prinsip-prinsip utama penanganan mastitis adalah: 1. . . mastitis tetap terjadi. Ia mungkin telah mendapat nasihat yang membingungkan dari petugas kesehatan. Hal ini disebabkan adanya materi partikel yang menyumbat saluran. menggunakan gerakan jempol yang keras pada benjolan ke arah puting susu mungkin membantu. dan yang menyangga payudara terlalu dekat dengan puting susu. Bila terlihat bintik putih pada ujung puting susu. pemijatan. Bila penanganan ditunda. dan membuat banyak wanita merasa sangat sakit. sedangkan yang lain secara umum mempertimbangkan perbaikan pengisapan yang adekuat. kompres hangat atau pancuran hangat) Kadang-kadang. maka ia harus ditangani dengan cepat dan adekuat. kadang-kadang. Ia dapat menjadi bingung dan cemas. b. dan bagaimana hal itu dapat diperbaiki. seperti pakaian yang ketat. bintik tersebut harus disingkirkan. Mastitis Jika dengan semua usaha pencegahan.Jelaskan perlunya menghindari semua yang dapat menyumbat aliran ASI. atau dengan bantuan jarum steril. Pemijatan payudara. memperburuk situasi. dan tidak ingin terus menyusui.Menyarankan ibu untuk menggunakan panas basah (misalnya. Menganamnesis ibu.Mendorong ibu untuk menyusui sesering dan selama bayi menghendaki. karena jika jaringan payudara meradang. penting untuk: 1. wanita membutuhkan dukungan emosional. penyembuhan kurang memuaskan. 2. kain kasar. . . untuk mempelajari adanya penyebab nyata untuk kesulitan ibu. tanpa pembatasan. Ibu harus diyakinkan kembali tentang nilai menyusui yang aman untuk 15 . Namun. Beberapa penulis menganjurkan menggendong bayi dengan dagu mendekati bagian payudara yang terkena. atau tidak diberi petunjuk apapun. dengan kuku.Untuk menangani setiap kondisi yang telah didiskusikan. Selain dengan penanganan yang efektif dan pengendalian nyeri.Pastikan bahwa bayi mempunyai posisi dan isapan yang baik. untuk mempermudah pengeluaran ASI dari bagian tersebut. mungkin disarankan untuk berhenti menyusui. atau faktor predisposisi. Sumbatan saluran payudara Penanganan dilakukan dengan memperbaiki pengeluaran ASI. Terdapat peningkatan risiko abses payudara dan kekambuhan. dan mengkaji apakah teknik ibu menyusui dan isapan bayi pada payudara memuaskan. dan mencegah obstruksi aliran ASI. teknik tersebut tidak menghilangkan gejala. hal ini harus dilakukan dengan lembut. Konseling suportif Mastitis merupakan pengalaman yang sangat nyeri dan membuat frustrasi.

Pemberian jangka pendek berkaitan dengan insiden kekambuhan yang tinggi. Antibiotik B-laktamase harus ditambahkan agar efektif terhadap Staph. Antibiotik yang tepat harus digunakan. Saat ini dianjurkan pemberian 10-14 hari oleh kebanyakan ahli.Bila perlu peras ASI dengan tangan atau dengan pompa atau botol panas. . ASI dari payudara yang sakit sebaiknya dikultur dan sensitivitas bakteri antibiotik ditentukan. 3.Dorong untuk sering menyusui. Ia akan membutuhkan tindak lanjut untuk mendapat dukungan terus-menerus dan bimbingan sampai ia benar-benar pulih. aureus. . dan bahwa payudaranya akan pulih baik bentuk maupun fungsinya. Untuk organisme gram negatif. Antibiotik terpilih harus diberikan dalam jangka panjang. tetapi kondisi tersebut akan memburuk atau berulang walaupun sudah diberikan antibiotik kecuali pengeluaran ASI diperbaiki.terlihat puting pecah-pecah . Jika mungkin. . Antibiotik untuk pengobatan mastitis infeksiosa Antibiotik Eritromisin Flukloksasilin Dosis 250-500 mg setiap 6 jam 250 mg tiap 6 jam 16 . Antibiotik dan terapi simtomatik membuat wanita merasa lebih baik untuk sementara waktu.gejala tidak membaik setelah 12-24 jam setelah pengeluaran ASI diperbaiki.diteruskan.gejala berat sejak awal . bahwa ASI dari payudara yang terkena tidak akan membahayakan bayinya. sampai menyusui dapat dimulai lagi. 2. Ia memerlukan dukungan bahwa perlu sekali untuk berusaha melampaui kesulitan ini. Pengeluaran ASI dengan efektif Hal ini merupakan bagian terapi terpenting.hitung sel dan koloni bakteri dan biakan yang ada serta menunjukkan infeksi . tanpa pembatasan. sefaleksin atau amoksisilin mungkin paling tepat. Terapi Antibiotik Terapi antibiotik diindikasikan pada: . dan bagaimana meneruskan menyusui atau memeras ASI dari payudara yang terkena. Ia membutuhkan bimbingan yang jelas tentang semua tindakan yang dibutuhkan untuk penanganan.Bantu ibu memperbaiki pengisapan bayi pada payudara. sesering dan selama bayi menghendaki.

dan edema pada kulit di atasnya. tirah baring dengan bayinya sangat berguna untuk meningkatkan frekuensi menyusui. melokalisasi infeksi dengan membentuk sawar jaringan granulasi yang mengelilinginya. 17 . Istirahat sangat penting dipertimbangkan dan seharusnya ditempat tidur jika mungkin. b. d. Pembengkakan payudara Biasanya bilateral. sering terjadi 2-4 hari setelah melahirkan dan berhubungan dengan demam ringan. Dapat diobati dengan penerapan kompres hangat diikuti dengan tangan atau pompa ekspresi dari susu dan menyusui-lanjutan. Terdapat benjolan yang membengkak yang sangat nyeri. dengan kemerahan. yang terisi dengan pus. Terapi Simtomatik Nyeri sebaiknya diterapi dengan analgesik. Jaringan ini akan menjadi kapsul abses. Diagnosis Banding a. Selain membantu ibu sendiri. Parasetamol merupakan alternatif yang tepat.Dikloksasilin Amoksasilin Sefaleksin 125-500 mg setiap 6 jam per oral 250-500 mg setiap 8 jam 250-500 mg setiap 6 jam 4. Untuk mengkonfirmasi diagnosis. Pada kasus yang terlambat ditangani. dan dapat membantu mengurangi inflamasi dan nyeri. Saluran susu tersumbat Benjolan pada payudara tegang tidak disertai dengan gejala-gejala sistemik. Saluran tersumbat dapat menyebabkan galaktokel. kista awalnya diisi dengan susu tapi bisa dikonversi ke suatu zat. dengan perubahan warna kulit dan nekrosis. seperti jaringan terinfeksi lain. Tindakan lain yang dianjurkan adalah penggunaan kompres hangat pada payudara yang akan menghilangkan nyeri dan membantu aliran ASI. 1X. Inflamasi kanker payudara Suatu bentuk yang jarang dari kanker payudara yang hadir dengan payudara tegang dan perubahan kulit payudara. Demam dapat ada atau tidak ada. Ini bisa diobati dengan kompres hangat dan pijat tetapi mungkin memerlukan perawatan ultrasound atau aspirasi jarum. sehingga dapat memperbaiki pengeluaran susu. pus dapat diaspirasi dengan spuit dan jarum berlubang besar. dan yakinkan bahwa ibu minum cukup cairan. c. panas. dapat sembuh setelah kompres hangat dan pijat. ketegangan seluruh payudara. benjolan menjadi berfluktuasi. Ibuprofen dipertimbangkan sebagai obat yang paling efektif. Abses payudara Payudara yang laktasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful