PENGERTIAN PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, TAKTIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN

{ June 6, 2010 @ 8:34 am } · { PENDIDIKAN } PENGERTIAN PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, TAKTIK, DAN MODEL PEMBELAJARAN Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu : 1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. 2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. 3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran. 4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha. Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah: 1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.

2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif. 3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran. 4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan. Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) expositiondiscovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya. Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang

Berdasarkan uraian di atas. teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. rumah gadang. Dalam taktik ini. seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif. sehingga pada gilirannya akan . Untuk lebih jelasnya.sangat menguasai bidang itu. strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya. model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. maupun kriteria penyelesaiannya. Apabila antara pendekatan. kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut: Di luar istilah-istilah tersebut. Namun. dan sebagainya). yang kadangkadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Jadi. (3) model personal-humanistik. seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran. Benyamin Surasega. sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing. Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia. dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas. kreatif dan menyenangkan. masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan. posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut. Berkenaan dengan model pembelajaran. bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional. pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekaligus juga seni (kiat). rumah modern. sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran. Kendati demikian. yaitu: (1) model interaksi sosial. dan teknik pembelajaran. strategi. para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran. metode. (2) model pengolahan informasi. Dengan kata lain. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru. jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas. sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. dan (4) model modifikasi tingkah laku. sesuai dengan kemampuan. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah. metode. mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran. setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun. pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan.

(2) Bermain Peran (Role Playing). Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (4) Belajar Tuntas (Mastery Learning). 2003. Model. E. Dalam pembelajaran kontekstual. pendidikan. dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. Strategi Pembelajaran. Pendekatan. KTSP. metode. opini. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) atau biasa disingkat CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata.com/) Strategi Pembelajaran Tags: artikel. Metode. Bandung: Rosda Karya Remaja. pembelajaran. Sumber: Abin Syamsuddin Makmun. Benyamin Surasega. Winataputra. yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan. Di bawah ini akan diuraikan secara singkat dari masing-masing model pembelajaran tersebut. kurikulum. makalah. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). 2008. . Psikologi Pendidikan. dan (5) Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction). umum Dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi. sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. yaitu : (1) Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning). berita. 1990. Mulyasa (2003) mengetengahkan lima model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan tuntutan Kurikukum Berbasis Kompetensi. Wina Senjaya. Beda Strategi. dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring. 2003. Dedi Supriawan dan A. Sementara itu. A. Gulo (2005) memandang pentingnya strategi pembelajaran inkuiri (inquiry). tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik. tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar. (3) Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning). Strategi Belajar Mengajar. Udin S. pendekatan.muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Bandung: FPTK-IKIP Bandung.wordpress.

dan berbagai strategi pemecahan masalah. Dengan meminjam pemikiran Knowles. (6) tahap pemeranan. kemampuan kerjasama. pelaksanaan. dan (c) merevisi dan mengembangkan konsep. (2) adanya kesediaan peserta didik untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan. (7) diskusi dan evaluasi tahap diskusi dan evaluasi tahap I . E. dan (10) membagi pengalaman dan pengambilan keputusan. Mulyasa (2003) mengemukakan tahapan pembelajaran bermain peran meliputi : (1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik. (5) menyiapkan pengamat. (b) melakukan sharing untuk memperoleh masukan dan tanggapan dari orang lain. peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan-hubungan antarmanusia dengan cara memperagakan dan mendiskusikannya. dan evaluasi pembelajaran. dengan cara: (a) menyusun konsep sementara.Mulyasa. (E. terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik. (2) memilih peran. komunikatif. (3) dalam kegiatan belajar terdapat hal yang menguntungkan peserta didik. Pengalaman belajar yang diperoleh dari metode ini meliputi. Adanya refleksi terhadap strategi pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang dipelajari. B. yaitu : (1) adanya keterlibatan emosional dan mental peserta didik. dan (9) diskusi dan evaluasi tahap II. . dan menginterprestasikan suatu kejadian Melalui bermain peran. E. nilai-nilai. yaitu : Pembelajaran harus memperhatikan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh peserta didik Pembelajaran dimulai dari keseluruhan (global) menuju bagian-bagiannya secara khusus (dari umum ke khusus) Pembelajaran harus ditekankan pada pemahaman. Mulyasa (2003) mengemukakan lima elemen yang harus diperhatikan dalam pembelajaran kontekstual. Pembelajaran ditekankan pada upaya mempraktekan secara langsung apa-apa yang dipelajari. Bermain Peran (Role Playing) Bermain peran merupakan salah satu model pembelajaran yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia (interpersonal relationship). (8) pemeranan ulang. sikap-sikap. Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan.2003) menyebutkan indikator pembelajaran partsipatif. C.Dengan mengutip pemikiran Zahorik. (4) menyiapkan pengamat. sehingga secara bersama-sama para peserta didik dapat mengeksplorasi parasaan-perasaan. (3) menyusun tahap-tahap peran. Dengan mengutip dari Shaftel dan Shaftel.

Agar semua peserta didik memperoleh hasil belajar secara maksimal. melalui pengajaran remedial (pengajaran korektif). Tujuan utama evaluasi adalah memperoleh informasi tentang pencapaian tujuan dan penguasaan bahan oleh peserta didik. Membantu peserta didik menyusun kelompok. Evaluasi yang dilaksanakan setelah para peserta didik menyelesaikan suatu kegiatan belajar tertentu merupakan dasar untuk memperoleh balikan (feedback). pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistematis. bahan perlu dijabarkan menjadi satuan-satuan belajar tertentu. dan (3) pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik yang gagal mencapai taraf penguasaan penuh. sehinga seluruh peserta didik dapat mencapai tujuan . dan (3c) implementasi dalam pembelajaran klasikal dengan memberikan “bumbu” untuk . yaitu: (1) mengidentifikasi pra-kondisi. (2) mengembangkan prosedur operasional dan hasil belajar. dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari. (2) peserta didik baru dapat melangkah pada pelajaran berikutnya setelah ia benar-benar menguasai bahan pelajaran sebelumnya sesuai dengan patokan yang ditentukan. Tujuan pembelajaran harus diorganisir secara spesifik untuk memudahkan pengecekan hasil belajar.Pengembangan pembelajaran partisipatif dilakukan dengan prosedur berikut: Menciptakan suasana yang mendorong peserta didik siap belajar.dan menguasai bahan belajar secara maksimal (belajar tuntas). Membantu peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap proses dan hasil belajar. D. terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan belajar. Membantu peserta didik menyusun tujuan belajar. agar siap belajar dan membelajarkan Membantu peserta didik untuk mendiagnosis dan menemukan kebutuhan belajarnya. Strategi belajar tuntas dapat dibedakan dari pengajaran non belajar tuntas dalam hal berikut : (1) pelaksanaan tes secara teratur untuk memperoleh balikan terhadap bahan yang diajarkan sebagai alat untuk mendiagnosa kemajuan (diagnostic progress test).dan penguasaan bahan yang lengkap untuk semua tujuan setiap satuan belajar dituntut dari para peserta didik sebelum proses belajar melangkah pada tahap berikutnya. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan dimana dan dalam hal apa para peserta didik perlu memperoleh bimbingan dalam mencapai tujuan. Belajar Tuntas (Mastery Learning) Belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta didik mampu belajar dengan baik. meliputi tiga bagian. Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar. Strategi belajar tuntas dikembangkan oleh Bloom. Kesistematisan akan tercermin dari strategi pembelajaran yang dilaksanakan. melaksanakan evaluasi dan memberikan bimbingan terhadap peserta didik yang gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Membantu peserta didik merancang pola-pola pengalaman belajar.

Pada umumnya pembelajaran dengan sistem modul akan melibatkan beberapa komponen. Dalam setiap modul harus : (1) memungkinkan peserta didik mengalami kemajuan belajar sesuai dengan kemampuannya. bagaimana melakukan. Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai berikut: Setiap modul harus memberikan informasi dan petunjuk pelaksanaan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh peserta didik. Sistem belajar tuntas mencapai hasil yang optimal ketika ditunjang oleh sejumlah media. yang meliputi : (1) corrective technique yaitu semacam pengajaran remedial. Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction) Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang disusun secara sistematis. operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik. (5) lembar jawaban dan (6) kunci jawaban. modul memberikan kesempatan untuk bermain peran (role playing). (3) kunci lembar kerja. sehingga peserta didik dapat menngetahui kapan dia memulai dan mengakhiri suatu modul. yang dilakukan memberikan pengajaran terhadap tujuan yang gagal dicapai peserta didik. sehingga mengupayakan untuk melibatkan sebanyak mungkin karakteristik peserta didik. terutama untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik dalam mencapai ketuntasan belajar. Pengalaman belajar dalam modul disediakan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran seefektif dan seefisien mungkin.menyesuaikan dengan kemampuan individual. Materi pembelajaran disajikan secara logis dan sistematis. dengan prosedur dan metode yang berbeda dari sebelumnya. termasuk penggunaan komputer (internet) untuk mengefektifkan proses belajar. tidak sekedar membaca dan mendengar tapi lebih dari itu. (2) lembar kerja. disertai dengan pedoman penggunaannya untuk para guru. dan (3) memfokuskan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang spesifik dan dapat diukur. Setiap modul memiliki mekanisme untuk mengukur pencapaian tujuan belajar peserta didik. belajar tuntas banyak diimplementasikan dalam pembelajaran individual. E. Modul meripakan pembelajaran individual. dan (2) memberikan tambahan waktu kepada peserta didik yang membutuhkan (sebelum menguasai bahan secara tuntas). sebagai beriku: . serta tidak menimbulkan pertanyaaan mengenai apa yang harus dilakukan atau dipelajari. (2) memungkinkan peserta didik mengukur kemajuan belajar yang telah diperoleh. diantaranya : (1) lembar kegiatan peserta didik. dan sumber belajar apa yang harus digunakan. Komponen-komponen tersebut dikemas dalam format modul. Di samping implementasi dalam pembelajaran secara klasikal. (4) lembar soal. serta memungkinkan peserta didik untuk melakukan pembelajaran secara aktif. baik hardware maupun software. simulasi dan berdiskusi.

Sumber Belajar. manusia atau peristiwa) secara sistematis. sebagaimana lazimnya dalam pengujian hipotesis. Proses inkuiri dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: Merumuskan masalah. dan apakah perlu untuk mempelajari atau tidak modul tersebut. yaitu : (1) aspek sosial di dalam kelas dan suasana bebasterbuka dan permisif yang mengundang siswa berdiskusi. kritis. Dalam bagian ini dimuat pula tujuan terminal dan tujuan akhir. yang digunakan untuk menetapkan posisi peserta didik dan mengetahui kemampuan awalnya. Tes Awal. Tujuan Pembelajaran. untuk menentukan darimana ia harus memulai belajar. keterampilan dan sikap yang akan dicapai setelah belajar. F. dan (3) penggunaan fakta sebagai evidensi dan di dalam proses pembelajaran dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta. logis. (2) berfokus pada hipotesis yang perlu diuji kebenarannya. serta kondisi untuk mencapai tujuan. (b) melihat pentingnya masalah dan (c) merumuskan masalah. yang berisi rincian materi untuk setiap tujuan pembelajaran khusus. instrumen yang digunakan dalam tes akhir sama dengan yang digunakan pada tes awal. seperti materi yang disajikan. Tes Akhir. hanya lebih difokuskan pada tujuan terminal setiap modul Tugas utama guru dalam pembelajaran sistem modul adalah mengorganisasikan dan mengatur proses belajar. yang berisi deskripsi umum. berisi tujuan pembelajaran khusus yang harus dicapai peserta didik. Joyce (Gulo. . kemampuan yang dituntut adalah : (a) kesadaran terhadap masalah. Pengalaman Belajar. Pembelajaran Inkuiri Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda.Pendahuluan. pengetahuan. setelah mempelajari modul. termasuk kemampuan awal yang harus dimiliki untuk mempelajari modul tersebut. diikuti dengan penilaian formatif sebagai balikan bagi peserta didik tentang tujuan belajar yang dicapainya.kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa. berisi tentang sumber-sumber belajar yang dapat ditelusuri dan digunakan oleh peserta didik. antara lain : (1) menyiapkan situasi pembelajaran yang kondusif. 2005) mengemukakan kondisi. (3) melaksanakan penelitian terhadap setiap peserta didik. analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. (2) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami isi modul atau pelaksanaan tugas.

Panduan Pembelajaran KBK. dkk. _________. (3) kegiatan akhir dan tindak lanjut : A. (c) analisis data. (b) menyusun data.T. menginterpretasikan data dan mengkasifikasikan data. Remaja Rosdakarya. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Mulyasa. prosedur pembelajaran dilakukan melalui 3 tahapan yaitu : (1) kegiatan pendahuluan. terdiri dari : mentranslasikan data. Ia harus dapat membimbing dan merefleksikan pengalaman kelompok. teman yang kritis dan fasilitator. Udin S. Bandung : P. kemampuan yang dituntut adalah : (a) merakit peristiwa.2003. Konsep. konsultan. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka W. Bandung : P. Sumber : Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya. serta memberi kemudahan bagi kerja kelompok. PROSEDUR PEMBELAJARAN Secara umum. dan (b) merumuskan kesimpulan Menerapkan kesimpulan dan generalisasi Guru dalam mengembangkan sikap inkuiri di kelas mempunyai peranan sebagai konselor. terdiri dari : melihat hubungan. Karakteristik dan Implementasi. dan mengidentifikasikan trend.. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan pendahuluan. dan keteraturan. yaitu : Menciptakan Kondisi Awal Pembelajaran. 2005. sekuensi.Mengembangkan hipotesis. meliputi: membina keakraban. Strategi Belajar Mengajar Jakarta :. mencatat persamaan dan perbedaan. Menguji jawaban tentatif. 2004. Remaja Rosdakarya. dan mengevaluasi data.T. Gulo. 2003. Implementasi Kurikulum 2004. Pendahuluan Udin S. mengumpulkan data. (b) melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis. dkk. Strategi Belajar Mengajar. Strategi Belajar Mengajar. . terdiri dari : mengidentifikasi peristiwa yang dibutuhkan. kemampuan yang dituntut adalah: (a) mencari pola dan makna hubungan. Bandung : Pustaka Setia E. Menarik kesimpulan. kemampuan yang dituntut dalam mengembangkan hipotesis ini adalah : (a) menguji dan menggolongkan data yang dapat diperoleh. dan merumuskan hipotesis. Grasindo. Winataputra. (2) kegiatan inti. menciptakan kesiapan belajar peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang demokratis. Winataputra.

dan (c) peserta didik didorong agar tertarik untuk mengetahui hal-hal yang baru. Kegiatan Inti Udin S. meliputi : kegiatan mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi sebelumnya. yaitu: (a) memperkenalkan materi/keterampilan baru. Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut Pembelajaran . baik secara lisan maupun tulisan. dan (3) pembentukan sikap dan perilaku. Yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap dan perilaku. (b) mengaitkan materi dengan pengetahuan yang sudah ada pada peserta didik. Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh Membahas Materi Depdiknas (2003) membagi kegiatan inti ke dalam tiga tahap kegiatan yaitu: (1) eksplorasi.Apersepsi/Pre test. Depdiknas (2003) mengemukakan bahwa dalam kegiatan pendahuluan. didalamnya mencakup: (a) bahwa pelajaran dimulai dengan hal-hal yang diketahui dan dipahami peserta didik. dkk. (c) mencari metodologi yang paling tepat dalam meningkatkan penerimaaan peserta didik akan materi baru tersebut. adalah : (a) peserta didik didorong untuk menerapkan konsep atau pengertian yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. memberikan komentar atas jawaban yang diberikan peserta didik dan membangkitkan motivasi dan perhatian peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Sementara itu. Kegiatan eksplorasi merupakan usaha memperoleh atau mencari informasi baru. B. dan (d) mencari metodologi yang paling tepat sehingga materi ajar dapat terproses menjadi bagian dari pengetahuan peserta didik. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan inti. (b) melibatkan peserta didik secara aktif dalam pemecahan masalah. sikap dan perilaku. Konsolidasi merupakan merupakan negosiasi dalam rangka mencapai pengetahuan baru. perlu dilakukan pemanasan dan apersepsi. (c) meletakkan penekanan pada kaitan struktural. Winataputra. (b) peserta didik membangun sikap dan perilaku baru dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengertian yang dipelajari. Dalam kegiatan konsolidasi pembelajaran yang perlu diperhatikan adalah : (a) melibatkan peserta didik secara aktif dalam menafsirkan dan memahami materi ajar baru. Yang perlu diperhatikan dalam kegiatan eksplorasi. yaitu kaitan antara materi pelajaran yang baru dengan berbagai aspek kegiatan dan kehidupan di dalam lingkungan. C. dan (c) cari metodologi yang paling tepat agar terjadi perubahan sikap dan perilaku peserta didik. (2) konsolidasi pembelajaran. yaitu : Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai. Pembentukan sikap dan perilaku merupakan pemrosesan pengetahuan menjadi nilai. (b) motivasi peserta didik ditumbuhkan dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi peserta didik.

KTSP. dan (e) menutup kegiatan pembelajaran. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai Kesimpulan . yaitu : (a) pemberian tugas dan (b) post tes.Udin S.com/2008/01/19/model-pembelajaran-inovatif/ A. Winataputra. di bawah ini disajikan bagan prosedur pembelajaran bermakna seperti yang dikehendaki dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran . inovasi. Untuk lebih jelasnya. pendekatan. dan (c) cari metodologi yang paling tepat yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. (c) tindak lanjut. metode. pendidikan. (d) mengemukakan topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang. berita. makalah.wordpress. pembelajaran. (b) gunakan hasil penilaian tersebut untuk melihat kelemahan atau kekurangan peserta didik dan masalah-masalah yang dihadapi guru. dkk. opini. Model Pembelajaran Inovatif (1) Tags: artikel. Depdiknas (2003) mengemukakan dalam kegiatan akhir perlu dilakukan penilaian formatif. Model Examples Non Examples Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar Langkah-langkah : Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. umum http://akhmadsudrajat. Mulyasa (2003) mengemukakan dua kegiatan pokok pada akhir pembelajaran. kurikulum. Sementara itu. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. dengan memperhatikan hal-hal berikut: (a) kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran peserta didik. (b) analisis hasil penilaian akhir. yaitu : (a) penilaian akhir.

bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : Guru membagi siswa untuk berpasangan . Cooperative Script Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. Numbered Heads Together Langkah-langkah : Siswa dibagi dalam kelompok. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka Tanggapan dari teman yang lain. Picture And Picture Langkah-langkah : Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Menyajikan materi sebagai pengantar Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai Kesimpulan/rangkuman C.B. kemudian guru menunjuk nomor yang lain Kesimpulan D.

semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. jenis kelamin. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain Kesimpulan F. suku. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya Bertukar peran. Kepala Bernomor Struktur Langkah-langkah : Siswa dibagi dalam kelompok. 1995) Langkah-langkah : Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. Serta lakukan seperti diatas. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru Penutup E.Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya ->Jika perlu. dll) Guru menyajikan pelajaran . guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap.

dll. Sikes. 1978) Langkah-langkah : Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi Guru memberi evaluasi Penutup H. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan.) . jadwal. Blaney. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Langkah-langkah : Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. And Snapp. tugas. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson.Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu Memberi evaluasi Kesimpulan G. Stephen. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa.

Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan I. Mind Mapping Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi . Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa Kesimpulan/penutup J. bentuklah kelompok berpasangan dua orang Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. kemudian berganti peran. pemecahan masalah. pengumpulan data.Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. hipotesis. Artikulasi Langkah-langkah : Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Guru menyajikan materi sebagaimana biasa Untuk mengetahui daya serap siswa. Begitu juga kelompok lainnya Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya.

Think Pair And Share (Frank Lyman. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban Setiap siswa mendapat satu buah kartu Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya Demikian seterusnya Kesimpulan/penutup L. 1994) Langkah-langkah : Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review.Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru K. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa Guru memberi kesimpulan . 1985) Langkah-langkah : Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing Guru memimpin pleno kecil diskusi. Make – A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran.

Penutup M. pendekatan. pembelajaran. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap Dari data-data di papan tersebut. Sumber : Bahan Pelatihan LPMP Jawa Barat Model Pembelajaran Inovatif (2) Diterbitkan 19 Januari 2008 kurikulum dan pembelajaran 54 Comments Tags: artikel. berita. Role Playing Langkah-langkah : Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan . Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. makalah. pendidikan. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. opini. Debat Langkah-langkah : Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas Setelah selesai membaca materi. kurikulum. metode. KTSP. umum A. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. inovasi.

Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya . Group Investigation (Sharan. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya 3. masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya Guru memberikan kesimpulan secara umum Evaluasi Penutup B.Talking Stick Langkah-langkah : 1. masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan Setelah selesai dipentaskan. Guru menyiapkan sebuah tongkat 2. lewat juru bicara.Masing-masing siswa duduk di kelompoknya. 1992) Langkah-langkah : Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan Setelah selesai diskusi. ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan Evaluasi Penutup C.

Guru menyampaikan materi yang akan disajikan 2. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya 2. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru 5. Snawball Throwing Langkah-langkah : 1.4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja. Penutup D. setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula E. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya 4. untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok 5. Bertukar Pasangan Langkah-langkah : 1. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain 4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka 5. Guru memberikan kesimpulan 6. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya 3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing. Evaluasi 7. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit . Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi 3.

kalau benar diisi tanda benar (Ö) dan salan diisi tanda silang (x) 6. atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya . Untuk menguji pemahaman. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi 4. Penutup G. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa 6. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab 4. Memberikan kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya 5. Penutup F. Facilitator And Explaining Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya Langkah-langkah : 2. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu 7. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 3.6. siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan seler masing-masing siswa 5. Evaluasi 8. Course Review Horay Langkah-langkah : 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi 3. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian 7. Siswa yang sudah mendapat tanda Ö vertikal atau horisontal.

Guru menyampaikan TPK 2. Membimbing pelatihan 4. Demonstration (Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen) Langkah-langkah : 1. Penutup H. 1995) . Explicit Intruction/Pengajaran Langsung(Rosenshina & Stevens. Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan 7. Menunjukan salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan 5. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh 8. Guru membuat kesimpulan I. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik 5. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisa 6. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa 2. 1986) Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedur dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangklah Langkah-langkah : 1. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan dismpaikan 3.7. Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)/Kooperatif Terpadu Membaca Dan Menulis(Steven & Slavin. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan 3. Siapkan bahan atau alat yang diperlukan 4. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan J.

Guru membuat kesimpulan bersama 6. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur” Langkah-langkah : 1. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran 3. Buat kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi ataudiselipkan ditelinga. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas 4. Penutup K. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar 2. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan 4. Inside-Outside-Circle/Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar (Spencer Kagan) “Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. Demikian seterusnya L Tebak Kata Buat kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok 5. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen 2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. Langkah-langkah : 1.Langkah-langkah : 1. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam. menghadap ke dalam 3. Jelaskan TPK atau materi ± 45 menit . 5.

Word Square MEDIA : Buat kotak sesuai keperluan dan buat soal sesuai TPK Langkah-langkah : Sampaikan materi sesuai TPK Bagikan lembaran kegiatan sesuai contoh Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban Berikan poin setiap jawaban dalam kotak : CONTOH SOAL . Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga.2. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk.diambil sendiri NAH … SIAPA … AKU ? JAWABNYA : PERUSAHAAN PERSEORANGAN M. Sementara siswa membawa kartu 10×10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10×10 cm. 5. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10×10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Dan seterusnya CONTOH KARTU Perusahaan ini tanggung-jawabnya tidak terbatas Dimiliki oleh 1 orang Struktur organisasinya tidak resmi Bila untung dimiliki. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5×2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga. Suruhlah siswa berdiri didepan kelas dan berpasangan 3. 4.

Leave a Reply . Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut …….Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara ……. Digunakan sebagai alat pembayaran yang sah Uang ……. ……. Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai ……. TYENIOKN RAUANKUO ABARTERM NANIRRSI SDGIITGN AONLSAIA KLAAISRL SACEKBOS IRINGGIT Sumber : LPMP Jawa Barat Like Be the first to like this. Nilai yang tertulis pada mata uang disebut nilai ……. Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut ……. Saat ini banyak di palsukan Nilai bahan pembuatan uang disebut ……. Dorongan seseorang menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif …….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times