KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam proses penulisan makalah ini : 1. Bapak Ghozali Maski SE, MS, Dr selaku dosen makro ekonomi II di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya 2. Mba Vietha Devia SS, SE, selaku asisten dosen makro ekonomi II yang memberikan bimbingan kepada saya dalam pelajaran makro ekonomi sampai saat ini 3. Rekan-rekan saya yang membantu dalam menulis makalah ini dari awal sampai akhir, dan akhirnya saya bisa menyelesaikan pada waktu yang tepat Penulis menyadari bahwa makalah yang penulis buat ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan juga saran demi kesempurnaan tulisan ini .

Malang, April 2011 Penulis

(Bangun Suharyanto)

1

DAFTAR ISI
Halaman

DAFTAR ISI............................................................................2

BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang...............................................................3 Rumusan Masalah.........................................................4 Tujuan Pembahasan......................................................4 BAB II : PEMBAHASAN Definisi Kebijakan Fiskal................................................4 Definisi Kebijakan Moneter............................................8 Hubungan Antara Kebijakan Fiskal Dan Moneter........18 Peranan kebijakan moneter dan fiskal di Negara berkembang.................................................18

BAB III : PENUTUP Kesimpulan...................................................................20 Daftar Pustaka..............................................................21

2

KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter satu sama lain saling berpengaruh dalam kegiatan perekonomian. yaitu GDP. Tingkat bunga yang sedemikian rendahnya itu justru menyebabkan ruang untuk melakukan kebijakan moneter menjadi terbatas. sektor pemerintah dan sektor dunia internasional/luar negeri. Berbicara tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian empat sektor. negara-negara yang tergabung dalam G-20 dalam komunike bersamanya baru-baru ini sepakat mendorong lebih cepat ekspansi kebijakan fiskal minimal dua persen dari produk domestik bruto untuk memulihkan perekonomian dunia. dimana sektor-sektor tersebut diantaranya sektor rumah tangga. 3 . Ke-empat sektor ini memiliki hubungan interaksi masingmasing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran. Masing-masing variabel kebijakan tersebut. Hambatan ini dirasakan terutama di negara berkembang. Meskipun secara teoritis kebijakan fiskal dapat berfungsi sebagai stimulus perekonomian. dan suku bunga. sehingga pilihan yang tersedia hanya pada kebijakan fiskal. Sedangkan variabel utama dalam kebijakan moneter. kurs. sektor perusahaan. Kepercayaan masyarakat dunia terhadap perekonomian menurun tajam. gambaran ekonomi dunia terlihat makin suram dari hari ke hari walaupun semua bank sentral sudah menurunkan suku bunga sampai tingkat bunga yang terendah. kebijakan fiskal dipengaruhi oleh dua variabel utama. inflasi. Akibatnya. yaitu pajak (tax) dan pengeluaran pemerintah (goverment expenditure). Krisis global saat ini jauh lebih parah dari perkiraan semula dan suasana ketidakpastiannya sangat tinggi. dalam pelaksanaannya sering kali terdapat hambatan. Menurut Mohamad Ikhsan.

Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dapat dibuat beberapa rumusan masalah yaitu antara lain: 1. Serta mempermudah pembaca memahami hubungan kebijakan fiskal dan moneter BAB II PEMBAHASAN A. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang yang beredar. 4 . Peranan kebijakan moneter dan fiskal di Negara berkembang Tujuan Pembahasan 1. Atau dengan kata lain. Definisi kebijakan fiskal (fiskal policy) 2. Hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter 4. namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Agar lebih memahami tentang kebijakan moneter 3. Definisi Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy) Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dananya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan. Definisi kebijakan moneter 3. Agar lebih memahami definisi dari kebijakan fiskal 2.

Pada sektor perusahaan. kegiatan ekonomi memiliki hubungan dengan rumah tangga yaitu perusahaan menghasilkan produk-produk berupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat dan memberikan penghasilan dan 5 . Untuk mewujudkan tujuan kebijakan fiskal. impor dan lainlain. atau program lain yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. serta mengendalikan tingkat inflasi. pemerintah menggunakan alat-alat kebijakan fiskal antara lain pajak. pembangunan sarana dan prasarana umum. proyek pemerintah. Sedangkan dengan Dunia Internasional adalah rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan fiskal mempunyai beberapa tujuan. Kebijakan fiskal sangat berhubungan dengan pemasukan atau pendapatan negara. Kegiatan ekonomi dengan pemerintah adalah rumah tangga menyetorkan sejumah uang sebagai pajak dan menerima penerimaan berupa gaji. diantara pendapatan negara antara lain misalnya. meningkatkan kesempatan kerja. Untuk mewujudkan perekonomian ke arah yang lebih baik. dll. bunga. belanja persenjataan. upah. pesawat. bea dan cukai. memang keduanya sangat menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. sewa. pinjaman publik. Sedangkan untuk pengeluaran negara misalnya. Pada sektor rumah tangga (RTK). pemerintah dapat menyusun kebijakan fiskal dengan instrumen utamanya berupa pajak. memelihara stabilitas ekonomi internal (dalam negeri) dan eksternal (luar negeri). devisa negara. dividen. penghasilan non balas jasa. pajak bumi dan bangunan. antara lain meningkatkan investasi. pariwisata. dimana rumah tangga melakukan pembelian barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan untuk konsumsi dan mendapatkan pendapatan berupa gaji. bunga.Kebijakan fiskal bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara optimal. pajak penghasilan. Kebijakan fiskal memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dll dari perusahaan. dan subsidi.

Pada sektor Dunia Internasional/Luar Negeri. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya.keuntungan kepada rumah tangga barupa gaji. berkurangnya investasi. perusahaan akan membayar pajak kepada pemerintah dan menjual produk dan jasa kepada pemerintah. 6 . orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah. bunga. Sedangkan hubungan dengan pemerintah. dan untuk hubungan dengan perusahaan. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah. yaitu pengaruh pasar keuangan internasional. Negara Indonesia yang sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. sewa. kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan rumah tangga dimana pemerintah menerima setoran pajak rumah tangga untuk kebutuhan operasional. pembangunan. deviden. Pada sektor pemerintah. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar. serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. terjadi penurunan tabungan. pemerintah mendapatkan penerimaan pajak dari pengusaha dan pemerintah membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran belanja yang ada. Dimana tingginya tingkat krisis yang dialami negeri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. upah. dunia internasional mengekspor produknya kepada bisnis-bisnis perusahaan. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar. Sedangkan hubungan dengan Dunia Internasional. semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri. Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. perusahaan melakukan impor atas produk barang maupun jasa dari luar negri. Sebagai dampak atas inflasi. Artinya. dimana hubungan dengan rumah tangga adalah dunia internasional menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan rumah tangga. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. Dan untuk hubungan dengan perusahaan.

Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif Anggaran Defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Cara demikian disebut dengan pengelolaan anggaran. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan 7 . 2. untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif Anggaran Surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Dari semua unsur APBN hanya pembelanjaan negara atau pengeluaran negara dan pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan fiskal. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. pemerintah dapat mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan dan atau menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. Contoh kebijakan fiskal adalah apabila perekonomian nasional mengalami inflasi. Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran : 1. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.Pengaruh krisis ekonomi pada kebijakan fiskal. dimana berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.

8 . dan jumlah pajak (Tx) yang diterima pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatn nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N). Definisi Kebijakan Moneter (monetary policy) Kebijakan Moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu seperti menahan inflasi. maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera.ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin. Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan. serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu. B. Tujuan kebijakan fiskal adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Hal ini dilakukan dengan jalan memperbesar dan memperkecil pengeluaran komsumsi pemerintah (G). kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir melalui persetujuan negosiasi dengan pemerintah lain. yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja. 3. stabilisasi harga. kestabilan harga. jumlah transfer pemerntah (Tr). yang kemudian ditransfer pada sektor riil. pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro. Anggaran Berimbang (Balanced Budget) Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan.

ketersediaan uang. Jika ingin menambah jumlah uang beredar. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar uang. giro wajib minimum. pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga. dan biaya uang atau suku bunga untuk mencapai menetapkan tujuan berorientasi pada pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. 9 . maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Dengan kata lain. Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter. bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang. Adapun definisi lain dari Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Operasi Pasar terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas. kebijakan moneter adalah proses di mana pemerintah. yaitu antara lain : 1. dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. tercapai kesempatan kerja penuh.Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Namun. bank sentral. atau otoritas moneter suatu negara kontrol suplai uang.

Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. otoritas moneter memiliki kemampuan untuk mengubah jumlah uang beredar dan dengan demikian mempengaruhi tingkat suku bunga (untuk mencapai kebijakan gol). pemerintah menaikkan rasio. Kebijakan moneter menggunakan berbagai alat untuk mengontrol salah satu atau kedua. serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. Untuk menambah jumlah uang. yaitu harga di mana uang yang bisa dipinjam. Bank umum kadangkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Kebijakan moneter bertumpu pada hubungan antara tingkat bunga dalam suatu perekonomian. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah.2. inflasi. 4. dan pasokan total uang. Adalah penting bagi para pembuat kebijakan untuk membuat pengumuman kredibel. Dimana mata uang adalah di bawah monopoli penerbitan. Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Jika agen-agen swasta (konsumen dan perusahaan) percaya bahwa para 10 . Untuk membuat jumlah uang bertambah. untuk mempengaruhi hasil seperti pertumbuhan ekonomi. Untuk menurunkan jumlah uang beredar. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian. pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral. 3. atau dimana ada sistem diatur menerbitkan mata uang melalui bank-bank yang terkait dengan bank sentral. nilai tukar dengan mata uang lainnya dan pengangguran.

kebijakan tidak akan memiliki efek yang diinginkan. Oleh karena itu. harapan upah yang lebih rendah tercermin dalam perilaku penetapan upah antara karyawan dan majikan (upah lebih rendah karena harga diharapkan lebih rendah) dan karena upah tersebut sebenarnya lebih rendah tidak ada demand pull inflasi karena karyawan menerima upah lebih kecil dan tidak ada biaya tekanan inflasi karena majikan membayar kurang dari upah. jika pengumuman seorang pembuat kebijakan tentang kebijakan moneter yang tidak dapat dipercaya. Akibatnya. agen-agen swasta tahu bahwa jika mereka mengantisipasi inflasi yang rendah. Sebuah upah yang tinggi akan meningkatkan permintaan konsumen (demand pull inflation) dan biaya sebuah perusahaan (cost push inflation). Jika pembuat kebijakan percaya bahwa agen-agen swasta mengantisipasi inflasi yang rendah. Untuk mencapai tingkat inflasi rendah. Jika seorang karyawan berharap harga akan tinggi di masa depan. misalnya membandingkan ekspektasi rasional dengan ekspektasi adaptif). mereka memiliki insentif untuk mengadopsi kebijakan moneter ekspansionis (dimana manfaat marjinal meningkatkan output ekonomi melampaui biaya marjinal inflasi). mereka tahu bahwa para pembuat kebijakan memiliki insentif ini. namun.pembuat kebijakan berkomitmen untuk menurunkan inflasi. sehingga inflasi meningkat. penetapan upah akan mengantisipasi tingkat inflasi yang tinggi dan upah akan semakin tinggi dan inflasi akan meningkat. dengan asumsi agen-agen swasta memiliki ekspektasi rasional . mereka akan mengantisipasi harga di masa depan lebih rendah daripada yang (bagaimana ekspektasi yang terbentuk adalah hal yang sama sekali berbeda. pembuat kebijakan harus memiliki pengumuman kredibel. Oleh karena itu. Jika pengumuman tentang target inflasi yang rendah tingkat dibuat tetapi tidak diyakini oleh agen-agen swasta. Oleh karena itu. agen-agen swasta mengharapkan inflasi yang tinggi. ia akan membuat kontrak upah dengan upah yang tinggi untuk mencocokkan harga-harga. kebijakan ekspansionis akan diadopsi yang menyebabkan peningkatan inflasi. (kecuali para pembuat kebijakan dapat membuat pengumuman inflasi yang rendah mereka kredibel). antisipasi ini dipenuhi melalui harapan adaptif 11 . yaitu agen-agen swasta harus percaya bahwa pengumuman ini akan mencerminkan kebijakan masa depan yang sebenarnya.

Bahkan telah berpendapat bahwa untuk mencegah beberapa patologi terkait dengan inkonsistensi waktu pelaksanaan kebijakan moneter (inflasi berlebihan tertentu). kecuali pengumuman kredibel dapat dibuat. bank sentral yang sama tidak mungkin telah memilih bentuk komitmen tertentu (seperti penargetan rentang tertentu untuk inflasi). kepala bank sentral harus memiliki kebencian yang lebih besar untuk inflasi dari sisa ekonomi pada rata-rata. dll. perhatikan bahwa di bawah ekspektasi rasional. ada inflasi yang lebih tinggi (tanpa manfaat produksi meningkat). agen-agen swasta tahu bahwa inflasi akan rendah karena sudah diatur oleh badan independen. Sementara bank sentral mungkin memiliki reputasi baik karena kinerja yang baik dalam melakukan kebijakan moneter. reputasi kepala bank sentral mungkin berasal sepenuhnya dari ideologi nya. maka. kebijakan moneter yang ekspansif akan gagal. bonus upah untuk kepala bank) untuk meningkatkan reputasi dan sinyal komitmen yang kuat untuk tujuan kebijakan. tidak perlu bagi pembuat kebijakan untuk telah menetapkan reputasi melalui tindakan kebijakan masa lalu sebagai contoh.(perilaku upah-setting). 12 . latar belakang profesional. Oleh karena itu reputasi bank sentral tertentu tidak perlu terikat pada kinerja masa lalu. melainkan untuk pengaturan kelembagaan tertentu bahwa pasar dapat digunakan untuk membentuk ekspektasi inflasi. anggaran yang lebih besar. Salah satunya adalah untuk mendirikan bank sentral yang independen dengan target inflasi yang rendah (tapi tidak ada target output). Reputasi merupakan elemen penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Oleh karena itu. Pengumuman dapat dilakukan kredibel dalam berbagai cara. Oleh karena itu. Tapi gagasan reputasi tidak harus bingung dengan komitmen. Bank-bank sentral dapat diberikan insentif untuk memenuhi target (misalnya. pernyataan publik. Reputasi memainkan peran penting dalam menentukan berapa pasar percaya pengumuman komitmen tertentu untuk tujuan kebijakan tetapi kedua konsep tidak boleh berasimilasi. Juga.

Tergantung pada negara ini tingkat bunga tertentu yang bisa disebut uang bunga atau sesuatu yang serupa. Jenis-jenis kebijakan moneter Dalam prakteknya. di bawah sebuah definisi tertentu seperti Indeks Harga Konsumen. dalam kisaran yang diinginkan. perselisihan luas ada di bagaimana bank sentral dapat melayani kepentingan publik. makna yang tepat dari kredibilitas jarang didefinisikan. 1. Oleh karena itu. Sementara semua orang setuju kemungkinan besar bank sentral tidak boleh berbohong kepada publik. Inflasi penargetan Berdasarkan pendekatan kebijakan target adalah untuk menjaga inflasi. Otoritas moneter melakukan hal ini dengan membeli atau menjual aset keuangan (biasanya kewajiban pemerintah). Ini operasi pasar terbuka berubah baik jumlah uang atau likuiditas (jika bentuk cair kurang dari uang yang dibeli atau dijual). kemampuan untuk melayani kepentingan umum adalah salah satu definisi dari kredibilitas sering dikaitkan dengan bank sentral. Keandalan dengan mana suatu bank sentral janjinya juga merupakan definisi umum. Tingkat bunga yang digunakan adalah umumnya tingkat antar bank di mana bank meminjamkan kepada satu sama lain semalam untuk keperluan arus kas. Target inflasi ini dicapai melalui penyesuaian berkala kepada Bank Sentral suku bunga target. untuk menerapkan semua jenis kebijakan moneter alat utama yang digunakan adalah memodifikasi jumlah uang primer yang beredar. Kurangnya kejelasan tersebut dapat berfungsi untuk memimpin kebijakan jauh dari apa yang diyakini paling menguntungkan. kurangnya definisi dapat mendorong orang untuk percaya bahwa mereka mendukung satu kebijakan tertentu kredibilitas ketika mereka benar-benar mendukung lain. Biasanya durasi bahwa target suku bunga dipertahankan 13 . Misalnya.Meskipun sering diskusi kredibilitas yang berkaitan dengan kebijakan moneter. Target suku bunga dipertahankan untuk jangka waktu tertentu menggunakan operasi pasar terbuka. The multiplier effect perbankan cadangan fraksional memperkuat dampak dari tindakan transaksi pasar konstan oleh otoritas moneter memodifikasi pasokan mata uang dan ini dampak variabel pasar lain seperti suku bunga jangka pendek dan nilai tukar.

Pendekatan ini disaring untuk memasukkan kelas yang berbeda dari uang dan kredit. Pendekatan ini juga kadang-kadang disebut monetarisme.konstan akan bervariasi antara bulan dan tahun. pendekatan ini difokuskan pada jumlah moneter. Chile. Hal ini saat ini digunakan di Australia. Kanada. dan Inggris. Taylor dari Universitas Stanford. 2. Penargetan inflasi pendekatan untuk pendekatan kebijakan moneter ini dipelopori di Selandia Baru. Republik Ceko. Target suku bunga biasanya ditinjau secara bulanan atau kuartalan oleh komite kebijakan. Agregat Moneter Pada tahun 1980-an. Sebagai contoh. Harga Penargetan Tingkat Harga penargetan tingkat mirip dengan inflation targeting kecuali bahwa pertumbuhan CPI dalam satu tahun atas atau di bawah target tingkat harga jangka panjang adalah offset pada tahun-tahun berikutnya sehingga tingkat harga yang ditargetkan tercapai dari waktu ke waktu. Norwegia. Polandia. Kolombia. Afrika Selatan. Aturan diusulkan oleh John B. 3. Di Amerika Serikat pendekatan kebijakan moneter dihentikan dengan pemilihan Alan Greenspan sebagai Ketua Fed. Islandia. memberikan kepastian lebih lanjut tentang masa depan kenaikan harga kepada konsumen. Dalam inflation targeting apa yang terjadi pada tahun-tahun terakhir segera tidak diperhitungkan atau disesuaikan dalam tahun berjalan dan masa depan. Brazil. Swedia. Filipina. Sementara kebijakan yang paling moneter berfokus pada sinyal harga satu bentuk atau lain. Turki. Selandia Baru. 14 . satu metode sederhana inflation targeting disebut aturan Taylor menyesuaikan tingkat suku bunga sebagai respon terhadap perubahan dalam tingkat inflasi dan kesenjangan output . misalnya lima tahun. beberapa negara menggunakan pendekatan yang didasarkan pada pertumbuhan konstan dalam jumlah uang beredar. Perubahan target suku bunga dibuat sebagai tanggapan terhadap berbagai indikator pasar dalam upaya untuk memperkirakan tren ekonomi dan dengan demikian pasar tetap pada jalur untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan.

atau mungkin juga kebijakan dari pemerintah (biasanya untuk mengendalikan inflasi dan impor kebijakan moneter kredibel). dll). yang dapat peringkat dalam kaitannya dengan cara kaku kurs tetap adalah dengan bangsa jangkar. Hal ini dapat terjadi karena penduduk setempat telah kehilangan iman semua dalam mata uang lokal. tingkat dipaksakan oleh-konvertibilitas tindakan-tindakan non (misalnya kontrol modal. impor/lisensi ekspor. Tingkat mungkin target tingkat tetap atau sebuah band tetap di mana nilai tukar dapat berfluktuasi sampai otoritas moneter campur tangan untuk membeli atau menjual yang diperlukan untuk mempertahankan nilai tukar dalam band. pemerintah daerah atau otoritas moneter menyatakan nilai tukar tetap tetapi tidak aktif membeli atau menjual mata uang untuk mempertahankan tingkat. Ada berbagai tingkat nilai tukar tetap. Sebaliknya. nilai tukar tetap dengan tingkat tetap dapat dilihat sebagai kasus khusus dari kurs tetap dengan band-band di mana band-band yang diatur ke nol). Di bawah sistem nilai fiat tetap. Di bawah sistem fixed-konvertibilitas. Dalam dolarisasi.4. Hal ini memastikan bahwa basis moneter lokal tidak akan mengembang tanpa didukung oleh mata uang keras dan menghilangkan segala kekhawatiran tentang berjalan di mata uang lokal dengan mereka yang ingin mengkonversi mata uang lokal ke mata uang (jangkar) keras. mata uang dibeli dan dijual oleh bank sentral atau otoritas moneter setiap hari untuk mencapai nilai tukar target. Dalam hal ini ada tingkat pasar gelap tukar dimana perdagangan mata uang pada pasar nilai tidak resmi. (Dalam kasus ini. baik secara eksklusif atau paralel dengan mata uang lokal. mata uang asing (biasanya dolar AS. maka istilah “dolarisasi”) digunakan secara bebas sebagai media pertukaran. 15 . Di bawah sistem nilai tukar tetap dikelola oleh suatu dewan mata uang setiap unit mata uang lokal harus didukung oleh unit mata uang asing (mengoreksi nilai tukar). Nilai Tukar Tetap Kebijakan ini didasarkan pada mempertahankan nilai tukar tetap dengan mata uang asing.

keterbukaan. Tingkat dimana kebijakan moneter lokal menjadi tergantung pada jangkar bangsa tergantung pada faktor-faktor seperti mobilitas modal. 2. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Jika ingin menambah jumlah uang beredar. 2. Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter.Kebijakan ini sering turun tahta kebijakan moneter dengan otoritas moneter asing atau pemerintah sebagai kebijakan moneter di negara mengelompokkan harus menyelaraskan dengan kebijakan moneter dalam jangkar bangsa untuk mempertahankan nilai tukar. yaitu antara lain : 1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Namun. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. yaitu : 1. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang. Fasilitas Diskonto (Discount Rate) 16 . pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. saluran kredit dan faktor ekonomi lainnya. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua. bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).

pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral. 4. 3. Sedangkan kebijakan campuran adalah merupakan campuran dari dua 17 . Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Kebijakan fiskal dan moneter adalah kebijakan yang di lakukan dengan tujuan untuk mengelola isi permintaan barang dan jasa. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. pemerintah menaikkan rasio. untuk mempertahankan produksi Yang mendekati full employment dan untuk mempertahankan tingkat harga barang dan jasa agar inflasi dan deflasi tidak terjadi. serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Untuk menurunkan jumlah uang beredar. Bagi negara sedang berkembang sebenarnya sulit untuk menyesuaikan antara pendapatan negara yang sedang berkembang rendah sedangkan kebutuhan untuk menyediakan barang dan jasa serta membelanjai pengeluaran yang lainya lebih besar. Untuk membuat jumlah uang bertambah. pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Untuk menambah jumlah uang.

Perbelanjaan pemerintah disuatu sektor akan dapat menggalakan penanaman modal yang lebih besar di sektor tersebut. kebijakan tersebut dapat mengurangi kemungkinan terjadinya inflasi. kebijakan fiskal dapat digunakan untuk mempengaruhi corak penggunaan sumber daya. yang pada giliranya permintaan dan penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa. Pertama-tama. dengan menjalankan kebijakan fiskal yang lebih berhati-hati (konsertif) daripada di negara maju. pengenaan pajak ataupun jumlah uang yang beredar secara bersama-sama. dan tingkat bunga akan memperngaruhi tingkat agregat. 18 . Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar surat berharga. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh terhadap permintaan dan penawaran agregat. C.kebijakan diatas yang dilakukan dengan cara mengubah pengeluaran. Peranan kebijakan moneter dan fiskal di Negara berkembang Walaupun alat-alat kebijakan fiskal yang tradisional tidak menciptakan hasil yang sama efektifnya dengan di negara maju. bila kebijakan yang dijalankan dengan memperhatikan keadaan di negara berkembang. sedangkan pajak yang tinggi di suatu sektor akan membatasi gairah pra pengusaha untuk menjalankan kegiatan di sektor tersebut. D. yaitu dengan selalu menjaga agar pengeluaran pemerintah tetap dalam keadaan seimbang dan menghindari melakukan pengeluaran yang berlebihan. dan pasar uang dan surat berhargta itu akan menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga. Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di harapkan. maka kebijakan itu dapat menjalankan peranan penting di dalam usaha untuk mempercepat proses pembangunan. Hubungan Antara Kebijakan Fiskal Dan Moneter Sebagaimana kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi pasar uang dan pasar surat berharga. Kedua.

Badan-badan keuangan dapat membantu mempertinggi pembentukan modal dalam suatu masyarakat. yaitu dengan mendorong masyarakat melakukan tabungan di dalam badan-badan 19 . Pendapatan pemerintah yang lebih tinggi ini memungkinkannya untuk melakukan pembentukan modal yang lebih banyak. Dengan demikian. kebijakan fiskal dapat digunakan untuk mempertinggi tingkat penanaman modal. Bentuk perangsang fiskal tersebut antara lain adalah memberikan pinjaman modal yang bersyarat ringan. pembebasan sementara pembayaran pajak.Kebijakan fiskal lainnya yang dapat digunakan untuk mempengaruhi corak penggunaan sumber daya dalam perekonomian adalah dengan memberikan perangsang fiskal (fiscal incentives) kepada perusahaan-perusahaan yang akan berusaha dalam beberapa bidang kegiatan tertentu atau di daerah-daerah tertentu. Akhirnya tugas kebijakan moneter adalah untuk membantu mempercepat proses pembangunan dengan mengembangkan lebih lanjut badan-badan keuangan yang telah ada dinegara berkembang. Bank sentral di negara berkembang harus secara lebih teliti dan berhati-hati mengawasi perkembangan penerimaan valuta asing dan mengawasi kegiatan dalam sektor luar negeri (ekspor dan impor). tujuan tersebut bisa pula dicapai dengan memberikan berbagai jenis perangsang fiskal seperti yang baru dijelaskan diatas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi seperti tugas untuk menciptakan penawaran uang yang cukup sehingga pertambahannya dapat selalu selaras dengan jalannya pembangunan yang memerlukan disiplin kuat dikalangan penguasa moneter dan juga dipihak pemerintah. perangsang fiskal memegang dua peranan penting dalam pembangunan. Akhirnya. Tugas kebijakan moneter di negara berkembang pada umunya jauh lebih berat dan rumit jika dibandingkan dengan di negara maju. dan modal tersebut antara lain berasal dari masyarakat. dan mengurangi atau membebaskan pajak impor barang-barang modal dan bahan-bahan mentah yang digunakan. asal saja ini tidak mengurangi perangsang untuk menaikan produksi. Di samping itu. mempercepat depresiasi baran-barang modal. Tujuan ini dapat dicapai dengan meningkatkan pajak di sektorsektor tertentu. Pembangunan ekonomi memerlukan modal. yaitu sebagai alat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan sebagai alat untuk memperbesar pembentukan modal.

20 . Bagi negara sedang berkembang sebenarnya sulit untuk menyesuaikan antara pendapatan negara yang sedang berkembang rendah sedangkan kebutuhan untuk menyediakan barang dan jasa serta membelanjai pengeluaran yang lainya lebih besar.keuangan. Tabungan yang diciptakan ini memungkinkan para penguasaha mendapatakan modal yang diperlukan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan membangun industri-industri. BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat penyusun simpulkan bahwa : Kebijakan fiskal dan moneter adalah kebijakan yang di lakukan dengan tujuan untuk mengelola isi permintaan barang dan jasa. untuk mempertahankan produksi Yang mendekati full employment dan untuk mempertahankan tingkat harga barang dan jasa agar inflasi dan deflasi tidak terjadi. pengenaan pajak ataupun jumlah uang yang beredar secara bersama-sama. dan selanjutnya mengalirkan tabungan ini kepada para pengusaha. Sedangkan kebijakan campuran adalah merupakan campuran daari dua kebijakan bdiatas yang di lakukan dengan cara mengubah pengeluaran.

Econ Jurnal. Prentice Hall. Larch. dan J. James (Desember 2004). M. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No:2 . Ekonomi Moneter. Rogoff. 1985. Kenneth.   Boediono (1997). BPFE. DL (2002): Jalan Ekonomi Berpikir. Seri Sinopsis Pengantar Ekonomi Moneter No:5 . “Komitmen optimal ke Target Moneter Intermediate”. Edisi Keempat. BPFE 21 . Boettke. Boediono (1997). Yogyakarta. Ekonomi Makro. edisi ketiga : Yogyakarta. PJ. Quarterly Journal of Economics 100 Forder. Nogueira Martins (2009): Kebijakan Fiskal Membuat di Uni Eropa – Sebuah Kajian Praktek dan Tantangan kini.DAFTAR PUSTAKA     Heyne. Prychitko. Routledge. “” Kredibilitas “dalam Konteks: Apakah Bankers Tengah dan ekonom Interpretasikan Jangka Waktu Berbeda”. PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful