Kuat Tekan Bebas Ok!

I.

TUJUAN
1. Menentukan besarnya nilai kekuatan tekan bebas suatu contoh tanah
asli (undisturbed) dan tidak asli (remolded).
2. Menentukan nilai sensitifitas tanah.

II. DASAR TEORI
Kuat tekan bebas (q
u
) adalah besarnya beban aksial persatuan luas pada
saat benda uji mengalami keruntuhan atau pada saat regangan aksial
mencapai 15-20%.
Percobaan unconfined terutama dilakukan pada tanah lempung (clay)
atau lanau (silt). Bila lempung mempunyai derajat kejenuhan 100%, maka
kekuatan gesernya dapat ditentukan langsung dari nilai kekuatan unconfined.
Hubungan konsistensi tanah dengan kekuatan tanah lempung dari
unconfined compressive strength test:

Tabel 3.5 Hubungan Kuat Tekan Bebas (q
u
) Tanah Lempung dengan
Konsistensinya

Konsistensi q
u
(kN/m
2
)
Lempung keras >400
Lempung sangat kaku 200 – 400
Lempung kaku 100 – 200
Lempung sedang 50 – 100
Lempung lunak 25 – 50
Lempung sangat lunak <25

Sumber Tabel: (Hary Christady Hardiyatmo, Mekanika Tanah I, hal. 320)

Apabila contoh lempung dari tanah tidak terganggu diremas tanpa
mengubah kadar airnya (remoulded), maka kekuatan contoh tersebut akan
turun. Sifat berkurangnya kekuatan tanah akibat adanya kerusakan struktur
tanah, dinamakan dengan kesensitifitasan (sensitifity). Tingkat
kesensitifitasan (ST) dapat ditentukan sebagai perbandingan antara kekuatan
tanah yang masih asli (undisturbed) dengan kekuatan tanah yang sama



setelah mengalami kerusakan (remoulded), bila tanah tersebut diuji dengan
tekanan tak tersekap.
o
q
u
(asli)
q
u
Kondisi tanah asli St = ÷÷÷÷÷÷÷
q
u
(tidak asli)

q
u
Kondisi tanah tidak asli



keterangan,
St = Tingkat kesensitifitasan
qu
asli
= Kuat tekan bebas maksimum pada kondisi undisturbed
(Kg/cm
2
)
qu
tidak asli
= Kuat tekan bebas maksimum pada kondisi remoulded
(Kg/cm
2
)


Dalam pengujian kuat tekan babas ada beberapa syarat yang harus
diperhatikan.
1. Penekanan
Sr = Kecepatan regangan berkisar antara 0.5 – 2 % permenit
2. Kriteria keruntuhan suatu tanah :
- Bacaan proving ring turun.
- Bacaan proving ring tiga kali berturut-turut hasilnya sama.
- Ambil pada c = 15 % dari contoh tanah, Sr = 1 % permenit, berarti
waktu maksimum runtuh = 15 menit.
Percobaan kuat tekan bebas dimaksudkan terutama untuk tanah
lempung atau lanau. Bila lempung itu mempunyai derajat kejenuhan 100
% maka kekuatan geser dapat ditentukan dari nilai kekuatan unconfined.
Pada sekitar tahun 1776 Coulomb memperkenalkan hubungan linear
yang terjadi antara tegangan normal dan tegangan geser.



| o t tan + = c
f

Dengan,
c = kohesi
| = sudut geser internal









Secara teoritis, untuk tanah lempung jenuh air yang sama uji tekanan
tak bersekap mampu dalam kondisi air termampatkan - tak terkendali
(Unconsolidated-Undrained) akan menghasilkan suatu harga Cu yang sama.
Tetapi pada kenyataannya pengujian unconfined compression pada tanah
lempung jenuh - air biasanya menghasilkan harga Cu yang lebih kecil dari
harga yag diperoleh dari pengujian Unconsolidated - Undrained.
Fakta ini dapat diperoleh dari tabel berikut ini:
Konsistensi

qu(ton/ft
2
KN/m
2
Sangat lunak 0 - 0,25 0 – 23,94
*
24
Lunak 0,25 – 0,5 24 – 48
Menengah 0,5 – 1,48 48 – 96
Kaku 1 - 2,96 96 – 192
Sangat kaku 2 – 4,192 192 – 383
Keras > 4 > 383
* Faktor konversi: 1 lb/ft
2
= 47, 88 kN/m
2


Garis keruntuhan Mohr-Coulomb |
Tegangan Normal
C



Pada tanah-tanah lempung yang terdeposisi (terendapkan) secara
alamiah dapat diamati bahwa kekuatan tekan tanah tak bersekap berkurang
banyak, bila tanah itu diuji ulang lagi setelah tanah itu menderita
kerusakan struktural (remolded) tanpa adanya perubahan dari kadar air,
seperti ditunjukkan pada gambar berikut




s o



Tegangan Axial


) (kerusakan u
(asli) u
q
q
St =

Dimana,
St = kesensitifan

Sifat berkurangnya kekurangan tanah akibat adanya kerusakan
struktural tanah tersebut disebut kesensitifan (sensitivity). Tingkat
kesensitifan dapat ditentukan sebagai ratio antara kekuatan tanah yang
masih asli dengan kekuatan tanah yang sama setelah terkena kerusakan
(remolded), bila tanah tersebut diuji dengan cara tekanan tak tersekap.
Ratio kesensitifan sebagian besar tanah lempung berkisar antara 1
sampai 8, biarpun pada tanah-tanah lempung maritim yang mempunyai
tingkat flokulasi yang sangat tinggi didapat juga harga ratio kesensitifan
yang dapat berkisar antara 10 sampai 80. Ada beberapa jenis tanah
lempung yang akibat kerusakan tersebut dapat tiba - tiba berubah menjadi
cair. Tanah-tanah seperti ini biasanya terdapat di Amerika Utara dan
daerah Semenanjung Scandinavia yang dulunya tertutup es.
Rusak (remolded)
Asli (undisturbed)
q
u





Klasifikasi Lempung Berdasarkan Kesensitifannya

Klasifikasi Tingkat Kesensitifan
Sangat quick 32 – 64
Quick tingkat menengah 16 – 32
Agak quick 8 – 16
Sangat sensitif 4 – 8
Sensitif tingkat menengah 2 – 4
Agak sensitif tidak sensitif 1 – 2

Sumber Tabel: (Braja M. Das, Mekanika Tanah I Jilid 2, hal. 33)

Kadar air dapat juga disebut Water Content di definisikan sebagai
perbandingan antara berat air dan berat butiran padat dari volume tanah.
100%
W W
W W
W
3 2
2 1
×
÷
÷
=

Berat volume dapat dinyatakan dalam berat butiran padat, kadar air,
dan volume total.
t d π
4
1
W W
V
W
2
1 2
× × ×
÷
= = c

Untuk menghitung regangan axial dihitung dengan rumus:
o
L
L A
= c
Dimana,
c = Regangan axial (%)
AL = Perubahan panjang (cm)
Lo = Panjang mula-mula (cm)
Besarnya luas penampang rata-rata pada setiap saat:
c ÷
=
1
0
A
A
Dimana,
A = Luas rata-rata pada setiap saat (cm
2
)
Ao = Luas mula-mula (cm
2
)




Besarnya tegangan normal:
N k P
A
P
. =
= o

Dimana,
o = Tegangan (kg/cm
2
)
P = Beban (kg)
K = Faktor kalibrasi proving ring
N = Pembacaan proving ring (div)

Sensitifitas tanah dihitung dengan rumus:
' o
o
= St
Dimana,
St = Nilai sensitivitas tanah
o = Kuat tekan maksimal tanah asli (kg/cm
2
)
o ‘ = Kuat tekan maksimal tanah tidak asli (kg/cm
2
)

III. ALAT DAN BAHAN
A. PERALATAN
1. Timbangan

2. Janka sorong

3. Stopwacth


4. Ring pencetak

5. Satu set mesin kuat
tekan bebas

6. Extruder





7. Alat perata




8. Kunci inggris



B. BAHAN
Tanah yang diambil ketika melakukan pengujian Boring di sekitar
laboratorium uji tanah.
IV. LANGKAH KERJA
A. Persiapan contoh tanah
Contoh tanah tediri dari 2 macam, yaitu : contoh tanah asli dan
contoh tanah tidak asli (remoulded).
Contoh tanah asli adalah contoh tanah yang langsung dicetak dari
tabung sample, sedangkan contoh tanah tidak asli adalah contoh tanah
yang dicetak kembali dari contoh yang sudah ditekan.
1. Contoh Tanah Asli
1.1. Contoh tanah dalam tabung dikeluarkan dengan extruder
sepanjang 1-2 cm, kemudian dipotong atau diratakan.
1.2. Pasang ring pencetak di depan tabung contoh, kemudian contoh
tanah diletakan ke dalam ring sampai penuh dan dilebihkan + 1
cm.
1.3. Contoh tanah yang dipotong kedua ujungnya diratakan,
kemudian dikeluarkan dari ring dan ditimbang.
2. Contoh Tanah Tidak Asli
2.1. Contoh tanah yang sudah ditekan dimasukkan ke dalam
kantong plastik dan dihancurkan atau diremas sambil dijaga
jangan sampai kadar airnya berubah dan terbuang.



2.2. Contoh tersebut dibagi menjadi beberapa bagian yang sama
sesuai dengan tingginya, misalakn untuk tinggi 10 cm menjadi
10 bagian.
2.3. Masing-masing bagian dipadatkan di dalam ring pencetak,
sesuai dengan pembagian di atas (masing-masing bagian untuk
tinggi + 1 cm), sehingga diperoleh kepadatana yang merata
dengan volume dan ukuran yang sama dengan contoh asli
sebelum ditekan.
2.4. Contoh tanah dikeluarkan dan ditimbang.

B. Pengujian
1. Contoh tanah dipasang pada rangka beban dan diatur hingga sentris
terhadap dongkraknya.
2. Pasang proving ring dan dial pengukuran regangan dan di stel pada nol
stand.
3. Tentukan kecepatan rengangan, biasanya kecepatan rengangan diambil
0,5 − 2 % per menit.
4. Mulai diadakan penekanan hingga terjadi keruntuhan sambil dikontrol
atau dicatat pembebanannya pada setiap interval regangan tertentu dan
pada waktu yang ditentukan.
5. Setelah runtuh, contoh tanah dikeluarkan dan gambar bentuk
keruntuhannya.

V. DATA, PERHITUNGAN DAN GRAFIK
Dik:
Ukuran sampel:
 Diameter = 3,74 cm
 Tinggi = 7,6 cm
 Luas = ¼ t d
= ¼ t (3.74)
2

= 10.98 cm
2

 Kalibrasi alat = 0.139 kg / divisi
 Kecepatan regangan = 1% mm / menit




Penyelesaian:
a. Tanah asli pada saat :
t = 2 menit
c = 0.02
N = 13 div
Ao = 10.98 cm
2
P = k x N
= 0,139× 13 = 1.807 kg

c

2

o

2
b. Tanah tidak asli pada saat :
T = 6 menit
c = 0.06
N = 37 div
A = 9.08 cm
2
P = 0.139 × 37
= 5.14 kg

c

2
o

2














Tabel Pengolahan Data Percobaan Uji Kuat Tekan Bebas
Bacaan
Dial
Waktu Regangan Luas Asli Tidak Asli
t (menit) ε (%) A (cm²) Ring P (kg) σ (kg/cm²) Ring P (kg) σ
(kg/cm²)
0 0.00 0.00 10.98 0.0 0.00 0.00 0.0 0.00 0.00
38 0.50 0.50 11.04 3.5 0.49 0.04 14.0 1.95 0.18
76 1.00 1.00 11.10 6.5 0.90 0.09 20.0 2.78 0.25
114 1.50 1.50 11.19 10 1.39 0.12 23.5 3.27 0.29
152 2.00 2.00 11.21 13 1.81 0.16 26.5 3.68 0.33
190 2.50 2.50 11.26 18 2.50 0.22 29.5 4.10 0.36
228 3.00 3.00 11.31 23 3.20 0.28 31.5 4.38 0.39
309 4.00 4.00 11.44 34 4.73 0.38 35.0 4.86 0.42
380 5.00 5.00 11.56 56 7.78 0.67 36.5 5.07 0.44
456 6.00 6.00 11.68 58 8.06 0.69 37.0 5.14 0.44
532 7.00 7.00 11.81 73 10.15 0.86 36.0 5.00 0.42
604 8.00 8.00 11.93 84 11.68 0.98 34.0 4.73 0.40
684 9.00 9.00 12.06 91 12.65 1.05 30.0 4.17 0.34
760 10.00 10.00 12.20 101 14.04 1.15
836 11.00 11.00 12.34 107 14.87 1.20
912 12.00 12.00 12.48 115 15.98 1.28
988 13.00 13.00 12.62 117 16.26 1.29
1064 14.00 14.00 12.77 13.90 1.09
1140 15.00 15.00
1216 16.00 16.00
1292 17.00 1700
1368 18.00 18.00
Grafik tegangan terhadap regangan

0
0.13
0.26
0.39
0.52
0.65
0.78
0.91
1.04
1.17
1.3
0 2.5 5 7.5 10 12.5 15
ASLI
TIDAK ASLI



VI. KESIMPULAN
1. Dari data kuat tekan tanah serta sensitivitas tanah, dapat diambil
kesimpulan:
- Nilai kuat tekan tanah asli maks. (o
u
) =1.28 kg/cm
2

- Nilai kuat tekan tanah tidak asli maks. (o
u
’) =0.44 kg/cm
2

- Nilai sensitifitas maks =

2. Berdasarkan Sensitifitas tanah yang diuji memiliki sensitifitas kelas
rendah.
3. Berdasarkan kuat tekannya
- Tanah asli memiliki konsistensi stiff
- Tanah tidak asli memiliki konsistensi stiff

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful