PATOFISIOLOGI HIPERTIROID

Filed Under: Endokrin — putri_rahza — 9 Comments August 29, 2010 2.1 Definisi Menurut Martin A. Walter, hipertiroid adalah kondisi umum yang berkaitan dengan meningkatnya morbiditas dan mortalitas, khususnya yang disebabkan oleh komplikasi kardiovaskuler. Sebagian besar disebabkan oleh penyakit graves, dengan nodul toksik soliter dan goiter multinodular toksik menjadi bagian pentingnya walaupun dengan frekuensi yang sedikit. Hipertiroidisme adalah kondisi di mana kerja hormon tiroid mengakibatkan respons yang lebih besar dari keadaan normal (Hudak & Gallo, …. 2.2 Klasifikasi a. Goiter Toksik Difusa (Graves’ Disease) Kondisi yang disebabkan, oleh adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh dimana zat antibodi menyerang kelenjar tiroid, sehingga menstimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid terus menerus. Graves’ disease lebih banyak ditemukan pada wanita daripada pria, gejalanya dapat timbul pada berbagai usia, terutama pada usia 20 – 40 tahun. Faktor keturunan juga dapat mempengaruhi terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh, yaitu dimana zat antibodi menyerang sel dalam tubuh itu sendiri. 1. Nodular Thyroid Disease Pada kondisi ini biasanya ditandai dengan kelenjar tiroid membesar dan tidak disertai dengan rasa nyeri. Penyebabnya pasti belum diketahui. Tetapi umumnya timbul seiring dengan bertambahnya usia. c. Subacute Thyroiditis

Ditandai dengan rasa nyeri, pembesaran kelenjar tiroid dan inflamasi, dan mengakibatkan produksi hormon tiroid dalam jumlah besar ke dalam darah. Umumnya gejala menghilang setelah beberapa bulan, tetapi bisa timbul lagi pada beberapa orang. d. Postpartum Thyroiditis Timbul pada 5 – 10% wanita pada 3 – 6 bulan pertama setelah melahirkan dan terjadi selama 1 -2 bulan. Umumnya kelenjar akan kembali normal secara perlahan-lahan. 2.3 Etiologi

2. Bahan – bahan tersebut merangsang aktivasi cAMP dalam sel. gejala yang khas juga sering tidak tampak. Pada hipertiroidisme. Bahan ini mempunyai efek perangsangan yang panjang pada kelenjar tiroid. sehingga jumlah sel-sel ini lebih meningkat beberapa kali dibandingkan dengan pembesaran kelenjar. Biasanya bahan – bahan ini adalah antibodi immunoglobulin yang disebut TSI (Thyroid Stimulating Immunoglobulin). Pada kebanyakan penderita hipertiroidisme. sehingga untuk memenuhi pesanan tersebut. misal karsinoma (yang kadang dapat menghasilkan bahan miripTSH) atau teratoma (yang mengandung jarian tiroid fungsional) 5. 3. Toksisitas pada strauma multinudular Adenoma folikular fungsional atau karsinoma (jarang) Edema hipofisis penyekresi-torotropin (hipertiroid hipofisis) Tumor sel benih. terkadang penderita hipertiroidisme mengalami kesulitan tidur.4 Patofisiologi Penyebab hipertiroidisme biasanya adalah penyakit graves. dengan hasil akhirnya adalah hipertiroidisme. 4. 2. Penyebab hipertiroid lainnya yang jarang selain penyakit graves adalah: 1. sedangkan konsentrasi TSI meningkat. Gejala klinis pasien yang sering berkeringat dan suka hawa dingin termasuk akibat dari sifat hormon tiroid yang kalorigenik.5 Manifestasi Klinis Pada stadium yang ringan sering tanpa keluhan. Tingginya sekresi hormon tiroid yang disebabkan oleh TSI selanjutnya juga menekan pembentukan TSH oleh kelenjar hipofisis anterior. karena ada sesuatu yang ―menyerupai‖ TSH. yakni selama 12 jam. goiter toksika. Efek pada kepekaan sinaps saraf yang mengandung tonus otot sebagai akibat dari hipertiroidisme ini menyebabkan terjadinya tremor otot yang halus dengan frekuensi 10-15 kali perdetik. sehingga penderita mengalami gemetar tangan yang abnormal. berbeda dengan efek TSH yang hanya berlangsung satu jam. setiap sel meningkatkan kecepatan sekresinya beberapa kali lipat dengan kecepatan 5-15 kali lebih besar daripada normal. Demikian pula pada orang usia lanjut. kosentrasi TSH plasma menurun. lebih dari 70 tahun.Lebih dari 95% kasus hipertiroid disebabkan oleh penyakit graves. kelenjar tiroid membesar dua sampai tiga kali dari ukuran normalnya. Nadi yang takikardi atau diatas normal juga merupakan salah satu efek hormon tiroid pada sistem kardiovaskuler. Tiroiditis (baik tipe subkutan maupun hashimato) yang keduanya dapat berhubungan dengan hipertiroid sementara pada fase awal. Karena itu pada pasien hipertiroidisme kosentrasi TSH menurun. kelenjar tiroid ―dipaksa‖ mensekresikan hormon hingga diluar batas. sel-sel sekretori kelenjar tiroid membesar. Tergantung pada beratnya . akibat peningkatan laju metabolisme tubuh yang diatas normal. suatu penyakit tiroid autoimun yang antibodinya merangsang sel-sel untuk menghasilkan hormon yang berlebihan. Eksopthalmus yang terjadi merupakan reaksi inflamasi autoimun yang mengenai daerah jaringan periorbital dan otot-otot ekstraokuler. disertai dengan banyak hiperplasia dan lipatan-lipatan sel-sel folikel ke dalam folikel. akibatnya bola mata terdesak keluar. yang berikatan dengan reseptor membran yang sama dengan reseptor yang mengikat TSH. 2. Bahkan akibat proses metabolisme yang menyimpang ini. Pada hipertiroidisme. Juga.

peningkatan pembentukan panas. keringat berlebihan 4.6 Pemeriksaan Diagnostik Diagnosa bergantung kepada beberapa hormon berikut ini: 1. . 2. d. e. yang dapat menyebabkan hiperglikemia. Bebas T3 (triiodotironin) 5. f.1 Obat Anti-Tiroid. 6. Obat-obat ini menyekat sintesis dan pelepasan tiroksin.hipertiroid. 4. Peningkatan frekuensi denyut jantung 2. i. Diagnosa juga boleh dibuat menggunakan ultrasound untuk memastikan pembesaran kelenjar tiroid 6. Penurunan kepekaan terhadap insulin. Jika dosis berlebih. yaitu peningkatan ukuran kelenjar tiroid 1. Peningkatan frekuensi buang air besar 6. yang diberikan paling sedikit selama 1 tahun. 2. Hipertiroidisme dapat disertai penurunan kadar lemak serum 7. peningkatan kepekaan terhadap katekolamin 3. TSH (Tiroid Stimulating Hormone) 3. Gondok (biasanya). Keluhan yang sering timbul antara lain adalah : 1. b. h. tremor. intoleran terhadap panas. Bebas T4 (tiroksin) 4. Peningkatan tonus otot. l. peningkatan rasa lapar (nafsu makan baik) 5. j. a. 3. 1.7. g.7 Penatalaksanaan Konservatif Tata laksana penyakit Graves 2. 5. Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4). Pengobatan jangka panjang dengan obat-obat antitiroid seperti PTU atau methimazol. 1. k. Obat ini menghambat produksi hormon tiroid. c. TSH. Gangguan reproduksi Tidak tahan panas Cepat letih Tanda bruit Haid sedikit dan tidak tetap Mata melotot (exoptalmus). 2. 2. Penurunan berat badan (tampak kurus). Peningkatan laju metabolisme basal. iritabilitas. pasien mengalami gejala hipotiroidisme. maka keluhan bisa ringan sampai berat. dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid.

kontraindikasi untuk anak-anak dan wanita hamil. Setelah eutiroid. Remisi yang dipertahankan dapat diramalkan dengan karakteristik sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) Kelenjar tiroid kemabali normal ukurannya Pasien dikontrol dengan obat antitiroid dosis yang relative kecil TSH R Ab [stim] tidak lagi dideteksi dalam serum Jika kelenjar tiroid kembali secara normal bisa disupresi setelah pemberian liotironin. penyekat beta manurunkan takikardia. Surgical 2. Indikasi : 1) Mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan – sedang dan tiroktosikosis 2) Untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif 3) 4) 5) Persiapan tiroidektomi Pasien hamil. 2. pasien masih dalam keadaan eutiroid. Karena manifestasi klinis hipertiroidisme adalah akibat dari pengaktifan simpatis yang dirangsang oleh hormon tiroid. Setelah tercapai eutiroid. dan dinilai apakah tejadi remisi. walaupun kemudian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. Propanolol dosis 40-200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan.FT4/T4/T3 dan TSHs. serta Lab.3 Tiroidektomi . kegelisahan dan berkeringat yang berlebihan. sementara menunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid.7. Lama terapi dengan obat-obat antitiroid pada penyakit Graves cukup bervariasi dan dapat berkisar dari 6 bulan sampai 20 tahun. maka manifestasi klinis tersebut akan berkurang dengan pemberian penyekat beta. Propranolol juga menghambat perubahan tiroksin perifer menjadi triiodotironin. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis. Kemudian pengobatan dihentikan. pasien kontrol setelah 4-8 minggu.7.2 Radioaktif iodine Tindakan ini adalah untuk memusnahkan kelenjar tiroid yang hiperaktif.Penyekat beta seperti propranolol diberikan bersamaan dengan obat-obat antitiroid. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan dipertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. usia lanjut Krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan.

Hipertiroid yang terjadi pada anak-anak juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Subacute Thyroiditis . Tetapi umumnya timbul seiring dengan bertambahnya usia. oleh adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh dimana zat antibodi menyerang kelenjar tiroid. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan dengan obat antitiroid. khususnya yang disebabkan oleh komplikasi kardiovaskuler. Goiter Toksik Difusa (Graves’ Disease) Kondisi yang disebabkan. Akibatnya adalah pelepasan HT dalam jumlah yang sangat besar yang menyebabkan takikardia. …. agitasi. Komplikasi lainnya adalah penyakit jantung hipertiroid.1 Definisi Menurut Martin A. Walter. Penyebabnya pasti belum diketahui. selama pembedahan kelenjar tiroid.8 Komplikasi Komplikasi hipertiroidisme yang dapat mengancam nyawa adalah krisis tirotoksik (thyroid storm). tremor. yaitu dimana zat antibodi menyerang sel dalam tubuh itu sendiri. 2. Faktor keturunan juga dapat mempengaruhi terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. atau terjadi pada pasien hipertiroid yang tidak terdiagnosis. Graves’ disease lebih banyak ditemukan pada wanita daripada pria. sehingga menstimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid terus menerus. c. hipertermia (sampai 1060F). Sebagian besar disebabkan oleh penyakit graves. Nodular Thyroid Disease Pada kondisi ini biasanya ditandai dengan kelenjar tiroid membesar dan tidak disertai dengan rasa nyeri. gejalanya dapat timbul pada berbagai usia. 1. 2. Hipertiroidisme adalah kondisi di mana kerja hormon tiroid mengakibatkan respons yang lebih besar dari keadaan normal (Hudak & Gallo. 2. dengan nodul toksik soliter dan goiter multinodular toksik menjadi bagian pentingnya walaupun dengan frekuensi yang sedikit. hipertiroid adalah kondisi umum yang berkaitan dengan meningkatnya morbiditas dan mortalitas. dermopati Graves.Tindakan Pembedahan ini untuk mengangkat kelenjar tiroid yang membesar. oftalmopati Graves. terutama pada usia 20 – 40 tahun. Hal ini dapat berkembang secara spontan pada pasien hipertiroid yang menjalani terapi.2 Klasifikasi a. dan apabila tidak diobati dapat menyebabkan kematian.

berbeda dengan efek TSH yang hanya berlangsung satu jam. Juga. akibat peningkatan laju metabolisme tubuh yang diatas normal. Pada hipertiroidisme. 2. 2. tetapi bisa timbul lagi pada beberapa orang. kelenjar tiroid membesar dua sampai tiga kali dari ukuran normalnya. dan mengakibatkan produksi hormon tiroid dalam jumlah besar ke dalam darah. disertai dengan banyak hiperplasia dan lipatan-lipatan sel-sel folikel ke dalam folikel. Postpartum Thyroiditis Timbul pada 5 – 10% wanita pada 3 – 6 bulan pertama setelah melahirkan dan terjadi selama 1 -2 bulan. goiter toksika. karena ada sesuatu yang ―menyerupai‖ TSH. 2. yang berikatan dengan reseptor membran yang sama dengan reseptor yang mengikat TSH. Gejala klinis pasien yang sering berkeringat dan suka hawa dingin termasuk akibat dari sifat hormon tiroid yang kalorigenik. Tingginya sekresi hormon tiroid yang disebabkan oleh TSI selanjutnya juga menekan pembentukan TSH oleh kelenjar hipofisis anterior. Penyebab hipertiroid lainnya yang jarang selain penyakit graves adalah: 1. sedangkan konsentrasi TSI meningkat. yakni selama 12 jam.3 Etiologi Lebih dari 95% kasus hipertiroid disebabkan oleh penyakit graves. Tiroiditis (baik tipe subkutan maupun hashimato) yang keduanya dapat berhubungan dengan hipertiroid sementara pada fase awal. setiap sel meningkatkan kecepatan sekresinya beberapa kali lipat dengan kecepatan 5-15 kali lebih besar daripada normal. 4. Bahan ini mempunyai efek perangsangan yang panjang pada kelenjar tiroid. sel-sel sekretori kelenjar tiroid membesar.4 Patofisiologi Penyebab hipertiroidisme biasanya adalah penyakit graves. Bahkan akibat proses metabolisme yang menyimpang ini. suatu penyakit tiroid autoimun yang antibodinya merangsang sel-sel untuk menghasilkan hormon yang berlebihan. dengan hasil akhirnya adalah hipertiroidisme. Bahan – bahan tersebut merangsang aktivasi cAMP dalam sel. kosentrasi TSH plasma menurun. Biasanya bahan – bahan ini adalah antibodi immunoglobulin yang disebut TSI (Thyroid Stimulating Immunoglobulin). Pada hipertiroidisme. Efek pada kepekaan sinaps saraf yang . sehingga jumlah sel-sel ini lebih meningkat beberapa kali dibandingkan dengan pembesaran kelenjar. 3. Karena itu pada pasien hipertiroidisme kosentrasi TSH menurun. pembesaran kelenjar tiroid dan inflamasi. Umumnya gejala menghilang setelah beberapa bulan. Toksisitas pada strauma multinudular Adenoma folikular fungsional atau karsinoma (jarang) Edema hipofisis penyekresi-torotropin (hipertiroid hipofisis) Tumor sel benih. Pada kebanyakan penderita hipertiroidisme.Ditandai dengan rasa nyeri. kelenjar tiroid ―dipaksa‖ mensekresikan hormon hingga diluar batas. sehingga untuk memenuhi pesanan tersebut. misal karsinoma (yang kadang dapat menghasilkan bahan miripTSH) atau teratoma (yang mengandung jarian tiroid fungsional) 5. Umumnya kelenjar akan kembali normal secara perlahan-lahan. d. terkadang penderita hipertiroidisme mengalami kesulitan tidur.

c. e. lebih dari 70 tahun. f. tremor. Tergantung pada beratnya hipertiroid. Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4). peningkatan rasa lapar (nafsu makan baik) 5. yaitu peningkatan ukuran kelenjar tiroid 1. peningkatan kepekaan terhadap katekolamin 3. Bebas T4 (tiroksin) 4. Hipertiroidisme dapat disertai penurunan kadar lemak serum 7. dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid. a. iritabilitas. Penurunan kepekaan terhadap insulin. yang dapat menyebabkan hiperglikemia. j. 3. 6. Keluhan yang sering timbul antara lain adalah : 1. keringat berlebihan 4. TSH (Tiroid Stimulating Hormone) 3. 2. 4. 5. h. d. Peningkatan laju metabolisme basal.5 Manifestasi Klinis Pada stadium yang ringan sering tanpa keluhan. 2. g. Diagnosa juga boleh dibuat menggunakan ultrasound untuk memastikan pembesaran kelenjar tiroid 6. 2. Demikian pula pada orang usia lanjut. Peningkatan tonus otot. akibatnya bola mata terdesak keluar.7 Penatalaksanaan . sehingga penderita mengalami gemetar tangan yang abnormal. l. Eksopthalmus yang terjadi merupakan reaksi inflamasi autoimun yang mengenai daerah jaringan periorbital dan otot-otot ekstraokuler. b. k. intoleran terhadap panas. Gangguan reproduksi Tidak tahan panas Cepat letih Tanda bruit Haid sedikit dan tidak tetap Mata melotot (exoptalmus). maka keluhan bisa ringan sampai berat. 1. peningkatan pembentukan panas. Nadi yang takikardi atau diatas normal juga merupakan salah satu efek hormon tiroid pada sistem kardiovaskuler. Bebas T3 (triiodotironin) 5. 2. Peningkatan frekuensi denyut jantung 2.6 Pemeriksaan Diagnostik Diagnosa bergantung kepada beberapa hormon berikut ini: 1. Gondok (biasanya).mengandung tonus otot sebagai akibat dari hipertiroidisme ini menyebabkan terjadinya tremor otot yang halus dengan frekuensi 10-15 kali perdetik. TSH. Penurunan berat badan (tampak kurus). Peningkatan frekuensi buang air besar 6. 2. gejala yang khas juga sering tidak tampak. i.

Indikasi : 1) Mendapat remisi yang menetap atau memperpanjang remisi pada pasien muda dengan struma ringan – sedang dan tiroktosikosis 2) Untuk mengendalikan tiroktosikosis pada fase sebelum pengobatan atau sesudah pengobatan yodium radioaktif 3) 4) 5) Persiapan tiroidektomi Pasien hamil. Penyekat beta seperti propranolol diberikan bersamaan dengan obat-obat antitiroid. serta Lab. Dikatakan remisi apabila setelah 1 tahun obat antitiroid di hentikan. Obat ini menghambat produksi hormon tiroid. Setelah eutiroid. Obat-obat ini menyekat sintesis dan pelepasan tiroksin. walaupun kemudian hari dapat tetap eutiroid atau terjadi kolaps.FT4/T4/T3 dan TSHs. Lama terapi dengan obat-obat antitiroid pada penyakit Graves cukup bervariasi dan dapat berkisar dari 6 bulan sampai 20 tahun. Remisi yang dipertahankan dapat diramalkan dengan karakteristik sebagai berikut: 1) 2) 3) Kelenjar tiroid kemabali normal ukurannya Pasien dikontrol dengan obat antitiroid dosis yang relative kecil TSH R Ab [stim] tidak lagi dideteksi dalam serum . yang diberikan paling sedikit selama 1 tahun. pasien kontrol setelah 4-8 minggu. Propranolol juga menghambat perubahan tiroksin perifer menjadi triiodotironin. pasien mengalami gejala hipotiroidisme. pemantauan setiap 3-6 bulan sekali: memantau gejala dan tanda klinis.1 Obat Anti-Tiroid. maka manifestasi klinis tersebut akan berkurang dengan pemberian penyekat beta. pasien masih dalam keadaan eutiroid.7. 1. Setelah tercapai eutiroid. kegelisahan dan berkeringat yang berlebihan. penyekat beta manurunkan takikardia. Propanolol dosis 40-200 mg dalam 4 dosis pada awal pengobatan. Jika dosis berlebih. Karena manifestasi klinis hipertiroidisme adalah akibat dari pengaktifan simpatis yang dirangsang oleh hormon tiroid. usia lanjut Krisis tiroid Penyekat adinergik ß pada awal terapi diberikan. obat anti tiroid dikurangi dosisnya dan dipertahankan dosis terkecil yang masih memberikan keadaan eutiroid selama 12-24 bulan. Kemudian pengobatan dihentikan. dan dinilai apakah tejadi remisi. sementara menunggu pasien menjadi eutiroid setelah 6-12 minggu pemberian anti tiroid.Konservatif Tata laksana penyakit Graves 2. Pengobatan jangka panjang dengan obat-obat antitiroid seperti PTU atau methimazol.

3 Tiroidektomi Tindakan Pembedahan ini untuk mengangkat kelenjar tiroid yang membesar. zat kontras beriodium. dermopati Graves. Dr. dan berhubungan dengan faktor pencetus: infeksi. EPIDEMIOLOGI Distribusi jenis kelamin dan umur pada penyakit hipertiroidi amat bervariasi dari berbagai klinik. di RS. Hal ini dapat berkembang secara spontan pada pasien hipertiroid yang menjalani terapi.2 Radioaktif iodine Tindakan ini adalah untuk memusnahkan kelenjar tiroid yang hiperaktif. agitasi. Akibatnya adalah pelepasan HT dalam jumlah yang sangat besar yang menyebabkan takikardia. partus. tetapi menurut beberapa penulis lain puncaknya antara 30–40 tahun. PENDAHULUAN Hipertiroidisme (Tiroktosikosis) merupakan suatu keadaan di mana didapatkan kelebihan kadar hormon tiroid bebas dalam darah. Hipertiroid yang terjadi pada anak-anak juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. kontraindikasi untuk anak-anak dan wanita hamil.7. penyakit serebrovaskular/strok. hipoglikemia. hipertermia (sampai 1060F). Karena ini berhubungan dengan suatu kompleks fisiologis danbiokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan. Perbandingan wanita dan laki-laki yang didapat di RSUP Palembang adalah 3. umumnya keadaan ini timbul pada pasien dengan dasar penyakit Graves atau Struma multinodular toksik. Komplikasi lainnya adalah penyakit jantung hipertiroid.44% — 48. Krisis tiroid merupakan suatu keadaan klinis hipertiroidisme yang paling berat mengancam jiwa.73%). Sedangkan distribusi menumt umur di RSUP Palembang yang terbanyak adalah pada usia 21 – 30 tahuii (41. selama pembedahan kelenjar tiroid. penghentian obat anti tiroid.1 : 1 di RSCM Jakarta adalah 6 : 1. dan apabila tidak diobati dapat menyebabkan kematian. Angka kejadian hipertiroidi yang didapat dari beberapa klinik di Indonsia berkisar antara 44.93% dari seluruh penderita dengan . 2. infeksi karena agranulositosis pada pengobatan dengan obat antitiroid. tromboemboli paru. 2. tremor.4) Jika kelenjar tiroid kembali secara normal bisa disupresi setelah pemberian liotironin. palpasi tiroid terlalu kuat. ketoasidosis diabetikum. operasi. 12 juta di antaranya terdapat di Indonesia. Surgical 2. Soetomo 8 : 1 dan di RSHS Bandung 10 :1.Jumlah penderita penyakit ini di seluruh dunia pada tahun 1960 diperkirakan 200 juta. atau terjadi pada pasien hipertiroid yang tidak terdiagnosis.8 Komplikasi Komplikasi hipertiroidisme yang dapat mengancam nyawa adalah krisis tirotoksik (thyroid storm). oftalmopati Graves. trauma.7. stress emosi.

atau hipotalamus. 1. ’’Solitary toxic adenoma’’ 2. Penyakit Grave b. Penyebab Utama a. aktivasi/sintesa protein enzim dalam sel dan peningkatan proses-proses intraseluler. Obat-obatan seperti Amiodarone PATOFISIOLOGI Hipertiroidi adalah suatu keadaan klinik yang ditimbulkan oleh sekresi berlebihan dari hormon tiroid yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Pemakaian yodium yang berlebihan e. Hipertiroidisme akibat rnalfungsi hipofisis memberikan gambaran kadar HT dan TSH yang finggi. Hormon-hormon tiroid ini berpengaruh terhadap semua sel-sel dalam tubuh melalui mekanisme transport asam amino dan elektrolit dari cairan ekstraseluler kedalam sel. proses oksidasi jaringan. Didapatkan pula peningkatan produksi triiodotironin (T3) sebagai hasil meningkatnya konversi tiroksin (T4) di jaringan perifer. Kanker pituitari f. Penyebab Lain a. TRF akan rendah karena uinpan balik negatif dari HT dan TSH. Penyakit troboblastis c. Aktivitas lipolitik yang meningkat pada jaringan lemak . hipofisis. Hipertiroidisme akibat malfungsi hipotalamus akan memperlihatkan HT yang tinggi disertai TSH dan TRH yang berlebihan. Tiroiditis b. Dalam keadaan normal hormon tiroid berpengaruh terhadap metabolisme jaringan. Di AS diperkirakan 0. Toxic multinodular goitre c.penyakit kelenjar gondok. biasanya sering pada usia di bawah 40 tahun ETIOLOGI Hipertiroidisme dapat terjadi akibat disfungsi kelenjar tiroid.4% populasi menderita Hipertiroid. Ambilan hormone tiroid secara berlebihan d. Pada mamalia dewasa khasiat hormon tiroid terlihat antara lain : 1. Peningkatan TSH akibat malfungsi kelenjar tiroid akan disertaipenurunan TSH dan TRF karena umpan balik negatif HT terhadap pelepasan keduanya. proses pertumbuhan dan sintesa protein.

takikardi. Pada beberapa penderita ditemukan adaya beberapa bahan yang mempunyai kerja mirip dengan TSH yang ada di dalam darah. tremor. kelenjar tiroid membesar dua sampai tiga kali dari ukuran normalnya. Terbentuknya autoantibodi tersebut diduga karena adanya efek dari kontrol immunologik (immuno-regulation). iritabilitas. payah jantung. banyak keringat. Biasanya bahan-bahan ini adalah antibodi imunoglobulin yang berikatan dengan reseptor membran yang sama degan reseptor membran yang mengikat TSH. peningkatan kepekaan terhadapKatekolamin 3. sehingga jumlah sel-sel ini lebih meningkat berapa kali dibandingkan dengan pembesaran kelenjar. Modulasi sekresi gonadotropin 3. Selain itu pada Hipertiroid sering pula ditemukan antibodi terhadap tiroglobulin dan anti mikrosom. Kadang-kadang gejala klinis yang ada hanya berupa penurunan berat badan. Peningkatan laju metabolisme basal. Bahan-bahan tersebut merangsang aktivasi terus-menerus dari sistem cAMP dalam sel. berat badan yang menurun. Patogenesis Hipertiroid masih belum jelas diketahui. Setiap sel meningkatkan kecepatan sekresinya beberapa kali lipat. peningkatan pembentukan panas. yang menghasilkan kalorigenesis dan fosforilasi oksidatif pada jaringan hati. kelemahan otot serta sering buang air besar yang tidak diketahui sebabnya. fibrilasi atrium. sedangkan antibodi tiroglobulin bisa ditemukan pada 50% penderita. Merangsang pompa natrium dan jalur glikolitik. sintesa protein dan lainlain akan terpengaruh. bahkan dengan pemeriksaan radioassay bisa ditemukan pada hampir semua penderita. Perubahan pada kelenjar tiroid ini mirip dengan perubahan akibat kelebihan TSH. Peningkatan frekuensi denyut jantung 2. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua antibodi ini mempunyai peranan dalam terjadinya kerusakan kelenjar tiroid. Aktivator ini merupakan antibodi terhadap reseptor TSH. sehingga disebut sebagai antibodi reseptor TSH. keadaan ini secara klinis akan terlihat dengan adanya palpitasi. ginjal dan otot. Anti-bodi ini sering juga disebut sebagai thyroid stimulating immuno-globulin (TSI) dan ternyata TSI ini ditemukan pada hampir semua penderita Hipertiroid. Pada kebanyakan penderita hipertiroidisme. defek ini dipengaruhi oleh faktor genetik seperti HLA dan faktor lingkungan seperti infeksi atau stress. Pada toxic nodular goiter peningkatan kadar hormon tiroid disebabkan oleh autonomisasi dari nodul yang bersangkutan dengan fungsi yang berlebihan sedangkan bagian kelenjar selebihnya fungsinya normal atau menurun. Mempertahankan pertumbuhan proliferasi sel dan maturasi rambut 4. disertai dengan banyaknya hiperplasia dan lipatan-lipatan sel-sel folikel ke dalam folikel. GEJALA-GEJALA 1. nafsu makan yang meningkat.2. kelemahan. Dengan meningkatnya kadar hormon ini maka metabolisme jaringan. Antibodi mikrosom ini bisa ditemukan hampir pada 60 -70% penderita Hipertiroid. Diduga peningkatan kadar hormon tiroid ini disebabkan oleh suatu aktivator tiroid yang bukan TSH yang menyebabkan kelenjar timid hiperaktif. dengan hasil akhirnya adalah hipertiroidisme. Peningkatan tonus otot. intoleran .

Tiroid scan untuk melihat pembesaran kelenjar tiroid 6. Pembesaran kelenjar tiroid 13. yang dapat menyebabkan hiperglikemia DASAR PENGOBATAN Beberapa faktor hams dipertimbangkan. Mata melotot (exoptalmus DIAGNOSA Diagnosa bergantung kepada beberapa hormon berikut ini : Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4). Faktor penyebab hipertiroidi 2. Penurunan berat. TSH(Tiroid Stimulating Hormone) 2. Cepat letih 10. Umur penderita . TSH. Bebas T4 (tiroksin) 3. Penurunan kepekaan terhadap insulin. Tidak tahan panas 9. Diagnosa juga boleh dibuat menggunakan ultrabunyi untuk memastikan pembesaran kelenjartiroid 5. Haid sedikit dan tidak tetap 12. Bebas T3 (triiodotironin) 4. dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid. yaitu peningkatan ukuran kelenjar tiroid 7. ialah : 1.terhadap panas. Peningkatan frekuensi buang air besar 6. 1. Gangguan reproduksi 8. Hipertiroidisme dapat disertai penurunan kadar lemak serum 7. peningkatan rasa lapar (nafsu makan baik) 5. keringat berlebihan 4. Gondok (biasanya). Tanda bruit 11.

Obat ini bekerja menghambat sintesis hormon tetapi tidak menghambat sekresinya. perchlorat dan thiocyanat. tapazole. 3) Obat penenang. PTU juga menghambat perubahan T4 menjadi T3 di jaringan tepi. serta menghambat coupling diiodotyrosine sehingga menjadi hormon yang aktif. Sarana diagnostik dan pengobatan serta pengalaman dokter dan klinik yang bersangkutan. Diet harus tinggi kalori. Penderita dianjurkan tidak melakukan pekerjaan yang melelahkan/mengganggu pikiran balk di rmah atau di tempat bekerja. 1 – methyl – 2 mercaptoimidazole (methimazole. serta harganya lebih murah sehingga . Pengobatan Umum B. yaitu dengan menghambat terbentuknya monoiodotyrosine (MIT) dan diiodotyrosine (DIT). yodium. Di samping itu perlu juga pemberian psikoterapi. 1) Obat antitiroid. Obat yang sering dipakai dari golongan thionamide adalah propylthiouracyl (PTU). Mengingat pada Hipertiroid sering terjadi kegelisahan. Pengobatan dengan Penyulit Pengobatan Umum 1) Istirahat. protein. Pengobatan Khusus. carbimazole. Dalam keadaan berat dianjurkan bed rest total di Rumah Sakit. MMI). Obat-obat yang termasuk golongan ini adalah thionamide. keseimbangan nitrogen yang negatif dan keseimbangan kalsium yang negatif. multivitamin serta mineral. Tanggapan penderita terhadap pengobatannya 6. 2) Diet. Berat ringannya penyakit 4. Ada tidaknya penyakit lain yang menyertai 5. Hal ini diperlukan agar hipermetabolisme pada penderita tidak makin meningkat.3. Pengobatan Khusus C. Pada dasarnya pengobatan penderita hipertiroidi meliputi : A. maka obat penenang dapat diberikan. Hal ini antara lain karena : terjadinya peningkatan metabolisme. lithium.

Sebagai persiapan operasi. demam rhinitis. Pengobatan dengan yodium (MJ) digunakan untuk memperoleh efek yang cepat seperti pada krisis tiroid atau untuk persiapan operasi. Jangka waktu pemberian tergantung masing-masing pen-derita (6 – 24 bulan) dan dikatakan sepertiga sampai setengahnya (50 – 70%) akan mengalami perbaikan yang bertahan cukup lama. alopecia. 3. Penelitian lain menunjukkan MMI lebih efektif dan kurang toksik dibanding PTU. Dalam satu penelitian dilaporkan bahwa pemberian PTU atau carbimazole dosis tinggi akan memberi remisi yang lebih besar. MMI tidak terikat albumin serum sedangkan PTU hampir 80% terikat pada albumin serum.Marigold dalam penelitiannya menggunakan cairan Lugol dengan dosis 1/2 ml (10 tetes) 3 kali perhari yang diberikan ’10 hari sebelum dan sesudah operasi. sakit kepala. 2) Yodium. trombositopenia. kemungkinan ini lebih besar pada penderita umur di atas 40 tahun yang menggunakan dosis besar Efek samping lain yang jarang terjadi.sehingga untuk ibu hamil dan menyusui PTU lebih dianjurkan. Pemberian yodium akan menghambat sintesa hormon secara akut tetapi dalam masa 3 minggu efeknya akan menghilang karena adanya escape mechanism dari kelenjar yang bersangkutan. berupa : arthralgia.l. sehingga meski sekresi terhambat sintesa tetap ada. MMI mempunyai waktu paruh dan akumulasi obat yang lebih lama dibanding PTU di clalam kelenjar tiroid. Apabila dalam waktu 3 bulan tidak atau hanya sedikit memberikan perbaikan. conjunctivitis. struma yang besar. cholestatic jaundice dan kadangkadang agranulositosis (0. edema. skin rash dapat ditanggulangi dengan pemberian anti histamin tanpa perlu penghentian pengobatan. Dosis yang sangat tinggi dapat menyebabkan hilangnya indera pengecap. maka harus dipikirkan beberapa ke-mungkinan yang dapat menggagalkan pengobatan (tidak teratur minum obat.pada saat ini PTU dianggap sebagai obat pilihan.gangguan gastrointestinal. Secara farmakologi terdapat perbedaan antara PTU dengan MMI/CBZ. biasanya diguna-kan dalam bentuk kombinasi. a. hipoprotombinemia. terbagi setiap 8 atau 12 jam atau sebagai dosis tunggal setiap 24 jam. antara lain adalah : 1. Dosis yang diberikan biasanya 15 mg per hari dengan dosis terbagi yang diberikan 2 minggu sebelum dilakukan pembedahan. limfadenopati. sehingga MMI lebih bebas menembus barier plasenta dan air susu. 3) Penyekat Beta (Beta Blocker). pernah mendapat pengobatanyodium sebelumnya atau dosis kurang) Efek samping ringan berupa kelainan kulit misalnya gatal-gatal. Akibatnya terjadipenimbunan hormon dan pada saat yodium dihentikan timbul sekresi berlebihan dan gejala hipertiroidi menghebat. MMI dan carbimazole sepuluh kali lebih kuat daripada PTU sehingga dosis yang diperlukan hanya satu persepuluhnya. Dosis obat antitiroid dimulai dengan 300 – 600 mg perhari untuk PTU atau 30 – 60 mg per hari untuk MMI/carbimazole.Obat antitiroid diakumulasi dan dimetabolisme di kelenjar gondok sehingga pengaruh pengobatan lebih tergantung pada konsentrasi obat dalam kelenjar dari pada di plasma. Waktu paruh MMI ± 6 jam sedangkan PTU + 12jam. 2. .2 – 0.7%).

Untuk persiapan pembedahan dapat diberikan kombinasi antara thionamid.Meningkatnya rangsangan sistem simpatis ini diduga akibat meningkatnya kepekaan reseptor terhadap katekolamin. guanetidin dan penyekat beta(propranolol) merupakan obat yang masih digunakan. Di samping pengaruh pada reseptor beta. 4) Ablasi kelenjar gondok. penderita yang keteraturannya minum obat tidak teijamin atau mereka dengan struma yang sangat besar dan mereka yang ingin cepat eutiroid atau bila strumanya diduga mengalami keganasan. Bila obat tersebut dihentikan. karena penggunaan dosis tunggal propranolol sebagai persiapan operasi dapat menimbulkan krisis tiroid sewaktu operasi. Tujuan pembedahan yaitu untuk mencapai keadaan eutiroid yang permanen.Terjadinya keluhan dan gejala hipertiroidi diakibatkan oleh adanya hipersensitivitas pada sistim simpatis. Tindakan pembedahan berupa tiroidektomi subtotal juga dianjurkan pada penderita dengan keadaan yang tidak mungkin diberi pengobatan dengan I(wanita hamil atau yang merencanakan kehamilan dalam waktu dekat). Propranolol dapat diberikan beberapa minggu sebelum operasi. Indikasi lain adalah mereka yang sulit dievaluasi pengobatannya.l. Hipertiroid Diposkan oleh Aep Saepudin Hipertiroid merupakan overfungsional kelenjar tiroid4.Penggunaan obat-obatan golongan simpatolitik diperkirakan akan menghambat pengaruh hati. Dengan penanganan yang baik. propranolol dapat menghambat konversi T4 ke T3 di perifer. dan alasan kosmetik. mengatasi kasus yang berat dan krisis tiroid.Berbeda dengan reserpin/guanetidin.Reserpin. Penggunaan propranolol a. maka dalam waktu ± 4 – 6 jam hipertiroid dapat kembali lagi. khususnya yang . propranolol lebih efektif terutama dalam kasus-kasus yang berat. kemudian dilanjutkan dengan pemberian larutan Lugol selama 10 – 14 hari sebelum operasi. Thionamid biasanya diberikan 6 – 8 minggu sebelum operasi. Sementara menurut Martin A Walter hipertiroid adalah kondisi umum yang berkaitan dengan meningkatnya morbiditas dan mortalitas. kombinasi obat ini dengan Yodium dapat diberikan 10 hari sebelum operasi. maka angka kematian dapat diturunkan sampai 0. Biasanya dalam 24 – 36 jam setelah pemberian akan tampak penurunan gejala. Hal ini penting diperhatikan. sebagai : persiapan tindakan pembedahan atau pemberian yodium radioaktif. yodium atau propanolol guna mencapai keadaan eutiroid. Dengan kata lain hipertiroid terjadi karena adanya peningkatan hormon tiroid dalam darah dan biasanya berkaitan dengan keadaan klinis tirotoksikosis. Pelaksanaan ablasi dengan pembedahan atau pemberian I a) Tindakan pembedahan Indikasi utaina untuk melakukan tindakan pembedahan adalah mereka yang berusia muda dan gagal atau alergi terhadap obat-obat antitiroid.

Keadaan ini biasanya terjadi karena adanya imunoglobulin yang menstimulasi tiroid dalam serum4. Pada penyakit graves. hiperkinesia. mudah lelah. sedangkan pada goiter multinodular toksik berhubungan dengan autonomi tiroid itu sendiri. suka dengan dingin. ETIOLOGI Lebih dari 90% kasus hipertiroid adalah akibat penyakit graves dan nodul tiroid toksik. khususnya pada masa nifas 2. Pada individu yang lebih muda. Adapun faktor lain yang mendorong respon imun pada penyakit Graves antara lain : 1. . dengan nodul toksik soliter dan goiter multinodular toksik menjadi bagian pentingnya walaupun dengan frekuensi yang sedikit2.3. Pada penyakit graves. dan sering terjadi penurunan berat badan tapi tanpa disertai dengan penurunan nafsu makan. Komplikasi hipertiroid pada mereka yang berusia lanjut dapat mengancam jiwa sehingga apabila gejalanya berat harus segera dirawat di rumah sakit. Namun penyakit graves dan goiter nodular merupakan penyebabnya yang paling umum. kulit (dermatopathy). Infeksi bakterial atau viral 5.3 . Penyakit graves sekarang ini dipandang sebagai penyakit autoimun yang tidak diketahui penyebabnya. diare. sudah dipastikan bahwa faktor lingkunganlah yang berperan dalam hal ini3. Pembesaran tiroid. manifestasi yang umumnya terlihat adalah palpitasi. Penghentian glukokotrikoid3 PATOGENESIS Perjalanan penyakit hipertiroid biasanya perlahan-lahan dalam beberapa bulan sampai beberapa tahun. tidak tahan panas. Kelebihan iodida di daerah defisiensi iodida4 3. Namun karena perbandingan penyakit graves pada monozygotic twins lebih besar dibandingkan pada dizygotic twins. yaitu tirotoksikosis. MANIFESTASI KLINIS 1. Terapi litium 4.disebabkan oleh komplikasi kardiovaskuler. Sebagian besar disebabkan oleh penyakit graves. Pada penderitanya biasanya terlihat adanya pembesaran kelenjar gondok didaerah leher. merokok. serta jari (acropathy)2. eye disease. limfosit T menjadi peka terhadap antigen yang terdapat dalam kelenjar tiroid dan merangsang limfosit B untuk mensintesis antibody terhadap antigen-antigen ini. gelisah. keringat yang berlebihan. Bukti tak langsung menunjukkan bahwa stress. Adanya antibodi dalam darah ini kemudian berkorelasi dengan penyakit aktif dan kekambuhan penyakit yang diterapi dengan obat-obat antitiroid3. hipertiroid merupakan akibat dari antibodi reseptor thyroid-stimulating antibody (TSI) yang merangsang aktivitas tiroid. tanda-tanda tirotoksikosis pada mata dan takikardia ringan juga sering terjadi2. Kehamilan. dan pretibial myxoedema yang berpengaruh terhadap bagian optik (opthalmopathy). Sederhananya penyakit graves merupakan multiple dari autoimun. infeksi serta pengaruh iodin ternyata berpengaruh terhadap sistem imun2.

Biasanya diberikan pada pasien-pasien muda dengan kelenjar kecil dan penyakitnya ringan. Setelah kenormalan fungsi tiroid tercapai dengan obat-obat antitiroid. ukuran kelenjar. Ada 3 metode yang dapat dilakukan: 1. Sehingga apabila tidak teliti diagnosis hipertiroid akan tersingkirkan oleh kehadiran T3 serum dan TSH normal2. tapi pengelolaannya lebih ditujukan untuk mengendalikan hipertiroid2. PROGNOSIS Hipertiroid yang disebabkan oleh goiter multinodular toksik dan toksik adenoma bersifat permanen dan biasanya terjadi pada orang dewasa. Terapi ini juga dapat menjadi pilihan bagi mereka yang mengalami penyakit graves pada masa kehamilan jika tidak ada toleransi pada obat-obat antitiroid. tremor. dimana protein abnormal (albumin) terdapat pada serum yang sebagian mengikat T4 bukan T3 yang mengakibatkan terjadinya peningkatan T4 dan FT4I serum. kemudian 2 hari sebelum operasi diberi larutan jenuh kalium iodida sebanyak 5 tetes 2 kali sehari. Terapi bedah (tiroidektomi subtotal). 4. Langkah ini untuk mengurangi . Selain itu juga dapat mengurangi gejalagejala hipertiroid dan mengurangi efek-efek (efek jangka pendek maupun efek jangka panjang) yang ditimbulkan oleh treatment dengan radioiodine5. TREATMENT Walaupun mekanisme autoimun bertanggung jawab atas penyakit sindrom Graves. Dalam kasus ini tidak ditemui adanya gambaran klinis hipertiroid. Namun prognosisnya akan jauh lebih baik setelah diterapi dengan iodin radioaktif. gelisah. Pada anak-anak terjadi pertumbuhan dengan pematangan tulang yang lebih cepat2. Misalnya pada sindrom hipertiroksemia disalbumik familial. Kadang-kadang mengenai seluruh tungkai bawah dan dapat meluas sampai ke kaki. diseupnea saat latihan. Pada dermopati terjadi penebalan kulit hingga tidak dapat dicubit. Terapi obat antitiroid (propil tiourasil atau metimazol) dan prekursornya carbimazole. Pada beberapa kasus biasanya diagnosis penyakit dibuat dengan pemeriksaan klinis dan laboratoris. diperuntukkan bagi pasien-pasien dengan kelenjar yang sangat besar atau goiter multinodular2. Sebelum dilakukannya tiroidektomi ini pasien diberi obat antitiroid sampai eutiroid ( kira-kira 6 minggu). 5. sisa kelenjar yang tersisa dan asupan iodin. Pada penyakit graves yang sering terjadi adalah pemisahan kuku dari bantalannya (onkolisis). direkomendasikan untuk menggunakan iodin radioaktif sebagai terapi definitifnya2. Pertumbuhan hormon tiroid kemungkinan akan terus bertambah perlahan-lahan selama diterapi dengan obat-obat antitiroid. 2. Dan lebih baik jika diberikan pada trimester kedua1.2. dan penurunan berat badan2. untuk mengurangi pembentukan hormon tiroid. Walaupun begitu harus dibedakan antara eutiroid dengan hipertiroid. dan dapat berkisar dari 6 bulan sampai 20 tahun2. dengan T3 dan T4 bebas serta TSH normal.3. Pada pasien-pasien di atas 60 tahun manifestasi yang mendominasi adalah manifestasi kardiovaskular dan miopati dengan keluhan palpitasi. Lama terapinya cukup bervariasi. DIAGNOSIS BANDING Penyakit graves terkadang terdapat dalam bentuk yang tidak biasanya dimana diagnosisnya tidak begitu jelas.3. Untuk dilakukannya terapi bedah ini juga harus diperhatikan dari segi usianya. 3.

jika ada respon tepat dan kelenjar mulai mengecil2. PILIHAN TERAPI Bervariasi sesuai dengan perjalanan. beratnya penyakit dan kebiasaan yang berlaku. . Terapi ini akan menimbulkan indikasi apabila ada reaksi alergi serius terhadap obat antitiroid2. 3. 3. 4. Obat-obat antitiroid dalam jangka panjang. jika kelenjar sangat besar (>150 g) atau multinodular atau jika pasien ingin segera hamil2. Radioiodin.vaskularitas kelenjar dan mempermudah operasi2. 1. Penggunaan agen beta ini tidak boleh diberikan kepada pasien yang mengalami asma dan gagal jantung. 4. Terapi iodin radioaktif. 2.6. Selain itu juga dapat diberikan kepada pasien dengan komplikasi penyakit graves dan ophthalmopathy2. Di Amerika Serikat terapi radioiodin menjadi terapi pilihan untuk kebanyakan pasien sementara di Eropa dan Asia lebih suka terapi dengan obat-obat antitiroid3. Tindakan-tindakan medis lain (misalnya dengan agen penghambat beta adrenergik). Tiroidektomi. Terapi ini aman dan cocok untuk segala jenis hipertiroid khususnya pada mereka yang berusia lanjut. Beberapa studi menyatakan bahwa treatment dengan radioiodine ini dapat memperburuk kondisi opthalmophaty pada sebagian kecil pasien yang perokok2. jika obat antitiroid yang dibutuhkan berdosis besar dan kelenjar tidak mengecil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful