You are on page 1of 4

Nama : Qurratul Ain N.

NPM : 1006660245

HEAT-TREATABLE ALLOYS Perlakuan pemanasan larutan (solution heat treating) adalah proses memanaskan material pada temperatur tertentu untuk waktu tertentu dan kemudian dilakukan pendinginan secara cepat, biasanya dengan mencelupkan ke dalam air. Penuaan alami (T1, T2, T3, T4) adalah proses yang terjadi secara spontan pada temperatur biasa sampai logam mencapai kondisi stabil. Proses ini bertujuan untuk mengeraskan logam setelah solution heat treatment. Sedangkan penuaan buatan (T5, T6, T9) adalah proses pemanasan untuk periode tertentu (2 – 30 jam) pada suhu rendah (100200ºC) hingga logam mencapai kondisi kestabilan. Proses ini mengeraskan atau meningkatkan kekuatan setelah solution heat treatment secara lebih cepat dibandingkan dengan penuaan alami dan untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus. Contoh paduan yang dapat dikuatkan dengan pemberian panas (heat treatable) adalah aluminium. Pada paduan aluminium baik wrought product maupun cast product dapat ditingkatkan sifat mekanisnya dengan cara heat treatment (paduan yang dapat di heat treatment), sedangkan untuk paduan yang tidak dapat di heat treatment hanya mengandalkan efek pengerjaan dingin untuk pencapaian sifat mekanis yang dibutuhkan. Tujuan utama proses heat treatment pada paduan aluminium adalah : 1. Melunakkan paduan untuk meningkatkan proses pengerjaan (tidak relevan untuk casting). 2. Untuk meningkatkan kekuatan dan menghasilkan properti mekanis yang diinginkan 3. Untuk menstabilkan properti fisik ataupun mekanis atau ketahanan korosi, dan untuk menghindari perubahan yang akan muncul karena waktu pada temperatur ruang atau temperatur yang dinaikkan. 4. Untuk memastikan kestabilan dimensi selama pemakaian 5. Untuk menghilangkan tegangan sisa yang disebabkan oleh pendinginan yang tak merata. Pada material aluminium ini terdapat penamaan atau penandaan kondisi jenis heattreatment supaya perlakuan pemanasan yang diberikan dapat membedakan sifat yang satu

perlakuan pemanasan larutan dan penuaan buatan.  T5. . yang substannya dikembangkan dengan penuaan buatan. Penandaan W menyatakan kondisi tidak stabil dan tidak umum digunakan. Penandaan temper dan penjelasan singkat mengenai prosesnya dijelaskan sebagai berikut:  T1.  T2. didinginkan dari proses pembentukan kenaikan temperatur dan penuaan buatan. seperti pencetakan dan ekstrusi. Penandaan T yang diikuti angka 1 sampai 10 menyatakan proses yang diberikan pada logam cast dan alloy tersebut. W dan T merupakan penandaan yang diberikan pada aluminium wrought dan cast yang dapat di heat-treatment (artinya logam logam yang dapat dikuatkan dengan pemberian panas atau proses thermal).  T3. atau kestabilan dimensi. pengerjaan dingin.  T4. Penandaan ini diberikan untuk produk yang mengalami pengerjaan dingin untuk meningkatkan kekuatan setelah pendinginan dari proses pengerjaan panas seperti rolling atau ekstrusi dan untuk properti mekanis yang telah distabilisasi dengan ageing pada suhu ruang. didinginkan dari proses pembentukan dengan kenaikan suhu dan penuaan alami sampai kondisi substan stabil. dan naturally aged sampai kondisi substan stabil.dengan yang lainnya.  T6. natural aging sampai kondisi substan stabil. pengerjaan dingin. T3 diberikan untuk produk yang mengalami pengerjaan dingin untuk meningkatkan kekuatan setelah solution heat-treatment dan untuk sifat mekanis yang telah distabilisasi dengan ageing pada suhu ruang. Perlakuan pemanasan larutan dan aging secara alami sampai kondisi substan stabil. Penandaan ini juga diberikan untuk produk yang diratakan dan diluruskan setelah proses pendinginan dari proses pembentukan. dan untuk sifat mekanis yang telah dikembangkan dengan penuaan buatan (artificially aging). Penandaan ini diberikan pada produk yang tidak mengalami pendinginan setelah solution heat-treatment dan untuk properti mekanis. Perlakuan pemanasan larutan. didinginkan dari proses pembentukan dengan kenaikan suhu. Penandaan ini diberikan pada produk yang tidak mengalami pengerjaan dingin setelah proses pembentukan dengan kenaikan suhu seperti proses pencetakkan dan proses ekstrusi dan untuk properti mekanis setelah distabilisasi dengan ageing pada suhu ruang. Penandaan ini diberikan pada produk yang tidak mengalami pengerjaan dingin setelah didinginkan dari proses pembentukan dengan kenaikan suhu. Penandaan ini diberikan pada produk yang tidak mengalami pengerjaan dingin setelah solution heat-treatment dan untuk properti mekanis yang telah distabilisasi dengan ageing pada suhu ruang. atau keduanya.

Penandaan ini diberikan pada produk yang mengalami pengerjaan dingin.id/file?file=digital/124757-R040822-Efisiensi%20perlakuan-Literatur. dan penuaan buatan.php http://lontar. yang secara spesifik untuk meningkatkan kekuatan dan untuk sifat mekanis. pengerjaan dingin. Penandaan ini diberikan pada produk wrought yang telah mengalami penuaan buatan setelah solution heat-treatment di luar puncak kekuatan agar dihasilkan karakter special.ui.pdf .  T9. Perlakuan pemanasan larutan dan overaged atau stabilized. Penandaan ini diberikan pada produk yang mengalami pengerjaan dingin setelah penuaan buatan yang secara spesifik untuk meningkatkan kekuatan.cad. Referensi : http://www. Penandaan ini diberikan untuk produk yang mengalami pengerjaan dingin yang secara spesifik untuk meningkatkan kekuatan setelah proses pendinginan dari proses pembentukan dengan kenaikan suhu. atau kestabilan dimensional.pdf.  T8. dan pengerjaan dingin. setelah solution heattreatment. dan untuk properti mekanis yang telah dikembangkan oleh penuaan buatan. Perlakuan pemanasan larutan.  T10.sun. didinginkan dari proses pembentukan kenaikan suhu.za/catalogs/Aluminium/AluminiumEngineering_Handbook_AlumCity .ac.ashx http://www. dan artificially aged. yang substannya dikembangkan dengan penuaan buatan.uk/datasheets/Aalco-Metals-Ltd_Aluminium-Alloy_TemperDesignations_93.aalco. T7. seperti rolling atau ekstrusi. pengerjaan dingin. penuaan buatan.pdf http://www.net/basic_temper. Perlakuan pemanasan larutan.ac.co.aviationmetals. Penandaan ini juga diberikan pada produk cast yang telah mengalami penuaan buatan setelah solution heat treatment untuk mendapatkan stabilitas kekuatan dan dimensional. seperti mempertinggi ketahanan terhadap korosi retak tegang atau pengelupasan. atau keduanya.

stamping). unless stabilised. Mainly used for 5000 series alloys. .e. Sometimes called temper let-down. Partial annealing (H24) . non-heat treatable range.) The purpose of stabilising is to relieve the residual internal stress in the metal. drawing. This process usually improves ductility dan is only applied to those alloys which. rolling.General term for processes which increase strength of aluminium dan reduce the ductility. Stabilising (H34) . Sometimes called strainhardening. (i.g. pressing.A low temperature thermal treatment or heat introduced during manufacture which stabilises the mechanical properties. (e.A heating process which reduces strength dan increases ductility of aluminium after work hardening. gradually age-soften at room temperature.NON HEAT-TREATABLE ALLOYS Work hardening (H14) .