TEKNIK PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT I. II.

-

TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS Tujuan Instruksional Umum : Setelah pelajaran selesai, peserta dapat : Memahami teknik pembuatan kompos

III.

Tujuan Instruksional Khusus : Setelah pelajaran selesai, peserta dapat : 1. Memahami dan mengerti bahan-bahan organic yang dapat dikomposkan 2. Mengerti tahapan-tahapan dalam pembuatan kompos 3. Membuat sendiri kompos dari bahan sampah organic
IV.

Waktu :

6 jam pelajaran Materi I. Pendahuluan -

Pengertian Kompos Kompos adalah proses dekomposisi secara aerob bahan organik (berasal dari tumbuhan dan hewan). Kompos digunakan di perkebunan dan pertanian untuk memperbaiki tanah, dan secara komersial digunakan dalam industri lanskap dan tanaman. Selain itu juga digunakan untuk pengendalian erosi, reklamasi lahan/aliran, konstruksi lahan basah, dan penutup lahan urug. Kompos digunakan pula sebagai media untuk pembenihan, biasanya dicampur dengan sedikit pasir untuk meningkatkan drainase. Kompos adalah bahan organic yang dapat digunakan untuk memperbaiki tanah atau sebagai media untuk pertumbuhan tanaman. Kompos yang telah matang adalah bahan yang telah stabil dengan kandungan humus, berwarna coklat gelap atau hitam dan mirip serta berbau tanah. Kompos terbentuk dari kombinasi bahan organic (contoh: sampah halaman, sisa makanan, kotoran ternak) dalam suatu rasio tertentu pada tumpukan, barisan atau alur; dengan menambahkan bahan pemadat (contoh: potongan kayu) bila diperlukan untuk mempercepat penghancuran bahan organic; dan membiarkan bahan terkomposkan benarbenar stabil dan matang melalui proses pendiaman.

-

Gambar di bawah menunjukkan kompos yang sudah matang

Program Studi / Bidang Studi:

Dikeluarkan oleh:

Tanggal:

Pendidikan Lignkungan Hidup
Nama :

Sukatma - Bekti

20/Dec/12

Halaman:

8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2

0-1

lemak dan logam berat dari air larian. Ukuran partikel sampah organik juga menentukan besarnya ruang antar bahan ( porositas) . Bila dapat menerapkan. menyediakan mineral dan nutrient yang dibutuhkan tanaman. Untuk meningkatkan luas permukaan kontak dilakukan dengan memperkecil ukuran Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . d. Kompos matang. yang tidak dapat rusak paa dekomposisi natural. terlalu padat dan miskin. Perbaikan tanah terkontaminasi sampah beracun dengan hemat biaya. mikroba pengurai akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi berjalan lambat. akan menghemat biaya paling sedikit 50% untuk teknologi perbaikan tanah. Memfasilitasi penghutanan kembali. Menghilangkan padatan. Proses pelapukan ( dekomposisi) bahan organik. Mendukung hasil tanaman pertanian lebih tinggi.Gambar 1. Aktivitas mikroba berada diantara permukaan area dan udara. Saat vegetasi jatuh ke lahan. Kompos yang yang sudah matang Pengkomposan secara alamai. f. ia akan menguraikan secara lambat.6% volatile organic chemicals (VOCs) industri pada udara tercemar. perbaikan lahan basah.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-2 . Mikroba pengurai ( dekomposer) memecah senyawa Carbon ( C) sebagai sumber energi dan menggunakan N untuk sintesis protein. g. air dan udara terpolusi. dipengaruhi oleh faktor. c.yang mempengaruhinya. b. dan usaha penguatan habitat dengan perbaikan tanah yang terkontaminasi. merupakan suatu produk dari proses dengan suhu tinggi yang bias menghancurkan pathogen dan bibit-bibit. Menangkap dan merusak 99.faktor . binatang dan mikroorganisma. Rasio C/ N yang terlalu tinggi. Pada rasio C/ N di antara 30 s/ d 40 mikroba mendapatkan cukup C untuk energi dan N untuk sintesis protein. e. minyak. antara lain: 1. dimulai oleh tanaman pertama di bumi dan kemudian terus berlanjut. Mengurangi atau menghilangkan kebutuhan akan pupuk. Rasio C/ N : rasio yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antara 30: 1 hingga 40: 1. Manfaat Kompos : a. Menekan penyakit dan hama tanaman. Permukaan area yang lebih luas akan meningkatkan kontak antara mikroba dengan bahan dan proses dekomposisi akan berjalan lebih cepat. atau dekomposisi secara biologi.

sebagaimana diatas. 5. Apabila kelembaban lebih besar dari 60% .Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-3 .maka. Berdasar persyaratan bagi berlangsungnya proses pengomposan yang baik. Pengecilan ukuran sampah bisa dilakukan dengan merajang atau mencacah dengan mesin pencacah. Kecukupan oksigen ( aerasi) dapat ditingkatkan dengan melakukan pembalikan atau mengalirkan udara di dalam tumpukan kompos. tulang dan makanan berlemak (seperti keju. posiritas dan kandungan air bahan ( kelembaban) . Rongga. volume udara berkurang. Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan. maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses penguraian material organik juga akan terganggu. hewan dan tumbuhan) akan lebih cepat terurai jika berukuran kecil ( 10. mayones.partikel bahan material kompos tersebut dengan mencacah sampah organik sebelum dilakukan proses dekomposisi lebih lanjut. Kompos ini akan menambah tekstur tanah kebun. dan sisa minyak goreng) sebaiknya dibuang ke kontener. Mengkomposkan sampah dapur harus dengan perhatian khusus. 2. Kelembaban ( moisture content) memegang peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme mikroba dan secara tidak langsung berpengaruh pada suplay oksigen. hara akan tercuci. 3. Mikrooranisme dapat memanfaatkan bahan organik apabila bahan organik tersebut larut di dalam air. satu tahapan menyiapkan pengomposan sampah organik yang penting adalah pengecilan ukuran bahan organik.15 mm) . Apabila aerasi terhambat. Sampah taman. aktivitas mikroba akan mengalami penurunan dan akan lebih rendah lagi pada kelembaban 15% . Bahan Kompos Segala yang awalnya hidup. Porositas adalah ruang diantara partikel di dalam tumpukan kompos. bisa dikomposkan. akibatnya aktivitas mikroba pengurai akan menurun dan akan terjadi fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap.rongga ini akan diisi oleh air dan udara. Mesin pencacah ini berguna untuk memudahkan proses pencacahan sampah organik menjadi bahan pembuatan kompos dan pupuk cair. Aerasi ditentukan oleh ukuran partikel. Porositas dihitung dengan mengukur volume rongga dibagi dengan volume total. 4. rumput yang dipotong. tanaman kebun yang mati.60 % adalah kisaran optimum untuk metabolisme mikroba. Apabila rongga dijenuhi oleh air. Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . Mulsa dan pelapis sela akhirnya juga terdekomposisi dan kemudian menjadi kompos. Kelembaban 40 . Apabila kelembaban di bawah 40% . adalah bahan kompos yang baik. Pengomposan ( dekomposisi) akan cepat bila terjadi dalam kondisi yang cukup oksigen ( aerob) Aerasi secara alami akan terjadi pada saat terjadi peningkatan suhu yang menyebabkan udara hangat keluar dan udara yang lebih dingin masuk ke dalam tumpukan kompos. Sampah organik ( material sisa berasal dari makhluk hidup meliputi manusia. maka akan terjadi proses dekomposisi tanpa oksigen ( anaerob) sehingga menghasilkan bau tidak sedap. Sampah taman yang berkayu dapat dipotong dan diperkecil ukurannya hingga cukup untuk kayu bakar atau diserut untuk menjadi mulsa dan pelapis sela. seperti daun yang gugur. Sebaiknya daging.

untuk memperbaiki tanah sekitar pepohonan. Pengkomposan ini dimulai begitu bahan mentah bercampur. Selama tahap awal proses.Gambar 2. temperatur akan menurun secara bertahap sampai temperatur kompos mencapai temperatur udara terbuka. dan bisa digunakan sebagai campuran media pembenihan dan pelapis permukaan media tanam. segera dikonsumsi oleh mikroorganisme. Kompos ini akan menambah tekstur tanah kebun. dan sebagai bahan perbaikan tanah untuk tanaman dalam ruangan dan tanaan dalam kotak. oksigen dan komponen bahan mentah yang mudah diurai.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-4 . Potongan/serutan kayu yang digunakan sebagai mulsa atau pelapis sela akan terdekomposisi dan terkomposkan. Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . Membuat Kompos dan Manfaatnya Penggunaan kompos Kompos dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman bunga dan sayur. Temperatur tumpukan terkait langsung dengan aktifitas mikroorganisme dan menjadi indikator yang baik untuk mengetahui apa yang terjadi dalam tumpukan. Saat masa aktif proses pengkomposan menjadi lambat. Temperatur bahan pengkomposan biasanya mengikuti pola peningkatan suhu 120-1400C yang dipertahankan beberapa minggu.

Pertama mereka memecah jaringan tumbuhan dan menjadi penghasil kompos paling besar dan paling efektif. Gambar 4. Jamur dan protosoa segera bergabung dengan bakteri dan kemudian diikuti oleh kelabang. kumbang dan cacing.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-5 . Dengan prinsipprinsip berikut. Organisme dalam Kompos Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . lipan. setiap orang dapat memanfaatkan sampah organic mereka secara optimal Gambar 3 Inti Pengkokposan Biologi Tumpukan kompos sebenarnya adalah kumpulan pembiakan mikrobia.Proses Pengkomposan Secara Alami Ada beberapa faktor yang harus dikontrol untuk mendapatkan proses pengkomposan yang baik. Esensial pengkoposan. Bakteri memulai proses penghancuran bahan organik.

Kelembaban dan Aerasi Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . Keseimbangan ini dapat tercapai dengan mencampurkan dua bagian potongan rumput ( yang mempunyai rasio C\N 20:1) dengan satu bagian daun yang gugur (60:1) di kompos kita. Oleh karena itu sebaiknya sampah organik kita perkecil ukurannya sebelum dikomposkan. Karbon dan nitrogen dari sel-sel tanaman mati dan mikrobia mati. maka semakin cepat bahan dapat didekomposisi. seperti ganggang dan sampah kebun. Ini seperti es yang berukuran besar akan lebih lambat meleleh bila dibandingkan dengan es yang terpecah dalam ukuran yang lebih kecil. Materi lain dapat pula digunakan. menjadi bahan bakar bagi aktifitas mereka. berkisar dari 500:1 untuk serbuk gergaji. panas. Tabel 1. tetapi percampuran merupakan cara terbaik untuk pengkomposan. Cara pelapisan dapat pula dilakukan. Mikroorganisme menggunakan karbon pada sampah daun dan kayu sebagai sumber energi. Beberapa rasio C/N (berdasar berat kering) Area Permukaan Semakin banyak permukaan bahan diaman mikroorganisma dapat bekerja. Rasio C\N 30:1 ideal untuk aktifitas mikrobia pengkomposan.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-6 . Tabel di bawah memberikan perkiraan rasio beberapa bahan organik. Rasio C\N 30:1 sangat ideal untuk pengkomposan yang cepat. Segala bentuk organik memiliki perbandingan karbon nitrogen (C\N) di jaringannya. hingga 15:1 untuk potongan kecil.Bahan-bahan Segala yang tumbuh di kebun anda adalah makanan potensial bagi pengurai-pengurai kecil ini. Nitrogen menjadi bahan pembentukan protein bagi tubuh mikrobia. Sementara rasio lebih tinggi (seperti 50:1) akan mencukupi untuk pengkomposan lambat.

Lokasi seharusnya tidak mengganggu lanskap. Seleksi lokasi pengkomposan: Lokasi yang baik sangat membantu keberhasilan dari tumpukan kompos. Waktu dan Temperatur Semakin cepat pengkomposan. Anda akan memiliki panas. maka akan memberikan permukaan area kontak yang besar dan sejumlah besar volume. Gambar 5 Rumah Kompos Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . Drainase yang baik sangat penting. karena kalau tidak maka air menggenang akan menghambat proses dekomposisi. pengkomposan cepat (terlalu panas bagi tangan) dan kemungkinan memerlukan pembalikan. Mikrobia di tumpukan kompos demikian pula.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-7 . Matahari atau hujan secara ekstrem dapat berpengaruh terdahap keseimbangan kelembaban di tumpukan. Air harus tersedia.Semua kehidupan di bumi membutuhkan sejumlah air dan udara untuk bertahan. semakin panas tumpukan. dan lihatlah bahwa kelembaban dan aerasi mencukupi. Mereka berfungsi terbaik ketika bahan kompos selembab kondisi karang dengan banyak jalan udara. Tumpukan kompos harus dipaparkan sinar matahari paling sedikit 6 jam/hari. Jika anda menggunakan bahan dengan rasio C/N yang sesuai. Langkah-langkah untuk memproduksi kompos dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.

Mikroorganisma menggunakan karbon untuk energi dan pertumbuhan. ganggang Kotoran hewan Potongan kayu.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-8 . Material berkayu. Sortasi Sampah Domestik Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . Karbon ditemukan pada bahan yang kering dan kecoklatan seperti daun. potongan sayur. dan kotoran ternak. serbuk kayu. Kondisi pengkomposan optimum didapatkan dengan kisaran ukuran diameter partikel 0. kecuali bila sebelumnya dipotong kecilkecil atau diserut. serbuk gergaji Ranting. sementara nitrogen esensial untuk pertumbuhan dan reproduksi. Tabel di bawah mendaftar bahan yang dapat diterima dan tidak diterima pada pengkomposan di rumah: Diterima Potongan rumput Daun. Campuran kompos yang baik perkiraannya 2 bagian bahan kaya karbon dan 1 bagian bahan kaya nitrogen. cabang Sampah kebun Buah dan sayuran Tidak diterima Daging Tulang Cabang besar Produk sintetik Plastik Kotoran piaraan Gambar 2. Tumpukan kompos perlu bahan kaya karbon dan nitrogen untuk dekomposisi yang efisien.2. Pertimbangan lain dalam memilih bahan untuk dimasukkan dalam tumpukan kompos adalah waktu yang mereka perlukan untuk diurai. Sortasi bahan organik Hampir semua bahan alami. Pengecilan ukuran akan mempercepat proses pengkomposan. cabang.3cm hingga 5cm. tapi sebaiknya tidak semua diperlakukan dengan cara kompos tumpukan. Gambar 6. Beberapa sampah menarik hama: beberapa mengandung patogen yang dapat hidup selama proses pengkomposan. serbuk gergaji dan jerami. Jangan masukkan kotoran piaraan di tumpukan kompos. Nitrogen banyak terdapat pada sampah kebun dan halaman yang segar dan hijau. ranting dan kertas memerlukan waktu hingga dua tahun untuk dikomposkan. yaitu bahan organik akan menjadi kompos. Pemilihan bahan organik. seperti potongan.

Jika dilakukan secara baik. Dalam tahap ini. tempat sampah (ket: bentuk seperti kotak). lebih rapi daripada heap it) jaring kawat melingkar atau pemagaran. Kebanyakan wadah kompos termasuk dalam kategori ini: timbun (penumpukan sederhana). tidak cukup N tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisma dan proses pengkomposan sangat lambat. Jika ruang merupakan faktor pembatas. menjadikan tumpukan tertata dan Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . Hal ini akan menyebabkan produksi amonia dan bau yang berlebihan. Bagaimana anda memutuskan wadah yang terbaik untuk bekerja? Pertimbangkan waktu dan ruang yang anda miliki. Penumpukan Beberapa wadah dapat digunakan. Tabel berikut mendaftar kandungan berbagai bahan dan tingkat konversi pemakaian pada 1m3 kompos. tidak cepat hancur/rusak dan mengalirkan udara. Campur nitrogen dengan kompos dan buat tumpukan. sehingga bahan dikomposkan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. ukuran tumpukan ideal adalah 1m3 Volume ini secara efektif mempertahankan panas yang dihasilkan bakteria. Hoop It (ongkos rendah. maka karbon yang tersedia tersebut seutuhnya digunakan tanpa menstabilkan nitrogennya. Pemotongan diperlukan untuk memperbesar permukaan bahan mentah kompos. dan kuantitas bahan yang akan dikomposkan. sisi tumpukan agak tertutup sehingga temperatur yang lebih tinggi dapat dipertahankan dalam volume tumpukan yang lebih kecil. Volume tumpukan tunggal sebaiknya tidak melebihi 2m3 untuk tetap dapat mempertahankan lubang udara tumpukan. Heap It (tidak ada ongkos. Jika tambahan N dibutuhkan. Gambar 18. tumpukan tersebut tidak memerlukan pembalikan. tambahkan sekitar 0. idealnnya paling sedikit volume 1m3. Wadah tersebut mudah digunakan. baik jika mempunyai ruang cukup) tumpuk bahan di atas komposter. Biarkan tumpukan selama beberapa bulan. Jika tumpukan sangat sedikit nitrogennya.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-9 . Kandungan nitrogen pada berbagai bahan. Untuk pengkomposan cepat dan panas. menimbun dalam wadah (ket: seperti bentuk kandang).5 kg N untuk tiap 1m3 bahan yang dikomposka. kita memisahkan sampah organik dan anorganik. dan drum.Jika tumpukan mengandung sangat sedikit karbon.

sehingga anda kemungkinan perlu untuk secara periodik menambahkan air ke kompos. Barrel It (baik untuk ruang yang terbatas. Kontrol Temperatur. proses akan menurun.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-10 . mudah untuk ditutup. Biasanya sistem ini dilengkapi dengan dudukan dan pemutar untuk memfasilitasi proses pembalikan. Kandungan kelembaban biasanya menurun begitu proses pengkomposan terjadi. drum ukuran 200 liter dapat bekerja sangat baik. Jika tidak ada air yang menetes. Wadah ini dapat dipergunakan lagi untuk proses baru berikutnya. kita harus menambah tumpukan. Aliran udara terganggu dan menyebabkan terjadinya proses anaerobik. dan permukaan mudah dibuka/ambil untuk keperluan pembalikan dan pengambilan kompos. Box It (terlihat baik. air akan menempati ruang untuk udara di bahan yang dikomposkan. dapat diketahui dengan meremas bagian tengah bahan yang di tumouk tersebut secara manual. dan terlalu kering jika tangan tidak merasa lembab saat menyentuh. Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . ongkos menengah) anda dapat menggunakan bahan bangunan hingga menarik dan berfungsi baik untuk pengkomposan. Jika sebelum diremas terdapat air menetes itu berarti bahwa tumpukan terlalu basah dan kita perlu membalik tumpukan. Perlunya menambah air. Jika tumpukan sampah terlalu kering. Pengkomposan bahan harus dipertahankan dalam kisaran kelembaban 40% sampai dengan 65%. Bangun beberapa kotak berdampingan untuk mempermudah proses pembalikan. Kontrol kandungan air Kelembaban diperlukan untuk mendukung proses metabolik mikroorganisma. Bahan terlalu basah bila air dapat menetes keluar saat bahan diremas. mudah dibalik. Yakinkan terdapat ruang tersisa untuk sebagai jalan udara. walaupun beberapa orang hanya menggelindingkan drum sepanjang kebun untuk mendapatkan efek yang sama.rapi. Dengan melubangi drum untuk lubang udara dan memotong sebagian sisi drum untuk memasukkan dan mengeluarkan. Jika tumpukan kompos terlalu basah. ongkos menengah) jika anda tidak mempunyai cukup ruang utntuk tumpukan atau menyediakan wadah (komposter).

Pengkomposan secara esensial berada di kisaran temperature mesofilik (50-105º F) dan termofilik (diatas 105º F). tahap aktif pengkomposan lengkap. berupa remah dan berbau seperti tanah. meratakan penambahan air. Pembalikan. Pemanenan. Setelah 30-40 hari temperatur tumpukan akan menurun hingga temperatur ruangan. dengan kombinasi dan tingkat kelembaban yang baik. untuk memaksimalkan bahan kimia dan reaksi dekomposisi terjadi dan kompos menjadi stabil. Jika anda masih tidak dapat meningkatkan temperatur kompos. aduklah tumpukan. campur. menambah udara segar. Kompos terkemas dapat dismpan di gudang yang ada pelindungnya dan aman dari jamur dan hama bibit yang dapat terbawa oleh angin. membantu penghancuran bahan menjadi partikel yang lebih kecil. terutama selama proses awal. benih dan larva lalat mati dalam bahan kompos. Tidak tepatnya atau tidak lengkapnya bahan terkomposkan. proses pengkomposan menjadi anaerobik. Pada temperature antara 110 dan 150º F pathogen. Pembalikan juga dikerjakan untuk mengurangi panas berlebih. Pendiaman tersebut memastikan bahwa proses pengkomposan telah lengkap dan potensi permasalahan tersebut diminimalkan. Pada saat itu tumpukan sudah terurai. Aerasi biasanya menjadi faktor utama yang mempengaruhi waktu produksi kompos hingga jadi.Pembalikan perbulan akan menghasilkan kompos dalam waktu 4 – 6 bulan. Jika suplai oksigen terbatas. Kompos jadi berwarna gelap. tinjau tahapan-tahapan yang telah dijelaskan diatas untuk mengetahui apakah ada faktor yang menjadi pembatas/penghalang proses pengkomposan. Masalah Bau tidak sedap Penyebab Terlalu padat (kurang oksigen) Terlalu lembab Solusi Balik tumpukan untuk meningkatkan sirkulasi udara Balik tumpukan atau tambahkan bahan yang kering Dikeluarkan oleh: Tanggal: Program Studi / Bidang Studi: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . Tanpa pembalikan pengkomposan memrlukan waktu 6 bulan hingga 2 tahun. Cobalah bahan kering di bagian luar dipindah ke bagian tengah tumpukan yang baru saja dibalik. Pematangan memrlukan waktu 14 hari. Kebanyakan kompos meningkat kualitasnya dengan adanya fase pendiaman. Sebaiknya fase pendiaman menjadi jaminan tambahan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam penggunaan kompos. Temperatur tumpukan pada kompos jadi masih lebih tinggi daripada temperatur udara terbuka. Balik tumpukan perminggu akan menghasilkan kompos dalam 1 hingga 2 bulan. sehingga menjadi proses terjadi lebih lambat dan berbau. Jika temperatur tumpukan kompos berada pada kisaran mesofilik. dapat menimbulkan panas pada saat aplikasi di tanah. coklat gelap atau menghitam. meratakan proses penguraian. Fase pendiaman adalah membiarkan kompos jadi dalam tumpukan tanpa perlakuan sampai dengan lebih 1 bulan. Pengemasan Kompos yang telah diayak dikemas dalam kantong untuk keperluan pemasaran. Pengkomposan secara aerobik memerlukan sejumlah besar oksigen.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-11 . Jika temperatur masih belum mencapai kisaran temperatur termofilik. sehingga merusak tanaman. Kandungan oksigen dalam tumpukan akan berubah dengan pembalikan secara manual.

seperti serbuk gergaji. balik tumpukan untuk mengeringkan bagian tengah atau beri tambahan bahan kering Tumpukan tidak terlalu runcing. atau tutup dengan lapisan tanah atau serbuk gergaji. balik tumpukan untuk maeningkatkan temperatur Kering dan tidak terjadi proses pengkomposan Bau amonia Temperatur tumpukan tinggi Temperatur tumpukan rendah Tidak cukup air Terlalu banyak nitrogen Tumpukan terlalu besar Tidak cukup ventilasi Tumpukan terlalu kecil Tidak cukup lembab Aerasi sedikit Kurangi nitrogen Cuaca dingin Hama (tikus. atau tutup tumpukan dengan suatu lapisan bahan. Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma . seperti dengan jerami Hilangkan daging dan makanan berlemak dari tumpukan. tambah air untuk melembabkan Tambah bahan kaya karbon. Panduan penyelesaian permasalahan.dan banyak pori-pori seperti serbuk gergaji Tumpukan basah tapi tidak panas Tidak cukup nitrogen Bahan terlalu basah Tambah pupuk atau potongan rumput segar Biarkan tumpukan mengering.Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-12 . serangga) Adanya sampah daging atau makanan berlemak Gambar 19. jerami dan balik tunpukan Kurangi ukuran tumpukan Balik tumpukan Perbesar tumpukan atau tutup sisi tumpukan Tambah air saat membalik tumpukan Balik tumpukan Campur sumber nitrogen seperti potongan rumput. buat penghalang agarbinatang tidak bisa masuk. kotoran ternak atau pupuk Besarkan ukuran tumpukan. potongan kayu.

Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma .Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 0-13 .

Program Studi / Bidang Studi: Dikeluarkan oleh: Tanggal: Pendidikan Lignkungan Hidup Nama : Sukatma .Bekti 20/Dec/12 Halaman: 8 0 0 4 0 4 1 1 9 0 3 0 2 2 1 2 1 2 1-1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful