BAB I PENDAHULUAN

 Latar Belakang Masalah

Pendidikan sebagai usaha sadar yang sestematik-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap pengembangan manusia dan masyarakat suatu bangsa tertentu. Beberapa diantara landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofi, sosiologis, dan cultural, yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuanpendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan itu menjemput masa depan. Kajian berbagai landasan landasan pendidikan itu akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan. Dengan wawasan dan pendidikan yang tepat , serta dengan menerapkan asa-asas pendidikan yang tepat pula, akan dapat member peluang yang lebih besar dalam merancang dan menyelenggarakan program pendidikan yang tepat wawasan itu akan memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan, baik dalam aspek konseptual maupun operasional. Bab III ini akan memusatkan paparan dalam berbagai landasan dan asas pendidikan, serta beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya. Landasan tersebut adalah filosofis, cultural, psikologis, serta ilmiah dan teknologi. Sedangkan asas yang dikaji adalah asas Tut Wuri Handayani, belajar sepanjang hayat, dan kemandirian dalam belajar. Pengkajian tentang landasan dan asas pendidikan tersebut selalu diarahkan pula pada upaya dan permasalahan penerapannya.

Landasan psikologis akan memebekali tenaga pendidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan cara-cara belajarnya. Sedangkan landasan iptek akan membekali tenaga kependidikan. Landasan filosofis adalah landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat (falsafat. Filsafat menelaah sesuatu secara radikal. falsafah). tentang sumber bahan ajaran. namun terjadi perbedaan-perbedaan tertentu sesuai dengan pandangan hidup dan latar sosiokultural tersebut. terdapat dua landasan lain yang selalu erat kaitannya dalam setiap upaya pendidikan. apa yang seharusnya menjadi tujuannya. atau bijaksana. Oleh karena itu. Kata filsafat (philosophy) bersumber dari bahasaYunani. arif. Upaya memanusiakan manusia melalui pendidikan itu diselenggarakan sesuai dengan pandangan hidup dan alam latar sosial-kebudayaan setiap masyarakat tertentu. Landasan Pendidikan Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus tak putus dari generasi ke generasi manapun didunia ini. yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti: Apakah pendidikan itu. Landasan Filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pendidikan. dan sophos atau sophis berarti hikmah. Landasan Filosofis. meskipun pendidikan itu universal. utamanya pengajaran. 1. Sedangkan landasan iptek akan membekali tenaga kependidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan cara-cara belajarnya. yakni landasan psikologis dan landasan iptek. dan sebagainya. Kajian ketiga landasan itu (filosofis. sermasuk di Indonesia. dan cultural) akan memebekali setiap tenaga kependidikan dengan wawasan dan pengetahuan yang tepat tentang bidang tugasnya. sosiologis. Pengkajian landasan psikologis dan landasan iptek tersebut akan membekali tenaga kependidikan suatu pegangan dalam mewujudkan keseimbangan dan keselarasan yang dinamis antara pengembangan jati diri peserta didik dan penguasaan iptek tersebut. Selanjutnya. Dengan kata lain pendidikan diselenggarakan berlandaskan filsafata hidup serta berlandaskan sosiokultural setiap masyarakat. menyeluruh dan konseptual yang menghasilkan konsepsi-kosnsepsi mengenai kehidupan dan . philein berarti mencintai. mengapa pendidikan itu diperlukan.BAB II PEMBAHASAN A. khususnya guru.

berarti berpikir bebas serta merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya tentang sesuatu itu. Konsepsi-konsepsi silosofis tentang kehidupan manusia dan dunianya pada umumnya bersumber dari dua faktor. Perlunya landasan pemikiran dalam pekerjaan pendidikan. Filsafat sebagai kajian khusus yang formal. etika (tentang baik dan buruk). Filsafat berada dianatara keduanya: Kawasannya seluas religi. namun lebih dekat dengan ilmu pengetahuan karena filsafat timbul dari keraguan dan karena mengandalkan akal manusia (Redja Mudyahardjo. Keberadaan dan kedudukan manusia sebagai mahluk didunia ini. yang dapat dilakukan oleh setiap orang serta sangat bermanfaat dalam memberi makna kepada ilmu pengetahuannya itu. 1992: 126134. dan sebagainya. serta social dan politik (filsafat pemerintahan).dunia. et. yaitu: o Religi dan etika yang bertumpu pada keyakinan o Ilmu pengetahuan yang mengandalkan penalaran. Naturalisme . Hasil-hasil kajian filsafat tersebut. yakni: 1. Filsafat sebagai kelanjutan dari berpikir ilmiah. metafisika dan lain-lain) akan besar pengaruhnya terhadap pendidikan.) Tinjauan filosofis tentang sesuatu. utamnya tentang konsepsi manusia dan dunianya. homo sapiens. termasuk akal itu sendiri). termasuk pendidikan. epistemology (tentang benar dan salah). estetika (tentang indah dan jelek). Peranan filsafat dalam bidang pendidikan tersebut berkaitan dengan hasil kajian antara lain tentang: a. dan estetika. 2. yang mencakup logika. Beberapa aliran filsafat yaitu sebagai berikut: 1. 1986: Modul1/9). Masyarakat dan kebudayaannya. Kajian-kajian yang dilakukan oleh berbagai cabang filsafat (logika. Penggunaan istilah filsafat dapat dalam dua pendekatan. c. etika.. animal educandum. epistemology.al. seperti yang disimpulkan sebagai zoon politicon. karena prinsip-prinsip dan kebenaran-kebenaran hasil kajian tersebut pada umumnya diterapkan dalam bidang pendidikan. dan d. Keterbatasan manusia sebagai mahluk hidup yang banyak menghadapi tantangan. utamanya filsafat pendidikan (Wayan Ardhana. b. sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan. metafisika (tentang hakikat yang “ada”.

Ide sebagai gagasan kejiwaan itulah sebagai kebenaran atau nilai sejati yang absolute dan abadi. 3. 1992: 144).2. Aliran ini biasa pula diberi nama yang berbeda sesuai dengan variasi penekanan konsepsinya tentang manusia dan dunianya. paham ini menyatakan yang berfaedah itu harus benar. Situasi tak tentu (indeterminate situation). pendidikan adalah suatu proses eksperimental dan metode mengajar yang penting adalah metode pemecahan masalah. Progresivisme menentang pendidikan tradisionalis serta mengembangkan teori pendidikan dengan prinsip-prinsip antara lain: a. Anak harus bebas agar dapat berkembang wajar. 1950: 136). Pragmatisme Naturalisme merupakan aliran filsafat yang menganggap segala kenyataan yang bisa ditangkap oleh panca indera sebagai kebenaran yang sebenarnya. Pengaruh aliran paragtisme tersebut bahkan terwujud dalam gerakan pendidikan progresif atau progresivisme sebagai bagian dari suatu gerakan reformasi sosiopolitik pada akhir abad XIX dan awal abad XX di Amerika Serikat. 2. Atau ukuran kebenaran didasarkan kepada kemanfaatan dari sesuatu itu kepada manusia (Abu Hanifah. Pengujian hipotesis. salah seorang tokoh pragmatisme. Apa yang dianggap kebenaran realitas hanyalah bayangan atau refleksi dari ide sebagai kebenaran bersifat spiritual atau mental. John Dewey (dari Redja Mudyahardjo. dengan kata lain. yakni mempertimbangkan hasilnya setelah hipotesis terbaik dilaksanakan. Hipotesis. bagi paragtisme. atau ukuran kebenaran didasarkan pda kemanfaatan dari sesuatu itu harus benar. mengemukakan bahwa penerapan konsep pragmatisme secara eksperimental melalui lima tahap: 1. Idealisme 3. . yakni timbulnya situasi ketegangan didalam pengalaman yang perlu dijabarkan secara spesifik. yakni pelaksanaan berbagai hipotesis dan membandingkan hasilnya serta implikasinya masing-masing jika dipraktekkan. Oleh karena itu. Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mengemukakan bahwa segala sesuatu harus dinilai dari segi nilai kegunaan praktis. yakni penemuan gagasan yang diperkiarakan dapat mengatasi masalah. 4.. yakni mempertajam masalah termasuk perkiraan factor penyebabnya. et. Al. Idealisme menegaskan bahwa hakikat kenyataan adalah ide sebagai gagasan kejiwaan. 5. Evaluasi. Berbeda dengan aliran diatas. Diagnosi.

Gramatika c. yaitu: a. Keempat mazhab filsafat pendidikan itu (Redja Mudyahardjo. Seni keindahan (fine arts) 2. Penguasaan bahasa termasuk rerorika b. Berdasarkan eklektisisme tersebut tersebut maka esensialisme tersebut menitikberatkan penerapan prinsip idealisme atau realisme dengan tidak meleburkan prinsip-prinsipnya. 1986 :14-18) adalah: 1. 1986: 16-17) Selanjutnya perlu dikemukakan secara ringkas empat mazhab filsafat pendidikan yang besar pengaruhnya dalam pemikiran dan penyelenggaraan pendidikan. e. Al. juga penting artinya bagi filsafat realism. c. Ilmu kealaman Matematika g. Esensialisme.b. et. Esensialisme merupakan mazhab filsafat pendidikan yang menerapkan prinsip idealisme dan realisme secara eklektis. Wayan Ardhana. karena matematika adalah alat menghitung penjumlahan dari apa-apa yang riil. Sejarah h. yaitu: a. Sekolah progresif harus merupakan suatu laboraturium untuk melakukan eksperimentasi (Wayan Ardhana. materiil dan nyata Menurut Mazhab ensesialisme. yang termasuk the liberalarts. Kesusateraan d. Perbedaannya ialah perenialisme menekankan keabadian teori kehikamatan. Filsafat idealisme memberikan dasara tinjauan yang realistic. Pengetahuan yang benar (truth) b. yakni keduanya membela kurikulum tradisional yang berpusat pada mata pelajaran yang poko-pokok (subject centered). d. Guru harus menjadi peneliti dan pembimbing kegiatan belajar. Menumbuhkan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Filsafat e. f. Harus ada kerja sama sekolah dan rumah. Perenialisme Ada persama antara perenialisme dan esensialisme. 1992: 144-150. Keindahan (beauty) .. Matematika yang sangat diutmakan idealisme.

d. antara lain sebagai berikut: a. Kebenaran abadi itu diajarkan melalui pelajaran-pelajaran dasar (basic subjects) 3. d. Kecintaan kepada kebaikan (goodness) Oleh karena itu dinamakan perenialisme karena kurikulumnya berisi materi yang konstan atau perennial. karena hakikat manusia tak pernah berubah. Guru harus menjadi seorang peneliti dan pembimbing kegiatan belajar. Progresivisme atau gerakan pendidikan progresif mengembangkan teori pendidikan yang mendasarkan diri pada beberapa prinsip. Individu tidak hanya belajar tentang pengalaman-pengalaman-pengalaman kemasyarakatan masa kini disekolah. Prinsip pendidikan antaralain: a. Anak harus bebas untuk dapat berkembang secara wajar b. Tujuan belajar ialah mengenal kebenaran abadi dan universal. aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional. Konsep pendidikan itu bersifat abadi. Progresivisme yaitu perubahan untuk maju. 4. c. tapi haruslah memelopori masyarakat kearah masyarakatbaru yang diinginkan. yaitu kemampuan berpikir. Pengalaman langsung merupakan cara terbaik untuk merangsang minat belajar. b. Sekolah progresif harus merupakan sebuah laboratorium untuk melakukan reformasi pedagogis dan ekperimentasi. c. Rekonstruksionisme Rekonstruksionalisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara berpikir progresif dalam pendidikan. . Pendidikan merupakan persiapan bagi kehidupan sebenarnya. Pragmatisme dan Progresivisme Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis. Inti pendidikan haruslah mengembangkan kekhususan mahluk manusia yang unik. e. Manusia akan mengalami perkembangan apabila berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan pemikiran. di bidang pendidikan.c.

sehingga melahirkan cabang cabang sosiologi antara lain sosiologi pendidikan dan ruang lingkup yang di pelajari antara lain: 1.pada wayan Ardhan hidup berkelompok pada hewan memiliki ciri:      Pembagian pada anggotanya Ketergantungan pada anggota Ada kerjasama anggota Komunikasi antar anggota Dan adanya diskrimunasi antara individu satu denan yang lain dalam kelompok 1. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya. 2.Dan dalam pengertian lain.bahakan dua generasi dan memungkinkan generasi muda untuk mengembangkan diri.yang mempelajari:      Fungsi pendidikan dalam kebudayaan Hubungan sisitem pendidikan dan proses kontrol sosiala dengan sstem kekuasaan lain Fungsi pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan Hubungan antar kelas sosial Fungsional pendidikan formal yang mencakup hubungan dengan ras.tetapi pengelompokan pada manusia lebih rumit dari pada hewan.kebudayaam dan kelompok kelompok dalam masyarakat 2. Pengertian tentang landasan sosiologi Dimana suatu proses interaksi antar dua individu. Landasan Sosiologis Manusia yang hidup berkelompok.yang mempelajari:  Peranan sosial guru . Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat. Hubungan pendidikan dengan aspek masyarakat lain. sesuatu yang terjadi dengan yang lain sama halnya hewan. Hubungan kemanusiaan di sekolah yang meliputi:   Sifat kebudayaan dalam sekolah yang khusus dan berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah Pola interaksi dan struktur masyarakat sekolah 3.

2.   Sifat kepribadian guru Pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laju sisiwa Fungsi sosial sekolah pada sosialisasi anak anak 4. Pengertian tentang Landasan Kultural Kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan selalu terkait dengan pendidikan. nilai dan sebagainya.hukum dan norma yang berlaku Adanya rasa identitas yang mengikat pada warganya. Landasan Kultural Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbale balik. gagasan. sehingga kebudayaan dapat dilestarikan/dikembang dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan. 1. Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Sisitem Pendidikan Nasional . 3.sekolah dalam komunitas. dan Fisik yakni benda hasil karya manusia 2. Kegiatan yang berpola dari manusia dalam masyarakat. dan dalam belajar arti luas dapat berwujud:    Ideal seperti ide.mempelajari pola interaksi antara sekolah dalam komunitasnya yang meliputi:     Pelukisan komunitas sekolah sepertti tampaknya dalam prganisasi sekolah Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak pada kaum sosila tak terpelajar Hubungan antara sekolah dan komunitas dalam fungsi pendidikannya Faktor faktor demografi dan ekologi dalam organisasi sekolah Dalam keempat nidang di atas yang di pelajari untuk memahami pendidikan dalam masyarakat menurut Wayan ardhan. baik secara informal maupan formal. Masyarakat indonesia sebagai landasan sosiologi sistem pendidikan nasional (sisdiknas) Masyarakat sebagai kesatuan hidup memiliki ciri utama anatara lain:    Adanya interaksi antar warga warganya Pola tingkah laku yang diatur adat istiadat.

Oleh karena itu. Psikologi menyediakan sejumlah informasi/kebutuhan tentang kehidupan pribadi manusia pada umumnya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi. yaitu pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia. Meskipun terdapat variasi pendapat. dimana kehidupan masyarakat indonesia yang majemuk dan akan kaya kebudayaannya dan keberadaan semua itu semakin kukuh. kebudayaan nasional haruslah dipandang dalam latar perkembangan yang dinamis. sebagai perubahan maju (progresif) ataupun kadang-kadang kemunduran (regresif).      Seperti di kemukakakn teori A. namun dapat dikemukakan beberapa prinsip umum kepribadian. Disebut sebagai prinsip prinsip umum karena: . istrahat dan sebagainya) Kebutuhan rasa aman: kebutuhan terus nenerus merasa aman dan bebasdari ketakutan Kebutuhan akan cinta dan pengakuan:kebutuhan rasa kasih sayang dalam kelompok Kebutuhan akan alkuturasi diri:kebutuhan akan potensi potensi yang di miliki Kebutuhan untuk mengetahui dan di pahami:kebutuhan akan berkaitan dengan penguasaan iptek 2. sehingga landasan psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. Dalam maksud itu. Salah satu aspek dari pengembangan manusia seutuhnya adalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian. khususnya tentang proses perkembangan dan proses belajar. tidur. Pengertian Landasan Psiklogis Pemahaman peserta didik utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan.maslow kategori kebutuhan menjadi enam kategori meliputi: Kebutuhan fisiologis: kebutuhan memmpertahankan hidup (makan. Perkembangan peserta didik sebagai landasan psikologis Perkembangan manusia berlangsung sejak konsepsi (pertemuan ovum dan sperma) sampai saat kematian. 1. 4. merupakan faktor keberhasilan untuk pendididkan. Landasan Psikologis Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia. utamanya agar dapat diwujudkan kepribadian yang mantap dan mandiri.Seperti yang di kemukakakan sisdiknas. Pada umumnya landasan psikologis dari pendidikan tersebut terutama tertuju pada pemahaman manusia. seiring dengan semakin kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika.

yaitu Ing Ngarsa Sung Sung Tulada dan Ing Madya Mangun Karsa. Salah satu dasar utama pendidikan adalah bahwa manusia itu dapat dididik dan dapat mendidik diri sendiri. Asas-Asas Pokok Pendidikan Asas-asas pendidikan merupakan suatu kebenaran menjadi dasar atau tumpukan berpikir. intuisi.P. dimana banjir tahunan sungai Nil menyebabkan berkembangnya system almanac. Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang diperoleh melalui berbagai cara pengindraan terhadap fakta. terdapat tiga asas yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi. ilmu pengetahuan. B. Tut Wuri Handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. 5.  Pengertian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Terdapat beberapa istilah yang perlu dikaji agar jelas makna dan kedudukan masing-masing yakni pengetahuan. Terjadi tingkah laku yang konsisiten dalam menghadapi lingkungan. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs.M.    Prinsip tersebut yang dikemukakan dengan variasi tertentu dalam berbagai teori kepribadian. geometri dan kegiatan survey. dan wahyu. Asas Tut Wuri Handayani Sebagai asas pertama. teknologi. Prinsip itu akan tampak bervariasi pada kepribadian manusia tertentu (sebab: kepribadian itu unik) Terdapat dua hal kepribadian yang penting di tinjau dari konteks perkembangan kepribadian. Landasan Ilmiah dan Teknologis Seperti yang kita ketahui. Bukti historis menunjukkan bahwa usaha mula bidang keilmuan yang tercatat adalah oleh bangsa Mesir purba. R. Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas yaitu: . pendidikan sangat berperan penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek.  Perkembangan Iptek sebagai Landasan Ilmiah Iptek merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. iptek menjadi bagian utama dalam isi pengajaran. dengan kata lain. yaitu sebagai berikut: 1. baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan.yakni: Terintegrasinya seluruh komponen ke dalam struktur yang teroganisir secara sistematik. yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia. penalaran (rasio). Khusus untuk pendidikan di Indonesia.

Selanjutnya. Asas tut wuri handayani pada prinsipnya bertolak dari asumsi kemampuan siswa untuk mandiri. organisator dan sebagainya. Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah. Sebagai fasilitator guru diharapkan menyediakan dan mengatur berbagai sumber belajar sedemikian sehingga memudahkan peserta didik berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut.  Ing Madya Mangun Karsa (jika ditengah-tengah memberi dukungan dan membangkitkan semangat). Sedangkan sebagai motivator. Ing Ngarsa Sung Tulada ( jika di depan menjadi contoh). Asas Kemandirian dalam Belajar Baik asas tut wuri handayani maupun belajar sepanjang hayat secara langsung erat kaitannya dengan asas kemandirian dalam belajar. guru mengupayakan timbulnya prakarsa peserta didik untuk memanfaatkan sumber belajar itu. 2. a. b. Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan. termasuk mandiri dalam belajar. Asas Belajar Sepanjang Hayat Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan mampu menempatkan guru dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator.  Tut Wuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan/mengikuti dengan awas). karena adalah tidak mungkin seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari bantuan guru ataupun orang lain. 3. Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal. . asas belajar sepanjang hayat hanya dapat diwujudkan apa bila didasarkan pada asumsi bahwa peserta didik mau dan mampu mandiri dalam belajar. disamping peran-peran lain: informator.

dan menjadi tolak ukur bagi kita untuk menuju sebuah kemajuan dalam dunia pendidikan kita. Kenyataan ini menuntut agar pendidikan itu dirancang dan dilaksanakan secermat mungkin dengan memperhatikan sejumlah landasan dan asas pendidikan. pada umumnya sudah terlambat untuk memperbaikinya. dan hasilnya tidak segera tampak. Oleh karena itu apabila terjadi suatu kekeliruan yang berakibat kegagalan.BAB III PENUTUP  Kesimpulan Pendidikan selalu berkaitan dengan manusia. . Semoga apa yang kami sampaikan berguna bagi kedepannya. Diperlukan satu generasi untuk melihat suatu akhir dari pendidikan itu.

DAFTAR PUSTAKA Abu Hanifah. al. Jakarta: Balai Pustaaka. Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar. Rintisan Filsafat. 1951. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Umar Tirtarahardja. Prof. Filsafat Barat Ditilik dengan Jiwa Timur. Jakarta: Gramedia. Jilid I. Dr. 1950. Pendekatan Keterampilan Proses. Pengantar Pendidikan. Conny Seniawan. et. 2005. dkk. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful