You are on page 1of 7

Pengertian gelombang elektromagnetik Gelombang Elektromagnetik Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada

a medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya. Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di alam semesta pada level yang berbeda-beda. Semakin tinggi level energi dalam suatu sumber energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan karakteristik energi gelombang digunakan untuk mengelompokkan energi elektromagnetik.
Contoh penerapan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari :

i. a.
Radio Radio energi adalah bentuk level energi elektromagnetik terendah, dengan kisaran panjang gelombang dari ribuan kilometer sampai kurang dari satu meter. Penggunaan paling banyak adalah komunikasi, untuk meneliti luar angkasa dan sistem radar. Radar berguna untuk mempelajari pola cuaca, badai, membuat peta 3D permukaan bumi, mengukur curah hujan, pergerakan es di daerah kutub dan memonitor lingkungan. Panjang gelombang radar berkisar antara 0.8 100 cm.

i. a.
Microwave Panjang gelombang radiasi microwave berkisar antara 0.3 300 cm. Penggunaannya terutama dalam bidang komunikasi dan pengiriman informasi melalui ruang terbuka, memasak, dan sistem PJ aktif. Pada sistem PJ aktif, pulsa microwave ditembakkan kepada sebuah target dan refleksinya diukur untuk mempelajari karakteristik target. Sebagai contoh aplikasi adalah Tropical Rainfall Measuring Missions (TRMM) Microwave Imager (TMI), yang mengukur radiasi microwave yang dipancarkan dari Spektrum elektromagnetik Energi elektromagnetik atmosfer bumi untuk mengukur penguapan, kandungan air di awan dan intensitas hujan.

i. a.
Infrared

Kondisi-kondisi kesehatan dapat didiagnosis dengan menyelidiki pancaran inframerah dari tubuh. Foto inframerah khusus disebut termogram digunakan untuk mendeteksi masalah sirkulasi darah, radang sendi dan kanker. Radiasi inframerah dapat juga digunakan dalam alarm pencuri. Seorang pencuri tanpa sepengetahuannya akan menghalangi sinar dan menyembunyikan alarm. Remote control berkomunikasi dengan TV melalui radiasi sinar inframerah yang dihasilkan oleh LED ( Light Emiting Diode ) yang terdapat dalam unit, sehingga kita dapat menyalakan TV dari jarak jauh dengan menggunakan remote control. d. Ultraviolet Sinar UV diperlukan dalam asimilasi tumbuhan dan dapat membunuh kuman-kuman penyakit kulit. e. Sinar X Sinar X ini biasa digunakan dalam bidang kedokteran untuk memotret kedudukan tulang dalam badan terutama untuk menentukan tulang yang patah. Akan tetapi penggunaan sinar X harus hati-hati sebab jaringan sel-sel manusia dapat rusak akibat penggunaan sinar X yang terlalu lama.

Medan Elektromagnetik dihasilkan oleh barang-barang yang biasa ditemui dan tumbuh sangat cepat dalam lingkungan yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan oleh Medan Elektromagnetik baik statis maupun yang berubah-rubah dengan waktu. Medan yang berubah-rubah mulai dari frekwensi nol ( listrik searah ) sampai 300 Giga Hz. mendekati batas terats gelombang radio. Gelombang Elektromagnetik ada disekitar kita, kemanapun kita pergi, tinggal dan tidur, tidak dapat kita hindari. Gelombang Elektromagnetik itu termasuk yang dipancarkan oleh Telepon seluler, oven microwave, hair dryer, shaver, pemotong rumput dan oleh saluran listrik tegangan tinggi. Menurut WHO, gangguan kesehatan seperti kanker, perubahan perilaku, hilang ingatan, penyakit Parkinson, Alzheimer, AIDS, sindroma kematian bayi yang mendadak, dan masih banyak yang lainnya lagi, termasuk meningkatnya angka bunuh diri diduga merupakan akibat dari pancaran gelombang elektromagnetik. Pada dasarnya kita hidup diatas bumi telah mendapatkan medan listrik dan medan

magnit natural yang disebabkan adanya lapisan ionosfer dan awan-awan yang bermuatan listrik Medan listrik dibawah saluran udara, pada ketinggian 1 m diatas tanah, jauh lebih kecil, sebagai contoh dibawah saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV, kuat medan pada 1 m dari permukaan tanah lebih kecil dari 10 kV/m. Untuk bagian otak, medan ekuivalen untuk mencapai nilai kerapatan arus yang bisa menyebabkan efek rangsangan adalah 40 kV/m. Sedangkan medan ekuivalen sebesar 4000 kV/m dapat menyebabkan bahaya fibrilasi jantung. Disamping menyebabkan timbulnya arus induksi, medan listrik pada permukaan tubuh akan menyebabkan gaya pada bulu tubuh atau rambut, sehingga terjadi vibrasi pada bagian-bagian tersebut. Nilai kuat medan dimana stimulasi rambut mulai terasakan sangat bervariasi untuk setiap orang. Nilai medan listrik yang mulai terasa pada bulu tangan 7 kV/m, rambut 23 kV/m, stimulasi ini tidak menyebabkan efek gangguan kesehatan tubuh. Riset laboratorium tentang pengaruh medan listrik dilakukan oleh Hauf dan kawankawan. Pada penelitian tersebut disimpulkan exposure medan listrik yang berkekuatan sampai 20 kV/m tidak menimbulkan efek patologis pada organ-organ tubuh, demikian juga tidak diketemukan adanya stress symptom electrolyte effects, maupun kelainankelainan pada keseimbangan enzim tubuh. Apakah tegangan imbas dari Saluran tegangan Tinggi 500 kV berbahaya ? Quote:

Quote: Diberitakan bahwa akibat imbas tegangan tinggi, orang merasa mual, sakit kepala, sakit telinga, vibrasi. Selain itu Test-pen dan tube-lamp ( TL ) bisa menyala kalau dipegang dan salah satu ujungnya ditempelkan ketembok rumah. WHO menetapkan batas toleransi medan magnit listrik adalah 10 kV/m, ini berarti tegangan antara 2 titik bebas berjarak 1 meter pada region imbas adalah 10 kV = 10.000 Volt. Menurut data ilmu kedokteran forensik, kulit telapak tangan yang kering mempunyai resistensi +/- 1.000.000 ohm. Maka arus imbas yang bisa mengalir melalui telapak tangan yaitu 10.000/1.000.000 A = 0,01 A = 10 mA ( sepuluh milliampere ). Arus 10 mA ( sepuluh milliampere ) hanya mengakibatkan kontraksi otot atau kram sehingga aman bagi jiwa manusia. Data ukur medan listrik di bawah Saluran Tegangan Tinggi 500 kV menunjukkan 0,25 kV/m. Bahaya akan timbul kalau tubuh manusia dalam keadaan basah atau grounded yang dapat mempunyai tahanan badan hanya 300 ohm. Arus imbas yang mengalir yaitu 250/350 A = 0,833 A = 833 mA. Akibat listrik / arus lewat rongga dada, 50 sampai beberapa ratus milliampere pada lama kontak diatas satu siklus jantung berakibat denyut nadi tidak ada, pingsan, ancaman kematian dll. Dengan demikian tegangan imbas 0,25 kV/m atau 250 V/m

bagi badan manusia dalam keadaan basah atau grounded ada bahayanya ! tegangan imbas dalam rumah dapat dihilangkan dengan sistem arde. Walaupun arde dipasang pada rumah-rumah, namun medan magnit listrik masih akan terdapat diluar rumah, yaitu di halaman, dibawah pohon, di jalan, di lapangan bola, di pasar, di kolam, di sawah, dan lain-lain. Risiko Kesehatan Penggunaan Ponsel Quote:

Quote: Riset baru tentang risiko kesehtan penggunaan Ponsel (Telepon Seluler) cukup membuat lega pemakai dan calon pemakai Ponsel. Pada waktu lalu ilmuwan dari Inggris dan AS masih meragukan keamanan pemakaian Ponsel dari Risiko bahaya panas gelombang elektromagnetik ke jaringan otak manusia. Kini riset dan studi ilmiah dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura memberikan bukti baru tentang pemakian Mobile Phone (Telepon bergerak) yang hanya menaikkan temperatur panas sangat sedikit ke-kepala manusia, atau sangat sedikit bila dibandingkan jumlah panas yang didapatkan saat kita ber-jalan2 dalam cuaca panas atau terik. Dua periset itu Lu Yilong & Low Joo Keon mengatakan tiap kepala pemakai HP (Hand Phone) menerima temperatur panas kurang dari 0,15 derajat Celcius, dan menganggap peralatan HP umumnya aman digunakan, karena standard risiko kesehatan akibat gelombang elektromagnetik adalah diatas temperatur 0,25 derajat Celcius. Penelitian efek HP bagi otak manusia menemukan bukti lain, yaitu sebagian besar gelombang elektromagnetik dari telepon bergerak hanya didapatkan pada Antena. Demi perlindungan kesehatan dan keamanan, hasil riset sekaligus menganjurkan supaya Pemakai HP menghindari sentuhan antena ke telinga atau sekujur kepala pada saat melakukan dan menerima hubungan telepon.

1. Paparan radiasi ultraviolet-B yang berlebih terhadap manusia, hewan, tanaman dan bahan-bahan bangunan dapat menimbulkan dampak negatif. Pada manusia, radiasi UV-B berlebih dapat menimbulkan penyakit kanker kulit, katarak mata serta mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. Selain itu, peningkatan radiasi gelombang pendek UV-B juga dapat memicu reaksi kimiawi di atmosfer bagian bawah, yang mengakibatkan penambahan jumlah reaksi fotokimia yang menghasilkan asap beracun, terjadinya hujan asam serta peningkatan gangguan saluran pernapasan. Pada tumbuhan, radiasi UV-B dapat menyebabkan pertumbuhan berbagai jenis tanaman menjadi lambat dan beberapa bahkan menjadi kerdil. Sebagai akibatnya, hasil panen sejumlah tanaman budidaya akan menurun serta tanaman hutan menjadi rusak. 2. Pulsa microwaves dapat menimbulkan efek stres pada kimia syaraf otak.

3. Apabila terjadi lubang ozon, maka sinar UV, khususnya yang jenis UV tipe B yang memiliki panjang gelombang 290 nm, yang menembus ke permukaan bumi dan kemudian mengenai orang, dapat menyebabkan kulit manusia tersengat, merubah molekul DNA, dan bahkan bila berlangsung menerus dalam jangka lama dapat memicu kanker kulit, termasuk terhadap mahluk hidup lainnya. 4. Radiasi HP dapat mengacaukan gelombang otak, menyebabkan sakit kepala, kelelahan, dan hilang memori, pemakaian HP bisa menyebabkan kanker otak. 5. beberapa efek negatif yang bisa muncul sebagai akibat radiasi HP antara lain kerusakan sel saraf, menurunnya atau bahkan hilangnya konsentrasi, merusak sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tekanan darah, hingga gangguan tidur dan perubahan aktivitas otak. 6. Sebagian besar garis-garis wajah dan kerut/keriput disebabkan oleh pemaparan berlebihan terhadap sinar UV, baik UVA yang bertanggung jawab atas noda gelap, kerut/keriput, dan melanoma maupun UVB yang bertanggung jawab atas kulit terbakar dan karsinoma. 7. Dampak negatif wi-fi sehubungan dengan radiasi elektromagnetik : keluhan nyeri di bagian kepala, telinga, tenggorokan dan beberapa bagian tubuh lain bila berada dekat dengan peralatan elektronik atau menara pemancar.

Dampak positif
1) Mengaktifkan dan menyeimbangkan sel-sel tubuh Sel yang lebih aktif akan mempunyai aktifitas metabolisme lebih tinggi sehingga dengan metabolisme yang sempurna menghasilkan energi yang lebih besar. 2) Memecah molekul air/mengencerkan darah Lebih dari 70% tubuh manusia terdiri dari air. Darah mengandung 80% air. Jika jarang olah raga, kurang konsumsi sayuran, budan dan susu, pH darah menjadi acidik dan kental sehingga distribusi O2, zat gizi dan air ke sel-sel tubuh menjadi lambat. Selain itu, memperberat kerja/pompa jantung. 3) Menghambat pertumbuhan sel kanker Membuat kondisi yang tidak nyaman bagi pertumbuhan sel sel kanker. Panjang gelombang yang dipancarkan oleh Bio Fir 6-14u (mikron) adalah interval gelombang yang dihindari oleh sel-sel kanker. Dengan memberikan Bio Fir maka susah bagi sel-sel kanker tumbuh/berkembang. 4) Menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur Membuat kondisi yang tidak nyaman bagi pertumbuhan bakteri dan jamur. Badu badan diakibatkan oleh aktifitas bekteri dan jamur, jika bakteri dan jamur tidak tumbuh maka akan mengurangi bau badan pada saat kita berkeringat. Berikut adalah alat-alat fisioterapi, termasuk cara kerja alat jitu pemulih cedera tersebut:

alat yang menggunakan gelombang elektromagnetik 1. MWD (MicroWave Diathermy) MWD merupakan alat pemanas yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Alat tersebut bertujuan untuk merelaksasi otot-otot yang kaku setelah cidera. Fungsi lain MWD adalah untuk meningkatkan metabolisme otot, serta sebagai penghilang rasa nyeri akibat cedera. Proses pemakaian alat MWD dilakukan selama kurang lebih 15 menit. Pengaturan frekuensi gelombang listrik pun disesuaikan dengan tingkat cedera. 2. USD (Ultra Sound Diathermy) USD bekerja menggunakan gelombang suara. Sebelum melakukan USD, bagian tubuh yang akan diterapi harus dioleskan gel terlebih dahulu, agar gelombang suara USD dapat meresap. USD dilakukan secara berpindah-pindah dari satu titik ke titik lain agar kulit tidak terbakar. Pengaturan daya yang digunakan USD bisa disesuaikan dengan tingkat cedera pasien. Tujuan pengunaan USD adalah sebagai pemanas agar otot-otot rileks, terutama untuk tendon yang kaku. 3.Laser Fungsi dari laser adalah sebagai alat anti inflamasi. Alat ini bisa diberikan pada pasien dalam fase akut dan fase kronis. Sebelum melakukan ke proses laser, titik tubuh yang akan diterapi harus ditentukan terlebih dahulu. Kemudian laser bisa langsung ditujukan ke daerah sasaran. Pemakai alat laser tentu wajib dilengkapi dengan alat protektif berbentuk kacamata, yang berfungsi untuk melindungi mata dari efek sinar laser tersebut. 4. TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation) Fungsi penting dari alat ini adalah sebagai sarana terapi yang dapat mengurangi rasa nyeri pada cedera fase akut. Terdapat tombol untuk mengatur frekuensi dan intensitas gelombang elektrik pada mesin TENS. Besar atau kecilnya gelombang yang dikeluarkan bergantung pada kadar cedera, jenis cedera yang diderita, serta pada fase apa cidera terjadi. Kemudian stiker penyalur gelombang elektrik ditempelkan pada daerah yang sakit. Terdapat dua teori yang mengatakan bahwa TENS dapat mengurangi rasa nyeri, yaitu teori Melzack & Wall [ teori pintu gerbang] dan teori Endorphin. Teori Endorphin mengatakan bahwa terapi TENS dapat menghasilkan suatu zat bernama Endorphin yang dapat memberikan rasa nyaman. TENS merupakan alat yang praktis karena berukuran kecil dan efisien. Jadi apabila terjadi cedera saat pertandingan berlangsung sekalipun, TENS bisa dibawa dan

diberikan langsung pada atlit yang cedera. Hanya dengan bermodalkan satu batre saja sudah cukup untuk mengoperasikan alat pengurang rasa nyeri tersebut. 5. Terapi Latihan Beban Dalam kurun waktu tertentu setelah terapi dengan menggunakan alat, fase pemulihan cedera dapat dilakukan dengan latihan beban guna penguatan otot sekitar lokasi cedera. Contoh: Untuk atlet yang mengalami cidera lutut, maka treatment yang dilakukan pun terpusat pada bagian lutut dan sekitarnya yang berkolerasi. Sistematika urutan latihan diawali dengan stretching/ peregangan sebagai persiapan otot-otot untuk memulai aktivitas fisik. Kemudian warm-up selama kurang lebih 15 menit menggunakan ergo cycling. Bagi pasien yang mengalami cedera lutut bisa dilakukan terapi latihan seperti : * Leg Press Horizontal Latihan dilakukan dengan posisi duduk tegap sambil berpegangan pada kursi. Pada saat kaki melakukan gerakan mendorong, posisi kaki tidak boleh sampai terlalu lurus ataupun mengunci. Setelah kaki melakukan gerakan mendorong, tarik kembali kaki hingga menekuk. Lakukan beberapa kali repetisi dan perhatikan waktu istirahat selama 30 detik sebagai interval, baru melanjutkan lagi ke set berikutnya. * Leg Extension Sebelum melakukan latihan leg extension, atur terlebih dahulu penampang bebannya sesuai dengan panjang tungkai. Setelah itu baru atur ukuran bebannya dan lakukan bebrapa kali repetisi. Istirahat 30 detik sebagai interval kemudian lanjutkan set berikutnya. * Leg Curl Machine Tujuan dari alat latihan tersebut adalah untuk penguatan otot-otot hamstring yang terletak pada bagian belakang paha. Pasien tidur telungkup dan berpegangan pada alat. Lalu pengaturan penampang beban disesuaikan dengan panjang tungkai. Lakukan beberapa kali repetisi. Istirahat antar set selama 30 detik, kemudian masuk kembali pada set berikutnya. Kemudian urutan terakhir dalam terapi latihan beban adalah proses pendinginan [kembali melakukan stretching]. Stretching dapat merelaksasi otot-otot seusai latihan. Untuk melakukan rehabilitasi seperti di atas sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis olahraga terlebih dahulu dan selalu dalam kontrol dokter atau trainer.