STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim

Kampanye Pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor, Jawa Barat)

Oleh: Yuddi Yustian A14204057

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2008

RINGKASAN YUDDI YUSTIAN. STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor, Jawa Barat). Di bawah bimbingan SARWITITI S. AGUNG).

Perubahan sistematika pemilihan kepala daerah yang ditandai dengan disahkannya Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan revisi dari Undang-undang No. 22 Tahun 1999, telah mengubah tata cara pemilihan kepala daerah yang sebelumnya dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui pemilihan umum yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perubahan tata cara pemilihan tersebut juga merubah cara-cara dan pendekatan kampanye politik yang dijalankan oleh masing-masing pasangan calon. Saat pemilihan dilakukan oleh DPRD, kampanye dengan cara lobi politik kepada anggota dewan lebih diutamakan, sedangkan dalam pemilihan secara langsung oleh masyarakat, pengenalan calon kepala daerah kepada masyarakat melalui kampanye politik yang melibatkan masyarakat dijadikan cara utama untuk menarik perhatian dan suara dari konstituen yaitu masyarakat daerah setempat. Kampanye dalam pemilihan kepala daerah dilakukan dengan beragam teknik kampanye, yang dihasilkan melalui tahapan perencanaan kampanye politik yang meliputi tahap perencanaan anggaran dan pendanaan kampanye, konsolidasi internal dan eksternal tim kampanye, segmentasi sasaran kampanye, targeting sasaran kampanye, dan positioning yang dinyatakan dalam bentuk slogan kampanye. Beragam teknik kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye politik

diyakini akan membentuk suatu citra politik bagi pasangan calon yang dikampanyekan. Citra politik yang menarik dan dianggap penting oleh masyarakat akan mendorong pemilih untuk menjatuhkan pilihan politiknya kepada calon tersebut. Subjek dari penelitian ini adalah pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana (DA’I) yang berstatus sebagai calon incumbent dan didukung oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat, dan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (HADE) sebagai calon pendatang baru yang didukung oleh PKS dan PAN. Perbedaan status antara kedua calon kepala daerah tersebut diyakini akan mempengaruhi teknik-teknik dan bentuk kampanye politik yang dijalankan oleh kedua pasangan calon kepala daerah. Penelitian dalam skripsi ini memfokuskan pada aspek perencanaan strategi kampanye politik, kegiatan kampanye politik yang dilakukan, kesesuaian citra antara yang ditangkap oleh pemilih dan citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye politik, serta perbandingan strategi kampanye politik dari tim kampanye calon gubernur incumbent dan calon gubernur pendatang baru, di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan strategi studi kasus tipe instrumental, untuk mengetahui proses dan tahapan perencanaan kampanye politik, serta teknik dan bentuk kampanye politik yang digunakan oleh tim kampanye pasangan calon kepala daerah incumbent dan pendatang baru. Pada penelitian ini juga digunakan metode polling untuk mengukur kesesuaian citra yang ditangkap oleh pemilih DA’I dan HADE di Kota Bogor, dengan citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye mereka. Jumlah responden polling dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu

Hasil penelitian ini mengungkap bahwa mekanisme kerja tim kampanye HADE yang bekerja berdasarkan masing-masing partai politik pendukung menjadi HADE PKS dan HADE PAN. Teknik-teknik kampanye yang menggunakan model komunikasi satu-satu ternyata lebih efektif untuk meraih simpati dan dukungan masyarakat dibandingkan model komunikasi satu-banyak.30 responden yang memilih pasangan DA’I dan 30 responden yang memilih pasangan HADE. Bogor Utara. Penggunaan perjanjian ”kontrak politik” antara pasangan calon dengan masyarakat juga meningkatan rasa kepercayaan masyarakat kepada calon . Selain itu jumlah dana. visi-misi. Responden tersebut dipilih dari tiga kecamatan di Kota Bogor. konsolidasi internal dan eksternal yang dilakukan. ternyata lebih efektif dalam menjalankan kegiatan kampanye yang hanya berlangsung kurang dari dua minggu. Teknik kampanye yang dijalankan juga berpengaruh terhadap peluang untuk memenangkan pemilihan kepala daerah. yang dilakukan dengan cara mendatangi dan menjelaskan biografi pasangan calon. dan Kecamatan Tanah Sareal. ternyata mempengaruhi bentuk-bentuk kegiatan kampanye yang dilakukan dan pada akhirnya berperan menjadi faktor-faktor yang berpengaruh untuk memenangkan pemilihan kepala daerah. serta kalimat positioning. Model komunikasi satu-satu tersebut digolongkan ke dalam teknik kampanye dari rumah ke rumah. Sementara itu tim kampanye DA’I yang anggota-anggotanya berasal dari Partai Golkar dan Partai Demokrat. justru mengalami berbagai hambatan yang menyebabkan kondisi ”saling tunggu” karena sulitnya koordinasi antara anggota-anggota tim kampanye dari parpol yang berbeda. yaitu Kecamatan Bogor Tengah. targeting sasaran kampanye. dan program kerja yang akan dijalankan jika nanti terpilih.

kesalahan dalam penggunaan strategi kampanye melalui strategi ”panggung” yang merupakan cara-cara lama dalam berkampanye. dan ketidaksesuaian citra yang ingin dibentuk dari pasangan DA’I. Sementara itu faktor-faktor yang menyebabkan kekalahan pasangan DA’I antara lain adalah. Selain itu. mekanisme kerja tim kampanye yang efektif. Persentase kesesuaian citra dari kedua pasangan berdasarkan usia dan tingkat pendidikan pemilih pasangan DA’I dan HADE yang lebih dari 50 persen (kecuali pemilih HADE yang berpendidikan menengah yaitu sebesar 30 persen). dan ketepatan momentum mengenai citra pasangan muda dengan isu yang sedang berkembang saat itu. kurangnya konsolidasi internal tim kampanye dan partai ke tingkat atas dan bawah.yang melakukan perjanjian ”kontrak politik”. Faktor-faktor yang menyebabkan kemenangan pasangan HADE antara lain adalah. kegiatan kampanye politik yang inovatif. dengan pandangan masyarakat mengenai pasangan DA’I. bentuk-bentuk kampanye yang inovatif dan bermanfaat untuk masyarakat juga turut mempengaruhi pilihan politik masyarakat. . Usia dan tingkat pendidikan pemilih ternyata tidak mempengaruhi kesesuaian citra politik pasangan calon kepala daerah yang ditangkap oleh pemilih dan yang dikomunikasikan oleh tim kampanye. penggunaan strategi kampanye yang tepat melalui direct selling. menunjukkan bahwa usia dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan kemampuan individu dalam menangkap citra dengan tepat.

STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor. Jawa Barat) Oleh: Yuddi Yustian A14204057 SKRIPSI Sebagai Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

Dr. 131 124 019 Tanggal Lulus: . Jawa Barat) Dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. MS NIP.PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang ditulis oleh: Nama NRP Judul : Yuddi Yustian : A14204057 : STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor. M. Dekan Fakultas Pertanian Prof. Fakultas Pertanian. 131 879 331 Mengetahui. Dosen Pembimbing Dr. Didy Sopandie. Institut Pertanian Bogor.Agr NIP. Agung. Sarwititi S. Ir. Ir. Menyetujui.

Bogor. Jawa Barat) INI BENAR-BENAR MERUPAKAN HASIL KARYA YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI KARYA ILMIAH PADA SUATU PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN DAN JUGA BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI TIDAK MENGANDUNG BAHAN-BAHAN YANG PERNAH DITULIS ATAU DITERBITKAN OLEH PIHAK LAIN KECUALI SEBAGAI BAHAN RUJUKAN YANG DINYATAKAN DALAM NASKAH.PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL STRATEGI PENDATANG KAMPANYE BARU POLITIK CALON INCUMBENT KEPALA DAN DALAM PEMILIHAN DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor. September 2008 Yuddi Yustian A14204057 . DEMIKIAN PERNYATAAN INI SAYA BUAT DENGAN SESUNGGUHNYA DAN SAYA BERSEDIA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERNYATAN INI.

Selama penulisan skripsi ini. penulis juga pernah menjadi Asisten Dosen untuk mata kuliah Dasar-dasar Komunikasi pada semester ganjil tahun 2006. di antaranya adalah Ketua Departemen Minat. dan Profesi pada Himpunan Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (MISETA) periode 2007-2008. Selama menjadi mahasiswa. penulis juga bekerja paruh waktu sebagai Marketing Officer pada Majalah Bogor-Q. Bakat. . merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. kemudian dilanjutkan di SMU PGRI I Bogor dan lulus pada tahun 2003. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor Fakultas Pertanian IPB periode 2006-2007. Institut Pertanian Bogor. Pada tahun 2004 penulis diterima di Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. penulis aktif menjadi pengurus pada beberapa organisasi intra dan ekstra kampus. Pendidikan formal penulis dimulai di SD Negeri Pengadilan 5 Bogor dan lulus pada tahun 1997.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Yuddi Yustian. Fakultas Pertanian. Selain aktif di organisasi kemahasiswaan. SE dan Kenny Afantini. yang dilahirkan di Bandung pada tanggal 2 Desember 1985 dari orangtua bernama Buntara. selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 2 Bogor dan lulus pada tahun 2000. melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

Penelitian yang ditulis dalam skripsi ini bertujuan untuk menganalisis dan melakukan perbandingan pada tahap-tahap perencanaan dan kegiatan kampanye politik. Penulisan skripsi ini ditujukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pertanian pada Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. pada pemilihan kepala daerah Jawa Barat yang dilakukan oleh tim kampanye calon incumbent dan pendatang baru. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para akademisi dan pihak-pihak yang berkepentingan. Skripsi ini berjudul: STRATEGI KAMPANYE POLITIK CALON INCUMBENT DAN PENDATANG BARU DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH (Studi Kasus: Tim Kampanye Danny Setiawan-Iwan Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf di Kota Bogor.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang kemudian disajikan dalam bentuk karya ilmiah berupa skripsi. mempelajari. Jawa Barat). dan menganalisis fakta-fakta mengenai kampanye politik. Institut Pertanian Bogor. September 2008 Penulis . Bogor. Penelitian skripsi ini merupakan proses belajar yang dilakukan oleh penulis agar penulis dapat mengenal. Demikianlah skripsi ini disusun dengan suatu tema tulisan yang dipandang cukup relevan untuk ditelaah lebih lanjut saat ini. Fakultas Pertanian. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

.....4............................1............1............. Latar Belakang........... Strategi Kampanye Politik ...................... Metode Penelitian ................ Fenomena Kekalahan Calon Incumbent dalam Pilkada ..........................4...........1.... Teknik Analisis Data dan Penyajian Data......... BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA ANALISIS ............................................................ Definisi Kampanye Politik ........ 12 2........ Teknik Pengumpulan Data...........................................2......... Pencitraan Politik ............ 26 2..DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN ....................... 20 2...4..........1.............. Tim Kampanye ........... Tinjauan Pustaka.................................. 33 3.......5................7........................................ 37 1 1 5 8 8 9 9 9 ........... 11 2............2......................................................................................................... Penentuan Subjek Penelitian dan Responden Polling ..3........... Kegunaan Penelitian ....1......... Teknik-teknik Kampanye Politik ...1........................ 28 2......................3....................8..........1...................................................................... 36 3........................1............................................................ Kerangka Analisis .................... 32 3........ Persuasi Politik ...1.................................... Tahapan Pemasaran Politik ......................1........ 23 2...........................1................................. 32 3.........3.......... 13 2..................... 1.................... 26 2. 1........2.. Perumusan Masalah ..........1......... 29 BAB III METODOLOGI ................................................ 2................................................... 1...............................................2................6....................... Definisi Konseptual ............................... 1............. 2........ Tujuan Penelitian ......3.. 2..............

......... 46 BAB V PERENCANAAN STRATEGI KAMPANYE POLITIK ................. 59 5..........4............. Profil Pasangan Pendatang Baru (HADE) ............4......2.......................1....... 50 5.........2.. 55 5................... Perbandingan Perencanaan Strategi Kampanye Politik ........ Profil Pasangan Incumbent (DA’I) ........3...............1.................... Anggaran Biaya dan Pendanaan Kampanye .... Segmentasi .......... Konsolidasi Internal dan Eksternal Tim Kampanye ......................2.1.......1.................. Positioning ............................................2....................... Positioning .................................... 57 5.2..................................4......1.1......1.. 65 .. 51 5.............................. 39 4..............2...... Tahapan Perencanaan Strategi Kampanye Politik DA’I .. Profil Tim Kampanye HADE ......BAB IV PROFIL CALON GUBERNUR DAN TIM KAMPANYE ...... 48 5.2. 48 5............ 49 5...2........5........ 62 BAB VI KEGIATAN KAMPANYE POLITIK ............................ 40 4..................................... Profil Tim Kampanye DA’I Kota Bogor ................5................... Konsolidasi Internal dan Eksternal Tim Kampanye ....................................... 44 4......1.3.....................3. 54 5...................... Targeting ........................2.....1...................... Tahapan Perencanaan Strategi Kampanye Politik HADE. 39 4...... 61 5....................... Targeting ....... Segmentasi .... Perbandingan antara Tim Kampanye DA’I dan HADE ........... 60 5......................... 56 5.. Anggaran Biaya dan Pendanaan Kampanye .... 42 4............3..5............................................. 54 5.............

........6..3........................1.......................................2.......................2........... Kampanye Pembukaan ....3.................................1....................... 82 6...4. 71 6.................2..... 93 7..1.................1................. Kampanye Massa Langsung ..................... 84 6...... 75 6.. 89 BAB VII PENCITRAAN PASANGAN CALON GUBERNUR ........... 72 6.................................2......................... Kampanye Massa Langsung ................ Kendala dalam Pelaksanaan Kegiatan Kampanye ............. Pawai Motor Simpatik .... Kampanye Massa Tidak Langsung ........................... Kampanye Direct Selling ........... Kampanye Massa Tidak Langsung ..3....................... Pencitraan Pasangan Calon Gubernur oleh Tim Kampanye DA’I 93 7.............1.....2.......... 86 6..3......4.............................. Perbandingan Kesesuaian Citra .................... 95 7................................... 72 6.1...............2..............4.. Pengaruh Kampanye terhadap Keputusan Memilih DA’I dan HADE ... 73 6....... Perbandingan Kegiatan Kampanye DA’I dan HADE .................... 85 6. 66 6.... 81 6.......5...................2.............. Angkot Gratis .... 87 6......................................... Kegiatan Kampanye Politik Tim DA’I Kota Bogor.................5...........2............................ Kampanye Dialogis dan Silaturahmi dengan Tokoh Pemuda .................1. 65 6................................ Kegiatan Kampanye Politik Tim HADE Kota Bogor ....................... 97 .....................................5.1..... Kunjungan Langsung ke Masyarakat oleh Pasangan HADE...................................... 75 6......2................. Pencitraan Pasangan Calon Gubernur oleh Tim Kampanye HADE .............1......

112 DAFTAR PUSTAKA.................................................... 109 9........................... Faktor-faktor Kemenangan Pasangan Pendatang Baru (HADE) . 104 8...................BAB VIII STRATEGI KAMPANYE POLITIK DAN FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA.................................................................................... Strategi Kampanye Politik .... Faktor-faktor Kekalahan Pasangan Incumbent (DA’I)............3................. Saran ................. 106 BAB IX KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................................................................. 102 8.................2.................................................................................. 102 8........... 114 LAMPIRAN.......... Kesimpulan ...........1........2........................... 109 9...................1................... 116 ...

.... 77 Tabel 8................................................ Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan Hubungannya dengan Slogan Kampanye .... 68 Tabel 5... Tabel 4......................................................... 78 Tabel 9............. Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan Hubungannya dengan Citra yang Ingin Dibentuk ....... 69 Tabel 6.............................................. Matriks Perbandingan Perencanaan Strategi Kampanye Politik .................... 51 Matriks Organisasi Pendukung Pasangan HADE di Kota Bogor ......... Persentase Pemilih DA’I di Kota Bogor yang Memilih karena Pengaruh Kampanye DA’I............................................................................ Tabel 2................................................ Matriks Organisasi Pendukung Pasangan DA’I di Kota Bogor .............. 2008 ............... 62 Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Sasaran Kampanye....... Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Citra yang ingin dibentuk.......... 58 Tabel 3................... Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan Hubungannya dengan sasaran Kampanye ............................................................ 70 Tabel 7.......................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.. Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Slogan Kampanye ..... 78 Tabel 10................ 88 ....................................

............................. Persentase Perbandingan Kesesuaian Citra Pasangan DA’I dan HADE Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor.............. 2008 .. 94 Tabel 15.. 95 Tabel 16..... 2008............................... Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih HADE Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor.. Persentase Pemilih DA’I di Kota Bogor yang Memilih karena Pengaruh Kampanye HADE. Tabel 14. 91 Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih DA’I Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor........... 97 Tabel 18.......... 2008... Persentase Perbandingan Kesesuaian Citra Pasangan DA’I dan HADE Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor..... 2008.......... 99 .... Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih DA’I Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor..................... 96 Tabel 17... 98 Tabel 19..............Tabel 11............. Tabel 13..... 88 Tabel 12. 90 Matriks Kegiatan Kampanye DA’I di Kota Bogor ..... Matriks Kegiatan Kampanye HADE di Kota Bogor ............. 2008.................. 2008 ........ Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih HADE Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor.......................... 2008........

................ 81 Gambar 10.......... Gambar 8.......................................... Gambar 9............... Gambar 5........... 71 Pawai Motor Simpatik Pendukung DA’I ................. 25 Gambar 3. Kerangka Analisis Strategi Kampanye Politik Calon Incumbent dan Pendatang Baru dalam Pemilihan Kepala Daerah.................... 83 Gambar 12...... Kriteria Calon Gubernur Menurut Warga Jawa Barat ........................... 29 Gambar 4. Kota Bogor.. Gambar 6...... 85 ............ Kampanye Direct Selling HADE di Jembatan Merah................................... Kota Bogor ....................................... 83 Gambar 11................... 15 Gambar 2..... 70 Juru Kampanye sedang Mengkampanyekan Pasangan DA’I ......... 73 Pamflet Kampanye Pasangan HADE .... Tahapan Marketing Politik . 79 Baligo Pasangan HADE di Jalan Juanda Bogor ..........................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.... Kunjungan Dede Yusuf ke Stasiun Kereta Api Bogor ......... 80 Kampanye HADE di Lapangan Sempur Kota Bogor ......................... Kunjungan Ahmad Heryawan ke Pasar Anyar Bogor ............................... Gambar 7......................... Baligo Pasangan DA’I di daerah Pondok Rumput............... 2008 ....

..................127 .........................123 Kuesioner Polling Pemilih DA’I ..................................................................... Struktur Tim Kampanye DA’I Kota Bogor .....................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1... Lampiran 2................................ Lampiran 3...117 Struktur Tim Kampanye HADE Kota Bogor ........................................ Lampiran 6...........124 Kuesioner Polling Pemilih HADE...121 Catatan Lapang Kampanye DA’I.119 Catatan Lapang Kampanye HADE...... Lampiran 4.......... Lampiran 5...........

bupati dan walikota) yang dikehendakinya secara langsung tanpa diwakili oleh DPRD.BAB I PENDAHULUAN 1. Disahkannya Undang-undang No. bupati dan walikota yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2005 dan setelahnya akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam suatu pemilihan langsung yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). . jujur dan adil’. Ketentuan ini tertuang dalam pasal 56 ayat 1 undang-undang tersebut yaitu. bebas. Perubahan sistematika pemilihan kepala daerah telah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memilih calon-calon kepala daerah (gubernur. telah membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan demokrasi politik di Indonesia. Kepala daerah yang sebelumnya dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) diubah menjadi dipilih langsung oleh masyarakat. telah mengubah tata cara pemilihan kepala daerah. Dengan demikian gubernur.1. karena partisipasi masyarakat dalam menyalurkan suara politiknya akan menentukan arah dan kebijakan pembangunan daerah selama sedikitnya lima tahun ke depan. umum. rahasia. 22 Tahun 1999. Sistem pemilihan secara langsung dengan mengumpulkan suara terbanyak seperti ini memerlukan upaya persuasif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar turut berpartisipasi dalam demokrasi politik. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan revisi dari Undangundang No. Latar Belakang Reformasi di segala bidang yang dilakukan pasca pemerintahan orde baru pada bulan Mei 1998. ‘Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara langsung.

pengenalan calon kepala daerah kepada masyarakat melalui kampanye politik yang melibatkan masyarakat dijadikan cara utama untuk menarik perhatian dan suara dari konstituen yaitu masyarakat daerah setempat. pasangan calon kepala daerah bersama tim kampanyenya akan berusaha memperkenalkan dirinya serta memaparkan visi-misi mengenai rancangan kebijakan pembangunan daerah selama lima tahun ke depan masa kepemimpinannya jika terpilih. Jenis komunikasi yang dianggap sesuai untuk memenuhi kebutuhan itu adalah komunikasi massa.Perubahan tata cara pemilihan tersebut juga akan merubah cara-cara dan pendekatan kampanye politik yang dijalankan oleh masing-masing pasangan calon. Media massa dipilih karena memiliki kekuatan untuk menjangkau khalayaknya secara luas dan serentak (Hamad. Terbatasnya waktu kampanye yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum. Kesempatan seorang calon kepala daerah untuk memenangkan pemilihan secara . Saat pemilihan dilakukan oleh DPRD. 2004. memaksa pasangan calon kepala daerah beserta tim kampanyenya untuk merencanakan strategi kampanye politik secara efektif agar dapat menjangkau seluruh masyarakat di daerah pemilihan. Mc Quail 1983). sedangkan dalam pemilihan secara langsung oleh masyarakat. kampanye dengan cara lobi politik kepada anggota dewan lebih diutamakan. sehingga saluran komunikasi yang paling banyak digunakan dalam kampanye politik adalah media massa. Selama masa kampanye yang dilaksanakan dalam jangka waktu 14 hari dan berakhir tiga hari sebelum pemungutan suara. Kampanye merupakan hal yang sangat esensial dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Penelitian mengenai strategi komunikasi dalam pemilihan kepala daerah sebelumnya telah dilakukan oleh Yuddho (2007).d. Luwarso (n.) dalam Amir (2006) menyatakan bahwa politik di era media massa adalah soal membuat citra. Yuddho mencoba mengkaji strategi komunikasi yang dilakukan oleh tim kampanye calon Gubernur Banten yaitu Ratu Atut dalam Pilkada Banten di Kota Tangerang dan mencari faktor kekalahan Ratu Atut di Kota tersebut. tetapi mungkin karena strategi komunikasi yang dijalankan oleh calon gubernur lainnya lebih tepat sasaran. karena kekalahan Ratu Atut belum tentu hanya disebabkan oleh faktor kurang maksimalnya kinerja tim kampanye Ratu Atut. Tim kampanye dari setiap pasangan calon kepala daerah akan berusaha menciptakan citra diri yang positif dari pasangan calon tersebut di mata masyarakat. tetapi penelitian itu dirasa kurang sempurna karena Yuddho hanya menggali strategi komunikasi dari satu pasangan calon gubernur dan tidak melakukan perbandingan strategi dengan pasangan calon gubernur lainnya. Kelebihan-kelebihan tersebut harus dikemas dengan baik melalui kegiatan kampanye politik yang telah disiapkan secara matang. sehingga dapat dijadikan sebagai nilai jual bagi pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mengikuti pemilihan umum. 2005). 2007). sebab citra diri yang positif dan prestasi calon kepala daerah berpengaruh besar bagi pemilih pemula dalam menentukan pilihannya (Suryatna.langsung pun bergantung pada penggunaan beragam media massa dalam kampanye politik yang dilakukannya (Nimmo. Hal tersebut menjadi kelemahan penelitian. tetapi kedua . Penelitian lainnya yang dilakukan dalam konteks pemilihan umum secara langsung telah dilakukan oleh Amir (2006) dan Suryatna (2007).

jajak pendapat atau polling. Kombinasi dari beberapa faktor tersebut yang didokumentasikan oleh media massa telah menimbulkan citra tersendiri di benak pemilih. menemukan bahwa terdapat hubungan nyata antara karakteristik pemilih dan terpaan informasi kampanye dengan perilaku memilih. Sementara itu.penelitian tersebut tidak membahas mengenai proses penyusunan rencana kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan calon kepala pemerintahan. . Amir (2006). strategi memilih pasangan. yaitu faktor ketokohan atau figur pribadi SBY. faktor kepemimpinan. serta program hukum dan janji kampanye. Pada ketiga penelitian tersebut belum dibahas mengenai proses perumusan dan perbandingan strategi komunikasi dan kampanye oleh tim kampanye pasangan calon kepala daerah atau pemerintahan. Penelitian Suryatna ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 100 orang pemilih yang terdaftar dalam pilkada Cianjur. berhasil mengidentifikasi beberapa faktor penentu kemenangan SBY-JK dalam pemilihan umum langsung Presiden RI tahun 2004. Ide dan strategi komunikasi kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye masing-masing calon kepala pemerintahan bertujuan untuk menimbulkan suatu citra mental positif tersendiri dalam benak masyarakat. momen atau peristiwa khusus. penelitian Suryatna (2007) tentang hubungan karakteristik pemilih dan terpaan informasi kampanye politik dengan perilaku memilih dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur tahun 2006. padahal pesan-pesan dalam kampanye pemilihan langsung memiliki sifat persuasif atau bahkan mengandung propaganda sehingga pesan-pesan yang dimuat atau diedarkan pastilah tidak bebas nilai.

go. serta perbandingan strategi kampanye politik dari tim kampanye calon gubernur incumbent dan calon gubernur pendatang baru di daerah pemilihan Kota Bogor.410.55%) berbanding dengan jumlah suara pasangan DA’I sebanyak 73.jabarprov.544 suara (25.449 suara (39. http://www. Perumusan Masalah Kegiatan kampanye politik yang dilakukan sebelum disahkannya Undangundang No.167 suara (52.kpu. kesesuaian citra antara yang ditangkap oleh pemilih dan citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye politik. Hasil dari pelaksanaan pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 20082013.238. Sementara itu untuk pemilihan di Kota Bogor.id/?mod=addOnApps/situng/oprRekapSuaraPerDaerah&idMenuKiri =139 (Diakses pada tanggal 30 April 2008) . sedangkan pasangan DA’I memperoleh suara sebanyak 3. pasangan HADE juga mampu mengungguli pasangan DA’I dengan jumlah suara sebanyak 191. 2005. kegiatan kampanye politik yang dilakukan.29%). 32 Tahun 2004 mengenai tata cara pemilihan kepala daerah. 1. Subjek dari penelitian ini adalah tim kampanye pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana (DA’I) sebagai calon incumbent dan pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (HADE) sebagai pendatang baru.2.sehingga pada akhirnya akan mendorong masyarakat untuk memberikan suaranya kepada calon tersebut (Nimmo.58%).10%). Amir 2006).271 suara (20. hanya 1 Hasil penghitungan suara Pilgub. menempatkan pasangan HADE sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pilihan masyarakat dengan jumlah suara sebanyak1 5. Penelitian dalam skripsi ini memfokuskan pada aspek perencanaan strategi kampanye politik.

Proses pencitraan tersebut sebagian besar dibentuk selama . Hasil dari proses tersebut akan memudahkan tim kampanye dalam menyusun strategi kampanye untuk menjaring pemilih sebanyak-banyaknya. kepala daerah dipilih oleh DPRD melalui mekanisme musyawarah sehingga pendekatan utama dalam kampanye yang digunakan adalah lobi politik kepada anggota-anggota DPRD. Bentuk kampanye tersebut antara lain adalah debat publik. kunjungan ke pusat aktivitas masyarakat (kantor. Dalam pemilihan secara langsung.dipusatkan dalam internal pemerintahan atau kampanye antar elit politik. sekolah. targeting dan positioning. Bentuk-bentuk kampanye tersebut dihasilkan melalui tahapan perencanaan strategi komunikasi dan kampanye serta pemasaran politik yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan calon kepala daerah. atribut citra positif yang melekat di pasangan calon kepala daerah merupakan hal utama yang mendorong pemilih dalam memilih pasangan calon kepala daerah. cara dan pendekatan dalam kampanye pemilihan kepala daerah ikut berubah pula. kegiatan sosial. 32 Tahun 2004 yang menetapkan bahwa kepala daerah dipilih langsung oleh masyarakat. Sebelum undang-undang tersebut disahkan. kunjungan ke rumah sakit. pasar). apel akbar. Aspek penting yang perlu diutamakan dalam menjaring pemilih adalah soal pembentukan citra positif pasangan calon kepala daerah. Bentuk kampanye yang umum digunakan saat ini lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai konstituennya. hal tersebut dilakukan untuk meraih simpati dan dukungan dari masyarakat secara langsung. Setelah disahkannya Undang-undang No. dan sebagainya. Proses pemasaran politik tersebut meliputi tahap segmentasi.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah dikemukakan di atas. sebagai berikut: 1. untuk meraih dukungan masyarakat dan suara pemilih dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor? 3. sehingga pada akhirnya akan melekat di pikiran pemilih dan mendorong pemilih untuk menjatuhkan pilihannya pada calon kepala daerah tersebut.masa kampanye dan dilakukan berulang-ulang. melakukan tahapan pemasaran politik dan perencanaan strategi kampanye pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor? 2. Bagaimana kesesuaian citra diri pasangan DA’I dan HADE yang dibentuk oleh tim kampanye dengan citra diri pasangan DA’I dan HADE yang terkonstruksi dalam pikiran para pemilihnya di Kota Bogor sebagai sasaran kegiatan kampanye politik? . yaitu sejauh mana efektivitas strategi kampanye yang dijalankan oleh kedua pasangan. Pertanyaan umum tersebut dirinci ke dalam perumusan masalah khusus. Bagaimana bentuk kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye calon kepala daerah incumbent dan calon kepala daerah pendatang baru. dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kekalahan pasangan DA’I sebagai calon incumbent dalam pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat di Kota Bogor. Bagaimana tim kampanye calon kepala daerah incumbent dan calon kepala daerah pendatang baru. maka timbul pertanyaan besar yang dirumuskan ke dalam perumusan masalah umum. dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kemenangan pasangan HADE sebagai calon pendatang baru.

untuk meraih dukungan masyarakat dan suara pemilih dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor.1. 2. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan-perumusan masalah yang telah dikemukakan di atas.3. melakukan tahapan pemasaran politik dan perencanaan strategi komunikasi dalam kampanye pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor. maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengkaji bentuk kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye calon kepala daerah incumbent dan calon kepala daerah pendatang baru. . Referensi bagi praktisi komunikasi dalam mendesain sebuah strategi komunikasi dan kampanye politik untuk pemilihan umum. 1. 2. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai: 1. Memberikan kontribusi bagi pengembangan studi komunikasi politik. 3.4. Menganalisis kesesuaian citra diri pasangan DA’I dan HADE yang dibentuk oleh tim kampanyenya dengan citra diri pasangan DA’I dan HADE yang terkonstruksi dalam pikiran masyarakat Kota Bogor sebagai sasaran kegiatan kampanye politik. Menggambarkan bagaimana tim kampanye calon kepala daerah incumbent dan calon kepala daerah pendatang baru. terutama dalam konteks pemilihan kepala daerah secara langsung di Indonesia.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA ANALISIS 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Definisi Kampanye Politik Terdapat banyak definisi mengenai kampanye yang dikemukakan oleh para ilmuwan komunikasi, namun berikut ini adalah beberapa definisi yang populer. Snyder (2002) dalam Venus (2004), mendefinisikan bahwa kampanye komunikasi merupakan aktivitas komunikasi yang terorganisasi, secara langsung ditujukan kepada khalayak tertentu, pada periode waktu yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan tertentu. Pfau dan Parrot (1993) dalam Venus (2004), mendefinisikan kampanye sebagai kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menunjang dan meningkatkan proses pelaksanaan yang terencana pada periode tertentu yang bertujuan mempengaruhi khalayak sasaran tertentu. Rogers dan Storey (1987) dalam Venus (2004), mendefiniskan kampanye sebagai serangkaian kegiatan komunikasi yang terorganisasi dengan tujuan untuk menciptakan dampak tertentu terhadap sebagian besar khalayak sasaran secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu. Berdasarkan beberapa definisi di atas, Venus (2004) mengidentifikasi bahwa aktivitas kampanye setidaknya harus mengandung empat hal yakni, (1) ditujukan untuk menciptakan efek atau dampak tertentu (2) ditujukan kepada jumlah khalayak sasaran yang besar (3) dipusatkan dalam kurun waktu tertentu dan (4) dilakukan melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisasi. Kampanye politik adalah bentuk komunikasi politik yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu

untuk memperoleh dukungan politik dari masyarakat (Arifin, 2003). Salah satu jenis kampanye politik adalah kampanye massa, yaitu kampanye politik yang ditujukan kepada massa (orang banyak), baik melalui hubungan tatap muka maupun dengan menggunakan berbagai media, seperti surat kabar, radio, televisi, film, spanduk, baligo, poster, folder dan selebaran serta medium interaktif melalui komputer (internet). Penyampaian pesan politik melalui media massa merupakan bentuk kampanye yang handal dalam hal menjangkau khalayak luas. Kampanye politik saat ini sudah mengadopsi prinsip-prinsip pemasaran dan pembentukan citra. Hal tersebut dimungkinkan terjadi karena perubahan sistematika pemilihan kepala daerah dari yang sebelumnya dipilih oleh legislatif menjadi dipilih langsung oleh masyarakat. Menurut Ruslan (2005), kampanye politik merupakan jenis kampanye yang pada umumnya dimotivasi oleh hasrat untuk meraih kekuasaan politik. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk memenangkan dukungan masyarakat terhadap kandidat-kandidat yang diajukan partai politik agar dapat menduduki jabatan-jabatan politik yang diperebutkan lewat proses pemilihan umum. Kampanye politik dapat diartikan pula sebagai bentuk komunikasi politik yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu untuk memperoleh dukungan politik dari rakyat (Arifin, 2003). Kegiatan untuk membangun citra atau image merupakan bagian penting dalam kampanye politik untuk memperoleh dukungan. Terkait dengan komunikasi dalam kampanye politik, terdapat beberapa aktivitas komunikasi yang dapat diidentifikasi. Menurut Nimmo (2005), kegiatan komunikasi politik adalah kegiatan simbolik dimana kata-kata itu mencakup ungkapan yang dikatakan atau

dituliskan, gambar, lukisan, foto, film, gerak tubuh, ekspresi wajah dan segala cara bertindak. Orang-orang yang mengamati simbol-simbol itu,

menginterpretasikannya dengan cara-cara yang bermakna sehingga membentuk citra mental tentang simbol-simbol tersebut.

2.1.2. Teknik-teknik Kampanye Politik Selama masa kampanye, tim kampanye berusaha menggalang dukungan dan simpati pemilih agar pemilih menjatuhkan pilihannya pada calon kepala daerah yang dikampanyekannya. Tim kampanye poltik menggunakan teknikteknik kampanye politik yang kemudian diwujudkan dalam suatu bentuk kegiatan kampanye politik untuk mempengaruhi pemilih. Imawan (1997) dalam Amir (2006) merumuskan beberapa teknik kampanye politik, yaitu: 1. Kampanye dari rumah ke rumah (door to door campaign), yaitu calon kepala daerah mendatangi langsung para pemilih sambil menanyakan persoalanpersoalan yang dihadapi. Kampanye ini efektif dilakukan pada pemilihan umum tahun 1955, dengan mendatangi orang-orang yang pilihannya dianggap masih ragu dan dapat dibujuk atau diancam untuk mengubah sikap dan pilihan politik mereka. 2. Diskusi Kelompok (group discussion), dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok diskusi kecil yang membicarakan masalah yang dihadapi masyarakat. 3. Kampanye massa langsung (direct mass campaign), dilakukan dalam bentuk aktivitas yang menarik perhatian massa, seperti pawai, pertunjukkan kesenian

diperlukan strategi yang disebut strategi komunikasi dalam konteks kampanye politik. Agar tujuan akhir tersebut dapat dicapai. menyusun pesan persuasif. yaitu (1) Ketokohan dan kelembagaan. dan (3) Membangun konsensus. . 4. yaitu tujuan (ends). yang dilakukan dengan cara berpidato di radio. Strategi Kampanye Politik Strategi dalam pengertian sempit maupun luas terdiri dari tiga unsur. 2006). (2) Menciptakan kebersamaan dengan memahami khalayak. sarana (means). Tujuan akhir dalam kampanye pemilihan kepala daerah adalah untuk membawa calon kepala daerah yang didukung oleh tim kampanye politiknya menduduki jabatan kepala daerah yang diperebutkan melalui mekanisme pemilihan secara langsung oleh masyarakat. karena selain tidak efektif juga berpotensi menimbulkan bentrokan fisik. menetapkan metode. dengan cara memantapkan ketokohan dan merawat kelembagaan. dan cara (ways). Kampanye massa tidak langsung (indirect mass campaign). melalui kemampuan berkompromi dan kesediaan untuk membuka diri. televisi atau memasang iklan di media cetak dan elektronik. 2003). Terdapat tiga jenis strategi komunikasi dalam konteks kampanye politik (Arifin.dan sebagainya.1. Teknik inilah yang dilarang dalam kampanye Pemilu 1992. Dengan demikian strategi adalah cara yang digunakan dengan menggunakan sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Nasution. serta memilah dan memilih media. 2.3.

strategis tetapi juga taktis.2. untuk menyebarkan makna politik kepada para pemilih. ditargetkan atau tidak ditargetkan. berdimensi jangka panjang dan jangka pendek. langsung atau tidak langsung. termasuk pilihan politik. kepada para pendukungnya dan para pemilih lainnya. baik langsung maupun tanpa perantara. para pemilih lainnya dan sumber-sumber eksternal agar mereka memberi dukungan finansial dan untuk mengembangkan dan menjaga struktur manajemen di tingkat lokal maupun nasional. sikap.4. 2. khususnya menjatuhkan pilihan pada kandidat tertentu. Pemasaran politik bertitik tolak dari konsep meaning. Mengembangkan kredibilitas dan kepercayaan para pendukung. Tahapan Pemasaran Politik Menurut Nursal (2004). . Makna tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi sikap.) dalam Nursal (2004). pada dasarnya pemasaran politik adalah serangkaian aktivitas terencana. Mengkomunikasikan pesan-pesannya. yakni political meaning yang dihasilkan oleh stimulus politik berupa komunikasi politik. dan perilaku pemilih. orientasi. Makna yang muncul dari stimulus tersebut berupa persepsi yang tidak selalu mencerminkan makna yang sebenarnya. baik lisan maupun non-lisan. pemasaran politik adalah cara-cara yang digunakan organisasi politik untuk enam hal berikut: 1. Tujuannya membentuk dan menanamkan harapan. Perilaku pemilih yang diharapkan adalah dukungan dalam berbagai bentuk.d. (n. keyakinan.1. aspirasi dan perilku politik. Menurut Baines et al.

sumberdaya infomasi dan materi-materi kampanye untuk kandidat. Menyelenggarakan pelatihan. para kompetitor. fungsi dari kegiatan pemasaran politik adalah sebagai berikut: 1. tentang informasi. 3. dan atau para aktivis partai. para agen. media-media dan influencers penting lainnya untuk mendukung partai atau kandidat yang diajukan organisasi dan atau supaya jangan mendukung para pesaing. Sarana untuk memantau dan mengendalikan penerapan strategi untuk mencapai sasaran objektif yang telah ditetapkan. 4. Sarana untuk menetapkan tujuan objektif kampanye. marketing effort dan pengalokasikan sumberdaya. Menyampaikan kepada semua pihak berkepentingan atau stakeholders. pemasar. melalui berbagai media. 2. Berusaha mempengaruhi dan mendorong para pemilih. . 4. 5. Sarana untuk mengimplementasikan strategi untuk membidik segemensegmen tertentu yang menjadi sasaran berdasarkan sumberdaya yang ada. terhadap kontestan-kontestan yang akan bertarung di arena pemilu. Menurut Nursal (2004). 5. influencers. baik konstituen. 6. saran dan kepemimpinan yang diharapkan atau dibutuhkan dalam negara demokrasi. Berinteraksi dan merespon dengan para pendukung. dan masyarakat umum dalam pengembangan dan pengadaptasian kebijakan-kebijakan dan strategi. yakni memetakan persepsi dan preferensi para pemilih. para legislator. Sarana untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif-alternatif strategi.3. Sarana untuk menganalisis posisi pasar.

org/downloads/Marketing_Politik_-_Firmanzah. yaitu segmentasi. dan positioning (Gambar 1). Kompetisi dalam memperebutkan suara pemilih. Tahapan strategi pemasaran politik tersebut terdiri dari tiga tahap3. Formulasi khusus tersebut berbentuk strategi komunikasi dan tahapan strategi pemasaran politik yang dijalankan untuk mengidentifikasi khalayak pemilih potensial yang sesuai dengan platform kandidat kepala daerah.pdf (Diakses tanggal 13 Maret 2008) 3 Loc.Menurut O’Shaughnessy (2001) dalam Firmanzah (2007)2. Tahap 1 Segmentasi Pasar Politik  Identifikasi dasar segmentasi pemilih Menyusun profil dari segmentasi pemilih  Tahap 2 Targetisasi Pasar Politik Menyusun kriteria pemilihan segmen pemilih Memilih target segmen pemilih  Tahap 3 Positioning Pasar Politik Menyusun strategi positioning di setiap segmen Menyusun bauran marketing di setiap segmen politik    Gambar 1.cit. Marketing Politik : Strategi Alternatif Partai Politik. targeting. menuntut tim kampanye dari masing-masing kandidat kepala daerah untuk mendesain suatu formulasi khusus untuk menjaring suara pemilih sebanyak mungkin. marketing politik tidak menjamin sebuah kemenangan. http://forumpolitisi. tapi menyediakan tools bagaimana menjaga hubungan dengan pemilih untuk membangun kepercayaan dan selanjutnya memperoleh dukungan suara. 2007. Tahapan Marketing Politik 2 Firmanzah. .

2.1.4.1. Segmentasi Segmentasi adalah proses pengelompokan yang menghasilkan kelompok berisi individu-individu yang dihasilkan disebut sebagai segmen. Menurut Nursal (2004), segmentasi pada dasarnya bertujuan untuk mengenal lebih jauh kelompokkelompok khalayak, hal ini berguna untuk mencari peluang, menggerogoti segmen pemimpin pasar, merumuskan pesan-pesan komunikasi, melayani lebih baik, menganalisa perilaku konsumen, mendesain produk dan lain sebagainya. Para politisi perlu memahami konsep segmentasi karena berhadapan dengan para pemilih yang sangat heterogen, para politisi dapat memberi tawaran politik yang efektif bila mereka mengetahui karakter segmen yang menjadi sasaran. Segmentasi pada pemasaran politik dikatakan efektif jika segmen-segmen yang dihasilkan memenuhi lima syarat (Kotler, 1994) dalam Nursal (2004), yaitu: 1. Dapat diukur, khalayak hasil dari segmentasi harus dapat diukur untuk memproyeksikan jumlah perolehan suara yang mungkin diraih dari setiap segmen. 2. Dapat diakses, khalayak hasil segmentasi harus dapat diakses untuk menyampaikan makna politik kepada khalayak seperti melalui media massa, rapat umum, surat, kontak pribadi dan bentuk komunikasi lainnya. 3. Substansial, jumlah populasi dari setiap segmen yang relatif homogen harus cukup besar dan signifikan terhadap total perolehan suara. 4. Respon khas, segmentasi dikatakan efektif jika setiap segmen yang dihasilkan tersebut memberikan respon khas terhadap tawaran politik tertentu. 5. Program pemasaran khas, segmentasi yang efektif memungkinkan para pemasar untuk menciptakan program pemasaran yang efektif untuk membidik

satu atau beberapa segmen itu. Program pemasaran khas tersebut diciptakan berdasarkan karakter khas segmen pasar yang dibidik. Segmentasi dapat dilakukan dengan banyak pendekatan. Para pemasar dapat memilih salah satu pendekatan atau mengkombinasikan beberapa pendekatan sebagai kerangka menyusun strategi pemasaran. Nursal (2004) dan Ruslan (2005) menyajikan beberapa pendekatan untuk melakukan segmentasi dalam pemasaran politik, yaitu: 1. Segmentasi Demografis Adalah pemilahan para pemilih berdasarkan tingkat sosial ekonomi, usia ratarata dan tingkat pendidikan. Segmentasi demografis dalam pemasaran politik dapat memberi pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik khalayak pemilih. 2. Segmentasi Agama Adalah pemilahan para pemilih berdasarkan agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat. Hingga saat ini, segmentasi berdasarkan agama merupakan salah satu pendekatan segmentasi yang penting dalam memahami karakter pemilih Indonesia. 3. Segmentasi Geografis Adalah pemilahan para pemilih berdasarkan wilayah tempat tinggal. Berdasarkan konteks wilayah Indonesia, pembagian dapat dilakukan berdasarkan pembagian tiga kawasan yaitu barat, tengah, dan timur.

4. Segmentasi Psikografis Adalah pemilahan para pemilih berdasarkan kecenderungan pilihan, preferensi, keinginan, citra-rasa, gaya hidup, sistem nilai atau pola yang dianut, hingga masalah-masalah yang sifatnya pribadi.

2.1.4.2. Targeting Targeting atau menetapkan sasaran adalah memilih salah satu atau beberapa segmen yang akan dibidik untuk mencapai sasaran obyektif. Targeting dilakukan untuk memfokuskan kegiatan kampanye dan isu yang dibuat. Sebelum menentukan target sasaran kampanye, terlebih dahulu dimulai dengan memahami wilayah pemilihan. Tim kampanye harus melihat jumlah total pemilih di suatu wilayah, dari situ akan ditetapkan jumlah pemilih minimal yang harus diraih untuk memenangkan pemilihan secara umum. Khalayak sasaran yang dipilih oleh tim kampanye kandidat kepala daerah terutama adalah individu-individu yang dianggap masih belum menjatuhkan pilihannya kepada kandidat kepala daerah tertentu. Selain itu, kampanye juga dilakukan kepada basis massa pendukung utamanya dalam rangka proses reinforcement.

2.1.4.3. Positioning Menurut Nursal (2004), definisi positioning dalam pemasaran politik adalah tindakan untuk menancapkan citra tertentu ke dalam benak para pemilih agar tawaran produk politik dari suatu kandidat memiliki posisi khas, jelas dan

Political positioning menurut Kasali (1998) seperti diadaptasi oleh Nursal (2004). yaitu: 1.meaningful. Harus dapat mewakili citra yang hendak ditanam dalam benak para pemilih. Kata-kata itu diolah dalam suatu bentuk rangkaian kalimat menarik yang disampaikan dengan manis. memberi makna penting kepada para pemilih. berhubungan dengan event marketing. dan kontestan yang . harus diungkapkan dalam bentuk pernyataan yang enak dan mudah didengar serta terpercaya. Berikut adalah beberapa persyaratan positioning statement (slogan kampanye) yang efektif seperti yang disarankan oleh Nursal (2004). Positioning yang efektif akan menunjukkan perbedaan nyata dan keunggulan seorang kandidat dibandingkan dengan kandidat pesaing. berhubungan dengan atribut-atribut kandidat. 2. 3. atributatribut yang dipakai harus unik. 4. kumpulan atribut yang menguntungkan pemilih. atau secara sederhana mewakili unique selling proposition. solusi bahwa kontestan bersangkutan mampu mengatasi masalah yang dihadapi para pemilih. dapat didefinisikan sebagai strategi komunikasi untuk memasuki pikiran pemilih agar seorang kandidat kepala daerah mengandung arti tertentu yang berbeda yang mencerminkan keunggulannya terhadap kandidat pesaing dalam bentuk hubungan yang asosiatif. Atribut yang ditonjolkan harus dianggap penting oleh pemilih. Semua kata-kata harus didesain berdasarkan informasi pasar. Positioning adalah sebuah strategi komunikasi yang bersifat dinamis. Kata-kata itu adalah atribut yang menunjukkan segi-segi keunggulan kontestan terhadap kontestan pesaing. Citra itu harus berupa hubungan asosiatif yang mencerminkan karakter suatu kontestan.

6. Slogan kampanye tersebut adalah tema utama tunggal yang menjadi titik sentral pemasaran calon kepala daerah. Positioning harus dikomunikasikan kepada para pemilih agar persepsi pemilih tentang citra calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sesuai dengan citra yang dikehendaki oleh tim kampanye. Pernyataan yang dihasilkan harus cukup singkat. pidato. 7.dipasarkan percaya dan mampu meyakinkan bahwa kontestan tersebut memenuhi klaim tersebut. Slogan kampanye tersebut harus ditampilkan berulang-ulang melalui berbagai media komunikasi agar dapat memasuki benak para pemilih. dan momentum waktu yang tepat. Mengandung kalimat yang unik dan bukti yang mendukung (Meyer. event. Persuasi adalah suatu pembicaraan politik yang . 1998). Proses penyusunan dan penyampaian produk politik pada akhirnya bertujuan untuk menopang dan memperkuat positioning. dan bentuk sosialisasi lainnya. perlu diciptakan pernyataan singkat atau slogan kampanye yang menjadi inti dari komunikasi calon kepala daerah.1. dan harus memiliki dampak yang kuat terhadap para pemilih sasaran. pilihan media yang pas. diidentifikasi melalui saling memberi dan menerima diantara pihak-pihak yang terlibat. Oleh karena itu. promosi. persuasi adalah pembicaraan pengaruh yang bercirikan kemungkinan. mudah diulang-ulang dalam iklan. frekuensi yang optimal.5. 5. 2. Persuasi Politik Menurut Nimmo (2005). Disebarluaskan dengan teknik-teknik yang jitu.

Agar persuasi terjadi. dan retorika. kepercayaan. tindakan yang sesuai dengan imbauan persuasif. (4) Penerimaan. periklanan. (2) Perhatian. (3) Pemahaman. sehingga menghasilkan berbagai tingkat perubahan dalam persepsi. dimana harus ada imbauan persuasif terlebih dahulu yang disajikan melalui beragam saluran komunikasi. dan pengharapan lawan bicaranya. disengaja (intentional). Pemahaman berarti mengerti argumentasi dan kesimpulan pesan. McGuire (1968) dalam Nimmo (2005) telah mengembangkan teori tentang bagaimana orang menginterpretasikan imbauan persuasif. nilai. Kedua. ada perbedaan antara tekanan satu-kepada-banyak dan dua arah dalam meneruskan pesan-pesan. McGuire percaya bahwa harus ada enam langkah berurutan untuk memproses informasi persuasif.dengan sadar atau tidak orang-orang yang terlibat dalam politik mencoba untuk mengubah persepsi. Ada tiga cara pandang mengenai persuasi politik menurut Nimmo (2005) yaitu. bukan hanya sekedar menyatakan persetujuan dan kemudian melupakan seluruh pandangan itu. Namun ada cara-cara yang berbeda dalam pendekatan ini. keenam langkah tersebut adalah: (1) Penyajian. Pertama. ada perbedaan dalam . (5) Retensi. menunjukkan bahwa seseorang tetap pada pandangan yang baru diperolehnya dalam jangka waktu yang lama. pikiran. perasaan. merupakan hasil praktis dari kegiatan ini. dan pengharapan pribadi. (6) Tanggapan ketaatan. dan melibatkan pengaruh. tahap dimana khalayak persuasif menganggap bahwa imbauan persuasif tersebut relevan dengan keadaan dirinya. harus ada orang yang memperhatikan imbauan persuasif tersebut sehingga menciptakan keterlibatan aktif khalayak persuasif. Ketiganya serupa dalam hal: semuanya memiliki tujuan (purposive). memerlukan lebih banyak lagi tindakan dari anggota khalayak persuasif. propaganda.

periklanan massal adalah komunikasi satu-kepada-banyak.5. Propaganda ditujukan kepada orang-orang sebagai anggota kelompok.1. Keempat. yaitu: (1) komunikasi satu-kepada-banyak. yaitu apa diarahkan kepada perseorangan atau kelompok. akan tetapi terdapat perbedaan yang sangat jelas mengenai keduanya. masingmasing menggunakan fokus yang berbeda dalam merumuskan kampanye persuasi. (3) sebagai mekanisme kontrol sosial dengan menggunakan persuasi untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat. tidak ada .5. 2.1. (2) beroperasi kepada orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai anggota kelompok. terpisah dari kelompok apapun atau anonim. sedangkan periklanan mendekati orang-orang sebagai individu-individu tunggal. 2.orientasi pendekatan. Persuasi Politik Sebagai Periklanan Nimmo (2005) berpendapat bahwa seperti propaganda. Definisi dari Ellul tersebut menghasilkan ciri-ciri utama dari propaganda. Ketiga.1. Hubungan antara iklan dan pembeli adalah hubungan langsung. propaganda didefinisikan sebagai komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakantindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu. Persuasi Politik Sebagai Propaganda Menurut Jacques Ellul (1965) dalam Nimmo (2005). independen. semua pendekatan tersebut mengesankan pandangan yang berbeda tentang apa yang memungkinkan terbentuknya ketertiban masyarakat.2. dipersatukan secara psikologis melalui manipulasi psikologis dan digabungkan dalam suatu organisasi.

2. ia bekerja melalui hubungan interpersonal yang inheren. Retorika adalah komunikasi dua arah.1. Tujuan akhir dari komunikasi politik adalah partisipasi politik dan kemenangan para calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah. Pencitraan Politik Kampanye pencitraan menurut Postman (2000) dalam Amir (2006). Periklanan mengandalkan keselektifan konvergen dalam menciptakan ketertiban masyarakat.organisasi atau kepemimpinan yang seakan-akan dapat mengirimkan kelompok pembeli itu kepada penjual. Citra politik adalah suatu gambaran tentang politik yang memiliki makna. yang menghubungkan orang-orang bukan sebagai anggota kelompok (propaganda) atau individu-individu yang anonim (periklanan).5.1. ditandai dengan munculnya berita-berita dan informasi yang sarat citra dan gaya seorang politisi (politician image and style) dan berkurang bahkan hilangnya berita-berita yang mengupas isu-isu krusial. . walaupun tidak selamanya sesuai dengan realitas politik yang sebenarnya. 2.6. Setiap individu bertindak atas pilihannya sendiri. satu-kepada-satu bukan satu-kepada-banyak. substantif dan ideologi politik. Salah satu tujuan kampanye politik adalah membentuk citra politik yang baik untuk konsumsi khalayak pemilih. Retorika politik adalah suatu proses yang memungkinkan terbentuknya ketertiban masyarakat melalui negosiasi. Persuasi Politik Sebagai Retorika Menurut pemikiran Nimmo (2005). retorika politik berbeda dengan propaganda dan periklanan dalam hal-hal yang penting.3.

karena media massa memiliki pengaruh dalam membentuk citra dan mengangkat status seseorang. 1998). kekuatan. yang meliputi kedermawanan atas harta (sifat Dewa Indra). ketokohan juga berhubungan dengan daya tarik fisik tubuh. ketelitian (Dewa Bayu/Angin). seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat asthabarata atau delapan watak dewa (Wiwoho dkk. yaitu media massa. kasih sayang (Dewa Candra/Bulan). ramah dan bijaksana (Dewa Surya/Matahari). kesungguhan. kejujuran. orang yang memiliki ketokohan adalah orang yang memiliki sifatsifat pemegang jabatan ideal yang cenderung abstrak seperti kedewasaan. . kecerdasan (Dewa Baruna/Lautan). Citra diri ini dapat terbentuk melalui pengalaman langsung (melalui pergaulan dan aktivitas yang lama dengan politisi tersebut) juga melalui pengalaman tidak langsung. kedermawanan atas harta dan hiburan (Dewa Kuwera/Harta dunia). daya tarik dan kekuasaan yang sah.Ketokohan adalah gambaran orang yang memiliki kredibilitas atau kompetensi. Strategi ketokohan merupakan upaya untuk membangun citra diri calon kepala daerah sebagai seorang yang memiliki sifatsifat pahlawan politik dan daya tarik fisik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberi suara dalam pemilu cenderung menjatuhkan pilihannya kepada kandidat yang sesuai dengan citra jabatan ideal baginya. Menurut konsep kepemimpinan budaya Jawa. busana dan dukungan fisik lainnya. dan keberanian menghancurkan musuh (Dewa Brahma/Api). Menurut Nimmo (1978) dalam Amir (2006). kegiatan dan energi yang merupakan gabungan sifat pahlawan politik. kepahlawanan dalam memberantas kejahatan (Dewa Yama/Maut). Selain itu.

lsi. dan 19. yang disebut Bensman dan Rosenberg (n. Data lengkapnya dapat dilihat pada Gambar 2.or. Sebanyak 30.7 persen responden menginginkan gubernur yang perhatian pada rakyat. www. terutama yang menggunakan televisi. Upaya ini ditemukan pada banyak kampanye politik.d.1 persen mengharapkan gubernur yang jujur. Kriteria Calon Gubernur Menurut Warga Jawa Barat Saat ini citra seorang calon pemimpin dimunculkan dengan perencanaan melalui upaya-upaya periklanan. Gambar 2.id/file_download/39 (Diakses tanggal 25 Maret 2008) .3 persen responden menginginkan gubernur yang mampu mengatasi masalah ekonomi.Berdasarkan temuan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI)4 yang dilakukan pada 24-29 September 2007 kepada 808 sampel yang tersebar di 82 Desa/Kelurahan dari seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Proses membentuk citra dalam politik sudah menyerupai kemunculan bintang film di dunia hiburan yang hanya mengutamakan tampilan fisik dan popularitas dalam 4 Lembaga Survei Indonesia.) dalam Yuddho (2007) sebagai pseudocharisma. sedangkan 28.

Hal ini kemudian menjadikan para calon pemimpin menjadi seperti selebritis.1. 2. 2.go. sehingga saat ini populer istilah “politisi selebriti” karena maraknya iklan politik yang menampilkan tokoh-tokoh politik di berbagai media massa.pelaksanaan kampanye.1.8.kpid-jabar. Anggota tim kampanye sebagian besar berasal dari anggota partai politik pendukung pasangan calon kepala daerah.id/Pedoman_Pilkada. karena dalam menjalankan kampanye politiknya calon incumbent memiliki beberapa keuntungan antara lain mereka sudah dikenal oleh masyarakat setempat.7. Fenomena Kekalahan Calon Incumbent dalam Pilkada Calon incumbent yang mengikuti pemilihan kepala daerah sebenarnya memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang dibandingkan dengan calon kepala daerah pendatang baru.pdf (Diakses 13 Maret 2008) . dan berpengaruh besar terhadap pembuatan kebijakan. Tugas mereka adalah merumuskan rencana-rencana strategis sebagai bagian dari usaha untuk memenangkan pasangan yang didukungnya. http://www. Tim Kampanye Tim Kampanye adalah sebuah tim yang dibentuk oleh pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan kampanye calon kepala daerah dan wakil kepala daerah5. karakteristik komunikator (juru kampanye) dalam kampanye politik adalah berpendidikan tinggi melebihi rata-rata populasi. memiliki kepercayaan politik. memiliki pendapatan dan status sosial yang lebih tinggi. terlibat aktif dalam politik. selain itu sebagai kepala daerah yang 5 Pedoman siaran kampanye dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di wilayah Jawa Barat melalui media penyiaran. Menurut Nimmo (2005).

Fenomena kekalahan incumbent dalam pemilihan kepala daerah secara langsung sebenarnya adalah merupakan suatu kewajaran.masih menjabat. Sementara itu calon gubernur pendatang baru memiliki kelebihan antara lain sebagai pilihan alternatif bagi sebagian masyarakat yang tidak puas dengan kinerja gubernur sebelumnya. Pada tahun 2007. calon incumbent juga dapat memanfaatkan program-program dan anggaran pemerintah untuk memperkuat popularitasnya sebelum masa kampanye resmi dimulai6.or. setengahnya (15 orang) mengalami kekalahan. Teori Dasar Pilkada dan Kekalahan Incumbent.cit. http://www. sehingga publikasi kampanyenya semakin meluas.radarsulteng.php?option=com_content&do_pdf=1&id=589 (Diakses tanggal 11 Juni 2008) 7 Loc. sedangkan di 87 daerah pemilihan (40. pada tahun 2005. Hal tersebut berbeda dengan pemilihan legislatif. Berdasarkan temuan Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR)7. karena dalam pemilihan legislatif partai yang didukung oleh orang (calon anggotaanggota legislatif).asp?Berita=Opini&id=44793 (Diakses tanggal 11 Juni 2008) 6 .jppr. sehingga yang penting dalam pemilihan kepala daerah adalah faktor figur dari calon kepala daerah8. dari 211 pilkada langsung yang diikuti oleh incumbent. Fenomena Kekalahan Incumbent dalam Pilkada. dari 31 calon incumbent yang maju dalam pilkada. sebanyak 124 pilkada langsung (59. http://www. 8 As Rifai.id/index2.05%) dimenangkan oleh incumbent. Calon incumbent juga dapat menciptakan isu yang menarik dengan penciptaan opini publik melalui media massa.95%) calon incumbent mengalami kekalahan. 2008.com/berita/index. karena dalam pemilihan kepala daerah secara langsung yang dipilih oleh masyarakat adalah orang yang didukung oleh partai.

targeting. yaitu incumbent dan pendatang baru. (3) kampanye massa langsung. Tahapan pemasaran politik yang meliputi tahap segmentasi. Kerangka Analisis Mekanisme kerja tim kampanye politik yang meliputi cara kerja tim kampanye. segmentasi. Perbedaan status antara kedua calon kepala daerah. perencanaan anggaran biaya dan sumber dana.2. konsolidasi internal dan eksternal partai yang akan mempengaruhi jumlah anggaran dan sumber dana yang diterima. Setelah melalui tahap-tahap perencanaan kampanye politik yang meliputi konsolidasi internal dan eksternal. jumlah anggota pada tiap bidang. dan positioning. targeting. dan pengaruh partai dalam tim kampanye. diduga akan menyebabkan perbedaan dalam penggunaan teknik- . ikut terpengaruh pula oleh mekanisme kerja tim kampanye politik. maka dirumuskanlah teknik-teknik kampanye yang akan dilakukan untuk menjaring dukungan dan pemilih sebanyak mungkin. yang pada akhirnya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan pilihan politiknya. Tahap-tahap perencanaan yang terpengaruh itu antara lain adalah. ikut mempengaruhi tahap-tahap perencanaan kampanye politik. Teknik-teknik kampanye tersebut antara lain adalah (1) kampanye dari rumah ke rumah. (2) diskusi kelompok.2. dan (4) kampanye massa tidak langsung. dan positioning. Beragam teknik kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye politik pada akhirnya akan menimbulkan suatu citra mental tersendiri dalam pikiran khalayak pemilih terutama sasaran kegiatan kampanye politik.

Kerangka Analisis Strategi Kampanye Politik Calon Incumbent dan Pendatang Baru dalam Pemilihan Kepala Daerah. Kerangka analisis dari penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3. Mekanisme kerja tim kampanye politik meliputi. cara kerja tim kampanye.teknik kampanye yang dijalankan oleh tim kampanye politk masing-masing pasangan calon kepala daerah. jumlah anggota tiap bidang. Definisi Konseptual 1. Mekanisme Kerja Tim Kampanye Politik Konsolidasi Segmentasi Targeting Positioning Anggaran dan sumber dana Kampanye Teknik-teknik Kampanye Citra Mengenai Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Keterangan Gambar: : Hubungan sebab-akibat : Tahapan pemasaran politik : Pengukuran kesesuaian citra Gambar 3. dengan cara menggalang dukungan dari organisasi-organisasi lain . dan pengaruh partai dalam tim kampanye.3. Konsolidasi internal dan eksternal adalah kegiatan penguatan dan perawatan lembaga. 2008 2. 2.

anggaran menunjukkan jumlah biaya yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan kampanye politik. Anggaran dan Sumber dana kampanye. jelas dan meaningful. Indikator dari segmentasi yang efektif adalah jika segmen-segmen yang dihasilkan memenuhi lima syarat: dapat diukur. mempunyai respon khas.(konsolidasi eksternal). sedangkan sumber dana menunjukkan asal atau pemberi dana kampanye. Positioning yang efektif akan menunjukkan perbedaan nyata dan keunggulan seorang kandidat dibandingkan dengan kandidat pesaing. 5. Targeting adalah pemilihan salah satu atau beberapa segmen yang akan dibidik untuk mencapai sasaran obyektif. yang terdiri dari (1) kampanye dari rumah ke rumah dengan mendatangi langsung masyarakat ke rumah atau pusat-pusat keramaian dan aktivitas masyarakat. (2) diskusi kelompok dengan cara membentuk atau mengadakan . 7. Positioning adalah tindakan untuk menancapkan citra tertentu ke dalam benak para pemilih agar tawaran produk politik dari suatu kandidat memiliki posisi khas. dan bisa dibidik dengan program pemasaran yang khas. Segmen yang menjadi sasaran haruslah segmen yang menjanjikan jumlah suara potensial untuk memenangi pemilihan umum. substansial. dapat diakses. 3. Teknik-teknik kampanye adalah pilihan cara kampanye yang dapat dilakukan oleh tim kampanye politik calon kepala daerah untuk menarik simpati massa. 4. Segmentasi adalah pengelompokan yang menghasilkan kelompok berisi individu-individu yang dihasilkan disebut sebagai segmen. 6. maupun dengan cara pelatihan anggota sebagai persiapan dalam melakukan kampanye politik (konsolidasi internal).

. biasanya dengan pengerahan banyak orang/pendukung. juga sebagai sarana penampungan ide dan aspirasi dari kelompok peserta diskusi. stiker. pamflet. dan kaos. dan (4) kampanye massa tidak langsung yang dilakukan dengan media perantara seperti media massa. (3) kampanye massa langsung dengan cara melakukan aktivitas-aktivitas yang menarik perhatian masyarakat. 8. Citra diri adalah suatu gambaran tentang atribut sifat dan fisik dari pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dimaknai oleh sasaran kampanye. baligo.kelompok diskusi untuk membicarakan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

1984 dalam Sitorus. Data yang dihasilkan merupakan hasil pengamatan dari kegiatan kampanye politik pasangan DA’I dan HADE di Kota Bogor. Pendekatan ini dipilih karena dianggap mampu memberikan pemahaman yang mendalam dan rinci berkaitan dengan suatu peristiwa atau gejala sosial yang dalam hal ini mengenai strategi kampanye politik dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat di Kota Bogor. pemberitaan media massa cetak dan elektronik mengenai kegiatan kampanye yang dilakukan oleh pasangan DA’I dan HADE juga digunakan sebagai data tambahan untuk memperkaya substansi penulisan skripsi. dan foto-foto kegiatan kampanye dari tim kampanye DA’I dan HADE di Kota Bogor. . 1998). notulen rapat. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata lisan atau tulisan dari manusia atau tentang perilaku manusia yang dapat diamati (Taylor dan Bogdan. yaitu mengenai anggaran dana.1. Pendekatan kualitatif juga digunakan untuk mengetahui kondisi tentang permasalahan penelitian yang didasarkan pada pemahaman serta pembentukan pemahaman yang diikat oleh teori terkait dan penafsiran peneliti. jadwal kampanye. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.BAB III METODOLOGI 3. Data tambahan yang berkaitan dengan topik penelitian didapatkan melalui studi dokumen yang relevan dengan fokus penelitian. serta wawancara yang dilakukan peneliti kepada tim kampanye DA’I dan HADE mengenai proses perencanaan dan strategi kampanye politik dalam pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat di Kota Bogor.

dilakukan dengan metode polling. 3. Kasus khusus yang dibahas dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi dan kampanye politik dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat periode 2008-2013 di Kota Bogor. Menurut Eriyanto (1999). Pengukuran kesesuaian citra dan pengaruh kampanye politik yang dikomunikasikan oleh tim kampanye kepada khalayak pemilih DA’I dan HADE di Kota Bogor. pasangan HADE menempati urutan teratas dalam pemilihan di .2. bahwa studi kasus instrumental merupakan kajian atas suatu kasus khusus untuk memperoleh wawasan atas suatu isu atau wawasan untuk penyempurnaan teori. Alasan dipilihnya pasangan DA’I dan HADE sebagai subjek penelitian adalah (1) Selisih jumlah suara pemilihan di Kota Bogor yang cukup signifikan. polling digunakan untuk mendapatkan informasi tentang suatu fenomena. Tipe studi kasus yang dipilih ialah studi kasus instrumental. seperti yang dikemukakan oleh Stake dalam Sitorus (1998). dalam hal ini polling digunakan untuk melihat bagaimana pandangan khalayak pemilih DA’I dan HADE mengenai pencitraan terhadap pasangan DA’I dan HADE. Penentuan Subjek Penelitian dan Responden Polling Subjek dalam penelitian ini adalah tim kampanye pasangan DA’I (Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana) dan pasangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) di Kota Bogor. Citra yang ingin dibentuk oleh tim kampanye DA’I dan HADE diperoleh melalui wawancara dengan anggota tim kampanye DA’I dan HADE serta pengamatan selama masa kampanye melalui tulisan-tulisan pada atribut kampanye masing-masing pasangan calon kepala daerah dan wakil wakil kepala daerah. yang menggunakan teori pemasaran politik dari Nursal (2004) sebagai pijakan teori utama.Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus.

melainkan potensi tiap tineliti untuk memberi pemahaman teoritis yang lebih baik mengenai aspek yang dipelajari (Sitorus. karena tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pasangan DA’I dan AMAN. Pasangan AMAN (Agum Gumelar dan Nu’man Abdul Hakim) tidak disertakan dalam penelitian. tineliti dalam penelitian ini merupakan perwakilan dari tim kampanye pasangan DA’I dan HADE di Kota Bogor. sedangkan pasangan DA’I sebagai incumbent (gubernur yang sedang menjabat selama masa kampanye).35 persen.Kota Bogor dengan jumlah 52. Menurut Nainggolan (1998) dalam Eriyanto (1999). dan DA’I 20.55 persen.10 persen. Teknik sampel kuota . Tineliti dalam penelitian kualitatif tidak tergantung kepada jumlah. Penentuan tineliti untuk metode kualitatif dilakukan secara sengaja (purposive). Ketidakbedaan tersebut terutama dalam hal status sebagai incumbent dimana Nu’man Abdul Hakim sebagai wakil gubernur yang sedang menjabat saat pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah akan dilangsungkan. teknik sampel kuota adalah proses pengidentifikasian kategori atau karakteristik responden yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristik. serta Ibu An dan Bapak Im dari tim kampanye HADE Kota Bogor. (2) Status pasangan HADE sebagai pendatang baru dalam pentas politik Jawa Barat. Tineliti dalam penelitian ini adalah Bapak Hr dan Bapak Jm dari tim kampanye DA’I Kota Bogor. AMAN 27. Jumlah responden ditentukan berdasarkan kategori atau karakteristik yang telah dibuat. Penentuan sampel responden dalam metode polling dilakukan dengan teknik sampel kuota (quota sampling). 1998). dengan menentukan jumlah target responden yang harus dipenuhi dari masing-masing kelompok responden.

Responden juga dikelompokkan ke dalam dua kelompok usia yaitu. maupun data hasil polling. . Penelitian dilakukan bertahap pada bulan Maret-April 2008 saat masa kampanye berlangsung.digunakan untuk menghindari keseragaman responden berdasarkan karakteristik tertentu dari responden polling yang kerangka sampelnya tidak tersedia. dan rendah. 1980). dengan citra yang ditangkap oleh pemilih DA’I dan HADE dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat di Kota Bogor. baik data hasil pengamatan lapangan. Kurun waktu penelitian yang dimaksud adalah waktu yang digunakan untuk mengumpulkan data. sehingga total responden dalam penelitian ini adalah 60 orang. Data hasil polling tidak ditujukan untuk uji statistik melainkan hanya untuk mendeskripsikan kesesuaian citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye DA’I dan HADE. data hasil wawancara. dan bulan Juli-Agustus 2008. sedang. Masing-masing sampel tersebut terdiri dari 30 responden. kelompok dewasa awal dan kelompok dewasa tengah (Hurlock. yaitu pemilih yang berusia kurang atau sama dengan 35 tahun dan pemilih yang berusia lebih dari 35 tahun. Sampel metode polling dalam penelitian ini dibagi menjadi dua. Pembedaan responden berdasarkan tingkat pendidikan dan usia didasarkan pada dugaan bahwa proses pembentukan citra dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dipengaruhi oleh faktor tingkat pendidikan dan usia responden. Responden dikelompokan berdasarkan tingkat pendidikan yang digolongkan ke dalam pendidikan tinggi. yaitu sampel yang mewakili pemilih pasangan HADE dan pemilih pasangan DA’I di Kota Bogor.

Hasil pembicaraan yang dimaksud berupa tanggapan tineliti dari pertanyaan yang diajukan kepada mereka seputar perencanaan strategi komunikasi dan kampanye politik. dokumentasi kegiatan kampanye DA’I . b. yaitu: a. Kota Bogor. jadwal kampanye HADE. keyakinan dan pandangan/pemikiran mereka dalam kesempatan wawancara dengan peneliti. Data hasil pembicaraan: kutipan langsung dari pernyataan anggota tim kampanye DA’I dan HADE yang menjadi tineliti dalam penelitian ini. Bahan tertulis yang dijadikan sumber penulisan skripsi antara lain daftar anggota tim kampanye DA’I dan HADE. c. orang-orang. laporan evaluasi kampanye DA’I. dan surat keputusan pembentukan tim kampanye. Teknik Pengumpulan Data Data kualitatif yang dihasilkan selama penelitian ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori. yang disajikan dalam bentuk catatan lapang. notulen rapat tim kampanye. dan citra diri yang ingin dibentuk dari pasangan DA’I dan HADE. sikap. anggaran biaya kampanye HADE di Kota Bogor. mengenai pengalaman. saat penulis melakukan pengamatan kegiatan kampanye HADE pada tanggal 27 Maret 2008 dan kampanye DA’I pada tanggal 8 April 2008 di Lapangan Sempur.3. pelaksanaan kegiatan kampanye politik. kejadian/peristiwa. interaksi dan perilaku yang diamati secara langsung di lapangan.3. Data tertulis: petikan atau keseluruhan bagian dari dokumen yang berkaitan dengan kampanye politik dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2008. Data hasil pengamatan: tulisan dalam bentuk deskripsi mengenai situasi. notulensi rapat persiapan kampanye DA’I.

Sementara itu. b. dilakukan dengan cara memberikan kode terhadap data-data yang sesuai dengan kebutuhan data penelitian untuk menjawab pertanyaanpertanyaan dari perumusan masalah penelitian. yaitu Kecamatan Tanah Sareal. data yang telah direduksi kemudian diorganisasikan dan disajikan dalam bentuk tulisan yang memiliki arti dan kemampuan untuk menjawab masalah-masalah penelitian. 3. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan kampanye politik dan pencitraan mengenai pasangan DA’I dan HADE yang dimaknai oleh pemilihnya. peneliti juga melakukan analisis data.dan HADE di Kota Bogor. data hasil polling didapatkan dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner polling. penyajian data dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman. dan berbagai kutipan penjelasan dari tineliti dan hasil pengisian kuesioner oleh responden polling. Secara rinci. Penyajian data juga dilakukan dalam bentuk: tabel. 1992). Penyajian data. tahapan analisis data dijabarkan sebagai berikut: a.4. Teknik Analisis Data dan Penyajian Data Selama peneliti melakukan pengumpulan data di lapangan. gambar. Semua data yang telah didapat kemudian diolah melalui tiga jalur analisis data kualitatif yaitu reduksi data. Tabel digunakan untuk melihat perbandingan perencanaan strategi komunikasi dan bentuk kampanye yang . dan artikel berita dari media massa cetak dan elektronik mengenai kampanye politik pasangan DA’I dan HADE di Kota Bogor. dan Kecamatan Bogor Utara. Kecamatan Bogor Tengah. Penyebaran kuesioner polling dilakukan di tiga wilayah Kota Bogor. Reduksi data.

Variabel-variabel tersebut antara lain adalah usia pemilih. dan kesesuaian citra. sedangkan gambar digunakan untuk menunjukkan kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye masing-masing pasangan calon kepala daerah. Penarikan kesimpulan. sehingga penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan tepat berdasarkan data-data yang sudah terkumpul. Selama proses analisis dan penyajian data. Hubungan-hubungan antar variabel tersebut disajikan dalam bentuk tabel yang berisi besaran persentase hubungan antar variabel. tingkat pendidikan pemilih. citra yang ditangkap oleh pemilih. sebelum akhirnya data-data tersebut diinterpretasikan. c.dilakukan oleh tim kampanye pasangan HADE dan DA’I di Kota Bogor. Tujuannya adalah untuk membantu penulis dalam menarik suatu kesimpulan yang akan mengarahkan pada pengambilan kesimpulan berikutnya. . Tabel juga digunakan untuk menjelaskan persentase kesesuaian citra dari pemilih DA’I dan HADE. dilakukan selama proses pengumpulan data dengan tetap meninjau data-data yang telah dikumpulkan sebelumnya untuk memastikan bahwa data yang dibutuhkan sudah lengkap. penulis juga terus melakukan penyempurnaan atau bahkan merevisi kerangka analisis yang disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Data hasil polling dianalisis dengan menggunakan tabulasi silang untuk melihat hubungan-hubungan antara dua variabel penelitian. Kutipan langsung digunakan untuk menjelaskan proses perencanaan strategi komunikasi dan mengetahui citra yang diharapkan muncul dalam benak masyarakat sebagai sasaran kegiatan kampanye.

Profil Pasangan Incumbent (DA’I) Danny Setiawan adalah Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008 yang mencalonkan kembali (incumbent) dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. atas dasar itulah tim . Kepala Bidang Sosial dan Budaya BAPPEDA Tk. lalu melanjutkan pendidikan pemerintahannya di IIP Malang. di antaranya adalah sebagai Camat Cimarga Kabupaten Lebak. Sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008 melalui pemilihan yang dilakukan oleh DPRD Jawa Barat. I Jawa Barat. Danny Setiawan juga pernah menjabat beberapa jabatan di lingkungan pemerintahan. Kepala Bagian Pemerintahan di Kabupaten Lebak. ia merupakan lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). sebelum akhirnya pensiun dari lingkungan militer dengan jabatan terakhir sebagai Asisten Operasi KASAD. beliau merupakan mantan Panglima Daerah Militer Jawa Barat (Pangdam Siliwangi). Iwan Sulanjana tinggal di daerah Cikeas Kabupaten Bogor. Latar belakang profesi Iwan Sulanjana adalah sebagai pejabat militer.1. kemudian dilanjutkan kembali dengan mengambil program S2 Kebijakan Publik di Universitas Padjadjaran Bandung.BAB IV PROFIL CALON GUBERNUR DAN TIM KAMPANYE 4. Iwan Ridwan Sulanjana adalah calon Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013 yang mendampingi Danny Setiawan. dan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Latar belakang pendidikan dan pekerjaan Danny Setiawan banyak dihabiskan di bidang pemerintahan.

Danny Setiawan dan Iwan R. Anggota-anggota tim kampanye tersebut dipilih melalui proses musyawarah terpisah yang dilakukan oleh masing-masing partai. Sulanjana (DA’I) terdiri dari dua partai yang berkoalisi di tingkat Jawa Barat yaitu. guna mewujudkan visi Jawa Barat sebagai provinsi termaju. Anggota-anggota tim kampanye tersebut dipilih berdasarkan track record dan kesesuaian bidang kerja yang selama ini dijabatnya di tingkat partai.2. Pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana dapat dikatakan sebagai pasangan yang berpengalaman dalam memerintah Jawa Barat. hingga akhirnya muncul beberapa nama yang direkomendasikan untuk mengisi posisi-posisi yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun visi pasangan DA’I untuk Jawa Barat adalah penguatan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keunggulan Jawa Barat. Kesepakatan koalisi tersebut diwujudkan dalam bentuk pertemuan khusus untuk membentuk Tim Kampanye DA’I Kota Bogor yang terdiri dari anggota-anggota kedua partai tersebut. 4. Profil Tim Kampanye DA’I Kota Bogor Tim kampanye pasangan calon gubernur Jawa Barat. Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrat. Kombinasi antara pengalaman Danny Setiawan yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan Iwan Sulanjana sebagai mantan panglima militer daerah Jawa Barat.kampanye DA’I Kota Bogor menekankan isu “pilih orang Bogor asli!!” selama masa kampanye pemilihan gubernur di Kota Bogor. dijadikan sebagai nilai jual utama selama masa kampanye oleh tim kampanye pasangan DA’I. Tim kampanye DA’I Kota Bogor terdiri dari pengurus Partai Golkar dan Partai Demokrat Kota Bogor. Sebanyak 12 anggota DPRD Kota .

tim kampanye gabungan dari Golkar dan Demokrat ini selalu berusaha untuk bekerja bersama atas nama tim kampanye DA’I Kota Bogor.Bogor dari Fraksi Golkar dan Fraksi Demokrat juga tergabung dalam tim kampanye DA’I. bidang kesekretariatan. hal itu terjadi karena calon gubernur yaitu Danny Setiawan merupakan kader partai Golkar. wakil sekretaris. bendahara. Partai Golkar mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan Partai Demokrat dalam tim kampanye DA’I. wakil ketua. bidang advokasi dan hukum. yaitu Tauhid Jagorga Tagor sebagai ketua tim kampanye DA’I Kota Bogor. Selama masa kampanye. serta bidang penggalangan massa. Bidang-bidang kerja tersebut antara lain adalah. wakil bendahara. Besarnya pengaruh Partai Golkar dibandingkan Partai Demokrat dapat dilihat dari terpilihnya kader Golkar. Struktur tim kampanye DA’I terdiri dari sembilan bidang kerja beserta ketua. dengan total jumlah anggota tim kampanye sebanyak 36 anggota. tim kampanye DA’I Kota Bogor tidak menggunakan atau menyewa tempat khusus sebagai kantor tim kampanye DA’I Kota Bogor. adapun tempat yang digunakan sebagai kantor tim kampanye DA’I . Selama menjalankan kampanye pemilihan kepala Daerah Jawa Barat 2008 di Kota Bogor. sehingga Partai Golkar lebih mempunyai tanggung jawab memenangkan kader partainya dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. bidang monitor dan evaluasi. bidang pemungutan suara dan saksi. Pembagian kerja tidak dilakukan berdasarkan keanggotaan partai. bidang humas dan media massa. bidang logistik. dan penanggung jawab. tetapi berdasarkan bidang-bidang kerja yang ada dalam struktur tim kampanye DA’I Kota Bogor. sekretaris. bidang perencanaan. bidang kampanye.

Ahmad Heryawan menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.Kota Bogor adalah kantor sekretariat Partai Golkar Kota Bogor. Yusuf Macan Efendi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Dede Yusuf merupakan bintang film pada tahun 1990-an. Gen Komunika. hingga menjadi pembimbing haji Ummul Quro. 4. di antaranya adalah sebagai Ketua Yayasan Simpay Wargi Urang. Wakil Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menghemat biaya kampanye. dan saat ini menjabat sebagai Komisaris PT. Saat mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. selain itu keputusan tersebut juga diambil dengan melihat keadaan bahwa tim kampanye DA’I Jawa Barat juga berkantor di sekretariat DPD Partai Golkar Jawa Barat di Bandung. Latar belakang pekerjaannya kebanyakan dihabiskan di bidang pendidikan. Profil Pasangan Pendatang Baru (HADE) Ahmad Heryawan merupakan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga menjabat sebagai ketua umum Persatuan Umat Islam (PUI). Ia memasuki jalur politik melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dengan jabatan terakhir di PAN sebagai Wakil Sekretaris Jenderal. Dede Yusuf terdaftar sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PAN. Saat mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Direktur Utama PT. antara lain sebagai dosen Universitas Ibnu Khaldun Bogor.3. dosen Pusat Studi Islam Al-Manar. Dede Yusuf juga pernah menduduki posisi-posisi penting di berbagai organisasi dan pekerjaan. . dosen tidak tetap ekstensi Fakultas Ekonomi UI. Red Box Media Imaji.

Visi tersebut dituangkan ke dalam bentuk kontrak politik atau perjanjian tertulis dengan masyarakat Jawa Barat selama masa kampanye berlangsung. Program-program yang menjadi andalan pasangan ini selama masa kampanye adalah mengusahakan sekolah gratis sampai setingkat SMA untuk seluruh warga Jawa Barat dan peningkatan gaji guru negeri serta swasta di Jawa Barat. belum ditentukan siapa yang akan maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. hal tersebut dijadikan sebagai isu utama oleh tim kampanye mereka dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. anak. Ahmad Heryawan akhirnya ditentukan sebagai calon gubernur karena usianya lebih tua tiga bulan daripada Dede Yusuf. namun akhirnya posisi calon gubernur dan wakil gubernur pun terisi dengan cara menentukan yang lebih tua usianya di antara pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. . penyerapan satu juta lapangan kerja melalui program UKM. dan sejahtera. Usia mereka berdua saat diresmikan menjadi calon gubernur adalah 41 tahun. Visi HADE untuk Jawa Barat adalah terwujudnya masyarakat Jawa Barat yang mandiri. dan pembangunan serta revitalisasi Posyandu untuk ibu. Pada awal terbentuk koalisi antara PKS dan PAN.Pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf merupakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013 termuda. dinamis. dan lansia. salah satu poin kontrak tersebut antara lain adalah pasangan HADE siap mengundurkan diri jika janji-janji mereka selama kampanye tidak terwujud dalam jangka waktu tiga tahun sejak mereka menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013.

yang didukung juga dengan bantuan personil untuk anggota kampanye dari PUI Kota Bogor. Total anggota tim kampanye HADE Kota Bogor sebanyak 61 orang. Anggota tim kampanye HADE tersebut dipilih berdasarkan kompetensi dirinya yang disesuaikan dengan bidang kerja yang ditempatinya. bidang logistik. dan organisasi masyarakat Persatuan Umat Islam (PUI). bidang jaringan dan kewilayahan. Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (HADE) terdiri dari tiga komponen yaitu. bidang media dan humas. Bidang-bidang tersebut dibentuk sesuai dengan bidang-bidang yang terdapat pada tim kampanye HADE Jawa Barat. Partai Keadilan Sejahtera (PKS). yang pada akhirnya menetapkan Dadang Ruchyana dari PKS sebagai Ketua tim kampanye HADE di Kota Bogor. Setelah itu dibentuklah bidang-bidang kerja beserta anggotanya untuk memaksimalkan pelaksanaan kampanye. Pembentukan tim kampanye diawali dengan pertemuan di antara ketiga komponen tersebut. Profil Tim Kampanye HADE Kota Bogor Tim kampanye pasangan calon Gubernur Jawa Barat. Partai Amanat Nasional (PAN). anggota-anggota tersebut didistribusikan ke dalam bidang-bidang kerja yang proporsi jumlah anggota setiap . bidang advokasi dan hukum. Tim kampanye HADE Kota Bogor dibentuk oleh dua partai politik pendukung yaitu PKS dan PAN. bidang pendanaan.4. Ketiga komponen organisasi tersebut sepakat mencalonkan pasangan HADE untuk maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat setelah melalui proses yang cukup panjang. Bidang-bidang tersebut adalah. penyeragaman bidang kerja tersebut dilakukan untuk memudahkan koordinasi antar tim kampanye pusat dan daerah.4. dan bidang pengamanan suara.

pemimpin masyarakat.000 kader PKS dan simpatisan HADE. Selama masa kampanye pemilihan Gubernur Jawa Barat. Proses kreatif dan perencanaan kampanye juga dilakukan dengan melibatkan kader-kader dan simpatisan di luar tim kampanye resmi HADE. ide.bidang disesuaikan dengan kebutuhan kerja tiap bidang tersebut. sebagai pusat aktivitas dan informasi mengenai pasangan HADE yang diberi nama “HADE Pisan Center”. Bapak Im mampu melakukan hal-hal tersebut karena sebelumnya Ia pernah bekerja di bidang jurnalistik dan Ia juga pernah aktif di LSM Yayasan SIDIK (Studi dan Informasi Dunia Islam Kontemporer) Jakarta. Selain tim kampanye resmi. pelaksanaan kampanye HADE di Kota Bogor juga didukung oleh lebih dari 10. dan seluruh elemen masyarakat sehingga tercipta kampanye yang dialogis dimana masyarakat menyampaikan secara langsung harapan-harapan. Selain itu HADE Pisan Center juga berguna sebagai jembatan informasi antara pasangan HADE dengan masyarakat calon pemilih. dan kemudian menggerakkan wartawan-wartawan tersebut sebagai peliput kampanye HADE di Kota Bogor. partai politik. Ruko tersebut dijadikan sebagai sarana informasi untuk merumuskan strategi dan kegiatan kampanye pasangan HADE di Kota Bogor. wartawan. Pajajaran Bogor. Ia bertugas untuk menggalang kampanye melalui media massa. saran dan . tim kampanye HADE menyewa ruko di daerah Jl. Bapak Iman mampu membina hubungan baik dengan para wartawan media massa. Delapan anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS dan Fraksi PAN juga ikut bergabung dengan tim kampanye HADE Kota Bogor. Konseptor utama kampanye HADE di Kota Bogor adalah Bapak Iman Nugraha yang menjabat sebagai koordinator bidang Media dan Humas.

Pendistribusian tim kampanye HADE untuk masing-masing bidang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bidang kerja. Seperti misalnya untuk bidang jaringan dan kewilayahan. Tim kampanye DA’I mendistribusikan anggota tim kampanye untuk masing-masing bidang kerja dengan jumlah yang hampir sama yaitu sekitar dua sampai dengan empat orang dalam satu bidang. Tim kampanye pasangan DA’I hanya terdiri dari 36 orang. sedangkan tim kampanye pasangan HADE terdiri dari 61 orang. sedangkan untuk bidang advokasi dan hukum hanya diisi oleh empat orang anggota karena bidang tersebut memang tidak bertugas langsung ke lapangan melainkan hanya menunggu laporan-laporan yang . Tim kampanye dari PKS menjadi panitia kampanye utama dan PAN hanya menjadi pendamping saja jika yang berkampanye adalah calon gubernur Ahmad Heryawan. tim kampanye HADE menempatkan 22 orang anggota untuk mengisi bidang itu karena bidang tersebut memang membutuhkan banyak orang untuk disebarkan dan menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh masyarakat di berbagai wilayah di Kota Bogor. 4. Perbandingan antara Tim Kampanye DA’I dan HADE Perbedaan utama dari tim kampanye DA’I dan HADE adalah jumlah anggota tim kampanye dan distribusi jumlah anggota pada setiap bidang. Mekanisme kerja tim kampanye HADE Kota Bogor dibagi berdasarkan partai dan kegiatan calon gubernur dan wakil gubernur. begitu pun sebaliknya. Tim kampanye gabungan hanya bekerjasama saat Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf melakukan kampanye terbuka di Lapangan Sempur.5.bahkan permasalahan yang dimilikinya untuk membangun Jawa Barat menjadi lebih baik lagi.

Tim kampanye DA’I yang terdiri dari Partai Golkar dan Partai Demokrat selalu bekerja bersama mulai perencanaan hingga pelaksanaan kampanye berlangsung.bersinggungan dengan hukum dan peraturan selama masa kampanye di Kota Bogor berlangsung. . sehingga terjadi saling tunggu antara masing-masing bidang kerja yang akan melaksanakan kegiatan kampanye. Mekanisme kerja tim kampanye DA’I yang bekerja bersama dan berasal dari dua partai. birokrasi. Ketidakoptimalan kegiatan kampanye pasangan DA’I terutama terlihat dari terjadinya kekurangan logistik untuk kampanye. sedangkan tim kampanye HADE yang terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) kebanyakan bekerja sendiri-sendiri selama masa kampanye dilaksanakan. sedangkan tim kampanye HADE mampu menjalankan kegiatan kampanye dan sosialisasi calon kepala daerah dengan optimal karena mereka memiliki “dua” tim kampanye. terutama dengan waktu kampanye yang disediakan oleh KPU sangat terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan kampanye yang dijalankan menjadi tidak optimal. dan cara kerja. Perbedaan lainnya juga dapat dilihat pada mekanisme kerja tim kampanye DA’I dan HADE di Kota Bogor. sehingga proses sosialiasi pasangan DA’I tidak berjalan baik. Mekanisme kerja tim kampanye HADE yang dibagi berdasarkan partai ternyata terbukti lebih efektif dalam menjalankan kampanye politik yang hanya diberi waktu selama dua minggu. justru menunjukkan kinerja yang kurang efektif karena terhambat oleh perbedaan ide. yaitu tim kampanye HADE dari PKS dan PAN.

sasaran atau target kampanye politik pasangan DA’I. namun biaya yang dikeluarkan biasanya lebih besar dibandingkan dengan teknik kampanye lainnya. Hal-hal yang menjadi perhatian utama pada saat perencanaan kampanye adalah kegiatan-kegiatan kampanye yang akan dijalankan untuk mencapai target 60 persen suara di Kota Bogor.BAB V PERENCANAAN STRATEGI KAMPANYE POLITIK 5. hingga masalah penempatan saksi untuk tiap tempat pemungutan suara (TPS) pada saat pemilihan dilakukan. perencanaan kampanye melalui media massa. dengan beragam seni hiburan untuk menyemarakkan kegiatan kampanye. tetapi tetap sesuai dengan prosedur dan tujuan yang telah ditetapkan oleh tim kampanye pusat. Tahapan Perencanaan Strategi Kampanye Politik DA’I Strategi kampanye politik yang dijalankan oleh tim kampanye DA’I di Kota Bogor pada dasarnya mengadaptasi strategi kampanye politik yang telah direncanakan oleh tim kampanye DA’I pusat (Jawa Barat). Teknik kampanye massa secara langsung dipilih karena dapat menjangkau masyarakat dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat dibandingkan kampanye dari rumah ke rumah. . Perencanaan kampanye pasangan DA’I di Kota Bogor dilakukan oleh tim kampanye DA’I Kota Bogor beserta perwakilan partai Golkar dan Partai Demokrat di tingkat kecamatan. namun dalam pelaksanaannya tim kampanye DA’I Kota Bogor melakukan beberapa modifikasi dengan menggunakan teknikteknik lain. Strategi yang dijalankan tersebut diwujudkan dalam teknik kampanye massa secara langsung. Tim kampanye di daerah kota dan kabupaten diharuskan menerapkan strategi tersebut di daerahnya masing-masing.1.

kalau engga salah waktu itu di laporan evaluasi kampanye juga jumlah pengeluarannya sekitar 250 juta.000.250.1. anggota tim kampanye DA’I Kota Bogor. Dana tersebut sebagian besar berasal dari kas Partai Golkar dan Partai Demokrat. Banyaknya sumbangan-sumbangan kecil dari kader partai juga membuat sulit pencatatan dana masuk dan keluar. Sebagai gambaran umum. setelah masa kampanye pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Jawa Barat berakhir. Anggaran Biaya dan Pendanaan Kampanye Masalah anggaran biaya dan pendanaan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pelaksanaan kampanye. KPU Jawa Barat . Tanpa adanya dukungan finansial. oleh karena itu dibutuhkan perencanaan anggaran dana yang efektif dan efisien sehingga tujuan dari kampanye politik dapat dicapai. Selama masa kampanye pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat di Kota Bogor. karena kampanye politik dalam pemilihan kepala daerah secara langsung membutuhkan dana yang cukup besar untuk mempromosikan kandidat yang didukungnya. sulit untuk mengembangkan teknik kampanye. tim kampanye DA’I mengeluarkan dana sekitar Rp.5. anggota tim kampanye DA’I Kota Bogor) Jumlah tersebut diakui oleh Jm memang tidak sesuai karena seharusnya biaya yang dikeluarkan lebih dari itu. namun karena pengelolaan keuangan yang kurang tertib membuat data-data mengenai anggaran dana tidak tercatat dengan baik. coba sekarang kamu percaya ga jumlah dana buat kampanye segitu?” (Jm. juga ada sumbangan dari beberapa kader kedua partai tersebut dan sumbangan dari calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung.. seperti diungkapkan oleh Jm.1..00..000. ”.

000. beberapa di antaranya adalah Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FORKAGAMA).00. 16. Karukunan Warga Bogor (KWB). surat dukungan tersebut diterima secara langsung oleh calon gubernur Danny Setiawan.id/?ar_id=OTM3Ng==&click=MTE0 (Diakses tanggal 18 Agustus 2008) .00. Himpunan Pengrajin Industri Kecil. dengan cara mengeluarkan kebijakan dari pimpinan organisasi untuk mendukung pasangan DA’I. KPU tegur tim AMAN. Gerakan Sunda Tandang.391.1. Pemuda Partai Demokrat. Pendekar Jalak Banten (PJB).229. tim kampanye DA’I Jawa Barat mendapatkan dana sebesar Rp. sedangkan tim kampanye HADE Jawa Barat mendapatkan dana sebesar Rp. Selain dukungan dari Organisasi 9 Dana kampanye tidak jelas. Selama masa kampanye Pilkada Jawa Barat 2008 di Kota Bogor.000. 5. Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Gerakan Relawan Pendukung Iwan Sulanjana.radar-bogor. Pembacaan deklarasi dukungan dari organisasi masyarakat terhadap pasangan DA’I dilakukan pada saat kampanye terbuka di Lapangan Sempur. dan Gagak Lemayung (Tabel 1).co.mengumumkan bahwa selama masa kampanye berlangsung9.2. Dukungan dari organisasi masyarakat (Ormas) diperlukan untuk mempengaruhi pemilih yang memilih kepala daerah berdasarkan fatsoen politik. pasangan DA’I mendapatkan dukungan dari beragam Ormas.000. Konsolidasi Internal dan Eksternal Tim Kampanye Konsolidasi internal dan eksternal dilakukan dalam rangka penguatan organisasi partai dan simpatisan yang memberikan dukungan kepada pasangan DA’I dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2008. http://www.000. Karang Taruna. Ikatan Keluarga Besar Cimande (IKBC). 3.

Himpunan Pengrajin Industri Kecil. tokoh budaya dan seni. Gerakan Sunda Tandang. Matriks Organisasi Pendukung Pasangan DA’I di Kota Bogor Jenis Organisasi Nama Organisasi Karukunan Warga Bogor. 5. AMPG. persiapan saksi-saksi di tiap TPS. AMPI.3. Pendekar Jalak Banten. dan Pemuda Partai Demokrat. Karang Taruna. serta pemuka agama di Kota Bogor. serta penggalangan massa untuk kampanye. untuk mencapai target jumlah suara sebesar 60 persen tersebut tim kampanye DA’I Kota Bogor melakukan riset mengenai perilaku pemilih di Kota Bogor. pemantauan perkembangan kompetitor di tiap kelurahan. Persiapan tersebut meliputi penguatan jaringan-jaringan partai hingga ke pengurus kecamatan dan kelurahan. sebagai bahan acuan untuk merumuskan strategi . pencarian dan penganggaran dana kampanye.masyarakat tim kampanye DA’I juga melakukan pendekatan kepada beberapa tokoh masyarakat. Ikatan Keluarga Besar Cimande. dan Gagak Lemayung. Tabel 1. Organisasi Profesi dan Komunitas Organisasi Keanggotaan Pemuda (OKP) Organisasi binaan partai politik (underbow) Konsolidasi internal tim kampanye DA’I dilakukan dengan cara menggelar rapat-rapat persiapan sebelum dan selama masa kampanye berlangsung.1. Forum Kerukunan Antar Umat Beragama. pemilihan media dan teknik kampanye. Gerakan Relawan Pendukung Iwan Sulanjana. Segmentasi Tim kampanye DA’I menargetkan jumlah suara sebesar 60 persen dari total pemilih di Kota Bogor.

2. Ideologi Partai Pemilih pada segmen ini adalah masyarakat yang memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dengan melihat partai pendukungnya. Kelompok .dan kegiatan kampanye politik di Kota Bogor. Kompetensi calon Kelompok ini memilih calon gubernur dan wakil gubernur berdasarkan latar belakang pendidikan. Cara yang dilakukan untuk meraih suara dari kelompok ini adalah dengan melakukan penegasan posisi Partai Golkar dan Demokrat yang mendukung pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat. Upaya untuk mengumpulkan suara dari kelompok ini dilakukan dengan cara menyebarkan pamflet yang berisi tentang riwayat pendidikan dan pekerjaan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana. Kelompok yang mementingkan dan memperhatikan kompetensi calon ini biasanya dianut oleh kalangan intelektual. riwayat pekerjaan. yaitu pemilih yang memilih berdasarkan: 1. sehingga ia tidak ragu lagi untuk memilih calon yang diajukan oleh partai politik yang didukung oleh pemilih tersebut. Kharismatik calon Kelompok masyarakat yang menginginkan pemimpin kharismatik biasanya mereka yang masih terikat erat dengan budaya dan pranata lokal. 3. karena pemilih tersebut merasa bahwa ideologi dan aspirasi politiknya sudah sesuai dengan partai tersebut. Hasil dari riset tersebut mengelompokkan pemilih ke dalam lima segmen. profesional dan praktisi. serta prestasi yang sudah dicapai oleh calon gubernur dan wakil gubernur. mahasiswa.

agar organisasi masyarakat tersebut melimpahkan dukungannya untuk pasangan DA’I. Mengikuti perasaan Pemilih dalam kelompok ini biasanya adalah kelompok pemilih pemula yang belum memiliki pilihan politik yang tetap dan jelas. baligo yang bergambar pasangan DA’I. isu yang diciptakan adalah pasangan DA’I merupakan putra asli . 5. Oleh karena itu untuk mendapatkan suara dari kelompok ini perlu dilakukan pendekatan-pendekatan antar organisasi. Kelompok ini jumlahnya sangat signifikan dan sangat potensial untuk dijadikan sasaran kampanye. Fatsoen politik/kelompok Biasanya kelompok pemilih ini tergabung dalam ormas dan OKP yang bersandarkan pada isu-isu tertentu. Cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh suara dari kelompok ini adalah dengan memperbanyak pamflet.seperti ini dapat disentuh dengan pendekatan-pendekatan melalui kebudayaan dan seni. Pada setiap organisasi masyarakat biasanya ada kebijakan-kebijakan internal organisasi untuk mendukung salah satu calon kepala daerah. Mereka memutuskan memilih seorang calon gubernur dan wakil gubernur karena faktor fisik atau bisa juga karena hal-hal lain yang menarik dan memancing emosional masyarakat. agar dapat mempengaruhi pemikiran dan perasaan kelompok ini. 4. Cara lain yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan menciptakan isu-isu tertentu yang mengundang simpati masyarakat. spanduk. Cara yang dapat dilakukan untuk mendekati kelompok ini adalah dengan melakukan pendekatan kepada tokoh budaya dan seni yang telah berjasa mengembangkan dan mempertahankan seni sunda di Kota Bogor.

5.1. 5.4. tim kampanye DA’I Kota Bogor menggunakan beberapa kalimat positioning yang disebut juga sebagai slogan kampanye. Positioning Selama masa kampanye pemilihan kepala Daerah Jawa Barat periode 2008-2013.5. bagi tim kampanye DA’I semua masyarakat Bogor yang mempunyai hak pilih dianggap sebagai sasaran kampanye demi mengamankan target perolehan suara sebesar 60 persen di Kota Bogor. mereka telah menyiapkan cara-cara tersendiri untuk meraih simpati dari kelima kelompok pemilih yang telah mereka tetapkan. Tidak adanya sasaran utama dari kelima kelompok pemilih tersebut.1. Untuk menjalankan kampanye yang berbeda-beda itu. Slogan kampanye yang digunakan tersebut di antaranya adalah slogan kampanye yang menjadi slogan utama DA’I se-Jawa Barat yaitu ”Mengabdi dengan hati”. adapun slogan lain yang dibuat oleh tim kampanye DA’I Kota Bogor adalah ”Pilih orang Bogor asli!” .Bogor dan masyarakat Bogor harus bangga jika nanti Jawa Barat dipimpin oleh orang Bogor. jumlah dana yang dikeluarkan juga dipastikan semakin bertambah karena beragamnya teknik kampanye yang harus dijalankan untuk meraih suara dari segmen-segmen tersebut. diperlukan jumlah kader partai dan simpatisan yang cukup banyak. menyebabkan tim kampanye DA’I harus melakukan pendekatan yang berbedabeda berdasarkan perilaku memilih masyarakat dalam segmen-segmen tersebut. Targeting Tim kampanye DA’I tidak menetapkan segmen-segmen khusus sebagai sasaran utama kampanye. Oleh karena itu.

karena dianggap cukup sukses maka strategi ini kembali diterapkan pada Pilkada Jawa Barat. ”Jika ingin AMAN dan HADE.000 kader dan relawan PKS yang siap menjalankan strategi direct selling.2. Sebelumnya juga ada slogan lain yaitu. karena PKS memiliki kader dan relawan yang banyak serta loyal kepada partai. sehingga tim kampanye HADE menitikberatkan kampanye pencitraan untuk memperkenalkan pasangan ini kepada masyarakat. pilih DA’I”. menjelaskan program kerja dan visi misi. Tujuan utama dari direct selling ini adalah memperkenalkan figur pasangan HADE. 5. strategi ini dipilih karena sesuai dengan kondisi partai pendukung HADE terutama PKS. Perencanaan Strategi Komunikasi Tim Kampanye HADE Strategi kampanye HADE selama mengikuti pemilihan kepala Daerah Jawa Barat periode 2008-2013 adalah metode direct selling. Terdapat lebih dari 10. hingga penandatanganan kontrak politik antara pasangan HADE yang diwakili oleh tim kampanyenya. . Pengenalan pasangan HADE dimasukan dalam agenda direct selling karena pasangan ini merupakan pendatang baru di lingkungan politik Jawa Barat. Strategi direct selling ini digunakan sebagai strategi kampanye HADE se-Jawa Barat. namun slogan tersebut tidak jadi digunakan karena slogan tersebut dianggap ikut mempopulerkan pasangan AMAN dan HADE yang merupakan pesaing pasangan DA’I dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013.karena Iwan Sulanjana (calon wakil gubernur) memang berasal dari Bogor. Strategi ini merupakan strategi partai keadilan sejahtera (PKS) dalam pemilihan legislatif tahun 2004 yang lalu. dengan masyarakat Jawa Barat.

Anggaran biaya kampanye terbesar digunakan oleh bidang media dan humas yang menyedot anggaran dana sebesar Rp. 513.Perencanaan strategi kampanye politik tidak hanya dilakukan oleh tim kampanye utama. Pengeluaran lain yang cukup besar adalah anggaran biaya untuk konsumsi saksi saat penghitungan suara di 1360 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di Kota Bogor.2. pembuatan buletin HADE. Bidang logistik juga menggunakan dana yang cukup besar.00. perencanaan kampanye juga dilakukan oleh masing-masing tim kampanye HADE di kecamatan dan kelurahan.1. baligo.000.00. dimana pada masing-masing TPS ditempatkan dua orang saksi dari tim HADE sehingga jumlah biaya yang harus dikeluarkan tercatat sebesar Rp. Dana tersebut digunakan untuk pemasangan iklan di media massa cetak dan elektronik lokal. pelaksanaan konferensi pers. Tim kampanye di kecamatan dan kelurahan diberikan keleluasaan untuk melakukan kegiatan kampanye sendiri asalkan tetap dalam pantauan tim kampanye utama di Kota Bogor. 5. 136. spanduk. dan kaos.830.700. Anggaran Biaya dan Pendanaan Kampanye Perumusan anggaran biaya untuk kampanye politik dilakukan oleh masing-masing bidang kerja yang dipantau langsung oleh bendahara tim kampanye HADE. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kampanye terbuka HADE di Lapangan Sempur Bogor pada tanggal 29 Maret 2008. . 466. dan atribut kampanye lainnya seperti stiker.000. seperti misalnya dalam pelaksanaan kampanye “Angkot Gratis dari HADE” pada hari terakhir kampanye yang direncanakan dan dilaksanakan oleh tim kampanye HADE di Kecamatan Bogor Timur.000.000.00. yaitu sebesar Rp.

selama masa kampanye mereka melakukan lelang yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dan bantuan atribut kampanye untuk sosialisasi pasangan HADE di Kota Bogor.000.200.2. Konsolidasi internal tim kampanye di Kota Bogor juga dilakukan dengan cara memberikan motivasi dan pelatihan kepada pengurus partai di tingkat kelurahan mengenai cara-cara kampanye yang baik dan sesuai dengan petunjuk teknis yang diberikan oleh tim kampanye pusat.00. Total dana kampanye yang dikeluarkan oleh tim kampanye HADE Kota Bogor dan sumbangan-sumbangan dari kader dan simpatisan selama masa kampanye berlangsung ditaksir kira-kira mencapai Rp. 5.000. dari lelang tersebut dikumpulkan dana sebesar Rp. 500.000.000.2.00/anggota. target-target yang harus dicapai. Sumbangan kampanye terbesar berasal dari kader-kader PKS dan simpatisan HADE Kota Bogor. selain itu tim kampanye HADE Kota Bogor juga menghimpun sumbangan dana dari para kader partai dan anggota legislatif (DPRD) PKS dan PAN. dan penyediaan peralatan kampanye. Lelang tersebut diprakarsai oleh DPC PKS (tingkat kecamatan) yang dilaksanakan sebanyak dua kali selama masa kampanye.000. 1. sumbangan masing-masing anggota legislatif ditetapkan sebesar Rp.Dana kampanye HADE di Kota Bogor terutama berasal dari kas Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. 140. Pertemuan antar tim kampanye HADE se-Jawa Barat di Bandung ini membahas dan mensosialisasikan mengenai strategi kampanye yang digunakan. . Konsolidasi Internal dan Eksternal Tim Kampanye Konsolidasi internal tim kampanye HADE dimulai setelah tim kampanye HADE pusat resmi dibentuk dan disusul dengan tim kampanye HADE di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. pendanaan kampanye.00.

Komunitas Kesehatan. masyarakat umum kita datangi langsung. OBOS. Organisasi Keanggotaan Pemuda (OKP) Forum Silaturahim Pemuda Kota Bogor. Silaturahim Jawara Bogor (Sijago). Tabel 2.” (An. Paguyuban Masyarakat Sunda Bogor (Pasundar). Serikat Pekerja Nasional (SPN). tokoh-tokoh agama dan masyarakat juga kita menjalin silaturahmi. Sijago. SPN. Ojeg Bogor Bersatu (OBOS). Komunitas Bogor Peduli Olahraga (Korpora). tokoh wanita. Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan (JMPP). Pos Wanita Keadilan. Gema Keadilan. “…. Jaringan Majlis Ta’lim. Forsitma PKS. Organisasi binaan partai politik (underbow) . Pos Wanita Keadilan. Becak Bogor Bersatu (Bagoes). Solidaritas Angkot Bogor (SOLAR 46). Perkumpulan Motor Keadilan Sejahtera (Pekasa). Korps Muballighoh Muhammadiyah. dan Pekasa. anggota tim kampanye HADE Kota Bogor) Organisasi masyarakat yang mendukung pasangan HADE antara lain adalah. Komunitas Kesehatan. Nisa Kreatif. Persatuan Umat Islam (PUI). Bagoes. Gema Keadilan. dan Pasundar.simpul-simpul masyarakat kita rangkul melalui silaturahim. PUI. Matriks Organisasi Pendukung Pasangan HADE di Kota Bogor Jenis Organisasi Organisasi Profesi dan Komunitas Nama Organisasi Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan.Konsolidasi eksternal tim kampanye HADE Kota Bogor juga dilakukan dengan mencari dukungan dari berbagai organisasi masyarakat dan tokoh-tokoh agama. dan Forum Silaturahim Pemuda Bogor (Tabel 2). Nisa Kreatif. Forsita PKS. SOLAR 46. Korps Muballighoh. Jaringan Majlis Ta’lim. serta tokoh budaya Sunda. Korpora.

Organisasi masyarakat pada Tabel 2 tersebut dibagi berdasarkan organisasi profesi, organisasi kepemudaan, dan organisasi underbow yang merupakan binaan partai politik. Organisasi-organisasi masyarakat tersebut menyatakan

dukungannya kepada pasangan HADE, yang diwakilkan oleh tokoh-tokoh organisasi masyarakat tersebut pada saat kampanye terbuka di Lapangan Sempur.

5.2.3. Segmentasi Segmentasi yang dilakukan oleh tim kampanye HADE mengelompokkan pemilih berdasarkan ciri-ciri demografis yaitu, usia pemilih, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin. Dari segi usia, pemilih di Jawa Barat didominasi oleh kaum muda yang berusia 17-35 tahun. Berdasarkan tingkat pendidikan, karena Bogor memang terkenal dengan kota kaum intelektual maka pemilih di Bogor didominasi oleh pemilih yang tingkat pendidikannya cukup tinggi atau setara SMA, sedangkan berdasarkan jenis kelamin hampir berimbang namun lebih banyak jumlah wanita walaupun jumlahnya tidak terlalu signifikan. Selain melakukan segmentasi pemilih, tim kampanye HADE juga melakukan survey mengenai pencitraan tokoh yang dilakukan jauh sebelum masa kampanye dimulai. Survey dilakukan bertahap kepada pemilih di Jawa Barat, survey pertama dilakukan dengan mengajukan tiga nama calon gubernur yaitu Danny Setiawan, Agum Gumelar, dan Ahmad Heryawan, dengan tidak menggunakan foto (hanya nama calon gubernur), hasilnya yang meraih suara terbanyak adalah Danny Setiawan, Agum Gumelar, lalu Ahmad Heryawan. Beberapa hari setelah itu dilakukan kembali survey serupa, namun kali ini disertakan foto calon gubernur beserta namanya, hasilnya adalah Ahmad Heryawan menempati urutan teratas.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pencitraan secara visual mampu mempengaruhi pemilih dalam menjatuhkan pilihannya. Pemilih

mempertimbangkan kondisi fisik dan raut wajah untuk menilai kepribadian calon gubernur yang tidak dikenalnya secara langsung. Berdasarkan hasil riset tersebut, maka tim kampanye HADE menggarap dengan serius foto kampanye pasangan HADE agar sesuai dengan citra yang ingin ditampilkan, yaitu pasangan muda yang siap memimpin Jawa Barat. Untuk memperkuat citra “pasangan muda”, pasangan HADE tidak menggunakan kopiah sebagai penutup kepala, karena berdasarkan hasil survey juga didapat kesimpulan bahwa penggunaan kopiah cenderung identik dengan golongan tua. 5.2.4. Targeting Berdasarkan hasil segmentasi dan pemetaan karakteristik pemilih yang telah dilakukan sebelumnya, maka selanjutnya tim kampanye HADE menentukan sasaran utama kampanye politiknya. Penentuan sasaran utama ini dilakukan agar kampanye yang dijalankan lebih fokus, efektif dan efisien, namun tim HADE juga tetap melakukan kampanye dan sosialisasi kepada kelompok-kelompok lainnya. Target utama kampanye HADE adalah kaum muda dan ibu rumah tangga. Kelompok itu dipilih karena sesuai dengan isu dan tema kampanye pasangan HADE yang mengedepankan perubahan di Jawa Barat. Kaum muda dianggap sesuai karena mereka merupakan calon-calon pemimpin yang akan membawa Jawa Barat menuju perubahan ke arah yang lebih baik, selain itu golongan muda merupakan kelompok umur yang paling banyak jumlahnya di Jawa Barat sehingga sangat potensial untuk memberikan suara. Ibu rumah tangga dipilih karena perannya sebagai pendidik utama generasi muda di tingkat keluarga.

Selain itu ibu rumah tangga khususnya kaum wanita juga dianggap sebagai penggerak utama kegiatan Posyandu dan Puskesmas yang menjadi salah satu fokus program pasangan HADE sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan keluarga, bayi dan kalangan lanjut usia. 5.2.5. Positioning Selama masa kampanye pemilihan kepala Daerah Jawa Barat periode 2008-2013, tim kampanye HADE mengeluarkan dua slogan atau kalimat positioning yang mencerminkan keunggulannya dari kandidat lain. Slogan tersebut adalah “Harapan baru Jawa Barat” dan “HADE basana, HADE akhlakna, HADE elmuna”. Slogan “Harapan baru Jawa Barat”, mencerminkan HADE sebagai pasangan muda yang siap merealisasikan harapan-harapan masyarakat Jawa Barat yang selama ini belum terealisasikan. Slogan kedua menggunakan bahasa Sunda yang mencerminkan keunggulan pasangan HADE sebagai pasangan yang sopan dalam bertutur kata, beriman kepada Tuhan YME, dan terampil dalam memimpin. Slogan dalam bahasa Sunda tersebut dibuat untuk melengkapi arti kata ”hade” dalam bahasa Sunda yang berarti ”bagus” dalam bahasa Indonesia. Kedua slogan tersebut berasal dari tim kampanye HADE pusat, tim kampanye HADE di Kota Bogor tidak membuat slogan khusus untuk Bogor karena dirasakan hal tersebut sudah cukup. Tim kampanye HADE Kota Bogor lebih memfokuskan kepada sosialisasi pasangan calon dan pengenalan visi misi melalui direct selling.

walaupun jumlah . penyusunan anggaran dan pendanaan kampanye. dan pamflet.000. Dana tersebut sebagian besar dihabiskan untuk melakukan teknik kampanye massa tidak langsung.3. ”HADE basana.00. HADE asli!” elmuna. positioning. ”Harapan baru Jawa Barat” dan ”Pilih orang Bogor dan.000. Berasal dari kas partai dan sumbangan kader partai. stiker. Perbandingan Perencanaan Strategi Kampanye Politik Sebelum melaksanakan kegiatan kampanye politik untuk Pilkada Jawa Barat periode 2008-2013. 250. Matriks Perbandingan Perencanaan Strategi Kampanye Politik Tahapan Perencanaan DA’I Anggaran dana yang dikeluarkan tercatat 250 juta. Konsolidasi internal berjalan sangat baik dengan memanfaatkan jaringan PKS. Sedangkan konsolidasi eksternal berhasil didukung oleh lebih dari 12 Organisasi di Kota Bogor. Konsolidasi eksternal berhasil didukung oleh lebih dari 17 Organisasi di Kota Bogor. tim kampanye DA’I dan HADE melakukan perencanaan strategi komunikasi dan kampanye politik yang meliputi segmentasi sasaran kampanye. yaitu sebesar Rp. HADE akhlakna” Jumlah dana yang dikeluarkan oleh tim kampanye HADE untuk menjalankan kegiatan kampanye di Kota Bogor sangat besar. baligo.00.000. Demografis Golongan Pemuda dan Ibu Tidak Melakukan rumah tangga ”Mengabdi dengan hati”. Sementara itu tim kampanye DA’I hanya menghabiskan dana sebesar Rp. melalui pemberitaan media cetak. Tabel 3. spanduk. Konsolidasi internal kurang berjalan baik. anggota legislatif PKS dan PAN. media elektronik. serta kader dan simpatisan. 1. serta konsolidasi internal dan eksternal partai beserta tim kampanye (Tabel 3). targeting sasaran kampanye. Berasal dari kas paratai.200.000. Perilaku memilih HADE Anggaran dana dan pendanaan kampanye Konsolidasi internal Dan eksternal Segmentasi Targeting Positioning Anggaran dana mencapai 1.5.2 Milyar.

Popularitas Dede Yusuf sebagai mantan bintang film juga digunakan untuk menarik simpati dan dukungan dari sasaran kampanye HADE. Tim kampanye DA’I menggunakan slogan ”Mengabdi dengan hati” dan ”Pilih orang Bogor asli!” untuk menarik simpati dan dukungan pemilih yang memilih berdasarkan perasaan. Forum Silaturahim Pemuda Kota Bogor. Kedua slogan tersebut cukup menggambarkan keunggulan pasangan HADE dibandingkan pasangan lainnya. terutama ibu-ibu rumah tangga. Slogan ”Pilih . tetapi diperkirakan jumlahnya tidak melebihi jumlah biaya yang dikeluarkan oleh pasangan HADE. dan Komunitas Kesehatan. kaum muda dan ibu rumah tangga. HADE akhlakna. dan sasaran kampanye politiknya. Ormas dan OKP tersebut di antaranya adalah Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan (JMPP). dilakukan menggunakan kalimat positioning atau slogan kampanye yang berbunyi ”Harapan Baru Jawa Barat” dan ”HADE basana. Tim kampanye HADE melakukan konsolidasi eksternal dengan cara menggalang dukungan dari ormas dan OKP yang sesuai dengan visi misi. HADE elmuna”. dan akan kembali melakukan pengabdian untuk lima tahun ke depan bagi masyarakat Jawa Barat. yaitu pasangan muda yang siap membawa perubahan dan melayani masyarakat Jawa Barat.tersebut diragukan kepastiannya. Jaringan Majlis Ta’lim. Slogan tersebut memberikan gambaran tentang pasangan HADE sebagai pasangan alternatif bagi masyarakat yang tidak puas akan kepemimpinan gubernur sebelumnya. Upaya untuk menjangkau fokus sasaran kampanye HADE yaitu. program kerja. Serikat Pekerja Nasional (SPN). Slogan ”Mengabdi dengan hati” mencoba menggambarkan Danny Setiawan sebagai sosok yang telah berhasil membangun Jawa Barat selama lima tahun ke belakang.

.orang Bogor asli” diciptakan untuk memancing rasa sentimen kedaerahan pemilih yang tinggal di Bogor. Namun slogan kampanye yang diciptakan oleh tim kampanye DA’I kurang berhasil menyentuh masyarakat. karena slogan tersebut dianggap tidak memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Jawa Barat. terutama masalah ekonomi dan pendidikan. agar memilih calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berasal dari Bogor.

Kegiatan Kampanye Politik Tim DA’I Kota Bogor Pelaksanaan kegiatan kampanye politik pasangan DA’I merupakan tahap lanjutan setelah kegiatan perencanaan selesai dilakukan dan menghasilkan berbagai informasi untuk melaksanakan kegiatan kampanye politik. Informasi tersebut antara lain adalah perilaku pemilih. Selama masa kampanye resmi. Isu itu dikomunikasikan kepada masyarakat dalam setiap kegiatan kampanye politik. tim kampanye DA’I tidak terlalu sering mensosialisasikan visi misi dan program-program yang ditawarkan oleh pasangan DA’I jika nanti terpilih. sambil merampungkan program-program yang masih berjalan selama masa kepemimpinan Danny Setiawan lima tahun terakhir. Pasangan DA’I berkomitmen bahwa mereka akan terus melakukan pembangunan demi pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat.1. serta jumlah sumber daya dan sumber dana yang tersedia. Kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I di Kota Bogor ditekankan pada isu pengalaman memimpin serta calon gubernur dan wakil gubernur yang berasal dari Bogor. Kegiatan-kegiatan kampanye politik yang dilakukan disesuaikan pada kelompokkelompok pemilih yang telah diriset terlebih dahulu pada saat tahap segmentasi. Alasannya karena pasangan DA’I tidak ingin terlalu banyak mengobral janji-janji program yang muluk-muluk yang pada akhirnya hanya membuat masyarakat kecewa jika janji-janji tersebut tidak terpenuhi.BAB VI KEGIATAN KAMPANYE POLITIK 6. dalam usahanya untuk mengantar . Berikut ini adalah kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I Kota Bogor berdasarkan kronologis pelaksanaan kegiatan kampanye.

1. Menurut Ellul (1965) dalam Nimmo (2005). persuasi politik semacam ini digolongkan kepada persuasi politik yang mengandung propaganda. 6. yaitu komunikasi yang disampaikan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan- . Setelah masa kampanye resmi dimulai pada tanggal 27 Maret 2008. Kampanye Massa Tidak Langsung Teknik kampanye massa tidak langsung yang dilakukan melalui media massa cetak dan elektronik dilakukan sebelum masa kampanye resmi dilakukan. sehingga cukup menggugah antusiasme masyarakat untuk memilih pasangan ini. isi dari iklan tersebut sebagian besar berupa ajakan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang sudah berpengalaman dan mengetahui kondisi Jawa Barat dan jangan memilih pendatang baru yang belum teruji kemampuannya.pasangan Danny-Iwan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013.1. Selain itu terdapat juga ajakan untuk memilih pasangan DA’I yang disuarakan berulang-ulang dengan iringan musik yang bernada patriotik. Tim kampanye DA’I menggunakan surat kabar dan radio lokal sebagai sarana kampanye selama 14 hari ke depan. tim kampanye DA’I memasang iklan di media cetak dan elektronik berupa ajakan untuk memilih pasangan bernomor urut 1 ini pada tanggal 13 April 2008. Tim kampanye DA’I membuat dua versi iklan kampanye untuk radio. namun isinya hanya berupa pemberitahuan kepada masyarakat bahwa pasangan DA’I (khususnya Danny Setiawan) akan mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. barulah kampanye melalui media massa dimulai.

Coblos DA’I. mengabdi untukmu. Jawa Baratku Pilih nomor satu pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Mengabdi dengan hati Coblos nomor satu. pasti akan lebih baik jika dibandingkan dengan tidak pernah memimpin Jabar (suara wanita) Jangan anggap mudah memimpin Jabar. Danny Setiawan Iwan Sulanjana Coblos nomor satu. Danny Setiawan Iwan Sulanjana IKLAN RADIO DA’I (2) (suara pria) Membangun dengan bekal pengalaman memimpin.tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu. mengabdi untuk terus mewujudkan harapan. pemimpin yang telah teruji. Danny Setiawan Iwan Sulanjana Coblos nomor satu. dipersatukan secara psikologis melalui manipulasi psikologis. itulah yang pantas menakhodai Jabar lima tahun ke depan (suara pria) Kekuatan Danny Iwan adalah kekuatan rakyat Jabar (suara wanita) Kemenangan Danny-Iwan adalah kemenangan masyarakat Jawa Barat (suara pria) Marilah kita menjadi tuan rumah di kampung halaman kita sendiri Dengan memilih pemimpin yang telah terbukti mengabdi untuk jabar (musik keroncong dan nyanyian) Coblos DA’I. IKLAN RADIO DA’I (1) Karena aku telah mengenalmu sepanjang hidupku Karena ku lahir di pangkuanmu Karena kau telah memberiku kesempatan untuk berbagi ilmu dan menjadikannya bermanfaat Karena kau memang layak dan berhak untuk dicintai Karena kau berhak untuk segala hal yang terbaik Karenamu aku mengabdi. pasangan serasi Danny-Iwan. Berikut ini adalah naskah dari dua versi iklan radio kampanye pasangan DA’I. (suara pria dan wanita) Coblos nomor 1 pasangan Danny Setiawan Iwan Sulanjana sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar lima tahun ke depan . Danny Setiawan Iwan Sulanjana Coblos nomor satu. mengabdi dengan hati. Coblos DA’I.

dan memilih dengan menggunakan perasaan. karena segmen pemilih tersebut hanya dapat diraih dengan efektif melalui pendekatan yang dilakukan oleh pengurus dan anggota partai politik secara langsung. Tipe pemilih yang memilih berdasarkan ideologi partai. mengabdi untuk terus mewujudkan harapan. dan fatsoen kelompok atau politik. pemimpin yang telah teruji. itulah yang pantas menakhodai Jabar lima tahun ke depan” Kharismatik calon Fatsoen politik/kelompok Mengikuti perasaan ”Karenamu aku mengabdi. mengandung unsur kata yang ditujukan bagi sasaran pemilih yang memilih dengan mengikuti perasaan. Jawa Baratku” . pemimpin yang telah teruji.Berdasarkan hasil analisis teks iklan kampanye radio DA’I. Keterangan mengenai iklan radio DA’I dan hubungannya dengan sasaran kampanye. Sementara itu untuk iklan radio DA’I versi kedua. dapat dilihat lebih jelas pada Tabel 4. itulah yang pantas menakhodai Jabar lima tahun ke depan” Dengan penggunaan musik keroncong sebagai latar iklan ”Jangan anggap mudah memimpin Jabar. ditemukan bahwa teks iklan radio DA’I versi pertama. Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Sasaran Kampanye Sasaran kampanye Kesamaan ideologi Kompetensi calon Iklan DA’I (1) Iklan DA’I (2) ”Jangan anggap mudah memimpin Jabar. mengabdi untukmu. kharismatik calon. tidak menjadi sasaran kampanye melalui iklan radio DA’I. mengandung unsur kata yang ditujukan bagi sasaran pemilih yang memilih berdasarkan kompetensi calon. mengabdi dengan hati. Tabel 4.

. Jawa Baratku” Iklan DA’I (2) ”Membangun dengan bekal pengalaman memimpin. . karena ku lahir di pangkuanmu. pasti akan lebih baik jika dibandingkan dengan tidak pernah memimpin Jabar” Informasi pada Tabel 6.Iklan radio pasangan DA’I pada kedua versi itu juga digunakan untuk mengkomunikasikan citra yang ingin dibentuk dari pasangan DA’I. Tabel 5.. dan pengalaman dalam memimpin Jawa Barat merupakan kunci utama dalam membangun Jawa Barat. karena iklan radio kampanye ini diproduksi secara langsung oleh tim kampanye DA’I pusat. sehingga materi dari iklan radio ini pun diseragamkan untuk seluruh daerah di Jawa Barat. menunjukkan bahwa kedua naskah iklan radio DA’I tersebut merupakan pengembangan dari slogan kampanye pasangan DA’I yaitu ”Mengabdi dengan hati”. Teks pada kedua iklan tersebut mencoba menunjukkan bahwa pasangan DA’I adalah pasangan yang sudah berpengalaman. Slogan kampanye ”Pilih orang Bogor asli” tidak dikomunikasikan melalui iklan radio. Informasi lebih lanjut mengenai iklan radio DA’I dengan citra yang ingin dibentuk dapat dilihat pada Tabel 5. yaitu pasangan yang telah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat. . Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Citra yang ingin dibentuk Citra Pasangan yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat Iklan DA’I (1) ”Karena aku telah mengenalmu sepanjang hidupku.

yang ditonjolkan adalah foto diri dari pasangan calon yang berpakaian rapi lengkap dengan jas. yang menampilkan citra sepasang birokrat yang sudah berpengalaman. Jawa Baratku” Iklan DA’I (2) ”. Baligo yang . Kota Bogor Dalam kampanye berbentuk visual ini (Gambar 4).dengan memilih pemimpin yang telah terbukti mengabdi untuk Jabar” - Pilih orang Bogor asli! - Sementara itu kampanye yang dilakukan di media massa cetak dan baligo hanya terbatas pada pemuatan gambar diri dari pasangan DA’I beserta kalimat singkat yang merupakan slogan kampanye DA’I yaitu. mengabdi dengan hati.Tabel 6. Gambar 4.. dasi. Matriks Analisis Iklan Radio DA’I dan Hubungannya dengan Slogan Kampanye Slogan Kampanye Mengabdi dengan hati Iklan DA’I (1) ”Karenamu aku mengabdi.. Baligo pasangan DA’I di daerah Pondok Rumput. mengabdi untukmu. mengabdi untuk terus mewujudkan harapan. ”Mengabdi dengan hati”. peci.

Juru Kampanye sedang Mengkampanyekan Pasangan DA’I . Kampanye ini disemarakkan oleh pertunjukkan seni keroncong dari Grup Suara Pakuan Rupaya. Gambar 5.digunakan berukuran sangat besar. ditujukan agar foto diri dan slogan kampanye pasangan DA’I dapat lebih jelas terlihat. hadir dalam acara ini Walikota Bogor. bertempat di kantor sekretariat DPD Partai Golkar Kota Bogor. Dalam kesempatan ini Walikota Bogor menghimbau kepada para peserta kampanye pemilihan Gubernur Jawa Barat khususnya pendukung DA’I.1. Acara yang hanya berlangsung sekitar tiga jam ini dibuka oleh Ketua Partai Golkar dan Partai Demokrat Kota Bogor. Kampanye Pembukaan Kampanye ini dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2008.2. serta seniman-seniman Kota Bogor. agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban Kota Bogor selama masa kampanye berlangsung. 6. tokoh-tokoh Partai Golkar Kota Bogor. namun dihadiri oleh lebih dari seratus pendukung DA’I yang menggunakan atribut kampanye DA’I. Walaupun pasangan DA’I tidak hadir dalam acara ini.

Danny Setiawan merupakan birokrat yang berpengalaman dalam membangun Jawa Barat. memilih pasangan DA’I karena Danny-Iwan merupakan kombinasi yang tepat untuk memimpin Jawa Barat selama lima tahun ke depan.4.1. Kampanye yang dilaksanakan siang hari pada tanggal .1. dan organisasi kepemudaan lain seperti Karang Taruna Kota Bogor. seperti AMPI dan AMPG (organisasi binaan Partai Golkar). Pemuda Partai Demokrat (organisasi binaan Partai Demokrat).Dalam kampanye ini. Ketua Partai Golkar dan Ketua Partai Demokrat Kota Bogor menghimbau agar masyarakat yang memiliki hak pilih.3. Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 orang ini ditujukan untuk menjaring ide dan aspirasi dari organisasi-organisasi kepemudaan tersebut sekaligus menggalang dukungan dan membina silaturahmi dengan organisasi-organisasi tersebut. Pawai Motor Simpatik Kegiatan ini dilakukan setelah kampanye dialogis dan silaturahmi dengan tokoh pemuda berakhir. sedangkan Iwan Sulanjana merupakan tokoh militer yang sudah mengetahui teritori dan keamanan di wilayah Jawa Barat karena Ia merupakan mantan Pangdam Siliwangi. 6. 6. Sasaran dari kampanye dialogis ini adalah pemilih yang memilih calon kepala daerah berdasarkan kompetensi calon dan pemilih yang memilih dengan alasan fatsoen politik atau kelompok. Kampanye Dialogis dan Silaturahmi dengan Tokoh Pemuda Kampanye yang dilaksanakan di Gedung Balai Binarum Pajajaran pada hari Rabu pagi tanggal 2 April 2008 ini merupakan kampanye yang berbentuk dialogis sekaligus ajang silaturahmi antara tim kampanye DA’I dengan organisasi kepemudaan yang berada di Kota Bogor.

Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana berkesempatan hadir untuk menemui ribuan pendukungnya di Kota Bogor. Pasangan Danny-Iwan datang ke Lapangan Sempur dengan menggunakan angkot yang disewa dari arah Terminal Baranangsiang. di sana mereka melakukan orasi singkat berisi ajakan kepada masyarakat untuk mendukung dan memilih pasangan DA’I sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. sekaligus menutup rangkaian kampanye DA’I ke daerah-daerah pemilihan di Jawa Barat. 6. pamflet dan pin bergambar pasangan DA’I kepada masyarakat yang mereka lewati. Pawai Motor Simpatik Pendukung DA’I Rombongan ini membagi-bagikan atribut kampanye DA’I seperti stiker. Mereka mengunjungi pusat-pusat keramaian di sekitar Jalan Pajajaran hingga ke Pasar Bogor.5.1.2 April 2008 ini diikuti oleh ratusan pendukung DA’I yang merupakan kader partai Golkar dan Demokrat Kota Bogor. Kampanye terbuka ini dihadiri oleh ribuan massa pendukung DA’I yang sebagian besar . Gambar 6. Pada kampanye kali ini. Kampanye Massa Langsung Kampanye massa secara langsung ini dilaksanakan di Lapangan Sempur pada tanggal 8 April 2008.

Sebelum pasangan DA’I meninggalkan Lapangan Sempur. Juru kampanye dalam kampanye terbuka ini antara lain adalah Ruhut Sitompul. dibacakan juga pernyataan dukungan dari berbagai Ormas di Kota Bogor yang isinya mendukung pasangan Danny-Iwan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Kampanye yang berlangsung dari pukul 11. payung. selain itu mereka juga adalah asli putra daerah Bogor. tabloid birokrat. tim kampanye membagikan berbagai atribut kampanye berupa bola sepak.menggunakan kaos bergambar pasangan DA’I. . Selama pelaksanaan kampanye di Sempur. Danny Setiawan menyatakan tidak ingin mengumbar banyak janji selama masa kampanye. surat dukungan tersebut diterima secara langsung oleh Danny Setiawan. kaos. sedangkan waktu untuk orasi dari juru kampanye dan pasangan Danny-Iwan hanya memakan waktu sekitar 30 menit.00 ini sebagian besar menampilkan hiburan lagu dangdut dari penyanyi Kinkin Kintamani dan penyanyi dangdut lainnya. Para juru kampanye tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan DA’I karena mereka adalah pasangan yang berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat dan sudah teruji. tidak ada isu khusus yang dibawa dalam kampanye di Kota Bogor. Mulyatma Soepardi (ketua DPD Partai Demokrat Bogor). Ia hanya berkomitmen akan meneruskan pembangunan yang sudah berjalan dengan baik selama ini di wilayah Jawa Barat.00-15. Cheppy Harun (ketua DPD Golkar Bogor). nasi bungkus hingga air mineral yang bergambar pasangan DA’I. dan beberapa pengurus DPD Golkar dan Partai Demokrat Jawa Barat.

Kegiatan kampanye HADE tidak difokuskan hanya untuk sasaran kampanyenya saja. . Kegiatan Kampanye Politik Tim HADE Kota Bogor Kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye HADE beserta ribuan kader dan simpatisannya difokuskan pada kampanye direct selling.2. Kampanye Massa Tidak Langsung Kampanye di media massa dan media luar ruang juga tidak luput dari pasangan HADE. buletin tersebut disebar hanya untuk kalangan terbatas sebagai sumber informasi mengenai programprogram dan pemikiran HADE untuk Jawa Barat. Berikut ini adalah kegiatan kampanye berdasarkan urutan waktu dari kampanye hari pertama hingga kampanye hari terakhir yang dilakukan oleh tim kampanye HADE Kota Bogor untuk mengantar pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Tim kampanye HADE membuat buletin pekanan yang berisi tentang pasangan HADE mulai Febuari hingga April. yaitu kaum muda dan ibu rumah tangga. 6.2.1. dimana kegiatan kampanye dilakukan oleh perorangan secara langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan program dan sosok calon gubernur dan wakil gubernur yang mereka usung. melainkan semua masyarakat Bogor.6. tim kampanye HADE melakukan pemasangan iklan politik di tiga surat kabar lokal yaitu Radar Bogor. upaya ini dilakukan untuk menciptakan citra bahwa pasangan HADE adalah figur yang siap melayani masyarakat. Kampanye di media cetak dilakukan saat masa kampanye sudah diresmikan. Kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan juga sebagian besar difokuskan untuk melayani masyarakat. dan Pakuan Raya. Jurnal Bogor.

bukan malah bersemangat kalo dilayani rakyat. (Suara pria) Saya mah cuma seorang guru ngaji. Jawa Barat perlu Gubernur dan Wakil Gubernur yang membuat rakyat sejahtera. (Suara wanita) Bagi ibu-ibu seperti saya. Mars. merakyat dan bebas dari korupsi. sembako jadi murah dan mudah. IKLAN RADIO HADE (2) Semangat baru. IKLAN RADIO HADE (1) Semangat baru melayani rakyat (Suara pria dewasa) Birokrasi identik dengan pelayanan publik. saya berpendapat Jawa Barat perlu dipimpin oleh tokoh muda yang amanah..Kampanye melalui media elektronik dilakukan melalui stasiun radio Megaswara. melayani rakyat (Suara pria) Sebagai petani. Berbeda dengan iklan radio pasangan DA’I yang berkali-kali mengajak masyarakat untuk memilih pasangan DA”I. saya teh ingin pemimpin Jawa Barat yang mampu mengatasi pengangguran dan kemiskinan. RRI. . dan Elfas. iklan radio pasangan HADE tidak menyebutkan nama pasangan HADE sama sekali. bebas berekspresi. Berikut ini adalah teks dari iklan radio kampanye pasangan HADE. Buat gue pelajar. dan muda loh! (Suara wanita muda) Sebagai Mahasiswa. yang penting bisa sekolah. pemimpin Jawa Barat harus memiliki semangat baru melayani rakyat. yaah mirip jaman Pak Harto dulu lah.. saya berharap Jawa Barat dipimpin oleh tokoh yang mampu memajukan pertanian. Lesmana. oleh karena itu diperlukan tokoh muda yang amanah. dalam iklan tersebut hanya disebutkan bahwa pemimpin Jawa Barat harus memiliki semangat baru untuk melayani masyarakat. (Suara pria muda) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. merakyat dan bebas dari korupsi.

yang penting bisa sekolah. dengan teks yang menggambarkan harapan-harapan pelajar dan mahasiswa. dalam teks iklan radio tersebut disebutkan harapan-harapan dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang mendambakan Jawa Barat dipimpin oleh pemimpin muda.Teks pada iklan radio kampanye HADE tersebut mengandung pesan-pesan yang ditujukan bagi sasaran utama kegiatan kampanye. bebas berekspresi. Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan hubungannya dengan sasaran kampanye Sasaran Kampanye Kaum muda Iklan HADE (1) ”Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Iklan radio HADE yang kedua juga menggambarkan harapan ibu rumah tangga terhadap sosok gubernur yang diinginkan (Tabel 7). sembako jadi murah dan mudah” Citra HADE sebagai pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat dikomunikasikan melalui iklan kampanye radio HADE versi pertama. pada iklan HADE versi kedua menampung . terhadap calon gubernur yang diinginkannya. Buat gue pelajar. Pada iklan radio HADE yang pertama mengandung pesan yang ditujukan untuk kaum muda. merakyat dan bebas dari korupsi” Iklan HADE (2) --- Ibu rumah tangga --- ”Bagi ibu-ibu seperti saya. yaitu kaum muda dan ibu rumah tangga. Tabel 7. Jawa Barat perlu Gubernur dan Wakil Gubernur yang membuat rakyat sejahtera. saya berpendapat Jawa Barat perlu dipimpin oleh tokoh muda yang amanah. Sementara itu pada iklan kampanye radio HADE versi kedua tidak muncul citra HADE sebagai pasangan muda. dan muda loh!” dan ”Sebagai Mahasiswa.

dan guru ngaji. saya berpendapat Jawa Barat perlu dipimpin oleh tokoh muda yang amanah. petani. Tabel 9. (Tabel 9). Informasi mengenai hubungan iklan kampanye radio HADE dengan citra yang ingin dibentuk dapat dilihat pada Tabel 8.tokoh muda yang amanah... merakyat dan bebas dari korupsi” Iklan HADE (2) --- Slogan kampanye pasangan HADE yaitu ”Harapan baru Jawa Barat” ditunjukkan pada kedua iklan kampanye radio HADE...tokoh muda yang amanah. yang penting bisa sekolah. Tabel 8. bebas berekspresi... Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan hubungannya dengan Citra yang ingin dibentuk Citra Pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat Iklan HADE (1) ”Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. HADE akhlakna. HADE akhlakna.” --- . Harapanharapan pada iklan radio HADE versi kedua lebih mengutamakan harapanharapan dari segi ekonomi rakyat. HADE elmuna” ditunjukkan secara tidak langsung melalui kalimat ”.. Sementara itu slogan ”HADE basana. Buat gue pelajar. HADE elmuna Iklan HADE (1) Iklan HADE (2) ”Semangat baru melayani ”Semangat baru melayani rakyat” rakyat” ”.. dan muda loh!” dan ”Sebagai Mahasiswa.”. dengan penggunaan kalimat ”semangat baru melayani rakyat” sebagai pembuka iklan kampanye.harapan-harapan kalangan ibu rumah tangga. Matriks Analisis Iklan Radio HADE dan hubungannya dengan Slogan Kampanye Slogan Kampanye Harapan baru Jawa Barat HADE basana.

oleh karena itu pasangan HADE tidak menggunakan peci dan kumis serta janggut dalam foto tersebut agar timbul kesan muda dan reformis. dan pamflet yang berisi visi misi. . dan stiker (Gambar 7). Contoh baligo kampanye dari pasangan HADE dapat dilihat pada Gambar 8. spanduk printing. Gambar 7. spanduk kain. dan tanpa kumis atau janggut. Pamflet Kampanye Pasangan HADE Atribut kampanye kampanye tersebut menampilkan foto Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf mengenakan setelan jas lengkap dengan dasi.Kegiatan kampanye tidak langsung tanpa melalui media massa dilakukan dengan cara memproduksi baligo. Foto tersebut berusaha menampilkan sosok HADE sebagai pasangan muda yang profesional dan siap mewujudkan harapan baru masyarakat Jawa Barat. tanpa peci.

Selain itu. cara ini dilakukan untuk menghemat biaya pemasangan iklan di media massa.00.500.00/edisi. Tim HADE selalu mengundang wartawan dalam setiap kegiatan kampanye. 1. tim kampanye HADE juga melibatkan wartawan untuk merancang sebuah kegiatan kampanye yang unik dan kreatif.000. sehingga wartawan pun merasa puas dan antusias dalam meliput berita. karena pemberitaan merupakan sarana kampanye yang murah dan efektif.000. Baligo Pasangan HADE di Jalan Juanda Bogor Selama masa kampanye berlangsung. tim kampanye HADE melalui bidang media dan humas melakukan kampanye media massa dengan cara menjalin hubungan dengan wartawan lokal. Setiap wartawan yang hadir dan meliput kegiatan kampanye HADE diberikan souvenir sebesar Rp. .Gambar 8. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan biaya untuk memasang iklan di media cetak yaitu sebesar Rp. 500.

Sedangkan Dede Yusuf datang beberapa saat kemudian dengan menggunakan mobil. turut hadir juga Ibunda Dede Yusuf yaitu Rahayu Effendi. Kampanye HADE di Lapangan Sempur Kota Bogor Juru kampanye pada kampanye terbuka pasangan HADE ini antara lain adalah Achmad Ru’yat (Wakil Ketua DPRD Jawa Barat). Kampanye Massa Langsung Kampanye terbuka pasangan HADE dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2008 di Lapangan Sempur. Ahmad Heryawan beserta istrinya datang ke tempat kampanye dengan menggunakan becak.2. Dede Yusuf mengatakan dalam orasi yang disampaikannya .2. Kampanye yang dihadiri oleh ribuan pendukung HADE ini dibuka dengan tilawah lalu dimeriahkan oleh grup lawak Barakatak yang juga membuat lagu kompilasi untuk mendukung kampanye pasangan HADE. Gambar 9. Sunmandjaja Rukmandis (PKS) dan Lalu Suryade (PKS).6. Ahmad Heryawan menjadi pengemudi becak dan istrinya menjadi penumpang.

3. kedua calon gubernur dan wakil gubernur tersebut melakukan diskusi dengan pedagang dan pembeli di pasar tradisional.2. Serikat Pekerja Nasional (SPN). Pasar Merdeka. Pada kegiatan kampanye ini juga dibacakan pernyataan dukungan dan orasi dari perwakilan ormas yang mendukung HADE. dan ormas lainnya. Hasil dari diskusi tersebut antara lain adalah pasar tradisional harus dilindungi keberadaannya dengan payung hukum yang jelas agar tidak kalah bersaing dengan pasar modern. Saat di pasar.bahwa dia adalah asli orang Bogor. kegiatan ini dilakukan sebelum dan sesudah kampanye di Lapangan Sempur. dia tumbuh remaja di Kota Bogor khususnya di Gang Menteng. dan Pasar Bogor. Komunitas Angkot. Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan (JMPP). sedangkan Ahmad Heryawan dalam orasinya berjanji akan membawa perubahan untuk Jawa Barat. khususnya di bidang pendidikan. diantaranya adalah dukungan dari tokoh budaya Sunda . . Kunjungan langsung ke Masyarakat oleh Pasangan HADE Kegiatan kampanye ini dilakukan pada hari yang sama dengan kegiatan kampanye terbuka di Lapangan Sempur yaitu pada tanggal 29 Maret 2008. Pasar yang dikunjungi antara lain Pasar Anyar. 6. Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf secara terpisah melakukan kampanye dengan cara mengunjungi pasar-pasar tradisional yang terdapat di Kota Bogor. pemberdayaan perempuan. dan perluasan lapangan kerja. yang diikuti oleh ribuan massa yang hadir. Selain itu juga dilakukan simulasi pencoblosan HADE yang dilakukan secara simbolis oleh tokoh komunitas pendukung.

Kunjungan Dede Yusuf ke Stasiun Kereta Api Bogor . disana ia melakukan aksi simbolis memperbaiki jalan yang memang terkenal selalu rusak parah walaupun sudah diperbaiki berkali-kali. Pada kesempatan itu juga ia melakukan dialog dengan masyarakat yang tertarik akan aksinya. Dede Yusuf juga melakukan kunjungan ke stasiun Bogor untuk menyapa dan berdialog dengan masyarakat. Ahmad Heryawan juga sempat mengunjungi Jalan KH Sholeh Iskandar (Jalan Baru).Gambar 10. Gambar 11. sedangkan Ahmad Heryawan melakukan kunjungan ke pesantren. Kunjungan Ahmad Heryawan ke Pasar Anyar Bogor Selain kunjungan ke pasar.

mereka akan mengundurkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Kepopuleran Dede Yusuf juga memegang peranan penting dalam mensukseskan kampanye kunjungan ke lapangan ini. Pada kampanye “Tok-tok HADE” tersebut.4. .Kunjungan-kunjungan langsung ke pusat aktivitas dan keramaian oleh calon gubernur dan wakil gubernur merupakan cara yang tepat untuk meraih simpati pemilih. selain sebagai upaya kampanye untuk mensosialisasikan visi misi. Kampanye Direct Selling Kampanye direct selling atau sosialisasi pasangan HADE ke masyarakat dilakukan secara masif dan intensif sejak kampanye resmi dimulai hingga hari terakhir masa kampanye resmi berlangsung.2. dan jika sampai pada waktu yang sudah disepakati pasangan HADE belum bisa memenuhi target tersebut. kunjungan tersebut juga sangat berguna untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung. 6. karena Dede Yusuf selalu menjadi pusat perhatian masyarakat saat kunjungan dilakukan. kader dan simpatisan HADE tersebut menjelaskan secara langsung kepada masyarakat mengenai visi misi dan programprogram yang ditawarkan oleh pasangan HADE jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur nantinya. tim kampanye juga menawarkan penandatanganan kontrak politik yang berisi rencana program-program yang akan dijalankan beserta target waktu pencapaian programprogram tersebut. Kampanye direct selling dilakukan dengan cara mengunjungi rumah-rumah penduduk secara langsung atau yang dikenal juga dengan “Tok-tok HADE”.

000 kader dan simpatisan HADE di Bogor. kader dan simpatisan HADE membagikan bunga dan hasil kerajinan lain yang mereka buat sendiri. 6. Kegiatan kampanye direct selling ini diperkirakan berhasil menjangkau puluhan ribu masyarakat dan calon pemilih. Kota Bogor Kampanye direct selling juga dilakukan dengan turun-turun ke jalan yang menjadi pusat keramaian masyarakat seperti di sekitar Jalan Pajajaran. dengan menyelipkan pamflet dan stiker HADE yang berisi visi misi pasangan HADE bagi Jawa Barat. Merdeka. karena kampanye direct selling ini dilakukan oleh sekitar 10. dan Stasiun Kereta Bogor. Air Mancur. Angkutan .Gambar 12. Pada kesempatan itu.5. Terminal Baranangsiang. menurut tim kampanye HADE cara kampanye seperti ini merupakan cara yang paling murah dan sesuai dengan kondisi PKS yang memang memiliki kader-kader yang loyal dan siap bekerja tanpa bayaran untuk partai dan calon yang didukung. Angkot Gratis Program kampanye “Angkot Gratis Sehari Penuh” ini dilakukan pada saat memasuki hari terakhir kampanye yaitu pada tanggal 7 April 2008.2. Kampanye Direct Selling HADE di Jembatan Merah.

terlihat dari jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan kampanye ini. Kegiatan kampanye ini dibuat dengan alasan untuk melayani masyarakat. dua Angkot Ciheuleut-Ramayana. memenuhi badan Angkot yang disewa tersebut. tim kampanye dari pasangan DA’I dan HADE mengalami beberapa kendala yang menghambat pelaksanaan kegiatan kampanye politik.Kota (Angkot) yang digratiskan ini berjumlah tujuh unit. Atribut kampanye HADE dan tulisan “Gratis dari HADE”. 6. masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih tergolong masyarakat miskin tidak terlalu responsif terhadap isu-isu yang ditawarkan oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. namun dalam kampanye HADE kali ini keadaan tersebut dibalikkan menjadi melayani masyarakat. sumbangan sembako. kendala utama yang dirasakan oleh tim kampanye DA’I adalah ketidaksiapan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat dalam menjalankan demokrasi politik. yaitu tiga Angkot jurusan Bantar kemang-Ramayana. Masyarakat cenderung memberikan dukungan dan suara politiknya bagi calon pemimpin yang memberikan bantuan secara materil. dan bahkan sumbangan uang secara langsung. seperti sumbangan pembangunan di tempat-tempat tertentu. satu Angkot Baranangsiang-Ciawi. Kendala dalam Pelaksanaan Kegiatan Kampanye Selama menjalankan kegiatan kampanye politik di Kota Bogor.3. karena selama ini kampanye yang dilakukan oleh partai politik atau calon kepala daerah biasanya banyak merugikan masyarakat seperti misalnya membuat macet jalan umum. Kampanye ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan perwakilan tim kampanye DA’I Kota Bogor. . dan satu Angkot Pajajaran-Ramayana.

Kendala tersebut dapat diatasi dengan loyalitas kader dan simpatisan yang tetap melakukan kampanye direct selling secara mandiri di tempat mereka beraktivitas sehari-hari. . misalnya dengan melakukan penyebaran pamflet dan stiker selama perjalanan mereka pulang dari tempat kerja dan kampus.4. Pengaruh Kampanye terhadap Keputusan Memilih DA’I dan HADE Tujuan utama dari kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I dan HADE adalah untuk mengumpulkan suara dari pemilih sebanyak-banyaknya agar dapat mengantarkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang didukungnya ke dalam posisi tersebut.Kendala lainnya adalah waktu kampanye resmi yang disediakan oleh KPU selama dua minggu dan dibagi rata untuk ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dianggap tidak cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Jawa Barat. Tim kampanye HADE Kota Bogor menyatakan bahwa kendala utama yang dihadapinya adalah keterbatasan waktu kader untuk menjalankan strategi kampanye mereka yaitu strategi direct selling. tim kampanye DA’I lebih memfokuskan pada kampanye melalui media massa dan penggunaan baligo serta pamflet sebagai media utama dalam menjalankan kampanye. 6. sehingga mereka baru bisa melakukan direct selling pada saat hari libur. sehingga menyulitkan untuk menjalani kegiatan kampanye yang bersifat dialogis seperti penyampaian visi misi dan rencana program kerja. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Keterbatasan waktu tersebut dikarenakan kesibukan para kader dan simpatisan yang sebagian besar berprofesi sebagai mahasiswa dan pekerja kantor.

untuk memilih pasangan yang diusungnya. Persentase Pemilih DA’I di Kota Bogor yang Memilih karena Pengaruh Kampanye DA’I. 2008 Pengaruh kampanye terhadap keputusan memilih Berpengaruh Tidak berpengaruh Total Jumlah responden 25 5 30 (%) 83. Tabel 10.33 persen.33 16.67 33.67 persen berpendapat bahwa kegiatan kampanye politik yang dilakukan pasangan HADE tidak mempengaruhi pilihan politiknya (Tabel 11). Berdasarkan data hasil polling terhadap 30 pemilih pasangan DA’I di Kota Bogor yang terdapat pada Tabel 10. dan sisanya sebanyak 16. Tabel 11.67 100 . persentase responden yang terpengaruh oleh kegiatan kampanye tim HADE dalam memilih pasangan HADE adalah sebesar 83.33 100 Sementara itu untuk pemilih HADE di Kota Bogor. Berbagai kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I dan HADE mendapat respon yang beragam dari masyarakat.67 persen responden menyatakan bahwa kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I di Kota Bogor telah mempengaruhi keputusan mereka untuk menetapkan pilihannya pada pasangan DA’I. 2008 Pengaruh kampanye terhadap keputusan memilih Berpengaruh Tidak berpengaruh Total Jumlah responden 20 10 30 (%) 66.kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan oleh masing-masing tim kampanye haruslah dapat merubah atau memperkuat suara dari pemilih. tercatat sebanyak 66. Persentase Pemilih HADE di Kota Bogor yang Memilih karena Pengaruh Kampanye HADE.

Hal ini sesuai dengan tujuan dari kampanye politik. 6. serta kunjungan langsung Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf ke pusat-pusat aktivitas masyarakat seperti ke pasar tradisional dan stasiun kereta api di Kota Bogor (Tabel 12). Pada setiap kegiatan kampanye. . Kegiatan kampanye seperti itu dapat dilihat pada kegiatan kampanye direct selling “Tok-tok HADE” yang disertai dengan penandatanganan “kontrak politik”.5. tim kampanye HADE selalu menetapkan masyarakat luas sebagai sasaran kegiatan kampanyenya terutama dengan menggunakan teknik kampanye dari rumah ke rumah atau direct selling yang menemui masyarakat secara langsung dengan model komunikasi satu-satu. Perbandingan Kegiatan Kampanye DA’I dan HADE Perbedaan utama dalam kegiatan kampanye yang dijalankan oleh tim kampanye DA’I dan HADE dapat terlihat jelas pada sasaran kegiatan kampanye.Data-data di atas menunjukkan bahwa kegiatan kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I dan HADE dapat mempengaruhi sebagian besar responden untuk memilih pasangan DA’I dan HADE dalam pemilihan gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. sehingga terjadi kedekatan melalui komunikasi interpersonal untuk menggalang dukungan dan aspirasi langsung dari masyarakat. dimana kegiatan-kegiatan kampanye dilakukan sebagai usaha persuasif kepada masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih. untuk memilih pasangan calon gubernur yang dikampanyekan oleh tim kampanye.

Satusatunya model kampanye dialogis yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I.Tabel 12. Selain itu. kegiatan kampanye HADE dengan teknik kampanye massa tidak langsung melalui media massa yang dilakukan selama masa kampanye. maka khalayak kampanye pada kegiatan tersebut terbatas pada anggota-anggota organisasi kepemudaan. Matriks Kegiatan Kampanye HADE di Kota Bogor Kegiatan kampanye Kampanye massa tidak langsung Kampanye direct selling (Tok-tok HADE) Kampanye massa langsung Kunjungan langsung ke masyarakat Angkot gratis dari HADE Waktu 29 Maret – 10 April 2008 29 Maret – 10 April 2008 29 Maret 2008 29 Maret 2008 7 April 2008 Teknik kampanye Kampanye massa tidak langsung Kampanye pintu ke pintu Kampanye massa langsung Kampanye pintu ke pintu Kampanye massa langsung Sasaran kampanye Masyarakat luas Masyarakat luas Masyarakat luas Masyarakat luas Masyarakat luas Kegiatan kampanye HADE dapat digolongkan ke dalam persuasi politik sebagai retorika. dilakukan saat acara silaturahmi dengan tokoh-tokoh pemuda di Gedung Balai Binarum Bogor. Kampanye massa langsung yang dilaksanakan di sekretariat DPD Golkar Kota Bogor juga diperuntukkan bagi . Sementara itu tim kampanye DA’I banyak menerapkan teknik kampanye massa secara langsung dengan model komunikasi satu-kepada-banyak. dapat digolongkan ke dalam bentuk persuasi sebagai periklanan. serta undangan lainnya. dan proses negosiasi melalui pengadaan ”kontrak politik” antara masyarakat dan pasangan HADE. namun karena acara tersebut dilaksanakan di dalam gedung. Kegiatankegiatan tersebut dapat dilihat dalam kegiatan kampanye DA’I di Lapangan Sempur dan kampanye pembukaan di sekretariat DPD Golkar Kota Bogor. dengan melihat dari aspek komunikasi satu-satu.

bahkan bersifat melayani masyarakat seperti pada kegiatan “Angkot gratis dari HADE” yang memberikan pelayanan transportasi gratis selama satu hari bagi masyarakat. Tabel 13. melalui pemasangan iklan di media massa dan cetak. yaitu pendukung pasangan DA’I yang juga merupakan kader dari Partai Golkar dan Partai Demokrat. Selain itu tim kampanye DA’I juga melakukan bentuk persuasi sebagai periklanan. Kegiatan-kegiatan kampanye .kalangan terbatas. kampanye massa langsung di Lapangan Sempur. terutama dalam hal komunikasi satu-kepadabanyak. Matriks Kegiatan Kampanye DA’I di Kota Bogor Kegiatan kampanye Kampanye massa tidak langsung Kampanye pembukaan Kampanye dialogis Pawai motor simpatik Kampanye massa langsung Waktu 29 Maret – 10 April 2008 30 Maret 2008 2 April 2008 2 April 2008 8 April 2008 Teknik kampanye Kampanye massa tidak langsung Kampanye massa langsung Kampanye dialogis Kampanye massa langsung Kampanye massa langsung Sasaran kampanye Masyarakat luas Pendukung DA’I (kalangan terbatas) Anggota OKP (kalangan terbatas) Masyarakat luas Masyarakat luas Kegiatan-kegiatan kampanye DA’I dapat digolongkan ke dalam bentuk persuasi politik sebagai propaganda. Kegiatan-kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye HADE lebih mampu menyentuh masyarakat karena kegiatan-kegiatan kampanyenya langsung bersentuhan dengan masyarakat. serta undangan lainnya. dengan manipulasi psikologis berupa digulirkannya isu-isu sentimental kedaerahan seperti dalam slogan kampanye “Pilih orang Bogor asli!!”. dan saat pawai motor simpatik mengelilingi Kota Bogor (Tabel 13). Kegiatan kampanye yang menyertakan masyarakat luas sebagai sasaran kampanye hanya dilakukan melalui kampanye massa tidak langsung.

sehingga pada akhirnya mereka menjatuhkan pilihan politiknya dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013 kepada pasangan HADE. .yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tersebut mendapatkan respon positif dari sebagian besar masyarakat Kota Bogor.

dimana citra yang paling banyak ditangkap dari pasangan DA’I oleh pemilih DA’I di Kota Bogor berdasarkan jenjang pendidikan pemilih adalah citra mengenai pasangan DA’I yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat. spanduk. Citra yang ingin ditampilkan dari pasangan DA’I selama masa kampanye pemilihan gubernur Jawa Barat Periode 2008-2013 di Kota Bogor adalah. Citra tersebut dikomunikasikan kepada masyarakat pemilih selama masa kampanye melalui media massa cetak. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil kuesioner polling yang disajikan dalam Tabel 14. baligo. dan kampanye secara langsung.1. Citra mengenai pengalaman memimpin pasangan DA’I memang dianggap penting oleh sebagian besar responden polling pemilih DA’I sebagai kompetensi utama yang dibutuhkan dari seorang gubernur. pamflet. elektronik. Pencitraan Pasangan Calon Gubernur oleh Tim Kampanye DA’I Kampanye pencitraan yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I ditujukan untuk membentuk suatu gambaran positif dari pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana yang berbeda dan menunjukkan keunggulan pasangan DA’I dibandingkan pasangan lainnya. Citra tersebut dikomunikasikan secara berulang-ulang agar mudah diingat dan untuk meyakinkan masyarakat bahwa citra yang dikomunikasikannya itu adalah penting. Citra tersebut ditangkap oleh 50 persen responden penelitian yang .BAB VII PENCITRAAN PASANGAN CALON GUBERNUR 7. pasangan DA’I sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat karena Danny Setiawan adalah calon gubernur incumbent dan Iwan Sulanjana adalah mantan Pangdam Siliwangi Jawa Barat.

sebanyak 58.67 persen responden penelitian yang berusia kurang atau sama dengan 35 tahun.33 100 30 Informasi pada Tabel 15 menunjukkan bahwa citra mengenai pasangan DA’I yang ditangkap oleh responden penelitian yang memilih pasangan DA’I pada pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013. dan masing-masing 70 persen responden penelitian yang berpendidikan menengah dan tinggi.33 6.berpendidikan rendah. 2008 Citra yang Ditangkap Berasal dari Bogor Berpengalaman Peduli terhadap masalah rakyat Adil dan bijak Solusi bagi Jawa Barat Mengetahui kondisi Jawa Barat Total (%) Total Responden ≤ SD (%) 30 50 20 100 10 Jenjang Pendidikan SMP-SMA > SMA (%) (%) 10 70 70 10 10 10 10 10 100 100 10 10 Total (%) 13.67 3. berdasarkan usia pemilih yang dibagi ke dalam dua kategori usia yaitu pemilih yang berusia kurang atau sama dengan 35 tahun dan usia pemilih yang lebih dari 35 tahun adalah citra “berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat”.33 63. Citra berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat ditangkap oleh 66.33 10 3. Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih DA’I Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor.33 persen responden penelitian yang berusia lebih dari 35 tahun juga sepakat memilih citra pasangan DA’I sebagai pasangan yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat sebagai citra utama. Tabel 14. .

2.33 11. juga berguna untuk membentuk citra positif dari pasangan ini.33 10 3. Citra yang ingin dikomunikasikan oleh tim kampanye HADE kepada masyarakat adalah “pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat”. Hal ini dapat dilihat dari jumlah persentase sampel penelitian pemilih DA’I yang mampu menangkap dengan tepat citra utama yang ingin ditampilkan dari pasangan DA’I yaitu “Berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat”.67 58.67 8.33 6. Pencitraan Pasangan Calon Gubernur oleh Tim Kampanye HADE Kampanye pencitraan merupakan salah satu program utama dari pasangan HADE.33 100 100 18 12 Total (%) 13.Tabel 15.67 8. Kampanye pencitraan dilakukan selain untuk memperkenalkan pasangan HADE yang merupakan pendatang baru dalam pentas politik Jawa Barat. 2008 Citra yang Ditangkap Berasal dari Bogor Berpengalaman Peduli terhadap masalah rakyat Adil dan bijak Solusi bagi Jawa Barat Mengetahui kondisi Jawa Barat Total Total Responden Usia (tahun) ≤ 35 > 35 (%) (%) 16. 7. Citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang tepat .33 100 30 Berdasarkan hasil polling mengenai citra yang ditangkap oleh pemilih yang memilih pasangan DA’I di Kota Bogor.33 5.67 3.33 66. Citra tersebut disesuaikan dengan fakta bahwa pasangan HADE merupakan calon gubernur dan wakil gubernur termuda yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013.11 8.33 63.55 16. dapat disimpulkan bahwa tim kampanye DA’I Kota Bogor telah cukup berhasil mengkomunikasikan atribut citra dari pasangan DA’I. Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih DA’I Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor.

Citra tersebut ditangkap oleh 68. diketahui bahwa sebanyak 100 persen pemilih HADE yang berpendidikan rendah.33 10 6. baik melalui media massa. Berdasarkan polling yang dilakukan kepada 30 responden yang memilih pasangan HADE di Kota Bogor. Citra pasangan . Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih HADE Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor. dan 75 persen pemilihnya yang berusia di atas 35 tahun.33 100 30 Hasil polling mengenai citra pasangan HADE yang ditangkap oleh pemilih HADE berdasarkan usia pemilih di Kota Bogor juga menunjukkan bahwa citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat merupakan citra yang paling banyak ditangkap oleh pemilihnya. Tabel 16.untuk memimpin Jawa Barat dikomunikasikan kepada masyarakat Kota Bogor melalui berbagai cara. 2008 Citra yang Ditangkap Pasangan muda yang tepat Siap melayani masyarakat Peduli terhadap rakyat Pintar dan sopan bertutur kata Reformis dan pembaharu Mampu bersikap adil dan bijak Total Total Responden ≤ SD (%) 100 100 10 Jenjang Pendidikan SMP-SMA > SMA (%) (%) 30 80 20 10 20 10 10 10 10 100 100 10 10 Total (%) 70 6. melalui kampanye direct selling.19 persen pemilihnya yang berusia di bawah atau sama dengan 35 tahun. sebanyak 30 persen dari pemilih berpendidikan menengah dan 80 persen yang berpendidikan tinggi juga sepakat bahwa pasangan HADE merupakan pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat.67 3. Hasil polling pemilih HADE berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat lebih lengkap pada Tabel 16. hingga saat kampanye terbuka di Lapangan Sempur Kota Bogor.67 3. menangkap citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat.

09 4.5 9. Hal ini dapat dilihat dari jumlah persentase sampel penelitian pemilih HADE yang mampu menangkap dengan tepat citra utama yang ingin ditampilkan dari pasangan HADE yaitu “pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat”.HADE sebagai pasangan muda mendominasi hasil jajak pendapat.19 75 9.33 100 30 Berdasarkan hasil polling mengenai citra yang ditangkap oleh pemilih yang memilih pasangan HADE di Kota Bogor. 2008 Citra yang Ditangkap Pasangan muda yang tepat Siap melayani masyarakat Peduli terhadap rakyat Pintar sopan bertutur kata Reformis dan pembaharu Mampu bersikap adil dan bijak Total Total Responden Usia (tahun) ≤ 35 > 30 (%) (%) 68. sehingga menyebabkan citra-citra lainnya hanya mampu ditangkap oleh kurang dari 10 persen pemilih yang didasarkan pada usia pemilih.33 10 6. dapat disimpulkan bahwa tim kampanye DA’I dan HADE telah berhasil mengkomunikasikan citra utama dari pasangan DA’I dan HADE kepada para . Persentase Citra yang Ditangkap oleh Pemilih HADE Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor.3.54 9.09 12. 7.09 12.67 3. Hasil lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 17. Tabel 17. dapat disimpulkan bahwa tim kampanye HADE Kota Bogor telah berhasil mengkomunikasikan atribut citra dari pasangan HADE.67 3. Perbandingan Kesesuaian Citra Berdasarkan hasil polling mengenai kesesuaian citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye dan citra yang ditangkap oleh pemilih.5 100 100 22 8 Total (%) 70 6.

67 % 33. Persentase Perbandingan Kesesuaian Citra Pasangan DA’I dan HADE Berdasarkan Usia Pemilih di Kota Bogor.67 persen. Tidak ada perbedaan yang .33 % 100 % 18 > 35 Tahun 58. sedangkan pemilih DA’I yang berusia lebih dari 35 tahun yang mampu menangkap citra pasangan DA’I dengan tepat hanya sebesar 58.19 % 75 % 31.67 % 100 % 12 HADE ≤ 35 Tahun > 35 Tahun 68. 2008 Kesesuaian Citra Sesuai Tidak Sesuai Total Total Responden DA’I ≤ 35 Tahun 66.81 % 25 % 100 % 100 % 22 8 Angka-angka dalam bentuk persentase pada Tabel 18. Pemilih DA’I yang berusia sama dengan atau kurang dari 35 tahun lebih mampu menangkap dengan tepat citra dari pasangan DA’I yaitu ”Berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat” dengan persentase sebesar 66.33 persen. Pemilih HADE yang berusia sama dengan atau kurang dari 35 tahun yang mampu menangkap dengan sesuai atribut citra pasangan HADE yaitu ”Pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat” adalah sebesar 68. Tabel 18.19 persen. Hal ini dikarenakan pemilih pasangan DA’I yang berusia sama dengan atau kurang dari 35 tahun lebih aktif dalam mencari informasi kampanye khususnya mengenai pasangan DA’I dari berbagai sumber.33 % 41. Pemilih HADE yang berusia lebih dari 35 tahun lebih mampu menangkap citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye HADE dengan tepat yang ditunjukkan dengan presentase sebesar 75 persen (Tabel 18). memberikan penjelasan bahwa ternyata faktor usia pemilih tidak berhubungan dengan kemampuan pemilih dalam menangkap citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye kedua pasangan calon kepala daerah.pemilihnya.

persentase kesesuaian citra ditentukan oleh tingkat pendidikan. Sebanyak 100 persen pemilih HADE yang berpendidikan rendah mampu . semakin tinggi tingkat pendidikan pemilih maka semakin besar peluang kesesuaian citra. Tabel 19. dengan pemilih yang berusia lebih dari 35 tahun. 2008 Kesesuaian Citra Sesuai Tidak Sesuai Total Total Responden ≤ SD 50 % 50 % 100 % 10 DA’I SMPSMA 70 % 30 % 100 % 10 > SMA 70 % 30 % 100 % 10 ≤ SD 100 % 0% 100 % 10 HADE SMPSMA 30 % 70 % 100 % 10 > SMA 80 % 20 % 100 % 10 Kesesuaian citra pemilih DA’I berdasarkan tingkat pendidikan responden pada Tabel 19. Peningkatan persentase kesesuaian citra dari pemilih yang berpendidikan rendah hingga pemilih berpendidikan tinggi menunjukkan bahwa untuk pemilih DA’I di Kota Bogor. menunjukkan bahwa pemilih DA’I yang berpendidikan terakhir setara SMP hingga perguruan tinggi lebih mampu menangkap citra pasangan DA’I dengan tepat yang ditunjukkan dengan presentasi sebesar 70 persen. dibandingkan dengan pemilih DA’I yang berpendidikan sama dengan atau kurang dari SD yang persentasenya sebesar 50 persen.signifikan antara persentase kesesuaian citra dari pemilih yang berusia kurang atau sama dengan 35 tahun. Kesesuaian citra yang ditangkap oleh pemilih HADE di Kota Bogor dengan citra yang dikomunikasikan oleh tim kampanye HADE di Kota Bogor berdasarkan tingkat pendidikan pemilih yang menjadi responden polling. menunjukkan bahwa pemilih HADE yang berpendidikan setara atau kurang dari SD (berpendidikan rendah) justru lebih tinggi presentase kesesuaian citranya dibandingkan dengan pemilih yang berpendidikan tinggi dan menengah. Persentase Perbandingan Kesesuaian Citra Pasangan DA’I dan HADE Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pemilih di Kota Bogor.

Hal itu ditunjukkan melalui angka-angka dalam bentuk persentase kesesuaian citra yang ditangkap oleh pemilih DA’I dan HADE di Kota Bogor yang menjadi responden polling dalam penelitian ini. Isu mengenai pemimpin muda dan kekecewaan masyarakat terhadap pembangunan di Jawa Barat selama Danny Setiawan menjadi Gubernur. sedang berkembang isu mengenai pemimpin muda yang dianggap mampu memberikan harapan baru kepada masyarakat yang kecewa dan jenuh dengan pemimpin-pemimpin tua yang identik dengan pemerintahan orde lama yang dianggap korup. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa tim kampanye dari kedua pasangan calon kepala daerah telah berhasil mengkomunikasikan citra utama dari pasangan DA’I dan HADE kepada pemilihnya masing-masing. . selain itu mereka juga mendapatkan berbagai macam atribut kampanye HADE seperti kaos dan stiker. Hal tersebut terjadi karena masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bogor tidak puas dengan hasil pembangunan selama lima tahun terakhir saat Danny Setiawan memimpin. dibandingkan dengan citra DA’I sebagai figur yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat.menangkap citra pasangan HADE dengan tepat yaitu sebagai ”Pasangan muda yang siap memimpin Jawa Barat”. Hal tersebut dikarenakan seluruh responden dari kelompok yang berpendidikan rendah mengikuti kampanye massa langsung HADE di Lapangan Sempur Bogor. Namun citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat dianggap lebih penting oleh masyarakat pemilih di Kota Bogor. Sementara itu selama masa kampanye pemilihan kepala daerah Jawa Barat. sehingga citra pasangan DA’I sebagai pasangan yang sudah berpengalaman jadi dianggap kurang penting.

menjadi lebih penting dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Barat saat itu. sehingga pasangan HADE mendapatkan jumlah suara yang lebih besar dari pasangan DA’I.menjadikan citra pasangan HADE sebagai pasangan muda yang siap memimpin Jawa Barat. .

Tim kampanye DA’I tidak melakukan targeting kampanye dari hasil segmentasi yang dibuatnya. Kampanye politik dapat dilihat juga sebagai persuasi politik yang dikategorikan oleh Nimmo (2005) ke dalam tiga cara. dan retorika. menyebabkan tidak adanya segmen khalayak khusus yang dapat dijadikan sebagai sasaran kampanye. yaitu melalui propaganda. namun ada beberapa perbedaan antara tahapan pemasaran politik yang dilakukan oleh tim kampanye HADE dan DA’I. hal tersebut dilakukan karena tim kampanye DA’I berusaha meraih 60 persen suara pemilih di Kota Bogor. Tidak dilakukannya targeting oleh tim kampanye DA’I. Persuasi politik yang dilakukan oleh tim kampanye HADE menggunakan persuasi politik melalui periklanan dan retorika. Strategi Kampanye Politik Perencanaan kampanye politik yang dilakukan oleh pasangan HADE dan DA’I pada dasarnya mengadopsi tahapan pemasaran politik yang dirumuskan oleh Nursal (2004).BAB VIII STRATEGI KAMPANYE POLITIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA 8. teknik tersebut tidak dapat menjalin ikatan dengan khalayak kampanye seperti halnya kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye HADE melalui strategi direct selling yang dilakukannya. Tidak adanya sasaran khusus. Persuasi . periklanan. Namun demikian. agar dapat menjangkau banyak khalayak kampanye yang berasal dari berbagai segmen. sehingga kampanye yang dilakukan menjadi tidak fokus.1. menyebabkan kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I sebagian besar dilakukan dengan teknik kampanye massa langsung (strategi panggung).

dilakukan sebagai tindakan lanjutan untuk mempengaruhi masyarakat yang dalam hal ini khususnya adalah pemilih. Persuasi politik melalui retorika yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan HADE lebih mampu menarik simpati dan dukungan masyarakat.politik melalui periklanan dilakukan dengan cara memasang iklan di media massa dan memasang atribut-atribut kampanye di sepanjang jalan di Kota Bogor. sehingga lebih mampu menjalin kedekatan emosional dibandingkan model komunikasi satu-kepada-banyak yang bekerja pada persuasi politik melalui propaganda yang dilakukan oleh pasangan . kemudian massa tersebut ditekan dengan slogan kampanye yang berbunyi ”Pilih orang Bogor asli!!”. Persuasi melalui propaganda dilakukan melalui teknik kampanye massa tidak langsung dengan cara menyatukan individuindividu ke dalam suatu massa yang disebut sebagai masyarakat Bogor. untuk mensosialisasikan pasangan HADE dan melakukan kontrak politik. Persuasi politik melalui retorika dilakukan dengan cara mengunjungi secara langsung masyarakat pemilih ke rumahnya dan tempat-tempat aktivitas masyarakat. karena cara tersebut bekerja dengan mekanisme komunikasi satu-kepada-satu. Persuasi politik melalui periklanan dilakukan dengan cara memasang iklan di media massa dan memasang atribut kampanye DA’I di sepanjang jalan di Kota Bogor. tim kampanye DA’I melakukan persuasi politik melalui periklanan dan propaganda. Persuasi politik melalui retorika yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan HADE dan persuasi politik melalui propaganda yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan DA’I. Sementara itu. sehingga masyarakat Bogor harus memilih calon kepala daerah yang berasal dari Bogor pula.

238. sehingga mampu mengubah pilihan masyarakat menjadi mendukung pasangan HADE.29%). pada akhirnya akan menentukan kemenangan maupun kekalahan pasangan calon kepala daerah. Berikut ini akan dibahas beberapa faktor yang menjadi penentu kemenangan . Pasangan HADE yang sejak awal tidak diperhitungkan. Persuasi politik melalui retorika tersebut juga berhasil karena melibatkan proses negosiasi antara masyarakat pemilih dengan pasangan HADE. ternyata mampu memenangkan pemilihan kepala daerah dengan jumlah suara total sebanyak 5. Penggunaan beragam strategi kampanye politik yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan DA’I dan HADE pada akhirnya akan mempengaruhi pemilih.DA’I. Kemenangan ini disebut fenomenal juga karena berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei sebelum pemilihan dilaksanakan. Strategi kampanye politik yang dilakukan dan diimplementasikan dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan kampanye politik. pasangan HADE selalu menempati urutan terakhir di belakang pasangan DA’I dan AMAN. melalui perjanjian kontrak politik.2.449 suara (39. Faktor-faktor Kemenangan Pasangan Pendatang Baru (HADE) Kemenangan pasangan HADE sebagai calon pendatang baru dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat memang cukup fenomenal. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ada semacam kekuatan yang bekerja selama masa kampanye dilaksanakan. yang digambarkan dalam jumlah suara yang didapat oleh masing-masing pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah yang sudah dilangsungkan. 8. karena diramalkan Pilkada Jawa Barat hanya merupakan persaingan antara DA’I dan AMAN saja.

. Pembagian kerja seperti itu ternyata mampu meningkatkan efektifitas kinerja tim kampanye. Perawatan kader partai dan kelembagaan tersebut berupa penguatan jaringan hingga ke lapisan paling bawah. Kedua. Jumlah kader yang bergerak untuk melakukan direct selling sebanyak 10. ide. Pertama. yang menyatakan bahwa salah satu jenis strategi komunikasi dalam konteks politik adalah dengan cara merawat kelembagaan dan kader partai. Pembagian kerja tersebut juga efektif dalam menjalankan kampanye politik dengan waktu yang terbatas. faktor kemenangan HADE disebabkan oleh keberhasilan implementasi strategi kampanye dengan menggunakan teknik kampanye door to door campaign (direct selling). Hal ini menunjukkan kesiapan tim kampanye dalam menerapkan strategi direct selling. Keberhasilan strategi kampanye direct selling tersebut merupakan implikasi dari kegiatan konsolidasi internal yang sesuai dengan pendapat Arifin (2003). yaitu kurang dari dua minggu.pasangan HADE khususnya di Kota Bogor. berdasarkan aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian skripsi ini. serta pemberian pelatihan cara sosialisasi dan kampanye kepada tim kampanye tingkat bawah. yaitu tingkat kelurahan/desa. menjadi tim kampanye HADE PKS dan HADE PAN. mekanisme kerja tim kampanye HADE yang dibagi berdasarkan partai politik. karena mampu mengeliminasi berbagai hambatan yang muncul akibat ketidakharmonisan dan ketidakkompakkan kerja akibat perbedaan birokrasi. dan terutama sifat dan gaya individu anggota partai.000 kader juga merupakan faktor kunci keberhasilan kampanye pasangan HADE di Kota Bogor.

yaitu pasangan DA’I dan AMAN.410. Kegiatan seperti ”Angkot gratis dari HADE” merupakan salah satu bentuk kampanye inovatif yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. dan jumlah suara untuk pemilihan di Kota Bogor sebanyak 73.271 suara (20.10%). Barrack Obama. 8. Citra pasangan HADE sebagai pasangan muda juga memposisikan HADE sebagai pasangan alternatif. Faktor-faktor Kekalahan Pasangan Incumbent (DA’I) Kekalahan pasangan DA’I yang berstatus sebagai incumbent merupakan salah satu kejutan yang terjadi dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat periode 2008-2013.58%). yaitu sebanyak 3. yaitu sebanyak 60 persen suara. sesuai dengan isu yang sedang ramai bergulir saat itu mengenai kepemimpinan muda yang dipelopori oleh calon presiden Amerika Serikat. secara mengejutkan menduduki urutan terakhir berdasarkan jumlah suara keseluruhan yang diterimanya. yang juga merupakan pesaing pasangan HADE. untuk melakukan kontrak politik dengan masyarakat juga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pasangan HADE. sangat jauh dari jumlah suara yang ditargetkan oleh tim kampanye DA’I di Kota Bogor. bagi yang tidak puas dengan kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur sebelumnya.3. Keempat. Keberanian pasangan HADE lewat tim kampanye. Pasangan DA’I yang didukung oleh dua partai besar yaitu Partai Golkar dan Partai Demokrat.Ketiga. kegiatan-kegiatan kampanye politik yang dijalankan oleh tim kampanye HADE lebih mampu menarik simpati masyarakat. Berikut ini akan dibahas beberapa faktor yang menjadi penyebab kekalahan pasangan .544 suara (25. citra pasangan HADE sebagai pemimpin muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat.

DA’I di Kota Bogor. Citra tersebut malah membuat . Kedua. yang biasanya malah membuat macet jalan raya. Ketiga. kegagalan disebabkan karena kurangnya konsolidasi internal yang dilakukan oleh tim kampanye dan pengurus partai. Selain itu. Teknik kampanye yang digunakan oleh tim kampanye DA’I kurang dapat menimbulkan kesan di hati pemilih. Kurangnya konsolidasi internal juga menyebabkan keterlambatan dalam pendistribusian atribut kampanye. berdasarkan hasil analisis dari data-data yang didapat selama penelitian skripsi ini. sehingga mengganggu pelaksanaan kegiatan kampanye. kurang mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat Jawa Barat. kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye DA’I masih menggunakan cara-cara lama. sehingga kurang menghasilkan hubungan emosional yang dekat dengan masyarakat. sehingga menyebabkan kekacauan sampai ke tingkat kelurahan dan desa. yang dilakukan dalam bentuk kampanye dengan mengerahkan banyak massa pendukung. Tim kampanye dan pengurus partai di tingkat kelurahan dan desa kurang mendapat dukungan dan sosialiasi mengenai kegiatan kampanye. yang mengutamakan teknik kampanye massa secara langsung. citra yang ingin dibentuk yaitu pasangan yang sudah berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat. kesalahan dalam menentukan strategi kampanye dengan penggunaan strategi ”panggung”. sehingga kurang mendapat simpati dari masyarakat. Pertama. karena model komunikasi yang digunakan adalah satu-kepada-banyak. Hal tersebut terjadi dikarenakan buruknya koordinasi antara tim kampanye pusat dan tim kampanye di daerah. sehingga pelaksanaan kampanye di tingkat bawah tidak dapat berlangsung maksimal.

masyarakat berfikir mengenai apa saja yang telah diberikan oleh Danny Setiawan selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008. dan ternyata hasil pemilkiran masyarakat tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa banyak masyarakat yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan Danny Setiawan. sehingga masyarakat mengalihkan pilihannya kepada sosok lain. .

BAB IX KESIMPULAN DAN SARAN 8. namun kurangnya sumber daya dan sumber dana yang dimiliki oleh tim kampanye incumbent menyebabkan kegiatan kampanye yang dilaksanakan tidak maksimal.200. Sementara itu jumlah dana kampanye sebesar Rp.1.00 dan bantuan dari 10. sementara tim incumbent tidak melakukannya. Tim kampanye pasangan incumbent yang merupakan gabungan dari Partai Golkar dan Partai Demokrat. 1. Mekanisme kerja tim kampanye calon pendatang baru yang dibagi dua berdasarkan partai pendukung.000. yaitu HADE PKS dan HADE PAN lebih mampu menjalankan kampanye politik yang efektif dalam menghadapi waktu kampanye yang hanya kurang dari dua minggu. sehingga kegiatan kampanye yang dijalankan menjadi terganggu. distribusi anggotaanggota tim kampanye ke dalam tiap bidang kerja. Pada tahap perencanaan kampanye.000 kader partai dan simpatisan yang mendukung pelaksanaan kampanye. membuat kampanye yang dilakukan oleh tim . Kesimpulan Perbedaan utama dari tim kampanye pasangan calon incumbent dan pendatang baru adalah dari segi jumlah anggota tim kampanye. dan mekanisme kerja tim kampanye. tim kampanye pendatang baru melakukan targeting.000. menghadapi berbagai hambatan yang menyebabkan terjadinya kondisi ”saling tunggu” dalam pendistribusian atribut-atribut kampanye. Tim kampanye incumbent tidak menetapkan sasaran kampanye karena ingin menjangkau sebanyak mungkin pemilih agar dapat mencapai target perolehan suara sebesar 60 persen.

seperti “Angkot gratis dari HADE” juga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap janji pasangan HADE yang akan senantiasa melayani masyarakat. Kepercayaan masyarakat terhadap pasangan pendatang baru juga dibentuk dengan cara melakukan “kontrak politik” antara pasangan pendatang baru dengan masyarakat Jawa Barat. Sementara itu kegiatan kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan incumbent lebih banyak didominasi oleh kegiatan kampanye satukepada-banyak. Teknik kampanye semacam ini lebih mampu menyentuh masyarakat secara langsung sehingga menimbulkan kepercayaan dan kejelasan mengenai visi misi dan program-program yang dijanjikan. seperti kampanye massa langsung di Lapangan Sempur. karena dilakukan dengan teknik kampanye dari rumah ke rumah (direct selling) dan kunjungan ke pusat aktivitas masyarakat. Teknik kampanye pasangan pendatang baru lebih mampu menyentuh masyarakat secara langsung. Persuasi periklanan dilakukan melalui pemasangan iklan pasangan HADE di media massa dan pemasangan atribut kampanye di sepanjang jalan di Kota Bogor. kampanye massa tidak langsung melalui media massa. dan pawai motor simpatik.kampanye pasangan pendatang baru lebih maksimal dalam menjangkau khalayak kampanye secara langsung. Persuasi politik yang dijalankan oleh tim kampanye HADE tergolong ke dalam persuasi politik dengan cara periklanan dan retorika. kampanye pembukaan di sekretariat DPD Golkar Kota Bogor. Kegiatan kampanye yang inovatif dan dapat langsung terasa manfaatnya oleh masyarakat. sedangkan persuasi retorika diimplementasikan melalui strategi direct selling kepada masyarakat. Kegiatan- .

yaitu pasangan yang berpengalaman dalam memimpin Jawa Barat tidak dianggap penting oleh masyarakat Jawa Barat dan Kota Bogor pada khususnya. menunjukkan bahwa usia dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan kemampuan individu dalam menangkap citra dengan tepat. Persuasi politik yang dijalankan oleh tim kampanye DA’I tergolong ke dalam persuasi politik dengan cara periklanan dan propaganda. Pencitraan pasangan calon kepala daerah yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan incumbent dan pendatang baru menunjukkan bahwa sebagian besar pemilih yang menjadi responden polling mampu menangkap citra utama dari kedua pasangan tersebut yang dikomunikasikan oleh tim kampanye dari kedua pasangan calon tersebut. Masyarakat justru . Citra utama yang dikomunikasikan oleh tim kampanye pasangan incumbent. Persuasi periklanan dilakukan melalui pemasangan iklan pasangan DA’I di media massa dan pemasangan atribut kampanye di sepanjang jalan di Kota Bogor. dan dipengaruhi dengan slogan kampanye yang berbunyi ”Pilih orang Bogor asli!!”.kegiatan kampanye tersebut sudah tidak mampu menarik minat dan menggalang kepercayaan masyarakat. sedangkan persuasi propaganda dilakukan dengan cara menyatukan individu-individu ke dalam suatu massa yang diidentifikasi sebagai masyarakat Bogor. karena tidak memberikan jaminan akan mengatasi permasalahan masyarakat secara langsung. agar menjatuhkan pilihannya pada pasangan DA’I. karena masyarakat merasa kurang puas dengan pembangunan yang dilakukan selama lima tahun kepemimpinan calon incumbent. Persentase kesesuaian citra dari kedua pasangan berdasarkan usia dan tingkat pendidikan pemilih pasangan DA’I dan HADE yang lebih dari 50 persen (kecuali pemilih HADE yang berpendidikan menengah yaitu sebesar 30 persen).

kegiatan kampanye politik yang inovatif.2. Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas. Selanjutnya saran ditujukan kepada para peneliti yang berminat untuk melakukan penelitian mengenai kampanye politik dalam pemilihan umum. maka faktor-faktor yang menyebabkan kemenangan pasangan HADE antara lain adalah. kurangnya konsolidasi internal tim kampanye dan partai ke tingkat atas dan bawah. kesalahan dalam penggunaan strategi kampanye melalui strategi ”panggung” yang merupakan cara-cara lama dalam berkampanye. yaitu tim kampanye politik sebagai perencana dan pelaksana kegiatan-kegiatan kampanye politik. Kepada tim kampanye politik. dengan pandangan masyarakat mengenai pasangan DA’I. karena selama masa kampanye pemilihan kepala daerah Jawa Barat sedang ramai isu mengenai kemunculan pemimpinpemimpin muda di dunia. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan. perlu mengembangkan teknik-teknik kampanye alternatif yang bersifat kreatif dan dapat dirasakan manfaatnya secara . yaitu pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat. mekanisme kerja tim kampanye yang efektif.lebih tertarik dengan citra pasangan calon pendatang baru. 8. Saran-saran tersebut. dan ketepatan momentum mengenai citra pasangan muda dengan isu yang sedang berkembang saat itu. maka saran yang dikemukakan ditujukan kepada pihak yang paling terkait dengan isi pembahasan. yaitu: 1. penggunaan strategi kampanye yang tepat melalui direct selling. Sementara itu faktor-faktor yang menyebabkan kekalahan pasangan DA’I antara lain adalah. dan ketidaksesuaian citra yang ingin dibentuk dari pasangan DA’I.

Selain itu perlu dikembangkan teknik-teknik kampanye yang sifatnya memberikan pendidikan politik untuk masyarakat. . agar tidak mudah timbul pertikaian akibat perbedaan pilihan politik. Dengan disahkannya Undang-undang mengenai calon kepala daerah dari jalur non-partai politik. 2. maka penulis menyarankan kepada peneliti yang berminat pada studi kampanye politik dalam pemilihan umum untuk melakukan penelitian mengenai kampanye politik oleh calon kepala daerah yang berasal dari jalur non-partai. karena dalam penelitian ini kedua subjek penelitiannya adalah calon kepala daerah yang diusung oleh partai politik. sehingga biaya untuk kampanye politik tidak terbuang percuma.langsung oleh masyarakat.

Nimmo. 2004. 2006. Anwar. Hamad. Sekolah Pasca Sarjana. 1980. Undang. Hubungan Karakteristik Pemilih dan Terpaan Informasi Kampanye Politik dan Perilaku Memilih (Kasus Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2006). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Denis. Ibnu. Arifin. Jakarta: Penerbit Granit. Elisabeth. Antar. Hurlock. Jakarta: Penerbit Suara Bebas. . Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. 2005. Dan. 2004. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Jakarta: Penerbit Erlangga. Ruslan. Komunikasi Politik: Paradigma-Teori-Aplikasi Strategi dan Komunikasi Politik Indonesia. Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Adman. Analisis Data Kualitatif. Penelitian Kualitatif Suatu Perkenalan. Bobolnya Kandang Banteng : Sebuah Otokritik. Metodologi Polling: Memberdayakan Suara Rakyat. Pesan. Skripsi. 1999. 1992. Jakarta: PT Rajawali Pers. Depok: Universitas Indonesia. Tesis. Eriyanto. 2007. Matthew dan Michael Huberman. Strategi Kampanye Politik di Media Massa oleh Pasangan SBY-JK dalam Kampanye pemilihan Presiden langsung 2004. Rosady. 2003. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Felix. 2005. Venus. Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations. Bogor: Sosek Fakultas Pertanian IPB. 1983. Nursal. Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa (Sebuah Studi Critical Discourse Analysis terhadap Berita-berita Politik). Jakarta: UI Press. 2004. dan Media. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Jakarta: Balai Pustaka. Miles. 1998. Suryatna. Sitorus. Nasution. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Fauziah. Noviantika. Komunikasi Politik: Komunikator.DAFTAR PUSTAKA Amir. 2006. Jakarta: Penerbit Erlangga McQuaill. Manajemen Kampanye. Political Marketing: Strategi Memenangkan Pemilu.

Pedoman Teknis Menulis Skripsi. 1998. Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Strategi Komunikasi Kandidat Gubernur (Kajian Terhadap Strategi Kampanye Tim Sukses Kandidat Gubernur Ratu Atut dalam Pilkada Banten 2006 di Kota Tangerang). Wiwoho. Kepemimpinan Jawa: Falsafah dan Aktualisasi. Yuddho. Andy Satrio. Departemen Ilmuilmu Sosial Ekonomi. dkk (ed). Depok: Universitas Indonesia. 2004.Wahyuni. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Ekawati Sri. 2007. Jakarta: PT Bina Rena Pariwara. .

LAMPIRAN .

M. : Heri Cahyono. H. MM Hj. MM : Melly Maria Silviano : Mulyadi.Lampiran 1. Gatut Susanta. Gunarto. Iwan Kustiawan. 2. H. Cheppy Harun. DANNY SETIAWAN DAN H.Mufti Faoqi : Didin Fathurrochman. H. 3.SH : Ir.Budi Sulistio.MH : Bonaparte Situmorang. Struktur Tim Kampanye DA’I Kota Bogor TIM KAMPANYE CALON GUBERNUR DAN CALON WAKIL GUBERNUR JABAR PERIODE 2008 – 2013 H. MM : Zulkarnain Asman : Ir. R.SH. MH Mulyatma Soepardi. SE : Adhi Daluputra : E.MH : Deddy D Karyadi. SH. ST : Drs. MM. 4. Maman Herman.Hut. Nanny Ratnawaty Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekretaris Bendahara Wakil Bendahara BIDANG – BIDANG Kesekretariatan Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Bidang Perencanaan Ketua Wakil Ketua Advokasi dan Hukum Ketua Wakil Ketua Logistik Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Kampanye Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua : Tauhid Jagorga Tagor : Drs. SE : Jimmy S Mustopa : Mad Halim : H. Sugandi.Sudarjat. S.SE : Endy K Hermawan. SH Ir. K.SE .Sc : Ir. IWAN R SULANDJANA Penanggung Jawab : 1.

S. SE . Suhendar : Dian Ardiansyah : Ir. Momon Permono : Agus Sulaksana. Usman Mahmud : Ir.MM : H. AS : Yadi Suharyadi : Ferro Sopacua : Rulli Karim : Ir.Humas dan Media Massa Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Monitor dan Evaluasi Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Pemungutan Suara & Saksi Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Penggalangan Massa Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua : HR.Ip : Subali Wantamani : H.Fahleri : Umar Suhendra.Eddie Piyoto. Cheppy.H.

Syaiful Anwar 3. Ridho Jauhari 7. Eliyawati 4. Handy Sutriana 15. Effendi 21.) 2. M. Hadi Badrussalam 5. Fauzi Sutopo. Duan Bari. SH Bidang Media dan Humas 1. SH 3. Mahakaty. Irfan Sholeh 19. S. H. Safrudin A. H. Ade Supriatna 11. Toriq Nasution (Co.sos.Lampiran 2. Agus Satria 20. Dadeng S.) 2. M. SH (Co. . Bastian Rasyid 6. Ani Sumarni. Dudi Sumantri 5. Syam Makmur 18. Iwan Suwandi. Bima 6. Iwan Suryawan Bidang Advokasi dan Hukum 1. Uran Cahyono 8. Ir. Karantiano : Dedeh Surya Atmaja.) 2. M. Udi Fahrudin 17. Didin Fahrudin. Santi Yulia 22. SH 4. Iman Nugraha. Ery Nugroho 3. SH (Co. Masrial 16. SP Bidang Jaringan dan Kewilayahan 1. Abdullah Marassabesy 4. Donny Syamsul. Tim Kampanye HADE Kota Bogor TIM KAMPANYE HADE KOTA BOGOR Ketua Sekretaris Bendahara : Dadang Ruhiyana. Gumilar Nugraha 13. : Beni Mahyudin. Samino 14. Yono Suryatno 9. MS. Mad Syarif 12. Nasri 10. R.

Basyir 6. Indah Siti Khulaidah (Co. Margani 9. H. Rahmat Saleh 4. Teguh Rihananto. Hardiyan Noviyanto 7. Atang Trisnanto (Co.) 2. Ak. H. Nana Djuhana 4. Taufik Bidang Pendanaan 1. Muhammad H.7. Suhenri 5. Masrial 5. Ir. Bambang Wahyu Hidayat 4.) 2. Aditya 3. 5. Hanafi Bidang Pengamanan Suara 1. Edwin Ikhwan 6. Siti Laemah A 8. Wahyudin 3. Drs. Andi Yuliansyah Bidang Logistik 1. Saiful Bahri 10. Amd.) 2. Dedeh Usman (Co. Yusuf Dardiri 6. Fariz HK Tholib . Djati Kusumo 3.

Lampiran 3. Jaringan Masyarakat Peduli Pendidikan (JMPP). Orasi politik dimulai oleh Ahmad Heryawan yang berjanji akan membawa perubahan bagi Jawa Barat. Para pendukung HADE tersebut mengibarkan beberapa bendera yang diantaranya berlambang PKS.20 Dede Yusuf muncul bersama rombongan dengan menggunakan mobil. PAN. Beberapa saat setelah saya datang yaitu sekitar pukul 09. Sekitar pukul 10.20. khususnya terkait dengan bidang pendidikan. Setelah kedatangan Ahmad Heryawan. seperti melatih pengangguran untuk membuat pupuk kompos.30. Ibu dari Dede Yusuf. langsung dari atas panggung. sambil mempromosikan anaknya dengan cara memberi tahu bahwa Dede Yusuf adalah orang Bogor.00 : Lapangan Sempur Kota Bogor : Kampanye Terbuka pasangan HADE di Kota Bogor Selama perjalanan menuju lokasi kampanye. yaitu Rahayu Effendi juga hadir pada acara kampanye ini. pemberdayaan perempuan. Kemudian disambung dengan orasi dari Dede Yusuf yang berjanji akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). dengan stamina yang masih prima. dengan memanfaatkan semua potensi SDA dan SDM Jawa Barat. lapangan yang hampir selalu dijadikan tempat kampanye partai politik sejak zaman orde baru. Catatan Lapang Kampanye HADE Hari/Tanggal Pukul Lokasi Konteks : Kamis. setelah itu pasangan HADE beserta istrinya masing-masing. Kedatangan Ahmad Heryawan langsung disambut pendukung HADE dengan tepuk tangan dan teriakan “HIDUP HADE” yang diiringi musik nasyid yang bertema lagu-lagu perjuangan. karena ia dulu tinggal dan besar di daerah Menteng Bogor. sedangkan istrinya duduk di kursi penumpang. suasana tempat kampanye sudah dipenuhi oleh massa pendukung dari pasangan HADE yang jumlahnya diperkirakan sekitar 5000 orang. sehingga sampah berkurang dan masyarakat mendapatkan penghasilan. suasana di tempat kampanye semakin ramai dengan kedatangan Ahmad Heryawan yang mengayuh becak. karena saat ini Jawa Barat perlu dipimpin oleh pemimpin muda. hingga musik perkusi. didampingi oleh para juru kampanye menduduki kursi di atas panggung untuk melakukan orasi politik. Para juru kampanye juga tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk memilih pasangan HADE. Saat saya sampai di lapangan sempur sekitar pukul 09. 27 Maret 2008 : 09. Persatuan Umat Islam (PUI). Mungkin hal itu ingin menunjukkan bahwa sedang ada acara besar yang digagas oleh kedua partai tersebut di Lapangan Sempur. banyak bendera berlambang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) dikibarkan. acara di panggung lebih banyak diisi oleh hiburan-hiburan musik mulai dari musik nasyid. Untuk saat ini biarlah orang yang sudah tua hanya menjadi pembina. . Serikat Pekerja Nasional (SPN). dan lain-lain. dan perluasan lapangan kerja.20-12.

00 siang. bendera. termasuk saya. Setelah melakukan orasi. Acara kampanye diakhiri sekitar pukul 12. para tokoh yang berasal dari organisasi pendukung HADE ini lalu memberikan pernyataan dukungan terhadap pasangan HADE dalam menghadapi pemilihan gubernur Jawa Barat. JMPP. dll.Acara dilanjutkan dengan berbagai orasi dari juru kampanye yang berasal dari organisasi-organisasi pendukung HADE seperti SPN. dengan cara melakukan simbolisasi coblos HADE yang diikuti oleh seluruh peserta kampanye. yang diterima secara langsung oleh Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf. Substansi dari orasi mereka pada intinya mengajak masyarakat untuk memilih pasangan HADE. yang bergambar pasangan HADE. Ibu-ibu Majlis Tak’lim. stiker. . yang dibarengi juga pembagian atribut-atribut kampanye HADE seperti pamflet.

Selain itu. Saat itu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana sudah berdiri diatas panggung bersama beberapa pengurus DPD Partai Golkar dan Demokrat. dan “DA’I” pun diselipkan disetiap lirik lagu yang ditampilkan. kalimat “Danny”. payung. orasinya hanya ditekankan pada ajakan untuk memilih pasangan nomor urut 1 tersebut pada pemilihan tanggal 13 April mendatang. bendera dan atribut kampanye yang sebagian besar bergambar pasangan Danny dan Iwan bertebaran di sekitar lapangan tersebut. Beliau menyatakan bahwa dari awal memang sudah mendukung pasangan DA’I karena faktor Iwan Sulanjana yang berasal dari Kota Bogor. saya menghampiri seorang pria yang bernama Pa Ucin (40 Tahun) yang tinggal di daerah Abesin Bogor. “Iwan”. Mereka telah memenuhi lapangan sempur sejak pukul 11. Pa Ucin . diatas panggung juga terlihat public figure yang juga dikenal sebagai aktiivis politik yaitu Ruhut Sitompul. nasi bungkus dan air mineral yang semuanya bergambar atau bertuliskan pasangan DA’I. karena Iwan merupakan orang Bogor asli. Ditengah-tengah lagu pun dibagikan berbagai souvenir seperti kaos. pasangan Danny dan Iwan pun bergegas turun panggung dan langsung menuju bus kampanye yang bergambar pasangan tersebut untuk menuju ke tempat kampanye berikutnya di Cibinong. juru kampanye juga mengajak masyarakat Kota Bogor untuk mendukung Iwan Sulanjana sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Suara juru kampanye yang berisi ajakan untuk memilih pasangan dari koalisi Partai Golkar dan Demokrat ini terus menggema dari atas panggung kampanye. koran Birokrat. namun panasnya matahari nampak tidak menyurutkan semangat ribuan pendukung dan simpatisan pasangan calon gubernur DA’I yang sebagian besar mengenakan kaos putih bergambar pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulanjana.15-14.Lampiran 4. Danny dan Iwan hanya sedikit mengeluarkan orasi politiknya.20 : Lapangan Sempur Kota Bogor : Kampanye hari terakhir pasangan DA’I di Kota Bogor Siang ini matahari bersinar sangat terik. Berbagai spanduk. Acara pun dilanjutkan kembali dengan hiburan musik dangdut oleh penyanyi Kin-Kin Kintamani. dibacakan pula ikrar dukungan bagi pasangan DA’I dari ormas-ormas di Kota Bogor dan sekitarnya yang dibacakan secara langsung oleh perwakilannya. Sebelum Pasangan DA’I meninggalkan panggung. baliho. Juru kampanye pasangan ini pun berkali-kali mengajak masyarakat Kota Bogor agar memilih Gubernur yang sudah teruji dan tidak obral janji yaitu Danny Setiawan. karena beliau sudah terbukti kualitasnya sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2004-2008. 8 April 2008 : 13. Di sela-sela acara. selain itu juga ia merasa bahwa Danny Setiawan memang sudah terbukti kinerjanya sebagai Gubernur Jawa Barat. Catatan Lapang Kampanye DA”I Hari/Tanggal Pukul Lokasi Konteks : Selasa. Setelah ikrar dibacakan.00. poster.

sebutkan ………………………………… 2. Sebutkan visi misi atau program tersebut. ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… . dari mana anda mendapatkan informasi tersebut (jawaban boleh lebih dari satu) ( ) Koran ( ) Tabloid ( ) Bulletin ( ) Baligo ( ) Televisi ( ) Radio ( ) Internet ( ) Pamflet ( ) Teman ( ) Keluarga ( ) Diskusi Kelompok ( ) Poster ( ) Mengikuti kampanye terbuka pasangan DA’I ( ) lain-lain. pada jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda 1.menyatakan sudah sangat yakin untuk memilih pasangan Danny-Iwan pada pemilihan tanggal 13 April nanti. Kuesioner Polling Pemilih DA’I Kuesioner polling untuk pemilih DA’I di Kota Bogor Nama : Umur : Pendidikan Terakhir : Pekerjaan : Petunjuk pengisian kuesioner: Beri tanda checklist “√”. Apakah anda mengikuti perkembangan informasi atau berita kampanye dalam Pilkada Jabar 2008? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. Lampiran 5. sebutkan ………………………………… 3. darimana anda mendapatkan informasi tersebut (jawaban boleh lebih dari satu) ( ) Koran ( ) Tabloid ( ) Bulletin ( ) Baligo ( ) Televisi ( ) Radio ( ) Internet ( ) Pamflet ( ) Teman ( ) Keluarga ( ) Diskusi Kelompok ( ) Poster ( ) lain-lain. Apakah anda mengetahui visi misi atau program yang dijanjikan oleh pasangan DA’I jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. Apakah anda memperhatikan informasi tentang kampanye pasangan DA’I dalam Pilkada Jabar 2008? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya.

Apa alasan anda memilih pasangan DA’I dalam Pilkada Jawa Barat 20082013? 7. Apakah anda mendapat atribut kampanye atau bantuan dalam bentuk materi dari tim kampanye DA’I? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. sebutkan atribut dan bantuan yang didapat. silakan isi di kolom “lainnya” dengan maksimal 5 citra. Apakah cara-cara kampanye yang dilakukan oleh pasangan mempengaruhi keputusan anda untuk memilih pasangan DA’I? ( ) Ya ( ) Tidak DA’I 6. Citra apa yang menurut anda sesuai dengan pasangan DA’I? Keterangan: pilih 5 dari 10 atribut citra yang tersedia. jika tidak ada/kurang sesuai dengan citra yang sudah tersedia.4. Atribut Citra Pasangan DA’I Berpengalaman dalam memimpin Jujur dan amanah dalam mengemban tugas Mampu bersikap adil dan bijaksana Peduli terhadap permasalahan rakyat Mampu memberikan solusi bagi permasalahan rakyat Jawa Barat Mengetahui kondisi Jawa Barat secara keseluruhan Pasangan DA’I adalah asli putra Bogor Berwibawa dan berkharisma Tegas dalam mengambil keputusan Lainnya : - . ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 5.

citra apa yang menurut anda paling utama (pilih satu) melekat di pasangan DA’I? Mengapa? -Terima Kasih Atas Partisipasi Anda- . Dari kelima citra yang telah anda pilih/sebutkan tadi.8.

Apakah anda mengikuti perkembangan informasi atau berita kampanye dalam Pilkada Jabar 2008? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya.Lampiran 6. sebutkan ………………………………… 2. pada jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda 1. Sebutkan visi misi atau program tersebut. Apakah anda mengetahui visi misi atau program yang dijanjikan oleh pasangan HADE jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. Apakah anda memperhatikan informasi tentang kampanye pasangan HADE dalam Pilkada Jabar 2008? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. darimana anda mendapatkan informasi tersebut (jawaban boleh lebih dari satu) ( ) Koran ( ) Tabloid ( ) Bulletin ( ) Baligo ( ) Televisi ( ) Radio ( ) Internet ( ) Pamflet ( ) Teman ( ) Keluarga ( ) Diskusi Kelompok ( ) Poster ( ) lain-lain. sebutkan ………………………………… 3. Kuesioner Polling Pemilih HADE Kuesioner polling untuk pemilih HADE di Kota Bogor Nama : Umur : Pendidikan Terakhir : Pekerjaan : Petunjuk pengisian kuesioner: Beri tanda checklist “√”. dari mana anda mendapatkan informasi tersebut (jawaban boleh lebih dari satu) ( ) Koran ( ) Tabloid ( ) Bulletin ( ) Baligo ( ) Televisi ( ) Radio ( ) Internet ( ) Pamflet ( ) Teman ( ) Keluarga ( ) Diskusi Kelompok ( ) Poster ( ) Mengikuti kampanye terbuka pasangan HADE ( ) lain-lain. ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… .

………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… 5. Apa alasan anda memilih pasangan HADE dalam Pilkada Jawa Barat 20082013? 7. silakan isi di kolom “lainnya” dengan maksimal 5 citra. jika tidak ada/kurang sesuai dengan citra yang sudah tersedia. Apakah cara-cara kampanye yang dilakukan oleh pasangan HADE mempengaruhi keputusan anda untuk memilih pasangan HADE? ( ) Ya ( ) Tidak 6. Apakah anda mendapat atribut kampanye atau bantuan dalam bentuk materi dari tim kampanye HADE? ( ) Ya ( ) Tidak Jika Ya. sebutkan atribut dan bantuan yang didapat. Atribut Citra Pasangan HADE Pasangan muda yang tepat untuk memimpin Jawa Barat Jujur dan amanah dalam mengemban tugas Mampu bersikap adil dan bijaksana Peduli terhadap permasalahan rakyat Mampu memberikan solusi bagi permasalahan rakyat Jawa Barat Reformis dan berjiwa pembaharu Siap membawa perubahan untuk Jawa Barat Siap melayani masyarakat Jawa Barat Pintar dan sopan dalam bertutur kata Lainnya : - . Citra apa yang menurut anda sesuai dengan pasangan HADE? Keterangan: pilih 5 dari 10 atribut citra yang tersedia.4.

citra apa yang menurut anda paling utama (pilih satu) melekat di pasangan HADE? Mengapa? -Terima Kasih Atas Partisipasi Anda- . Dari kelima citra yang telah anda pilih/sebutkan tadi.8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful