BAB I KONSEP DASAR ASUHAN PERSALINAN

A. Pendahuluan Pernahkah anda mendengar cerita tentang seorang ibu bersalin meninggal dunia akibat mengalami perdarahan atau bayi yang dilahirkan meninggal karena lahir langsung tidak bisa bernafas? Cerita mengenai persalinan selalu diidentikkan dengan peristiwa yang mengerikan, menyakitkan, dan bagi sebagian besar kaum perempuan merupakan peristiwa yang sangat berpengaruh besar dalam kehidupannya. Tujuan pembelajaran dari materi yang diuraikan pada bab ini adalah : 1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian persalinan 2. Mahasiswa dapat menyebutkan jenis-jenis persalinan 3. Mahasiswa dapat menjelaskan sebab-sebab persalinan 4. Mahasiswa dapat menyebutkan tahapan proses persalinan 5. Mahasiswa dapat menyebutkan tanda dan gejala persalinan 6. Mahasiswa dapat menjelaskan tujuan asuhan kebidanan pada persalinan Dengan demikian bahasan pada bab ini merupakan landasan bagi mahasiswa dalam mempelajari bab-bab selanjutnya dari asuhan kebidanan persalinan di setiap tahapannya. Asuhan kebidanan pada ibu bersalin merupakan kompetensi utama bidan, untuk itu mahasiswa harus menguasai materi yang dibahas pada bab ini dengan benar. Materi lain yang disarankan untuk dipelajari guna menunjang pemahaman mengenai konsep dasar asuhan persalinan antara lain anatomi dan fisiologi system reprduksi wanita. B. Pengertian Persalinan Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput ketuban dari tubuh ibu. Adapun menurut proses berlangsungnya persalinan dibedakan sebagai berikut : 1. Persalinan Spontan Bila persalinan berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri, melalui jalan lahir ibu tersebut.

Istilah-istilah yang berkaitan dengan persalinan berdasarkan tuanya umur kehamilan dan berat badan bayi. Partus Immaturus Pengeluaran hasil konsepsi antara 22 minggu dan 28 minggu atau bayi dengan berat badan antara 500 gram dan 999 gram. 1. Abortus Pengeluaran hasil konsepsi sebelum kehamilan 22 minggu atau bayi dengan berat badan kurang dari 500 gram. 2. pemberian pitocin atau prostaglandin. 3. Turunnya kepala. Partus Postmaturus atau Serotinus Pengeluaran hasil konsepsi setelah kehamilan 42 minggu. Persalinan Anjuran Persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya tetapi baru berlangsung setelah pemecahan ketuban. Persalinan Buatan Bila persalinan dibantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstrasi forcep. Perut lebih melebar karena fundus uteri turun. di atas simfisis pubis dan sering ingin berkemih atau sulit kencing karena kandung kemih tertekan kepala. Pengeluaran hasil konsepsi antara 37 minggu dan 42 minggu atau bayi dengan berat badan 2500 gram atau lebih. Partus Prematurus Pengeluaran hasil konsepsi antara 28 minggu dan 37 minggu atau bayi dengan berat badan antara 1000gr dan 2499 gram 4. . 5.2. Partus Matures atau A’terme. masuk pintu atas panggul. Kontraksi otot rahim menyebabkan : 1. Permulaan Terjadi Persalinan Dengan penurunan hormon progesteron menjelang persalinan dapat terjadi kontraksi. 3. atau dilakkan operasi Sectio Caesaria. 2. C. terutama pada primigravida minggu ke36 dapat menimbulkan sesak di bagian bawah.

Produksi progesterone mengalami penurunan.3. lendir penutup servik dilepaskan. Terjadi perlunakan servik karena terdapat kontraksi otot rahim. Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai. Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesterone tertentu. Contohnya pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu sehingga menimbulkan proses persalinan. sehingga otot rahim lenih sensitive terhadap oksitosin. Teori oksitosin internal Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis pars posterior. Terjadi pengeluaran lendir. karena terjadi penimbunan jaringan ikat. 5. Perubahan keseimbangan esterogen dan progesterone dapat mengubah sensitivitas otot rahim. Muncul saat nyeri di daerah pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya pleksus Frankenhauser yang terletak sekitar service (tanda persalinan palsu) 4. sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks. Dengan menurunnya konsentrasi progesterone akibat tuanya kehamilan maka oksitosin dapat meninggalkan aktivitas.1 Teori Kemungkinan Terjadinya Proses Persalinan Teori Teori Keregangan Uraian Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. sehingga persalinan dapat mulai. pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. . Tabel 1. Teori Penurunan progesteron Proses penuaan plasenta terjadi saat usia kehamilan 28 minggu.

dari pembukaan 3 cm sampai 4 cm yang dicapai dalam 2 jam. yaitu fase pembukaan yang lebih cepat yang terbagi lagi menjadi : (1) Fase Accelerasi (Fase percepatan). Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. D. Prostaglandin dianggap terjadinya persalinan. Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan ada hubungan antara hipotalamus-hipofisis dengan mulainya persalinan. Berdasarkan kemajuan pembukaan maka Kala I dibagi menjadi : a. Teori ini dikemukakan oleh Linggin 1973. Teori Hipotalamus-hipofisis Teori dan glandula suprarenalis ini menunjukan pada kehamilan dengan dapat merupakan pemicu anensefalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. induksi (mulainya) persalinan. (2) Fase Dilatasi Maksimal. dari pembukaan 4 cm sampai 9 cm yang dicapai dalam 2 jam. . Tahapan Persalinan 1. Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya persalinan.Teori Protaglandin Konsentrasi prostaglandin meningkat sejak usia kehamilan 15 minggu. yang dikeluarkan oleh desidua. b. Pemberian kortikosteroid dapat menyebabkan maturitas janin. Fase Aktif. Fase Laten. yaitu fase pembukaan yang lebih cepat lambat ialah dari 0 sampai 3 cm yang membutuhkan 8 jam. Kala I Kala I atau Kala pembukaan adalah periode persalinan yang dimulai dari his persalinan yang pertama sampai pembukaan cervic menjadi lengkap.

(3) Fase Decelerasi (kurangnya kecepatan). mengingat pada masa ini sering timbul perdarahan. b. atas pertimbangan-pertimbangan praktis masih diakui adanya Kala IV persalinan meskipun masa setelah lahirnya plasenta lahir adalah masa dimulainya masa nifas (puerperium). Ia merasa kurang sesak. Kala IV Kala IV merupakan masa 1-2 jam setelah plasenta lahir. His pendahuluan ini bersifat : Nyeri yang hanya terasa di perut bagian bawah Tidak teratur . 3. Keadaan ini menimbulkan kandung kemih tertekan sehingga merangsang ibu untuk sering berkemih yang disebut pollakisuria. Lightening Beberapa minggu sebelum persalinan. E. 2. c. dari pembukaan 9 cm sampai 10 cm selama 2 jam. Pollakisuria Pada akhir bulan ke 9 hasil pemeriksaan didapatkan epigastrium kendor. fundus uteri lebih rendah dari pada kedudukannya dan kepala janin sudah mulai masuk ke dalam pintu atas panggul. Kala III Kala III atau Kala Uri adalah periode persalinan yang dimulai dari lahirnya bayi sampai dengan lahirnya plasenta. Tanda Persalinan Sudah Dekat a. Kala II Kala II atau Kala Pengeluaran adalah periode persalinan yang dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi. tetapi sebaliknya ia merasa bahwa berjalan sedikit lebih sukar. Tanda Gejala Persalinan 1. calon ibu diganggu oleh his pendahuluan yang sebetulnya hanya merupakan peningkatan dari kontraksi Braxton Hicks. False Labor 3 atau 4 minggu sebelum persalinan. Dalam klinik. dan sering diganggu oleh perasaan nyari pada anggota bawah. calon ibu merasa bahwa keadaannya menjadi lebih enteng. 4.

dan kurang lunak namun menjadi lebih lembut. Kalau dibawa berjalan bertambah kuat. Perubahan Servik Pada akhir bulan ke 9 hasil pemeriksaan menunjukan bahwa servik yang tadinya tertutup. misalnya pada multipara sebagian besar masih dalam keadaan tertutup. 2. Tanda – Tanda Persalinan a. mencuci perabot rumah lainnya sehingga ibu akan kehabisan tenaga menjelang kelahiran bayi. mual dan muntah karena efek penurunan hormone terhadap system pencernaan. Makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya. tidak bertambah kuat dengan majunya waktu dan bila dibawa jalan malah sering berkurang. Mempunyai pengaruh pada pendataran dan pembukaan servik. Gastrointestinal Upsets Beberapa ibu mungkin akan mengalami tanda-tanda seperti diare. Tidak ada pengaruh pada pendataran atau pembukaan servik. persalinan menjadi panjang dan sulit. Perubahan ini berbeda untuk masing-masing ibu. Bloody Show Dengan pendataran dan pembukaan. mengepel.Lamanya his pendek. Pendarahan yang sedikit ini disebabkan karena lepasnya . beberapa menunjukan telah terjadi pembukaan dan penipisan. d. e. Energy Spurt Beberapa ibu akan mengalami peningkatan energy kira-kira 24-28 jam sebelum persalinan mulai. f. setelah beberapa hari sebelumnya merasa kelelahan fisik karena tuanya kehamilan maka ibu mendapatkan satu hari sebelum persalinan dengan energy yang penuh. lendir dari canalis servikalis keluar disertai dengan sedikit darah. b. obstipasi. panjang. His Persalinan Timbulnya his persalinan adalah his pembukaan dengan sifat-sifatnya sebagai berikut : Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut depan. Peningkatan energy ibu ini tampak dari aktifitas yang dilakukannya seperti membersihkan rumah.

Hormati pengetahuan dan pemahaman mengenai tubuhnya. Melakukan rujukan pada kasus-kasus yang tidak bisa ditangani sendiri untuk mendapatkan asuhan spesialis bila perlu. 2. Mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang dikatakan ibu. . persalinan diharapkan akan mulai dalam 24 jam setelah air ketuban keluar. 3. Membantu ibu dengan pemberian ASI dini. F. Ketuban biasanya pecah saat pembukaan lengkap atau hampir lengkap dan dalam hal ini keluarnya cairan merupakan tanda yang lambat sekali. Menghargai hak-hak ibu dan memberikan asuhan yang bermutu serta sopan. Prinsip umum dari asuhan sayang ibu dalam persalinan yang harus dilaksanakan oleh bidan adalah : 1. Memberikan asuhan yang adekuat. dan pengambilan keputusan yang tepat terhadap kliennya untuk : 1. Tujuan Dan Prinsip Asuhan Persalinan Sebagai bidan harus mampu menggunakan pengetahuan. Memberikan dukungan baik secara fisik maupun emosional kepada ibu dan keluarga selama persalinan dan kelahiran. Memberikan asuhan yang tepat untuk bayi segera setelah lahir. membuat diagnose.selaput janin pada bagian bawah segmen bawah rahim hingga beberapa kapiler darah terputus. 2. Melakukan pengkajian. 6. Memperkecil resiko infeksi dengan melaksanakan pencegahan infeksi yang aman. Selalu memberitahukan kepada ibu dan keluarganya mengenai kemajuan. adanya penyulit maupun intervensi yang akan dilakukan dalam persalinan. sesuai dengan tahap persalinannya. menangani komplikasikomplikasi dengan cara pemantauan ketat dan deteksi dini selama persalinan dan kelahiran. 5. Premature Rupture of Membrane Adalah keluarnya cairan banyak dengan tiba-tiba dari jalan lahir. mencegah. 4. Walaupun demikian. 8. Hal ini terjadi akibat ketuban pecah atau selaput janin robek. Merawat ibu dengan penuh hormat. keterampilan. 3. c. dengan intervensi minimal. 7.

disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput ketuban dari tubuh ibu. d. Berdasarkan prosesnya. H. dan peningkatan kadar prostaglandin dalam cairan amnion pada akhir kehamilan. Progesterone yang menyebabkan kontraksi otot-otot rahim menurun. yaitu penurunan kadar progesterone. persalinan terdiri dari persalinan spontan. Selalu menjelaskan apa yang akan dikerjakan sebelum anda melakukan serta meminta ijin dulu. Tidak relaksasi setelah berkontraksi. persalinan kurang bulan. Esterogen yang menyebabkan kontraksi otot-otot rahim meningkat. Esterogen yang menyebabkan relaksasi otot-otot rahim meningkat. otot-otot memanjang dan diregang menarik SBR & servik c.4. Simpulan Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi cukup bulan atau hampir cukup bulan. persalinan buatan. peningkatan kadar oxytocin. Kadar esterogen dan progesterone merupakan salah satu faktor yang menyebabkan dimulainya persalinan. Dengan retraksi rongga rahim mengecil. Relaksasi sejenank setelah berkontraksi dan kemudian mengecilkan rahim. a. dan persalinan anjuran. adanya aktifitas kelenjar suprarenal janin. anak berangsur didorong ke bawah dan tidak naik lagi setelah his hilang d. Sedangkan berdasarkan usia kehamilan. a. Memberikan asuhan dengan memperhatikan privasi. Soal Latihan 1. keregangan otot rahim. Progesterone yang menyebabkan relaksaasi otot-otot rahim menurun c. Kehamilan berakhir dengan persalinan dikarenakan beberapa sebab. 5. persalinan lewat bulan. . Tujuan asuhan kebidanan persalinan adalah memfasilitasi proses persalinan agar berjalan dengan normal sehingga menghasilkan ibu dan bayi yang sehat dan selamat. persalinan terdiri dari persalinan cukup bulan. Sifat khas dari kontraksi otot rahim pada ibu bersalin adalah…. b. G. b. 2. karena…. Rahim bertambah panjang.

Polakisuria b.tetapi dengan jalan Amniotomi adalah jenis persalinan…. Dari pengakuan ibu. Faktor-faktor berikut adalah yang menyebabkan timbulnya pembukaan servik…. 5. faal dilatasi dilakukan oleh kepala anak. Abortus d. Seorang ibu hamil datang ke rumah bidan dan mengeluh nyeri perut bagian bawah dan bila dipakai berjalan sedikit lebih sukar. Abortus b. d. Saat kontraksi.3. Pembukaan 3-4 cm yang dicapai dalam 2 jam b. Anjuran 8. Fase akselerasi pada kala I persalinan yaitu… a. Maturus 7. a. Prematurus d. Saat kontraksi. Persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya. Pembukaan 9-10 cm yang dicapai dalam 2 jam d. Perubahan servik d. Bila ketuban belum pecah. Otot-otot servik menarik pinggir ostium dan melebarkannya b. Buatan c. namun ia merasa kurang sesak dan keadaannya menjadi lebih enteng. Bloody show 4. Tanda-tanda bahwa persalinan sudah dekat adalah : a. Timbul his c. Pembukaan 0-3 cm yang dicapai dalam 2 jam 6. selaput yang menonjol di kanalis servikalis membuka servik. SBR dan servik diregang oleh isi rahim (air ketuban/janin) c. Imaturus c. satu minggu lagi adalah hari . a. Pembukaan 4-9 cm yang dicapai dalam 2 jam c. Spontan b. Pengeluaran buah kehamilan antara 28-37 minggu dengan BB bayi antara 1000 – 2499 disebut persalinan… a.

Perubahan servik 10. respirasi 20x/menit. DJJ 144x/menit. hamil aterm dalam persalinan kala I fase Laten. d. hamil 9 bulan. G2P1A0 umur 27 thn. hamil aterm dalam persalinan kala I fase deselerasi. Pada pemeriksaan kontraksi 3x dalam 10 menit. Seorang ibu hamil mengalami peningkatan energy 24-28 jam sebelum persalinan akan dimulai. setelah beberapa hari sebelumnya merasa kelelahan fisik karena tuanya kehamilan. a. c. TD 120/80 mmHg. lamanya 40 detik.perhitungan persalinannya. Gastrointestinal upset b. Dari kasus diatas. Ibu Y 27 tahun datang pada bidan A mengatakan ini kehamilannya yang kedua. maka hal yang dialami ibu tersebut adalah…. suhu 360C. G2P1A0 umur 27 thn. nadi 88x/menit. pembukaan servik 6 cm. dengan kemajuan persalinan normal. hamil aterm dalam persalinan kala I fase akselerasi. G2P1A0 umur 27 thn. Lightening 9. penurunan kepala 3/5. Bloddy show d. G2P1A0 umur 27 thn. Energy spurt c. b. kontraksi sejak 3 jam yang lalu. dengan kemajuan persalinan normal. Gastrointelstinal upset b. ibu mengatakan belum merasa mengeluarkan lendir darah. Berdasarkan data subyektif dan obyektif dari kasus diatas maka diagnose kebidanan yang tepat adalah… a. dengan kemajuan persalinan normal. dengan kemampuan persalinan normal. . hamil aterm dalam persalinan kala I faase aktif. Kondisi ini disebut…. a. Energy spurt c. Braxton Hicks d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful