You are on page 1of 13

TERIMA KASIH buat kunjungan nya ^^

Minggu, 22 April 2012
Krisis Ekonomi Dan Kebijakan Moneter di Indonesia

Kata pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga paper ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Penulisan paper yang berjudul “Krisis Ekonomi dan Kebijakan Moneter di Indonesia “ ini, bertujuan untuk menganalisis perkembangan kebijakan moneter di Indonesia.

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan paper ini, itu dikarenakan kemampuan penulis yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan Ayah dan Bunda atas doa dan dukungan moril juga, serta dosen pembimbing yang telah membimbing dalam

kinerja perekonomian makro telah menunjukka kemajuan yang sangat berarti. Padang. Kestabilan makroekonomi yang telah dicapai ini bukanlah sesuatu yang diperoleh secara cuma-cuma. Penulis berharap dengan penulisan paper ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi para pembaca umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di masa yang akan datang. . proses pemulihan ekonomi Indonesia terus berjalan menuju ke arah yang diharapkan Walaupun proses pemulihan ekonomi masih relatif lambat jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya yang terkena krisis.penyusunan paper ini. Kestabilan makroekomi ini merupakan hasil dari sebuah upaya yang konsisten yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah melalui kebijakan moneter. perbankan. dan fiskal. Latar belakang Setelah dilanda krisis ekonomi dan moneter yang berlangsung sejak 1997. Juga pihak-pihak lain yang telah ikut membantu baik secara moril maupun materil dalam penyusun paper ini. Desember 2010 Penulis BAB I 1.

restrukturisasi dan reformasi sektor perbankan terus dilakukan untuk memperbaiki struktur neraca perbankan sekaligus memperkuat infrastuktur menuju sistem perbankan yang tangguh yang ikut memberikan kontribusinya dalam menciptakan stabilitas sistem keuangan. strategi kebijakan moneter untuk secara konsisten diarahkan pada kestabilan harga melalui pencapaian target inflasi jangka panjang dengan tetap memberikan ruang gerak pada pemulihan ekonomi jika inflasi bergerak pada arah yang kondusif. Di bidang perbankan. Maka dari itu. bagaimanakah perkembangan kebijakan moneter di Indonesia saat ini untuk membantu kestabilan kelancaran roda perekonomian Indonesia. Yang bertujuan untuk . 2. Kestabilan moneter dan makro ini juga didukung oleh keberhasilan pemerintah dalam konsolidasi fiskal sehingga kesinambungan keuangan pemerintah dapat terjaga Kestabilan moneter dan makroekonomi yang telah kita capai ini adalah sebuah kondisi yang harus kita jaga keberadaannya. telah banyak kebijakan-kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia atau Bank Indonesia untuk pengendalian perekonomian pasca krirsis perekonomian Indonesia tahun 1997. Permasalahan Sampai saat sekarang ini. Sulit kita membayangkan pembangunan ekonomi dapat dilakukan tanpa adanya fondasi kestabilan makroekonomi.Di bidang moneter. seperti yang dimandatkan dalam UU 23/1999. Tujuan Penulisan Penulis mencoba membahas tentang krisis ekonomi dan kebijakan moneter Bank Indonesia serta strategi kebijakan moneter untuk mencapai tujuan tersebut. 3. Menciptakan stabilitas inilah yang menjadi tugas utama Bank Indonesia.

BAB II KAJIAN TEORI Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu. yaitu : 1. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas. kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan mengatur suku bunga. Pembaca dapat lebih mengetahui perkembangan kebijakan moneter di Indonesia saat ini untuk membantu kestabilan kelancaran roda perekonomian Indonesia. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar . Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua.mengetahui bagaimanakah perkembangan kebijakan moneter di Indonesia saat ini untuk membantu kestabilan kelancaran roda perekonomian Indonesia 4. Kebijakan moneter dapat berupa standar bunga pinjaman. Kegunaan Penulisan Penulis mengharapkan supaya tulisan ini dapat di jadikan sebagai penambah ilmu bagi pembaca. seperti menahan inflasi. mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. giro wajib minimum.

pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar. Jika ingin menambah jumlah uang beredar. pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. 3. Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Untuk membuat jumlah uang bertambah. pemerintah menaikkan rasio. bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang. serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral. Bank umum kadangkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral.2. sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang . Namun. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Untuk menambah jumlah uang. . 2. Untuk mencapai tujuan tersebut. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy) Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter. 4. Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. yaitu antara lain : 1. maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya. Kebijakan Moneter Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. terdapat perubahan paradigma mengenai tujuan kebijakan moneter yang jauh lebih fokus dibandingkan dengan UU sebelumnya. Dalam UU tersebut. pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen. penetapan tingkat diskonto. yaitu “mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah”. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing. dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar. Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter seperti uang beredar atau suku bunga dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. yaitu pengaruh pasar keuangan internasional Peran Bank Indonesia dalam konteks pengelolaan perekonomian secara makro lebih difokuskan pada menjaga kestabilan harga. BAB III PEMBAHASAN . Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah. tugas Bank Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat mendasar dalam hal pengelolaan moneter. Secara operasional. Sebagaimana tercantum dalam Undang Undang No. penetapan cadangan wajib minimum.

uang beredar. keterbukaan perekonomian dengan sistem devisa bebas dan berbagai langkah deregulasi yang ditempuh pemerintah telah memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan perekonomian domestik. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi. Perkembangan makroekonomi yang baik tersebut telah memberikan keyakinan kepada investor. Tabel 1.Dalam perkembangannya. Suku Bunga dan Kurs Periode 1990 .1) .2008 Tahun Produk Domestik Bruto (%) (Rp. ekonomi Indonesia menjadi sangat rentan terhadap gejolak eksternal sebagaimana terjadi pada pertengahan tahun 1997. suku bunga dan kurs periode 1990-2008 yang di keluarkan BPS dan Bank Indonesia tahun 2008 (Tabel. sebagaimana tercermin pada kurangnya transparansi dan konsistensi pelaksanaan kebijakan. Dalam beberapa tahun terakhir sebelum krisis. dinamisme perekonomian yang tinggi tersebut tidak sepenuhnya disertai dengan upaya untuk menata pengelolaan dunia usaha dan menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik. dinamisme perekonomian Indonesia cukup tinggi dengan laju inflasi yang menurun dan surplus neraca pembayaran yang cukup besar. Di satu sisi. Milyar) (%) Pertumbuhan Uang Beredar Pertumbuhan Suku Bunga (SBI) (%) (%) (Rp/US$) (%) Pertumbuhan Kurs Tengah Pertumbuhan . Data perkembangan pertumbuhan ekonomi. kestabilan ekonomi makro ternyata tidak dapat menjamin kinerja perekonomian yang baik secara berkesinambungan selama masih terdapat kelemahan-kelemahan pada infrastruktur perekonomian . Uang Beredar. Sebagaimana terbukti dari pengalaman negara-negara tetangga di Asia yang sejak pertengahan tahun 1997 mengalami krisis ekonomi. ternyata infrastruktur perekonomian di Indonesia belum mampu menghadapi semakin cepatnya proses integrasi perekonomian Indonesia ke dalam perekonomian global. Perangkat kelembagaan bagi bekerjanya ekonomi pasar yang efisien ternyata belum tertata dengan baik. Sebagai akibatnya. Akan tetapi. dapat kita jadikan sebagai petunjuk bagaimana perkembangan pertumbuhan perekonomian di Indonesia. baik dalam dan luar negeri atas prospek perekonomian Indonesia sehingga semakin mendorong masuknya arus modal dan semakin memperdalam proses integrasi perekonomian nasional ke dalam perekonomian internasional.

3 2082103.64 7159.26 27.27 4827.58 7.9 1314202 1324599 1389770.32 6.6 1444873.79 4.83 4.31 7.41 7685.51 1874.2 1238312. 2008 Dari tahun 1990 hingga tahun 1996.6 1081248 1151490.59 61. Di bidang moneter.75 11.8 9333.82 2.19 10.25 77.81 8.89 23.43 5.54 8.6 1504380.33 Sumber : BPS dan Bank Indonesia. dan memuncak pada tahun 1998 sebesar 35.1 1986.98 8.83 2188.07 2104.1 1018622.17 23.65 15. Saat tahun 1996 suku bunga hanya bekisar 12.8 1750815.13 %.49 15.75 49.07 21.24 -25. Mengingat kompleksnya masalah yang dihadapi.6 -66.53 17.02 3.75 21. Sehingga pada tahun 1998.62 -35.52 11.43 3.43 -8.96 59.01 23819 26341 28779 36805 45374 52677 64089 78343 101197 124633 162186 177731 191939 233799 253818 281905 361073 433424 470905 10.92 3.27 -4.96 7.3 1660578.84 6.26 9444.56 11.5 7.13 0. Dengan jumlah suku bunga yang jauh melambung tinggi.96 -19.01 2355.82 4.52 %. Langkah kebijakan yang diambil selama krisis ini terfokus kepada mengembalikan kestabilan makroekonomi dan membangun kembali infrastruktur ekonomi.98 19.51 6. pertumbuhan Produk Domestik bruto (PDB) Indonesia mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak begitu besar perbedaannya.98 2065. ditempuh kebijakan moneter ketat untuk .59 9. khususnya di sektor perbankan dan dunia usaha.22 7.6 1572199.85 31.6 11324.32 9086.28 16.73 -10.2 1442984.93 1.1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 949641.16 30.99 12.93 4 4.19 -29.04 8.9 9223.93 8. Pada saat itu pemerintah Indonesia mengalami krisis yang amat pelik.14 -7.62 5.79 21.24 29.7 -13.08 20.72 21.62 12.3 1512780.81 8487.27 -26.44 35.2 1847292 1963974.41 21.26 6.51 56.25 4.93 14.17 9857.15 6.07 28.92 8. Sampai lah pada tahun 1997 perekonomian Indonesia mengalami kemerosotan akibat kriris yang berkepanjangan.13 9.33 13.42 8906.8 20 35.47 10269.73 -13.88 -7.99 21.16 10. strategi umum dari programprogram ekonomi yang diterapkan di negara-negara yang mengalami krisis serupa bertumpu pada empat bidang pokok: a.03 104.66 6.43 11.8 % lalu naik pada tahun 1997 sebesar 20 %.7 7.7 8.21 -19. pertumbuhan perekonomian Indonesia mengalami turunan drastis yaitu sebesar -13.96 2286.21 -6.66 22.51 5.3 1340101.

Apalagi Undang-undang No. dan kegiatan-kegiatan yang kurang produktif lainnya. Untuk mencapai tujuan di atas. ditempuh kebijakan yang lebih terfokus kepada upaya relokasi pengeluaran untuk kegiatan-kegiatan tidak produktif kepada kegiatan-kegiatan yang diharapkan dapat mengurangi social cost yang ditimbulkan oleh krisis ekonomi. sektor usaha. Bank Indonesia hingga saat ini masih menerapkan kerangka kebijakan moneter yang didasarkan pada pengendalian jumlah uang beredar. Di dalam kerangka tersebut Bank Indonesia berupaya mengendalikan uang primer sebagai sasaran operasional kebijakan moneter.mengurangi laju inflasi dan penurunan atau depresiasi nilai mata uang lokal secara berlebihan. dan sektor perbankan akan terhambat. Salah satu bentuknya adalah dengan program Jaring Pengaman Sosial. Di bidang fiskal. Di bidang perbankan. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia secara jelas menyebutkan bahwa tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang di dalamnya mengandung pengertian kestabilan harga dan kestabilan nilai tukar rupiah. yaitu M1 dan M2. Selanjutnya. ditempuh kebijakan untuk memperbaiki kemampuan pengelolaan baik di sektor publik maupun swasta. c. Oleh karena itu. Pemulihan Ekonomi Melalui Kebijakan Moneter Kestabilan harga dan nilai tukar merupakan prasyarat bagi pemulihan ekonomi karena tanpa itu aktivitas ekonomi masyarakat. diharapkan juga ikut terkendali. dengan jumlah uang beredar . yaitu: mengatasi dampak krisis dan menghindari terjadinya krisis serupa di masa datang. monopoli. b. Dengan jumlah uang primer yang terkendali maka perkembangan jumlah uang beredar. tidaklah berlebihan kiranya jika fokus utama kebijakan moneter Bank Indonesia selama krisis ekonomi ini adalah mencapai dan memelihara kestabilan harga dan nilai tukar rupiah. ditempuh kebijakan yang akan memperbaiki kelemahankelemahan sistem perbankan berupa program restrukturisasi perbankan yang bertujuan untuk mencapai dua hal. Termasuk di dalamnya upaya mengurangi intervensi pemerintah. Di bidang pengelolaan (governance).

upaya memperlambat laju pertumbuhan uang beredar telah mendorong kenaikan suku bunga domestik secara tajam. Kebijakan Moneter Bank Indonesia Pasca UU No. Kebijakan moneter ketat tersebut tercermin pada pertumbuhan tahunan sasaran indikatif uang beredar yang terus ditekan dari level tertinggi 30. Di tengah tingginya ekspektasi inflasi dan tingkat risiko memegang rupiah. Dengan menggunakan kerangka kebijakan moneter seperti telah diuraikan di atas. krisis ekonomi sesungguhnya telah melahirkan . 23/99 Dari sisi pengelolaan moneter. penguatan nilai tukar rupiah. Suku bunga SBI bulan yang selama ini menjadi patokan (benchmark) bagi bank-bank terus menurun dari level tertinggi 35. Kebijakan moneter ketat terpaksa dilakukan karena dalam periode itu ekspektasi inflasi di tengah masyarakat sangat tinggi dan jumlah uang beredar meningkat sangat pesat.13% pada tahun 2000 menjadi 9. terutama selama tahun 1998. dan penurunan suku bunga membentuk suatu lingkaran yang saling memperkuat sehingga membuka peluang bagi pemulihan ekonomi. Penurunan suku bunga SBI yang cukup tajam itu diikuti oleh suku bunga pasar uang antarbank (PUAB) dan simpanan perbankan dengan laju penurunan yang hampir sama Suku bunga kredit (kredit modal kerja) pun mengalami penurunan meskipun tidak secepat dan sebesar penurunan suku bunga simpanan perbankan. Bank Indonesia pada periode awal krisis ekonomi.52% pada tahun 1998 menjadi 7. Penurunan laju inflasi. menerapkan kebijakan moneter ketat untuk mengembalikan stabilitas moneter.yang terkendali diharapkan permintaan agregat akan barang dan jasa selalu bergerak dalam jumlah yang seimbang dengan kemampuan produksi nasional sehingga harga-harga dan nilai tukar dapat bergerak stabil.43% pada akhir April 2004.. Suku bunga yang tinggi diperlukan agar masyarakat mau memegang rupiah dan tidak membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak mendesak serta tidak menggunakannya untuk membeli valuta asing.58% pada tahun 2001.

Dari pengalaman itu pula yang kemudian melahirkan persetujuan DPR atas Undang Undang No. . inflasi yang tinggi akan sangat menyulitkan kalkulasi perencanaan bisnis dan dengan demikian akan berdampak buruk bagi aktivitas perekonomian dalam jangka panjang. Pengalaman tersebut telah memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga bahwa bank sentral dengan segala keterbatasan yang dimilikinya harus kembali kepada fungsi utamanya sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap kestabilan nilai mata uang yang dikeluarkannya. Bagi kalangan dunia usaha. Bagi masyarakat secara umum. Bagi banyak ekonom. yaitu “mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah”. kestabilan harga merupakan sesuatu yang sangat penting khususnya bagi golongan masyarakat berpendapatan tetap. dan sekaligus perannya dalam institusi kenegaraan di Republik ini.suatu pemikiran ulang bagi peran Bank Indonesia yang seharusnya dalam perekonomian. Pasal 7 dalam UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia mengamanatkan tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah sebagai sasaran kebijakan moneter. telah terbentuk semacam kesepakatan bahwa inflasi yang tinggi akan berdampak buruk bagi proses pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. pemikiran ulang ini diformulasikan dalam suatu tujuan kebijakan moneter yang jauh lebih fokus dibandingkan dengan UU sebelumnya. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulannya. Dengan kebijakan moneter yang di ambil pemerintah atau tepatnya Bank Indonesia yaitu dengan menekan lajunya uang beredar dan menstabilkan suku bunga SBI perekonomian Indonesia semakin membaik. Inflasi yang tinggi seringkali dikategorikan sebagai musuh masyarakat nomor satu karena dapat menggerogoti daya beli dari pendapatan yang diperoleh masyarakat. Dalam UU tersebut. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang mengamanatkan suatu perubahan yang sangat mendasar dalam hal pengelolaan moneter. pada tahun 1997 Indonesia mengalami kegoncangan perekonomian akibat kirisis yang berkepanjangan.

Akibat adanya pengalaman krisis moneter tersebut DPR membuat persetujuan yaitu Undang Undang No.com Ascarya . Michael P dan Stephen C. 2004 . “ Teori Makroekonomi . 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang mengamanatkan suatu perubahan yang sangat mendasar dalam hal pengelolaan moneter. “Pembangunan ekonomi di Dunia Ketiga . Jakarta : Bank Indonesia Todaro.Gregory . Edisi Kelima “ . Jakarta : Erlangga Diposkan oleh oliph's blog di 21:25 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: makalah Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog  ▼ 2012 (6) o ► Mei (1) o ▼ April (2)  Krisis Ekonomi Dan Kebijakan Moneter di Indonesia  Dilema Terminal Air pacah di Kota Padang . ”Inrumen-Inrumen Pengendalian Moneter”. Google. yaitu “mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah”. pemikiran ulang ini diformulasikan dalam suatu tujuan kebijakan moneter yang jauh lebih fokus dibandingkan dengan UU sebelumnya. Smith . DAFTAR PUSTAKA www. 2002. Dalam UU tersebut. Jakarta : Erlangga Mankiw. N. Edisi Kedelapan ”.

. Gambar template oleh luoman.o ► Januari (3) Mengenai Saya oliph's blog Lihat profil lengkapku Template Travel. Diberdayakan oleh Blogger.