You are on page 1of 9

Karies Sekunder Karies sekunder menurut Tarigan (1995) merupakan salah satu kegagalan tumpatan yaitu timbulnya proses

karies baru dipermukaan gigi, dinding kavitas, di tepi dan di bawah tumpatan. Sedangkan Tarigan Kidd dan Bechal (1991), karies sekunder adalah karies yang tetap terjadi di jaringan sekitar tumpatan sehingga menggagalkan usaha penumpatan tersebut. Karies sekunder biasa disebut karies rekuren. Karies sekunder terjadi pada margin restorasi, karies rekuren atau karies sekunder mencerminkan bahwa terjadi kegagalan hasil control plak. Lesi karies sekunder yang paling sering terjadi terletak pada margin gingival kelas II-V restorasi. Karies ini jarang didiagnosis pada restorasi klas I.

Ditched amalgam restorations

A cavitated carious lesion, full of plaque, is present at the cervical margin of the restoration in this molar.

1

Gambar 2. atau ion hidrogen diantara tumpatan dan dinding kavitas. 1991) 2 . Bila tumpatan telah di letakkan. Bagian gigi yang menghadap kepermukaan tumpatan merupakan daerah yang paling mudah terserang karies.1). Lesi karies terlihat dalam dua lesi dinding kavitas terbentuk ssebagai akibat kebocoran antara restorasi dan dinding kavitas (dikutip dari Kidd dan Beckhal. dan molekul atau ion (Tarigan. cairan. Pemeriksaan histologik lesi dini karies sekunder memberikan beberapa indikasi tentang bagaimana lesi dibentuk. Celah di sekitar tepi tumpatan yang tidak terdeteksi ini secara klinik dikenal dengan “celah mikro”. Hal ini disebabkan oleh karena celah yang terdapat pertemuan kedua permukaan ini merupakan tempat yang baik untuk berkumpulnya kuman. molekul.1 Diagram mengenai karies sekunder. 1995). Suatu ”lesi luar” yang dibentuk pada permukaan gigi sebagai akibat dari karies pertama dan kavitas „ lesi dinding‟ yang hanya akan terlihat bila ada bakteri.Etiologi Karies Sekunder. cairan ludah. email disekitar tumpatan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu email permukaan dan email pada dinding kavitas. Oleh karena itu lesi karies sekunder terdiri dari dua bagian ( Lihat gambar 2.

maka karies baru yang berupa lesi di sekitar tumpatan dapat di lihat dengan ketajaman mata dengan ketentuan gigi bersih dan kering. Perubahan warna pada daerah sekitar tumpatan dapat juga menunjukkan proses demineralisasi. Mengingat sulitnya mendiagnosa karies sekunder. Penanganan Masalah yang biasa timbul pada tumpatan amalgam adalah kerusakan atau pecahnya daerah tepi yang biasa disebut tumpatan berparit (ditching). isotop radioaktif. Walaupun menyebabkan plak mudah melekat dan menimbulkan karies sekunder amalgam tidak harus diganti. Bila tidak terlihat adanya karies maka lesi harus diawasi atau diperbaiki bagian yang pecahnya saja. Perlu diperhatikan bahwah sebelum melakukan penumpatan permanen 3 . (Kidd dan Bechal 1991). pada akhirnya semua tumpatan akan mengakibabkan kegagalan. Perubahan warna ini juga dapat disebabkan oleh korosi dari amalgam atau pantulan cahaya dari amalgam melalui email yang relative transparan. Jika kemudian ditemukan karies sekunder maka seluruh tumpatan dibuang dan diganti dengan tumpatan baru. Pencegahan Hal yang sangat penting dilakukan oleh dokter gigi untuk menerangkan kepada pasien bahwa penumpatan tidak menyebabkan jaringan gigi sekitar tumpatan menjadi imun terhadap karies. Pemeriksaan dilakukan dengan beberapa cara termasuk dengan cara pewarnaan. Gambaran klinis Karies sekunder merupakan karies yang umumnya ditandai dengan diskolorisasi pada tepi tumpatan.Banyak metode yang dibuat selama 25 tahun ini untuk menguji sifat kebocoran tepi bahan tumpatan baik pada pemeriksaan laboratorium atau langsung di dalam mulut. dan karies buatan. Hal ini berarti bahwa timbulnya karies berjalan terus. scaning electron microscopy. Umumnya berwarna putih atau kecokelatan. Namun lesi pada tepi ginggiva memerlukan suatu fotograf bite-wing. Dari semua percobaan ini menyimpulkan bahwa semua yang ada saat ini bocor. Dan bila tumpatan terjadi kebocoran maka sesungguhnya penyebaran dimeneralisasi terjadi di sepanjang dinding kavitas.

tepi kavitas biasanya harus dapat dilalui oleh serabut sikat gigi. karies akar ialah lesi progresif yang lunak yang terdapat pada permukaan akar yang telah kehilangan jaringan ikat yang melekat pada gigi (gingiva) sehingga permukaan tersebut terpapar secara langsung dengan 4 . Pelekatan tepi kavitas di daerah yang dapat dibersihkan mempunyai keuntungan tambahan yaitu dokter gigi dapat memproleh jalan masuk yang baik pada waktu meletakkan tumpatan dan pada kunjungan berikutnya pemeriksaan kembali ada tidaknya karies sekunder dapat dengan mudah dilakukan. Pengendalian plak dan teknik penumpatan Sudah cukup dikenal bahwa karies terbentuk di daerah penumpukan plak. Beberapa cara spesifik untuk mencegah karies rekuren/sekunder adalah sebagai berikut : 1. Hal ini berarti pada permukaan oklusal tepi kavitas tidak berakhir pada bagian fisur yang dalam di mana plak cenderung untuk berkumpul kecuali fisur yang sudah tertutup. benang gigi dan lain-lain. pengawasan plak. Karena itu. Dahulu dikatakan bahwa batas tepi kavitas harus terletak diantara yang bisa bersih sendiri (self cleaning area) akan tetapi sekarang ini diketahui bahwa cara ini tidak dapat diandalkan dalam upaya pengendalian plak.perkembangan penyakit yang lebih lanjut harus dicegah dengan penjelasan mengenai diet. Batas antara gigi dan tumpatan harus dapat dibersihkan dengan mudah. Karies akar Menurut Hazen. dan peningkatan daya tahan gigi dengan bantuan fluor. Tepi bukoaxial dan bukolingual daerah proksimal kavitas klas II tidak boleh berada pada dititik kontak tetapi harus ditarik ke embrasure sehingga mudah dibersihkan dengan sikat gigi. Pada pasien dengan menggunakan benang gigi tumpatan tidak perlu diperluas sampai ke embrasur. Batas antara tumpatan dan gigi merupakan daerah yang potensial terhadap kemungkinan terjebaknya plak. sehingga beberapa aspek dalam preparasi kavitas sangat relevan dengan usaha pencegahan karies sekunder.

Asam ini selanjutnya melewati struktur akar dan memulai proses demineralisasi yang melepaskan ion kalsium dan fosfat. Proses ini menyebabkan pH mencapai nilai kritis 6.22 Lactobacillus dan Actinobacillus dipercaya juga memiliki peranan.4 untuk demineralisasi sementum dan dentin. Kecepatan demineralisasi akar lebih cepat dibanding enamel dan terjadi pada Ph yang lebih tinggi.21 dan Streptococcus mutans ditemukan sebagai mikroorganisme utama. dan ketika pH permukaan akar telah normal. Sejak tahun 1970. Remineralisasi dapat ditingkatkan dengan aplikasi fluoride. dengan kolapsnya kolagen disebabkan oleh larutnya mineral inorganik dan pembentukan kavitas. Etiologi Karies akar Karies akar mulai terjadi ketika bakteri dan karbohidrat hasil fermentasi melekat pada permukaan akar. dan faktor yang berhubungan dengan karies enamel sangat penting dalam 5 . dan 5. FAKTOR RESIKO Frekuensi dimana terjadinya karies akar dapat berkorelasi dengan karies koronal.25 Pengaruh dramatik terjadi selama proses ini. yang melarutkan plak yang terdapat pada permukaan gigi. remineralisasi oleh deposisi ion kalsium dan phospat dapat terjadi.23 Candida albicans telah diidentifikasi dalam lesi lunak tetapi tidak dianggap berperan dalam terjadinya lesi ini. karena kandungan mineral pada akar (55%) lebih sedikit disbanding enamel (99%). Mikroorganisme memetabolisme gula sederhana menjadi asam organik.lingkungan rongga mulut yang mengakibatkan bakteri dan plak akan terakumulasi di bagian tersebut. penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi mikroflora yang responsif terhadap karies akar.5 untuk demineralisasi enamel.

3. drifting. Pemeriksaan gigi yang jarang. Diabetes. gangguan autoimun (seperti sindrom Sjogren‟s). Karies akar telah ditemukan berhubungan dengan factor intraoral dan ekstraoral. 8. 7. dimana klamer dan konektor berperan terhadap retensi makanan. 5. 7. Pengetahuan mengenai penyebab lesi karies akar akan menyebabkan klinisi membuat diagnosis dan pencegahan yang lebih baik untuk pasien. Penyakit periodontal dan bedah periodontal. Gigi penyangga overdenture dan gigi tiruan sebagian lepasan. 2. sedatif. abfraksi. Rendahnya aliran saliva menghasilkan xerostomia. Obat-obatan yang mengurangi aliran saliva. 9. Antipsikotik. atau terapi radiasi. Karies koronal dan karies akar yang tidak direstorasi dan direstorasi. dan tipping. 3.menentukan awal terjadinya karies akar. Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah. 9. FAKTOR INTRAORAL KARIES AKAR 1. Mikroorganisme yang meningkat dalam saliva. dimana insidens karies akar tinggi pada dewasa tua. Maloklusi. Paparan terbatas terhadap air yang mengandung fluoride. yang disebutkan di bawah ini. Hilangnya perlekatan dan resesi gingiva. 8. barbiturat. Usia lanjut. Frekuensi intake karbohidrat dan persentase plak yang terdapat pada permukaan gigi. 5. 4. dimana pria lebih cenderung terkena dibanding wanita. 6. 2. FAKTOR EKSTRAORAL 1. 4. Kapasitas buffer saliva yang rendah. Ketidakmampuan fisik (seperti penyakit Parkinson‟s) dimana pasien memiliki keterbatasan kemampuan manual sehingga menyulitkan pembersihan plak selama menyikat gigi. 6. dan antihistamin. 6 . Jenis kelamin. Oral hygiene yang buruk menghasilkan skor plak yang tinggi dan deposisi kalkulus. dimana daerah gigi tidak dapat dijangkau oleh pasien untuk menjaga kebersihan mulut yang baik.

yang mengakibatkan larutnya mineral dari jaringan kalsifikasi. Regio ini dapat Nampak sebagai daerah outline yang berwarna putih atau diskolorisasi (coklat atau hitam). dan abfraksi. dengan atau tanpa kavitas pada permukaan akar yang terpapar atau pada margin restorasi yang ada. licin. yang 7 . Ini disebabkan oleh abrasi mekanik. Penting untuk memahami sifat dan perbedaan lesi permukaan akar yang dapat terjadi. Karies permukaan akar merupakan lesi yang lunak. atau pada karies akar gigi primer dan decay rekuren. Pecandu alkohol ataupun narkotika. berbatas tajam dan mengkilat. Ini disebabkan oleh adanya plak bakteri dan konsumsi gula yang berulang. yang terdiri dari goresan dan bebas plak. sedangkan erosi permukaan akar merupakan lesi yang keras dan relatif halus yang terjadi di daerah yang bebas plak. Lesi ini tidak memiliki batas dan terbentuk ketika etsa asam mengenai jaringan mineralisasi. jadi defenisi dari lesi karies akar yang bervariasi diringkaskan sebagai berikut. seperti penyikatan gigi. Regio dimana karies akar mulai terjadi mungkin berbentuk bulat atau oval. seperti terjadi dari konsumsi berlebihan buah atau jus yang mengandung asam phospor atau asam sitrat. Abrasi permukaan akar merupakan lesi yang keras. Dari satu regio selanjutnya dapat menyebar disekelilingnya dan bergabung dengan regio karies akar lainnya. Karies akar lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Molar mandibula merupakan gigi yang paling rentan terhadap karies akar. caninus.10. dan progresif yang terjadi pada apikal ke CEJ. yang mengakibatkan hilangnya struktur gigi pada daerah servikal dan berkembangnya takik berbentuk V yang menyebabkan struktur gigi menjadi lebih lemah. diikuti oleh premolar. Gambaran klinis Karies akar dapat terjadi di daerah yang abrasi. Abfraksi merupakan proses mekanik yang melibatkan perubahan bentuk gigi dan kelenturan oleh tekanan eksentrik. erosi. dan dapat dimulai pada satu atau lebih bagian pada gigi. dan incisivus. Karies permukaan akar mulai terjadi saat hilangnya perlekatan periodontal dan permukaan akar menjadi terpapar dengan lingkungan mulut. tidak beraturan.15 Terjadinya karies akar ini pada apical ke cementoenamel junction (CEJ).

modifikasi diet. dan polish) dan menghindari penempatan margin restorasi di koronal jaringan sekitarnya. Tindakan pencegahan yang tepat dengan menghilangkan plak. Klinisi harus memberikan perhatian khusus kepada pasien karies akar yang menggunakan protesa gigi.05%. pemeliharaan dengan teknik penyikatan gigi. Tindakan pencegahan meliputi mendidik pasien dan orang-orang yang menolong mereka untuk menghindari makanan yang mengandung gula. fluoride merupakan agen yang tepat untuk pencegahan karies akar karena mengawali proses remineralisasi dan mengurangi laju demineralisasi.31 Terdapat banyak metode untuk menyediakan fluoride. Ini diperoleh dengan penanganan jaringan lunak yang tepat selama prosedur protesa cekat (misalnya desain. obat kumur chlorhexidine 8 . Banyak pasien lanjut usia yang dalam pengobatan dengan efek samping antikolinergik. dan orang-orang yang tinggal di daerah air berfluoride umumnya kurang cenderung mengalami karies dibandingkan yang tinggal pada daerah yang kekurangan air berfluoride. Pencegahan Pencegahan karies akar memerlukan penilaian dan observasi yang tepat mengenai tingkat resiko karies pada pasien.30 ditunjukkan menghambat lesi karies aktif secara signifikan. Untuk protesa lepasan. dan penggunaan fluoride topikal22. Fluoride dalam air minum menghasilkan peningkatan resistensi terhadap karies akar.jarang terlibat. kontur. Dokter mereka perlu untuk menasehati pasien mengenai efek samping beberapa obat. Untuk menghilangkan akumulasi plak. Pasien lanjut usia (khususnya dengan kemampuan manual yang terbatas) perlu untuk diajarkan mengenai kontrol plak dengan penggunaan sikat interproksimal atau alat oral hygiene elektrik. urutan ini sebaliknya pada maxilla. dan oral hygiene yang tepat. Seperti yang dinyatakan sebelumnya. dan mendapatkan cek up gigi yang teratur. sehingga tindakan pencegahan yang diperlukan dapat dilakukan.25. Permukaan facial gigi merupakan yang paling rentan terhadap lesi ini.32 Produk fluoride topikal tersedia dalam obat kumur sodium fluoride 0. retainer dan plane seharusnya ditempatkan pada daerah yang mudah dibersihkan yang membolehkan aliran saliva.

33 produk lainnya adalah pasta gigi yang mengandung sodium fluoride 1100 ppm. dengan 4 kali aplikasi setelah 2-4 minggu.31 Varnish yang mengandung fluoride juga telah efektif melawan karies akar. dan dalam gel sodium fluoride netral 1.12%.22 Aplikasi adesif dentin dapat memiliki pengaruh merugikan pada permukaan akar yang terdemineralisasi.34 permen karet yang berfluoride yang efektif khususnya pada pasien dengan aliran saliva yang rendah dan permen karet yang mengandung xylitol yang menstimulasi aliran saliva dan mengurangi pembentukan plak. walaupun penelitian tidak menunjukkan keefektifannya dalam mencegah karies pada orang dewasa.0.1% menggunakan teknik sendok cetak 5 menit.31. 9 .