You are on page 1of 8

SIMTOMATOLOGI PSIKIATRI

Manusia bereaksi secara keseluruhan, secara holistik atau dapat dikatakan gejala yang menonjol terdapat pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin dibadan (somatogenik), lingkungan sosial (sisiogenils) ataupun psike (psikogenik). Biasanya tidak terdapat penyebab tunggal, akan tetapi beberapa penyebab sekaligus dari berbagai unsur saling mempengaruhi atau kebetulan terjadi bersamaan, lalu timbullah gangguan badan ataupun jiwa dan menandakan dekompensasi proses adaptasi dan terdapat terutama pada pemikiran, perasaan dan perilaku. Hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku adalah keturuan dan konstitusi, umur dan sex, keadaan badaniah, keadaan, keadaan psikologik, keluarga, adat istiadat, kebudayaan dan kepercayaan, pekerjaan, pernikahan dan kehamilan, kehilangan dan kematian orang yang dicintai, agresi, rasa bermusuhan, hubungan antar manusia. Psikiatri dipenuhi oleh fenomenologi dan penelitian fenomena mental. Dokter psikiatri harus belajar untuk menguasai observasi yang teliti dan penjelasan yang mengungkapkan keterampilan termasuk belajar bahasa baru. Bagian bahasa didalam psikiatri termasuk pengenalan dan definisi tanda dan gejala perilaku dan emosional. Tanda (sign) adalah temuan objektif yang diobservasi oleh dokter (afek yang terbatas dan retardasi psikomotor). Gejala (symptom) adalah pengalaman subjektif yang digambarkan oleh pasien (mood yang tertekan dan berkurangnya tenaga). Suatu sindroma adalah kelompok tanda dan gejala yang terjadi bersama-sama sebagai suatu kondisi yang dapat dikenali yang kurang spesifik dibandingkan gangguan atau penyakit yang jelas. Dalam kenyataannya sebagian besar kondisi psikiatrik adalah sindroma. Menjadi ahli didalam mengenali tanda dan gejala spesifik memungkinkan dokter dapat mengerti dalam berkomunikasi dengan dokter lain, membuat diagnosis secara akurat, menangani pengobatan dengan berhasil, memperkirakan prognosis dengan dapat dipercaya dan menggali masalah psikopatologi, penyebab dan psikodinamika secara menyeluruh.

Simtomatologi psikiatri adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala gangguan jiwa. Gejala artinya pengalaman subyektif yang digambarkan oleh pasien. Macam macam simtomatologi psikiatri antaralain:

I. Kesadaran Gangguan kesadaran paling sering berhubungan dengan adanya kelainan pada otak. 1. Disorientasi : gangguan orientasi waktu, tempat, orang.

. C. 4. suara monoton dan wajah tidak bergerak. Depresi : kesedihan yang psiko patologis. 3. Afek datar : tidak ada atau hampir tidak ada ekspresi afek. Euforia : elasi kuat dengan perasaan kuat dengan perasaan kebesaran. 6. Kesadaran berkabut : kejernihan ingatan yang tidak lengkap. Elasi : perasaan menyenangkan dan gembira yang berlebihan. Afek : ekspresi emosi yang terlihat Afek serasi : irama emosional sesuai gagasan. 2. subjektif dan dilaporkan pasien pada orang lain. Agitasi : kecemasan berat diserati kegelisahan motorik. Delirium : bingung. 5. 3. pikiran. 4.2. takut dan halusinasi. disorientasi. A. Afek tumpul : penurunan berat intensitas irama perasaan yang di ungkapkan keluar. Stupor : hilangnya reaksi dan ketidak sadaran lingkungan sekeliling. Panik :cemas akut episodik dan kuat. Ketegangan : peningkatan aktifitas motorik dengan psikologis yang tidak menyenangkan. Emosi lain 1. puas diri sendiri atau optimis. 1. Somnolen : mengantuk yang abnormal. 2. Anhedonia : hilang minat menarik diri dari semua aktifitas rutin yang menyenangkan. 1. 2. 5. Drowsiness : cenderung selalu tidur II. Afek labil : perubahan irama perasaan cepat dan tiba-tiba tidak berhubungan stimuli eksternal. Emosi Emosi adalah keadaan perasaan yang komplek berhubungan dengan afek dan mood. Afek tidak serasi : ketidak sesuaian antara perasaan emosional dengan gagasan pikiran atau pembicaraan yang menyertai. 4. atau pembicaraan yang menyertai. 3. Kecemasan : ketakutan disebabkan dugaan bahaya dari dalam atau luar. gelisah. Afek sempit : penurunan intensitas irama perasaan yang kurang parah dibawah afek tumpul. 4. Mood Mood adalah emosi meresap dan dipertahankan. 3. B.

Tremor : gangguan pergerakan ritmik. 9. Perilaku motorik : aspek jiwa yang termasuk impuls. 8. III. 3. aktivitas destruktiv. 7. Hiperaktivitas : kegelisahan. seperti yang diekspresikan oleh prilaku. Hipersomnia : tidur yang berlebihan. 12. dan meningkat pada waktu marah dan ketegangan. berkurang saat istirahat dan tidur. Ekoprasia : peniruan gerakan yang patologis seseorang pada orang lain. 4. Anoreksia : menurunnya nafsu makan. Ataksia : kegagalan koordinasi otot. motivasi. 3. Distonia : Perlambatan kontraksi terus menerus dari tubuh. IV. 5. Berpikir . 2. 4. dorongan. 10. Mutisme : tidak bersuara tanpa kelainan struktural. 11. D. Kejang tonik : kejang dimana terjadi kontraksi otot yang terus menerus. Ambivalensi :teradap sama-sama dua impuls yang berlawanan. Katatonia : terlihat pada skizofrenia katatonik dan beberapa kasus penyakit pada otak. 1. Bulimia : perasaan lapar yang tidak habis-habisnya dan makan yang berlebih. 1.5. Katapleksi : hilangnya tonus otot dan kelemahan sementara yang dicetuskan oleh berbagai keadaan emosional. 2. Tik : pergerakan motorik yang spasmodik dan tidak disadari. Konvulsi : kontraksi ototatau spasme yang involunter. instink dan idaman. 13. harapan. 6. Kejang klonik : kejang dimana otot secara bergantian kontaksi dan relaksasi. Gangguan psikologis yang berhubungan dengan mood : tanda disfungsi somatik pada seseorang paling sering berhubungan dengan depresi. agresif. seringkali disertai dengan patologik otak dasar. Negativisme : tahanan tanpa motifasi terhadap semua usaha untuk menggerakkan terhadap semua instruksi. Insomnia : menurunnya kemampuan untuk tidur. Hiperfagia : meningkatnya nafsu makan. 5.

C. Psikosis : ketidakmampuan untuk membedakan kenyataan dari fantasi. 4. simbol. Asosiasi longgar : penyimpangan yang mendadak dalam urutan pikiran tanpa penghambatan. Sirkumstansialitas : berbicara yang tidak langsung dan lambat dalam mencapai tujuan tetapi akhirnya dari titik awal mencapai tujuan yang diharapkan. 2. dan samasekali tidak . Waham bizar : keyakinan palsu yang aneh. 7. 3. 2. 3. yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan. Gangguan umum dalam bentuk atau proses berpikir 1. A. Ekolalia : pengulangan kata-kata atau frase-frase seseorang oleh seseorang lain secara psikopatologis. Waham : keyakinan palsu. disertai dengan penderitaan atau ketidakmampuan. B. Gangguan spesifik pada isi pikir 1. didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang kenyataan eksternal. 5. 6. Blocking : terputusnya aliran berpikir secara tiba-tiba sebelum pikiran atau gagasan diselesaikan. 2.Berpikir adalah aliran gagasan. Berpikir autistik : preokupasi dengan dunia dalam dan pribadi. Tangensialitas : ketidakmampuan untuk mempunyai asosiasi pikiran yang diarahkan oleh tujuan. Inkoherensi : pikiran yang biasanya tidak dapat dimengerti. Gangguan mental : sindrom prilaku yang bermakna secara klinis. tidak sejalan dengan inteligensia pada pasien dan latar belakang kultural. Flight of ideas : verbalisasi atau permainan kata-kata yang cepat dan terus menerus yang menghasilkan pergeseran terus menerus dari satu ide ke ide lain. dan asosiasi yang di arahkan oleh tujuan dimulai oleh suatu masalah dan mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan. Gangguan spesifik pada bentuk pikir 1. mustahil.

14. Sisi pikir : waham bahwa pikiran pasien dihilangkan dari ingatannya oleh orang lain atau tenaga lian. 10.masuk akal. kekuatan atau identitas seorang yang berlebihan. 8. 7. Fobia : rasa takut patologis yang resisten. 5. menyebabkan keinginan yang memaksa untuk menghindaristimulus yang ditakuti. 15. 13. Waham nihilistik : perasaan palsu bahwa diringa. Kompulsi : kebutuhan yang patologis untuk melakukan suatu impuls yang jika ditahan. . Siar pikir : waham bahwa pikiran pasien dapat didengar oleh orang lain seperti pikeran mereka sedang disiarkan ke udara. Ailurofobia : rasa takut terhadap kucing. Panfobia : rasa takut terhadap segala sesuatu. Fobia sosial : rasa takut akan keramain masyarakat. irasional. Klaustrofobia : rasa takut terhadap tempat yang tertutup. 3. Agorafobia : rasa takut terhadap tempat yang terbuka. Waham kebesaran: gambaran kepentingan. dan dunia adalah tidak ada atau berakhir. tanpa akhir yang sebenarnya dalam diri selain dari pada untuk mencegah sesuatu dari terjadi di masa depan. yang disertai dengan kecemasan. perilaku berulang sebagai respon suatu obsesi atau dilakukan menurut aturan tertentu. 9. berlebihan dan selalu terjadi terhadap suatu jenis stimulasi atau situasi tertentu. Fobia sederhana : rasa takut dengan obyek yang jelas. 16. menyebabkan kecemasan. Akrofobia : rasa takut terhadap tempat yang tinggi. 18. 12. 11. 6. Obsesi : ketakutan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan yang tidak dapat di tentang yang tidak dapat di hilangkan dari kesadaran oleh usaha logika. orang lain. 4. Algofobia : rasa takut terhadap rasa nyeri. 17. Zoofobia : rasa takut terhadap binatang.

mungkin tredapat atau tidak terdapat interpretasi waham tentang pengalaman halusinasi. perubahan kognisi dan keadaan mood biasanya terjadi . yang mengandung semburan yang cepat dan menyentak. 4. 2. Gagap : pengulangan atau perpanjangan suara atau suku kata yang menyebabkan gangguan kefasihan bicara yang jelas.V. Halusinasi : presepsi sensori yang palsu tidak disertai dengan stimuli eksternal yang nyata. Aura : sensasi perasaan akan adanya bahaya seperti rasa penuh pada lambung. komunikasi melalui penggunaan kata-kata dan bahasa. Halusinasi auditoris : presepsi bunyi yang palsu. B. Kekacauan : bicara yang aneh dan distrimik. Halusinasi visual : presepsi palsu tentang penglihatan yang berupa citra yang berbentuk dan citra yang tidak berbentuk. 4. pikiran. Gangguan yang berhubungan dengan gangguan kognitif 1. VI. Disprosodi : hilangnya irama bicara yang normal. A. perasaan yang di ekspresikan melalui bahasa. Gangguan bicara 1. Presepsi Presepsi adalah proses stimulasi fisik nenjadi informasi psikologis. Agnosia visual : ketidakmampuan untuk mengenali benda atau orang. wajah memerah. Somatopagnosia : ketidak mampuan untuk mengenali suatu bagian tubuh sebagai milik tubuhnya sendiri. 5. 3. bertalian dan logis. Bicara Bicara adalah gagasan. Logorrhea : bicara yang banyak sekali. Ilusi : mispresepsi terhadap stimuli eksternal yang nyata. Gangguan presepsi 1. 2. 2. dan perubahan respirasi. Agnosia : ketidakmampuan untuk mengenali dan menginterpretasikan kepentingan kesan sensoris. 4. Anosognosia : ketidakmampuan untuk mengenali suatu defek neurologi yang terjadi pada dirinya. 3. 3.

Represi : suatu mekanisme pertahanan yang di tandai oleh pelupaan secara tidak disadari terhadap gagasan yang tidak diterima. Agak lama (recent past) : pengingatan peristiwa yang telah lewat selama beberapa bulan. 3. Kepribadian ganda : satu orang yang tampak pada waktu yang berbeda menjadi dua atau lebih kepribadian dan karakter yang sama sekali berbeda. Letologika : ketidakmampuan sementara untuk mengingat suatu nama atau kata benda yang tepat. Gangguan daya ingat 1. Daya ingat : fungsi dimana informasi di simpan di otak dan selanjutnya di ingat kembali ke kesadaran. Jauh (remote) : pengingatan peristiwa yang telah lama terjadi. Hipermnesia : peningkatan derajat penyimpangan dan pengingatan. 5. Gangguan yang berhubungan dengan fenomen koversi dan disosiatif : somatisasi material direpresi atau perkembangan gejala dan distorsi fisik yang melibatkan otot volunter dan tidak disebabkan oleh suatu gangguan fisik. C. Blackout : amnesia yang di alami oleh alkoholik berkaitan dengan perilaku selama minum. Segera (immediate) : reproduksi atau pengingatan hal-hal yang dirasakan dalam beberapa detik sampai menit. 4. Baru saja (recent) : peringatan peristiwa yang telah lewat beberapa hari. Amnesia : ketidakmampuan sebagian atau keseluruhan untuk mengingat pengalaman masa lalu 2. B. Tingkat daya ingat 1. VII. 2. A. . Dissosiasi : mekanisme pertahanan yang tidak disadari meliputi pemisahan dari kelompok proses mental atau proses prilaku dari sisa aktivitas psikis seseorang. 2. 4. 1. 6. Paramnesia : pemalsuan ingatan oleh distorsi pengingatan.sebelum serangan. 3.

Retardasi mental : kurangnya inteligensia sampai derajat dimana terdapatgangguan pada kinerja sosial dan kejuruan : ringan (IQ 50 atau 55 – 70). Demensia : pemburukan fungsi intelektual organik dan global tanpa pengaburan kesadaran. Tilikan intelektual : mengerti kenyataan obyektif tentang suatu keadaan tanpa kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam cara yang berguna untuk mengatasi situasi. Inteligensia Intelegensia adalah kemampuan untuk mengerti. menggerakan dan menyatukansecara konstruktif pelajaran sebelumnya dalam menghadapi situasi yang baru.motivasi dan emosional untuk mengatasi situasi. sedang (IQ 35 atau 40 –50 atau 55). mengingat. A. IX. B. Tilikan sesungguhnya : mengerti kenyataan obyektif tentang suatu situasi. . Insight Insight adalah kemampuan pasien untuk mengerti penyebab sebenarnya dan arti dari suatu situasi. Pseudodemensia : gambaran klinis yang menyerupai demensia yang tidak disebabkan oleh suatu kondisi organik. A.VIII. Tilikan yang terganggu : menghilangnya kemampuan untuk mengerti kenyataan obyektif dari suatu situasi. sangat berat (IQ dibawah 20 atau 25). C. B. C. disertai dengan daya pendorong. berat (IQ 20 atau 25 – 35 atau 40).