You are on page 1of 5

Scenario

A girl ( 15 years old ) and her mother , came to dentist with complaint about protrusion and crowded in her teeth , its is maked her unconfidence . from anamanesa founded she had bad habit such as thumb sucking since one years old until teen year old , sinusitis history , and oral breathing . Objective examination : the child have convex profile , ectopic teeth . The dentist doing dental impression and get analise from model . the result need space 6 mm for upper jaw and 7 mm for lower jaw . Early diagnose the treatment need extraction . to get complete diagnose , mush do x ray . Step 1 Step 7 1. Apa etiologi dari gigi protrusive dan crowded dari kasus pasien di atas ? Protrusive dan crowded akibat dari menghisap ibu jari , bernafas lewat mulut yang di sebabkan adanya sinusitis yang di sebabkan karena adanya alergi Crowded  akibat dari thumb sucking , kontriksi maxilla  paltum yang tinggi , menyebabkan sempitnya area gigi tersebut tumbuh sehingga gigi tumbuh crowded , Menghisap ibu jari : menekan bagian depan gigi rahang atas , sehingga inklinasi gigi kearah labial. Biasa terjadi pada anak” di sebabkan karena pemberian asi , faktor sosial ekonomi Crowded : akibat menghisap ibu jari juga , gigi yang crowded rahang bawah . Mekanisme crowded gigi RB akibat menghisap ibu jari : akibat tekanan jempol pada gigi bawah. Bernafas melalui mulut  menyebabkan kontraksi otot” fasial , ketidakseimbangan kerja otot menyebabkan pertumbuhan tulang maxilla agak ke depan ( menyempit ) Penyebab secara umum - Faktor keturunan : RA yang lebih prognatig di banding RB , austrenia ( memiliki karakeristik yang berbeda dengan orang eropa - Gangguan pertumbuhan tulang - Trauma sebelum lahir - Menghisap bibir bawah : adanya tekanan untuk memajukan inklinasi gigi rahang atas lebih ke depan menyebabkan gigi crowded dan juga protrusif. ( akibat kerja dari otot orbicularis oris , otot penarik faringeal , otot buccinators dan otot lidah ) - Tongue thrusting : tekanan dari lidah yang mendorong gigi I RA , itu akan membuat gigi tersebut lebih ke depan , - Penyakit pada hidung dan faring  gangguan pernafasan  bernafas melalui mulut Sinusitis bukan di sebabkan karena bernafas melalui mulut . 2. Bagaimana cara untuk memeriksakan profil muka yang convex akibat etiologi dari skenario ? - Pemeriksaan ekstra oral : secara visual , - Pemeriksaan rontgen : rontgen sefalometri( analisa skeletal , sefalomteri lateral dan sefalometri dan sefalometri anteroposterior ) Pemeriksaan rontgen karpal

pog ( titik terdepan dari dagu dari smpyhisis mandibula ) Muka lurus : pertemuan lcb – lca berada tepat 1 garis dengan glabella dengan pog analisis foto wajah arah samping ( untuk mengehatui simteri wajah lurus . analisis ukuran gigi sesuai ukuran tabel atau tidak . Apakah setiap perawatan ortodonsi harus di lakukan ekstraksi gigi ? .- - Melalui 4 titik anatomis : glabella ( titik terendah dari dahi yang terletak di tengah” antara alis mata kanan dan mata kiri ) . mesosefali dan bracisefali ) Muka cekung : Apabila muka cekung bila titik pertemuan lcb – lca berada di belakang garis antara glabela dengan pog Analisa model studi ( dapat melihat bentuk lengkung . dan panoramic ) Sim . apabila lebih besar indikasi ekstraksi Analisa menurut schward : Lurus : subnasal sejajar dengan nasal Cembung : subnasal berada di depan nasal Cekung : subnasal berada di belakang nasal 3. ex : maoklusi kelas 2 Cekung : sudut tumpul . 2007  dua buah garis yang di tarik dari pangkal hidung ( Na  A  pog ) Lurus : membentuk garis lurus Cembung : sudut yang akut menghadap jaringan lunak . lcb ( titik terdepan bibir bawah ) . ex : maoklusi kelas 3 Analisis down pada analisa sefalomteri    Minimal – 8. thumb sucking . oral breathing dengan gigi protrusive ? Sinusitis sehingga mouth breathing adanya peradangan pada sinus yang disebabkan itu pasien bernafas lewat mulut akan menyebabkan palatum tinggi dan sempit sehingga gigi protrusive dan juga menyebabkan cross bite posterior . mal relasi gigi dalam keadaan sentrik . menyebabkan sempitnya area gigi tersebut tumbuh sehingga gigi tumbuh crowded Menghisap ibu jari juga dapat menyebabkan bernafas melalui mulut karena terdapat celah .5  bentuk wajah cekung  maoklusi kelas 3 Mean > 0  jika lebih berarti lurus  Max  >10  profil wajah cembung  maoklusi kelas 2 - - Tujuan : Kecembungan jaringan lunak : analisa down ricket . melihat adanya pergeseran median line . dan simteri gigi ) Analisis foto rontgen ( periapikal . bite wing . lca ( titik terdepan bibir atas ) . diskrepansi pada model . Bagaimana hubungan sinusitis . kontriksi maxilla  paltum yang tinggi . mandibula turun  peranan otot “ buccinators dan orbicularis oris yang tegang  menyebabkan pertumbuhan maxilla menjadi sempit Thumb sucking  akibat dari thumb sucking . cekung apa cembung . pasien mouth breathing profil muka sempit mulut terbuka . Mouth breathing  ketidakatifan fungsi saluran pernafasan 4. kecembungan menghadap jaringan lunak . bentuk dolikosefali .

cekung . di lihat dari pencetakan gigi . Rahang atas dan rahang bawah di butuhkan space harus di cabut karena memerlukan ruang yang banyak Pertimbangan indikasi ekstraksi ( LI ) Jumlah kekurangan tempat : lebih dari 4 mm termasuk ortho . terjadi pergeseran garis median . Analisis ortho apa yang di gunakan untuk analisi ortho kasus tersebut ? LI Analisis skeletal : sefalometri Analisa dental : derajat protrusi Analisa profil wajah : bentuk wajah .untuk melihat malrelasi gigi tersebut (LI ) Profil penderita ( jika kesalahan menyebabkan wajah penderita lebih cekung . Keparahan maoklusi Letak berdesakan gigi gigi posterior  gigi posterior ada yang crowded di belakang harus di cabut . Mengapa dokter menyarankan untuk di lakukan ekstraksi ? Karena kekurangan tempat yang besar pada analisis . Jenis Pemeriksaan rontgen apa yang di lakukan untuk menunjang diagnose di atas ? . Analisa skeletal & profil wajah yang cembung 7. makin cembung maka di ekstraksi ( ekstraksi gigi P di cabut ) Menurut baumrind : Derajat keparahan gigi yang berjejal Derajat protrusive gigi I RA ( merupakan satu indicator . 8. Termasuk dalam klasifikasi kelas maoklusi apa? Kelas 2 divisi 1 6. sudut interincisal gigi ) Kasus yang memerlukan perbaikan profil wajah - - 5. <4 mm hanya di ekspansi Analisa profil : dari jaringan lunak . scenario gigi crowded .- - - Tergantung dari kasus nya . 9. di perlukan ekstraksi untuk memberikan ruang yang cukup pada lengkung gigi . lurus  metode down ( melihat struktur tulang Kecembungan besar indikasi ekstraksi Analisa dental : melihat diskrepansi ruang . dan kelebihan diastema ) Perhitungan lengkung gigi Apabila diskrepansi ruang besar ( 5 – 12 mm ) Anomaly ukuran gigi : gigi nya besar “ menyebabkan profil muka berubah ( makrodontia ) Pergeseran garis median : Pengesahan interproksimal  Kontra indikasi ekstraksi gigi pada perawatan orthodonti ????? LI Apabila diskrepansi kecil sampai sedang ( antara 2 – 5 mm ) Profil wajah lurus Di lihat dari analisa skeletal  profil wajah  cembung . butuh 6mm dan 7 mm Menurut pup : mengurangi kecenderungan profil di lakukan ekstraksi gigi P . Gigi yang mana yang akan di ekstraksi untuk menangani kasusu di scenario ? Belum bisa di tentukan gigi .

Evaluasi perawatan . posisi kondilus dalam mulur terbuka ) .Retrognatik .Menentukan rencana perawtan ortodonti .Analisis foto wajah 12.Analisis electromiograf  untuk mengetahui aktivitas otot mastikasi . Pemeriksaan penunjang yang di lakukan dokter untuk menunjang diagnose di atas ? . panoramic .Untuk sebagai saranan penunjang diagnose ( hub skeletal .Dental impression  model studi  mengetahui rencana perawatan yang akan di lakukan . analisa konveksitasnya  untuk analisis profil .Analisis fungsional ( fungsi pergerakan mandibula . Analisis sefalometri : Sefalogram frontal : gambaran anteroposterior dari tengkorak kepala  analisis facial Sefalogram lateral : gambaran lateral dari tengkorak kepala untuk dapat di lakukan analisis profil jaringan lunak aspek lateral . malrelasi kelas berapa . . lurus Evaluasi proporsi wajah dalam arah vertical dan sudut mandibula 11.Rontgen panoramic untuk meilhat lengkung rahang atas dan rahang bawah . dental atau dentoskeletal ) . 10.dental dan jaringan lunak ) . .Evaluasi pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial . Pembagian dari konveksitas wajah dan konkaf ? (LI ) Menurut down : . cekung .Penentuan klasifikasi kelas ( skeletal .Melihat tipe muka baik jaringan keras dan ajringan lunak Panoramic Mengevaluasi gigi impaksi Pola erupsi Perkembangan gigi geligi Evaluasi trauma Deteksi penyakit Menentukan kedaan gigi dan jaringan pendukung nya secara keseluruhan Profil wajah Menentukan posisi rahang dalam jurusan sagital ( anteroposterior )  cembung . Apa Diagnosa kasus di atas ? Maoklusi kelas 2 divisi 1 di sertai bad habit 13. hubungan rahang atas dan rahang baawah terhadap basis cranium . tipe muka jaringan keras dan jaringan lunak . Tujuan masing masing pemeriksaan penunjang ? (LI ) Sefalometri : .- Pemeriksaan rontgen sefalomteri : bagian rontgen radiograf untuk melihat posisi gigi terhadap rahang . Analisis sefalomteri . pembanding setelah perawatan .Analisis foto rontgen : periapikal .

Ekstraksi gigi P  ortodonti cekat - y Crowded & protrusif Pemeriksaan subjektif dan objektif  analisa penyebab Pencetakan gigi .- Mesognatik Progantik Trys prognatishme protrusi wajah bagian bawah Secara umum : Konveksitas profil jaringan keras Konveksitas profil jaringan lunak Konveksitas profil jaringan lunak penuh di ukut dari glabella Akan bertambah seiring pertumbuhan wajah 14. analisa foto wajah . Perawatan untuk kasus di atas ? (LI ) . rontgen . pengembalian fungsi otot . . electromiograf Pemeriksaan umum Pemeriksaan penunjang Diagnose perawatan . sefalomteri .Hilangkan bad habit dan hilangkan sinus  gunakan alat miofunctional ) pre orthodontic trainer  memperbaiki kedudukan rahang( di pakai saat tidur atau istirahat ) .