You are on page 1of 4

Nama : Adie Rohmat Nanda Wardana No : 20090530081

Bentuk Franchise
Menurut Mohammad Su‟ud (1994:44-45) bahwa dalam praktek franchise terdiri dari empat bentuk: 1. Product Franchise Suatu bentuk franchise dimana penerima franchise hanya bertindak mendistribusikan produk dari partner-nya dengan pembatasan area. 2. Processing or Manufacturing Franchise Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman. Suatu bentuk franchise dimana PT Ramako Gerbangmas membeli dari master franchise yang mengelola Mc Donald„s di Indonesia yang hanya memberi know-how pada PT Ramako Gerbangmas tersebut untuk menjalankan waralaba Mc Donald‟s. 3. Bussiness Format atau System Franchise Franchisor memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket, seperti yang dilakukan oleh Mc Donald‟s dengan membuat variasi produknya dalam bentuk paket. 4. Group Trading Franchise Bentuk franchise yang menunjuk pada pemberian hak mengelola toko-toko grosir maupun pengecer yang dilakukan toko serba ada.

Menurut International Franchise Association (IFA) berkedudukan di Washington DC, merupakan organisasi Franchise International yang beranggotakan negara-negara di dunia, ada empat jenis franchise yang mendasar yang biasa digunakan di Amerika Serikat, yaitu: 1. Product Franchise

Produsen menggunakan produk franchise untuk mengatur bagaimana cara pemilik toko menjual produk yang dihasilkan oleh produsen. Produsen memberikan hak kepada pemilik toko untuk mendistribusikan barang-barang milik pabrik dan mengijinkan pemilik toko untuk menggunakan nama dan merek dagang pabrik. Pemilik toko harus membayar biaya atau membeli persediaan minimum sebagai timbal balik dari hak-hak ini. Contohnya, mini market yang menjual produk dari franchisor, menggunakan nama dagang, serta metode pemasaran yang ditetapkan oleh franchisor. 2. Manufacturing Franchises Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman. 3. Business Opportunity Ventures Bentuk ini secara khusus mengwajibkan pemilik bisnis untuk membeli dan mendistribusikan produk-produk dari suatu perusahaan tertentu. Perusahaan harus menyediakan pelanggan atau rekening bagi pemilik bisnis, dan sebagai timbal baliknya pemilik bisnis harus membayarkan suatu biaya atau prestasi sebagai kompensasinya. Contohnya, pengusahaan mesin-mesin penjualan otomatis atau distributorship. 4. Business Format Franchising Ini merupakan bentuk franchising yang paling populer di dalam praktek. Melalui pendekatan ini, perusahaan menyediakan suatu metode yang telah terbukti untuk mengoperasikan bisnis bagi pemilik bisnis dengan menggunakan nama dan merek dagang dari perusahaan. Umumnya perusahaan menyediakan sejumlah bantuan tertentu bagi pemilik bisnis membayar sejumlah biaya atau royalti. Kadang-kadang, perusahaan juga mengaharuskan pemilik bisnis untuk membeli persediaan dari perusahaan. (http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/09/perusahaan-waralaba-franchise-definisi.html)

Jenis waralaba dapat dibagi menjadi dua: 1. Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi. 2. Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba. (http://www.anneahira.com/waralaba.htm) (http://id.wikipedia.org/wiki/Waralaba)

Saat ini di Indonesia berkembang dua jenis waralaba yaitu : 1. Waralaba produk dan merek dagang yaitu pemberian hak izin dan pengelolaan dari franchisor kepada penerima waralaba (franchisee) untuk menjual produk dengan menggunakan merek dagang dalam bentuk keagenan, distributor atau lesensi penjualan. Franchisor membantu franchisee untuk memilih lokasi yang aman dan showroom serta menyediakan jasa orang untuk membantu mengambil keputusan “do or not”. 2. Waralaba format bisnis yaitu sistem waralaba yang tidak hanya menawarkan merek dagang dan logo tetapi juga menawarkan sistem yang komplit dan konprehenship tentang tatacara menjalankan bisnis. Jenis waralaba yang banyak berkembang di Indonesia saat ini adalah jenis waralaba format bisnis.

CONTOH WARALABAA

:

1. INDOMARET a. Sejarah Perusahaan Berawal dari pemikiran untukmempermudah penyediaan kebutuhan pokok makapada tahun 1998 didirikanlah sebuah gerai yang diberinama indomaret. Berbekal mengenai kebutuhan konsumen, ketrampilan pengoprasian took dan pergeseran perilaku belanja masyarakatke gerai modern makaterbit keinginan luhur untuk mengabdilebih jauh bagi nusa dan bangsa. Niat ini diwujutkan dengan mendirikannya indomaret dengan badan hokum PT.indomarco prismatama yang memiliki visi “menjadi jaringan ritel yang unggul” serta moto “mudah dan hemat.

Setelah mengetahui pengetahuan dan ketrampilan mengoprasikan jaringan ritel dalam skala besar, manajemen berkomitmen untuk menjadikan indomaret sebagaisebuah asset nasional, oleh karena itu visi perusahaan kemudian berkembang menjadi “ asset nasional dalam bentukjaringanritelwaralaba yang unggul dalam persaingan global. Saat ini indomaret berkembang sangat pesat dengan jumlah gerai mencapai lebih dari 5.000 diwilayah jawa , Madura, bali dan Sumatra. Terdiridari 40% geraimilik terwaralaba dan 60% gerai milik perusahaan. Sebagian besar pasokan barang dangangan untuk seluruh gerai berasaldari 15 pusat distribusi indomaret yang menyediakan lebih dari 4.800 jenis produk. 2. Gerai indomaret a. Hingga januari 2012 indomaret mengoprasikan lebih dari 6000 gerai terdiri dari 60% milik sendiri dan 40% milikmasyarakat. Semuanya tersebar di jawa, bali, Madura dan Sumatra. Sesuaimotomudah dan hemat gerai indomaretditempatkan di lokasi2 strategis sehingga mudah dijangkau. Setiap gerai menyediakan lebih dari 4.800 produk food, nonfood, general merchendisedan fresh produk dengan harga hemat untukmemenuhi kebutuhan sehari hari konsumen. 3. Waralaba a. Indomaret berupaya menjadi asset nasional dalam bentuk jaringan ritel waralaba yang unggul dalam persaingan global. Tahun 1997 indomaret memperkenalkan sistemkemitraan dengan membuka peluang bagimasyarakat untukturut serta memiliki dan mengelola sendiri gerai indomaret. Sampai dengan januari 2011 geraiwaralaba indomaret telah mencapai 2.000 (40%) mitrausaha waralaba inimeliputi : koprasi,badan usaha, dan perorangan. Persyaratan waralabadirancang sederhana dan ekonomis sehingga memudahkan masyarakatberpartisipasi dan memiliki usaha ini berdasarkan sikapsaling percaya dan menguntungkan. System waralaba indomaret telah teruji dengan jumlah geraiwaralaba yang meningkat tajam.hal ini juga diakui pemerintah dengan diberikannya penghargaan”perusahaan waralaba unggul 2003” oleh presiden megawati . ini merupakan penghargaan pertama yang diterima perusahaan ritel waralaba nasionaldan sampai saat ini hanya indomaret yang menerimanya.