1

A. Judul Penelitian "Pelaksanaan Tugas Pengawas SMP di Kabupaten Mamasa"

B. Latar Belakang Guru berhadapan sebagai langsung pelaksana dengan terdepan berbagai dalam jajaran pendidikan pendidikan

masalah-masalah

utamanya masalah pengajaran. Banyak di antara masalah itu yang tidak dapat diselesaikan oleh guru itu sendiri. Mereka membutuhkan bantuan dalam usaha mengerti tujuan-tujuan pendidikan, usaha pengembangan kurikulum, dan usaha mengerti pendekatan/metode/model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik. Semuanya ini membutuhkan bantuan dari seseorang yang memiliki kompetensi dalam profesi keguruan. Menurut Sahertian (2008: 1), pentingnya supervisi pendidikan bertolak dari keyakinan dasar bahwa guru adalah suatu profesi. Suatu profesi selalu bertumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan dibutuhkan sebagai tuntutan untuk menghadapi dunia pendidikan yang dinamis seiring dengan adanya pengaruh globalisasi. Banyak ahli memberikan kesimpulan mengenai supervisi pendidikan, diantaranya sebagai berikut. Purwanto (2009: 76) menyatakan bahwa supervisi pendidikan adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan

2

pekerjaan mereka secara efektif. Sedangkan Menurut Sahertian (2008: 19) Sepervisi adalah usaha memberi layanan kepada guru-guru baik secara individual ataupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran. Dalam dua pengertian supervisi di atas, supervisi bukan hanya sekedar kontrol melihat apakah segala kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana atau program yang telah digariskan, tetapi lebih dari itu. Kegiatan supervisi mencakup penentuan kondisi-kondisi atau syarat-syarat personel maupun material yang diperlukan untuk terciptanya situasi belajar mengajar yang efektif, dan usaha-usaha memenuhi syarat-syarat itu. Menurut Munshy, dkk (dalam Zulkarnaini) bahwa orang yang berfungsi memberi bantuan kepada guru-guru dan menstimulir guru-guru ke arah usaha meningkatkan suasana belajar mengajar yang lebih baik, kita sebut supervisor atau pengawas. Pekerjaan memberi bantuan disebut supervisi. Demikian pula, Husaini Usman memberikan kesimpulan yang lebih rinci

tentang pengawas sekolah sebagai berikut. Pengawas sekolah/madrasah ialah tenaga kependidikan profesional yang mendapat otoritas dan diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwewenang untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pendidikan di sekolah/madrasah baik pengawasan dalam bidang akademik (teknis pendidikan) maupun bidang manajerial (Usman, 2008: 6). Di Inggris, Qaisra (dalam Kusnawan, 2009) menuturkan, peran pengawas (supervisor) sudah pada level mengelompokkan sekolah

berdasarkan kriteria penilaian sekolah, mulai penilaian sangat baik, baik,

3

memuaskan, sampai tidak memadai atau jelek dengan indikatornya pada kualitas manajemen pembelajaran/kurikulum, dan kepemimpinan sekolah, kualitas

kualitas kesiswaan, serta kualitas peran stake

holder/komite sekolah. Lembaga ini menjadi standar kualitas dan penjaminan mutu pendidikan di sana. Profesionalisme serta independensi lembaga menjadi hal menarik bagi fungsi pengawas lembaga pendidikan di negara ini. Keberadaan pengawas sekolah di Indonesia, dipayungi oleh sejumlah dasar hukum. Keputusan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara Nomor 118 Tahun 1996 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya yang di dalamnya juga menetapkan tugas pokok pengawas sekolah dan Keputuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 020/U/1998. Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan dan Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas adalah landasan hukum yang menegaskan keberadaan pejabat fungsional itu. Tugas pokok pengawas sekolah dapat dirumuskan selaras dengan ayat 1, pasal 2, Kepmenpan Nomor 118/1996 sebagai berikut, "Pengawas Sekolah mempunyai tugas pokok menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan pada sejumlah sekolah tertentu baik negeri maupun swasta yang menjadi tanggung jawabnya."

118/1996. Objek pembinaan dan penilaiannya adalah teknis akademik dan teknis manajerial.4 Inti tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah adalah menilai dan membina. "Penilaian adalah penentuan derajat kualitas berdasarkan kriteria (tolok ukur) yang ditetapkan terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. sedangkan pembinaan. 2009: 29). pemantauan. Kepmenpan No. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. pemantauan dan penilaian terhadap guru (pendidik) disebut supervisi akademik. dan penilaian. pemantauan dan penilaian terhadap kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya disebut supervisi manajerial. Subjek yang dinilai adalah teknis akademik dan manajerial pendidikan. pengawas sekolah harus mengawali kegiatannya dengan menyusun program . Melaksanakan pembinaan. pasal 1. Program pengawasan sekolah adalah rencana kegiatan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh pengawas sekolah dalam kurun waktu (satu periode) tertentu. ayat (8) menyatakan. melaksanakan pembinaan. Dalam buku panduan pelaksanaan tugas guru dan pengawas di uraikan tugas pengawas satuan pendidikan meliputi menyusun program pengawasan satuan pendidikan. bab I." Operasional kerja pengawas sekolah pada satuan pendidikan adalah supervisi yang berwujud penilaian dan pembinaan yang dilakukan pengawas sekolah terhadap satuan pendidikan (sekolah). dan menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan (Dirjen PMPTK.

Dengan demikian. Dalam konteks manajemen. dan keterampilan di bidang proses pembelajaran sehingga ia dapat memainkan peranan dan fungsinya membantu guru dalam meningkatkan proses dan strategi pembelajaran. Ruang lingkup tugas pengawas dalam bentuk tatap muka adalah melaksanakan supervisi akademik dan supervisi manajerial (Dirjen PMPTK. 2008: 5). kepala sekolah dapat menciptakan iklim dan budaya sekolah yang kondusif bagi proses . pembelajaran sehingga mencapai kinerja sekolah. Sebagai supervisor akademik. pengawas dituntut untuk memiliki pengetahuan. pengawas dituntut untuk memiliki pengetahuan.5 kerja pengawasan yang jelas. sikap. pengawas harus mengumpulkan data-data sekolah. terarah. sikap. Sebagai supervisor manajerial. dan prestasi siswa yang maksimal. Proses pemantauan dan penilaian . guru dan tenaga kependidikan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Dalam tugas memantau dan menilai sekolah. kinerja kepala sekolah. dan berkesinambungan dengan kegiatan pengawasan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. 2009: 29). dan keterampilan di bidang manajemen dan kepemimpinan sehingga pengawas dapat memainkan peranan dan fungsinya dalam membantu kepala sekolah dalam mengelola sumberdaya sekolah secara efisien dan efektif. program kerja pengawasan sekolah mengandung makna sebagai aplikasi fungsi perencanaan dalam bidang pengawasan sekolah (Dittendik.

pengamatan. dan dokumentasi”. Laporan pengawasan bertujuan memberikan gambaran tentang peningkatan mutu sekolah setelah dilaksanakannya pengawasan. 2009: 79) menyatakan bahwa tujuan laporan pengawasan adalah untuk mengkomunikasikan secara jelas mengenai kekuatan dan kelemahan sekolah. 2009: 79).6 dilakukan secara ilmiah oleh pengawas sekolah dinyatakan dalam Lampiran Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses sebagai berikut. meliputi keseluruhan kualitasnya. maka pengawas sekolah yang paling berkompeten untuk menjawabnya. perekaman. “Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus. wawancara. pencatatan. Ormston dan Shaw (dalam Dittendik. standar . Ketika pemerintah dan pemerintah daerah ingin mengetahui secara teknis keadaan atau permasalahan pendidikan di suatu daerah sebagai dasar dalam menyusun rencana dan kebijakan pendidikan di daerah tersebut. Pemerintah melalui Direktorat Tenaga Kependidikan mendefinisikan bahwa laporan pengawasan secara umum adalah kegiatan penyampaian informasi yang dilakukan secara teratur tentang proses dan hasil suatu kegiatan pada pihak yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap kelancaran kegiatan pengawasan tersebut (Dittendik. Berdasarkan data tersebut. pengawas dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi suatu sekolah dan selanjutnya memberikan pembinaan yang tepat sesuai permasalahan yang dihadapi.

Jika dicermati peran. Selanjutnya. fungsi dan tugas pokok pengawas satuan pendidikan yang sangat strategis di atas. Pasal 1 ayat 1 permendiknas no 12 tahun 2007 menyatakan bahwa untuk dapat diangkat sebagai pengawas sekolah/ madrasah. pada pasal 58 dinyatakan bahwa laporan oleh pengawas pendidikan ditujukan kepada Bupati/Walikota melalui Dinas Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan satuan pendidikan yang bersangkutan.7 pencapaian kinerja kepala sekolah. setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu satuan pendidikan. seorang pengawas harus memiliki kualifikasi dan kompetensi yang relevan dengan beratnya tanggung jawab yang diembannya. Kualifikasi pengawas sekolah/madrasah tersebut adalah: (1) pendidikan minimal S1 bagi guru TK/SD dan minimal S2 bagi guru . Standar pengawas sekolah yang dimaksud meliputi kualifikasi dan kompetensi pengawas. seseorang wajib memenuhi standar pengawas sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional. dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki hal yang dibutuhkan. Demikian juga dalam Permendiknas Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. guru dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah yang bermuara pada prestasi belajar siswa.

Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam lampiran Permendiknas no 12 tahun 2007 telah pula ditetapkan kompetensi yang harus dimiliki pengawas satuan pendidikan. (2) kompetensi supervisi akademik. Sebagian besar tanggung jawab dan kewenangan pemerintahan dilimpahkan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah termasuk kewenangan di . (2) guru bersertifikat dengan pengalaman kerja minimal 8 tahun atau kepala sekolah dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun. pada lembaga yang ditetapkan pemerintah. (5) kompetensi penelitian pengembangan. (3) kompetensi supervisi manajerial. (3) pangkat minimum penata. dan (6) kompetensi sosial. Kompetensi pengawas satuan pendidikan adalah: (1) kompetensi kepribadian. dan (6) lulus seleksi pengawas satuan pendidikan Untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik seorang pengawas satuan pendidikan juga diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan beban tugas yang dihadapinya. Indonesia memasuki era otonomi daerah. (4) berusia maksimal 50 tahun ketika diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan. (5) memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas.8 SMP/SMA/SMK. golongan ruang IIlc. (4) kompetensi evaluasi pendidikan.

9 bidang pendidikan. masih ada harapan mereka memiliki motivasi untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya. Namun demikian. melaksanakan peranan dan fungsi tersebut. Terlebih-Iebih. 2008: 2) Dalam penelitian yang dilakukan oleh Zainun Misbah (staf Direktorat Tenaga Kependidikan) tentang persepsi pengawas terhadap kebutuhan training pengawas. mulai dari menyusunan program pengawasan. kepala sekolah. Saat itu terjadi banyak permasalahan dalam supervisi pendidikan. MPA. Hal ini mengindikasikan sebagian besar pengawas memiliki pengetahuaan yang rendah terhadap aspek-aspek pelaksanaan tugasnya. sampai pada penyusunan laporan hasil pengawasan. Surya Dharma. 2007: 38). PhD. (Dharma. Dalam makalahnya di Jurnal Tenaga Kependidikan. Berdasarkan pematauan peneliti terhadap proses sertifikasi guru dalam jabatan pengawas di Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa terungkap kenyataan bahwa banyak pengawas sekolah tidak mengerti dan merasa asing dengan dokumen penyusunan program pengawasan yang harus . penilaian dan pembinaan guru. (Direktur Tenaga Pendidik) menyatakan: Masalahnya adalah pengawas sekolah/madrasah selama ini masih banyak yang belum mengetahui dan memahami peranan yang harus dimainkannya serta fungsi yang diembannya. melaksanaan pemantauan. terungkap bahwa hampir seluruh pengawas yang diteliti (80-90%) mengatakan setuju mereka membutuhkan training pada seluruh bidang yang ditawarkan pada kuesioner (Misbah. dan tenaga kependidikan lainnya.

W. Hal ini senada dengan hasil penelitian A. Pada umumnya pengawas hanya memantau pelaksanaan administrasi pengajaran. Pengawas datang ke sekolah hanya pada saat-saat tertentu seperti saat pemantauan pelaksanaan Ujian Nasional. Pengawas juga tidak pernah memfasilitasi dan membina pelaksanaan MGMP di wilayahnya tugasnya sehingga wadah yang sangat strategis untuk membina guru secara berkelompok itu. tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.10 mereka lampirkan dalam portofolio. Hal ini mengindikasikan mereka jarang atau bahkan tidak pernah menyusun program pengawasan sekolah yang seharusnya mereka lakukan sebagai langkah pertama pelaksanaan tugas kepengawasan agar dapat menentukan dan mencapai tujuan pengawasan sekolah secara efektif dan efisien. Berdasarkan pengamatan peneliti di SMPN 1 Mamasa yang berada pada wilayah ibukota kabupaten Mamasa. Hal di atas menyebabkan pelaksanaan supervisi oleh pengawas tidak berjalan dengan baik. pengawas kurang melakukan pembinaan guru dalam teknis akademik. kenyataan dalam praktiknya supervisor pengajaran lebih menekankan pada tanggung jawab administratiif guru. Kesenjangan ini dilihat dari sifat dan tujuan supervisi pengajaran. Sturges (dalam Sagala. . Contohnya: tujuan supervisi pengajaran seharusnya membantu dalam perbaikan pengajaran. 2010) yang menyatakan bahwa adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan dalam pelaksanaan supervisi.

11 Dalam wawancara dengan korwas di Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. penelitian ini terfokus pada pelaksanaan tugas pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Jika permasalahan di seputar pengawas ini tidak segera dibenahi maka akan menyebabkan ketimpangan dalam usaha peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang. C. Namun kenyataan yang terjadi jauh dari harapan. Peran. fungsi. diungkapkan bahwa banyak pengawas yang tidak tertib dalam menyusun laporan hasil pengawasan. Bagaimana gambaran pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa . Bagaimana gambaran penyusunan program pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa 2. Pelaksanaan tugas pengawas sekolah tidak berjalan dengan baik. dan tugas pengawas satuan pendidikan yang sangat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan seharusnya didukung dengan kualifikasi dan kompetensinya harus sesuai dengan standar pengawas yang telah ditentukan melalui permendiknas No. Laporan yang dibuat sekedar untuk memenuhi kewajiban dan bahkan ada yang sama sekali tidak membuatnya.12 Tahun 2007.

Untuk mengetahui gambaran penyusunan laporan pelaksanaan pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa. E. 3. Tujuan Penelitian Dari hasil penetapan rumusan masalah di atas. Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa. maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. 2.12 3. Bagaimana gambaran penyusunan laporan pelaksanaan program pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa D. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: . 1. Untuk mengetahui gambaran penyusunan program pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa.

. Dapat memberikan informasi bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa mengenai permasalahan dalam pelaksanaan tugas pengawas sekolah dan memberikan reverensi dalam pengambilan kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. 2. Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran terhadap pengembangan ilmu manajemen pendidikan khususnya pengembangan bidang pengawasan pendidikan menengah. Bagi para pengawas sekolah.13 1. Memberikan informasi kepada LPMP sebagai lembaga yang erat hubungannya dengan para pengawas dalam penjaminan mutu pendidikan sehingga LPMP dapat menyusun program yang tepat dalam membina pengawas sekolah. 2. 3. dapat menjadi sumber informasi tentang gambaran riil pelaksanaan tugasnya dibandingkan dengan harapan akan perannya dalam dunia pendidikan sehingga dapat mendorong untuk melakukan refleksi dan introspeksi. Manfaat praktis 1.

mengembangkan ideide yang kreatif. Bagi peneliti lain yang akan meneliti dengan fokus penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini. Konsep Dasar Supervisi Pendidikan Berbagai usaha perbaikan dan peningkatan kualitas guru baik melalui lembaga pendidikan maupun melalui penataran pendidikan dan latihan. Gairah dan semangat kerja yang tinggi memungkinkan guru menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan peserta didik.14 4. yaitu mempunyai komitmen dan kepedulian terhadap tugasnya. membaca informasi yang paling baru. Setiap guru perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi adalah suatu conditio sin qua non. (2) memiliki rasa tanggung jawab. Itulah sebabnya guru perlu belajar terus menerus. Guru yang profesional memiliki ciri-ciri antara lain: (1) memiliki kemapuan sebagai ahli dalam bidang mendidik dan mengajar. Semua usaha itu mengarah pada pengadaan tenaga guru yang profesional. Guru perlu memiliki semangat korps dan moral kerja yang tinggi. Itulah . dan (3) memiliki rasa kesejawatan dan menghayati tugasnya sebagai suatu karier hidup serta menjunjung tinggi kode etik jabatan guru. Tinjauan Pustaka 1. F. dapat menjadikan penelitian ini sebagai bahan reverensi dan rujukan bagi penelitiannya.

pengelola sekolah dan masyarakat yang kurang/tidak memberikan bantuan dll. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Hal ini berarti bahwa guru-guru harus senantiasa mengembangkan kemampuannya dan kreativitasnya dalam menerapkan kurikulum tersebut agar dapat terlaksana dengan baik. Demikian . khusus sumber daya manusia. Pertama. pengembanan personel. Namun demikian. guru/kepala sekolah sebagai pengelola dan pelaksana pendidikan yang terdepan memerlukan bantuan dalam memecahkan masalah mereka. Kedua. upaya tersebut berhadapan dengan banyak kendala. atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. pegawai. Pelaksanan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian secara terus menerus dengan kondisi nyata di lapangan. salah satunya adalah tenaga guru. Daryanto (2008) mengatakan bahwa supervisi diperlukan dalam proses pendidikan berdasarkan dua hal penting. Dengan demikian. Beberapa hal yang menjadi kendala adalah kurangnya sosialisasi kurikulum yang dapat memberikan informasi kepada guru secara utuh. Perkembangan kurikulum menimbulkan perubahan-perubahan struktur maupun fungsi kurikulum. perkembangan kurikulum yang merupakan gejala kemajuan pendidikan.15 sebabnya diperlukan usaha mengembangkan sumber daya pendidikan.

Guru harus dapat menterjemahkan filsafat dan sistem nilai yang hidup ke dalam bahasa program pendidikan. secara psikologis menciptakan situasi belajar mengajar yang membangkitkan dorongan emosional berupa . dan (6) latar belakang pertumbuhan jabatan. Dengan sudut pandang yang lebih luas. Dalam Sahertian (2008). tetapi sekolah harus berfungsi sebagai laboratorium sosiologis dan pusat kebudayaan di mana ide. Kepala sekolah. Latar belakang kultural menyatakan sekolah bukanlah tempat untuk memperoleh pengetahuan saja. (5) latar belakang sosiologis. Suatu sisitem pendidikan harus berakar pada sistem filsafat dan nlai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa itu. tenaga administrasi memerlukan peningkatan karier. Thomas Gordon mengemukakan bahwa ada mata rantai yang putus dalam proses pembelajaran di kelas. yaitu hubunganhubungan kemanusiaan. (2) latar belakang filosofis. dan keterampilannya. Oleh sebab itu. la menyebutkan sejumlah latar belakang seperti: (1) latar belakang kultural. (4) latar belakang sosial.16 pula halnya dengan sekolah. guru. karya serta potensi peserta didik dapat dikembangkan. (3) latar belakang psikologis. Swearingen dalam Sahertian (2008) mengungkapkan bahwa latar belakang perlunya supervisi terletak berakar mendalam pada kebutuhan nyata masyarakat. sehingga kita tidak menempuh kekeliruan dalam tindakan mendidik. pengetahuan.

2008) menyatakan guru adalah penceramah zaman. memberi hormat. Bekerja dengan komitmen yang tinggi terhadap usaha bersama. Sekarang norma-norma kehidupan menjadi relatif.17 lambang-Iambang dalam bentuk kata persetujuan seperti senyum. Dalam masyarakat yang demokratis setiap orang berkesempatan dan berkemampuan untuk menstimulasi usaha-usaha kreativitas dan mengubah ke arah perbaikan. Langeveld (dalam Sahertian. akan memberi semangat baru dalam proses belajar mengajar di kelas. Semua yang disebut di atas dapat dilaksanakan kalau nasib guru dan statusnya di masyarakat diubah agar melihat guru sebagai suatu jabatan . Untuk dapat mewujudkan misi guru harus belajar terus menjadi guru yang profesional. tertawa. Secara sosiologis perubahan masyarakat oleh karena globalisasi punya dampak terhadap tata nilai. Ketajaman visi mendorong guru-guru untuk mampu mengembangkan misinya. Menghadapi perubahan seperti ini guru-guru memerlukan supervisor untuk mengadakan tukar-menukar ide dan pengalaman tentang mana yang terbaik dalam menghadapi perubahan tata nilai yang serba meragukan. Guru seharusnya punya visi masa depan. . Sekolah harus mampu mengubah masyarakat agar menjadi masyarakat yang demokratis.

bahwa seorang supervisor mempunyai kedudukan atau posisi lebih dari orang yang disupervisi. dan menstimulasi pertumbuhan jabatan guru. menilik atau mengawasi orang-orang yang disupervisi. bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.18 yang punya peranan utama dalam pembentukan harkat dan martabat manusia. sedangkan vision berarti lihat. atau awasi. tugasnya adalah melihat. menyebutkan bahwa bentuk kata “supervisi” terdiri dari dua buah kata yaitu super dan vision. Good Carter dalam Daryanto (2008) memberi pengertian bahwa supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran. merawat. tilik. termasuk menstimulasi. Makna yang terkandung dari paduan kata tesebut. Ngalim Purwanto (2009:76) mengatakan "supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif”. Itulah sebabnya diperlukan bantuan supervisi yang bertugas memelihara. Sejalan dengan itu. Super berarti atas atau lebih. a. . menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan. Pengertian supervisi pendidikan Pengertian supervisi secara etimologis menurut Ametembun (dalam Direktorat Tenaga Kependidikan. 2008: 4).

mengkoordinasi dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun secara kolektif. "Supervisi adalah kegiatan mengamati. Menurut Suharsimi Arikunto (2004:5). Made Pidarta memberi ulasan yang lebih luas mengenai supervisi sebagai berikut. seperti upaya meningkatkan pribadi guru. mengidentifikasi mana hal-hal yang sudah benar. ia menyatakan bahwa supervisi adalah suatu usaha menstimulasi. agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran. meningkatkan profesinya. Beberapa ahli memberikan pengertian secara khusus yang difokuskan pada pembinaan guru. mana yang belum benar. supervisi selalu mengacu kepada kegiatan memperbaiki proses pembelajaran. secara umum supervisi dimaknai sebagai suatu aktivitas pembinaan bukan saja kepada guru tetapi juga kepada tenaga kependidikan lainnya yang secara tidak langsung berperan dalam melancarkan proses pengajaran yang dilakukan oleh para guru di kelas. Pengertian supervisi yang lebih demokratis diungkapkan oleh Boarman dalam Sahertian (2008).19 Dari dua pengertian supervisi di atas. Proses pembelajaran ini berkailan dengan kegiatan-kegiatan yang lain. dan mana pula yang tidak benar. Semua pengertian di atas lebih memfokuskan supervisi pada pembinaan guru yang diharapkan dapat meningkatkan proses pengajaran. Dalam dunia pendidikan. dengan maksud agar tepat dengan tujuan memberikan pembinaan". kemampuan berkomunikasi .

Selain itu. Sahertian (2008: 19) menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan.20 dan bergaul. baik dengan warga sekolah maupun dengan masyarakat. Ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Oliva dalam Sahertian (2008) bahwa sasaran supervisi pendidikan adalah: (1) mengembangkan kurikulum. Dari uraian di atas jelas bahwa tujuan supervisi ialah memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. pengawasan atau supervisi merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. untuk pengembangan potensi kualitas guru. terutama kepada guru-guru. dan (3) mengembangkan seluruh staf di sekolah. Purwanto (2009: 89) membagi supervisi dalam dunia pendidikan menjadi dua macam. 3. Jenis-jenis supervisi pendidikan Berdasarkan banyaknya jenis pekerjaan yang dilakukan oleh guru-guru maupun para karyawan pendidikan. yaitu supervisi umum . Dalam proses pendidikan. dan upaya membantu meningkatkan kesejahteraan mereka (Pidarta. 2002:1). (2) meningkatkan proses belajar mengajar di sekolah. baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Supervisi umum adalah supervisi yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan atau pekerjaan yang secara tidak langsung berhubungan dengan usaha perbaikan pengajaran seperti supervisi terhadap kegiatan pengelolaan bangunan dan perlengkapan sekolah. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. mengadministrasi dan melaksanakan seluruh aktivitas sekolah. supervisi terhadap kegiatan pengelolaan administrasi kantor.yang memungkinkan terciptanya situasi belajar-mengajar yang lebih baik demi . supervisi umum disebut dengan supervisi manajerial. pembinaan dan pengawasan terhadap kepala sekolah dan seluruh elemen sekolah lainnya di dalam mengelola.21 dan supervisi pengajaran. supervisi pengelolaan keuangan sekolah. supervisi pengelolaan perpustakaan. dan sebagainya. pengawasan melekat. Esensi dari supervisi manajerial adalah berupa kegiatan pemantauan. memberikan pengertian supervisi manajerial sebagai berikut. 2008: 7). Sedangkan yang dimaksud dengan supervisi akademik/pengajaran oleh Depdiknas adalah “kegiatan-kegiatan kepengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi . Di samping kedua jenis supervisi tersebut diperkenalkan pula istilah supervisi klinis.baik personal maupun material . dan pengawasan fungsional. Dalam Permendiknas 12 tahun 2007 tentang standar pengawas. sehingga dapat berjalan efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan sekolah serta memenuhi standar pendidikan nasional (Direktorat Tenaga Kependidikan.

dari pimpinan tingkat atas sampai dengan pimpinan tingkat yang paling bawah dari semua organisasi atau lembaga (Purwanto. 2009). Istilah "pengawasan melekat" diturunkan dari bahasa asing built in controle yang berarti suatu pengawasan yang memang sudah dengan sendirinya (melekat) menjadi tugas dan tanggung jawab semua pimpinan. Pengawasan fungsional adalah kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh orang-orang yang fungsi jabatannya sebagai pengawas. berdasarkan observasi dan analisis data secara teliti dan objektif sebagai pegangan untuk perubahan tingkah laku mengajar tersebut (dalam Purwanto. Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. . demi pencapaian tujuan pembelajaran". Supervisi pengajaran disebut juga supervisi akademik sesuai dengan permendiknas no 12 tahun 2007. dan kemudian secara langsung pula diusahakan bagaimana cara memperbaiki kelemahan atau kekurangan tersebut. 2008: 9) memberi batasan "Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran. Glickman (dalam Direktorat Tenaga Kependidikan. 2009: 91). Dikatakan supervisi klinis karena prosedur pelaksanaannya lebih ditekankan kepada mencari sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi dalam poses belajar-mengajar. John J. khususnya dalam penampilan mengajar. Bolla Menyimpulkan: Supervisi klinis adalah suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk membantu pengembangan profesional guru/calon guru.22 tercapainya tujuan pendidikan”.

Pengawas sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. Tugas pengawas sekolah Menurut Munshy. Demikian pula melalui Direktorat Tenaga Kependidikan (Tendik). kita sebut supervisor atau pengawas. bab I.. tanggung jawab. dan menengah. Subjek yang dinilai adalah teknis pendidikan dan administrasi pendidikan. dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan pendidikan di sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan prasekolah. dasar. dan cara-cara membantu memperbaiki situasi belajar mengajar disebut teknik-teknik supervisi. pemerintah secara tegas menyatakan sebagai berikut. mendefinisikan bahwa pengawas sekolah adalah tenaga kependidikan profesional yang berfungsi sebagai unsur pelaksana supervisi pendidikan yang mencakup supervisi akademik dan supervisi manajerial. pasal 1. Dalam Keputusan Menpan No.23 4. "Penilaian adalah penentuan derajat kualitas berdasarkan . 118/1996. Pekerjaan memberi bantuan disebut supervisi. 118/1996. ayat (8) menyatakan. dkk (dalam Zulkarnaini) bahwa orang yang berfungsi memberi bantuan kepada guru-guru dan menstimulir guru-guru ke arah usaha meningkatkan suasana belajar mengajar yang lebih baik. Inti tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah adalah menilai dan membina. Sedangkan Kepmenpan No.

seorang pengawas sekolah melakukan pengumpulan informasi tentang subjek dan objek kerjanya (teknik pendidikan dan administrasi)." Terkait dengan tugas menilai. Informasi itu kemudian diolah sedemikian rupa. pasal 1.24 kriteria (tolok ukur) yang ditetapkan terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kepmenpan Nomor 118/1996. bimbingan. Hasil penilaian tersebut akan menginformasikan kepada pengawas sekolah bahwa teknik pendidikan di satuan pendidikan tertentu telah memenuhi tolok ukur (standar) yang ditetapkan atau sebaliknya. Hasil olahan informasi itu digunakan untuk mengukur atau menentukan derajat kualitas subjek. contoh. (13) Memberikan saran adalah upaya pengawas sekolah agar sesuatu proses pendidikan yang dilaksanakan di sekolah lebih baik dari pada hasil yang dicapai sebelumnya atau berupa saran kepada pimpinan . (12) Memberikan contoh adalah upaya Pengawas Sekolah yang dilaksanakan dengan cara yang bersangkutan bertindak sebagai guru yang melaksanakan proses belajar mengajar/bimbingan untuk materi tertentu di depan kelas/ruangan bimbingan dan konseling dengan tujuan agar guru yang diawasi dapat mempraktikkan model mengajar/membimbing yang baik. Bab I. (11) Memberikan bimbingan adalah upaya Pengawas Sekolah agar guru dan tenaga lain di sekolah yang diawasi mengetahui secara lebih rinci kegiatan yang harus dilaksanakan dan cara melaksanakannya. dan saran dalam pelaksanaan pendidikan sekolah. (9) Pembinaan adalah memberi arahan. ayat 9 sampai ayat 13 menjelaskan mengenai proses pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sebagai berikut. (10) Memberikan arahan adalah upaya Pengawas Sekolah agar guru dan tenaga lain di sekolah yang diawasi dalam melaksanakan tugasnya lebih terarah dan mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Begitu pula halnya dengan teknik administrasi.

Pengawas Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. IPS. IPS. Seni Budaya. Kesejahteraan Masyarakat. Pembinaan yang dimaksud bukan saja memberikan arahan. Pengawas Sekolah Menengah Pertama dan Pengawas Sekolah Menengah Atas dalam Rumpun Mata Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK. atau Seni dan Kerajinan). Dari Kepmenpan tersebut. sangat jelas diatur bagaimana proses pembinaan kepada guru yang harus dilakukan pengawas sekolah. (3). Bisnis dan Manajemen. atau pengawas kelompok mata pelajaran. (2). Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rumpun Mata Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK. bimbingan. Sedangkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru Pasal 54 ayat 8 menyatakan bahwa pengawas terdiri dari pengawas satuan pendidikan. Pertanian dan Kehutanan.25 untuk menindaklanjuti pembinaan yang tidak dapat dilaksanakan sendiri. Olahraga Kesehatan. Pariwisata. menyatakan bahwa jenis pengawas terdiri dari (1). pengawas mata pelajaran. dan saran namun juga perlu memberikan contoh bagaimana mengelola dan melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan efektif. atau Seni Budaya). Teknik dan Industri. Olahraga Kesehatan. Bahasa. Bahasa. Kondisi jenis pengawas saat ini ada yang sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru Pasal 54 ayat 8 dan 9 dan .

26 ada yang sesuai dengan Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Selanjutnya harus mengikuti ketentuan sebagaimana disebut dalam Peraturan Pemerintah 74 tahun 2008 tentang Guru. pengawas satuan pendidikan untuk ekuivalensi dengan 24 jam tatap muka perminggu diuraikan sebagai berikut. 2. 1. Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas satuan pendidikan terhadap 24 jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah sekolah dan guru yang dibina. kegiatan bagi . jenis pengawas disesuaikan dengan kondisi saat ini. Dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak berlakunya Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. Ruang Iingkup tugas pengawas satuan pendidikan menurut Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 adalah melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik. . Jumlah sekolah yang harus dibina untuk tiap pengawas satuan pendidikan paling sedikit 10 (sepuluh) sekolah dan paling banyak 15 (lima belas) sekolah. Sesuai dengan permendiknas Nomor 12 tahun 2007.

Pengolahan dan analisis data hasil penilaian. Evaluasi proses dan hasil pengawasan . Jumlah guru yang harus dibina untuk tiap pengawas satuan pendidikan paling sedikit 40 (empat puluh) guru dan paling banyak 60 (enam puluh) guru. 7. pemantauan. 6. Penyusunan program kerja pengawaan sekolah 3. Tugas pengawas satuan pendidikan meliputi penyusunan program pengawasan satuan pendidikan. dan tenaga kependidikan lainnya 5. dan lingkungan sekolah. Laboran. prasarana pendidikan. dan Pustakawan) . melaksanakan pembinaan. dituliskan ragam kegiatan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah meliputi: 1. dan pembinaan. pemantauan. menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan Dalam buku panduan penyusunan program pengawasan sekolah yang dikeluarkan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan. dan penilaian. guru. Pemantauan kegiatan sekolah serta sumber daya pendidikan yang meliputi sarana belajar. Penilaian kinerja kepala sekolah. biaya. Pembinaan kepala sekolah. kinerja guru dan kinerja tenaga kependidikan lainnya (TU.27 3. 4. Pelaksanaan analisis kebutuhan 2.

Tindak lanjut hasil pengawasan untuk pengawasan berikutnya. PROGRAM PENGAWASAN TINDAK LANJUT PENILAIAN LAPORAN PEMBINAAN EVALUASI PEMANTAUAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN Gambar 1. Penyusunan laporan hasil pengawasan.28 8. 9. Siklus kegiatan pengawasan sekolah . Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dalam suatu siklus secara periodik yang dapat dilihat dalam Gambar 1 berikut ini.

disusun laporan hasil pengawasan yang menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah binaannya. 2009: 29) diuraikan bahwa dalam menyusun program pengawasan sekolah. Berdasarkan hasil analisis data. dilaksanakan kegiatan inti pengawasan meliputi penilaian. setiap pengawas sekolah baik secara berkelompok maupun secara perorangan wajib menyusun rencana program pengawasan.29 Kegiatan pengawasan sekolah diawali dengan penyusunan program kerja yang dilandasi oleh hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Sebagai tahap akhir dari satu siklus kegiatan pengawasan sekolah adalah menetapkan tindak lanjut untuk program pengawasan tahun berikutnya. Program pengawasan terdiri atas (1) program tahunan. Penyusunan program pengawasan Dalam buku Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas (Dirjen PMPTK. (2) program semester . Tindak lanjut pengawasan diperoleh berdasarkan hasil evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan pengawasan dalam satu periode. 5. Dengan berpedoman pada program kerja yang disusun. dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan dari setiap sekolah dan dari semua sekolah binaan. pembinaan. dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di sekolah binaannya. Pada tahap berikutnya dilakukan pengolahan dan analisis data hasil penilaian. pembinaan.

program pengawasan sekolah terdiri atas: (1) program pengawasan tahunan. dan (2) program pengawasan semester. (3) rencana pengawasan akademik (RKA) .30 pengawasan. Program pengawasan tahunan disusun dengan cakupan kegiatan pengawasan pada semua sekolah di tingkat kabupaten/kota dalam kurun waktu satu tahun. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. dan berkesinambungan dengan kegiatan pengawasan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Program pengawasan semester disusun oleh setiap pengawas sesuai kondisi obyektif sekolah binaanya masing-masing. pengawas sekolah harus mengawali kegiatannya dengan menyusun program kerja pengawasan yang jelas. Program pengawasan sekolah adalah rencana kegiatan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh pengawas sekolah dalam kurun waktu (satu periode) tertentu. Dalam konteks manajemen. Program pengawasan tahunan disusun dengan melibatkan sejumlah pengawas dalam satu Kabupaten/Kota. Program pengawasan semester merupakan penjabaran program pengawasan tahunan pada masing-masing sekolah binaan selama satu semester. dan (4) rencana kepengawasan manajerial (RKM). program kerja pengawasan sekolah mengandung makna sebagai aplikasi fungsi perencanaan dalam bidang pengawasan sekolah. . terarah. Berdasarkan jangka waktunya atau periode kerjanya.

laboran. Tahapan atau rangkaian kegiatan yang menunjukkan bagaimana masalah dipecahkan serta bagaimana pekerjaan diselesaikan. Kepala sekolah b. 5. 4. 3. Berangkat dari tugas pokok pengawas satuan pendidikan. Kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah .31 Secara umum. Organisasi sekolah dalam persiapan menghadapi akreditasi sekolah b. Deskripsi kegiatan pengawasan yang akan dilakukan. Penilaian kinerja yang akan dilakukan terhadap: a. Guru c. Tujuan pengawasan yang ingin dicapai. Tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi. Latar belakang 2. program pengawasan sekolah mengandung hal-hal pokok sebagai berikut: 1. maka ruang lingkup kegiatan dalam program pengawasan adalah sebagai berikut: 1. pustakawan) 2. Data atau informasi yang diperlukan. Pembinaan yang akan dilakukan terhadap: a.

Untuk lebih jelasnya. Penerapan berbagai inovasi pendidikan/pembelajaran f. perpustakaan). Pelaksanaan penerimaan siswa baru f. Guru dalam hal perencanaan. Pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan c. dan penilaian proses pembelajaran/bimbingan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler g. Pengelolaan dan administrasi sekolah b. laboratorium.  KEPALA SEKOLAH  GURU  TENAGA KEPENDIDIKAN PENILAIAN KINERJA  PERSIAPAN AKREDITASI  KEPALA SEKOLAH  GURU  TENAGA KEPENDIDIKAN . d. 3. Pemantauan yang akan dilakukan terhadap: a. Sarana belajar (alat peraga. pelaksanaan. Tenaga kependidikan lainnya dalam melaksanakan tugas pokoknya masing-masing e. Lingkungan sekolah d. cakupan program kegiatan pengawasan sekolah dapat dilihat dalam Gambar 2 di bawah ini.32 c. Pengawas pada jenjang di bawahnya dalam bentuk bimbingan untuk melaksanakan tugas pokok kepengawasan. Pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional e.

2008: 8.33 PROGRAM PENGAWASAN SEKOLAH PEMBINAAN PEMANTAUAN  ADMINISTRASI SEKOLAH  STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN  LINGKUNGAN SEKOLAH  UJIANSEKOLAH/ NASIONAL  PENERIMAAN SISWA BARU Gambar 2. Stoner (dalam Dittendik. Mengidentifikasi pendukung dan penghambat tujuan 4.9) memberikan empat tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam penyusunan program pengawasan sekolah meliputi: 1. Menentukan situasi pada saat ini 3. Cakupan program kegiatan pengawasan sekolah Sebagai suatu bentuk perencanaan. Menetapkan tujuan atau seperangkat tujuan 2. Mengembangkan seperangkat tindakan untuk mencapai tujuan . program pengawasan sekolah berkaitan dengan rangkaian tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pengawasan.

Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan . Analisis dilakukan terhadap faktor internal dan eksternal wilayah dan sekolah-sekolah yang ada. Perumusan rancangan program pengawasan tahunan 4. dimaksudkan menemukan kekuatan. Eeakness. dan ancaman yang ada pada sekolah-sekolah yang berada pada wilayah binaan yang akan ditingkatkan mutunya. empat isi pokok kegiatan yang akan dituangkan dalam program kerja pengawasan tahunan yaitu: 1. Kekuatan adalah faktor dari dalam sekolah yang mendorong pencapaian sasaran. Ancaman adalah faktor dari luar sekolah yang menghambat pencapaian sasaran. seorang pengawas dapat memulai dengan dan melakukan Threats). Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas kegiatan yang perlu segera ditingkatkan mutunya.34 Dalam menyusun program pengawasan. kelemahan. analisis Analisis SWOT SWOT ini (Strenght. untuk Opportunity. Pengolahan dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya 3. Identifikasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya dan kebijaksanaan di bidang pendidikan 2. Selanjutnya. Kelemahan adalah faktor dari dalam sekolah yang menghambat pencapaian sasaran. peluang.

Hasil pengawasan yang dianggap sudah baik harus dipertahankan atau standarnya ditingkatkan. Pengolahan dan analisis hasil pengawasan yang telah dilakukan tahun sebelumnya diarahkan untuk menetapkan prioritas tujuan. Hasil pengawasan yang dianggap kurang harus lebih ditingkatkan.35 Identifikasi hasil pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya dan identifikasi kebijaksanaan di bidang pendidikan merupakan tugas pokok pengawas pratama. Sebagai acuan penyusunan program pengawasan. Dilandasi oleh informasi yang diperoleh atas . Pengolahan dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya merupakan tugas pokok pengawas muda. Perumusan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok pengawas madya. pendidikan. Output pengolahan dan analisis hasil pengawasan harus mampu memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Identifikasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kegiatan pengawasan. Identifikasi hasil pengawasan menggambarkan sejauhmana ketercapaian tujuan pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. sasaran. metode kerja serta langkah-Iangkah kegiatan dalam program pengawasan tahun berikutnnya. dikemukakan Hasil pula berbagai kebijaksanaan titik di tolak bidang dalam identifikasi tersebut merupakan menentukan tujuan sera !indakan yang harus dilakukan pengawas sekolah tahun berikutnya.

Program pengawasan tahunan yang telah dimantapkan dan disempurnakan adalah rumusan akhir yang akan dijadikan acuan oleh pengawas dalam penyusunan program semester pada setiap sekolah binaannya. tentang tujuan. Rumusan rancangan program pengawasan sebaiknya dikaji secara bersama-sama oleh kelompok pengawas untuk mendapat masukan dan pertimbangan dilaksanakan. Alur proses penyusuan program pengawasan tahunan dapat dilihat pada Gambar 3 berikut. Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok pengawas utama. sasaran serta kegiatan yang akan HASIL PENGAWASAN TAHUN SEBELUMNYA HASIL PENGAWASAN TAHUN SEBELUMNYA ANALISIS DATA IDENTIFIKASI PERUMUSAN RANCANGAN PROGRAM .36 dasar identifikasi serta analisis hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. dirumuskan rancangan program pengawasan tahunan untuk semua sekolah binaan.

Hal ini dapat dilakukan karena (1) Pengawas sekolah yang memiliki jenjang jabatan yang sesuai belum ada. Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang akan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah pada setiap sekolah binaannya. Tidak menutup kemungkinan . Program tersebut disusun sebagai penjabaran atas program pengawasan tahunan di tingkat kabupaten/kota. Alur proses penyusunan program pengawasan tahunan Walaupun terdapat ketentuan yang mengatur batasan kewenangan bagi setiap jenjang jabatan pengawas dalam penyusunan program pengawasan tahunan. serta (2) pengawas sekolah yang ditugaskan memiliki keahlian dan kemampuan untuk melaksanakan butir kegiatan tersebut. Program pengawasan semester merupakan tugas pokok semua pengawas pada setiap sekolah binaannya. tidak dituntut adanya kesamaan program/kegiatan pada setiap sekolah binaan. Aspek lain yang dipertimbangkan dalam penyusunan program pengawasan semester adalah visi dan misi sekolah binaan.37 PEMANTAPAN/PENYEMPURNAAN PROGRAM Gambar 3. Kegiatan pengawasan pada persoalan/masalah yang dihadapi oleh masing-masing sekolah binaan. pada kondisi tertentu seorang pengawas dapat melakukan tahapan proses yang menjadi kewenangan pengawas setingkat di atasnya. Dalam hal ini.

38 adanya kolaborasi antara pengawas sekolah dan kepala sekolah dalam menyusun program pengawasan semester. . Alur poses penyusunan program pengawasan semester dapat di lihat pada Gambar 4 berikut ini. program pengawasan semester dapat disusun dalam bentuk matrik kegiatan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas input. dan hasil pendidikan pada setiap sekolah binaannya dalam jangka pendek (selama satu semester) . Substansi yang dikembangkan dalam program pengawasan semester meliputi aspek-aspek sebagai berikut. proses. Untuk kepentingan praktis. Alur proses penyusunan program pengawasan semester Program pengawasan semester mencakup rincian teknis kegiatan yang akan dilakukan pengawas sekolah pada setiap sekolah binaan. PROGRAM PENGAWASAN TAHUNAN VISI DAN MISI SEKOLAH BINAAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN TAHUN SEBELUMNYA IDENTIFIKASI MASALAH PADA SEKOLAH BINAAN DESKRIPSI KEGIATAN PENGAWAAN SEMESTER PADA SEKOLAH BINAAN Gambar 4.

39 1. dan terfokus pada pencapaian tujuan. Jadwal/waktu pelaksanaan kegiatan. artinya program-program dan kegiatan-kegiatan selain dapat diukur juga harus dapat dicapai disesuaikan dengan berbagai kondisi di sekolah. jelas. (2) Measureable. Sasaran pengawasan yaitu komponen sistem pendidikan di sekolah yang dianggap paling penting mendapatkan perhatian khusus berdasarkan hasil pengawasan pada tahun sebelumnya serta hasil identifikasi masalah yang telah ditetapkan. 3. artinya program-program dan kegiatan-kegiatan yang dipilih dapat diukur pencapaiannya. artinya program-program . dapat disusun dalam format time schedule tersendiri untuk semua sekolah binaan. Dalam upaya menghasilkan program yang baik kriteria SMART dapat digunakan sebagai acuan program kerja dengan uraian sebagai berikut: (1) Specific. ditetapkan tujuan spesifik kegiatan pengawasan yang sejalan dengan visi dan misi sekolah binaan 2. serta langkah-Iangkah pelaksanaan kegiatan kepengawasan. Deskripsi kegiatan meliputi jenis kegiatan. Atas dasar masalah tersebut. 4. (3) Achieveable. (4) Realistics. artinya pokok masalah yang dijadikan program dalam penyusunan program kerja secara spesifik. metode kerjal teknik yang akan digunakan. Identifikasi masalah yang dihadapi sekolah binaan serta upaya pemecahannya.

Komponen-komponen dalam program tahunan. (5) Time Bound. skenario kegiatan. agar pengawasan lebih terarah dengan menggunakan kriteria SMART dari ruang Iingkup supervisi manajerial dan sasarannya adalah kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah. serta dirancang untuk dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. agar pengawasan lebih terarah dengan menggunakan kriteria SMART dari ruang lingkup supervisi akademik dan sasarannya adalah guru. RKA dan RKM sekurang-kurangnya memuat: aspek/masalah. RKA merupakan penjabaran dari program semester yang rinci dan sistematis. artinya jelas target waktu pencapaian dalam setiap langkah kegiatan. dan dirancang untuk dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. tujuan/ sasaran. RKA merupakan penjabaran dari program semester pengawasan sekolah yang rinci dan sistematis. program semester. indikator keberhasilan. sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sekolah dalam pencapaian hasilnya. strategi/metode kerja (teknik supervisi). sumberdaya yang diperlukan. penilaian dan instrumen pengawasan dan jadwal/waktu yang diperlukan 6.40 dan kegiatan-kegiatan yang dipilih realistik tidak mengada-ada. Pelaksanaan supervisi akademik .

2008) mendefinisikan supervisi akademik sebagai serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. supervisi akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran. Meskipun demikian. esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran. maka menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran merupakan salah satu kegiatan yang tidak bisa dihindarkan prosesnya (Sergiovanni dalam Direktorat Tendik. merupakan bagian integral dari serangkaian kegiatan supervisi akademik.41 Glickman (dalam Direktorat Tenaga Kependidikan. maka dalam . Penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran sebagai suatu proses pemberian estimasi kualitas unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran. melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya. 2008). bahwa supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran. Dengan demikian. Apabila dikatakan bahwa supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya. 2008). berarti. Apabila di atas dikatakan. dalam Direktorat Tenaga Kependidikan. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. (Daresh.

Oleh sebab itu. Pelaksanaannya menggunakan format dan instrumen lain yang ditentukan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota bersangkutan. 1. yaitu sebagai berikut. melainkan juga antara supervisor dengan pihak lain yang terkait dengan program supervisi akademik. supervisi akademik yang dilakukan pengawas sekolah terdiri dari kegiatan menilai. guru. membina. Kegiatan supervisi akademik merupakan kegiatan interaksi langsung antara pengawas satuan pendidikan dengan kepala sekolah. 2008). dan informal. sehingga bisa ditetapkan aspek yang perlu dikembangkan dan cara mengembangkannya. dan memantau sekolah. Dalam buku Metode dan Teknik Supervisi (Direktorat Tenaga Kependidikan. Supervisi akademik harus mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis. dan tenaga kependidikan lainnya.42 pelaksanaannya terlebih dahulu perlu diadakan penilaian kemampuan guru. 2008) memberikan beberapa prinsip yang harus diperhatikan dan direalisasikan oleh supervisor dalam melaksanakan supervisi akademik. Hubungan demikian ini bukan saja antara supervisor dengan guru. kesetiakawanan. Hubungan kemanusiaan yang harus diciptakan harus bersifat terbuka. dalam . dan tenaga kependidkan lainnya. kepala sekolah. Berdasarkan pedoman pelaksanaan tugas pengawas (Direktorat Tenaga Kependidikan. guru.

Supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademiknya. seperti sikap membantu.43 pelaksanaannya supervisor harus memiliki sifat-sifat. 2. jujur. program supervisi akademik sebaiknya direncanakan. memahami. dikembangkan dan dilaksanakan bersama secara kooperatif dengan guru. kepala . Perlu dipahami bahwa supervisi akademik merupakan salah satu essential function dalam keseluruhan program sekolah (Alfonso dkk dan Weingartner). Titik tekan supervisi akademik yang demokratis adalah aktif dan kooperatif. Supervisor harus melibatkan secara aktif guru yang dibinanya. Oleh sebab itu. Supervisi akademik bukan tugas bersifat sambilan yang hanya dilakukan sewaktu-waktu jika ada kesempatan. terbuka. antusias. dan penuh humor (Dodd). mengingat problema proses pembelajaran selalu muncul dan berkembang. ajeg. Hal ini logis. Supervisi akademik harus demokratis. sabar. Supervisi akademik harus dilakukan secara berkesinambungan. melainkan harus tetap dibina secara berkesinambungan. Apabila guru telah berhasil mengembangkan dirinya tidaklah berarti selesailah tugas supervisor. 3. Tanggung jawab perbaikan program akademik bukan hanya pada supervisor melainkan juga pada guru.

Dalam upaya perwujudan prinsip ini diperlukan hubungan yang baik dan harmonis antara supervisor dengan semua pihak pelaksana program pendidikan (Dodd). walaupun mungkin saja ada penekanan pada aspekaspek tertentu berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengembangan akademik sebelumnya. Supervisi akademik harus komprehensif.44 sekolah. 5. Sistem perilaku tersebut antara lain berupa sistem perilaku administratif. yaitu tujuan pendidikan. Antara satu sistem dengan sistem lainnya harus dilaksanakan secara integral. Program supervisi akademik harus mencakup keseluruhan aspek pengembangan akademik. 4.). dan pihak lain yang terkait di bawah koordinasi supervisor. sistem perilaku supervisi akademik (Alfonso. maka program supervisi akademik integral dengan program pendidikan secara keseluruhan. sistem perilaku akademik. dkk. Program supervisi akademik harus integral dengan program pendidikan. Dengan demikian. sistem perilaku kesiswaan. Prinsip ini tiada lain hanyalah untuk memenuhi tuntutan multi tujuan supervisi . sistem perilaku pengembangan konseling. Di dalam setiap organisasi pendidikan terdapat bermacam-macam sistem perilaku dengan tujuan sama.

pengembangan profesional. 6. keberhasilan program supervisi akademik harus obyektif. tetapi tujuannya bukan untuk mencar kesalahan-kesalahannya. 7. Di sinilah letak pentingnya instrumen pengukuran yang memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi untuk mengukur seberapa kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Memang dalam proses pelaksanaan supervisi akademik itu terdapat kegiatan penilaian unjuk kerja guru. Supervisi akademik harus obyektif. dan memotivasi guru. Objektivitas dalam penyusunan program berarti bahwa program supervisi akademik itu harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata pengembangan profesional guru. Supervisi akademik harus konstruktif. Dalam menyusun. Supervisi akademik akan mengembangkan pertumbuhan dan kreativitas guru dalam memahami dan memecahkan problem-problem akademik yang dihadapi.45 akademik. sebagaimana telah dijelaskan di muka. berupa pengawasan kualitas. Supervisi akademik bukanlah sekali-kali untuk mencari kesalahan-kesalahan guru. Begitu pula dalam mengevaluasi keberhasilan program supervisi akademik. melaksanakan. . dan mengevaluasi.

(5) keuangan. Sebagaimana diketahui dalam dasa warsa terakhir telah dikembangkan wacana manajemen berbasis sekolah (MBS). (6) standar pengelolaan. Salah satu fokus penting lainnya dalam dalam supervisi manajerial oleh pengawas terhadap sekolah. (5) standar sarana dan prasarana. (3) standar proses. dan (7) layanan khusus. Tujuan supervisi terhadap kedelapan aspek tersebut adalah agar sekolah terakreditasi dengan baik dan dapat memenuhi standar nasional pendidikan. yang antara lain meliputi: (1) manajemen kurikulum dan pembelajaran. (7) standar pembiayaan. (2) standar kompetensi lulusan. (2) kesiswaan. pengawas sekaligus juga dituntut melakukan pematauan terhadap pelaksanaan standar nasional pendidikan yang meliputi delapan komponen. (6) hubungan sekolah dengan masyarakat. dan (8) standar penilaian. Dalam melakukan supervisi terhadap hal-hal di atas.46 7. Dengan demikian fokus supervisi ini ditujukan pada pelaksanaan bidang garapan manajemen sekolah. Pelaksanaan supervisi manajerial Di muka telah dijelaskan bahwa esensi supervisi manajerial adalah pemantauan dan pembinaan terhadap pengelolaan dan administrasi sekolah. (4) ketenagaan. yaitu: (1) standar isi. adalah berkaitan pengelolaan atau manajemen sekolah. (3) sarana dan prasarana. (4) tandar pendidik dan tenaga kependidikan. sebagai bentuk paradigma baru pengelolaan dari sentralisasi ke desentralisasi yang .

2008: 8) Pengawas dituntut dapat menjelaskan sekaligus mengintroduksi model inovasi manajemen ini sesuai dengan konteks sosial budaya serta kondisi internal masing-masing sekolah. (3) pusat informasi pengembangan mutu sekolah. (2) asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah. Dalam melaksanakan fungsi supervisi manajerial.47 memberikan otonomi kepada pihak sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat (Sudarwan Danim dalam Direktorat Tenaga Pendidik. penilaian. koordinasi. 2009: 20) dinyatakan bahwa supervisi manajerial adalah supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mencakup perencanaan. koordinasi. Prinsip yang pertama dan utama dalam supervisi adalah pengawas harus menjauhkan diri dari sifat otoriter. pengembangan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) kependidikan dan sumberdaya lainnya. Prinsip-prinsip supervisi manajerial pada hakikatnya tidak berbeda dengan supervisi akademik. pengawas sekolah/madrasah berperan sebagai: (1) kolaborator dan negosiator dalam proses perencanaan. pengembangan manajemen sekolah. pelaksanaan. dan (4) evaluator terhadap pemaknaan hasil pengawasan. di mana ia . yaitu: 1. Dalam Panduan Pelaksanaan Tugas Pengawas Sekolah/Madrasah (Dittendik.

. dalam Dittendik. Hubungan kemanusiaan yang harus diciptakan harus bersifat terbuka. Program supervisi harus mencakup keseluruhan aspek. dalam Dittendik. dan informal (Dodd. 3. Supervisi harus mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis. Supervisi bukan tugas bersifat sambilan yang hanya dilakukan sewaktuwaktu jika ada kesempatan (Alfonso dkk. 2009: 15).dan Weingartner dalam Dittendik. dkk.48 bertindak sebagai atasan dan kepala sekolah/guru sebagai bawahan. karena hakikatnya suatu aspek pasti terkait dengan aspek lainnya. 6. Di dalam setiap organisasi pendidikan terdapat bermacam-macam sistem perilaku dengan tujuan sarna. 2009: 15).). Supervisi harus demokratis. 2. 4. Supervisi harus komprehensif. yaitu tujuan pendidikan (Alfonso. 2009: 15. Titik tekan supervisi yang demokratis adalah aktif dan kooperatif. Supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi. Supervisi harus dilakukan secara berkesinambungan. kesetiakawanan. 5. Program supervisi harus integral.

49

7. Supervisi harus konstruktif. Supervisi bukanlah sekali-kali untuk mencari kesalahan-kesalahan guru. 8. Supervisi harus obyektif. Dalam menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi, keberhasilan program supervisi harus obyektif. Obyektivitas dalam penyusunan program berarti bahwa program supervisi itu harus disusun berdasarkan persoalan dan kebutuhan nyata yang dihadapi sekolah.

8. Penyusunan laporan hasil pengawasan Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan menerangkan tugas pengawas dalam

menyusun laporan. Dalam peraturan tersebut di sebutkan bahwa pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan, setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. Selanjutnya dalam buku Bahan Belajar Mandiri Musyawarah Pengawas Sekolah didefinisikan bahwa laporan pengawasan secara umum adalah suatu kegiatan penyampaian informasi yang dilakukan secara teratur tentang proses dan hasil suatu kegiatan pada pihak yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap kelancaran kegiatan pengawasan tersebut (Dittendik, 2009: 79).

50

Laporan pengawasan bertujuan memberikan gambaran tentang peningkatan mutu sekolah setelah dilaksanakannya pengawasan. Ormston dan Shaw (dalam Dittendik, 2009: 79) menyatakan bahwa tujuan laporan pengawasan adalah untuk mengkomunikasikan secara jelas mengenai kekuatan dan kelemahan sekolah, meliputi keseluruhan kualitasnya, standar pencapaian kinerja kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah yang bermuara pada prestasi belajar siswa, dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki hal yang dibutuhkan. Secara terperinci, laporan hasil pengawasan disusun dengan tujuan sebagai berikut: 1. Memberikan gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas sekolah. 2. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan

berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan pengawas sekolah terhadap: 3. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan

berdasarkan hasil pemantauan yang telah dilakukan terhadap: 4. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan

berdasarkan hasil pembinaan yang telah dilakukan terhadap: 5. Menginformasikan berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan setiap butir kegiatan pengawasan sekolah.

51

6. Kinerja kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah 7. Kinerja guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan penelitian proses pembelajaran/bimbingan. 8. Kinerja tenaga kependidikan lainnya (TU, Laboran, pustakawan) dalam pelaksanaan tugas pokoknya masing-masing. 9. Administrasi sekolah 10. Pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan 11. Lingkungan sekolah 12. Pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional 13. Pelaksanaan penerimaan siswa baru 14. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler/pengembangan diri 15. Sarana belajar (alat peraga, laboratorium, perpustakaan) 16. Kepala sekolah terhadap pengelolaan sekolah dan administrasi sekolah 17. Guru dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses pembelajaran/bimbingan berdasarkan kurikulum yang berlaku 18. Tenaga kependidikan lainnya (tenaga administrasi, laboratorium, perpustakaan) dalam pelaksanaan tugas pokoknya masingmasing. 19. Kinerja sekolah dalam persiapan menghadapi akreditasi sekolah

Penerapan berbagai inovasi pendidikan dan pembelajaran. Sebagai bahan serta salah satu aspek dalam menilai kinerja pengawas sekolah yang bersangkutan 2. Bagi Dinas Pendidikan. mengetahui keterlaksanaan program 2. Sebagai landasan dalam penyusunan program kerja pengawasan tahun berikutnya. 3. Bagi pengawas sekolah yang bersangkutan. Sebagai sumber informasi untuk menyusun data statistik sekolah. laporan hasil pengawasan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan berikut: 1. Sebagai bukti pertanggungjawaban pengawas yang bersangkutan atas tugas dan fungsinya dalam penilaian. Sebagai landasan untuk menentukan tindak lanjut pembinaan dan fasilitasi terhadap sekolah yang menjadi binaan pengawas yang bersangkutan. laporan hasil pengawasan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan berikut.52 20. pembinaan dan pemantauan sekolah yang dibina. Sebagai sumber informasi untuk mengetahui gambaran spesifikasi tentang sekolah yang menjadi binaan pengawas yang bersangkutan. 1. Sebagai dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan dalam satu periode pengawasan (semester) 3. . 4.

Laporan ini lebih ditekankan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilasanakan pada setiap sekolah binaan. Setiap pengawas sekolah membuat laporan per sekolah dan seluruh sekolah binaan diserahkan kepada koordinator pengawas (KORWAS) sekolah atau ketua kelompok pengawas sekolah (KKPS) setiap jenjang pendidikan. Setiap pengawas sekolah membuat laporan per sekolah dan seluruh sekolah binaan. Selanjutnya korwas membentuk tim kecil untuk merangkum laporan dari semua pengawas sekolah dan menyusunnya dalam satu laporan secara lengkap. Laporan hasil-hasil pengawasan di semua sekolah binaannya sebanyak satu laporan untuk semua sekolah binaan dengan sistematika yang telah ditetapkan. 2. hasil yang dicapai. yaitu: 1. serta kendala yang dihadapi oleh pengawas yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas pokok pada semua sekolah binaan. kemudian menyampaikan laporannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. Laporan ini lebih merupakan informasi komprehensif tentang keterlaksanaan. .53 Berdasarkan lingkup sasaran kegiatan. terdapat dua jenis laporan hasil pengawasan yang disusun pengawas sekolah pada setiap semester.

Tugas pengawas sekolah diawali dengan kegiatan penyusunan program pengawasan. rencana kepengawasan akademik. Dengan adanya program pengawasan . Untuk itu. Seorang guru harus dapat mengembangkan kurikulum sesuai tuntutan KTSP. guru membutuhkan bimbingan dari Pengawas pendidikan yang berkompeten dalam membimbing guru bahkan segenap tenaga kependidikan yang ada di sekolah dalam menghadapi masalah-masalah tersebut. diharapkan pengawas dapat melakukan tugasnya dengan baik. Tugas pengawas sekolah yang tertuang dalam Permendiknas No 12 Tahun 2007 terdiri dari supervisi akademik dan supervisi manajerial.54 9. program semester. Dengan kualifikasi dan kompetensi yang telah digariskan dalam standar pengawas sekolah. dan rencana kepengawasan manajerial. guru adalah sebuah profesi yang menuntut upaya pertumbuhan dan perkembangan baik dari aspek sikap dan perilaku guru maupun aspek keahliannya. Kerangka konseptual Dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu guru perlu memahami dan melaksanakan pendekatan/metode/model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik serta sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Terlebih dari itu. Program pengawasan minimal terdiri dari program tahunan. seorang guru dihadapkan pada masalah-masalah yang kompleks.

Dari hasil pelaksanaan pengawasan. pengawas melakukan kegiatan pengawasan sesuai dengan program yang telah dibuat yang di dalamnya terdapat kegiatan supervisi akademik dan supervisi manajerial. dan standar pebiayaan.55 diharapkan kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh pengawas di setiap sekolah binaannya dapat berjalan secara efektif dan efisien. standar proses. Setelah program pengawasan dibuat. standar penilaian dan standar kompetensi lulusan di setiap sekolah binaannya. Laporan ini juga diperlukan untuk mengetahui pemetaan pendidikan di suatu daerah sehingga menjadi dasar perencanaan program dan kegiatan perbaikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. . para pengawas perlu menyusun laporan hasil pengawasan yang berisi evaluasi pelaksanaan yang digunakan sebagai dasar penyusunan program pengawasan tahun berikutnya. Selain itu dalam supervisi manajerial terdapat kegiatan pemantauan kegiatan-kegiatan sekolah termasuk memantau keterlaksanaan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Supervisi akademik adalah tugas pengawas menilai dan membina para guru serta memantau keterlaksanaan standar isi. standar sarana dan prasarana. Supervisi manajerial adalah tugas pengawas dalam rangka menilai dan membina kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya. standar pengelolaan.

Untuk lebih jelasnya konsep tugas pengawas dapat dilihat pada Gambar 5 berikut ini. dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengelola dan melaksanakan proses pembelajaran.56 Jika siklus tugas kepengawasan dilakukan dengan baik oleh setiap pengawas sekolah. Hal ini akan bermuara pada peningkatan mutu pendidikan. guru. Kebutuhan Supervisi Pendidikan Menyusun Program Pengawasan Supervisi Akademik  Memantau  Menilai  membina Supervisi Manajerial  Memantau  Menilai  membina . maka akan berdampak pada meningkatnya kemampuan profesional kepala sekolah.

kepala sekolah. Jenis dan setting penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilakukan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial.57 Menyusun Laporan Pelaksanaan Pengawasan Mutu Pendidikan Gambar 5. . Metode Penelitian 1. serta penyusunan laporan pelaksanaan pengawasan melibatkan sikap dan perilaku pengawas terhadap pekerjaannya dan terdapat hubungan sosial antara pengawas. G. guru dan tenaga kependidikan lain yang dapat dikaji lebih dalam.dalam lingkup pelaksanaan pengawasan oleh pengawas pendidikan menengah (SMP dan SMA) di Kabupaten Mamasa. Pelaksanaan tugas pengawas pendidikan menengah yang mencakup gambaran penyusunan program pengawasan. Skema kerangka konseptual Keterangan: kotak dengan garis putus-putus adalah fokus penelitian yaitu pelaksanaan tugas pengawas.

perasaan. norma. 3. sikap mental.58 lebih lengkap. kredibel dan bermakna dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga tujuan dan manfaat penelitian dapat dicapai. 2. Fokus penelitian Fokus penelitian ini adalah pelaksanaan tugas pengawas pendidikan menengah di Kabupaten Mamasa yang mencakup: 1. penyusunan program pengawasan. Dengan metode kuantitatif tidak dapat ditemukan data yang bersifat deskripsi yang meluas dan mendalam. Deskripsi fokus penelitian Deskripsi fokus penelitian adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan ini mencakup . pelaksanakan supervisi akademik dan supervisi manajerial. dan etos kerja yang dianut seseorang atau sekelompok orang dalam lingkungan kerjanya. Penyusunan program pengawasan adalah kegiatan pengawas sebelum melakukan pengawasan agar pelaksanaan pengawasan dapat berjalan efektif dan efisien. penyusunan laporan pelaksanaan pengawasan 3. 2. keyakinan.

Pelaksanaan supervisi akademik adalah tugas pengawas dalam memantau. standar proses. standar pendidik dan tenaga kependidikan. rencana kepengawasan akademik (RKA). menilai. dan penyusunan laporan pengawasan. standar pengelolaan. dan standar pembiayaan. 3.59 menyusun program pengawasan tahunan. program pengawasan semester. pelaksanaan supervisi. dan membina pelaksanaan pengajaran oleh para guru binaannya berdasarkan standar isi. Sumber data Berdasarkan fokus penelitian yaitu penyusunan program pengawasan. dan membina pelaksanaan manajemen sekolah oleh kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah binaannya berdasarkan standar sarana prasarana. 4. maka yang . dan standar kompetensi lulusan. Penyusunan laporan pelaksanaan program pengawasan adalah kegiatan pengawas yang dilakukan setelah dilaksanakan proses pengawasan untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau keterlaksanan program yang telah direncanakan dan sebagai dasar untuk membuat program pengawasan berikutnya 4. standar penilaian. Pelaksanaan supervisi manajerial adalah tugas pengawas dalam memantau. menilai. dan rencana kepengawasan manajerial (RKM) 2.

guru. pustakawan. dan pengawas bersedia memberikan informasi secara jujur apa adanya. laboran.60 menjadi subjek penelitian adalah pengawas pendidikan menengah di Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. Sumber data yang lain yang dapat mendukung sumber data utama adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. guru. Dari beliau kemungkinan besar diperoleh informasi mengenai pelaksanaan tugas pengawas terkait dengan penyusunan program dan laporan pengawasan sekolah. laboran. pengawas memiliki masa kerja dan pengalaman yang cukup untuk memberikan informasi. misalnya pengawas kooperatif dalam memberikan informasi. Sebagai subjek penelitian para pengawaslah yang akan menjadi sumber data utama/informan utama penelitian ini. dan tenaga administrasi di sekolah binaan para pengawas yang dijadikan informan. 2006: 81) dalam hal ini adalah yang dapat memberikan informasi secara objektif tentang pelaksanaan tugasnya. Untuk menentukan siapa saja yang menjadi informan dari para pengawas yang ada akan digunakan teknik purposive sampling yaitu dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan/maksud tertentu (Patton. dan tenaga administrasi yang mengalami langsung situasi atau kejadian-kejadian yang berhubungan . Para pendidik dan tenaga Kependidikan di sekolah yang dijadikan sumber data adalah kepala sekolah. pustakawan. Selain itu sumber data pendukung lainnya diperoleh dari para kepala sekolah.

61 dengan pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial oleh pengawas sekolah dan bersedia memberikan informasi yang objektif tentang pelaksanaan tugas pengawas sekolah (Kuswarno. daftar hadir rapat/pertemuan pengawas. 2008: 55). dan laporan pelaksanaan program pengawasan. 5. 2009: 61) Sumber data lain yang tidak kalah pentingnya adalah dokumendokumen pengawasan. instrument-instrumen pengawasan. a. Sumber data di atas adalah merupakan rencana dalam penelitian ini. Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa program pengawasan sekolah. tidak menutup kemungkinan jika dalam pelaksanaannya di lapangan akan diperoleh sumber data lain yang dapat melengkapi data penelitian berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dari sumber data sebelumnya (snowball sampling) seperti yang dikemukakan oleh Bogdan dan Biklen (dalam Sugiyono. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Wawancara .

laboran. Pertanyaan disampaikan secara spontan berdasarkan umpan balik dari jawaban informan untuk menggali lebih dalam informasi dari informan (Nasution dalam Prastowo. Wawancara dilakukan langsung oleh peneliti kepada para pengawas pendidikan menengah.62 Wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang berupa pertemuan dua orang atau lebih secara langsung untuk bertukar informasi dan ide dengan tanya jawab secara lisan sehingga dapat dibangun makna dalam suatu topik tertentu (Prastowo. Wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. 2010: 146). Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas tanpa pedoman wawancara. dan tenaga administrasi di sekolah binaan pengawas. 2010). Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa. b. guru. 2009: 524). . Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dilakukan berdasarkan panduan wawancara yang dibuat oleh peneliti oleh karena beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan telah diketahui dan dipersiapkan sesuai dengan fokus penelitian. pustakawan. kepala sekolah. Pengamatan Pengamatan atau observasi adalah “aktivitas mencatat suatu gejala dengan bantuan instrument-instrumen dan merekamnya demi tujuan-tujuan ilmiah atau tujuan lain” (Mortis dalam Denzin dan Lincoln.

dan kamera. handycam. Selain itu.63 Pengamatan dalam penelitian ini akan dilakukan secara langsung oleh peneliti dengan mengikuti aktivitas pengawas saat melakukan supervisi akademik dan supervisi manajerial di sekolah binaannya. 6. Dokumentasi. Dokumentasi adalah teknik pengambilan data yang diperoleh melalui catatan tertulis atau film yang berhubungan dengan suatu peristiwa masa lalu (Prastowo. instrumen supervisi. Dokumen atau catatan tertulis yang akan dikumpulkan oleh peneliti adalah dokumen kepengawasan seperti program pengawasan. pengamatan akan dilakukan pada aktivitas para pengawas saat melaksanakan rapat/pertemuan pengawas seperti rapat penyusunan program pengawasan dan rapat koordinasi. c. Agar pengumpulan data dapat berjalan dengan baik peneliti akan menggunakan alat bantu seperti perekam suara. laporan pengawasan dan catatan rapat/pertemuan pengawas. Instrumen penelitian Sesuai dengan jenis penelitian maka yang menjadi instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri yang akan turun ke lapangan secara . 2010: 192).

Data Display Data collection Data reduction Conclusions: drawing/verifying Gambar 6. mengikuti konsep Miles dan Huberman. dan dokumentasi tersebut langsung . Teknik analisis data Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. maka disusun pedoman wawancara dan pedoman observasi. dan datanya sampai jenuh. dan conclusion drawinglverification (Miles dan Huberman 2007: 1521). yaitu data collection. Aktivitas dalam analisis data . 7. data display. Komponen dalam analisis data Dari gambar tersebut. data reduction. Namun untuk membantu dan melengkapi proses wawancara oleh peneliti. pengamatan. mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus pada setiap tahapan penelitian sehingga sampai tuntas. data yang diperoleh dari lapangan yang jumlahnya cukup banyak perlu dicatat dengan teliti dan rinci. Data yang diperoleh dari wawancara. Langkah-Iangkah analisis ditunjukkan pada Gambar 6 berikut. Miles dan Huberman.64 langsung untuk mewawancarai dan mengamati informan.

Dengan menyajikan data. Reduksi data adalah kegiatan peneliti merangkum. dan penarikan kesimpulan. Langkah selanjutnya adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal. Mengapa analisis dilakukan selama pengumpulan data? Pertanyaan ini dijawab oleh Miles dan Huberman sebagai berikut. dan akan berubah jika tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data yang berikutnya. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara. dan membuat kategorisasi. . merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.. 2007: 73). penyajian data. Analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan. maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data. hal itu dapat menjadi suatu koreksi yang sehat bagi hal terselubung yang tidak terlihat sebelumnya dan membuat analisis sebagai suatu usaha yang terus berjalan dan hidup.65 dianalisis secara berulang terus menerus. yaitu reduksi data. didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten maka kesimpulan menjadi final. Analisis selama pengumpulan data memberikan kesempatan pada peneliti lapangan untuk pulang balik antara memikirkan tentang data yang ada dan menyusun strategi guna mengumpulkan data – yang seringkali kualitasnya lebih baik . Setelah data direduksi. maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi. yang dikaitkan dengan pengaruh kuat dari penelitian lapangan (Miles dan Huberman. mengambil data yang pokok dan penting.

akan dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik yang juga berperan sebagai teknik pengumpulan data. 2008: 127). dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Sumber-sumber tersebut adalah pihak-pihak yang terkait dan berhubungan dengan pelaksanaan tugas pengawas sekolah seperti Kepala Dinas Kabupaten Mamasa.66 8. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kebenaran data yang telah diberikan oleh informan. Dalam penelitian ini member chek akan dilakukan oleh peneliti dengan membuat rangkuman hasil wawancara dengan informan pada tahap awal pengumpulan data yang selanjutnya dikonfirmasikan kebenarannya dengan informan. b. Dari hasil . Triangulasi sumber dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama kepada informan yang berbeda (Sugiyono. Triangulasi Pengujian keabsahan data dengan model triangulasi dalam penelitian ini. Pengujian keabsahan data Pengujian Keabsahan data penelitian dilakukan dengan cara: a. kepala sekolah. yaitu melalui wawancara. guru. Member chek Member chek adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. dan dokumentasi. pengamatan. Triangulasi teknik dilakukan dengan pengambilan data yang sama kepada informan melalui teknik yang berbeda.

2008: 129). informan diberikan kesempatan untuk memberikan koreksi (Sugiyono. bila ada data yang tidak sesuai. H.67 member chek tersebut. Jadwal Penelitian .

Januari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Menyusun proposal Diskusi proposal penelitian Memasuki lapangan Menentukan Fokus Tahap selection Menentukan Tema Uji keabsahan data Membuat Draf Laporan Diskusi draf laporan Peyempurnaan laporan I. JADWAL PELAKSANAAN (TAHUN 2010-2011) Jenis Kegiatan Agustus Sept Oktober Nopemb. Desemb. Rancangan Anggaran Biaya Penelitian .selama 6 bulan (Agustus 2010 – Januari 2011) dengan rincian utama jenis kegiatan dan jadwal pelaksanaannya sebagai berikut.68 Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ganjil .

00 1. Pembuatan laporan 4.00 13. kertas.00 100.000.000. dll 6 200. Penggandaan laporan JUMLAH 2 1 1 10 1.400.000’00 500. Daftar Pustaka .00 1.00 50.00 IV PERJALANAN 1.00 V LAIN-LAIN 1.000.000.800.000.000.200. tinta printer. Gaji petugas lapangan 2 350.00 J.00 1.000.000.000.00 100.000.00 2.000.00 500.000 1. Transport responden 6 14 43 300.00 2.000. Transportasi Konsultasi Pembimbing 2.000.69 Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut. Sewa kamera digital 2.00 500.150.00 III PERALATAN 1.000. Sewa handy camp 3.000.00 500.000.050. Pengolahan data 3. Transportasi pelaksanaan penelitian 3.000.000.00 II BAHAN HABIS PAKAI 1. Alat Tulis. Sewa alat perekam suara 600. NO URAIAN JUM/ UNIT HARGA/ UNIT JUMLAH (Rp) I GAJI 1.000.000.000.00 600.00 600. Pelaksanaan seminar 2.000.00 700.000.

Fenomenologi: Konsepsi. (htlp:/Ipendis. Surya. Suharsimi. Diakses 19 Oktober 2009 Kuswarno. Manajemen Penelitian. Bandung: Widya Padjadjaran Miles. Handbook Of Qualitative Research. 2008. Jakarta: Rineka Cipta Denzin. 12 Tahun 2007 Tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Sekolah/Madrasah. Jakarta: Pustaka Pelajar Dharma. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Dasar-Dasar Supervisi.depag. Peranan Pengawas dalam Pembangunan Pendidikan. "Peranan dan fungsi pengawas sekolah/madrasah" Jurnal Tenaga Kependidikan. Metode dan Teknik Supervisi Jakarta: Depdiknas ` Dittendik. Jakarta: Depdiknas Direktorat Tenaga Kependidikan. dan Contoh Penelitian. Online. 2008. idllama/cfm/index. Bahan Belajar Mandiri Musyawarah Pengawas Sekolah: Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial. 2009. 2008. 2007. Jakarta: Depdiknas Standar Pengawas Daryanto. Jakarta: Depdiknas Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 2004. 2007. dan Huberman. 2007. Jakarta: Rineka Cipta Badan Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas _________. Pedoman. Administrasi Pendidikan. Penyusunan Program Pengawasan Sekolah.1 hlm.Volume 3 No. 2008. Norman K. Asep. 2009.70 Arikunto. 2009. 2009. Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas. cfm?fuseaction=Kajian Berita&Berita ID=9091&Sub=7).2008. A. Engkus. Dirjen PMPTK. Jakarta: Rineka Cipta _________ . Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia . Jakarta: Depdiknas Kusnawan. dan Lincoln. Michael. 1-13. Matthew B.go. Yvonna S.2009.

Memahami Penelitian Kualitatif Bandung: CV. Patton.71 Misbah. Piet A. Husaini. 2010. Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. Jakarta: Rineka Cipta Prastowo. com/2009/07/03/peranan pengawas-sekolah-dalammeningkatkan-mutu-pendidikan). 2 No. 32-40. Ngalim. Andi. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan (Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia).wordpress . 1996. Diakses 19 Oktober 2009 Zulkarnaini. Jakarta: Menpan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 2008. Supervisi Pendidikan Kontekstual. 2007. Online:. M. Jogjakarta: Diva Press Purwanto. Jakarta: Rineka Cipta. Made. 2008. Alfabeta Usman. 2009. 3 hlm. 2006. . Sugiyono. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. “Peningkatan Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah”. Michael Quinn.(http://zulkarnainidiran. Menguasai Teknik-Teknik Koleksi Data Penelitian Kualitatif (Bimbingan dan Pelatihan Lengkap Serba Guna). Zainun. 2009. 2009. Jurnal Tenaga Kependidikan Volume 3 No. Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No 118 Tahun 1996 Tentang Jabatan Fungsiona/ Pengawas dan Angka Kreditnya. 2008. 3 Hal. 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Sahertian. “Professional Development Pengawas Sekolah”. Jakarta: Depdiknas Pidarta. 1-16 Peranan Pengawas Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful